--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 17 September 2009 14:50 UTC ** GEMBONG TERORIS NOORDIN M TOP TEWAS DALAM AKSI POLRI ** AMERIKA BEKUKAN PROYEK ANTI RUDAL DI EROPA ** KASUS PELECAHAN SEKSUAL 30 TAHUN DI AUSTRALIA ** 900 KORBAN FLU MEXICO DI BRAZIL ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA : WILDERS SEORANG RASIS ** GEMA WARTA TOPIK EROPA : STANDARISASI EEK - ATURAN KWALIFIKASI EROPA ** GEMA WARTA TOPIK EROPA : SAATNYA JERMAN BERKISAH SOAL PERTEMPURAN ARNHEM ** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS : PERBAIKAN EKONOMI HARUS TERCERMIN DI SEKTOR LAPANGAN KERJA & MODERNISASI BISA MENGUBAH CITRA MADRASAH ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : 25 TAHUN TRAGEDI PRIOK MASIH BELUM DIUNGKAP ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : KORBAN TEWAS OPERASI POLRI DI SOLO DIPASTIKAN NOORDIN M. TOP * GEMBONG TERORIS NOORDIN M TOP TEWAS DALAM AKSI POLRI Gembong teroris yang dicari selama ini Noordin Mohammad Top dari Malaysia tewas dalam sebuah aksi operasi polisi Indonesia. Demikian Kepala Polri Jendral Polisi Bambang Hendarso Danuri. Bersama tiga pria lain, Noordin M. Top tewas ketika polisi menyerbu sebuah rumah di pinggiran kota Solo, Jawa Tengah. Tiga terdakwa teror ditahan. Operasi penggrebekan Tim Densus 88 di Jebres - Solo yang berlangsung selama 9 jam berkaitan dengan ledakan bom di dua hotel berbintang lima Marriot Hotel dan Ritz-Carlton Hotel di Jakarta bulan Juli, yang menewaskan 9 orang. Dua di antaranya warga Belanda. Pihak berwajib Indonesia menganggap Noordin M Top bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Noordin M. Top 41 tahun merupakan gembong teroris yang paling buron di Indonesia. Ia memimpin sayap radikal kelompok teroris Jemaah Islamiyah. Bulan lalu diumumkan bahwa Noordin M Top tewas dalam sebuah operasi anti terorisme, namun ternyata warga Malaysia itu masih hidup. Kepala Polri Jendral Polisi Bambang Hendarso Danuri Kamis sore di Jakarta memastikan bahwa Noordin M Top tewas dalam aksi operasi polisi di Solo. * AMERIKA BEKUKAN PROYEK ANTI RUDAL DI EROPA Untuk sementara Amerika Serikat membekukan proyek anti-rudal di Polandia dan Cheko. Hal itu diberikan oleh koran Wall Street Journal. Setelah melakukan penelitian pemerintah Amerika mengambil kesimpulan bahwa program pengembangan roket jarak jauh Iran tidaklah semaju seperti yang ditakutkan selama ini. Dengan demikian ancaman serbuan roket yang diarahkan ke Eropa maupun Amerika tidaklah seganas yang dicemaskan, demikian nara sumber koran Wall Street Journal. Proyek anti-rudal yang akan dibangun di Eropa merupakan warisan pemerintahan Bush, yang serius menganggap bahwa Iran akan melakukan serbuan nuklir. Rusia menganggap proyek anti-rudal Amerika di Polandia dan Cheko sebagai ancaman dan berulangkali memperingatkan akan mengambil tindakan balasan. * KASUS PELECAHAN SEKSUAL 30 TAHUN DI AUSTRALIA Seorang pria di Melbourne Australia ditangkap dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap anak perempuannya selama 30 tahun. Selama itu anak perempuannya melahirkan empat anak, satu di antaranya meninggal dunia sewaktu dilahirkan. Demikian media Australia. Pihak kehakiman belum memberikan komentar, karena pengadilan memberlakukan larangan berbicara kepada semua pihak. Pelecehan seksual itu diduga dimulai sejak anak perempuan itu berumur 11 tahun. Polisi telah menerima laporan pada tahun 2005, namun tidak mengambil tindakan karena anak perempuan itu tidak mau bekerja sama dengan pengusutan polisi. Ibunya mengatakan bahwa ia tidak pernah mengetahui tentang pelecehan seksual terhadap anak perempuannya, sekalipun semuanya terjadi dalam satu rumah. * DEBAT UMUM KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN RAPBN 2010 BELANDA Semua partai politik di Belanda melakukan debat umum di parlemen mengenai pidato kenegaraan Ratu Beatrix mengenai kebijakan pemerintah untuk tahun depan dan RAPBN yang disusun kabinet, yang disampaikan pada hari Selasa lalu, yang disebut Prinsjesdag. Semua ketua fraksi di parlemen Rabu kemarin diberi kesempatan untuk menyampaikan komentar mereka mengenai RAPBN tahun 2010. Pada umumnya oposisi menuduh kabinet menangguhkan masalah yang dihadapi pemerintah dan tidak menawarkan penyelesaian. Perdana Menteri Jan-Peter Balkenende dianggap tidak memiliki kepemimpinan. Hari ini giliran kabinet menjawab semua kritik. * PECULIKAN WARGA PERANCIS DI SOMALIA Gerilyawan Islam yang menyandera seorang pria Prancis selama dua bulan mengumumkan persyaratan bagi pembebasannya. Penyandera antara lain menuntut agar pemerintah Prancis menghentikan dukungan politik dan militer terhadap pemerintah Somalia. Selanjutnya mereka juga menuntut agar pemerintah Prancis menarik mundur satuan angkatan lautnya dari perairan Somalia dan pembebasan sejumlah gerilyawan Islam yang ditahan. Pria Prancis yang ditahan adalah seorang penasihat pemerintah Prancis yang diculik 14 Juli oleh suatu kelompok radikal yang punya hubungan dengan Al-Qaeda. Seorang pria Prancis lain, yang juga diculik pada hari yang sama, berhasil melarikan diri dari para penculik bulan lalu. * PERANCIS TUTUP PENAMPUNGAN IMIGRAN GELAP DI CALAIS Perancis mengumumkan akan menutup tempat penampungan imigran di Calais yang dikenal dengan julukan 'The Jungle'. Tempat itu menampung ratusan orang yang ditangkap ketika berusaha bertolak ke Inggris. Kebanyakan dari mereka bersembunyi dalam kontainer. Situasi dan kondisi di tempat penampungan sangat mengharukan. Juga banyak pedagang manusia berkeliaran. Menteri Urusan Imigrasi Prancis Eric Besson mengatakan bahwa tempat penampungan itu akan ditutup sebelum akhir minggu depan. Semua orang yang ditahan di sana diberi kesempatan untuk meminta suaka. Mereka juga secara sukarela boleh pulang ke negara masing-masing. * LAGI-LAGI BOM BUNUH DIRI DI AFGHANISTAN Sedikitnya 16 orang tewas, diantaranya 6 tentara Italia, dan puluhan orang terluka dalam sebuah serangan bom bunuh diri di Kabul, Afganistan. Serangan ini ditujukan untuk konvoi tenaga bantuan militer Internasional, ISAF, dari Italia. Ketika serangan terjadi, rombongan tentara tengah berkendara menuju pemukiman diplomat dan bandar udara internasional Kabul yang pengamanannya ketat, di bagian timur laut Kota Kabul. Satuan tentara internasional, antara lain tentara Belanda, bermarkas disekitar bandar udara. Taliban bertanggung jawab untuk serangan ini. * KANTONG MAYAT FLU MEXICO Suku asli Kanada resah berkaitan dengan kampanye yang dilakukan kementrian kesehatan. Dalam rangka pencegahan dan penyebaran virus flu Mexico penduduk dikirim kantong mayat. Juru bicara suku asli yang bernama Bangsa Pertama ini sangat marah. Mereka mempertanyakan apakah pemerintah di Ottawa tahu tentang leluhur masyarakat setempat. Suku Indian di Kanada meminta bantuan obat-obatan untuk pencegahan Flu Mexico, bukan kantong mayat. Pemerintah Kanada tidak memberikan komentar. Sebelumnya pemerintah mengatakan Flu Mexico akan lebih dahsyat menyerang penduduk asli melihat situasi dan kondisi dimana mereka tinggal. * 900 KORBAN FLU MEXICO DI BRAZIL Jumlah korban Flu Mexico di Brazil meningkat sampai 900 orang. Brazil mengkonfirmasi sebagian besar korban mengidap virus H1N1. Situasi di Mexico melebihi jumlah korban di Amerika Serikat, sebanyak 590 orang. Dalam waktu yang sama pemerintah Brazil memberitakan kasus penularan mulai berkurang. Sebelumnya disebutkan penyebaran virus sulit terjadi di bagian selatan Brazil karena musim semi telah tiba. Di kepulauan Karibia angka penularan pun berkurang. * KARZAI BANTAH KECURANGAN HASIL PEMILU Presiden Afganistan Hamid Karzai membantah adanya penggelapan suara besar-besaran dalam pemilu. Di beberapa tempat memang ada kekacauan perhitungan suara, tapi hal ini tidak hanya terjadi di Afganistan, ujar Karzai. Sang Presiden mengaku kaget dan terkejut dengan penyataan pengamat Uni Eropa yang mengatakan banyak terjadi penggelapan suara di pemilihan umum bulan lalu. Pengamat mengatakan terdapat satu setengah juta penipuan suara, kurang lebih seperempat dari jumlah keseluruhan. Karzai mendapat mayoritas suara. Menurut hasil penghitungan sementara presiden Karzai meraih 54%, pemimpin oposisi Abdullah Abdullah 28% suara. Sebelumnya menurut Abdullah terjadi penipuan penghitungan suara besar-besaran yang menguntungkan Karzai. Babak kedua pemilu oleh karena itu tidak diperlukan lagi. * BERITA BURSA Pasar-pasar saham besar di Eropa di buka dengan kenaikan mengikuti jejak Wall Street di New York dan pasar-pasar saham bursa Asia. Naiknya industri produksi di Amerika memberi sinyal positip. Pada jam pembukaan, nilai index AEX di Amsterdam naik dengan 1,7 poin atau 0,5% pada 314,46 Di Tokio, index Nikkei ditutup dengan 1,7% lebih tinggi pada 10.443,80 poin Selama tiga hari berturut-turut nilai Index Dow Jones di Wall Street naik. Kamis kemarin juga naik dengan 1,1% pada 9.791,71 Nasdaq naik dengan 1,5% pada 2.133,15 poin hari ini nilai tukar Euro terhadap dollar Amerika tercatat 1,4732 di Jakarta nilai tukar Euro tercatat Rp. 14.304,- dan dollar Amerika = Rp. 9.702,- cuaca di Hilversum cerah berawan dengan suhu 17 derajat Celsius * GEMA WARTA TOPIK BELANDA : WILDERS SEORANG RASIS "Geert Wilders adalah seorang rasis." Demikian ungkap pemimpin oposisi Belanda, Alexander Pechtold dari partai Demokrat 66. Selama ini tokoh-tokoh politik Belanda enggan bersikap kasar terhadap pemimpin partai beraliran kanan, Partai Kebebasan PVV. Laporan redaktur politik John Tyler. Pernyataan Pechtold disampaikan setelah debat politik di parlemen Belanda, politikus anti-imigran Wilders lagi-lagi menggunakan taktik yang hanya menakut-nakuti saja. Geert Wilders mengusulkan supaya perempuan berjilbab membayar pajak. Setiap perempuan Muslim yang ingin memakai jilbab harus meminta ijin, dan membayar 1000 euro per tahun untuk keistimewaan itu. Menurut Wilders, hasil pungutan pajak itu akan diberikan kepada pelbagai program emansipasi perempuan. "Kami sudah jenuh dengan jilbab. Kami berbuat apa saja untuk mengurangi pemakaian jilbab. Kami sudah menyusun rancangan undang undang yang melarang burka. Hanya mencemarkan lingkungan saja. Sangat jelek". Anggota lain parlemen Belanda tidak bisa menghargai usulan Wilders dan tidak percaya. Mereka satu per satu bertanya kepada Wilders apakah dia serius dengan usulannya. Misalnya, apakah pajak juga berlaku bagi jenis penutup kepala lain? Dan bagaimana dengan perempuan Kristen ortodoks yang memakai kerudung kepala serupa dengan jilbab yang dipakai perempuan Muslim? Dalam reaksinya, Wilders mengatakan, ia lebih memilih untuk melarang semua penutup kepala, tetapi ia tambahkan hal itu tidak mungkin dilaksanakan di dalam sistim hukum Belanda. Jadi hanya "jilbab Kristen" saja yang tidak disinggung atau dipermasalahkan. Tetapi Wilders tidak tahu bagaimana kebijakan pemerintah bisa membedakan hal tersebut. Menteri Integrasi Belanda Eberhaard van der Laan, langsung menolak usulan tersebut :"Saya menyebut ini usulan histeris. Belanda adalah negara yang menjamin kebebasan beragama dan berpendapat. Ini sangat tidak masuk akal, dan sangat menghina mereka yang mengenakan jilbab." Tetapi Pemimpin partai demokrat D66 Alexander Pechtold, menamakan usulan Wilders "sama sekali tidak bisa diterima": Pemikiran bahwa orang harus emmbayar pajak karena mengenakan satu jenis pakaian, sangat tidak masuk akal. Dia seorang xenophobi dan berpandagan rasis. Ya saya kasarnya bisa menyatakan, dia seorang rasis." Pajak penutup kepala itu tidak mendapat dukungan dari satu pun anggota parlemen Belanda, selain sembilan anggota parlemen dari Partai PVV-nya Wilders. Tetapi para anggota parlemen Belanda lainnya, tidak berani memberi pernyataan yang demikian jelas seperti Pechtold. Anggota parlemen dari Partai Buruh PvdA Jeroen Dijsselbloem menambakan pernyataan Wilders anti-Islam. Diskriminatif, kata Harry van Bommel dari Partai Sosialis SP. Sementara liberal kanan VVD, menolak untuk memberikan ungkapan yang gamblang. Geert Wilders memang punya reputasi sering memberikan pernyataan-pernyataan yang mengejutkan sewaktu debat parlemen. Dua tahun lalu ia menyerukan untuk melarang kitab suci Al Quran. Tahun lalu Wilders bersikeras bahwa kaum muslim menjajah Belanda. Dan yang terakhir beberapa bulan lalu Wiledrs dan partainya meninggalkan ruang sidang parlemen, karena tidak sependapat dengan pemerintah. Kejutan-kejutan ini memang membuahkan sukses di kalangan elektorat Belanda. Partai Kebebasan PVV menurut jajak pendapat adalah partai kedua terbesar setelah pemilu parlemen Eropa, Juni lalu. Dan selama enam bulan terakhir hampir semua jajak pendapat menyatakan, partainya Wilders adalah partai terbesar atau di urutan kedua partai paling populer di Belanda. Usulan terakhir, pajak jilbab, politikus kanan Belanda ini sekali lagi berhasil memisahkan dirinya dari aliran politik utama Belanda. Tapi apakah pernyataan kali ini juga dianggap di luar batas untuk para pendukungnya? Berbagai poll atau jajak pendapat dalam beberapa hari mendatang pasti menyinggung hal tersebut. * STANDARISASI EEK - ATURAN KWALIFIKASI EROPA Ijazah di Eropa harus bisa diakui di semua negara Eropa mulai 2012. Pemerintah Uni Eropa di Brussel meluncurkan sistem standarisasi EEK. Pekan ini Irlandia yang pertama menerapkan sistem ini. Laporan redaktur Perro de Jong Benjamin van de Wetering adalah penjilid buku di jantung kota Ox Mountains Irlandia. Ia mengenyam pendidikan di Institut Koleksi Sejarah Belanda di Amsterdam yang terkenal di seluruh dunia. Ketika datang ke Irlandia tahun 1999 tetap saja dia harus meminta legalisasi ijazahnya. Alasannya karena tidak semua pendidikan penjilidan buku digolongkan dalam pendidikan resmi. Tentu saja banyak juga yang belajar dari praktek langsung. "Apalagi untuk angkatan lama", kata Van de Wetering. Akhirnya tahun 2008 ia memperoleh legalisasi ijazah, setelah melewati prosedur berliku-liku. "Pertama-tama dibuat dokumen pribadi dan CV dan jenis pekerjaan. Beberapa pakar akan mengunjungi dan menilai praktek kerjanya. Mereka juga menanyakan masalah moral dan susila di tempat kerjaan dan mereka melihat situasi pekerjaan. Setelah itu pada pakar berdiskusi dan mengambil keputusan." Kunci Standarisasi Bisa lebih sederhana lagi, demikian pemikiran Komisi Eropa. Lima tahun lalu Brussel menerapkan sistem standarisasi, yang digunakan pihak otoritas dan majikan untuk menilai apakah seseorang dari satu negara Eropa memenuhi kwalitas yang diharapkan. Sistem Standarisasi Eropa ini menurut John Macdonald juru bicara komisi cukup istimewa. Seseorang tidak lagi dilihat berapa lama dia sekolah, dimana dia mengenyam pendidikan. Yang paling diutamakan adalah pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki. Brussel membagi dalam depalan tingkatan. Umpamanya seorang tukang ledeng di Polandia mendapat Tingkat 5, karena ia punya keahliah khusus. Kalau dia ingin melamar pekerjaan di negara lain Eropa, hanya perlu melihat apakah pekerjaan itu membutuhkan pekerja bertingkat 5. Tapi bagaimana menentukan tingkatan seseorang? EKK CLIP 2 00'22" IN EXCHANGE: "This is the tough part. The approach of the education authorities is that they will be looking closely at the 'descriptors' as they are called of the eight EQF levels. A lot of work went into designing these eight EQF levels and how to describe them. This took years in fact." "Ini memang sulit", aku Macdonald. "Lembaga pendidikan di sebuah negara mempelajari apa saja perincian menyangkut delapan tingkatan itu. Membuat perinciannya sudah merupakan tugas berat dan memakan waktu tahunan." Kepercayaan Bagaimana kalau sebuah negara memberikan semua karyawan yang mencari pekerjaan di luar negeri dengan standar tingkat 8 umpamanya. Sehingga semua orang dari negara itu bisa langsung diterima kerja di negara-negara lain? Secara teori itu bisa terjadi. "Ini menyangkut urusan kepercayaan," kata Dr. Jim Murray dari Otoritas Kwalifikasi Nasional Irlandia. Irlandia, negara yang menyulitkan Benjamin van de Wetering mendapatkan legalisasi, sekarang malah menjadi negara pertama Uni Eropa yang memberlakukan standarisasi. Tidak sulit kata Dr. Murray. Tanpa Brussel pun, Irlandia sebenarnya sudah akan melangkah ke sistem kwalifikasi ketrampilan. "Sebagai negara kecil kami harus melihat ke dunia luar. Itu sudah keharusan, apalagi dengan krisis yang sedang terjadi. Sekarang kami harus membangun saling percaya. Semua negara juga diharapkan bisa memberikan jaminan standar kwalitas yang sudah ditetapkan". Suka Rela Penerapan sistem kwalifikasi ketrampilan bersifat sukarela; Komisi Eropa tidak bisa menjatuhkan sanksi pada negara yang tidak menerapkannya. Walau demikian John Macdonald yakin penuh bahwa semua negara anggota Uni Eropa akan antusias mengikuti contoh Irlandia. "Awalnya semuanya mengajukan pada komisi Eropa supaya memikirkan sistem standarisasi. Jadi setiap orang akan diuntungkan kalau sistem ini sukses." Seandainya negara-negara lain akhirnya mundur, minimal Irlandia sudah punya sistem untuk mengelompokan keahlian penduduknya, kata Macdonald. Apakah orang bersangkutan pernah kuliah atau tidak, atau apakah penjilid buku asal Belanda atau tukan leding asal Polandia. * SAATNYA JERMAN BERKISAH SOAL PERTEMPURAN ARNHEM Duta besar Jerman untuk pertama kali diundang pada peringatan Pertempuran Arnhem. Tidak semua orang suka, tapi Yayasan Pertempuran Arnhem menyambut baik. Laporan redaktur Eelco Walraven Perlahan tiba saatnya memberi kesempatan kepada Jerman untuk menyampaikan ceritanya tentang pendaratan dan pertempuran sengit di sungai Rijn tahun 1944. Salah satu organisasi yang mengupayakan adalah Museum Airborne di Oosterbeek. Lewat berbagai proyek mereka memberikan perhatian pada sisi pandang Jerman sebagai mantan musuh pada Perang Dunia II. Agustus lalu museum ini menghidupkan kembali ingatan pribadi empat veteran Jerman pada Perang Dunia II. Seorang jurubicara menyebut bahwa kontaknya sangat 'rentan'. Perbincangan direkam dan dipakai sebagai bahan pendidikan. Manusiawi Di pusat informasi tentang Pertempuran Arnhem, di sisi Jembatan Rijn, menyimpan naskah tulisan pasukan Jerman. Salah satunya Horst Weber yang bertempur September 1944 di jantung kota Arnhem. Bersama satuannya ia menduduki kantor pemda. Ketika itu seorang penerjun payung Britania yang cedera meminta bantuan dan persembunyian. Weber: "Di mana-mana di atas lantai batu yang dingin berserakan serdadu Jerman yang cedera. Kami memberikan dua kotak PPPK kepada dokter Britania , yang sudah dua hari tidak tidur karena harus menangani para korban cedera. Kehangatan dan kehadirannya memberi semangat untuk memberi bantuan semampunya." Mengerikan Rabu 20 September 1944, Rudolf Trapp diperintah untuk menghubungi satuan tempur di seberang timur jembatan. Kendaraan lapis bajanya tertimpa mortir Britania. Trapp selamat dari ledakan dan loncat ke sungai Rijn. Dia membuka bajunya dan berenang kembali ke satuannya. Setibanya di lokasi, ia memakai seragam rekannya yang terbunuh. Pertempuran terus berlangsung. "Di mana-mana berserakan anggota badan dan kotoran manusia," ia kembali mengingat. "Mereka kebanyakan tentara yang masih muda belia. Sangat mengerikan." Coklat Jan Loos 14 tahun tinggal di Oosterbeek pada September 1944. Ketika pertempuran, ia bersembunyi di ruang bawah tanah. Pada 25 September ia ditemukan tentara Jerman. "Tiba-tiba terdengar orang memanggil 'Zivilisten rauskomen', 'warga sipil keluar'. Di atas sudah menunggu seorang serdadu Jerman yang jelas-jelas meminta kami segera pergi dari sana. " Ketika berjalan ia melewati seorang serdadu Jerman yang menenteng pistol dan granat di tangan. "Saya tidak pernah tahu apa yang ada dalam pikirannya, tetapi ketika saya lewat di depannya, dia keluarkan roti dan coklat dari ranselnya dan ia berikan pada saya. Pertempuran Arnhem Pertempuran Arnhem adalah operasi militer pendaratan terbesar pada Perang Dunia II. Pertempuran Arnhem 17 September 1944 merupakan bagian dari operasi Market Garden. Dengan serangan udara (operasi Market) dan serangan darat dari arah Belgia (operasi Garden) pasukan sekutu ingin merebut jalan kantong menembus ke Jerman, dengan menghindari lini Siegfried yang dijaga ketat. Operasi sekutu ini gagal karena pasukan darat bergerak terlalu lambat mencapai Arnhem. Selain itu masih ada dua divisi panser SS tersembunyi di utara Arnhem, yang siap dikerahkan. Penyerbuan Arnhem difilmkan antara lain dari buku 'A Bridge Too Far' karya tulis Cornelius Ryan; Difilmkan 1977 oleh Sir Richard Attenborough. * PERBAIKAN EKONOMI HARUS TERCERMIN DI SEKTOR LAPANGAN KERJA & MODERNISASI BISA MENGUBAH CITRA MADRASAH Pengangguran di 30 negara industri besar dunia mencapai rekor tertinggi. OSCE organisasi bagi kerjasama ekonomi dan pembangunan memperingatkan akan timbulnya krisis lapangan kerja. "Lapangan kerja merupakan "bottom-line" krisis ekonomi dunia saat ini. Sekalipun dilaporkan munculnya perbaikan, tapi semuanya tidak berarti bila pengangguran terus membengkak", demikian pesan Angel Guria, sekjen OSCE seperti dikutip koran Trouw. OSCE cemas, pengangguran di 30 negara industri rata-rata mencapai 8,5%. Kenaikan tertinggi sejak perang dunia kedua. Di tahun 2010, akan bisa mencapai 10%. Tidak mengherankan, laporan OSCE itu diumumkan menjelang pertemuan puncak G-20. Agenda pertemuan 20 negara termaju dunia diantaranya Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Brazil, India dan Cina adalah krisis lapangan kerja. Sementara sektor perbankan terus mendapat suntikan dana, tapi sektor lapangan kerja tidak atau kurang diperhatikan. Oleh karena itu, pemerintah harus mengambil semua tindakan untuk mengurangi membengkaknya pengangguran, tegas Angel Guria. Tenaga kerja yang lama menganggur, tidak begitu disenangi oleh majikan. Akibatnya pengangguran terus membengkak. Faktor lain adalah liberalisasi pasar tenaga kerja. Pasca dasawarsa 1980-an ketika pengangguran juga tinggi, banyak perusahaan yang menggunakan tenaga lepas. Saat ekonomi membaik, dampaknya positip. Tapi disaat resesi seperti sekarang, kelompok ini justru paling menderita. Langkah yang diambil banyak perusahaan saat ini untuk juga menggunakan tenaga lepas, tidak akan banyak membantu karena hanya akan berdampak sementara saja, demikian koran Trouw. Topik kedua mengenai madrasah modern dengan banyak aktivitas bagi kaum muda jaman sekarang, seperti kursus komputer, acara santai barbeque bagi para remaja dan karaoke. Tulis harian Belanda De Pers. Madrasah progresif Al Irsyad di Singapura itu menarik banyak perhatian. Direktur Al Irsyad, Razak Lazim seperti dikutip koran De Pers mengatakan, madrasahnya ingin menghasilkan kelompok elit Islam yang juga memahami sekularisasi, masyarakat multi etnik, multi budaya seperti di Singapura. Kurikulum Al Irsyad berbeda dengan madrasah tradisional. Selain pelajaran agama, ke-900 muridnya juga mengikuti kurikulum pendidikan dasar Singapura seperti ilmu alam, ilmu pasti, perkembangan teknologi dan sebagainya. Murid-muridnya juga diperkenalkan dengan kemajuan tehnik komputer, seperti web-cam dan kamera video. Mereka juga dirangsang kebebasan bersuara, menyampaikan pendapat, berpikir kritis. Trend inipun sudah nampak di Indonesia dan Filipina. Para tokoh Muslim menyayangkan bahwa dunia luar sering menganggp madrasah sebagai sarang kelompok radikal saja. Madrasah modern seperti Al Irsyad ini diharapkan bisa mengubah pandangan tersebut. Demikian koran de Pers. Dan sekian pula Tinjauan Pers. * 25 TAHUN TRAGEDI PRIOK MASIH BELUM DIUNGKAP September ini, sudah 25 tahun, seperempat abad lalu. Tapi rasanya seperti seumur hidup bagi belasan korban dan keluarga korban kasus Tanjung Priok. Hidup dengan cap sebagai orang PKI atau terlibat gerakan ekstrim kanan, tentu bukan hal yang menyenangkan. Lembar reformasi sudah dibuka, presiden sudah berkali-kali ganti, tetap saja keadilan belum mampir ke tangan mereka. Reporter KBR68H Muhammad Irham datang ke peringatan 25 tahun kasus Tanjung Priok dan mencari tahu keadilan seperti apa yang mereka inginkan. Sekitar 70an orang siang itu naik ke atas dua metromini di depan kantor KontraS, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan. Mereka adalah korban dan keluarga korban Tragedi Tanjung Priok. Mereka tengah menuju ke Markas Kepolisian Jakarta Utara untuk napak tilas tragedi pelanggaran HAM pada seperempat abad silam. Husein Safe ada di antara mereka. Laki-laki berusia 64 tahun ini berdiri tegak di dalam metromini. Ketika peristiwa meletus 12 September 1984, satu peluru menembus kaki kanannya. Pak Safe, kalau berdiri lama-lama gini kakinya emang nggak sakit? Husein Safe: Nggak, ini sebenarnya kekuatan dari Allah, ini yang berikan kekuatan dari Allah. Karena saya nggak pernah diobatin, Allah aja nih. Empat hari sebelum banjir darah di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, 1984. Anggota ABRI bernama Hermanu dikabarkan masuk ke mushala warga tanpa membuka sepatu. Hermanu mencopot dan merobek pamflet yang mengeritik kebijakan pemerintahan Soeharto. Soal Pancasila sebagai asas tunggal. Sang tentara bahkan dikabarkan menyiram sebagian mushala dengan air got. Warga marah. Sepeda motor Hermanu dibakar. Empat warga yang membakar sepeda motor pun ditahan di Kodim Jakarta Pusat. 12 September 1984, warga menggelar Tabligh Akbar dekat kantor polisi. Ada ribuan jemaah yang berkumpul. Isi ceramahnya keras dan kritis terhadap pemerintahan Orde Baru. Barang langka kala itu. Ratono, salah satu korban Tanjung Priok, saat itu ikut berceramah. Ratono: "Dan bagi semua yang menindas, pasti akan hancur dan kita kan tegar. Acara 25 tahun tragedi berdarah Tanjung Priok, orang yang berani mengeritik kebijakan pemerintah Orde Baru pada waktu itu sangat langka." Sejam sebelum tengah malam, hujan turun. Tokoh masyarakat Amir Biki mengajak jemaah Tabligh Akbar untuk berdemo ke Kodim, menuntut pembebasan empat warga mereka yang ditahan di sana. Husein Safe ada di barisan terdepan. Husein Safe: "Jam 10 malam itulah, baru ada rencana demo ke Kodim. Itu demo ya, bukan maksudnya apa-apa. Kita demo meminta empat teman kita dipindahkan ke sini, ke polres. Nah, karena itu kan urusan polisi bukan urusan TNI, nah itu yang kami minta." Berjarak dua meter dari tentara, warga dihadang. Ada sebelas tentara, semuanya dalam posisi siap menembak. Kaki Husein Safe tertembus peluru. Di kiri kanan Husein, orang mati atau terluka. Rombongan kedua yang dipimpin Amir Biki pun tiba. Maksud hati hendak menyelamatkan Husein dan kawan-kawan. Lagi-lagi disambut dengan kekerasan. Rentetan tembakan hanya sepuluh menit, tapi terasa seperti sepanjang malam. Tak lama empat truk dan satu mobil pemadam kebakaran datang. Korban tewas dan luka diangkut. Aspal yang hitam kemerahan langsung disiram air. Kisah penculikan mengisi fragmen berikutnya. Warga yang terlibat pengajian itu satu per satu menghilang. Ratono berupaya menghindar dengan tinggal berpindah-pindah. Ratono: "Kayaknya ini sudah nggak aman. Saya langsung kabur, lari pulang. Pertama ke Ciputat, ke Bogor sebentar, terus Cianjur. Ya buronanlah, sampai terakhir saya ke Pandeglang. Pas 40 hari persis saya ditangkap. Itu pun karena isteri saya, yang terus diikutin sama intel. Gitu kan." Aminatun yang membantu memperbanyak dokumen kronologis penembakan warga di Tanjung Priok, ikut diangkut bersama kakaknya. Aminatun: "Malam tanggal 14 itu, digerebek rumah saya. Jam 12 saat saya mau tidur. Terus ketok-ketok pintu gitu loh. Ternyata melihat kakak saya sudah diborgol." Ratono dan Aminatun dicecar pertanyaan seputar malam Tabligh Akbar. Lewat tangan tentara, siksaan mampir ke tubuh mereka. Ratono: "Pokoknya tiga orang gebukin saya dari belakang. Di depan juga ada, terus sampai meleng begini kan di sel itu diborgol. Sampai saya bilang, Allahu Akbar! Tiga orang gebuk saya, meleng begini kan. Dihajar saya, Duash! Sampai pingsan, baru berhenti. Terus disetrum, Ces-ces-ces!" Aminatun: "Waktu itu depresi saya, karena waktu itu, tiap malam diganggu. Jadi ditakut-takutin, ada yang mau memperkosa, ada yang mau masuk, mau dibunuh segala. Ya, sebenarnya, kalau buat saya kalau dibunuh itu kan mati, nggak masalah. Kenapa pakai ada suara-suara siksaan-siksaan. Jadi diperdengarkan suara-suara siksaan-siksaan itu setiap malamnya." Bertahun-tahun peristiwa berlalu, masih menyisakan kepedihan bagi keluarga korban. Hidup Wanmayetty sontak berubah begitu ayahnya menghilang dari bumi, pasca tragedi Tanjung Priok. Hidupnya berjalan terseok-seok. Sekolah mandek, cita-cita disimpan lagi dalam laci. Modal mereka kala itu hanya selembar ijazah SMA. Wanmayetty: "Jadi, bukan bapakku saja yang hilang. Tapi pekerjaan juga hilang. Karena orang yang menjadi koneksi bapakku itu ketakutan menerima aku, karena aku dianggap eks-PKI. Jadi bekas-bekas PKI jaman dulu, bergerak kembali. Jadi digaris merahi, tiap wawancara digaris merahi. Bahwa kita warga Tanjung Priok, tak layak mendapat tempat kerja, dan kuliah pun sulit." Diskriminasi pun jadi santapan sehari-hari. Adik Yetty, Nurhayati, misalnya, selalu dipersulit saat mengurus Surat Izin Kelakuan Baik. Nurhayati: "Mba' dari Priok? Jakarta Utara? Saya bilang iya. Tapi dia nggak bilang sih saya ini korban Priok. Tapi dia bilang, kalau dari Priok biasanya banyak tato. Jadi alasan dia tuh begitu, jadi dia pengen, saya bisa buka baju. Di situ saya marah, saya ludahin tuh polisi, akhirnya saya keluar. Dari situ, kayaknya saya putus asa ngelamar ke sana ke mari. Saya ngerasa orang-orang itu mojokin saya." Lima kali presiden berganti. Yang hilang tetap hilang. Korban dan keluarga korban belum mendapat keadilan. Hampir 20 tahun setelah peristiwa terjadi, barulah puluhan tentara diperiksa, termasuk Pangdam Jaya saat itu Try Sutrisno dan Panglima ABRI kala itu Benny Moerdani. Tapi tak semua petinggi TNI itu diajukan ke pengadilan pada 2003. Padahal menurut Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, para petinggi TNI ketika itu, mengetahui, membiarkan dan memerintahkan penguburan diam-diam terhadap korban tewas. Bahkan diduga ikut terlibat dalam merencanakan penculikan dan penghilangan orang secara paksa. Ifdhal Kasim: "Proses pengadilannya tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan karena banyak sekali kelemahan dalam proses pengadilan ini. Kasus ini masih tetap mencari keadilan, karena upaya penyelesaiannya tidak memberikan hasil nyata bagi para korban. Bisa dikatakan, peristiwa Tanjung Priok baru diselesaikan secara parsial. Yang didapatkan korban baru partial justice." Dari 23 pelaku yang direkomendasikan untuk diadili oleh Komnas HAM, Pengadilan HAM Ad Hoc menyusutkan jumlah terdakwa menjadi 14 tentara. Setelah berjalan tiga tahun, semuanya bebas: Mayjen RA Butar-butar, Mayjen Pranowo, Mayjen Sriyanto dan Kapten Soetrisno Mascung dan sepuluh anak buah mereka. Warga Tanjung Priok pun dipecah belah lewat pemberian islah oleh tentara. Iming-iming uang 1 sampai 2,5 juta atau motor per orang membuat 85 dari total 100 korban Tanjung Priok ikut di belakang Pangdam Jaya Try Sutrisno. Logika yang ditawarkan Try Soetrisno kala itu adalah perdamaian. Try Sutrisno: "Saya kira, bukan TNI saja, tiap perdamaian di tanah air itu, melegakan semua orang. Yang harus disadari. Apa kita mau terus jadi negara yang carut marut." Padahal islah tak lebih dari sebuah sogokan demi memberikan keterangan palsu di pengadilan. Supaya saksi melunakkan, atau bahkan mencabut kesaksian. Aminatun tak pernah sudi menerima islah. Aminatun: "Nah, kalau itu, hanya tipu daya, kalau islah itu hanya disuap uang recehan. Kemudian, disuruh ngaku, disuruh buat kesaksian yang diinginkan oleh mereka. Bikin rekayasa, bikin perlawanan." Belasan korban yang tersisa terus bertahan, hingga kini. Meski Pengadilan HAM Ad Hoc sudah berjalan sampai ke kasasi, LSM KontraS tetap meminta digelar peradilan yang lebih independen. Tragedi ini harus diungkap, kata Koordinator KontraS, Usman Hamid. Usman Hamid: "Dan hari ini kita menghadapi represi dalam bentuk baru. Kalau dulu reaktif, fisik. Sekarang mereka lebih pre-emptive, memakai UU, kebijakan untuk membungkam kebebasan politik. Jadi salah satu cara untuk menghindari represif politik tadi, maka pengadilan yang independen jadi sangat penting." Langkah lain adalah meminta bantuan Pelapor Khusus HAM PBB. Surat sudah dilayangkan. Laporan ini disusun Reporter KBR68H Muhammad Irham untuk Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum. * KORBAN TEWAS OPERASI POLRI DI SOLO DIPASTIKAN NOORDIN M. TOP Noordin M. Top, gerbong teroris paling dicari di Asia Tenggara tewas dalam penembakan di kampung Kepuh Sari, Mojosongo, Solo. Demikian Kepala Polri, Jendral Polisi, Bambang Hendarso Danuri mengumumkan. "Yang minimal sebelas titik kesamaan kiri dan kanan dari pemeriksaan sidik jari, masing-masing kiri dan kanan, ini 14 titik kesamaan. Sekali lagi 14 titik kesamaan yang bisa dipertanggungjawabkan secara yuridis formal, identik dengan DPO yang sembilan tahun kita jadikan target untuk kita tangkap. Dan alhamdullilah, sekali lagi, dia adalah Noordin M. Top." Pernyataan Kepala Polri, Jendral Polisi, Bambang Hendarso Danuri disambut tepuk tangan meriah para hadirin. Tiga orang lain yang dilaporkan tewas dalam operasi polisi Rabu kemarin di Solo adalah: 1. Bagus Budi Pranoto, alias Urwah, pelaku pemboman Kedubes Australia, September 2004. 2. Hadi Susilo, penyewa rumah yang digerebek polisi Rabu kemarin. 3. Ario Sudarso, murid Dr. Azahari dan ahli pembuat bom. Awal muasal peristiwa ini bermula Rabu kemarin ketika aparat polisi menggerebek sebuah rumah di kampung Kepuh Sari, Mojosongo, Solo. Berikut Ari Sunaryo dari RIA FM, mitra Radio Nederland di Solo, melaporkan kronologi kejadian. Sekitar pukul 22:00 WIB, Pasukan Densus 88 anti teror Polri datang ke kelurahan Mojosongo memberikan informasi, khususnya kepada warga Kepuh Sari RT 3 RW 11 di kelurahan Mojosongo yang berjarak dekat dengan rumah yang dicurigai sebagai sarang teroris. Pihak kepolisian juga meminta warga segera meninggalkan rumah mereka dan melakukan evakuasi para warga yang ada di dekat rumah teroris. Rumah yang kemarin digerebek adalah milik Sujianto tapi dikontrakkan kepada Hadi Susilo serta isterinya, sekitar empat bulan lalu, cerita Ari Sunaryo dari RIA FM, Solo. "Kemarin kami sempat bincang-bincang dengan Ketua RT, Suratmin. Dia menerangkan Susilo maupun isterinya jarang terlihat bersama warga. Selama ini mereka diketahui mengajar di TPA, Taman Pendidikan Al Qur'an di rumah mereka sendiri. Selama bulan Ramadhan ini mereka berdua juga jarang terlihat. Ketika warga berkumpul saat melakukan Sholat Tarawih pun, mereka juga tidak terlihat." Hingga pukul 23:00 WIB, kepolisian, khususnya Detasemen 88 anti teror mengepung rumah Hadi Susilo dan melakukan tembakan hingga lebih dari 50 kali. Selain itu juga meledakkan beberapa bom asap dan bom untuk menghancurkan atap rumah. Sampai pagi hari rentetan-rentetan tembakan terus berlangsung. Empat di antaranya tewas terbunuh dalam operasi tersebut. Tiga ditangkap hidup-hidup. Di antara tiga tersebut seorang wanita yang dalam kondisi hamil. Solo memang selama ini disinyalir aparat keamanan, terutama Polda Jawa Tengah dan Polres Surakarta menjadi tempat yang aman untuk para teroris bersembunyi. Ini karena letak keluruhan Mojosongo, khususnya di Kepuh Sari di pinggiran Solo yang berjarak kira-kira 6 kilometer dari Solo dan berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar yang berupa lembah, bukit dan hutan yang sangat jarang dilewati masyarakat umum. Di samping itu, selain di kota Solo, tempat-tempat seperti di Boyolali dilaporkan juga menjadi tempat rawan untuk bersembunyi, cerita Ari Sunaryo. "Tempat-tempat tersebut terpencil dan bahkan jarang warga masyarakat bisa menuju ke sini. Aksesnya pun sangat sulit untuk menuju ke daerah-daerah tersebut." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
