---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 18 September 2009 14:10 UTC



** INDONESIA TETAP WASPADA HADAPI TERORISME

** PEMBICARAAN PROGRAM NUKLIR KOREA

** KEMBALI UNJUK RASA DI TEHERAN

** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: SERBA-SERBI PUASA DI MAROKO DAN TEWASNYA 
NOORDIN M. TOP

** GEMA WARTA TOPIK  INTERNASIONAL: TRAFIGURA KEMUNGKINAN JADI DIGUGAT

** GEMA WARTA TOPIK  INTERNASIONAL: PENDUDUK AMERIKA UTARA DIBERI KANTONG 
JENAZAH

** GEMA WARTA TOPIK  INDONESIA: PARLEMEN MENJADI "PASAR GELAP" KEKUASAAN? 

** GEMA WARTA TOPIK  INDONESIA: KEMATIAN NOORDIN M. TOP TIDAK BERARTI TERORISME 
TUNTAS



* INDONESIA TETAP WASPADA HADAPI TERORISME

Indonesia akan mengeluarkan hasil tes DNA untuk menghilangkan keraguan akan 
tewasnya Noordin M. Top. Demikian dinyatakan Kepolisian Republik Indonesia. 
Seluruh Indonesia dihimbau untuk tetap waspada menghadapi terorisme. "Kita 
tidak boleh lengah," demikian Soekarna. Analis Risiko Politik Kevin O'Rourke 
menyatakan, ancaman serangan teror memang akan berkurang, namun M. Top punya 
jaringan  besar yang harus diwaspadai. 

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd menanggapi positif keberhasilan Kepolisian 
Indonesia. "Ia telah melakukan pembunuhan massal dan juga bertanggung jawab 
atas kematian warga Australia. Saya mengucapkan selamat kepada Indonesia atas 
kesuksesan mereka." Demikian tutur Rudd dalam wawancara radio di Australia. 

Kematian Noordin M. Top juga berpengaruh ke dunia bisnis. Ekonom Fauzi Ichsan 
menyatakan, minggu ini adalah waktu yang bagus untuk berinvestasi. "Banyak hal 
positif, seperti meningkatnya nilai tukar Rupiah dan tewasnya Noordin M. Top." 
Demikian Fauzi Ichsan.


* PEMBICARAAN PROGRAM NUKLIR KOREA

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il kembali bersedia membicarakan program nuklir 
negara komunis ini. Demikian pernyataan Kim Jong-il setelah bertemu dengan Dai 
Bingguo, utusan khusus Presiden Cina, Hu Jintao, di Pyongyang, Jum'at ini.
Pertemuan Kim Jong-il dan Dai Bingguo dianggap sebagai kembali membaiknya 
hubungan dua negara, yang telah berlangsung selama 60 tahun. Belakangan ini, 
hubungan mendingin, menyusul percobaan nuklir Korea Utara Mei lalu. Percobaan 
tersebut menuai kecaman dari seluruh dunia. Beijing berusaha mengajak negara 
jiran komunis ini, kembali ke meja perundingan enam negara, untuk membicarakan 
program nuklir Korea Utara.
Saat ini, perundingan enam negara tersebut sepenuhnya macet. Beberapa waktu 
lalu, Amerika Serikat mengumumkan, bersedia berbicara langsung dengan Korea 
Utara, untuk menghidupkan kembali perundingan enam negara tersebut. Menurut 
rencana, Perdana Menteri Cina, Wen Jiabao, bulan depan akan mengadakan 
kunjungan resmi ke Korea Utara.


* KEMBALI UNJUK RASA DI TEHERAN

Di ibukota Iran Teheran puluhan ribu orang turun ke jalan, berunjuk rasa 
menentang pemerintah dan menunjukkan dukungan terhadap pemimpin oposisi Hussein 
Moussavi. Pendukung Moussavi yang berkostum hijau mengacuhkan larangan berunjuk 
rasa dan meneriakkan semboyan menentang Presiden Mahmud Ahmadinejad. Mereka 
juga menuntut dibebaskannya tahanan politik yang dipenjara sejak pemilu Juni 
lalu.


* RUU BRASIL UNTUK MELINDUNGI HUTAN AMAZONE
Pemerintah Brasil mengajukan Rencana Undang Undang Perlindungan Hutan Amazone. 
RUU ini antara lain melindungi sekitar 90 persen kawasan hutan tersebut, dalam 
bentuk larangan penebangan untuk tujuan lain. Misalnya untuk penanaman tebu, 
yang digunakan sebagai bahan baku produksi bahan bakar biologis, ethanol. Saat 
ini Brasil merupakan eksportir ethanol terbesar di dunia. Menurut Menteri 
Lingkungan Hidup, Carlos Minc, dengan UU tersebut produksi ethanol Brasil 
sepenuhnya sadar lingkungan. RUU ini masih harus mendapat persetujuan dari 
parlemen.




* AHMADINEJAD UNGKAPKAN BELA SUNGKAWA

Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menyatakan bela sungkawa atas tewasnya 
pengunjuk rasa dalam aksi menentang hasil Pemilu Juni lalu. Hal tersebut 
dinyatakannya dalam wawancara dengan stasiun Amerika NBC.  Menurut data resmi 
sekitar 30 tewas, tapi pihak oposisi menyatakan korban tewas mencapai 72 orang. 
Pada wawancara yang sama, Ahmadinejad menyatakan Iran tidak memerlukan senjata 
nuklir, tapi negaranya tidak akan menghentikan proyek pengayaan uranium karena 
proyek tersebut dimaksudkan untuk tujuan damai.


* UNI EROPA POTONG BONUS BANKIR

Di Brussel, para pemimpin Uni Eropa sepakat untuk membatasi bonus para bankir. 
Keputusan bersama Uni Eropa ini akan dibawa ke pertemuan G20 di Pittsburg, 
Amerika Serikat, minggu depan. Para pemimpin Uni Eropa menentang bonus tetap 
dan sepakat bahwa bonus akan diberikan sesuai hasil kerja dalam periode lama. 
Jika keuntungan berkurang, terdapat kemungkinan bahwa pembayaran bonus harus 
dikembalikan.


* KORBAN H1N1 DI MARTINIQUE

Di pulau Karibia Prancis bernama Martinique ditemukan korban meninggal pertama 
akibat flu H1N1. Korban meninggal adalah bayi berusia 18 bulan yang memang 
sudah sakit ketika terkena virus H1N1. Dengan korban di Martinique jumlah 
korban meninggal akibat H1N1 mencapai 28 orang di seluruh wilayah Prancis.


* BERITA BURSA

Bursa-bursa Eropa Jumat dibuka lebih rendah. Indeks AEX Amsterdam turun 0,5% 
pada 312,46 poin tak lama setelah dibuka. Paris, Frankfurt, London turun sampai 
0,4%.

Bursa Tokyo ditutup Jumat dengan kerugian. Indeks Nikkei turun 0,7% pada 
10.370,54 poin. New York ditutup sedikit lebih rendah. Indeks Dow Jones rugi 
0,1% pada 9873,92 poin. Sedangkan Nasdaq rugi 0,3% pada 1065,49 poin.

1 Eur = USD 1, 46
1 Eur = Rp.14.256,-
1 USD = Rp.9.695,-


* SERBA-SERBI PUASA DI MAROKO DAN TEWASNYA NOORDIN M. TOP

Harian Belanda de Volkskrant mengangkat serba-serbi puasa di Maroko. Beberapa 
hari sebelum Idul Fitri sejumlah warga Maroko sudah berencana untuk lanjut 
berpuasa di bulan Syawal. 

Setelah sehari berpesta, Rachid berniat langsung puasa. "Saya ingin lebih dekat 
dengan Tuhan," katanya. Di sejumlah stasiun TV Arab yang disiarkan di Maroko, 
imbauan puasa Syawal juga digaungkan. "Ini sunah Nabi Muhammad," kata Rachid 
lagi. "Selain puasa Syawal, beliau juga rajin puasa Senin-Kamis," tambahnya.

Ibadah yang dilakukan Rachid dilihat sebagai simbol peningkatan fanatisme dalam 
Islam, demikian de Volkskrant. Toh minggu lalu terjadi unjuk rasa di Maroko. 
Puluhan orang di wilayah Casablanca berencana menggelar piknik untuk memprotes 
bulan puasa yang mematikan kehidupan publik di Maroko. 

Di negara ini, makan dan minum di tempat umum dilarang selama Ramadhan. Siapa 
pun yang terlihat makan, minum, atau merokok di ruang publik terancam hukuman 
penjara. Pemimpin unjuk rasa Zineb menyatakan, hal ini tidak bisa diterima. 
Belum sempat mereka menjalankan aksi, polisi sudah menunggu. "Kalau mereka mau 
makan atau minum, lakukanlah di rumah. Jangan di tempat umum. Wisatawan asing 
yang datang ke sini saja bisa menghormati Maroko yang sedang berpuasa," 
demikian tegas juru bicara kepolisian. Demikian de Volkskrant.

Beralih ke Indonesia. Berita kematian gembong teroris Noordin M. Top menghiasi 
semua harian Belanda Jumat ini. Kapolri Bambang Hendarso Danuri terlihat lega 
ketika memperlihatkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa orang yang tewas 
memang benar-benar Noordin M. Top. Demikian Trouw. "Sidik jari di database kami 
cocok dengan jenazah," kata Kapolri. Kepolisian Indonesia memang lebih 
hati-hati kali ini, mengingat pada serangan sebelumnya mereka terlalu dini 
mengumumkan kematian Noordin M. Top. Demikian de Volkskrant. 

Noordin M. Top adalah salah satu gembong teroris di Asia Tenggara. Obsesinya 
adalah mendirikan negara islam. Di bawah bendera Jemaah Islamiyah ia mulai 
melancarkan aksi teror. Kecintaannya pada serangan teror besar dan terorganisir 
membuat Top bersilang pendapat dengan para pemimpin JI lain. Karena itulah, 
pada 2003 ia membentuk kelompok teror sendiri. Demikian NRC Handelsblad. 

Rekan kerjanya, Dr. Azahari, ditembak mati dalam aksi polisi pada 2005. Dengan 
Azahari, Nurdin M. Top berhasil mengadakan sejumlah pengeboman. Pasangan ini 
bekerjasama dengan baik: Azahari merakit bom dan Nurdin M. Top merencanakan 
rincian serangan. Untunglah, keduanya kini berhasil diringkus. Toh, kepolisian 
Indonesia tidak berhenti. Mengutip kata-kata Bambang Danuari: "Nurdin M. Top 
sudah mati, tapi kerja kita belum selesai." 

Demikian Algemeen Dagblad dan sekian pula Tinjauan Pers kali ini.


* TRAFIGURA KEMUNGKINAN JADI DIGUGAT

Organisasi lingkungan hidup Greenpeace tetap mau menggugat perusahaan Belanda 
Trafigura, terkait pembuangan limbah beracun di Pantai Gading. Peristiwa tahun 
2006 ini menewaskan 16 jiwa. Puluhan ribu warga Pantai Gading jatuh sakit. 
Selama ini perusahaan tersebut membantah bertanggungjawab. Korespondensi email 
antara direktur Claude Dauphin dan beberapa stafnya menunjukkan pimpinan 
Trafigura sebenarnya tahu limbah yang dibuang itu sangat beracun dan pembuangan 
ilegal. Laporan redaktur Johan Huizinga. 

Setelah penyelidikan intensif, surat kabar De Volkskrant, The Guardian, BBC 
Newsnight serta stasiun televisi Norwegia NRK berhasil mengungkap email-email 
bersangkutan. Isi email ini menunjukkan direktur Claude Dauphin serta beberapa 
stafnya tahu kapal tanki Probo Koala yang disewa itu mengangkut limbah beracun. 
Mereka juga tahu pengangkutan limbah dari Eropa ke Afrika dilarang. 

Email
Organisasi lingkungan Greenpeace kini mengadukan kasus ini ke Kejaksaan Belanda 
karena pihak kejaksaan sendiri tidak menggugat Trafigura terkait pembuangan 
ilegal limbah di Pantai Gading tersebut. Trafigura pedagang minyak terbesar 
ketiga di dunia dan memiliki cabang di Amsterdam, yakni Trafigura Beheer BV. 
Menurut staf Greenpeace, Mariette Harjono, email antara direktur serta staf 
Trafigura menunjukkan, perusahaan tersebut tahu kegiatan mereka sebenarnya 
ilegal. 

Mariette Harjono: "Ia tahu limbah beracun. Mereka tahu hanya di beberapa tempat 
di dunia limbah ini bisa diolah secara baik. Mereka juga tahu dilarang 
mengekspor limbah beracun dari Eropa ke Afrika. Kendati demikian mereka toh 
memutuskan membuang limbah melalui perusahaan samar-samar di Pantai Gading."

Sangat beracun
Tahun 2005, Trafigura membeli minyak bumi berkualitas buruk dengan harga sangat 
murah dari kilang minyak Meksiko. Diputuskan untuk secara kimia membersihkan 
minyak ini sehingga bisa menjadi bensin yang bisa dijual dengan untung besar. 

Tapi metoda ini dilarang di Eropa, Amerika Serikat dan Singapura, karena sisa 
zatnya, terutama air abu dan belerang, kadar racunnya terlalu tinggi. Hanya 
sedikit perusahaan di dunia, salah satunya di Rotterdam, mengolah zat beracun 
ini secara aman, tapi ongkosnya sangat mahal. 

Akhirnya Trafigura memutuskan membersihkan sendiri minyak bumi di atas kapal 
tanki yang disewa, Probo Koala. Tapi ketika perusahaan ini tidak bisa membuang 
sisa zat beracun di Amsterdam dan juga tidak di Nigeria, mereka akhirnya 
menemukan perusahaan pengolah limbah di Abijan yang membuang limbah di tempat 
pembuangan sampah tahun 2006. 

Trafigura selalu bersitegas ini bukan limbah beracun, melainkan zat tidak 
berbahaya, sisa-sisa pembersihan kapal tanki minyak. 

Pemimpin dituntut
Kejaksaan Belanda memutuskan untuk tidak menuntut pemimpin perusahaan Claude 
Dauphin karena mereka tidak mempunyai bukti kuat bahwa dia terlibat dalam kasus 
itu. Greenpeace sekarang menuntut lagi:

"Kami sudah mengajukan tuntutan pada MA di Belanda dengan keluhan bahwa 
kejaksaan tidak menindak lanjuti tindakan pelanggaran hukum. Dan juga untuk 
menuntut pemimpin dan karyawan perusahaan, serta perusahaan secara keseluruhan, 
karena sudah mencemarkan lingkungan sampai berbuntut pada kematian."

Pantai Gading tahu bahwa perusahaan itu sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan 
kasus ini di luar jalur hukum. Juga hal yang sama terjadi di London, kasus yang 
merugikan 31 ribu korban, Trafigura Rabu lalu menyelesaikan dengan jalur damai. 
Ada desas-desus yang menyatakan bahwa perusahaan itu membayar 100 juta euro 
ganti rugi untuk menutup kasus itu. 

Walaupun Trafigura sudah membuat kesepakatan damai di London dan Pantai Gading, 
menurut Mariette Harjono dari Greenpeace tidak ada alasan, untuk tidak 
menggugat lagi perusahaan ini di Belanda. Bukti-bukti baru jelas menunjukkan 
keterlibatan mereka.

"Ya, bukti-bukti itu kami peroleh sesuai dengan aturan hukum. Tapi kami tidak 
akan mengatakan, bagaimana kami memperolehnya."

Saat ini di pengadilan Amsterdam masih berjalan proses perkara skandal racun 
ini, dengan pihak tertuduh antara lain Trafigura dan Pemerintah Kota Amsterdam. 
Menurut dakwaan, Amsterdam ikut bertanggung-jawab, karena membiarkan kapal 
tanker tersebut meninggalkan pelabuhan menuju Afrika. Bukti-bukti lalu-lintas 
e-mail yang ada sekarang ini mungkin akan membantu kelancaran proses 
pengadilan, yang sejauh ini berlangsung sangat tersendat-sendat.


* Normal;heading 1;
GEMA WARTA TOPIK  INTERNASIONAL: BIROKRASI UE HAMBURKAN 40 TRILIUN EURO PER 
TAHUN

BIROKRASI UE HAMBURKAN 40 TRILIUN EURO PER TAHUN


Komisi Eropa akan menerbitkan aturan baru untuk menertibkan penghamburan 
trilyunan uang setiap tahun, akibat kelebihan aturan. Banyak pihak mengeluh, 
tapi sudah mulai ada perbaikan.


Laporan Vanessa Mock dari Strasbourg


Buruh lapangan berteriak memberi aba-aba ketika peti kayu dimuat ke dalam 
kendaraan menggunakan forklift, atau mesin pengangkat barang. Walaupun sedang 
resesi, kegiatan pada pagi hari bulan September ini tetap sibuk. Tapi, 
Christian Dupuy, direktur perusahaan angkutan, sibuk memikirkan urusan lain: 
birokrasi Eropa.

Christian Dupuy, seorang pengusaha otodidak dari Strasbourg, punya rencana 
besar untuk mengembangkan usahanya. Tapi, sebagaimana ribuan pengusaha lainnya, 
ia sering terhadang oleh berbagai aturan Uni Eropa.

"Ada sekian banyak aturan, dan sulit bagi kami untuk melaksanakan itu semua," 
kata Christian Dupuy. Ia berusaha keras membuat perusahaannya sadar lingkungan. 
Antara lain dengan memanfa'atkan peluang subsidi Program Hijau Uni Eropa, 
mengalihkan angkutan jalan raya, jadi angkutan kereta api. "Tapi, saya harus 
berhubungan dengan siapa? Saya mendapat sekian banyak informasi tertulis, tapi 
semuanya dalam bahasa Inggris. Jadi, kami harus mengeluarkan uang untuk 
menerjemahkan dokumen tersebut. Sulit bagi banyak perusahaan kecil untuk 
membayar pengeluaran seperti itu," katanya. Dan akhirnya, setelah capek 
menelepon ke sana ke mari, ia menyimpulkan, situasinya ternyata tidak 
memungkinkan. 

CLIP CHRISTIAN DIRECTIVES
"Setiap kali kami harus menelepon ke mana-mana, ke sekian banyak nomor, untuk 
menemui pejabat yang mungkin bisa membantu. Itu benar-benar 'survival of the 
fittest'." 

Trilyunan penghamburan
Keputus-asaan Christian Dupuy sudah bukan hal aneh lagi. Hal ini merupakan 
salahsatu sumber penghamburan trilyunan euro. Menurut Edmund Stoiber, kampiun 
anti birokrasi Komisi Eropa, akibat birokrasi yang berlebihan ini, Uni Eropa 
setiap tahun merugi lebih dari 40 trilyun euro. Ia kini sedang mempersiapkan 
paket kebijakan untuk menyederhanakannya. Uni Eropa punya 80.000 halaman 
Undang-Undang. Dan menurut Edmund Stoiber, banyak di antaranya sama sekali 
tidak diperlukan. Ia akan menghapus sekian banyak aturan administasi dan 
keamanan kerja perusahaan, yang wajib diterapkan oleh sekian banyak jenis 
usaha, mulai pabrik roti hingga perusahaan peternakan. Wim van de Camp, anggota 
parlemen Eropa, dari fraksi Kristen Demokrat, CDA:

CLIP WIM NODIG
"Masalahnya adalah kita telah berhasil membangun pasar internal dengan baik. 
Tapi, secara bersamaan, kita juga sekaligus menyusun sekian banyak beban 
admistratif. Saya sadar, sulit untuk meloloskan rencana paket kebijakan ini. 
Tapi, kita harus melakukannya. Sebagai contoh, saat ini, suatu perusahaan 
kecil, harus menghadapi segunung formulir pajak yang harus mereka isi. Mengapa 
tidak menyusun formulir standar secara online, yang bisa mereka isi dengan 
cepat." 

Pelobby
Banyak dari usulan Komisi Eropa dikategorikan masuk akal dan mudah untuk 
dilaksanakan. Tetapi Van de camp memperingatkan ada sejumlah besar akuntan, 
pengacara dan ahli pajak, yang mengambil untung dengan membantu para pebisnis 
agar bisa menembus lembah birokrasi Brussel. Mereka ini sekarang giat melobby 
agar usulan penghematan ini dibatalkan.

clip wim kamp 1
"Kita harus jujur, para pelobby ini punya tujuan tersendiri. Tetapi baik Komisi 
maupun Parlemen Eropa, tidak boleh menggantungkan keputusan kepada para 
pelobby. Sat ini kita menghadapi krisis ekonomi dan perbankan, dan sekarang 
tiba waktunya untuk melakukan reformasi."

Ironisnya, Komisi Eropa sekarang mengajukan usulan untuk membentuk badan Eropa 
baru yang harus menanggulangi birokrasi. "Ya, kelihatannya memang sangat aneh. 
Tapi saya harap ini akan mengganti dan bukannya menambahkan kelompok yang kita 
miliki sekarang."

Satu Eropa, Banyak Peraturan
Kembali ke gudang perusahaannya, Christian Dupuy menanggapi sedikit skeptis 
mengenai rencana reformasi tersebut. "Dengan aturan ini jumlah teknokrat Eropa 
atau Erokrat justru semakin bertambah. Mengapa tidak mengkonsultasikan mereka 
yang memang berbisnis, dan menanyakan bagaimana situasi yang sebenarnya?

Clip christian 1
"Ini seperti memasang kuda di belakang kereta. Kita membuka perbatasan, bisa 
membawa barang dari dan ke berbagai wilayah Eropa, tapi tiap negara justru 
berbeda aturannya. Bahkan kita tidak punya satu pajak jalan yang seragam. 
Apabila seorang supir truk angkutan ingin ke Belgia, dia harus membeli surat 
ijin. Di Jerman orang harus membelinya di tempat-tempat khusus, di Prancis, 
kamu membayar jika masuk jalur cepat negara itu, tiap negara punya aturan yang 
berbeda."

Tapi tidak semuanya buruk, demikian banyak pakar bisnis. Ursula Guri-Kaminski 
dari Kamar Dagang Strassbourg, adalah juga pakar konglomerat Eropa. Ia 
mengatakan Brussel telah mengubah aturan mereka dalam skala cepat dan besar.

clip commerce

"Apabila kita menilik 20 tahun terakhir, maka bisa dilihat sebuah perusahaan 
bisa beroperasi lebih mudah dan menjual produk di luar negeri. Regulasi selalu 
diperbarui karena Komisi Eropa mendengar keluhan yang diajukan para pebisnis 
ini. Yang tidak dapat dipungkiri, tiap demokrasi pasti punya birokrasinya 
sendiri."


* PENDUDUK AMERIKA UTARA DIBERI KANTONG JENAZAH

Ketika flu Mexico mengancam akan menyebar diantara penduduk asli Amerika utara 
di Kanada untuk kedua kalinya, para pemimpin suku disana meminta bantuan 
pemerintah. Mereka mengharapkan bantuan obat-obatan dan tenaga dokter. 
Sebaliknya pemerintah mengirim kantong-kantong jenasah. Demikian koresponden 
Jan Huisman.

David Harper adalah pemimpin besar 30 suku bangsa asli Amerika di Manitoba 
utara yang dikenal di Kanada sebagai suku Bangsa Pertama. Kepada Radio 
Nederland ia mengatakan, ketika ia meminta uluran tangan pemerintah ia berharap 
akan menerima lebih banyak bantuan ketimbang sabun pencuci tangan disinfektan 
yang membunuh kuman atau masker penutup mulut dan hidung. I samasekali tidak 
terpikir soal kantong jenasah

clip 1 : "Sama sekali tidak. Itu bahkan tidak pernah dibicarakan. Suatu 
penghinaan bagi masyarakat kami, ketika kami meminta bantuan, yang kami terima 
hanyalah kantong-kantong jenasah. Ini memberi pesan yang jelas, inil yang kami 
dapat, urus saja sendiri. Kami minta bantuan untuk jangka panjang. Kami minta 
bantuan dokter, tenaga perawat tapi bukan kantong jenasah".

Awal tahun ini flu tersebut menyebar diantara suku Bangsa Pertama. 
Sekolah-sekolah di pedalaman Minesota tutup. Kami menghabiskan hampir satu juta 
dollar untuk menerbangkan orang ke rumah sakit di kota-kota besar, tegas kepala 
suku David Harper. Tapi suku Bangsa Pertama tidak tercantum dalam daftar 
prioritas vaksinasi pemerintah. 

Peka
Seperti halnya suku-suku bangsa asli lain yang tersebar di seluruh Amerika 
Utara, banyak suku Bangsa Pertama Kanada hidup di daerah-dearah penampungan 
yang miskin. Menurut kepala suku David Harper, kesehatan para penghuni di sana, 
sangat peka bila pecah wabah flu.

"Tidak semua daerah penampungan penduduk asli itu memiliki air ledeng, sistim 
penghangat rumah, paling hanya ada tungku pemanas. Belum lagi kepadatan 
penduduk yang merupakan masalah besar. Ada satu keluarga yang tediri dari 29 
orang, hidup dalam satu rumah dengan dua kamar tidur".

Tidak mengherankan suku bangsa asli itu sangat parah terkena wabah virus H1N1. 
Menurut kepala suku David Harper, pejabat pemerintah tidak bisa memahami 
bagaimana penduduk asli sulit mencegah wabah flu melihat situasi dan kondisi 
tempat tinggal mereka di daerah-daerah penampungan tersebut.

clip 2 : Kami tidak memiliki air ledeng padahal kami diajarkan untuk mencuci 
tangan mencuci baju. Kalau kami mengambil se-ember air dari danau, sulit sekali.

Pesan Keliru
Di kota kepala suku David Harper tidak ada dokter tetap, hanya dua tenaga 
perawat untuk 4 ribu penduduk. Ketika penduduk lokal kembali diancam wabah flu, 
kepala suku David Harper bersama beberapa kepala suku lain minta bantuan 
obat-obatan, tenaga dokter dan rumah sakit darurat.

clip 3 : Kami minta agar diberikan program pelayanan kesehatan, lebih banyak 
tenaga dokter. Sejauh ini yang hanya kami terima adalah kantong jenasah. Kalau 
dikirim obat-obatan jauh-jauh hari sebelumnya dapat kami pahami, tapi ketika 
priositasnya adalah mengirim kantong-kantong jenasah untuk memerangi virus 
H1N1, itu adalah pesan yang sangat keliru.

Menteri kesehatan federal Kanada Leona Aqlukkaq memerintahkan pengusutan baru, 
mengapa dikirim kantong-kantong jenasah ke daerah-daerah penampungan suku 
bangsa asli Amerika utara. Menteri kesehatan Aqlukkaq menyebut sikap kementrian 
kesehatan Kanada itu sebagai "Kulit Badak dan Suatu Penghinaan".


* PARLEMEN MENJADI "PASAR GELAP" KEKUASAAN?

Menjelang akhir masa baktinya, DPR belum juga merampungkan pekerjaan. Parlemen 
nasional maupun daerah harus merevisi cara kerjanya. Kalau tidak, rakyat akan 
terjebak berbagai macam undang-undang yang salah kaprah. Di Aceh, rakyat 
terjebak Qanun Jinayah yang tak beradab, di Jakarta RUU Tipikor memudahkan 
koruptor lolos, dan RUU Rahasia Negara dapat menjebak republik ini membelenggu 
hak-hak sipil para warganya. Sementara banyak anggota DPR baru adalah hasil 
dagang politik. DPR baru mau ke mana? Laporan koresponden Aboeprijadi Santoso 
dari Jakarta.


Apa yang terjadi di Aceh dengan pengesahan rancangan Qanun Jinayah lengkap 
dengan hukum rajam barangkali adalah sebuah simtom dari motif dan cara kerja 
parlemen zaman sekarang - yakni parlemen di masa demokrasi ala Indonesia masih 
harus berkonsolidasi dan mengakar. Elit politik lama di parlemen lama bercokol 
tapi mencoba menyelamatkan diri atau bermalas-malas hingga meloloskan sebuah 
rancangan undang-undang yang kontan banyak dikritik sebagai inkonstitusional 
karena bertentangan dengan peri kemanusiaan. Tetapi ulah DPR NAD yang akan 
segera diganti DPR Aceh hasil pemilu terakhir itu, bukan gejala tersendiri. 
Parlemen tingkat nasional pun terkesan bekerja kurang baik. Selain terkenal 
seringkali kursi-kursinya kosong karena banyak anggota dewan tidak menghadiri 
sidang, DPR tahun-tahun belakangan sering terkait kasus korupsi dan bekerja 
lamban. 

Gunjang ganjing sekitar Komisi Pemberantasan Korupsi KPK, lembaga yang mungkin 
paling bersih di negeri ini, mau tak mau membuat orang bertanya-tanya akan 
peran DPR sejak memilih ketuanya Antasari, yang kini tersangka pembunuhan, dan 
upayanya tempo hari ketika hendak mendemisionerkan para wakil ketua KPK. 
Sekarang ketika Polisi pun seperti menekan KPK, dengan menjadikan dua pimpinan 
KPK sebagai tersangka, DPR diam. Banyak kemelut seputar DPR tingkat nasional 
mau pun daerah membuat orang bertanya-tanya tentang sifat, mutu dan konsolidasi 
demokrasi di Indonesia ini. Misalnya seorang caleg yang pernah terlibat kasus 
kriminal dan pernah dihukum penjara 6 bulan, toh dilantik juga, meski UU 
mensyaratkan anggota Dewan tidak boleh pernah terhukum lebih dari 5 bulan. 
Walhasil, DPR lama mau pun yang mendatang pun dihujani pertanyaan.

Sebanyak 22 RUU masih menanti penggodokan dan pengesahan padahal masa bakti DPR 
lama tinggal beberapa pekan. Dari 22 itu, sedikitnya ada lima yang penting dan 
mendesak, tetapi hasilnya mengecewakan. RUU Tipikor yang seharusnya menetapkan 
UU khusus bagi pengadilan kasus korupsi ditenggarai penuh kelemahan dalam cara 
memilih dewan hakim dan wewenangnya. Dengan tersendatnya RUU Tipikor, maka 
tugas penting ini beralih ke DPR baru padahal tenggat waktunya hanya sampai 
Desember. Ini berarti presiden terpilih harus mengeluarkan Perpu bila dia 
bertekad melanjutkan pemberantasan korupsi yang efektif. Paling gawat, RUU 
Rahasia Negara yang justru tidak harus segera, malah buru buru disiapkan, 
akibatnya banyak bolong bolong, yang membuat warga mudah berisiko dihukum denda 
jutaan rupiah, bahkan hukuman mati bila tidak waspada. "Rahasia Negara" 
dirumuskan secara luas dan bersifat karet, dapat mengancam warga, penulis dan 
wartawan tanpa sengaja mengungkap apa yang disebut "rahasia negara". 

Presiden SBY segera memanggil Menteri Pertahanan Yuwono Sudarsono yang menuduh 
DPR bekerja terburu-buru tanpa alasan. Dan DPR pun segera menangkis. Kemelut 
ini akhirnya membuat mayoritas DPR menuntut RUU Rahasia Negara ditunda dan 
diperbaiki. Bagi kalangan pengamat, kinerja DPR memang membuat orang skepsis. 
Apa jadinya DPR baru yang mewarisi DPR lama seperti itu, lagi pula, selain 
banyak muka baru yang cakap dan kredibel, namun secara keseluruhan DPR baru, 
nasional mau pun daerah, adalah hasil pemilu April yang kampanyenya 
memperlihatkan perdagangan politik. Kursi parlemen bukan lagi mewakili 
pengabdian, melainkan mata pencaharian. Rocky Gerung, dosen filsafat 
Universitas Indonesia mengimbau para wakil rakyat untuk menunaikan tugas dengan 
membudayakan politik pengabdian, bukan politik nafkah. 

Rocky Gerung: Anggota DPR sekarang melihat politik sebagai mata pencaharian. 
Dan para politisi di tingkat partai pun, mengijinkan para anggota agar mencari 
pekerjaan, supaya pundi-pundi partai bisa diisi lewat proyek ekonomi yang 
merupakan upaya utama dari anggota DPR. Bagus buat partai, buruk buat 
peradaban. Nah seharusnya politik Indonesia itu diselenggarakan di dalam misi 
kebudayaan. Tapi dalam hari-hari ini, politik bukan sekolah kebudayaan, tapi 
jadi semacam pasar gelap kekuasaan.

Demikian Rocky Gerung dan sekian pula laporan Aboeprijadi Santoso dari Jakarta.


* KEMATIAN NOORDIN M. TOP TIDAK BERARTI TERORISME TUNTAS

Keberhasilan Polri - dalam hal ini Detasemen 88 Anti Teror Polri Jawa Tengah 
menewaskan gembong teroris Noordin M. Top tidak berarti pemberantasan terorisme 
di Indonesia sudah tuntas dan berakhir. Perang melawan teror bukan perang 
biasa. Ini merupakan perang keyakinan antara pihak yang baik dan yang jahat 
dengan melibatkan Tuhan. Dalam prakteknya setelah kasus kematian seorang 
teroris seperti Noordin M. Top, aksi teror tiarap, tapi tidak mengherankan, 
jika akan muncul lagi beberapa bulan kemudian. Demikian pakar terorisme LIPI - 
Hermawan Sulistyo menanggapi kematian Noordin M. Top.

Hermawan Sulistyo (HS) : Noordin ini kan dijadikan "icon" puncak dari seluruh 
yang dibilang gembong teroris. Gembong atau pentolan begitu. Tapi dia itu kan 
bukan pimpinan, karena sel-sel seperti ini bukan suatu organisasi yang 
terstruktur yang punya garis komando lalu bergerak kalau kepalanya ditembak 
mati. Tidak seperti itu. 
Sejak namanya muncul dalam bom Bali-1, Noordin sendiri itu bukan pemain utama 
pada saat itu. Dia kalah dengan pelaku-pelakunya seperti Ali Imron, Imam 
Samudra. Kemudian Noordin itu dijadikan "icon" dilegendakan dalam tanda petik 
sehingga ada "scapegoat target". Kambing hitam begitu, sekaligus "icon" tentang 
terorisme. Nah sekarang mati, pemerintah memerlukan "icon" baru. Kenapa? 
Pemerintah tidak akan bisa menjelaskan kalau dalam dua-tiga bulan ke depan, ada 
bom lagi. Itulah yang sedang dibangun oleh pemerintah, polisi, dengan Jaelani, 
nama-nama yang baru, yang sebenarnya bukan baru, tetapi tidak begitu akrab bagi 
orang awam. 

Radio Nederland (RN) : Mengapa pemerintah membutuhkan "icon" baru?

HS : Karena orang seperti Noordin atau Azahari cuma satu dua. Jumlah mereka 
yang punya kemampuan seperti itu sebenarnya lebih dari 400 orang. Sel-sel nya 
juga berbiak karena di "miss persepsikan" (disalah persepsikan, red.) publik 
itu bahwa ini sebuah sel teroris, sebuah organisasi, dengan jaringan yang 
sangat rahasia, yang ketat segala macem. Di satu sisi ya, tapi itu saja tidak 
cukup. Karena ini bukan perang biasa. Ngak bisa disebut perang melawan 
terorisme. 
Ini perang dalam bentuk yang paling baru antara keyakinan mengenai pihak yang 
baik melawan pihak yang jahat, buruk dan salah. Lalu dalam pertarungan itu 
melibatkan Tuhan. Bagaimana kasus dua korban di Jatiasih - Bekasi, mayatnya 
dibawa ke Solo, di sana dispandukan sebagai pahlawan. Masa satu kampung itu mau 
diperangi, kan tidak? Apakah mereka sel teroris ? Bisa ya, bisa tidak. Tapi 
mereka yakin bahwa mereka memperjuangkan sesuatu di pihak yang benar, di pihak 
yang baik, dengan keyakinan Illahiah, keyakinan keTuhanan, sehingga melibatkan 
Tuhan. Begitu kan ? 
Akibatnya apa? Jangan mimpi Noordin ini mati lalu berhenti. Biasanya setelah 
kasus begini itu, tiarap. Apalagi ini lebaran. Nah akhir tahun, mulai lagi. Kan 
gitu. Dengan dua prasayarat yaitu ada dana dan ada bahan peledak. Karena 
keyakinan ini tidak akan begitu saja hilang dan itu banyak penganutnya. Kalau 
peluang kemudian memungkinan untuk memperoleh dana dan bahan peledak, ya jadi 
tinggal soal waktu saja. Kan begitu ? 

RN : Apa kunci keberhasilan dari aparat keamanan, dalam hal ini Polri sejauh 
ini, sampai bisa mematahkan Noordin M Top ini?

ikuti wawancara selengkapnya di : .............


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke