--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Sabtu 11 Juli 2009 13:00 UTC ** KEKERASAN TERHADAP UIGUR, GENOSIDA ** STAF AUSTRALIA DITAHAN DI SHANGHAI ** FREEPORT: KARYAWAN AUSTRALIA DITEMBAK MATI ** PERTUNJUKAN MATADOR: BIADAB ATAU BALET? * KEKERASAN TERHADAP UIGUR, GENOSIDA Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut kekerasan terhadap suku Uigur di Cina adalah genosida. Ia tidak bisa mengerti mengapa pemerintah Cina hampir tidak turun tangan. Kaum Uigur yang tinggal di propinsi Xinjiang, Cina barat, berhubungan erat dengan Turki. Suku ini keturunan Turki dan ribuan Uigur tinggal di Turki. Sejak kerusuhan dahsyat Ahad lalu, kota Urumqi, Xinjiang diwarnai suasana tegang. Angka terbaru menyebut 184 korban jiwa. Atas perintah pihak berwenang Cina, Jumat kemarin semua mesjid Urumqi ditutup. Warga Uigur harus menjalankan sholat jumat di rumah sendiri. Kendati demikian dua mesjid tetap buka. * STAF AUSTRALIA DITAHAN DI SHANGHAI Pemerintah di Canberra ingin agar Cina memberi lebih banyak informasi tentang penahanan karyawan perusahaan pertambangan Australia, Rio Tinto, di Shanghai. Menteri Perdagangan Australia, Simon Crean telah membahas masalah ini dengan pimpinan kota Shanghai. Pekan lalu karyawan Australia bersama tiga rekan Cina ditangkap karena diduga berspionase. Crean menyatakan Australia menghargai sistem hukum Cina. Kendati demikian juga ingin tahu apa yang persisnya terjadi. * FREEPORT: KARYAWAN AUSTRALIA Di Papua, karyawan Australia di perusahaan tambang Freeport ditembak mati. Menurut polisi pelaku tidak dikenal mulai menembaki mobil milik Freeport. Lima penumpang lain selamat. Freeport adalah perusahaan kontroversial di Papua. Banyak penduduk khawatir kegiatan pertambangan merusak lingkungan. Mereka juga merasa kurang mengambil keuntungan darinya. Tahun 2002 tiga orang ditembak mati di pertambangan dan pekan lalu terjadi pembakaran. * BARACK OBAMA BERADA DI GHANA Presiden Amerika Serikat Barack Obama tiba di Ghana. Ini untuk pertama kalinya ia sebagai presiden berkunjung ke salah satu negara Afrika di selatan Sahara. Sebelumnya ia telah bertolak ke Mesir. Obama akan berpidato di depan parlemen Ghana tentang kepemimpinan yang baik. Ia juga akan mengunjungi benteng Cape Coast Castle, dulu pusat terpenting perdagangan budak untuk benua Amerika. Obama ditemani isteri dan dua putrinya. Nenek moyang Michelle Obama dulu datang ke Amerika Serikat dari Afrika Barat sebagai budak. Cape Coast Castle dibangun abad ke-17 oleh Swedia. Awalnya dimaksud untuk perdagangan emas dan kayu. Benteng juga beberapa tahun di tangan Belanda. Tahun 1665 dikuasai Britania. Selama satu setengah abad dipakai pedagang budak Eropa untuk mengapalkan warga Afrika. Juga dua presiden Amerika sebelumnya, Bush dan Clinton, dalam masa jabatannya mengunjungi benteng tersebut. * PENJARA SEUMUR HIDUP KARENA BUNUH ORANG YAHUDI Di Prancis 25 anggota gerombolan pemuda kulit hitam, imigran Afrika dari kota pinggiran Paris divonis terkait pembunuhan laki-laki berusia 23 tahun keturunan Yahudi tiga tahun silam. Terdakwa utama, 28 tahun, putra imigran Pantai Gading, divonis penjara seumur hidup. Terdakwa penting lainnya divonis penjara 15 sampai 18 tahun. Karena kebanyakan terdakwa di bawah umur, proses berlangsung tertutup. Korban ditahan dan dianiaya selama tiga pekan di sebuah apartemen. Akhirnya ia diikat telanjang pada sebuah pohon di pinggir rel kereta api. Ketika ditemukan, si korban masih hidup. Ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Menurut jaksa penuntut, anggota gerombolan hanya menyerang si korban karena keturunan Yahudi. Sebelumnya mereka pernah berupaya melakukan yang sama pada beberapa orang lain. Pembunuhan memicu diskusi besar tentang perasaan anti-semitisme di kalangan pemuda migran. Puluhan ribu warga Prancis turun ke jalan memprotes kejadian itu. * BOSNIA PERINGATI PERTUMPAHAN DARAH SREBRENICA Di Potocari, Bosnia puluhan ribu orang turut memperingati pertumpahan darah setelah jatuhnya kantong Muslim Srebrenica, tepat 14 tahun lalu. Di monumen Srebrenica di Potocari, 500 korban dimakamkan. Sisa jenazah mereka ditemukan tahun belakangan di kuburan massal. Juga di Den Haag digelar upacara peringatan. Jumat kemarin di Beograd, aktivis hak-hak asasi manusia berunjuk rasa di depan kantor Presiden Serbia Tadic. Mereka menuntut Serbia mengakui 11 Juli sebagai hari peringatan pembunuhan rakyat di Srebrenica. Uni Eropa ingin menetapkan 11 Juli sebagai hari peringatan internasional, tapi tidak mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen Serbia. 11 Juli 1995 Serbia jatuh ke tangan tentara Serbia-Bosnia pimpinan Jendral Mladic. Ketika itu kantong Muslim dijaga batalyon militer PBB dari Belanda. * BELUM ADA JALAN KELUAR KRISIS HONDURAS Upaya penengahan Presiden Kosta Rika, Oscar Arias dalam krisis Honduras belum membuahkan hasil konkret. Selama dua hari Arias bertemu secara terpisah dengan presiden tersingkirkan Manuel Zelaya dan penguasa sekarang Roberto Michelletti. Zelaya dan Micheletti menolak saling bertemu langsung. Untuk itu mereka mengirim utusan. Utusan mereka menyepakati dialog dilanjutkan. Delegasi telah meninggalkan Kosta Rika. Menurut Zelaya ini adalah langkah pertama menuju kembalinya dirinya sebagai presiden Honduras. Micheletti tetap bersikukuh ialah presiden yang sah. Di ibukota Honduras Tegucigalpa, pendukung Selaya kembali berdemonstrasi. Selama dua jam mereka memblokade urat nadi lalu lintas. * WARGA BELANDA TEWAS DITIKAM DI NUNUKAN Jumat malam kemarin warga Belanda dibunuh di Nunukan, Kalimantan. Demikian Kementerian Luar Negeri Belanda mengumumkan. Korban tewas ditikam. Orang tuanya telah diberitahu tentang kejadian ini. Seorang staf Kedutaan Besar Belanda telah berada di tempat untuk memberi bantuan. Dikabarkan laki-laki Belanda terlibat perkelahian soal sebatang rokok. Menurut surat kabar The Jakarta Post pelakunya telah ditangkap. Tapi Departemen Luar Negeri belum bisa membenarkan berita ini. * PERTUNJUKAN MATADOR: BIADAB ATAU BALET? Ini tampak pembalasan banteng terhadap manusia: pekan ini seorang tewas dalam tradisi dikejar banteng Pamplona, Spanyol. Dalam permainan matador justru terjadi sebaliknya: bantengnya selalu mati. Itu tidak adil. Karenanya Uni Eropa harus melarangnya, kata kelompok penentang. Tapi pecinta 'corrida', marah. Mereka membandingkan pertempuran manusia-hewan ini dengan pertunjukan balet. Laporan koresponden Tijn Sadee. Dalam festival San Fermin di Pamplona, setiap pagi enam banteng dilepas berlari di jalan-jalan bersama penantang maut yang berusaha mendahului hewan itu. Siang hari enam banteng yang sama mati di arena. Juga di Madrid, orang suka sekali menonton pertempuran antara manusia-hewan ini. Jam 9 malam, Rafael Rubio masuk Plaza de Toros, arena besar Madrid. Matador Rubio, yang juga dijuluki Rafaelillo, berhadapan dengan banteng berusia lima tahun, Comadron. Darah berleleran keluar dari leher, yang beberapa menit sebelumnya dilukai pedang picadores. Kendati demikian, banteng tampak segar. Dengan langkah luwes Rafaelillo mendekati banteng, menantangnya dan membiarkan menyerangnya dari samping. Dari kiri, kemudian kanan. Permainan itu berlangsung selama sepuluh menit, disoraki 20 ribu hadirin. Mereka mendukung keduanya, banteng maupun matador. Dua-duanya mendapat penghargaan sama. Indah "Kalau tidak melihat keindahan dari pertunjukan ini, anda tidak memahaminya," kata Muriel Feiner dari Amerika. Ia duduk di deretan pertama Plaza, dikelilingi teman-teman Pena Taurina Internacional, klub internasional pecinta corrida, pertunjukan menantang banteng. Sejak beberapa tahun, Feiner menjabat ketua 'Pena'. Ini luar biasa, ujarnya, seorang perempuan sebagai ketua klub jagoan. "Sejak lama perempuan diharapkan datang ke corrida hanya untuk menikmati pemandangan si matador berpakaian ketat. Tapi sekarang kami juga diharapkan mengungkapkan pendapat kami tentang adu bantengnya sendiri." Daging Feiner marah pada aktivis hak hewan yang menuntut permainan menantang banteng dilarang. "Mereka ingin memusnahkan tradisi budaya kaya dengan alasan-alasan munafik tentang penderitaan hewan. Saya lebih memilih direinkarnasi sebagai banteng di arena daripada sebagai daging di piring orang Eropa - kalau anda tahu apa yang saya maksud." Sudah sejak beberapa dasawarsa lamanya orang berdiskusi tentang corrida, apakah itu seni atau penyiksaan hewan. Tapi belakangan juga Parlemen Eropa makin mengkritik keras tradisi berabad-abad Spanyol. Di Eropa setiap tahun sekitar 40.000 banteng "dibunuh secara keji," kata anggota parlemen Eropa Caroline Lucas. Sangat mengerikan bahwa di Spanyol, pembiak banteng untuk diadu memperoleh subsidi peternakan Uni Eropa. Tak lagi disukai "Alasan pendukung pertunjuan menantang banteng bisa dikatakan sangat usang", ujar Isabel Gonzales di Brussel. Di Belgia ia mewakili Komite Internasional Anti Adu Banteng CAS. "Hasil penelitian terbaru menunjukkan mayoritas besar warga Spanyol tidak lagi menyukai corrida." Setelah lobi CAS, tahun-tahun belakangan beberapa sekolah adu banteng di Prancis menutup pintunya. Sebanyak 79 kota di negara yang secara tradisi menggelar permainan menantang banteng, resmi menyatakan diri 'kotapraja anti pertunjukan matador'. Bulan Agustus, musim digelarnya adu banteng di Andalusia, Spanyol, CAS ingin menyelenggarakan sejumlah unjuk rasa protes. Arena penuh sesak Bagi Muriel Feiner itu bukan alasan untuk mengkhawatirkan kelanjutan Pena. "Lihat saja di sekeliling anda, arena ini penuh sesak!" Dari tribun ia melihat bagaimana banteng Comadron dengan berat badan 517 kilogram ditarik keluar arena sepasang kuda, meninggalkan jejak darah di pasir kuning. Menjelang tengah malam, setelah banteng keenam dibunuh, ribuan penonton keluar arena mencari bar penjual tapas. Besok mereka kembali ke Plaza de Toros. "Anda kan tidak bisa berkata kepada sebuah bangsa: 'Kami tidak suka seni opera atau balet, jadi kami melarangnya.' Menantang banteng seindah balet. Tidak bolah digubris Uni Eropa," ujar Feiner. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
