---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 30 Juli 2009 14:50 UTC



** PENGEMBANGAN VAKSIN MALARIA

** CINA ANGKA ABORTUS TERTINGGI DI DUNIA

** PELAKU KUDETA HONDURAS MAU BERUNDING

** GEMA WARTA TINJAUAN PERS: BAHAYA SOLARIUM DAN ANGKATAN UDARA PAKISTAN 
PERCANGGIH TEHNIK SERANGAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SENJATA SWEDIA MEMPERBURUK SUASANA AMERIKA 
LATIN 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TAK PERLU MASJID UNTUK TEMUI ALLAH

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BELANDA USUT KEMUNGKINAN TURIS JIHAD

** GEMA WWARTA TOPIK INDONESIA: SEBELAS WARGA INDONESIA DITANGKAP DI DEN HAAG

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: CITA-CITA ANAK JALANAN



* PENGEMBANGAN VAKSIN MALARIA

Pengembangan vaksin malaria tampaknya sudah mendekati tahap akhir. Penelitian 
Universitas Medisch Centrum St. Radboud di Nijmegen menunjukkan bahwa 
sebenarnya mudah memberikan perlindungan menyeluruh terhadap infeksi malaria. 

Tiap tahun jutaan orang meninggal akibat malaria, terutama anak-anak yang belum 
mempunyai daya tahan tubuh yang kuat. Sampai sekarang belum ditemukan vaksin. 
Harapan untuk terlindung dari malaria sekarang ada.


* CINA ANGKA ABORTUS TERTINGGI DI DUNIA

Di Cina setiap tahunnya terdapat 13 juta kasus abortus. Demikian diumumkan 
salah satu surat kabar Cina. Menurut surat kabar itu, jumlah besar kasus 
abortus disebabkan oleh meningkatnya angka muda-mudi yang terlibat seks bebas, 
dan minimnya penerangan tentang seks. 

Penelitian menunjukkan hanya satu di antara tiga gadis Cina tahu bagaimana 
mencegah kehamilan. Hanya 20% menerima penerangan tentang penyakit seksual yang 
menular. Dua dari tiga gadis yang melakukan abortus berumur 20 tahunan dan 
belum menikah. Cina memegang rekor angka abortus tertinggi di dunia.


* PELAKU KUDETA HONDURAS MAU BERUNDING

Pelaku kudeta Honduras, Roberto Micheletti terbuka memperundingkan kemungkinan 
mengakhiri krisis politik Honduras. 
Dalam pembicaraan lewat telepon dengan Presiden Kosta Rika Oscar Arias, dia 
menyatakan bersedia menerima utusan untuk berunding. Micheletti menegaskan 
bahwa kembalinya presiden tersingkir Manuel Zelaya tetap tidak bisa 
dirundingkan. 
Pemerintah de facto kembali mengatakan Zelaya akan dicekal jika dia 
menginjakkan kaki ke tanah Honduras. 
Arias penengah dalam krisis politik itu sudah mengarahkan pada pemerintah 
kesatuan nasional di bawah pimpinan Zelaya. Zelaya sekarang ada di Nikaragua, 
setelah gagal kembali ke negaranya.


* PEMBERONTAK ALJAZAIR TEWASKAN 14 TENTARA

Di Aljazair, sedikitnya empatbelas militer tewas menyusul serangan kelompok 
pemberontak muslim. Demikian pemberitaan dua koran Aljazair. Suatu pasukan 
militer, di wilayah Tipaza, sekitar 70 kilometer sebelah Barat ibukota Aljir, 
masuk ke dalam perangkap. 
Menurut harian El Walan jumlah korban 14 orang tewas. Sementara menurut koran 
lain, El Khabar, koran tewas 20 orang. Setelah mengalami suasana relatif aman 
selama dua bulan, jumlah insiden kekerasan di Aljazair kembali meningkat. Bulan 
lalu, kelompok pemberontak muslim berhasil menewaskan delapan belas militer di 
Aljazair Timur. Menurut dugaan, para pemberontak mempunyai kaitan dengan 
gerakan teror Al Qaida.


* EMPAT WARGA BELANDA DITANGKAP DI KENYA

Empat warga Belanda yang ditahan di Kenya, kini dalam perjalanan menuju bandara 
Schiphol. Demikian Departemen Luar Negeri Belanda. Belum jelas apa yang akan 
terjadi dengan empat orang tersebut. Senin lalu mereka ditangkap di perbatasan 
Kenya dan Somalia. Mereka dituduh mendukung pemberontak Islam. Tiga tersangka 
keturunan Maroko.  Satu lainnya keturunan Somalia. Kejaksaan Belanda akan 
menyelidiki keterlibatan ke-empat tersangka dalam terorisme.


* PENGAMPUNAN BAGI NARA PIDANA MAROKO
Raja Maroko Mohammad memberikan pengampunan kepada hampir 25.000 narapidana. 
Sebanyak 32 vonis mati dirubah menjadi hukuman penjara seumur hidup.
Pengumanan itu dikeluarkan semalam menjelang Perayaan Kenaikan Tahta. Sekitar 
hari perayaan nasional itu, Raja Maroko setiap tahun memberikan pengampunan 
kepada ratusan bahkan ribuan narapidana. 
Menurut pemerintah di Rabat, Raja Mohammad membebaskan para narapidana karena 
alasan kemanusiaan. Di antara 24.865 narapidana yang dibebaskan, terdapat lebih 
dari 500 wanita hamil atau wanita yang punya anak.




* PERTEMPURAN SENGIT NIGERIA UTARA
Untuk hari kelima berturut-turut, Nigeria utara diwarnai pertikaian sengit 
antara pasukan keamanan dan milisi-milisi Islam. Menurut pihak polisi 
pertempuran Rabu kemarin kembali menewaskan puluhan jiwa. Jumlah total korban 
tewas kini telah mencapai 300 orang.
Pertikaian terjadi di sekitar markas pemimpin milisi Mohamad Yusuf di kota 
Maiduguri. Menurut saksi mata jalan-jalan penuh jenazah. Kekerasan mulai Ahad 
lalu dengan serbuan milisi terhadap beberapa kantor polisi. Tentara dan polisi 
kemudian menyerang balik mereka.

Presiden Nigeria Umaru Yar'Adua sudah beberapa kali mengumumkan telah 
menaklukkan kaum islamis. Tapi menurut sumber-sumber polisi, pertempuran 
berlangsung lebih alot daripada diperkirakan.


* REPLIKA KAPAL VOC JADI ABU

Di Den Helder, Belanda, replika kapal VOC Prins Willem habis terbakar. Barisan 
pemadam kebakaran tidak bisa menguasai api, sehingga kapal kayu tersebut 
sepenuhnya hangus. Api muncul menjelang tengah malam, sementara penyebabnya 
masih belum diketahui. 

Beberapa jam kemudian api semakin berkobar luas. Kapal asli Prins Willem dibuat 
pada abad ke tujuhbelas, dan karam di dekat Madagaskar pada tahun 1652. 
Replika ini dibuat pada tahun 1985 di Makkum, Belanda, untuk meramaikan acara 
musium udara terbuka di Jepang. Sejak tahun 2003, replika Prins Willem 
bersandar di pelabuhan Den Helder.


* KOMUNIS KALAH PEMILU MOLDAVIA

Partai Komunis Moldavia yang memerintah tampaknya kalah pemilu Rabu kemarin. 
Setelah perhitungan hampir semua suara, empat partai oposisi unggul.
Partai Komunis kehilangan mayoritas mutlak dalam parlemen. Empat partai oposisi 
mempertimbangkan membentuk koalisi. 
Awal April lalu warga Moldavia juga ikut pemilu. Ketika itu Partai Komunis 
memperoleh sekitar 50 persen suara. Tapi konon pemilu diwarnai kecurangan, 
menimbulkan kerusuhan berat di ibukota Chisinau. Oposisi menolak mencari 
pengganti presiden, sehingga perlu digelar pemilu baru. 
Moldavia terletak antara Rumania dan Ukraina dan adalah salah satu negara 
termiskin Eropa


* BERITA BURSA

Bursa Eropa Kamis dibuka dengan nilai lebih tinggi. Pialang dengan senang 
menyambutnya dengan positif pula. Reed Elsevier mendapat pukulan setelah hasil 
diumumkan.
Indeks AEX Amsterdam tercatat 0,5 persen lebih tinggi pada 278,95 poin. Bursa 
Paris, Frankfurt dan Londen naik antara 0,7 hingga 0,9 persen.
Bursa Tokyo ditutup dengan keuntungan. Andil pabrik mobil naik nilainya. Indeks 
Nikkei tutup 0,5 persen lebih tinggi pada 10.165,21 poin. 
Pasar bursa hari ini banyak ditekan oleh kerugian di bursa Shanghai beberapa 
hari belakangan ini. Menurut analisa, ini lebih berkaitan dengan keuntungan 
daripada harapan yang kurang menjanjikan bagi ekonomi Cina.
Bursa New York, Dow Jones ditutup 0,3% persen rendah pada 9.070,72. Nasdaq 
ditutup dengan nilai naik 0,4 persen pada 1.967,76.
Mood pasar banyak mendapat pengaruh negatif dari laporan ekonomi dari Fed, 
jaringan bank central Amerika.
Satu euro tercatat 1,4073 dolar Amerika.
Satu dolar Amerika bernilai 9.955 rupiah.
Satu euro sama dengan 14.000 rupiah.


* BAHAYA SOLARIUM DAN ANGKATAN UDARA PAKISTAN PERCANGGIH TEHNIK SERANGAN

Tinjauan pers hari ini mengangkat bahaya solarium dan angkatan udara Pakistan 
percanggih tehnik penyerangan.

Solarium atau tempat mandi matahari buatan terbukti sangat berbahaya bagi 
pengguna dibawah 30 tahun. Demikian harian Belanda Algemeen Dagblad. Menurut 
ilmuan, bahaya solarium bisa disejajarkan dengan rokok, asbes dan gas moster. 
Pengguna yang sejak muda sudah secara teratur, atau lebih dari 10 kali dalam 
satu tahun mengunjungi solarium, mempunyai resiko 75% lebih besar terkena jenis 
kanker kulit yang serius. 

Solarium atau tempat mandi matahari buatan manawarkan alternatif yang cepat dan 
efektif bagi penggemar kulit coklat. Solarium telah membuat ketagihan banyak 
wanita dan gadis remaja barat berkulit putih, yang selalu ingin tampil menarik 
dengan kulit kecoklatan di segala musim. Kedengarannya mudah, di tengah musim 
winter yang dingin dan biasanya mendung kelabu, pengguna solarium bisa dalam 
beberapa waktu saja, tampil menarik dengan kulit coklat. 

Mitos para pemilik solarium juga berperan untuk menarik lebih banyak pelanggan. 
Mitos yang digunakan adalah solarium lebih aman daripada mandi matahari secara 
alami. "Saya selalu pergi ke solarium untuk melindungi kulit saya dari sengatan 
sinar matahari yang merusak. Dengan mudah saya juga bisa mengatur dengan tepat 
berapa lama saya membiarkan kulit saya terkena sinar di solarium" tutur salah 
satu pelanggan solarium.

Solarium pada umumnya memang mempunyai batas umur minimal bagi pelanggannya, 
umumnya adalah 18 tahun. Ada juga solarium yang mengontrol jenis kulit 
pelanggan terlebih dahulu sebelum memberi nasehat seberapa lama mereka boleh 
menggunakan solarium. Namun masih ada juga yang tidak tahu pasti berapa lama 
mereka santai berbaring di bawah sinar buatan di solarium. 

Sekarang 1 di antara 6 orang Belanda terkena kanker kulit, angka ini 
diperkirakan akan terus meningkat. Ahli kulit Wietze van der Veen, yang 
tergabung dalam Institut Kanker Nederland berkata "Sudah waktunya mitos bahwa 
solarium aman, benar-benar dihancurkan". Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO 
juga telah memasukkan solarium ke dalam daftar hitam sejajar dengan bahaya 
rokok, asbes dan gas moster.

Kita beralih ke Pakistan.

Harian berbahasa Inggris International Herald Tribune menyoroti angkatan udara 
Pakistan yang mengasah tehnik penyerangan udara mereka untuk memerangi taliban 
di medan yang susah dijangkau. Sejak Mei lalu, jet tempur Pakistan F16 sudah 
melaksanakan misi penyerangan sebanyak 300 kali di Jurang Swat dan lebih dari 
100 misi serangan di Waziristan Selatan. 

Angkatan Udara Pakistan menerima beberapa bantuan dari Amerika, antara lain 
peralatan untuk melakukan misi mata-mata yang canggih, dan F16 yang 
dipercanggih. 

Pembelian senjata dan penguatan angkatan perang Pakistan sempat membuat Amerika 
khawatir. Mungkinkah senjata itu juga akan dipakai untuk memerangi atau 
menandingi India?

Namun Pihak Islamabad menegaskan "Memang, masih ada ancaman dari India. Tapi 
saat ini, target kami adalah memerangi militan Taliban." tutur Qamar, pemimpin 
angkatan udara Pakistan. Diharapkan dengan peralatan dan tehnik serang yang 
lebih canggih, maka jumlah korban warga sipil juga bisa seminimal mungkin 
ditekan .

Demikian Internasional Herald Tribune dan sekian pula tinjauan pers hari ini.


* SENJATA SWEDIA MEMPERBURUK SUASANA AMERIKA LATIN

Penemuan 'senjata asing' di Kolombia menimbulkan reaksi keras. Selain 
memperparah konflik dengan negara tetangga Venezuela, juga mempertajam 
pertentangan ideologis di seluruh Amerika Latin. Perselisihan kecil bisa 
berdampak besar. Berikut analisa kepala redaksi Amerika Latin, Jose Zepeda. 

Presiden Venezuela, Hugo Chavez membekukan hubungan dengan negara tetangga 
Kolombia dan mengancam mencabut hak milik perusahaan Kolombia di Venezuela. Ia 
langsung memanggil kembali duta besarnya di Bogota. Langkah ini diambil setelah 
pemerintah Kolombia mengumumkan menyita senjata gerakan gerilyawan FARC yang 
tahun 1980an dijual Swedia kepada Venezuela. 

Bantuan finansial
Pembekuan hubungan antara kedua negara tidak terlepas dari sejumlah peristiwa 
tahun lalu. Ketika itu Kolombia mengumumkan menemukan informasi pada komputer 
Raul Reyes, pemimpin gerakan gerilyawan Kolombia FARC. Informasi itu 
menunjukkan FARC menerima bantuan keuangan dari pemerintah Venezuela. Presiden 
Venezuela Hugo Chavez kemudian berusaha sekuat tenaga mengatasi masalah ini. Ia 
mengimbau FARC meletakkan senjata dan berupaya memulihkan kembali hubungan 
dengan Spanyol dan negara-negara lain di kawasan, yang akibat insiden tersebut 
makin memburuk. 

Tanggapan berbeda
Tapi kali ini tanggapan Venezuela sangat berbeda, malah terkesan terkejut. 
Venezuela tidak membantah tuduhan terhadap dirinya, tapi Chavez menuduh Bogota 
berupaya mendeskreditkan pemerintahnya dan mengikuti kemauan "imperium 
Amerika". Venezuela juga terkesan tidak berniat menanggapi permohonan Swedia 
untuk memberikan penjelasan. Penjelasan itu suatu saat pasti datang juga, kata 
Venezuela. Pemerintah Swedia pernah menjual senjata tersebut ke Venezuela dan 
menuntut penjelasan. 

Venezuela tampaknya sengaja memperburuk hubungan dengan Kolombia dan 
mempertajam pertentangan ideologis di Amerika Latin. Bagi Amerika Serikat dan 
negara-negara lain di kawasan, ini sebuah tantangan dan provokasi. 

Venezuela memang tidak secara terbuka mendukung FARC. Tapi bisa dibayangkan 
bahwa selama satu dasawarsa kelompok militer atau perwira Venezuela atas 
inisiatif sendiri menjual senjata kepada gerakan gerilyawan di Kolombia. 
Kawasan perbatasan antara Venezuela dan Kolombia dikenal tempat perdagangan 
narkoba. Di sana  banyak sekali orang-orang FARC, tentara Kolombia dan anggota 
dinas rahasia Venezuela. 

Sudah dipastikan adanya hubungan antara komandan FARC dengan militer dan agen 
rahasia Venezuela. Tapi ini tidak berarti adanya rencana strategis dipimpin 
Caracas. Selain itu tidak terbukti Presiden Chavez-lah yang mengijinkan bantuan 
material kepada FARC. 

FARC tampil kuat
Presiden Kolombia Alvaro Uribe sangat prihatin tentang perang melawan FARC. 
Tahun lalu ia masih yakin gerakan gerilyawan ini cepat bisa dimusnahkan. Tapi 
kini gerakan tersebut tampil makin kuat, terutama di kawasan-kawasan terpencil. 
FARC juga berperan penting dalam perdagangan narkoba. 

Uribe sangat ingin dipilih kembali sebagai presiden. Untuk itu ia harus 
mengubah Undang Undang Dasar sekali lagi. Ia berkepentingan memperbesar 
legitimitasnya di masyarakat internasional. Dan di depan Amerika Serikat, ia 
ingin tampil sebagai seseorang yang berjuang menyelamatkan kawasan, yang makin 
cenderung ke populisme kiri. 

Perasaan nasionalistis
Tapi Kolombia dan Venezuela juga punya kepentingan yang sama di bidang ekonomi. 
Karena itu diragukan apakah pembekuan hubungan akan bertahan lama. 

Sementara itu dikhawatirkan provokasi di kawasan perbatasan bisa meningkatkan 
ketegangan. Memburuknya hubungan diplomatik antara kedua negara, bisa 
menimbulkan perasaan nasionalistis yang kemudian dengan mudah bisa merambat ke 
angkatan bersenjata di kawasan perbatasan. Perselisihan kecil bisa berdampak 
besar.


* TAK PERLU MASJID UNTUK TEMUI ALLAH

Sekitar separoh warga dewasa Belanda masih mengaku mempunyai kepercayaan. Tapi 
kunjungan ke rumah ibadah semakin berkurang. Entah bagi orang yang percaya pada 
Budha, Tuhan atau Allah. Laporan Bette Dam.

Biro Pusat Statistik Belanda, CBS, mengadakan penelitian besar-besaran untuk 
mengetahui perilaku ibadah warga Belanda untuk periode 2004-2008. Para peneliti 
mewawancarai sepuluh ribu warga Belanda yang berusia 18 tahun atau lebih tua.
Kristen dan Muslim
Lima puluh delapan persen warga dewasa Belanda menjadi anggota gereja, jadi 
bisa digolongkan sebagai orang beragama. Dari jumlah itu 9 persen ikut Gereja 
Protestan, 4 persen pengikut Gereja Protestan Calvinis dan 6 persen ikut Gereja 
Protestan Belanda (PKN). 
Pemeluk agama Islam juga diteliti. Jumlah pemeluk agama Islam di Belanda 
mencapai 825 ribu orang, atau sekitar lima persen dari jumlah penduduk Belanda. 
Sembilan puluh lima persen dari jumlah itu berasal dari luar Belanda dan Eropa. 
Berbeda dengan pemeluk Agama Kristen, usia rata-rata pemeluk agama Islam yang 
pergi ke masjid jauh lebih  muda. Empat puluh persen muslim yang ke masjid 
usianya di bawah delapan belas tahun. 
Masjid Kosong
Hasil penelitian yang paling mencolok adalah semakin menipisnya jumlah orang 
yang pergi ke tempat ibadah baik itu gereja ataupun masjid. Tidak hanya gereja 
saja yang semakin kosong. Jumlah orang yang pergi ke masjid juga semakin turun. 
Pada 1999, tiga puluh empat persen warga muslim Belanda setidaknya sekali 
sebulan ke masjid. Jumlah itu pada 1998 turun menjadi dua puluh sembilan 
persen. Warga Belanda yang pergi ke gereja pada 1999 masih dua puluh tiga 
persen. Tahun 2008 jumlahnya turun menjadi sembilan belas persen. 
Beribadah sendiri
Menurut Juru Bicara CBS Jan Latten, para pemeluk agama lebih sering beribadah 
dengan cara mereka sendiri. Mereka tidak butuh tempat ibadah lagi. 
Para pemeluk agama semakin sering menggunakan internet untuk memenuhi kebutuhan 
rohani mereka. Lewat internet mereka bisa mendapatkan 'pembimbing' yang sesuai 
dengan kebutuhan mereka. Misalnya, ustad asli dari Arab atau pendeta dari 
negara lain. 
"Saya kira ini berkaitan dengan individualisasi, " tandas Latten. Maksudnya 
masing-masing mempunyai  penghayatan agama sendiri. "Di masyarakat kita, makin 
banyak orang yang diminta pertangungjawaban pribadinya, masing-masing 
menerapkan norma dan nilainya. Ini bisa berdampak terhadap cara kita menghayati 
agama."
Radikalisasi
Semakin kosongnya masjid di Belanda menimbulkan tanda tanya. Saat ini di 
Belanda banyak pendapat yang menyatakan terjadi proses radikalisasi Islam. 
Tapi, menurut CBS semakin menipisnya pengunjung masjid adalah tanda suksesnya 
integrasi pendatang muslim ke dalam budaya Belanda. 



"Mereka juga dididik cara Belanda," kata Latten. "Mereka masuk sekolah 
Belanda." Meski ia merasa aneh kenapa generasi pertama juga tidak serajin dulu 
datang ke masjid. "Memang di semua umur, kunjungan ke masjid berkurang."
Bukan diskusi
Semakin menipisnya jumlah warga pendatang berusia lanjut yang pergi ke masjid 
mungkin karena banyak yang sudah meninggal atau yang pulang ke negara asal 
mereka. Demikian jelas Emin Ates, Ketua Federasi Budaya Islam Turki di Belanda. 
Namun menurutnya penurunan ini masih belum terasa di masjid. Para pengelola 
masjid di Belanda tidak ada yang mengeluh kekurangan jemaah.


* BELANDA USUT KEMUNGKINAN TURIS JIHAD

Polisi Belgia menangkap empat orang remaja asal Belanda di bandara Brussel. 
Sebelumnya, mereka telah diusir lebih dulu dari Kenya. Dan selanjutnya, Belanda 
akan mengusut kasus mereka. Polisi Kenya menangkap empat remaja ini, pada saat 
mereka dalam perjalanan menuju kamp pelatihan teror, di negeri jiran, Somalia. 
Laporan Hans de Vreij

Dinas rahasia Belanda, AIVD, Kamis ini tidak bersedia mengkonfirmasi bahwa 
empat remaja tersebut sudah lama mereka amati karena berpeluang menjadi calon 
pejuang 'jihad'. Walaupun demikian, bagi pihak kejaksaan, kasus penangkapan 
empat remaja ini oleh polisi Kenya, cukup jadi alasan untuk bertindak lebih 
lanjut, kata juru bicara Wim de Bruin.

VO Wim de Bruin 1: "Bagi kami, peristiwa tersebut merupakan alasan untuk 
bersama reserse nasional melakukan penyidikan. Tujuan utamanya untuk mengetahui 
lebih jauh apa yang akan mereka lakukan dan apa yang terjadi di Kenya."

Kamis ini, polisi nasional telah melakukan serangkaian penggeledahan dan 
menyita sejumlah dokumen.

Turis jihad
Kelompok remaja ini terdiri dari tiga pemuda keturunan Maroko dan seorang 
pemuda keturunan Somalia. Mereka semua berusia di bawah 21 tahun. Sang pemuda 
Somalia dan dua pemuda Maroko memiliki paspor Belanda, dan satu pemuda Maroko 
lainnya punya izin tinggal menetap di Belanda. Selanjutnya pihak kejaksaan 
menambahkan, salah seorang pemuda tersebut, pada tahun 2005 pernah ditangkap di 
Azerbaijan. Menurut dugaan, ketika itu ia dalam perjalanan menuju Irak.

Jika nanti terbukti bahwa empat remaja tersebut memang bermaksud ingin 
mengikuti kamp pelatihan teror di Somalia, ini akan merupakan kasus ketiga 
turis jihad, selama beberapa tahun belakangan. Karena, sejauh ini, di Belanda 
dan di banyak negeri Eropa lainnya, ungkapan pemikiran radikal, terutama hanya 
dalam bentuk omongan dan penampilan di internet. Sementara benar-benar turun 
tangan ke arena, masih merupakan pengecualian.

Dua kasus terdahulu, pertama menyangkut dua remaja yang tewas ditembak, ketika 
mereka mencoba menusuk petugas penjaga perbatasan di Kasmir. Dan kasus lainnya, 
seorang pejuang jihad Belanda paling beken, yaitu Samir Azzouz, yang saat ini 
berada dalam tahanan. Pada tahun 2003, ketika Samir Azzouz masih berusia 16 
tahun, ia secara serampangan ingin mencoba masuk ke Chechnya, tapi keburu 
ditangkap polisi Ukraina.

Al-Shabaab
Belakangan ini Somalia menarik minat banyak remaja muslim, yang ingin ikut 
bertempur melawan para prajurit Perang Salib dan Zionis, sebagaimana 
orang-orang di kalangan jihad menamakan negara-negara Barat. Sebabnya, pertama, 
karena saat ini Somalia adalah suatu negara tanpa kekuasaan nyata pemerintah 
pusat. Dengan demikian, berbagai kelompok teror bisa bergerak leluasa.

Salah satu kelompok teror paling besar adalah Al-Shabaab, artinya remaja. 
Kelompok ini memang punya kaitan dengan Al Qaida, tapi sebenarnya lebih 
bersifat nasional. Sasaran utama kelompok ini menguasai wilayah yang masih 
berada dalam pengaruh, apa yang bisa disebut sebagai sisa-sisa pemerintah 
pusat. Kelompok ini tidak ikut aktif dalam gerakan jihad internasional. 
Meskipun beberapa pemimpin kelompok ini juga mengenal beberapa tokoh Al Qaida.

Selanjutnya, menurut beberapa pakar, sebab lainnya adalah saat ini sulit bagi 
warga asing untuk ikut berjihad di Chechnya, Afghanistan atau Irak. Sementara 
itu, Amerika terus mengikuti perkembangan di Somalia dengan cermat. Dan bukan 
hanya mengikuti, secara rahasia angkatan udara dan pasukan khusus Amerika 
berkali-kali menyerang berbagai posisi Al-Shabaab. Termasuk beberapa posisi di 
perbatasan dengan Kenya.

Buah simalakama
Serangan seperti itu jadi buah simakalama: makin besar keterlibatan Amerika 
dalam konflik di Somalia, organisasi seperti Al-Shabaab akan makin populer. 
Juga bagi kalangan jihad internasional.


* SEBELAS WARGA INDONESIA DITANGKAP DI DEN HAAG
Polisi Den Haag, Belanda, menggerebek dua tempat penampungan warga asing ilegal 
di kota itu. Sebelas orang warga Indonesia ilegal ditemukan di sana dan dibawa 
oleh polisi. 
Kemungkinan besar mereka akan dideportasi segera. Bagaimana Kedutaan Besar 
Republik Indonesia (KBRI) menyikapi kasus-kasus seperti ini? Untuk itu kami 
hubungi Firdaus Dahlan Kabid Pensosbud Kedutaan Besar Republik Indonesia KBRI 
Den Haag.
Firdaus Dahlan mengatakan, salah satu teman serumah warga RI yang tertangkap 
itu sudah menghubungi KBRI dan menceritakan berita tertangkapnya para temannya 
tersebut. Namun KBRI secara resmi belum diberitahu oleh pihak yang berwajib 
Belanda.
Langsung deportasi
Firdaus Dahlan [FD]: "Karena mungkin mereka pun di sini kelihatannya relatif 
masih baru, sekitar dua bulan, tiga bulan. Diperkirakan mereka masih mempunyai 
ID yang lengkap. Biasanya kalau ada yang baru-baru begitu, polisinya langsung 
deportasi aja." 
"Biasanya. Kecuali kalau dia tidak punya paspor, tidak punya apa-apa, pasti 
mereka datang ke kita."
Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: "Terus biasanya KBRI bagaimana menyikapi 
ini?"
FD: "Kalau mereka itu dipulangkan secara biasa saja, kita memonitor saja 
perkembangannya. Karena satu, mereka juga datang secara gelap. Kita nggak tahu 
persis modus mereka datang ke sini. Tapi secara umum kita sudah tahu dari dulu 
bahwa ini seolah-olah ada yang mengorganisir, menjanjikan, mengiming-iming 
kerja." 
"Sepanjang dia tidak bermasalah, tidak ada sesuatu tindakan kriminal, 
paling-paling dideportasi saja. Itu biasanya mereka langsung, sepanjang IDnya 
masih lengkap."
RNW: "Jadi paspornya masih berlaku dan semuanya, mereka langsung saja ke 
bandara?"
Prosedur normal
FD: "Langsung digiring ke bandara, dipulangkan. Kalau menurut kita, itu sudah 
prosedur normal. Kecuali kalau mereka itu ada perbuatan-perbuatan yang 
bertentangan dengan hukum, baru kita terjun."
RNW: "Anda sebagai orang KBRI bagaimana kalau ada orang di Indonesia 
diiming-imingi ada kerja di Belanda?"
FD: "Saya sudah berkali-kali menyuarakan hal ini, bahkan kalau bisa public 
campaign sampai ke daerah bahwa jangan orang Indonesia, calon TKI mudah tergoda 
dengan bujuk rayu oleh orang-orang tertentu, oknum tertentu untuk bekerja di 
Belanda."
Selanjutnya Firdaus Dahlan, mengatakan bahwa KBRI semampunya membantu para 
pekerja gelap ini. Dan hal ini diakui oleh Ketua Advokasi Pekerja Tak Terdaftar 
di Belanda Mohammad Amin.
Tertipu
Mohammad Amin [MA]: "Banyak di antara para pekerja yang datang ke sini tertipu 
oleh para makelar atau calo-calo PJTKI di Indonesia. Misalnya mereka membayar 
60 juta Rupiah, tapi di sini mereka ditelantarkan begitu saja." 
"KBRI telah berusaha membantu, bekerja sama dengan kami waktu itu untuk melacak 
para calo-calo yang menelantarkan mereka itu. Kemudian melaporkannya ke polisi 
supaya tidak terjadi hal-hal seperti itu lagi di masa yang akan datang." 
"Terus misalnya mereka juga secara tidak resmi memberi pekerjaan-pekerjaan 
tertentu kepada pekerja yang tidak punya surat ini. Tapi tidak resmi. Maksudnya 
mereka tidak bisa terang-terangan memberikan pekerjaan itu."
RNW: "Para calo ini di Indonesia ya melakukan operasi penipuan terhadap para 
korban yang mau dikirim ke Belanda ini. Apakah cukup berhasil upaya pihak yang 
berwajib terhadap mereka-mereka ini?"

Alasan ekonomi
MA: "Sejauh ini ada satu, dua yang berhasil memang, tapi sebagian besar tidak, 
karena saat sekarang ini ekonomi Indonesia terimbas krisis juga sehingga banyak 
sekali orang yang memang karena alasan ekonomi pengin ke luar negeri. Itu 
rentan sekali terhadap penipuan. Jadi kasusnya lebih banyak daripada kemampuan 
untuk menyelesaikan."
Menurut Amin, jumlah warga Indonesia yang ilegal di Belanda sekitar 4000 orang. 
Mereka biasanya bekerja di restoran, perkebunan dan sebagainya. Polisi Belanda 
sebenarnya tahu bahwa banyak orang asing yang ilegal, tapi selama mereka tidak 
berbuat kriminal seperti mencuri, merampok atau berkelahi, mereka tidak 
ditangkap.
Jadi selama mereka bekerja dan tidak melanggar hukum, status mereka di Belanda 
aman-aman saja. Cuma saja mereka itu tinggal dan bekerja tidak legal, tandas 
Amin.
Untuk mengatasi gejala migrasi buruh ini Amin mempunyai pendapat yang cukup 
menonjol.
Tidak relevan
MA: "Banyak orang di dunia ini yang semakin sadar bahwa globalisasi barang 
harus disertai globalisasi manusia. Jadi segregasi kemanusiaan berdasarkan 
negara itu sebenarnya sudah tidak relevan. Makanya ada lembaga-lembaga seperti 
ini." 
Walhasil, baik Firdaus mau pun Amin mengatakan bahwa situasi TKI di Belanda 
relatif baik. Dan terakhir, seperti Firdaus, Amin juga mempunyai imbauan kepada 
para calon TKI.
MA: "Kalau misalnya ada orang yang datang ke sini, sebisa mungkin mendapatkan 
informasi yang jauh lebih lengkap sehingga tidak tertipu oleh calo-calo di 
Indonesia."


* CITA-CITA ANAK JALANAN
Untuk anak jalanan, cita-cita mungkin seperti mimpi. Sulit untuk diwujudkan 
dengan segala keterbatasan. 
Tapi di Rumah Puspita Sahabat Anak, anak-anak jalanan tak perlu ragu dan malu 
untuk mengejar dan meraih cita-cita.
Justru di Rumah Puspita, cita-cita ada di genggaman mereka. Modalnya hanya 
satu, kemauan! Reporter KBR68H Quinawaty Pasaribu merekam semangat anak-anak 
jalanan yang tengah membangun mimpi mereka di Rumah Puspita Sahabat Anak. 
Namanya, William Ignasius Rettob, atau Willy. Asal Ambon, Maluku. 
Dimasukkan koper
"Oh iya, saat itukan ayah saya sudah meninggal padahal saya punya semangat 
tinggi untuk sekolah. Saat itu ada seorang paman dari ayah bilang, kalau kamu 
mau ikut saya ke Jakarta saya akan disekolahkan sama dia sampai ke perguruan 
tinggi. Ternyata perjalanan ke Jakarta dari Ambon saya tidak dibelikan tiket. 
Jadinya saya dimasukkan ke koper selama lima hari lima malam. Jadi pada saat 
pemeriksaan saya dimasukkan ke koper, menghemat biaya tiket."
Semangat tinggi yang Willy bawa dari Ambon sampai ke Jakarta, ternyata berakhir 
di proyek bangunan. Ia kabur setelah bekerja jadi kuli selama 1,5 bulan. Willy 
tak tahan, karena ia mau sekolah, bukan bekerja. 
Tak disangka, di jalan Willy bertemu seorang pendeta yang memperkenalkannya 
dengan Ali Qohar alias Aang. Aang adalah pendamping anak-anak jalanan di Rumah 
Puspita Sahabat Anak. Di sini, Willy dituntaskan keinginannya untuk bersekolah.
"Pak Aang baik, Umi baik banget. Semua baik sama saya. Dan saya disekolahkan, 
sampai sekarang sudah tamat kelas 3 IPA."
Main musik
Di Rumah Puspita Sahabat Anak, Willy belajar main musik. Juga belajar bahasa 
Inggris, melukis, drama, komputer, dan vokal. Di situ, Willy menemukan dan 
mengasah kesukaannya bermain alat musik drum dan gitar. 
Sekarang, Willy telah lulus SMA dan ingin melanjutkan sekolah ke Institut 
Teknologi Bandung, ITB. Ia ingin mewujudkan cita-citanya jadi ahli komputer. 
Selain Willy, ada juga Irmawati yang sejak usia 9 tahun bergaul di rumah 
Puspita. Sepuluh tahun tinggal di Rumah Puspita, sekarang Irma sudah lulus SMA. 
Ia ingin menjadi guru, lantas mengajar di Rumah Puspita. Supaya anak jalanan, 
seperti dia dulu, bisa sekolah dan meraih cita-citanya. 
Dulu ketika masih di jalanan, Irma terbiasa mengemis dan mengamen di jalanan. 
"Awalnya karena lingkungan, mau nggak mau saya berteman dengan pengemis 
akhirnya saya ikutan. Sebenarnya dilarang bapak. Selain saya, adik saya. Karena 
sulit menghilangkan kebiasaan mengemis, sama seperti dulu saya juga sangat 
sulit."
Berjudi
Irma dulu juga punya kebiasaan buruk: berjudi. Uang hasil mengemis seharian 
bisa ludes seketika di meja judi. 
Tapi lewat judi pula, Rumah Puspita berusaha mengambil hati Irma. Aang dari 
Rumah Puspita mengajak Irma dan anak-anak jalanan lainnya untuk bermain judi di 
Rumah Puspita. Tapi di sini, judi bukan pakai uang, tapi dibayar dengan 
kesempatan belajar musik dan bernyanyi. 
"Jadi waktu itu lingkungan membentuk saya suka main judi. Habis ngemis, kita 
pakai main judi bareng. Pak Aang datang ke lingkungan, terus dia ajak. Dia mau 
modalin main judi asal main di Puspita. Akhirnya kita datang. Lama kelamaan, 
dibuat kegiatan, akhirnya kita suka dan tetap bertahan di sini."
Sebagian bertahan, sebagian lagi mental. Yang bertahan di antaranya Irma, juga 
Tachi dan Yuni, semuanya anak jalanan.
Kebiasaan lama
Sahroji adalah satu dari lima pendamping anak jalanan di Rumah Puspita Sahabat 
Anak. Sudah sepuluh tahun ia menjadi pendamping Ia jadi saksi sulitnya mengubah 
kebiasaan lama anak-anak jalanan: hidup tak teratur atau mencari uang di 
jalanan.
"Kita ajak anak ke mari untuk belajar. Awalnya makan tidur makan tidur doang, 
namanya juga anak jalanan. Sulit merubah sikap anak jalanan. Metode kasih 
sayang yang kita pakai. Akhirnya mereka mau ke sini, belajar, tidur, ikut 
kegiatan di sini."
Karenanya, uang menjadi salah satu iming-iming yang pernah dipakai Rumah 
Puspita untuk menarik minat anak-anak jalanan belajar di sana. Tapi uang pula 
yang seringkali jadi pemicu keberatan orangtua untuk membiarkan anak mereka 
belajar di Rumah Puspita. 
Para orangtua lebih senang anak-anak mereka mengemis dan mengamen di jalanan. 
Mencari uang, bagi mereka, lebih penting ketimbang mencari ilmu, ujar Sahroji.
"Karena orangtua mereka itu, yang nggak punya pekerjaan, jadi anak yang disuruh 
cari uang. Kalau nggak dapet, digebukin. Ketemu Puspita, nggak begitu. Anak 
anggap, pendamping itu penyelamat. Orangtua mereka awalnya merasa berat. Mereka 
beranggapan, jatah gua ilang. Lalu kita kasih pengertian tentang bahaya di 
jalan. Anak itu, masih lebih pentingkan sekolah daripada cari uang. Cukup lama 
kasih pengertian ke orangtua."
Akhirnya mengerti 
Orangtua anak-anak jalanan ini akhirnya bisa mengerti dan merelakan anak mereka 
belajar di Rumah Puspita. Rumah Puspita bahkan membantu para orangtua untuk 
membuka usaha berdagang kecil-kecilan. Supaya keuangan keluarga tak limbung 
setelah anak-anak mereka tak lagi bekerja.
Di Rumah Puspita, masa depan anak-anak jalanan ini mulai disusun kembali. 
Kebiasaan bekerja di jalanan dikikis, diganti dengan kegemaran baru untuk 
belajar. Minat anak-anak ini ditelusuri, sehingga setiap anak bisa belajar 
sesuai hobi, kata Sahroji. 
"Yang difokuskan ke keinginan anak mau ke mana. Kita enggak bisa memaksakan 
anak, kamu harus belajar bahasa inggris, kamu harus belajar matematika. Nah, 
kita gali, oh anak suka keterampilan. Kita sediakan fasilitas. Yang suka, 
silakan main komputer. Yang suka musik, silakan main musik. Hampir semua 
fasilitas ada. Komputer, musik, yang suka pertanian, ada. Ada relawan yang 
bantu. Yang suka teatrikal, ada. Banyak relawan." 
Anak-anak pun diperkenalkan pada dunia usaha. Tujuannya, kata Sahroji, supaya 
mereka bisa mandiri dan tak melulu menggantungkan hidup pada Rumah Puspita. 
Mandiri
"Mereka mandiri. Itu, jadi anak-anak jangan berpatokan setelah dari sini harus 
bekerja. Itu enggak, kami pengen anak-anak bisa berkarya. Bisa mandiri. Bisa 
peluang usaha. Kita punya bengkel motor. Itu karena anak-anak pengen usaha. 
Jadi enggak harus berpatokan bekerja. Jadi pada usia tertentu memang anak-anak 
harus mandiri. Nah, itulah tugas kami. Bagaimana pun anak harus mandiri, harus 
lepas dari sini. Ketergantungan juga enggak baik. Malah mereka enggak bisa 
berkarya ke depan."
Anak-anak jalanan di Rumah Puspita ini juga mencecap pendidikan di sekolah 
biasa. Tapi Sahroji menolak kalau uang sekolahnya digratiskan. Hampir 30-an 
anak bersekolah di tingkat SMP sampai SMA dengan biaya dari Rumah Puspita, 
bantuan dari para donatur perorangan, lembaga sampai departemen. 
"Ada beberapa sekolah ada perhatian lebih. Hampir sekolah, kita minta 
keringanan. Kita nggak mau gratis, nanti ada perbedaan pelayanan. Kita minta 
anak tetap bayar, tapi diringankan." 
Saat ini di Rumah Puspita Sahabat Anak ada 30 anak usia 6 sampai 10 tahun yang 
tengah diasuh di sana. Mereka tengah diselamatkan dari kejamnya dunia jalanan 
dari anak-anak yang harusnya belajar dan bermain. Tugas Rumah Puspita lah 
membawa anak-anak jalanan ini menuju mimpi mereka, apa pun itu.




---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke