--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 26 November 2009 15:40 UTC ** OBAMA DAN WEN HADIRI KTT IKLIM ** SETAHUN PERINGATAN TEROR MUMBAI ** PENAHANAN KASUS PEMBUNUHAN MASAL FILIPINA ** TOPIK PERS: 40 TAHUN UNTUK PENJAGAL KHMER MERAH DAN HONOR KILLING PEMUDA HOMO TURKI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BUNGA MAWAR DAN OPIUM AFGHANISTAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: LISTRIK SAHARA UNTUK KONSUMEN DI AFRIKA DAN EROPA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MA TAK PERBOLEHKAN PELAKSANAAN UN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: LEBARAN HAJI TANPA POTONG KORBAN DI BELANDA * OBAMA DAN WEN HADIRI KTT IKLIM Perdana Menteri Cina Wen Jiabao akan menghadiri KTT Iklim di Kopenhagen tanggal 7 hingga 18 Desember. Kemarin, Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga menyatakan akan hadir di sana pada 9 Desember. Hari berikutnya, Obama menuju Oslo untuk menerima hadiah Nobel Perdamaian. Amerika Serikat dan Cina adalah dua negara penghasil CO2 terbesar. Kehadiran keduanya dianggap sangat penting. Koordinator PBB untuk perjanjian iklim baru, Yvo de Boer, menyebut kehadiran Obama di KTT sangat penting untuk bisa mencapai kesepakatan. Amerika Serikat menghendaki pengurangan emisi gas rumah kaca sebanyak 17 persen untuk sepuluh tahun mendatang dibanding jumlah tahun 2005. Sedangkan Cina menghendaki 45 %. Uni Eropa menginginkan pengurangan sebesar 20%. Apabila KTT menghasilkan perjanjian baru, maka Uni Eropa bersedia meningkatkan prosentase itu sampai 30%. Tujuan akhir KTT adalah mengganti Perjanjian Kyoto tahun 1997. * SETAHUN PERINGATAN TEROR MUMBAI Di kota Mumbai, India, berlangsung peringatan serangan teror setahun silam yang menewaskan 166 orang. Peringatan diisi dengan doa dan parade peralatan polisi baru seperti kendaraan ampibi dan mobil baja. Menyusul serangan itu, pemerintah mengeluarkan 18 juta dolar untuk membeli peralatan baru. Di samping itu petugas polisi juga ditambah. Dengan parade tersebut, polisi ingin memberi rasa aman bagi warga Mumbai. Polisi dan pemerintah banyak dikritik sesudah serangan tersebut; para petugas tidaklah terlatih dan perlengkapan senjata tidak memadai. Tanggal 26 November tahun lalu, sebanyak sepuluh teroris menyerang berbagai tempat di Mumbai secara bersamaan, antara lain dua hotel mewah dan stasiun kereta api yang sibuk. Dibutuhkan tiga hari lamanya sebelum polisi mampu meringkus para teroris bersenjata itu. * WHO BERI 9 JUTA VAKSIN UNTUK FILIPINA Organisasi Kesehatan Sedunia WHO memberi sembilan juta vaksin H1N1 kepada Filipina. Kiriman pertama akan datang dalam waktu sebulan dan diperuntukkan bagi sekitar 400 ribu petugas kesehatan. Banyak negara miskin yang tidak mampu membeli vaksin. Oleh karena itu WHO telah memutuskan untuk memberikan sebagian kecil persediaan vaksin di negara kaya untuk negara-negara sedang berkembang. Oleh karena itu, kelompok beresiko paling utama dapat ditangani. Ke-9 juta vaksin itu tidaklah memadai untuk seluruh penduduk Filipina yan jumlahnya mencapai lebih dari 90 juta orang. Sejauh ini, sudah ditemukan 5500 kasus flu H1N1 di Filipina, sebanyak 33 di antaranya meninggal dunia. * PENAHANAN KASUS PEMBUNUHAN MASAL FILIPINA Pria yang dianggap sebagai dalang pertumpahan darah di Filipinan Senin lalu, menyerahkan diri. Tersangka utama, Andal Ampatuan junior, mengatakan tidak ada kaitan dengan pembunuhan masal itu. Sebelumnya, polisi menahan lebih dari 20 orang yang kabarnya terlibat dalam pembunuhan di selatan negeri itu. Menurut media Filipina, mereka adalah anggota milisi pimpinan Ampatuan junior. Ayahnya, Ampatuan senior, adalah seorang politikus berkuasa, pendukung Presiden Gloria Arroyo. Senin lalu di kota Saniag, berkumpul para pendukung dan sanak keluarga seorang politikus yang hendak bersaing melawan Gubernur Ampatuan senior dalam pemilihan. Tanpa diduga, mereka diserang sekelompok pria bersenjata berjumlah sekitar seratus orang. Mereka dibunuh dan dibuang di kuburan masal. Sejauh ini, 57 jenazah telah ditemukan. * CHAVEZ TAK SEMPAT HADIRI PERTEMUAN IKLIM Presiden Venezuela Hugo Chavez tidak hadir pada pertemuan iklim Amerika Selatan yang digelar di kota Manus, Brasil hari ini. Chaevz mengatakan 'tidak sempat'. Sebanyak delapan negara Amerika Selatan bertemu untuk merumuskan sikap bersama dalam KTT Iklim di Kopenhagen mendatang. Mereka hendak menegaskan wilayah Amazon harus diselamatkan dan untuk itu KTT di Denmark perlu membuat rencana. Hadir di Manus antara lain Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden Nicolas Sarkozy. Guyana Prancis, sebagiannya terletak di wilayah Amazon. * AHMADINEJAD DISAMBUT HANGAT DI CARACAS Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad disambut di Caracas oleh sejawatnya HugoChavez. Ini untuk ke empat kalinya presiden Iran berkunjung pada Chavez. Hubungan antara Iran dengan Venezuela semakin menghangat tahun-tahun belakangan. Pemimpin Venezuela menyebut Ahmadinejad 'seorang gladiator anti imperialis', dan keduanya saling menyapa dengan sebutan 'sauadara'. Chavez menggunakan kesempatan kunjungan Ahmadinejad ini untuk mengeluarkan pernyataan keras anti Israel. Ia menggambarkan Israel sebagai 'tangan pembunuh imperium Amerika'. Belum lama ini, Presiden Israel Shimon Peres meramalkan rezim Ahmadinejad dan Chavez akan tumbang karena rakyat kedua negara sudah jenuh terhadap mereka. Venezuela menjadi perhentian terakhir perjalanan keliling Ahmadinejad di Amerika Latin. Sebelumnya, ia mengunjungi Brasil dan Bolivia. Dari mereka, Ahmadinejad mendapatkan dukungan untuk meneruskan program nuklirnya bagi tujuan damai. * Honduras Jelang Pemilihan Presiden Mahkamah agung Honduras memutuskan presiden tersingkir Manuel Zelaya tidak boleh kembali sebagai presiden. Dengan demikian mahkamah tetap pada keputusan semula. Ketika Zelaya dilengserkan oleh tentara Juni lalu, hal itu juga atas perintah mahkamah yang sama. Namun keputusan ini tidak mengikat. Dalam waktu dekat, Kongres akan mengambil keputusan. Pemilu Honduras yang akan datang tampaknya tidak akan luput dari konsekuensi internasional. Apabila Amerika Serikat mengakui hasil pemilihan Ahad mendatang, maka hubungan Washington dengan Amerika Latin akan terancam. Demikian dikatakan pemerintah Brasil. Banyak negara Amerika Latin yang tidak akan mengakui hasilnya karena pemilihan ini tidak legitim. Washington resminya tidak mengambil sikap, tapi pemerintah secara samar-samar menyatakan akan menghormati hasil pemilihan. Menurut rencana, Presiden Roberto Micheletti akan mundur sementara. Di hari sekitar pemungutan suara, negara itu tidak akan memiliki presiden. Baik Zelaya maupun Micheletti bukanlah calon. Peluang terbesar ada pada Porfirio Lobo dari Partai Nasional yang kanan serta Elvin Santos dari partai liberal kanan. Ini adalah partai Zelaya dan Micheletti. * WARTAWAN KANADA DAN AUSTRALIA BEBAS Sebanyak dua wartawan Kanada dan Australia dibebaskan penculik mereka di Somalia. Mereka disekap selama lima belas bulan. Menurut desas-desus, mereka bebas dengan uang tebusan sebanyak satu juta dolar. Wartawan Kanada, Amanda Lindhout, mengatakan dirinya dianiaya oleh para penculik dan untuk waktu lama disekap sendirian. * KELUARGA ORANYE BELI VILA DI ARGENTINA Putra Mahkota Willem-Alexander dan Putri Maxima diberitakan membangun vila di sebuah resor eksklusif di Argentina. Hal itu debenarkan oleh makelar vila terhadap majalah Elsevier. Pasangan kerajaan tahun lalu ternyata telah membeli dua bidang tanah di tepi danau tempat peristirahatan Muella de Piedra, di dekat tempat olah raga ski Bariloche di Argentina. Pekan lalu, pasangan tersebut membatalkan proyek serupa di Mozambik karena kritik yang berkelanjutan. Bersama dengan warga kaya Eropa lainnya, pasangan kerajaan itu ingin ambil bagian dalam proyek vila mewah yang akan menguntungkan penduduk setempat. Para anggota parlemen meragukan reputasi pengembang proyek itu. Resor berpagar di Argentina ini juga tidaklah tanpa kontroversi. Politisi lokal berhasil menggagalkan pembangunan padang golf di wilayah yang masih asri itu. Mereka juga mengatakan keamanan di sekitar itu semakin menurun sejak keberadaan resor tersebut. * TOYOTA TARIK KEMBALI EMPAT JUTA MOBIL Pabrik mobil Jepang Toyota, menarik kembali hampir empat juta mobil di Amerika Serikat. Mobil-mobil tersebut, antara lain dari tipel Camry dan Prius, akan mendapatkan pedal gas baru. Pedal gas yang sekarang terlalu panjang sehingga bisa nyangkut di keset mobil. Satu orang sudah meninggal dunia karenanya. Ini terjadi pada mobil mewah Lexus. Aksi Toyota ini merupakan operasi terbesar dalam sejarah Amerika. Masalah sudah ditengarai akhir September lalu. Awalnya, Toyota menasehati pemilik mobil untuk membuang keset. Sementara, pabrik mobil Jepang ini memutuskan lebih aman untuk mengganti pedal gas itu. * TAMU TAK DIUNDANG DI PESTA OBAMA Dinas rahasia Amerika sedang menyelidiki bagaimana dua tamu tak diundang dapat masuk ke jamuan makan malam di Gedung Putih Selasa lalu. Presiden Barrack Obama memberi jamuan makan malam kehormatan bagi Presiden India Manmohan Singh. Pasangan, Tareq dan Michaele Salahi, berhasil lolos dari petugas keamanan. Mereka memuat foto-foto petualangan itu di Facebook. Pada salah satu foto tampak pasangan berdiri di sebalah Wakil Presiden Joe Biden. * BERITA BURSA Bursa-bursa Eropa dibuka dengan kerugian Kamis ini. Di Amsterdam, indeks AEX turun hampir 2% pada 312. Bursa di London, Frankfurt, dan Paris turun hingg 1,93%. Bursa-bursa di Asia juga menuntup perdagangan hari ini dengan kerugian. Di Tokyo, indeks Nikkei ditutup pada 9.383 atau 0,62% kerugian. Nilai tukar: 1 C = $ 1, 5073. 1 C = Rp14.218 1 $ = Rp. 9.442 * 40 TAHUN UNTUK PENJAGAL KHMER MERAH DAN HONOR KILLING PEMUDA HOMO TURKI Ahmet Yildiz, 26 tahun, adalah satu-satunya anak keluarga kaya-raya Yahya Yildiz di Turki Selatan. Ia ditembak mati ketika mengendarai mobilnya untuk membeli es krim. Sang penembak adalah ayahnya sendiri, yang sementara telah melarikan diri ke Irak. Peristiwa itu sendiri terjadi 18 bulan silam, demikian diangkat surat kabar International Herald Tribune. Ayah Ahmet meminta agar putranya pulang ke rumah keluarga di Turki selatan dan menemui dokter serta imam untuk 'menyembuhkan' homoseksualitasnya dan menikah, tapi Ahmet menolak. Dengan hidup secara terbuka sebagai gay di tengah-tengah keluarga suku yang patriarkis, Ahmet ibarat menantang agama dan kehormatan keluarga. Sejauh ini, honor killing (pembunuhan mengatasnamakan kehormatan keluarga) terjadi pada perempuan muda, yang dibunuh oleh anggota keluarga pria, karena dianggap berselingkuh atau mencemarkan nama baik keluarga. Menurut catatan resmi, satu kasus pembunuhan honor killing terjadi setiap minggunya hanya di kota Istambul saja. Praktek ini, menurut PBB meminta korban lima ribu perempuan setiap tahun. Honor killing terhadap homo jarang terungkap karena seorang homo bukan hanya membawa aib bagi keluarga tapi juga merongrong konsep identitas maskulin, fondasi struktur sosial masyarakat. Honor killing terhadap seorang pemuda homo ini, mengungkap perpecahan mendalam dalam masyarakat Turki. Di satu pihak, masyarakat modern Turki yang sekuler versus masyarakat tradisonal di mana agama dan Islam semakin kuat serta merasa tidak nyaman dengan sikap permisif terhadap seksualitas dan peran gender. Beralih ke topik lain. Jaksa Tribunal Kamboja menuntut vonis 40 tahun penjara kepada pemimpin penyiksaan rezim Khmer Merah Kaing Guek Eav atau 'Duch', demikian diangkat harian Belanda de Volkskrant. Rabu kemarin, Duch kembali menyatakan penyesalan dan bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap sedikitnya 12.380 orang. Menurut jaksa penuntut, angka tersebut sangat kecil karena selama rezim Khmer berkuasa di tahun 70an, Duch memimpin pusat penyikasaan 'S-21'atau "Tuol Sleng'. Adalah tugasnya untuk menyiksa serta mengorek keterangan dari setiap orang. Sesudahnya, mereka dibunuh di tempat atau dikirim ke padang pembantaian dan dibantai secara keji. Hanya 7 dari 16 ribu orang yang dibawa ke Tuol Sleng, selamat. Duch mengaku ia harus mematuhi perintah, karena apabila menolak menyiksa para korbannya, maka ia sendiri yang akan dibunuh, demikian pengakuannya kemarin. 'Itu masalah hidup atau mati', kata Duch dikutip surat kabar de Volkskrant. Namun pernyataan tersebut dibantah oleh salah seorang pengacara korban. Menurutnya, sebagai komandan, Duch bekuasa penuh untuk menyelamatkan korban, tindakan yang tidak pernah dilakukannya. Keputusan terhadap Duch akan diambil Maret tahun depan. Ini akan menjadi keputusan pertama tribunal yang didirikan tahun 2006 itu. Sesudah Duch, tribunal juga akan mengadili empat pimpinanh Khmer Merah lainnya: Nuon Chea, Khieu Samphan, Ieng Sary, dan Ieng Thirit. Demikian de Volksrant. * BUNGA MAWAR DAN OPIUM AFGHANISTAN Dulu tanah-tanah ladang di sekeliling desa Afghanistan, Pucha Kala yang artinya Lima Rumah, penuh dengan tanaman opium. Sejauh mata memandang, orang hanya melihat tanaman tersebut. Tapi itu cerita dulu, dan sekrang situasi berubah total. Gubernur Propinsi Nangahar, di mana desa itu terletak, berhasil memberantas penanaman opium dan mengubahnya menjadi pertanian lain yang menguntungkan. Laporan Bette Dam dari Pucha Kala: Orang menamakannya revoluisoner. Sampai saat ini tidak ada satu pun cara yang bisa menghentikan perdagangan opium yang sangat menguntungkan itu. Dua penyelidiki Belanda, Tom Kramer dan Martin Jelsma, mengikuti kebijakan narkoba Afghnaistan dengan seksama, atas permintaan Institut Transnasional di Amsterdam. Mereka mengenal wilayah Afghanistan itu dengan baik, dan tidak begitu yakin bahwa metoda revolusioner sang gubernur, akan berhasil. Tom Kramer: Saya pernah berkunjung ke sini dua tahun lalu. Ketika itu tanah-tanah ladang ini penuh dengan tanaman opium. Sekarang semuanya hilang. Beberapa tahun terakhir sang gubernur meminta penduduknya untuk tidak menanam opium lagi. Setelah berunding dengan para ketua desa, ia menawarkan bantuan sebagai gantinya, dalam bentuk uang dan dalam bentuk program bantuan. Apakah ini kisah sukses, masih dipertanyakan. yang penting adalah jalan keluar untuk jangka panjang. Hari ini kami akan berbicara dengan petani di desa ini mengenai persoalan mereka dan tentang masa depan. Ayo kita ke atas ... Industri Parfum Dauwa Jan adalah salah satu petani yang punya lahan pertanian di salah satu bukit yang mengelilingi desa Afghanistan tersebut. Pria yang energik dan baru berusia 30 tahunan ini mulai menanam opium ketika masih muda. Sekarang ia menanama bunga mawar. dari kelopoak bunga tersebut dibuat minyak untuk industri parfum di Barat. Walaupun beberapa tetes minyak mawar bisa dijual dengan harga tinggi, penghasilan dari ladang opium jauh lebih baik. Petani Afghan: ya, ya ... opium menghasilkan uang lebih besar Selain itu ia tidak pernah menerima unag kompensasi yang dijanjikan. Sang gubernur memnang membagi-bagikan jutaan dolar Amerika, tapi para pegawai negeri yang korupdi desa Pucha Kala lebih senang mengumpulkannya untuk kantong sendiri. Kedua penyelidik Belanda ini cemas Dauwa Jan akan kembali menanam opium, kalau perlu secara diam-diam. Tapi petani Afghan ini menggelengkan kepalanya dengan takut. Petani Afghan: Kami tidak melakukan itu. Aturannya sangat ketat. Pemerintah telah memperingatkan akan membakar rumah saya dan saya bisa didenda hingga 20.000 dolar. Kelihatannya petani ini menjadi korban kebijakan anti-opium, tetapi desa tempat tinggalnya tidak kelihatan miskin. banyak binatang peliharaan berkeliaran dan anak-anak juga berlarian dengan bebas. Pakar Belanda Martin Jelsma menjelaskan: Martin Jelsma: Ini sebuah contoh desa di mana para petani tidak menerima kompensasi yang dijanjikan. Sementara sang gubernur menjanjikan uang tiga ratus dolar apabila mereka berhenti menanam opium. Penghasilan mereka memnag berkurang darstis, tetapi desa ini jelas memperoleh keuntungan dari proyek-proyek kemasyarakatan yang dijalankan, misalnya listrik dan popmpa air. Taraf kehidupan mereka memang jelas membaik, tetapi tidak otomatis memberikan penghasilan yang lebih besar untuk keluarga petani. Ini contoh suatu desa yang berhasil. Terutama karena desa ini terletak di wilayah subur dan ada cukup air. Sementara desa-desa lain jauh menderita. In Uruzgan tempat pasukan Belanda ditugaskan, perkebunan opium masih terus dilakukan, demikian Tom Kramer. Lahan-lahan pertanian opium tidak dibakar habis, dan ini suatu perkembangan positif. Tetapi proyek rencana tumbuhan lain belum juga belum dilaksanakan. Para pakar Institut Transnasional ini menyimpulkan, Belanda akan meninggalkan Uruzgan yang penuh dengan perkebunan opium. * LISTRIK SAHARA UNTUK KONSUMEN DI AFRIKA DAN EROPA Tahun-tahun mendatang ini, ratusan ribu cermin akan bermunculan di gurun Sahara. Cermin tersebut akan mengubah terik sinar matahari yang melimpah ruah di wilayah gurun, menjadi listrik tanpa polusi. Paul van Son, warga Belanda yang ikut memimpin 'Proyek Gurun' ini, bersiap-siap melaksanakan suatu operasi raksasa. Laporan Thijs Westerbeek van Eerten. Ukuran 'Proyek Gurun' ini tidak tanggung-tanggung: proyek akan berlangsung selama empat dasawarsa. Sekitar 2.500 kilometer persegi hektar lahan gurun akan tertutup oleh cermin pembangkit listrik matahari. Dan sekitar tahun 2050, semua negara di sekitar Sahara, sudah akan menikmati aliran listrik, dengan harga murah dan bebas polusi. Lebih ambisius lagi: pada saat itu nanti, listrik dari Sahara akan mampu memasok limabelas persen kebutuhan energi Eropa. Ini sekaligus berarti, perbaikan jaringan listrik tegangan tinggi di Afrika Utara, dan pemasangan sambungan jaringan listrik ke benua Eropa, melalui Laut Tengah. Proyek raksasa seperti itu membutuhkan investasi luar biasa. Sebagai pimpinan proyek, Paul van Son sudah terbiasa dengan pengeluaran raksasa. Paul van Son: "Dalam skenario Lembaga Penerbangan Jerman, bahasa aslinya 'Deutsche Luft und Raumfart Institut', proyek ini perlu biaya 400 milyar euro, tersebar selama 40 tahun. Biaya ini sebanding, jika kita akan membangun pembangkit tenaga listrik dengan cara lain, misalnya secara konvensional ..." Nama beken Bagi publik luas, nama Paul van Son sama sekali tidak dikenal. Namun, di kalangan energi sadar lingkungan, ia cukup beken. Jebolan Universitas Teknik Delft dari jurusan teknik listrik ini punya pengalaman kerja luas di berbagai perusahaan dan lembaga, yang berkaitan dengan produksi dan distribusi energi, di seluruh dunia. Selama enam tahun belakangan, ia menjabat sebagai Direktur Pelaksana, perusahaan listrik raksasa, Essent, di Jerman. Dan sejak beberapa pekan lalu, ia chief executive officer, c.e.o., Desertec, atau 'Proyek Gurun' yang berkedudukan di Munchen. Selama tiga tahun mendatang, ia akan menyusun rincian rencana investasi Desertec. Dengan sasaran, para calon penanam modal, secara mudah langsung dapat memperhitungkan kemungkinan keberhasilan proyek ini. Karena, sejauh ini sudah cukup jelas, puluhan perusahaan besar Eropa, yang menyatakan berminat, seperti misalnya: Siemens, perusahaan listrik raksasa, DWE, dan Deutsche Bank, bukan hanya karena mereka cinta lingkungan hidup. Paul van Son: "Saya kira, semua perusahaan tersebut memahami, masa depan kita semua adalah sumber energi yang berkesinambungan. Dan juga untuk masa transisi sekarang ini, yang sedang kita alami di Eropa, dan mungkin juga di seluruh dunia. Dan tentu saja, semua perusahaan tersebut, juga memikirkan masa depan mereka sendiri." Teknik sederhana Teknologi yang diterapkan Desertec sudah teruji. Ini bukan percobaan. Memang, juga akan dipasang kincir angin dan panel pembangkit tenaga listrik matahari. Tetapi pembangkit tenaga listrik utama dari panas sinar matahari. Cara kerjanya sebagai berikut: ratusan ribu cermin akan memantulkan sinar matahari pada satu titik, suatu ketel air raksasa. Uap air yang timbul, akan menggerakkan turbin listrik. Ini konsep sederhana, dan pemeliharaannya pun mudah. Yang lebih susah adalah mengajak semua negara di sekitar gurun Sahara. Libia dan Aljazair mendapat banyak uang dari produksi minyak mereka. Dua negara ini tentu tidak akan menyambut datangnya saingan dari kalangan energi bersih lingkungan. Sementara negara-negara seperti Tunisia, Maroko dan Mesir menganggap proyek ini sebagai peluang baik, yang juga akan membuka ribuan kesempatan kerja selama bertahun-tahun. Paul van Son terbang ke berbagai tempat, dan berbicara di mana-mana dengan penuh keyakinan: Paul van Son: "Tantangan paling utama adalah meyakinkan penduduk setempat, juga politisi setempat, tentang peluang proyek ini. Kami juga harus menjelaskan manfa'at langsung proyek ini bagi negara mereka. Ini memang pekerjaan berat, karena menyangkut daerah yang sedemikian luas. Dan orang-orang di sana, belum punya pengalaman mengikuti proyek pembangkit listrik sebesar ini." Bahwa upayanya akan berhasil, manajer baru ini yakin sekali: "Untuk kali pertama, banyak perusahaan besar mau mendukung proyek energi berkesinambungan, dalam skala sebesar ini. Karena itu, pasti akan berhasil. Karena, perusahaan-perusahaan tersebut juga sadar, proyek ini menguntungkan." Menurut Paul van Son, sekitar sepuluh tahun lagi, listrik produksi Sahara sudah akan bisa digunakan di daratan Eropa. * MA TAK PERBOLEHKAN PELAKSANAAN UN Para pengamat pendidikan sependapat bahwa pemerintah harus kembali ke sistem kelulusan yang lama, menyusul keputusan Mahkamah Agung yang menyatakan Ujian Nasional (UN) cacat hukum. Banyak pendapat; Ujian Nasional harus ada, tetapi jangan dijadikan tolok-ukur kelulusan, tetapi merupakan pemetaan pendidikan. Berikut tanggapan M Bakri BK, Ketua Umum LSM "Poros Pendidikan" di Jakarta kepada Radio Nederland Wereldomroep tentang kemelut UN tersebut. M Bakri [MB]: Masalah UN ini memang sudah berapa lama ini menjadi polemik, jadi masalah pro-kontra di masyarakat juga. Mahkamah Agung menerima gugatan dari korban UN dan ada beberapa organisasi menggugat pemerintah, dan MA juga sudah memutuskan bahwa itu dibatalkanlah, boleh dikatakan ; harus ditinjau kembali UN itu. Problem sebenarnya adalah Ujian Nasional ini jadi tolok-ukur kelulusan siswa. Yang mana kalau berbicara masalah Ujian Nasional yang berlaku di negeri ini, dia harus melihat bahwa setiap daerah kan tidak sama. Umpamanya daerah DKI Jakarta Raya dan di Irian Jaya, di Papua itu akan berbeda. Berbeda dari aspek murid-murid, siswanya, juga kita lihat bahwa sarana dan pra-sarananya ini tidak mendukung. Jadi siswa dituntut untuk mencapai standarisasi nilai, dan juga jadi standard kelulusan mereka, tapi sarana dan pro-sarana mereka itu tidak menunjang. Jadi seharusnya pemerintah menyiapkan dulu sarana-pra-sarana untuk mencapai standarisasi pendidikan itu. Jadi jangan melihat Ujian Nasional itu dari hasilnya. Tapi melihat prosesnya juga. Ini kan juga dari segi pelanggaran hak azasi kepada anak-anak ini juga terjadi. Jadi problemnya, Ujian Nasional itu silahkan dilaksanakan, dan yang penting sarana dan pra-sarana untuk mendukung ke situ, Ujian Nasional ini tercapai. Itulah yang diharapkan oleh masyarakat dan guru-guru juga begitu. Malah kemarin dimenangkan oleh MA, itu guru-guru banyak yang bersyukur. Jadi ini memang fenomena yang sangat menarik sekali. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Masalah UN ini lebih kena kalau dikatakan; harus disempurnakan. Jadi tidak harus gebyah-uyah begitu maksudnya? MB: Ya, sebenarnya bicara soal UN itu pendidikan harus bermutu. Dan bagaimana kita untuk memajukan bangsa dan negara ini, kalau tidak diawali oleh pendidikan. Dan pendidikan itu harus bermutu itu, saya pikir itu merupakan konsep yang benar. Yang jadi problem sekarang ini di Ujian Nasional ini. Soal Ujian Nasional ini kan sama. Umpamanya di daerah DKI, di daerah yang lain, itu sama, dan standarisasinya berbeda. Jadi proses sarana dan pra-sarana itu yang dibenahi dulu. Masyarakat meminta itu dibenahi dulu. Malah ada kasus di suatu provinsi itu banyak yang gak lulus, karena ternyata ada kebocoran soal. Kebocoran soal itu, ternyata soalnya ditukar lagi oleh panitia, akhirnya berbeda dengan rumusan jawaban. Sehingga akhirnya banyak yang gak lulus. Nah ini kan banyak terjadi kecurangan-kecurangan untuk mencapai kelulusan. Dan pemerintah daerah, dinas-dinas pendidikan di daerah ingin berharap di wilayahnya itu banyak yang lulus. Tapi karena fenomena seperti itu, terjadilah banyak kecurangan. Jadi Ujian Nasional itu baik untuk meningkatkan mutu, tapi untuk meningkatkan mutu itu kan harus ada sarana dan pra-sarana untuk mencapai proses itu didukung. RNW: Apa yang anda sebut sebagai sarana dan pra-sarana apakah termasuk mutu para guru atau para pengajar yang memberikan pendidikan kepada para siswa dan murid? MB: Ya, jadi guru juga harus ditingkatkan kwalitasnya, karena ini juga faktor utama. Nah ini variabelnya salah satu adalah seperti itu. Dan sarana pra-sarana sekolah penunjang sekolah dan lain-lain, itu memang problem yang juga harus dilihat oleh pemerintah untuk mencapai hasil yang diinginkan, dan juga harus dilihat prosesnya. RNW: Sebagai seorang pakar pendidikan, apakah anda melihat pemerintah sudah cukup berbuat banyak untuk mempersiapkan sarana dan pro-sarana ini? MB: Yang terjadi selama ini di dalam masyarakat ini, bahwa faktor penunjang itu belum mencapai taraf maksimal. Wawancara lengkap dapat didengarkan di: http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/article/ma-tak-perbolehkan-pelaksanaan-un * LEBARAN HAJI TANPA POTONG KORBAN DI BELANDA Warga Indonesia di Belanda Jumat ini juga berbondong merayakan Idul Adha. Salah satu tradisi terpenting tentu saja pemotongan kurban seperti kambing atau sapi. Tetapi ada satu perbedaan besar, apakah itu? Firdaus Dahlan, ketua Masjid Indonesia di kota Den Haag, menceritakannya kepada Radio Nederland: Sebetulnya tidak jauh berebda dengan masyarakat muslim di manapun. Di Belanda khususnya Mesjid Indonesia juga merayakan Idul Adha yang ditandai dengan pemotongan korban. Tapi pemotongan itu tidak dilakukan di Belanda, melainkan mengirimkan uang untuk pembelian korban ke Indonesia. Jumlahnya tiap tahun berbeda-beda, tapi cukup besar. Unag ini disalurkan ke wilayah-wilayah yang diusulkan para jemaah atau ke yayasan-yayasan yang memang emngurus soal tersebut di Indonesia. Mengapa warga muslim Indonesia di Belanda melakukan hal tersebut? Jika ingin tahu jawabannya silahkan mengklik tanda di bawah ini. Selain itu anda juga dapat mendengarkan cerita Bapak Haji Sofyan Olong, salah satu tetua masjid orang Maluku di Ridderkerk Belanda, menceritakan pengalamannya berlebaran haji ketika baru sampai di Belanda, sekitar akhir tahun 1050-an. Apa bedanya dengan sekarang? Ikuti penjelasan pak haji dengan mengklik tanda di bawah ini. laporan lengkap dapat anda ikuti di: http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/article/lebaran-haji-tanpa-potong-korban-di-belanda --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
