--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 14 Juli 2009 14:30 UTC ** AMNESTI DI MYANMAR ** SKANDAL MATA-MATA DI CINA ** CINA KRITIK TURKI ** GEMA WARTA, ULASAN PERS: JEPANG PILIH PARLEMEN BARU DAN UNTUK JAKARTA PAPUA ADALAH PROPINSI PENUH TEKA-TEKI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: FC TWENTE; SEKALI DAYUNG DUA PULAU ** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: MISTERI PEMBUNUHAN KONTAINER DI AFGHANSITAN, AKANKAH TERUNGKAP? ** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: AFGANISTAN DAN TAHANAN GUANTANAMO MASIH MUNGKIN ** GEMA WARTA, TOPIK INDONESIA; OPM SERING MENJADI KAMBING HITAM ** GEMA WARTA, TOPIK INDONESIA: KESEHATAN PELAJAR BELANDA DI MAUMERE MULAI MEMBAIK * AMNESTI DI MYANMAR Rezim militer Myanmar bersedia memberikan amnesti kepada sejumlah tahanan politik, sehingga mereka bisa berpartisipasi dalam pemilu tahun depan. Hal ini disampaikan duta besar Myanmar di PBB. Tapi dubes enggan mengatakan berapa jumlah tahanan politik yang akan mendapat amnesti dan apakah juga termasuk pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi. Janji Myanmar disampaikan pada sidang Dewan Keamanan PBB, di mana Sekjen PBB Ban Ki-moon memberikan laporan mengenai kunjungannya ke Myanmar, awal bulan ini. Di sana ia mendesak agar para tapol dibebaskan. Permintaannya untuk bertemu dengan Suu Kyi ditolak. * SKANDAL MATA-MATA DI CINA Para pejabat Cina memperluas penyelidikan kasus spionase di sektor industri baja. Para pejabat tinggi dari sekitar 5 pabrik baja diinterogasi, mereka diduga meneruskan informasi ke perusahaan multi nasional Amerika Rio Tinto. Seorang anggota staf perusahaan ini yang berasal dari Australia sudah ditahan selama beberapa waktu. Hal ini mengundang kemarahan pemerintah Australia. Kasus ini bisa menghalangi hubungan dagang antara Cina dengan Australia. Perdagangan antara kedua negara mencapai sekitar 40 miliar euro tahun lalu. * CINA KRITIK TURKI Perdana menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, dikritik keras oleh Cina sekitar ucapannya ihwal kerusuhan di Xinjiang. Koran berbahasa Inggris China Daily menulis Erdogan harus menarik ucapannya bahwa di propinsi ini terjadi genosida terhadap orang Uigur. Koran ini menulis, dari 184 orang yang tewas, hanya 46 berasal dari etnis Uigur, selebihnya adalah orang Han Cina. China Daily menulis Erogan memutar balik fakta dan mencampuri masalah dalam negri Cina. Orang Uigur berkerabat dengan bangsa Turki, mereka merupakan separuh dari penduduk propinsi Xinjiang. * MASA DEPAN ENERGI SURYA 12 perusahaan Eropa meluncurkan rencana di Munchen untuk memproduksi energi surya dalam jangka panjang di Afrika. Pada tahun 2050, berbagai panel surya akan berjejer dari Maroko sampai ke Saudi Arabia. Dengan demikian akan diproduksi 15 persen dari energi yang dibutuhkan Eropa saat itu. Ongkos proyek yang masih harus diperdalam lagi ini, 400 miliar euro. Tanggapan terhadap rencana ini bermacam ragam, Greenpeace menyebutnya suatu kejadian penting dalam energi surya, namun koran Jerman Handelsblad menyebutnya eko-kolonialisme. * PERDANA MENTERI BELANDA JUMPAI BARACK OBAMA Perdana menteri Belanda Jan Peter Balkenende dan menteri luar negri Maxime Verhagen Selasa ini mengunjungi presiden Barack Obama. Dalam pertemuan di Gedung Putih mereka akan menyorot masalah kerjasama dalam menanggulangi krisis ekonomi, situasi di Timur tengah, Afghanistan dan Pakistan serta solusi untuk masalah perubahan iklim. Setelah bertemu dengan presiden Barack Obama, kedua pemimpin Belanda ini akan menjumpai ketua Dewan Perwakilan Nancy Pelosi. Setelah ini perdana menteri Balkenende akan bertemu dengan Dominique Strauss-Khan, direktur dana moneter internasional IMF, sedangkan menteri luar negri Maxime Verhage akan menjumpai sejawatnya Hillary Clinton. * SEKJEN NATO DE HOOP SCHEFFER Dalam wawancara perpisahan dengan Radio Nederland, Jaap de Hoop Scheffer menyatakan, awal karirnya pada tahun 2004 adalah yang paling berat. Negera-negara Nato saat itu masih sangat terpecah belah dalam sikap terhadap invasi Amerika Serikat dan Britania Raya di Irak. Prancis dan Jerman menentang invasi ini. Akhirnya kekompakan di kalangan Nato pulih, Nato bahkan mendidik tentara Irak. Ia juga berusaha keras agar Amerika mempertahankan pasukannya di Kosovo. Tanggal 1 Agustus mendatang Jaap de Hoop Scheffer akan mundur, namanya disebut sebagai pengganti Xavier Solana, koordinator luar negri Uni Eropa. Keputusan akan diambil para pemimpin pemerintahan Uni Eropa. * MANTAN PRESIDEN LIBERIA DIADILI Charles Taylor mantan presiden Liberia yang dituduh mendukung gerakan pemberontak RUF di negara tetangga Sierra Leonne mulai tampil sebagai saksi di makamah Sierra Leone di Den Haag. Untuk pertama kalinya ia bersaksi setelah disumpah, ia menyangkal menerima intan berlian sebagai imbalan untuk senjata bagi RUF. Memang ia mengaku akhir tahun 90 an ia berhubungan dengan RUF tapi hanya untuk menjadi penengah dalam perang saudara di Sierra Leone. Taylor dituduh mendukung aksi pembunuhan, pemerkosaan, dan berbagai kejahatan lain di Sierra Leone. Ia mengacau pemerintahan negara tetangga Sierra Leone dengan tujuan mendapat pengaruh regional yang lebih besar. * BERITA BURSA Bursa Eropa positif. Indeks AEX di Amsterdam naik 0,8 persen pada 252 poin. Frankfurt, London dan Paris naik antara 0,6 sampai 1persen. Nilai Nikkei ditutup dengan laba 2,3 persen pada 9261,81poin. Nilai tukar valas: C 1 = $ 1,39 C 1 = Rp 14.290,- $ 1 = Rp 10.215,- * . JEPANG PILIH PARLEMEN BARU DAN UNTUK JAKARTA PAPUA ADALAH PROPINSI PENUH TEKA-TEKI Perdana Menteri Jepang Taro Aso dan partainya LDP kalah dalam pemilihan daerah. Tapi Perdana Menteri Aso justru akan mengadakan pemilihan umum bulan depan. The Internasional Herald Tribune heran, apakah ia mau melakukan harakiri politik? Karena sudah pasti ia dan partainya, Partai Liberal Demokrat LDP akan kalah. Yang mencolok demikian The International Herald Tribune, beberapa anggota parlemen dan tokoh partai menolak untuk kalah tanpa berjuang. Untuk itu mereka meminta Taro Aso mundur, karena dialah penyebab kekalahan ini. Taro Aso tidak populer, ia dianggap kasar, demikian koran Belanda Trouw, ia bersikap blak-blakan. Tadinya partainya menduga sikap terus terang ini akan diterima oleh pemilih Jepang. Taro Aso misalnya menyatakan para perempuan yang dipaksa meladeni kebutuhan seks tentara Jepang selama Perang Dunia Kedua bukan pelacuran. Ucapan kontroversial ini diterima positif oleh sementara kalangan. Namun Taro Aso membikin orang Jepang marah ketika ia menyatakan para manula hanya meminta ongkos uang pajak saja, bisanya hanya makan dan minum, selanjutnya nganggur saja. Ucapan yang kasar sekali bagi orang Jepang. Ketidakpopuleran Taro Aso memberi peluang pada oposisi, Partai Demokrat DPJ untuk menang pemilihan dan mengakhiri dominasi LDP. Partai ini dikritik gila kekuasaan dan gampang disuap. Berbagai skandal memang dialami partainya Taro Aso ini. Demikan koran Belanda Trouw. Taro Aso harus memecat menteri keuangannya yang mabuk ketika memberi konperensi pers. Penggantinya, Kauro Yosano dituduh menerima uang suap. Koran Belanda de Volkskrant menulis, satu-satunya cara untuk masih bisa menang pemilu adalah mengganti Taro Aso. Sayangnya, empat tahun terakhir, LDP sudah mengganti berbagai perdana menterinya dan menurut jajak pendapat pemilih Jepang tidak percaya lagi pergantian kekuasaan dalam tubuh LDP akan berdampak positif untuk negara yang juga dilanda resesi akibat krisis ekonomi ini. Dari Jepang kita ke Indonesia, yang memiliki propinsi bermasalah: Papua. The Jakarta Post menulis, propinsi yang jauh sekali dari Jakarta tersebut merupakan misteri bagi pemerintah pusat. Berbagai kasus penembakan dan pembunuhan terjadi di Freeport, tambang tembaga yang menghasilkan jutaan dolar devisa. Lalu bagaimana solusinya? Salah pengertian dan kurangnya informasi merupakan ganjalan terbesar, dan hal ini menjadi semakin parah dengan kebijakan pemerintah pusat. Hampir tidak ada wartawan yang dijinkan meliput propinsi ini. Hanya Jayapura dan beberapa kota lain yang boleh mereka kunjungi, selainnya diperlukan surat jalan. Untuk wartawan asing dan peneliti, Papua ditutup total. The Jakarta Post menunjuk pada Timor Timur yang juga ditutup total oleh Indonesia. Akibatnya dunia luar berspekulasi ihwal apa yang terjadi di sana. Akhirnya Indonesia dikalahkan dalam perang propaganda dan akhirnya juga kehilangan Timor Timur. Semoga in tidak terulang lagi. Demikian The Jakarta Post dan sekian ulasan pers kali ini. * FC TWENTE; SEKALI DAYUNG DUA PULAU Chaalan Charif "Sebuah mimpi yang jadi kenyataan dan suatu tantangan besar." Begitulah pemain tengah Irak Nashat Akram menamai kontraknya di FC Twente. Ia menjadi pebola pertama Irak Liga Utama Belanda. Laporan Chalaan Charif dari seksi Arab RNW. Pemain baru FC Twente ini diperkenalkan pada publik, di acara jumpa pers di stadion Enschede Jum'at silam. Bukan saja wartawan yang memenuhi ruang itu, tetapi juga sejumlah pemuda keturunan Irak. Mereka sengaja datang ke Enschede untuk menyambut rekan se negara tiba di Belanda. Hadir pula dua kru televisi Irak di konferensi pers. Manchester City Nashat sebenarnya sudah menarik perhatian dunia sepakbola sejak turnamen Asian Cup 2007. Ketika itu Irak untuk pertama kalinya menjuarai turnamen se Asia itu. Kemenangan Irak sangat ditentukan penampilan prima Nashat. Musim panas 2007 itu Nashat sebenarnya sudah nyaris menggapai impiannya, menjadi pemain pertama Irak yang merumput di Eropa. Klub Inggris, Manchester City sudah menyatakan tertarik pada pemain tengah yang ketika itu berusia 23 tahun. Klub Inggris itu menawarkan kontrak dua tahun. Impian itu kandas terganjal syarat ijin kerja yang tidak keluar. Aturan di Inggris mewajibkan klub liga utama hanya boleh merekrut pemain-pemain dari negara yang masuk rangking 70 terbaik dunia, menurut FIFA. Posisi Irak saat itu masih di bawah urutan 70. Nashat terpaksa melepaskan impiannya. Walau tidak berhasil, namun perundingan dengan Manchester City itu membuka jalan bagi pemain Irak ini. Steve McLaren - pelatih FC Twente sekarang -terlibat perundingan tahun 2007 untuk mendatangkan Nashat ke Manchester City. McLaren terkesima dengan kwalitas pemain lini tengah Irak itu. Sejak menjadi pelatih FC Twente, McLaren menyatakan ingin secepatnya merekrut Nashat Akram. Bakat Irak itu Jum'at silam akhirnya menandatangani kontrak tiga tahun di klub Enschede. Irak Perkembangan ini bukan saja berimbas positif bagi jenjang karir Nashat pribadi. Tapi juga bagi Irak. Ia melihatnya sebagai peluang untuk meluruskan persepsi dunia tentang Irak. Di negeri itu bukan saja kekerasan dan pemboman saja yang terjadi. "Irak adalah negeri indah yang memiliki penduduk ramah. Mereka menyukai sepak bola," ungkap Nashat pada jumpa pers di Enschede. Cintanya pada tanah air disampaikan pula pada generasi muda Irak yang hadir pada presentasi itu. Remaja, putri dan pria dari organisasi Iraqi Youth Council-Nederland membawa bendera Irak dan Belanda. Mereka juga mengenakan kaos berlambangkan Irak. Dengan bangganya mereka melambaikan selendang merah, dengan tulisan Nashat Akram dalam aksara Latin dan Arab. Fans Baru "Kami selalu menyandang atribut Irak, walaupun hanya di bandul kalung atau anting " kata Rawya, mahasiswi Irak yang tinggal di Amersfoort. Hassan, kawan kuliahnya berharap Nashat menjadi contoh bagi generasi muda Irak di Belanda."Keberhasilan Nashat bermain di FC Twente bisa membangkitkan semangat generasi muda Irak untuk berprestasi maksimal." Dengan kedatangan Nashat ini, FC Twente bukan saja telah mendapat pemain tangguh, tetapi klub Enschede itu juga telah merengkuh kelompok baru fans di Belanda. Ribuan kaum muda Belanda keturunan Irak sudah menemukan klub baru yang mewakili identitas mereka. * MISTERI PEMBUNUHAN KONTAINER DI AFGHANSITAN, AKANKAH TERUNGKAP? Saat invasi Amerika ke Afganistan pada 2001, diduga ada ratusan pejuang Taliban yang ditahan di kontainer. Mereka tewas karena kehabisan udara. Kasus ini lama dibiarkan saja. Tidak ada penyelidikan apapun. Tapi sekarang Presiden Amerika Barack Obama ingin mengungkap kasus itu. Tapi, apakah dia siap dengan dampaknya? Laporan Better Dam. Kasus ini merebak kembali bulan lalu. Mungkin karena pengangkatan Panglima Perang Afganistan Dostum, langsung di bawah Presiden Karzai. Dostum dianggap bertanggung jawab atas meninggalnya tahanan di kontainer. Ini karena pejuang Taliban tersebut menyerahkan diri pada Dostum. Ia dianggap sebagai panglima perang yang kejam, tidak peduli dengan HAM. 'Tidak ramah' Dostum sendiri menyangkal keterlibatannya. Menurutnya paling banter hanya 100 sampai 120 orang yang tewas karena kehabisan nafas, bukan tiga ribu. Ia mengakui memang para tahanan tidak diperlakukan dengan baik. Tapi, mereka tidak ada rencana membunuh para tahanan itu. Washington menekan Presiden Karzai agar tidak mengangkat Dostum. Tapi ia tetap nekat dan membuat Washington geram. Pengangkatan panglima perang lainnya sebagai pasangannya dalam pemilu mendatang juga menimbulkan ketidaksenangan dunia Barat. Terkejut Sebagai senjata terakhir untuk menghalangi pengangkatan Dostum sebagai Panglima Besar Afganistan, Washington mengangkat kembali kasus tahanan kontainer ini. Presiden Obama sendiri turut campur. Jurnalis Pakistan Ahmed Rashid terkejut dengan pernyataan presiden Amerika: Ahmed Rashid: "Memang tidak ada penelitian secara menyuluruh. Sebelumnya banyak sekali permintaan untuk itu, dari organisasi kemanusiaan, Palang Merah Internasional, Human Rights Watch dan juga kelompok lain dari Afganistan. Tapi, Amerika menolak, PBB juga menolak. Jadi dua kelompok paling besar yang saat itu berpengaruh di Afganistan menentang. Pemerintah Afganistan juga." Sensitif Palang Merah Internasional ingin menguak kasus itu pada 2002. Tapi upaya mereka ditentang oleh Pentagon. Pemindahan tahanan Pejuang Taliban ke Guantanamo Bay juga bukan alasan untuk mengungkit kasus tersebut. Para tahanan tersebut pada 2001 sudah bercerita tentang adanya tahanan yang mati kehabisan napas di kontainer. Menurut Rashid, PBB waktu itu tidak mau mengadakan penyelidikan, karena takut kasus ini akan menggoncang pemerintahan Afganistan yang waktu itu masih baru. Saat itu Dostum juga sudah menjabat. Amerika sendiri juga tidak mau tahu. Ini karena keterlibatan tentara Amerika. Ahmed Rashid: "Salah satu alasan karena adanya tentara Amerika yang bekerja sama dengan Dostum pada waktu itu. Keterlibatan mereka dalam pembunuhan masal itu tidak pernah terungkap. Apakah mereka waktu itu ada di sana? Apakah mereka tahu? Apakah mereka berusaha menghentikan Dostum atau justru memanas-manasi dia? Tentara Amerika tidak pernah menyelidiki masalah ini." Lega Thomas Ruttig, peneliti di Kabul, senang dengan keputusan Obama. "Walau Amerika sudah lama menghalangi penyelidikan atas kasus ini karena mereka sendiri terlibat, saya berharap akan terjadi perubahan. Hubungan antara tawanan perang dan HAM mereka harus mendapat perhatian," katanya. Organisasi HAM Physicians for Human Rights yang pada 2002 menggelar penyelidikan forensik di Afganistan terhadap kasus pembunuhan ini juga merasa lega. Menurut mereka bukti-bukti sudah ada. Penyelidikan tidak akan berlangsung lama lagi. Rashid sendiri masih ragu. Menurutnya masih banyak masalah yang terlalu sensitif untuk diungkap. Beranikah Obama mengungkap kasus ini? Menurut Rashid Obama masih sangat berhati-hati. "Masih tetap tidak jelas apa yang ingin dia lakukan. Kita lihat saja." * AFGANISTAN DAN TAHANAN GUANTANAMO MASIH MUNGKIN 'Pembicaraan antara dua sahabat.' Demikian Ruth Oldenziel pakar Amerika Serikat di Belanda menggambarkan pertemuan antara Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende dengan Presiden Amerika Barack Obama. Inilah kunjungan pertama Balkenende ke Gedung Putih sejak Obama berkuasa. Menurut Ruth Oldenziel agenda pembicaraan akan berkisar pada tiga topik, krisis ekonomi, Guantanamo dan Afganistan. Laporan redaktur Belanda Niels Erkens. Memperpanjang misi Amerika Serikat akan meminta Belanda dengan sangat agar memperpanjang misi militernya di provinsi Uruzgan, Afganistan. "Keberhasilan misi itu sangatlah penting bagi Obama. Sesaat setelah menjabat, sudah jelas Obama ingin Belanda tetap di sana. Balkenende sebelumnya sudah mengatakan misi Belanda berakhir tahun 2010. Tapi kalau diperhatikan dengan baik, maka itu bukan merupakan keputusan yang tidak bisa diubah lagi." Belanda juga merupakan sekutu penting Amerika dalam masalah lain. "Belanda merupakan negara sangat besar di antara negara-negara kecil," kata Oldenziel. Karena itu Belanda awal bulan ini diundang hadir dalam KTT G8 di Italia. Bursa efek Amsterdam masuk dalam daftar 10 pasar modal penting dunia. "Obama ingin memegang peran baru sebagai pemimpin, bukan saja di bidang keuangan, tapi juga pada masalah perubahan iklim. Walaupun itu tidak bakal konkrit benar, tapi toh sangat penting bagi masa depan." Tahanan Guantanamo ke Belanda? Dan akhirnya masih ada masalah Guantanamo Bay. Begitu dilantik sebagai presiden, Obama langsung mengumumkan niatnya menutup penjara kontroversial di Kuba itu. Akibat keputusannya, Obama menghadapi masalah pelik soal tahanan Guantanamo. Mereka harus dikemanakan? Amerika sekarang berupaya membujuk banyak negara supaya bersedia menerima tahanan Guantanamo. "Belanda pernah serta merta menyatakan tidak bersedia menerima tahanan Guantanamo. Mungkin lebih baik, kalau Belanda mengajukan syarat, dan lihat-lihat dulu apa yang akan dilakukan Amerika. Tapi juga di sini sekarang tampaknnya Belanda masih membuka kesempatan." Menuruti Perdana Menteri Balkenende dikecam tajam dalam kunjungannya pada pendahulu Obama, George W. Bush. Ia disebut terlalu banyak menuruti kehendak Bush. Menurut Ruth Oldenziel, itu bukanlah masalah Balkenende terlalu menuruti Bush, tetapi lebih pada peran yang dimainkan Belanda di pentas politik internasional. "Itu cocok dengan tradisi Belanda yang lebih sering membebek pada kepentingan Amerika katimbang kepentingan Eropa. Lebih dari itu, Belanda selama ini lebih sreg dalam berhubungan dengan presiden Partai Demokrat katimbang Partai Republik." Yang jelas, Perdana Menteri Balkenende tidak perlu berharap Presiden Obama akan meluangkan waktu lama untuknya. "Biasanya perundingan macam ini sudah berakhir dalam sejam," demikian Oldenziel. * OPM SERING MENJADI KAMBING HITAM Tindak kekerasan kembali melanda Papua, terutama di Timika. Sejak serangkaian kekerasan Sabtu lalu sudah tiga orang tewas. Korban pertama adalah seorang mekanik asal Australia Drew Nicholas Grant, kedua Markus Ranteallo petugas keamanan Free Port dan ketiga adalah Bripda Marson Patipulohi. Laporan Bari Muchtar. Sementara menunggu hasil penyidikan kepolisian RI bersama kepolisian federal Australia, spekulasi pun bermunculan tentang pelaku serangkaian pembunuhan ini. Ada pihak yang menuding oknum Kopassus berada di balik pembunuhan ini. Namun hal ini serta merta dibantah oleh Kepala Dinas Penerangan Komando Daerah Milter (Kapendam) VII Cendrawasih Letkol Susilo. Susilo: "Tidak ada anggota Kopassus yang terlibat dalam penembakan kasus penembakan di Freeport. Karena itu di wilayah Freeport dan itu menjadi tanggung jawab Polri dengan sekuriti Freeport." Demikian Letkol Susilo. OPM dituduh Menurut pengalaman silam pihak Organisasi Papua Mereka (OPM) sering dituduh melakukan penyerangan. Dan kali ini juga ada suara seperti itu. Manurut Oridek Ap dari Free West Papua Campaign di Belanda, sangat kecil kemungkinan bahwa kelompok OPM di bawah pimpinan Kelly Kwalek, seperti sering dituduhkan, melakukan serangan. Karena mereka pernah mengeluarkan pernyataan tidak akan menyerang sipil. Oridek Ap: "Beberapa tahun lalu OPM pernah mengeluarkan statement (pernyataan, red) bahwa mereka tidak biasa serang sipil." Memang korban kali ini bukan militer, tapi terdiri dari seorang mekanik warga Australia, petugas keamanan dan seorang polisi. Oridek Ap tidak bisa menjawab dengan kongkret apa pihak OPM benar-benar tidak terlibat. Ia menilai ini memang tugas polisi bersama polisi federal Australia untuk menyelidikinya. Konflik Polri-TNI? Aktivis kemerdekaan Papua Barat ini menambahkan siapa tahu yang terjadi adalah konflik antara Polri terutama terutama Brimob dengan TNI. Oridek Ap: "Sejarah sudah menyatakan bahwa ada banyak clash antara Brimob dengan TNI. Jadi, siapa tahu mereka sendiri antara satu sama lain baku tembak." Walhasil dari pengalaman masa silam OPM sering menjadi kambing hitam. Oridek Ap: "Memang gampang buat tuduh OPM. Orang yang membela bangsa gampang dicap oleh pihak yang lain." Demikian pejuang kemerdekaan Papua Barat yang selalu menyatakan bahwa mereka berusaha untuk membebaskan Papua secara damai. Untuk mendengarkan laporan lengkap klik tanda panah di bawah ini. * KESEHATAN PELAJAR BELANDA DI MAUMERE MULAI MEMBAIK Pelajar Belanda yang dirawat di RSUD TC Hillers-Maumere, Flores karena diduga menderita Flu Meksiko berangsur pulih. Demikian keterangan dokter rumah sakit seperti dilaporkan Martin Schmidt, reporter Radio Sonia Flores. Martin Schimt: ''Kondisi Yuri, warga Belanda berusia 13 tahun, berangsung pulih, jauh lebih baik dari Minggu dan Senin lalu. Demamnya sudah hilang dan dia sudah tidak batuk lagi,' demikian keterangan Dokter Asep Purnama, direktur rumah sakit, seperti dikutip Martin Schimtz. H1N1? Yuri bersama dengan lima pendamping dan sebelas pelajar lain yang berusia antara 13-16 tahun, semuanya warga Belanda, berada di Flores dalam kunjungan kemanusiaan. Ia dibawa ke rumah sakit karena panas tinggi, pusing dan mual-mual. Namun demikian sampai sekarang belum jelas apakah Yuri menderita virus H1N1 atau yang lebih dikenal sebagai Flu Meksiko. Martin Schimtz: "Hari ini (Selasa-red.) pukul 18 WITA diambil sampel darah untuk diperiksa lebih lanjut di rumah sakit di Denpasar Bali," jelas Martin. Tidak heboh Sampai saat ini warga Belanda lainnya masih dikarantina di gedung Yayasan Nativikasi, sekitar 10 kilometer dari Maumere. Belum jelas sampai kapan mereka akan dikarantina. Sementara itu, adanya pasien yang diduga menderita Flu Meksiko tidak menimbulkan kepanikan di Flores. "Belum banyak pasien yang tahu tentang keberadaan pasien ini," jelas Martin. Keluarga di Belanda Ketika mendengar berita ini, keluarga di Belanda awalnya merasa khawatir. Tapi mereka tidak mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan para pelajar yang ada di Flores. Komunikasi dilakukan dengan telefon dan juga melalui perantara dari Yayasan Nativikasi. Kepala sekolah tempat para pelajar itu berasal menyatakan orang tua sekarang tidak begitu khawatir lagi. Kepala sekolah: "Anak-anak mereka di Flores bilang mereka baik-baik saja. Orang tua tidak perlu khawatir. Setelah mereka nanti boleh keluar mereka akan melanjutkan kegiatan yang sudah direncanakan". --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
