--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 30 November 2009 15:40 UTC ** PENGADILAN DEMJNAJUK DIAWALI ** PEMBANGUNAN DI URUZGAN BERHASIL ** POLRI DITUDUH LANGGAR HAM DI PAPUA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KENAPA WARGA URK TOLAK ENERGI RAMAH LINGKUNGAN? ** GEMA WARTA TOPOIK INTERNASIONAL: LARANGAN MENARA MASJID: BISAKAHA DIPERTAHANKAN? ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MENYUMBANG SAMBIL MENIKMATI BUDAYA SUMUT ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: 10 TAHUN KOMNAS PEREMPUAN: TIDAK MENTOLERIR KEKERASAN ** GEMA WARTA TOPIK PERS: REZIM IRAN MAKIN REPRESIF DAN BERNHARD RENCAKAN KUDETA DI INDONESIA. * PENGADILAN DEMJNAJUK DIAWALI Di Munich Senin (30/11) diawali proses peradilan John Demjanjuk yang dituduh pejahat perang. Proses peradilan ini terdiri dari 35 sidang dan berlangsung sampai Mei tahun depan. Demjanjuk (89), yang berasal dari Ukraina itu, dituduh terlibat pembunuhan 28 ribu orang Yahudi di kamp pemusnah Sobibor. Menurut berbagai saksi mata, Demjanjuk menjadi penjaga kamp di sana. Namun Demjanjuk menyangkal hal itu. Kalau Demjanjuk dianggap bersalah, ia akan dipenjarakan seumur hidup. Demjanjuk pernah lama tinggal di Amerika. Beberapa saat silam ia ditangkap dan diekstradisi ke Jerman. * PEMBANGUNAN DI URUZGAN BERHASIL Pembangunan di Uruzgan ternyata lebih berhasil dari dugaan semula. Demikian ditandaskan menteri kerjasama pembangunan Belanda Bert Koenders kepara Radio Nederland. Ketika dulu berkunjung ke Uruzgan, ia menyebut provinsi itu miskin dan ketinggalan. Tahun-tahun belakangan menurut Koenders banyak pembangunan untuk penduduk. "Kadang perbedaannya seperti siang dan malam. Saya cukup banggak, "katanya. Koenders berada di Kamp Holland Ahad lalu, di mana ia berbicara dengan pemerintah lokal dan berbagai LSM. Dia juga berkunjung ke Kabul. Di sana ia berjumpa dengan dubes Amerika, yang kemungkinan besar akan memegang peranan penting di Uruzgan. Kepada para menteri Afganistan Koenders menandaskan pentingnya pemberantasan korupsi. * POLRI DITUDUH LANGGAR HAM DI PAPUA Amnesty International mengimbau penyelidikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang dilakukan Polri di provinisi Papua. Para pembela HAM yang berbasis di London itu mengatakan, banyak bukti terjadinya kekerasan yang berlebihan, pemukulan dan pembunuhan di Nabire. Amnesty mengutip kesaksian warga lokal mengenai kasus-kasus pembunuhan dan pemukulan para demonstran dan pegiat HAM di provinsi yang kaya sumber alam itu. Polisi dan tentara di sana diduga melakukan pelanggaran besar-besaran. * AS KESAM KERAS IRAN Amerika Serikat mengecam keras rencana Iran untuk membangun sepuluh pabrik untuk memperkaya uranium. Gedung Putih menyebut ini sebagai pelanggaran berat perjanjian nuklir. Negara-negara lain menilai ini sebagai perkembangan yang memprihatinkan. Iran mengatakan, pihaknya terpaksa membangun instalasi nuklir baru itu justru karena PBB sendiri. Menurut wakil presiden Salehi, semula Iran tidak berencana sama sekali untuk membangun instalasi pengayaan uranium itu, tapi jeweran IAEA sendiri yang menjadi gara-gara. Ini untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, semua negara besar mengecam Iran. Dengan demikian lempanglah jalan bagi pemberlakuan sanksi. Jumat lalu IAEA menuntut agar Iran menghentikan segera kegiatan pengayaan uranium dan pembangunan pabrik pengayaan uraniumnya yang kedua. * AROYO AMBISI JADI ANGGOTA PARLEMEN Presiden Filipina Gloria Arroyo mengumumkan Senin ini, bahwa ia tetap akan aktif berpolitik setelah selesai masa jabatannya tahun depan. Arroyo berambisi untuk duduk di Majlis Rendah mewakili provinsi Pampanga, daerah asalnya. Para kritisi mengatakan, keinginannya masuk parlemen merupakan upayanya mencari kekebalan. Karena ia khawatir akan diadili sehubungan dengan berbagai skandal korupsi. Mereka mengatakan juga, keanggotaan Arroyo di parlemen memungkinkan ia dan para sekutunya untuk mengubah UUD sehingga ia bisa menjadi perdana menteri di bawah sistem pemerintah baru nanti. * KORSEL AKAN AWASI KETAT PEMOGOK Korea Selatan mulai mengawasi ketat para pemimpin pemogokan kereta api yang telah mengurangi 70 persen pelayanan angkutan barang dan mulai merugikan sektor industri. Polisi mengatakan, mereka telah memanggil 44 pemimpin serikat buruh untuk diintrogasi atas tuduhan memimpin pemogokan ilegal. Sekitar 16.000 anggota dari serikat buruh KORAIL yang beranggota total 25.000 orang, menggelar pemogokan Kamis lalu. Mereka memprotes rencana pemecatan dan penurunan gaji serta beberapa fasilitas, yang bertujuan untuk mengurangi defisit anggaran. Presiden Lee Myung-Bak mengecam para pemogok dan menuduh mereka membahayakan negara yang sedang berupaya memulihkan ekonomi. * KORBAN KAPAL FERI BANGLADESH BERTAMBAH Jumlah korban tewas akibat kecelakaan kapal feri di Bangladesh Jumat lalu meningkat menjadi 72 orang. Regu penyelamat berhasil mengevakuasi 14 jenazah. Banyak warga masih menghilang. Feri itu berada di perjalanan ke Bhola, Bangladesh Selatan. Jumlah penumpang 1500 orang. 500 melebihi kapasitas. Kemungkinan besar kapal ini terbalik ketika para penumpang panik. * LOBO MENANG PILPRES HONDURAS Pemilihan presiden di Honduras dimenangI oleh Porfirio Lobo. Calon dari Partai Nasional yang konservatif ini berhasil meraih hampir 56 suara. Lawannya, Elvin Santos dari Partai Liberal, hanya meraih 38 persen. Pilpres ini bertujuan mengakhiri krisis politik di Honduras yang telah berlangsung berbulan-bulan. Pemilu ini membuat dunia internasional berbeda pendapat. Mayoritas negara Amerika Latin menilai, Zelaya masih menjabat presiden sah dan menganggap pemilu itu ilegal. Amerika mengatakan, pihaknya akan mengakui hasil pilpres Honduras ini. * PVV JUGA INGIN GELAR REFERENDUM MENARA Partai untuk Kebebasan PVV ingin meniru Swis menggelar referendum tentang pembangunan menara masjid. Menurut Geert Wilders, pemimpin partai ekstrem kanan Belanda ini, hasilnya akan sama dengan di Swis. Ia menganggap hasil referendum di Swis itu sebagai terobosan. Untuk pertama kali warga Eropa memprotes suatu bentuk islamisasi, katanya. Dunia internasional marah terhadap hasil referendum di Swis itu, terutama negara-negara Islam tapi juga di Eropa sendiri. Menlu Prancis, Bernard Kouchner, menyebut ini sebagai "perbuatan tidak toleran". Mufti Agung Mesir Syekh Al Gumah, menyebutnya sebagai "serangan terhadap kebebasan beragama" dan ketua masyarakat Turki di Jerman sangat menyayangkan peristiwa ini. Di Jerman, berkobar diskusi tentang apakah di negeri itu hasil referendum akan sama dengan di Swis. Harian Prancis La Croix menulis, ingin tahu bagaimana hasilnya andaikan referendum itu digelar di negara-negara lain. Koran Polandia melaporkan, warga Swis memperlihatkan bahwa masalah integrasi muslim bisa menjadi masalah besar di Eropa. Menurut koran Polandia ini, pengamatan warta Swis lebih baik ketimbang kebanyakan pemerintah di Eropa. * UNI EROPA IMBAU CINA BERPERAN PENTING Uni Eropa mendesak agar Cina, Amerika Serikat, Jepang dan beberapa negara lain untuk menambah janjinya pada KTT Iklim di Kopenhagen minggu depan. Perdana menteri Swedia Fredrik Reinfeldt, ketua bergilir Uni Eropa, memperingatkan, banyak negara kurang berjanji. Reinfeldt berada di Nanjing, Cina, atas nama Uni Eropa, untuk menjumpai perdana menteri Cina Wen Jiabao. Minggu lalu Cina berjanji akan mengurangi emisi CO2 setidaknya sebanyak 40 persen untuk tahun 2020. Reinfeldt memuji Cina atas iktikad baiknya, tapi ingin tahu apakah negara Asia itu benar-benar aka memenuhi janjinya. Ia berpendapat, Cina hendaknya berada di depan dalam upaya memerangi pemanasan bumi. Cina mengatakan, pihaknya sudah banyak menyumbang. Sementara itu, kalangan media sudah memiliki konsep pernyataan akhir KTT Kopenhagen. Di dalamnya tertulis, bahwa emisi biogas harus dikurangi 50 persen pada 2050 dan terutama negara -negara kaya yang harus menyumbang. * PEMBAJAKAN LAUT DI LAUT TIONGKOK SELATAN Jumlah kasus pembajakan laut di Laut Tiongkok Selatan meningkat. Malaysia mengimbau agar negara-negara di seputar laut itu bekerjasama untuk memerangi kejahatan tersebut. Biro Maritim Internasional (IMB) melaporkan, sejak 11 bulan belakangan terjadi 22 kasus penyerangan di kawasan tersebut. Pada tahun 2008 jumlahnya 17 kasus. Menurut Noel Choong, kepala pusat pelaporan pembajakan IMB, kawasan yang kena adalah kawasan segi tiga antara Kepulauan Anambas di Indonesia, pulau Tioman di Malaysia dan Selat Singapura Timur. Laut Tiongkok Selatan berbatasan dengan Brunei, Cina, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan dan Vietnam. * KENAPA WARGA URK TOLAK ENERGI RAMAH LINGKUNGAN? Beberapa pekan mendatang para pemimpin dunia akan berhimpun di Kopenhagen, ibukota Denmark, berupaya menyepakati rencana aksi menangani tantangan terbesar abad 21 ini - perubahan iklim. Tujuannya adalah dunia yang sinambung dan awet dengan energi bersih yang mengambil alih bahan bakar fosil. Tetapi jalan keluar seperti ini kadang kala bertentangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti disepakati oleh warga desa Urk, di Belanda timur. Perlawanan terhadap rencana mendirikan taman kincir angin terbesar di Eropa menjadikan mereka terasing. Laporan redaktur siaran Inggris Johan van Slooten Desa Urk, sekitar 90 kilometer sebelah timur laut Amsterdam, sekarang terletak di pinggir danau IJsselmeer. Tetapi sampai tahun 1940an, orang Urk menyebut desa mereka sebuah pulau, karena memang demikianlah keadaannya sebelum danau IJsselmeer dibendung. Waktu itu Belanda membuat pulau baru dari danau IJsselmeer, sehingga Urk menjadi desa yang bergabung dengan Belanda daratan lainnya. Tetapi mental pulau warga Urk tetap tidak berubah. Pengangguran rendah Walau demikian, dalam banyak segi, Urk juga mencerminkan kehidupan Belanda awal abad 21. Sebagian besar penganut nasrani saleh, sumber pendapatan utama warganya adalah perikanan, tingkat kelahiran Urk terbesar di Belanda, tingkat pengangguran rendah bahkan hampir tidak ada dan warga Urk juga terkenal dermawan, penderma untuk dana amal jariah desa ini terbesar di Belanda. Warga Urk juga terkenal penuh tekat. Mereka tidak mudah menyerah. Ketika air di sekitar Urk mengering, warganya tidak mau beralih mata pencarian, mereka tetap nelayan. Mereka membuat kapal ikan yang begitu besar, bahkan sampai berani berbangga punya armada perikanan Eropa terbesar dan paling moderen. Dikepung dua fron Sekarang mereka punya tekad serupa dalam melawan pembangunan taman kincir angin terbesar Eropa yang direncanakan hanya beberapa kilometer dari lepas pantai Urk. Akan dibangun, begitu rencananya, hampir 100 kincir angin moderen, ketinggian mencapai 150 sampai 200 meter, dalam tiga atau empat deretan di sepanjang danau IJsselmeer. Warga Urk merasa akan dikepung kincir angin raksasa pada dua fron, fron selatan dan fron utara. Sekarang bangunan tertinggi di Urk adalah menara cahaya yang hanya mencapai 27 meter. Tetapi perlawanan warga Urk itu laksana pendakian, karena kincir angin itu cocok dengan ambisi Belanda untuk menghasilkan energi yang sinambung dan awet dalam dekade mendatang. Maria van der Hoeven, Menteri Perekonomian Belanda, sangat menyetujui rencana ini bahkan sampai mengulurkan subsidi senilai satu milyar euro bagi siapapun ikut serta dalam proyek ini. Tampaknya rencana ini tidak bakal dibatalkan, walaupun taman kincir angin raksasa ini hanya akan memenuhi 0,1% kebutuhan energi Belanda di masa depan. Perlawanan yang lain Lalu, masih ada perlawanan yang lain lagi. Orang Urk merasa diri mereka melawan gagasan yang sudah diterima dan dipuji khalayak umum, gagasan energi yang sinambung. Kalau seseorang anti taman kincir angin, maka orang itu juga anti energi bersih lingkungan dan dia jelas buta terhadap perubahan iklim, begitu ada yang berpendapat. Sebagian warga desa Urk akan tidak sepakat. Masalahnya bukan lantaran mereka tidak tahu soal perubahan iklim. Masalahnya adalah melestarikan sejarah yang sudah berabad-abad usianya. "Bayangkan saja," tulis seorang warga Urk pada koran setempat, "kalau seseorang berjalan di jalan raya pinggir pantai Urk, ingin menikmati senja di musim panas. Sekarang sih masih mungkin, karena pemandangan masih belum terhalangi. Tetapi di masa depan, yang tampak cuma secuil pemandangan danau IJsselmeer, di tengah begitu banyak kincir angin. Pemandangan macam apa itu?" Bukan anti Masalahnya bukanlah karena warga Urk anti energi ramah lingkungan. Krisis ekonomi juga menghantam Urk dengan berat. Banyak kapal nelayan yang butuh banyak minyak sekarang gulung tikar karena tingginya harga BBM. Para nelayan Urk sekarang mati-matian mencari cara penangkapan ikan yang lebih murah dan ramah lingkungan. Tetapi begitu banyak kincir angin moderen setinggi 200 meter adalah pengorbanan yang terlalu berat bagi warga Urk untuk bisa memperoleh energi sinambung. Inilah kesepakatan Kopenhagen atau Kyoto dalam praktek senyatanya. Karena itu para pegiat lingkungan hidup atau partai politik juga tidak berani menentangnya. Merasa diasingkan Mungkin para pemimpin dunia harus istirahat sebentar dari kesibukan KTT Kopenhagen dan jalan-jalan sejenak ke Urk. Penerbangan dari Denmark paling banter cuma sejam. Begitu mereka melihat pemandangan laut yang luar biasa, mereka akan paham bahwa energi yang sinambung itu harus dibayar dengan harga kelewat mahal. Siapkah kita semua membayar harga semahal itu? Yang jelas warga Urk tidak siap. Kembali mereka merasa diasingkan, karena tampaknya tidak ada yang mengerti perasaan kami. Keterasingan mereka tampaknya hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang hidup di pulau terpenci. * LARANGAN MENARA MASJID: BISAKAHA DIPERTAHANKAN? Intro: Hampir 57% warga Swis menyatakan setuju terhadap apa yang disebut gagasan anti minaret. Ini adalah larangan membangun mesjid bermenara. Pemerintah Swis menyatakan kaget dan kecewa, tetapi menghargai hasil referendum itu. Hasil referendum itu benar-benar mengejutkan karena menurut jajak pendapat mayoritas kecil akan menentang larangan anti minaret itu. Jacques Waardenburg, pakar Islam pada Universitas Lausanne menyatakan khususnya warga muslim Swis terkejut oleh hasil ini. Menurutnya tidak ada warga muslim yang mengira hasil seperti ini. Pasti mereka sangat terkejut. Simbul imperialisme Referendum anti minaret ini diminta oleh partai-partai populis kanan. Bagi SVP, Partai Rakyat Swis, partai politik Swis terbesar sejak 2007, minaret ini merupakan simbul imperialisme agama dan tidak tolerannya Islam. Pemerintah dan instansi gereja berseru supaya menentang rencana ini. Menyusul hasil referendum, pemerintah Swis buru-buru menambahkan bahwa warga muslim tetap bisa menjalankan ibadat mereka. Menteri Kehakiman Eveline Widmer-Schlumpf takut larangan itu malah memberi kesempatan pada kalangan muslim radikal dan bukan mengurangi pengaruh Islam. Pemerintah Swis takut bahwa citra negaranya yang toleran akan tercemar. Dicontoh Belanda? Dari negara-negara Islam berdatangan reaksi marah terhadap hasil referendum itu. Mufti Akbar Sheik Ali Gomaa di Mesir menyatakan bahwa hasil referendum ini "bukan hanya serangan terhadap kebebasan beragama, tetapi juga upaya untuk menghina masyarakat muslim." Tetapi di Belanda, Geert Wilders, pemimpin partai anti Islam PVV malah menyampaikan ucapan selamat atas hasil yang disebutnya baik ini. Ia melihat referendum di Swis sebagai contoh baik bagi Belanda. Nicole Sprokel dari Amnesty International berharap larangan membangun minaret ini tidak akan bisa dipertahankan, karena berlawanan dengan konstitusi Swis sendiri. Menurut Sprokel larangan ini bukan hanya bertentangan dengan kebebasan beragama. Ini juga diskriminasi karena larangan ini hanya ditujukan terhadap satu kelompok. Gugur di Swis Menurut Nicole, larangan ini akan gugur dalam pengujian materi hukum di Swis sendiri. Kalau tidak begitu, maka masih ada Mahkamah Hak-Hak Asasi Manusia Eropa di Strassbourg. Empat persen dari 7,6 juta orang Swis beragama islam. Di negeri ini terdapat empat minaret. Sebagian besar dari 100 mesjid di Swis bertempat di bekas pabrik atau tempat parkir. Selama ini Swis terkenal pragmatis dan toleran dalam soal migrasi. Tetapi tahun-tahun terakhir berlangsung debat migrasi yang makin sengit. * MENYUMBANG SAMBIL MENIKMATI BUDAYA SUMUT Ahad malam Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk kerajaan Belanda di Den Haag menggelar malam budaya Sumatra Utara di Museon. Malam budaya itu digelar dalam rangka mengumpulkan dana untuk membantu para korban gempa di Sumatra Barat. Sekitar 300 orang memenuhi ruangan pertemuan museum pendidikan di kota pemerintah itu. Mereka terdiri dari masyarakat Indonesia yang tinggal di Belanda dan warga Belanda dari berbagai kota. Dalam sambutannya Dubes RI untuk Kerajaan J.E. Habibie menjelaskan betapa beratnya kerusakan di Sumatra Barat. Habibie: "Jumlah korban jiwa dan orang terluka luar biasa banyaknya. Hampir 85 persen rumah dan sekolah, rumah sakit, rumah penduduk dan hotel runtuh. Dan banyak fasilitas umum rusak terutama di Padang. " Pengumpulan dana dilakukan dengan berbagai cara. Selain bisa memasukkan uang di kotak donasi yang telah tersedia, para hadirin juga bisa ikut pelelangan sarung songket Sumatra. Sumbangan yang paling menonjol adalah dari masjid Al Hikmah. Masjid di kota Den Haag ini menyumbang seribu euro. Selain itu ada sumbangan dari Yayasan Veteran Belanda. Tepuk tangan menggemuru ketika sebuah yayasan yang bernama Harapan Jaya. memberi sumbangan 5000 euro. Sumbangan ini untuk membangu sebuah sekolah di Padang. Selain musik rombongan kesenian dari Sumatra Utara di bawah pimpinan Ibu Fatimah Habibie Syamsul Arifin, istri gubernur provinsi itu, menampilkan berbagai tarian. Ibu Fatimah Habibie Syamsul Arifin, istri gubernur Sumut, puas dengan sambutan para hadirin. Bukan hanya puas ia pun gembira bisa menyumbang untuk saudara sepulau dan setanah dari di Sumatra Barat. Ia pun menyampaikan harapannya kepada masyarakat Indonesia di Belanda. Fatimah: "Juga kita mengharapkan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Belanda ini, untuk sama-sama memperhatikan dan membuka hati kita untuk saudar-saudara kita di Indonesia yang terkena musibah." Dubes RI untuk Kerajaan Belanda JE Habibie juga sangat puas dengan pelaksanaan malam dana itu. Ia sangat menghargai rombongan kesenian dari Sumatra Utara. Selain itu ia memuji dua yayasan yang banyak menyumbang malam itu. Habibie: "Ada dua yayasan yang memberi sumbanga banyak. Satu yayasan yang memberi sumbangan 5000 euro dan Yayasan Veteran. Saya senang sekali." Ia pun berharap agar sekolah di Padang itu bisa dibangun kembali. Walhasil bukan hanya dubes saja yang puas, tapi juga publik. Mereka menikmati sajian kesenian dari Sumatra Utara itu sambil menyumbang untuk korban gempa di Sumatra Barat. Mereka datang untuk menyaksikan pagelaran kesenian dari * 10 TAHUN KOMNAS PEREMPUAN: TIDAK MENTOLERIR KEKERASAN Dalam peringatan 10 Tahun Komnas Perempuan, telah diluncurkan suatu Laporan Komnas Perempuan tentang segala bentuk kekerasan terhadap perempuan selama empat dasawarsa sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyampaikan pidatonya. Berikut uraian Sri Wiyanti Ediono, Komisioner Komnas Perempuan kepada Radio Nederland Wereldomroep tentang peringatan penting tersebut. Sri Wiyanti Ediono [SWE]: Memang Komnas Perempuan selama ini sudah melakukan pemantauan terhadap kasus-kasus kekerasan yang terjadi di Indonesia. Mulai dari kasus 65, Ahmadiyah, kasus konflik bersenjata di Aceh, Poso bahkan Timor Timur. Nah ini menjadi suatu proses yang cukup panjang bagi Komnas Perempuan, 10 tahun. Dan dari proses pemantauan terhadap berbagai kasus itulah kami kemudian melakukan analisa dan mengumpulkan segala informasi itu menjadi sebuah laporan integratif yang komperhensif tentang bagaimana kekerasan terhadap perempuan terjadi. Bukan saja hanya fakta kekerasan, tetapi juga melakukan analisa terhadap bagaimana kekerasan itu bisa terjadi dalam kerangka waktu selama empat dasawarsa. Misalnya sejak '65 hingga sekarang. Radio Nederlan Wereldomroep [RNW]: Pada hari ini Presiden SBY juga menyampaikan sambutannya yang penting. Dapatkah anda menyinggung aspek-aspek penting pidato beliau itu? SWE: Memang ada sikap presiden yang lebih maju ketimbang waktu-waktu sebelumnya. Yang utamanya belliau menyampaikan bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak bisa ditolerir, yang kedua bahwa kita tidak bisa melupakan masa lalu tanpa mengingat dan mengungkapkan dan memberikan rasa keadilan terhadap korban. Saya kira itulah point yang sangat penting dari pernyataan presiden, dan dia juga meminta agar berbagai departemen terkait melakukan koordinasi, termasuk koordinasi dengan Komas Perempuan, untuk mewujudkan hak-hak perempuan korban kekerasan. Nah ini saya kira merupakan salah satu langkah yang cukup majulah dari pernyataan presiden ketimbang periode-periode sebelumnya. RNW: Apakah yang diucapkan dan diutarakan itu juga termasuk para korban 1965, Bu? SWE: Saya kira ya. Karena beliau merespon dari pernyataan Ketua Komnas Perempuan yang menyampaikan berbagai kekerasan yang terjadi dan dialami korban perempuan di Indonesia, mulai dari '65, kasus konflik bersenjata, Ahmadiyah, '98 kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan etnis Cina. Jadi memang respon yang dilakukan oleh Kepala Negara adalah respon yang disampaikan oleh Komnas Perempuan. RNW: Kemudian juga dalam kesempatan ini, Komnas Perempuan lewat Wakil Ketua Komnas Perempuan melakukan ajakan. "Mari Bicara Kebenaran". Ini ajakannya. Dalam melakukan ini apakah akan mengalami atau menjumpai hambatan-hambatan atau justru sebaliknya, Bu? SWE: Saya kira mengapa kita mengangkat tema spesifik 'Mari Bicara Kebenaran' , karena memang selama ini banyak sekali hambatan baik secara struktural, kultural, baik politis maupun budaya, untuk perempuan korban menyampaikan kebenaran terhadap apa yang mereka alami. Nah, hari ini kami mencoba untuk mengajak semua pihak untuk 'mari bicara kebenaran' sebagai kasus awal untuk pengakuan dan juga untuk membongkar mitos-mitos bahwa perempuan itu tidak bisa bicara. Jadi saya kira ke depan tidak mudah hambatannya, tetapi setidaknya hari ini ada ruang-ruang yang sudah terbuka untuk perempuan korban berbicara bahkan di publik. RNW: Apakah mungkin bahwa persoalan tindak kekerasan terhadap perempuan selama empat dasawarsa ini, bisa dijernihkan atau bisa diluruskan, terlepas dari pelurusan sejarah Indonesia itu secara keseluruhan? SWE: Nah, malah itulah yang kita harapkan. Kenapa buku ini kita luncurkan, sebetulnya untuk mengajak kita berfikir ulang, tentang ke-Indonesia-an di mana sejarah-sejarah selama ini sering kali ditutup-tutupi. Termasuk sejarah adanya kekerasan terhadap perempuan, dari berbagai proses politik yang terjadi di Indonesia. Oleh karena itu memang salah satu hal kita pikir untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah adalah meluruskan sejarah, termasuk juga meletakkan dan mengakui berbagai kekerasan terhadap perempuan, dan mengakui itu merupakan bagian dari sejarah Indonesia, dan mengakui peranan perempuan dalam mengatasi berbagai persoalan yang ada. Nah itu memang suatu salah satu 'tuntutan' yang memang kita angkat. * REZIM IRAN MAKIN REPRESIF DAN BERNHARD RENCAKAN KUDETA DI INDONESIA Koran Belanda NRC Handelsblad menampilkan editorial tentang Iran. Iran, menurut koran ini, makin represif dan keras kepala. Minggu lalu otoritas Iran menyita rekening bank Shirin Ebedi, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan pemenang hadiah Nobel. Medali, piagam Hadiah Nobel untuk Perdamaian milik feminis Iran ini juga disita. Selalin itu pejuang HAM yang tinggal di luar Iran ini mengalami ancaman fisik. Minggu lalu direktur jendral Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) El Baradei mengatakan, ia pesimis tentang penelitian yang dipimpinnya. IAEA sudah sejak lama melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah Iran memproduksi senjata nuklir atau tidak. Sementara itu presiden Mahmoud Ahmadinejad berupaya memperbaiki posisinya di dunia internasional. Ia melakukan serangkaian kunjungan kenegaraan ke negara-negara yang cendrung anti Amerika. Minggu lalu ia berkunjung ke Brazil, Venezuela dan Bolivia. Selain itu rezim Iran juga makin keras menyikapi pihak oposisi. Dan mereka memang cukup berhasil. Karena ditindak keras, maka kelompok oposisi terpecah belah ketimbang bersatu. Makin banyak pendukung reformasi tidak lagi menilai bahwa perjuangan mereka bisa dilakukan dalam koridor revolusi Islam. Namun rezim Iran juga tidak kompak. Garda Revolusi dan kelompok para militer Basij, yang menguasai semacam kompleks industri militer, makin bergerak maju. Ahmedinejad adalah pion mereka. Tapi para ideolog Islam dan para loyalis yang lebih pragmatis juga tidak menyerah. Karena tidak ada kekompakan ini, maka presiden Ahmedijeda tidak bisa menjalankan kebijakan ekonomi yang efisien di negara pengekspor minyak yang sudah mengalami kekurangan minyak itu. Ruwetnya, tulis NRC Handelsblad, dunia internasional terlalu menekankan masalah program nuklir negara Islam itu. Sementara kelompok oposisi di Iran punya prioritas lain. Program nuklir didukung luas sebagai proyet patriotik. Sementara Hak Asasi Manusia adalah isu politik. Demikian tulis NRC Handelsblad. Kita berpindah ke topik Indonesia, tapi yang berkaitan erat dengan Belanda. Almarhum Pangeran Bernhard ternyata ingin melakukan kudeta di Indonesia, ketika negeri bekas jajahan Belanda ini baru merdeka. Demikian tertulis dalam sebuah buku yang berjudul dalam bahasa Belanda ZKH. Hoog spel aan het hof van Zijne Koninklijke Hoogheid, yang artinya Paduka Mulia Pangeran. Permainan tinggi di istana Paduka Mulia." Menurut buku yang ditulis oleh wartawan Jort Kelder dan sejarawan Harry Veenendaal itu, Pangeran Bernhard ketika itu berambisi untuk menjadi wakil raja Belanda di tanah jajahannya. Sejarawan Veenendaal bertahun-tahun menekuni topik ini bersama wartawan Kelder sehingga bahan-bahan sejarah yang rinci menjadi sebuah proyek jurnalistik yang bagus. Namun sejarawan terkenal Belanda Cees Fasseur berpendapat cerita ini tidak bisa dibuktikan. Ini adalah tudingan dan tuduhan terhadap Pangeran. Demikian kesimpulan sejarawan ini dalam bukunya Juliana dan Bernhard. Het verhaal van een huwelijk atau Juliana dan Bernhard. Riwayat suatu pernikahan. Kedua penulis buku Bernhard menuduh, para penulis sejarah kerajaan sengaja menyembunyikan fakta-fakta tersebut. Jort Kelder dan Harry Veenendaal mendasarkan buku mereka pada buku harian seorang mantan jurnalis, Gerrie van Maasdijk, seorang bangsawan istana dan sekretaris rumah tangga istana. Demikian tulis De Volkskrant dan sekian pula tinjauan pers kali ini. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
