---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 25 November 2009 15:00 UTC



** PELUANG BARU BAGI KORBA REZIM PINCHET

** TUNTUTAN 40 TAHUN HUKUMAN PENJARA BAGI DUCH

** TERSANGKA PEMBUNUHAN MASAL FILIPINA

** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: INDIA CEMBURU HUBUNGAN AMERIKA-CINA DAN APAKAH 
HAJI ADA MANFAATNYA UNTUK NEGARA KORUP? 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: REMAJA PALESTINA MERASA TAK BERDAYA 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MENJADI ANAK YATIM KARENA KEMISKINAN 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KEKERASAN MASIH BANYAK MESKI ADA UU KDRT 



* PELUANG BARU BAGI KORBA REZIM PINCHET
Sanak saudara korban dan mereka yang selamat dari rezim diktator Cile mendapat 
peluang baru mendaftar untuk mendapat kompensasi. Komite khusus Lembaga Hak 
Azasi Manusia yang dibentuk oleh Presiden Michelle Bachelet akan menyelidiki 
klaim-klaim baru selama enam bulan. Tahun 2003, ribuan warga Cile menerima 
kompensasi dari pemerintah setelah membuktikan bahwa mereka atau sanak 
saudaranya hilang, dieksekusi atau disiksa semasa rezim Jenderal Augusto 
Pinochet. Mereka yang gagal mengklaim kompensasi, kini mendapat peluang baru 
membuktikan kasus mereka.Menurut Komite, sekitar 28 ribu warga kena dampak 
rezim junta. Organisasi-organisasi para korban marah karena lembaga HAM baru 
ini tidak berkuasa menggugat kejahatan-kejahatan yang dilakukan di rezim 
Pinochet.




* TUNTUTAN 40 TAHUN HUKUMAN PENJARA BAGI DUCH 
Para jaksa penuntut Tribunal Kamboja yang didukung PBB menuntut vonis hukuman 
penjara 40 tahun atas saudara Duch, yang memimpin penjara Khmer Merah, Tuol 
Sleng, yang terkenal keji. Duch memimpin penjara Tuol Sleng, yang juga dikenal 
sebagai S-21. Sedikitnya 15 ribu warga Kamboja disiksa dan dibunuh di penjara 
itu. Duch didakwa melakukan penyiksaan, pembunuhan terencana, kejahatan perang 
dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Para hakim mendengarkan argumen penutup 
kedua belah pihak dalam proses peradilan pertama yang menangani 
kejahatan-kejahatan yang dilakukan antara 1975 dan 1979 oleh rezim komunis 
Kamboja Khmer Merah. Sedikitnya dua juta orang meninggal karena penyiksaan, 
pembunuhan, kelaparan dan kehabisan tenaga ketika Khmer Merah pimpinan Pol Pot 
berupaya mengubah Kamboja menjadi negara komunis pedesaan. Masa itu juga 
dikenal sebagai The Killing Fields.Proses peradilan empat pemimpin Khmer Merah, 
termasuk mantan Presiden Khieu Samphan, diperkirakan akan dimulai tahun 2010.




* TERSANGKA PEMBUNUHAN MASAL FILIPINA 
Polisi Filipina menyebarkan gambar tersangka pembunuhan masal yang terjadi 
senin lalu (23/11). Andal Ampatuan, putra lawan politik utama Presiden Gloria 
Arroyo, menjadi tersangka utama. Jumlah korban terakhir mencapai 57 orang. 
Sebelumnya diberitakan 46 korban tewas. Para korban terutama jurnalis dan 
wartawan, dua di antaranya wanita hamil. Semua korban sebelunya dalam sebuah 
konvoi dan kemudian diculik 100 pria bersenjata.Sudah lama beredar desas-desus 
bahwa Klan Ampatuan berada di balaik tragedi berdarah itu. Ayah Ampatuan 
menyatakan akan membantu penyelidikan.




* OPERASI PBB DI KONGO TIMUR GAGAL 
Operasi militer pasukan perdamaian PBB di Kongo Timur gagal. Demikian tercantum 
dalam laporan PBB yang jatuh ke tangan BBC.Menurut ahli telah pecah kembali 
gelombang pembunuhan dan pemerkosaan. Tambang mineral seperti emas dan timah 
dijarah. 25 ribu tentara keamanan PBB dikerahkan untuk membantu tentara melawan 
kelompok militan Hutu Rwanda (FDLR). Tapi dalam prakteknya FDLR didukung oleh 
petinggi militer Kongo. Tentara tidak berhasil menghentikan praktek perdagangan 
emas dan timah oleh FDLR.Menurut berbagai organisasi bantuan, menyusul 
gelombang kekerasan lebih dari satu juta orang di Kongo Timur harus mengungsi.




* AHMADINEJAD TIBA DI VENEZUELA 
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tiba di Venezuela. Ini sebagai bagian dari 
lawatan Ahmadinejad ke Amerika Latin. Ia akan bertemu dengan Presiden Hugo 
Chavez. Kedua pemimpin negara akan membahas perluasan kerja sama. Sebelumnya 
Presiden Iran itu berkunjung ke Bolivia. Di sana ia menandatangani kerjasama 
ekonomi yang bernilai 1,2 milyar Dollar.Presiden Bolivia, Evo Morales 
menekankan akan mendukung Teheran dalam pengembangan proyek nuklir untuk 
keperluan energi. Bolivia bahkan menyatakan siap memasok uranium ke Iran segera 
setelah mereka mampu memproduksi.




* AMERIKA DAN INDIA TINGKATKAN KERJASAMA 
India dan Amerika Serikat sepakat meningkatkan kerjasama di bidang energi ramah 
lingkungan. Kedua negara menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan dan 
mempercepat produksi energi hijau di India. Kesepakatan ini diharapkan akan 
memuluskan perundingan dalam KTT Iklim di Kopenhagen Desember mendatang. 
Amerika Serikat dan India adalah dua negara penghasil CO2 terbesar di dunia. 
Presiden India Manmohan Singh berkunjung ke Washington dan diterima oleh 
Presiden Barack Obama. Selain kesepakatan tentang energi kedua negara juga 
menyetujui berbagai paket kerjasama lainnya.




* PBB BENTUK JARINGAN PRIA ANTI KEKERASAN 
Sekjen PBB Ban Ki-moon mendirikan jaringan internasional anti kekerasan 
terhadap perempuan. Anggota jaringan itu harus menjadi panutan. Sampai saat ini 
baru 14 negara menjadi anggota. Semua anggota berkelamin laki-laki yang 
berkomitmen untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan. Di antara para 
anggota antara lain terdapat nama-nama seperti Desmond Tutu (Uskup Agung Afrika 
Selatan), Paulo Coelho (penulis dari Brazil), Ricardo Lagos (mantan presiden 
Cili) dan Perdana Menteri Spanyol, Jose Luis Rodriguez Zapatero.Ban menyatakan 
dia sangat mendukung jaringan ini. 'Bukan karena fungsi saya, tapi karena 
posisi saya sebagai seorang anak, suami, ayah dan kakek'.




* PEMILU HONDURAS DIBOIKOT 
Hampir 60 kandidat pemilu di Honduras mengundurkan diri. Mereka bergabung 
dengan boikot yang diprakarsai serikat buruh dan berbagai organisasi 
lainnya.Pemilu akan digelar Hari Minggu mendatang (29/11). Para pemboikot 
menganggap pemilu itu tidak jurdil. Mereka juga menuntut pemulihan nama baik 
Presiden Manuel Zelaya yang digulingkan belum lama ini. Di antara para 
pemboikot terdapat kandidat presiden independen, kandidat wakil presiden dan 
anggota Kongres.Zelaya menyatakan Selasa lalu (24/11) dengan situasi sekarang 
tidak mungkin pemilu bisa berjalan secara jujur. Pemilu hanya bisa digelar 
apabila 'hukum kembali berdaulat'.




* AKTIVIS GREENPEACE DITANGKAP 
Empat belas aktivis organisasi lingkungan Greenpeace di tangkap saat melakukan 
aksi demonstrasi di sebuah pabrik kertas di Riau. Para tersangka terdiri dari 
lima warga Indonesia dan aktivis berkebangsaan Australia, Kanada, Jerman dan 
India. Mereka mengikat diri di pagar perusahaan yang terkenal mengeluarkan 
polusi CO2 itu. Menurut Greenpeace empat aktivis lainnya tetap meneruskan 
aksi.Menurut perkiraan Indonesia merupakan negara ketiga penghasil CO2 terbesar 
di dunia. Penggundulan hutan menjadi salah satu penyebab utama.




* FLU MEKSIKO BAYANGI IBADAH HAJI 
Ratusan ribu muslim tiba di Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Tahun ini 
bahaya Flu Meksiko membayangi pelaksanaan rukun Islam tersebut. Para jemaat 
wajib mendapatkan imunisasi sebelum berangkat ke Arab Saudi. Namun demikian 
puluhan orang jatuh sakit dalam perjalanan. Cuaca buruk juga mewarnai 
pelaksanaan haji tahun ini. Tunisia tahun ini melarang warganya naik haji. Ini 
karena tidak tersedia cukup vaksin anti Flu Meksiko. Menurut otoritas arab 
Saudi jumlah korban virus H1N1 tidak sebesar yang dibayangkan. 67 jemaat 
terjangkit virus, empat di antaranya meninggal dunia.




* INDIA CEMBURU HUBUNGAN AMERIKA-CINA DAN APAKAH HAJI ADA MANFAATNYA UNTUK 
NEGARA KORUP?

Berbagai harian di Belanda mengulas kunjungan Presiden India Manmohan Singh ke 
Amerika Serikat. 'Kisah cinta segitiga' antara tiga negara berpenduduk terbesar 
di dunia, Amerika Serikat, Cina dan India menjadi berita utama. India cemburui 
hubungan mesra Amerika dan India. 

'India Merasa Direndahkan oleh Amerika Serikat'. Demikian judul berita yang 
diturunkan oleh Harian NRC Handelsblad. Kebijakan Obama tentang Asia diterima 
di India dengan skeptis. India tidak terima ditempatkan di bawah Cina. 

India tersinggung karena Obama sama sekali tidak menyebut India dalam berbagai 
pidatonya saat berkunjung ke Asia Timur. Amerika dianggap menyepelekan peran 
India di Asia. 

Diremehkan
Yang paling menyakitkan India adalah kesepakatan antara Amerika Serikat dan 
Cina tentang konflik India dan Pakistan. Dalam kesepakatan itu disebut bahwa 
Cina akan berupaya mewujudkan perdamaian antara India dan Pakistan. Bagi India 
itu adalah sebuah hinaan karena Cina tiba-tiba mendapat posisi sebagai polisi 
Asia. Posisi India sebagai negara terbesar di Asia Selatan diremehkan. 

Sementara itu, Harian Trouw menurunkan judul 'India Ingin Lebih Dari Mulut 
Manis Obama'. Walau kedua pemimpin negara menyatakan hubungan negara mereka 
berjalan mulus tapi semua itu hanya di bibir saja. Ketidakpuasan India terhadap 
Amerika tidak bisa disembunyikan. 

Masalah kerjasama nuklir antara India dan Amerika Serikat menjadi batu 
sandungan. Di bawah Presiden George Bush, Amerika sepakat dengan India bahwa 
negara itu bisa memproduksi senjata nuklir. Amerika siap membantu India. Namun, 
empat tahun setelah kesepakatan kerjasama itu belum juga dijalankan. Demikian, 
Trouw.

Haji
Harian berbahasa Inggris the Jakarta Post dalam kolom opininya menyoroti makna 
haji untuk Indonesia. 

Kita semua tahu, naik haji memakan biaya yang tidak sedikit. Hanya orang 
berduit yang bisa melakukan ibadah ini. Tapi, apakah semua itu benar-benar bisa 
membawa faedah? Di Indonesia, di mana korupsi material dan rohani merajalela, 
bisakah haji membantu memperbaiki situasi? 

Idealnya, naik haji adalah ibadah yang bertujuan menciptakan manusia yang lebih 
bertakwa. Setelah menunaikan ibadah haji orang diharapkan akan berperilaku 
lebih baik. Lebih sosial dan senang membantu. Tapi, ini tampaknya sebuah 
pemikiran romantis yang mungkin tidak lagi berlaku. 

Korupsi di Indonesia sering dilakukan oleh orang yang sudah naik haji. Ini 
menimbulkan tanda tanya apakah haji benar-benar bisa merubah watak seseorang 
menjadi lebih baik. Pada kenyataannya haji sering dimanipulasi. Komersialisasi 
menjadi elemen utama ibadah haji. Pergi haji sekarang ini tidak ada bedanya 
dengan jalan-jalan ke Singapura atau Thailand. Tidak lebih dari wisata bagi 
orang berduit. Ini menghilangkan makna haji sebenarnya. 

Jutaan orang Indonesia telah pergi naik haji. Tapi, mereka gagal merubah 
Indonesia menjadi masyarakat yang lebih baik, bebas korupsi. Apabila naik haji 
hanya diartikan semata-mata perjalanan fisik ke Mekah tanpa dibarengi dengan 
transformasi moral, ini tidak ada faedahnya. Demikian the Jakarta Post.


* REMAJA PALESTINA MERASA TAK BERDAYA

Selama beberapa generasi, para remaja Palestina merupakan kekuatan di balik 
perubahan masyarakat. Tapi saat ini para remaja ini adem ayem saja. Mereka 
diselimuti apati dan ketakutan. Demikian hasil penelitian yang diumumkan Selasa 
kemarin di Ramallah. 

Penyelidikan yang bernama "Janji atau Bahaya" yang diselenggarakan oleh pusat 
pemuda Sharek (yang berarti ikutserta), meneliti remaja antara 15 sampai 24 
tahun.  Mereka merupakan sekitar 30 persen dari seluruh penduduk Palestina di 
kawasan pendudukan.


Remaja Palestina mungkin remaja yang paling terpolitisir di dunia, tulis para 
peneliti. Tiap partai atau gerakan politik memiliki seksi pemuda. Toh, hampir 
70 persen remaja yang ditanyai menyatakan tidak aktif politik.

Tiap generasi mengalami cobaan masing-masing. Dua puluh tahun lalu remaja Cina  
secara brutal menantang rezim komunis di Lapangan Tien An Min, di Bejing. 
Remaja Amerika memprotes perang Vietnam dan remaja Afrika Selatan mendirikan 
gerakan anti apartheid.

Intifada

Setelah Israel didirikan pada 1948, remaja Palestina serta merta mengawali 
perlawanan terorganisir. Lalu didirikanlah berbagai partai dan milisi politik. 
Remaja Palestina juga menjadi pedorong gerakan intifada pertama pada 1987. 
Gara-gara perlawanan mereka Israel terpaksa berunding. Tapi setelah itu para 
remaja diam saja.

Menurut para peneliti, ini adalah dampak pendudukan Israel yang menyesakkan 
nafas. Tapi pihak Palestina juga mawas diri. Terhentinya proses perdamaian Oslo 
dan kembalinya PLO dari pengasingan pada 1994 melumpuhkan  remaja Palestina 
masa kini, tulis para peneliti. Saat didirikannya Otoritas Palestina para 
remaja kembali dipojokkan.

Checkpoints

Oleh karena itulah peranan remaja pada intifada kedua tahun 2000 sangat berbeda 
dari yang pertama. Mereka diganti oleh milisi bersenjata dan konfrontasi pun 
terjadi di berbagai checkpoint (pos penjagaan).  Pembina remaja Tayseer Mohsen 
dari Gaza menyebut intifada kedua "ledakan tanpa arah". Mayoritas remaja 
Palestina tidak berperanan aktif dalam perlawanan ini."

"Para pemimpin pemberontakan ini tidak peduli sama remaja atau menggunakan 
mereka sebagai buah catur dalam konflik bersenjata, " tandas Sufian Mushsha, 
pemimpin Sharek. "Pemuda tidak lagi menjadi lambang perlawanan, tetapi sudah 
menjadi simbol pejuang yang membunuh dan terbunuh." Pemuda tidak lagi mempunyai 
pengaruh yang berarti terhadap kebijakan dalam tubuh kelompok perlawanan ini.

Kecewa

Generasi remaja Palestina sekarang memalingkan diri dari politik. Penyebabnya 
terutama adalah kekecewaan terhadap institusi  nasional dan ketidakberdayaan 
para pemimpin Palestina. Menurut peneliti, perasaan tak berdaya menyelimuti 
mayoritas pemuda Palestina. 

Masyarakat Palestina dilanda korupsi dan KKN. Untuk mendapatkan pekerjaan, 
orang harus menyogok atau melalui koneksi. Punya pendidikan hebat dan lulus cum 
laude pun, masih perlu koneksi supaya mendapatkan pekerjaan. Ini merongrong 
nilai pendidikan. Demikian kesimpulan penelitian.


* MENJADI ANAK YATIM KARENA KEMISKINAN

Louise Dunne 

Banyak orang berpikir panti asuhan di dunia penuh anak-anak yang kehilangan 
orangtua dalam perang, bencana atau karena penyakit. Tapi kenyataan mungkin 
lebih tragis lagi. Ternyata setidaknya empat dari setiap lima anak yatim punya 
satu dan kadang dua orangtua yang tidak mampu merawat mereka. 

Organisasi amal Save the Children baru saja menerbitkan laporan yang 
menunjukkan bahwa di beberapa negara angka tadi bahkan lebih tinggi - 90 persen 
di Ghana, misalnya, 95 persen di Indonesia dan yang menakjubkan 98 persen di 
Eropa Timur dan Tengah. Penasehat Perlindungan Anak Louise Melville-Fulford 
berkata kepada RNW ada satu penyebab utama mengapa begitu banyak anak menjadi 
anak yatim, yakni kemiskinan.

Louise Melville-Fulford: "Sayangnya, banyak keluarga yang putus asa merasa 
tidak punya pilihan lain selain menempatkan anak mereka di panti asuhan untuk 
memastikan mereka mendapatkan makanan, pakaian dan pendidikan. Di banyak 
negara, pendidikan gratis bagi rakyat hanya tersedia di panti asuhan. Yang 
menyedihkan adalah bahwa anak-anak sering ditempatkan di panti asuhan untuk 
selamanya, terpisah dari keluarga mereka."

Rentan
Sementara orangtua yang menyerahkan anak percaya bahwa itu adalah satu-satunya 
cara memberi mereka kehidupan yang lebih baik, dalam kenyataan justru terjadi 
sebaliknya. Anak-anak di lembaga tersebut jauh lebih rentan terhadap pelecehan, 
pengabaian, eksploitasi dan mengalami dampak psikologis. Save the Children 
melaporkan bahwa anak-anak yang tumbuh di panti asuhan lebih cenderung 
mengalami gangguan pertumbuhan, masalah perilaku dan memiliki IQ lebih rendah 
daripada mereka yang dibesarkan di rumah atau di rumah anak angkat. Terutama 
anak-anak di bawah usia tiga tahun akan bisa menghadapi kerusakan permanen, 
baik secara fisik dan mental.

Save the Children berusaha menghilangkan mitos bahwa panti asuhan adalah 
jawaban bagi keluarga yang kesulitan membesarkan anak mereka. Organisasi ini 
mencoba membujuk pemerintah dan donor untuk menyumbang dana kepada 
proyek-proyek yang mendukung keluarga bersangkutan.

Louise Melville-Fulford: "Kami tahu bahwa biaya operasional lembaga seringkali 
sepuluh kali lebih tinggi daripada pemberian bantuan kepada seorang anak dalam 
sebuah keluarga dengan menyediakan pelayanan kesehatan, pendidikan, tempat 
penampungan anak dan bantuan sehari-hari."

Adopsi
Organisasi amal itu sendiri tidak mendukung lembaga-lembaga namun berfokus pada 
proyek-proyek, mengembangkan dukungan kepada keluarga dan masyarakat. Selain 
itu juga mendukung program-program yang memberikan pelayanan alternatif bagi 
anak-anak yang benar-benar anak yatim - seperti pelbagai program untuk anak 
angkat dan adopsi - dan bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan 
standar di rumah si anak itu tinggal serta membantu dalam proses 
deinstitusionaliasi.

Di beberapa negara panti asuhan telah menjadi bisnis besar, kata Louise 
Melville-Fulford, menyebabkan jumlah lembaga macam itu bertambah pesast 
beberapa tahun terakhir, khususnya di Afrika dan Asia.

Louise Melville-Fulford: "Panti asuhan sering dipandang sebagai jalan keluar 
mudah, dan cenderung menarik banyak sumbangan. Orang berniat jahat mengambil 
keuntungan darinya. Mereka mungkin memakai sendiri sumbangan daripada 
menggunakannya bagi anak-anak yang diasuh mereka. Dalam situasi terburuk, 
anak-anak 'diculik' masuk panti asuhan karena sumbangan dana sering dikaitkan 
dengan jumlah anak-anak yang ditampung di panti asuhan. Semakin banyak anak 
yang ditampung, semakin banyak uang yang mereka terima. Anak-anak kemudian 
diselundupkan keluar dari lembaga tersebut."

Dukungan tepat
Menurut Save the Children bahkan keluarga termiskin cukup mampu merawat anaknya 
sendiri, jika saja diberikan dukungan yang tepat. Oleh karena itu organisasi 
tersebut mendesak pemerintah, donor dan mereka yang bekerja di panti asuhan 
sehingga berupaya memberikan bantuan.


* KEKERASAN MASIH BANYAK MESKI ADA UU KDRT

Tanggal 25 Nopember adalah hari kampanye menentang kekerasan terhadap perempuan 
di seluruh dunia. Apakah ada kemajuan di bidang perlindungan perempuan di 
Indonesia? Menurut Nong Darol Mahmada, seorang aktivis perempuan, dari segi 
Undang-Undang ada kemajuan. Hal ini berkat disahkannya UU Kekerasan Dalam Rumah 
Tangga (KDRT). 

Nong Darol Mahmada: 'Sekarang itu siapa pun khususnya kalangan perempuan yang 
diperlakukan kekerasan oleh suami misalnya atau oleh sang ayah misalnya, itu 
bisa mengadukan hal itu sebagai kasus hukum."

Partipisasi semua pihak
Masalahnya sekarang, tambah aktivis perempuan ini, bagaimana cara menerapkannya 
dengan baik. Supaya proses impelentasinya cepat, menurut Nong, harus ada 
partisipasi semua pihak untuk mengawasi pelaksanaannya itu.

Nong Darol Mahmadah: Jadi misalnya dari kalangan NGO atau lembaga-lembaga yang 
concern (prihatin,red) terhadap perempuan, terhadap perlindungan perempuan, 
harus terus menerus mengawasi.

Nong menambahkan, meski UU KDRT sudah disahkan oleh DPR, namun kekerasan di 
luar rumah tangga, masih banyak terjadi. Contohnya adalah trafficking dan 
pelacuran perempuan, termasuk yang di bawah umur. 

Nong Darol Mahmada: "Itu memang harus ada aparat terkait untuk mengelaborasi 
dan mengeksplor satu per satu, supaya angka kekerasan khususnya terhadap 
perempuan yang ditingkat TKW, kelompok migran gitu, serta perempuan-perempuan 
yang diperdagangkan itu, atau buruh perempuan, itu harus betul-betul 
diperhatikan dan diawasi. Dan perlu didampingi terus menerus."

Optimis

Namun demikian, Nong Darol Mahmadah optimis posisi perempuan Indonesia akan 
membaik. Terutama karena sudah ada UU KDRT tadi. Kekerasan terhadap perempuan 
akan menurun, katanya. Selain itu bertambahnya jumlah perempuan yang memegang 
jabatan strategis, bisa berdampak positif bagi perlindungan kaum hawa ini. 

Nong Darol Mahmadah: "Mereka bisa mempengaruhi upaya perlindungan terhadap 
perempuan di ruang publik. Misalnya lewat perempuan yang bergerak di 
perlindungan buruh migran. 

Yang sangat penting, katanya, adalah menindak para pelaku kekerasan terhadap 
perempuan.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke