--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 01 September 2009 14:50 UTC ** PBB KECAM PEMBEBASAN MARTENUS BERE ** PEMBATALAN KUNJUNGAN PEJABAT CINA KE TAIWAN ** POLANDIA PERINGATI AWAL PERANG DUNIA II ** TOPIK TINJAUAN PERS: MAMPUKAH DJP PERTAHANKAN KEPERCAYAAN ELEKTORAT JEPANG DAN PENGUNGSI BIRMA DI CINA KEMBALI KE RUMAH MEREKA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PARA SANDERA HARUS DIBEBASKAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: LIBERAL JEPANG KALAH TELAK, TARO ASO MUNDUR ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEMOTIVASI PETER VAN UHM, PANGLIMA TENTARA BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PERINGATAN 70 TAHUN PERANG DUNIA II * PBB KECAM PEMBEBASAN MARTENUS BERE PBB mengecam pembebasan Martenus Bere oleh Timor Leste. Bekas pemimpin milisi Indonesia ini ditahan terkait pembunuhan di Gereja Suai sepuluh tahun silam, yang meneaskan 200 warga Timor Leste. PBB tak bisa menerima pembebasan seseorang yang melakukan tindak kejahatan berat seperti itu. Ahad silam Martenus Bere diberi pengampunan. Hari itu Timor Leste merayakan Hari Ulang Tahun ke-10 referendum PBB yang tahun 2002 menghasilkan kemerdekaan Timor Leste dari Indonesia. Pemerintah di Dili menolak membenarkan secara resmi pembebasan Martenus. Para pemimpin Timor Leste sudah sering dikritik karena terlalu lalai dalam pendakwaan pelanggar HAM semasa penguasaan RI di Timor Leste. Presiden Jose Ramos Horta menganggap lebih penting menjalin hubungan baik dengan pemerintah RI. * PEMBATALAN KUNJUNGAN PEJABAT CINA KE TAIWAN Cina membatalkan sejumlah kunjungan pejabat-pejabat tinggi Cina kepada Taiwan. Beberapa kunjungan lainnya juga dibatalkan. Dengan tindakan ini Cina menunjukkan ketidaksukaannya terhadap kunjungan Dalai Lama ke Taiwan. Pemimpin Tibet ini berada di Taiwan selama lima hari, menurutnya untuk menghibur para korban badai topan Morakot. Hari ini Dalai Lama memimpin ibadah yang diikuti lebih dari sepuluh ribu warga Taiwan. Sebelumnya Cina sudah memperingatkan bahwa kunjungan Dalai Lama itu akan menekan hubungan kedua negara. Cina masih menganggap Taiwan sebagai provinsi yang membangkang, walaupun hubungan kedua negara membaik belakangan. * POLANDIA PERINGATI AWAL PERANG DUNIA II Hari ini para pemimpin Polandia memperingati awal Perang Dunia II tepat 70 tahun lalu. Upacara berlangsung subuh hari di semenanjung Westerplatte di kota pelabuhan Gdansk. Satu September 1939, jam lima kurang seperempat pagi hari, kapal tempur Jerman menembaki benteng Polandia di Westerplatte. Pada waktu yang sama, pasukan Jerman menyerbu masuk Polandia. Upacara peringatan juga akan dihadiri wakil 20 negara, termasuk Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Belanda, Jan Peter Balkenende. Sebelumnya Putin masih menyatakan tidak akan menyampaikan permintaan maaf atas peran Uni Sovyet pada awal Perang Dunia II. Kendati demikian ia menyebut pakta Jerman-Uni Sovyet adalah tidak bermoral. Dalam pakta itu kedua negara secara rahasia membagi Polandia menjadi dua. Akhir pekan lalu Merkel, dalam pesan lewat video, juga menyampaikan permintaan maaf atas penderitaan yang disebabkan Jerman dalam perang. * KEBAKARAN DI LA MELUAS Kebakaran hutan di Los Angeles meluas cepat. Dalam waktu satu hari, wilayah terbakar telah berlipat ganda. Warga dari sekitar enam ribu keluarga dievakuasi. Sekitar dua ribu lima ratus petugas kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan api, tapi upaya berjalan lamban. Mereka harus menarik diri dari sebuah bukit karena terlalu berbahaya. Di bukit tersebut, Mount Wilson, berdiri menara pemancar dan lima puluh bangunan termasuk observatorium dengan dua teleskop raksasa. Fasilitas di Mount Wilson sangat penting bagi komunikasi polisi di seluruh Kalifornia-Selatan. Tidak jauh dari sana, sebanyak lima warga terperangkap api. Dua hari lalu, mereka sudah diperintahkan untuk mengungsi tapi tidak mengindahkannya. * JIMENA MENJADI TOPAN KATEGORI LIMA Kekuatan badai Jimena telah meningkat, menjadi topan kategori lima, yakni kategori terkuat. Jimena tengah bergerak menuju negara bagian Meksiko, Baja California Sur. Kecepatan angin mencapai 250 kilometer dan bahkan bisa mencapai 305 kilometer per jam. Diperkirakan, setelah mencapai daratan, topan akan melemah menjadi kategori empat. Pihak berwenang mempersiapkan pengungsian 20 ribu warga. Konperensi internasional Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi OECD yang rencananya bertemu Selasa ini dan Rabu besok di Los Cabos, Baja California, telah dipindahkan ke kota Mexico. * MAHKAMAH HAM EROPA HALANGI BELANDA Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa menghalangi Belanda dalam pemulangan bekas pencari suaka Afghan yang diduga melakukan kejahatan perang. Demikian lapor harian Belanda, Trouw. Sejak awal tahun lalu, enam bekas pencari suaka telah kembali ke Afghanistan. Tapi bulan-bulan belakangan Mahkamah melarang pemulangan enam orang lain. Di Belanda tinggal sekitar 350 pendatang yang diduga melakukan kejahatan perang di negeri asal. Mereka terutama warga Afghan yang tahun 1980an bekerja untuk dinas rahasia di bawah rezim komunis. Mereka dikenal suka menganiayai pelawan politik. Pihak Kejaksaan Belanda ingin memulangkan mereka ke negeri asal, tapi Mahkamah Eropa di Strassbourg meragukan apakah mereka bisa kembali dengan aman dan mencegah pemulangan mereka dengan apa yang disebut vonis sementara. Bisa makan waktu beberapa tahun sampai Mahkamah akhirnya mengeluarkan vonis definitif. Sebelum itu, Belanda harus tetap memberikan penampungan kepada warga Afghan bersangkutan. * AWAL AKHIRNYA BOLA LAMPU PIJAR Hari ini adalah awal akhirnya bola lampu pijar. Produsen Uni Eropa tidak lagi boleh memasok bola lampu pijar bening berdaya 100 Watt atau lebih, atau lampu pijar buram. Larangan akan diperluas setiap tahun. Tepat tiga tahun lagi, larangan ini akan berlaku untuk semua jenis lampu pijar. Dengan demikian Uni Eropa ingin mengurangi secara drastis emisi CO2. Lembaga penerangan Milieu Centraal memperhitungkan sebuah keluarga untung sedikitnya 75 euro per tahun jika menggantikan bola lampu pijar dengan bola lampu hemat energi. Bola lampu pijar berdaya 100 Watt kemungkinan masih bisa diperoleh karena toko-toko diberi kesempatan untuk menghabiskan stok yang ada. Penggunaan bola lampu pijar tidak dilarang. * RUANG INTEROGASI KHUSUS ANAK-ANAK Metoda menginterogasi anak-anak di semacam ruang tamu ketimbang ruangan kecil di kantor polisi kemungkinan juga diterapkan pihak kepolisan dan kejaksaan di negara-negara lain Eropa. Apa yang disebut 'rumah anak-anak' antara lain sudah diterapkan di antara lain Belanda, Islandia, Swedia dan Finlandia. Gagasan ini kemungkinan akan dianjurkan Dewan Eropa, organisasi HAM di mana Belanda dan 46 negara Eropa lain bergabung. Menurut organisasi ini, ruang interogasi anak tersebut adalah contoh teknik baru yang ternyata berjalan baik. Di sebuah ruang interogasi khusus, anak-anak, setelah ditenangkan dulu seorang psikolog, diminta menceritakan pelecehan seksual atau misalnya perampokan. * MADAGASKAR TERANCAM BENCANA LINGKUNGAN Sebelah selatan Madagaskar terancam bencana lingkungan. Di sana kapal pengangkut barang Turki kehilangan solar, minyak dan fosfat. MS Gulser Ana mengangkut sebanyak 39 ribu ton fosfat. Menurut surat kabar Madagaskar, L'Express sedikitnya 383 ribu liter solar, 7000 liter minyak dan air limbah, serta sebagian fosfat telah mengalir masuk ke laut. Sudah beberapa hari, pesisir selatan Madagaskar, di Tanjung Sainte Marie, bewarna hitam akibat minyak. Juga terdapat banyak ikan mati. Tanjung Sainte Marie sudah selama puluhan tahun dicap sebagai wilayah yang dilindungi untuk penyu. Masih belum jelas apa yang menyebabkan kapal Turki kehilangan minyak. Awak kapal telah diamankan. * MUAMAR KADHAFI 40 TAHUN BERKUASA Hari ini pemimpin Libya, Muamar Kadhafi merayakan bahwa ia telah 40 tahun berkuasa. 1 September 1969, kolonel Kadhafi yang ketika itu berusia 27 tahun, mengkudeta raja Idriss tanpa kekerasan. Perayaan lengkap dengan pawai militer, pameran kedirgantaraan dan kembang api. Perayaan yang berlangsung di ibukota Libia, Tripoli dihadiri pemimpin Afrika, Arab dan Amerika Latin. Pemimpin negara Barat juga diundang tapi tidak datang. Hubungan dengan Libia sempat membaik tapi kini kembali tegang. Penyebabnya adalah pulangnya Abdel Basset al-Megrahi, pelaku serangan Lockerbie tahun 1988, yang disambut sebagai pahlawan. Negara-negara Barat sangat marah dengan sambutan meriah itu. Dua pekan silam pria tersebut dibebaskan Skotlandia dengan alasan kemanusiaan. * PARLEMEN IRAN DUKUNG VAHIDI Parlemen Iran mendukung penuh pengajuan Vahidi sebagai menteri pertahanan baru. Di luar Iran ia dianggap kontroversial karena dituduh bertanggungjawab atas serangan terhadap pusat pertemuan Yahudi di Buenos Aires tahun 1994. Ketika itu Vahidi menjabat kepala Garda Revolusioner Iran dan diduga memerintahkan serangan di ibukota Argentina Buenos Aires. Karena keterlibatannya itu, Vahidi dicari Interpol. Bagi anggota parlemen Iran ini tidak menjadi persoalan. Hari ini mereka menyepakati pengajuannya sebagai menteri. Diperkirakan Rabu besok parlemen akan resmi menyetujui pelantikannya. * BERITA BURSA Hari ini bursa saham Eropa dibuka lebih tinggi setelah penutupan lebih tinggi bursa saham di Asia. Tidak lama setelah dibuka, Indeks AEX di Amsterdam naik 0,7 persen pada 298,45 poin. Indeks Nikkei di Jepang naik 0,36 persen pada 10.530,06 poin. Senin kemarin Indeks Dow Jones di New York merugi setengah persen dan ditutup pada 9496,28 poin. Indeks teknologi Nasdaq merugi satu persen pada 2009,06 poin. Satu Euro tercatat 1,4365 Dolar Amerika Satu Dolar Amerika bernilai 10.080,00 Rupiah. Satu Euro sama dengan 14.463,35 Rupiah. * MAMPUKAH DJP PERTAHANKAN KEPERCAYAAN ELEKTORAT JEPANG DAN PENGUNGSI BIRMA DI CINA KEMBALI KE RUMAH MEREKA Pemilu Jepang Ahad lalu mengakhiri kekuasaan hampir setengah abad Partai Liberal Demokrat LDP. Akibat kemacetan ekonomi yang seolah-olah tak kunjung henti, hilang kepercayaan terhadap elit politik, sehingga mayoritas elektorat akhirnya memilih Partai Demokrat Jepang, DJP. Tapi mampukah DJP mempertahankan kepercayaan ini? Demikian tulis harian pagi De Volkskrant. Janji kampanye pemimpin oposisi Yukio Hatoyama untuk menghidupkan kembali ekonomi Jepang, membatasi pengaruh birokrasi politik Jepang serta bersikap lebih asertif terhadap sekutu Amerika, mendapat banyak dukungan. Tapi kemungkinan perdana menteri baru Jepang memenuhi janji-janji pemilunya, boleh dibilang terbatas. Hatoyama tak punya banyak waktu membuktikan diri. Pemilih ingin cepat melihat hasilnya, yakni sebelum pemilu Majelis Tinggi parlemen Jepang tahun depan. Tugas terberat Hatoyama adalah merangsang ekonomi tanpa terlalu membebankan keuangan negara. Hatoyama ingin membantu keluarga dengan anak-anak balita, memperkecil dampak bertambahnya jumlah generasi manula dan meningkatkan daya beli konsumen di Jepang. Upah minimum ditingkatkan dan pencari pekerjaan mendapatkan tunjangan sebesar 700 euro per bulan. Masih belum jelas uang itu akan datang dari mana. Karena, bersamaan waktu DJP juga ingin membatasi pendapatan pemerintah dengan antara lain menghapus pemungutan tol di jalan raya. Akibat tindakan sebelumnya untuk merangsang ekonomi, Jepang telah mengalami defisit anggaran sebesar 200 persen dari Produk Domestik Bruto. Menurut pakar ekonomi dalam jangka pendek, rencana-rencana DJP bisa menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Tapi mereka juga khawatir ini akan berdampak negatif di jangka panjang. Demikian tulis harian De Volkskrant. Kita beralih ke topik berikut. Sekitar 2000 dari hampir 40 ribu pengungsi yang pekan lalu menyeberang perbatasan Cina telah pulang ke desa-desa mereka. Ini setelah imbauan sekutu Cina kepada Birma menghentikan pertempuran melawan pemberontak. Demikian tulis harian NRC Handelsblad. Sejak tentara Birma beraksi terhadap milisi-milisi lokal, puluhan ribu penduduk distrik Kokang menyeberang perbatasan dengan propinsi Cina, Yunnan. Di sana, di kota Nansan, dibangun tujuh kamp penampungan untuk para pengungsi. Di Kokang, empat kelompok etnik membentuk apa yang disebut Front Perdamaian dan Demokratis Myanmar. Ofensif tentara, yang menewaskan puluhan korban jiwa dan melukai puluhan orang lainnya, bertujuan memusnahkan gerakan ini menjelang pemilu parlemen Birma tahun 2010, pemilu pertama sejak 20 tahun. Jarang sekali Cina membuka perbatasan untuk pengungsi dari negara-negara tetangga. Tapi di Kokang tinggal banyak orang berpaspor Cina dan berbahasa Mandarin. Cina tak mungkin bersedia menampung pengungsi untuk jangka panjang. Warga Birma didorong pulang ke rumah dan peternakan mereka. Namun pengungsi berwarganegara Cina tidak bisa dipaksa meninggalkan Cina. Warga Cina dan Birma di Kokang menuduh tentara Birma melakukan perampokan dan kekerasan ekstrem. Para lansia membandingkan ulah junta militer dengan ulah tentara Jepang semasa perang. Menarik bahwa tuduhan ini tidak disensor Cina, yang biasanya memeriksa pemberitaan tentang rezim. Demikian NRC Handelsblad dan sekian pula Tinjauan Pers untuk kali ini. * PARA SANDERA HARUS DIBEBASKAN Dua politisi perempuan Kolombia yaitu Clara Rojas dan Ingrid Betancourt, disandera oleh gerilyawan FARC selama enam tahun. Pasukan pemerintah berhasil membebaskan keduanya pada tanggal 2 Juli 2008. Clara Rojas kemudian menulis buku mengenai pengalamannya sebagai sandera berjudul "Saya Hidup Untuk Anak Saya". Minggu ini tokoh ini berkunjung ke Belanda untuk mempromosikan bukunya. Jose Zepeda, kepala bagian Amerika Latin Radio Nederland Wereldomroep berbicara dengannya: Setelah berkenalan, Clara Rojas langsung mengatakan ia kenal Radio Nederland Wereldomroep. Sewaktu ditahan di tengah hutan rimba, dia beruntung bisa beberapa kali mendengarkan siaran bahasa Spanyol Radio Nederland. Penghibur lara yang disambut dengan tangan terbuka. Apabila berkuasa di Kolombia, ia akan berupaya berunding dengan gerakan gerilya FARC supaya semua sandera bisa dibebaskan. Itulah yang terpenting, katanya. Karena itu ia tidak bisa mengerti mengapa pemerintah Kolombia tidak menyambut usul gerilyawan FARC untuk membebaskan tahanan lainnya. Kalau berwenang maka ia akan langsung mengirim helikopter untuk menjempat para sandera. Hamil Selama beberapa tahun hidup bersama pemberontak FARC, Clara Rojas mengamati kebanyakan gerilyawan ini tidak punya hubungan dengan sanak keluarga. Mereka hidup terkucil dari dunia luar, juga dari masyarakat Kolombia. Kebanyakan masih di bawah umur, anak laki-laki dan perempuan yang menenteng senjata. Tetapi Rojas memendam perasaan bertolak belakang terhadap para gerilyawan. Di satu sisi mereka bisa melakukan hal-hal yang sangat kejam di luar batas kemanusiaan, misalnya dengan merantai sandera. Tetapi di pihak lain mereka sangat sopan, bahkan mencoba menyelamatkannya. Clara Rojas akhirnya hamil dengan salah seorang gerilya dan melahirkan dalam keadaan sangat miskin. Salah satu penjaganya yang bukan dokter, melakukan bedah caesar dan ketika lahir si bayi patah tangan. Clara Rojas memberi nama anaknya Emmanuel, artinya Tuhan bersama kita, nama yang pas untuk anak yang dilahirkan dalam tahanan. Rojas bisa menerima ia mengandung anak seorang gerilyawan dan tidak pernah berpikir akan menggugurkan kandungannya. Dalam hal tertentu bayi itu juga membantunya bertahan hidup. Putus Asa Tentu saja ada saat-saat penuh keraguan, misalnya ketika bayinya dipisahkan darinya, karena sakit. Ia sangat putus asa dan berhari-hari berteriak 'bebaskan saya!'. Tetapi teriakannya hilang di tengah hutan rimba. Walau begitu ia tetap berpendapat suaranya didengar orang. Setelah enam tahun, akhirnya ia dibebaskan berkat penengahan Presiden Venezuela Hugo Chavez. Ia juga kembali bertemu anaknya. Clara Rojas adalah perempuan yang rentan dan lemah lembut. Ia tidak menyimpan sedikit pun dendam pada penyanderanya. Ia yakin bisa selamat dari neraka penderitaan karena keyakinannya. Ia mengaku semula begitu mendendam, tetapi sekarang ia belajar memaafkan. Menulis buku juga membantunya. * LIBERAL JEPANG KALAH TELAK, TARO ASO MUNDUR Jepang menyaksikan reformasi politik terbesar dalam setengah abad terakhir. Untuk pertama kali sejak 1950an, Partai Liberal LDP yang memerintah kalah telak dalam pemilu Ahad kemarin. partai pimpinan perdana menteri Taro Aso, kehilangan lebih dari sepertiga kursinya di parlemen. Partai Demokratik Jepang, menguasai suara mayoritas dengan meraih lebih dari 200 kursi. Perdana Menteri Aso langsung mengundurkan diri setelah pengumuman hasil penghitungan suara pertama diumumkan. Karel van Wolferen, pakar Jepang di Belanda tidak terkejut akan kekalahan telak LDP. "Saya sudah mengira itu akan terjadi. Marjin pemungutan suara memang tergantung berbagai faktor yang tidak bisa ditebak, jadi tidak bijaksana untuk memperkirakan itu sebelumnya. Tapi, bulan Januari lalu rekan-rekan saya di Jepang sudah mengatakan, inilah tahunnya rakyat Jepang menggulingkan kekuasaan partai LDP. " Demikian Karel van Wolferen menjelaskan. Yang sebenarnya terjadi adalah Jepang sudah berjalan tanpa kemudi selama beberapa waktu. Ini sungguh mengkhawatirkan orang Jepang. Termasuk para birokrat sendiri yang notabene sengaja memelihara sistem yang membuat para politisi tidak leluasa mengambil berbagai keputusan. Dengan kata lain, keadaan dimana para politisi tidak bisa menciptakan kemudi yang dibutuhkan Jepang. Hal lain yang perlu dicatat, ini adalah kali pertama sebuah partai politik yang menang mewakili kelas menengah urban Jepang. Partai yang sebelumnya mewakili kepentingan para petani, penjaga toko kecil, intinya rakyat kelas bawah. Karel van Wolferen menjelaskan, perubahan sosial juga memainkan peran dalam kekalahan telak partai liberal kali ini. Perubahan sosial membawa sejumlah masalah yang perlu segera diselesaikan. Dengan kata lain, banyak hal-hal yang sudah pasti dalam sistem pemerintahan Jepang memerlukan pemikiran ulang atau reformasi. Apa yang bisa diharapkan dari pimpinan Jepang baru, Yukio Hatoyama? Hatoyama butuh dukungan penuh partainya. Tapi karena partai demokratik ini menjadi populer dalam waktu singkat, bisa dibayangkan banyak anggota parlemen baru dari partai yang tidak punya pandangan awal yang sama. Ini membutuhkan usaha sangat keras untuk memastikan bagian partai yang itu tidak terbujuk oleh para "birokrat" untuk kembali mengganti sistem kekuasaan, atau paling tidak, aspek dasar dari hal tersebut. " Menurut saya hal itu sulit sekali, " demikian van Wolferen. * PEMOTIVASI PETER VAN UHM, PANGLIMA TENTARA BELANDA Dalam rangkaian pembicaraan dengan tokoh-tokoh penting Belanda, Radio Nederland mewawancari Peter van Uhm, putra penjual roti dari Nijmegen yang berhasil mencapai posisi militer tertinggi di Belanda. Ia bercerita mengenai apa yang memotivasinya, seragamnya, dan pengorbanannya. "Tentara diminta untuk melakukan hal-hal yang tidak akan diminta perusahaan terhadap karyawannya". Laporan Wendy Braanker. Ia sangat bangga dengan seragamnya. CV-nya tergantung di seragamnya. Tongkat kecil yang menunjukkan apa saja yang ada dibenaknya seperti dikatakan sendiri oleh Van Uhm. Dalam acara-acara resmi ia mengenakan medali-nya. Bintang anugerah yang tergantung di seragamnya menunjukkan Van Uhm diangkat sebagai panglima Angkatan Bersenjata dan pangkatnya dinaikkan menjadi jenderal bintang empat. Tanggal 17 April 2008, Van Uhm mengambil alih tongkat kepemimpinan dari jenderal Dick Berlijn. Masa akil balik Minatnya terhadap pertahanan sudah dimulai sejak masa akil balik. Cerita-cerita mengenai Perang Dunia Kedua membuat Van Uhm muda merenung. "Suatu perkecualian kalau anda sejak remaja sudah menyadari ada banyak orang Amerika, Kanada, Australia, dan Prancis, yang semuanya siap berkorban demi masa depan yang lebih baik", kata Van Uhm. Van Uhm sendiri, lahir di tahun 1955, tidak mengalami Perang Dunia II, tapi orangtua mengalaminya. Ia mendengar cerita-cerita mengenainya: "Lima tahun kesengsaraan". Peringatan Operasi Market Garden (1944) di kotanya Nijmegen kemungkinan besar menjadi pendorong utamanya untuk mendalami sejarah periode tersebut. Selama sekolah menengah, ia membeli buku berseri mengenai perang. Ia meminjam uang dari ibunya untuk membeli buku-buku itu. Buku-buku dibacanya berulang-ulang sampai rusak. Minatnya terhadap profesi tentara, semakin meningkat. Tidak menyesal 17 tahun usianya, ketika Van Uhm mendaftar di Akademi Militer Kerajaan di Breda. Ia tidak pernah menyesalinya. Panglima tentara Belanda ini, membawahi 'perusahaan' yang memiliki 42 ribu karyawan perempuan dan laki-laki, militer maupun sipil. Ia tidak mau kata perusahaan dikaitkan dengan pertahanan: "Menurut saya, kami bukanlah perusahaan biasa. Orang-orang yang bekerja di bidang pertahanan, diminta melakukan tugas yang perusahaan lain tidak akan melakukan terhadap karyawannya. Kami merupakan kekuatan bersenjata dari politik dan jika diperlukan kami akan diterjunkan ke mana saja politik menghendakinya. Itulah demokrasi. Tentara tidak memutuskan sendiri apa maunya. Ini bagus juga. Tapi berarti anda bisa dikirim ke suatu tempat yang sama sekali tidak menyenangkan di dunia ini, dan pengorbanan sebesar-besarnya diminta dari anda". Luapan emosi Peter van Uhm dan keluarga juga harus menghadapi pukulan. Sehari sesudah diangkat sebagai panglima tentara Belanda, putranya Dennis van Uhm, 23 tahun, tewas akibat ranjau darat di Afghanistan, 18 April 2008. Van Uhm sempat goyah, apakah ia akan meneruskan jalan yang sudah ditapiknya ini. "Itu merupakan luapan emosi pertama, kalau boleh dikatakan demikian. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Yang penting adalah keyakinan putra kami, bagaimana dia menjalani hidupnya selama ini, dan apa tujuan kami". Berhenti sama saja dengan mengaku kalah pada lawan. "Jadi kami mengatakan tidak, kami berada pada jalur yang tepat. Putra kami meyakini hal itu. Kami juga meyakininya. Jadi jalan terus. Apabila saya boleh jujur, saya akan katakan saya tidak memiliki banyak pilihan". Bantuan pembangunan Cerita-cerita mengenai PD II membuatnya sadar bagaimana rasanya hidup tidak merdeka. Itu menjadi motivasi penting bagi remaja Van Uhm untuk bergabung dengan tentara dan ia tidak pernah menyesalinya. Menurut sang jenderal, Belanda merupakan satu dari sedikit negara yang Undang Undang Dasarnya menetapkan bahwa tentara harus turut serta mewujudkan tertib hukum internasional. "Kami membantu orang. Ini pekerjaan yang benar-benar mulia". Menurut Van Uhm, Belanda siap memikul tanggungjawab internasional. Ini tidak hanya berarti misi di Afghanistan. "Kita masih berada di berbagai tempat di Balkan. Kita juga hadir di Afrika. Tidak hanya misi saja. Kami bantu membangun negara-negara. Dalam waktu dekat, ada 40 tentara yang akan ke Burundi untuk membantu tentara di sana membangun barak-barak. Kami juga memiliki orang-orang yang bertugas memerangi perompak di laut". Afghanistan Berbicara mengenai misi internasional Belanda, maka perhatian akan tertuju pada Afghanistan, atau lebih tepatnya propinsi Uruzgan di mana militer Belanda ditempatkan. Tentara belanda hadir di sana hingga Agustus 2010, kecuali kalau diperpanjang lagi untuk kedua kali. Keputusan mengenai hal itu ada di tangan politik. Dalam hal ini, pendapat Van Uhm 'tidaklah relevan'. Sang jenderal tentu saja akan memberi nasehat pada menteri terkait. Dukungan "Afghanistan sudah melakukan berbagai langkah besar beberapa tahun belakangan", kata sang jenderal. Menurutnya, misi tersebut sudah berhasil. "Kemajuan yang dicapai membenarkan keberadaaan kami saat ini di sana". Tetapi dukungan dari masyarakat Belanda bagi misi Afghanistan tidaklah besar. Menurut Van Uhm hanya separuh penduduk Belanda mendukung misi Afghanistan. "Tetapi kami harus memisahkan dua hal. Pertama, dukungan untuk militer. Ini sangat besar di masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat Belanda benar-benar sudah berubah banyak. Saya pernah mengalami saat-saat di mana militer dipandang sebagai pembunuh. Itu terjadi sudah lama, tapi pernah terjadi. Bandingkan dengan perubahaan saat ini di dunia serta cara Belanda melakukan perubahan arah. Anda bisa saksikan adanya dukungan besar. Berkat berbagai misi dan tugas-tugas yang dilakukan tentara di sana. Ini berbeda dari pendapat mengenai cara-cara politik menugasi kami dan ke mana kami harus pergi". Sumber tenaga 24 jam per hari, Van Uhm adalah tentara. Oleh karena itu, telefon tidak pernah terletak jauh darinya. 'Setiap saat bisa terjadi sesuatu di mana anda dibutuhkan". Peter van Uhm melepaskan ketegangan dengan berolahraga. Ia berupaya menyisihkan waktu untuk keluarga. Selama liburan, ia lebih senang menyelesaikan teka-teki silang. "Kedengarannya janggal", kata Van Uhm tapi ia juga merasa santai apabila ia sedang berada 'di lapangan': ''Apabila anda berada dalam satuan, anda bertugas dengan baik dan menyaksikan hasil kerja bawahan anda, maka ini memberi dorongan energi yang luar biasa". * PERINGATAN 70 PERANG DUNIA II Masyarakat Eropa hari ini sedang memperingati 70 tahun pecahnya Perang Dunia Kedua. Perang yang mengakibatkan jutaan manusia di dunia ini mengalami penderitaan yang tak ada taranya. Peringatan tersebut dipusatkan di kota pelabuhan Gdanks, Polandia. Perang Dunia Kedua tak terelakkan menggoreskan kenangan pahit terhadap rakyat Indonesia dan rakyat Asia lainnya. Nina Herlina Lubis Gurubesar Ilmu Sejarah Universitas Pajajaran, dan Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia Bandung, mengungkapkan pelajaran apa yang harus kita tarik dari sejarah gelap perang tersebut. Nina Herlina Lubis: Sebenarnya kalau kita lacak kembali, kita buka kembali album sejarah kita itu, sejarah dunia, kalau kita lihat munculnya Perang Dunia itu sendiri harus dililhat akarnya apa. Kalau kita lacak itu sebenarnya kan karena munculnya faham-faham nzi-isme, kemudian fasisme di Italia dan juga fasisme di Jepang. Kedua faham ini sebenarnya didasari oleh sesuatu yang kontradiktif. Misalnya kalau kita lihat, Hilter itu dulu dia naik ke puncak pimpinan itu melalui jalan demokratis. Cuma dia demokratis tapi tidak didukung oleh semangat kebebasan. Tidak didukung oleh semangat kesetaraan. Dan sayangnya itumalah didukung oleh semangat rasialisme. Kita tahu bahwa nazi itu slogannya kan uber alles, jadi negara yang lain itu, bangsa lain itu yang bukan bangsa aria itu, bukan ras mereka, jadi ya klas dualah. Mereka akhirnya kalau dilihat nazi-isme itu juga ada semangata dendam. Kita bahwa masa kecil Hitler ini juga punya masa kecil yang buruk, sehingga dia jadi megalomania. Sedang kalau Italia kita lilhat, mereka mengarahkan punya semangat demokratis, tapi tidak punya semangat kesetaraan, mereka menunjukkanya kepada bangsa kelas dua, kepada Afrika. Sementara Jepang ini yang aneh. Baukan aneh tapi ya nyata gitu, mereka punya semangat fasisme dan juga militerisme. Karena kalau kita lihat ya Jepang itu, di sana yang berkuasa orang militer. Bukan seorang teknokrat, itu hanya lambang saja ya. Nah repotnya, akhirnya semangat yang seperti tadi, demokratis tapi tidak dengan kesetaraan dan kebebasan, itu berhadapan dengan semangat kekuasaan Barat, yang jadi lawannya. Tapi Barat juga walaupun bagusnya demokratis, cuma masalahnya mereka didukung oleh semangat imperialisme dan kapitalisme. Nah akibatnya, kalau kita lihat ini berbentura, dan yang hancur kan orang lain. Untuk mengikuti wawancara selengkapnya dengan Nina Marlina Lubis ini, silahkan membuka situs web kami; www.ranesi.nl --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
