---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 06 Agustus 2009 14:40 UTC



** PELAKU SERANGAN MUMBAI DIVONIS MATI

** PERINGATAN PEMBOMAN HIROSHIMA

** AMNESTI UNTUK PEMBERONTAK DELTA NIGER

** GEMA WARTA TINJAUAN PERS: PLURALISME AGAMA DI DUNIA MUSLIM JAMAN SEKARANG 
DAN SEKOLAH GRATIS DI INDIA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ASTRONOT BELANDA KEMBALI KE ANGKASA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SIA-SIAKAH PROTOKOL KYOTO?

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: FIDEL CASTRO DI DUNIA MAYA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: DIANA, SEORANG TERSANGKA PASIEN H1N1



* PELAKU SERANGAN MUMBAI DIVONIS MATI

Di India tiga orang divonis mati sehubungan serangan bom di kota Mumbai tahun 
2003.
52 orang tewas dan 180 lain terluka dalam dua ledakan bom mobil. Satu bom 
meledak di dekat monumen terkenal Gateway of India. Bom lain di pasar yang 
ramai pengunjung di kota berpenduduk jutaan jiwa itu. 

Serangan diduga pembalasan atas tindak kekerasan warga Hindu terhadap muslim di 
negara bagian India barat, Gujarat, tahun 2002. Menurut hakim, ketiga tervonis 
mati adalah anggota Laskar e-Taiba. Kelompok militan Islam dari Pakistan ini 
juga bertanggung jawab atas serangan teror di Mumbai November lalu, yang 
menewaskan 166 orang.


* PERINGATAN PEMBOMAN HIROSHIMA

Sekitar 50 ribu orang menghadiri peringatan pemboman Hiroshima, Jepang tahun 
1945.
Walikota Tadatoshi Akiba berharap sepuluh tahun lagi dunia akan bisa bebas 
senjata atom. Ia memuji Presiden Amerika Barack Obama karena pandangan anti 
nuklirnya. Obama mengatakan Amerika Serikat mempunyai tanggungjawab moral 
memusnahkan senjata nuklir di dunia. 

Pemboman Amerika terhadap Hiroshima akhir Perang Dunia II menewaskan 140 ribu 
jiwa. Tiga hari kemudian 70 ribu orang tewas ketika dilancarkan serangan bom 
kedua di kota Nagasaki. Jepang kemudian menyerah, menandai akhir perang.


* AMNESTI UNTUK PEMBERONTAK DELTA NIGER

Hari ini (06/08) mulai berlaku peraturan amnesti kepada pemberontak Delta 
Niger, kawasan kaya minyak. 

Pemberontak yang dalam dua bulan mendatang menyerahkan senjata dan bersumpah 
meninggalkan kekerasan, tidak akan dituntut. Dalam sebuah kamp mereka harus 
mengikuti program rehabilitasi dan akan memperoleh sekitar 400 dolar per bulan. 
Dengan cara itu Presiden Yar'Adua berharap bisa mengakhiri kerusuhan di Delta 
Niger. Pemerintah berharap sedikitnya 10 ribu pemberontak akan menyerahkan 
senjata.


* BAYI TEWAS DI DERMAGA PRANCIS

Di Bretagne, Prancis, seorang bayi usia tujuh pekan, akibat jatuh di dermaga. 
Bayi asal Belanda ini dibawa oleh ibunya jalan-jalan di dermaga Erquy, 
menggunakan kereta dorong anak. Ketika sang ibu akan membuat foto, ia 
melepaskan kereta pada bagian dermaga dengan permukaan menurun. 

Kereta berisi bayi langsung meluncur ke bawah, sejauh delapan meter. Sang bayi 
menderita luka parah dan langsung dilarikan ke rumah sakit Rennes. Beberapa 
waktu kemudian bayi tersebut meninggal dunia. Rumah sakit segera menyediakan 
bantuan psikologi pada orangtua bayi.


* JEFFERSON BERSALAH TERKAIT KASUS KORUPSI

Bekas anggota Dewan Perwakilan Amerika dinyatakan bersalah terkait skandal 
korupsi. 
Menurut juri, tokoh Demokrat William Jefferson menerima uang suap dari lebih 
dari sepuluh perusahaan.
Sebagai imbalan ia memberi perusahaan bersangkutan kontrak menguntungkan di 
Afrika, antara lain di sektor perminyakan dan telekomunikasi. 
Jefferson diperkirakan menerima uang suap lebih dari 400 ribu dollar. Dalam 
penyelidikan, Biro Investigasi Federal Amerika, FBI antara lain menemukan 90 
ribu dolar di lemari esnya. Demokrat berusia 62 tahun ini bisa dikenai hukuman 
penjara 150 tahun. 
William Jefferson selama 18 tahun menjadi anggota DPRnya Amerika untuk negara 
bagian Louisiana. Dalam pemilihan tahun lalu, dia tidak terpilih kembali.


* BAGDAD TANPA TEMBOK PENGAMAN

Bagdad menghancurkan tembok beton, pemisah pelbagai pemukiman. Tembok itu 
dibangun setelah invasi Amerika tahun 2003, dengan maksud memperkecil 
kemungkinan serangan.

Terutama daerah yang banyak terdapat gedung pemerintahan, dikelilingi tembok 
dan pagar. 
Tentara Amerika menarik diri sebulan yang lalu dari Bagdad. Mereka pindah ke 
pos-pos di luar kota. Keputusan untuk menghancurkan tembok keamanan itu diambil 
oleh pemerintah Irak, yang ingin menunjukkan mampu berdiri tanpa Amerika. 
Kendati kekerasan teroris di Bagdad menurun drastis, tapi masih belum 
sepenuhnya teratasi. Jumat lalu 31 orang tewas dalam serangkaian serangan bom 
terhadap beberapa mesjid Syiah.


* BERITA BURSA

Setelah beberapa saat dibuka, Bursa Indeks AEX menunjukkan kenaikan  1,1% lebih 
tinggi pada 288,44 poin. 

Unilever naik 5,4%, dan ada kenaikan jumlah sebesar 2%. Para analis 
memperkirakan kenaikan itu akan terjadi lagi kwartal depan. 
Bursa London, Frankfurt dan Paris naik 0,9%.
Indeks Nikkei ditutup 1,32% lebih tinggi pada 10,388.09 poin.
Satu euro tercatat 1,4407 dolar Amerika.
Satu dolar Amerika bernilai 9.880 rupiah.

Satu euro sama dengan 14.225 rupiah.


* DUKUNGAN AMERIKA TERHADAP ZELAYA BERKURANG

Dukungan Amerika Serikat untuk presiden tersingkirkan Honduras, Manuel Zelaya 
tampaknya berkurang. 

Ini terlihat dari jabawan tertulis Departemen Luar Negeri atas pertanyaan yang 
diajukan Senator Republiken Richard Lugar. Departemen Luar Negeri ingin 
bersikap netral dalam krisis dan tidak mempertimbangkan sanksi selanjutnya 
terhadap pemerintah interim Honduras. Sebelumnya Washington jelas memihak 
Zelaya, antara lain dengan mencabut visa bagi penguasa Honduras yang sekarang. 
Sementara itu di ibukota Honduras, Tegucigalpa, polisi menumpas demonstrasi 
pendukung Zelaya. Dengan gas air mata dan meriam air, polisi membubarkan 
sekitar 3000 pengunjuk rasa. Di pelbagai tempat lain di Honduras, pendukung 
Zelaya memulai mars protes. Mereka berharap bisa mencapai Tegucigalpa dalam 
beberapa hari mendatang.


* BOM TEWASKAN 21 TAMU PESTA DI AFGANISTAN

Di Afganistan 21 tamu pesta perkawinan tewas akibat bom yang ditanam di pinggir 
jalan. Enam lainnya terluka. Kelompok itu dalam perjalanan di propinsi Helmand 
, di daerah selatan negara yang rawan itu. Para tamu pesta perkawinan naik 
pedati yang ditarik traktor. Bom di pinggir jalan adalah senjata  menakutkan 
dari kelompok radikal islam Taliban yang menentang tentara asing dan 
pemerintah. Dua minggu lagi, Afganistan akan menggelar pemilu presiden. Semakin 
dekat pilpres, diperkirakan kekerasan semakin menjadi.


* KERUSUHAN DI KADELONIA BARU USAI

Kaledonia Baru kembali tenang setelah seminggu dilanda protes disertai 
kekerasan. Negeri yang terletak di sebarang laut Prancis ini jadi rusuh setelah 
pemimpin serikat buruh mereka, Gerard Jodar, ditangkap.  Dia ditangkap karena 
memblokir bandara udara di ibukota Noumea. Semua bermula dari pemecatan seorang 
pramugari maskapai Kaledonia Aircal. Anggota serikat buruh kemudian memasang 
barikade dan terlibat kekerasan dengan polisi. Puluhan polisi terluka dan 13 
pendemo ditangkap. Maskapai penerbangan Aircal dan serikat buruh sudah 
menemukan titik penyelesaian dan situasi Kaledonia Baru kembali normal. Negara 
kepulauan yang terletak di Lautan Teduh, 2000 km timur Australia. Kaledonia 
Baru adalah bagian dari negara Prancis yang mendapat otonomi daerah.


* PLURALISME AGAMA DI DUNIA MUSLIM JAMAN SEKARANG DAN SEKOLAH GRATIS DI INDIA

Kita sering mendengar kata teroris dan ekstrimis saat berdiskusi tentang muslim 
akhir-akhir ini. Media juga terlalu sering menyorot pemeluk muslim yang menolak 
ide barat termasuk demokrasi. Bagaimanakah gambaran pluralisme agama di dunia 
barat sekarang ini?
Saat berbicara di Kairo baru-baru ini, Presiden Amerika Barack Obama sempat 
menyinggung tentang hal ini. Obama juga berkata "Islam bangga akan tradisi dan 
toleransinya" seperti yang dikutip The Asian News. 
Survey Pew Research Center's Global Attitudes Project, yang dilakukan di 44 
negara muslim, menunjukkan bahwa warga muslim menjunjung tinggi kebebasan 
berbicara, mengeluarkan pendapat, sistim multi parti dan persamaan hak di mata 
hukum. Namun pada kenyataannya, jelas ditengah-tengah keinginan warga muslim 
untuk merangkul ide pluralisme sering mendapat tekanan bahkan ancaman, baik 
dari pihak pemerintah maupun kelompok tertentu yang gagal melihat kebebasan 
beragama dalam Islam itu sendiri.
Penelitian lain World Values Survey tahun 2003 dan sebuah hasil polling 
baru-baru ini dilakukan oleh Gallup Center for Muslim Study, yang melibatkan 
1,3 milyar pemeluk agama Islam menunjukkan hal yang sama. Mereka mendukung 
demokrasi, HAM dan kebebasan.
Dunia muslim mempunyai pandangan yang beragam tentang pluralisme agama. 
Beberapa kelompok melihat agama lain sebagai musuh. Yang lain melihat orang non 
muslim sebagai kelompok yang harus mendengar ajaran muslim. Namun masih banyak 
muslim yang menjunjung tinggi toleransi dan saling menghargai pemeluk agama 
lain. Bahkan ada juga yang berprinsip bahwa meski agama dan kepercayaan lain 
sama benarnya dengan teologi Islam. Jadi jelas ada dukungan bagi terbentuknya 
pluralisme agama, dan sistem politik.
Yang menjadi pertanyaan sesungguhnya bukanlah: apakah ada dukungan dari warga 
muslim. Asian News menegaskan, tantangannya lebih kepada "Apakah para muslim 
reformis itu bisa menembus dan mengubah pemerintah mereka untuk merangkul ide 
pluralisme itu sendiri?"
Kita beralih ke India.
Semua anak yang berumur 6 sampai 14 tahun sekarang boleh menikmati sekolah 
gratis di India. Demikian harian berbahasa Belanda Trouw. 
Menurut menteri pendidikan India, Kapil Sibal undang-undang ini bisa menjadi 
awal baru bagi anak-anak India". Unicef mencatat 90% anak India sempat 
menikmati bangku SD. Dengan kemudahan ini, diharapkan sisanya atau sekitar 40 
juta anak akhirnya bisa juga bersekolah. Sudah banyak kemajuan sebenarnya, 50 
tahun yang lalu, hanya 100 juta anak India yang mengenyam pendidikan.
Perundang-undangan pendidikan yang baru di India bukan hanya menuntut 
pemerintah untuk membangun lebih banyak sekolah, namun juga memberikan peluang 
bagi anak berkebutuhan khusus. Mereka adalah anak-anak yang menderita cacat dan 
murid dari kasta atau berkelas sosial rendah.
Sementara analis mempertanyakan apakah India cukup mempunyai tenaga guru, 
materi dan sekolah untuk menampung semua anak-anak India, anggaran sekolahnya 
pun belum jelas dari mana. Namun melihat perkembangan pesat India di bidang 
pendidikan selama 50 tahun terakhir, bisa disebut : "Sulit tapi tidak mustahil"
Demikian koran Trouw dan sekian pula tinjauan pers hari ini.


* ASTRONOT BELANDA KEMBALI KE ANGKASA

Astronot Belanda Andre Kuipers boleh ke stasiun ruang angkasan ISS selama 
setengah tahun. Suatu kegembiraan, tapi terutama kerja keras. Bagi astronot 
Belanda Andre Kuipers ini kesempatan baru untuk membuat impiannya menjadi 
kenyataan.Itu tujuan sebenarnya. Berlatih itu menyenangkan, namun berada di 
luar angkasa lebih memuaskan. Demikian jelas Andre Kuipers dengan gembira 
Secara detil astronot Belanda berusia 51 tahun itu menceritakan misi 
mendatangnya di stasiun ruang angkasa ISS. Pada 2004, ia memang sudah pernah 
mengunjungi stasiun ruang angkasa itu, saat itu ia tinggal selama 11 hari. 
Laporan Willemien Groot.
Kendala
Namun perjalanan selama setengah tahun kali ini tentu saja sangat berbeda.
Kuipers:"Ya, memang ini kendala. Kebanyakan astronot memang mengatakan: tiga 
bulan bagus, tapi harus ikut lagi selama tiga bulan lagi. Setengah tahun cukup 
lama. Juga tidak baik bagi kesehatan. Terutama karena banyak kena radiasi, anda 
tidak dilindungi dari angkasa. Tulang anda bisa keropos, otot bisa lemas. Semua 
ini kan menyusahkan. Karena itulah banyak astronot tiap satu jam harus fitnes 
lari di ban berjalan untuk mencegah dampak negatif itu. Ini kan merusak kondisi 
tubuh kita."
Ada perasaan kehilangan keluarga. Meskipun memang ada lebih banyak kemungkinan 
melakukan kontak dibanding dulu. Kami menelpon secara teratur, melalui satelit, 
kami juga dapat mengirim email langsung ke keluarga. Itu semua hal-hal mewah 
yang tidak didapat para petualang jaman dulu. Ketika itu para petualang 
menggunakan kapal kayu menyebrang lautan, dan tidak memiliki hubungan lagi. 
Mereka bahkan tidak tahu apakah mereka dapat kembali lagi.
Teman perjalanan
Astronot yang mendampinginya pun sudah diumumkan. Mereka adalah para astronot 
Amerika dan Rusia yang sudah lama dikenal oleh Kuipers.
Kuipers :"Saya sudah kenal dua-duanya. Dan saya senang. Saya sudah pernah 
mengikuti training musim dingin bersama astronot Rusia itu, dua tahun lalu. Itu 
kesempatan untuk saling mengenal. Astronot Amerika sudah saya kenal baik juga. 
Ia sudah pernah melakukan penerbangan angkasa yang lama. Dua-duanya sudah 
pernah. Dalam hal ini, krunya cukup baik."
Tim di stasiun ruang angkasa terdiri atas enam astronot yang akan melakukan 
beberapa penelitian. Selain itu mereka juga melakukan pemeliharaan dan 
perbaikan.
Berjalan di ruang angkasa
Kemungkinan ada pula program berjalan di ruang angkasa. Kendati hal tersebut 
merupakan puncak dari sebuah misi, namun berjalan di ruang angkasa bukanlah 
tanpa bahaya.
Kuipers:" Berjalan di angkasa bukanlah suatu hal yang kita lakukan iseng. Ini 
harus betul-betul sesuai dengan program. Reparasi harus dilakukan atau 
eksperimen harus dikeluarkan atau diambil. Angkasa itu merupakan lingkungan 
yang memusuhi. Jalan di angkasa hanya dilakukan kalau benar-benar perlu. Pada 
dasarnya, ini tercantum di program. Jadi, kalau selama enam bulan nanti ada 
acara berjalan di angkasa, maka kemungkinan besar itu akan saya lakukan. Tapi, 
kami kan enam orang. Jadi kita lihat saja nanti. Tapi saya akan dilatih untuk 
itu."
Berjalan di ruang angkasa dipelajari Kuipers di bumi. Berlatih keras dengan 
memakai pakaian ruang angkasa selama delapan jam dan mengapung di kolam di 
Amerika atau Rusia. Satelit ruang angkasa mini tiruan itu dilengkapi pula 
dengan alat komunikasi dan zat asam seperti halnya satelit sesunguhnya. Hanya 
saja proses kehilangan gaya berat di luar angkasa dilakukan dengan melayang di 
sebuah bak besar yang dipenuhi dengan air.
Seperti halnya di tahun 2004, Kuipers juga melakukan beberapa penelitian. Tugas 
persis apa yang akan dilakukan belum diumumkan. Ekspedisi 30/31 seperti nama 
pesawat Kuiper, masih harus dimatangkan. Akhir tahun 2011, astronot Belanda itu 
kemungkinan sudah akan berada di kapsul generasi baru Soyuz yang akan 
diluncurkan dari pangkalan Rusia, Baykonur di Kazakhstan ke stasiun ruang 
angkasa.


* SIA-SIAKAH PROTOKOL KYOTO?

Kalau akibat dampak pancaran gas rumah kaca, suhu di daerah gambut seputar 
Kutub Utara naik hanya satu derajat Celsius saja, maka kesepakatan Protokol 
Kyoto tahun 1997 untuk mengurangi emisi CO2 gagal terealisasi. Demikian hasil 
beberapa percobaan di Swedia utara oleh antara lain ilmuwan Dr. Ellen Dorrepaal 
dari Vrije Universiteit di Amsterdam. Majalah ilmiah terkemuka 'Nature' 
menerbitkan artikel tentang percobaan di Swedia utara itu. Thijs Westerbeek van 
Eerten.

Kenaikan suhu satu derajat Celsius saja akan meningkatkan emisi alami CO2 tanah 
gambut sangat luas sekitar Kutub Utara hingga 60 persen. Memang sebelumnya 
sudah diketahui bahwa ini bisa terjadi. Tapi ketika itu tidak lebih dari sebuah 
teori. Sekarang jelas terbukti bahwa kenaikan suhu sedikit saja berdampak 
sangat besar. Diperkirakan kenaikan suhu satu derajat Celsius akan bisa terjadi 
dalam 20 tahun mendatang. 

Dampak minimal
Data baru jelas menekan pertemuan iklim akhir tahun ini di Kopenhagen, Denmark. 
Selain itu juga timbul pertanyaan apakah Protokol Kyoto berguna kalau memang 
dampaknya minimal. Tapi ilmuan Dr. Ellen Dorrepaal tidak sependapat.

Ellen Dorrepaal: "Kyoto merupakan awal baik. Dengan protokol ini, politisi dan 
penduduk seluruh dunia menyadari pentingnya membuat kesepakatan internasional. 
Untung Amerika sekarang juga bersedia turut serta."

Penyerap karbon
Di daerah gambut sangat luas sekitar Kutub Utara, tersimpan sepertiga emisi 
alami CO2 bumi dalam bentuk bahan organik dari sisa-sisa tanaman, yakni gambut. 
Selain misalnya hutan tropis, gambut arktik adalah salah satu penyerap karbon 
terpenting bumi. Selama ini angin kutub sangat dingin mencegah gambut itu 
membusuk dan memancarkan CO2 ke atmosfer. 

Untuk membuktikan teori emisi tambahan CO2, Ellen Dorrepaal serta karyawannya 
membangun tenda-tenda transparan besar terbuat dari bahan perspex dan bagian 
atasnya terbuka. Dengan demikian hujan dan angin bisa menyentuh gambut, 
sementara panas sinar matahari ditampung di plastik perspex sehingga suhu naik 
satu derajat Celsius. 

Mengejutkan
Kendati memang meramalkan kenaikan pancaran gas rumah kaca, tapi kenaikan 60 
persen toh mengejutkan sekali bagi para ilmuwan. Kendati demikian Dorrepaal 
tidak menganggap sia-sia segala upaya untuk mencegah perubahan iklim. Ia bahkan 
merasa konperensi Kopenhagen makin penting untuk diselenggarakan. 

Ellen Dorrepaal: "Kami harus berharap akan dicapai kesepakatan lebih kuat 
sehingga emisi CO2 akibat ulah manusia dibatasi sehingga bisa mencegah 
pemanasan bumi yang lebih parah, serta tanah gambut di Laplandia, Kanada Utara 
dan Siberia tidak terbakar habis di depan mata kami."

Karena bagi ilmuwan ini, satu hal jelas: Tidak berbuat apa-apa malah makin 
memperparah situasi.


* FIDEL CASTRO DI DUNIA MAYA

Tiga tahun lalu karena alasan kesehatan Fidel Castro menyerahkan kekuasaan 
kepada adiknya Raul. Namun tidak berarti ia menghilang. Lewat kolom-kolomnya di 
internet Fidel masih tetap aktif. Komentar redaktur Anna Karina Rosales.

Pada 31 Juli 2006 Raul Castro mengambil alih kekuasaan dari Fidel yang sekarang 
berusia 83 tahun. Kesehatan pemimpin Kuba itu sangat merosot. Setelah dunia 
menyaksikan orang kuat Kuba itu pingsan, Fidel kemudian pensiun.

Ketidakhadirannya di panggung politik menimbulkan kebingungan. Ketika tersiar 
desas-desus bahwa Fidel Castro sudah meninggal dunia, serta merta ditayangkan 
video yang memperlihatkan bahwa "sang komandan" masih hidup.

Sementara adiknya Raul berusaha memegang kendali pemerintah, pemimpin Kuba 
berhati-hati memulihkan kembali kesehatannya dan berusaha tampil lagi di 
panggung politik, kali ini lewat internet.  Pada awalnya ia menyampaikan 
analisanya dibawah nama "Reflexiones de Fidel" atau Renungan Fidel. Dua tahun 
lalu ia membuat kejutan. Ia langsung mengirim tulisannya ke situs web "Cuba 
Debate" sebuah situs web pro pemerintah yang terutama dibaca oleh pemirsa di 
luar negeri, karena di dalam negeri praktis tidak ada warga Kuba yang memiliki 
akses ke internet.

Fidel Castro yang virtual
Ketika Fidel Castro tiba-tiba meletakkan jabatan semua pihak berspekulasi bahwa 
kesehatannya sudah sangat parah. Sebaliknya selama tiga tahun terakhir jiwa, 
semangat dan kehebatannya berkomunikasi masih tetap membara. Pengaruh 
politiknya di berbagai negara Amerika Latin juga terbukti masih tetap besar. 
Timbul pertanyaan, siapa sebenarnya motor pendorong dibelakang "Renungan Fidel" 
itu ? Banyak yang curiga, bukan lagi Fidel Castro sendiri.

"Video yang menayangkan Fidel jelas direkayasa. Tidak tertutup kemungkinan 
begitu pula dengan penulis "Renungan Fidel". Menurut saya, ini semua produk 
dari aparat propaganda pemerintah Kuba", tegas Antonio Granados, direktur "Cuba 
Free Press" di Miami - Florida, Amerika Serikat sebuah situs web digital yang 
berfungsi sebagai suatu wadah kebebasan berpendapat di Kuba. Bagi Granados, 
publikasi lewat internet ataupun video itu tidak bisa dipercaya, sama seperti 
propaganda yang sering dilakukan oleh penguasa diktator manapun. 

Pengawal Revolusi
Esteban Israel koresponden kantor berita Reuters di Havanna lebih berhati-hati. 
Ia sudah tinggal 4 tahun di Kuba, setiap tulisan Fidel tanpa diberitahu 
sebelumnya selalu dikirim terlebih dahulu ke pers asing, didahului sebuah 
berita lewat sms. Menurut Esteban Israel cara ini merupakan "cara yang lihai 
untuk merebut pengaruh baru di panggung politik dunia, tanpa hadir secara 
fisik". 

Dengan kata lain, di Kuba Fidel Castro tetap menentukan agenda nasional dan 
internasional. Di Kuba ia tetap dianggap sebagai "Comandante en Jefe, pemimpin 
paling tinggi. Ia masih tetap sekretaris pertama partai komunis Kuba, jabatan 
tertinggi dalam partai. Menurut Esteban Israel, Raul dan penguasa lain Kuba 
mempunyai gelar baru bagi Fidel : "Pengawal Revolusi". 

Pesan
Fidel kadang-kadang mengambil posisi yang berhati-hati atau posisi yang 
mencolok mengenai masalah-masalah nasional dan internasional. "Renungan Fidel" 
yang dipublikasikan lewat situas web www.cubadebate.cu ke-esokan harinya 
diambil alih oleh media Kuba. Bedanya menurut Esteban Israel, pidato Fidel dulu 
selalu langsung disiarkan oleh televisi. Sekarang media "menentukan sendiri" 
(dalam tanda kutip) bagaimana mereka menyebar-luaskan renungan tersebut.
Sering "Renungan Kamerad Fidel" demikian sebutan media Kuba, seluruhnya 
dibacakan lewat radio dan televisi.

Pemecatan
Dalam Renungan itu misalnya Fidel memecat dua penasihat dekatnya, wakil 
presiden Carlos Lage dan menteri luar negeri Felipe Perez Roque. Hal itu 
mengejutkan semua oihak di dalam maupun luar negeri. Tidak ada yang memberikan 
komentar. Di situs web Cuba Debate, Fidel memberikan penjelasan singkat : 
"Manisnya kekuasaan ...... melahirkan ambisi yang menyebabkan  sikap mereka 
yang tidak benar". 
Fidel juga mengomentari isyu-isyu internasional. Saat ini dua-kali sehari ia 
menyusun renungan mengenai persaingan kekuasaan di Honduras.

Kata-kata menghibur 
Yang ditunggu sekarang adalah ucapan-ucapan yang menghibur dari Fidel. Situasi 
perkeonomian Kuba sangat terpuruk. Krisis ekonomi global menyebabkan turunnya 
pendapatan dari sektor wisata dan industri nikkel. Raul Castro bahkan telah 
melakukan penghematan di sektor kesehatan dan pendidikan.

Menurut wartawan kantor berita Reuters Esteban Israel : "Raul membuka hotel 
bagi warga Kuba, memberi ijin penjualan computer dan telepon seluler. Banyak 
berharap, turis akan bertambah, tapi sia-sia saja ". Warga Kuba berharap, Fidel 
akan memberi mereka semangat lewat media maya. Tapi sampai sekarang, Fidel 
belum memberi komentar akan strategi baru adiknya, Raul.


* Nasib penganut aliran kepercayaan di Cireundeu

Konstitusi negara ini jelas menyatakan, negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap 
penduduk untuk memeluk dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya 
masing-masing. Namun ini ternyata tak berlaku di kampung Cireundeu, Cimahi, 
Jawa Barat. Laporan KBR68H di Jakarta.
Konstitusi negara ini jelas menyatakan, negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap 
penduduk untuk memeluk dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya 
masing-masing. Namun ini ternyata tak berlaku di kampung Cireundeu, Cimahi, 
Jawa Barat.
Para penganut kepercayaan Sunda Wiwitan di kampung ini tak dijamin 
kemerdekaannya untuk menjalankan keyakinan. Anak-anak yang terlahir dari 
penganut kepercayaan, bahkan tak diakui oleh negara. 
Di sekolah, mereka terpaksa mengakui dan mempelajari agama lain, supaya nilai 
pelajaran agama tak kosong di rapor. Reporter KBR68H Suryawijayanti berbincang 
dengan remaja Sunda Wiwitan yang tak sudi jadi pengkhianat kepercayaan mereka. 
Takut FPI
Setahun lalu gerombolan beratribut Front Pembela Islam menyerbu Aliansi 
Keberagaman di Tugu Monas Jakarta. Deis, Irma, Rini dan Enci saat itu ada di 
sana. Di kepala mereka, masih terekam jelas peristiwa beringas di hari jadi 
Pancasila itu.
Anak-anak: "Takut, kayak dilempar-lempar batu, takut saja ... Ya tegang terus, 
pokoknya takut aja, ngumpet di mobil ... takut diserang. Soalnya khan pake baju 
adat, takutnya pas FPI liat langsung diserang, kita langsung pake jaket lalu 
masuk mudik. Sadis ah. Kenapa sih sampai begitu, meski kita beda. Apa sih salah 
kita ... IyaTeh, apa salah kita sih ..."
Ya, apa salahnya? Anak-anak yang belum genap berusia tujuh belas tahun itu 
bertanya. Tak pernah terbayang, mereka harus menjadi saksi kejadian beringas. 
Mereka adalah anak-anak penghayat kepercayaan Sunda Wiwitan yang tinggal di 
Kampung Cireundeu, Cimahi, Jawa Barat.
Di kampung Cireundeu ada sekitar 800an warga yang masih memegang teguh ajaran 
Sunda Wiwitan. Kepercayaan ini dikembangkan oleh Pangeran dari Cigugur, 
Kuningan. Kepercayaan ini dikenal juga sebagai Cara Karuhun Urang atau tradisi 
nenek moyang. Mereka percaya pada Tuhan, dan teguh menjaga kepercayaan serta 
menjaga jatidiri sebagai orang Sunda.
Saling menghargai
Menurut Abah Emen, Ketua Kampung Adat Cireundeu ajaran ini menekankan manusia 
harus saling menghargai dan berdampingan dengan makhluk hidup lainnya.
Abah Emen: "Tekad, ucap dan perilaku. Yang penting adalah bagaimana perilaku 
kita, bukan apa yang keluar dari mulut. Yang diucapkan harus benar, semua tak 
boleh berdusta dan berbohong, jangan dilakukan semua larangan. Itu saja kok 
prinsipnya. Kita harus berbuat baik sesama manusia, tolong menolong, jangan 
menyakiti manusia, perkataan hati-hati, jangan asal saja."
Selain itu masyarakat Cireundeu menghormati leluhur mereka dengan tidak memakan 
nasi melainkan singkong. Bagi warga, tak makan nasi berarti menjalankan ajaran 
leluhur untuk mempertahankan apa yang mereka sebut, jati diri yang asli.
Yana, pemuka Masyarakat Adat Kampung Cireundeu.
Yana: "Kami pun dalam kehidupan keseharian selalu menerapkan filosofi leluhur, 
dan selalu diingatkan inilah garis hidup yang harus kita jaga, mengemban sampai 
akhir hayat hidup kita."
Didikskriminasi
Sebagai penganut kepercayaan, Yana kenyang dengan perlakuan diskriminatif dari 
negara.
Yana: "Kami kesulitan untuk mencatatkan data sipil, pernikahan, kependudukan 
lah, semuanya. Dan kami di sekolah juga kebingungan, harus mengikut ke mana. 
Walaupun kami sudah mengaku sebagai penganut, tapi sekolah tak mau ngasih soal 
dan nilai, karena bukan agama resmi. Kami pernah datang ke sekolah, kami 
seperti ini, tapi katanya tak ada Undang Undang dan dasar hukumnya."
Maka, anak-anak Sunda Wiwitan mau tak mau harus mencantumkan salah satu agama 
yang diakui oleh pemerintah ketika berada di sekolah. Itu kalau tak ingin nilai 
agama di rapor kosong.
Rini baru saja lulus SMA. Pelajaran agama Islam ia pilih karena mayoritas siswa 
di sekolahnya adalah Muslim.
Rini: "Rini ikut agama Islam, Dari SD sampai SMA ikut agama Islam, kalo Rini 
bisa ngerjain, nurutin agama lain, yak bisa sih."
KBR68H: "Di satu kelas ada berapa penganut penghayat Rin?"
Rini: "Rini aja Teh."
Rini mengaku pertanyaan aneh kerap dilontarkan teman-temannya atas pilihan 
keyakinan yang dianutnya.
KBR68H: "Suka ditanyain ama temen-temen?"
Rini: "Suka sih, paling ditanya apa sih agamanya, bagaimana cara doanya, Rini 
sih jawab."
KBR68H: "Trus apa yang Rini jawab?"
Rini: "Yah Rini bilang sih kalo sama aja ama agama kalian, Cuma beda cara 
doanya."
KBR68H: "Trus gimana temen menyikapinya?"
Rini: "Ada sih yang bilang penghayat sih apaan. Khan agama cuma lima doank."
Irma Gusriani, baru saja naik kelas 3 SMA Warga Bhakti, Cimahi. Di sekolah, ia 
menjadi satu-satunya penghayat kepercayaan. Di rapor tercantum nilai 80 untuk 
pelajaran agama Islam.
Irma: "Di sekolah ikut agama Islam."
KBR68H: "Susah gak?"
Irma: "Gampang-gampang susah."
KBR68H: "Dapat nilai berapa?"
Irma: "80."
KBR68H: "Apa sih yang dipelajari?"
Irma: "Ya baca Al Qur'an, sholat, teori dan praktek-praktek, khan di situ 
mayoritas agama Islam, jadi yang dipelajari agama Islam."
KBR68H: "Suka ditanya ama teman-teman?"
Irma: "Iya, yah soal kitab-kitab dan cara doanya. Kadang dijawab kadang juga 
tidak."
Meski harus mempelajari dan bergelut dengan keyakinan lain selama 
bertahun-tahun, Irma dan Rini tak goyah memegang teguh keyakinan Sunda Wiwitan.
Irma: "Karena khan ini agama dari nenek moyang, jadi harus tetap dipertahankan."
Rini: "Karena Rini sudah yakin dengan agama ini, yang lain tak percaya."
Belajar aksara Sunda
Lalu bagaimana anak-anak ini tetap yakin memeluk Sunda Wiwitan, di tengah 
gempuran ayat-ayat suci agama lain. Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. 
Belasan anak-anak Sekolah Dasar masih asyik bermain petak umpet di sekitar 
Balai Kampung Cireundeu.
Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Empat remaja sudah tiba di Balai, 
akan mengajarkan aksara Sunda. Ada sekitar 15an anak usia Sekolah Dasar yang 
ikut belajar mengeja aksara Sunda. Tak ketinggalan lagu-lagu dengan lirik 
aksara Sunda kuno juga diajarkan ke anak-anak ini.
Ini kelas rutin, seminggu sekali, tiap akhir pekan. Meskipun tak ada paksaan, 
namun kursi-kursi di ruangan yang bersebelahan dengan Balai Kampung Cireundeu 
selalu penuh. Pengajarnya adalah anak-anak muda Cireundeu.
KBR68H: "Kenapa sih pingin tetap ngajari bahasa Sunda?"
Rini: "Rini pingin ngembangin aksara Sunda, Rini khan bisa maka ngajari aksara 
Sunda."
KBR68H: "Tapi ini khan hari minggu, yang harusnya harus santai, trus mesti 
ngajari, hari gini?"
Rini: "Yah sudah kewajiban sih Mbak. Dulu memang kita juga diajari ... ada sih 
yang suka bilang anak muda koq mau-maunya ngajari, khan gengsi ..."
Melestarikan warisan
Bagi penduduk Cireundeu, sekecil apapun warisan karuhun itu harus dilestarikan. 
Termasuk dalam urusan bahasa dan aksara. Melalui aksara dan lagu inilah 
keyakinan Sunda Wiwitan diturunkan dan dilestarikan. Yana, seorang pemuka 
Masyarakat Adat Kampung Cireundeu.
Yana: "Kami sebagai satu bangsa mempunyai, cara dan ciri, rupa, bahasa, aksara, 
adat budaya, itu adalah ciri, yang harus dipertahankan."
Anak-anak inilah yang nantinya menjadi penerus ajaran Sunda Wiwitan agar tetap 
bertahan di Bumi Cireundeu. Meskipun berbagai persoalan sudah membentang di 
depan mata, bahkan sejak mereka dilahirkan dari orangtua penghayat. 
Anak-anak penghayat yang tak diakui negara, bukan cerita baru lagi. Akibat 
perkawinan orangtuanya yang tak didaftarkan di Catatan Sipil, anak-anak ini 
ikut-ikutan tak mendapatkan pengakuan negara. Tak satu pun dari anak-anak ini 
yang punya Akte Kelahiran, dokumen resmi pertama yang mestinya dimiliki setiap 
anak.
Salah seorang warga Cireundeu, Sudrajat, bercerita bagaimana susahnya penghayat 
kepercayaan harus berurusan dengan birokrasi yang diskriminatif. Negara 
menganggap para penghayat kepercayaan tidak menganut salah satu agama yang 
diakui pemerintah. Karenanya, tak dianggap sebagai warga negara.
Sudrajat: "Kita dituntut harus punya KTP, padahal untuk bikin KTP harus punya 
KK. Nah untuk punya KK harus punya akte nikah. Nah orang tua saya mah tak punya 
KTP,maka saya tak punya akte kelahiran. Saya juga prihatin, menjadi anak tiri 
di negeri sendiri."
Sudrajat dengan senyum getir, mengaku terpaksa mengucap kalimat syahadat, agar 
perkawinannya diakui di lembar negara. Tujuannya hanya satu, agar anaknya nanti 
tak dicap sebagai anak haram jadah hasil kumpul kebo.
Sudrajat: "Terpaksa berbohong memeluk agama Islam, pdahal saya bukan Islam biar 
saya bisa mendapatkan surat nikah. Karena surat ini menjadi syarat untuk 
mendapatkan akte kelahiran anak saya. Saya sih intinya hanya ingin anak saya 
punya akte, jangan seperti saya yang tak punya akte nikah, karena orangtua dulu 
nikah adat."
Himpunan Penghayat Kepercayaan
Kasus Sudrajat hanyalah satu dari sekian banyak yang dialami para penghayat 
kepercayaan. Sekretaris Jenderal, Himpunan Penghayat Kepercayaan, A.A. Sudirman 
menyatakan hingga kini sedikitnya ada 10 juta penghayat kepercayaan yang 
bergabung dalam organisasi Himpunan Penghayat Kepercayaan. 
Dalam perkembangannya, kelompok penghayat kepercayaan ini masih saja terbentur 
dengan tetek bengek urusan birokrasi.
Sudirman: "Tak tahu, lalu urusan komputer yang katanya gak ada formnya. Nah itu 
berlanjut ntar pas nikah, lalu Kantor Catatan Sipil menolak. Mereka tak tahu 
apa-apa, saya pikir mereka menganggap para penghayat ini bukan warga negara."
Di dunia pendidikan, ternyata negara masih gagap untuk menyusun kurikulum untuk 
anak-anak penghanyat. Akibatnya, anak-anak dipaksa untuk mengkhianati keyakinan 
sendiri.
Sudirman: "Kasihan anak dipaksa, terpaksa belajar yang berbeda hati nurani, 
tapi soalnya kalo di sekolah diajar keyakinan lain. Ini khan mereka menjadi 
pembohong-pembohong semua. Bagi saya ini menyedihkan dan ironi."
Garis hidup sebagai anak penghayat kepercayaan semestinya tak membuat anak-anak 
penghayat sulit meraih mimpi dan menggapai cita-cita mereka.
Ikuti laporan KBR68H selengkapnya dengana meng-klik link di bawah ini:
www.ranesi.nl
Konstitusi negara ini jelas menyatakan, negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap 
penduduk untuk memeluk dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya 
masing-masing. Namun ini ternyata tak berlaku di kampung Cireundeu, Cimahi, 
Jawa Barat.


* DIANA, SEORANG TERSANGKA PASIEN H1N1

Flu babi atau flu Meksiko semakin banyak menelan korban dan menjangkiti orang. 
Di Indonesia korban tewas sudah tiga orang. Sementara yang terkena sudah cukup 
banyak. Salah seorang yang terkena gejala terjangkit virus H1N1 adalah 
Dianawati (33 tahun), seorang wiraswastawati. Setelah pulang dari Balikpapan ia 
merasakan gejala flu babi. Koresponden Aboeprijadi Santoso menjumpainya di 
Jakarta. Berikut petikan wawancaranya.

Aboeprijadi Santoso (AS): Anda terjangkit di Balikpapan. Kapan itu?

Dianawati: Tepatnya saya terjangkit di daerah mana, saya tidak bisa memastikan. 
Apakah pas di Balikpapan atau pas di Jakarta. Tapi, karena saya sering banyak 
berada di luar, di tempat umum, di lingkungan bandara dan hotel - tentu itu 
tempat-tempat yang sangat lumayan rawan ya. 

AS: Kira-kira kapan Anda mulai merasa demam?

Dianawati: Setelah saya pulang dari hotel bintang lima di Jakarta tanggal 23 
sampai tanggal 25 Juli saya menginap di sana. Tanggal 26 saya pulang, itu saya 
sudah merasakan badan yang tidak enak dan panas. Setelah itu saya  dirawat di 
rumah sakit.

AS: Jadi baru kemarin akhir Juli Anda keluar dari rumah sakit?

Dianawati: Ya. Jadi baru beberapa hari saja. Baru. Bisa dibilang ini hari 
pertama saya berani keluar. Ini  hari pertama saya berani untuk bersosialisasi 
kembali. 

Sikap masyarakat
AS: Tadi ketika berangkat dari rumah bagaimana masyarakat sekitar menanggapi?

Dianawati: Biasa aja. Karena saya tinggal di lingkungan biasa yang kehidupan 
bertetangganya kurang dekat, jadi tetangga kurang tahu apa yang kita rasakan. 

AS: Apa saran dokter selama Anda dirawat? 

Dianawati: Istirahat yang cukup. Minum antibiotik sampai habis. Lalu katanya: 
"Jika anda batuk, maka usahakan pakai masker."

AS: Anda sempat diisolasi di kamar sendiri? 

Kamar isolasi
Dianawati: Ya diisolasi di kamar sendiri. Saya rasa ruangannya cukup apa ya... 
memang didesain untuk penyakit infeksi. Jadi sama sekali tidak ada ventilasi 
sehingga tidak mungkin ada virus yang keluar. 

AS: Tapi selama perjalanan dari Balikpapan ke Jakarta itu, Anda sudah mempunyai 
perasaan bahwa ini flu babi?

Dianawati: Tidak.

AS: Bagaimana tanggapan masyarakat ketika mengetahui Anda sakit?

Dianawati: Ini saya alami ya perasaan kurang nyaman. Keluarga dan teman-teman 
mendengar bahwa kemungkinan besar saya mengidap virus H1N1, mereka langsung 
menjaga jarak tentunya. Sebenarnya saya juga tidak mau menulari orang lain. 
Makanya saya menjaga jarak.

AS: Anda merasa terkucil?

Dianawati: Sedikit merasa.

AS: Tidak ada orang yang membantu Anda?

Dukungan keluarga
Dianawati: Keluarga yang kasih support (dukungan,red). Cuma karena saya 
mencintai mereka, ya saya juga mereka untuk mendekati saya. 

AS: Dari mana mereka tahu Anda kemungkinan mengidap virus ini?

Dianawati: Karena saya sudah dirawat di RS Sulianti Saroso. 

AS: Tapi orang di sekitar rumah Anda?

Dianawati: Di sekitar rumah sih tidak ada yang tahu alhamdulillah. 

AS: Anda sekarang tampak sehat bahkan tidak menggunakan masker. Tapi bagiamana 
perasaan Anda sekarang?

Dianawati: Alhamdulillah, penuh syukur, karena ini bisa saya lalui. Dan saya 
bisa kembali beraktivitas. 

Untuk mendengarkan silakan klik www.ranesi.nl


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke