---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 01 Desember 2009 14:50 UTC



** INDONESIA RUGI KARENA PENEBANGAN LIAR

** PENAHANAN AKTIVIS PAPUA

** PEMBUNUHAN POLITIK DI FILIPINA

** GEMA WARTA ULASAN PERS: HARI AIDS SEDUNIA DAN LARANGAN MENARA MESJID DI SWISS

** GEMA WARTA: BELANDA MILIKI SENDIRI MOSI TERHADAP MENARA MESJID

** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: HARI AIDS SEDUNIA: KONDOM MASIH DITABUKAN 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: GENERASI BARU BENCANA BHOPAL

** GEMA WARTA, TOPIK BELANDA-INDONESIA: PANGERAN BERNHARD BANTU RENCANA KUDETA 
WESTERLING



* INDONESIA RUGI KARENA PENEBANGAN LIAR

LSM Human Rights Watch melaporkan, setiap tahun Indonesia rugi sebesar 1,3 
miliar euro karena penebangan hutan liar. Itulah pajak yang tidak masuk kas 
negara. Menurut LSM ini antara 2003 dan 2006, hampir separuh dari hutan 
Indonesia ditebang liar. Indonesia adalah pengekspor kayu terbesar di dunia, 
melebihi ekspor kayu Afrika dan negara-negara Amerika Tengah.  Penanganan 
masalah ini dipersulit oleh korupsi di sektor perhutanan. Penebangan liar ini 
juga berdampak untuk lingkungan, Indonesia kini menduduki peringkat ke 3 dalam 
daftar negara-negara yang mencemari lingkungan dengan gas rumah kaca.


* PENAHANAN AKTIVIS PAPUA

Polisi menahan pengunjuk rasa Papua yang memperingati 1 Desember sebagai hari 
kemerdekaan mereka. Pada tanggal 1 desember 1961, Belanda meninggalkan Papua. 
Jurubicara polisi  Agus Riyanto menyatakan 13 orang ditahan karena mereka 
menyelenggarakan manifestasi tanpa ijin. Terutama pengibaran bendera Papua 
dilarang dan bisa diganjar hukuman seumur hidup. "Kami bukan orang Indonesia, 
kami beda . Untuk itu kami bersedia berjuang untuk kemerdekaan, demikian 
pernyataan kelompok seperatis. LSM hak asasi manusia Amnesty International 
menghimbau pemerintah Indonesia menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia di 
Papua oleh polisi.


* PEMBUNUHAN POLITIK DI FILIPINA

Politikus Filipina Andal Ampatuan junior dituduh berada di belakang pembunuhan 
keluarga lawan poltiknya Ismael Mangdadatu. 57 orang tewas dalam makar ini. 
Ayah terdakwa adalah mantan gubernur propinsi Maguindanao. Untuk pemiliham 
gubernur tahun depan keluaraga Ampatuan junior mencalonkan terdakwa. Ketika 
lawannya Mangudadatu mencalonkan diri ia ternyata adalah calon kuat. Ia 
kehilangan istri dan kedua kakak perempuannya, namun Mangudadatu akan tetap 
ikut pemilihan gubernur.


* Keamanan di Irak membaik

Bulan lalu kekerasan di Irak menurun sejak invasi sekutu pada tahun 2003. 
Demikian diumumkan di Bagdad. Bulan November  lalu 122 orang Irak tewas akibat 
kekerasan: 88 warga sipil, 22 polisi dan 12 tentara. Jumlah pemberontak yang 
tewas 38. Di bulan Oktober jumlah warga Irak yang tewas  410, serangan bunuh 
diri ganda di Bagdad ikut memperbesar jumlah ini.


* PENUTUPAN GUANTANAMO BAY

Italia akan menampung 2 tahanan asal Tunisia yang berasal dari Guantanmo Bay. 
Mereka akan diadili di Italia karena dituduh merekrut pejuang ekstrim untuk 
Afghanistan. Bulan Juni lalu Italia sudah mengumumkan akan menerima beberapa 
tahanan Guantanamo Bay. Selanjutnya Prancis juga akan menampung seorang tahanan 
Guantanmo Bay. Ia adalah warga Aljazair yang pada tahun 2001 ditangkap di 
Bosnia. Presiden Barack Obama akan menutup pusat tahanan mereka yang dituduh 
teroris ini. Sekarang 211 orang ditahan di Guantanamo Bay.


* MANTAN SANDERA KOLOMBIA IKUT PEMILIHAN

Clara Rojas yang pernah disandera oleh kelompok gerilya FARC di Kolombia ikut 
pemilihan senator. Ia mewakili partai Liberal. Clara Rojas mendamping politikus 
beken Ingrid Betancourt selama 6 tahun penyanderaan.  Ia hamil dari seorang 
gerilyawan dan akhirnya bermusuhan dengan Ingrid Betancourt. Pada tahun 2008 ia 
bebas setelah Ingrid Betancourt. Ia menulis buku yang mengritik Ingrid 
Betancourt serta pemerintah Kolombia. ia mendukung perundingan dengan FARC 
katimbag kebijakan kekerasan.


* PERNIKAHAN GAY DI ARGENTINA

Seorang hakim Argentina menghalangi pernikahan gay pertama di Amerika Latin. 
Sedianya kedua pria ini akan menikah Selasa ini, namun hakim ini menerusan 
kasus ini ke mahkamah konstitusi. Mahkamah ini akan menentukan apakah 
pernikahan gay tidak bertentangan dengan undang-undang dasar. Awal bulan ini 
seorang hakim lain sudah memberi ijin. Kedua pria ini menderita aids dan ingin 
menikah pada hari aids sedunia, 1 Desember. Mereka menyatakan akan tetap 
menikah Selasa ini dan kalau Buenos Aires tetap menolak maka akan diadakan aksi 
protes.


* PRESIDEN AFRIKA SELATAN HIMBAU TES HIV

Presiden Jacob Zuma mengakui tes HIV bukan hal yang gampang, namun hasilnya 
akan digunakan dengan seksama dan hati-hati. Ia pernah menjalani tes HIV dan 
akan melakukannya lagi. Jacob Zuma menyambut hari Aids sedunia. Ia juga 
mengumumkan peningkatan program penanganan Aids di kalangan anak dan perempuan 
hamil. Perhatian terhadap aids di Afrika Selatan sudah menunjukkan hasilnya, 
jumlah anak yang tertular aids turun dan penggunaan kondom juga naik.


* PEMAIN BOLA 2009

Pemain Argentina Lionel Messi ditunjuk majalah sepak bola France Football 
sebagai pemain 2009 dan mendapat bola emas. Striker FC Barcelona yang baru 
berusia 22 tahun menang bersama kelabnya Champion League, dan berada di posisi 
nomor 1 dalam liga Spanyol. Ia mendapat 473 poin dari juri yang terdiri dari 
wartawan olah raga seantero dunia. Ia mengalahkan lawannya Christiano Ronaldo 
asal Portugal yang mendapat 233 poin. Ini adalah pertama kali dalam sejarah 
bola emas di mana beda antara nomor satu dan dua begitu besar.


* BURSA KAWASAN TELUK PRIHATIN

Keprihatinan ini disebabkan krisis keuangan di Dubai. Saham di Qatar turun 
dengan 8,3 persen. Mereka khawatir dunia bisis Qatar terkena imbasnya juga. Hal 
yang sama terjadi di bursa Dubai dan Abu Dhabi yang rugi 5,6 dan 3,6 persen. 
Maskapai investasi Dubai World pekan lalu membuat kejutan dengan pernyataan 
tidak sanggup membayar utangnya. Untuk bursa-bursa di Eropa dampaknya tidak 
ebsar. Apalagi setelah Dubai World akan membayar sebagian  utang mereka. Bursa 
di Amsterdam, Frankfurt, London dan Paris naik 2 persen.


* Berita Bursa

Pasar bursa Selasa ini dibuka positif sehubungan rencana penyelamatan Dubai 
World, investor dari Emirat Arab yang hampir bangkrut. Indeks AEX di Amsterdam 
saat ini tercatat 2% lebih tinggi pada 312 point.

Indeks Nikkei di Tokio ditutup pada 9.572,20

1 euro = 1,5075 dolar amerika
1 euro = Rp. 14.291, 88
1 dolar US = Rp. 9.480,00


* HARI AIDS SEDUNIA DAN LARANGAN MENARA MESJID DI SWISS

1 Desember adalah hari aids sedunia, the International Herald Tribune menyorot 
aktivitas anti aids di Cina. Sebagai contoh kampanye tes HIV, virus yang 
menyebabkan aids oleh yayasan Bill dan Melinda Gates. Yayasan ini dipelopori 
pasangan Bill Gates dan istrinya, jutawan di dunia internet yang mendirikan LSM 
anti aids. Kini mereka berada di Cina dan menerapkan cara unik untuk mengajak 
orang menjalani tes HIV. Demikian bisa kita baca dalam laporan ini. 

Yayasan Gates menawarkan $9 dolar setiap kali orang menjalani tes. Sampai saat 
ini sudah 110 ribu orang yang dites HIV. Mereka yang dites positif dan kembali 
ke yayasan ini menerima tambahan $44. Cara mengetes dengan imbalan uang ini 
tentu saja mengundang orang yang dites berkali-kali. The International Herald 
Tribune memberi contoh seorang pemuda gay berusia 18 tahun, Zhang Haoyun yang 
sudah 3 kali dalam waktu 2 minggu dites. Akhirnya ada juga organisasi yang 
mengirim orang untuk dites dan mendapat uang. Yang diutamakan uang bukannya 
penyuluhan.

Dana yayasan Gates ini menggangu aktivitas LSM aids yang ada di Cina, demikian 
direktur salah satu lembaga ini Yang Jie. Pembayaran untuk tes ini menghasilkan 
kelompok penyumbang tes darah profesional, dan menggangu aktivitas para relawan 
misalnya dari kelompok gay. Memang keberadaan yayasan Gates di Cina mengundang 
korupsi juga namun hal ini adalah masalah yang berkaitan dengan Cina. Kita 
tidak bisa menyalahkan Gates Foundation. 

Topik lain yang menarik perhatidan media internasional adalah larangan 
mendirikan menara mesjid di Swiss. Harian Belanda de Volkskrant mewawancara 
arsitek muslim Belanda yang berasal dari keluarga Maroko, Abdeluahab Hammiche. 
Ia lulus dengan studi ihwal mesjid modern, dan mengritik menara mesjid Essalam 
di Roterdam. Padahal mesjid ini didisain oleh seorang arsitek Belanda, namun 
masih memberi kesan kuno. Dalam tanggapannya, Abdeluahab Hammiche mengatakan 
bentuk mesjid tersebut adalah lambang kerinduan akan negara asal dari kelompok 
muslim pendatang di Belanda.

Dalam wawancara dengan de Volkskrant, arsitek muslim ini menunjuk pada 
perkembangan modern, azan tidak perlu dikumandangkan lewat menara dengan suara 
yang mengganggu sekitarnya. Kini kita menggunakan sms, semua orang punya arloji 
dan penanggalan ibadah.

Belanda saat ini memliki 480 mesjid, hanya 30 yang memiliki menara tinggi, 
demikian Driss el Boujoufi, pengurus organisasi mesjid di Belanda. Pada awalnya 
banyak mesjid yang didirikan di bangunan yang sudah ada: gedung sekolah, garasi 
dan sebagianya. Pembangunan mesjid berciri khas Timur Tengah sering diprotes 
penduduk sekitarnya. Misalnya di Arnhem, Belanda tengah. Seorang penduduk 
menyatakan bagaimana tanggapan penduduk Turki kalau orang Belanda mendirikan 
kincir angin besar di pemukiman mereka.

Akhirnya sang arsitek muda muslim Abdeluahab Hamische menyatakan, generasi muda 
muslim di Belanda memiliki gagasan lain ihwal mesjid, bagi mereka mesjid bukan 
saja tempat ibadah namun juga memiliki fasilitas olah raga, budaya dan restoran.

Demikian de Volkskrant dan sekian ulasan pers kali ini.


* BELANDA MILIKI SENDIRI MOSI TERHADAP MENARA MESJID

Sesudah Swiss,  Belanda juga menarik perhatian dengan mosi anti menara mesjid 
atau minaret ini. Mosi yang diajukan kelompok kecil kristen-kanan SGP tidaklah 
memiliki peluang di parlemen. Tapi gambaran bahwa rasa anti islam terus 
menguasai debat politik, kembali diperkukuh. Lebih jauh laporan Johan Huizinga.

Bukan hanya partai populis kanan PVV pimpinan Geert Wilders saja yang 
memanfaatkan larangan Swiss terhadap menara mesjid, untuk memunculkan diskusi 
mengenai hal ini di Belanda. Partai ini mendesak pemerintah agar menggelar 
referendum seperti halnya di Swiss, mengenai pembangunan minaret. Sekarang 
partai kristen kanan SGP juga turut memperbesar api politik. 

Anggota parlemen fraksi SGP, Kees van der Staaij dalam mosinya meminta  
pemerintah agar bersikap hati-hati dalam pembangunan menara mesjid. Anggota 
parlemen itu tampaknya ingin memainkan 'rasa tidak nyaman terhadap 
simbol-simbol agama seperti ini' di kalangan warga asli Belanda.

'Ketidaknyamanan terhadap 'warga baru Belanda' di kalangan warga asli, itu 
tujuan kami. Karena kabinet sendiri sudah menyatakan akan meningkatkan 
perhatian terhadap rasa tidak nyaman dan keterkucilan itu. Dalam kerangka 
inilah kami berkata: jadi anda juga harus punya perhatian bahwa pembangunan 
minaret dan mesjid-mesjid besar juga menumbang pada rasa tidak nyaman itu". 

Sikap partai SGP masih belum terlalu jauh misalnya dengan meminta agar 
pembangunan menara mesjid dilarang. Tetapi pada kenyataanya, Van der Staaij 
medukung perasaan anti pendatang di kalangan penduduk Belanda yang 
digembar-gemborkan populis seperti Geert Wilders. 

"Kalau anda lihat bahwa azan tidak didengungkan selama bertahun-tahun di 
Belanda dan mereka menerimanya, maka pada saat ketegangan dan ketersaingan 
meningkat seperti sekarang ini, dan anda masih mau menambahinya lagi dengan 
azan atau membangun mesjid besar? Itu akan semakin menambah polarisasi dan 
bukannya masyarakat yang damai".  


SGP sendiri sebelum ini juga bermasalah karena partai itu menolak perempuan 
menjadi anggota atas dasar agama. Sementara,  partai sudah membolehkan 
perempuan menjadi anggota penuh tapi tidak boleh menduduki fungsi politik. 

Menurut Van der Staaij, azan yang dikumandangkan dari sebuah menara mesjid 
berbeda dari bunyi lonceng gereja. Menurutnya sejumlah mesjid melebihi 
batas-batas toleransi. Di samping itu, minaret dan mesjid adalah sesuatu yang 
asing.

"Sebenarnya dari bentuk bangunan sendiri, anda dapat bertanya apakah hal itu 
cocok dengan budaya Belanda. Apakah anda tidak bisa menyesuaikannya?". 

SGP tidak mau menyamaratakan seperti Wilders, dan pernyataan anggota parlemen 
itu juga lebih lunak. Namun dalam pemilu Eropa Juni lalu, ternyata lebih dari 
sepuluh persen pendukung SGP akhirnya memilih PVV.

Van der Staaij tidaklah takut akan reaksi radikal dari pihak Islam. Ia 
mengatakan masyarakat muslim Belanda lebih bisa menerima diskusi mengenai 
menara mesjid ini katimbang kebanyakan warga asli Belanda.


* HARI AIDS SEDUNIA: KONDOM MASIH DITABUKAN

Hari ini masyarakat internasional memperingati Hari Aids Sedunia. Setiap hari 
ribuan orang meninggal akibat dampak penyakit ini. Berikut Rafael Hendrikus Da 
Costa dari LSM peduli gay, Gaya Nusantara di Surabaya menceritakan bagaimana 
situasinya di Indonesia. 

Di Indonesia, daerah-daerah yang masih rentan Aids terutama di Papua, kemudian 
DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Bali. Di Papua kelompok rentan Aids 
terutama kaum pekerja seks. Sementara di DKI Jakarta dan Jawa Timur terutama 
para pengguna narkoba suntik, jelas Rafael Hendrikus da Costa dari LSM Peduli 
Gay, Gaya Nusantara, Surabaya. 

Semakin tahun penularan Aids semakin berkembang. Angka penderita HIV semakin 
tinggi, jelas Rafael Hendrikus da Costa: 

"Ini seperti fenomena gunung es. Jadi kita kemarin-kemarin hanya melihat di 
pucuknya saja. Sekarang ini sudah mulai mencair. Jadi semakin terbuka, semakin 
banyak yang teridentifikasi."

Ini juga terkait dengan pengetahuan soal Aids yang semakin hari semakin 
berkembang sehingga untuk mengidentifikasinya juga semakin baik. Penanganan 
masalah ini pun semakin baik. 

Kendati demikian, penggunaan kondom sebagai salah satu cara mencegah penularan 
HIV/Aids, masih tetap ditabukan di Indonesia. Rafael Hendrikus da Costa 
berharap pemerintah menggalakkan pemakaian kondom 100 persen, karena merupakan 
salah satu alat pencegahan penularan HIV/Aids.

Pada waktu bersamaan sejumlah kelompok agama mempertanyakan, bahkan menolak 
penggunaan kondom. Bagi mereka itu sama saja dengan melegalkan seks bebas. 
Namun Rafael Hendrikus da Costa tidak sependapat. Penggunaan kondom bukan 
bermaksud melegalkan seks bebas, melainkan mencegah penularan HIV/Aids. 

"Jadi kita menggunakan kondom untuk membuat kita menjadi ingat bahwa kalau kita 
mau melakukan seks, kita harus melakukan seks yang aman. Kalau sudah waktunya 
kita harus menggunakan kondom."

Rafael Hendrikus da Costa optimis kelompok-kelompok agama suatu saat pasti bisa 
menerima pengunaan kondom. Akan tetapi kelompok-kelompok peduli Aids harus 
lebih gencar mempromosikan, memberikan penyuluhan, seminar atau lokakarya 
tentang manfaat kondom. 

Sementara itu Rafael menganggap program penanggulangan aids yang dijalankan 
pemerintah semakin baik dan merata ke seluruh Indonesia. Namun demikian masih 
ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. 

"Jadi tidak hanya sebatas kita sampai pada misalnya level kecamatan. Harus 
sampai ke ibu-ibu, remaja, putra-putri. Tidak hanya level-level tertentu saja. 
Jadi semua level harus mendapatkan informasi-informasi itu."


* Nelayan El Salvaor Tak Berdaya Hadapi Perubahan Iklim

Intro: Siapa mengira perubahan iklim baru terjadi di masa depan, harus melihat 
Amerika Tengah, karena penduduk wilayah ini tiap hari berurusan dengannya. Suhu 
rata-rata meningkat dan yang jadi masalah adalah hal-hal yang ekstrim itu. 
Menjelang KTT iklim di Kopenhagen, berikut laporan dari Panama dan El Salvador 
oleh Cor Doeswijk dan Thijs Westerbeek van Eerten.

Panama dan El Salvador menderita akibat perubahan iklim. Panen gagal karena 
terlau banyak atau justru terlalu sedikit air. Musim kacau, sehingga petani 
tidak tahu lagi kapan harus menyemai, membajak atau menabur pupuk. Pulau-pulau 
di lepas pantai yang dihuni orang juga sering dilanda banjir. Pendek kata, 
iklim tidak bisa dipercaya lagi.

Meranggas
Menurut Miguel Ramos, yang tinggal di pedalaman El Salvador, dulu iklim masih 
bisa dipegang. Tetapi dalam 20 tahun terakhir sudah tidak lagi. 

Sekarang di tengah musim hujan, bisa datang saat-saat kering sampai dua kali. 
Demikian Miguel berlanjut. Karena itu petani El Salvador ini harus sampai dua 
kali menyemai supaya bisa panen. Menyemai di tempat tinggi akan dilanda 
kekeringan dan di tempat rendah akan membusuk karena terlalu banyak air. Ternak 
juga mati kelaparan, kehausan dan panas. Baru jam 10 pagi ternak sudah cari 
tempat berteduh. Itupun kalau masih ada pohon yang tegak, karena biasanya 
pohon-pohon juga sudah meranggas.

Orang juga mengalami perubahan itu, kata Miguel Ramos. Dulu, ia bersama 
keluarganya bekerja selama enam jam, pagi sampai siang dan tiga sampai empat 
jam sore harinya. Sekarang tidak bisa lagi. Maklum panas begitu hebat. Supaya 
bisa menyelesaikan sesuatu, orang harus mulai kerja jam lima pagi, jam 10 pagi 
mereka sudah harus berhenti, karena terik matahari tidak tertahankan lagi. 

Kepiting
Flor Rivera juga merasa tidak bisa bertahan menghadapi iklim. Dia tinggal El 
Salvador, persisnya di pesisir Pasifik. Masalah yang dihadapinya juga 
kekeringan dan banjir. Suami Flor bekerja sebagai nelayan dan menangkap 
kepiting di hutan bakau. Karena wilayah bakau terus menyempit dan air laut juga 
merasuk ke pedalaman, maka makin sedikit kepiting yang bisa ditangkap.

Flor berupaya mati-matian supaya tidak kena masalah pangan dengan antara lain 
menghasilkan pangan melalui cara lain. 

Sekarang dia mulai membudidaya jagung dan kacang-kacangan, di tanah sendiri 
maupun tanah sewaan. Flor Rivera segera menambahkan tahun lalu dia kehilangan 
semuanya akibat banjir, sementara tahun ini begitu kering dan sedikit sekali 
yang tumbuh. Itu berarti kelaparan. 

Air pasang
Gilberto Arias adalah salah satu dari enam caciques, semacam tetua, di Kuna 
Yala, wilayah otonom warga Indian Kuna di Panama, persisnya di Pantai Karibia. 
Sebagian besar orang Indian Kuna tinggal di pulau-pulau dataran rendah dan 
hidup dari ikan dan pariwisata. Tahun-tahun belakangan berkali-kali terjadi air 
pasang sehingga pulau-pulau itu tertimpa air. Akibatnya tidak ada kayu kering 
lagi untuk memasak makanan. Orang-orang sekarang ingin pindah ke Panama 
daratan, tetapi itu berlawanan dengan tradisi lama mereka. 

Dalam bahasa Kuna, Gilberto Arias menjelaskan apa yang dimaksud dengan 
berlawanan dengan tradisi. Katanya, Tuhan menganugerahinya emas, perak, minyak 
dll, dan kalau terus-terusan menggalinya tanpa peduli, kami akan merusak 
lingkungan hidup. Misalnya kalau alat perekam itu rusak dan Anda ingin 
memperbaikinya padahal Anda tidak tahu, maka akan lebih rusak lagi. Begitu pula 
dengan alam, kata Gilberto. Alam itu anugerah, tetapi kalau dirubah dengan 
menebang pohon dan berbuat hal-hal yang terlarang, misalnya menciptakan mahluk 
hidup melalui kloning, sehingga kita berbuat seperti Tuhan, maka Tuhan pasti 
marah. Sekarang kita harus menerima dampak perbuatan kita sendiri.

Penjelasan perubahan iklim seperti ini sering didengar di Amerika Tengah. 
Penduduk miskin yang mengalami sendiri dampak perubahan itu, sering tidak tahu 
bahwa bumi yang memanas merupakan penyebab perubahan iklim. Belum lagi 
mengkaitkannya dengan pancaran gas asam arang. Dan mereka juga belum pernah 
dengar KTT Iklim di Kopenhagen.


* GENERASI BARU BENCANA BHOPAL

25 tahun setelah bocornya gas beracun di perusahaan Union Carbide, Bhopal, 
India, para korban selamat masih saja memperjuangkan keadilan. Waktu itu, 8000 
orang hengkang dari Bhopal, tapi sekarang muncul generasi baru yang dibesarkan 
bersama dampak bencana ini. Misalnya si kembar berusia tujuh tahun, Shazia dan 
Fozia. laporan Aletta Andre:

Dengan susah payah tapi penuh antusiasme, si kembar Shazia dan Fozia bergerak 
di dalam rumah mereka, di wilayah kumuh sebelah utara pabrik Union Carbide, 
Bhopal. Ibu mereka, Naseem, sedang mengajar mengaji sekelompok gadis tetangga. 
Tapi Naseem tidak bisa membujuk kedua anaknya ikut belajar mengaji. Walaupun 
sudah tujuh tahun, Shazia dan Fozia masih punya kemampuan seperti anak umur 
tiga tahun. Tubuh yang tidak terlalu berkembang lebih suka mereka gunakan untuk 
berulang-ulang menjelajahi rumah. 

Air merah muda
Para tetangga sudah tidak perduli lagi terhadap si kembar. Maklum, bukan mereka 
saja yang cacat di sekitar pabrik Union Carbide. Sejak tahun 2005, Yayasan 
Chingari, yang membantu mereka melalui sekolah dan fisioterapi, mendaftar lebih 
dari 200 anak sampai usia 12 tahun lahir menyandang cacat. Menurut Tarun 
Thomas, aktivis Chingari, jumlah ini bisa dijelaskan. Maklum, salah satu orang 
tua penyandang cacat itu terkena gas bocor pada tahun 1984.

Waktu Naseem ternyata lebih untuk memberesi masalah lain katimbang merawat anak 
kembarnya. Air dari sumur di sebelah rumahnya berwarna merah muda dan itu 
menyebabkan sakit perut serta kulit melepuh para tetangga. Pipa leding yang 
atas perintah pengadilan harus mengalirkan air minum bersih, tidak bisa 
menjangkau tenggat Maret 2008. Beberapa hari sekali, bejana air diisi air 
bersir dari dam terdekat, tapi jumlahnya tidak cukup. Sering terjadi 
perkelahian karena air. Karena musim hujan yang tidak terlalu lebat, jatuh 
beberapa korban tewas.

Masih pabrik yang sama yang pada malam tanggal 2 dan 3 Desember 1984 
menghembuskan gas mematikan, sekarang meracuni lingkungan hidup Naseem. Bukan 
hanya air, tetapi juga udara bahkan air susu para ibu muda. Sulit menyebut apa 
penyebab utama begitu banyak lahir banyak menyandang cacat. Yayasan Chingari 
tidak punya dana untuk melakukan penelitian.

Perkembangan janin
Dari rumahnya Naseem bisa melihat pabrik, yang tampak sebagai pipa baja 
menjulang tinggi. Dari dekat tidaklah mengejutkan kalau pabrik itu masih 
mencemari lingkungan sekitarnya. Pipa ledingnya sudah karatan, tank yang 
dihembuskan ke udara pada tahun 1984 oleh reaksi kimia masih tergeletak 
ditumbuhi semak belukar. Botol-botol dengan label yang tidak terbaca lagi, ada 
yang pecah, ada yang terisi cairan, memenuhi lantai gudang. Kaca jendela masih 
pecah, tapi pintunya sudah ditutup. 

Pada tahun 1999, ketika meneliti tanah di sekitar Union Carbide, organisasi 
lingkungan hidup Greenpeace mendapati zat-zat beracun dalam jumlah ini. Zat ini 
bisa menyebabkan kanker, keguguran kandungan dan kerusakan otak, gangguan 
sistem syaraf, sistem kekebalan tubuh, organ tubuh dan menghambat perkembangan 
janin. 

Walau begitu wilayah pabrik Union Carbide tidak pernah ditata dan dibersihkan. 
Akibatnya pelbagai zat kimia yang tersebar pada tahun 1984 tiap hari terus 
masuk dalam tanah lebih dalam lagi, dan menyebar bersama air di dalam tanah. 

Merancang kampanye
Sampai sekarang Union Carbide dan Dow Chemical yang mengambil alihnya tahun 
2001, terus menyangkal tanggung jawab membersihkan wilayah pabrik itu. Tetapi 
korban bencana yang selamat dan korban baru pencemaran ini tidak mau menyerah 
begitu saja. Di bawah bayangan tabung air besar, yang tahun lalu dibangun tidak 
jauh dari rumah Naseem, tapi tidak pernah diisi air, tiap minggu mereka bertemu 
membicarakan masalah mereka, merancang kampanye dan demonstrasi. Sejak tahun 
ini mereka bertambah anggota, anak-anak yang bersatu dalam Children Against Dow 
Carbide, Anak-Anak Melawan Dow Carbide. 

Sukses mereka raih sedikit demi sedikit. Berkat kampanye internasional dan 
bantuan para pengacara, 27 orang anggota Kongres Amerika mendukung mereka. 
Dalam sebuah surat mereka meminta Union Carbide supaya membayar biaya 
pembersihan lingkungan pabrik. 

Tidak betah
Menyambut 25 tahun bencana ini, warga merencanakan arak-arakan membawa spanduk, 
termasuk pameran dan puisi. "Setelah 25 tahun belum juga ada keadilan, itulah 
temanya," kata Hazraq Bee, salah seorang pemimpin aksi dan tetangga Naseem. 
Anaknya juga cacat, kena gangguan otak. Tidak betah menanggung malu akibat 
sakit dan pengangguran, suaminya pergi meninggalkannya pada tahun 1990.

"Bagi kami yang penting adalah Dow membersihkan lingkungan dan bertanggung 
jawab terhadap penderitaan para warga. Dengan begitu anak-anak kami bisa 
sedikit lebih baik, dan supaya mereka tidak lagi mencemari lingkungan. Slogan 
kami adalah 'Jangan Sampai Ada Bhopal Lagi.'"


* PANGERAN BERNHARD BANTU RENCANA KUDETA WESTERLING
Almarhum Pangeran Bernhard, suami Ratu Belanda Juliana, terlibat penyelundupan 
senjata dan membantu rencana kudeta yang diprakarsai Kapten Raymond Westerling 
di Bandung tahun 1950. Komplot tingkat tinggi terhadap Presiden Soekarno itu, 
tidak rela melihat Belanda kehilangan jajahan Indonesia. Demikian simpul 
sejarawan Harry Veenendaal dan wartawan Jort Kelder berdasarkan penyelidikan 
selama 8 tahun terhadap sejumlah laporan Marsose dan kesaksian sekretaris 
pribadi istana, Gerrie van Maasdijk. Buku berjudul "Z.K.H", singkatan dari 
"Zijne Koninkelijke Hoogheid", atau Paduka Yang Mulia Pangeran, diluncurkan di 
Hotel des Indes, Senin malam kemarin. Laporan Aboeprijadi Santoso dari Den Haag
Westerling
Raymond Westerling, kapten pasukan elit Belanda, di Indonesia tahun 1940an itu, 
memang tokoh legendaris. Di Hilversum, di sekolah sekolah dasar dan menengah, 
anak-anak didik, setiap pagi menyanyikan lagu-lagu yang sarat puja puji bagi 
komandan KST, Korps Speciale Troepen, itu. Westerling tahu, Pangeran Bernhard 
pun tahu benar, bahwa di Belanda, sebagian besar masyarakat tidak ingin 
Kerajaan Belanda kehilangan jajahannya terbesar di Asia. 
Tapi, baru sekarang, 60 tahun kemudian, kita tahu, bahwa keduanya, Westerling 
dan Pangeran Bernhard, ternyata bekerjasama mendalam dan terlibat penyelundupan 
senjata, antara lain bagi pemberontak Daroel Islam di Jawa Barat, dan rencana 
kudeta untuk menjatuhkan Presiden Soekarno. 
Ada delapan Laporan Marsose (semacam polisi) dan sejumlah buku harian dari 
Sekretaris Pribadi Ratu Juliana dan Pangeran Bernhard, Gerrie van Maasdijk - 
semua itu menunjuk pada hubungan baik dan intensif antara Bernhard dan 
Westerling, demikian sejarawan Harry Veenendaal.
Jadi, meski pun tak ada smoking gun, atau perintah tertulis dari Bernhard, 
namun kerjasama Pangeran Belanda dan Westerling itu tak bisa dibantah lagi. 
Salah satu dokumen menyebutkan ada "upaya luar biasa dari Paduka Pangeran 
untuk, bersama Westerling dll, membalikkan situasi di Indonesia (.. de ZKH's 
"wanhopige pogingen om met Westerling e.a. in Indonesie de tij nog te doen 
keren ..")
Buku harian van Maasdijk dengan jelas memberi rincian tentang hubungan antara 
Bernhard dan Westerling. Dalam laporan2 Marsose, tapi juga dikonfirmasi lagi 
oleh banyak kesaksian. Misalnya ada Jenderal yang waktu itu bertugas di Batavia 
membenarkan semua itu. Bahkan jenderal yang berteman dengan Sultan dari 
Pontianak (Sultan Hamid) ini khawatir sekali akan keterlibatan Pangeran 
Bernhard. Selain itu, tiga staf yang setiap hari mendampingi Bernhard juga 
menegaskan hubungan Bernhard dan Westerling.
Laporan-laporan Marsose itu sebenarnya bukan dalam rangka pro-yustisia, jadi, 
tidak mempunyai kekuatan hukum. Laporan-laporan itu disusun justru dalam rangka 
memperingatkan bahaya permainan bisnis senjata illegal dan politik tingkat 
tinggi, dengan Westerling. Maksudnya, laporan itu akan ditunjukkan kepada 
Bernhard dengan permintaan agar segera menghentikan peranannya. Saat itu, tahun 
1949, Kerajaan Belgia dilanda krisis, dan Rajanya harus turun. Jadi, di Belanda 
orang pun sadar akan risiko petualangan politik Pangeran Bernhard bagi Dinasti 
Oranye di Belanda. Apalagi saat itu, kejadian politik yang terpenting adalah 
souvereniteitsoverdracht, atau penyerahan kedaulatan Belanda kepada Indonesia. 
Bayangkan semua itu tentu saja jatuh pada PM Willem Drees. Terjadi panik, 
panik! Akhirnya, Drees berhasil menyelamatkan kerajaan Belanda. Dia memainkan 
politiknya dengan bagus sekali dan kemudian berhasil mengatasi masalah bersama 
dengan Sekretaris Jendral Cees Fock. Drees berembug dengan Pangeran Bernhard 
dan mengkonfrontasi Bernhard dengan laporan (Marsose) tadi, lalu meminta agar 
Bernhard "mengendalikan diri" ("zich inhouden") ..
Betapa bahaya main api Bernhard-Westerling itu disadari oleh Bernhard sendiri. 
Bernhard tidak hanya mengirim orang kepercayaannya, professor Jan Willem Duyff, 
untuk bertemu presiden Amerika Serikat Eisenhower, tapi juga meminta agar 
Amerika memberi bantuan dari pangkalan Surabaya, jika terjadi perang saudara di 
Indonesia ..
Surat surat Bernhard itu pada intinya meminta Panglima pasukan Amerika di 
Pasifik Jenderal Douglas Mac Arthur agar bekerjasama. Isinya logis. Kalau 
kudeta Westerling berhasil, ada kemungkinan pecah perang saudara. Nah, Anda 
punya pasukan. Jadi, datanglah, bantulah kami ..
Kini, enam dasawarsa kemudian, buku ZKH dan kisah cemar Pangeran yang mau 
mendongkel Presiden Soekarno itu, tak akan membawa dampak politik, bagi 
hubungan baik Belanda-Indonesia. Bagi publik Belanda, petualangan sang pangeran 
itu bukan hal baru. Paling paling, kisah itu hanya menambah warna kelam pada 
citra pangeran itu.




---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke