---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 26 November 2009 15:40 UTC



** OBAMA DAN WEN HADIRI KTT IKLIM

** SETAHUN PERINGATAN TEROR MUMBAI

** PENAHANAN KASUS PEMBUNUHAN MASAL FILIPINA

** TOPIK PERS: 40 TAHUN UNTUK PENJAGAL KHMER MERAH DAN HONOR KILLING PEMUDA 
HOMO TURKI 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BUNGA MAWAR DAN OPIUM AFGHANISTAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: LISTRIK SAHARA UNTUK KONSUMEN DI AFRIKA DAN 
EROPA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MA TAK PERBOLEHKAN PELAKSANAAN UN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: LEBARAN HAJI TANPA POTONG KORBAN DI BELANDA



* OBAMA DAN WEN HADIRI KTT IKLIM 
Perdana Menteri Cina Wen Jiabao akan menghadiri KTT Iklim di Kopenhagen tanggal 
7 hingga 18 Desember. Kemarin, Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga 
menyatakan akan hadir di sana pada 9 Desember. Hari berikutnya, Obama menuju 
Oslo untuk menerima hadiah Nobel Perdamaian. 
Amerika Serikat dan Cina adalah dua negara penghasil CO2 terbesar. Kehadiran 
keduanya dianggap sangat penting. Koordinator PBB untuk perjanjian iklim baru, 
Yvo de Boer,  menyebut kehadiran Obama di KTT sangat penting untuk bisa 
mencapai kesepakatan. 
Amerika Serikat menghendaki pengurangan emisi gas rumah kaca sebanyak 17 persen 
untuk sepuluh tahun mendatang dibanding jumlah tahun 2005. Sedangkan Cina 
menghendaki 45 %. Uni Eropa menginginkan pengurangan sebesar 20%. Apabila KTT 
menghasilkan perjanjian baru, maka Uni Eropa bersedia meningkatkan prosentase 
itu sampai 30%.
Tujuan akhir KTT adalah mengganti Perjanjian Kyoto tahun 1997.




* SETAHUN PERINGATAN TEROR MUMBAI

Di kota Mumbai, India, berlangsung peringatan serangan teror setahun silam yang 
menewaskan 166 orang. Peringatan diisi dengan doa dan parade peralatan polisi 
baru seperti kendaraan ampibi dan mobil baja. 

Menyusul serangan itu, pemerintah mengeluarkan 18 juta dolar untuk membeli 
peralatan baru. Di samping itu petugas polisi juga ditambah. Dengan parade 
tersebut, polisi ingin memberi rasa aman bagi warga Mumbai.

Polisi dan pemerintah banyak dikritik sesudah serangan tersebut; para petugas 
tidaklah terlatih dan perlengkapan senjata tidak memadai. 

Tanggal 26 November tahun lalu, sebanyak sepuluh teroris menyerang berbagai 
tempat di Mumbai secara bersamaan, antara lain dua hotel mewah dan stasiun 
kereta api yang sibuk. Dibutuhkan tiga hari lamanya sebelum polisi mampu 
meringkus para teroris bersenjata itu.


* WHO BERI 9 JUTA VAKSIN UNTUK FILIPINA

Organisasi Kesehatan Sedunia WHO memberi sembilan juta vaksin H1N1 kepada 
Filipina. Kiriman pertama akan datang dalam waktu sebulan dan diperuntukkan 
bagi sekitar 400 ribu petugas kesehatan.

Banyak negara miskin yang tidak mampu membeli vaksin. Oleh karena itu WHO telah 
memutuskan untuk memberikan sebagian kecil persediaan vaksin di negara kaya 
untuk negara-negara sedang berkembang. Oleh karena itu, kelompok beresiko 
paling utama dapat  ditangani.

Ke-9 juta vaksin itu tidaklah memadai untuk seluruh penduduk Filipina yan 
jumlahnya mencapai lebih dari 90 juta orang. Sejauh ini, sudah ditemukan 5500 
kasus flu H1N1 di Filipina, sebanyak 33 di antaranya meninggal dunia.


* PENAHANAN KASUS PEMBUNUHAN MASAL FILIPINA

Pria yang dianggap sebagai dalang pertumpahan darah di Filipinan Senin lalu, 
menyerahkan diri. Tersangka utama, Andal Ampatuan junior, mengatakan tidak ada 
kaitan dengan pembunuhan masal itu.

Sebelumnya, polisi menahan lebih dari 20 orang yang kabarnya terlibat dalam 
pembunuhan di selatan negeri itu. Menurut media Filipina, mereka adalah anggota 
milisi pimpinan Ampatuan junior. Ayahnya, Ampatuan senior, adalah seorang 
politikus berkuasa, pendukung Presiden Gloria Arroyo. 

Senin lalu di kota Saniag, berkumpul para pendukung dan sanak keluarga seorang 
politikus yang hendak bersaing melawan Gubernur Ampatuan senior dalam 
pemilihan. Tanpa diduga, mereka diserang sekelompok pria bersenjata berjumlah 
sekitar seratus orang. Mereka dibunuh dan dibuang di kuburan masal. Sejauh ini, 
57 jenazah telah ditemukan.


* CHAVEZ TAK SEMPAT HADIRI PERTEMUAN IKLIM

Presiden Venezuela Hugo Chavez tidak hadir pada pertemuan iklim Amerika Selatan 
yang digelar di kota Manus, Brasil hari ini. Chaevz mengatakan 'tidak sempat'. 

Sebanyak delapan negara Amerika Selatan bertemu untuk merumuskan sikap bersama 
dalam KTT Iklim di Kopenhagen mendatang. Mereka hendak menegaskan wilayah 
Amazon harus diselamatkan dan untuk itu KTT di Denmark perlu membuat rencana. 

Hadir di Manus antara lain Presiden Brasil Luiz  Inacio Lula da Silva dan 
Presiden Nicolas Sarkozy. Guyana Prancis,  sebagiannya  terletak di wilayah 
Amazon.


* AHMADINEJAD DISAMBUT HANGAT DI CARACAS

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad disambut di Caracas oleh sejawatnya 
HugoChavez. Ini untuk ke empat kalinya presiden Iran berkunjung pada Chavez. 
Hubungan antara Iran dengan Venezuela semakin menghangat tahun-tahun belakangan.

Pemimpin Venezuela menyebut Ahmadinejad 'seorang gladiator anti imperialis', 
dan keduanya saling menyapa dengan sebutan 'sauadara'. 

Chavez menggunakan kesempatan kunjungan Ahmadinejad ini untuk mengeluarkan 
pernyataan keras anti Israel. Ia menggambarkan Israel sebagai 'tangan pembunuh 
imperium Amerika'. 

Belum lama ini, Presiden Israel Shimon Peres meramalkan rezim Ahmadinejad dan 
Chavez akan tumbang karena rakyat kedua negara sudah jenuh terhadap mereka.

Venezuela menjadi perhentian terakhir perjalanan keliling Ahmadinejad di 
Amerika Latin. Sebelumnya, ia mengunjungi Brasil dan Bolivia. Dari mereka, 
Ahmadinejad mendapatkan dukungan untuk meneruskan program nuklirnya bagi tujuan 
damai.


* Honduras Jelang Pemilihan Presiden

Mahkamah agung Honduras memutuskan presiden tersingkir Manuel Zelaya tidak 
boleh kembali sebagai presiden. Dengan demikian mahkamah tetap pada keputusan 
semula. Ketika Zelaya dilengserkan oleh tentara Juni lalu, hal itu juga atas 
perintah mahkamah yang sama. Namun keputusan ini tidak mengikat. Dalam waktu 
dekat, Kongres akan mengambil keputusan. 

Pemilu Honduras yang akan datang tampaknya tidak akan luput dari konsekuensi 
internasional. Apabila Amerika Serikat mengakui hasil pemilihan Ahad mendatang, 
maka hubungan Washington dengan Amerika Latin akan terancam. Demikian dikatakan 
pemerintah Brasil. Banyak negara Amerika Latin yang tidak akan mengakui 
hasilnya karena pemilihan ini tidak legitim. 

Washington resminya tidak mengambil sikap, tapi pemerintah secara samar-samar 
menyatakan akan menghormati hasil pemilihan. 

Menurut rencana, Presiden Roberto Micheletti akan mundur sementara. Di hari 
sekitar pemungutan suara, negara itu tidak akan memiliki presiden. Baik Zelaya 
maupun Micheletti bukanlah calon. Peluang terbesar ada pada Porfirio Lobo dari 
Partai Nasional yang kanan serta Elvin Santos dari partai liberal kanan. Ini 
adalah partai Zelaya dan Micheletti.


* WARTAWAN KANADA DAN AUSTRALIA BEBAS

Sebanyak dua wartawan Kanada dan Australia dibebaskan penculik mereka di 
Somalia. Mereka disekap selama lima belas bulan. Menurut desas-desus, mereka 
bebas dengan uang tebusan sebanyak satu juta dolar.

Wartawan Kanada, Amanda Lindhout, mengatakan dirinya dianiaya oleh para 
penculik dan untuk waktu lama disekap sendirian.


* KELUARGA ORANYE BELI VILA DI ARGENTINA

Putra Mahkota Willem-Alexander dan Putri Maxima diberitakan membangun vila di 
sebuah resor eksklusif di Argentina.  Hal itu debenarkan oleh makelar vila 
terhadap majalah Elsevier.

Pasangan kerajaan tahun lalu ternyata telah membeli dua bidang tanah di tepi 
danau tempat peristirahatan Muella de Piedra, di dekat tempat olah raga ski 
Bariloche di Argentina. 

Pekan lalu, pasangan tersebut membatalkan proyek serupa di Mozambik karena 
kritik yang berkelanjutan. Bersama dengan warga kaya Eropa lainnya, pasangan 
kerajaan itu ingin ambil bagian dalam proyek vila mewah yang akan menguntungkan 
penduduk setempat. Para anggota parlemen meragukan reputasi pengembang proyek 
itu. 

Resor berpagar di Argentina ini juga tidaklah tanpa kontroversi. Politisi lokal 
berhasil menggagalkan pembangunan padang golf di wilayah yang masih asri itu. 
Mereka juga mengatakan keamanan di sekitar itu semakin menurun sejak keberadaan 
resor tersebut.


* TOYOTA TARIK KEMBALI EMPAT JUTA MOBIL

Pabrik mobil Jepang Toyota, menarik kembali hampir empat juta mobil di Amerika 
Serikat. Mobil-mobil tersebut, antara lain dari tipel Camry dan Prius, akan 
mendapatkan pedal gas baru. Pedal gas yang sekarang terlalu panjang sehingga 
bisa nyangkut di keset mobil. Satu orang sudah meninggal dunia karenanya. Ini 
terjadi pada mobil mewah Lexus. 

Aksi Toyota ini merupakan operasi terbesar dalam sejarah Amerika. Masalah sudah 
ditengarai akhir September lalu. Awalnya, Toyota menasehati pemilik mobil untuk 
membuang keset. Sementara, pabrik mobil Jepang ini memutuskan lebih aman untuk 
mengganti pedal gas itu.


* TAMU TAK DIUNDANG DI PESTA OBAMA

Dinas rahasia Amerika sedang menyelidiki bagaimana dua tamu tak diundang dapat 
masuk ke jamuan makan malam di Gedung Putih Selasa lalu. Presiden Barrack Obama 
memberi jamuan makan malam kehormatan bagi Presiden India Manmohan Singh.

Pasangan, Tareq dan Michaele Salahi, berhasil lolos dari petugas keamanan. 
Mereka memuat foto-foto petualangan itu di Facebook. Pada salah satu foto 
tampak pasangan berdiri di sebalah Wakil Presiden Joe Biden.


* BERITA BURSA

Bursa-bursa Eropa dibuka dengan kerugian Kamis ini. Di Amsterdam, indeks AEX 
turun hampir 2% pada 312. Bursa di London, Frankfurt, dan Paris turun hingg 
1,93%.

Bursa-bursa di Asia juga menuntup perdagangan hari ini dengan kerugian. Di 
Tokyo, indeks Nikkei ditutup pada 9.383 atau 0,62% kerugian. 

Nilai tukar:
1 C = $ 1, 5073.
1 C = Rp14.218
1 $ = Rp. 9.442


* 40 TAHUN UNTUK PENJAGAL KHMER MERAH DAN HONOR KILLING PEMUDA HOMO TURKI

Ahmet Yildiz, 26 tahun, adalah satu-satunya anak keluarga kaya-raya Yahya 
Yildiz di Turki Selatan. Ia ditembak mati ketika mengendarai mobilnya untuk 
membeli es krim. Sang penembak adalah ayahnya sendiri, yang sementara telah 
melarikan diri ke Irak. Peristiwa itu sendiri terjadi 18 bulan silam, demikian 
diangkat surat kabar International Herald Tribune.

Ayah Ahmet meminta agar putranya pulang ke rumah keluarga di Turki selatan dan 
menemui dokter serta imam untuk 'menyembuhkan' homoseksualitasnya dan menikah, 
tapi Ahmet menolak. Dengan hidup secara terbuka sebagai gay di tengah-tengah 
keluarga suku yang patriarkis, Ahmet ibarat menantang agama dan kehormatan 
keluarga. 

Sejauh ini, honor killing (pembunuhan mengatasnamakan kehormatan keluarga)  
terjadi pada perempuan muda, yang dibunuh oleh anggota keluarga pria, karena 
dianggap berselingkuh atau mencemarkan nama baik keluarga. Menurut catatan 
resmi, satu kasus pembunuhan honor killing terjadi setiap minggunya  hanya di 
kota Istambul saja. Praktek ini, menurut PBB meminta korban lima ribu perempuan 
setiap tahun. 

Honor killing terhadap homo jarang terungkap karena seorang homo bukan hanya 
membawa aib bagi keluarga tapi juga merongrong konsep identitas maskulin, 
fondasi struktur sosial masyarakat. Honor killing terhadap seorang pemuda homo 
ini, mengungkap perpecahan mendalam dalam masyarakat Turki. Di satu pihak, 
masyarakat modern Turki yang sekuler versus masyarakat  tradisonal di mana 
agama dan Islam semakin kuat serta merasa tidak nyaman dengan sikap permisif 
terhadap seksualitas dan peran gender.  

Beralih ke topik lain. Jaksa Tribunal Kamboja menuntut vonis 40 tahun penjara 
kepada pemimpin penyiksaan rezim Khmer Merah Kaing Guek Eav atau 'Duch', 
demikian diangkat harian Belanda de Volkskrant.

Rabu kemarin, Duch kembali menyatakan penyesalan dan bertanggung jawab atas 
pembunuhan terhadap sedikitnya 12.380 orang. Menurut jaksa penuntut, angka 
tersebut sangat kecil karena selama rezim Khmer berkuasa di tahun 70an, Duch 
memimpin pusat penyikasaan 'S-21'atau "Tuol Sleng'. Adalah tugasnya untuk 
menyiksa serta mengorek keterangan dari setiap orang. Sesudahnya, mereka 
dibunuh di tempat atau dikirim ke padang pembantaian dan dibantai secara keji. 
Hanya 7 dari 16 ribu orang yang dibawa ke Tuol Sleng, selamat.

Duch mengaku ia harus mematuhi perintah, karena apabila menolak menyiksa para 
korbannya, maka ia sendiri yang akan dibunuh, demikian pengakuannya kemarin. 
'Itu masalah hidup atau mati', kata Duch dikutip surat kabar de Volkskrant. 
Namun pernyataan tersebut dibantah oleh salah seorang pengacara korban. 
Menurutnya, sebagai komandan, Duch bekuasa penuh untuk menyelamatkan korban, 
tindakan yang tidak pernah dilakukannya.

Keputusan terhadap Duch akan diambil Maret tahun depan. Ini akan menjadi 
keputusan pertama tribunal yang didirikan tahun 2006 itu. Sesudah Duch, 
tribunal juga akan mengadili empat pimpinanh Khmer Merah lainnya: Nuon Chea, 
Khieu Samphan, Ieng Sary, dan Ieng Thirit. Demikian de Volksrant.


* BUNGA MAWAR DAN OPIUM AFGHANISTAN

Dulu tanah-tanah ladang di sekeliling desa Afghanistan, Pucha Kala yang artinya 
Lima Rumah, penuh dengan tanaman opium. Sejauh mata memandang, orang hanya 
melihat tanaman tersebut. Tapi itu cerita dulu, dan sekrang situasi berubah 
total. Gubernur Propinsi Nangahar, di mana desa itu terletak, berhasil 
memberantas penanaman opium dan mengubahnya menjadi pertanian lain yang 
menguntungkan. Laporan Bette Dam dari Pucha Kala:

Orang menamakannya revoluisoner. Sampai saat ini tidak ada satu pun cara yang 
bisa menghentikan perdagangan opium yang sangat menguntungkan itu. Dua 
penyelidiki Belanda, Tom Kramer dan Martin Jelsma, mengikuti kebijakan narkoba 
Afghnaistan dengan seksama, atas permintaan Institut Transnasional di 
Amsterdam. Mereka mengenal wilayah Afghanistan itu dengan baik, dan tidak 
begitu yakin bahwa metoda revolusioner sang gubernur, akan berhasil.

Tom Kramer: Saya pernah berkunjung ke sini dua tahun lalu. Ketika itu 
tanah-tanah ladang ini penuh dengan tanaman opium. Sekarang semuanya hilang. 
Beberapa tahun terakhir sang gubernur meminta penduduknya untuk tidak menanam 
opium lagi. Setelah berunding dengan para ketua desa, ia menawarkan bantuan 
sebagai gantinya, dalam bentuk uang dan dalam bentuk program bantuan. Apakah 
ini kisah sukses, masih dipertanyakan. yang penting adalah jalan keluar untuk 
jangka panjang. Hari ini kami akan berbicara dengan petani di desa ini mengenai 
persoalan mereka dan tentang masa depan. Ayo kita ke atas ...

Industri Parfum
Dauwa Jan adalah salah satu petani yang punya lahan pertanian di salah satu 
bukit yang mengelilingi desa Afghanistan tersebut. Pria yang energik dan baru 
berusia 30 tahunan ini mulai menanam opium ketika masih muda. Sekarang ia 
menanama bunga mawar. dari kelopoak bunga tersebut dibuat minyak untuk industri 
parfum di Barat. Walaupun beberapa tetes minyak mawar bisa dijual dengan harga 
tinggi, penghasilan dari ladang opium jauh lebih baik.

Petani Afghan: ya, ya ... opium menghasilkan uang lebih besar

Selain itu ia tidak pernah menerima unag kompensasi yang dijanjikan. Sang 
gubernur memnang membagi-bagikan jutaan dolar Amerika, tapi para pegawai negeri 
yang korupdi desa Pucha Kala lebih senang mengumpulkannya untuk kantong sendiri.

Kedua penyelidik Belanda ini cemas Dauwa Jan akan kembali menanam opium, kalau 
perlu secara diam-diam. Tapi petani Afghan ini menggelengkan kepalanya dengan 
takut.

Petani Afghan: Kami tidak melakukan itu. Aturannya sangat ketat. Pemerintah 
telah memperingatkan akan membakar rumah saya dan saya bisa didenda hingga 
20.000 dolar.

Kelihatannya petani ini menjadi korban kebijakan anti-opium, tetapi desa tempat 
tinggalnya tidak kelihatan miskin. banyak binatang peliharaan berkeliaran dan 
anak-anak juga berlarian dengan bebas. Pakar Belanda Martin Jelsma menjelaskan:

Martin Jelsma: Ini sebuah contoh desa di mana para petani tidak menerima 
kompensasi yang dijanjikan. Sementara sang gubernur menjanjikan uang tiga ratus 
dolar apabila mereka berhenti menanam opium. Penghasilan mereka memnag 
berkurang darstis, tetapi desa ini jelas memperoleh keuntungan dari 
proyek-proyek kemasyarakatan yang dijalankan, misalnya listrik dan popmpa air. 
Taraf kehidupan mereka memang jelas membaik, tetapi tidak otomatis memberikan 
penghasilan yang lebih besar untuk keluarga petani. Ini contoh suatu desa yang 
berhasil. Terutama karena desa ini terletak di wilayah subur dan ada cukup air. 
Sementara desa-desa lain jauh menderita.

In Uruzgan tempat pasukan Belanda ditugaskan, perkebunan opium masih terus 
dilakukan, demikian Tom Kramer. Lahan-lahan pertanian opium tidak dibakar 
habis, dan ini suatu perkembangan positif. Tetapi proyek rencana tumbuhan lain 
belum juga belum dilaksanakan. Para pakar Institut Transnasional ini 
menyimpulkan, Belanda akan meninggalkan Uruzgan yang penuh dengan perkebunan 
opium.


* LISTRIK SAHARA UNTUK KONSUMEN DI AFRIKA DAN EROPA
Tahun-tahun mendatang ini, ratusan ribu cermin akan bermunculan di gurun 
Sahara. Cermin tersebut akan mengubah terik sinar matahari yang melimpah ruah 
di wilayah gurun, menjadi listrik tanpa polusi. Paul van Son, warga Belanda 
yang ikut memimpin 'Proyek Gurun' ini, bersiap-siap melaksanakan suatu operasi 
raksasa. Laporan Thijs Westerbeek van Eerten.
Ukuran 'Proyek Gurun' ini tidak tanggung-tanggung: proyek akan berlangsung 
selama empat dasawarsa. Sekitar 2.500 kilometer persegi hektar lahan gurun akan 
tertutup oleh cermin pembangkit listrik matahari. Dan sekitar tahun 2050, semua 
negara di sekitar Sahara, sudah akan menikmati aliran listrik, dengan harga 
murah dan bebas polusi.
Lebih ambisius lagi: pada saat itu nanti, listrik dari Sahara akan mampu 
memasok limabelas persen kebutuhan energi Eropa. Ini sekaligus berarti, 
perbaikan jaringan listrik tegangan tinggi di Afrika Utara, dan pemasangan 
sambungan jaringan listrik ke benua Eropa, melalui Laut Tengah.
Proyek raksasa seperti itu membutuhkan investasi luar biasa. Sebagai pimpinan 
proyek, Paul van Son sudah terbiasa dengan pengeluaran raksasa.

Paul van Son: "Dalam skenario Lembaga Penerbangan Jerman, bahasa aslinya 
'Deutsche Luft und Raumfart Institut', proyek ini perlu biaya 400 milyar euro, 
tersebar selama 40 tahun. Biaya ini sebanding, jika kita akan membangun 
pembangkit tenaga listrik dengan cara lain, misalnya secara konvensional ..."

Nama beken
Bagi publik luas, nama Paul van Son sama sekali tidak dikenal. Namun, di 
kalangan energi sadar lingkungan, ia cukup beken. Jebolan Universitas Teknik 
Delft dari jurusan teknik listrik ini punya pengalaman kerja luas di berbagai 
perusahaan dan lembaga, yang berkaitan dengan produksi dan distribusi energi, 
di seluruh dunia. Selama enam tahun belakangan, ia menjabat sebagai Direktur 
Pelaksana, perusahaan listrik raksasa, Essent, di Jerman. Dan sejak beberapa 
pekan lalu, ia chief executive officer, c.e.o., Desertec, atau 'Proyek Gurun' 
yang berkedudukan di Munchen.
Selama tiga tahun mendatang, ia akan menyusun rincian rencana investasi 
Desertec. Dengan sasaran, para calon penanam modal, secara mudah langsung dapat 
memperhitungkan kemungkinan keberhasilan proyek ini. Karena, sejauh ini sudah 
cukup jelas, puluhan perusahaan besar Eropa, yang menyatakan berminat, seperti 
misalnya: Siemens, perusahaan listrik raksasa, DWE, dan Deutsche Bank, bukan 
hanya karena mereka cinta lingkungan hidup.

Paul van Son: "Saya kira, semua perusahaan tersebut memahami, masa depan kita 
semua adalah sumber energi yang berkesinambungan. Dan juga untuk masa transisi 
sekarang ini, yang sedang kita alami di Eropa, dan mungkin juga di seluruh 
dunia. Dan tentu saja, semua perusahaan tersebut, juga memikirkan masa depan 
mereka sendiri."

Teknik sederhana
Teknologi yang diterapkan Desertec sudah teruji. Ini bukan percobaan. Memang, 
juga akan dipasang kincir angin dan panel pembangkit tenaga listrik matahari. 
Tetapi pembangkit tenaga listrik utama dari panas sinar matahari. Cara kerjanya 
sebagai berikut: ratusan ribu cermin akan memantulkan sinar matahari pada satu 
titik, suatu ketel air raksasa. Uap air yang timbul, akan menggerakkan turbin 
listrik. Ini konsep sederhana, dan pemeliharaannya pun mudah.
Yang lebih susah adalah mengajak semua negara di sekitar gurun Sahara. Libia 
dan Aljazair mendapat banyak uang dari produksi minyak mereka. Dua negara ini 
tentu tidak akan menyambut datangnya saingan dari kalangan energi bersih 
lingkungan. Sementara negara-negara seperti Tunisia, Maroko dan Mesir 
menganggap proyek ini sebagai peluang baik, yang juga akan membuka ribuan 
kesempatan kerja selama bertahun-tahun. Paul van Son terbang ke berbagai 
tempat, dan berbicara di mana-mana dengan penuh keyakinan:
Paul van Son: "Tantangan paling utama adalah meyakinkan penduduk setempat, juga 
politisi setempat, tentang peluang proyek ini. Kami juga harus menjelaskan 
manfa'at langsung proyek ini bagi negara mereka. Ini memang pekerjaan berat, 
karena menyangkut daerah yang sedemikian luas. Dan orang-orang di sana, belum 
punya pengalaman mengikuti proyek pembangkit listrik sebesar ini."
Bahwa upayanya akan berhasil, manajer baru ini yakin sekali: "Untuk kali 
pertama, banyak perusahaan besar mau mendukung proyek energi berkesinambungan, 
dalam skala sebesar ini. Karena itu, pasti akan berhasil. Karena, 
perusahaan-perusahaan tersebut juga sadar, proyek ini menguntungkan."
Menurut Paul van Son, sekitar sepuluh tahun lagi, listrik produksi Sahara sudah 
akan bisa digunakan di daratan Eropa.


* MA TAK PERBOLEHKAN PELAKSANAAN UN

Para pengamat pendidikan sependapat bahwa pemerintah harus kembali ke sistem 
kelulusan yang lama, menyusul keputusan Mahkamah Agung yang menyatakan Ujian 
Nasional (UN) cacat hukum. Banyak pendapat; Ujian Nasional harus ada, tetapi 
jangan dijadikan tolok-ukur kelulusan, tetapi merupakan pemetaan pendidikan. 
Berikut tanggapan M Bakri BK, Ketua Umum LSM "Poros Pendidikan" di Jakarta 
kepada Radio Nederland Wereldomroep tentang kemelut UN tersebut.

M Bakri [MB]: Masalah UN ini memang sudah berapa lama ini menjadi polemik, jadi 
masalah pro-kontra di masyarakat juga. Mahkamah Agung menerima gugatan dari 
korban UN  dan ada beberapa organisasi menggugat pemerintah, dan MA juga sudah 
memutuskan bahwa itu dibatalkanlah, boleh dikatakan ; harus ditinjau kembali UN 
itu. 

Problem sebenarnya adalah Ujian Nasional ini jadi tolok-ukur kelulusan siswa.  
Yang mana kalau berbicara masalah  Ujian Nasional yang berlaku di negeri ini, 
dia harus melihat bahwa setiap daerah kan tidak sama. Umpamanya daerah DKI 
Jakarta Raya dan di Irian Jaya, di Papua itu akan berbeda. Berbeda dari aspek 
murid-murid, siswanya, juga kita lihat bahwa sarana dan pra-sarananya ini tidak 
mendukung. 

Jadi siswa dituntut untuk mencapai standarisasi nilai, dan juga jadi standard 
kelulusan mereka, tapi sarana dan pro-sarana mereka itu tidak menunjang. Jadi 
seharusnya pemerintah menyiapkan dulu sarana-pra-sarana untuk mencapai 
standarisasi pendidikan itu. Jadi jangan melihat Ujian Nasional itu dari 
hasilnya. Tapi melihat prosesnya juga.

Ini kan juga dari segi pelanggaran hak azasi kepada anak-anak  ini juga 
terjadi. Jadi problemnya, Ujian Nasional itu silahkan dilaksanakan, dan yang 
penting sarana dan pra-sarana untuk mendukung  ke situ,  Ujian Nasional ini 
tercapai. Itulah yang diharapkan oleh masyarakat dan guru-guru juga begitu. 

Malah kemarin dimenangkan oleh MA, itu guru-guru banyak yang bersyukur.  Jadi 
ini memang fenomena yang sangat menarik sekali. 

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Masalah UN ini lebih kena kalau dikatakan; 
harus disempurnakan. Jadi tidak harus gebyah-uyah begitu maksudnya? 

MB: Ya,  sebenarnya bicara soal UN itu pendidikan harus bermutu. Dan bagaimana 
kita untuk memajukan bangsa dan negara ini, kalau tidak diawali oleh 
pendidikan. Dan pendidikan  itu harus bermutu itu, saya pikir itu merupakan 
konsep yang benar. Yang jadi problem sekarang ini di Ujian Nasional ini. Soal 
Ujian Nasional ini kan sama. Umpamanya di daerah DKI, di daerah yang lain, itu 
sama, dan standarisasinya berbeda. 

Jadi proses sarana dan pra-sarana itu yang dibenahi dulu. Masyarakat meminta 
itu dibenahi dulu. Malah ada kasus di suatu provinsi itu banyak yang gak lulus, 
karena ternyata ada kebocoran soal. Kebocoran soal itu, ternyata soalnya 
ditukar lagi oleh panitia, akhirnya berbeda dengan rumusan jawaban. Sehingga 
akhirnya banyak yang gak lulus. Nah ini kan banyak terjadi 
kecurangan-kecurangan  untuk mencapai kelulusan. 

Dan pemerintah daerah, dinas-dinas pendidikan di daerah ingin berharap di 
wilayahnya itu banyak yang lulus. Tapi karena fenomena seperti itu, terjadilah 
banyak kecurangan. 

Jadi Ujian Nasional itu baik untuk meningkatkan mutu, tapi untuk meningkatkan 
mutu itu kan harus ada sarana dan pra-sarana untuk mencapai proses itu 
didukung. 

RNW: Apa yang anda sebut sebagai sarana dan pra-sarana apakah termasuk mutu 
para guru atau para pengajar yang memberikan pendidikan kepada para siswa dan 
murid?

MB: Ya, jadi guru juga harus ditingkatkan kwalitasnya, karena ini juga faktor 
utama. Nah ini variabelnya salah satu adalah seperti itu. Dan sarana pra-sarana 
sekolah penunjang sekolah
dan lain-lain, itu memang problem yang juga harus dilihat oleh pemerintah untuk 
mencapai hasil yang diinginkan, dan juga harus dilihat prosesnya. 

RNW: Sebagai seorang pakar pendidikan, apakah anda melihat pemerintah sudah 
cukup berbuat banyak untuk mempersiapkan sarana dan pro-sarana ini?

MB: Yang terjadi selama ini di dalam masyarakat ini, bahwa faktor penunjang itu 
belum mencapai taraf maksimal.

Wawancara lengkap dapat didengarkan di: 
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/article/ma-tak-perbolehkan-pelaksanaan-un


* LEBARAN HAJI TANPA POTONG KORBAN DI BELANDA

Warga Indonesia di Belanda Jumat ini juga berbondong merayakan Idul Adha. Salah 
satu tradisi terpenting tentu saja pemotongan kurban seperti kambing atau sapi. 
Tetapi ada satu perbedaan besar, apakah itu? Firdaus Dahlan, ketua Masjid 
Indonesia di kota Den Haag, menceritakannya kepada Radio Nederland:

Sebetulnya tidak jauh berebda dengan masyarakat muslim di manapun. Di Belanda 
khususnya Mesjid Indonesia juga merayakan Idul Adha yang ditandai dengan 
pemotongan korban. Tapi pemotongan itu tidak dilakukan di Belanda, melainkan 
mengirimkan uang untuk pembelian korban ke Indonesia. Jumlahnya tiap tahun 
berbeda-beda, tapi cukup besar. Unag ini disalurkan ke wilayah-wilayah yang 
diusulkan para jemaah atau ke yayasan-yayasan yang memang emngurus soal 
tersebut di Indonesia.

Mengapa warga muslim Indonesia di Belanda melakukan hal tersebut? Jika ingin 
tahu jawabannya silahkan mengklik tanda di bawah ini.

Selain itu anda juga dapat mendengarkan cerita Bapak Haji Sofyan Olong, salah 
satu tetua masjid orang Maluku di Ridderkerk Belanda, menceritakan 
pengalamannya berlebaran haji ketika baru sampai di Belanda, sekitar akhir 
tahun 1050-an. Apa bedanya dengan sekarang? Ikuti penjelasan pak haji dengan 
mengklik tanda di bawah ini.

laporan lengkap dapat anda ikuti di: 
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/article/lebaran-haji-tanpa-potong-korban-di-belanda


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke