---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 17 September 2009 14:50 UTC



** GEMBONG TERORIS NOORDIN M TOP TEWAS DALAM AKSI POLRI

** AMERIKA BEKUKAN PROYEK ANTI RUDAL DI EROPA

** KASUS PELECAHAN SEKSUAL 30 TAHUN DI AUSTRALIA

** 900 KORBAN FLU MEXICO DI BRAZIL 

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA : WILDERS SEORANG RASIS

** GEMA WARTA TOPIK EROPA : STANDARISASI EEK - ATURAN KWALIFIKASI EROPA

** GEMA WARTA TOPIK EROPA : SAATNYA JERMAN BERKISAH SOAL PERTEMPURAN ARNHEM

** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS : PERBAIKAN EKONOMI HARUS TERCERMIN DI SEKTOR 
LAPANGAN KERJA & MODERNISASI BISA MENGUBAH CITRA MADRASAH

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : 25 TAHUN TRAGEDI PRIOK MASIH BELUM DIUNGKAP

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : KORBAN TEWAS OPERASI POLRI DI SOLO DIPASTIKAN 
NOORDIN M. TOP



* GEMBONG TERORIS NOORDIN M TOP TEWAS DALAM AKSI POLRI

Gembong teroris yang dicari selama ini Noordin Mohammad Top dari Malaysia tewas 
dalam sebuah aksi operasi polisi Indonesia. Demikian Kepala Polri Jendral 
Polisi Bambang Hendarso Danuri. Bersama tiga pria lain, Noordin M. Top tewas 
ketika polisi menyerbu sebuah rumah di pinggiran kota Solo, Jawa Tengah. Tiga 
terdakwa teror ditahan. Operasi penggrebekan Tim Densus 88 di Jebres - Solo 
yang berlangsung selama 9 jam berkaitan dengan ledakan bom di dua hotel 
berbintang lima Marriot Hotel dan Ritz-Carlton Hotel di Jakarta bulan Juli, 
yang menewaskan 9 orang. Dua di antaranya warga Belanda. Pihak berwajib 
Indonesia menganggap Noordin M Top bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Noordin M. Top 41 tahun merupakan gembong teroris yang paling buron di 
Indonesia. Ia memimpin sayap radikal kelompok teroris Jemaah Islamiyah. 
Bulan lalu diumumkan bahwa Noordin M Top tewas dalam sebuah operasi anti 
terorisme, namun ternyata warga Malaysia itu masih hidup. 
Kepala Polri Jendral Polisi Bambang Hendarso Danuri Kamis sore di Jakarta 
memastikan bahwa Noordin M Top tewas dalam aksi operasi polisi di Solo.


* AMERIKA BEKUKAN PROYEK ANTI RUDAL DI EROPA

Untuk sementara Amerika Serikat membekukan proyek anti-rudal di Polandia dan 
Cheko. Hal itu diberikan oleh koran Wall Street Journal. Setelah melakukan 
penelitian pemerintah Amerika mengambil kesimpulan bahwa program pengembangan 
roket jarak jauh Iran tidaklah semaju seperti yang ditakutkan selama ini. 
Dengan demikian ancaman serbuan roket yang diarahkan ke Eropa maupun Amerika 
tidaklah seganas yang dicemaskan, demikian nara sumber koran Wall Street 
Journal. 
Proyek anti-rudal yang akan dibangun di Eropa merupakan warisan pemerintahan 
Bush, yang serius menganggap bahwa Iran akan melakukan serbuan nuklir. Rusia 
menganggap proyek anti-rudal Amerika di Polandia dan Cheko sebagai ancaman dan 
berulangkali memperingatkan akan mengambil tindakan balasan.


* KASUS PELECAHAN SEKSUAL 30 TAHUN DI AUSTRALIA

Seorang pria di Melbourne Australia ditangkap dengan tuduhan melakukan 
pelecehan seksual terhadap anak perempuannya selama 30 tahun. Selama itu anak 
perempuannya melahirkan empat anak, satu di antaranya meninggal dunia sewaktu 
dilahirkan. Demikian media Australia. Pihak kehakiman belum memberikan 
komentar, karena pengadilan memberlakukan larangan berbicara kepada semua 
pihak. Pelecehan seksual itu diduga dimulai sejak anak perempuan itu berumur 11 
tahun. Polisi telah menerima laporan pada tahun 2005, namun tidak mengambil 
tindakan karena anak perempuan itu tidak mau bekerja sama dengan pengusutan 
polisi. Ibunya mengatakan bahwa ia tidak pernah mengetahui tentang pelecehan 
seksual terhadap anak perempuannya, sekalipun semuanya terjadi dalam satu rumah.


* DEBAT UMUM KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN RAPBN 2010 BELANDA

Semua partai politik di Belanda melakukan debat umum di parlemen mengenai 
pidato kenegaraan Ratu Beatrix mengenai kebijakan pemerintah untuk tahun depan 
dan RAPBN yang disusun kabinet, yang disampaikan pada hari Selasa lalu, yang 
disebut Prinsjesdag. Semua ketua fraksi di parlemen Rabu kemarin diberi 
kesempatan untuk menyampaikan komentar mereka  mengenai RAPBN tahun 2010. Pada 
umumnya oposisi menuduh kabinet menangguhkan masalah yang dihadapi pemerintah 
dan tidak menawarkan penyelesaian. Perdana Menteri Jan-Peter Balkenende 
dianggap tidak memiliki kepemimpinan. Hari ini giliran kabinet menjawab semua 
kritik.


* PECULIKAN WARGA PERANCIS DI SOMALIA

Gerilyawan Islam yang menyandera seorang pria Prancis selama dua bulan 
mengumumkan persyaratan bagi pembebasannya. Penyandera antara lain menuntut 
agar pemerintah Prancis menghentikan dukungan politik dan militer terhadap 
pemerintah Somalia. Selanjutnya mereka juga menuntut agar pemerintah Prancis 
menarik mundur satuan angkatan lautnya dari perairan Somalia dan pembebasan 
sejumlah gerilyawan Islam yang ditahan. Pria Prancis yang ditahan adalah 
seorang penasihat pemerintah Prancis yang diculik 14 Juli oleh suatu kelompok 
radikal yang punya hubungan dengan Al-Qaeda. Seorang pria Prancis lain, yang 
juga diculik pada hari yang sama, berhasil melarikan diri dari para penculik 
bulan lalu.


* PERANCIS TUTUP PENAMPUNGAN IMIGRAN GELAP DI CALAIS

Perancis mengumumkan akan menutup tempat penampungan imigran di Calais yang 
dikenal dengan julukan 'The Jungle'. Tempat itu menampung ratusan orang yang 
ditangkap ketika berusaha bertolak ke Inggris. Kebanyakan dari mereka 
bersembunyi dalam kontainer. Situasi dan kondisi di tempat penampungan sangat 
mengharukan. Juga banyak pedagang manusia berkeliaran.  Menteri Urusan Imigrasi 
Prancis Eric Besson mengatakan bahwa tempat penampungan itu akan ditutup 
sebelum akhir minggu depan. Semua orang yang ditahan di sana diberi kesempatan 
untuk meminta suaka. Mereka juga secara sukarela boleh pulang ke negara 
masing-masing.


* LAGI-LAGI BOM BUNUH DIRI DI AFGHANISTAN

Sedikitnya 16 orang tewas, diantaranya 6 tentara Italia, dan puluhan orang 
terluka dalam sebuah serangan bom bunuh diri di Kabul, Afganistan. Serangan ini 
ditujukan untuk konvoi tenaga bantuan militer Internasional, ISAF, dari Italia. 
Ketika serangan terjadi, rombongan tentara tengah berkendara menuju pemukiman 
diplomat dan bandar udara internasional Kabul yang pengamanannya ketat, di 
bagian timur laut Kota Kabul. Satuan tentara internasional, antara lain tentara 
Belanda, bermarkas disekitar bandar udara. Taliban bertanggung jawab untuk 
serangan ini. 



* KANTONG MAYAT FLU MEXICO

Suku asli Kanada resah berkaitan dengan kampanye yang dilakukan kementrian 
kesehatan. Dalam rangka pencegahan dan penyebaran virus flu Mexico penduduk 
dikirim kantong mayat. Juru bicara suku asli yang bernama Bangsa Pertama ini 
sangat marah. Mereka mempertanyakan apakah pemerintah di Ottawa tahu tentang 
leluhur masyarakat setempat. Suku Indian di Kanada meminta bantuan obat-obatan 
untuk pencegahan Flu Mexico, bukan kantong mayat. 
Pemerintah Kanada tidak memberikan komentar. Sebelumnya pemerintah mengatakan 
Flu Mexico akan lebih dahsyat menyerang penduduk asli melihat situasi dan 
kondisi dimana mereka tinggal.


* 900 KORBAN FLU MEXICO DI BRAZIL

Jumlah korban Flu Mexico di Brazil meningkat sampai 900 orang. Brazil 
mengkonfirmasi sebagian besar korban mengidap virus H1N1. Situasi di Mexico 
melebihi jumlah korban di Amerika Serikat, sebanyak 590 orang. Dalam waktu yang 
sama pemerintah Brazil memberitakan kasus penularan mulai berkurang. Sebelumnya 
disebutkan penyebaran virus sulit terjadi di bagian selatan Brazil karena musim 
semi telah tiba. Di kepulauan Karibia angka penularan pun berkurang.


* KARZAI BANTAH KECURANGAN HASIL PEMILU

Presiden Afganistan Hamid Karzai membantah adanya penggelapan suara 
besar-besaran dalam pemilu. Di beberapa tempat memang ada kekacauan perhitungan 
suara, tapi hal ini tidak hanya terjadi di Afganistan, ujar Karzai. Sang 
Presiden mengaku kaget dan terkejut dengan penyataan pengamat Uni Eropa yang 
mengatakan banyak terjadi penggelapan suara di pemilihan umum bulan lalu. 
Pengamat mengatakan terdapat satu setengah juta penipuan suara, kurang lebih 
seperempat dari jumlah keseluruhan. Karzai mendapat mayoritas suara. 

Menurut hasil penghitungan sementara presiden Karzai meraih 54%, pemimpin 
oposisi Abdullah Abdullah 28% suara.   

Sebelumnya menurut Abdullah terjadi penipuan penghitungan suara besar-besaran 
yang menguntungkan Karzai. Babak kedua pemilu oleh karena itu tidak diperlukan 
lagi.


* BERITA BURSA

Pasar-pasar saham besar di Eropa di buka dengan kenaikan mengikuti jejak Wall 
Street di New York dan pasar-pasar saham bursa Asia. Naiknya industri produksi 
di Amerika memberi sinyal positip.
Pada jam pembukaan, nilai index AEX di Amsterdam naik dengan 1,7 poin atau 0,5% 
pada 314,46

Di Tokio, index Nikkei ditutup dengan 1,7% lebih tinggi pada 10.443,80 poin

Selama tiga hari berturut-turut nilai Index Dow Jones di Wall Street naik. 
Kamis kemarin juga naik dengan 1,1% pada 9.791,71 
Nasdaq naik dengan 1,5% pada 2.133,15 poin

hari ini nilai tukar Euro terhadap dollar Amerika tercatat 1,4732
di Jakarta nilai tukar Euro tercatat Rp. 14.304,- 
dan dollar Amerika = Rp. 9.702,- 

cuaca di Hilversum cerah berawan dengan suhu 17 derajat Celsius


* GEMA WARTA TOPIK BELANDA : WILDERS SEORANG RASIS

"Geert Wilders adalah seorang rasis." Demikian ungkap pemimpin oposisi Belanda, 
Alexander Pechtold dari partai Demokrat 66. Selama ini tokoh-tokoh politik 
Belanda enggan bersikap kasar terhadap pemimpin partai beraliran kanan, Partai 
Kebebasan PVV. Laporan redaktur politik John Tyler. 

Pernyataan Pechtold disampaikan setelah debat politik di parlemen Belanda, 
politikus anti-imigran Wilders lagi-lagi menggunakan taktik yang hanya 
menakut-nakuti saja. 

Geert Wilders mengusulkan supaya perempuan berjilbab membayar pajak. Setiap 
perempuan Muslim yang ingin memakai jilbab harus meminta ijin, dan membayar 
1000 euro per tahun untuk keistimewaan itu. Menurut Wilders, hasil pungutan 
pajak itu akan diberikan kepada pelbagai program emansipasi perempuan. 
"Kami sudah jenuh dengan jilbab. Kami berbuat apa saja untuk mengurangi 
pemakaian jilbab. Kami sudah menyusun rancangan undang undang yang melarang 
burka. Hanya mencemarkan lingkungan saja. Sangat jelek". 

Anggota lain parlemen Belanda tidak bisa menghargai usulan Wilders dan tidak 
percaya. Mereka satu per satu bertanya kepada Wilders apakah dia serius dengan 
usulannya. Misalnya, apakah pajak juga berlaku bagi jenis penutup kepala lain? 
Dan bagaimana dengan perempuan Kristen ortodoks yang memakai kerudung kepala 
serupa dengan jilbab yang dipakai perempuan Muslim?

Dalam reaksinya, Wilders mengatakan, ia lebih memilih untuk melarang semua 
penutup kepala, tetapi ia tambahkan hal itu tidak mungkin dilaksanakan di dalam 
sistim hukum Belanda. Jadi hanya "jilbab Kristen" saja yang tidak disinggung 
atau dipermasalahkan. Tetapi Wilders tidak tahu bagaimana kebijakan pemerintah 
bisa membedakan hal tersebut.

Menteri Integrasi Belanda Eberhaard van der Laan, langsung menolak usulan 
tersebut :"Saya menyebut ini usulan histeris. Belanda adalah negara yang 
menjamin kebebasan beragama dan berpendapat. Ini sangat tidak masuk akal, dan 
sangat menghina mereka yang mengenakan jilbab."

Tetapi Pemimpin partai demokrat D66 Alexander Pechtold, menamakan usulan 
Wilders "sama sekali tidak bisa diterima": Pemikiran bahwa orang harus emmbayar 
pajak karena mengenakan satu jenis pakaian, sangat tidak masuk akal. Dia 
seorang xenophobi dan berpandagan rasis. Ya saya kasarnya bisa menyatakan, dia 
seorang rasis."

Pajak penutup kepala itu tidak mendapat dukungan dari satu pun anggota parlemen 
Belanda, selain sembilan anggota parlemen dari Partai PVV-nya Wilders. Tetapi 
para anggota parlemen Belanda lainnya, tidak berani memberi pernyataan yang 
demikian jelas seperti Pechtold.

Anggota parlemen dari Partai Buruh PvdA Jeroen Dijsselbloem menambakan 
pernyataan Wilders anti-Islam. Diskriminatif, kata Harry van Bommel dari Partai 
Sosialis SP. Sementara liberal kanan VVD, menolak untuk memberikan ungkapan 
yang gamblang.

Geert Wilders memang punya reputasi sering memberikan pernyataan-pernyataan 
yang mengejutkan sewaktu debat parlemen. Dua tahun lalu ia menyerukan untuk 
melarang kitab suci Al Quran. Tahun lalu Wilders bersikeras bahwa kaum muslim 
menjajah Belanda. Dan yang terakhir beberapa bulan lalu Wiledrs dan partainya 
meninggalkan ruang sidang parlemen, karena tidak sependapat dengan pemerintah.

Kejutan-kejutan ini memang membuahkan sukses di kalangan elektorat Belanda. 
Partai Kebebasan PVV menurut jajak pendapat adalah partai kedua terbesar 
setelah pemilu parlemen Eropa, Juni lalu. Dan selama enam bulan terakhir hampir 
semua jajak pendapat menyatakan, partainya Wilders adalah partai terbesar atau 
di urutan kedua partai paling populer di Belanda.
 
Usulan terakhir, pajak jilbab, politikus kanan Belanda ini sekali lagi berhasil 
memisahkan dirinya dari aliran politik utama Belanda. Tapi apakah pernyataan 
kali ini juga dianggap di luar batas untuk para pendukungnya? Berbagai poll 
atau jajak pendapat dalam beberapa hari mendatang pasti menyinggung hal 
tersebut.


* STANDARISASI EEK - ATURAN KWALIFIKASI EROPA

Ijazah di Eropa harus bisa diakui di semua negara Eropa mulai 2012. Pemerintah 
Uni Eropa di Brussel meluncurkan sistem standarisasi EEK. Pekan ini Irlandia 
yang pertama menerapkan sistem ini. Laporan redaktur Perro de Jong 
Benjamin van de Wetering adalah penjilid buku di jantung kota Ox Mountains 
Irlandia. Ia mengenyam pendidikan di Institut Koleksi Sejarah Belanda di 
Amsterdam yang terkenal di seluruh dunia. Ketika datang ke Irlandia tahun 1999 
tetap saja dia harus meminta legalisasi ijazahnya. 
Alasannya karena tidak semua pendidikan penjilidan buku digolongkan dalam 
pendidikan resmi. Tentu saja banyak juga yang belajar dari praktek langsung. 
"Apalagi untuk angkatan lama", kata Van de Wetering. Akhirnya tahun 2008 ia 
memperoleh legalisasi ijazah, setelah melewati prosedur berliku-liku. 
"Pertama-tama dibuat dokumen pribadi dan CV dan jenis pekerjaan. Beberapa pakar 
akan mengunjungi dan menilai praktek kerjanya. Mereka juga menanyakan masalah 
moral dan susila di tempat kerjaan dan mereka melihat situasi pekerjaan. 
Setelah itu pada pakar berdiskusi dan mengambil keputusan." 
Kunci Standarisasi
Bisa lebih sederhana lagi, demikian pemikiran Komisi Eropa. Lima tahun lalu 
Brussel menerapkan sistem standarisasi, yang digunakan pihak otoritas dan 
majikan untuk menilai apakah seseorang dari satu negara Eropa memenuhi kwalitas 
yang diharapkan. 
Sistem Standarisasi Eropa ini menurut John Macdonald juru bicara komisi cukup 
istimewa. Seseorang tidak lagi dilihat berapa lama dia sekolah, dimana dia 
mengenyam pendidikan. Yang paling diutamakan adalah pengetahuan dan ketrampilan 
yang dimiliki. Brussel membagi dalam depalan tingkatan. 
Umpamanya seorang tukang ledeng di Polandia mendapat Tingkat 5, karena ia punya 
keahliah khusus. Kalau dia ingin melamar pekerjaan di negara lain Eropa, hanya 
perlu melihat apakah pekerjaan itu membutuhkan pekerja bertingkat 5. Tapi 
bagaimana menentukan tingkatan seseorang? 
EKK CLIP 2 00'22" IN EXCHANGE: "This is the tough part. The approach of the 
education authorities is that they will be looking closely at the 'descriptors' 
as they are called of the eight EQF levels. A lot of work went into designing 
these eight EQF levels and how to describe them. This took years in fact." 
"Ini memang sulit", aku Macdonald. "Lembaga pendidikan di sebuah negara 
mempelajari apa saja perincian menyangkut delapan tingkatan itu. Membuat 
perinciannya sudah merupakan tugas berat dan memakan waktu tahunan." 
Kepercayaan
Bagaimana kalau sebuah negara memberikan semua karyawan yang mencari pekerjaan 
di luar negeri dengan standar tingkat 8 umpamanya. Sehingga semua orang dari 
negara itu bisa langsung diterima kerja di negara-negara lain? Secara teori itu 
bisa terjadi. "Ini menyangkut urusan kepercayaan," kata Dr. Jim Murray dari 
Otoritas Kwalifikasi Nasional Irlandia.
Irlandia, negara yang menyulitkan Benjamin van de Wetering mendapatkan 
legalisasi, sekarang malah menjadi negara pertama Uni Eropa yang memberlakukan 
standarisasi. Tidak sulit kata Dr. Murray. Tanpa Brussel pun, Irlandia 
sebenarnya sudah akan melangkah ke sistem kwalifikasi ketrampilan. 
"Sebagai negara kecil kami harus melihat ke dunia luar. Itu sudah keharusan, 
apalagi dengan krisis yang sedang terjadi. Sekarang kami harus membangun saling 
percaya. Semua negara juga diharapkan bisa memberikan jaminan standar kwalitas 
yang sudah ditetapkan". 

Suka Rela
Penerapan sistem kwalifikasi ketrampilan bersifat sukarela; Komisi Eropa tidak 
bisa menjatuhkan sanksi pada negara yang tidak menerapkannya. Walau demikian 
John Macdonald yakin penuh bahwa semua negara anggota Uni Eropa akan antusias 
mengikuti contoh Irlandia. "Awalnya semuanya mengajukan pada komisi Eropa 
supaya memikirkan sistem standarisasi. Jadi setiap orang akan diuntungkan kalau 
sistem ini sukses." 
Seandainya negara-negara lain akhirnya mundur, minimal Irlandia sudah punya 
sistem untuk mengelompokan keahlian penduduknya, kata Macdonald. Apakah orang 
bersangkutan pernah kuliah atau tidak, atau apakah penjilid buku asal Belanda 
atau tukan leding asal Polandia.


* SAATNYA JERMAN BERKISAH SOAL PERTEMPURAN ARNHEM

Duta besar Jerman untuk pertama kali diundang pada peringatan Pertempuran 
Arnhem. Tidak semua orang suka, tapi Yayasan Pertempuran Arnhem menyambut baik. 
Laporan redaktur Eelco Walraven 
Perlahan tiba saatnya memberi kesempatan kepada Jerman untuk menyampaikan 
ceritanya tentang pendaratan dan pertempuran sengit di sungai Rijn tahun 1944. 
Salah satu organisasi yang mengupayakan adalah Museum Airborne di Oosterbeek. 
Lewat berbagai proyek mereka memberikan perhatian pada sisi pandang Jerman 
sebagai mantan musuh pada Perang Dunia II. Agustus lalu museum ini menghidupkan 
kembali ingatan  pribadi empat veteran Jerman pada Perang Dunia II. Seorang 
jurubicara menyebut bahwa kontaknya sangat 'rentan'. Perbincangan direkam dan 
dipakai sebagai bahan pendidikan. 
Manusiawi
Di pusat informasi tentang Pertempuran Arnhem, di sisi Jembatan Rijn, menyimpan 
naskah tulisan pasukan Jerman. Salah satunya Horst Weber yang bertempur 
September 1944 di jantung kota Arnhem. Bersama satuannya ia menduduki kantor 
pemda. Ketika itu seorang penerjun payung Britania yang cedera meminta bantuan 
dan persembunyian.
Weber: "Di mana-mana di atas lantai batu yang dingin berserakan serdadu Jerman 
yang cedera. Kami memberikan dua kotak PPPK kepada dokter Britania , yang sudah 
dua hari tidak tidur karena harus menangani para korban cedera. Kehangatan dan 
kehadirannya memberi semangat untuk memberi bantuan semampunya."
Mengerikan
Rabu 20 September 1944, Rudolf Trapp diperintah untuk menghubungi satuan tempur 
di seberang timur jembatan. Kendaraan lapis bajanya tertimpa mortir Britania. 
Trapp selamat dari ledakan dan loncat ke sungai Rijn. Dia membuka bajunya dan 
berenang kembali ke satuannya. Setibanya di lokasi, ia memakai seragam rekannya 
yang terbunuh. Pertempuran terus berlangsung. "Di mana-mana berserakan anggota 
badan dan kotoran manusia," ia kembali mengingat. "Mereka kebanyakan tentara 
yang masih muda belia. Sangat mengerikan."
Coklat
Jan Loos 14 tahun tinggal di Oosterbeek pada September 1944. Ketika 
pertempuran, ia bersembunyi di ruang bawah tanah. Pada 25 September ia 
ditemukan tentara Jerman. "Tiba-tiba terdengar orang memanggil 'Zivilisten 
rauskomen', 'warga sipil keluar'. Di atas sudah menunggu seorang serdadu Jerman 
yang jelas-jelas meminta kami segera pergi dari sana. "
Ketika berjalan ia melewati seorang serdadu Jerman yang menenteng pistol dan 
granat di tangan. "Saya tidak pernah tahu apa yang ada dalam pikirannya, tetapi 
ketika saya lewat di depannya, dia keluarkan roti dan coklat dari ranselnya dan 
ia berikan pada saya. 
Pertempuran Arnhem
Pertempuran Arnhem adalah operasi militer pendaratan terbesar pada Perang Dunia 
II. Pertempuran Arnhem 17 September 1944 merupakan bagian dari operasi Market 
Garden. Dengan serangan udara (operasi Market) dan serangan darat dari arah 
Belgia (operasi Garden) pasukan sekutu ingin merebut jalan kantong menembus ke 
Jerman, dengan menghindari lini Siegfried yang dijaga ketat.
Operasi sekutu ini gagal karena pasukan darat bergerak terlalu lambat mencapai 
Arnhem. Selain itu masih ada dua divisi panser SS tersembunyi di utara Arnhem, 
yang siap dikerahkan.
Penyerbuan Arnhem difilmkan antara lain dari buku 'A Bridge Too Far' karya 
tulis Cornelius Ryan; Difilmkan 1977 oleh Sir Richard Attenborough.


* PERBAIKAN EKONOMI HARUS TERCERMIN DI SEKTOR LAPANGAN KERJA & MODERNISASI BISA 
MENGUBAH CITRA MADRASAH

Pengangguran di 30 negara industri besar dunia mencapai rekor tertinggi. OSCE 
organisasi bagi kerjasama ekonomi dan pembangunan memperingatkan akan timbulnya 
krisis lapangan kerja. "Lapangan kerja merupakan "bottom-line" krisis ekonomi 
dunia saat ini. Sekalipun dilaporkan munculnya perbaikan, tapi semuanya tidak 
berarti bila pengangguran terus membengkak", demikian pesan Angel Guria, sekjen 
OSCE seperti dikutip koran Trouw.

OSCE cemas, pengangguran di 30 negara industri rata-rata mencapai 8,5%. 
Kenaikan tertinggi sejak perang dunia kedua. Di tahun 2010, akan bisa mencapai 
10%. Tidak mengherankan, laporan OSCE itu diumumkan menjelang pertemuan puncak 
G-20. Agenda pertemuan 20 negara termaju dunia diantaranya Amerika Serikat, 
Jerman, Perancis, Brazil, India dan Cina adalah krisis lapangan kerja. 

Sementara sektor perbankan terus mendapat suntikan dana, tapi sektor lapangan 
kerja tidak atau kurang diperhatikan. Oleh karena itu, pemerintah harus 
mengambil semua tindakan untuk mengurangi membengkaknya pengangguran, tegas 
Angel Guria.

Tenaga kerja yang  lama menganggur, tidak begitu disenangi oleh majikan. 
Akibatnya pengangguran terus membengkak. Faktor lain adalah liberalisasi pasar 
tenaga kerja. Pasca dasawarsa 1980-an ketika pengangguran juga tinggi, banyak 
perusahaan yang menggunakan tenaga lepas. Saat ekonomi membaik, dampaknya 
positip. Tapi disaat resesi seperti sekarang, kelompok ini justru paling 
menderita. 

Langkah yang diambil banyak perusahaan saat ini untuk juga menggunakan tenaga 
lepas, tidak akan banyak membantu karena hanya akan berdampak sementara saja, 
demikian koran Trouw.

Topik kedua mengenai madrasah modern dengan banyak aktivitas bagi kaum muda 
jaman sekarang, seperti kursus komputer, acara santai barbeque bagi para remaja 
dan karaoke. Tulis harian Belanda De Pers.

Madrasah progresif Al Irsyad di Singapura itu menarik banyak perhatian. 
Direktur Al Irsyad, Razak Lazim seperti dikutip koran De Pers mengatakan, 
madrasahnya ingin menghasilkan kelompok elit Islam yang juga memahami 
sekularisasi, masyarakat multi etnik, multi budaya seperti di Singapura.

Kurikulum Al Irsyad berbeda dengan madrasah tradisional. Selain pelajaran 
agama, ke-900 muridnya juga mengikuti kurikulum pendidikan dasar Singapura 
seperti ilmu alam, ilmu pasti, perkembangan teknologi dan sebagainya. 
Murid-muridnya juga diperkenalkan dengan kemajuan tehnik komputer, seperti 
web-cam dan kamera video. 

Mereka juga dirangsang kebebasan bersuara, menyampaikan pendapat, berpikir 
kritis. Trend inipun sudah nampak di Indonesia dan Filipina.

Para tokoh Muslim menyayangkan bahwa dunia luar sering menganggp madrasah 
sebagai sarang kelompok radikal saja. Madrasah modern seperti Al Irsyad ini 
diharapkan bisa mengubah pandangan tersebut. Demikian koran de Pers.

Dan sekian pula Tinjauan Pers.


* 25 TAHUN TRAGEDI PRIOK MASIH BELUM DIUNGKAP

September ini, sudah 25 tahun, seperempat abad lalu. Tapi rasanya seperti 
seumur hidup bagi belasan korban dan keluarga korban kasus Tanjung Priok. Hidup 
dengan cap sebagai orang PKI atau terlibat gerakan ekstrim kanan, tentu bukan 
hal yang menyenangkan. Lembar reformasi sudah dibuka, presiden sudah 
berkali-kali ganti, tetap saja keadilan belum mampir ke tangan mereka. Reporter 
KBR68H Muhammad Irham datang ke peringatan 25 tahun kasus Tanjung Priok dan 
mencari tahu keadilan seperti apa yang mereka inginkan.

Sekitar 70an orang siang itu naik ke atas dua metromini di depan kantor 
KontraS, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan. Mereka adalah 
korban dan keluarga korban Tragedi Tanjung Priok. Mereka tengah menuju ke 
Markas Kepolisian Jakarta Utara untuk napak tilas tragedi pelanggaran HAM pada 
seperempat abad silam. 

Husein Safe ada di antara mereka. Laki-laki berusia 64 tahun ini berdiri tegak 
di dalam metromini. Ketika peristiwa meletus 12 September 1984, satu peluru 
menembus kaki kanannya. 

Pak Safe, kalau berdiri lama-lama gini kakinya emang nggak sakit?

Husein Safe: Nggak, ini sebenarnya kekuatan dari Allah, ini yang berikan 
kekuatan dari Allah. Karena saya nggak pernah diobatin, Allah aja nih.

Empat hari sebelum banjir darah di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, 1984. 
Anggota ABRI bernama Hermanu dikabarkan masuk ke mushala warga tanpa membuka 
sepatu. Hermanu mencopot dan merobek pamflet yang mengeritik kebijakan 
pemerintahan Soeharto. Soal Pancasila sebagai asas tunggal. Sang tentara bahkan 
dikabarkan menyiram sebagian mushala dengan air got. Warga marah. Sepeda motor 
Hermanu dibakar. Empat warga yang membakar sepeda motor pun ditahan di Kodim 
Jakarta Pusat.

12 September 1984, warga menggelar Tabligh Akbar dekat kantor polisi. Ada 
ribuan jemaah yang berkumpul. Isi ceramahnya keras dan kritis terhadap 
pemerintahan Orde Baru. Barang langka kala itu. Ratono, salah satu korban 
Tanjung Priok, saat itu ikut berceramah.

Ratono: "Dan bagi semua yang menindas, pasti akan hancur dan kita kan tegar. 
Acara 25 tahun tragedi berdarah Tanjung Priok, orang yang berani mengeritik 
kebijakan pemerintah Orde Baru pada waktu itu sangat langka."

Sejam sebelum tengah malam, hujan turun. Tokoh masyarakat Amir Biki mengajak 
jemaah Tabligh Akbar untuk berdemo ke Kodim, menuntut pembebasan empat warga 
mereka yang ditahan di sana. Husein Safe ada di barisan terdepan.

Husein Safe: "Jam 10 malam itulah, baru ada rencana demo ke Kodim. Itu demo ya, 
bukan maksudnya apa-apa. Kita demo meminta empat teman kita dipindahkan ke 
sini, ke polres. Nah, karena itu kan urusan polisi bukan urusan TNI, nah itu 
yang kami minta."

Berjarak dua meter dari tentara, warga dihadang. Ada sebelas tentara, semuanya 
dalam posisi siap menembak. 

Kaki Husein Safe tertembus peluru. Di kiri kanan Husein, orang mati atau 
terluka. 

Rombongan kedua yang dipimpin Amir Biki pun tiba. Maksud hati hendak 
menyelamatkan Husein dan kawan-kawan. Lagi-lagi disambut dengan kekerasan. 
Rentetan tembakan hanya sepuluh menit, tapi terasa seperti sepanjang malam. Tak 
lama empat truk dan satu mobil pemadam kebakaran datang. Korban tewas dan luka 
diangkut. Aspal yang hitam kemerahan langsung disiram air. 

Kisah penculikan mengisi fragmen berikutnya. Warga yang terlibat pengajian itu 
satu per satu menghilang. Ratono berupaya menghindar dengan tinggal 
berpindah-pindah.

Ratono: "Kayaknya ini sudah nggak aman. Saya langsung kabur, lari pulang. 
Pertama ke Ciputat, ke Bogor sebentar, terus Cianjur. Ya buronanlah, sampai 
terakhir saya ke Pandeglang. Pas 40 hari persis saya ditangkap. Itu pun karena 
isteri saya, yang terus diikutin sama intel. Gitu kan."

Aminatun yang membantu memperbanyak dokumen kronologis penembakan warga di 
Tanjung Priok, ikut diangkut bersama kakaknya. 

Aminatun: "Malam tanggal 14 itu, digerebek rumah saya. Jam 12 saat saya mau 
tidur. Terus ketok-ketok pintu gitu loh. Ternyata melihat kakak saya sudah 
diborgol." 

Ratono dan Aminatun dicecar pertanyaan seputar malam Tabligh Akbar. Lewat 
tangan tentara, siksaan mampir ke tubuh mereka. 

Ratono: "Pokoknya tiga orang gebukin saya dari belakang. Di depan juga ada, 
terus sampai meleng begini kan di sel itu diborgol. Sampai saya bilang, Allahu 
Akbar! Tiga orang gebuk saya, meleng begini kan. Dihajar saya, Duash! Sampai 
pingsan, baru berhenti. Terus disetrum, Ces-ces-ces!"

Aminatun: "Waktu itu depresi saya, karena waktu itu, tiap malam diganggu. Jadi 
ditakut-takutin, ada yang mau memperkosa, ada yang mau masuk, mau dibunuh 
segala. Ya, sebenarnya, kalau buat saya kalau dibunuh itu kan mati, nggak 
masalah. Kenapa pakai ada suara-suara siksaan-siksaan. Jadi diperdengarkan 
suara-suara siksaan-siksaan itu setiap malamnya."

Bertahun-tahun peristiwa berlalu, masih menyisakan kepedihan bagi keluarga 
korban.  Hidup Wanmayetty sontak berubah begitu ayahnya menghilang dari bumi, 
pasca tragedi Tanjung Priok. Hidupnya berjalan terseok-seok. Sekolah mandek, 
cita-cita disimpan lagi dalam laci. Modal mereka kala itu hanya selembar ijazah 
SMA. 

Wanmayetty: "Jadi, bukan bapakku saja yang hilang. Tapi pekerjaan juga hilang. 
Karena orang yang menjadi koneksi bapakku itu ketakutan menerima aku, karena 
aku dianggap eks-PKI. Jadi bekas-bekas PKI jaman dulu, bergerak kembali. Jadi 
digaris merahi, tiap wawancara digaris merahi. Bahwa kita warga Tanjung Priok, 
tak layak mendapat tempat kerja, dan kuliah pun sulit."

Diskriminasi pun jadi santapan sehari-hari. Adik Yetty, Nurhayati, misalnya, 
selalu dipersulit saat mengurus Surat Izin Kelakuan Baik. 

Nurhayati: "Mba' dari Priok? Jakarta Utara? Saya bilang iya. Tapi dia nggak 
bilang sih saya ini korban Priok. Tapi dia bilang, kalau dari Priok biasanya 
banyak tato. Jadi alasan dia tuh begitu, jadi dia pengen, saya bisa buka baju. 
Di situ saya marah, saya ludahin tuh polisi, akhirnya saya keluar. Dari situ, 
kayaknya saya putus asa ngelamar ke sana ke mari. Saya ngerasa orang-orang itu 
mojokin saya."

Lima kali presiden berganti. Yang hilang tetap hilang. Korban dan keluarga 
korban belum mendapat keadilan.

Hampir 20 tahun setelah peristiwa terjadi, barulah puluhan tentara diperiksa, 
termasuk Pangdam Jaya  saat itu Try Sutrisno dan Panglima ABRI kala itu Benny 
Moerdani. Tapi tak semua petinggi TNI itu diajukan ke pengadilan pada 2003. 
Padahal menurut Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, para petinggi TNI ketika itu, 
mengetahui, membiarkan dan memerintahkan penguburan diam-diam terhadap korban 
tewas. Bahkan diduga ikut terlibat dalam merencanakan penculikan dan 
penghilangan orang secara paksa. 

Ifdhal Kasim: "Proses pengadilannya tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan 
karena banyak sekali kelemahan dalam proses pengadilan ini. Kasus ini masih 
tetap mencari keadilan, karena upaya penyelesaiannya tidak memberikan hasil 
nyata bagi para korban. Bisa dikatakan, peristiwa Tanjung Priok baru 
diselesaikan secara parsial. Yang didapatkan korban baru partial justice."

Dari 23 pelaku yang direkomendasikan untuk diadili oleh Komnas HAM, Pengadilan 
HAM Ad Hoc menyusutkan jumlah terdakwa menjadi 14 tentara. Setelah berjalan 
tiga tahun, semuanya bebas: Mayjen RA Butar-butar, Mayjen Pranowo, Mayjen 
Sriyanto dan Kapten Soetrisno Mascung dan sepuluh anak buah mereka. 

Warga Tanjung Priok pun dipecah belah lewat pemberian islah oleh tentara. 
Iming-iming uang 1 sampai 2,5 juta atau motor per orang membuat 85 dari total 
100 korban Tanjung Priok ikut di belakang Pangdam Jaya Try Sutrisno. Logika 
yang ditawarkan Try Soetrisno kala itu adalah perdamaian.  

Try Sutrisno: "Saya kira, bukan TNI saja, tiap perdamaian di tanah air itu, 
melegakan semua orang. Yang harus disadari. Apa kita mau terus jadi negara yang 
carut marut."

Padahal islah tak lebih dari sebuah sogokan demi memberikan keterangan palsu di 
pengadilan. Supaya saksi melunakkan, atau bahkan mencabut kesaksian. Aminatun 
tak pernah sudi menerima islah. 

Aminatun: "Nah, kalau itu, hanya tipu daya, kalau islah itu hanya disuap uang 
recehan. Kemudian, disuruh ngaku, disuruh buat kesaksian yang diinginkan oleh 
mereka. Bikin rekayasa, bikin perlawanan."

Belasan korban yang tersisa terus bertahan, hingga kini. 

Meski Pengadilan HAM Ad Hoc sudah berjalan sampai ke kasasi, LSM KontraS tetap 
meminta digelar peradilan yang lebih independen. Tragedi ini harus diungkap, 
kata Koordinator KontraS, Usman Hamid. 

Usman Hamid: "Dan hari ini kita menghadapi represi dalam bentuk baru. Kalau 
dulu reaktif, fisik. Sekarang mereka lebih pre-emptive, memakai UU, kebijakan 
untuk membungkam kebebasan politik. Jadi salah satu cara untuk menghindari 
represif politik tadi, maka pengadilan yang independen jadi sangat penting."

Langkah lain adalah meminta bantuan Pelapor Khusus HAM PBB. Surat sudah 
dilayangkan. 

Laporan ini disusun Reporter KBR68H Muhammad Irham untuk Radio Nederland 
Wereldomroep di Hilversum.


* KORBAN TEWAS OPERASI POLRI DI SOLO DIPASTIKAN NOORDIN M. TOP

Noordin M. Top, gerbong teroris paling dicari di Asia Tenggara tewas dalam 
penembakan di kampung Kepuh Sari, Mojosongo, Solo. Demikian Kepala Polri, 
Jendral Polisi, Bambang Hendarso Danuri mengumumkan. 

"Yang minimal sebelas titik kesamaan kiri dan kanan dari pemeriksaan sidik 
jari, masing-masing kiri dan kanan, ini 14 titik kesamaan. Sekali lagi 14 titik 
kesamaan yang bisa dipertanggungjawabkan secara yuridis formal, identik dengan 
DPO yang sembilan tahun kita jadikan target untuk kita tangkap. Dan 
alhamdullilah, sekali lagi, dia adalah Noordin M. Top."

Pernyataan Kepala Polri, Jendral Polisi, Bambang Hendarso Danuri disambut tepuk 
tangan meriah para hadirin. 

Tiga orang lain yang dilaporkan tewas dalam operasi polisi Rabu kemarin di Solo 
adalah:
1. Bagus Budi Pranoto, alias Urwah, pelaku pemboman Kedubes Australia, 
September 2004. 
2. Hadi Susilo, penyewa rumah yang digerebek polisi Rabu kemarin.
3. Ario Sudarso, murid Dr. Azahari dan ahli pembuat bom. 

Awal muasal peristiwa ini bermula Rabu kemarin ketika aparat polisi menggerebek 
sebuah rumah di kampung Kepuh Sari, Mojosongo, Solo. Berikut Ari Sunaryo dari 
RIA FM, mitra Radio Nederland di Solo, melaporkan kronologi kejadian.

Sekitar pukul 22:00 WIB, Pasukan Densus 88 anti teror Polri datang ke kelurahan 
Mojosongo memberikan informasi, khususnya kepada warga Kepuh Sari RT 3 RW 11 di 
kelurahan Mojosongo yang berjarak dekat dengan rumah yang dicurigai sebagai 
sarang teroris. 

Pihak kepolisian juga meminta warga segera meninggalkan rumah mereka dan 
melakukan evakuasi para warga yang ada di dekat rumah teroris. Rumah yang 
kemarin digerebek adalah milik Sujianto tapi dikontrakkan kepada Hadi Susilo 
serta isterinya, sekitar empat bulan lalu, cerita Ari Sunaryo dari RIA FM, 
Solo. 

"Kemarin kami sempat bincang-bincang dengan Ketua RT, Suratmin. Dia menerangkan 
Susilo maupun isterinya jarang terlihat bersama warga. Selama ini mereka 
diketahui mengajar di TPA, Taman Pendidikan Al Qur'an di rumah mereka sendiri. 
Selama bulan Ramadhan ini mereka berdua juga jarang terlihat. Ketika warga 
berkumpul saat melakukan Sholat Tarawih pun, mereka juga tidak terlihat."

Hingga pukul 23:00 WIB, kepolisian, khususnya Detasemen 88 anti teror mengepung 
rumah Hadi Susilo dan melakukan tembakan hingga lebih dari 50 kali. Selain itu 
juga meledakkan beberapa bom asap dan bom untuk menghancurkan atap rumah. 

Sampai pagi hari rentetan-rentetan tembakan terus berlangsung. Empat di 
antaranya tewas terbunuh dalam operasi tersebut. Tiga ditangkap hidup-hidup. Di 
antara tiga tersebut seorang wanita yang dalam kondisi hamil. 

Solo memang selama ini disinyalir aparat keamanan, terutama Polda Jawa Tengah 
dan Polres Surakarta menjadi tempat yang aman untuk para teroris bersembunyi. 
Ini karena letak keluruhan Mojosongo, khususnya di Kepuh Sari di pinggiran Solo 
yang berjarak kira-kira 6 kilometer dari Solo dan berbatasan dengan Kabupaten 
Karanganyar yang berupa lembah, bukit dan hutan yang sangat jarang dilewati 
masyarakat umum.

Di samping itu, selain di kota Solo, tempat-tempat seperti di Boyolali 
dilaporkan juga menjadi tempat rawan untuk bersembunyi, cerita Ari Sunaryo. 

"Tempat-tempat tersebut terpencil dan bahkan jarang warga masyarakat bisa 
menuju ke sini. Aksesnya pun sangat sulit untuk menuju ke daerah-daerah 
tersebut."


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke