---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 02 Juli 2009 13:50 UTC



** INDONESIA UJI COBA ROKET

** TAIWAN SITA MINUMAN KERAS BELANDA

** HOMOSEKSUALITAS LEGAL DI INDIA

** ISRAEL BERSALAH SERBU JALUR GAZA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL : OFENSIF KILAT NATO TERHADAP TALIBAN 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : WNI DI BELANDA ANTUSIAS IKUTI DEBAT PILPRES 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : PENGACARA KASUS KEBEBASAN BERAGAMA KERAP DITEROR

** GEMA WARTA TOPIK - TINJAUAN PERS : CITRA BANTUAN AMERIKA TERCORENG & PAMERAN 
HENK SNEEVLIET DI SHANGHAI 



* INDONESIA UJI COBA ROKET

Indonesia berhasil meluncurkan sebuah roket buatan dalam negeri. Peluncuran 
tersebut merupakan bagian dari program ruang angkasa yang akan di orbitkan 
tahun 2014. Roket RX-420 diluncurkan hari ini di Garut Jawa Barat. "Tahun lalu 
Indonesia telah pula berhasil menguji-coba sebuah roket yang merupakan bagian 
dari peluncuran saletit ke luar angkasa tahun 2014", demikian kantor berita AFP 
mengutip Elly Kuntjahyowati juru bicara Aeronotika dan Lembaga Ruang Angkasa 
Indonesia.


* TAIWAN SITA MINUMAN KERAS BELANDA

Polisi Taiwan menyita dua kemasan berisi minuman keras yang di-impor dari 
Belanda. Menurut otoritas Taiwan minuman keras tersebut mengandung campuran 
kokain. Minuman yang diberi nama Aqwa diproduksi oleh Babco European Limited. 
Polisi mengusut minuman keras itu setelah seorang konsumen menjadi sakit 
setelah meneguk minuman tersebut. Otoritas Taiwan melakukan pengawasan yang 
sangat ketat terhadap semua jenis minuman keras. Di bulan Mei 18 kaleng minuman 
Reb Bull disita karena juga mengandung campuran kokain.


* SERBUAN MASSAL AMERIKA DI HELMAND

Pasukan Amerika secara massal menggempur propinsi Helmand di Afghanistan 
selatan. Tujuannya adalah untuk membabat Taliban di lembah sungai Helmand. 
Wialayah itu merupakan basis kekuatan Taliban. Dalam serbuan itu dikerahkan 
empat ribu militer. Ini merupakan operasi terbesar pasukan Amerika selama 
beberapa tahun terakhir. Juga merupakan serangan terbesar pasukan Amerika 
setelah pengangkatan presiden Barack Obama yang menjadikan Afghanistan sebagai 
ujung tombak kebijakan anti terorismenya.
Penyerbuan Helmand dilakukan berkaitan dengan pemilu yang akan dilangsungkan di 
Afghanistan bulan depan. Menurut berbagai jurubicara angkatan bersenjata ini 
merupakan operasi militer yang sangat berisiko. Dua hari pertama operasi itu 
akan sangat menentukan.


* HOMOSEKSUALITAS LEGAL DI INDIA

Hubungan sex sejenis tidak lagi merupakan pelanggaran hukum di India. Menurut 
Mahkamah Tinggi di New Delhi homoseksualitas harus dicabut dari UU hukum 
pidana. UU yang melarang hubungan seks sejenis di India merupakan UU yang 
diberlakukan sejak145 tahun lalu. Hukumannya adalah 10 tahun penjara. UU 
tersebut merupakan warisan masa penjajahan Inggris. Menurut Mahkamah Tinggi 
India, UU yang melarang hubungan seks sejenis itu bersifat diskriminatif dan 
melanggar hak azasi manusia


* ISRAEL BERSALAH SERBU JALUR GAZA

Dalam penyerbuan Jalur Gaza pada pergantian tahun lalu, Israel bersalah sebagai 
penjahat perang. Demikian laporan Amnesty International. Menurut organisasi HAM 
tersebut tentara Israel menggunakan kekarasan yang luar biasa. Israel juga 
membabi buta menyerbu rumah dan perkantoran. Serbuah roket Hamas ke Israel juga 
merupakan kejahatan perang karena menurut Amnesty International serbuan Hamas 
itu membahayakan penduduk sipil. 
Menurut laporan Amnesty International lebih dari 1400 warga Palestina tewas 
selama serbuan Israel yang berlangsung selama 22 hari. 900-an penduduk sipil 
meninggal dunia. Menurut Israel korban tewas berjumlah 1166, 300-an diantaranya 
penduduk sipil. 
Korban tewas di pihak Israel berjumlah 13 orang. PBB juga melakukan pengusutan 
sendiri. Israel menolak untuk bekerja sama karena menuduh komisi pengusut tidak 
netral.


* KONPERENSI PUNCAK UNI AFRIKA

Pemimpin Libia Muamar Kadhafi ingin agar negara-negara Karibia menjadi anggota 
Uni Afrika. Negara-negara tersebut sebenarnya masuk Afrika, penduduknyapun 
warga Afrika, demikian Kdahafi. Imbauan tersebut disampaikan pada pembukaan 
pertemuan puncak Uni Afrika di Sirte, Libia. 7 negara Karibia diantaranya 
Jamaika dan Haiti, menigirim seorang pengamat. Dalam pertemuan puncak itu 
antara lain dibicarakan mengenai situasi di Somalia dan negara-negara lain 
Afrika yang dihadapi konflik senjata. Pertemuan puncak itu dihadiri oleh hampir 
separuh dari ke-53 negara anggota Uni Afrika. negara-negara yang tidak hadir 
antara lain Nigeria, Mesir dan Angola.
Sebelum pertemuan puncak dibuka resmi, Kahadfi sempat menimbulkan kehebohan 
karena mengundang presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Pada saat-saat terakhir ia 
mengundurkan diri.


* BERITA BURSA

Pasar-pasar saham dan bursa di Eropa mengalamai kerugian. Para pedagang 
menunggu laporan dari sektor pasar tenaga kerja Amerika yang akan diumumkan 
hari ini.

Nilai index AEX di Amsterdam turun dengan 1% pada 258 poin. Paris, Frankfurt 
dan London turun antara 0,9 dan 1,5%

Nilai index Nikkei di Tokio turun dengan 0,6% pada 9.876,15 poin

Hari ini nilai tukar mata uang Euro tercatat US$ 1,4101

Di Jakarta nilai rukar Euro tercatat Rp. 14.395,- 
dan dollar Amerika = Rp. 10.205,-  

Cuaca di Hilversum cerah suhu mencapai suhu tropis 26 derajat Celsius


* OFENSIF KILAT NATO TERHADAP TALIBAN

Pasukan marinir Amerika, militer Afgan dan sekutu NATO melancarkan ofensif 
massal dan kilat terhadap Taliban di Afganistan Selatan. Ujian bagi strategi 
baru Presiden Amerika, Barack Obama di Afganistan. Laporan redaktur Marina 
Brouwer. 
 
Kamis pagi kemarin 4.000 marinir dan ratusan militer Afgan memulai ofensif di 
propinsi Helmand, Afganistan Selatan. 50 pesawat NATO mendrop mereka di bagian 
selatan ibukota propinsi Lashkar Gah, lembah Sungai Helmand. 
 
Di kawasan ini pemberontak Afganlah yang berkuasa. Pasukan NATO Inggris tidak 
pernah berhasil mengendalikan wilayah yang sekaligus pusat pembudidayaan 
besar-besaran opium Afganistan. Amerika yakin serangan kali ini, yang juga 
disebut operasi Khanjar atau dentangan pedang akan merupakan titik balik. 
 
D-Day
Jenderal Belanda Mart de Kruif, komandan semua pasukan NATO di Afganistan 
Selatan sependapat. Dalam pidato di hadapan para komandan pasukan marinir 
Amerika, De Kruif membandingkan ofensif dengan D-Day. 
 
D-Day yaitu serangan pasukan sekutu terhadap Normandia Juni 1944 adalah langkah 
awal menuju kemenangan terhadap Nazi Jerman, ofensif di Helmand harus menjadi 
suatu perubahan menentukan dalam perlawanan terhadap Taliban. 
 
Cepat Kilat 
36 jam pertama operasi sangat menentukan: dengan kekuatan militer besar, baik 
dari segi jumlah pasukan maupun daya tempur, pemberontak harus disergap. 
 
Dengan cepat menguasai kawasan, pasukan marinir berharap warga sipil tidak 
menjadi korban. Berikut penjelasan seorang juru bicara tentara Amerika:
 
Juru bicara tentara Amerika: "Sangat penting warga sipil tidak menjadi korban 
dalam operasi ini. Kami harus menunjukkan kepada mereka, kami bukan musuh 
mereka dan mereka bukan musuh kami. Kami tidak berperang melawan rakyat Afgan. 
Kami berperang demi kepentingan mereka, melawan pemberontakan." 

Pemilu 
Setelah operasi tahap pertama yang cepat, disusul penempatan pasukan di kawasan 
selama berbulan-bulan. Ini akan berguna bagi pemilu Afghanistan 20 Agustus 
mendatang. Penduduk di kawasan ini tidak berani mendaftarkan diri sebagai 
pemilih, selama Taliban masih berkuasa di sana.

Pasukan marinir Amerika Serikat didukung 650 tentara dan polisi Afghanistan. 
Pasukan keamanan Afghanistan sangat penting untuk menentukan masa depan 
Helmand, ungkap juru bicara pasukan Amerika Serikat:

Juru bicara pasukan Amerika: "Peran pasukan Afghanistan sangat penting untuk 
kesuksesan jangka panjang propinsi ini. Saat ini kami tidak bisa menempatkan 
jumlah pasukan sebanyak yang kita inginkan. Pasukan kita melatih mereka untuk 
bekerjasama dengan kami. Tapi sudah bukan rahasia lagi, bahwa kita membutuhkan 
lebih dari itu." 

Batu ujian
Operasi militer di Helmand adalah batu ujian bagi kredibilitas kebijakan 
Presiden Obama. Menurut Obama, pemberontak Taliban ancaman terbesar keamanan 
Amerika. Obama kemudian memutuskan menggandakan jumlah militer Amerika di 
Afganistan dari 32.000 prajurit awal 2009 hingga 68.000 orang akhir tahun ini. 

Perang kilat terhadap Taliban di Helmand yang berhasil, jelas akan memperkuat 
kepercayaan rakyat terhadap Obama. Tapi sebaliknya, suatu kekalahan berarti 
pukulan berat bagi ambisi-ambisi Gedung Putih.


* WNI DI BELANDA ANTUSIAS IKUTI DEBAT PILPRES

Warga Negara Indonesia di Belanda mengikuti dengan cermat debat calon presiden 
RI menjelang pilpres 8 Juli ini. Menurut Julius Talimbekas, mahasiswa The Hague 
University, di Den Haag, para pasangan capres dan cawapres tidak memunculkan 
hal baru. 

Julius Talimbekas [JT]: "Kalau berbicara mengenai kualitas, tergantung siapa 
juga yang melihat, penontonnya. Namun saya lihat kebanyakan yang tampil adalah 
masih berupa figur bangsa yang kompetensinya sudah diketahui masyarakat, 
sehingga pada saat mereka memaparkan akan visi dan misinya itu, kebanyakan 
adalah hal-hal yang dikatakan klasiklah." 

"Jadi mereka seperti melakukan tambal sulam. Jadi nggak ada topik yang baru, 
tapi hanya merupakan suatu kewajiban saja. Karena itu tuntutan dari KPU untuk 
melakukan ini."

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: "Apakah menurut anda debat yang berlangsung 
sekarang ini seperti yang anda harapkan?"

JT: "Tidak seperti yang saya harapkan. Jadi di sana seperti dalam salah satu 
arena di mana ada pendukungnya yang saling memberikan masukan kepada calon 
presiden maupun wakil presiden yang ada, sehingga nampaknya alam demokrasi yang 
dibawa di sana cukup bagus juga."

"Nuansanya itu seperti masih belum yang diharapkan sesuai yang diinginkan. 
Kalau kita sebagai mahasiswa, dari segi pendidikan itu masih sangat kurang 
sekali rencana ke depan mereka akan buat terhadap pendidikan tinggi yang ada di 
Indonesia saat ini."

RNW: "Debat kali ini juga kabarnya diwarnai kampanye negatif. Anda sependapat?"

JT: "Saya juga melihat begitu karena hal-hal yang nampaknya tidak perlu 
dilakukan itu muncul. Karena latar belakang calon presiden dan wakil presiden 
ini sudah diketahui banyak masyarakat."

"Di alam demokrasi saya pikir itu sehat-sehat saja sebagai suatu pembelajaran 
bagi masyarakat bagaimana demokrasi sebenarnya kalau berhadapan seperti itu 
dalam dunia politik. Jadi bagi saya kampanye negatif itu salah satu trick 
politic yang dibuat salah satu calon untuk memaksimalkan target yang mereka 
inginkan."

RNW: "Menurut anda berguna nggak untuk publik?"

JT: "Saya pikir itu berguna, tapi yang paling penting di sini adalah bagaimana 
para calon itu sendiri, presiden maupun wakil presiden mereka bisa meneruskan 
apa yang sudah dikatakan sehingga masyarakat juga dapat belajar, oh ini 
maksudnya seperti ini artinya. Jadi kalau saya mengatakan ini, implikasinya 
seperti ini. Jadi ada pelurusan."

"Tapi yang terjadi saat ini adalah tim sukses calon-calon tersebut itu melihat 
segi-segi negatif, dampak-dampak negatif dari apa statement yang dikatakan oleh 
salah satu calon. Tapi saya pikir dalam demokrasi ini penting ada pelurusan 
sehingga dengan demikian siapa saja rakyat Indonesia itu tahu bahwa ini adalah 
politik yang ada sebenarnya yang harus dipelajari untuk generasi-generasi yang 
akan datang."

RNW: "Menurut anda kalangan mahasiswa Indonesia di Belanda kira-kira akan 
memilih siapa?"

JT: "Beragam pendapat yang muncul di antara teman-teman. Ada juga yang tidak 
mau pilih karena tidak kenal siapa calonnya. Mereka memilih golput. Tapi saya 
katakan itu tidak bagus karena anda tidak menggunakan hak pilih anda. Hak anda 
sebagai warga negara." 

"Sejauh saya ketahui bahwa ada yang memilih calon nomor satu, nomor dua, nomor 
tiga, jadi ada unsur kesukuan kadang-kadang yang muncul. Karena saya berasal 
dari A, saya berasal dari daerah B, maka calon presiden saya adalah ini. Saya 
lihat beragam itu calon presiden siapa yang mereka akan pilih nanti."

RNW: "Tapi yang paling favorit siapa?"

JT: "Saya lihat yang paling favorit itu nomor dua, pak SBY. Juga calon nomor 
satu, Megawati-Prabowo."

RNW: "Alasannya apa?"

JT: "Alasannya karena mereka katanya jauh lebih baik dibandingkan dengan calon 
nomor dua dan tiga, karena calon nomor dua dan tiga sama saja karena presiden 
dan wakil presidennya itu dua-dua mencalonkan diri sebagai presiden. Jadi sudah 
bisa dilihat apa yang akan mereka lakukan nanti. Jadi dibandingkan dengan calon 
nomor satu ada Prabowo di sana, jadi membawar unsur kerakyatan, pro rakyat 
kecil untuk memperbaiki sumber ekonomi masyarakat bawah. Katanya seperti itu."


* PENGACARA KASUS KEBEBASAN BERAGAMA KERAP DITEROR

Berbagai kasus kekerasan atas nama agama kerap terjadi di Indonesia. Mulai dari 
kasus penistaan agama Lia Eden hingga penyerbuan jemaah Ahmadiyah yang dianggap 
sesat. Tak terhitung pula korban jiwa dan harta yang terjadi dalam kasus-kasus 
tersebut. Dalam setiap kasus kekerasan agama, korban biasanya mendapat 
pembelaan dari dari pengacara yang mendampingi mereka, baik di pengadilan 
maupun di lapangan. Ternyata tak mudah menjadi pengacara kasus kebebasan 
beragama. Mereka kerap diteror, hingga dituding ikut membela kelompok yang 
dianggap sesat oleh sebagian masyarakat itu. Reporter KBR68H Budhi Kurniawan 
mencuplik sedikit kisah mereka yang membela keberagaman di negeri penuh 
perbedaan bernama Indonesia. 

Saor Siagian masih ingat kejadian pagi itu. Usai mendampingi jemaat gereja di 
daerah Bekasi Timur yang kegiatan ibadahnya dihentikan paksa oleh warga, mobil 
Saor dihentikan di tengah jalan. Ia diancam sejumlah orang. 

Saor Siagian: "Ketika kita ikut di lapangan dibilang kita sebagai provokator. 
Bahkan diancam, kalau Anda biasa berhadapan dengan polisi mungkin enteng, tapi 
kalau berhadapan dengan kami, Anda harus berhitung. Coba jangan lagi datang, 
kalau Anda datang lagi, kami tak bisa jamin Anda selamat apa tidak. Dalam 
kondisi pulang, pernah kami, mobil kami diberhentikan. Sementara ada jemaat 
dalam mobil yang harus kami selamatkan. Dia mau coba buka pintu tak bisa, 
bannya mau dikempesin, karena sempat diberhentikan."

Itu bukan satu-satunya kejadian yang pernah dialami Saor. Semua terkait dengan 
kasus kebebasan beragama yang ditangani Saor, Koordinator Tim Pembela Kebebasan 
Beragama. Tim ini dibentuk oleh sejumlah pengacara untuk menyikapi maraknya 
berbagai kasus penutupan gereja di sejumlah tempat. Selain menangani kasus 
penutupan paksa sejumlah gereja di sejumlah tempat, Saor juga menjadi pembela 
untuk kasus penistaan agama Lia Eden dan penyerangan terhadap mesjid dan jemaah 
Ahmadiyah. 

Suasana sidang eden 
Asfinawati, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta punya pengalaman lain. 
Gara-gara membela Ahmadiyah, ia mesti perang urat saraf dengan orang tua-nya. 
Ia dianggap ikut membela keyakinan yang dianggap sesat. 

Asfinawati: "Bapak saya sangat tidak setuju saya membela Ahmadiyah. Sehingga 
itu harus jadi bahan perdebatan antara kita. Dan saya pikir ini sudah di luar 
kapasitas orang tua mencampuri pekerjaan anaknya, karena saya toh tidak menjadi 
Ahmadiyah. Tidak percaya juga dengan yang diyakini Ahmadiyah. Ini sebenarnya 
cuma cermin dari bagaimana masyarakat kita secara sempit, gejalanya mereka 
seringkali mereka punya pendapat tapi sebenarnya tak mengecek pada sumbernya. 
Itu hanya dengar-dengar."

Kata Asfin, ia hanya membela kebebasan orang untuk memeluk keyakinannya. Ia 
masih meyakini kebebasan itu dijamin Undang-Undang Dasar 1945. Tak soal ia 
percaya dengan ajarannya atau tidak.

Keyakinan ini juga ada pada diri Saor Siagian. 
Saor Siagian: "Belum bisa membedakan sebenarnya yang kita bela bukan keyakinan. 
Tapi hak-hak hukum daripada para tersangka di mana konstitusi menjamin bahwa 
mereka bebas menjalankan keyakinannya, sejauh mereka tidak melakukan 
kriminalisasi, tidak mengganggu ketertiban atau pelanggaran dan lain-lain." 

Membela kelompok yang dianggap sesat pun seringkali disertai syarat dari yang 
dibela. Maklum, klien mereka adalah orang-orang dengan keyakinan yang berbeda 
dari orang kebanyakan. Menurut Saor, saat menangani kasus Lia Eden tahun 2005, 
kliennya sempat ragu dengan komitmen dia sebagai pengacara untuk membela 
mereka. Ia sampai diminta bersumpah ala ajaran Eden demi membuktikan 
komitmennya. 

Saor Siagian: "Waktu dia dulu diseret ke pengadilan, kami diminta melakukan 
sumpah. Waktu itu klarifikasi sumpah seperti apa karena kami sebagai advokat 
sebelum praktek advokat, kami telah melakukan sumpah. Setelah kami lihat 
ternyata sumpahnya itu kami tidak boleh bohong, harus jujur dan lain-lain. 
Karena itu juga bagian dari advokat, kami sudah melakukan. Mereka setuju dan 
kami tidak perlu melakukan sumpah tersebut. Yang kami hindari jangan sampai 
kami melakukan ritual yang spesifik agama tertentu karena kami bukan jamaah 
itu." 

Dari beragam kasus yang terjadi, rupanya ada satu kemiripan. Yaitu adanya 
orang-orang yang memprotes keberadaan kelompok lain, meski sebelumnya mereka 
sudah saling mengenal. Ketika berada di ruang sidang, Asfinawati, Direktur LBH 
Jakarta, menyaksikan bagaimana dua kubu saling berlawanan karena sama-sama 
mempertahankan keyakinan. 

Asfinawati: "Dan antara pembela dan penonton itu dibatasi oleh pagar kayu. 
Ketika menoleh ke kanan saya melihat orang-orang yang begitu yakin degan 
keyakinannya. Yaitu teman-teman Eden, terdakwa. Ketika melihat ke kiri, ada 
orang-orang juga yang mendemo yang saya yakin mereka juga berdemo karena 
keyakinannya juga. Jadi kalau saya lihat kanan-kiri, keduanya sebenarnya 
sama-sama ingin memperjuangkan keyakinan. Dari situ saya pikir, wah ini saya 
kini sebetulnya korban dan masyarakat termasuk orang yang melaporkan sebetulnya 
korban juga." 

Di ruang pengadilan, mereka yang berbeda biasanya ditempatkan di kursi 
pesakitan. Dijadikan terdakwa. Pasal yang seringkali dikenakan adalah pasal 
penodaan agama serta penyebaran kebencian pada kelompok lain dalam KUHP.  
Asfinawati, Direktur LBH Jakarta menilai pasal tersebut sebagai pasal karet, 
karena definisinya terlalu lentur. Misalnya soal frase 'penodaan agama'. 

Asfinawati: "Penodaan agama itu tak ada pengertiannya dalam KUHP. Seperti pasal 
karet bisa dilenturkan ke mana-mana maka yang menafsirkan adalah kekuasaan, 
termasuk kekuasaan atau yang dianggap memegang otoritas agama saat itu. Dalam 
banyak kasus polisi harus bertanya pada kelompok keagamanan yang mana yang 
sesat, dan di situ ia harus memilih. Kalau ada sepuluh kelompok agama dalam 
agama yang sama, maka dia harus memilih salah satu yang diambil pendapatnya. 
Dan itulah sebetulnya diskriminasi kepada kelompok yang lain." 

Pasal soal penodaan agama ini datangnya dari UU tentang Pencegahan, 
Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama. Direktur Riset YLBHI Zainal Abidin 
mengatakan, pasal itu yang biasanya dipakai untuk menjerat mereka yang dianggap 
sesat. 

Zainal Abidin: "Amandemen kedua jelas memasukkan berbagai instrumen HAM yang 
menjamin hak atas kebebasan beragama. UU 39 tentang HAM, terakhir ratifikasi 
konvenan sipil and political right, dengan UU No 12 tahun 2005. Nah UU itu pada 
prinsipnya menjamin kebebasan beragama. Tapi ada produk lama, seperti UU No1 
PNPS 65 yang sampai sekarang belum dicabut, yang berbagai macam pasalnya terus 
menerus jadi dasar pemerintah atau negara untuk melakukan tindakan yang bisa 
mengurangi atau melanggar kebebasan beragama." 

Bukan cuma aturan hukumnya yang bermasalah, tapi juga aparat pelaksana aturan 
tersebut. Alih-alih melindungi, aparat kerap membiarkan aksi pelaku kekerasan 
agama. Seperti yang terjadi di Silang Monas, pada 1 Juni lalu, ketika seratusan 
orang yang sedang merayakan hari jadi Pancasila, diserbu  oleh kelompok Laskar 
Pembela Islam. Zainal Abidin Direktur Riset YLBHI. 

Zainal Abidin: "Kemungkinan aparat juga terdesak atau mengikuti kemauan 
kelompok yang seolah-olah sepertinya mayoritas karena hanya berani bersuara 
keras sehingga seringkali aparat itu tidak mampu memproteksi kelompok minoritas 
dan terpaksa dengan dalih pengamanan malah mengalihkan teman-teman yang 
seharusnya dilindungi, aparat kayaknya harus memilih, kalau dia tak mengikuti 
kelompok ini, akan mengalami suatu hal yang menyulitkan bagi mereka."

Hal yang serupa diungkap aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama 
dan  Berkeyakinan AKBB,  Nong Darol Mahmadah. Kata Nong, sepanjang pelaku 
kekerasan agama dibiarkan, kasus serupa bakal bertambah. 

Nong Darol Mahmadah: "Kalau pemerintah tak lagi tegas terhadap 
kelompok-kelompok  itu, penyerangan atas nama agama akan terjadi terus menerus. 
Karena itu harus tegas bahwa di Indonesia, konstitusi sangat mendukung 
keberagamaan, agama apapun, selama tidak menyerang melakukan kekerasan, itu 
dilindungi." 

Mengadili keyakinan seseorang, memaksa orang untuk memeluk keyakinan lain demi 
keseragaman dan kenyamanan orang lain, bisa jadi sesuatu yang sia-sia. Direktur 
LBH Jakarta Asfinawati menunjuk kepada mereka yang menganut aliran Lia Eden 
atau menjalani ajaran Ahmadiyah. Keyakinan mereka tak berubah, kata Asfin, 
meski mereka diserang kiri kanan. Tak peduli rumah telah porak poranda, tak 
peduli pemimpin mereka dihukum penjara, keyakinan mereka tetap bergeming. 

Asfinawati: "Banyak contoh-contoh fasisme, otoritarianisme yang memaksa manusia 
untuk merubah pikiran, keyakinan, ideologi, agama atau apa pun, sesuatu yang 
ada di dalam tubuh. Dengan cara membakar, membunuh. Tapi itu tidak berhasil."

Tim liputan KBR68H melaporkan untuk Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum.


* TINJAUAN PERS : CITRA BANTUAN AMERIKA TERCORENG & PAMERAN HENK SNEEVLIET DI 
SHANGHAI

Amerika merupakan penyumbang terbesar bantuan PBB. Tapi otoritas Pakistan tidak 
mengijinkan petugas sosial Amerika memberi langsung bantuan mereka di 
perkampungan pengungsi yang melarikan diri dari lembah Swat. Pakistan tidak mau 
diasosiasikan dengan sekutu yang tidak populer. "Citra Bantuan Amerika Bagi 
Pengungsi, Tercoreng" demikian koran International Herald Tribune.

Buruknya bantuan pemerintah bagi 2 juta pengungsi dari lembah Swat, digunakan 
oleh organisasi bantuan Islam radikal melakukan kampanye anti-barat mereka 
serta mengompori opini publik dalam perang mereka melawan Amerika Serikat. 

Pengungsi yang berebut makanan dijadikan ilustrasi untuk mengkambing-hitamkan 
barat. "Organisasi-organisasi barat menyediakan milayaran dollar bagi program 
keluarga berencana untuk menghancurkan program keluarga Muslim", demikian 
Mehmood Ul Hassan, direktur organisasi bantuan Al Khidmat. "Bantuan barat 
gagal, warga Pakistan harus mendukung upaya memerangi kaum kafir", tambahnya. 

"Ketidak-hadiran organisasi bantuan internasional di-isi oleh kelompok Jihad 
Islam", menurut Kristele Younes wakil penasihat Refugees International, sebuah 
organisasi yang membantu pengungsi dan berkantor pusat di Washington. 

Sejauh ini sebuah organisasi Jihad "Jamat-ud-Dawa" sudah dilarang beroperasi di 
kamp pengungsi oleh tentara Pakistan. Kelompok ini masuk dalam daftar hitam 
para teroris PBB sejak November.

Sentimen anti Amerika semakin menyebar luas di Pakistan. Keamanan petugas 
sosial Amerika di perkampungan pengungsi, sangat rawan. Demikian seorang nara 
sumber yang tidak mau disebut namanya. Diantara pengungsi terdapat juga banyak 
gerilayawan Taliban atau simpatisan Taliban. Menurut mereka, tentara Pakistan 
menggempur Taliban di lembah Swat atas perintah Washington, demikian koran 
International Herald Tribune mengutip nara sumber tersebut.

Topik kedua. Di Shanghai digelar pameran tentang Henk Sneevliet, warga Belanda 
yang tahun 1920-an menyebarkan revolusi komunisme. "Rejim Komunis Cina Tidak 
Melupakan Warga Belanda Yang Revolusioner", demikian koran de Volkskrant.

Tahun 1921 Henk Sneevliet adalah orang Belanda yang paling populer di Cina, 
paling tidak dikalangan partai komunis Shanghai. Ia dikirim oleh Lenin ke Cina 
sebagai utusan Komunis Internasional, sebuah organisasi yang dipakai oleh 
Moskow untuk menebarkan ajaran komunis.    

Di Hindia Belanda, Henk Sneevliet dikenal sebagai perintis Partai Komunis 
Indonesia PKI. Ia juga ikut dalam aksi mogok tahun 1923 di Hindia Belanda. 
Sebelumnya tahun 1913, Henk Sneevliet bekerja di koran "Het Soerabaiasch 
Handelsblad". 

Selama tinggal 2 tahun di Cina, Henk Sneevliet berupaya menggabungkan Partai 
Komunis Cina yang masih kecil ketika itu dengan  
Partai Nasionalis KMT pimpinan Sun Yat Sen. Penggabungan itu berhasil namun 
tidak lama kemudian goyah. Henk Sneevliet kemudian dipanggil ke Moskow karena 
pimpinan di Rusia menganggap KMT terlalu kanan. 

Di Belanda Henk Sneevliet mendirikan serikat buruh sosial dan partai Sosialis 
Revolusioner cikap bakal sempalan partai komunis Belanda.
 
Pameran "Henk Sneevliet di Cina" digelar di musium partai komunis Cina. 

Demikian Tinjauan Pers


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke