---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 11 September 2009 13:50 UTC



** GEERT WILDERS TANGGAPI BERITA TENTANGNYA

** PENDUDUK CINA AKAN TERKENA H1N1

** VAKSINASI FLU H1N1

** TINJAUAN PERS: FILM KORBAN APARTHEID DAN KASUS BALIBO 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BUKU DIGITAL - REVOLUSI DALAM MEMBACA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: HUMOR TENTANG 9/11 NYARIS TABU

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KRITIK ATAS KEBIJAKAN NARKOBA BELANDA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KASUS BALIBO BUAHKAN SANDIWARA POLITIK

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MARTENUS BERE, DURI DI BALIK PERSAHABATAN 
INDONESIA-TIMOR LESTE



* GEERT WILDERS TANGGAPI BERITA TENTANGNYA

Dalam sebuah wawancara dengan NU.nl politikus anti-islam Belanda Geert Wilders 
menanggapi semua spekulasi seputar orientasi politiknya. 
Minggu lalu harian De Groene Amsterdammer menerbitkan artikel yang menyebutkan 
bahwa Wilders 'revanchist kultural'. Wilders yang berdarah campuran 
Belanda-Indonesia tersebut diduga berusaha membalas dendam atas latar belakang 
budayanya. Dalam artikel tersebut dinyatakan bahwa dasar visi politik Wilders 
mengenai islam dipengaruhi latar belakang budaya nenek moyangnya di Hindia 
Belanda. Wilders bahkan mengecat rambutnya menjadi pirang untuk menutupi 
asal-muasalnya, demikian tandas artikel tersebut. 
Ketika remaja, Wilders juga sempat tinggal dua tahun di Israel. Pendapat lain 
menyatakan, periode inilah yang paling berpengaruh atas pandangan politiknya. 
Wilders sendiri mengaku, "lebih sibuk mengejar gadis-gadis Israel ketimbang 
berpolitik" ketika ia menghabiskan dua tahun di sana.
Baru-baru ini foto remaja Wilders muncul di internet. Pada foto ini, rambutnya 
belum diwarnai. Wilders menyatakan, foto itu adalah bukti bahwa ia tidak 
mengecat rambut karena malu atas asal-usulnya. Mengenai sejumlah berita yang 
bertebaran di media mengenai dirinya, Wilders mengaku tidak ambil pusing.


* PENDUDUK CINA AKAN TERKENA H1N1

Cina memperkirakan, jutaan penduduk akan tertular flu H1N1 dalam waktu dekat. 
Demikian fungsionaris Kementrian Kesehatan memperingatkan. Ia menyatakan, 
korban meninggal tidak bisa dihindari. Sampai sekarang belum ada korban 
meninggal di Cina akibat flu ini. Penduduk Cina yang menderita flu H1N1 dari 
Juni-Agustus lalu tertular ketika berada di luar negeri. Tapi dari tujuh ribu 
pasien yang dua minggu lalu dinyatakan positif flu, 95% di antaranya tertular 
di Cina.


* VAKSINASI FLU H1N1

Penelitian terbaru menunjukkan, satu vaksinasi cukup melawan flu H1N1 pada 
orang dewasa. Sampai sekarang orang masih berpikir, dua vaksinasi dibutuhkan. 
Perusahaan Cina menemukan hasil terbaru ini minggu lalu. Penemuan mereka sudah 
diteliti dan disetujui oleh para peneliti di Australia dan Amerika Serikat.  Di 
Australia terbukti 75-96% orang dewasa terlindungi hanya dengan satu vaksinasi. 
Sedangkan efeknya untuk anak-anak masih harus diteliti.


* JURU BICARA TALIBAN DITANGKAP

Di Lembah Swat, Pakistan Utara, Muslim Khan, seorang juru bicara Taliban 
terpenting di daerah tersebut ditangkap dalam sebuah operasi militer. Dalam 
operasi tersebut, empat tokoh pemberontak Taliban lainnya juga ditangkap. Bagi 
penangkapan Muslim Khan, yang baru saja dinagkat sebagai juru bicara baru, 
tersedia hadiah bernilai 120.000 dolar. Pendahulunya sudah ditangkap bulan 
lalu. Menurut Pakistan, selama serangan tentara Pakistan ke Lembah Swat, dari 
April sampai Juli lalu, 2.000 pejuang Taliban dan 300 militer tewas.


* IRAN SERUKAN PELUCUTAN SENJATA NUKLIR
Usul Iran bagi perlucutan senjata nuklir di seluruh dunia, cuma omong kosong 
belaka. Demikian tanggapan Washington atas pernyataan, Mojtaba Samareh Hashemi, 
pembantu dekat Presiden Mahmoud Ahmadinejad, Kamis lalu pada harian The 
Washington Post. Pejabat tinggi Iran ini agar masalah senjata nukoir ditangani 
secara menyeluruh, di seluruh dunia. Namun, ia juga menyatakan Iran akan tetap 
melanjutkan program nuklir mereka. Karena, program nuklir Iran semata-mata 
hanya untuk tujuan damai. Menurut Washington, seruan ini tidak mengandung hal 
baru, selama Teheran tetap melajutkan program nuklir mereka. Amerika tetap 
khawatir, program tersebut memang dilakukan untuk pengembangan senjata nuklir. 
Sementara itu tanggapan Rusia agak positif. Menteri Luar Negeri Sergej Lavrov 
menyatakan, usul tersebut perlu dipelajari dengan seksama. Dalam hal ini, dunia 
internasional harus mempunyai suara sama, tegas sang menlu.




* KEMATIAN ANAK MENURUN

UNICEF menyatakan, jumlah kematian anak menurun, namun tidak dalam waktu cepat. 
Demikian dinyatakan dalam laporan baru Yayasan Anak PBB. PBB menginginkan, 
Kematian balita harus 2/3 lebih rendah dari 1990. Tahun lalu, 8.8 juta balita 
meninggal, sepuluh ribu per hari lebih sedikit dari 1990. Tapi dengan tempo 
seperti ini target PBB tidak akan tercapai, kata UNICEF. 40% balita yang 
meninggal tahun lalu berasal dari tiga negara: Nigeria, India, dan Republik 
Demokratis Congo. Penyebab utama kematian mereka adalah infeksi paru-paru dan 
diare.


* STIMULASI EKONOMI AMERIKA BERDAMPAK POSITIF

Gedung Putih menyatakan, rencana stimulasi ekonomi Amerika telah menghasilkan 
1.1 juta lapangan pekerjaan. Pada kwartal ketiga tahun ini, pertumbuhan ekonomi 
diramalkan mencapai 3% - demikian pemerintah Washington. Presiden Barack Obama 
telah menyisihkan total 787 milyar dolar untuk menyelamatkan ekonomi. Dari dana 
tersebut, 150 milyar disalurkan untuk keringanan pajak bagi perusahaan dan 
penduduk.


* EKONOMI JEPANG MENINGKAT

Pertama kalinya sejak periode lama, ekonomi Jepang kembali pulih. Pada kwartal 
kedua tahun ini pertumbuhan ekonomi mencapai 2.3%. Dengan angka tersebut negara 
ini perlahan melepaskan diri dari krisis. Pertumbuhan ini memang lebih rendah 
dari target pemerintah 3.7%. Hal tersebut terutama terjadi karena sejumlah 
investasi perusahaan gagal. Para ekonom berhati-hati menghadapi perbaikan 
ekonomi yang sepenuhnya berasal dari kenaikan ekspor. Mereka menekankan bahwa 
konsumsi nasional masih tertinggal.


* BERITA BURSA

Indeks AEX Amsterdam naik 0.6% pada 306 poin. Frankfurt naik 0.4%, sedangkan 
London dan Paris masing-masing rugi 0.3 dan 0.1%

1 Eur = USD 1.45
1 Eur = Rp.14.490,-
1 USD = Rp.9.925,-


* FILM KORBAN APARTHEID DAN KASUS BALIBO

Harian Belanda de Volkskrant mengangkat kisah hidup Sandra Laing yang 
difilmkan. Sandra Laing lahir dari pasangan kulit putih di Afrika Selatan. 
Anehnya, ia berkulit hitam. Dari penelitian diketahui bahwa ia mengalami 
genetic throwback, atau kemunduran genetis. Gen nenek moyangnya yang berkulit 
hitam kembali muncul dalam tubuh Sandra. 

Sebagai satu-satunya kulit hitam di keluarga berkulit putih, ia diperlakukan 
sama seperti saudara-sauradanya. Toh, ketika menginjak bangku sekolah, ia mulai 
dikonfrontasikan dengan warna kulitnya. Apalagi waktu itu, politik apartheid 
sedang merebak di Afrika Selatan. "Ketika masuk sekolah, saya baru sadar kalau 
saya berbeda. Anak-anak lain mengejek saya karena saya hitam," kata Sandra. 
Para orangtua juga protes karena ada 'anak hitam' di sekolah anak-anak mereka. 
Demikian de Volkskrant.

Sejak kecil, Sandra merasa lebih nyaman berada di kalangan kulit hitam. "Orang 
kulit hitam menerima saya apa adanya. Walaupun saya sedikit lebih putih dari 
mereka. Beda sekali dengan orang kulit putih yang selalu mengejek saya karena 
saya hitam," jelas Sandra. Pada usia lima belas tahun ia jatuh cinta kepada 
seorang kulit hitam. Ayahnya - pendukung Partai Nasional dan simpatisan 
apartheid - marah mengetahui hal ini. Mereka akhirnya memutuskan untuk kawin 
lari. Sampai sekarang, Sandra hanya pernah menemui ibunya, tak lama sebelum 
sang ibu meninggal. Sedang ayah dan saudara-saudaranya tidak pernah lagi 
ditemuinya. "Mereka malu karena saya memilih hidup sebagai orang hitam. 
Keponakan-keponakan saya malah sama sekali tidak tahu kalau mereka punya 
tante," kata Sandra. Demikian de Volkskrant.

Beralih ke Indonesia. Penelitian Australia mengenai pembunuhan lima jurnalis di 
Timor Timur bisa merusak hubungan Indonesia-Australia. Demikian dikatakan 
Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, yang dikutip situs koran Belanda, 
de Telegraaf.

Beberapa hari lalu, Australia menyatakan akan menyelidiki apakah kejahatan 
perang terjadi ketika lima jurnalis berkebangsaan Inggris, Selandia Baru dan 
Australia terbunuh di sana pada 1975. Kelima jurnalis yang dikenal sebagai 
'Balibo Five' ini bekerja untuk Australia di Timor Timur ketika Indonesia 
"mengamankan" daerah tersebut. Demikian de Telegraaf.

Australia ingin mencoba menyeret beberapa petinggi militer Indonesia ke 
pengadilan atas kejahatan perang. Tapi SBY menyatakan, penyelidikan Australia 
bertentangan dengan keinginan Indonesia. Ia menambahkan, sebagai negara yang 
"pintar dan bijak" Indonesia tidak akan diam saja menghadapi penyelewengan 
hukum yang dilakukan oknum-oknum militer. Demikian de Telegraaf dan sekian pula 
Tinjauan Pers kali ini.


* BUKU DIGITAL - REVOLUSI DALAM MEMBACA

Rasa cemas terpancar dari mata pemuda yang dengan setengah membungkuk, 
menyerahkan secarik kertas lusuh ke tangan penjual. "Anda masih punya?', 
tanyanya berbisik.

Bagi pemuda kutu buku ini, perburuan terhadap buku langka, nikmatnya hampir 
sama dengan buku itu sendiri.'Saya bersedia membunuh untuk mendapatkan buku  
yang saya ingingkan', katanya bercanda. 

Tidak jauh dari toko buku bekas empat lantai di pusat kota Brussel, eksekutif 
Google sedang memaparkan visinya mengenai kerajaan global buku digital yang 
akan bisa mengubah total cara kita membaca.

"Kalau saya boleh menentukan. maka 15 tahun dari sekarang seyogyanya saya bisa 
ke toko buku dan membeli buku apa saja yang pernah dicetak, baik digital 
ataupun berwujud buku. Sebagian orang akan lebih banyak membeli buku digital, 
sebagian buku cetak, dan sebagian lagi dua-duanya', kata Dan Clancy, direktur 
Google Books Engineering.

Pekan ini Clancy mengunjung Komisi Eropa dan mengadakan pertemuan menentukan 
untuk membujuk penerbit dan perpustakaan Eropa yang masih ragu-ragu, agar ikut 
berpartisipasi dalam Proyek Buku Google. Banyak pihak di Eropa khawatir, kasus 
hukum di Amerika Serikat akan bisa membuka jalan bagi Google menjadi raksasa 
yang memiliki kekuasaan terlalu besar terhadap dunia buku.

Raksasa buku
Menurut kasus hukum yang diajukan, Google akan memiliki hak eksklusif untuk 
menjual buku-buku cetak dan buku-buku berhak cipta- yang jumlahnya mencapai 
sembilan juta buku di seluruh dunia. Perjanjian itu dikhawatirkan akan 
berdampak langsung terhadap buku-buku Eropa. 'Apabila satu salinan buku yang 
diterbitkan di Eropa sampai ke perpustakaan Amerika, maka Google bisa memindai 
(maksudnya meng'scan')  buku tersebut, bahkan sebelum hak ciptanya dijual di 
pasar Amerika Serikat, ini bisa merugikan peluang penerbit bersangkutan untuk 
menjual hak cipta itu, " wanti-wanti Angela Mills Wade dari Dewan Penerbit 
Eropa.

Awal pekan, Google berupaya menenangkan keresahan dengan mengeluarkan semua 
buku yang masih dijual di Eropa dari pasar online Amerika. Walau demikian, 
banyak penerbit yang masih was-was.

"Masalahnya sangat kompleks bagi seorang penerbit untuk mengecek buku-buku mana 
yang sudah di-online-kan oleh Google'', kata Bernard Gerard atas nama toko-toko 
buku Belgia, dan menambahkan Google  butuh waktu 'bertahun-tahun' untuk 
memenuhi tuntutan hak cipta Eropa, yang beda dari satu negara ke negara lain. 

"Hak untuk mendigitalkan buku pada akhirnya terletak di tangan penulis', jelas 
Gerard. 'Tidak ada buku yang bisa online tanpa kesepakatan terlebih dulu dengan 
penulis. Kalau ini tidak terjadi, maka jelas pelanggaran".

Pahlawan budaya?
Walau demikian, ada juga yang menyambut tawaran proyek, termasuk penerbit 
raksasa Macmillan dan perpustakaan universitas seperti Gent dan Bodlean di 
Oxford. Mereka mencatat naiknya penggunaan. 'Apabila anda seorang mahasiswa dan 
ingin membaca satu bab saja, yang seringkali memang demikian, maka lebih mudah 
untuk mencarinya secara online. Anda tidak perlu ke perpustakaan dan 
membuang-buang waktu mencarinya', kata Dan Clancy dari Google.

Yang mengejutkan, banyak toko buku menanggapinya secara antusias dan mengatakan 
Google bisa menyumbang warisan budaya. 

Tapi pecinta buku di toko buku bekas di Brussel, kurang antusias. "Saya suka 
sentuhan, rasa, dan aroma sebuah buku. Saya ingin bisa meraihnya dari rak buku 
saya. Ini ibarat cinta. Membaca secara online tidak akan berdampak sama". 


Kader

Google si raksasa buku
-Google mencapai kesepakatan class action tahun lalu dengan perkumpulan 
penerbit Amerika mengenai sengketa hak cipta yang diajukan oleh mereka pada 
tahun 2005.

-Di bawah kesepakatan itu, Google setuju membayar 125 juta dolar untuk 
menyelesaikan semua klaim yang masih ada dan menyerahkani 63% dari hasil 
pendapatannya kepada penerbit dan penulis. Google mendapat sisanya.

Buku-buku yang sudah tidak dijual- dalam 400 bahasa- dapat dibeli online, 
jumlahnya mencapai 3% dari total penjualan buku.


* HUMOR TENTANG 9/11 NYARIS TABU

Oleh Perro de Jong
Setelah lewat delapan tahun, bolehkah kita mengolok-olok serangan 11 September 
2001? Sejauh ini sudah cukup banyak beredar lelucon tentang 9/11. Kini, Barack 
Obama jadi presiden, mungkin peluang untuk membuat humor seperti itu makin 
sempit.
Beberapa waktu lalu, di Amerika orang banyak mempersoalkan iklan penerbitan 
mingguan Humo, yang terbit di Belgia. Iklan yang oleh Amerika dianggap sebagai 
"iklan paling jelek" ini menampilkan dua orang pilot sedang asyik membaca 
mingguan tersebut, sementara di kejauhan tampak gedung the World Trade Center. 
Di bawahnya terdapat tulisan: "Membaca Humo bisa berdampak sangat merugikan." 
Lucu?
Piet Sterkenburg: Selera saya sendiri tidak penting, penulis buku 'De lachers 
op je hand' atau 'Membuat orang ketawa.' "Tapi, saya bisa menempatkan humor 
dalam konteks lebih luas. Yang sering kita dengar adalah orang membuat humor 
seram, tentang peristiwa menakutkan. Dan humor tentang terorisme, populer."
Zona bebas humor
Lelucon mengenai 9/11 sudah banyak beredar beberapa hari setelah serangan 
tersebut. Majalah satiris Amerika, the Onion, ketika itu menganggap enteng 
kerusakan berat yang terjadi di gedung Pentagon. The Onion tampil dengan judul 
artikel "rusak ringan, kata Quadragon." Namun, selanjutnya, 9/11 sekian lama 
merupakan zona bebas humor. Tak ada orang berani, mengutik peristiwa tersebut.
Rosemary Hathaway, seorang peneliti pada Universitas West Virginia, yang 
mengumpulkan semua lelucon mengenai 9/11, melihat adanya perbedaan reaksi 
dengan berbagai bencana hebat lainnya. Juga jenis humor yang beredar, sama 
sekali berbeda.
Rosemary Hathaway: Humor mengenai bencana sering menjadi cara pelampiasan rasa 
sedih dan ketidak-berdayaan. Tapi, hal yang mebuat saya khawatir selama 
mengumpulkan berbagai bahan tersebut, adalah, semua lelucon tersebut bersifat 
agresif. Kita lihat misalnya gedung WTC kembali dibangun, dalam bentuk acungan 
jari tengah (bagi orang Barat merupakan penghinaan sangat kasar, red). Semuanya 
mengungkapkan kemarahan dan ketakutan.
Menghalau rasa takut
Menurut Piet van Sterkenburg itu semua adalah semacam gertakan. Orang ingin 
menujukkan bahwa ia tidak takut. Padahal, mungkin sebenarnya memang mereka 
takut. "Mereka ingin mengusir rasa takut. Namun, apakah cara seperti itu memang 
membantu, dan orang bisa lebih menguasai perasaan mereka, itu soal lain."
Lelucon sinis mengenai pemerintahan Bush, pada mulanya hanya populer di Eropa. 
Hal tersebut berubah, menjelang akhir masa jabatan Bush, kata Phyllis Bennis, 
dari the Institute for Policy Studies di Washington. 
Phyllis Bennis: Ketika itu 9/11 sudah menjadi bagian sejarah Amerika, dan tidak 
ada orang yang tidak mengetahui peristiwa tersebut. Humor merupakan bagian dari 
proses normalisasi. Sementara itu orang semakin jengkel, karena pemerintahan 
Bush masih terus menggunakan 9/11, untuk mencari dukungan, bagi kelanjutan 
perang yang semakin tidak disukai orang banyak.
Supertrio
Selain itu, Bush sendiri juga sering membuat lelucon. "Dalam suatu kampanye di 
Chicago, seseorang bertanya, apakah ada kemungkinan suatu ketika anggaran kita 
akan mengalami defisit," kata Bush dalam suatu pertemuan untuk mengumpulkan 
dana. "Tidak akan pernah terjadi," kata Bush. "Kecuali kalau kita sekaligus 
berada dalam keadaan perang, resesi dan bencana nasional. Saya tidak pernah 
berpikir, akan pernah mengalai itu semua sekaligus." Publik tertawa 
tergelak-gelak.
Satu hal sudah pasti, Barack Obama tidak akan membuat lelucon seperti itu. 
Bahkan, Phyllis Bennis menduga, proses normalisasi yang sudah dimulai pada masa 
Bush, kini tidak akan dilanjutkan lagi.
Menurut Phyllis Bennis, itu bukan karena Obama sedemikian santunnya, tapi ia 
memang punya kendala: Kelompok konservatif akan selalu menyerang Obama dan 
pemerintahannya, karena kelompok ini menganggap Obama 'bukan orang Amerika 
asli. Dan menurut Phyllis Bennis, Obama memang menanggapi semua serangan 
tersebut dengan sungguh-sungguh. Obama sangat hati-hati.
Mencari batasan
Dengan demikian, simpul Phyllis Bennis, sementara ini, tidak akan ada pejabat 
di lingkungan Obama yang akan mencoba-coba mengutak-ngutik suatu masalah peka 
seperti 9/11. Bahkan sebaliknya.

Jadi, bagaimana dengan lelucon sinis tentang 9/11? Untuk sementara, masih harus 
kita simpoan saja.


* KRITIK ATAS KEBIJAKAN NARKOBA BELANDA

Pujian atau kecaman. Selama ini, kebijakan santai Belanda terhadap masalah 
penggunaan dan penjualan soft drug, banyak mendapat dukungan dan tentangan. 
Setelah selama bertahun-tahun mengabaikan masalah ini, akhirnya Kabinet Belanda 
memutuskan akan memperbaiki berbagai kelemahannya. Namun, para pengusaha 
coffeeshop, tempat soft drugs bebas dijual, dan para pendukung penggunaannya 
mengecam rencana perubahan ini.
Oleh Johan van Slooten

Dalam peta politik Belanda, mengubah kebijakan soft drugs adalah hal peka. Tiga 
partai pendukung kabinet, Kristen Demokrat, Buruh dan Partai Kristen, menganut 
sikap berlawanan. Partai-partai Kristen ingin menutup semua coffeeshop, 
sementara Partai Buruh justru menuntut legalisasi lebih lanjut produksi dan 
penggunaan soft drugs.
Turis asing
Akhirnya, Kabinet Belanda berhasil menjembatani perbedaan tersebut. Coffeeshop 
tidak akan ditutup, namun akan diambil langkah-langkah untuk membatasi jumlah 
pelanggan. Salah satu masalah paling besar yang ditimbulkan coffeeshop adalah 
arus turis asing yang datang, khususnya dari Belgia, Prancis dan Jerman. Mereka 
datang ke kota-kota perbatasan, di sebelah Timur dan Selatan Belanda, membeli 
ganja dan soft drugs lainnya. Kota Terneuzen di Propinsi Zeeland, dekat 
perbatasan Belgia, beberapa waktu lalu, ketika beberapa coffeeshop masih buka, 
mendapat kunjungan 2.000 turis per hari. Dan itu, membebani kelancaran 
lalulintas dan menganggu kenyamanan umum.
Kini kabinet ingin memberi wewenang lebih banyak pada pemerintah daerah, untuk 
menjaga agar coffeeshop tetap berskala kecil. Dalam rencana perubahan terdapat 
ketentuan, hanya penduduk lokal yang boleh mengunjungi coffeeshop. Dengan 
menggunakan sistem kartu pengenal. Pada prinsipnya, ketentuan ini menutup 
peluang turis asing untuk membeli softdrugs di coffeeshop.
Kemajuan
Kebijakan baru ini mendapat kecaman keras, karena tidak akan memecahkan masalah 
yang sebenarnya. Namun, anggota parlemen dari Partai Buruh, Laura Bouwmeester, 
menyatakan, akan terjadi perbaikan.
Laura Bouwmeester: "Apa yang kita lihat nanti adalah semuanya jadi lebih 
realistis. Di mana-mana orang menggunakan dan membeli soft drugs. Belanda kini 
menunjukkan, kami bisa mengelola hal ini. Banyak orang mengkonsumsi alkohol dan 
drugs secara penuh tanggung-jawab, mengapa kita menganggap hal itu sebagai 
kejahatan? Semua dampak buruk yang timbul akan kita tangani. Itulah yang akan 
kami ubah, dan ini bagus bagi kita semua."
Pihak pembelaan para pemilik coffeeshop di Belanda menentang pendapat tersebut. 
Menurut Raymond Dufour, dari Lembaga Kebijakan Narkoba Belanda, perlu diambil 
sejumlah langkah tambahan.
Raymond Dufour: Persoalan bisa dipecahkan dengan meregulasi hal-hal yang belum 
diputuskan sehubungan legalisasi cannabis di Belanda. Jadi msialnya mengenai 
produksi cannabis yang dijual di coffeeshop. Ini masih illegal, dan 
menguntungkan berbagai kelompok kriminal yang mememnuhi permintaan tersebut. 
Kita harus mengambil porsi kue emas ini dari tangan kelompok-kelompok kriminal.
Walaupun demikian, dalam rencana perubahan baru, kabinet Belanda tetap melarang 
produksi ganja.
Masalah dalam pelaksanaan
Raymond Dufour  melihat adanya beberapa kendala praktis. Apabila pemerintah 
daerah ingin menjaga agar jumlah pelanggan tidak bertambah, maka misalnya harus 
diterapkan sistem kartu pengenal.
Raymond Dufour: "Berdasarkan perundang-undangan Eropa, hal itu sulit 
diterapkan. Hal ini sedang dibahas oleh Majelis Hukum Eropa di Luksemburg. 
Karena ada ketentuan, semua warga Eropa, harus mendapat perlakuan sama. Jadi, 
masih perlu beberapa tahun, sebelum ada jawaban atas masalah ini. Kebijakan ini 
tidak akan memecahkan persoalan yang dihadapi kota seperti Amsterdam. Banyak 
turis asing membeli ganja di coffeeshop. Jika toko seperti itu tidak ada lagi, 
mereka akan mebelinya di pasar gelap, sebagaimana yang terjadi di semua kota di 
seluruh dunia."
Raymond Dufour mengecam rencana perubahan ini, dan menilainya sebagai kompromi 
dadakan di antara tiga partai pendukung kabinet. Karena, kebijakan tersebut 
tidak akan menyelesaikan persoalan.
Sikap toleran
Tapi, paling tidak, kebijakan baru tersebut ternyata tidak mengakhiri sikap 
toleran Belanda pada penggunaan soft drugs. "Karena, melarang total tidak akan 
pernah berhasil. Dan kabinet menyadari hal ini," katanya.


* KASUS BALIBO BUAHKAN SANDIWARA POLITIK

Intro: Perdana Menteri Australia Kevin Rudd,  tidak menghiraukan permintaan 
presiden SBY agar Australia tidak mengungkit lagi peristiwa pembunuhan lima 
wartawan yang terkenal dengan sebutan Balibo Five. Apakah kasus tersebut akan 
mengutak-atik hubungan Indonesia dan Australia yang saat ini sudah dianggap 
harmonis, atau hal tersebut hanya merupakan sebuah sandiwara politik? Ikuti 
keterangan Greg Barton dari Monash University di Australia.

Hubungan kedua negara saat ini sehat dan mantap. Jadi Greg Barton, berharap 
kasus Balibo yang diseret ke pengadilan tidak akan menganggu hubungan Indonesia 
dan Australia. Menurutnya tanggapan dari presiden Susilo  Bambang Yudhoyono 
sangat masuk akal dan sangat wajar. Harus diingat bahwa proses hukum di 
Australia seperti halnya di Indonesia, ada pemisahan antara pihak pemerintah 
dan pengadilan. 

Pemerintah Australia sendiri berada  dalam posisi sulit. Kasus Balibo kini 
berada di tangan pengadilan koroner. Pihak pemerintah di bawah pimpinan perdana 
meteri Kevin Rudd tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah proses tersebut. 
Untuk jangka panjang hubungan kedua negara maka kasus ini tidak akan berdampak. 

Sebagai perdana mentri, Rudd tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan 
pengadilan. Tindakan presiden SBY melontarkan kekecewaan menurut Barton, adalah 
sebuah reaksi politik. Sementara sikap Australia yang tidak menggubris ucapan 
presiden SBY didasarkan karena pemerintahnya tidak bisa menghalangi proses 
hukum tersebut. Perdana menteri Rudd juga berharap kasus ini akah hilang dengan 
sendirinya.

Menurut Greg Barton, pengadilan ini pun nantinya tidak akan menghasilkan 
apapun. Ekstradisi juga tidak akan terjadi. Pengadilan ini tampaknya hanya 
penting bagi keluarga korban. Mereka berhak mengetahui apa yang terjadi 
sebenarnya.

Ikuti wawancara selanjutnya di situs web kami: http://www.ranesi.nl


* MARTENUS BERE, DURI DI BALIK PERSAHABATAN INDONESIA-TIMOR LESTE

Martenus Bere, pemimpin milisi Laksaur yang memimpin pembantaian di Gereja Suai 
pada tahun 1999, mengguncang politik di Dili di balik persahabatan yang hangat 
antara Indonesia dan Timor Leste. Keputusan PM Xanana Gusmao melepas Bere atas 
desakan Indonesia membuat berbagai pihak, termasuk kalangan PBB, marah-marah. 
Mengapa pemerintah Indonesia perlu membela seorang Wakil Camat Belu, NTT, Nusa 
Tenggara Timur, yang sudah didakwa aparat hukum PBB sebagai penjahat 
kemanusiaan?
Laporan koresponden Aboeprijadi Santoso:

Dubes Edi Setyabudi: Era baru sudah dibangun sejak reformasi. Kita bisa memilih 
sahabat di mana pun, tetapi kita tidak bisa memilih siapa yang akan jadi 
tetangga kita. Jadi memang reformasi. Membuka satu era baru, memberikan dampak 
antara lain keputusan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat di sini 
untuk menentukan hari depannya.
Demikian Duta Besar Edi Setyabudi menyambut ulang tahun referendum Timor Leste 
sebagai era baru. Gayung pun saling-bersambut. Esoknya Presiden Jose 
Ramos-Horta dalam peringatan ulang tahun referendum sekali lagi mengajak 
menutup masa silam. Indonesia akan mencapai keadilan dengan caranya sendiri, 
katanya.
Jose Ramos-Horta: I have a faith, slowly, gradually, steadily, justice will 
prevail. 
Namun pada saat yang sama, ada ketegangan di balik perayaan karena tamu yang 
dinantikan masih menunggu di bandara Kupang. Menlu Hasan Wirayudha baru 
bertolak ke Dili setelah PM Xanana Gusmao memberitahu bahwa Martenus Bere telah 
dibawa ke KBRI. Mengapa Jakarta berkeras menuntut Bere dibebaskan?

Martenus Bere, warga Suai yang tinggal di NTT memimpin Laksaur, salah satu 
milisi yang terkenal kejam di tahun 1999. Awal Agustus dia ke Suai dan ditahan 
polisi PBB CivPol. Sepuluh tahun lalu, dua ratusan ribu warga atau setengah 
penduduk TimTim dideportasi TNI ke perbatasan Atambua. Separo akhirnya kembali 
tapi ribuan bercokol di perbatasan dan menimbulkan ketegangan terus-menerus. 
Pemerintah Jakarta tidak memindahkan mereka ke propinsi lain, TNI malah 
membangun pangkalan di sana, dan pemerintah Dili merangkul, mengajak mereka 
pulang, namun gagal. Akibatnya, perbatasan NTT menjadi duri dalam daging yang 
mengganggu ketenteraman Timor Leste. 

Atambua menjadi pangkalan yang menguntungkan Indonesia dalam hal keamanan, tapi 
juga sebagai jalur penyelundupan barang dan perdagangan sembako yang dibutuhkan 
rakyat Timor Leste. Kasus Bere membuktikan Atambua juga memberi peluang tekanan 
politik Indonesia. Jurubicara Deplu Teuku Faizasyah mengatakan kedua negara 
bersepakat menyelesaikan masalah masa silam dengan pakta KKP, Komisi Kebenaran 
dan Persahabatan. Dengan dalih itu, Indonesia rupanya tidak menganggap 
keberadaan aparat hukum serta polisi PBB relevan. Presiden Ramos Horta malah 
mengusulkan akan menghentikan aparat penyidikan PBB, Serious Crimes Unit, SCU, 
dan Panel yang telah menghasilkan daftar terdakwa kejahatan tahun 1999 yang 
sebagian besar merupakan warga RI. 

Tapi, menurut Ian Martin dari PBB, apabila SCU dan Panel dihentikan, dakwaan 
dan daftar tadi tetap berlaku. Siapa pun yang terdaftar di situ dapat ditahan 
Interpol. Martenus Bere hanya satu di antaranya, sebagian lain adalah para 
perwira TNI yang terlibat kekerasan tahun 1999. Karena itulah, penahanan Beru 
dikhawatirkan dapat menjadi preseden berbahaya bagi pejabat sipil atau pun 
militer Indonesia lainnya. 

Mencegah preseden berarti melindungi mantan petinggi Indonesia yang didakwa PBB 
terlibat kekerasan tahun 99. Beberapa tahun lalu, seorang jenderal Indonesia 
yang terdaftar SCU, setiba di bandara New Delhi, India, buru-buru kembali ke 
Jakarta karena Interpol siap menahan dirinya. Seorang jenderal yang lain, 
pernah membatalkan kunjungan ke Timor Leste, karena alasan yang sama. 

Walhasil, pemerintah Xanana Gusmao melepas Bere sesungguhnya untuk merawat 
kepentingan sekuriti dan ekonomi karena Timor Leste telah menjadi semacam 
Finlandia, bahkan Baltik, yang mudah terancam oleh tetangga raksasa Uni Soviet. 
Kondisi geopolitik inilah yang memungkinkan Indonesia melindungi para 
pejabatnya yang terlibat kekerasan tahun 1999. Tak heran, wakil oposisi 
Fretilin di parlemen dalam protesnya mengatakan, persahabatan dengan Indonesia 
kini merongrong kedaulatan aparat hukum Timor Leste.

Sekian laporan Aboeprijadi Santoso.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke