---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 09 September 2009 14:40 UTC



** AUSTRALIA SIDIK PERISTIWA BALIBO

** PUTRA CORY AQUINO CALONKAN DIRI

** KESEPAKATAN KOALISI KABINET JEPANG

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: REFORMASI SEKTOR KESEHATAN AMERIKA, OBAMA 
HARUS TAMPILKAN SENJATA BERAT

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: POLITISI TIDAK TERGANGGU DILEMA MORAL

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BIAYA MIGRAN DI BELANDA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SINAGOG BEIRUT KEMBALI PEROLEH MEZBAH

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ACEH GEGABAH MEMBERLAKUKAN SYARIAT ISLAM

** GEMA WARTA TINJAUAN PERS: TEMA INTEGRASI ABSEN DALAM KAMPANYE PEMILU 
LEGISLATIF JERMAN DAN RENUNGAN PERJALANAN KERETA API BANDUNG - YOGYA SEORANG 
KOLUMNIS ASING



* AUSTRALIA SIDIK PERISTIWA BALIBO

Australia mulai melakukan penyidikan mengenai tewasnya lima orang wartawan di 
Timor Timur, pada tahun 1975. Mendiang para wartawan tersebut dikenal sebagai 
'lima korban Balibo'. Penyidikan akan berusaha menjawab pertanyaan apakah 
mereka dengan sadar dan sengaja, dibunuh oleh tentara Indonesia. Mereka adalah 
dua wartawan warga Australia, dua warga Britania, dan seorang warga Selandia 
Baru, yang sedang meliput serbuan tentara Indonesia ke Timor Timur. Selama 
bertahun-tahun pihak Jakarta selalu menyatakan, para wartawan tersebut secara 
tidak sengaja, berada di tengah ajang baku tembak antara tentara Indonesia dan 
pejuang Timor Timur. Belakangan ini, kebenaran pernyataan pihak Jakarta makin 
sering dipertanyakan, sehubungan dengan munculnya berbagai informasi baru. Di 
antaranya, film mengenai peristiwa tersebut, dengan judul 'Balibo'. Menurut 
film ini, tentara Indonesia sengaja membunuh lima wartawan tersebut, untuk 
menutup-nutupi serbuan mereka.


* PUTRA CORY AQUINO CALONKAN DIRI

Putra mendiang Corazon Aquino, sebagaimana mendiang ibunya, juga berambisi 
ingin menjadi presiden Filipina. Benigno Aquino, yang kini berusia 49 tahun, 
resmi mencalonkan diri, atas nama Partai Liberal, pada ajang pemilihan presiden 
tahun depan. Corazon, atau Cory Aquino meninggal bulan lalu, akibat penyakit 
kanker. Meninggalnya Cory Aquino menimbulkan kesedihan mendalam di Filipina. Ia 
dianggap sebagai pahlawan nasional. Pada tahun 1986, Cory Aquino memimpin 
'Revolusi Kuning', yang berhasil mengakhiri kekuasaan diktator Ferdinand 
Marcos. Selanjutnya, Cory Aquino menjadi presiden, sampai dengan tahun 1992. 
Ayah Benigno Aquino, dengan nama yang sama, dibunuh pada tahun 1983, ketika ia 
kembali ke Filipina dari pengasingan. Ketika itu, ia bermaksud akan memimpin 
gerakan oposisi melawan Ferdinand Marcos.


* KESEPAKATAN KOALISI KABINET JEPANG

Tiga partai politik Jepang mencapai kata sepakat untuk membentuk pemerintahan 
koalisi. Pemenang utama pemilu legislatif bulan lalu, Partai Demokrat Jepang, 
DPJ, akan bekerja sama dengan dua partai gurem. Yaitu, Partai Sosial Demokrat, 
SDP, dan partai konservatif, Partai Rakyat Baru, PNP. Tiga partai ini antara 
lain akan berusaha menarik ekonomi Jepang ke luar dari resesi. Partai Demokrat 
Jepang, yang berhaluan tengah-kiri, pada pemilu lalu berhasil meraih kemenangan 
mutlak. Partai ini menguasai suara mayoritas di Majelis Rendah. Namun, di 
Majelis Tinggi, lembaga yang bisa menghadang rencana undang-undang baru, DPJ 
tidak berkuasa mutlak. Dengan dukungan dua partai gurem tersebut, DPJ juga 
memiliki suara mayoritas di Majelis Tinggi.


* WARTAWAN BRITANIA DI AFGHANISTAN DIBEBASKAN

Di Afghanistan Utara, wartawan Britania yang bekerja bagi surat kabar The New 
York Times yang diculik Taliban, telah dibebaskan. Dalam aksi pembebasan yang 
dilakukan oleh beberapa anggota pasukan komando, seorang penerjemah Afghanistan 
tewas. The New York Times juga melaporkan kemungkinan tewasnya warga sipil. 
Wartawan dan penerjemahnya diculik Sabtu lalu di dekat kota Kunduz. Wartawan 
Britania tersebut ingin membuat laporan tentang dampak serangan NATO terhadap 
dua mobil tangki minyak yang dibajak. Dalam serangan udara NATO tersebut, yang 
terjadi sehari sebelumnya, puluhan orang tewas, di antaranya banyak warga sipil.


* CEGAH H1N1: JANGAN NGOBROL DI LIFT

Departemen Kesehatan Taiwan menganjurkan semua penduduk agar tidak ngobrol di 
dalam lift. Anjuran ini merupakan salahsatu upaya baru untuk mencegah 
penyebaran lebih lanjut virus Flu Meksiko. Departemen Kesehatan Taiwan 
menekankan pentingnya mengikuti anjuran tersebut pada semua orang. Upaya 
lainnya, misalnya, anjuran mengenai pentingnya menutup mulut dan hidung, jika 
batuk atau bersin. Gunakan saputangan, tangan, atau, jika perlu lengan kemeja. 
Sementara itu suatu perusahaan farmasi Taiwan mengumumkan, sekitar pertengahan 
November nanti, sudah akan mampu memproduksi vaksin anti virus H1N1. Bulan 
lalu, perusahaan ini telah memulai memproduksi vaksin pencegah secara 
besar-besaran, walaupun banyak kritik menyatakan keampuhan bahan tersebut masih 
belum pasti. Namun, banyak pakar kesehatan Taiwan menangkis kritik tersebut, 
dengan alasan, kebutuhan akan vaksin pencegah, sudah sangat mendesak.


* PENGHEMATAN BESAR DI MEKSIKO

Dalam menghadapi resesi, Presiden Meksiko Felipe Calderon mengumumkan 
penghematan sebesar milyaran euro. Departemen Pariwisata, Reformasi Pertanian 
dan Dinas Sipil dibubarkan. Tugas mereka perlahan-lahan diambil-alih departemen 
lain. Langkah ini harus menghasilkan penghematan sebesar empat milyar euro. 
Untuk tahun depan Calderon juga mengumumkan penghematan di berbagai kedutaan 
besar Meksiko di luar negeri, serta penerimaan pajak lebih tinggi. Selama 
kuartal kedua tahun ini, ekonomi Meksiko merosot sepuluh persen. Dampak krisis 
global diperparah flu Meksiko. Penghematan juga berlaku bagi sang presiden 
sendiri. Calderon mengurangi gajinya serta pejabat tinggi hingga sepuluh persen.


* CABUT SANKSI INTERNASIONAL PADA ZIMBABWE

Para pemimpin negara-negara Afrika bagian Selatan menghimbau dunia 
internasional, agar menghentikan sanksi mereka pada Zimbabwe. Seruan 
dikeluarkan pada upacara penutupan KTT Negara Negara Afrika bagian Selatan, 
SADC, di ibukota Kongo, Kinshasa. Menurut para pemimpin Afrika tersebut, di 
Zimbabwe telah terjadi banyak perbaikan. Keadaan, secara perlahan telah berubah 
positif. Menurut SADC, sanksi terhadap Zimbabwe menghambat perkembangan negeri 
tersebut. Bentuk sanksi tersebut di antaranya: larangan bepergian dan pembekuan 
rekening bank warga Zimbabwe, di antaranya milik Presiden Robert Mugabe. 
Sebagian sanksi baru diterapkan menyusul pelaksanaan pemilihan presiden tahun 
lalu, yang banyak dipermasalahkan oleh dunia internasional. Dalam pilpres 
tersebut, Robert Mugabe tampil sebagai pemenang.


* BERITA BURSA

Pada saat pembukaan pasar bursa Amsterdam Rabu pagi ini, nilai indeks hargsa 
saham gabungan Amsterdam sedikit merosot pada 301 poin. Sedang nilai indeks 
harga saham gabungan di bursa London, Frankfurt, dan Paris naik sedikit. 

Di Bursa Tokyo, pada saat penutupan pasar bursa, indeks Nikkei tercatat turun 
0,8 persen, pada 10.312,14 poin.

Nilai tukar euro dan dolar
1 euro sama dengan 1,4505 dolar,
1 euro  = 14.552 rupiah,
1 dolar = 10.038 rupiah.


* REFORMASI SEKTOR KESEHATAN AMERIKA, OBAMA HARUS TAMPILKAN SENJATA BERAT

Rabu malam ini Presiden Amerika Serikat barack Obama akan berpidato di depan 
Kongres mengenai rencana reformasi bidang kesehatan. Asuransi kesehatan untuk 
setiap warga Amerika adalah salah satu janji pemilu terpentingnya. Tetapi 
semakin giat Obama berusaha meyakinkan warga Amerika bahwa negara membutuhkan 
model asuransi kesehatan yang baru, semakin berkurang dukungan yang 
diterimanya. Laporan koresponden Reinout van Wagtendonk dari Washington:

Presiden Barack Obama ketika itu berjanji, sebelum akhir 2009, akan disepakati 
RUU baru yang menjamin asuransi kesehatan dan kewajibannya untuk setiap warga 
Amerika. Bidang kesehatan adalah agenda penting yang sangat peka untuk 
pemerintahnya, ditambah dengan laporan setiap hari di televisi dan di halaman 
depan media cetak, mengenai untung ruginya rencana tersebut.

Polemik kesehatan ini ternyata juga diperhatikan putra mahkota Belanda, 
Pangeran Willem Aleksander. Selasa kemarin bersama istrinya, Putri Maxima, 
Walikota New York Michael Bloomberg dan Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton, 
mereka terlebih dulu harus naik turun tangga Kapal Induk USS Intrepid, untuk 
merayakan 400 tahun hubungan New York - Belanda. Putra Mahkota Belanda itu 
memulai pidatonya dengan guyonan mengenai sektor kesehatan:

Pangeran Willem Aleksander: "Olahraga pagi ini memang bagus untuk kesehatan ... 
."

Guyonan
Menlu Hillary Clinton tertawa paling keras. Tahun 1993 Clinton mengajukan 
rencana tersebut sewaktu suaminya Bill Clinton baru saja dilantik sebagai 
Presiden Amerika Serikat, dengan tujuan agar perawatan kesehatan terbuka untuk 
semua orang dan lebih efisien. Tapi akhirnya malah menjadi tragedi politik. 
Barack Obama juga tahu akan sejarah yang menyakitkan ini. Sebagai presiden ia 
berharap tidak dikalahkan secara pahit seperti Clinton dengan cara mengajukan 
RUU yang tidak terlalu merinci, yang akhirnya akan ditolak oleh Kongres. Saat 
ini Obama mengudang semua pihak yang terlibat, baik politisi, perusahaan 
asuransi, para dokter, dan pasien, untuk berunding dan berkompromi sehingga 
terbentuk usulan reformasi kesehatan yang diharapkan.

Barack Obama: "Saya melihat reformasi yang menciptakan kestabilan dan keamanan 
untuk mereka yang saat ini tidak punya asuransi. Di mana tidak ada orang yang 
perlu merasa khawatir akan kehilangan jaminan kesehatan apabila tidak punya 
pekerjaan, berubah pekerjaan, atau apabila sakit ... ."

Punya Nama Buruk
Dua hari lalu di Ohio, Obama juga berpidato mengenai reformasi kesehatan, yang 
menekankan sebuah model asuransi untuk semua orang, juga untuk 45 juta warga 
Amerika yang tidak punya. Ia menggunakan argumen bahwa biaya yang dikeluarkan 
pemerintah untuk sektor kesehatan sedemikian tinggi, sehingga mengancam 
pemulihan ekonomi dan kemakmuran Amerika. Tapi dari jajak pendapat ternyata 
Obama tidak banyak mendapat dukungan. Pihak oposisi kanan, lewat berbagai 
pertemuan dengan para elektorat, berhasil mengajukan argumen baru bahwa rencana 
itu diambil dari model kesehatan sosialis, yang untuk banyak warga Amerika 
justru sesuatu yang negatif.

Penentang rencana kebijakan: "Saya  tidak mau negara ini berubah menjadi 
seperti Rusia, menjadi sebuah negara sosialis!"

Pidato Obama nanti malam di depan Kongres harus meyakinkan mayoritas warga 
Amerika akan rencananya. Jajak pendapat menujukkan sebaliknya. Sebuah pidato di 
depan majelis tinggi dan rendah, dapat disamakan dengan pidato kenegaraan, 
adalah senjata kelas berat presiden.

Memang orang belum bisa mengatakan bahwa inilah saat yang menentukan segalanya, 
tapi Bill Clinton juga mencoba menyelamatkan rencana sektor kesehatannya dengan 
pidato di depan Kongres. Ketika itu Clinton gagal total, dan ini merusak citra 
dan harga dirinya sebagai presiden.


* POLITISI TIDAK TERGANGGU DILEMA MORAL

Mantan Perdana Menteri Belanda Dries van Agt, yang memimpin dari 1977 hingga 
1982, minggu ini meluncurkan buku karyanya tentang perubahan pandangannya 
sehubungan masalah Palestina. Van Agt menyesal, sebagai perdana menteri dia 
tidak begitu memperhatikan penderitaaan Palestina. Politisi yang mengutarakan 
penyesalannya, jarang terjadi di Belanda.

Oleh: Klaas den Tek

Mantan Perdana Menteri Willem Schermerhorn menyesali agresi militer di 
Indonesia. Mantan Menteri Pertanian Sicco Mansholt menyesalkan dukungannya 
untuk pertanian intensif dan berskala besar. Sementara Perdana Menteri Wim Kok 
mengundurkan diri dari kabinetnya sehubungan peran tentara Belanda dalam 
pembantaian kelompok muslim di Screbrenica. 

Dilema moral
Tokoh berpengaruh yang menyesali perbuatan atau keputusannya adalah hal yang 
luar biasa di Belanda. Menurut Johan van Merrienboer, dari Pusat Sejarah 
Parlementer di Nijmegen, itu disebabkan oleh sistem negara di Belanda. 

Johan van Merrienboer: "Perdana menteri dan para menteri merupakan bagian dari 
kabinet. Di sanalah wadah untuk mendiskusikan keputusan yang diambil. Semua 
harus mempertahankan keputusannya. Seorang perdana menteri tidak boleh menuruti 
kemauannya sendiri, seperti yang terjadi di Jerman dan Inggris. Jadi tidak ada 
tempat untuk dilema moral."

Kesalahan
Seorang menteri yang menyesali keputusannya sendiri bisa mendapat kritikan 
hebat. Mantan Menteri Luar Negeri Belanda, Ben Bot, mendapat teguran di kabinet 
saat dia mengatakan, dukungan Belanda terhadap perang Irak adalah sebuah 
kesalahan. Menurut Bot politisi murni, justru harus berani mengakui kesalahan.

Ben Bot: "Penting bagi politisi untuk melihat kenyataan yang ada dan jika perlu 
meminta maaf. Kalau tidak, rakyat akan berpikir bahwa politik hanyalah 
main-main saja. Dan itu tidak baik bagi politik."

Ketidakpercayaan
Jarang seorang politisi berubah arah 180 derajat. Menurut Van Merrienboer, ini 
juga tidak bijak, karena ini akan menimbulkan rasa ketidakpercayaan. Dia kadang 
harus memegang kokoh pandangannya sendiri. Seorang perdana menteri yang terlalu 
sering meminta maaf akan menimbulkan ketidakpercayaan.

Ibarat kini gatal esok digaruk
Beberapa politisi Belanda menggunakan akhir masa jabatannya dalam politik untuk 
melakukan perbaikan. Tapi mantan menteri yang akhirnya mengakui kesalahannya 
sering tidak dianggap serius. Ini dianggap publik sebagai sesuatu yang sudah 
kadaluwarsa. Menurut Ben Bot seringkali hal ini tidak bisa dihindari:

Ben Bot: "Membentuk keputusan adalah satu hal yang kompleks. Ini melibatkan 
banyak sekali komunikasi. Kadang setelah berlalu, baru bisa diketahui apakah 
keputusan yang diambil itu baik. Ini diikuti oleh rasa sesal selalu datang 
terlambat, ibarat gatal kini esok digaruk. Tapi saya pikir, keputusan yang 
sudah diambil, sangat sulit untuk diubah lagi."

Penyesalan yang diakui di depan umum, seperti yang sering dilakukan di 
negara-negara Asia, tidak begitu sering terjadi di Belanda. Tidak ada perdana 
menteri Belanda yang berlinangan air mata di depan televisi. Dalam hal ini 
Belanda terkesan terlalu Kalvinistis.


* BIAYA MIGRAN DI BELANDA

Analisis besarnya biaya migrasi bisa sangat bermanfaat. Demikian penelitian 
yang dilakukan di luar negeri. Pemerintah Belanda tidak merasa berkewajiban 
untuk menghitung berapa biaya yang dikeluarkan negara untuk para migran. 
Laporan Laurens Nijzink:


Di negara-negara migrasi umumnya, seperti Selandia Baru, Kanada, dan Amerika 
Serikat, penelitian mengenai untung-rugi biaya migrasi adalah hal lumrah, yang 
sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Sepuluh tahun terakhir, Jerman, Inggris 
dan negara-negara Skandinavia juga mulai menyelidiki akibat migrasi. Selain 
biaya, mereka juga meneliti sumbangan postif migrasi. Demikian ekonom Peter 
Nijkamp: 
Peter Nijkamp: "Di luar negeri orang mencoba untuk menghitung secara rinci 
berapa besar biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk jangka pendek dan panjang. 
Ini tidak hanya menyangkut euro, tapi juga tingkat pertumbuhan migrasi, 
inovasi, dan peranannya, misalnya untuk pertumbuhan ekonomi di kota."
Nilai positif ini tidak bisa dilihat dari sisi finansial, kata Nijkamp, tapi 
ini merupakan bagian dari sumbangan positif para migran bagi kesejahteraan 
masyarakat. 
Menarik Diri
Menjelang musim panas lalu, partai anti-imigrasi Belanda PVV, pimpinan Geert 
Wilders, meminta kabinet menghitung berapa dana yang dihabiskan Belanda untuk 
para migran. Menteri Integrasi Eberhard van der Laan menegaskan penghitungan 
tersebut tidak akan dilakukan. Ia menyatakan, "tidak menghitung pengeluaran 
kelompok tertentu dalam masyarakat." Dan ia "hanya mau mengevaluasi kebijakan, 
dan bukan penduduk."
Toh di Belanda, sudah bertahun-tahun diadakan penelitian dan evaluasi pada 
bidang lain. 
Ekonom Peter Nijkamp: "Banyak contoh di mana orang memang langsung melihat pada 
untung-ruginya, juga di Belanda. Misalnya, berapa dana yang dikeluarkan untuk 
perawatan anak, para pelaku kriminal, dan manula. Semuanya hal yang dianggap 
biasa. Ini memang yang menjadi urusan sehari-hari para pembuat kebijakan. Tapi 
tidak pernah dilihat berapa besar jasa mereka. Jadi pendapat menteri benar, ini 
bukannya soal berapa, tapi apa artinya bagi masyarakat."
Pekerja Migran
PVV menikmati popularitas akibat permintaan mereka yang kritis mengenai 
migrasi. Tidak mengherankan jika ketertarikan partai ini hanya berkisar pada 
jumlah dana yang dihabiskan migrasi. Di sisi lain, ekonom Nijkamp menekankan 
bahwa migrasi juga membawa banyak keuntungan. Pekerja migran, contohnya. Di 
Belanda terdapat sekitar 50-60 ribu; jika dijumlahkan, mereka membawa omset dan 
pemasukan tambahan sejumlah milyaran euro. 
Analisis
Menteri Van der Laan harusnya juga bisa memilih untuk menekankan bahwa 
penelitian tersebut bisa lebih dari sekadar penghitungan biaya finansial. 
Ekonom Peter Nijkamp: "Saya berpendapat kita harus melihat lebih jauh dan tidak 
hanya analisa cash-flow. Ekonomi tidak hanya menyangkut euro. Menteri yang 
bersangkutan memang menjawab berapa besar pengeluaran di tingkat nasional untuk 
berbagai kelompok masyarakat. Seakan jasa seorang pendatang bisa dihitung dari 
nilai ini. Ini bukan yang dipersoalkan. Tapi apa arti fenomena migrasi bagi 
masayarakat Belanda? Ini juga pertanyaan strategis."


* SINAGOG BEIRUT KEMBALI PEROLEH MEZBAH

Oleh Daisy Mohr

Semak berlukar menutupi teks Ibrani di sinagog Yahudi di Beirut. Setelah 
ditunda bertahun-tahun, proyek renovasi akhirnya bisa dimulai. Bahkan Hizbullah 
yang anti-Israel tidak berkeberatan. Dalam waktu dekat, komunitas kecil Yahudi 
di ibukota Libanon tidak perlu lagi berdoa di rumah. 

Seorang penjaga berlari lewat taman depan sinagog yang hampir runtuh. 
Menurutnya orang dilarang masuk ke gedung ini. "Hanya dengan surat ijin," 
katanya tidak ramah. Ia menambahkan mustahil memperoleh surat ijin itu. 
 
Lewat jendela orang bisa mengintip ke dalam gedung. Walaupun besar, tapi 
kondisi sinagog sangat buruk. Lengkungan dihiasi bintang Daud dan teks Ibrani 
ditutupi semak berlukar. Di mana-mana terlihat sampah. Tulisan grafiti, yang 
dicoret pada dinding semasa perang saudara Libanon 1975-1990, mengingatkan 
kembali pada tahun-tahun ketika sinagog berada di garis penembakan. Isi gedung 
habis dijarah: lampu gantung, kursi, keramik dan bahkan altar marmer pun 
dicuri. Tahun 1976, gulungan Torah dan harta berharga lainnya kabarnya dibawa 
ke Jenewa, Swiss, dan sampai sekarang masih disimpan di dalam lemari besi.  

Ember berisi semen
Setelah ditunda selama bertahun-tahun, proyek renovasi sinagog Magen Abraham 
akhirnya dimulai. Di bawah terik matahari, buruh Suriah mengangkut ember-ember 
berisi semen. Genting merah diambil dari atap yang hampir ambruk. Para buruh 
tidak banyak berbicara. "Ini adalah gereja untuk kaum Yahudi," cerita seorang 
insinyur saat jam istirahat. Langsung seorang penjaga datang memperingatkan ia 
sebaiknya tidak banyak berbicara. "Kami memperkirakan renovasi akan butuh waktu 
sekitar satu tahun," kata si insinyur dan langsung pergi.  

Gedung ini dibangun tahun 1926 dan adalah salah satu sinagog terbesar dan 
terpenting di dunia Arab. Tempat doa ini terletak di pusat ibukota Beirut, yang 
telah direnovasi. Semasa perang saudara tempat ini menjadi medan pertikaian 
bertahun-tahun. Tapi sejak akhir perang, perusahaan bangunan Solidere, milik 
mendiang Perdana Menteri Rafiq Hariri, sibuk membangun kembali pemukiman ini. 

Pertokoan mewah
Pertokoan baru yang sangat mewah dan gedung bertingkat tinggi dengan apartemen 
mewah pula melingkari sinagog. Parlemen dan kediaman Perdana Menteri Saad 
Hariri terletak di dekatnya. Kendati perusahaan bangunan memutuskan, masyarakat 
Yahudi sendiri bertanggungjawab atas renovasi sinagog, perusahaan tersebut 
menyumbang dana sebesar 150.000 dolar. Sisa anggaran akan berasal dari 
komunitas Yahudi di Libanon, tapi terutama dari warga Yahudi di luar negeri. 

Diperkirakan proyek renovasi membutuhkan biaya sedikitnya satu juta dolar dan 
telah disetujui semua kelompok religius di Libanon. Juga Hizbullah yang sangat 
anti-Israel tidak berkeberatan.  

Batu nisan
Selain sinagog di pusat Beirut, pemakaman Yahudi di bagian lain kota merupakan 
satu-satunya bukti nyata sebuah komunitas yang pernah mengalami perkembangan 
besar. Pemakaman ini kelihatan sunyi. Batu nisan ditutupi tumbuh-tumbuhan dan 
tanaman liar. Di sini ada sedikitnya 4000 makam. Dari batu nisan terlihat, 
bahkan di tahun 1999 masih ada orang yang dikuburkan di sini. Di Libanon sudah 
ribuan tahun tinggal komunitas Yahudi. Sampai sekarang agama Yahudi resmi 
diakui sebagai salah satu dari 18 agama di negeri kecil di Laut Tengah ini. 

"Gelombang pertama warga Yahudi tiba beberapa abad silam, ketika jumlah besar 
Yahudi-Andalusia melarikan diri dari inkuisisi Spanyol dan mencari tempat aman 
di pegunungan Chouf," tulis Kirsten Schulze dalam buku berjudul 'Orang Yahudi 
dari Libanon'. Kendati sekitar 22 ribu orang Yahudi tinggal di Libanon sebelum 
perang saudara, kini jumlah mereka tinggal kurang lebih 150 orang saja. Setelah 
perang enam hari tahun 1967, jumlah besar warga Yahudi Libanon mengungsi ke 
Eropa dan Amerika Serikat, takut diasosiasikan dengan politik negara tetangga 
di selatan. 

Rabi terakhir
Kendati semasa perang saudara, komunitas Yahudi berhasil tidak terlibat 
konflik, tidaklah mudah hidup di sebuah negara yang diinvasi Israel tahun 1982. 
Pertengahan tahun 1980an, sebelas warga Yahudi disandera di Beirut. Jenazah 
empat sandera ditemukan kembali. Rabi terakhir meninggalkan Libanon tahun 1997. 
Sejak itu komunitas Yahudi berdoa di rumah masing-masing.


* Normal;heading 1;
GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENGADILAN AUSTRALIA BUKA KASUS TRAGEDI BALIBO

PENGADILAN AUSTRALIA BUKA KASUS TRAGEDI BALIBO

Pengadilan Australia ingin membuka kembali kasus Tragedi Balibo tahun 1975, 
yang menewaskan dua wartawan Australia, dua dari Inggris dan satu dari Selandia 
Baru. Sedangkan pemerintah Indonesia menganggap kasus itu sudah selesai. 

Pemerintah Indonesia tetap bersikeras bahwa tewasnya wartawan asing di Balibo 
saat invasi ke Timor Leste tahun 1975 itu bukanlah disengaja. Melainkan hanya 
korban dari konflik bersenjata. Namun hasil penyelidikan pengadilan Australia 
mengatakan pembunuhan itu terjadi di perbatasan Timor Leste, saat para watawan 
ingin menyerahkan diri pada TNI Indonesia. Mantan menteri penerangan dan 
purnawirawan TNI Yunus Yosfiah, atau kapten Andreas yang saat itu menjabat 
komandan lapangan untuk operasi Balibo diduga terlibat dalam pembunuhan itu. 


Respon TNI

Menurut Rafendi Djamin, pengamat HAM, kasus ini hanyalah satu dari sederetan 
kasus penuntutan pertanggung jawaban dari TNI atas apa yang sudah terjadi di 
masa lalu, dalam konteks penegakan hukum dan HAM serta tercapainya keadilan 
bagi para korban.

Lebih lanjut Rafendi mengatakan: "TNI sebagai satu lembaga tentu mempunyai juga 
tanggung jawab untuk menyelesaikan hal-hal yang dianggap sebagai sebuah 
kesalahan di masa lalu. Ini yang dianggap sebagai tanggung jawab institusi. 
Walaupun tanggung jawab kejahatan itu sendiri itu adalah tanggung jawab dari 
individu."

Setelah belajar dari banyak tuduhan pelanggaran HAM dan kejahatan perang di 
Timor Leste, apakah TNI sebagai intitusi berhasil meresponi dengan baik?

Rafendi berpendapat hal itu belum terjadi. Seperti halnya dengan kasus HAM 
lainnya, pemerintah selalu menyangkal dan tidak bersikap kooperatif. Padahal 
itu dibutuhkan untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan menyelesaikan kasus 
agar di masa depan kesalahan itu tidak terulang lagi. 

Pentingnya pertanggung jawaban TNI sebagai institusi harus diimbangi dengan 
pertanggung jawaban individu dalam tubuh TNI. 

Dalam hal ini, mengenai Yunus Yosfiah, Rafendi berkata: "Dari pandangan kami, 
pihak TNI sebagai lembaga semestinya mencoba meyakinkan kepada Jendral Yunus 
Yosfiah untuk bersikap kooperatif."

Indonesia lemah bagi pelanggaran HAM
Ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa jika dibuka kembali, peradilan kasus 
Balibo seharusnya diadakan di Indonesia. Rafendi agak pesimis. Karena jika 
melihat bukti masa lalu peradilan HAM di Indonesia selalu gagal menindak 
lanjuti dan menghukum para pelaku pelanggaran dan kejahatan HAM.

Wawancara selengkapnya dapat anda ikuti, lewat  www.ranesi.nl.


* ACEH GEGABAH MEMBERLAKUKAN SYARIAT ISLAM

Tanggal 14 September mendatang di Aceh akan diberlakukan Qanun Jinayat dan 
Hukum Acara Jinayat. Qanun ini akan menggantikan Kitab Undang-Undagn Hukum 
Pidana. Menurut Tarmizi Age dari Perkumpulan Masyarakat Aceh se-Dunia atau 
World Acehnese Association (WAA), aturan ini gegabah diberlakukan. 

Selain itu pria Aceh yang tinggal di Denmark ini menilai, pemberlakuan Jinayat 
ini merupakan proyek dari Jakarta. UU ini digolkan karena para politisi kawasan 
Sumatera paling utara itu memperoleh dana dari Jakarta. 

Tarmizi:" Pemerintah Aceh ataupun DPR pasti punya kejelasan tertentu tentang 
berapa banyak uang setiap qanun yang mereka sahkan."

Aceh hari ini berbeda dengan Aceh zaman dahulu, tambah Tarmizi. Setelah 
mengalami berbagai tahap sejarah, sekarang Aceh berhasil mengadakan perjanjian 
perdamaian pada 15 Agustus 2005, di Helsinki. 

Perjanjian itu, tambah mantan pemberontak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini, tidak 
menyebut secara harfiah pemberlakuan syariat Islam. Di dalam perjanjian itu 
yang disebut justru, tambah Tarmizi, adalah pembuatan hukum sesuai dengan 
konvenan internasional. 

Tarmizi: "Jadi di Aceh apa saja boleh dilaksanakan. Namun perlu ditekankan 
bahwa tidak melanggar hak asasi manusia."

Kalau syariat Islam ini diberlakukan maka ada kemungkinan orang yang melanggar 
hukum bisa mendapat hukuman cambuk. Dan ini sudah sering terjadi di Aceh, di 
mana orang dicambuk di depan umum. Menurut Tarmizi ini merupakan pelanggaran 
Hak Asasi Manusia.

Tarmizi: "Saya pikir memukul orang di depan orang ramai,  baik itu dilakukan di 
depan masjid, tergantung pada kejahatannya, ini adalah suatu kejahatan yang 
sulit diterima oleh siapa saja." 

Yang penting, menurut tokoh WAA ini, adalah pelaksaan Memory of Understanding 
(MoU) yang tercapai di Helsinki tadi. Ia menilai para politisi Aceh baik 
eksekutif maupun legislatif selama ini tidak menjalankan perjanjian Helsinki. 
Tarmizi menilai mereka ada semacam rasa takut. 

Makanya ia berharap agar para anggota  legislatif yang baru bersikap lain.

Poin 116 MoU Helsinki, tambah Tarmizi, menyebutkan bahwa qanun di Aceh akan 
disusun kembali dengan menghormati tradisi sejarah serta merncerminkan 
kebutuhan hukum terkini di Aceh. 

Tarmizi mengaku bahwa Islam sudah melekat dengan orang Aceh. "Sudah sangat 
sehati dengan masyarakat, " katanya. Tapi ia melihat pelaksanaan syariat 
sekarang ini penuh nuansa politik yang  merupakan pembohongan publik belaka. 

Jalan terbaik, menurut Tarmizi, adalah terlebih dahulu diadakan sosialisasi 
kepada masyarakat tentang syariat Islam. Ia sependapat dengan Muhammad Nazar, 
wakil gubernur Aceh, yang mengatakan bahwa Islam di Aceh akan diterapkan 
melalui ekonomi. 

Tarmizi: "Karena saya pikir jika orang lapar datang mencuri, kemudian dipotong 
tangan, apakah itu Islam? Tapi bagaimana dengan orang-orang gede, 
juragan-juragan, orang kaya, pemerintah yang korupsi. Tapi mereka tidak 
diapa-apakan. Itu bukan syariat Islam namanya."

Dengarkan wawancara ini pada situs web kami www.ranesi.nl.


* TEMA INTEGRASI ABSEN DALAM KAMPANYE PEMILU LEGISLATIF JERMAN DAN RENUNGAN 
PERJALANAN KERETA API BANDUNG - YOGYA SEORANG KOLUMNIS ASING

Akhir bulan ini, pada tanggal 27 September nanti, Republik Federasi Jerman akan 
menyelenggarakan pemilu legislatif. Berbagai tema menjadi bahan debat politik. 
De Volkskrant,  harian pagi yang terbit di Amsterdam mengangkat tema integrasi 
warga pendatang ke dalam masyarakat Jerman.

Sungguh aneh, demikian De Volkskrant, masalah integrasi adalah salah satu 
agenda politik penting di Jerman. Tapi, tema ini sama sekali tidak menjadi 
agenda debat pemilu. Menurut Fritz Felgentreu, seorang politikus dari Partai 
Sosial Demokrat Jerman, SPD, tampaknya semua partai politik Jerman sepakat, 
tema ini sama sekali tidak menarik para elektorat.

Sebagaimana di negara-negara Eropa lainnya, integrasi pendatang asing kini 
menjadi masalah. Peluang kerja bagi warga pendatang asing masih lebih sulit 
ketimbang pribumi. Rasisme dan diskriminasi masih banyak dirasakan warga 
pendatang. Karena itu pula, dalam berbagai kesempatan kampanye, warga pendatang 
banyak mencoba mengangkat masalah tersebut.

Seorang imigran asal Palestina mengatakan, sejak runtuhnya Tembok Berlin, ia 
merasa rasisme makin parah. "Saya ingin agar masalah ini dibicarakan secara 
terbuka," katanya. Seorang lain menyatakan, "Kami selalu mencoba untuk 
berintegrasi, tapi kalian tidak pernah memberi kesempatan pada kami untuk 
berintegrasi".

Untuk menjelaskan keganjilan tersebut, De Volkskrant menyajikan pandangan 
Holger Kolb, seorang peneliti masalah integrasi. Menurut sang peneliti, di 
Jerman, masalah integrasi tidak pernah memiliki sifat agresif dan polemis, 
sebagaimana di negara-negara Eropa lain. Tidak pernah memuat kandungan 
ideologis. Debat integrasi di Jerman selalu bersifat pragmatis dan teknokratis.

Dari Jerman kita beralih ke topik Indonesia. Naik kereta api dari Bandung ke 
Yogyakarta bagi banyak orang Indonesia mungkin tidak banyak istimewanya. Lain 
halnya, bagi seorang warga asing, seperti misalnya pengalaman kolumnis harian 
The International Herald Tribune.

Sang kolumnis adalah Philip Bowring. Sembari sedikit memuji, ia terkesan agak 
heran karena di Indonesia, semua kereta api ternyata punya nama kesayangan. Ia 
berusaha mencari tahu, apa arti nama kereta "Argo Wilis' yang ia tumpangi. Dan 
akhirnya tahu bahwa 'Wilis' adalah nama salah satu gunung berapi, di lintasan 
perjalanan Bandung - Yogya. 

Philip Bowring juga berusaha mengaitkan pengalaman perjalanannya dengan masa 
lalu. Melalui berbagai peninggalan candi Hindu dan Budha, ia mengangkat 
peradaban Tanah Jawa, jauh sebelum para pedagang Cina dan Arab berdatangan ke 
Nusantara.

Menurut sang kolumnis, demikian The International Herald Tribune, para pedagang 
Jawa ribuan tahun lebih dulu telah berlayar hingga ke Pulau Madagaskar, 
menjajakan rempah-rempah. Hal ini jarang diketahui orang, katanya. Padahal, 
berbagai peninggalan mereka, masih banyak ditemukan di berbagai tempat di 
pantai Afrika Timur. Sebagai perbandingan, bangsa-bangsa Eropa baru mulai 
menjelajahi dunia, sekitar lima ratus tahun silam saja.

Dari Yogya, Philip Bowring melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Kembali ia 
terheran-heran melihat keramaian kota pelabuhan ini. Akhrinya ia menyimpulkan, 
pantas pulau Jawa, selama dua ribu tahun belakangan, memainkan peran sedemikian 
penting dalam proses globalisasi dan perdagangan dunia.

Demikian The International Herald Tribune, dan sekian pula Tinjauan Pers kali 
ini.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke