---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 31 Agustus 2009 13:50 UTC



** FLU DI PAPUA NUGINI

** OPOSISI JEPANG MENANG

** JURNALIS TAMIL DIHUKUM KERJA PAKSA

** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: SIAPA MULAI PD II DAN PELARIAN MYANMAR DI 
CINA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: NAPAK TILAS CHARLES DARWIN 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BEBERAPA SEN SAJA BISA CEGAH DIARE

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TIMOR LESTE MENGHORMATI PAHLAWAN 
KEMERDEKAANNYA 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TIMOR LESTE MINTA INDONESIA KEMBALIKAN JASAD 
NICOLAU LOBATO

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: HUBUNGAN INDONESIA-MALAYSIA -- ULAR DALAM 
TEROWONGAN



* FLU DI PAPUA NUGINI

Merebaknya virus flu dan disentri di daerah Papua Nugini telah memakan 47 
korban jiwa dan menjangkiti 2000 penduduk desa. Demikian dinyatakan juru bicara 
rumah sakit. Mereka menyatakan, 95% kasus terjadi di sebuah desa kecil di 
propinsi Morobe, tapi perkembangan virus ini sulit dikontrol. Sejak 3 Agustus 
lalu, dua puluh tujuh penduduk desa Menyamya meninggal akibat virus ini. Belum 
diketahui apakah virus flu ini adalah flu H1N1. Organisasi Kesehatan Dunia WHO 
sudah mengambil sampel dari desa yang terkena wabah, dan hasil penelitian 
diharapkan keluar dua minggu lagi.


* OPOSISI JEPANG MENANG

Pemilihan parlemen Jepang berakhir dengan kekalahan telak partai konservatif 
LDP pimpinan Perdana Menteri Taro Aso. Keseluruhan suara belum dihitung, tapi 
jajak pendapat sementara menunjukkan elektorat Jepang cenderung memilih 
partai-partai kiri. Partai Demokrat Jepang yang beraliran kiri tengah berhasil 
menyabet 300 dari 480 kursi parlemen. Sedangkan perolehan LDP turun drastis, 
dari 300 menjadi 100 kursi parlemen. Perdana Menteri Aso sudah menyatakan 
mengundurkan diri sebagai pimpinan LDP. Pemimpin Partai Demokrat Yukio Hatoyama 
akan menjabat sebagai perdana menteri baru. Pertengahan September ia akan 
menggantikan perdana menteri Aso. Hatoyama berencana membentuk pemerintahan 
koalisi dengan partai-partai kecil lainnya.


* JURNALIS TAMIL DIHUKUM KERJA PAKSA

Di Sri Lanka seorang jurnalis Tamil diganjar hukuman 20 tahun kerja paksa. 
Menurut Mahkamah Agung di Kolombo ia bersalah karena "menyebar kebencian" dan 
"mendukung terorisme". Jurnalis Tamil tersebut sudah mendekam di penjara sejak 
Maret tahun lalu. Ia menulis artikel koran dan situs yang sangat kritis 
mengenai serangan tentara Sri Lanka terhadap Macan tamil, yang juga memakan 
banyak korban sipil. Tentara Macan Tamil berhasil dikalahkan Mei lalu, setelah 
puluhan tahun berjuang membentuk negara sendiri bagi kaum minoritas Tamil di 
Sri Lanka timur laut. Organisasi-organisasi jurnalisme, baik dalam maupun luar 
negeri, sudah berulang-kali menuntut pembebasan jurnalis tersebut.


* KEKERASAN KEMBALI TERJADI DI LEMBAH SWAT

Dipastikan 30 pejuang Taliban dibunuh tentara Pakistan akhir pekan ini di 
lembah Swat, di Pakistan barat laut. Tempat persembunyian mereka dibom oleh 
helikopter perang.  Ini adalah bagian dari operasi penyerangan melawan Taliban, 
yang sedang digencarkan tentara Pakistan sejak berbulan-bulan lalu. 

Insiden lain juga terjadi di lembah Swat. Dipastikan 14 anggota polisi tewas 
akibat serangan bunuh diri yang dilakukan di kantor polisi kota Mingora. Pelaku 
masuk ke dalam gedung dan meledakkan diri di sana. Sebagian besar korban adalah 
siswa pendidikan polisi.


* KEBAKARAN HUTAN CALIFORNIA

Di sebuah lembah, di timur laut Los Angeles, terjadi kebakaran hutan yang 
merambat sejauh 30 kilometer. Sekitar 14.000 hektar hutan musnah. Api mengancam 
daerah padat penduduk. Sekitar 4000 orang dievakuasi. Ribuan pemadam kebakaran 
mencoba memadamkan api, namun mereka tidak bisa berbuat banyak. Api sama sekali 
tidak bisa dikendalikan. Demikian dikatakan gubernur California Arnold 
Schwarzenegger, yang menyatakan situasi gawat darurat Jumat lalu. Sampai 
sekarang, sudah dua anggota pemadam kebakaran tewas akibat kebakaran tersebut.


* BADAI JIMENA

Penduduk negara bagian Meksiko, Baja California Sur, bersiap-siap menghadapi 
badai Jimena yang diramalkan datang hari Rabu. Sampai sekarang, pemerintah 
belum memutuskan tindakan apa yang akan diambil. Di La Paz - ibukota negara 
bagian tersebut - penduduk sudah sibuk membeli persediaan makanan dan memaku 
jendela agar tertutup rapat.


* PRESIDEN KOLOMBIA KENA H1N1

Presiden Kolombia Alvaro Uribe terkena flu H1N1. Menurut keterangan resmi, ia 
tidak sakit parah dan bisa terus bekerja. Uribe sakit setelah kunjungannya ke 
pertemuan pemimpin negara-negara Afrika Selatan di ibukota Argentina, 
Bariloche, Jumat lalu. Bogota sudah memberitahu anggota pertemuan lain mengenai 
penyakit Uribe. Sampai sekarang masih belum diketahui apakah presiden lain juga 
terjangkit flu H1N1.


* BERITA BURSA

Bursa Eropa dibuka Senin dengan kerugian. Indeks AEX Amsterdam rugi 2,2% tak 
lama setelah dibuka. Paris dan Frankfurt rugi 0,7 dan 1%. Sedangkan bursa 
London ditutup Senin ini.

1 Eur = USD 1, 42
1 Eur = Rp. 14.407,-
1 USD = Rp. 10.080,-


* SIAPA MULAI PD II DAN PELARIAN MYANMAR DI CINA

Menjelang peringatan 70 tahun dimulainya Perang Dunia II, debat panas muncul di 
Eropa mengenai siapa yang memulai perang ini, selain Adolf Hitler. Demikian 
angkat harian Inggris The Guardian. 

Hitler dan Stalin
Musim panas ini negara-negara Baltik menyalahkan Hitler dan Stalin. Sedangkan 
Rusia menunjuk Polandia sebagai biang keladi perang yang disebut sebagai 
"bencana terbesar abad ke-20" tersebut. Atas pendapat negara-negara Balkan, 
Presiden Rusia Dmitri Medvedev mati-matian menyatakan bahwa Stalin sama sekali 
bukan penyebab PD II. "Adalah kebohongan besar untuk menyatakan bahwa Stalin 
bertanggungjawab memulai PD II," katanya dalam wawancara dengan Rossiya TV. 
Menurut Medvedev, justru Stalin-lah yang sebenarnya "menyelamatkan Eropa."

Penyelamat Eropa
Pada kesempatan yang sama, Medvedev menuduh negara-negara Baltik Eropa dan 
Ukraina menulis ulang sejarah, menjunjung fasisme, dan mencemarkan nama Uni 
Sovyet sebagai salah satu pelopor "kemerdekaan Eropa." Dan mengenai peran Uni 
Sovyet pada Perang Dunia II, Medvedev bersikeras, tidak perlu ada debat. 
"Mungkin Uni Sovyet yang memulai perang, membunuh banyak orang, tapi negara ini 
juga yang menyelamatkan lebih banyak orang, jutaan orang, dan akhirnya 
menyelamatkan Eropa." Demikian The Guardian.

Toh, sejarawan tidak ambil pusing tentang pernyataan Medvedev. "Pendapat 
Medvedev adalah argumen paling bodoh," kata seorang sejarawan. "Kita semua 
tahu, Kremlin mau menciptakan citra baru Rusia dengan membela rejim Stalin. 
Mereka berusaha meyakinkan dunia bahwa apa yang dilakukan Stalin tidak salah." 
Demikian The Guardian.

Pengungsi
Beralih ke Asia. Harian Belanda de Volkskrant mengangkat pengungsian ke Cina. 
Jarang sekali ada orang yang kabur ke Cina, tapi belum lama ini, keadaan 
berubah. Tiga puluh ribu penduduk perbatasan Myanmar - yang merupakan etnis 
Cina - menyeberangi perbatasan karena takut dengan tentara pemerintah Myanmar. 
Masalah ini jadi dilema bagi Beijing. Mereka terpaksa harus ikut campur masalah 
dalam negeri Myanmar, padahal itu bertentangan dengan kebijakan 
"non-intervensi" Cina. Lagipula, junta militer Myanmar adalah rekan baik Cina. 
Mereka bekerjasama dalam proyek minyak, gas, dan kayu.  

Perbatasan
Pelarian penduduk perbatasan ini terang saja mengganggu Cina. "Cina berharap, 
Myanmar berhasil menyelesaikan masalah dalam negeri. Dan menyelesaikan masalah 
perbatasan tersebut," kata juru bicara Kementrian Luar Negeri Cina. Minggu 
lalu, Cina mengirim tambahan pasukan untuk menjaga perbatasan. Hal ini bisa 
dimengerti, mengingat bukan pertama kalinya perbatasan Cina bermasalah. Tahun 
lalu, di perbatasan Tibet terjadi huru-hara, dan awal Juli lalu, juga terjadi 
kekacauan di Xinjiang. Toh sampai sekarang, Cina belum berani mengambil langkah 
keras terhadap Myanmar. Demikian de Volkskrant.


* Normal;heading 1;heading 2;
GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PERJALANAN PANJANG PENUH PERJUANGAN MENUJU 
AMNESTI

PERJALANAN PANJANG PENUH PERJUANGAN MENUJU AMNESTI

Bulan ini Brazilia memperingati tiga puluh tahun amnesti yang diberikan setelah 
periode diktator militer. Tahanan politik dibebaskan, orang yang hidup di 
pengasingan bisa kembali dan organisasi-organisasi ilegal tidak perlu lagi 
sembunyi-sembunyi. Redaktur Radio Nederland Mario de Freitas adalah salah satu 
dari mereka.

Pada 1979, saya tinggal di Amsterdam, untuk kedua kalinya, saya menikmati rasa 
pahit pengasingan dengan harapan bahwa suatu hari nanti saya akan kembali ke 
tanah air. 

Waktu itu belum ada ponsel, apalagi internet. Berita mengenai negara saya 
datang lewat koran-koran ilegal yang dibawa teman, yang beredar dari satu 
tangan ke tangan lain. Beberapa mencari berita lewat stasiun radio luar negeri  
- Radio Nederland, BBC, Radio Moskow, Radio Tirana. 


Migran Sederhana

Stasiun penyiaran luar negeri menyiarkan program dalam bahasa lain, kadang 
dalam bahasa Portugis. Mereka menyampaikan pada kami tentang pergerakan di 
berbagai negara bagian Brazilia. Kabarnya, sejumlah kelompok menuntut 
sosialisasi hukum amnesti yang universal dan ekstensif - agar kami, orang-orang 
yang hidup di pengasingan, bisa kembali ke Brazilia.

Di Belanda, saya menoleh kembali ke belakang, ke perjalanan saya. Saya cuma 
anak pekerja migran  - ayah saya berasal dari pulau Madeira, di Portugal - dan 
ibu rumah tangga. Kedua orangtua saya berasal dari desa.

Tukang Koran
Pada usia 8 tahun, saya menjual koran dan permen di jalan, di daerah pinggiran 
Sao Paulo yang bernama Sao Miguel. Pada usia 12, saya mulai bekerja di 
perusahaan kimia dan kemudian di sebuah kantor di pusat kota. Saya bekerja dari 
pukul 8 pagi sampai 6 sore. Setelah itu, saya harus berjalan jauh untuk 
mengejar bus ke stasiun kereta Roosevelt.
 
Terhimpit di kendaraan umum seperti ikan sarden dalam kemasan, saya pergi ke 
sekolah. Saya tak pernah sampai lebih pagi dari jam 7 malam dan selalu 
terlambat kelas pertama. Kami selesai pukul 11 malam, setelah berdiskusi dengan 
rekan kerja tentang hukum yang menguntungkan orang kaya. Setelah itu, kami 
pulang, makan, dan tidur. Keesokan harinya, saya bangun pukul 5:30 pagi. Dan 
setelah sedikit kopi, roti, dan mentega, saya berlari mengejar kereta, tepat 
pada pukul 6:18 pagi. Seperti itulah awal rutinitas saya, bekerja dan belajar.

Gereja
Tiap Sabtu kami berpartisipasi dalam beberapa aktivitas gereja katolik. Di 
sana, kami ambil bagian dalam kelompok teater, katekisasi, dan diskusi mengenai 
situasi negara. Saat itulah saya mulai berpendapat, kami harus berjuang untuk 
mengubah kondisi kami yang menyedihkan. Uang ayah saya tidak cukup. Saya 
bekerja sejak usia sangat dini untuk kebutuhan pribadi, seperti membeli 
pakaian, buku, pensil, dan buku tulis. 
 
Tak lama setelah saya berusia 18 tahun, pada 10 Januari 1968, saya ditangkap. 
Mereka memaksa saya mengatakan bahwa pendeta kami adalah komunis. Mereka dapat 
informasi salah. Orang yang mereka cari sama sekali bukan seseorang yang 
relolusioner, pada persidangan ia bahkan menjadi saksi pembela.


Ancaman dan Siksaan 

Setelah melewati sebulan penuh ancaman dan siksaan, mereka membebaskan saya 
setelah karnaval. Mereka lalu memulai tuntutan pengadilan di Primeira Auditoria 
Militar de Guerra. Saya didakwa 8 bulan penjara karena memiliki buku-buku yang 
dianggap subversif - sebuah injil dan buku harian Che Guevara, diterbitkan oleh 
sebuah koran konservatif beroplah besar.

Dua tahun kemudian saya ditahan lagi. Siksaan yang saya terima sangat kejam, 
sampai-sampai saya tak mau menuliskannya di sini, agar saya tidak lagi 
mengingat detailnya. Sampai pada suatu ketika, mereka membawa saya ke jalan 
untuk investigasi. Di sanalah saya melarikan diri, putus asa untuk bebas. 
Pilihannya cuma dua: melarikan diri atau mati. 

Sakit 
Saya berhasil menghubungi pendeta dan biarawati di gereja, merekalah yang 
memberikan atap sementara untuk saya. Saya tinggal di sana sementara, 
berpura-pura jadi seminari dari negara bagian lain yang sedang "sakit". Saya 
tidak bisa ke mana-mana. Setelah pulih dari luka penyiksaan beberapa bulan 
kemudian, saya meninggalkan negara saya. Ditemani seorang biarawati dan dua 
pendeta, pertama kami pergi ke Paraguay, lalu ke Chili, melewati Argentina. 
Seorang biarawati menemani saya sampai Santa Fe, di mana kami tinggal di sebuah 
seminari untuk para pendeta dari negara dunia ketiga.


* NAPAK TILAS CHARLES DARWIN

Pada abad XIX, ilmuwan Inggris Charles Darwin melakukan perjalanan keliling 
dunia dengan kapal Beagle. Selama perjalanan ini ia meletakkan dasar bagi teori 
evolusinya yang diterbitkan dalam buku terkenalnya On the Origin of Species. 
Pada tahun Darwin 2009 ini, puluhan ilmuwan dan seniman kembali mengunjungi 
tempat-tempat yang pernah didatangi Darwin. Inilah proyek multimedia yang 
diselenggarakan oleh lembaga penyiaran Belanda VPRO dan lembaga penyiaran 
Vlanderen VRT, tapi siapa saja yang berminat juga bisa ikut serta. Laporan 
redaktur ilmu pengetahuan Willemien Groot.

178 tahun lalu, Charles Darwin bertolak dari kota pelabuhan Inggris Devonport 
yang sekarang bernama Plymouth. Perjalanannya berlangsung selama lima tahun 
melampaui samudra dan laut dunia. 

Suara: Setelah dua kali dihantam badai, Kapal Beagle di bawah kapten kapal Fitz 
Roy, bertolak dari pelabuhan Devonport pada tanggal 27 Desember 1831. 

Begitulah awal catatan perjalanan Charles Darwin yang ditulisnya di atas kapal 
Beagle. Perjalanan itu berlangsung dari tahun 1831 sampai 1836. Selama 
perjalanan ia mengumpulkan tanaman, binatang dan membuat lukisan serta dengan 
teliti mencatat apa yang dilihatnya. Itu mulai dari kebiasaan hidup setempat 
sampai aroma tempat-tempat yang dikunjunginya. Charles Darwin menerbitkan 
catatan perjalanannya itu dalam dua buku, masing-masing The Voyage of the 
Beagle, dan, 20 tahun kemudian, karya utamanya The Origin of Species yang 
menjabarkan teori evolusinya. 

Kapal 'Stad Amsterdam'
Pada tanggal 1 September 2009, clipper yaitu kapal layar cepat bernama Stad 
Amsterdam bertolak dari Plymouth untuk melakukan perjalanan selama delapan 
bulan, mengikuti jejak Charles Darwin. Yang mereka lakukan bukan mencari tahu 
asal usul spesies, melainkan masa depan spesies itu. Demikian Lex Runderkamp, 
editor pada lembaga penyiaran Belanda VPRO.

Lex Runderkamp: Pertama-tama kami akan menggunakan perjalanan Charles Darwin 
sebagai cermin. Dan kami berupaya melakukan penelitian ilmiah, di kapal atau di 
darat, yang sempat dilalui Darwin, untuk meneliti keadaan bumi sekarang. Sudah 
banyak cerita tentang ancaman masa depan, bahwa umat manusia akan musnah. Saya 
kira itu penting, karena itu adalah pertanyaan penting bagi masa depan umat 
manusia. Kita harus meneliti hutan, apa yang terjadi dengan El Nino di laut. 
Pendek kata mencari tahu apakah ketakutan yang sekarang mencekam banyak orang 
itu betul-betul ada atau propaganda belaka. 

Delapan bulan mendatang, kapal Stad Amsterdam akan keliling dunia. Dari Brasil 
ke Patagonia di Argentina Selatan, dari kepulauan Galapagos melewati Lautan 
Teduh ke Australia. Para ilmuwan punya laboratorium sendiri dalam kapal itu. 
Juga ada studio untuk siaran radio maupun televisi. Selain itu berita 
perlawatan mereka bisa dibaca pada situs web Beagle, Facebook, Flickr dan 
Twitter. Siapa saja boleh ikut serta dalam proyek ini. Editor Lex Runderkamp 
mengeluh betapa berat tugasnya.

Cicit Darwin
Dirk Draulans adalah tokoh utama proyek Beagle ini. Pakar biologi evolusi 
Vlanderen ini masih didampingi oleh Sarah Darwin, cicit Charles. Sembilan bulan 
belakangan ia tidak pernah memikirkan hal lain. Selain proyeknya sendiri, Sarah 
Darwin juga berharap ia bisa tahu lebih banyak tetang kakek buyutnya itu. 

Sarah Darwin: Saya ingin melihat pelbagai proses yang dialaminya selama 
perjalanan ini. Selama lima tahun berada dikapal dan melalui tempat-tempat yang 
asing baginya. Ia berangkat ketika berumur 22 tahun, baru lulus universitas dan 
ketika kembali siapa saja ingin bersua dengannya. Semua ilmuwan ingin bicara 
dengannya tentang apa yang dilihatnya. Jadi ada perubahan besar yang terjadi 
dalam perjalanannya, dari seorang pemuda menjadi imuwan yang terhormat. 

Tak seorang pun berani meramal hasil perjalanan ini, termasuk Sarah Darwin. 
"Tanya saja delapan bulan mendatang, kalau kita kembali."


* BEBERAPA SEN SAJA BISA CEGAH DIARE

Setiap tahunnya lebih dari 1,5 juta bayi dan balita meninggal dunia gara-gara 
diare. Dengan demikian diare, yang seringkali penyebab utamanya adalah air 
minum kotor, meminta korban jiwa lebih banyak dibandingkan malaria atau AIDS. 
Terapi mudah dan gampang dengan tablet zat besi merupakan jalan keluarnya. 
Lebih jauh laporan Thijs Westerbeek van Eerten.

Ketika Aieseta Traore asal Mali bersama dengan putranya yang sekarat Sulaiman, 
sampai di rumah sakit, sesudah berjalan kaki 15 kilometer, Aiseta hanya diberi 
vitamin dan disuruh pulang. Dua jam sesudah kembali di rumah, putranya Sulaiman 
meninggal dunia.

Di depan wartawan, Aiseta menggambarkan realitas kehidupannya: 'kematian 
menghantui tempat ini, tampaknya ada lebih banyak anak meninggal katimbang yang 
hidup". 

Pembunuh utama
Kitty Sies dari Dokter Nir Batas yang bekerja di pedalaman Kongo, melihat diare 
sebagai salah satu masalah kesehatan besar bagi anak-anak di dunia ketiga.

"Kami di sini memiliki rumah sakit dengan 55 tempat tidur, dan hampir 
separuhnya selalu diisi oleh anak-anak balita. Dari mereka ini, anda bisa 
mengatakan seluruhnya 100% menderita diare". 

Di tempat sampah
Oral Rehydration Therapy (ORT) atau Terapi Rehidrasi Oral adalah campuran 
minuman antara garam dengan gula, yang menjadi standar pengobatan diare. 
Manjur, karena sekitar separuh abad silam sebanyak 50 juta anak meninggal dunia 
akibat diare.

Tapi ORT juga memiliki kekurangan. Air minum bersih dibutuhkan untuk melarutkan 
bubuk dalam kantung. Di samping itu, larutan tersebut tidak mengatasi diare itu 
sendiri, tapi memenuhi kekurangan akan air dan mineral. Jadi anak-anak itu 
harus sembuh kembali dengan kekuatan sendiri, dan ini berarti bisa 
berminggu-minggu.

Karena orangtua tidak segera melihat perbaikan maka mereka cenderung membeli 
obat-obatan lain yang mahal dan terkadang berbahaya. Parahnya lagi: 
kantung-kantung bubuk itu seringkali dibuang di tempat sampah; sedangkan anak 
tetap meninggal.

Revolusi diam
Sejak beberapa tahun telah berlangsung revolusi diam-diam. Lembaga seperti 
UNICEF, USAID, dan Yayasan Bill dan Mellinda Gates, juga membagi-bagikan pil 
atau syrup zat besi, di samping ORT. Ini mengubah gambaran secara drastis. Dr. 
Olivier Fontaine dari WHO menjelaskan:

''Zat besi memperpendek lamanya diare pada anak, dan mengurangi kedasyatan 
diare. Ini berdampak langsung pada jumlah kematian. Kami menemukan sekarang 
bahwa zat besi memiliki efek essensial terhadap penyerapan dan pengeluaran 
cairan di usus. Ini mengurangi diare dan dehidrasi. Jadi dampaknya langsung 
terlihat pada anak yang ke dokter karena diare". 

Setia terapi
Karena orangtua melihat dampak langsung zat besi pada anak mereka, maka mereka 
setia pada terapi ini. Di samping itu, seluruh terapi hanya membutuhkan biaya 
30 sen dolar, dan sesudahnya paling tidak tiga bulan lamanya bebas dari diare.

Di Kongo, Kitty Sies juga berhasil menerapkan terapi zat besi ini:

"Ini benar-benar obat sederhana, tapi penemuan yang sungguh-sungguh hebat".

Terjangkau
Sebagian besar negara sedang berkembang menambahkan zat besi dalam pengobatan 
terhadap diare. Walau demikian, belum semuanya terjangkau, kata Olivier 
Fontaine dari WHO;

"Kesulitan yang ada sekarang adalah memastikan semua anak yang mengalami diare 
bisa mendapatkan suplemen zat besi. Ini termasuk keluarga paling miskin dalam 
masyarakat di mana diare banyak terjadi. Mereka juga harus memiliki akses 
terhadap perawatan". 

Oleh karena itu, industri farmasi dilibatkan. Produksi suplemen zatbesi dalam 
bentuk tablet atau sirup harus diperbesar, dan harga ditekan untuk tetap murah. 
Satu hal sudah jelas, demikian Fontaine: "seorang anak tidak perlu meninggal 
dunia hanya gara-gara diare".


* TIMOR LESTE MENGHORMATI PAHLAWAN KEMERDEKAANNYA

Empatratusan jasad para gerilyawan yang ditemukan di kuburan kuburan massal di 
seluruh Timor Leste, Sabtu pagi dimakamkan kembali dengan upacara kenegaraan di 
Metinaro, 40 kilometer dari Dili, Timor Leste. Penghormatan ini mengawali 
peringatan sepuluh tahun referendum yang membuahkan kemerdekaan Timor Leste. 
Laporan koresponden Aboeprijadi Santoso dari Metinaro 

Isak tangis, dan ratapan yang mengharukan serta hormat dari para ibu, kerabat 
dan masyarakat menguasai suasana penghormatan bagi para pahlawan pembebasan 
nasional. 29 Agustus 2009, menjelang hari ulangtahun ke 10 referendum 30 
Agustus tahun 1999, di Metinare digelar upacara nasional pemakaman kembali para 
gerilyawan Falintil yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan melawan tentara 
Indonesia. Mereka disebut "heroice libertacao nacional Timor Leste", pahlawan 
pembebasan nasional Timor Leste.

Sekitar 400an jasad, atau tepatnya tulang belulang dari mereka tahun tahun 
belakangan berhasil ditemukan di sejumlah lokasi pekuburan massal yang selama 
ini dirahasiakan tentara Indonesia. Penggalian di berbagai tempat di seluruh 
Timor Leste, masih dilanjutkan Sebuah tim forensik Australia telah menemukan 
identitas sejumlah korban yang baru ditemukan dari pembantaian Santa Cruz 
November tahun 1991. 

Menurut Komisi Kebenaran yang disponsori PBB CAVR selama pendudukan Indonesia 
sekitar 180 ribu warga Timor Timur tewas - tragedi yang mau tak mau mewarnai 
perayaan peringatan 10 tahun referendum. 
Peringatan diawali dengan perlobaan lomba sepeda internasional Tour de Timor 
yang menjelajah jalan terjal sepanjang kota Dili. Sehari sebelum puncak 
peringatan Minggu pagi, pada Sabtu pagi pemerintah bersama rakyat menghormati 
para pahlawan mereka. Lagu kebangsaan Patria Patria berkumandang, disusul 
dentam tembakan penghormatan. Semua itu diiringi isak tangis dari para ibu dan 
kerabat dari para gerilyawan Falintil yang gugur.


* TIMOR LESTE MINTA INDONESIA KEMBALIKAN JASAD NICOLAU LOBATO

Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta dalam pidato kenegaraan menyambut Ulang 
Tahun Referendum tahun 99, mendesak Indonesia agar mengembalikan jasad pemimpin 
dan proklamator kemerdekaan Timor Leste Nicolau Lobato. Menlu Hassan Wirayudha 
menyatakan akan melaporkan permohonan tersebut kepada Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono. Ramos Horta juga mengundang para janda dari keluarga prajurit 
Indonesia yang gugur untuk berziarah ke Timor Leste. Hari ulang tahun 
referendum 30 Agustus diperingati dengan megah, meriah dan khidmat. 

Laporan Aboeprijadi Santoso dari Dili:
 

Peringatan hari referendum 30 Agustus itu menjadi peringatan kemerdekaan sebuah 
bangsa. Sepuluh tahun lalu, dengan jumlah suara yang meyakinkan rakyat Timor 
Timur menyatakan memilih kemerdekaan, ketimbang autonomi bersama Indonesia. 
Upacara yang dibuka dengan Lagu Kebangsaan "Patria Patria". Kemudian berpuncak 
pada pidato Presiden Jose Ramos Horta 
 
Ramos-Horta mengajak hadirin mengenang mereka yang telah tiada dari keluarga 
semua pihak. "Tidak, anak saya tidak boleh mati, dunia ini kejam,  betapa mahal 
kebebasan ini," begitu dia mengutip jeritan seorang Ibu Timor. Karenanya, dia 
juga bersimpati pada para janda dan keluarga para prajurit Indonesia yang gugur 
di Timor Timur dan mengajak mereka untuk berziarah ke Timor Lestea

 
Jose Ramos Horta: Kepada semua ibu dan ayah dari Sumatra, Irian, Kalimantan, 
Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur, yang anak-nakanya tewas di negara kami, 
saya dengan hormat membagi rasa sedih anda.  Saya mengajak anda untuk 
mengunjungi kuburan anak-anak anda. Mereka yang berniat berziarah, kami akan 
sambut dengan tangan terbuka dan memfasilitasinya.
 
Pada gilirannya Presiden Ramos Horta menyatakan meminta Indonesia agar 
mengembalikan jasad Nicolai Lobato yang oleh ABRI dibawa ke Indonesia dan 
dikuburkan di sana.

Nicolau do Reis Lobato, pahlawan yang namanya diabadikan sebagai nama Bandar 
Udara Internasional Dili, adalah salah satu proklamator yang kemudian menjadi 
presiden kedua Timor Leste, 14 September 1977 sampai 31 Desember 1978. Pada 
akhir tahun 78 itu, dia ditembak dua kali oleh sebuah satuan Batalyon 744 di 
kecamatan Mindero, Kabupaten Same, namun tak jelas satuan mana dan di bawah 
pimpinan siapa. 

Menurut presiden pertama, juga proklamator, Xavier do Amaral kepada Radio 
Nederland mengatakan, ada dua kemungkinan, yaitu satuan pimpinan Kapten Yunus 
Yosfiah, atau satuan di bawah Kapten Prabowo Subianto. Sebuah foto milik 
seorang peneliti Australia memperlihatkan mayat Nicolau Lobato dan di 
belakangnya tampak antara lain Mayjen benny Moerdani, Kolonel Dading Kalbuadi 
dan kapten Prabowo Subianto.

Menteri Luar Negeri Indonesia Hassan Wirayudha yang menghadiri perayaan ini, 
menyatakan akan meneruskan permintaan Timor Leste kepada kepala negara 
Indonesia.

Hassan Wirayudha: Usulannya agar pemerintah Indonesia, bisa membantu 
pengembalian kerangka  jenazah Lobato. Saya akan laporkan kepada presiden, 
hal-hal apa yang dapat dilakukan dan ini adalah bagian dari upaya kedua bangsa 
untuk memajukan rekonsiliasi. Mudah-mudahan. 

Presiden Ramos Horta dalam pidato itu juga, selain kembali mengajak menutup 
masa silam, juga menolak tegas tribunal internasional bagi para jenderal dan 
perwira Indonesia yang bermasalah.

Ramos Horta juga mengajak Indonesia mau pun Timor Leste masing masing 
menuntaskan sendiri masalah kejahatan HAM yang pernah terjadi, seperti 
pembantaian oleh Fretilin di Same dan keganasan milisi asuhan ABRI tahun 1999.

Menurut Ramos Horta tuntutan tribunal internasional itu simplistis, namun 
aktivis HAM Carmel Budiarjo tidak setuju a

Carmel Budiarjo: Kesan saya bahwa ada keinginan besar dari rakyat Timor, supaya 
masalah itu, justice, diselesaikan. Dan ada perasaan pedih sebetulnya, bahwa 
masalah ini selamanya ditunda-tunda. Sayang, kalau Presiden Ramos Horta 
mengatakan begitu. Saya mengharapkan bahwa dia dapat memahami perasaan orang di 
Timor, supaya diadakan tribunal internasional. Karena tanpa dukungan dari 
pemerintah Timor Leste, akan sulit dilaksanakan satu tribunal internasional. 

Hal ini ditegaskan pula oleh Jim Dunn, salah satu pengamat kawakan Timor Leste 
asal Australia.

Dalam suasana perayaan hari referendum yang menjadi hari kemenangan Timor Leste 
ini, pidato Presiden Ramos Horta menjadi tonggak baru: di satu pihak membiarkan 
impunitas bagi pelanggaran berat HAM dengan menolak tribunal internasional, 
tapi juga mendesak kedua pihak, RI dan Timor Leste, masing masing menyelesaikan 
sendiri impunitas dan pelanggaran HAM masa lalu.

Sekian laporan Aboeprijadi Santoso dari Istana Kepresidenan, Palacio de 
Presidente, Dili


* HUBUNGAN INDONESIA-MALAYSIA -- ULAR DALAM TEROWONGAN

Kerikil-kerikil yang menganggu hubungan Indonesia-Malaysia sejauh ini masih 
dalam batas-batas yang bisa ditolerir. Namun apabila kedua pihak tidak segera 
mengambil langkah, maka kerikil tersebut bisa menjadi batu sandungan bagi kedua 
bangsa serumpun ini dengan dampak luasnya  menstabilkan kawasan. Demikian 
tanggapan Begi Hersusanto, Direktur Eksekutif Institut Studi Strategis 
Indonesia.

Begi Hersusanto: Ini merupakan salah satu konsekwensi negara yang hidup 
bertetangga. Di satu sisi, semakin erat dan dekat hubungan, terutama hubungan 
saling ketergantungan, ini positif dari satu sisi. 

Tapi di sisi lain, dampak berbagai potensi konflik juga semakin mengemuka. 
Contohnya saja hubungan antara Amerika Serikat dengan Meksiko. Mereka saling 
dekat, saling berhubungan, saling membutuhkan. Tapi berbagai permasalahan juga 
semakin mengemuka. Itu satu.

Yang kedua, sejauh ini kalau saya lihat memang dari sisi pandangan publik 
Indonesia, berbagai fenomena hubungan bilateral Malaysia-Indonesia itu sangat 
mengundang sikap-sikap emosional bagi pandangan publik Indonesia. Itu tidak 
bisa disalahkan.

Namun di sisi lain, sejauh yang saya lihat, ini masih dalam tahap-tahap yang 
bisa ditolerir. Sejauh ini hubungan Indonesia itu ada naik-turunnya. Ada 
damainya, ada tenangnya, tapi tiba-tiba bisa saling bersitegang. 

Masalah damainya, misal pengamanan Selat Malaka. Ketika Singapura mengundang 
kekuatan asing untuk ikut mengamankan Selat Malaka, Indonesia dan Malaysia bisa 
bersatu padu menolak inisiatif tersebut. 

Tapi di sisi lain, karena kedekatan itu pula, berbagai macam dinamika muncul 
seperti masalah ketenagakerjaan, masalah imigrasi, dan bahkan masalah budaya. 
Tapi yang ingin saya garisbawahi begini: Indonesia dan Malaysia adalah motor 
penggerak  stabilitas kawasan Asia Tenggara. Kedua negara harus saling sadar 
itu. Apabila tidak, akan muncul eskalasi ketegangan yang dapat berdampak pada 
destabilisasi kawasan. 

Lalu bagaimana mengurangi atau mencegah pertikaian sehingga ketegangan tidak 
bereskalasi? 

Wawancara selengkapnya bisa didengar pada situs web kami 
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/article/hubungan-indonesia-malaysia-ular-dalam-terowongan-0


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke