---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 08 September 2009 15:10 UTC



** DPR SAHKAN UU LINGKUNGAN HIDUP

** LEDAKAN GAS DI TAMBANG BATU BARA CINA

** AKSI BUNUH DIRI DI BANDARA KABUL

** TOPIK PERS: ANAK MUDA CINA MAUNYA PEKERJAAN TOP DAN  200 DOLAR KARENA 
KENAKAN CELANA PANJANG

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ANAK GEMUK DAN IKLAN TV BELANDA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: INTEGRASI PEMUDA MAROKO

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: RUU PERFILMAN INGIN KONTROL INDUSTRI FILM



* DPR SAHKAN UU LINGKUNGAN HIDUP

DPR mengesahkan undang-undang lingkungan hidup yang baru yang memberi kekuasan 
pada Menteri Lingkungan untuk mencabut ijin bisnis pelaku polusi. Para pegiat 
lingkungan mengatakan hal itu bisa mengefektifkan penegakan hukum. 

Undang-undang baru ini mengharuskan perusahaan yang operasinya akan berdampak 
terhadap lingkungan, mendapatkan ijin serta menjalankan uji lingkungan sebelum 
mulai beroperasi. 

Lebih lanjut, undang-undang juga menetapkan siapa saja yang melakukan polusi  
lingkungan dapat diganjar hukuman sampai 10 tahun penjara atau denda sebanyak 
10 milyar rupiah. 

Undang-undang baru mencakup sanksi bagi pejabat pemerintah daerah ataupun pusat 
yang mengeluarkan ijin tanpa melalui prosedur benar.


* LEDAKAN GAS DI TAMBANG BATU BARA CINA
Sedikitnya 35 orang tewas akibat ledakan gas di sebuah tambang batu bara di 
kota Pingdingshan, provinsi Henan, Cina tengah. Kantor berita Cina Xinhua 
memberitakan 44 buruh tambang masih terjebak. 
Sebanyak 93 buruh bekerja di tambang saat ledakan terjadi, dan 14 di antaranya 
diselamatkan. 
Industri tambang Cina dikenal sebagai salah satu yang paling berbahaya di 
dunia. Angka resmi menunjukkan tahun lalu saja jumlah korban tewas di tambang 
mencapai 3200 jiwa. Tapi menurut serikat-serikat independen, angkanya jauh 
lebih tinggi.




* AKSI BUNUH DIRI DI BANDARA KABUL

Sedikitnya tiga orang tewas dan sepuluh lainnya luka-luka  dalam aksi bunuh 
diri di bandara ibukota Afghanistan, Kabul, 

Pelaku meledakkan diri ketika sebuah kendaraan tentara melewati gerbang masuk 
bandara. Di antara korban luka terdapat empat tentara asing. Menurut pasukan 
perdamaian internasional ISAF, mereka terdiri dari tiga tentara Amerika dan 
seorang tentara Belgia. 

Dalam insiden terpisah beberapa hari belakangan, dua tentara Belanda tewas di 
Afghanistan.


* POSISI PERSAINGAN BELANDA TURUN

Posisi persaingan Belanda memburuk dalam setahun belakangan. Dalam laporan 
World Economic Forum yang dipublikasikan Selasa ini, posisi Belanda turun dari 
peringkat delapan menjadi sepuluh. 

Para peneliti menyatakan penampilan Belanda lebih buruk dibandingkan 
negara-negara Eropa lain yang juga dilanda krisis ekonomi. Ini karena bank-bank 
di Belanda terlalu sedikit meminjamkan uang kepada perusahaan yang berdampak 
pada kecilnya investasi.

Di samping itu, infrastruktur di Belanda juga tidak memadai, yang  tentu saja 
merugikan transportasi darat. Kendala lain adalah birokrasi yang kurang efisien 
dan ketatnya peraturan di pasar tenaga kerja. Menurut peringkat World Economic 
Forum, ekonomi Swiss paling kuat saat ini.


* 200 DOLAR KARENA CELANA PANJANG

Lubna Hussein dibebaskan dari hukuman cambuk tapi harus membayar denda sebesar 
200 dolar karena mengenakan celana panjang di tempat umum. Demikian putusan 
pengadilan di Sudan.

Bersama dengan dua belas perempuan lain, wartawati itu ditangkap di sebuah 
restoran di Khartum. Mereka mengenakan celana panjang, yang di Sudan dianggap 
sebagai tidak senonoh. 

Lubna Hussein bekerja untuk PBB dan memiliki kekebalan diplomatik, tapi ia 
justru minta mundur. Nyonya Hussein hendak menggunakan proses pengadilan 
sebagai pernyataan untuk melawan peraturan ketat dalam berbusana di negaranya. 
Nyonya Hussein terancam hukuman 40 kali cambukan apabila bersalah.

Sementara, Nyonya Hussein mengatakan tidak akan membayar denda dan siap 
dipenjarakan.


* CUACA BURUK LANDA TURKI BARAT LAUT

Hujan sangat lebat melanda Turki barat laut. Sungai-sungai di berbagai tempat 
meluap. Cuaca buruk ini juga menyebabkan sebuah kapal barang Kamboja karam di 
Laut Hitam. Sebanyak 12 awaknya berhasil diselamatkan oleh petugas pantai.  

Di propinsi Tekirdag, sebanyak lima anggota dari sebuah keluarga hilang akibat 
banjir besar. Hujan lebat di kawasan ini menimbulkan kerusakan material besar.


* DUA TENTARA BELANDA TEWAS DI URUZGAN

Menteri Pertahanan Belanda Eimert van Middelkoop terpukul atas kematian dua 
tentaranya di Afghanistan dalam dua hari terakhir. Ahad lalu, seorang kopral 
berusia 26 tahun tewas dalam baku tembak. Sehari kemudian, seorang sersan mayor 
berusia 44 tahun tewas ketika kendaraannya menabrak bom jalan. 

Van Middelkoop menegaskan kedua tentara tewas dalam operasi bagi kemajuan di 
Uruzgan. Kematian mereka menggetirkan, kata sang menteri. 

Selanjutnya Middelkoop juga mengatakan tidak ragu-ragu Belanda akan meneruskan 
misinya di sana sesuai janji. Menurutnya, situasi di Uruzgan membaik 
tahun-tahun belakangan. Namun ia khawatir dukungan di kalangan masyarakat 
Belanda terhadap misi tersebut semakin berkurang.


* MENTERI KEHAKIMAN MEKSIKO DIGANTI

Presiden Meksiko Felipe Calderon mengganti Menteri Kehakiman Eduardo Medina 
Mora. Presiden tidak memberi penjelasan resmi, tapi pergantian itu kemungkinan 
besar terkait kegagalan kehakiman dalam menumpas kartel obat bius. 

Ketika Calderon berkuasa tiga tahun lalu, ia menyatakan perang terhadap mafia 
obat bius yang aktif terutama di perbatasan dengan Amerika Serikat. Presiden 
tidak mampu mengakhiri kekerasan antar kartel walaupun sudah mengerahkan ribuan 
tentaranya.

Sejak akhir 2006, lebih dari tiga belas ribu orang Meksiko dibunuh, termasuk 
banyak warga sipil. Sementara, sejumlah pemimpin kartel telah ditangkap, tapi 
buron paling kondang: Joaquin Guzman atau 'El Chapo', masih bebas berkeliaran. 
El Chapo adalah pemimpin kartel paling berkuasa Sinaloa.


* REKAMAN VIDEO SEJUMLAH SANDERA FARC

Televisi Kolombia menayangkan rekaman video sepuluh sandera FARC. Mereka 
terdiri dari tentara dan petugas polisi yang sudah sebelas tahun lamanya 
diculik gerakan pemberontak marxis itu. Para sandera dirantai dan tampak sangat 
kurus. Mereka menyampaikan pesan pada keluarga dan meminta agar dibebaskan. 

Seorang kurir FARC membawa video tersebut ketika ditangkap oleh tentara 
Kolombia. Sepekan lalu, juga muncul pesan video dari delapan sandera lainnya. 

Dengan video-video itu, FARC hendak menekan pemerintah di Bogota. Semua tentara 
dan petugas polisi dalam video itu termasuk dalam kelompok sandera penting 
berjumlah 24 orang, yang ingin ditukar FARC dengan lima ratus anggotanya yang 
sekarang di penjara. 

Perundingan antara pemerintah  Presiden Alvaro Uribe dengan para pemberontak 
FARC macet.


* BERITA BURSA

Bursa-bursa Eropa dibuka dengan keuntungan. Menjelang tengah hari, indeks AEX 
di Amsterdam berhasil menembus batas 300 poin. Indeks naik 0,71% pada 300,52. 
Bursa-bursa lainnya di Eropa juga mengalami kenaikan. Bursa Paris, Jerman, dan 
London, naik antara 0,27 dan 0,70%. 

Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan hari ini dengan positif. Di Tokyo, 
indeks Nikkei ditutup pada 10.393 atau naik 0,70%

Kurs mata uang:
1 euro = $ 1, 4480 
1 euro = Rp.14.402
1 dolar= Rp.  9.947


* ANAK MUDA CINA MAUNYA PEKERJAAN TOP DAN  200 Dolar KARENA KENAKAN CELANA 
PANJANG

Lubna Hussein akhirnya didenda $200 tapi dibebaskan dari hukuman cambuk. 
Demikian putusan pengadilan Sudan sehubungan kasus wartawan perempuan yang 
didakwa melanggar undang-undang kesopanan karena mengenakan celana panjang di 
tempat umum. Lubna Hussein sebelumnya diancam 40 kali hukuman cambuk. Demikian 
surat kabar International Herald Tribune. 

Sesudah putusan dijatuhkan, Lubna Hussein, yang ditolak pengadilian masuk ke 
sidang karena lagi-lagi mengenakan celana panjang, dengan kukuh mengatakan 
tidak akan membayar denda. 'Ini masalah prinsip', kata perempuan berusia 34 
tahun itu. Ia juga tidak gentar dijebloskan ke penjara kalau tidak bersedia 
membayar. 'Ini justru kesempatan untuk mempelajari keadaan di penjara'. 

Kasus pengadilan Lubna Hussein ini menarik perhatian baik dari dalam maupun 
luar negeri. Di Sudan berlaku sebagian hukum syariah, yang mengharuskan 
perempuan berpakaian sederhana. Tapi hukum ini kabur. Hukum berbunyi 'setiap 
orang yang melakukan tindakan tidak senonoh dan melanggar moral masyarakat atau 
mengenakan pakaian tidak senonoh, akan didenda dan dicambuk sebanyak 40 kali. 

Ancaman hukuman cambuk itulah yang memicu perhatian internasional. Dalam sidang 
hari Senin, para diplomat dari Inggris, Prancis, Kanada, Swedia, dan Belanda, 
berbondong-bondong memenuhi ruang sidang di Khartum. Sekelompok besar perempuan 
Sudan juga hadir dengan mengenakan celana panjang. Polisi menangkapi puluhan 
demonstran perempuan itu. 

Wartawati Lubna Hussein dulunya bekerja untuk Perserikatan Bangsa Bangsa, tapi 
gara-gara kasus ini, ia mengundurkan diri karena tidak mau menyeret PBB. 
Tampaknya para pemimpin Sudan yang ingin menormalisasi hubungan dengan Amerika 
Serikat muncul dengan jalan keluar kompromi: Hussein tetap diganjar hukuman 
denda tapi tidak terlalu berat  supaya tidak semakin meningkatkan kejengkelan 
internasional. Demikian International Herald Tribune.

Fan Zhou, 24 tahun, seorang pembuat program komputer asal Shanghai. Dengan CV 
seperti miliknya, ia akan mudah mendapatkan pekerjaan. Tapi sampai saat ini Fan 
belum menemukannya. Masalahnya bukan karena tidak ada pekerjaan. 'Gampang 
mendapat kerja tapi untuk mendapatkan pekerjaan menarik itulah yang butuh 
waktu', kata Fan. Tulis NRC Handelsblad.

Menurut Kementerian Pendidikan Cina, lebih dari 3 juta anak muda berpendidikan 
tinggi menganggur. Tahun depan, sebanyak 5 juta lulusan perguruan tinggi 
membutuhkan pekerjaan. Pada saat pemerintah Cina mengkhawatirkan naiknya 
pengangguran di kalangan pendidikan tinggi, Fan dan generasinya menunjukkan 
bahwa mereka lebih suka tinggal di rumah dan menganggur ketimbang bekerja di 
bawah taraf pendidikan mereka.  'Masalahnya sebagian terletak pada sikap mereka 
sendiri yang tidak bersedia memulai karir dari bawah', demikian Ma Xiangang, 
makelar tenaga kerja. 
 
Sekitar 200 juta anak muda yang lahir antara 1980 dan 1989 hanya mengenal masa 
pertumbuhan ekonomi, kontras dengan kehidupan orangtua mereka di mana 
kemiskinan di bawah Mao Zedong masih membekas kuat. Manajer personalia, Ibu 
Zhang misalnya mengatakan 'Seharusnya mata mereka ditujukan ke sini ', kata Ibu 
Zhang menunjuk pada kakinya. 'Tapi mereka mengarah ke sana', tambahnya sambil 
telunjuknya mengarah ke udara. 'Rumah2 yang kami bangun selama masa hidup kami, 
maunya anak-anak muda itu sudah bisa mereka beli esok hari'. Demikian Ibu Zhang 
seperti dikutip NRC Handelsblad.

Sekian Tinjauan Pers.


* ANAK GEMUK DAN IKLAN TV BELANDA
Anak-anak Belanda suka makan gula-gula, makanan kecil dan minum secara 
berlebihan. Karenanya 15% kena obesitas alias berat badan berlebihan.
Di lain pihak, televisi swasta dan industri gula-gula terus berupaya mengeruk 
keuntungan dengan memasang iklan besar-besaran. Obesitas menjadi masalah 
politik, di samping juga masalah dagang. Laporan Johan Huizinga:

Obesitas atau kelebihan berat badan sekarang ramai dibicarakan di mana-mana, 
termasuk Belanda. Parlemen Belanda memperdebatkan usul larangan menayangkan 
iklan gula-gula, makanan kecil dan minuman anak-anak di televisi antara jam 
tujuh sampai sembilan malam.
Anak-anak di bawah 12 tahun lebih mudah termakan iklan macam itu, demikian 
dinyatakan Yayasan Jantung dan Lembaga Konsumen Belanda. Dua tahun silam dua 
organisasi ini datang dengan usul larangan reklame televisi. Tapi ternyata 
parlemen Belanda tidak terlalu bersemangat mengeluarkan larangan seperti itu. 
Kalangan konservatif berpendapat dunia industri Belanda bisa mengatur diri 
sendiri, sedangkan kalangan kristen demokrat tidak suka terus mengeluarkan 
larangan. Pihak sosial demokrat ingin supaya industri makanan Belanda 
menyesuaikan reklamenya.

Anak Swedia Gemuk-gemuk
Alhasil larangan iklan itu tidak akan keluar. Menurut Liesbeth Hop dari Yayasan 
Reklame Rakkers, larangan itu tidak diperlukan karena memang tidak ada gunanya.
Liesbeth Hop: Saya selalu melihat keadaan Swedia. Di sana larangan reklame itu 
sudah berjalan antara 15 sampai 20 tahun. Ternyata pada prakteknya sulit, 
karena larangan semacam itu hanya bisa dikeluarkan terhadap lembaga penyiaran 
publik. Kemudian juga terbukti bahwa anak-anak Swedia lebih gemuk katimbang 
anak-anak Belanda. 
Bukan hanya hasil larangan yang tidak menarik, tetapi juga cara-cara yang ada 
tidak cocok dengan situasi sekarang. Lembaga penyiaran yang berasal dari luar 
negeri jelas tidak bisa dibendung dengan larangan yang hanya bisa diberlakukan 
di dalam negeri.

Mendidik dan memberi penerangan
Lebih dari itu, Liesbeth Hop menegaskan, larangan macam ini juga menjauhkan 
orang tua dan kaum dewasa dari tanggung jawab mereka mendidik anak-anak dan 
memberi penerangan pada mereka. Bagi Liesbeth anak-anak berhak memperoleh 
penjelasan tentang dunia yang diciptakan orang dewasa untuk mereka. Dan itu 
termasuk dunia usaha, perdagangan dan iklan.
Yayasan Reclame Rakkers sudah bertahun-tahun sibuk memberi penyuluhan tentang 
reklame untuk anak-anak antara enam dan 12 tahun. Hasilnya dianggap positif. 
"Anak-anak ini harus dipersenjatai supaya bisa menghadapi reklame dan bukan 
dilindungi," demikian kesimpulan Liesbeth Hop.
Liesbeth Hop: Ini bisa dijelaskan dengan baik pada anak-anak. Mereka dididik 
mengenali reklame. Mereka diajari memahami reklame dan bersikap kritis 
terhadapnya. Dengan begitu anak-anak ini bisa menjadi konsumen dewasa, dan 
itulah yang kami inginkan.
Tetapi Marcel van Beusekom, jurubicara Lembaga Konsumen Belanda tidak setuju 
dengan pendekatan macam ini. Baginya ini tidak lebih dari tempat bersembunyi 
dunia industri makanan anak-anak. Selain itu usulan bersama lembaga penyiaran 
swasta dan sektor industri untuk mengadakan siaran penyuluhan anti obesitas 
juga tidak ditanggap positif.
Marcel van Beusekom: Saya lebih melihat ini sebagai dalih untuk menghindari 
larangan siaran iklan. Sebaiknya orang mengadakan penyuluhan yang baik dan 
berhenti memasang iklan. Mereka harus jujur dengan barang dagangan mereka.
Larangan mengiklankan gula-gula dan makanan ringan anak-anak tidak akan 
diberlakukan di Belanda. Begitulah keputusan parlemen. Tetapi perdebatan 
kalangan politisi menurut kawan dan lawan adalah kesempatan yang sekarang  
disia-siakan. Industri makanan tidak merasa ditekan dan masalah anak kegemukan 
tidak dianggap serius.


* INTEGRASI PEMUDA MAROKO

Pelaku kriminal remaja keturunan Maroko, lebih merasa dirinya orang Belanda 
ketimbang anak-anak Maroko seusianya yang lain. Juga pelaku kriminal Maroko di 
bawah umur, kebanyakan berasal dari keluarga 'baik-baik'. Orangtua 
berpendidikan lebih tinggi dan kaya ketimbang teman-temannya yang lebih patuh. 
Demikian hasil penelitian Universitas Utrecht yang terbit Selasa kemarin. 
Penelitian ini membandingkan ulah kriminal di kalangan pemuda Maroko dan 
Belanda. Laporan Martijn van Tol. 


Sudah umum diketahui anak nakal keturunan Maroko yang di penjara jumlahnya jauh 
lebih banyak. Namun penyebabnya masih belum jelas. Untuk itu, tiga peneliti 
Universitas Utrecht mewawancarai 150 pemuda Maroko yang mendekam di penjara 
anak-anak serta keluarga mereka. Sebagai perbandingan, peneliti juga 
mewawancarai 150 pelaku kriminal asli Belanda di bawah umur, beserta 
keluarganya. 

Gonneka Stevens: "Pemuda Maroko memang lebih sering melakukan tindak kejahatan, 
namun jenisnya lebih ringan, misalnya pencurian dan pencurian dengan kekerasan. 
Anak muda Belanda lebih sering menggunakan kekerasan dan lebih sering terlibat 
delik pelanggaran susila dan pembakaran. Pemuda Maroko yang mengalami masalah 
emosional dan perilaku tidak sebanyak warga Belanda. Anak Belanda justru lebih 
sering merasa kesepian, dan karena itu lebih ringan tangan atau depresif."

Ada satu perbedaan lagi, pemuda Belanda yang melakukan tindak kriminal 
kebanyakan berasal dari masyarakat kelas bawah. Sementara anak berandalan 
keturunan Maroko , berasal dari keluarga berekonomi lebih baik dan dengan 
tingkat integrasi lebih Tim peneliti Universitas Utrecht menyimpulkan

Menurut penelitian mereka, pelaku kriminal Maroko di bawah umur, berasal dari 
keluarga dengan tingkat ekonomi lebih baik dan juga lebih menyesuaikan diri 
dengan masyarakat Belanda..

Gonneke Stevens: "Anak-anak ini memandang dirinya sebagai orang Belanda. 
Perasaan ini lebih besar ketimbang di kalangan anak-anak Maroko yang bukan 
penjahat. Di rumah mereka lebih sering berbahasa Belanda dengan orang tuanya, 
punya lebih banyak teman Belanda, dan menyatakan sependapat dengan ide-ide dan 
norma Belanda, serta lebih memahami orang Belanda."

Tapi apakah ada teori bahwa jika orang lebih merasa terikat dengan masyarakat, 
maka kecenderungan untuk dia melakukan kejahatan lebih kecil?

Gonneke Stevens mencoba menjelaskan mengapa pemuda Maroko masih tetap melakukan 
tindak kejahatan meskipun sudah berintegrasi dengan masyarakat Belanda.

Menurutnya, pemuda Maroko yang lebih berintegrasi, lebih sensitif akan gambaran 
negatif mengenai pemuda Maroko. Ini menyebabkan timbulnya rasa frustasi yang 
berbuntut tindak kriminal, demikian Stevens.

Atau apakah anak-anak keturunan Maroko yang nakal ini lebih tergoda untuk 
mengejar uang dan materi? Sadik Hrachaoui, direktur organisasi multicultural 
Forum berpendapat:

Sadik Harchaoui: "Jika para peneliti mengatakan tindakan itu berasal dari 
frustasi sosial, maka saya kira mereka akan lebih sering merusak fasilitas 
telepon umum dan menganiaya para pejalan kaki. Tapi mereka mengarah pada uang. 
Memang ini mungkin usaha mereka untuk mempertinggi status sosial. Mereka pikir 
mereka bisa melakukannya kalau mereka punya uang banyak dan barang-barang bagus"

Jadi ini lebih pada integrasi paradoks, demikian Harchaoui:"Semakin baik kamu 
terintegrasi secara sosial dan budaya maka makin besar kemungkinan untuk 
melakukan kejahatan dalam jangka waktu pendek, selama kamu tidak punya 
pekerjaan."

Mendapat pekerjaan dan menyelesaikan sekolah tampaknya menjadi moto untuk 
memecahkan masalah. Apalagi jika dilihat, tingkat pengangguran di antara pemuda 
Maroko mencapai 30% dan mereka seringkali putus sekolah.


* RUU PERFILMAN INGIN KONTROL INDUSTRI FILM

Insan film Indonesia dibuat gusar dengan rencana pengesahan RUU perfilman. 
Banyak yang menentang RUU ini dan mengatakan bahwa RUU ini tidak menawarkan 
perlindungan pada hak atas pendidikan dan warisan budaya film. 

Menurut Lalu Roisamri, direktur Jakarta International Filmfestival,  RUU 
Perfilman tahun 2009 memang lebih baik dari UU Perfilman tahun 1992.  Tapi 
secara keseluruhan masih bersifat mengontrol dan membatasi film sebagai karya 
seni budaya. 

Normatif dan mengekang 
Roisamri mengambil contoh pasal ke enam pada RUU Perfilman itu, yang mengandung 
banyak guidelines yang sebetulnya bersifat hanya normatif saja. Misalnya: tidak 
boleh membuat film yang profokatif konflik, atau film yang menimbulkan 
perpecahan, atau dengan konten seks atau pornografi, memang hal-hal seperti 
itu. 

Hal-hal yang sebenarnya, menurut Roisamri, sudah banyak diketahui oleh 
orang-orang, bahwa hal-hal ini yang tidak harus dilakukan. Bagian ini bisa 
berkesan memperbodoh orang film. 

Seperti yang dikatakan Roisamri: "Seolah-olah kan dengan adanya pasal-pasal 
seperti ini, orang film dianggap tidak terdidik"

UUD Pers punya ranjau
UUD Pers Indonesia yang ada sangatlah menjamin kebebasan dan kemerdekaan 
berkreasi atau berekpresi. Sangat terbuka, sehingga, pemerintah juga harus 
"membuat guidelines" untuk membatasinya dalam praktek. 

Memang sangat bertolak belakang. Disatu sisi UUD pers menawarkan kebebasan dan 
kemerdekaan, namun disisi lain dibuat UUD yang belakangan ini dibuat untuk 
mengekang dan mengontrol UUD yang menjamin kebebasan pers itu sendiri, seperti 
misalnya UUD Pornografi, UUD Penyiaran dan UUD Perfilman. 

Roisamri berkata: "Jadi di satu sisi adalah UUD Pers yang sangat bebas sekali, 
tapi disisi yang lain, dibikin ranjau-ranjau disekitarnya.

Lebih lanjut dia juga berpendapat bahwa seharusnya RUU perfilman ini tidak 
disyahkan secara terburu-buru, karena RUU yang ada sekarang ini sangat kurang 
sekali melibatkan masyarakat perfilman yang memegang peran penting industri 
film Indonesia. 

Untuk wawancara lengkap, kunjungi www.ranesi.nl


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke