--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 11 September 2009 13:50 UTC ** GEERT WILDERS TANGGAPI BERITA TENTANGNYA ** PENDUDUK CINA AKAN TERKENA H1N1 ** VAKSINASI FLU H1N1 ** TINJAUAN PERS: FILM KORBAN APARTHEID DAN KASUS BALIBO ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BUKU DIGITAL - REVOLUSI DALAM MEMBACA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: HUMOR TENTANG 9/11 NYARIS TABU ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KRITIK ATAS KEBIJAKAN NARKOBA BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KASUS BALIBO BUAHKAN SANDIWARA POLITIK ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MARTENUS BERE, DURI DI BALIK PERSAHABATAN INDONESIA-TIMOR LESTE * GEERT WILDERS TANGGAPI BERITA TENTANGNYA Dalam sebuah wawancara dengan NU.nl politikus anti-islam Belanda Geert Wilders menanggapi semua spekulasi seputar orientasi politiknya. Minggu lalu harian De Groene Amsterdammer menerbitkan artikel yang menyebutkan bahwa Wilders 'revanchist kultural'. Wilders yang berdarah campuran Belanda-Indonesia tersebut diduga berusaha membalas dendam atas latar belakang budayanya. Dalam artikel tersebut dinyatakan bahwa dasar visi politik Wilders mengenai islam dipengaruhi latar belakang budaya nenek moyangnya di Hindia Belanda. Wilders bahkan mengecat rambutnya menjadi pirang untuk menutupi asal-muasalnya, demikian tandas artikel tersebut. Ketika remaja, Wilders juga sempat tinggal dua tahun di Israel. Pendapat lain menyatakan, periode inilah yang paling berpengaruh atas pandangan politiknya. Wilders sendiri mengaku, "lebih sibuk mengejar gadis-gadis Israel ketimbang berpolitik" ketika ia menghabiskan dua tahun di sana. Baru-baru ini foto remaja Wilders muncul di internet. Pada foto ini, rambutnya belum diwarnai. Wilders menyatakan, foto itu adalah bukti bahwa ia tidak mengecat rambut karena malu atas asal-usulnya. Mengenai sejumlah berita yang bertebaran di media mengenai dirinya, Wilders mengaku tidak ambil pusing. * PENDUDUK CINA AKAN TERKENA H1N1 Cina memperkirakan, jutaan penduduk akan tertular flu H1N1 dalam waktu dekat. Demikian fungsionaris Kementrian Kesehatan memperingatkan. Ia menyatakan, korban meninggal tidak bisa dihindari. Sampai sekarang belum ada korban meninggal di Cina akibat flu ini. Penduduk Cina yang menderita flu H1N1 dari Juni-Agustus lalu tertular ketika berada di luar negeri. Tapi dari tujuh ribu pasien yang dua minggu lalu dinyatakan positif flu, 95% di antaranya tertular di Cina. * VAKSINASI FLU H1N1 Penelitian terbaru menunjukkan, satu vaksinasi cukup melawan flu H1N1 pada orang dewasa. Sampai sekarang orang masih berpikir, dua vaksinasi dibutuhkan. Perusahaan Cina menemukan hasil terbaru ini minggu lalu. Penemuan mereka sudah diteliti dan disetujui oleh para peneliti di Australia dan Amerika Serikat. Di Australia terbukti 75-96% orang dewasa terlindungi hanya dengan satu vaksinasi. Sedangkan efeknya untuk anak-anak masih harus diteliti. * JURU BICARA TALIBAN DITANGKAP Di Lembah Swat, Pakistan Utara, Muslim Khan, seorang juru bicara Taliban terpenting di daerah tersebut ditangkap dalam sebuah operasi militer. Dalam operasi tersebut, empat tokoh pemberontak Taliban lainnya juga ditangkap. Bagi penangkapan Muslim Khan, yang baru saja dinagkat sebagai juru bicara baru, tersedia hadiah bernilai 120.000 dolar. Pendahulunya sudah ditangkap bulan lalu. Menurut Pakistan, selama serangan tentara Pakistan ke Lembah Swat, dari April sampai Juli lalu, 2.000 pejuang Taliban dan 300 militer tewas. * IRAN SERUKAN PELUCUTAN SENJATA NUKLIR Usul Iran bagi perlucutan senjata nuklir di seluruh dunia, cuma omong kosong belaka. Demikian tanggapan Washington atas pernyataan, Mojtaba Samareh Hashemi, pembantu dekat Presiden Mahmoud Ahmadinejad, Kamis lalu pada harian The Washington Post. Pejabat tinggi Iran ini agar masalah senjata nukoir ditangani secara menyeluruh, di seluruh dunia. Namun, ia juga menyatakan Iran akan tetap melanjutkan program nuklir mereka. Karena, program nuklir Iran semata-mata hanya untuk tujuan damai. Menurut Washington, seruan ini tidak mengandung hal baru, selama Teheran tetap melajutkan program nuklir mereka. Amerika tetap khawatir, program tersebut memang dilakukan untuk pengembangan senjata nuklir. Sementara itu tanggapan Rusia agak positif. Menteri Luar Negeri Sergej Lavrov menyatakan, usul tersebut perlu dipelajari dengan seksama. Dalam hal ini, dunia internasional harus mempunyai suara sama, tegas sang menlu. * KEMATIAN ANAK MENURUN UNICEF menyatakan, jumlah kematian anak menurun, namun tidak dalam waktu cepat. Demikian dinyatakan dalam laporan baru Yayasan Anak PBB. PBB menginginkan, Kematian balita harus 2/3 lebih rendah dari 1990. Tahun lalu, 8.8 juta balita meninggal, sepuluh ribu per hari lebih sedikit dari 1990. Tapi dengan tempo seperti ini target PBB tidak akan tercapai, kata UNICEF. 40% balita yang meninggal tahun lalu berasal dari tiga negara: Nigeria, India, dan Republik Demokratis Congo. Penyebab utama kematian mereka adalah infeksi paru-paru dan diare. * STIMULASI EKONOMI AMERIKA BERDAMPAK POSITIF Gedung Putih menyatakan, rencana stimulasi ekonomi Amerika telah menghasilkan 1.1 juta lapangan pekerjaan. Pada kwartal ketiga tahun ini, pertumbuhan ekonomi diramalkan mencapai 3% - demikian pemerintah Washington. Presiden Barack Obama telah menyisihkan total 787 milyar dolar untuk menyelamatkan ekonomi. Dari dana tersebut, 150 milyar disalurkan untuk keringanan pajak bagi perusahaan dan penduduk. * EKONOMI JEPANG MENINGKAT Pertama kalinya sejak periode lama, ekonomi Jepang kembali pulih. Pada kwartal kedua tahun ini pertumbuhan ekonomi mencapai 2.3%. Dengan angka tersebut negara ini perlahan melepaskan diri dari krisis. Pertumbuhan ini memang lebih rendah dari target pemerintah 3.7%. Hal tersebut terutama terjadi karena sejumlah investasi perusahaan gagal. Para ekonom berhati-hati menghadapi perbaikan ekonomi yang sepenuhnya berasal dari kenaikan ekspor. Mereka menekankan bahwa konsumsi nasional masih tertinggal. * BERITA BURSA Indeks AEX Amsterdam naik 0.6% pada 306 poin. Frankfurt naik 0.4%, sedangkan London dan Paris masing-masing rugi 0.3 dan 0.1% 1 Eur = USD 1.45 1 Eur = Rp.14.490,- 1 USD = Rp.9.925,- * FILM KORBAN APARTHEID DAN KASUS BALIBO Harian Belanda de Volkskrant mengangkat kisah hidup Sandra Laing yang difilmkan. Sandra Laing lahir dari pasangan kulit putih di Afrika Selatan. Anehnya, ia berkulit hitam. Dari penelitian diketahui bahwa ia mengalami genetic throwback, atau kemunduran genetis. Gen nenek moyangnya yang berkulit hitam kembali muncul dalam tubuh Sandra. Sebagai satu-satunya kulit hitam di keluarga berkulit putih, ia diperlakukan sama seperti saudara-sauradanya. Toh, ketika menginjak bangku sekolah, ia mulai dikonfrontasikan dengan warna kulitnya. Apalagi waktu itu, politik apartheid sedang merebak di Afrika Selatan. "Ketika masuk sekolah, saya baru sadar kalau saya berbeda. Anak-anak lain mengejek saya karena saya hitam," kata Sandra. Para orangtua juga protes karena ada 'anak hitam' di sekolah anak-anak mereka. Demikian de Volkskrant. Sejak kecil, Sandra merasa lebih nyaman berada di kalangan kulit hitam. "Orang kulit hitam menerima saya apa adanya. Walaupun saya sedikit lebih putih dari mereka. Beda sekali dengan orang kulit putih yang selalu mengejek saya karena saya hitam," jelas Sandra. Pada usia lima belas tahun ia jatuh cinta kepada seorang kulit hitam. Ayahnya - pendukung Partai Nasional dan simpatisan apartheid - marah mengetahui hal ini. Mereka akhirnya memutuskan untuk kawin lari. Sampai sekarang, Sandra hanya pernah menemui ibunya, tak lama sebelum sang ibu meninggal. Sedang ayah dan saudara-saudaranya tidak pernah lagi ditemuinya. "Mereka malu karena saya memilih hidup sebagai orang hitam. Keponakan-keponakan saya malah sama sekali tidak tahu kalau mereka punya tante," kata Sandra. Demikian de Volkskrant. Beralih ke Indonesia. Penelitian Australia mengenai pembunuhan lima jurnalis di Timor Timur bisa merusak hubungan Indonesia-Australia. Demikian dikatakan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, yang dikutip situs koran Belanda, de Telegraaf. Beberapa hari lalu, Australia menyatakan akan menyelidiki apakah kejahatan perang terjadi ketika lima jurnalis berkebangsaan Inggris, Selandia Baru dan Australia terbunuh di sana pada 1975. Kelima jurnalis yang dikenal sebagai 'Balibo Five' ini bekerja untuk Australia di Timor Timur ketika Indonesia "mengamankan" daerah tersebut. Demikian de Telegraaf. Australia ingin mencoba menyeret beberapa petinggi militer Indonesia ke pengadilan atas kejahatan perang. Tapi SBY menyatakan, penyelidikan Australia bertentangan dengan keinginan Indonesia. Ia menambahkan, sebagai negara yang "pintar dan bijak" Indonesia tidak akan diam saja menghadapi penyelewengan hukum yang dilakukan oknum-oknum militer. Demikian de Telegraaf dan sekian pula Tinjauan Pers kali ini. * BUKU DIGITAL - REVOLUSI DALAM MEMBACA Rasa cemas terpancar dari mata pemuda yang dengan setengah membungkuk, menyerahkan secarik kertas lusuh ke tangan penjual. "Anda masih punya?', tanyanya berbisik. Bagi pemuda kutu buku ini, perburuan terhadap buku langka, nikmatnya hampir sama dengan buku itu sendiri.'Saya bersedia membunuh untuk mendapatkan buku yang saya ingingkan', katanya bercanda. Tidak jauh dari toko buku bekas empat lantai di pusat kota Brussel, eksekutif Google sedang memaparkan visinya mengenai kerajaan global buku digital yang akan bisa mengubah total cara kita membaca. "Kalau saya boleh menentukan. maka 15 tahun dari sekarang seyogyanya saya bisa ke toko buku dan membeli buku apa saja yang pernah dicetak, baik digital ataupun berwujud buku. Sebagian orang akan lebih banyak membeli buku digital, sebagian buku cetak, dan sebagian lagi dua-duanya', kata Dan Clancy, direktur Google Books Engineering. Pekan ini Clancy mengunjung Komisi Eropa dan mengadakan pertemuan menentukan untuk membujuk penerbit dan perpustakaan Eropa yang masih ragu-ragu, agar ikut berpartisipasi dalam Proyek Buku Google. Banyak pihak di Eropa khawatir, kasus hukum di Amerika Serikat akan bisa membuka jalan bagi Google menjadi raksasa yang memiliki kekuasaan terlalu besar terhadap dunia buku. Raksasa buku Menurut kasus hukum yang diajukan, Google akan memiliki hak eksklusif untuk menjual buku-buku cetak dan buku-buku berhak cipta- yang jumlahnya mencapai sembilan juta buku di seluruh dunia. Perjanjian itu dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap buku-buku Eropa. 'Apabila satu salinan buku yang diterbitkan di Eropa sampai ke perpustakaan Amerika, maka Google bisa memindai (maksudnya meng'scan') buku tersebut, bahkan sebelum hak ciptanya dijual di pasar Amerika Serikat, ini bisa merugikan peluang penerbit bersangkutan untuk menjual hak cipta itu, " wanti-wanti Angela Mills Wade dari Dewan Penerbit Eropa. Awal pekan, Google berupaya menenangkan keresahan dengan mengeluarkan semua buku yang masih dijual di Eropa dari pasar online Amerika. Walau demikian, banyak penerbit yang masih was-was. "Masalahnya sangat kompleks bagi seorang penerbit untuk mengecek buku-buku mana yang sudah di-online-kan oleh Google'', kata Bernard Gerard atas nama toko-toko buku Belgia, dan menambahkan Google butuh waktu 'bertahun-tahun' untuk memenuhi tuntutan hak cipta Eropa, yang beda dari satu negara ke negara lain. "Hak untuk mendigitalkan buku pada akhirnya terletak di tangan penulis', jelas Gerard. 'Tidak ada buku yang bisa online tanpa kesepakatan terlebih dulu dengan penulis. Kalau ini tidak terjadi, maka jelas pelanggaran". Pahlawan budaya? Walau demikian, ada juga yang menyambut tawaran proyek, termasuk penerbit raksasa Macmillan dan perpustakaan universitas seperti Gent dan Bodlean di Oxford. Mereka mencatat naiknya penggunaan. 'Apabila anda seorang mahasiswa dan ingin membaca satu bab saja, yang seringkali memang demikian, maka lebih mudah untuk mencarinya secara online. Anda tidak perlu ke perpustakaan dan membuang-buang waktu mencarinya', kata Dan Clancy dari Google. Yang mengejutkan, banyak toko buku menanggapinya secara antusias dan mengatakan Google bisa menyumbang warisan budaya. Tapi pecinta buku di toko buku bekas di Brussel, kurang antusias. "Saya suka sentuhan, rasa, dan aroma sebuah buku. Saya ingin bisa meraihnya dari rak buku saya. Ini ibarat cinta. Membaca secara online tidak akan berdampak sama". Kader Google si raksasa buku -Google mencapai kesepakatan class action tahun lalu dengan perkumpulan penerbit Amerika mengenai sengketa hak cipta yang diajukan oleh mereka pada tahun 2005. -Di bawah kesepakatan itu, Google setuju membayar 125 juta dolar untuk menyelesaikan semua klaim yang masih ada dan menyerahkani 63% dari hasil pendapatannya kepada penerbit dan penulis. Google mendapat sisanya. Buku-buku yang sudah tidak dijual- dalam 400 bahasa- dapat dibeli online, jumlahnya mencapai 3% dari total penjualan buku. * HUMOR TENTANG 9/11 NYARIS TABU Oleh Perro de Jong Setelah lewat delapan tahun, bolehkah kita mengolok-olok serangan 11 September 2001? Sejauh ini sudah cukup banyak beredar lelucon tentang 9/11. Kini, Barack Obama jadi presiden, mungkin peluang untuk membuat humor seperti itu makin sempit. Beberapa waktu lalu, di Amerika orang banyak mempersoalkan iklan penerbitan mingguan Humo, yang terbit di Belgia. Iklan yang oleh Amerika dianggap sebagai "iklan paling jelek" ini menampilkan dua orang pilot sedang asyik membaca mingguan tersebut, sementara di kejauhan tampak gedung the World Trade Center. Di bawahnya terdapat tulisan: "Membaca Humo bisa berdampak sangat merugikan." Lucu? Piet Sterkenburg: Selera saya sendiri tidak penting, penulis buku 'De lachers op je hand' atau 'Membuat orang ketawa.' "Tapi, saya bisa menempatkan humor dalam konteks lebih luas. Yang sering kita dengar adalah orang membuat humor seram, tentang peristiwa menakutkan. Dan humor tentang terorisme, populer." Zona bebas humor Lelucon mengenai 9/11 sudah banyak beredar beberapa hari setelah serangan tersebut. Majalah satiris Amerika, the Onion, ketika itu menganggap enteng kerusakan berat yang terjadi di gedung Pentagon. The Onion tampil dengan judul artikel "rusak ringan, kata Quadragon." Namun, selanjutnya, 9/11 sekian lama merupakan zona bebas humor. Tak ada orang berani, mengutik peristiwa tersebut. Rosemary Hathaway, seorang peneliti pada Universitas West Virginia, yang mengumpulkan semua lelucon mengenai 9/11, melihat adanya perbedaan reaksi dengan berbagai bencana hebat lainnya. Juga jenis humor yang beredar, sama sekali berbeda. Rosemary Hathaway: Humor mengenai bencana sering menjadi cara pelampiasan rasa sedih dan ketidak-berdayaan. Tapi, hal yang mebuat saya khawatir selama mengumpulkan berbagai bahan tersebut, adalah, semua lelucon tersebut bersifat agresif. Kita lihat misalnya gedung WTC kembali dibangun, dalam bentuk acungan jari tengah (bagi orang Barat merupakan penghinaan sangat kasar, red). Semuanya mengungkapkan kemarahan dan ketakutan. Menghalau rasa takut Menurut Piet van Sterkenburg itu semua adalah semacam gertakan. Orang ingin menujukkan bahwa ia tidak takut. Padahal, mungkin sebenarnya memang mereka takut. "Mereka ingin mengusir rasa takut. Namun, apakah cara seperti itu memang membantu, dan orang bisa lebih menguasai perasaan mereka, itu soal lain." Lelucon sinis mengenai pemerintahan Bush, pada mulanya hanya populer di Eropa. Hal tersebut berubah, menjelang akhir masa jabatan Bush, kata Phyllis Bennis, dari the Institute for Policy Studies di Washington. Phyllis Bennis: Ketika itu 9/11 sudah menjadi bagian sejarah Amerika, dan tidak ada orang yang tidak mengetahui peristiwa tersebut. Humor merupakan bagian dari proses normalisasi. Sementara itu orang semakin jengkel, karena pemerintahan Bush masih terus menggunakan 9/11, untuk mencari dukungan, bagi kelanjutan perang yang semakin tidak disukai orang banyak. Supertrio Selain itu, Bush sendiri juga sering membuat lelucon. "Dalam suatu kampanye di Chicago, seseorang bertanya, apakah ada kemungkinan suatu ketika anggaran kita akan mengalami defisit," kata Bush dalam suatu pertemuan untuk mengumpulkan dana. "Tidak akan pernah terjadi," kata Bush. "Kecuali kalau kita sekaligus berada dalam keadaan perang, resesi dan bencana nasional. Saya tidak pernah berpikir, akan pernah mengalai itu semua sekaligus." Publik tertawa tergelak-gelak. Satu hal sudah pasti, Barack Obama tidak akan membuat lelucon seperti itu. Bahkan, Phyllis Bennis menduga, proses normalisasi yang sudah dimulai pada masa Bush, kini tidak akan dilanjutkan lagi. Menurut Phyllis Bennis, itu bukan karena Obama sedemikian santunnya, tapi ia memang punya kendala: Kelompok konservatif akan selalu menyerang Obama dan pemerintahannya, karena kelompok ini menganggap Obama 'bukan orang Amerika asli. Dan menurut Phyllis Bennis, Obama memang menanggapi semua serangan tersebut dengan sungguh-sungguh. Obama sangat hati-hati. Mencari batasan Dengan demikian, simpul Phyllis Bennis, sementara ini, tidak akan ada pejabat di lingkungan Obama yang akan mencoba-coba mengutak-ngutik suatu masalah peka seperti 9/11. Bahkan sebaliknya. Jadi, bagaimana dengan lelucon sinis tentang 9/11? Untuk sementara, masih harus kita simpoan saja. * KRITIK ATAS KEBIJAKAN NARKOBA BELANDA Pujian atau kecaman. Selama ini, kebijakan santai Belanda terhadap masalah penggunaan dan penjualan soft drug, banyak mendapat dukungan dan tentangan. Setelah selama bertahun-tahun mengabaikan masalah ini, akhirnya Kabinet Belanda memutuskan akan memperbaiki berbagai kelemahannya. Namun, para pengusaha coffeeshop, tempat soft drugs bebas dijual, dan para pendukung penggunaannya mengecam rencana perubahan ini. Oleh Johan van Slooten Dalam peta politik Belanda, mengubah kebijakan soft drugs adalah hal peka. Tiga partai pendukung kabinet, Kristen Demokrat, Buruh dan Partai Kristen, menganut sikap berlawanan. Partai-partai Kristen ingin menutup semua coffeeshop, sementara Partai Buruh justru menuntut legalisasi lebih lanjut produksi dan penggunaan soft drugs. Turis asing Akhirnya, Kabinet Belanda berhasil menjembatani perbedaan tersebut. Coffeeshop tidak akan ditutup, namun akan diambil langkah-langkah untuk membatasi jumlah pelanggan. Salah satu masalah paling besar yang ditimbulkan coffeeshop adalah arus turis asing yang datang, khususnya dari Belgia, Prancis dan Jerman. Mereka datang ke kota-kota perbatasan, di sebelah Timur dan Selatan Belanda, membeli ganja dan soft drugs lainnya. Kota Terneuzen di Propinsi Zeeland, dekat perbatasan Belgia, beberapa waktu lalu, ketika beberapa coffeeshop masih buka, mendapat kunjungan 2.000 turis per hari. Dan itu, membebani kelancaran lalulintas dan menganggu kenyamanan umum. Kini kabinet ingin memberi wewenang lebih banyak pada pemerintah daerah, untuk menjaga agar coffeeshop tetap berskala kecil. Dalam rencana perubahan terdapat ketentuan, hanya penduduk lokal yang boleh mengunjungi coffeeshop. Dengan menggunakan sistem kartu pengenal. Pada prinsipnya, ketentuan ini menutup peluang turis asing untuk membeli softdrugs di coffeeshop. Kemajuan Kebijakan baru ini mendapat kecaman keras, karena tidak akan memecahkan masalah yang sebenarnya. Namun, anggota parlemen dari Partai Buruh, Laura Bouwmeester, menyatakan, akan terjadi perbaikan. Laura Bouwmeester: "Apa yang kita lihat nanti adalah semuanya jadi lebih realistis. Di mana-mana orang menggunakan dan membeli soft drugs. Belanda kini menunjukkan, kami bisa mengelola hal ini. Banyak orang mengkonsumsi alkohol dan drugs secara penuh tanggung-jawab, mengapa kita menganggap hal itu sebagai kejahatan? Semua dampak buruk yang timbul akan kita tangani. Itulah yang akan kami ubah, dan ini bagus bagi kita semua." Pihak pembelaan para pemilik coffeeshop di Belanda menentang pendapat tersebut. Menurut Raymond Dufour, dari Lembaga Kebijakan Narkoba Belanda, perlu diambil sejumlah langkah tambahan. Raymond Dufour: Persoalan bisa dipecahkan dengan meregulasi hal-hal yang belum diputuskan sehubungan legalisasi cannabis di Belanda. Jadi msialnya mengenai produksi cannabis yang dijual di coffeeshop. Ini masih illegal, dan menguntungkan berbagai kelompok kriminal yang mememnuhi permintaan tersebut. Kita harus mengambil porsi kue emas ini dari tangan kelompok-kelompok kriminal. Walaupun demikian, dalam rencana perubahan baru, kabinet Belanda tetap melarang produksi ganja. Masalah dalam pelaksanaan Raymond Dufour melihat adanya beberapa kendala praktis. Apabila pemerintah daerah ingin menjaga agar jumlah pelanggan tidak bertambah, maka misalnya harus diterapkan sistem kartu pengenal. Raymond Dufour: "Berdasarkan perundang-undangan Eropa, hal itu sulit diterapkan. Hal ini sedang dibahas oleh Majelis Hukum Eropa di Luksemburg. Karena ada ketentuan, semua warga Eropa, harus mendapat perlakuan sama. Jadi, masih perlu beberapa tahun, sebelum ada jawaban atas masalah ini. Kebijakan ini tidak akan memecahkan persoalan yang dihadapi kota seperti Amsterdam. Banyak turis asing membeli ganja di coffeeshop. Jika toko seperti itu tidak ada lagi, mereka akan mebelinya di pasar gelap, sebagaimana yang terjadi di semua kota di seluruh dunia." Raymond Dufour mengecam rencana perubahan ini, dan menilainya sebagai kompromi dadakan di antara tiga partai pendukung kabinet. Karena, kebijakan tersebut tidak akan menyelesaikan persoalan. Sikap toleran Tapi, paling tidak, kebijakan baru tersebut ternyata tidak mengakhiri sikap toleran Belanda pada penggunaan soft drugs. "Karena, melarang total tidak akan pernah berhasil. Dan kabinet menyadari hal ini," katanya. * KASUS BALIBO BUAHKAN SANDIWARA POLITIK Intro: Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, tidak menghiraukan permintaan presiden SBY agar Australia tidak mengungkit lagi peristiwa pembunuhan lima wartawan yang terkenal dengan sebutan Balibo Five. Apakah kasus tersebut akan mengutak-atik hubungan Indonesia dan Australia yang saat ini sudah dianggap harmonis, atau hal tersebut hanya merupakan sebuah sandiwara politik? Ikuti keterangan Greg Barton dari Monash University di Australia. Hubungan kedua negara saat ini sehat dan mantap. Jadi Greg Barton, berharap kasus Balibo yang diseret ke pengadilan tidak akan menganggu hubungan Indonesia dan Australia. Menurutnya tanggapan dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat masuk akal dan sangat wajar. Harus diingat bahwa proses hukum di Australia seperti halnya di Indonesia, ada pemisahan antara pihak pemerintah dan pengadilan. Pemerintah Australia sendiri berada dalam posisi sulit. Kasus Balibo kini berada di tangan pengadilan koroner. Pihak pemerintah di bawah pimpinan perdana meteri Kevin Rudd tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah proses tersebut. Untuk jangka panjang hubungan kedua negara maka kasus ini tidak akan berdampak. Sebagai perdana mentri, Rudd tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan pengadilan. Tindakan presiden SBY melontarkan kekecewaan menurut Barton, adalah sebuah reaksi politik. Sementara sikap Australia yang tidak menggubris ucapan presiden SBY didasarkan karena pemerintahnya tidak bisa menghalangi proses hukum tersebut. Perdana menteri Rudd juga berharap kasus ini akah hilang dengan sendirinya. Menurut Greg Barton, pengadilan ini pun nantinya tidak akan menghasilkan apapun. Ekstradisi juga tidak akan terjadi. Pengadilan ini tampaknya hanya penting bagi keluarga korban. Mereka berhak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Ikuti wawancara selanjutnya di situs web kami: http://www.ranesi.nl * MARTENUS BERE, DURI DI BALIK PERSAHABATAN INDONESIA-TIMOR LESTE Martenus Bere, pemimpin milisi Laksaur yang memimpin pembantaian di Gereja Suai pada tahun 1999, mengguncang politik di Dili di balik persahabatan yang hangat antara Indonesia dan Timor Leste. Keputusan PM Xanana Gusmao melepas Bere atas desakan Indonesia membuat berbagai pihak, termasuk kalangan PBB, marah-marah. Mengapa pemerintah Indonesia perlu membela seorang Wakil Camat Belu, NTT, Nusa Tenggara Timur, yang sudah didakwa aparat hukum PBB sebagai penjahat kemanusiaan? Laporan koresponden Aboeprijadi Santoso: Dubes Edi Setyabudi: Era baru sudah dibangun sejak reformasi. Kita bisa memilih sahabat di mana pun, tetapi kita tidak bisa memilih siapa yang akan jadi tetangga kita. Jadi memang reformasi. Membuka satu era baru, memberikan dampak antara lain keputusan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat di sini untuk menentukan hari depannya. Demikian Duta Besar Edi Setyabudi menyambut ulang tahun referendum Timor Leste sebagai era baru. Gayung pun saling-bersambut. Esoknya Presiden Jose Ramos-Horta dalam peringatan ulang tahun referendum sekali lagi mengajak menutup masa silam. Indonesia akan mencapai keadilan dengan caranya sendiri, katanya. Jose Ramos-Horta: I have a faith, slowly, gradually, steadily, justice will prevail. Namun pada saat yang sama, ada ketegangan di balik perayaan karena tamu yang dinantikan masih menunggu di bandara Kupang. Menlu Hasan Wirayudha baru bertolak ke Dili setelah PM Xanana Gusmao memberitahu bahwa Martenus Bere telah dibawa ke KBRI. Mengapa Jakarta berkeras menuntut Bere dibebaskan? Martenus Bere, warga Suai yang tinggal di NTT memimpin Laksaur, salah satu milisi yang terkenal kejam di tahun 1999. Awal Agustus dia ke Suai dan ditahan polisi PBB CivPol. Sepuluh tahun lalu, dua ratusan ribu warga atau setengah penduduk TimTim dideportasi TNI ke perbatasan Atambua. Separo akhirnya kembali tapi ribuan bercokol di perbatasan dan menimbulkan ketegangan terus-menerus. Pemerintah Jakarta tidak memindahkan mereka ke propinsi lain, TNI malah membangun pangkalan di sana, dan pemerintah Dili merangkul, mengajak mereka pulang, namun gagal. Akibatnya, perbatasan NTT menjadi duri dalam daging yang mengganggu ketenteraman Timor Leste. Atambua menjadi pangkalan yang menguntungkan Indonesia dalam hal keamanan, tapi juga sebagai jalur penyelundupan barang dan perdagangan sembako yang dibutuhkan rakyat Timor Leste. Kasus Bere membuktikan Atambua juga memberi peluang tekanan politik Indonesia. Jurubicara Deplu Teuku Faizasyah mengatakan kedua negara bersepakat menyelesaikan masalah masa silam dengan pakta KKP, Komisi Kebenaran dan Persahabatan. Dengan dalih itu, Indonesia rupanya tidak menganggap keberadaan aparat hukum serta polisi PBB relevan. Presiden Ramos Horta malah mengusulkan akan menghentikan aparat penyidikan PBB, Serious Crimes Unit, SCU, dan Panel yang telah menghasilkan daftar terdakwa kejahatan tahun 1999 yang sebagian besar merupakan warga RI. Tapi, menurut Ian Martin dari PBB, apabila SCU dan Panel dihentikan, dakwaan dan daftar tadi tetap berlaku. Siapa pun yang terdaftar di situ dapat ditahan Interpol. Martenus Bere hanya satu di antaranya, sebagian lain adalah para perwira TNI yang terlibat kekerasan tahun 1999. Karena itulah, penahanan Beru dikhawatirkan dapat menjadi preseden berbahaya bagi pejabat sipil atau pun militer Indonesia lainnya. Mencegah preseden berarti melindungi mantan petinggi Indonesia yang didakwa PBB terlibat kekerasan tahun 99. Beberapa tahun lalu, seorang jenderal Indonesia yang terdaftar SCU, setiba di bandara New Delhi, India, buru-buru kembali ke Jakarta karena Interpol siap menahan dirinya. Seorang jenderal yang lain, pernah membatalkan kunjungan ke Timor Leste, karena alasan yang sama. Walhasil, pemerintah Xanana Gusmao melepas Bere sesungguhnya untuk merawat kepentingan sekuriti dan ekonomi karena Timor Leste telah menjadi semacam Finlandia, bahkan Baltik, yang mudah terancam oleh tetangga raksasa Uni Soviet. Kondisi geopolitik inilah yang memungkinkan Indonesia melindungi para pejabatnya yang terlibat kekerasan tahun 1999. Tak heran, wakil oposisi Fretilin di parlemen dalam protesnya mengatakan, persahabatan dengan Indonesia kini merongrong kedaulatan aparat hukum Timor Leste. Sekian laporan Aboeprijadi Santoso. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
