---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 17 Juni 2009 14:40 UTC



** VONIS PENJARA AULIA POHAN 

** KORBAN TEWAS SAWAHLUNTO MENINGKAT

** DEMONSTRAN KEMBALI BERAKSI DI IRAN 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MILITER BELANDA TEMBAK PASUKAN SENDIRI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KETIDAK PASTIAN DI BUNER, PAKISTAN

** GEMA WARTA ULASAN PERS: PENGANGGURAN DI BELANDA GAWAT DAN KOMNAS HAM 
LINDUNGI TKI

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: AULIA POHAN DIVONIS EMPAT TAHUN PENJARA



* VONIS PENJARA AULIA POHAN

Aulia Pohan, besan presiden SBY divonis empat setengah tahun penjara karena 
kasus korupsi. Mantan deputi gubernur BI, Aulia Pohan terlibat dalam kasus 
aliran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia YPPI. Vonis itu lebih lama 
setengah tahun dari tuntutan. Presiden SBY berjanji untuk memberantas korupsi. 
Vonis itu dapat memberi pengaruh positif terhadap SBY dalam pilpres bulan 
depan. Presiden SBY tidak pernah berupaya menghalangi tuntutan atas kasus itu. 
Ia justru mendesak agar proses tersebut berlangsung lancar.


* KORBAN TEWAS SAWAHLUNTO MENINGKAT

Jumlah korban tewas akibat ledakan tambang batubara di Sawahlunto meningkat. 
Sampai saat ini ada 17 mayat ditemukan. Sekitar 20 buruh masih terperangkap di 
kedalaman sekitar 100 meter. Dikhawatirkan mereka sudah tewas. Ledakan tersebut 
juga melukai sembilan buruh, dan menimbulkan lubang kawah. Tambang batubara itu 
milik penduduk setempat. Indonesia merupaka eksportir kedua terbesar batubara 
sedunia setelah Australia.


* DEMONSTRAN KEMBALI BERAKSI DI IRAN

Para pendukung pemimpin oposisi Iran, Mir Hossein Mousavi kembali 
berdemonstrasi Rabu menentang hasil pemilihan presiden. Puluhan ribu demonstran 
akan turun ke jalan dalam protes yang sudah berlangsung empat hari 
berturut-turut di ibukota Teheran dan wilayah lainnya. Presiden yang berkuasa 
Mahmud Ahmadinejad, kembali terpilih dengan mayoritas dalam Pilpres yang 
berlangsung Jumat lalu. Namun menurut kubu Mousavi, terjadi kecurangan dalam 
pilpres itu. Otoritas Iran akhirnya sepakat untuk kembali menghitung ulang 
sebagian hasil pemungutan suara. Namun protes terus berlangsung karena oposisi 
ingin terus menekan pemerintah. Teheran menegur dutabesar Ceko, yang saat ini 
menjadi pemimpin Eropa. Alasannya karena para menteri luar negeri Uni Eropa 
melontarkan kekhawatiran mereka dan menuntut adanya penyelidikan dalam 
penyelenggaran pilpres di Iran. Iran menamakan itu adalah tindakan tidak sopan 
dan terlampau turut campur tangan. Selain itu presiden Amerika Barack Obama 
sekali lagi melontarkan kekhawatirannya.


* BELANDA SERUKAN PENYELIDIKAN INDEPENDEN

Belanda menyerukan penyelidikan independen hasil perhitungan suara di Iran. 
Dalam wawancara dengan Radio Nederland, menteri luar negeri Maxime Verhagen 
mengatakan rakyat Iran berhah mendapatkan hasil perhitungan suara yang jurdil. 
Selain itu menlu Verhagen juga mengecam kekerasan terhadap para demonstran. 
Verhagen juga menyesalkan korban tewas yang jatuh dalam aksi protes dan 
menginginkan pembebasan para tahanan. Verhagen melontarkan hal tersebut kepada 
para wakil Iran di Belanda. Menlu Verhagen juga melontarkan kekhawatirannya 
atas pembatasan penggunaan internet menjelang pemilihan presiden di Iran.


* WABAH PENYAKIT SAMPAR DI LIBYA

Mesir menutup perbatasannya dengan Libya karena merebaknya wabah penyakit 
sampar di negara itu. Sekitar 20 kasus penyakit sampar ditemukan di pusat 
peristirahatan Libya Tobruk. Salah satu korban meninggal dunia. Kasus itu 
merupakan yang pertama kalinya dalam dua puluh tahun terakhir di Libya. Tim 
dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO akan melakukan penelitian. Penyakit sampar 
merupakan salah satu penyakit yang mematikan.


* KEPINGAN AIRBUS DI LAUTAN ATLANTIK

Sekitar empat ratus keping pesawat naas Airbus milik maskapai penerbangan Air 
France ditemukan di Lautan Atlantik. Demikian diungkapkan dalam jumpa pers di 
Paris. Sampai saat ini belum ada petunjuk baru penyebab kecelakaan yang 
menewaskan 228 orang. Satu-satunya yang hampir pasti adalah alat pencatat 
kecepatan pesawat itu tidak berfungsi baik. Apakah hal itu menjadi penyebab 
kecelakaan, belumlah jelas. Sampai saat ini telah ditemukan 50 mayat.


* MEKSIKO TARIS TURIS LEWAT INTERNET

Pemerintah Meksiko mencoba kembali menarik turis melalui internet. Penyebabnya 
karena jumlah turis di negeri itu anjlok menyusul penyebaran flu meksiko. Ada 
beberapa kesepakatan yang dilakukan dengan situs internet Google. Dalam peta 
yang tampak di Google Earth, ditampilkan informasi rinci mengenai tempat-tempat 
yang diminati turis. Selanjutnya Institut Antropologi dan Sejarah akan 
menyajikan gambar di YouTube memuat tur virtual melewati piramida dan 
tempat-tempat istimewa lainnya. Presiden Meksiko Felipe Calderon menerapkan UU 
turis baru yang akan bakal memperbaiki kerjasama pemerintah dan sektor turisme.


* PELUNCURAN ENDEAVOUR DITUNDA
Peluncuran pesawat ulang-alik Amerika, Endeavour ditunda untuk waktu yang tidak 
ditentukan. Organisasi ruang angkasa NASA gagal memperbaiki lubang pada tangki 
bahan bakar. Lubang itu baru diketahui beberapa jam sebelum rencana peluncuran 
Endeavor. Juga Sabtu lalu, pesawat ulang-alik ini batal diluncurkan akibat 
kebocoran bahan bakar. Masih belum jelas kapan upaya peluncuran baru Endeavor.




* BOB BOGLE MENINGGAL DUNIA

Gitaris Amerika Bob Bogle meninggal dunia. Ia merupakan salah satu pendiri 
kelompok instrumental The Ventures. Di tahun 60 an kelompok tersebut meraih 
sukses dengan nomornya antara lain Walk, Don't Run, dan Wipeout. Kelompok itu 
juga menciptakan lagu untuk seri Hawai Five O. Tahun lalu, The Ventures juga 
ditampilkan di museum Rock and Roll Hall of Fame di Ohio Amerika. Bob Bogle 
saat itu sakit keras. Ia meninggal dalam  usia 75 tahun.


* POLISI ANTI TEROR TERTEMBAK DI YUNANI
Di Athena, dua laki-laki bersenjata menembak mati seorang polisi anti teror 
Yunani. Setelah ditembak mati, pelaku lari naik sepeda motor. Polisi berpakaian 
sipil berada dalam mobil depan rumah saksi penting dalam kasus pengadilan 
terhadap kelompok gerilya Yunani, ELA. Tahun 1970an kelompok ini 
bertanggungjawab atas serangan bom terhadap beberapa gedung pemerintah Yunani 
dan Amerika di Yunani. Belum ada yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan 
terhadap polisi. Tapi polisi Yunani menganggap ini adalah aksi teror. Sejak 
dalam kerusuhan Desember lalu polisi menembak mati seorang remaja, kekerasan 
terhadap aparat polisi Yunani meningkat tajam.




* PERANG ETNIS DI INDIA

Setidaknya 12 tewas dalam peperangan antar dua kelompok etnis di India timur 
laut. Para pemberontak menyerang desa suku lainnya. Lebih dari 20 rumah 
terbakar dan tembakan juga diarahkan ke penduduk desa yang sedang bekerja di 
perkebunan sekitar. Alasan kerusuhan itu karena perselisihan soal kepemilikan 
tanah.


* BERITA BURSA

Lantai bursa di Eropa dibuka dengan nada negatif. Indeks AEX dibuka dengan 
kerugian 2,2 persen pada 241 poin.

Indeks Nikkei di Tokyo, ditutup dengan keuntungan 0,9 persen pada 9849,85 poin

Nilai tukar euro tercatat $ 1.3868
Satu euro sama dengan Rp 14.128
Satu dolar setara dengan Rp 10.193


* MILITER BELANDA TEMBAK PASUKAN SENDIRI

Militer Belanda di Afganistan seminggu lalu secara tak sengaja menembakkan 
granat fosfor ke arah pasukan sendiri. Dalam patroli tengah malam, pasukan 
tersebut meminta supaya diluncurkan mortir suar. Tapi yang ditembakkan adalah 
granat api. Koresponden David Poort, wartawan yang menyertai tentara, 
menyaksikan insiden ini. 

Ketika hari menjelang gelap, kami meninggalkan pintu gerbang masuk Combat 
Outpost, pangkalan militer kecil di Lembah Dorafshan, utara Tarin Kowt. Dengan 
teropong malam, saya ikut peleton militer Belanda ke salah satu desa di 
sekitarnya. Patroli malam hari dilakukan agar penduduk tahu, malam hari pun 
militer ISAF aktif di kawasan tersebut. 

Setelah berkeliling desa sebentar, tentara memberitahu penduduk, malam itu akan 
ditembakkan mortir suar dari pangkalan militer. "Banyak orang Afgan sudah 
sering melihat itu", ujar seorang militer. "Dulu mereka pikir itu adalah bom. 
Tapi itu bukan maksud kami."

Patroli malam
Dalam 'operasi pembersihan' besar terhadap Taliban bulan Mei lalu Lembah 
Dorafshan disisiri. Sejak itu situasi relatif tenang. Untuk mencegah Taliban 
tidak masuk wilayah pada malam hari juga, maka dilakukan patroli malam. 
Penembakan mortir suar sebagai tanda ISAF hadir di wilayah itu.

Seusai kunjungan ke desa, peleton berkumpul di bukit tidak jauh dari situ. Di 
sini mereka berusaha menghubungi pangkalan militer. Markas besar Kamp Holland 
telah mengijinkan penembakan tiga mortir suar. Secara rutin, letnan kedua 
peleton memulai prosedur peluncuran. Kemudian memberi tanda aman. 

Dentuman
"Sini Romeo. Kami bisa lanjut. Tembak." Dari jauh terdengar dentuman ringan. 
Beberapa detik kemudian meledak granat di atas kepala kami. Bagaikan pancuran, 
percikan api jatuh ke tanah. Langit menjadi terang. 

"Ini tidak baik," kata letnan. Dari jauh terdengar dentuman kedua. Lagi-lagi 
granat meledak di langit. "Itu FOSFOR!" teriak salah seorang militer. "WHISKY 
1, CANCEL FIRE, SEIZE FIRE!" teriaknya melalui walkie-talkie. Dengan pandangan 
tak percaya, militer memandang ke percikan api yang di jarak 200 meter jatuh ke 
tanah. Timbullah tirai asap yang oleh angin perlahan-lahan ditiupkan ke arah 
desa. Kami sendiri tidak dikelilingi asap. 

Tirai asap
"Godverdomme!," kata seorang militer menggumam. "Fuck!" teriak seorang lain. 
Langsung letnan mengirim tiga orang ke arah asap. Mereka harus periksa apakah 
fosfor tidak mengakibatkan kebakaran. Militer yang tinggal, berdiam, sampai 
tiga rekan mereka akhirnya kembali. Semuanya berakhir baik. 

Kembali di pangkalan militer, suasananya sangat sunyi. Tidak seorang pun 
berbicara sampai semuanya berkumpul membahas patroli. Bagaimana ini bisa 
terjadi? Militer yang bertanggungjawab ingin menjelaskan insiden. Ia memberi 
pernyataan dan memohon maaf. "Ini kesalahan manusia yang tidak boleh terjadi." 

Mortir salah
Pada pemeriksaan terakhir mortir, dipakai apa yang disebut 'break lights", 
yakni pena plastik yang kalau dibengkokkan, mengeluarkan cahaya berpendar 
hijau. Mortir fosfor berwarna hijau muda. Mortir suar berwarna putih. Akibat 
cahaya hijau dari break lights, penembak tidak melihat telah meluncurkan mortir 
salah. "Sangat penting kami memetik pelajaran dari hal ini," kata salah seorang 
militer di kamp. "Insiden ini bisa berakibat sangat buruk."

Letnan pertama peleton menganggap insiden ini relatif. "Ini berakhir baik 
karena kami memperhatikan semua tindakan preventif. Tempat peluncur mortir 
dipilih secara cermat. Tidak seorang pun dirugikan dalam hal ini. " Juga di 
markas besar Kamp Holland insiden tampak tidak begitu mengesankan. "Penembak 
mortir adalah orang-orang perfeksionis. Penembak bersangkutan sadar akan 
kesalahannya, jadi tidak ada nilai tambah untuk menghukumnya," kata letnan 
pertama. 

Fosfor merah
Departemen Pertahanan Den Haag melaporkan memang terjadi suatu kesalahan. Tapi 
setelah kekeliruan itu, telah diambil tindakan keamanan yang diperlukan. 
Situasi tidak mengancam nyawa, ujar jubir departemen pertahanan. 
 
Mortir diisi fosfor merah. Kandungan racunnya lebih sedikit ketimbang varian 
fosfor putih yang awal tahun ini sering dipakai tentara Israel dalam perang di 
Jalur Gaza.


* KETIDAK PASTIAN DI BUNER, PAKISTAN

Awal bulan ini tentara Pakistan bergerak maju ke Lembah Swat, mengusir Taliban 
yang berkuasa di sana. Pada waktu yang sama ratusan ribu penduduk Lembah Swat 
dan sejumlah distrik berbatasan dengannya, mengungsi. Pemerintah Pakistan 
mengatakan telah menguasai kembali distrik Pakistan tersebut. Laporan 
koresponden Suzanna Koster. 
 
"Taliban di distrik Buner telah dikalahkan dan pengungsi bisa pulang," kata 
pihak berwenang Pakistan. Tapi baru sedikit pengungsi mau mengikuti imbauan. 
 
Gunung berbatu berwarna hijau yang sangat mengesankan berjejer sepanjang jalan 
beraspal berkelok-kelok. Jalan menandai perbatasan dengan Buner. Distrik ini 
terletak jauh lebih tinggi ketimbang ibukota Pakistan, Islamabad, sekitar 75 
kilometer dari Buner. Hasil panen gandum berwarna kuning keemasan terlihat di 
lembah-lembah. 
 
Pemandangan luar biasa indah kayak surga, sampai tanda-tanda pertama perang 
muncul. Beberapa pengungsi yang berpikir bisa kembali ke rumah mereka, langsung 
urung niatnya ketika melihat desa. Ratusan ribu orang telah mengungsi dari 
Buner, distrik berpenduduk sekitar 700 ribu jiwa. 
 
Menangis
Salah satu truk pengangkut barang adalah milik petani Akbar Khan. Ia mengungsi 
bersama putrinya serta beberapa penduduk Torwarsak, desa dekat ibukota Buner. 
Ketika saya mengajukan pertanyaan pertama kepada dirinya, ia langsung menutup 
mata dengan tangan dan menangis terisak-isak. 
 
Kemudian ia mulai bercerita. Penembakan tentara Pakistan beberapa pekan silam, 
menghancurkan rumah tetangga dan sebuah mesjid. "Taliban berhasil keluar 
mesjid. Tapi orang tak berdosa gagal keluar. Mereka tewas", katanya. 
 
Banyak sanak saudara mengungsi. 
 
"Tidak ada air, pangan, dokter, toko-toko tutup. Anak-anak takut. Kami terpaksa 
pergi," cerita Khan. Ibu dan kakaknya tetap tinggal di sana untuk memelihara  
ternak. Khan baru selesai panen. Ia berharap hasilnya cukup untuk menghidupi 
keluarga.
 
Khan tidak memihak. "Taliban maupun tentara Pakistan berusaha agar kami 
kehilangan rumah," keluhnya. Ia tidak percaya aksi bantuan untuk pengungsi. 
Karena itu ia membawa tempat tidur, kipas angin dan batang pohon. "Saya 
menebang pohon ini dan membuat tenda darinya. 
 
Dari atap truknya ia berusaha memperingatkan penduduk desa akan Taliban. 
 
"Jangan lanjutkan perjalanan. Di sana ada Taliban. Mereka akan membunuh kalian."
 
Sisa-sisa
Tidak jauh dari situ, di lembah antara gunung strategis dan kota penting 
Ambela, terlihat sisa-sisa pertikaian. Sebuah mobil terbakar habis. Di dua truk 
hangus tercium bau bangkai, memualkan. Pompa bensin hancur total. Beberapa hari 
lalu, lapor kantor berita Pakistan, tempat itu menjadi sasaran bom. 
 
Di sebuah pos pemeriksaan militer, laki-laki diminta keluar mobil. Perempuan 
dan sopir tetap diperbolehkan duduk. Tidak seorang pun digeledah. Ambela tampak 
kota hantu. Hanya militer dan sejumlah pejalan kaki melewati jalan-jalan. Dari 
puncak gunung, militer memantau situasi di bawah. 
 
Di Sawari sejumlah toko tetap buka. "Situasi di sini sangat buruk. Toko-toko 
rusak berat", kata Arshad Ali, 26 tahun, di tokonya yang juga rusak berat. Toko 
kue di seberang jalan hancur. Pemilik toko lain, Naveed Alam tidak mengerti 
mengapa pejabat  mengatakan pengungsi bisa pulang kembali. "Tidak ada listrik, 
air atau pangan", katanya. Pemerintah Pakistan menyatakan, dalam waktu dekat 
akan memperbaiki kembali persediaan listrik dan setelah itu semua pengungsi 
akan kembali ke rumah. Pejabat pemerintah diperintahkan kembali bekerja di 
Buner.
 
Kemanusiaan
Di Dagger, ibukota Buner, situasi sama buruknya. Iring-iringan kendaraan 
militer melewati kota, senapan terarah pada sejumlah pemilik toko. Di 
satu-satunya rumah sakit, kami bertemu Maqsood Ahmad, kepala dinas kesehatan 
Buner. Atas anjuran isteri, ia tetap di rumah sakit. "Saya sangat bangga dengan 
isteri saya," katanya. 
 
Rumah sakit Buner menampung tujuh korban jiwa dan 89 korban luka, termasuk 60 
warga sipil, kata Ahmad. Terutama pemboman menewaskan banyak korban sipil. 
 
Ahmad bahkan merawat seorang militan. "Taliban mencuri 12 kendaraan - termasuk 
3 ambulans- dan 7000 kilogram minyak. Mereka mengancam staf perempuan, terutama 
staf yang mengatur kelahiran. Tapi kami harus memperlakukan sama semua orang."
 
Air
Ketidakpastian dan amarah penduduk Buner sangat besar. Mereka takut terhadap 
tentara maupun Taliban. Tapi puluhan anak-anak tidak peduli. Mereka membagikan 
air kepada pengungsi yang lewat, di Ambela. Tanpa listrik pompa air tidak 
berfungsi, jelas Inam Ullah, murid 16 tahun. Karena itu orang sulit mendapatkan 
air. 

 "Apalagi untuk para pengungsi. Karena itu kami memberikan mereka air. "


* PENGANGGURAN DI BELANDA GAWAT DAN KOMNAS HAM LINDUNGI TKI

Tinjaun pers kali ini mengulas pengangguran di Belanda lebih parah dari yang 
diduga dan upaya Komnas HAM lindungi TKI di luar negeri. 

Krisis ekonomi dunia berdampak pula di Belanda. Menurut harian Algemeen 
Dagblad, satu dari sepuluh warga Belanda tahun depan bakal kehilangan 
pekerjaannya. Peningkatan itu, ternyata lebih cepat dari yang diramalkan 
semula. Tingkat pengangguran itu juga tidak akan mereda setahun setelahnya.     
 

Menurut Biro Pusat Perencanaan CPB Belanda, ada sekitar 900 ribu orang yang 
menganggur di akhir tahun 2010. Kendati demikian pemerintah Belanda tampaknya 
tenang-tenang saja. Seperti diungkapkan oleh menteri keuangan Wouter Bos, dan 
dikutip oleh Algemeen Dagblad bahwa Belanda tidak perlu kelimpungan. Menurutnya 
jalan yang diambil pemerintah selama ini sudah benar dan tidak diperlukan lagi 
kebijakan tambahan untuk meredam tingkat pengangguran.

Ketiga fraksi pemerintah, kristen demokrat CDA, partai buruh PvdA dan 
ChristenUnie mendesak agar kabinet segera menerapkan rencana yang telah 
ditetapkan untuk memberantas krisis ekonomi. Kendati demikian kubu oposisi 
menginginkan kebijakan-kebijakan tambahan.

Sementara itu harian Trouw juga menampilkan topik yang sama. Belanda, tidak 
siap dengan krisis seperti ini. Rakyat Belanda tidak dapat mengandalkan 
pemerintah mencegah meningkatnya pengangguran. 

Dari Belanda kita beralih ke masalah Indonesia

Komnas HAM menggelar kerjasama dengan negara-negara tetangga untuk mencegah 
penyiksaan terhadap para Tenaga Kerja Indonesia.

The Jakarta Globe menulis bahwa komisi hak asasi manusia Malaysia misalnya akan 
membantu Komnas HAM mengumpulkan data pekerja migran Indonesia di negara itu. 
Namun sayangnya menurut Komnas HAM hanya ada empat negara Asean yang ada komisi 
hak-hak asasi manusia.

Komnas HAM juga mengkritik reaksi pemerintah terhadap kasus penyiksaan para 
tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Menurut Komnas HAM, tanggung jawab 
seperti misalnya rekrutmen, pelatihan untuk para pekerja serta penyediaan 
surat-surat penting untuk mengirim para pekerja ke luar negeri ada di tangan 
pemerintah. 

Komnas HAM berkesimpulan bahwa pemerintah Indonesia tidak secara maksimal 
melindungi para pekerja Indonesia. Sekitar enam juta pekerja Indonesia mengadu 
nasib di luar negeri. Dua juta di antaranya tinggal dan bekerja di Malaysia, 
termasuk pekerja ilegal. Seorang pejabat pemerintah mengatakan ada 100 hingga 
150 pengaduan yang diterima setiap pekannya dari para tenaga kerja Indonesia 
tersebut.

Banyak di antaranya mengadukan dianiaya oleh majikan atau dipecat tanpa diberi 
tunjangan. Menurut para pengacara, kelompok pekerja migran itu sasaran karena 
mereka tidak memiliki pendidikan yang cukup dan tidak memiliki pengalaman untuk 
melindungi diri sendiri. Menurut Komnas HAM, para pekerja migran seharusnya 
mendapat perlindungan penuh dari pemerintah. Itu karena pemerintah tidak dapat 
menutup pintu bagi warganya yang ingin mengadu nasib di luar negeri.

Demikian The Jakarta Globe dan sekian pula ulasan pers kali ini.


* AULIA POHAN DIVONIS EMPAT TAHUN PENJARA

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menyatakan terdakwa Aulia 
Tantowi Pohan, Aslim Tadjudin, Maman Soemantri, dan Bun Bunan Hutapea terbukti 
telah memperkaya orang lain. Sementara Aulia menyatakan dirinya hanya menjadi 
korban politisasi. Apakah benar demikian? Apa motif dibalik vonis ini? Ikuti 
wawancara dengan Faisal Bahri, pengamat ekonomi Universitas Indonesia.

Menurut Faisal Bahri, isu utamanya adalah Burhanuddin Abdullah yang sudah 
divonis lebih dahulu atas tindakan yang (menurut pengadilan) dia lakukan. 
Sementara faktanya Burhanuddin baru bekerja satu dua minggu di Bank Indonesia 
(BI), dan uang sudah bergulir. Jadi konsekuensinya, semua harus ikut dihukum 
karena ini adalah tindakan kolektif. Demikian Faisal. Yang dipertanyakan adalah 
Anwar Nasution yang tidak ikut dituntut, sementara Anwar termasuk dalam tim 
tersebut. Ini juga dipertanyakan oleh Aulia Pohan.

Secara pribadi Faisal Bahri tidak tahu alasan Anwar Nasution tidak ikut 
dituntut. Namun dia berharap waktunya akan tiba. Menurut Faisal, kemungkinan 
belum cukup bukti untuk menyeret Anwar ke pengadilan. 

Faisal menambahkan, semua proses pencalonan dan perundang-undangan di BI 
dilakukan secara teratur. Faisal menambahkan ,"Semua ada 'uangnya' di DPR. BI 
memberikan dengan teratur, artinya ada memo dan sebagainya. Semenetara yang 
lain tidak demikian, " Menurut Faisal ini ironis, karena dari mereka yang 
dihukum, tidak ada yang memperkaya diri, tapi memang memperkaya orang lain.

Apa artinya ini untuk pemberantasan korupsi di Indonesia? Menurut Faisal, 
kesannya baik, karena berarti pemberantasan korupsi tidak pandang bulu. Bahkan 
besan presiden saja bisa dihukum. Namun Faisal melanjutkan, kasus ini relatif 
lemah dibanding korupsi lain. Karena sekali lagi ini keputusan lembaga, 
keputusan BI, yang merupakan hasil rapat dan dinyatakan dalam risalah. Secara 
moral memang salah, demikian Faisal, tapi banyak yang lebih parah, dan tetap 
tidak ada kelanjutan.

Menanggapi pertanyaan apa ini berkaitan dengan pilpres mendatang Faisal 
mengatakan tidak ada, karena kasus ini sudah lama prosesnya. Walaupun tidak mau 
menghubungkan kasus Aulia Pohan dengan pencalonan SBY, ketika didesak Faisal 
mengatakan, secara tidak langsung SBY bisa mengatakan pembatasan korupsi di 
matanya jalan terus, tidak pandang bulu. Jadi secara tidak langsung positif.

Bagaimana kans mereka dengan naik banding? Menilik preseden Burhanuddin, 
tampaknya kesempatan mendapat hukuman lebih ringan hampir tidak ada. Demikian 
Faisal Bahri.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke