--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 08 September 2009 15:10 UTC ** DPR SAHKAN UU LINGKUNGAN HIDUP ** LEDAKAN GAS DI TAMBANG BATU BARA CINA ** AKSI BUNUH DIRI DI BANDARA KABUL ** TOPIK PERS: ANAK MUDA CINA MAUNYA PEKERJAAN TOP DAN 200 DOLAR KARENA KENAKAN CELANA PANJANG ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ANAK GEMUK DAN IKLAN TV BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: INTEGRASI PEMUDA MAROKO ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: RUU PERFILMAN INGIN KONTROL INDUSTRI FILM * DPR SAHKAN UU LINGKUNGAN HIDUP DPR mengesahkan undang-undang lingkungan hidup yang baru yang memberi kekuasan pada Menteri Lingkungan untuk mencabut ijin bisnis pelaku polusi. Para pegiat lingkungan mengatakan hal itu bisa mengefektifkan penegakan hukum. Undang-undang baru ini mengharuskan perusahaan yang operasinya akan berdampak terhadap lingkungan, mendapatkan ijin serta menjalankan uji lingkungan sebelum mulai beroperasi. Lebih lanjut, undang-undang juga menetapkan siapa saja yang melakukan polusi lingkungan dapat diganjar hukuman sampai 10 tahun penjara atau denda sebanyak 10 milyar rupiah. Undang-undang baru mencakup sanksi bagi pejabat pemerintah daerah ataupun pusat yang mengeluarkan ijin tanpa melalui prosedur benar. * LEDAKAN GAS DI TAMBANG BATU BARA CINA Sedikitnya 35 orang tewas akibat ledakan gas di sebuah tambang batu bara di kota Pingdingshan, provinsi Henan, Cina tengah. Kantor berita Cina Xinhua memberitakan 44 buruh tambang masih terjebak. Sebanyak 93 buruh bekerja di tambang saat ledakan terjadi, dan 14 di antaranya diselamatkan. Industri tambang Cina dikenal sebagai salah satu yang paling berbahaya di dunia. Angka resmi menunjukkan tahun lalu saja jumlah korban tewas di tambang mencapai 3200 jiwa. Tapi menurut serikat-serikat independen, angkanya jauh lebih tinggi. * AKSI BUNUH DIRI DI BANDARA KABUL Sedikitnya tiga orang tewas dan sepuluh lainnya luka-luka dalam aksi bunuh diri di bandara ibukota Afghanistan, Kabul, Pelaku meledakkan diri ketika sebuah kendaraan tentara melewati gerbang masuk bandara. Di antara korban luka terdapat empat tentara asing. Menurut pasukan perdamaian internasional ISAF, mereka terdiri dari tiga tentara Amerika dan seorang tentara Belgia. Dalam insiden terpisah beberapa hari belakangan, dua tentara Belanda tewas di Afghanistan. * POSISI PERSAINGAN BELANDA TURUN Posisi persaingan Belanda memburuk dalam setahun belakangan. Dalam laporan World Economic Forum yang dipublikasikan Selasa ini, posisi Belanda turun dari peringkat delapan menjadi sepuluh. Para peneliti menyatakan penampilan Belanda lebih buruk dibandingkan negara-negara Eropa lain yang juga dilanda krisis ekonomi. Ini karena bank-bank di Belanda terlalu sedikit meminjamkan uang kepada perusahaan yang berdampak pada kecilnya investasi. Di samping itu, infrastruktur di Belanda juga tidak memadai, yang tentu saja merugikan transportasi darat. Kendala lain adalah birokrasi yang kurang efisien dan ketatnya peraturan di pasar tenaga kerja. Menurut peringkat World Economic Forum, ekonomi Swiss paling kuat saat ini. * 200 DOLAR KARENA CELANA PANJANG Lubna Hussein dibebaskan dari hukuman cambuk tapi harus membayar denda sebesar 200 dolar karena mengenakan celana panjang di tempat umum. Demikian putusan pengadilan di Sudan. Bersama dengan dua belas perempuan lain, wartawati itu ditangkap di sebuah restoran di Khartum. Mereka mengenakan celana panjang, yang di Sudan dianggap sebagai tidak senonoh. Lubna Hussein bekerja untuk PBB dan memiliki kekebalan diplomatik, tapi ia justru minta mundur. Nyonya Hussein hendak menggunakan proses pengadilan sebagai pernyataan untuk melawan peraturan ketat dalam berbusana di negaranya. Nyonya Hussein terancam hukuman 40 kali cambukan apabila bersalah. Sementara, Nyonya Hussein mengatakan tidak akan membayar denda dan siap dipenjarakan. * CUACA BURUK LANDA TURKI BARAT LAUT Hujan sangat lebat melanda Turki barat laut. Sungai-sungai di berbagai tempat meluap. Cuaca buruk ini juga menyebabkan sebuah kapal barang Kamboja karam di Laut Hitam. Sebanyak 12 awaknya berhasil diselamatkan oleh petugas pantai. Di propinsi Tekirdag, sebanyak lima anggota dari sebuah keluarga hilang akibat banjir besar. Hujan lebat di kawasan ini menimbulkan kerusakan material besar. * DUA TENTARA BELANDA TEWAS DI URUZGAN Menteri Pertahanan Belanda Eimert van Middelkoop terpukul atas kematian dua tentaranya di Afghanistan dalam dua hari terakhir. Ahad lalu, seorang kopral berusia 26 tahun tewas dalam baku tembak. Sehari kemudian, seorang sersan mayor berusia 44 tahun tewas ketika kendaraannya menabrak bom jalan. Van Middelkoop menegaskan kedua tentara tewas dalam operasi bagi kemajuan di Uruzgan. Kematian mereka menggetirkan, kata sang menteri. Selanjutnya Middelkoop juga mengatakan tidak ragu-ragu Belanda akan meneruskan misinya di sana sesuai janji. Menurutnya, situasi di Uruzgan membaik tahun-tahun belakangan. Namun ia khawatir dukungan di kalangan masyarakat Belanda terhadap misi tersebut semakin berkurang. * MENTERI KEHAKIMAN MEKSIKO DIGANTI Presiden Meksiko Felipe Calderon mengganti Menteri Kehakiman Eduardo Medina Mora. Presiden tidak memberi penjelasan resmi, tapi pergantian itu kemungkinan besar terkait kegagalan kehakiman dalam menumpas kartel obat bius. Ketika Calderon berkuasa tiga tahun lalu, ia menyatakan perang terhadap mafia obat bius yang aktif terutama di perbatasan dengan Amerika Serikat. Presiden tidak mampu mengakhiri kekerasan antar kartel walaupun sudah mengerahkan ribuan tentaranya. Sejak akhir 2006, lebih dari tiga belas ribu orang Meksiko dibunuh, termasuk banyak warga sipil. Sementara, sejumlah pemimpin kartel telah ditangkap, tapi buron paling kondang: Joaquin Guzman atau 'El Chapo', masih bebas berkeliaran. El Chapo adalah pemimpin kartel paling berkuasa Sinaloa. * REKAMAN VIDEO SEJUMLAH SANDERA FARC Televisi Kolombia menayangkan rekaman video sepuluh sandera FARC. Mereka terdiri dari tentara dan petugas polisi yang sudah sebelas tahun lamanya diculik gerakan pemberontak marxis itu. Para sandera dirantai dan tampak sangat kurus. Mereka menyampaikan pesan pada keluarga dan meminta agar dibebaskan. Seorang kurir FARC membawa video tersebut ketika ditangkap oleh tentara Kolombia. Sepekan lalu, juga muncul pesan video dari delapan sandera lainnya. Dengan video-video itu, FARC hendak menekan pemerintah di Bogota. Semua tentara dan petugas polisi dalam video itu termasuk dalam kelompok sandera penting berjumlah 24 orang, yang ingin ditukar FARC dengan lima ratus anggotanya yang sekarang di penjara. Perundingan antara pemerintah Presiden Alvaro Uribe dengan para pemberontak FARC macet. * BERITA BURSA Bursa-bursa Eropa dibuka dengan keuntungan. Menjelang tengah hari, indeks AEX di Amsterdam berhasil menembus batas 300 poin. Indeks naik 0,71% pada 300,52. Bursa-bursa lainnya di Eropa juga mengalami kenaikan. Bursa Paris, Jerman, dan London, naik antara 0,27 dan 0,70%. Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan hari ini dengan positif. Di Tokyo, indeks Nikkei ditutup pada 10.393 atau naik 0,70% Kurs mata uang: 1 euro = $ 1, 4480 1 euro = Rp.14.402 1 dolar= Rp. 9.947 * ANAK MUDA CINA MAUNYA PEKERJAAN TOP DAN 200 Dolar KARENA KENAKAN CELANA PANJANG Lubna Hussein akhirnya didenda $200 tapi dibebaskan dari hukuman cambuk. Demikian putusan pengadilan Sudan sehubungan kasus wartawan perempuan yang didakwa melanggar undang-undang kesopanan karena mengenakan celana panjang di tempat umum. Lubna Hussein sebelumnya diancam 40 kali hukuman cambuk. Demikian surat kabar International Herald Tribune. Sesudah putusan dijatuhkan, Lubna Hussein, yang ditolak pengadilian masuk ke sidang karena lagi-lagi mengenakan celana panjang, dengan kukuh mengatakan tidak akan membayar denda. 'Ini masalah prinsip', kata perempuan berusia 34 tahun itu. Ia juga tidak gentar dijebloskan ke penjara kalau tidak bersedia membayar. 'Ini justru kesempatan untuk mempelajari keadaan di penjara'. Kasus pengadilan Lubna Hussein ini menarik perhatian baik dari dalam maupun luar negeri. Di Sudan berlaku sebagian hukum syariah, yang mengharuskan perempuan berpakaian sederhana. Tapi hukum ini kabur. Hukum berbunyi 'setiap orang yang melakukan tindakan tidak senonoh dan melanggar moral masyarakat atau mengenakan pakaian tidak senonoh, akan didenda dan dicambuk sebanyak 40 kali. Ancaman hukuman cambuk itulah yang memicu perhatian internasional. Dalam sidang hari Senin, para diplomat dari Inggris, Prancis, Kanada, Swedia, dan Belanda, berbondong-bondong memenuhi ruang sidang di Khartum. Sekelompok besar perempuan Sudan juga hadir dengan mengenakan celana panjang. Polisi menangkapi puluhan demonstran perempuan itu. Wartawati Lubna Hussein dulunya bekerja untuk Perserikatan Bangsa Bangsa, tapi gara-gara kasus ini, ia mengundurkan diri karena tidak mau menyeret PBB. Tampaknya para pemimpin Sudan yang ingin menormalisasi hubungan dengan Amerika Serikat muncul dengan jalan keluar kompromi: Hussein tetap diganjar hukuman denda tapi tidak terlalu berat supaya tidak semakin meningkatkan kejengkelan internasional. Demikian International Herald Tribune. Fan Zhou, 24 tahun, seorang pembuat program komputer asal Shanghai. Dengan CV seperti miliknya, ia akan mudah mendapatkan pekerjaan. Tapi sampai saat ini Fan belum menemukannya. Masalahnya bukan karena tidak ada pekerjaan. 'Gampang mendapat kerja tapi untuk mendapatkan pekerjaan menarik itulah yang butuh waktu', kata Fan. Tulis NRC Handelsblad. Menurut Kementerian Pendidikan Cina, lebih dari 3 juta anak muda berpendidikan tinggi menganggur. Tahun depan, sebanyak 5 juta lulusan perguruan tinggi membutuhkan pekerjaan. Pada saat pemerintah Cina mengkhawatirkan naiknya pengangguran di kalangan pendidikan tinggi, Fan dan generasinya menunjukkan bahwa mereka lebih suka tinggal di rumah dan menganggur ketimbang bekerja di bawah taraf pendidikan mereka. 'Masalahnya sebagian terletak pada sikap mereka sendiri yang tidak bersedia memulai karir dari bawah', demikian Ma Xiangang, makelar tenaga kerja. Sekitar 200 juta anak muda yang lahir antara 1980 dan 1989 hanya mengenal masa pertumbuhan ekonomi, kontras dengan kehidupan orangtua mereka di mana kemiskinan di bawah Mao Zedong masih membekas kuat. Manajer personalia, Ibu Zhang misalnya mengatakan 'Seharusnya mata mereka ditujukan ke sini ', kata Ibu Zhang menunjuk pada kakinya. 'Tapi mereka mengarah ke sana', tambahnya sambil telunjuknya mengarah ke udara. 'Rumah2 yang kami bangun selama masa hidup kami, maunya anak-anak muda itu sudah bisa mereka beli esok hari'. Demikian Ibu Zhang seperti dikutip NRC Handelsblad. Sekian Tinjauan Pers. * ANAK GEMUK DAN IKLAN TV BELANDA Anak-anak Belanda suka makan gula-gula, makanan kecil dan minum secara berlebihan. Karenanya 15% kena obesitas alias berat badan berlebihan. Di lain pihak, televisi swasta dan industri gula-gula terus berupaya mengeruk keuntungan dengan memasang iklan besar-besaran. Obesitas menjadi masalah politik, di samping juga masalah dagang. Laporan Johan Huizinga: Obesitas atau kelebihan berat badan sekarang ramai dibicarakan di mana-mana, termasuk Belanda. Parlemen Belanda memperdebatkan usul larangan menayangkan iklan gula-gula, makanan kecil dan minuman anak-anak di televisi antara jam tujuh sampai sembilan malam. Anak-anak di bawah 12 tahun lebih mudah termakan iklan macam itu, demikian dinyatakan Yayasan Jantung dan Lembaga Konsumen Belanda. Dua tahun silam dua organisasi ini datang dengan usul larangan reklame televisi. Tapi ternyata parlemen Belanda tidak terlalu bersemangat mengeluarkan larangan seperti itu. Kalangan konservatif berpendapat dunia industri Belanda bisa mengatur diri sendiri, sedangkan kalangan kristen demokrat tidak suka terus mengeluarkan larangan. Pihak sosial demokrat ingin supaya industri makanan Belanda menyesuaikan reklamenya. Anak Swedia Gemuk-gemuk Alhasil larangan iklan itu tidak akan keluar. Menurut Liesbeth Hop dari Yayasan Reklame Rakkers, larangan itu tidak diperlukan karena memang tidak ada gunanya. Liesbeth Hop: Saya selalu melihat keadaan Swedia. Di sana larangan reklame itu sudah berjalan antara 15 sampai 20 tahun. Ternyata pada prakteknya sulit, karena larangan semacam itu hanya bisa dikeluarkan terhadap lembaga penyiaran publik. Kemudian juga terbukti bahwa anak-anak Swedia lebih gemuk katimbang anak-anak Belanda. Bukan hanya hasil larangan yang tidak menarik, tetapi juga cara-cara yang ada tidak cocok dengan situasi sekarang. Lembaga penyiaran yang berasal dari luar negeri jelas tidak bisa dibendung dengan larangan yang hanya bisa diberlakukan di dalam negeri. Mendidik dan memberi penerangan Lebih dari itu, Liesbeth Hop menegaskan, larangan macam ini juga menjauhkan orang tua dan kaum dewasa dari tanggung jawab mereka mendidik anak-anak dan memberi penerangan pada mereka. Bagi Liesbeth anak-anak berhak memperoleh penjelasan tentang dunia yang diciptakan orang dewasa untuk mereka. Dan itu termasuk dunia usaha, perdagangan dan iklan. Yayasan Reclame Rakkers sudah bertahun-tahun sibuk memberi penyuluhan tentang reklame untuk anak-anak antara enam dan 12 tahun. Hasilnya dianggap positif. "Anak-anak ini harus dipersenjatai supaya bisa menghadapi reklame dan bukan dilindungi," demikian kesimpulan Liesbeth Hop. Liesbeth Hop: Ini bisa dijelaskan dengan baik pada anak-anak. Mereka dididik mengenali reklame. Mereka diajari memahami reklame dan bersikap kritis terhadapnya. Dengan begitu anak-anak ini bisa menjadi konsumen dewasa, dan itulah yang kami inginkan. Tetapi Marcel van Beusekom, jurubicara Lembaga Konsumen Belanda tidak setuju dengan pendekatan macam ini. Baginya ini tidak lebih dari tempat bersembunyi dunia industri makanan anak-anak. Selain itu usulan bersama lembaga penyiaran swasta dan sektor industri untuk mengadakan siaran penyuluhan anti obesitas juga tidak ditanggap positif. Marcel van Beusekom: Saya lebih melihat ini sebagai dalih untuk menghindari larangan siaran iklan. Sebaiknya orang mengadakan penyuluhan yang baik dan berhenti memasang iklan. Mereka harus jujur dengan barang dagangan mereka. Larangan mengiklankan gula-gula dan makanan ringan anak-anak tidak akan diberlakukan di Belanda. Begitulah keputusan parlemen. Tetapi perdebatan kalangan politisi menurut kawan dan lawan adalah kesempatan yang sekarang disia-siakan. Industri makanan tidak merasa ditekan dan masalah anak kegemukan tidak dianggap serius. * INTEGRASI PEMUDA MAROKO Pelaku kriminal remaja keturunan Maroko, lebih merasa dirinya orang Belanda ketimbang anak-anak Maroko seusianya yang lain. Juga pelaku kriminal Maroko di bawah umur, kebanyakan berasal dari keluarga 'baik-baik'. Orangtua berpendidikan lebih tinggi dan kaya ketimbang teman-temannya yang lebih patuh. Demikian hasil penelitian Universitas Utrecht yang terbit Selasa kemarin. Penelitian ini membandingkan ulah kriminal di kalangan pemuda Maroko dan Belanda. Laporan Martijn van Tol. Sudah umum diketahui anak nakal keturunan Maroko yang di penjara jumlahnya jauh lebih banyak. Namun penyebabnya masih belum jelas. Untuk itu, tiga peneliti Universitas Utrecht mewawancarai 150 pemuda Maroko yang mendekam di penjara anak-anak serta keluarga mereka. Sebagai perbandingan, peneliti juga mewawancarai 150 pelaku kriminal asli Belanda di bawah umur, beserta keluarganya. Gonneka Stevens: "Pemuda Maroko memang lebih sering melakukan tindak kejahatan, namun jenisnya lebih ringan, misalnya pencurian dan pencurian dengan kekerasan. Anak muda Belanda lebih sering menggunakan kekerasan dan lebih sering terlibat delik pelanggaran susila dan pembakaran. Pemuda Maroko yang mengalami masalah emosional dan perilaku tidak sebanyak warga Belanda. Anak Belanda justru lebih sering merasa kesepian, dan karena itu lebih ringan tangan atau depresif." Ada satu perbedaan lagi, pemuda Belanda yang melakukan tindak kriminal kebanyakan berasal dari masyarakat kelas bawah. Sementara anak berandalan keturunan Maroko , berasal dari keluarga berekonomi lebih baik dan dengan tingkat integrasi lebih Tim peneliti Universitas Utrecht menyimpulkan Menurut penelitian mereka, pelaku kriminal Maroko di bawah umur, berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi lebih baik dan juga lebih menyesuaikan diri dengan masyarakat Belanda.. Gonneke Stevens: "Anak-anak ini memandang dirinya sebagai orang Belanda. Perasaan ini lebih besar ketimbang di kalangan anak-anak Maroko yang bukan penjahat. Di rumah mereka lebih sering berbahasa Belanda dengan orang tuanya, punya lebih banyak teman Belanda, dan menyatakan sependapat dengan ide-ide dan norma Belanda, serta lebih memahami orang Belanda." Tapi apakah ada teori bahwa jika orang lebih merasa terikat dengan masyarakat, maka kecenderungan untuk dia melakukan kejahatan lebih kecil? Gonneke Stevens mencoba menjelaskan mengapa pemuda Maroko masih tetap melakukan tindak kejahatan meskipun sudah berintegrasi dengan masyarakat Belanda. Menurutnya, pemuda Maroko yang lebih berintegrasi, lebih sensitif akan gambaran negatif mengenai pemuda Maroko. Ini menyebabkan timbulnya rasa frustasi yang berbuntut tindak kriminal, demikian Stevens. Atau apakah anak-anak keturunan Maroko yang nakal ini lebih tergoda untuk mengejar uang dan materi? Sadik Hrachaoui, direktur organisasi multicultural Forum berpendapat: Sadik Harchaoui: "Jika para peneliti mengatakan tindakan itu berasal dari frustasi sosial, maka saya kira mereka akan lebih sering merusak fasilitas telepon umum dan menganiaya para pejalan kaki. Tapi mereka mengarah pada uang. Memang ini mungkin usaha mereka untuk mempertinggi status sosial. Mereka pikir mereka bisa melakukannya kalau mereka punya uang banyak dan barang-barang bagus" Jadi ini lebih pada integrasi paradoks, demikian Harchaoui:"Semakin baik kamu terintegrasi secara sosial dan budaya maka makin besar kemungkinan untuk melakukan kejahatan dalam jangka waktu pendek, selama kamu tidak punya pekerjaan." Mendapat pekerjaan dan menyelesaikan sekolah tampaknya menjadi moto untuk memecahkan masalah. Apalagi jika dilihat, tingkat pengangguran di antara pemuda Maroko mencapai 30% dan mereka seringkali putus sekolah. * RUU PERFILMAN INGIN KONTROL INDUSTRI FILM Insan film Indonesia dibuat gusar dengan rencana pengesahan RUU perfilman. Banyak yang menentang RUU ini dan mengatakan bahwa RUU ini tidak menawarkan perlindungan pada hak atas pendidikan dan warisan budaya film. Menurut Lalu Roisamri, direktur Jakarta International Filmfestival, RUU Perfilman tahun 2009 memang lebih baik dari UU Perfilman tahun 1992. Tapi secara keseluruhan masih bersifat mengontrol dan membatasi film sebagai karya seni budaya. Normatif dan mengekang Roisamri mengambil contoh pasal ke enam pada RUU Perfilman itu, yang mengandung banyak guidelines yang sebetulnya bersifat hanya normatif saja. Misalnya: tidak boleh membuat film yang profokatif konflik, atau film yang menimbulkan perpecahan, atau dengan konten seks atau pornografi, memang hal-hal seperti itu. Hal-hal yang sebenarnya, menurut Roisamri, sudah banyak diketahui oleh orang-orang, bahwa hal-hal ini yang tidak harus dilakukan. Bagian ini bisa berkesan memperbodoh orang film. Seperti yang dikatakan Roisamri: "Seolah-olah kan dengan adanya pasal-pasal seperti ini, orang film dianggap tidak terdidik" UUD Pers punya ranjau UUD Pers Indonesia yang ada sangatlah menjamin kebebasan dan kemerdekaan berkreasi atau berekpresi. Sangat terbuka, sehingga, pemerintah juga harus "membuat guidelines" untuk membatasinya dalam praktek. Memang sangat bertolak belakang. Disatu sisi UUD pers menawarkan kebebasan dan kemerdekaan, namun disisi lain dibuat UUD yang belakangan ini dibuat untuk mengekang dan mengontrol UUD yang menjamin kebebasan pers itu sendiri, seperti misalnya UUD Pornografi, UUD Penyiaran dan UUD Perfilman. Roisamri berkata: "Jadi di satu sisi adalah UUD Pers yang sangat bebas sekali, tapi disisi yang lain, dibikin ranjau-ranjau disekitarnya. Lebih lanjut dia juga berpendapat bahwa seharusnya RUU perfilman ini tidak disyahkan secara terburu-buru, karena RUU yang ada sekarang ini sangat kurang sekali melibatkan masyarakat perfilman yang memegang peran penting industri film Indonesia. Untuk wawancara lengkap, kunjungi www.ranesi.nl --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
