---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 27 Oktober 2009 14:30 UTC



** TANAH LONGSOR DI PATI, JATENG

** GUBERNUR KEPULAUAN RIAU TOLAK PENGUNGSI

** PEREMPUAN ACEH BARAT DILARANG PAKAI JEANS KETAT

** TOPIK TINJAUAN PERS: OMSET BIRO PERJALANAN BELANDA MEROSOT PESAT DAN TUGAS 
PENUH TANTANGAN MOHAMMAD NUH

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BELANDA PROMOSIKAN SEPAK BOLA PEREMPUAN ASIA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KELAB ROMA BICARA DENGAN DIRI SENDIRI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TERCERABUT DARI BELANDA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MENYALURKAN LULUSAN UNIVERSITAS CINA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KEPULAUAN RIAU TOLAK PENGUNGSI SRI LANKA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ADAKAH REKAYASA KRIMINALISASI KPK



* TANAH LONGSOR DI PATI, JATENG

Di desa Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, lima orang terkubur hidup-hidup dalam 
tanah longsor dipicu hujan lebat. Demikian lapor kantor berita Antara. Aliran 
lumpur menghantam rumah penduduk Senin kemarin, menguburkan lima orang yang 
sedang menonton televisi, atau tidur. Tiga rumah habis diratakan tanah. Tanah 
longsor sering terjadi di Indonesia, akibat penggundulan hutan bertahun-tahun. 
Pegiat lingkungan hidup memperingatkan tanah longsor disebabkan penebangan 
hutan secara eksesif serta gagalnya penanaman kembali hutan.


* GUBERNUR KEPULAUAN RIAU TOLAK PENGUNGSI

Gubernur kepulauan Riau, Ismeth Abdullah, menolak menerima kapal berpenumpang 
hampir 80 pencari suaka Sri Lanka. Pekan lalu, kapal, yang dalam perjalanan 
menuju Australia, mengalami kerusakan. Australia kemudian mengirim kapal untuk 
menyelamatkan warga Sri Lanka tersebut. Dengan pemerintah RI disepakati bahwa 
pencari suaka akan diijinkan masuk Indonesia atas alasan kemanusiaan. Kendati 
demikian, Gubernur Riau menyatakan Indonesia bukan tempat pembuangan pengungsi. 
Ia menolak kapal tersebut bersandar di pelabuhan Kijang, kecuali kalau Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan itu.


* PEREMPUAN ACEH BARAT DILARANG PAKAI JEANS KETAT

Aceh Barat melarang pemakaian celana ketat bagi kaum perempuan muslim. 
Peraturan ini mulai berlaku awal tahun depan. Demikian kata Bupati Aceh Barat 
Ramli Mansur.  Jika perempuan muslim tertangkap basah memakai celana ketat, 
celana itu akan dirobek saat itu juga. Sebagai ganti rugi ia diberikan rok baru 
secara cuma-cuma. Peraturan juga berlaku bagi laki-laki. Menurut persyaratan 
religius baru, mereka tidak boleh lagi memakai celana pendek. Peraturan hanya 
berlaku bagi pria muslim. Peraturan tidak berlaku bagi warga non muslim di Aceh 
Barat.


* ISRAEL PERSULIT PALESTINA SOAL AIR

Israel mempersulit warga Palestina di Tepi Barat Sungai Yordan memperoleh air. 
Demikian laporan organisasi hak azasi manusia Amnesty International. Menurut 
Amnesty, Israel memakai 80 persen sumber air di Tepi Barat untuk daerah 
pemukiman di sana. Padahal sumber air itu untuk keperluan bersama. Menurut 
laporan Amnesty, warga Israel rata-rata bisa memperoleh 300 liter air per hari, 
sedangkan warga Palestina hanya 70 liter saja. Amnesty juga melaporkan bahwa 
warga Palestina di Tepi Barat hampir sama sekali tidak bisa menggali sumber air 
karena Israel menolak mengeluarkan ijin untuk itu. Israel mencap laporan 
Amnesty International tidak benar dan berpraduga.


* FBI SELAMATKAN ANAK-ANAK KORBAN PELACURAN

Dalam aksi tiga hari di seluruh Amerika Serikat, biro investigasi federal FBI 
menyelamatkan 52 anak-anak dari dunia pelacuran. Lebih dari 700 tersangka 
ditangkap, termasuk 60 germo. Anak-anak yang dibebaskan berusia antara sepuluh 
sampai 18 tahun, terutama anak gadis, tapi juga laki-laki. Mereka bekerja di 
jalan, tempat judi dan di tempat parkir truk. Menurut FBI, pelacuran anak-anak 
di Amerika Serikat masalah besar. Tahun-tahun belakangan FBI membebaskan hampir 
seribu korban anak-anak dari tangan germo dan pedagang manusia.


* SEPUPU MICHELETTI DIBUNUH

Sepupu penguasa Honduras Roberto Micheletti dibunuh. Enzo Micheletti, 25 tahun 
ditemukan tewas di dekat kota Choloma, sekitar 250 kilometer utara dari ibukota 
Tegucigalpa. Ia dilaporkan hilang sejak Jumat lalu. Diduga ini pembunuhan 
bermotif politik. Kasus ini bisa memperparah krisis Honduras. Pekan silam, 
perundingan antara Micheletti serta presiden tersingkir, Manuel Zelaya, tidak 
membuahkan hasil.


* KOTA EROPA DILANDA KEBISINGAN LALU LINTAS

Separuh kota Eropa dilanda kebisingan akibat lalu lintas udara, darat dan 
kereta api. Banyak penduduk mengalami gangguan tidur, belajar dan tekanan darah 
tinggi. Demikian tercantum dalam laporan Badan Lingkungan Eropa, EEA. 
Sedikitnya 41 juta orang di kota-kota berpenduduk lebih dari 250 ribu jiwa 
menghadapi kebisingan minimal 55 desibel. Ini batas maksimal yang ditetapkan 
Organisasi Kesehatan Dunia WHO. Kebisingan terus-menerus dan pada kurun waktu 
lama bisa mengakibatkan masalah kesehatan parah seperti serangan jantung. Dari 
semua ibukota Eropa, Bratislava di Slovakia paling berisik, disusul Warsawa dan 
Paris. Juga negara berpenduduk padat seperti Belanda, Jerman dan Britania Raya 
dilanda kebisingan lalu lintas, ujar Badan Lingkungan Eropa, EEA. Namun 
angka-angka yang disebut itu tidak lengkap, karena sejumlah negara Eropa, 
termasuk Prancis dan Belgia tidak menyerahkan data lengkap kepada EEA.


* VENEZUELA TUDUH KOLOMBIA BERSPIONASE

Venezuela mengajukan keluhan resmi kepada Kolombia terkait kegiatan spionase di 
kawasan Venezuela. Detil-detil tuduhan itu tidak diumumkan. Keluhan yang 
diajukan Venezuela makin memperburuk hubungan antara kedua negara. Pemerintah 
di Caracas dan Bogota sudah sering berselisih soal perdagangan narkoba di 
kawasan perbatasan serta gerakan pemberontak Kolombia, FARC. Awal tahun ini, 
presiden Venezuela, Hugo Chavez  mengakhiri hubungan dengan Kolombia, karena 
Bogota memperbolehkan penempatan pasukan Amerika di pangkalan militernya. 
Chavez yang anti-Amerika cemas Amerika Serikat ingin memakai pangkalan militer 
untuk menyerbu negaranya. Rekan sejawatnya dari Kolombia, Alvaro Uribe berkata, 
pasukan Amerika hanya membantu dalam perlawanan pemberontak dan perdagangan 
narkoba.


* DUA PILOT DISKORS KARENA MAIN LAPTOP

Dua pilot Amerika yang pekan silam lupa mendaratkan pesawat terbang, di kokpit 
sedang sibuk main laptop dan membahas jadwal tugas, sehingga lupa mendarat. 
Demikian kata kedua pilot kepada Dewan Keamanan Transportasi Amerika, yang 
menginterogasi mereka. Rabu lalu dua pilot maskapai penerbangan Northwest 
Airlines seharusnya mendarat di Minneapolis, tapi melewati bandara tujuannya 
sejauh 230 kilometer. Dua orang tersebut membantah desas-desus mereka 
ketiduran. Selama satu jam tidak ada kontak dengan menara kontrol, yang 
langsung melapor kejadian ini. Dua pesawat tempur disiapsiagakan tapi tidak 
perlu beraksi. Pesawat terbang akhirnya mendarat juga di Minneapolis. Dua pilot 
diskors. Mereka kemungkinan besar dipecat. Main laptop dalam penerbangan, 
bertentangan dengan peraturan Northwest Airlines.


* PERMUKAAN AIR LAUT AUSTRALIA MAKIN MENINGKAT

Makin naiknya permukaan air laut mengancam ribuan rumah penduduk Australia. 
Pemerintah di Canberra kemungkinan harus memaksa penduduk meninggalkan kawasan 
pesisir. Demikian kata komisi parlementer yang menyelidiki dampak perubahan 
iklim. Menurut komisi pesisir Australia harus dilindungi dari naiknya permukaan 
air laut. Kebijakan pesisir yang sekarang terlalu terpecah. Karena itu masalah 
ini perlu ditangani pemerintah pusat. Pihak berwenang juga harus 
mempertimbangkan membatasi pembangunan perumahan di wilayah pesisir. Sekitar 80 
persen dari 21 warga Australia tinggal di pesisir.


* KORBAN TEWAS PERTAMA H1N1 DI RUSIA

Di Rusia untuk pertama kali jatuh korban jiwa akibat flu Meksiko. Di kota 
Chita, Siberia utara, dua perempuan meninggal dunia karena tertular virus H1N1. 
Dua perempuan, 50 dan 29 tahun juga mengidap infeksi paru-paru. Perempuan 
berusia 29 tahun sedang mengandung. Anaknya tidak bisa diselamatkan. Akhir 
September lalu, Rusia melaporkan tewasnya seorang dokter akibat virus H1N1. 
Tapi laporan ini ternyata tidak benar.


* BERITA BURSA

Hari ini bursa saham Eropa tidak mengalami banyak perubahan. Investor 
menantikan angka-angka konsumsi penting dari Amerika Serikat yang baru 
diketahui akhir hari ini. Tidak lama setelah dibuka, Indeks AEX di Amsterdam 
naik 0,1 persen pada 312,91 poin. Bursa saham di Frankfurt, London dan Paris 
naik 0,4 persen. 

Bursa saham di Tokyo ditutup lebih rendah. Indeks Nikkei merugi 1,45 persen 
pada 10.212,46 poin. 

Satu Euro tercatat 1,4906 Dolar Amerika.
Satu Dolar Amerika bernilai 9.540,01 Rupiah. 
Satu Euro sama dengan 14.199,44 Rupiah.


* OMSET BIRO PERJALANAN BELANDA MEROSOT PESAT DAN TUGAS PENUH TANTANGAN 
MOHAMMAD NUH

Musim panas ini, omset biro perjalanan Belanda turun 14 persen dibanding 
setahun lalu. Juga jumlah orang yang berlibur ke luar negeri turun sebanyak 
tujuh persen. Demikian hasil penelitian asosiasi biro perjalanan Belanda, ANVR.

Menurut ANVR, merosotnya omset disebabkan wisatawan memilih liburan lebih 
murah. Ini semuanya terkait krisis ekonomi, kata juru bicara ANVR dalam harian 
pagi Belanda, De Volkskrant. 

Terutama penjualan tiket untuk penerbangan jauh turun, yakni dengan 21 persen. 
Musim panas ini, Amerika Serikat negara tujuan penerbangan jauh paling populer. 
Kendati demikian, jumlah wisatawan ke Amerika Serikat 32 persen lebih sedikit 
ketimbang tahun 2008. 

Warga Belanda yang berlibur pakai mobil terutama memilih ke Prancis dan Jerman, 
tulis De Volkskrant. 

Senin kemarin ANVR juga mengumumkan angka-angka sementara pemesanan liburan 
musim dingin. ANVR tidak optimis. Sejauh ini pemesanan 15 persen lebih kurang 
ketimbang tahun lalu. Austria korban terbesar. 

Tapi ini tidak berarti angka pemesanan tetap seburuk itu. 'Kini orang baru pada 
titik terakhir memesan liburan. Dalam waktu tidak menentu ini, orang tidak suka 
mengeluarkan uang. Tapi akhirnya mereka toh memilih berlibur', kata jubir ANVR, 
seperti dikutip De Volkskrant. 

Kita beralih ke topik Indonesia. 

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh harus mengerjakan tugas-tugas penuh 
tantangan. Ia akan bertanggungjawab atas SDM paling berharga Indonesia, yakni 
para siswa dan mahasiswa.Tanggungjawab besar karena menentukan masa depan 
negara. Demikian tulis harian berbahasa Inggris, The Jakarta Globe. 

Juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan pentingnya sektor pendidikan, 
yang termasuk butir utama agenda politiknya. 

Dalam menyusun visi serta strategi, Mendiknas harus mempertimbangkan beberapa 
prinsip utama. Reformasi sistem pendidikan tidak hanya menyangkut kurikulum 
saja. Mohammad Nuh harus mencari akar masalahnya. 

Terlalu lama sistem pendidikan Indonesia gagal mempersiapkan para siswa dan 
mahasiswa menyongsong abad ke-21. Sebuah bangsa moderen, yang berpikir ke depan 
membutuhkan orang-orang muda dengan pendapat-pendapat baru serta mampu 
mengatasi pelbagai masalah. Kemampuan ini belum dimiliki generasi muda 
Indonesia, tulis The Jakarta Globe. 

Selanjutnya, sistem pendidikan perlu berorientasi pada proses dan bersifat 
analisa. Artinya, para siswa dan mahasiswa, supaya lulus ujian, perlu tahu 
bagaimana bisa menuangkan sebuah ide dalam konteks wacana, daripada hanya 
menghafalkan fakta.  

Selain itu jumlah siswa dan  mahasiswa  di dalam kelas terlalu besar, sehingga 
guru tidak bisa menaruh cukup perhatian kepada masing-masing muridnya. Kalau 
jumlahnya sedikit, maka ini bisa mendorong interaksi serta berbagi ilmu antar 
siswa atau mahasiswa.  

Dan yang tidak kalah penting, birokrasi harus dibasmi, karena birokrasi 
menghambat proses reformasi, membatasi kreativitas dan akhirnya merugikan anak 
didik atau mahasiswa. 

Demikian tulis The Jakarta Globe. Dan sekian pula Tinjauan Pers untuk kali ini.


* BELANDA PROMOSIKAN SEPAK BOLA PEREMPUAN ASIA

Sepak bola lebih dari sekedar permainan bola, Federasi Sepak Bola Internasional 
(FIFA) juga tahu. FIFA memusatkan perhatian pada program pengembangan untuk 
generasi muda. Toh warga Belanda Willem Grimminck berharap lebih banyak 
perhatian dicurahkan bagi pemain muda Asia. Terutama yang perempuan. Beberapa 
bulan mendatang dia akan bermain bola keliling Asia. Dia ingin memancing 
perhatian FIFA dalam rangka Piala Dunia 2010. Laporan Aletta Andre.

"Indah rasanya menyaksikan sebuah tim  baru memilih kapten dan bagaimana si 
kapten menjalankan peran itu. Anda melihat kepercayaan diri bertumbuh. Sepak 
bola dan pembentukan tim yang termasuk di dalamnya, membuat gadis-gadis muda 
sadar mereka punya bakat. Dengan ini mereka bisa dimotivasi untuk mengembangkan 
bakat." 

Willem Grimminck bercerita soal pekerjaannya dengan semangat. Setahun yang lalu 
dia mulai menggunakan sepak bola sebagai instrumen untuk pekerjaannya di ATSEC, 
sebuah organisasi yang berjuang memberantas perdagangan manusia. Pekerjaan ini 
dimulai di pedesaan negara bagian Jharkhand, India.  Apa yang tadinya berawal 
sebagai sejumlah pertandingan, saat ini berkembang menjadi sebuah klub dengan 
empat tim perempuan dan dua tim pria. Selain itu, klub juga jadi ajang diskusi 
dan batu loncatan untuk masa depan yang lebih baik.

Pertandingan Sepak Bola
Untuk mempromosikan pemanfaatan sepak bola dalam proyek-proyek pembangunan di 
Asia, tidak lama lagi Grimminck akan berangkat dari India ke Zurich, Swiss, di 
mana FIFA berkantor. Turut menemani seorang warga Amerika Franz Gastler, yang 
mendirikan organisasi Yuma di Jharkhand. Dalam perjalanan, mereka akan 
menyelenggarakan pertandingan sepak bola untuk pemuda setempat di 20 lokasi di 
India, Nepal dan Pakistan.

Keduanya mengadakan penelitian tahun lalu tentang  keuntungan sepak bola bagi 
pembangunan. Berkat klub Yuma, sejumlah pemuda mendapat beasiswa Akademi Sport 
India. Mereka mendapat pendidikan dan latihan sepak bola gratis. Selain itu, 
olah raga juga membantu kaum muda secara tidak langsung.

"Terutama untuk perempuan, sangat penting untuk bisa mendiskusikan posisi 
mereka yang lebih rendah di masyarakat," demikian Grimminck. " Sepak bola 
menyatukan mereka dan menyediakan mimbar untuk bicara. Ini memberi kesempatan 
untuk saling menyemangati satu sama lain untuk misalnya bersekolah atau 
bekerja. Juga sering ada konfrontasi dengan keluarga. Mereka tidak bisa 
menghadapinya sendirian, tapi bersama-sama."

Perdagangan Manusia
Di banyak tempat di India, tidak semua orang tua mendorong anak gadisnya untuk 
mempelajari sebuah keahlian atau bekerja. Seringkali keluarga lebih baik 
kehilangan anak gadisnya ketimbang uang. " Di pedesaan Jharkhand masih berlaku 
pemikiran bahwa perempuan tidak ada nilainya," kata Grimminck. "Ini menyebabkan 
banyak anak gadis jadi korban perdagangan manusia. Kelompok ini membeli 
anak-anak gadis dari anggota keluarga untuk kemudian menjual mereka ke pabrik 
atau rumah bordil. Selama ketimpangan posisi masih ada, sangat susah untuk 
memberantas perdagangan manusia." 

Jharkhand adalah salah satu sumber terbesar perdagangan manusia di Asia. Setiap 
tahun 30 ribu gadis menghilang dari Jharkhand. Dengan sepak bola saja, mereka 
tidak bisa tertolong, demikian Grimminck. "Harus dikombinasi dengan sekolah 
atau proyek lain." Grimminck sendiri aktif mengadakan program rehabilitasi 
untuk mereka yang berhasil kabur dari perdagangan manusia. Program dimulai satu 
setengah tahun lalu. Rehabilitasi dilangsungkan dengan pemberian pelatihan dan 
pencarian pekerjaan. Saat ini sudah ada 60 gadis yang bekerja sebagai pembersih 
kamar di hotel bintang lima atau sebagai keamanan di perusahaan atau 
acara-acara.

Sepak Bola Harapan
"Kami bukan mau sesumbar bahwa kami yang menemukan roda," kata Grimminck. 
"Inisiatif olah raga di negara-negara berkembang lebih dari cukup, hanya saja 
perhatian untuk Asia sangat terbatas. Juga dari FIFA, pemrakarsa utama 
penggunaan sepak bola sebagai alat pembangunan. Dalam rangka Piala Dunia 2010, 
FIFA mendirikan program 'Football for Hope' (Sepak Bola Harapan) terutama di 
Afrika dan Amerika Selatan. Masuk akal, karena dua wilayah tersebut adalah 
wilayah sepak bola besar, tapi di Asia, sepak bola juga bisa berbuat banyak." 

Untuk meyakinkan FIFA, Grimminck akan memaparkan laporan perjalanannya di 
Zurich awal Februari mendatang. Setelah itu dia akan pindah ke Nepal. Di sana 
dia akan tetap bekerja memberantas perdagangan manusia. Di Nepal hal tersebut 
juga merupakan masalah besar dan Grimminck juga akan menggunakan sepak bola 
dalam upayanya. "Pada akhirnya kita ingin mencapai keadaan di mana sepak bola 
lebih menyatu dalam proyek-proyek pembangunan di seluruh Asia. Oleh karena itu 
kita mengarahkan kampanye kepada FIFA. Jika mereka ikut, yang lain juga akan 
ikut."


Ikuti perjalanan Grimminck di www.yuma-india.org


* KELAB ROMA BICARA DENGAN DIRI SENDIRI

Reuni bapak-bapak dan ibu-ibu tua yang terhormat. Itulah kesan yang muncul. The 
Club of Rome, Kelab Roma, menjadi terkenal tahun 1970an, lantaran laporannya 
yang mengejutkan. Pekan ini mereka bertemu di Amsterdam. Ramalan buruk mereka 
dulu ternyata tidak terwujud. Walau begitu Kelab ini tetap datang dengan 
peringatan. Konon, untuk mengilhami orang. Laporan redaktur lingkungan hidup 
Willemien Groot.

Dengan karcis masuk seharga 850 euro orang per orang, sekitar Rp. 12 juta, dan 
absennya hadirin muda, maka citra Kelab Roma tetap tidak berubah. Ini memang 
kelompok orang tua.

Ketika didirikan pada tahun 1968, Kelab ini masih beranggotakan kalangan muda, 
ilmuwan yang mengkhawatirkan masa depan dunia. Mereka menyibukkan diri dengan 
hal-hal penting seperti pertumbuhan ekonomi, persediaan bahan pangan dan terus 
bertambahnya penduduk dunia serta dampaknya bagi masa depan planet bumi.

Pada tahun 1972 keprihatinan itu melahirkan laporan yang mengejutkan berjudul 
The Limits to Growth, artinya Batas-Batas Pertumbuhan, Sebuah Tantangan Global. 
Inilah visi ilmiah pertama terhadap kemajuan ekonomi. Pesannya: pertumbuhan 
ekonomi dunia bukannya tanpa batas.

Pengumuman laporan ini datang pada waktu yang tepat. Tidak sampai setahun 
sesudahnya dunia Barat dilanda krisis minyak. Orang mulai sadar bahan bakar 
fosil ternyata bukan tanpa batas.

Setelah masalah minyak berhasil diatasi dan pertumbuhan ekonomi bisa berlanjut 
tanpa halangan, maka jelas laporan para ilmuwan itu tidak bisa diandalkan. 
Walaupun gagasan dasarnya, yaitu keterbatasan sumber daya alam, memang benar; 
tetapi tanpa ramalan akurat, maka temuan Kelab Roma ini langsung dianggap tidak 
cocok. 

Kelab ini tidak lagi memperoleh perhatian. Itu memang bisa dimaklumi, kata Ruud 
Lubbers, mantan perdana menteri Belanda dan anggota terhormat Kelab Roma.

Ruud Lubbers: "Itu memang seperti kejadian sehari, makanya tidak lagi 
diperhatikan orang. Sekarang anggapan bahwa sumberdaya itu terbatas sudah 
terbukti tidak tepat. Berhasil ditemukan sumberdaya baru, tetapi ramalan bahwa 
alam dan lingkungan hidup terancam terbukti benar."

Para pengkritik terutama membidik kenyataan bahwa para ilmuwan ini tidak 
mencari jalan keluar untuk bisa membelokkan ramalan buruk mereka. Dalam alam 
demokrasi, masalah memang tidak langsung bisa diselesaikan. Demikian Jan Ploeg, 
yang mewakili industri mobil dalam pertemuan Kelab Roma di Amsterdam.

Jan Ploeg: "Dalam salah satu pertemuan, seorang berkata, demokrasi mempersulit 
semuanya. Tapi saya sangat yakin akan nilai besar demokrasi. Jadi kalau kita 
gagal meyakinkan seseorang, dan juga gagal dengan seruan besar, maka orang 
itulah yang gagal. Bukan khalayaknya."

Sementara itu sudah jelas bahwa bumi memang dikuras dalam upaya mencari 
cadangan bahan bakar baru. Dan itu bukannya tidak berdampak. Tetapi dalam soal 
ini Kelab Roma gagal melibatkan khalayak ramai. Demikian James Hansen, salah 
seorang pembesar NASA, organisasi luar angkasa Amerika. Hansen juga termasuk 
salah satu ilmuwan yang pada tahun 1980an memperingatkan bahaya rumah kaca. 

James Hansen: "Kalau saya ceramah yang hadir biasanya orang-orang yang sudah 
tahu masalahnya. Sebenarnya mereka bukan sasaran kami. Kami harus bisa 
menjangkau khalayak ramai, sehingga mereka bisa mendesak para politisi. Kalau 
tidak para politisi hanya merespons kelompok tertentu."

James Hansen menunjuk masalah yang sebenarnya. Walaupun Ruud Lubbers dan 
Mikhail Gorbachev sudah berupaya mati-matian, termasuk hadirnya Ratu Beatrix, 
pertemuan Kelab Roma tetap bercitra pertemuan kalangan yang sudah ketinggalan 
zaman. Mereka tetap tidak mampu berdebat secara moderen tentang masalah-masalah 
zaman sekarang.


* TERCERABUT DARI BELANDA

Untuk pertama kalinya ia pulang kampung, di Afghanistan. Sahar Jahish, 25 
tahun, baru lima tahun ketika kabur dari tanah airnya. Selama babak pertama 
pilpres Afghanistan ia sempat menetap sebulan di negeri nenek moyangnya. Sahar 
adalah seorang wartawan, ia menuliskan kesannya berada di Afghanistan.

Sudah dua bulan ini aku balik ke Belanda. Sangat ogah, karena sulit benar 
meninggalkan Afghanistan. Sebelum berangkat aku sempat berpikir akan menangis 
begitu sampai di Afghansitan, tapi itu tidak terjadi, karena semuanya serasa 
seperti mimpi. Baru ketika meninggalkan negeri itu aku menangis. Sulit 
dipercaya aku harus pergi, karena sebulan berlalu begitu cepat.

Walau begitu, itu bukanlah alasan utama kenapa aku tidak ingin kembali ke 
Belanda. Keramahan, sambutan hangat dan di atas semuanya perasaan di sinilah 
akarku, membuat kembali ke Belanda yang begitu makmur serasa sangat berat. 
Selama 16 tahun aku sudah tinggal di sana. Di sana aku juga dibesarkan, di 
sanalah masa lampau dan juga masa depanku. 

Ketika sampai di Bandara Schiphol dan disambut sanak keluarga, langsung 
kukatakan ingin kembali ke Afghanistan. Mereka kaget. "Baru kembali sudah ingin 
ke sana lagi?" kata ibu terkejut. Waktu itu dia tidak tahu perasaanku, ia juga 
tidak bisa mengertiku. Sekarang dia sudah bisa, karena itu dia juga paham 
kenapa aku ingin balik ke Afghanistan.

Akar baru
Maklum aku tidak bisa membayangkan hal lain kecuali hidup di sana. Aku seperti 
punya akar baru yang lebih dalam di sana, dan di Belanda aku sudah tercerabut. 
Berhari-hari aku duduk di depan komputer untuk berkomunikasi dengan 
Afghanistan. Sepertinya kucari obat rindu ketika bertegur sapa dengan 
teman-teman dan sanak keluarga di Afghanistan. Merekalah yang bisa memahami aku 
dengan baik. Aku sendiri juga bisa sedikit merasakan berada di sana.

Aneh sekali rasanya ketika aku harus menyesuaikan diri lagi dengan hal-hal yang 
di Belanda sini sudah sewajarnya. Misalnya, setiap kali bangun pagi selalu ada 
listrik, internet jalan dengan baik dan aku bisa mandi dengan air hangat. Semua 
ini serasa aneh. Di Belanda ini semuanya serba teratur. Ada peraturan lalu 
lintas, sistem pengadilan dan juga ada kebebasan. Harus kukerahkan lagi 
perasaan lama terhadap Belanda supaya bisa kembali bergerak di lingkungan ini. 
Juga harus kuterima bahwa suhu udara di Belanda tidak selalu 30 derajat 
Celcius. Angin di sini juga bertiup lebih kencang dan jalan-jalan selalu 
bersih. 

Aku butuh waktu sebulan untuk bisa kembali hidup dalam alam Belanda. Karena di 
Kabul terus sibuk dan juga selalu dihadapkan pada hal-hal baru, maka aku tidak 
punya waktu untuk berpikir dan menganalisa. Itu baru terjadi di Belanda. Dan 
begitu aku bisa menempatkan semuanya, makin kuhargai Belanda. Betapa beruntung 
bisa tinggal di Belanda. Sejak itu kubombardir negeri ini sebagai tanah air. 

Dua jati diri
Afghanistan telah memberi aku budaya, wajah, dan sejarah. Sedangkan Belanda 
memberi aku perasaan, pendidikan, kemajuan dan kepribadian. Sekarang aku lebih 
sadar pada dua jati diri ini. Karena pada masa penyadaran ini juga kudapati 
bahwa selama bertahun-tahun ternyata aku tidak sadar pada jati diriku. Aku cuma 
tenggelam dari satu ekstrimitas ke ekstrimitas yang lain, dari gaya gothik 
sampai Islam yang ekstrim. Sampai akhirnya kutemukan diriku sendiri.

Tapi karena petualang menggoda dan di Afghanistan akan berlangsung pilpres 
babak kedua, seminggu lagi aku akan berangkat ke Afghanistan tercinta.

Aku berangkat dengan perasaan campur. Bagaimana akan kuhayati tanah kelahiran 
kali ini? Akankah muncul kekecewaan atau masih akankah kutemukan hal-hal baru? 
Baru saja aku kembali mapan di Belanda. Akankah aku kembali tercerabut atau 
semuanya akan tetap seperti biasa? Entahlah. Mungkin memang harus kubiarkan 
semuanya terjadi, seperti kata orang Inggris, "Just go with the flow," ikuti 
saja arus yang ada.


* MENYALURKAN LULUSAN UNIVERSITAS CINA

Joke van der Ven tidak kekurangan ambisi. Ia ingin menaklukkan dunia dengan apa 
yang disebut "surat pesanan". Setelah awal yang sederhana di Belanda, "surat 
pesanan" itu menjalar ke Belgia, Prancis, Britania dan Jerman. Sekarang giliran 
Cina untuk dilanjutkan dengan Rusia. Laporan koresponden Karen Meirik dari 
Beijing.

Cina selalu menggerogoti pikiran Joke van der Ven. 15 tahun silam untuk pertama 
kalinya ia datang ke Negeri Naga Merah itu, sebagai turis. Sejak itu negeri dan 
rakyatnya tidak bisa dilupakannya lagi. Jadi, ketika tahun 2008 ia mendengar 
berita di Cina terdapat 5 juta orang tamatan universitas, tibalah saat itu 
baginya. Ia datang ke Cina, sebagai pengusaha.

Jutaan tamatan universitas yang menganggur itu sudah bertahun-tahun merupakan 
kekhawatiran pemerintah Cina. Van der Ven berpendapat, walaupun ada krisis 
ekonomi, tetap ada cukup lapangan kerja untuk mereka. Tapi bagaimana lapangan 
kerja dan tamatan universitas itu bisa dipertemukan? Joke van der Ven yakin 
gagasannya bisa menjembatani jurang itu. "Kalau orang Cina tidak bisa sesuatu, 
maka itu adalah komunikasi dengan pasar tenaga kerja. Itu terbukti dari 
pelbagai surat lamaran yang masuk perusahaan. Para pelamar menjiplak saja CV 
atau riwayat hidup mereka dari internet. Tidak ada yang bersifat pribadi. Yang 
ada cuma surat lamaran tanpa kepala atau buntut, biasanya diawali dengan 
Pembaca Terhormat."

Surat cinta
"Surat pesanan" bermula sebagai perusahaan bagi surat cinta, kabar duka dan 
surat gugatan. "Yang tersisa adalah surat lamaran kerja," kata Joke van der 
Ven. Di Belanda "Surat Pesanan" bekerjasama dengan UWV yaitu lembaga penyalur 
tenaga kerja dan setahunnya dihasilkan antara 25 ribu sampai 30 ribu surat 
lamaran kerja. "Sepertiganya diundang untuk wawancara, dari situ sepertiganya 
lagi diterima, alias memperoleh pekerjaan," kata Van der Ven.

Kalau di Belanda per tahunnya perusahaannya bisa menyalurkan 3000 orang pada 
pekerjaan baru, maka pada tahun pertama di Cina, Joke van der Ven bisa menolong 
5000 orang. Untuk itu dia bekerjasama dengan CITDC, China International Talent 
Development Center, sebuah lembaga penyalur tenaga kerja yang berkaitan dengan 
pemerintah. "Mereka punya koneksi dengan 2000 perusahaan, kepada mereka 
dikatakan, kalian tidak perlu bayar, tapi kalau kalian dapat surat, pengirimnya 
harus diundang wawancara."

Bimbingan pribadi
Para lulusan universitas Cina bisa memilih ingin mengirim surat lamaran dalam 
bahasa Inggris atau bahasa Cina. Atau, surat lamaran, surat riwayat hidup, 
bimbingan pribadi dan surat rekomendasi. Pilihan pertama seharga seratus euro. 
Sedangkan untuk pilihan kedua, menurut Joke van der Ven hampir merupakan 
jaminan memperoleh pekerjaan, berharga 250 euro. "Di sini mereka memperoleh 
bimbingan pribadi untuk bisa mengikuti wawancara, dan perusahaan-perusahaan 
yang ikut serta juga wajib mengundang mereka. Ini juga berkat kerjasama yang 
unik dengan perusahaan-perusahaan itu," kata Van der Ven. "Ini hanya mungkin di 
sebuah negara yang begitu sentralistis seperti Cina," lanjutnya seraya 
tersenyum.

Biaya bimbingan pribadi itu memang mahal, apalagi mengingat tingkat gaji 
rata-rata di Beijing 200 euro perbulannya. Tapi ini memang sengaja. "Biasanya 
saya juga bekerja untuk khalayak ramai. Tapi di Cina itu tidak mungkin," jelas 
Joke van der Ven. "Di sini kami mengiklankan diri sebagai 'yang paling baik di 
antara yang terbaik.'"

Ramalan
Enam juta mahasiswa yang musim panas lalu tamat universitas, hanya segelintir 
yang bisa membayar "Surat Pesanan." Kantor cabang Beijing dibuka tanggal 6 
Agustus silam, dan beberapa bulan kemudian baru 50 orang yang mendaftar. Juga 
masih belum ada yang memperoleh pekerjaan. Walau begitu, Joke van der Ven tetap 
yakin untuk cabang Beijing ini perusahaannya akan bisa menempatkan 5000 orang 
lulusan universitas pada pekerjaan baru. "Karena kami memang memberikan 
kualitas," katanya. Dan jangan lupa, itu juga berkat kerjasama dengan CITDC.

Joke van der Ven tidak takut akan ada perusahaan Cina mencuri idenya. Bahkan ia 
yakin dalam beberapa tahun mendatang, akan bisa membuka perusahaan di semua 
kota Cina yang punya universitas. Sementara ini ia masih tahan napas, dengan 
harapan akan meningkat jumlah lulusan universitas yang mendaftarkan diri pada 
liburan musim gugur mendatang. 

Joke van der Ven tidak punya waktu untuk merasa khawatir. Maklum ia juga sibuk 
menaklukkan pasaran lain. "Saya ingin melebarkan sayap ke seluruh dunia, dan 
untuk itu saya tidak perlu berendah hati. Di Rusia saya sedang cari organisasi 
yang setara dengan CITDC di Cina ini."


* KEPULAUAN RIAU TOLAK PENGUNGSI SRI LANKA

Kepala Daerah Provinsi  Riau, Ismeth Abdullah melarang kapal Australia yang 
mengangkut 78 imigran gelap Sri Lanka memasuki kawasannya. Ia menegaskan bahwa 
Indonesia bukan "dumping ground"  pengungsi. Ismeth menyatakan tidak mendapat 
perintah dari Presiden untuk menerima pengungsi tersebut. Berikut Andi Yusran,  
pakar politik internasional di Riau, menguraikan pendapatnya kepada Radio 
Nederland Wereldomroep. 

Andi Yusran [AY]: Penolakan dari pemerintah daerah, karena memang pemerintah 
daerah tidak punya infrastruktur untuk menampung itu. Yang kedua koordinasi 
antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah itu belum berjalan baik.  
Menyangkut kesepakatan dengan Australi berkenaan dengan pengungsi di tempat 
tersebut. 

Saya kira penolakan gubernur itu berkaitan dengan kesiapan daerah 
menindak-lanjuti kerjasama dengan Australia menyangkut masalah pengungsi. 
Itulah yang saya kira menjadi persoalan. Dan Riau sebagai kepulauan tidak siap 
untuk menampung para pengungsi itu. 

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Berapa besar penduduk yang berhuni di Riau 
ini kira-kira pak?

AY: Di Riau kepulauan berhuni sekitar satu juta sampai satu setengah juta, saya 
kira. 

RNW: Penolakan dari bapak Gubernur ini dari segi politis, artinya belum ada 
instruksi dari pusat dan sebagainya, atau dari segi sosial ekonomi?

AY: Begini, sekarang kan sedang berjalan apa yang disebut dengan otonomi 
daerah. Sementra pemerintah daerah itu masing-masing sudah punya bidang 
masing-masing. Menyangkut maslah kemanan, pertahanan dan sebagainya, sedang 
masalah kepengungsian itu adalah wewenang pemerintah pusat, bukan kewenangan 
pemerintah daerah. Karena hal itu menyangkut negara lain. 

Persoalan pengungsi mengapa ditolak, sejauh ini saya kira pemerintah daerah itu 
bukan kewenangannya, kemudian pemerintah pusatbelum ada koordinasi, bagaimana 
menanggulangi, menindak-lanjuti masalah pengusian itu, melalui provinsi Riau.  
Saya kira di situ persoalannya. 

RNW: Jadi lebih banyak berlatar-belakang kasus poltik ketimbang sosial ekonomi 
ya pak, ketidak siapan itu.

AY: Betul. Memang ini kewenangan pemerintah pusat bukan pemerintahan daerah. 

RNW: Tapi dengan keadaan ini apakah pemerintah pusat tidak memberikan instruksi 
apa-apa sejauh ini kepada pemerintah daerah untuk menangani kasus ini?

AY: Yang saya pantau selama ini memang koordinasi belum jalan.  Antara pusat 
dan daerah, bagaimana masalah pengungsi dilakukan. 

RNW: Kalau menurut pendapat anda, mengapa justru kapal Australi ini membawa 
para imigran ini justru ke pulau Riau, atau pulau Indonesia yang lain. Kenapa 
tidak di wilayah mereka saja. 

AY: Itulah,  itu yang meungkin membuat salah satu unsur sebab penolakan 
pemerintah daerah. Kaena Australia seakan-akan melemparkan tanggung-jawab. 
Ingin menjadikan kepulauan Riau sebagai basis penampungan sementara para 
refugees itu. Tarohlah kalau pemerintah Australi itu bertanggung-jawab, saya 
kira  tidak terlalu sulit, mungkin bisa ditampung. 

Hal yang serupa pernah dilakukan Indonesia ketika menangani pengungsi dari 
Vietnam di tahun delapanpuluhan . Dilakukan secara baik, di tempatkan di pulau 
Jawa waktu itu. Kemudian setelah itu dikembalikan ke negara asal. Seharusnya 
Australia bertindak serupa dengan kebijakan yang diambil Indonesia terhadap 
pengungsi dari Vietnam.  Dia hanya melemparkan tanggung-jawab dengan 
mengirimkan para pengungsi itu ke pulau Riau. Dan itu adalah satu faktor 
penolakan dari pemerintah daerah dan masyarakat kepulauan Riau. 

RNW: Kalau begitu ini bisa saya katakan bahwa pemerintah daerah Riau 
menghindari jangan sampai kasus ini menjadi preseden yang akan sering terjadi 
di waktu mendatang begitu pak?

AY: Ya. Dan masalah pengungsi kan bukan masalah kecil ya, itu persoalan besar. 
Karena problem pengungsi itu akan bisa menjadi problem sosial.  Dan secara 
polilis pemerintah daerah tidak punya kewenangan dalam melakukan perundingan 
dengan Australia atau dengan negara dari mana pengungsi itu berasal. Ini 
menjadi kewenangan pemerintah pusat. Saya kira  penolakan terjadi karena 
pertama, otoritinya tida di sana, kalau hal itu diterima akan menjadi problem 
sosial. Jangankan pengungsi dari luar negeri, pengungsi dari beberapa daerah 
saja akan menjadi persoalan di tempat lain.


* ADAKAH REKAYASA KRIMINALISASI KPK?

Tuduhan adanya konspirasi kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 
makin ramai dibicarakan. Apalagi setelah muncul berita tentang rekaman yang 
konon berisi pembicaraan orang-orang yang berwenang. Rekaman itu membuktikan 
ada rekayasa untuk menjebak dua pemimpin KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra 
Hamzah. Namun banyak pihak yang menyangkal adanya upaya mengkriminalisasi para 
tokoh KPK tersebut. Tapi SyamSudin Rajab, direktur eksekutif Perhimpunan 
Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), yakin rekayasa itu ada.

Menurut praktis hukum ini, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto   sejawak 
awal tidak bersalah.  Semua tuduhan yang dilemparkan ke mereka tidak benar, 
katanya. 

Syamsudin Rajab: "Saya kira kalau sekarang (mereka,red) dijerat oleh karena 
adanya penyalahgunaaan wewenang berkaitan dengan pencekalan orang-orang yang 
dimaksud kepolisian, saya kira alasan-alasan yang disebar sebagai layaknya 
sebuah jebakan. Sehingga itu menjadi alasan yang kuat untuk menonaktifkan dua 
pimpinan KPK tadi."

Oleh karena itu, Syamsudin Rajab, hampir dapat memastikan bahwa ada skenario 
besar untuk melemahkan fungsi-fungsi KPK. "Ini bisa dilihat dari skenario baik 
oleh kepolisian maupun kejaksaan," katanya.

Kemelut ini, menurut Syamsudin Rajab, membuat masa depan memberantasan korupsi 
menjadi suram. Tapi ia masih ada harapan, karena presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono, tetap mendukung pemberantasan korupsi. 

Syamsuddin Rajab: "Itu bisa dilihat misalnya dengan tetap diberikannya 
kewenangan KPK untuk melakukan penyelidikan, penyidikan sampai pada penuntutan."

Meski ada kemauan politik Presiden untuk memberantas korupsi, direktur PBHI ini 
tidak bisa mengatakan tegas bahwa ia optimis pemberantasan korupsi akan 
berjalan lancar. Karena, pertama ia ingin melihat dulu apakah Presiden 
benar-benar komitmen terhadap pemberantasan korupsi. Selain itu ada syarat lain 
lagi.

Syamsudin Rajab: "Yang kedua adalah akses yang terbuka bagi masyarakat untuk 
mengawasi jalannya penegakan hukum khususnya pemberantasan korupsi."


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke