--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 27 Oktober 2009 14:30 UTC ** TANAH LONGSOR DI PATI, JATENG ** GUBERNUR KEPULAUAN RIAU TOLAK PENGUNGSI ** PEREMPUAN ACEH BARAT DILARANG PAKAI JEANS KETAT ** TOPIK TINJAUAN PERS: OMSET BIRO PERJALANAN BELANDA MEROSOT PESAT DAN TUGAS PENUH TANTANGAN MOHAMMAD NUH ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BELANDA PROMOSIKAN SEPAK BOLA PEREMPUAN ASIA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KELAB ROMA BICARA DENGAN DIRI SENDIRI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TERCERABUT DARI BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MENYALURKAN LULUSAN UNIVERSITAS CINA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KEPULAUAN RIAU TOLAK PENGUNGSI SRI LANKA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ADAKAH REKAYASA KRIMINALISASI KPK * TANAH LONGSOR DI PATI, JATENG Di desa Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, lima orang terkubur hidup-hidup dalam tanah longsor dipicu hujan lebat. Demikian lapor kantor berita Antara. Aliran lumpur menghantam rumah penduduk Senin kemarin, menguburkan lima orang yang sedang menonton televisi, atau tidur. Tiga rumah habis diratakan tanah. Tanah longsor sering terjadi di Indonesia, akibat penggundulan hutan bertahun-tahun. Pegiat lingkungan hidup memperingatkan tanah longsor disebabkan penebangan hutan secara eksesif serta gagalnya penanaman kembali hutan. * GUBERNUR KEPULAUAN RIAU TOLAK PENGUNGSI Gubernur kepulauan Riau, Ismeth Abdullah, menolak menerima kapal berpenumpang hampir 80 pencari suaka Sri Lanka. Pekan lalu, kapal, yang dalam perjalanan menuju Australia, mengalami kerusakan. Australia kemudian mengirim kapal untuk menyelamatkan warga Sri Lanka tersebut. Dengan pemerintah RI disepakati bahwa pencari suaka akan diijinkan masuk Indonesia atas alasan kemanusiaan. Kendati demikian, Gubernur Riau menyatakan Indonesia bukan tempat pembuangan pengungsi. Ia menolak kapal tersebut bersandar di pelabuhan Kijang, kecuali kalau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan itu. * PEREMPUAN ACEH BARAT DILARANG PAKAI JEANS KETAT Aceh Barat melarang pemakaian celana ketat bagi kaum perempuan muslim. Peraturan ini mulai berlaku awal tahun depan. Demikian kata Bupati Aceh Barat Ramli Mansur. Jika perempuan muslim tertangkap basah memakai celana ketat, celana itu akan dirobek saat itu juga. Sebagai ganti rugi ia diberikan rok baru secara cuma-cuma. Peraturan juga berlaku bagi laki-laki. Menurut persyaratan religius baru, mereka tidak boleh lagi memakai celana pendek. Peraturan hanya berlaku bagi pria muslim. Peraturan tidak berlaku bagi warga non muslim di Aceh Barat. * ISRAEL PERSULIT PALESTINA SOAL AIR Israel mempersulit warga Palestina di Tepi Barat Sungai Yordan memperoleh air. Demikian laporan organisasi hak azasi manusia Amnesty International. Menurut Amnesty, Israel memakai 80 persen sumber air di Tepi Barat untuk daerah pemukiman di sana. Padahal sumber air itu untuk keperluan bersama. Menurut laporan Amnesty, warga Israel rata-rata bisa memperoleh 300 liter air per hari, sedangkan warga Palestina hanya 70 liter saja. Amnesty juga melaporkan bahwa warga Palestina di Tepi Barat hampir sama sekali tidak bisa menggali sumber air karena Israel menolak mengeluarkan ijin untuk itu. Israel mencap laporan Amnesty International tidak benar dan berpraduga. * FBI SELAMATKAN ANAK-ANAK KORBAN PELACURAN Dalam aksi tiga hari di seluruh Amerika Serikat, biro investigasi federal FBI menyelamatkan 52 anak-anak dari dunia pelacuran. Lebih dari 700 tersangka ditangkap, termasuk 60 germo. Anak-anak yang dibebaskan berusia antara sepuluh sampai 18 tahun, terutama anak gadis, tapi juga laki-laki. Mereka bekerja di jalan, tempat judi dan di tempat parkir truk. Menurut FBI, pelacuran anak-anak di Amerika Serikat masalah besar. Tahun-tahun belakangan FBI membebaskan hampir seribu korban anak-anak dari tangan germo dan pedagang manusia. * SEPUPU MICHELETTI DIBUNUH Sepupu penguasa Honduras Roberto Micheletti dibunuh. Enzo Micheletti, 25 tahun ditemukan tewas di dekat kota Choloma, sekitar 250 kilometer utara dari ibukota Tegucigalpa. Ia dilaporkan hilang sejak Jumat lalu. Diduga ini pembunuhan bermotif politik. Kasus ini bisa memperparah krisis Honduras. Pekan silam, perundingan antara Micheletti serta presiden tersingkir, Manuel Zelaya, tidak membuahkan hasil. * KOTA EROPA DILANDA KEBISINGAN LALU LINTAS Separuh kota Eropa dilanda kebisingan akibat lalu lintas udara, darat dan kereta api. Banyak penduduk mengalami gangguan tidur, belajar dan tekanan darah tinggi. Demikian tercantum dalam laporan Badan Lingkungan Eropa, EEA. Sedikitnya 41 juta orang di kota-kota berpenduduk lebih dari 250 ribu jiwa menghadapi kebisingan minimal 55 desibel. Ini batas maksimal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO. Kebisingan terus-menerus dan pada kurun waktu lama bisa mengakibatkan masalah kesehatan parah seperti serangan jantung. Dari semua ibukota Eropa, Bratislava di Slovakia paling berisik, disusul Warsawa dan Paris. Juga negara berpenduduk padat seperti Belanda, Jerman dan Britania Raya dilanda kebisingan lalu lintas, ujar Badan Lingkungan Eropa, EEA. Namun angka-angka yang disebut itu tidak lengkap, karena sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis dan Belgia tidak menyerahkan data lengkap kepada EEA. * VENEZUELA TUDUH KOLOMBIA BERSPIONASE Venezuela mengajukan keluhan resmi kepada Kolombia terkait kegiatan spionase di kawasan Venezuela. Detil-detil tuduhan itu tidak diumumkan. Keluhan yang diajukan Venezuela makin memperburuk hubungan antara kedua negara. Pemerintah di Caracas dan Bogota sudah sering berselisih soal perdagangan narkoba di kawasan perbatasan serta gerakan pemberontak Kolombia, FARC. Awal tahun ini, presiden Venezuela, Hugo Chavez mengakhiri hubungan dengan Kolombia, karena Bogota memperbolehkan penempatan pasukan Amerika di pangkalan militernya. Chavez yang anti-Amerika cemas Amerika Serikat ingin memakai pangkalan militer untuk menyerbu negaranya. Rekan sejawatnya dari Kolombia, Alvaro Uribe berkata, pasukan Amerika hanya membantu dalam perlawanan pemberontak dan perdagangan narkoba. * DUA PILOT DISKORS KARENA MAIN LAPTOP Dua pilot Amerika yang pekan silam lupa mendaratkan pesawat terbang, di kokpit sedang sibuk main laptop dan membahas jadwal tugas, sehingga lupa mendarat. Demikian kata kedua pilot kepada Dewan Keamanan Transportasi Amerika, yang menginterogasi mereka. Rabu lalu dua pilot maskapai penerbangan Northwest Airlines seharusnya mendarat di Minneapolis, tapi melewati bandara tujuannya sejauh 230 kilometer. Dua orang tersebut membantah desas-desus mereka ketiduran. Selama satu jam tidak ada kontak dengan menara kontrol, yang langsung melapor kejadian ini. Dua pesawat tempur disiapsiagakan tapi tidak perlu beraksi. Pesawat terbang akhirnya mendarat juga di Minneapolis. Dua pilot diskors. Mereka kemungkinan besar dipecat. Main laptop dalam penerbangan, bertentangan dengan peraturan Northwest Airlines. * PERMUKAAN AIR LAUT AUSTRALIA MAKIN MENINGKAT Makin naiknya permukaan air laut mengancam ribuan rumah penduduk Australia. Pemerintah di Canberra kemungkinan harus memaksa penduduk meninggalkan kawasan pesisir. Demikian kata komisi parlementer yang menyelidiki dampak perubahan iklim. Menurut komisi pesisir Australia harus dilindungi dari naiknya permukaan air laut. Kebijakan pesisir yang sekarang terlalu terpecah. Karena itu masalah ini perlu ditangani pemerintah pusat. Pihak berwenang juga harus mempertimbangkan membatasi pembangunan perumahan di wilayah pesisir. Sekitar 80 persen dari 21 warga Australia tinggal di pesisir. * KORBAN TEWAS PERTAMA H1N1 DI RUSIA Di Rusia untuk pertama kali jatuh korban jiwa akibat flu Meksiko. Di kota Chita, Siberia utara, dua perempuan meninggal dunia karena tertular virus H1N1. Dua perempuan, 50 dan 29 tahun juga mengidap infeksi paru-paru. Perempuan berusia 29 tahun sedang mengandung. Anaknya tidak bisa diselamatkan. Akhir September lalu, Rusia melaporkan tewasnya seorang dokter akibat virus H1N1. Tapi laporan ini ternyata tidak benar. * BERITA BURSA Hari ini bursa saham Eropa tidak mengalami banyak perubahan. Investor menantikan angka-angka konsumsi penting dari Amerika Serikat yang baru diketahui akhir hari ini. Tidak lama setelah dibuka, Indeks AEX di Amsterdam naik 0,1 persen pada 312,91 poin. Bursa saham di Frankfurt, London dan Paris naik 0,4 persen. Bursa saham di Tokyo ditutup lebih rendah. Indeks Nikkei merugi 1,45 persen pada 10.212,46 poin. Satu Euro tercatat 1,4906 Dolar Amerika. Satu Dolar Amerika bernilai 9.540,01 Rupiah. Satu Euro sama dengan 14.199,44 Rupiah. * OMSET BIRO PERJALANAN BELANDA MEROSOT PESAT DAN TUGAS PENUH TANTANGAN MOHAMMAD NUH Musim panas ini, omset biro perjalanan Belanda turun 14 persen dibanding setahun lalu. Juga jumlah orang yang berlibur ke luar negeri turun sebanyak tujuh persen. Demikian hasil penelitian asosiasi biro perjalanan Belanda, ANVR. Menurut ANVR, merosotnya omset disebabkan wisatawan memilih liburan lebih murah. Ini semuanya terkait krisis ekonomi, kata juru bicara ANVR dalam harian pagi Belanda, De Volkskrant. Terutama penjualan tiket untuk penerbangan jauh turun, yakni dengan 21 persen. Musim panas ini, Amerika Serikat negara tujuan penerbangan jauh paling populer. Kendati demikian, jumlah wisatawan ke Amerika Serikat 32 persen lebih sedikit ketimbang tahun 2008. Warga Belanda yang berlibur pakai mobil terutama memilih ke Prancis dan Jerman, tulis De Volkskrant. Senin kemarin ANVR juga mengumumkan angka-angka sementara pemesanan liburan musim dingin. ANVR tidak optimis. Sejauh ini pemesanan 15 persen lebih kurang ketimbang tahun lalu. Austria korban terbesar. Tapi ini tidak berarti angka pemesanan tetap seburuk itu. 'Kini orang baru pada titik terakhir memesan liburan. Dalam waktu tidak menentu ini, orang tidak suka mengeluarkan uang. Tapi akhirnya mereka toh memilih berlibur', kata jubir ANVR, seperti dikutip De Volkskrant. Kita beralih ke topik Indonesia. Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh harus mengerjakan tugas-tugas penuh tantangan. Ia akan bertanggungjawab atas SDM paling berharga Indonesia, yakni para siswa dan mahasiswa.Tanggungjawab besar karena menentukan masa depan negara. Demikian tulis harian berbahasa Inggris, The Jakarta Globe. Juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan pentingnya sektor pendidikan, yang termasuk butir utama agenda politiknya. Dalam menyusun visi serta strategi, Mendiknas harus mempertimbangkan beberapa prinsip utama. Reformasi sistem pendidikan tidak hanya menyangkut kurikulum saja. Mohammad Nuh harus mencari akar masalahnya. Terlalu lama sistem pendidikan Indonesia gagal mempersiapkan para siswa dan mahasiswa menyongsong abad ke-21. Sebuah bangsa moderen, yang berpikir ke depan membutuhkan orang-orang muda dengan pendapat-pendapat baru serta mampu mengatasi pelbagai masalah. Kemampuan ini belum dimiliki generasi muda Indonesia, tulis The Jakarta Globe. Selanjutnya, sistem pendidikan perlu berorientasi pada proses dan bersifat analisa. Artinya, para siswa dan mahasiswa, supaya lulus ujian, perlu tahu bagaimana bisa menuangkan sebuah ide dalam konteks wacana, daripada hanya menghafalkan fakta. Selain itu jumlah siswa dan mahasiswa di dalam kelas terlalu besar, sehingga guru tidak bisa menaruh cukup perhatian kepada masing-masing muridnya. Kalau jumlahnya sedikit, maka ini bisa mendorong interaksi serta berbagi ilmu antar siswa atau mahasiswa. Dan yang tidak kalah penting, birokrasi harus dibasmi, karena birokrasi menghambat proses reformasi, membatasi kreativitas dan akhirnya merugikan anak didik atau mahasiswa. Demikian tulis The Jakarta Globe. Dan sekian pula Tinjauan Pers untuk kali ini. * BELANDA PROMOSIKAN SEPAK BOLA PEREMPUAN ASIA Sepak bola lebih dari sekedar permainan bola, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) juga tahu. FIFA memusatkan perhatian pada program pengembangan untuk generasi muda. Toh warga Belanda Willem Grimminck berharap lebih banyak perhatian dicurahkan bagi pemain muda Asia. Terutama yang perempuan. Beberapa bulan mendatang dia akan bermain bola keliling Asia. Dia ingin memancing perhatian FIFA dalam rangka Piala Dunia 2010. Laporan Aletta Andre. "Indah rasanya menyaksikan sebuah tim baru memilih kapten dan bagaimana si kapten menjalankan peran itu. Anda melihat kepercayaan diri bertumbuh. Sepak bola dan pembentukan tim yang termasuk di dalamnya, membuat gadis-gadis muda sadar mereka punya bakat. Dengan ini mereka bisa dimotivasi untuk mengembangkan bakat." Willem Grimminck bercerita soal pekerjaannya dengan semangat. Setahun yang lalu dia mulai menggunakan sepak bola sebagai instrumen untuk pekerjaannya di ATSEC, sebuah organisasi yang berjuang memberantas perdagangan manusia. Pekerjaan ini dimulai di pedesaan negara bagian Jharkhand, India. Apa yang tadinya berawal sebagai sejumlah pertandingan, saat ini berkembang menjadi sebuah klub dengan empat tim perempuan dan dua tim pria. Selain itu, klub juga jadi ajang diskusi dan batu loncatan untuk masa depan yang lebih baik. Pertandingan Sepak Bola Untuk mempromosikan pemanfaatan sepak bola dalam proyek-proyek pembangunan di Asia, tidak lama lagi Grimminck akan berangkat dari India ke Zurich, Swiss, di mana FIFA berkantor. Turut menemani seorang warga Amerika Franz Gastler, yang mendirikan organisasi Yuma di Jharkhand. Dalam perjalanan, mereka akan menyelenggarakan pertandingan sepak bola untuk pemuda setempat di 20 lokasi di India, Nepal dan Pakistan. Keduanya mengadakan penelitian tahun lalu tentang keuntungan sepak bola bagi pembangunan. Berkat klub Yuma, sejumlah pemuda mendapat beasiswa Akademi Sport India. Mereka mendapat pendidikan dan latihan sepak bola gratis. Selain itu, olah raga juga membantu kaum muda secara tidak langsung. "Terutama untuk perempuan, sangat penting untuk bisa mendiskusikan posisi mereka yang lebih rendah di masyarakat," demikian Grimminck. " Sepak bola menyatukan mereka dan menyediakan mimbar untuk bicara. Ini memberi kesempatan untuk saling menyemangati satu sama lain untuk misalnya bersekolah atau bekerja. Juga sering ada konfrontasi dengan keluarga. Mereka tidak bisa menghadapinya sendirian, tapi bersama-sama." Perdagangan Manusia Di banyak tempat di India, tidak semua orang tua mendorong anak gadisnya untuk mempelajari sebuah keahlian atau bekerja. Seringkali keluarga lebih baik kehilangan anak gadisnya ketimbang uang. " Di pedesaan Jharkhand masih berlaku pemikiran bahwa perempuan tidak ada nilainya," kata Grimminck. "Ini menyebabkan banyak anak gadis jadi korban perdagangan manusia. Kelompok ini membeli anak-anak gadis dari anggota keluarga untuk kemudian menjual mereka ke pabrik atau rumah bordil. Selama ketimpangan posisi masih ada, sangat susah untuk memberantas perdagangan manusia." Jharkhand adalah salah satu sumber terbesar perdagangan manusia di Asia. Setiap tahun 30 ribu gadis menghilang dari Jharkhand. Dengan sepak bola saja, mereka tidak bisa tertolong, demikian Grimminck. "Harus dikombinasi dengan sekolah atau proyek lain." Grimminck sendiri aktif mengadakan program rehabilitasi untuk mereka yang berhasil kabur dari perdagangan manusia. Program dimulai satu setengah tahun lalu. Rehabilitasi dilangsungkan dengan pemberian pelatihan dan pencarian pekerjaan. Saat ini sudah ada 60 gadis yang bekerja sebagai pembersih kamar di hotel bintang lima atau sebagai keamanan di perusahaan atau acara-acara. Sepak Bola Harapan "Kami bukan mau sesumbar bahwa kami yang menemukan roda," kata Grimminck. "Inisiatif olah raga di negara-negara berkembang lebih dari cukup, hanya saja perhatian untuk Asia sangat terbatas. Juga dari FIFA, pemrakarsa utama penggunaan sepak bola sebagai alat pembangunan. Dalam rangka Piala Dunia 2010, FIFA mendirikan program 'Football for Hope' (Sepak Bola Harapan) terutama di Afrika dan Amerika Selatan. Masuk akal, karena dua wilayah tersebut adalah wilayah sepak bola besar, tapi di Asia, sepak bola juga bisa berbuat banyak." Untuk meyakinkan FIFA, Grimminck akan memaparkan laporan perjalanannya di Zurich awal Februari mendatang. Setelah itu dia akan pindah ke Nepal. Di sana dia akan tetap bekerja memberantas perdagangan manusia. Di Nepal hal tersebut juga merupakan masalah besar dan Grimminck juga akan menggunakan sepak bola dalam upayanya. "Pada akhirnya kita ingin mencapai keadaan di mana sepak bola lebih menyatu dalam proyek-proyek pembangunan di seluruh Asia. Oleh karena itu kita mengarahkan kampanye kepada FIFA. Jika mereka ikut, yang lain juga akan ikut." Ikuti perjalanan Grimminck di www.yuma-india.org * KELAB ROMA BICARA DENGAN DIRI SENDIRI Reuni bapak-bapak dan ibu-ibu tua yang terhormat. Itulah kesan yang muncul. The Club of Rome, Kelab Roma, menjadi terkenal tahun 1970an, lantaran laporannya yang mengejutkan. Pekan ini mereka bertemu di Amsterdam. Ramalan buruk mereka dulu ternyata tidak terwujud. Walau begitu Kelab ini tetap datang dengan peringatan. Konon, untuk mengilhami orang. Laporan redaktur lingkungan hidup Willemien Groot. Dengan karcis masuk seharga 850 euro orang per orang, sekitar Rp. 12 juta, dan absennya hadirin muda, maka citra Kelab Roma tetap tidak berubah. Ini memang kelompok orang tua. Ketika didirikan pada tahun 1968, Kelab ini masih beranggotakan kalangan muda, ilmuwan yang mengkhawatirkan masa depan dunia. Mereka menyibukkan diri dengan hal-hal penting seperti pertumbuhan ekonomi, persediaan bahan pangan dan terus bertambahnya penduduk dunia serta dampaknya bagi masa depan planet bumi. Pada tahun 1972 keprihatinan itu melahirkan laporan yang mengejutkan berjudul The Limits to Growth, artinya Batas-Batas Pertumbuhan, Sebuah Tantangan Global. Inilah visi ilmiah pertama terhadap kemajuan ekonomi. Pesannya: pertumbuhan ekonomi dunia bukannya tanpa batas. Pengumuman laporan ini datang pada waktu yang tepat. Tidak sampai setahun sesudahnya dunia Barat dilanda krisis minyak. Orang mulai sadar bahan bakar fosil ternyata bukan tanpa batas. Setelah masalah minyak berhasil diatasi dan pertumbuhan ekonomi bisa berlanjut tanpa halangan, maka jelas laporan para ilmuwan itu tidak bisa diandalkan. Walaupun gagasan dasarnya, yaitu keterbatasan sumber daya alam, memang benar; tetapi tanpa ramalan akurat, maka temuan Kelab Roma ini langsung dianggap tidak cocok. Kelab ini tidak lagi memperoleh perhatian. Itu memang bisa dimaklumi, kata Ruud Lubbers, mantan perdana menteri Belanda dan anggota terhormat Kelab Roma. Ruud Lubbers: "Itu memang seperti kejadian sehari, makanya tidak lagi diperhatikan orang. Sekarang anggapan bahwa sumberdaya itu terbatas sudah terbukti tidak tepat. Berhasil ditemukan sumberdaya baru, tetapi ramalan bahwa alam dan lingkungan hidup terancam terbukti benar." Para pengkritik terutama membidik kenyataan bahwa para ilmuwan ini tidak mencari jalan keluar untuk bisa membelokkan ramalan buruk mereka. Dalam alam demokrasi, masalah memang tidak langsung bisa diselesaikan. Demikian Jan Ploeg, yang mewakili industri mobil dalam pertemuan Kelab Roma di Amsterdam. Jan Ploeg: "Dalam salah satu pertemuan, seorang berkata, demokrasi mempersulit semuanya. Tapi saya sangat yakin akan nilai besar demokrasi. Jadi kalau kita gagal meyakinkan seseorang, dan juga gagal dengan seruan besar, maka orang itulah yang gagal. Bukan khalayaknya." Sementara itu sudah jelas bahwa bumi memang dikuras dalam upaya mencari cadangan bahan bakar baru. Dan itu bukannya tidak berdampak. Tetapi dalam soal ini Kelab Roma gagal melibatkan khalayak ramai. Demikian James Hansen, salah seorang pembesar NASA, organisasi luar angkasa Amerika. Hansen juga termasuk salah satu ilmuwan yang pada tahun 1980an memperingatkan bahaya rumah kaca. James Hansen: "Kalau saya ceramah yang hadir biasanya orang-orang yang sudah tahu masalahnya. Sebenarnya mereka bukan sasaran kami. Kami harus bisa menjangkau khalayak ramai, sehingga mereka bisa mendesak para politisi. Kalau tidak para politisi hanya merespons kelompok tertentu." James Hansen menunjuk masalah yang sebenarnya. Walaupun Ruud Lubbers dan Mikhail Gorbachev sudah berupaya mati-matian, termasuk hadirnya Ratu Beatrix, pertemuan Kelab Roma tetap bercitra pertemuan kalangan yang sudah ketinggalan zaman. Mereka tetap tidak mampu berdebat secara moderen tentang masalah-masalah zaman sekarang. * TERCERABUT DARI BELANDA Untuk pertama kalinya ia pulang kampung, di Afghanistan. Sahar Jahish, 25 tahun, baru lima tahun ketika kabur dari tanah airnya. Selama babak pertama pilpres Afghanistan ia sempat menetap sebulan di negeri nenek moyangnya. Sahar adalah seorang wartawan, ia menuliskan kesannya berada di Afghanistan. Sudah dua bulan ini aku balik ke Belanda. Sangat ogah, karena sulit benar meninggalkan Afghanistan. Sebelum berangkat aku sempat berpikir akan menangis begitu sampai di Afghansitan, tapi itu tidak terjadi, karena semuanya serasa seperti mimpi. Baru ketika meninggalkan negeri itu aku menangis. Sulit dipercaya aku harus pergi, karena sebulan berlalu begitu cepat. Walau begitu, itu bukanlah alasan utama kenapa aku tidak ingin kembali ke Belanda. Keramahan, sambutan hangat dan di atas semuanya perasaan di sinilah akarku, membuat kembali ke Belanda yang begitu makmur serasa sangat berat. Selama 16 tahun aku sudah tinggal di sana. Di sana aku juga dibesarkan, di sanalah masa lampau dan juga masa depanku. Ketika sampai di Bandara Schiphol dan disambut sanak keluarga, langsung kukatakan ingin kembali ke Afghanistan. Mereka kaget. "Baru kembali sudah ingin ke sana lagi?" kata ibu terkejut. Waktu itu dia tidak tahu perasaanku, ia juga tidak bisa mengertiku. Sekarang dia sudah bisa, karena itu dia juga paham kenapa aku ingin balik ke Afghanistan. Akar baru Maklum aku tidak bisa membayangkan hal lain kecuali hidup di sana. Aku seperti punya akar baru yang lebih dalam di sana, dan di Belanda aku sudah tercerabut. Berhari-hari aku duduk di depan komputer untuk berkomunikasi dengan Afghanistan. Sepertinya kucari obat rindu ketika bertegur sapa dengan teman-teman dan sanak keluarga di Afghanistan. Merekalah yang bisa memahami aku dengan baik. Aku sendiri juga bisa sedikit merasakan berada di sana. Aneh sekali rasanya ketika aku harus menyesuaikan diri lagi dengan hal-hal yang di Belanda sini sudah sewajarnya. Misalnya, setiap kali bangun pagi selalu ada listrik, internet jalan dengan baik dan aku bisa mandi dengan air hangat. Semua ini serasa aneh. Di Belanda ini semuanya serba teratur. Ada peraturan lalu lintas, sistem pengadilan dan juga ada kebebasan. Harus kukerahkan lagi perasaan lama terhadap Belanda supaya bisa kembali bergerak di lingkungan ini. Juga harus kuterima bahwa suhu udara di Belanda tidak selalu 30 derajat Celcius. Angin di sini juga bertiup lebih kencang dan jalan-jalan selalu bersih. Aku butuh waktu sebulan untuk bisa kembali hidup dalam alam Belanda. Karena di Kabul terus sibuk dan juga selalu dihadapkan pada hal-hal baru, maka aku tidak punya waktu untuk berpikir dan menganalisa. Itu baru terjadi di Belanda. Dan begitu aku bisa menempatkan semuanya, makin kuhargai Belanda. Betapa beruntung bisa tinggal di Belanda. Sejak itu kubombardir negeri ini sebagai tanah air. Dua jati diri Afghanistan telah memberi aku budaya, wajah, dan sejarah. Sedangkan Belanda memberi aku perasaan, pendidikan, kemajuan dan kepribadian. Sekarang aku lebih sadar pada dua jati diri ini. Karena pada masa penyadaran ini juga kudapati bahwa selama bertahun-tahun ternyata aku tidak sadar pada jati diriku. Aku cuma tenggelam dari satu ekstrimitas ke ekstrimitas yang lain, dari gaya gothik sampai Islam yang ekstrim. Sampai akhirnya kutemukan diriku sendiri. Tapi karena petualang menggoda dan di Afghanistan akan berlangsung pilpres babak kedua, seminggu lagi aku akan berangkat ke Afghanistan tercinta. Aku berangkat dengan perasaan campur. Bagaimana akan kuhayati tanah kelahiran kali ini? Akankah muncul kekecewaan atau masih akankah kutemukan hal-hal baru? Baru saja aku kembali mapan di Belanda. Akankah aku kembali tercerabut atau semuanya akan tetap seperti biasa? Entahlah. Mungkin memang harus kubiarkan semuanya terjadi, seperti kata orang Inggris, "Just go with the flow," ikuti saja arus yang ada. * MENYALURKAN LULUSAN UNIVERSITAS CINA Joke van der Ven tidak kekurangan ambisi. Ia ingin menaklukkan dunia dengan apa yang disebut "surat pesanan". Setelah awal yang sederhana di Belanda, "surat pesanan" itu menjalar ke Belgia, Prancis, Britania dan Jerman. Sekarang giliran Cina untuk dilanjutkan dengan Rusia. Laporan koresponden Karen Meirik dari Beijing. Cina selalu menggerogoti pikiran Joke van der Ven. 15 tahun silam untuk pertama kalinya ia datang ke Negeri Naga Merah itu, sebagai turis. Sejak itu negeri dan rakyatnya tidak bisa dilupakannya lagi. Jadi, ketika tahun 2008 ia mendengar berita di Cina terdapat 5 juta orang tamatan universitas, tibalah saat itu baginya. Ia datang ke Cina, sebagai pengusaha. Jutaan tamatan universitas yang menganggur itu sudah bertahun-tahun merupakan kekhawatiran pemerintah Cina. Van der Ven berpendapat, walaupun ada krisis ekonomi, tetap ada cukup lapangan kerja untuk mereka. Tapi bagaimana lapangan kerja dan tamatan universitas itu bisa dipertemukan? Joke van der Ven yakin gagasannya bisa menjembatani jurang itu. "Kalau orang Cina tidak bisa sesuatu, maka itu adalah komunikasi dengan pasar tenaga kerja. Itu terbukti dari pelbagai surat lamaran yang masuk perusahaan. Para pelamar menjiplak saja CV atau riwayat hidup mereka dari internet. Tidak ada yang bersifat pribadi. Yang ada cuma surat lamaran tanpa kepala atau buntut, biasanya diawali dengan Pembaca Terhormat." Surat cinta "Surat pesanan" bermula sebagai perusahaan bagi surat cinta, kabar duka dan surat gugatan. "Yang tersisa adalah surat lamaran kerja," kata Joke van der Ven. Di Belanda "Surat Pesanan" bekerjasama dengan UWV yaitu lembaga penyalur tenaga kerja dan setahunnya dihasilkan antara 25 ribu sampai 30 ribu surat lamaran kerja. "Sepertiganya diundang untuk wawancara, dari situ sepertiganya lagi diterima, alias memperoleh pekerjaan," kata Van der Ven. Kalau di Belanda per tahunnya perusahaannya bisa menyalurkan 3000 orang pada pekerjaan baru, maka pada tahun pertama di Cina, Joke van der Ven bisa menolong 5000 orang. Untuk itu dia bekerjasama dengan CITDC, China International Talent Development Center, sebuah lembaga penyalur tenaga kerja yang berkaitan dengan pemerintah. "Mereka punya koneksi dengan 2000 perusahaan, kepada mereka dikatakan, kalian tidak perlu bayar, tapi kalau kalian dapat surat, pengirimnya harus diundang wawancara." Bimbingan pribadi Para lulusan universitas Cina bisa memilih ingin mengirim surat lamaran dalam bahasa Inggris atau bahasa Cina. Atau, surat lamaran, surat riwayat hidup, bimbingan pribadi dan surat rekomendasi. Pilihan pertama seharga seratus euro. Sedangkan untuk pilihan kedua, menurut Joke van der Ven hampir merupakan jaminan memperoleh pekerjaan, berharga 250 euro. "Di sini mereka memperoleh bimbingan pribadi untuk bisa mengikuti wawancara, dan perusahaan-perusahaan yang ikut serta juga wajib mengundang mereka. Ini juga berkat kerjasama yang unik dengan perusahaan-perusahaan itu," kata Van der Ven. "Ini hanya mungkin di sebuah negara yang begitu sentralistis seperti Cina," lanjutnya seraya tersenyum. Biaya bimbingan pribadi itu memang mahal, apalagi mengingat tingkat gaji rata-rata di Beijing 200 euro perbulannya. Tapi ini memang sengaja. "Biasanya saya juga bekerja untuk khalayak ramai. Tapi di Cina itu tidak mungkin," jelas Joke van der Ven. "Di sini kami mengiklankan diri sebagai 'yang paling baik di antara yang terbaik.'" Ramalan Enam juta mahasiswa yang musim panas lalu tamat universitas, hanya segelintir yang bisa membayar "Surat Pesanan." Kantor cabang Beijing dibuka tanggal 6 Agustus silam, dan beberapa bulan kemudian baru 50 orang yang mendaftar. Juga masih belum ada yang memperoleh pekerjaan. Walau begitu, Joke van der Ven tetap yakin untuk cabang Beijing ini perusahaannya akan bisa menempatkan 5000 orang lulusan universitas pada pekerjaan baru. "Karena kami memang memberikan kualitas," katanya. Dan jangan lupa, itu juga berkat kerjasama dengan CITDC. Joke van der Ven tidak takut akan ada perusahaan Cina mencuri idenya. Bahkan ia yakin dalam beberapa tahun mendatang, akan bisa membuka perusahaan di semua kota Cina yang punya universitas. Sementara ini ia masih tahan napas, dengan harapan akan meningkat jumlah lulusan universitas yang mendaftarkan diri pada liburan musim gugur mendatang. Joke van der Ven tidak punya waktu untuk merasa khawatir. Maklum ia juga sibuk menaklukkan pasaran lain. "Saya ingin melebarkan sayap ke seluruh dunia, dan untuk itu saya tidak perlu berendah hati. Di Rusia saya sedang cari organisasi yang setara dengan CITDC di Cina ini." * KEPULAUAN RIAU TOLAK PENGUNGSI SRI LANKA Kepala Daerah Provinsi Riau, Ismeth Abdullah melarang kapal Australia yang mengangkut 78 imigran gelap Sri Lanka memasuki kawasannya. Ia menegaskan bahwa Indonesia bukan "dumping ground" pengungsi. Ismeth menyatakan tidak mendapat perintah dari Presiden untuk menerima pengungsi tersebut. Berikut Andi Yusran, pakar politik internasional di Riau, menguraikan pendapatnya kepada Radio Nederland Wereldomroep. Andi Yusran [AY]: Penolakan dari pemerintah daerah, karena memang pemerintah daerah tidak punya infrastruktur untuk menampung itu. Yang kedua koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah itu belum berjalan baik. Menyangkut kesepakatan dengan Australi berkenaan dengan pengungsi di tempat tersebut. Saya kira penolakan gubernur itu berkaitan dengan kesiapan daerah menindak-lanjuti kerjasama dengan Australia menyangkut masalah pengungsi. Itulah yang saya kira menjadi persoalan. Dan Riau sebagai kepulauan tidak siap untuk menampung para pengungsi itu. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Berapa besar penduduk yang berhuni di Riau ini kira-kira pak? AY: Di Riau kepulauan berhuni sekitar satu juta sampai satu setengah juta, saya kira. RNW: Penolakan dari bapak Gubernur ini dari segi politis, artinya belum ada instruksi dari pusat dan sebagainya, atau dari segi sosial ekonomi? AY: Begini, sekarang kan sedang berjalan apa yang disebut dengan otonomi daerah. Sementra pemerintah daerah itu masing-masing sudah punya bidang masing-masing. Menyangkut maslah kemanan, pertahanan dan sebagainya, sedang masalah kepengungsian itu adalah wewenang pemerintah pusat, bukan kewenangan pemerintah daerah. Karena hal itu menyangkut negara lain. Persoalan pengungsi mengapa ditolak, sejauh ini saya kira pemerintah daerah itu bukan kewenangannya, kemudian pemerintah pusatbelum ada koordinasi, bagaimana menanggulangi, menindak-lanjuti masalah pengusian itu, melalui provinsi Riau. Saya kira di situ persoalannya. RNW: Jadi lebih banyak berlatar-belakang kasus poltik ketimbang sosial ekonomi ya pak, ketidak siapan itu. AY: Betul. Memang ini kewenangan pemerintah pusat bukan pemerintahan daerah. RNW: Tapi dengan keadaan ini apakah pemerintah pusat tidak memberikan instruksi apa-apa sejauh ini kepada pemerintah daerah untuk menangani kasus ini? AY: Yang saya pantau selama ini memang koordinasi belum jalan. Antara pusat dan daerah, bagaimana masalah pengungsi dilakukan. RNW: Kalau menurut pendapat anda, mengapa justru kapal Australi ini membawa para imigran ini justru ke pulau Riau, atau pulau Indonesia yang lain. Kenapa tidak di wilayah mereka saja. AY: Itulah, itu yang meungkin membuat salah satu unsur sebab penolakan pemerintah daerah. Kaena Australia seakan-akan melemparkan tanggung-jawab. Ingin menjadikan kepulauan Riau sebagai basis penampungan sementara para refugees itu. Tarohlah kalau pemerintah Australi itu bertanggung-jawab, saya kira tidak terlalu sulit, mungkin bisa ditampung. Hal yang serupa pernah dilakukan Indonesia ketika menangani pengungsi dari Vietnam di tahun delapanpuluhan . Dilakukan secara baik, di tempatkan di pulau Jawa waktu itu. Kemudian setelah itu dikembalikan ke negara asal. Seharusnya Australia bertindak serupa dengan kebijakan yang diambil Indonesia terhadap pengungsi dari Vietnam. Dia hanya melemparkan tanggung-jawab dengan mengirimkan para pengungsi itu ke pulau Riau. Dan itu adalah satu faktor penolakan dari pemerintah daerah dan masyarakat kepulauan Riau. RNW: Kalau begitu ini bisa saya katakan bahwa pemerintah daerah Riau menghindari jangan sampai kasus ini menjadi preseden yang akan sering terjadi di waktu mendatang begitu pak? AY: Ya. Dan masalah pengungsi kan bukan masalah kecil ya, itu persoalan besar. Karena problem pengungsi itu akan bisa menjadi problem sosial. Dan secara polilis pemerintah daerah tidak punya kewenangan dalam melakukan perundingan dengan Australia atau dengan negara dari mana pengungsi itu berasal. Ini menjadi kewenangan pemerintah pusat. Saya kira penolakan terjadi karena pertama, otoritinya tida di sana, kalau hal itu diterima akan menjadi problem sosial. Jangankan pengungsi dari luar negeri, pengungsi dari beberapa daerah saja akan menjadi persoalan di tempat lain. * ADAKAH REKAYASA KRIMINALISASI KPK? Tuduhan adanya konspirasi kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) makin ramai dibicarakan. Apalagi setelah muncul berita tentang rekaman yang konon berisi pembicaraan orang-orang yang berwenang. Rekaman itu membuktikan ada rekayasa untuk menjebak dua pemimpin KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah. Namun banyak pihak yang menyangkal adanya upaya mengkriminalisasi para tokoh KPK tersebut. Tapi SyamSudin Rajab, direktur eksekutif Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), yakin rekayasa itu ada. Menurut praktis hukum ini, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto sejawak awal tidak bersalah. Semua tuduhan yang dilemparkan ke mereka tidak benar, katanya. Syamsudin Rajab: "Saya kira kalau sekarang (mereka,red) dijerat oleh karena adanya penyalahgunaaan wewenang berkaitan dengan pencekalan orang-orang yang dimaksud kepolisian, saya kira alasan-alasan yang disebar sebagai layaknya sebuah jebakan. Sehingga itu menjadi alasan yang kuat untuk menonaktifkan dua pimpinan KPK tadi." Oleh karena itu, Syamsudin Rajab, hampir dapat memastikan bahwa ada skenario besar untuk melemahkan fungsi-fungsi KPK. "Ini bisa dilihat dari skenario baik oleh kepolisian maupun kejaksaan," katanya. Kemelut ini, menurut Syamsudin Rajab, membuat masa depan memberantasan korupsi menjadi suram. Tapi ia masih ada harapan, karena presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tetap mendukung pemberantasan korupsi. Syamsuddin Rajab: "Itu bisa dilihat misalnya dengan tetap diberikannya kewenangan KPK untuk melakukan penyelidikan, penyidikan sampai pada penuntutan." Meski ada kemauan politik Presiden untuk memberantas korupsi, direktur PBHI ini tidak bisa mengatakan tegas bahwa ia optimis pemberantasan korupsi akan berjalan lancar. Karena, pertama ia ingin melihat dulu apakah Presiden benar-benar komitmen terhadap pemberantasan korupsi. Selain itu ada syarat lain lagi. Syamsudin Rajab: "Yang kedua adalah akses yang terbuka bagi masyarakat untuk mengawasi jalannya penegakan hukum khususnya pemberantasan korupsi." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
