--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 06 Agustus 2009 14:40 UTC ** PELAKU SERANGAN MUMBAI DIVONIS MATI ** PERINGATAN PEMBOMAN HIROSHIMA ** AMNESTI UNTUK PEMBERONTAK DELTA NIGER ** GEMA WARTA TINJAUAN PERS: PLURALISME AGAMA DI DUNIA MUSLIM JAMAN SEKARANG DAN SEKOLAH GRATIS DI INDIA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ASTRONOT BELANDA KEMBALI KE ANGKASA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SIA-SIAKAH PROTOKOL KYOTO? ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: FIDEL CASTRO DI DUNIA MAYA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: DIANA, SEORANG TERSANGKA PASIEN H1N1 * PELAKU SERANGAN MUMBAI DIVONIS MATI Di India tiga orang divonis mati sehubungan serangan bom di kota Mumbai tahun 2003. 52 orang tewas dan 180 lain terluka dalam dua ledakan bom mobil. Satu bom meledak di dekat monumen terkenal Gateway of India. Bom lain di pasar yang ramai pengunjung di kota berpenduduk jutaan jiwa itu. Serangan diduga pembalasan atas tindak kekerasan warga Hindu terhadap muslim di negara bagian India barat, Gujarat, tahun 2002. Menurut hakim, ketiga tervonis mati adalah anggota Laskar e-Taiba. Kelompok militan Islam dari Pakistan ini juga bertanggung jawab atas serangan teror di Mumbai November lalu, yang menewaskan 166 orang. * PERINGATAN PEMBOMAN HIROSHIMA Sekitar 50 ribu orang menghadiri peringatan pemboman Hiroshima, Jepang tahun 1945. Walikota Tadatoshi Akiba berharap sepuluh tahun lagi dunia akan bisa bebas senjata atom. Ia memuji Presiden Amerika Barack Obama karena pandangan anti nuklirnya. Obama mengatakan Amerika Serikat mempunyai tanggungjawab moral memusnahkan senjata nuklir di dunia. Pemboman Amerika terhadap Hiroshima akhir Perang Dunia II menewaskan 140 ribu jiwa. Tiga hari kemudian 70 ribu orang tewas ketika dilancarkan serangan bom kedua di kota Nagasaki. Jepang kemudian menyerah, menandai akhir perang. * AMNESTI UNTUK PEMBERONTAK DELTA NIGER Hari ini (06/08) mulai berlaku peraturan amnesti kepada pemberontak Delta Niger, kawasan kaya minyak. Pemberontak yang dalam dua bulan mendatang menyerahkan senjata dan bersumpah meninggalkan kekerasan, tidak akan dituntut. Dalam sebuah kamp mereka harus mengikuti program rehabilitasi dan akan memperoleh sekitar 400 dolar per bulan. Dengan cara itu Presiden Yar'Adua berharap bisa mengakhiri kerusuhan di Delta Niger. Pemerintah berharap sedikitnya 10 ribu pemberontak akan menyerahkan senjata. * BAYI TEWAS DI DERMAGA PRANCIS Di Bretagne, Prancis, seorang bayi usia tujuh pekan, akibat jatuh di dermaga. Bayi asal Belanda ini dibawa oleh ibunya jalan-jalan di dermaga Erquy, menggunakan kereta dorong anak. Ketika sang ibu akan membuat foto, ia melepaskan kereta pada bagian dermaga dengan permukaan menurun. Kereta berisi bayi langsung meluncur ke bawah, sejauh delapan meter. Sang bayi menderita luka parah dan langsung dilarikan ke rumah sakit Rennes. Beberapa waktu kemudian bayi tersebut meninggal dunia. Rumah sakit segera menyediakan bantuan psikologi pada orangtua bayi. * JEFFERSON BERSALAH TERKAIT KASUS KORUPSI Bekas anggota Dewan Perwakilan Amerika dinyatakan bersalah terkait skandal korupsi. Menurut juri, tokoh Demokrat William Jefferson menerima uang suap dari lebih dari sepuluh perusahaan. Sebagai imbalan ia memberi perusahaan bersangkutan kontrak menguntungkan di Afrika, antara lain di sektor perminyakan dan telekomunikasi. Jefferson diperkirakan menerima uang suap lebih dari 400 ribu dollar. Dalam penyelidikan, Biro Investigasi Federal Amerika, FBI antara lain menemukan 90 ribu dolar di lemari esnya. Demokrat berusia 62 tahun ini bisa dikenai hukuman penjara 150 tahun. William Jefferson selama 18 tahun menjadi anggota DPRnya Amerika untuk negara bagian Louisiana. Dalam pemilihan tahun lalu, dia tidak terpilih kembali. * BAGDAD TANPA TEMBOK PENGAMAN Bagdad menghancurkan tembok beton, pemisah pelbagai pemukiman. Tembok itu dibangun setelah invasi Amerika tahun 2003, dengan maksud memperkecil kemungkinan serangan. Terutama daerah yang banyak terdapat gedung pemerintahan, dikelilingi tembok dan pagar. Tentara Amerika menarik diri sebulan yang lalu dari Bagdad. Mereka pindah ke pos-pos di luar kota. Keputusan untuk menghancurkan tembok keamanan itu diambil oleh pemerintah Irak, yang ingin menunjukkan mampu berdiri tanpa Amerika. Kendati kekerasan teroris di Bagdad menurun drastis, tapi masih belum sepenuhnya teratasi. Jumat lalu 31 orang tewas dalam serangkaian serangan bom terhadap beberapa mesjid Syiah. * BERITA BURSA Setelah beberapa saat dibuka, Bursa Indeks AEX menunjukkan kenaikan 1,1% lebih tinggi pada 288,44 poin. Unilever naik 5,4%, dan ada kenaikan jumlah sebesar 2%. Para analis memperkirakan kenaikan itu akan terjadi lagi kwartal depan. Bursa London, Frankfurt dan Paris naik 0,9%. Indeks Nikkei ditutup 1,32% lebih tinggi pada 10,388.09 poin. Satu euro tercatat 1,4407 dolar Amerika. Satu dolar Amerika bernilai 9.880 rupiah. Satu euro sama dengan 14.225 rupiah. * DUKUNGAN AMERIKA TERHADAP ZELAYA BERKURANG Dukungan Amerika Serikat untuk presiden tersingkirkan Honduras, Manuel Zelaya tampaknya berkurang. Ini terlihat dari jabawan tertulis Departemen Luar Negeri atas pertanyaan yang diajukan Senator Republiken Richard Lugar. Departemen Luar Negeri ingin bersikap netral dalam krisis dan tidak mempertimbangkan sanksi selanjutnya terhadap pemerintah interim Honduras. Sebelumnya Washington jelas memihak Zelaya, antara lain dengan mencabut visa bagi penguasa Honduras yang sekarang. Sementara itu di ibukota Honduras, Tegucigalpa, polisi menumpas demonstrasi pendukung Zelaya. Dengan gas air mata dan meriam air, polisi membubarkan sekitar 3000 pengunjuk rasa. Di pelbagai tempat lain di Honduras, pendukung Zelaya memulai mars protes. Mereka berharap bisa mencapai Tegucigalpa dalam beberapa hari mendatang. * BOM TEWASKAN 21 TAMU PESTA DI AFGANISTAN Di Afganistan 21 tamu pesta perkawinan tewas akibat bom yang ditanam di pinggir jalan. Enam lainnya terluka. Kelompok itu dalam perjalanan di propinsi Helmand , di daerah selatan negara yang rawan itu. Para tamu pesta perkawinan naik pedati yang ditarik traktor. Bom di pinggir jalan adalah senjata menakutkan dari kelompok radikal islam Taliban yang menentang tentara asing dan pemerintah. Dua minggu lagi, Afganistan akan menggelar pemilu presiden. Semakin dekat pilpres, diperkirakan kekerasan semakin menjadi. * KERUSUHAN DI KADELONIA BARU USAI Kaledonia Baru kembali tenang setelah seminggu dilanda protes disertai kekerasan. Negeri yang terletak di sebarang laut Prancis ini jadi rusuh setelah pemimpin serikat buruh mereka, Gerard Jodar, ditangkap. Dia ditangkap karena memblokir bandara udara di ibukota Noumea. Semua bermula dari pemecatan seorang pramugari maskapai Kaledonia Aircal. Anggota serikat buruh kemudian memasang barikade dan terlibat kekerasan dengan polisi. Puluhan polisi terluka dan 13 pendemo ditangkap. Maskapai penerbangan Aircal dan serikat buruh sudah menemukan titik penyelesaian dan situasi Kaledonia Baru kembali normal. Negara kepulauan yang terletak di Lautan Teduh, 2000 km timur Australia. Kaledonia Baru adalah bagian dari negara Prancis yang mendapat otonomi daerah. * PLURALISME AGAMA DI DUNIA MUSLIM JAMAN SEKARANG DAN SEKOLAH GRATIS DI INDIA Kita sering mendengar kata teroris dan ekstrimis saat berdiskusi tentang muslim akhir-akhir ini. Media juga terlalu sering menyorot pemeluk muslim yang menolak ide barat termasuk demokrasi. Bagaimanakah gambaran pluralisme agama di dunia barat sekarang ini? Saat berbicara di Kairo baru-baru ini, Presiden Amerika Barack Obama sempat menyinggung tentang hal ini. Obama juga berkata "Islam bangga akan tradisi dan toleransinya" seperti yang dikutip The Asian News. Survey Pew Research Center's Global Attitudes Project, yang dilakukan di 44 negara muslim, menunjukkan bahwa warga muslim menjunjung tinggi kebebasan berbicara, mengeluarkan pendapat, sistim multi parti dan persamaan hak di mata hukum. Namun pada kenyataannya, jelas ditengah-tengah keinginan warga muslim untuk merangkul ide pluralisme sering mendapat tekanan bahkan ancaman, baik dari pihak pemerintah maupun kelompok tertentu yang gagal melihat kebebasan beragama dalam Islam itu sendiri. Penelitian lain World Values Survey tahun 2003 dan sebuah hasil polling baru-baru ini dilakukan oleh Gallup Center for Muslim Study, yang melibatkan 1,3 milyar pemeluk agama Islam menunjukkan hal yang sama. Mereka mendukung demokrasi, HAM dan kebebasan. Dunia muslim mempunyai pandangan yang beragam tentang pluralisme agama. Beberapa kelompok melihat agama lain sebagai musuh. Yang lain melihat orang non muslim sebagai kelompok yang harus mendengar ajaran muslim. Namun masih banyak muslim yang menjunjung tinggi toleransi dan saling menghargai pemeluk agama lain. Bahkan ada juga yang berprinsip bahwa meski agama dan kepercayaan lain sama benarnya dengan teologi Islam. Jadi jelas ada dukungan bagi terbentuknya pluralisme agama, dan sistem politik. Yang menjadi pertanyaan sesungguhnya bukanlah: apakah ada dukungan dari warga muslim. Asian News menegaskan, tantangannya lebih kepada "Apakah para muslim reformis itu bisa menembus dan mengubah pemerintah mereka untuk merangkul ide pluralisme itu sendiri?" Kita beralih ke India. Semua anak yang berumur 6 sampai 14 tahun sekarang boleh menikmati sekolah gratis di India. Demikian harian berbahasa Belanda Trouw. Menurut menteri pendidikan India, Kapil Sibal undang-undang ini bisa menjadi awal baru bagi anak-anak India". Unicef mencatat 90% anak India sempat menikmati bangku SD. Dengan kemudahan ini, diharapkan sisanya atau sekitar 40 juta anak akhirnya bisa juga bersekolah. Sudah banyak kemajuan sebenarnya, 50 tahun yang lalu, hanya 100 juta anak India yang mengenyam pendidikan. Perundang-undangan pendidikan yang baru di India bukan hanya menuntut pemerintah untuk membangun lebih banyak sekolah, namun juga memberikan peluang bagi anak berkebutuhan khusus. Mereka adalah anak-anak yang menderita cacat dan murid dari kasta atau berkelas sosial rendah. Sementara analis mempertanyakan apakah India cukup mempunyai tenaga guru, materi dan sekolah untuk menampung semua anak-anak India, anggaran sekolahnya pun belum jelas dari mana. Namun melihat perkembangan pesat India di bidang pendidikan selama 50 tahun terakhir, bisa disebut : "Sulit tapi tidak mustahil" Demikian koran Trouw dan sekian pula tinjauan pers hari ini. * ASTRONOT BELANDA KEMBALI KE ANGKASA Astronot Belanda Andre Kuipers boleh ke stasiun ruang angkasan ISS selama setengah tahun. Suatu kegembiraan, tapi terutama kerja keras. Bagi astronot Belanda Andre Kuipers ini kesempatan baru untuk membuat impiannya menjadi kenyataan.Itu tujuan sebenarnya. Berlatih itu menyenangkan, namun berada di luar angkasa lebih memuaskan. Demikian jelas Andre Kuipers dengan gembira Secara detil astronot Belanda berusia 51 tahun itu menceritakan misi mendatangnya di stasiun ruang angkasa ISS. Pada 2004, ia memang sudah pernah mengunjungi stasiun ruang angkasa itu, saat itu ia tinggal selama 11 hari. Laporan Willemien Groot. Kendala Namun perjalanan selama setengah tahun kali ini tentu saja sangat berbeda. Kuipers:"Ya, memang ini kendala. Kebanyakan astronot memang mengatakan: tiga bulan bagus, tapi harus ikut lagi selama tiga bulan lagi. Setengah tahun cukup lama. Juga tidak baik bagi kesehatan. Terutama karena banyak kena radiasi, anda tidak dilindungi dari angkasa. Tulang anda bisa keropos, otot bisa lemas. Semua ini kan menyusahkan. Karena itulah banyak astronot tiap satu jam harus fitnes lari di ban berjalan untuk mencegah dampak negatif itu. Ini kan merusak kondisi tubuh kita." Ada perasaan kehilangan keluarga. Meskipun memang ada lebih banyak kemungkinan melakukan kontak dibanding dulu. Kami menelpon secara teratur, melalui satelit, kami juga dapat mengirim email langsung ke keluarga. Itu semua hal-hal mewah yang tidak didapat para petualang jaman dulu. Ketika itu para petualang menggunakan kapal kayu menyebrang lautan, dan tidak memiliki hubungan lagi. Mereka bahkan tidak tahu apakah mereka dapat kembali lagi. Teman perjalanan Astronot yang mendampinginya pun sudah diumumkan. Mereka adalah para astronot Amerika dan Rusia yang sudah lama dikenal oleh Kuipers. Kuipers :"Saya sudah kenal dua-duanya. Dan saya senang. Saya sudah pernah mengikuti training musim dingin bersama astronot Rusia itu, dua tahun lalu. Itu kesempatan untuk saling mengenal. Astronot Amerika sudah saya kenal baik juga. Ia sudah pernah melakukan penerbangan angkasa yang lama. Dua-duanya sudah pernah. Dalam hal ini, krunya cukup baik." Tim di stasiun ruang angkasa terdiri atas enam astronot yang akan melakukan beberapa penelitian. Selain itu mereka juga melakukan pemeliharaan dan perbaikan. Berjalan di ruang angkasa Kemungkinan ada pula program berjalan di ruang angkasa. Kendati hal tersebut merupakan puncak dari sebuah misi, namun berjalan di ruang angkasa bukanlah tanpa bahaya. Kuipers:" Berjalan di angkasa bukanlah suatu hal yang kita lakukan iseng. Ini harus betul-betul sesuai dengan program. Reparasi harus dilakukan atau eksperimen harus dikeluarkan atau diambil. Angkasa itu merupakan lingkungan yang memusuhi. Jalan di angkasa hanya dilakukan kalau benar-benar perlu. Pada dasarnya, ini tercantum di program. Jadi, kalau selama enam bulan nanti ada acara berjalan di angkasa, maka kemungkinan besar itu akan saya lakukan. Tapi, kami kan enam orang. Jadi kita lihat saja nanti. Tapi saya akan dilatih untuk itu." Berjalan di ruang angkasa dipelajari Kuipers di bumi. Berlatih keras dengan memakai pakaian ruang angkasa selama delapan jam dan mengapung di kolam di Amerika atau Rusia. Satelit ruang angkasa mini tiruan itu dilengkapi pula dengan alat komunikasi dan zat asam seperti halnya satelit sesunguhnya. Hanya saja proses kehilangan gaya berat di luar angkasa dilakukan dengan melayang di sebuah bak besar yang dipenuhi dengan air. Seperti halnya di tahun 2004, Kuipers juga melakukan beberapa penelitian. Tugas persis apa yang akan dilakukan belum diumumkan. Ekspedisi 30/31 seperti nama pesawat Kuiper, masih harus dimatangkan. Akhir tahun 2011, astronot Belanda itu kemungkinan sudah akan berada di kapsul generasi baru Soyuz yang akan diluncurkan dari pangkalan Rusia, Baykonur di Kazakhstan ke stasiun ruang angkasa. * SIA-SIAKAH PROTOKOL KYOTO? Kalau akibat dampak pancaran gas rumah kaca, suhu di daerah gambut seputar Kutub Utara naik hanya satu derajat Celsius saja, maka kesepakatan Protokol Kyoto tahun 1997 untuk mengurangi emisi CO2 gagal terealisasi. Demikian hasil beberapa percobaan di Swedia utara oleh antara lain ilmuwan Dr. Ellen Dorrepaal dari Vrije Universiteit di Amsterdam. Majalah ilmiah terkemuka 'Nature' menerbitkan artikel tentang percobaan di Swedia utara itu. Thijs Westerbeek van Eerten. Kenaikan suhu satu derajat Celsius saja akan meningkatkan emisi alami CO2 tanah gambut sangat luas sekitar Kutub Utara hingga 60 persen. Memang sebelumnya sudah diketahui bahwa ini bisa terjadi. Tapi ketika itu tidak lebih dari sebuah teori. Sekarang jelas terbukti bahwa kenaikan suhu sedikit saja berdampak sangat besar. Diperkirakan kenaikan suhu satu derajat Celsius akan bisa terjadi dalam 20 tahun mendatang. Dampak minimal Data baru jelas menekan pertemuan iklim akhir tahun ini di Kopenhagen, Denmark. Selain itu juga timbul pertanyaan apakah Protokol Kyoto berguna kalau memang dampaknya minimal. Tapi ilmuan Dr. Ellen Dorrepaal tidak sependapat. Ellen Dorrepaal: "Kyoto merupakan awal baik. Dengan protokol ini, politisi dan penduduk seluruh dunia menyadari pentingnya membuat kesepakatan internasional. Untung Amerika sekarang juga bersedia turut serta." Penyerap karbon Di daerah gambut sangat luas sekitar Kutub Utara, tersimpan sepertiga emisi alami CO2 bumi dalam bentuk bahan organik dari sisa-sisa tanaman, yakni gambut. Selain misalnya hutan tropis, gambut arktik adalah salah satu penyerap karbon terpenting bumi. Selama ini angin kutub sangat dingin mencegah gambut itu membusuk dan memancarkan CO2 ke atmosfer. Untuk membuktikan teori emisi tambahan CO2, Ellen Dorrepaal serta karyawannya membangun tenda-tenda transparan besar terbuat dari bahan perspex dan bagian atasnya terbuka. Dengan demikian hujan dan angin bisa menyentuh gambut, sementara panas sinar matahari ditampung di plastik perspex sehingga suhu naik satu derajat Celsius. Mengejutkan Kendati memang meramalkan kenaikan pancaran gas rumah kaca, tapi kenaikan 60 persen toh mengejutkan sekali bagi para ilmuwan. Kendati demikian Dorrepaal tidak menganggap sia-sia segala upaya untuk mencegah perubahan iklim. Ia bahkan merasa konperensi Kopenhagen makin penting untuk diselenggarakan. Ellen Dorrepaal: "Kami harus berharap akan dicapai kesepakatan lebih kuat sehingga emisi CO2 akibat ulah manusia dibatasi sehingga bisa mencegah pemanasan bumi yang lebih parah, serta tanah gambut di Laplandia, Kanada Utara dan Siberia tidak terbakar habis di depan mata kami." Karena bagi ilmuwan ini, satu hal jelas: Tidak berbuat apa-apa malah makin memperparah situasi. * FIDEL CASTRO DI DUNIA MAYA Tiga tahun lalu karena alasan kesehatan Fidel Castro menyerahkan kekuasaan kepada adiknya Raul. Namun tidak berarti ia menghilang. Lewat kolom-kolomnya di internet Fidel masih tetap aktif. Komentar redaktur Anna Karina Rosales. Pada 31 Juli 2006 Raul Castro mengambil alih kekuasaan dari Fidel yang sekarang berusia 83 tahun. Kesehatan pemimpin Kuba itu sangat merosot. Setelah dunia menyaksikan orang kuat Kuba itu pingsan, Fidel kemudian pensiun. Ketidakhadirannya di panggung politik menimbulkan kebingungan. Ketika tersiar desas-desus bahwa Fidel Castro sudah meninggal dunia, serta merta ditayangkan video yang memperlihatkan bahwa "sang komandan" masih hidup. Sementara adiknya Raul berusaha memegang kendali pemerintah, pemimpin Kuba berhati-hati memulihkan kembali kesehatannya dan berusaha tampil lagi di panggung politik, kali ini lewat internet. Pada awalnya ia menyampaikan analisanya dibawah nama "Reflexiones de Fidel" atau Renungan Fidel. Dua tahun lalu ia membuat kejutan. Ia langsung mengirim tulisannya ke situs web "Cuba Debate" sebuah situs web pro pemerintah yang terutama dibaca oleh pemirsa di luar negeri, karena di dalam negeri praktis tidak ada warga Kuba yang memiliki akses ke internet. Fidel Castro yang virtual Ketika Fidel Castro tiba-tiba meletakkan jabatan semua pihak berspekulasi bahwa kesehatannya sudah sangat parah. Sebaliknya selama tiga tahun terakhir jiwa, semangat dan kehebatannya berkomunikasi masih tetap membara. Pengaruh politiknya di berbagai negara Amerika Latin juga terbukti masih tetap besar. Timbul pertanyaan, siapa sebenarnya motor pendorong dibelakang "Renungan Fidel" itu ? Banyak yang curiga, bukan lagi Fidel Castro sendiri. "Video yang menayangkan Fidel jelas direkayasa. Tidak tertutup kemungkinan begitu pula dengan penulis "Renungan Fidel". Menurut saya, ini semua produk dari aparat propaganda pemerintah Kuba", tegas Antonio Granados, direktur "Cuba Free Press" di Miami - Florida, Amerika Serikat sebuah situs web digital yang berfungsi sebagai suatu wadah kebebasan berpendapat di Kuba. Bagi Granados, publikasi lewat internet ataupun video itu tidak bisa dipercaya, sama seperti propaganda yang sering dilakukan oleh penguasa diktator manapun. Pengawal Revolusi Esteban Israel koresponden kantor berita Reuters di Havanna lebih berhati-hati. Ia sudah tinggal 4 tahun di Kuba, setiap tulisan Fidel tanpa diberitahu sebelumnya selalu dikirim terlebih dahulu ke pers asing, didahului sebuah berita lewat sms. Menurut Esteban Israel cara ini merupakan "cara yang lihai untuk merebut pengaruh baru di panggung politik dunia, tanpa hadir secara fisik". Dengan kata lain, di Kuba Fidel Castro tetap menentukan agenda nasional dan internasional. Di Kuba ia tetap dianggap sebagai "Comandante en Jefe, pemimpin paling tinggi. Ia masih tetap sekretaris pertama partai komunis Kuba, jabatan tertinggi dalam partai. Menurut Esteban Israel, Raul dan penguasa lain Kuba mempunyai gelar baru bagi Fidel : "Pengawal Revolusi". Pesan Fidel kadang-kadang mengambil posisi yang berhati-hati atau posisi yang mencolok mengenai masalah-masalah nasional dan internasional. "Renungan Fidel" yang dipublikasikan lewat situas web www.cubadebate.cu ke-esokan harinya diambil alih oleh media Kuba. Bedanya menurut Esteban Israel, pidato Fidel dulu selalu langsung disiarkan oleh televisi. Sekarang media "menentukan sendiri" (dalam tanda kutip) bagaimana mereka menyebar-luaskan renungan tersebut. Sering "Renungan Kamerad Fidel" demikian sebutan media Kuba, seluruhnya dibacakan lewat radio dan televisi. Pemecatan Dalam Renungan itu misalnya Fidel memecat dua penasihat dekatnya, wakil presiden Carlos Lage dan menteri luar negeri Felipe Perez Roque. Hal itu mengejutkan semua oihak di dalam maupun luar negeri. Tidak ada yang memberikan komentar. Di situs web Cuba Debate, Fidel memberikan penjelasan singkat : "Manisnya kekuasaan ...... melahirkan ambisi yang menyebabkan sikap mereka yang tidak benar". Fidel juga mengomentari isyu-isyu internasional. Saat ini dua-kali sehari ia menyusun renungan mengenai persaingan kekuasaan di Honduras. Kata-kata menghibur Yang ditunggu sekarang adalah ucapan-ucapan yang menghibur dari Fidel. Situasi perkeonomian Kuba sangat terpuruk. Krisis ekonomi global menyebabkan turunnya pendapatan dari sektor wisata dan industri nikkel. Raul Castro bahkan telah melakukan penghematan di sektor kesehatan dan pendidikan. Menurut wartawan kantor berita Reuters Esteban Israel : "Raul membuka hotel bagi warga Kuba, memberi ijin penjualan computer dan telepon seluler. Banyak berharap, turis akan bertambah, tapi sia-sia saja ". Warga Kuba berharap, Fidel akan memberi mereka semangat lewat media maya. Tapi sampai sekarang, Fidel belum memberi komentar akan strategi baru adiknya, Raul. * Nasib penganut aliran kepercayaan di Cireundeu Konstitusi negara ini jelas menyatakan, negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya masing-masing. Namun ini ternyata tak berlaku di kampung Cireundeu, Cimahi, Jawa Barat. Laporan KBR68H di Jakarta. Konstitusi negara ini jelas menyatakan, negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya masing-masing. Namun ini ternyata tak berlaku di kampung Cireundeu, Cimahi, Jawa Barat. Para penganut kepercayaan Sunda Wiwitan di kampung ini tak dijamin kemerdekaannya untuk menjalankan keyakinan. Anak-anak yang terlahir dari penganut kepercayaan, bahkan tak diakui oleh negara. Di sekolah, mereka terpaksa mengakui dan mempelajari agama lain, supaya nilai pelajaran agama tak kosong di rapor. Reporter KBR68H Suryawijayanti berbincang dengan remaja Sunda Wiwitan yang tak sudi jadi pengkhianat kepercayaan mereka. Takut FPI Setahun lalu gerombolan beratribut Front Pembela Islam menyerbu Aliansi Keberagaman di Tugu Monas Jakarta. Deis, Irma, Rini dan Enci saat itu ada di sana. Di kepala mereka, masih terekam jelas peristiwa beringas di hari jadi Pancasila itu. Anak-anak: "Takut, kayak dilempar-lempar batu, takut saja ... Ya tegang terus, pokoknya takut aja, ngumpet di mobil ... takut diserang. Soalnya khan pake baju adat, takutnya pas FPI liat langsung diserang, kita langsung pake jaket lalu masuk mudik. Sadis ah. Kenapa sih sampai begitu, meski kita beda. Apa sih salah kita ... IyaTeh, apa salah kita sih ..." Ya, apa salahnya? Anak-anak yang belum genap berusia tujuh belas tahun itu bertanya. Tak pernah terbayang, mereka harus menjadi saksi kejadian beringas. Mereka adalah anak-anak penghayat kepercayaan Sunda Wiwitan yang tinggal di Kampung Cireundeu, Cimahi, Jawa Barat. Di kampung Cireundeu ada sekitar 800an warga yang masih memegang teguh ajaran Sunda Wiwitan. Kepercayaan ini dikembangkan oleh Pangeran dari Cigugur, Kuningan. Kepercayaan ini dikenal juga sebagai Cara Karuhun Urang atau tradisi nenek moyang. Mereka percaya pada Tuhan, dan teguh menjaga kepercayaan serta menjaga jatidiri sebagai orang Sunda. Saling menghargai Menurut Abah Emen, Ketua Kampung Adat Cireundeu ajaran ini menekankan manusia harus saling menghargai dan berdampingan dengan makhluk hidup lainnya. Abah Emen: "Tekad, ucap dan perilaku. Yang penting adalah bagaimana perilaku kita, bukan apa yang keluar dari mulut. Yang diucapkan harus benar, semua tak boleh berdusta dan berbohong, jangan dilakukan semua larangan. Itu saja kok prinsipnya. Kita harus berbuat baik sesama manusia, tolong menolong, jangan menyakiti manusia, perkataan hati-hati, jangan asal saja." Selain itu masyarakat Cireundeu menghormati leluhur mereka dengan tidak memakan nasi melainkan singkong. Bagi warga, tak makan nasi berarti menjalankan ajaran leluhur untuk mempertahankan apa yang mereka sebut, jati diri yang asli. Yana, pemuka Masyarakat Adat Kampung Cireundeu. Yana: "Kami pun dalam kehidupan keseharian selalu menerapkan filosofi leluhur, dan selalu diingatkan inilah garis hidup yang harus kita jaga, mengemban sampai akhir hayat hidup kita." Didikskriminasi Sebagai penganut kepercayaan, Yana kenyang dengan perlakuan diskriminatif dari negara. Yana: "Kami kesulitan untuk mencatatkan data sipil, pernikahan, kependudukan lah, semuanya. Dan kami di sekolah juga kebingungan, harus mengikut ke mana. Walaupun kami sudah mengaku sebagai penganut, tapi sekolah tak mau ngasih soal dan nilai, karena bukan agama resmi. Kami pernah datang ke sekolah, kami seperti ini, tapi katanya tak ada Undang Undang dan dasar hukumnya." Maka, anak-anak Sunda Wiwitan mau tak mau harus mencantumkan salah satu agama yang diakui oleh pemerintah ketika berada di sekolah. Itu kalau tak ingin nilai agama di rapor kosong. Rini baru saja lulus SMA. Pelajaran agama Islam ia pilih karena mayoritas siswa di sekolahnya adalah Muslim. Rini: "Rini ikut agama Islam, Dari SD sampai SMA ikut agama Islam, kalo Rini bisa ngerjain, nurutin agama lain, yak bisa sih." KBR68H: "Di satu kelas ada berapa penganut penghayat Rin?" Rini: "Rini aja Teh." Rini mengaku pertanyaan aneh kerap dilontarkan teman-temannya atas pilihan keyakinan yang dianutnya. KBR68H: "Suka ditanyain ama temen-temen?" Rini: "Suka sih, paling ditanya apa sih agamanya, bagaimana cara doanya, Rini sih jawab." KBR68H: "Trus apa yang Rini jawab?" Rini: "Yah Rini bilang sih kalo sama aja ama agama kalian, Cuma beda cara doanya." KBR68H: "Trus gimana temen menyikapinya?" Rini: "Ada sih yang bilang penghayat sih apaan. Khan agama cuma lima doank." Irma Gusriani, baru saja naik kelas 3 SMA Warga Bhakti, Cimahi. Di sekolah, ia menjadi satu-satunya penghayat kepercayaan. Di rapor tercantum nilai 80 untuk pelajaran agama Islam. Irma: "Di sekolah ikut agama Islam." KBR68H: "Susah gak?" Irma: "Gampang-gampang susah." KBR68H: "Dapat nilai berapa?" Irma: "80." KBR68H: "Apa sih yang dipelajari?" Irma: "Ya baca Al Qur'an, sholat, teori dan praktek-praktek, khan di situ mayoritas agama Islam, jadi yang dipelajari agama Islam." KBR68H: "Suka ditanya ama teman-teman?" Irma: "Iya, yah soal kitab-kitab dan cara doanya. Kadang dijawab kadang juga tidak." Meski harus mempelajari dan bergelut dengan keyakinan lain selama bertahun-tahun, Irma dan Rini tak goyah memegang teguh keyakinan Sunda Wiwitan. Irma: "Karena khan ini agama dari nenek moyang, jadi harus tetap dipertahankan." Rini: "Karena Rini sudah yakin dengan agama ini, yang lain tak percaya." Belajar aksara Sunda Lalu bagaimana anak-anak ini tetap yakin memeluk Sunda Wiwitan, di tengah gempuran ayat-ayat suci agama lain. Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Belasan anak-anak Sekolah Dasar masih asyik bermain petak umpet di sekitar Balai Kampung Cireundeu. Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Empat remaja sudah tiba di Balai, akan mengajarkan aksara Sunda. Ada sekitar 15an anak usia Sekolah Dasar yang ikut belajar mengeja aksara Sunda. Tak ketinggalan lagu-lagu dengan lirik aksara Sunda kuno juga diajarkan ke anak-anak ini. Ini kelas rutin, seminggu sekali, tiap akhir pekan. Meskipun tak ada paksaan, namun kursi-kursi di ruangan yang bersebelahan dengan Balai Kampung Cireundeu selalu penuh. Pengajarnya adalah anak-anak muda Cireundeu. KBR68H: "Kenapa sih pingin tetap ngajari bahasa Sunda?" Rini: "Rini pingin ngembangin aksara Sunda, Rini khan bisa maka ngajari aksara Sunda." KBR68H: "Tapi ini khan hari minggu, yang harusnya harus santai, trus mesti ngajari, hari gini?" Rini: "Yah sudah kewajiban sih Mbak. Dulu memang kita juga diajari ... ada sih yang suka bilang anak muda koq mau-maunya ngajari, khan gengsi ..." Melestarikan warisan Bagi penduduk Cireundeu, sekecil apapun warisan karuhun itu harus dilestarikan. Termasuk dalam urusan bahasa dan aksara. Melalui aksara dan lagu inilah keyakinan Sunda Wiwitan diturunkan dan dilestarikan. Yana, seorang pemuka Masyarakat Adat Kampung Cireundeu. Yana: "Kami sebagai satu bangsa mempunyai, cara dan ciri, rupa, bahasa, aksara, adat budaya, itu adalah ciri, yang harus dipertahankan." Anak-anak inilah yang nantinya menjadi penerus ajaran Sunda Wiwitan agar tetap bertahan di Bumi Cireundeu. Meskipun berbagai persoalan sudah membentang di depan mata, bahkan sejak mereka dilahirkan dari orangtua penghayat. Anak-anak penghayat yang tak diakui negara, bukan cerita baru lagi. Akibat perkawinan orangtuanya yang tak didaftarkan di Catatan Sipil, anak-anak ini ikut-ikutan tak mendapatkan pengakuan negara. Tak satu pun dari anak-anak ini yang punya Akte Kelahiran, dokumen resmi pertama yang mestinya dimiliki setiap anak. Salah seorang warga Cireundeu, Sudrajat, bercerita bagaimana susahnya penghayat kepercayaan harus berurusan dengan birokrasi yang diskriminatif. Negara menganggap para penghayat kepercayaan tidak menganut salah satu agama yang diakui pemerintah. Karenanya, tak dianggap sebagai warga negara. Sudrajat: "Kita dituntut harus punya KTP, padahal untuk bikin KTP harus punya KK. Nah untuk punya KK harus punya akte nikah. Nah orang tua saya mah tak punya KTP,maka saya tak punya akte kelahiran. Saya juga prihatin, menjadi anak tiri di negeri sendiri." Sudrajat dengan senyum getir, mengaku terpaksa mengucap kalimat syahadat, agar perkawinannya diakui di lembar negara. Tujuannya hanya satu, agar anaknya nanti tak dicap sebagai anak haram jadah hasil kumpul kebo. Sudrajat: "Terpaksa berbohong memeluk agama Islam, pdahal saya bukan Islam biar saya bisa mendapatkan surat nikah. Karena surat ini menjadi syarat untuk mendapatkan akte kelahiran anak saya. Saya sih intinya hanya ingin anak saya punya akte, jangan seperti saya yang tak punya akte nikah, karena orangtua dulu nikah adat." Himpunan Penghayat Kepercayaan Kasus Sudrajat hanyalah satu dari sekian banyak yang dialami para penghayat kepercayaan. Sekretaris Jenderal, Himpunan Penghayat Kepercayaan, A.A. Sudirman menyatakan hingga kini sedikitnya ada 10 juta penghayat kepercayaan yang bergabung dalam organisasi Himpunan Penghayat Kepercayaan. Dalam perkembangannya, kelompok penghayat kepercayaan ini masih saja terbentur dengan tetek bengek urusan birokrasi. Sudirman: "Tak tahu, lalu urusan komputer yang katanya gak ada formnya. Nah itu berlanjut ntar pas nikah, lalu Kantor Catatan Sipil menolak. Mereka tak tahu apa-apa, saya pikir mereka menganggap para penghayat ini bukan warga negara." Di dunia pendidikan, ternyata negara masih gagap untuk menyusun kurikulum untuk anak-anak penghanyat. Akibatnya, anak-anak dipaksa untuk mengkhianati keyakinan sendiri. Sudirman: "Kasihan anak dipaksa, terpaksa belajar yang berbeda hati nurani, tapi soalnya kalo di sekolah diajar keyakinan lain. Ini khan mereka menjadi pembohong-pembohong semua. Bagi saya ini menyedihkan dan ironi." Garis hidup sebagai anak penghayat kepercayaan semestinya tak membuat anak-anak penghayat sulit meraih mimpi dan menggapai cita-cita mereka. Ikuti laporan KBR68H selengkapnya dengana meng-klik link di bawah ini: www.ranesi.nl Konstitusi negara ini jelas menyatakan, negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya masing-masing. Namun ini ternyata tak berlaku di kampung Cireundeu, Cimahi, Jawa Barat. * DIANA, SEORANG TERSANGKA PASIEN H1N1 Flu babi atau flu Meksiko semakin banyak menelan korban dan menjangkiti orang. Di Indonesia korban tewas sudah tiga orang. Sementara yang terkena sudah cukup banyak. Salah seorang yang terkena gejala terjangkit virus H1N1 adalah Dianawati (33 tahun), seorang wiraswastawati. Setelah pulang dari Balikpapan ia merasakan gejala flu babi. Koresponden Aboeprijadi Santoso menjumpainya di Jakarta. Berikut petikan wawancaranya. Aboeprijadi Santoso (AS): Anda terjangkit di Balikpapan. Kapan itu? Dianawati: Tepatnya saya terjangkit di daerah mana, saya tidak bisa memastikan. Apakah pas di Balikpapan atau pas di Jakarta. Tapi, karena saya sering banyak berada di luar, di tempat umum, di lingkungan bandara dan hotel - tentu itu tempat-tempat yang sangat lumayan rawan ya. AS: Kira-kira kapan Anda mulai merasa demam? Dianawati: Setelah saya pulang dari hotel bintang lima di Jakarta tanggal 23 sampai tanggal 25 Juli saya menginap di sana. Tanggal 26 saya pulang, itu saya sudah merasakan badan yang tidak enak dan panas. Setelah itu saya dirawat di rumah sakit. AS: Jadi baru kemarin akhir Juli Anda keluar dari rumah sakit? Dianawati: Ya. Jadi baru beberapa hari saja. Baru. Bisa dibilang ini hari pertama saya berani keluar. Ini hari pertama saya berani untuk bersosialisasi kembali. Sikap masyarakat AS: Tadi ketika berangkat dari rumah bagaimana masyarakat sekitar menanggapi? Dianawati: Biasa aja. Karena saya tinggal di lingkungan biasa yang kehidupan bertetangganya kurang dekat, jadi tetangga kurang tahu apa yang kita rasakan. AS: Apa saran dokter selama Anda dirawat? Dianawati: Istirahat yang cukup. Minum antibiotik sampai habis. Lalu katanya: "Jika anda batuk, maka usahakan pakai masker." AS: Anda sempat diisolasi di kamar sendiri? Kamar isolasi Dianawati: Ya diisolasi di kamar sendiri. Saya rasa ruangannya cukup apa ya... memang didesain untuk penyakit infeksi. Jadi sama sekali tidak ada ventilasi sehingga tidak mungkin ada virus yang keluar. AS: Tapi selama perjalanan dari Balikpapan ke Jakarta itu, Anda sudah mempunyai perasaan bahwa ini flu babi? Dianawati: Tidak. AS: Bagaimana tanggapan masyarakat ketika mengetahui Anda sakit? Dianawati: Ini saya alami ya perasaan kurang nyaman. Keluarga dan teman-teman mendengar bahwa kemungkinan besar saya mengidap virus H1N1, mereka langsung menjaga jarak tentunya. Sebenarnya saya juga tidak mau menulari orang lain. Makanya saya menjaga jarak. AS: Anda merasa terkucil? Dianawati: Sedikit merasa. AS: Tidak ada orang yang membantu Anda? Dukungan keluarga Dianawati: Keluarga yang kasih support (dukungan,red). Cuma karena saya mencintai mereka, ya saya juga mereka untuk mendekati saya. AS: Dari mana mereka tahu Anda kemungkinan mengidap virus ini? Dianawati: Karena saya sudah dirawat di RS Sulianti Saroso. AS: Tapi orang di sekitar rumah Anda? Dianawati: Di sekitar rumah sih tidak ada yang tahu alhamdulillah. AS: Anda sekarang tampak sehat bahkan tidak menggunakan masker. Tapi bagiamana perasaan Anda sekarang? Dianawati: Alhamdulillah, penuh syukur, karena ini bisa saya lalui. Dan saya bisa kembali beraktivitas. Untuk mendengarkan silakan klik www.ranesi.nl --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
