--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 30 Juli 2009 14:50 UTC ** PENGEMBANGAN VAKSIN MALARIA ** CINA ANGKA ABORTUS TERTINGGI DI DUNIA ** PELAKU KUDETA HONDURAS MAU BERUNDING ** GEMA WARTA TINJAUAN PERS: BAHAYA SOLARIUM DAN ANGKATAN UDARA PAKISTAN PERCANGGIH TEHNIK SERANGAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SENJATA SWEDIA MEMPERBURUK SUASANA AMERIKA LATIN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TAK PERLU MASJID UNTUK TEMUI ALLAH ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BELANDA USUT KEMUNGKINAN TURIS JIHAD ** GEMA WWARTA TOPIK INDONESIA: SEBELAS WARGA INDONESIA DITANGKAP DI DEN HAAG ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: CITA-CITA ANAK JALANAN * PENGEMBANGAN VAKSIN MALARIA Pengembangan vaksin malaria tampaknya sudah mendekati tahap akhir. Penelitian Universitas Medisch Centrum St. Radboud di Nijmegen menunjukkan bahwa sebenarnya mudah memberikan perlindungan menyeluruh terhadap infeksi malaria. Tiap tahun jutaan orang meninggal akibat malaria, terutama anak-anak yang belum mempunyai daya tahan tubuh yang kuat. Sampai sekarang belum ditemukan vaksin. Harapan untuk terlindung dari malaria sekarang ada. * CINA ANGKA ABORTUS TERTINGGI DI DUNIA Di Cina setiap tahunnya terdapat 13 juta kasus abortus. Demikian diumumkan salah satu surat kabar Cina. Menurut surat kabar itu, jumlah besar kasus abortus disebabkan oleh meningkatnya angka muda-mudi yang terlibat seks bebas, dan minimnya penerangan tentang seks. Penelitian menunjukkan hanya satu di antara tiga gadis Cina tahu bagaimana mencegah kehamilan. Hanya 20% menerima penerangan tentang penyakit seksual yang menular. Dua dari tiga gadis yang melakukan abortus berumur 20 tahunan dan belum menikah. Cina memegang rekor angka abortus tertinggi di dunia. * PELAKU KUDETA HONDURAS MAU BERUNDING Pelaku kudeta Honduras, Roberto Micheletti terbuka memperundingkan kemungkinan mengakhiri krisis politik Honduras. Dalam pembicaraan lewat telepon dengan Presiden Kosta Rika Oscar Arias, dia menyatakan bersedia menerima utusan untuk berunding. Micheletti menegaskan bahwa kembalinya presiden tersingkir Manuel Zelaya tetap tidak bisa dirundingkan. Pemerintah de facto kembali mengatakan Zelaya akan dicekal jika dia menginjakkan kaki ke tanah Honduras. Arias penengah dalam krisis politik itu sudah mengarahkan pada pemerintah kesatuan nasional di bawah pimpinan Zelaya. Zelaya sekarang ada di Nikaragua, setelah gagal kembali ke negaranya. * PEMBERONTAK ALJAZAIR TEWASKAN 14 TENTARA Di Aljazair, sedikitnya empatbelas militer tewas menyusul serangan kelompok pemberontak muslim. Demikian pemberitaan dua koran Aljazair. Suatu pasukan militer, di wilayah Tipaza, sekitar 70 kilometer sebelah Barat ibukota Aljir, masuk ke dalam perangkap. Menurut harian El Walan jumlah korban 14 orang tewas. Sementara menurut koran lain, El Khabar, koran tewas 20 orang. Setelah mengalami suasana relatif aman selama dua bulan, jumlah insiden kekerasan di Aljazair kembali meningkat. Bulan lalu, kelompok pemberontak muslim berhasil menewaskan delapan belas militer di Aljazair Timur. Menurut dugaan, para pemberontak mempunyai kaitan dengan gerakan teror Al Qaida. * EMPAT WARGA BELANDA DITANGKAP DI KENYA Empat warga Belanda yang ditahan di Kenya, kini dalam perjalanan menuju bandara Schiphol. Demikian Departemen Luar Negeri Belanda. Belum jelas apa yang akan terjadi dengan empat orang tersebut. Senin lalu mereka ditangkap di perbatasan Kenya dan Somalia. Mereka dituduh mendukung pemberontak Islam. Tiga tersangka keturunan Maroko. Satu lainnya keturunan Somalia. Kejaksaan Belanda akan menyelidiki keterlibatan ke-empat tersangka dalam terorisme. * PENGAMPUNAN BAGI NARA PIDANA MAROKO Raja Maroko Mohammad memberikan pengampunan kepada hampir 25.000 narapidana. Sebanyak 32 vonis mati dirubah menjadi hukuman penjara seumur hidup. Pengumanan itu dikeluarkan semalam menjelang Perayaan Kenaikan Tahta. Sekitar hari perayaan nasional itu, Raja Maroko setiap tahun memberikan pengampunan kepada ratusan bahkan ribuan narapidana. Menurut pemerintah di Rabat, Raja Mohammad membebaskan para narapidana karena alasan kemanusiaan. Di antara 24.865 narapidana yang dibebaskan, terdapat lebih dari 500 wanita hamil atau wanita yang punya anak. * PERTEMPURAN SENGIT NIGERIA UTARA Untuk hari kelima berturut-turut, Nigeria utara diwarnai pertikaian sengit antara pasukan keamanan dan milisi-milisi Islam. Menurut pihak polisi pertempuran Rabu kemarin kembali menewaskan puluhan jiwa. Jumlah total korban tewas kini telah mencapai 300 orang. Pertikaian terjadi di sekitar markas pemimpin milisi Mohamad Yusuf di kota Maiduguri. Menurut saksi mata jalan-jalan penuh jenazah. Kekerasan mulai Ahad lalu dengan serbuan milisi terhadap beberapa kantor polisi. Tentara dan polisi kemudian menyerang balik mereka. Presiden Nigeria Umaru Yar'Adua sudah beberapa kali mengumumkan telah menaklukkan kaum islamis. Tapi menurut sumber-sumber polisi, pertempuran berlangsung lebih alot daripada diperkirakan. * REPLIKA KAPAL VOC JADI ABU Di Den Helder, Belanda, replika kapal VOC Prins Willem habis terbakar. Barisan pemadam kebakaran tidak bisa menguasai api, sehingga kapal kayu tersebut sepenuhnya hangus. Api muncul menjelang tengah malam, sementara penyebabnya masih belum diketahui. Beberapa jam kemudian api semakin berkobar luas. Kapal asli Prins Willem dibuat pada abad ke tujuhbelas, dan karam di dekat Madagaskar pada tahun 1652. Replika ini dibuat pada tahun 1985 di Makkum, Belanda, untuk meramaikan acara musium udara terbuka di Jepang. Sejak tahun 2003, replika Prins Willem bersandar di pelabuhan Den Helder. * KOMUNIS KALAH PEMILU MOLDAVIA Partai Komunis Moldavia yang memerintah tampaknya kalah pemilu Rabu kemarin. Setelah perhitungan hampir semua suara, empat partai oposisi unggul. Partai Komunis kehilangan mayoritas mutlak dalam parlemen. Empat partai oposisi mempertimbangkan membentuk koalisi. Awal April lalu warga Moldavia juga ikut pemilu. Ketika itu Partai Komunis memperoleh sekitar 50 persen suara. Tapi konon pemilu diwarnai kecurangan, menimbulkan kerusuhan berat di ibukota Chisinau. Oposisi menolak mencari pengganti presiden, sehingga perlu digelar pemilu baru. Moldavia terletak antara Rumania dan Ukraina dan adalah salah satu negara termiskin Eropa * BERITA BURSA Bursa Eropa Kamis dibuka dengan nilai lebih tinggi. Pialang dengan senang menyambutnya dengan positif pula. Reed Elsevier mendapat pukulan setelah hasil diumumkan. Indeks AEX Amsterdam tercatat 0,5 persen lebih tinggi pada 278,95 poin. Bursa Paris, Frankfurt dan Londen naik antara 0,7 hingga 0,9 persen. Bursa Tokyo ditutup dengan keuntungan. Andil pabrik mobil naik nilainya. Indeks Nikkei tutup 0,5 persen lebih tinggi pada 10.165,21 poin. Pasar bursa hari ini banyak ditekan oleh kerugian di bursa Shanghai beberapa hari belakangan ini. Menurut analisa, ini lebih berkaitan dengan keuntungan daripada harapan yang kurang menjanjikan bagi ekonomi Cina. Bursa New York, Dow Jones ditutup 0,3% persen rendah pada 9.070,72. Nasdaq ditutup dengan nilai naik 0,4 persen pada 1.967,76. Mood pasar banyak mendapat pengaruh negatif dari laporan ekonomi dari Fed, jaringan bank central Amerika. Satu euro tercatat 1,4073 dolar Amerika. Satu dolar Amerika bernilai 9.955 rupiah. Satu euro sama dengan 14.000 rupiah. * BAHAYA SOLARIUM DAN ANGKATAN UDARA PAKISTAN PERCANGGIH TEHNIK SERANGAN Tinjauan pers hari ini mengangkat bahaya solarium dan angkatan udara Pakistan percanggih tehnik penyerangan. Solarium atau tempat mandi matahari buatan terbukti sangat berbahaya bagi pengguna dibawah 30 tahun. Demikian harian Belanda Algemeen Dagblad. Menurut ilmuan, bahaya solarium bisa disejajarkan dengan rokok, asbes dan gas moster. Pengguna yang sejak muda sudah secara teratur, atau lebih dari 10 kali dalam satu tahun mengunjungi solarium, mempunyai resiko 75% lebih besar terkena jenis kanker kulit yang serius. Solarium atau tempat mandi matahari buatan manawarkan alternatif yang cepat dan efektif bagi penggemar kulit coklat. Solarium telah membuat ketagihan banyak wanita dan gadis remaja barat berkulit putih, yang selalu ingin tampil menarik dengan kulit kecoklatan di segala musim. Kedengarannya mudah, di tengah musim winter yang dingin dan biasanya mendung kelabu, pengguna solarium bisa dalam beberapa waktu saja, tampil menarik dengan kulit coklat. Mitos para pemilik solarium juga berperan untuk menarik lebih banyak pelanggan. Mitos yang digunakan adalah solarium lebih aman daripada mandi matahari secara alami. "Saya selalu pergi ke solarium untuk melindungi kulit saya dari sengatan sinar matahari yang merusak. Dengan mudah saya juga bisa mengatur dengan tepat berapa lama saya membiarkan kulit saya terkena sinar di solarium" tutur salah satu pelanggan solarium. Solarium pada umumnya memang mempunyai batas umur minimal bagi pelanggannya, umumnya adalah 18 tahun. Ada juga solarium yang mengontrol jenis kulit pelanggan terlebih dahulu sebelum memberi nasehat seberapa lama mereka boleh menggunakan solarium. Namun masih ada juga yang tidak tahu pasti berapa lama mereka santai berbaring di bawah sinar buatan di solarium. Sekarang 1 di antara 6 orang Belanda terkena kanker kulit, angka ini diperkirakan akan terus meningkat. Ahli kulit Wietze van der Veen, yang tergabung dalam Institut Kanker Nederland berkata "Sudah waktunya mitos bahwa solarium aman, benar-benar dihancurkan". Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga telah memasukkan solarium ke dalam daftar hitam sejajar dengan bahaya rokok, asbes dan gas moster. Kita beralih ke Pakistan. Harian berbahasa Inggris International Herald Tribune menyoroti angkatan udara Pakistan yang mengasah tehnik penyerangan udara mereka untuk memerangi taliban di medan yang susah dijangkau. Sejak Mei lalu, jet tempur Pakistan F16 sudah melaksanakan misi penyerangan sebanyak 300 kali di Jurang Swat dan lebih dari 100 misi serangan di Waziristan Selatan. Angkatan Udara Pakistan menerima beberapa bantuan dari Amerika, antara lain peralatan untuk melakukan misi mata-mata yang canggih, dan F16 yang dipercanggih. Pembelian senjata dan penguatan angkatan perang Pakistan sempat membuat Amerika khawatir. Mungkinkah senjata itu juga akan dipakai untuk memerangi atau menandingi India? Namun Pihak Islamabad menegaskan "Memang, masih ada ancaman dari India. Tapi saat ini, target kami adalah memerangi militan Taliban." tutur Qamar, pemimpin angkatan udara Pakistan. Diharapkan dengan peralatan dan tehnik serang yang lebih canggih, maka jumlah korban warga sipil juga bisa seminimal mungkin ditekan . Demikian Internasional Herald Tribune dan sekian pula tinjauan pers hari ini. * SENJATA SWEDIA MEMPERBURUK SUASANA AMERIKA LATIN Penemuan 'senjata asing' di Kolombia menimbulkan reaksi keras. Selain memperparah konflik dengan negara tetangga Venezuela, juga mempertajam pertentangan ideologis di seluruh Amerika Latin. Perselisihan kecil bisa berdampak besar. Berikut analisa kepala redaksi Amerika Latin, Jose Zepeda. Presiden Venezuela, Hugo Chavez membekukan hubungan dengan negara tetangga Kolombia dan mengancam mencabut hak milik perusahaan Kolombia di Venezuela. Ia langsung memanggil kembali duta besarnya di Bogota. Langkah ini diambil setelah pemerintah Kolombia mengumumkan menyita senjata gerakan gerilyawan FARC yang tahun 1980an dijual Swedia kepada Venezuela. Bantuan finansial Pembekuan hubungan antara kedua negara tidak terlepas dari sejumlah peristiwa tahun lalu. Ketika itu Kolombia mengumumkan menemukan informasi pada komputer Raul Reyes, pemimpin gerakan gerilyawan Kolombia FARC. Informasi itu menunjukkan FARC menerima bantuan keuangan dari pemerintah Venezuela. Presiden Venezuela Hugo Chavez kemudian berusaha sekuat tenaga mengatasi masalah ini. Ia mengimbau FARC meletakkan senjata dan berupaya memulihkan kembali hubungan dengan Spanyol dan negara-negara lain di kawasan, yang akibat insiden tersebut makin memburuk. Tanggapan berbeda Tapi kali ini tanggapan Venezuela sangat berbeda, malah terkesan terkejut. Venezuela tidak membantah tuduhan terhadap dirinya, tapi Chavez menuduh Bogota berupaya mendeskreditkan pemerintahnya dan mengikuti kemauan "imperium Amerika". Venezuela juga terkesan tidak berniat menanggapi permohonan Swedia untuk memberikan penjelasan. Penjelasan itu suatu saat pasti datang juga, kata Venezuela. Pemerintah Swedia pernah menjual senjata tersebut ke Venezuela dan menuntut penjelasan. Venezuela tampaknya sengaja memperburuk hubungan dengan Kolombia dan mempertajam pertentangan ideologis di Amerika Latin. Bagi Amerika Serikat dan negara-negara lain di kawasan, ini sebuah tantangan dan provokasi. Venezuela memang tidak secara terbuka mendukung FARC. Tapi bisa dibayangkan bahwa selama satu dasawarsa kelompok militer atau perwira Venezuela atas inisiatif sendiri menjual senjata kepada gerakan gerilyawan di Kolombia. Kawasan perbatasan antara Venezuela dan Kolombia dikenal tempat perdagangan narkoba. Di sana banyak sekali orang-orang FARC, tentara Kolombia dan anggota dinas rahasia Venezuela. Sudah dipastikan adanya hubungan antara komandan FARC dengan militer dan agen rahasia Venezuela. Tapi ini tidak berarti adanya rencana strategis dipimpin Caracas. Selain itu tidak terbukti Presiden Chavez-lah yang mengijinkan bantuan material kepada FARC. FARC tampil kuat Presiden Kolombia Alvaro Uribe sangat prihatin tentang perang melawan FARC. Tahun lalu ia masih yakin gerakan gerilyawan ini cepat bisa dimusnahkan. Tapi kini gerakan tersebut tampil makin kuat, terutama di kawasan-kawasan terpencil. FARC juga berperan penting dalam perdagangan narkoba. Uribe sangat ingin dipilih kembali sebagai presiden. Untuk itu ia harus mengubah Undang Undang Dasar sekali lagi. Ia berkepentingan memperbesar legitimitasnya di masyarakat internasional. Dan di depan Amerika Serikat, ia ingin tampil sebagai seseorang yang berjuang menyelamatkan kawasan, yang makin cenderung ke populisme kiri. Perasaan nasionalistis Tapi Kolombia dan Venezuela juga punya kepentingan yang sama di bidang ekonomi. Karena itu diragukan apakah pembekuan hubungan akan bertahan lama. Sementara itu dikhawatirkan provokasi di kawasan perbatasan bisa meningkatkan ketegangan. Memburuknya hubungan diplomatik antara kedua negara, bisa menimbulkan perasaan nasionalistis yang kemudian dengan mudah bisa merambat ke angkatan bersenjata di kawasan perbatasan. Perselisihan kecil bisa berdampak besar. * TAK PERLU MASJID UNTUK TEMUI ALLAH Sekitar separoh warga dewasa Belanda masih mengaku mempunyai kepercayaan. Tapi kunjungan ke rumah ibadah semakin berkurang. Entah bagi orang yang percaya pada Budha, Tuhan atau Allah. Laporan Bette Dam. Biro Pusat Statistik Belanda, CBS, mengadakan penelitian besar-besaran untuk mengetahui perilaku ibadah warga Belanda untuk periode 2004-2008. Para peneliti mewawancarai sepuluh ribu warga Belanda yang berusia 18 tahun atau lebih tua. Kristen dan Muslim Lima puluh delapan persen warga dewasa Belanda menjadi anggota gereja, jadi bisa digolongkan sebagai orang beragama. Dari jumlah itu 9 persen ikut Gereja Protestan, 4 persen pengikut Gereja Protestan Calvinis dan 6 persen ikut Gereja Protestan Belanda (PKN). Pemeluk agama Islam juga diteliti. Jumlah pemeluk agama Islam di Belanda mencapai 825 ribu orang, atau sekitar lima persen dari jumlah penduduk Belanda. Sembilan puluh lima persen dari jumlah itu berasal dari luar Belanda dan Eropa. Berbeda dengan pemeluk Agama Kristen, usia rata-rata pemeluk agama Islam yang pergi ke masjid jauh lebih muda. Empat puluh persen muslim yang ke masjid usianya di bawah delapan belas tahun. Masjid Kosong Hasil penelitian yang paling mencolok adalah semakin menipisnya jumlah orang yang pergi ke tempat ibadah baik itu gereja ataupun masjid. Tidak hanya gereja saja yang semakin kosong. Jumlah orang yang pergi ke masjid juga semakin turun. Pada 1999, tiga puluh empat persen warga muslim Belanda setidaknya sekali sebulan ke masjid. Jumlah itu pada 1998 turun menjadi dua puluh sembilan persen. Warga Belanda yang pergi ke gereja pada 1999 masih dua puluh tiga persen. Tahun 2008 jumlahnya turun menjadi sembilan belas persen. Beribadah sendiri Menurut Juru Bicara CBS Jan Latten, para pemeluk agama lebih sering beribadah dengan cara mereka sendiri. Mereka tidak butuh tempat ibadah lagi. Para pemeluk agama semakin sering menggunakan internet untuk memenuhi kebutuhan rohani mereka. Lewat internet mereka bisa mendapatkan 'pembimbing' yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Misalnya, ustad asli dari Arab atau pendeta dari negara lain. "Saya kira ini berkaitan dengan individualisasi, " tandas Latten. Maksudnya masing-masing mempunyai penghayatan agama sendiri. "Di masyarakat kita, makin banyak orang yang diminta pertangungjawaban pribadinya, masing-masing menerapkan norma dan nilainya. Ini bisa berdampak terhadap cara kita menghayati agama." Radikalisasi Semakin kosongnya masjid di Belanda menimbulkan tanda tanya. Saat ini di Belanda banyak pendapat yang menyatakan terjadi proses radikalisasi Islam. Tapi, menurut CBS semakin menipisnya pengunjung masjid adalah tanda suksesnya integrasi pendatang muslim ke dalam budaya Belanda. "Mereka juga dididik cara Belanda," kata Latten. "Mereka masuk sekolah Belanda." Meski ia merasa aneh kenapa generasi pertama juga tidak serajin dulu datang ke masjid. "Memang di semua umur, kunjungan ke masjid berkurang." Bukan diskusi Semakin menipisnya jumlah warga pendatang berusia lanjut yang pergi ke masjid mungkin karena banyak yang sudah meninggal atau yang pulang ke negara asal mereka. Demikian jelas Emin Ates, Ketua Federasi Budaya Islam Turki di Belanda. Namun menurutnya penurunan ini masih belum terasa di masjid. Para pengelola masjid di Belanda tidak ada yang mengeluh kekurangan jemaah. * BELANDA USUT KEMUNGKINAN TURIS JIHAD Polisi Belgia menangkap empat orang remaja asal Belanda di bandara Brussel. Sebelumnya, mereka telah diusir lebih dulu dari Kenya. Dan selanjutnya, Belanda akan mengusut kasus mereka. Polisi Kenya menangkap empat remaja ini, pada saat mereka dalam perjalanan menuju kamp pelatihan teror, di negeri jiran, Somalia. Laporan Hans de Vreij Dinas rahasia Belanda, AIVD, Kamis ini tidak bersedia mengkonfirmasi bahwa empat remaja tersebut sudah lama mereka amati karena berpeluang menjadi calon pejuang 'jihad'. Walaupun demikian, bagi pihak kejaksaan, kasus penangkapan empat remaja ini oleh polisi Kenya, cukup jadi alasan untuk bertindak lebih lanjut, kata juru bicara Wim de Bruin. VO Wim de Bruin 1: "Bagi kami, peristiwa tersebut merupakan alasan untuk bersama reserse nasional melakukan penyidikan. Tujuan utamanya untuk mengetahui lebih jauh apa yang akan mereka lakukan dan apa yang terjadi di Kenya." Kamis ini, polisi nasional telah melakukan serangkaian penggeledahan dan menyita sejumlah dokumen. Turis jihad Kelompok remaja ini terdiri dari tiga pemuda keturunan Maroko dan seorang pemuda keturunan Somalia. Mereka semua berusia di bawah 21 tahun. Sang pemuda Somalia dan dua pemuda Maroko memiliki paspor Belanda, dan satu pemuda Maroko lainnya punya izin tinggal menetap di Belanda. Selanjutnya pihak kejaksaan menambahkan, salah seorang pemuda tersebut, pada tahun 2005 pernah ditangkap di Azerbaijan. Menurut dugaan, ketika itu ia dalam perjalanan menuju Irak. Jika nanti terbukti bahwa empat remaja tersebut memang bermaksud ingin mengikuti kamp pelatihan teror di Somalia, ini akan merupakan kasus ketiga turis jihad, selama beberapa tahun belakangan. Karena, sejauh ini, di Belanda dan di banyak negeri Eropa lainnya, ungkapan pemikiran radikal, terutama hanya dalam bentuk omongan dan penampilan di internet. Sementara benar-benar turun tangan ke arena, masih merupakan pengecualian. Dua kasus terdahulu, pertama menyangkut dua remaja yang tewas ditembak, ketika mereka mencoba menusuk petugas penjaga perbatasan di Kasmir. Dan kasus lainnya, seorang pejuang jihad Belanda paling beken, yaitu Samir Azzouz, yang saat ini berada dalam tahanan. Pada tahun 2003, ketika Samir Azzouz masih berusia 16 tahun, ia secara serampangan ingin mencoba masuk ke Chechnya, tapi keburu ditangkap polisi Ukraina. Al-Shabaab Belakangan ini Somalia menarik minat banyak remaja muslim, yang ingin ikut bertempur melawan para prajurit Perang Salib dan Zionis, sebagaimana orang-orang di kalangan jihad menamakan negara-negara Barat. Sebabnya, pertama, karena saat ini Somalia adalah suatu negara tanpa kekuasaan nyata pemerintah pusat. Dengan demikian, berbagai kelompok teror bisa bergerak leluasa. Salah satu kelompok teror paling besar adalah Al-Shabaab, artinya remaja. Kelompok ini memang punya kaitan dengan Al Qaida, tapi sebenarnya lebih bersifat nasional. Sasaran utama kelompok ini menguasai wilayah yang masih berada dalam pengaruh, apa yang bisa disebut sebagai sisa-sisa pemerintah pusat. Kelompok ini tidak ikut aktif dalam gerakan jihad internasional. Meskipun beberapa pemimpin kelompok ini juga mengenal beberapa tokoh Al Qaida. Selanjutnya, menurut beberapa pakar, sebab lainnya adalah saat ini sulit bagi warga asing untuk ikut berjihad di Chechnya, Afghanistan atau Irak. Sementara itu, Amerika terus mengikuti perkembangan di Somalia dengan cermat. Dan bukan hanya mengikuti, secara rahasia angkatan udara dan pasukan khusus Amerika berkali-kali menyerang berbagai posisi Al-Shabaab. Termasuk beberapa posisi di perbatasan dengan Kenya. Buah simalakama Serangan seperti itu jadi buah simakalama: makin besar keterlibatan Amerika dalam konflik di Somalia, organisasi seperti Al-Shabaab akan makin populer. Juga bagi kalangan jihad internasional. * SEBELAS WARGA INDONESIA DITANGKAP DI DEN HAAG Polisi Den Haag, Belanda, menggerebek dua tempat penampungan warga asing ilegal di kota itu. Sebelas orang warga Indonesia ilegal ditemukan di sana dan dibawa oleh polisi. Kemungkinan besar mereka akan dideportasi segera. Bagaimana Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menyikapi kasus-kasus seperti ini? Untuk itu kami hubungi Firdaus Dahlan Kabid Pensosbud Kedutaan Besar Republik Indonesia KBRI Den Haag. Firdaus Dahlan mengatakan, salah satu teman serumah warga RI yang tertangkap itu sudah menghubungi KBRI dan menceritakan berita tertangkapnya para temannya tersebut. Namun KBRI secara resmi belum diberitahu oleh pihak yang berwajib Belanda. Langsung deportasi Firdaus Dahlan [FD]: "Karena mungkin mereka pun di sini kelihatannya relatif masih baru, sekitar dua bulan, tiga bulan. Diperkirakan mereka masih mempunyai ID yang lengkap. Biasanya kalau ada yang baru-baru begitu, polisinya langsung deportasi aja." "Biasanya. Kecuali kalau dia tidak punya paspor, tidak punya apa-apa, pasti mereka datang ke kita." Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: "Terus biasanya KBRI bagaimana menyikapi ini?" FD: "Kalau mereka itu dipulangkan secara biasa saja, kita memonitor saja perkembangannya. Karena satu, mereka juga datang secara gelap. Kita nggak tahu persis modus mereka datang ke sini. Tapi secara umum kita sudah tahu dari dulu bahwa ini seolah-olah ada yang mengorganisir, menjanjikan, mengiming-iming kerja." "Sepanjang dia tidak bermasalah, tidak ada sesuatu tindakan kriminal, paling-paling dideportasi saja. Itu biasanya mereka langsung, sepanjang IDnya masih lengkap." RNW: "Jadi paspornya masih berlaku dan semuanya, mereka langsung saja ke bandara?" Prosedur normal FD: "Langsung digiring ke bandara, dipulangkan. Kalau menurut kita, itu sudah prosedur normal. Kecuali kalau mereka itu ada perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan hukum, baru kita terjun." RNW: "Anda sebagai orang KBRI bagaimana kalau ada orang di Indonesia diiming-imingi ada kerja di Belanda?" FD: "Saya sudah berkali-kali menyuarakan hal ini, bahkan kalau bisa public campaign sampai ke daerah bahwa jangan orang Indonesia, calon TKI mudah tergoda dengan bujuk rayu oleh orang-orang tertentu, oknum tertentu untuk bekerja di Belanda." Selanjutnya Firdaus Dahlan, mengatakan bahwa KBRI semampunya membantu para pekerja gelap ini. Dan hal ini diakui oleh Ketua Advokasi Pekerja Tak Terdaftar di Belanda Mohammad Amin. Tertipu Mohammad Amin [MA]: "Banyak di antara para pekerja yang datang ke sini tertipu oleh para makelar atau calo-calo PJTKI di Indonesia. Misalnya mereka membayar 60 juta Rupiah, tapi di sini mereka ditelantarkan begitu saja." "KBRI telah berusaha membantu, bekerja sama dengan kami waktu itu untuk melacak para calo-calo yang menelantarkan mereka itu. Kemudian melaporkannya ke polisi supaya tidak terjadi hal-hal seperti itu lagi di masa yang akan datang." "Terus misalnya mereka juga secara tidak resmi memberi pekerjaan-pekerjaan tertentu kepada pekerja yang tidak punya surat ini. Tapi tidak resmi. Maksudnya mereka tidak bisa terang-terangan memberikan pekerjaan itu." RNW: "Para calo ini di Indonesia ya melakukan operasi penipuan terhadap para korban yang mau dikirim ke Belanda ini. Apakah cukup berhasil upaya pihak yang berwajib terhadap mereka-mereka ini?" Alasan ekonomi MA: "Sejauh ini ada satu, dua yang berhasil memang, tapi sebagian besar tidak, karena saat sekarang ini ekonomi Indonesia terimbas krisis juga sehingga banyak sekali orang yang memang karena alasan ekonomi pengin ke luar negeri. Itu rentan sekali terhadap penipuan. Jadi kasusnya lebih banyak daripada kemampuan untuk menyelesaikan." Menurut Amin, jumlah warga Indonesia yang ilegal di Belanda sekitar 4000 orang. Mereka biasanya bekerja di restoran, perkebunan dan sebagainya. Polisi Belanda sebenarnya tahu bahwa banyak orang asing yang ilegal, tapi selama mereka tidak berbuat kriminal seperti mencuri, merampok atau berkelahi, mereka tidak ditangkap. Jadi selama mereka bekerja dan tidak melanggar hukum, status mereka di Belanda aman-aman saja. Cuma saja mereka itu tinggal dan bekerja tidak legal, tandas Amin. Untuk mengatasi gejala migrasi buruh ini Amin mempunyai pendapat yang cukup menonjol. Tidak relevan MA: "Banyak orang di dunia ini yang semakin sadar bahwa globalisasi barang harus disertai globalisasi manusia. Jadi segregasi kemanusiaan berdasarkan negara itu sebenarnya sudah tidak relevan. Makanya ada lembaga-lembaga seperti ini." Walhasil, baik Firdaus mau pun Amin mengatakan bahwa situasi TKI di Belanda relatif baik. Dan terakhir, seperti Firdaus, Amin juga mempunyai imbauan kepada para calon TKI. MA: "Kalau misalnya ada orang yang datang ke sini, sebisa mungkin mendapatkan informasi yang jauh lebih lengkap sehingga tidak tertipu oleh calo-calo di Indonesia." * CITA-CITA ANAK JALANAN Untuk anak jalanan, cita-cita mungkin seperti mimpi. Sulit untuk diwujudkan dengan segala keterbatasan. Tapi di Rumah Puspita Sahabat Anak, anak-anak jalanan tak perlu ragu dan malu untuk mengejar dan meraih cita-cita. Justru di Rumah Puspita, cita-cita ada di genggaman mereka. Modalnya hanya satu, kemauan! Reporter KBR68H Quinawaty Pasaribu merekam semangat anak-anak jalanan yang tengah membangun mimpi mereka di Rumah Puspita Sahabat Anak. Namanya, William Ignasius Rettob, atau Willy. Asal Ambon, Maluku. Dimasukkan koper "Oh iya, saat itukan ayah saya sudah meninggal padahal saya punya semangat tinggi untuk sekolah. Saat itu ada seorang paman dari ayah bilang, kalau kamu mau ikut saya ke Jakarta saya akan disekolahkan sama dia sampai ke perguruan tinggi. Ternyata perjalanan ke Jakarta dari Ambon saya tidak dibelikan tiket. Jadinya saya dimasukkan ke koper selama lima hari lima malam. Jadi pada saat pemeriksaan saya dimasukkan ke koper, menghemat biaya tiket." Semangat tinggi yang Willy bawa dari Ambon sampai ke Jakarta, ternyata berakhir di proyek bangunan. Ia kabur setelah bekerja jadi kuli selama 1,5 bulan. Willy tak tahan, karena ia mau sekolah, bukan bekerja. Tak disangka, di jalan Willy bertemu seorang pendeta yang memperkenalkannya dengan Ali Qohar alias Aang. Aang adalah pendamping anak-anak jalanan di Rumah Puspita Sahabat Anak. Di sini, Willy dituntaskan keinginannya untuk bersekolah. "Pak Aang baik, Umi baik banget. Semua baik sama saya. Dan saya disekolahkan, sampai sekarang sudah tamat kelas 3 IPA." Main musik Di Rumah Puspita Sahabat Anak, Willy belajar main musik. Juga belajar bahasa Inggris, melukis, drama, komputer, dan vokal. Di situ, Willy menemukan dan mengasah kesukaannya bermain alat musik drum dan gitar. Sekarang, Willy telah lulus SMA dan ingin melanjutkan sekolah ke Institut Teknologi Bandung, ITB. Ia ingin mewujudkan cita-citanya jadi ahli komputer. Selain Willy, ada juga Irmawati yang sejak usia 9 tahun bergaul di rumah Puspita. Sepuluh tahun tinggal di Rumah Puspita, sekarang Irma sudah lulus SMA. Ia ingin menjadi guru, lantas mengajar di Rumah Puspita. Supaya anak jalanan, seperti dia dulu, bisa sekolah dan meraih cita-citanya. Dulu ketika masih di jalanan, Irma terbiasa mengemis dan mengamen di jalanan. "Awalnya karena lingkungan, mau nggak mau saya berteman dengan pengemis akhirnya saya ikutan. Sebenarnya dilarang bapak. Selain saya, adik saya. Karena sulit menghilangkan kebiasaan mengemis, sama seperti dulu saya juga sangat sulit." Berjudi Irma dulu juga punya kebiasaan buruk: berjudi. Uang hasil mengemis seharian bisa ludes seketika di meja judi. Tapi lewat judi pula, Rumah Puspita berusaha mengambil hati Irma. Aang dari Rumah Puspita mengajak Irma dan anak-anak jalanan lainnya untuk bermain judi di Rumah Puspita. Tapi di sini, judi bukan pakai uang, tapi dibayar dengan kesempatan belajar musik dan bernyanyi. "Jadi waktu itu lingkungan membentuk saya suka main judi. Habis ngemis, kita pakai main judi bareng. Pak Aang datang ke lingkungan, terus dia ajak. Dia mau modalin main judi asal main di Puspita. Akhirnya kita datang. Lama kelamaan, dibuat kegiatan, akhirnya kita suka dan tetap bertahan di sini." Sebagian bertahan, sebagian lagi mental. Yang bertahan di antaranya Irma, juga Tachi dan Yuni, semuanya anak jalanan. Kebiasaan lama Sahroji adalah satu dari lima pendamping anak jalanan di Rumah Puspita Sahabat Anak. Sudah sepuluh tahun ia menjadi pendamping Ia jadi saksi sulitnya mengubah kebiasaan lama anak-anak jalanan: hidup tak teratur atau mencari uang di jalanan. "Kita ajak anak ke mari untuk belajar. Awalnya makan tidur makan tidur doang, namanya juga anak jalanan. Sulit merubah sikap anak jalanan. Metode kasih sayang yang kita pakai. Akhirnya mereka mau ke sini, belajar, tidur, ikut kegiatan di sini." Karenanya, uang menjadi salah satu iming-iming yang pernah dipakai Rumah Puspita untuk menarik minat anak-anak jalanan belajar di sana. Tapi uang pula yang seringkali jadi pemicu keberatan orangtua untuk membiarkan anak mereka belajar di Rumah Puspita. Para orangtua lebih senang anak-anak mereka mengemis dan mengamen di jalanan. Mencari uang, bagi mereka, lebih penting ketimbang mencari ilmu, ujar Sahroji. "Karena orangtua mereka itu, yang nggak punya pekerjaan, jadi anak yang disuruh cari uang. Kalau nggak dapet, digebukin. Ketemu Puspita, nggak begitu. Anak anggap, pendamping itu penyelamat. Orangtua mereka awalnya merasa berat. Mereka beranggapan, jatah gua ilang. Lalu kita kasih pengertian tentang bahaya di jalan. Anak itu, masih lebih pentingkan sekolah daripada cari uang. Cukup lama kasih pengertian ke orangtua." Akhirnya mengerti Orangtua anak-anak jalanan ini akhirnya bisa mengerti dan merelakan anak mereka belajar di Rumah Puspita. Rumah Puspita bahkan membantu para orangtua untuk membuka usaha berdagang kecil-kecilan. Supaya keuangan keluarga tak limbung setelah anak-anak mereka tak lagi bekerja. Di Rumah Puspita, masa depan anak-anak jalanan ini mulai disusun kembali. Kebiasaan bekerja di jalanan dikikis, diganti dengan kegemaran baru untuk belajar. Minat anak-anak ini ditelusuri, sehingga setiap anak bisa belajar sesuai hobi, kata Sahroji. "Yang difokuskan ke keinginan anak mau ke mana. Kita enggak bisa memaksakan anak, kamu harus belajar bahasa inggris, kamu harus belajar matematika. Nah, kita gali, oh anak suka keterampilan. Kita sediakan fasilitas. Yang suka, silakan main komputer. Yang suka musik, silakan main musik. Hampir semua fasilitas ada. Komputer, musik, yang suka pertanian, ada. Ada relawan yang bantu. Yang suka teatrikal, ada. Banyak relawan." Anak-anak pun diperkenalkan pada dunia usaha. Tujuannya, kata Sahroji, supaya mereka bisa mandiri dan tak melulu menggantungkan hidup pada Rumah Puspita. Mandiri "Mereka mandiri. Itu, jadi anak-anak jangan berpatokan setelah dari sini harus bekerja. Itu enggak, kami pengen anak-anak bisa berkarya. Bisa mandiri. Bisa peluang usaha. Kita punya bengkel motor. Itu karena anak-anak pengen usaha. Jadi enggak harus berpatokan bekerja. Jadi pada usia tertentu memang anak-anak harus mandiri. Nah, itulah tugas kami. Bagaimana pun anak harus mandiri, harus lepas dari sini. Ketergantungan juga enggak baik. Malah mereka enggak bisa berkarya ke depan." Anak-anak jalanan di Rumah Puspita ini juga mencecap pendidikan di sekolah biasa. Tapi Sahroji menolak kalau uang sekolahnya digratiskan. Hampir 30-an anak bersekolah di tingkat SMP sampai SMA dengan biaya dari Rumah Puspita, bantuan dari para donatur perorangan, lembaga sampai departemen. "Ada beberapa sekolah ada perhatian lebih. Hampir sekolah, kita minta keringanan. Kita nggak mau gratis, nanti ada perbedaan pelayanan. Kita minta anak tetap bayar, tapi diringankan." Saat ini di Rumah Puspita Sahabat Anak ada 30 anak usia 6 sampai 10 tahun yang tengah diasuh di sana. Mereka tengah diselamatkan dari kejamnya dunia jalanan dari anak-anak yang harusnya belajar dan bermain. Tugas Rumah Puspita lah membawa anak-anak jalanan ini menuju mimpi mereka, apa pun itu. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
