---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 14 Juli 2009 14:30 UTC



** AMNESTI DI MYANMAR

** SKANDAL MATA-MATA DI CINA

** CINA KRITIK TURKI

** GEMA WARTA, ULASAN PERS: JEPANG PILIH PARLEMEN BARU DAN UNTUK JAKARTA PAPUA 
ADALAH PROPINSI PENUH TEKA-TEKI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: FC TWENTE; SEKALI DAYUNG DUA PULAU

** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: MISTERI PEMBUNUHAN KONTAINER DI 
AFGHANSITAN, AKANKAH TERUNGKAP?

** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: AFGANISTAN DAN TAHANAN GUANTANAMO MASIH 
MUNGKIN

** GEMA WARTA, TOPIK INDONESIA; OPM SERING MENJADI KAMBING HITAM

** GEMA WARTA, TOPIK INDONESIA: KESEHATAN PELAJAR BELANDA DI MAUMERE MULAI 
MEMBAIK



* AMNESTI DI MYANMAR
Rezim militer Myanmar bersedia memberikan amnesti kepada sejumlah tahanan 
politik, sehingga mereka bisa berpartisipasi dalam pemilu tahun depan. Hal ini 
disampaikan duta besar Myanmar di PBB. Tapi dubes enggan mengatakan berapa 
jumlah tahanan politik yang akan mendapat amnesti dan apakah juga termasuk 
pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi. Janji Myanmar disampaikan pada sidang Dewan 
Keamanan PBB, di mana Sekjen PBB Ban Ki-moon memberikan laporan mengenai 
kunjungannya ke Myanmar, awal bulan ini. Di sana ia mendesak agar para tapol 
dibebaskan. Permintaannya untuk bertemu dengan Suu Kyi ditolak.




* SKANDAL MATA-MATA DI CINA

Para pejabat Cina memperluas penyelidikan kasus spionase di sektor industri 
baja. Para pejabat tinggi dari sekitar 5 pabrik baja diinterogasi, mereka 
diduga meneruskan informasi ke perusahaan multi nasional Amerika Rio Tinto. 
Seorang anggota staf perusahaan ini yang berasal dari Australia sudah ditahan 
selama beberapa waktu. Hal ini mengundang kemarahan pemerintah Australia. Kasus 
ini bisa menghalangi hubungan dagang antara Cina dengan Australia. Perdagangan 
antara kedua negara mencapai sekitar 40 miliar euro tahun lalu.


* CINA KRITIK TURKI

Perdana menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, dikritik keras oleh Cina sekitar 
ucapannya ihwal kerusuhan di Xinjiang. Koran berbahasa Inggris China Daily 
menulis Erdogan harus menarik ucapannya bahwa di propinsi ini terjadi genosida 
terhadap orang Uigur. Koran ini menulis, dari 184 orang yang tewas, hanya 46 
berasal dari etnis Uigur, selebihnya adalah orang Han Cina. China Daily menulis 
Erogan memutar balik fakta dan mencampuri masalah dalam negri Cina. Orang Uigur 
berkerabat dengan bangsa Turki, mereka merupakan separuh dari penduduk propinsi 
Xinjiang.


* MASA DEPAN ENERGI SURYA

12 perusahaan Eropa meluncurkan rencana di Munchen untuk memproduksi energi 
surya dalam jangka panjang di Afrika. Pada tahun 2050, berbagai panel surya 
akan berjejer dari Maroko sampai ke Saudi Arabia. Dengan demikian akan 
diproduksi 15 persen dari energi yang dibutuhkan Eropa saat itu. Ongkos proyek 
yang masih harus diperdalam lagi ini, 400 miliar euro. Tanggapan terhadap 
rencana ini bermacam ragam, Greenpeace menyebutnya suatu kejadian penting dalam 
energi surya, namun koran Jerman Handelsblad menyebutnya eko-kolonialisme.


* PERDANA MENTERI BELANDA JUMPAI BARACK OBAMA

Perdana menteri Belanda Jan Peter Balkenende dan menteri luar negri Maxime 
Verhagen Selasa ini mengunjungi presiden Barack Obama. Dalam pertemuan di 
Gedung Putih mereka akan menyorot masalah kerjasama dalam menanggulangi krisis 
ekonomi, situasi di Timur tengah, Afghanistan dan Pakistan serta solusi untuk 
masalah perubahan iklim. Setelah bertemu dengan presiden Barack Obama, kedua 
pemimpin Belanda ini akan menjumpai ketua Dewan Perwakilan  Nancy Pelosi. 
Setelah ini perdana menteri Balkenende akan bertemu dengan Dominique 
Strauss-Khan, direktur dana moneter internasional IMF, sedangkan menteri luar 
negri Maxime Verhage akan menjumpai sejawatnya Hillary Clinton.


* SEKJEN NATO DE HOOP SCHEFFER

Dalam wawancara perpisahan dengan Radio Nederland, Jaap de Hoop Scheffer 
menyatakan, awal karirnya pada tahun 2004 adalah yang paling berat. 
Negera-negara Nato saat itu masih sangat terpecah belah dalam sikap terhadap 
invasi Amerika Serikat dan Britania Raya di Irak. Prancis dan Jerman menentang 
invasi ini. Akhirnya kekompakan di kalangan Nato pulih, Nato bahkan mendidik 
tentara Irak. Ia juga berusaha keras agar Amerika mempertahankan pasukannya di 
Kosovo. Tanggal 1 Agustus mendatang Jaap de Hoop Scheffer akan mundur, namanya 
disebut sebagai pengganti Xavier Solana, koordinator luar negri Uni Eropa. 
Keputusan akan diambil para pemimpin pemerintahan Uni Eropa.


* MANTAN PRESIDEN LIBERIA DIADILI

Charles Taylor mantan presiden Liberia yang dituduh mendukung gerakan 
pemberontak RUF di negara tetangga Sierra Leonne mulai tampil sebagai saksi di 
makamah Sierra Leone di Den Haag. Untuk pertama kalinya ia bersaksi setelah 
disumpah, ia menyangkal menerima intan berlian sebagai imbalan untuk senjata 
bagi RUF. Memang ia mengaku akhir tahun 90 an ia berhubungan dengan RUF tapi 
hanya untuk menjadi penengah dalam perang saudara di Sierra Leone. Taylor 
dituduh mendukung aksi pembunuhan, pemerkosaan, dan berbagai kejahatan lain di 
Sierra Leone. Ia mengacau pemerintahan negara tetangga Sierra Leone dengan 
tujuan mendapat pengaruh regional yang lebih besar.


* BERITA BURSA

Bursa Eropa positif. Indeks AEX di Amsterdam  naik 0,8 persen pada 252 poin. 
Frankfurt, London dan Paris naik antara 0,6 sampai 1persen.

Nilai Nikkei ditutup dengan laba 2,3 persen pada 9261,81poin.

Nilai tukar valas:
C 1 = $ 1,39
C 1 = Rp 14.290,-
$ 1 = Rp 10.215,-


* .

JEPANG PILIH PARLEMEN BARU DAN UNTUK JAKARTA PAPUA ADALAH PROPINSI PENUH 
TEKA-TEKI

Perdana Menteri Jepang Taro Aso dan partainya LDP kalah dalam pemilihan daerah. 
Tapi Perdana Menteri Aso justru akan mengadakan pemilihan umum bulan depan. The 
Internasional Herald Tribune heran, apakah ia mau melakukan harakiri politik? 
Karena sudah pasti ia dan partainya, Partai Liberal Demokrat LDP akan kalah. 
Yang mencolok demikian The International Herald Tribune, beberapa anggota 
parlemen dan tokoh partai menolak untuk kalah tanpa berjuang. Untuk itu mereka 
meminta Taro Aso mundur, karena dialah penyebab kekalahan ini.

Taro Aso tidak populer, ia dianggap kasar, demikian koran Belanda Trouw, ia 
bersikap blak-blakan. Tadinya partainya menduga sikap terus terang ini akan 
diterima oleh pemilih Jepang. Taro Aso misalnya menyatakan para perempuan yang 
dipaksa meladeni kebutuhan seks tentara Jepang selama Perang Dunia Kedua bukan 
pelacuran. Ucapan kontroversial ini diterima positif oleh sementara kalangan. 
Namun Taro Aso membikin orang Jepang marah ketika ia menyatakan para manula 
hanya meminta ongkos uang pajak saja, bisanya hanya makan dan minum, 
selanjutnya nganggur saja. Ucapan yang kasar sekali bagi orang Jepang.

Ketidakpopuleran Taro Aso memberi peluang pada oposisi, Partai Demokrat DPJ 
untuk menang pemilihan dan mengakhiri dominasi LDP. Partai ini dikritik gila 
kekuasaan dan gampang disuap. Berbagai skandal memang dialami partainya Taro 
Aso ini. Demikan koran Belanda Trouw. Taro Aso harus memecat menteri 
keuangannya yang mabuk ketika memberi konperensi pers. Penggantinya, Kauro 
Yosano dituduh menerima uang suap.

Koran Belanda de Volkskrant menulis, satu-satunya cara untuk masih bisa menang 
pemilu adalah mengganti Taro Aso. Sayangnya, empat tahun terakhir, LDP sudah 
mengganti berbagai perdana menterinya dan menurut jajak pendapat pemilih Jepang 
tidak percaya lagi pergantian kekuasaan dalam tubuh LDP akan berdampak positif 
untuk negara yang juga dilanda resesi akibat krisis ekonomi ini.

Dari Jepang kita ke Indonesia, yang memiliki propinsi bermasalah: Papua. The 
Jakarta Post menulis, propinsi yang jauh sekali dari Jakarta tersebut merupakan 
misteri bagi pemerintah pusat. Berbagai kasus penembakan dan pembunuhan terjadi 
di Freeport, tambang tembaga yang menghasilkan jutaan dolar devisa. Lalu 
bagaimana solusinya? Salah pengertian dan kurangnya informasi merupakan 
ganjalan terbesar, dan hal ini menjadi semakin parah dengan kebijakan 
pemerintah pusat.

Hampir tidak ada wartawan yang dijinkan meliput propinsi ini. Hanya Jayapura 
dan beberapa kota lain yang boleh mereka kunjungi, selainnya diperlukan surat 
jalan. Untuk wartawan asing dan peneliti, Papua ditutup total. The Jakarta Post 
menunjuk pada Timor Timur yang juga ditutup total oleh Indonesia. Akibatnya 
dunia luar berspekulasi ihwal apa yang terjadi di sana. Akhirnya Indonesia 
dikalahkan dalam perang propaganda dan akhirnya juga kehilangan Timor Timur. 
Semoga in tidak terulang lagi.

Demikian The Jakarta Post dan sekian ulasan pers kali ini.


* FC TWENTE; SEKALI DAYUNG DUA PULAU

Chaalan Charif 

"Sebuah mimpi yang jadi kenyataan dan suatu tantangan besar." Begitulah pemain 
tengah Irak Nashat Akram menamai kontraknya di FC Twente. Ia menjadi pebola 
pertama Irak  Liga Utama Belanda. Laporan Chalaan Charif dari seksi Arab RNW.

Pemain baru FC Twente ini diperkenalkan pada publik, di acara jumpa pers di 
stadion Enschede Jum'at silam. Bukan saja wartawan yang memenuhi ruang itu, 
tetapi juga sejumlah pemuda keturunan Irak. Mereka sengaja datang ke Enschede 
untuk menyambut rekan se negara tiba di Belanda. Hadir pula dua kru televisi 
Irak di konferensi pers.

Manchester City
Nashat sebenarnya sudah menarik perhatian dunia sepakbola sejak turnamen Asian 
Cup 2007. Ketika itu Irak untuk pertama kalinya menjuarai turnamen se Asia itu. 
Kemenangan Irak sangat ditentukan penampilan prima Nashat.

Musim panas 2007 itu Nashat sebenarnya sudah nyaris menggapai impiannya, 
menjadi pemain pertama Irak yang merumput di Eropa. Klub Inggris, Manchester 
City sudah menyatakan tertarik pada pemain tengah yang ketika itu berusia 23 
tahun. 

Klub Inggris itu menawarkan kontrak dua tahun. Impian itu kandas terganjal 
syarat ijin kerja yang tidak keluar. Aturan di Inggris mewajibkan klub liga 
utama hanya boleh merekrut pemain-pemain dari negara yang masuk rangking 70 
terbaik dunia, menurut FIFA. Posisi Irak saat itu masih di bawah urutan 70. 
Nashat terpaksa melepaskan impiannya. 

Walau tidak berhasil, namun perundingan dengan Manchester City itu membuka 
jalan bagi pemain Irak ini. Steve McLaren - pelatih FC Twente sekarang 
-terlibat perundingan tahun 2007 untuk mendatangkan Nashat ke Manchester City. 
McLaren terkesima dengan kwalitas pemain lini tengah Irak itu. 

Sejak menjadi pelatih FC Twente, McLaren menyatakan ingin secepatnya merekrut 
Nashat Akram. Bakat Irak itu Jum'at silam akhirnya menandatangani kontrak tiga 
tahun di klub Enschede. 

Irak
Perkembangan ini bukan saja berimbas positif bagi jenjang karir Nashat pribadi. 
Tapi juga bagi Irak. Ia melihatnya sebagai peluang untuk meluruskan persepsi 
dunia tentang Irak. Di negeri itu bukan saja kekerasan dan pemboman saja yang 
terjadi. "Irak adalah negeri indah yang memiliki penduduk ramah. Mereka 
menyukai sepak bola," ungkap Nashat pada jumpa pers di Enschede. 

Cintanya pada tanah air disampaikan pula pada generasi muda Irak yang hadir 
pada presentasi itu. Remaja, putri dan pria dari organisasi Iraqi Youth 
Council-Nederland membawa bendera Irak dan Belanda. Mereka juga mengenakan kaos 
berlambangkan Irak. Dengan bangganya mereka melambaikan selendang merah, dengan 
tulisan Nashat Akram dalam aksara Latin dan Arab. 

Fans Baru
"Kami selalu menyandang atribut Irak, walaupun hanya di bandul kalung atau 
anting " kata Rawya, mahasiswi Irak yang tinggal di Amersfoort. Hassan, kawan 
kuliahnya berharap Nashat menjadi contoh bagi generasi muda Irak di 
Belanda."Keberhasilan Nashat bermain di FC Twente bisa membangkitkan semangat 
generasi muda Irak untuk berprestasi maksimal." 

Dengan kedatangan Nashat ini, FC Twente bukan saja telah mendapat pemain 
tangguh, tetapi klub Enschede itu juga telah merengkuh kelompok baru fans di 
Belanda. Ribuan kaum muda Belanda keturunan Irak sudah menemukan klub baru yang 
mewakili identitas mereka.


* MISTERI PEMBUNUHAN KONTAINER DI AFGHANSITAN, AKANKAH TERUNGKAP? 
Saat invasi Amerika ke Afganistan pada 2001, diduga ada ratusan pejuang Taliban 
yang ditahan di kontainer. Mereka tewas karena kehabisan udara. Kasus ini lama 
dibiarkan saja. Tidak ada penyelidikan apapun. Tapi sekarang Presiden Amerika 
Barack Obama ingin mengungkap kasus itu. Tapi, apakah dia siap dengan 
dampaknya? Laporan Better Dam. 
Kasus ini merebak kembali bulan lalu. Mungkin karena pengangkatan Panglima 
Perang Afganistan Dostum, langsung di bawah Presiden Karzai. Dostum dianggap 
bertanggung jawab atas meninggalnya tahanan di kontainer. Ini karena pejuang 
Taliban tersebut menyerahkan diri pada Dostum. Ia dianggap sebagai panglima 
perang yang kejam, tidak peduli dengan HAM. 
'Tidak ramah' 
Dostum sendiri menyangkal keterlibatannya. Menurutnya paling banter hanya 100 
sampai 120  orang yang tewas karena kehabisan nafas, bukan tiga ribu. Ia 
mengakui memang para tahanan tidak diperlakukan dengan baik. Tapi, mereka tidak 
ada rencana membunuh para tahanan itu. 
Washington menekan Presiden Karzai agar tidak mengangkat Dostum. Tapi ia tetap 
nekat dan membuat Washington geram. Pengangkatan panglima perang lainnya 
sebagai pasangannya dalam pemilu mendatang juga menimbulkan ketidaksenangan 
dunia Barat. 
Terkejut
Sebagai senjata terakhir untuk menghalangi pengangkatan Dostum sebagai Panglima 
Besar Afganistan, Washington mengangkat kembali kasus tahanan kontainer ini. 
Presiden Obama sendiri turut campur. 
Jurnalis Pakistan Ahmed Rashid terkejut dengan pernyataan presiden Amerika:
Ahmed Rashid: 
"Memang tidak ada penelitian secara menyuluruh. Sebelumnya banyak sekali 
permintaan untuk itu, dari organisasi kemanusiaan, Palang Merah Internasional, 
Human Rights Watch dan juga kelompok lain dari Afganistan. Tapi, Amerika 
menolak, PBB juga menolak. Jadi dua kelompok paling besar yang saat itu 
berpengaruh di Afganistan menentang. Pemerintah Afganistan juga."
Sensitif
Palang Merah Internasional ingin menguak kasus itu pada 2002. Tapi upaya mereka 
ditentang oleh Pentagon. Pemindahan tahanan Pejuang Taliban ke Guantanamo Bay 
juga bukan alasan untuk mengungkit kasus tersebut. Para tahanan tersebut pada 
2001 sudah bercerita tentang adanya tahanan yang mati kehabisan napas di 
kontainer. 
Menurut Rashid, PBB waktu itu tidak mau mengadakan penyelidikan, karena takut 
kasus ini akan menggoncang pemerintahan Afganistan yang waktu itu masih baru. 
Saat itu Dostum juga sudah menjabat. Amerika sendiri juga tidak mau tahu. Ini 
karena keterlibatan tentara Amerika. 
Ahmed Rashid: 
"Salah satu alasan karena adanya tentara Amerika yang bekerja sama dengan 
Dostum pada waktu itu. Keterlibatan mereka dalam pembunuhan masal itu tidak 
pernah terungkap. Apakah mereka waktu itu ada di  sana? Apakah mereka tahu? 
Apakah mereka berusaha menghentikan Dostum atau justru memanas-manasi dia? 
Tentara Amerika tidak pernah menyelidiki masalah ini."
Lega
Thomas Ruttig, peneliti di Kabul, senang dengan keputusan Obama. "Walau Amerika 
sudah lama menghalangi penyelidikan atas kasus ini karena mereka sendiri 
terlibat, saya berharap akan terjadi perubahan. Hubungan antara tawanan perang 
dan HAM mereka harus mendapat perhatian," katanya. 
Organisasi HAM Physicians for Human Rights yang pada 2002 menggelar 
penyelidikan forensik di Afganistan terhadap kasus pembunuhan ini juga merasa 
lega. Menurut mereka bukti-bukti sudah ada. Penyelidikan tidak akan berlangsung 
lama lagi. 
Rashid sendiri masih ragu. Menurutnya masih banyak masalah yang terlalu 
sensitif untuk diungkap. Beranikah Obama mengungkap kasus ini? Menurut Rashid 
Obama masih sangat berhati-hati. "Masih tetap tidak jelas apa yang ingin dia 
lakukan. Kita lihat saja."




* AFGANISTAN DAN TAHANAN GUANTANAMO MASIH MUNGKIN

'Pembicaraan antara dua sahabat.' Demikian Ruth Oldenziel pakar Amerika Serikat 
di Belanda menggambarkan pertemuan antara Perdana Menteri Belanda Jan Peter 
Balkenende dengan Presiden Amerika Barack Obama. Inilah kunjungan pertama 
Balkenende ke Gedung Putih sejak Obama berkuasa.
Menurut Ruth Oldenziel agenda pembicaraan akan berkisar pada tiga topik, krisis 
ekonomi, Guantanamo dan Afganistan. Laporan redaktur Belanda Niels Erkens.

Memperpanjang misi
Amerika Serikat akan meminta Belanda   dengan sangat agar  memperpanjang misi 
militernya di provinsi Uruzgan, Afganistan. "Keberhasilan misi itu sangatlah 
penting bagi Obama. Sesaat setelah menjabat, sudah jelas Obama ingin Belanda 
tetap di sana. Balkenende sebelumnya sudah mengatakan misi Belanda berakhir 
tahun 2010. Tapi kalau diperhatikan dengan baik, maka itu bukan merupakan 
keputusan yang tidak bisa diubah lagi."

Belanda juga merupakan sekutu penting Amerika dalam masalah lain. "Belanda 
merupakan negara sangat besar di antara negara-negara kecil," kata Oldenziel. 
Karena itu Belanda awal bulan ini diundang hadir dalam KTT G8 di Italia. Bursa 
efek Amsterdam masuk dalam daftar 10 pasar modal penting dunia.

"Obama ingin memegang peran baru sebagai pemimpin, bukan saja di bidang 
keuangan, tapi juga pada masalah perubahan iklim. Walaupun itu tidak bakal 
konkrit benar, tapi toh sangat penting bagi masa depan."

Tahanan Guantanamo  ke Belanda?
Dan akhirnya masih ada masalah Guantanamo Bay. Begitu dilantik sebagai 
presiden, Obama langsung mengumumkan niatnya menutup penjara kontroversial di 
Kuba itu. Akibat keputusannya, Obama menghadapi masalah pelik soal tahanan 
Guantanamo. Mereka harus dikemanakan? Amerika sekarang berupaya membujuk banyak 
negara supaya bersedia menerima tahanan Guantanamo.

"Belanda pernah serta merta menyatakan tidak bersedia menerima tahanan 
Guantanamo. Mungkin lebih baik, kalau Belanda mengajukan syarat, dan 
lihat-lihat dulu apa yang akan dilakukan Amerika. Tapi juga di sini sekarang 
tampaknnya Belanda masih membuka kesempatan."

Menuruti
Perdana Menteri Balkenende dikecam tajam dalam kunjungannya pada pendahulu 
Obama, George W. Bush. Ia disebut terlalu banyak menuruti kehendak Bush.

Menurut Ruth Oldenziel, itu bukanlah masalah Balkenende terlalu menuruti Bush, 
tetapi lebih pada peran yang dimainkan Belanda di pentas politik internasional. 

"Itu cocok dengan tradisi Belanda yang lebih sering membebek pada kepentingan 
Amerika katimbang kepentingan Eropa. Lebih dari itu, Belanda selama ini lebih 
sreg dalam berhubungan dengan presiden Partai Demokrat katimbang Partai 
Republik."

Yang jelas, Perdana Menteri Balkenende tidak perlu berharap Presiden Obama akan 
meluangkan waktu lama untuknya. "Biasanya perundingan macam ini sudah berakhir 
dalam sejam," demikian Oldenziel.


* OPM SERING MENJADI KAMBING HITAM

Tindak kekerasan kembali melanda Papua, terutama di Timika. Sejak serangkaian 
kekerasan Sabtu lalu sudah tiga orang tewas. Korban pertama adalah seorang 
mekanik asal Australia Drew Nicholas Grant,  kedua Markus Ranteallo petugas 
keamanan Free Port dan ketiga adalah Bripda Marson Patipulohi. Laporan Bari 
Muchtar.

Sementara menunggu hasil penyidikan kepolisian RI bersama kepolisian federal 
Australia, spekulasi pun bermunculan tentang pelaku serangkaian pembunuhan ini. 
Ada pihak yang menuding oknum Kopassus berada di balik pembunuhan ini. Namun 
hal ini serta merta dibantah oleh Kepala Dinas Penerangan Komando Daerah Milter 
(Kapendam) VII Cendrawasih Letkol Susilo. 

Susilo: "Tidak ada anggota Kopassus yang terlibat dalam penembakan kasus 
penembakan di Freeport. Karena itu di wilayah Freeport dan itu menjadi tanggung 
jawab Polri dengan sekuriti Freeport."

Demikian Letkol Susilo.

OPM dituduh
Menurut pengalaman silam pihak Organisasi Papua Mereka (OPM) sering dituduh 
melakukan penyerangan. Dan kali ini juga ada suara seperti itu. Manurut Oridek 
Ap dari Free West Papua Campaign di Belanda, sangat kecil kemungkinan bahwa 
kelompok OPM di bawah pimpinan Kelly Kwalek, seperti sering dituduhkan,  
melakukan serangan. Karena mereka  pernah mengeluarkan pernyataan tidak akan 
menyerang sipil.

Oridek Ap: "Beberapa tahun lalu OPM pernah mengeluarkan statement (pernyataan, 
red) bahwa mereka tidak biasa serang sipil."

Memang korban kali ini bukan militer, tapi terdiri dari seorang mekanik warga 
Australia, petugas keamanan dan seorang polisi. Oridek Ap tidak bisa menjawab 
dengan kongkret apa pihak OPM benar-benar tidak terlibat. Ia menilai ini memang 
tugas polisi bersama polisi federal Australia untuk menyelidikinya.

Konflik Polri-TNI?
Aktivis kemerdekaan Papua Barat ini menambahkan siapa tahu yang terjadi adalah 
konflik antara Polri terutama terutama Brimob dengan TNI. 

Oridek Ap: "Sejarah sudah menyatakan bahwa ada banyak clash antara Brimob 
dengan TNI. Jadi, siapa tahu mereka sendiri antara satu sama lain baku tembak."

Walhasil dari pengalaman masa silam OPM sering menjadi kambing hitam. 

Oridek Ap: "Memang gampang buat tuduh OPM. Orang  yang membela bangsa gampang 
dicap oleh pihak yang lain." 

Demikian pejuang kemerdekaan Papua Barat yang selalu menyatakan bahwa mereka 
berusaha untuk membebaskan Papua secara damai.

Untuk mendengarkan laporan lengkap klik tanda panah di bawah ini.


* KESEHATAN PELAJAR BELANDA DI MAUMERE MULAI MEMBAIK

Pelajar Belanda yang dirawat di  RSUD TC Hillers-Maumere, Flores karena diduga 
menderita Flu Meksiko berangsur pulih. Demikian keterangan dokter rumah sakit 
seperti dilaporkan Martin Schmidt, reporter Radio Sonia Flores.


Martin Schimt: ''Kondisi Yuri, warga Belanda berusia 13 tahun, berangsung 
pulih, jauh lebih baik dari Minggu dan Senin lalu. Demamnya sudah hilang dan 
dia sudah tidak batuk lagi,' demikian keterangan Dokter Asep Purnama, direktur 
rumah sakit, seperti dikutip Martin Schimtz. 

H1N1?
Yuri bersama dengan lima pendamping dan sebelas pelajar lain yang berusia 
antara 13-16 tahun, semuanya warga Belanda, berada di Flores dalam kunjungan 
kemanusiaan. Ia dibawa ke rumah sakit karena panas tinggi, pusing dan mual-mual.

Namun demikian sampai sekarang belum jelas apakah Yuri menderita virus H1N1 
atau yang lebih dikenal sebagai Flu Meksiko. 

Martin Schimtz: 
"Hari ini (Selasa-red.) pukul 18 WITA diambil sampel darah untuk diperiksa 
lebih lanjut di rumah sakit di Denpasar Bali," jelas Martin. 


Tidak heboh

Sampai saat ini warga Belanda lainnya masih dikarantina di gedung Yayasan 
Nativikasi, sekitar 10 kilometer dari Maumere.  Belum jelas sampai kapan mereka 
akan dikarantina. 
Sementara itu, adanya pasien yang diduga menderita Flu Meksiko tidak 
menimbulkan kepanikan di Flores.
"Belum banyak pasien yang tahu tentang keberadaan pasien ini," jelas Martin. 
Keluarga di Belanda
Ketika mendengar berita ini, keluarga di Belanda awalnya merasa khawatir. Tapi 
mereka tidak mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan para pelajar yang 
ada di Flores. Komunikasi dilakukan dengan telefon dan juga melalui perantara 
dari Yayasan Nativikasi.
Kepala sekolah tempat para pelajar itu berasal menyatakan orang tua sekarang 
tidak begitu khawatir lagi. 
Kepala sekolah: "Anak-anak mereka di Flores bilang mereka baik-baik saja. Orang 
tua tidak perlu khawatir. Setelah mereka nanti boleh keluar mereka akan 
melanjutkan kegiatan yang sudah direncanakan".


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke