---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 17 Desember 2009 13:50 UTC



** VEENA KRISHNA PEMENANG SAYEMBARA RNW

** MUSIM DINGIN KACAUKAN JALAN RAYA

** KTT IKLIM KOPENHAGEN MACET

** TOPIK TINJAUAN PERS: BELANDA DISELIMUTI SALJU DAN KORUT TERUS EKSPOR SENJATA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: JERITAN PEREMPUAN INDIA MENANGI SAYEMBARA RNW

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MUSLIM DI MEKSIKO

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ANTI BERLUSCONI MEREBAK

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KTT IKLIM: DEMONSTRAN DUDUKI RUANG KONFERENSI

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SEKITAR 300 WARGA PAPUA KEMBALI KE KAMPUNG 
HALAMAN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KETIDAKPUASAN MELANDA KTT KOPENHAGEN



* VEENA KRISHNA PEMENANG SAYEMBARA RNW

Veena Krishna, 39 tahun dari Mumbai, India menang sayembara on-line Radio 
Nederland Wereldomroep. Pertanyaan dalam sayembara itu adalah: Apa yang 
menurutmu perlu diubah di sekitarmu? Dengan sumbangannya, berupa sebuah foto 
dan teks menarik, Krishna menuntut lebih banyak hak bagi anak gadis di 
negerinya. India menganggap nilai anak laki-laki lebih tinggi dibandingkan anak 
perempuan. Menurut juri, dengan fotonya, Krishna berhasil memperlihatkan sebuah 
dunia yang belum diketahui keberadaannya. Hadiah yang didapatkan adalah magang 
di redaksi Radio Nederland Wereldomroep selama satu minggu dan ditanggung penuh 
oleh RNW. Hadiah kedua dan ketiga dimenangkan peserta dari Cina dan Peru.


* MUSIM DINGIN KACAUKAN JALAN RAYA

Pukul delapan pagi waktu Belanda, telah terbentuk deretan kemacetan sepanjang 
620 kilometer. Dengan demikian kemacetan lalu-lintas hari ini langsung masuk 
deretan paling panjang peringkat sepuluh. Dan merupakan kemacetan paling parah 
tahun 2009 ini. Terjadi puluhan kecelakaan, di antaranya beberapa truk yang 
tergelincir. Dinas Lalulintas Belanda, de Rijkswaterstaat, mengerahkan ratusan 
mobil penyapu salju. Kekacauan paling parah terjadi di sekitar kota Utrecht. Di 
jalan bebas hambatan A12, A27 dan A28, jalan macet puluhan kilometer. Persatuan 
Pengemudi Belanda, ANWB mengeluarkan seruan pada para anggotanya agar tidak 
menggunakan jalan bebas hambatan. Mulai tengah malam dan pagi dini hari, Dinas 
Lalulintas Belanda telah mengerahkan ratusan mobil penyebar garam di 
jalan-jalan.


* KTT IKLIM KOPENHAGEN MACET

KTT Iklim di Kopenhagen macet. Negara-negara kaya dan miskin saling 
bertolak-belakang dan upaya rekonsiliasi kedua belah pihak gagal. Tuan rumah 
Denmark berusaha mengatasi jalan buntu dengan membentuk kelompok-kelompok kecil 
yang bisa diajak berunding, tapi upaya itu pun tidak membuahkan hasil. Kanselir 
Jerman, Angela Merkel memperingatkan akan kemungkinan gagalnya KTT. Menurut 
Merkel janji-janji negara-negara kaya tidak memadai dan rencana-rencana Amerika 
Serikat kurang ambisius. Amerika Serikat ingin mengurangi emisi gas rumah kaca 
hingga empat persen dibandingkan level pada tahun 1990. Menurut Merkel 
lingkungan hidup mengalami kerugian besar jika negara-negara bersangkutan tidak 
mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Di belakang layar, pencemar 
terbesar, yakni Cina dan Amerika Serikat masih berunding. Jika mereka 
sependapat, maka kemungkinan besar juga akan dicapai kesepakatan. Selain itu 
kehadiran para pemimpin pemerintah masih bisa menghasilkan suatu terobosan. 
Diharapkan Jumat besok KTT akan menghasilkan kesepakatan iklim.


* SEJUMLAH LSM DUDUKI BELLA CENTER

Wakil dari antara lain Cagar Alam Sedunia, Greenpeace dan Oxfam Novib selama 
beberapa saat menduduki ruang konperensi di Bella Center, Kopenhagen, Denmark. 
Aksi dimaksud sebagai ungkapan ketidakpuasan tentang perundingan di KTT iklim. 
Organisasi-organisasi tersebut juga memprotes keputusan untuk melarang masuknya 
sejumlah besar pengamat dan penasehat di gedung kongres. Sementara itu semakin 
banyak pemimpin dunia tiba di Kopenhagen. Kepala biro iklim PBB, Yvo de Boer 
Rabu malam kemarin mengatakan 24 jam mendatang sangat menentukan. Hari-hari 
belakangan perundingan tidak mencapai banyak kemajuan.


* AKSI MOGOK YUNANI

Di Yunani, ribuan guru, dokter, buruh pelabuhan dan wartawan melakukan aksi 
mogok memprotes kebijakan penghematan pemerintah Giorgos Papandreou. Rumah 
sakit hanya menangani kasus darurat dan radio serta televisi tidak lagi 
menyiarkan berita. Serikat buruh komunislah yang menyerukan aksi mogok ini. 
Pemerintah ingin berhemat terkait besarnya beban hutang serta memulihkan citra 
Yunani di luar negeri. Rabu kemarin, Yunani untuk kedua kalinya dalam waktu 
singkat mendapatkan nilai rendah dari perusahaan penilai kredit Standard & 
Poor's. Perusahaan ini menyelidiki apakah sebuah negara atau lembaga bisa 
memenuhi kewajiban finansialnya.


* PEMIMPIN KARTEL NARKOBA MEKSIKO TEWAS

Salah satu pemimpin kartel narkoba Meksiko tewas dibunuh. Arturo Beltran Leyva 
tewas dalam baku tembak dengan militer di kota Cuernavaca, Meksiko selatan. 
Demikian pula enam orang pengawalnya. Arturo Beltran Leyva, yang juga dijuluki 
bos segala bos, bersama kakaknya, Alfredo, memimpin kartel obat bius yang 
beroperasi di Meksiko utara. Dua tahun silam Alfredo ditahan. Gerombolan 
kakak-adik ini bersama beberapa kartel narkoba lain terlibat perebutan soal 
penguasaan rute penyelundupan obat bius ke Amerika Serikat. Kematian Beltran 
Leyva dianggap kemenangan penting bagi Presiden Felipe Calderon dalam perangnya 
melawan kartel narkoba. Tapi para analis tidak seoptimis itu. Menurut mereka, 
ini hanya soal waktu saja sampai orang lain akan mengisi kekosongan kekuasaan 
tersebut.


* AKTIVIS MAROKO DIRAWAT DI RS

Aktivis Maroko, Aminatou Haidar dirawat di rumah sakit di pulau Kanaria, 
Lanzarote. Sebulan lalu Haidar mogok makan karena tidak diperbolehkan pulang ke 
tempat tinggalnya di Sahara Barat. Pemerintah Rabat mencabut paspornya dan 
mengirimnya ke Lanzarote. Kabarnya kondisi kesehatan Haidar makin memburuk. 
Aktivis yang berjuang bagi hak-hak warga Sahara, tidak berencana mengakhiri 
aksi mogok makan.


* ASTRONOM TEMUKAN EXOPLANET BARU

Tim astronom untuk pertama kali menemukan planet di luar tata surya yang 
mengandung banyak air. Planet ini jauh lebih kecil dan dingin daripada apa yang 
disebut exoplanet yang ditemukan sebelumnya dan jauh lebih mirip bumi ketimbang 
planet-planet lain. Planet bersangkutan berjarak 40 tahun cahaya dari bumi dan 
2,7 kali lebih besar dari bumi. Diduga udara di exoplanet ini masih terlalu 
panas untuk bisa hidup seperti di bumi. Penemuan dilakukan dengan teleskop 
khusus Observatorium Selatan Eropa di Cile dan penting dalam pencarian 
tempat-tempat yang bisa dihuni manusia. Sejauh ini telah ditemukan sedikitnya 
400 exoplanet.


* PENGANGGURAN BELANDA NAIK

Tingkat pengangguran di Belanda tetap naik. Demikian lapor Biro Statistik 
Belanda, CBS. September sampai dengan November, jumlah penganggur mencapai 412 
ribu orang, 9000 lebih banyak ketimbang kuartal sebelumnya. Tingkat 
pengangguran kini tercatat 5,2 persen dan jumlah penganggurnya, 121 ribu orang 
lebih banyak ketimbang tahun lalu. CBS memperkirakan tingkat pengangguran juga 
naik bulan-bulan mendatang.


* BOCAH BRASIL DITUSUK 40 JARUM

Di Brasil, seorang bocah berusia dua tahun, yang badannya tertusuk sebanyak 40 
jarum, dirawat di rumah sakit. Ayah tiri mengaku bersalah. Menurut polisi, anak 
laki-laki tersebut menjadi korban ilmu hitam. Konon dengan ritual ini, ayah 
tiri ingin membalas dendam terhadap isterinya yang adalah ibu bocah kecil naas. 
Anak laki-laki berusia dua tahun kini dirawat di unit gawat darurat rumah sakit 
Barreiras, negara bagian Bahia, Brasil timur. Foto rontgen memperlihatkan 
jarum-jarum sepanjang lima sentimeter di bagian leher, dada dan kakinya. Satu 
jarum juga menusuk paru-parunya. Tim dokter akan mencabut semua jarum, kecuali 
jarum di organnya.


* BERITA BURSA

Hari ini bursa saham di Eropa tidak mengalami banyak perubahan. Indeks AEX di 
Amsterdam dibuka lebih tinggi, naik 0,1 persen pada 508,99 poin. Bursa saham 
Frankfurt, Paris dan London merugi hingga 0,4 persen. 

Satu Euro tercatat 1,4410 Dolar Amerika. 
Satu Dolar Amerika bernilai 9.455 Rupiah. 
Satu Euro sama dengan 13.595,19 Rupiah.


* BELANDA DISELIMUTI SALJU KORUT TERUS EKSPOR SENJATA

Lalu lintas Belanda kacau pagi hari ini akibat salju dan jalan-jalan licin. 
Salju turun sejak Rabu malam kemarin. Pengemudi mobil dianjurkan terus menerus 
mengikut  informasi lalu lintas dan tetap di rumah jika tidak perlu ke luar. 
Menurut Badan Meteorologi Belanda, KNMI salju akan turun selama beberapa hari 
dan terutama di bagian tengah Belanda. Demikian tulis harian Algemeen Dagblad. 

Namun bukan hanya lalu lintas mobil mengalami gangguan akibat salju tebal. Lalu 
lintas kereta api pun kacau. Terutama di propinsi Zuid-Holland, wesel kereta 
api tidak berfungsi akibat kombinasi salju dan angin.

Sejauh ini cuaca musim dingin ini belum berdampak terhadap lalu lintas 
penerbangan di bandara Schiphol. Tadi semalaman landasan pacu terus disapu 
sehingga bebas salju dan upaya itu berhasil. Upaya pembersihan landasan terus 
dilanjutkan. Demikian ujar juru bicara bandara seperti dikutip kantor berita 
ANP. 

Namun salju juga punya sisi positifnya, merupakan sebuah anugerah bagi para 
fotografer dan pecinta jalan kaki. Di banyak tempat diselenggarakan acara 
jalan-jalan. 

Kita berlanjut ke topik berikut. Korea Utara terus saja mengekspor senjata. Ini 
terbukti dari penyitaan sebanyak 35 ton senjata Korea Utara Agustus silam di 
Bangkok. Senjata itu bernilai sekitar 18 juta dolar. Demikian tulis harian pagi 
Belanda De Volkskrant. 

Masih belum jelas seberapa besar keuntungan per tahun yang diambil adidaya 
nuklir ini dari ekspor rudal dan senjata konvensional lainnya. Kelompok pemikir 
Amerika, Institute for Foreign Policy Analysis memperkirakan hasil ekspor 
teknologi roket ke Iran, Pakistan dan Suriah saja bernilai sekitar 1,5 milyar 
dolar per tahun. Instansi-instansi lain menyebut angka beberapa ratus hingga 
satu milyar dolar per tahun. Juga Libia, Yaman dan Etiopia termasuk pembeli 
senjata relatif murah Korea Utara. 

Negeri komunis ini berperan penting dalam keberhasilan program roket Iran dan 
Pakistan. Akibat sanksi-sanksi PBB terhadap Pyongyang  terkait program 
nuklirnya, rezim Kim Jong-Il harus berhati-hati. Penyitaan jumlah besar senjata 
belakangan ini menunjukkan seberapa besar resiko untuk berbisnis dengan 
Pyongyang. 

Agustus silam, Uni Emirat Arab menahan sebuah kapal berisi senjata Korea Utara 
untuk Iran. Menurut resolusi 1874 PBB, kapal dan pesawat terbang Korut boleh 
ditahan jika diduga mentransportasi teknologi nuklir dan roket. Tapi Amerika 
Serikat, yang mengawasi cermat pelabuhan dan bandara Korea Utara, menduga 
pasokan senjata ke Iran berlangsung melalui bandara di Cina. Masih belum jelas 
siapa pembeli senjata sebanyak 35 ton itu. 

Hari-hari belakangan Amerika Serikat maupun Rusia sependapat, penyitaan terbaru 
itu membuktikan bahwa sanksi-sanksi baru terhadap Korea Utara membuahkan hasil. 

Demikian tulis De Volkskrant dan sekian pula Tinjauan Pers untuk kali ini.


* JERITAN PEREMPUAN INDIA MENANGI SAYEMBARA RNW

Seorang perempuan India yang memohon seorang anak laki-laki kepada Tuhan supaya 
tidak lagi dipukuli dan dinista. 'Biarkan dia hidup' karya wartawan India Veena 
Krishna berhasil memenangkan sayembara Radio Nederland Wereldomroep mengenai 
perubahan. 

"Bagi duniamu dengan sesamamu....Apa yang ingin kamu ubah", adalah tema 
sayembara Radio Nederland. Protes terhadap kebijakan anak di India, karya Veena 
Krishna keluar sebagai pemenangnya.

Sebuah foto sarat muatan menggambarkan secara tajam kisah seorang perempuan 
yang terus gagal melahirkan anak laki-laki di dunia. Terutama di kalangan 
miskin di India, perempuan dan anak perempuan masih saja dianggap lebih rendah, 
maka perempuan dipukuli, dinista, dan diabaikan. Ini merupakan kisah pembantu 
saya, demikian dijelaskan Veena Krishna dalam wawancaranya dengan Radio 
Nederland.

"Ia adalah perempuan yang membersihkan rumah saya. Ini adalah pengalamannya. 
Yang penting bagi saya adalah menunjukkan kepada orang miskin bahwa anak 
peerempuan atau laki-laki tidak ada bedanya". 

Perempuan bersangkutan sudah memiliki empat putri, dan anak kelimanya lagi-lagi 
seorang putri. "Jangan lagi anak putri. Saya kasihan terhadapnya dan saya 
sendiri. Apakah mereka akan membiarkan kami hidup tenang?, " kata perempuan itu 
dengan menghela napas. 

Setiap melahirkan seorang anak perempuan, maka perempuan itu akan dipukuli oleh 
ibu mertuanya. Yang diperoleh si jabang bayi adalah pandangan penuh hinaan, dan 
tidak seorangpun yang berpikir bagaimana ibu tersebut akan bisa memberi makan 
dan membesar anak-anaknya, tulis Veena Krishna.

"Untuk mendapat seorang anak laki-laki maka ia harus terus hamil. Dan kalau 
gagal maka ia dihadapkan dengan anak banyak yang tidak mampu dirawatnya. Ini 
penyebab banyak masalah di India. Jadi saya berharap situasi dapat  berubah 
melalui informasi dan pendidikan, yang saat ini tidak ada, untuk orang-orang 
ini". 

'Apa yang ingin kamu ubah', adalah salah satu pertanyaan inti dari sayembara. 
Veena Krishna mengakui kemungkinan besar dibutuhkan banyak waktu dan biaya 
untuk bisa melakukan perubahan. Tapi kebijakan kelahiran di masa lalu juga bisa 
berhasil, tambahnya. 

"Untuk mengubahnya, pemerintah harus berbuat lebih banyak. Juga 
sekolah-sekolah, harus mengambil tindakan serta menyebarkan informasi. Ini 
merupakan tugas pemerintah dan saya sebagai seorang wartawan hanya bisa 
mendokumentasikannya serta mengungkap masalah yang ada". 

Sebagai pemenang sayembara, Veena Krishna boleh magang di redaksi Radio 
Nederland Wereldomroep selama seminggu dan menyaksikan bagaimana media 
berfungsi di bagian dunia ini. Juga mengenai persoalan-persoalan seperti itu.


* MUSLIM DI MEKSIKO

Di Negara Bagian Chiapas, Meksiko, makin banyak saja warga Indian suku Mayan 
dan Tzotzil menjadi muslim. 

Limabelas tahun setelah pemberontakan Zapatista di Chiapas, daerah ini telah 
mengalami perubaham mendalam. Salahsatu di antaranya munculnya Islam sebagai 
agama baru di daerah ini. Kaum muslimin, yang terutama terdiri dari warga 
Indian suku Mayan dan Tzotzil, secara perlahan terus berkembang. Laporan 
Jan-Albert Hootsen.

Daerah miskin
Molino de los Arcos adalah salahsatu daerah pemukiman paling miskin di San 
Cristobal de las Casas, kota nomor dua terbesar di Chiapas. Berkat kekayaan 
sejarah kolonialnya, daerah ini merupakan tujuan wisata populer. Secara etnik, 
the barrio sepenuhnya tergolong kelompok pribumi, dengan Tzotzil Mayan sebagai 
bahasa utama.

Setiap hari Jum'at, perlahan bisa kita dengar suara bacaan shalat dalam bahasa 
Arab. Sekitar duapuluh keluarga muslim Tzotzil, telah menjadikan sebuah 
bangunan sederhana terbuat dari kayu, berhiaskan tulisan ayat-ayat Al Qur'an, 
sebagai musholla mereka. 

"Ini tempat kami membersihkan jiwa, dan berdo'a pada Allah. Hari ini tidak 
semua orang datang, mereka harus bekerja," kata imam Salvador Lopez sambil 
tersenyum. "Kami dalam keadaan baik-baik saja. Jumlah ummat kami masih kecil. 
Mungkin hanya dua ratus orang saja. Tapi, sedikit demi sedikit, kami berkembang 
terus."

Imam Lopez
Salvador Lopez menjadi penganut agama Islam sejak tahun 1995. Ia kemudian 
mengambil nama Arab, Muhammad Amin. Ia adalah salah seorang warga Tzotzil 
pertama yang memeluk agama ini. Ia menceritakan, proses perpindahan agama 
tersebut sangat berat. Pencarian rohani ini memakan waktu dua tahun. 

"Di Chiapas orang sama sekali tidak mengetahui tentang Islam. Tak ada orang 
yang tahu apa itu. Pada mulanya, saya pun tidak yakin, apakah hal ini memang 
cocok buat saya. Pada mulanya, keluarga saya pun tidak setuju. berat sekali."

Alternatif bagi kapitalisme
Di Meksiko sudah lama ada warga muslim. Tapi, biasanya mereka adalah pendatang 
dari negeri-negeri muslim di Afrika dan Timur Tengah. Hingga tahun 1995, ketika 
warga muslim asal Spanyol, di bawah pimpinan Aureliano Perez datang ke Meksiko, 
untuk menyebarkan agama Allah ini. 

Sejak saat itu, mulai ada penduduk Meksiko asli yang menjadi pemeluk agama 
Islam. Kedatangan muslim Spanyol ini, berkaitan erat dengan pecahnya 
pemberontakan Zapatista di Chiapas, pada tahun 1994. Mereka melihat, kemiskinan 
di daerah ini akan menjadi lahan subur bagi ajaran Islam. 

Sejak kedatangan penjajah Spanyol pada abad ke XVI, kehidupan suku Mayan dan 
Tzotzil tersisihkan. Mereka hidup dalam kemiskinan, menjadi sasaran penindasan 
pejabat korup, dan mendapat perlakuan diskriminatif dari kelompok kulit putih 
dan mestizo, warga berdarah campuran keturunan Eropa dan penduduk setempat. 
Kecanduan alkohol di kalangan warga Indian, makin menjadi-jadi.

Sunni
Suku Mayan dan Tzotzil termasuk gerakan Murabitun, yang menganut aliran Sunni. 
Terhadap larangan minum alkohol dan riba pinjama, sikap mereka tegas menolak. 
Dan hal ini ternyata menarik bagi warga pribumi Chiapas, sebagai pilihan 
konkret dari kapitalisme. 

Walaupun demikian Muhammad Amin menekankan, Islam bukan hanya untuk cocok untuk 
warga pribumi Chiapas. "Allah tidak membeda-bedakan ras. Islam terbuka bagi 
semua orang."


* ANTI BERLUSCONI MEREBAK

Belum sejam Silvio Berlusconi diserang, fan page - kelompok penggemar - pertama 
sudah dibuka di jaringan sosial populer Facebook. Anggota page ini adalah 
penggemar Massimo Tartaglia, seorang pasien kejiwaan berusia 42 tahun yang 
menyerang Berlusconi. 

Mereka menganggap Tartaglia seorang pahlawan. "Massimo Tartaglia; kamu telah 
mewujudkan hal yang diimpikan banyak orang Italia," begitu salah satu komentar 
di fan page. Selain itu, muncul sejumlah permainan di mana Anda harus "melukai" 
wajah Berlusconi dengan miniatur Katedral di Milan, "senjata" yang digunajan 
Tartaglia ketika menyerang Perdana Menteri Italia tersebut. Suvenir Katedral 
juga laku keras di Milan.

Diskusi panas antara pendukung dan penentang Berlusconi muncul seputar video 
penyerangan di YouTube. Seseorang dengan nama samaran bobbetto72 berkomentar: 
"Bagaimana pendapat kalian? Apakah ini cara sopan untuk menunjukkan 
ketidaksetujuan? Jadi sekarang kita boleh saling menyerang dengan patung 
suvenir?"

Ia tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan jawaban.

Chirabanna: ...ia (Berlusconi, red.) adalah pembohong tak tahu malu yang 
sebenarnya.... dan sekarang kita tidak memerlukan oposisi. Yang kita perlukan 
adalah revolusi. Aksi ini bisa saja dilakukan karena keputusasaan..... Yang 
sakit jiwa adalah pendukung Berlusconi. Italia adalah negara yang tak tahu 
malu!" Pembenci Berlusconi tampaknya menguasai suara di forum ini.

No-Berlusconi
Kelompok Anti-Berlusconi di Facebook dan artikel-artikel anti-perdana menteri 
di berbagai blog adalah ekspresi banyak orang, terutama anak muda. Aktivitas 
internet ini mencapai klimaks pada Hari No-Berlusconi tanggal 5 December lalu. 
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Italia sebuah unjuk rasa digelar tanpa 
diorganisir organisasi atau partai politik tertentu. Unjuk rasa ini benar-benar 
aspirasi masyarakat. Sekitar 300 ribu orang datang ke Roma untuk memenuhi 
imbauan sejumlah blogger muda.

Pada situs www.noberlusconiday.org <http://www.noberlusconiday.org> mereka 
menjelaskan latar belakang gerakan ini:

SELAMATKAN ITALIA, SELAMATKAN DEMOKRASI: BERLUSCONI HARUS MUNDUR!
Kami tidak peduli apa yang akan terjadi jika Berlusconi mengundurkan diri. 
Lagipula, kami melihat 'fairplay' dari sejumlah oposisi - jika 'fair play' 
berarti oposisi tidak menawarkan bantuan" menyelamatkan demokrasi. Mereka yang 
tidak membantu hal ini harus bertanggung jawab pada para pemilih... Berlusconi 
adalah anomali besar dalam demokrasi barat... Berlusconi harus mengundurkan 
diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan Tribunal Republik 
Italia..."

Lewat Internet
Toh, perlawanan ini tidak perlu dianggap besar. Sejak Silvio Berlusconi 
menjabat di pemerintahan pada 1994, banyak orang menganggapnya sebagai bahaya 
untuk Italia. Selalu ada kelompok masyarakat yang menentang Berlusconi. Selalu 
ada unjuk rasa memprotes Berlusconi. Tapi kali ini, internet memfasilitasi 
mereka dan membuat perlawanan jadi terlihat. Gerakan ini bisa disamakan dengan 
situs penggemar Berlusconi. Lirik lagu Meno male che Silvio c'e -- yang artinya 
"Untung ada Silvio" muncul di mana-mana.

Jika Berlusconi hanya bisa melakukan satu hal, maka itu adalah menyatukan 
masyarakat: mendukung atau menentangnya. Selama lima belas tahun di 
pemerintahan Berlusconi telah memecah-belah Italia, sejumlah orang membencinya, 
sedangkan sisanya mati-matian mendukung. Karena, menyusul fan page 
Massimo-Tartaglia yang mengagungkan pelaku penyerangan itu sebagai pahlawan, 
Ahad malam lalu juga muncul banyak fan page Facebook yang memuji-muji 
Berlusconi dan mengutuk Tartaglia.

Setelah serangan Ahad malam itu, media tradisional dan politisi - terutama 
penggemar Berlusconi - memusatkan perhatian pada 'bahaya' internet en Facebook. 
Bukankah sulutan acara televisi, wartawan dan internet membuat Perdana Menteri 
dipukul dengan miniatur Katedral? Tapi orang lupa, banyak juga situs-situs yang 
mendukung Berlusconi. Situs-situs ini, seperti halnya situs anti-Berlusconi, 
juga bisa menyulut seseorang yang sakit jiwa untuk melakukan kekerasan.

Menindak Internet
Ketua Fraksi FdL di parlemen Italia, Fabrizio Cicchitto, mengecam koran, 
wartawan dan internet. Tidak lama kemudian, Menteri Dalam Negeri Roberto Maroni 
mengumumkan akan menindak situs-situs yang mengimbau 'agresi dan kekerasan'.

Kalangan politik, yang tidak tahu soal internet, mau bertindak. Tapi bagaimana 
caranya? Facebook tidak mungkin menutup situs-situsnya karena menuruti kehendak 
Roberto Maroni. Lalu bagaimana menyikapi blogger yang beroperasi dari luar 
negeri dan anonim?

Benar-benar akut
Apakah pemerintahan Berlusconi takut terhadap media yang tidak bisa 
dikontrolnya? Atau apakah mereka takut terhadap kekuatan demokrasi jaringan 
sosial?

Mayoritas pendukung Berlusconi kebanyakan berpendidikan rendah, ibu rumah 
tangga, yang banyak menonton televisi dan tidak memiliki internet. Jadi mereka 
tidak mempunyai akses informasi yang tidak menyenangkan Perdana Menteri. 
Sementara para pengguna internet di Italia adalah orang berpendidikan tinggi, 
yang tidak suka dengan Perdana Menteri. Apakah ini yang dikhawatirkan 
Berlusconi?


* KTT IKLIM: DEMONSTRAN DUDUKI RUANG KONFERENSI

Kepala Urusan Iklim PBB Yvo de Boer, meragukan penyelenggaraan perundingan 
iklim pada masa mendatang. Jumlah besar akreditasi di KTT Kopenhagen ini 
ternyata merupakan risiko keamanan yang tidak diperhitungkan. Rabu malam waktu 
setempat, para demonstran menduduki ruang konferensi. Laporan Willemien Groot.

Banyak terlihat bungkusan-bungkusan yang mencurigakan di gang-gang, ganguan 
terhadap rapat dan orang-orang yang naik di podium. Terlepas dari demo di luar 
yang kadang berlangsung sangat keras, di dalam ruang sidang pun, di Bella 
Center, banyak terjadi kericuhan. 

Salah sendiri
Sebagian masalah disebabkan oleh PBB sendiri. Panel Iklim UNFCCC ingin agar 
sebanyak mungkin organisasi dan LSM diberi kesempatan untuk hadir.

Selain itu beberapa bulan lalu tidak terduga bahwa hampir 120 pemimpin 
pemerintahan dan kepala negara akan datang ke Kopenhagen. Ini merupakan jumlah 
terbesar dalam sejarah konferensi iklim. Dan mereka tidak datang sendirian, 
tapi membawa rombongan. 

Terlepas dari hal-hal yang tak terduga, mengeluarkan 46.000 kartu masuk ke 
ruangan konferensi yang berkapasitas 15.000 orang, jelas tidak bijaksana. 
Meskipun tidak semua peserta, akan hadir terus selama dua minggu penuh.

Tidak proporsional
Tapi, andaikan  tidak ada masalah logistik, gangguan yang terjadi Rabu lalu 
sudah melampaui batas. "Saya tidak pernah mengalami ini," kata Kepala Urusan 
Iklim PBB Yvo de Boer dengan nada agak kaget. Ia juga sempat dicemooh 
organisasi lingkungan Friends of the Earth yang ditolak masuk atas alasan 
keamanan. Padahal mereka memiliki kartu masuk. 

Ia membandingkan KTT ini dengan KTT G8. Seluruh pusat kota ditutup dan kapal 
perang dikerahkan di pantai. PBB tidak menghendaki ini, tapi Yvo de Boer ragu. 
"Insiden Rabu lalu menguji batin saja. Saya ragu apakah kita bisa terus dengan 
cara begini."


Yvo de Boer: "Saya sebenarnya menghadapi dilema pelik. Bangga, karena saya 
kira, kami menyelenggarakan salahsatu proses paling terbuka di dunia, mengajak 
masyarakat sipil ikut berpartisipasi, berperan dan mengamati, sejauh yang bisa 
kami lakukan. Namun, bagaimanapun, saya bertanggung-jawab bagi keamanan anda 
sekalian dan semua peserta lainnya. Dan itu, suatu pertimbangan yang amat 
sulit."


Memang ada organisasi yang terlalu banyak meminta akreditasi. Rabu lalu sudah 
500 orang dari Friends of Earth Rabu berada di lobi sementara dari Federation 
of Liberal Youth delegasinya 100 orang.

Tidak ada limit
Menurut ketua International Federation of Liberal Youth  Bart Woord, remaja 
liberal semestinya tidak perlu mengirim sedemikian banyak wakil. Tapi, tidak 
ada yang membatasi mereka.

Bart Woord: "Ini semacam bencana biasa yang sering terjadi, karena PBB bodoh 
tidak menentukan batasan jumlah delegasi. Di sini ada organisasi yang mengirim 
500 orang. Meskinya harus dibatasi sampai 50 orang. Kita bakal senang kalau 
diberitahu hanya bisa mengirim 50 orang. Tapi semua orang bisa masuk."


Perunding alot
Menurut Bart Woods, ribuan wakil NGO dan berbagai organisasi lainnya punya 
fungsi tersendiri. Kelompok pemuda liberal Kanada misalnya, menekan perunding 
alot dari negeri mereka, dan membanjiri media nasional dengan berbagai 
informasi.

Dana Cagar Alam Dunia, WNF, menempatkan diri sebagai pengamat. Wakil-wakil 
mereka berusaha agar setiap peserta, memperoleh informasi yang sama. Terutama 
wakil-wakil dari negara-negara yang sedang berkembang. Pada umumnya anggota 
delegasi mereka tidak banyak, dan dengan demikian, tidak bisa selalu ikut hadir 
dalam setiap pembicaraan.

Masalah keamanan
Walaupun keterbukaan memang penting, tapi Yvo de Boer menghadapi masalah 
keamanan serius. Apalagi, pada saat tibanya Presiden Amerika, Barack Obama, 
Jum'at besok. 

Atas pertimbangan keamanan, jumlah kartu tanda masuk bagi pihak-pihak yang 
tidak terlibat langsung dalam perundingan, untuk Jum'at besok dibatasi hingga 
90 saja. "Itu berarti, saya harus bergantian memakai kartu, dengan direktur 
kami," kata Donald Pols dari WNF.


* SEKITAR 300 WARGA PAPUA KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN

300-an warga Papua ini akhirnya bisa kembali ke kampung halaman mereka. Selama 
hampir 30 tahun, mereka terpaksa bermukim di Papua Nugini, PNG. Mereka hijrah 
lantaran konflik politik di Papua memanas pada 1980-an. Sebagian ingin pulang 
karena mengaku mengalami kesusahan hidup di negeri orang. Kontributor KBR 68H 
di Jayapura, Katharina Lita menemui mereka yang baru kembali ke Papua ini. 

Pesawat Hercules C130 mendarat di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura. Di 
dalamnya ada Josephine Welip.

Josephine usianya 20 tahun. Belum pernah sekali pun menginjak tanah Papua, 
meski ia keturunan asli Papua. Ia bahkan tak bisa bicara dalam bahasa Indonesia.

Josephine Wellip: "Saya di PNG sejak lebih 20 tahun lalu. Orangtua membawa saya 
ke sana.  Sekarang ayah dan ibu saya sudah meninggal. Ini kali pertama saya 
kembali ke Papua. Saya tidak tahu apa-apa soal Papua."

Tahun 1980-an, kondisi keamanan di Papua memanas. Saat itu terjadi banyak 
ancaman dan intimidasi, oleh tentara maupun kelompok Organisasi Papua Merdeka, 
OPM, yang ingin lepas dari Indonesia. Situasi itu membuat banyak warga memilih 
untuk lari ke negara tetangga terdekat, Papua Nugini, PNG. 

Lewat program repatriasi atau pemulangan warga,  Josephine bersama 300-an warga 
asli Papua dipulangkan dari PNG. Josephine membawa serta suami dan  lima 
anaknya ke Papua. Mereka akan tinggal di Distrik Senggi atau Ubrub, di 
Kabupaten Keerom yang berbatasan langsung dengan PNG.

Josephine Wellip: "Anak-anak sangat gembira berada di sini. Saya harap ada 
bantuan dari pemerintah, seperti rumah atau uang. Saya juga akan bekerja untuk 
membantu keluarga."

Benyamin Adolf Prawar juga ada dalam rombongan yang sama dengan Josephine. Ia 
sudah tak bersua Tanah Papua selama 30 tahun. 

Benyamin Adolf Prawar: "Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena Dia berikan 
kesempatan untuk dua pemerintah, menjalankan tugas, mereka dalam kembalikan 
pengungsi-pengungsi. Kita lebih senang dan mengucap syukur kepada Tuhan Yang 
Maha Kuasa, sebab atas kuasa Tuhan kami dapat kembali dengan selamat."

Selama tinggal di PNG, Benyamin menikah dengan perempuan lokal. 30 tahun di 
sana, Benyamin sudah lama ingin kembali ke Papua, tapi ia tak punya uang.

Benyamin Adolf Prawar: "Tahun 2005. Tapi saya lamar ke pemerintah tapi tidak 
ada jawaban yang baik. Kesulitannya di mana waktu itu? Kesulitannya di  masalah 
keuangan, jadi saya tingal saja begitu."

Kloter pertama pemulangan warga Papua di PNG berlangsung pertengahan November 
lalu. Semula pemulangan akan dilangsungkan pada 2007, namun terpaksa mundur. 
Sekretaris Daerah Papua, Tedjo Soeprapto mengatakan, pemulangan terkendala 
karena sulitnya data dan dokumen peserta program pemulangan ini. Namun sekarang 
program sudah dimulai, dengan target memulangkan 700 warga Papua yang tersebar 
di Papua Nugini. Pemulangan akan dilakukan secara bertahap.

Tedjo Soeprapto: "Ya itu nanti, itu berikutnya, 133 itu kan besok, tanggal 22 
kan dating lagi 160 sekian, nah berikutnya tahun 2010. Jadi bertahap ya pak? 
Bertahap. Tapi yang dalam waktu dekat ini dua kali."

Pemerintah pusat berharap ada lebih banyak lagi warga Papua yang pulang ke 
tanah air. Staf ahli bidang Politik dan Keamanan di Kantor Menteri Koordinator 
Kesejahteraan Rakyat, Doddy Budiatman meyakinkan, mereka dibutuhkan untuk 
membangun Papua. Pemerintah pusat menjanjikan program pembangunan di 
kampung-kampung, menggunakan dana Otonomi Khusus dari pemerintah.

Doddy Budiatman: "Kepada saudara-saudara kita yang berada di gunung-gunung, 
maupun berada di mana saja baik di dalam negeri maupun di luar negeri karena 
bersebrangan paham di masa yang lalu. Karya kita kembali berada di 
tengah-tengah keluarga, guna membangun tanah Papua yang lebih adil, makmur dan 
sejahtera."

Tapi apa yang akan mereka lakukan setelah tiba di Papua? 

Aula Balai Latihan Kerja Jayapura siang itu terlihat ramai.  Acara makan siang 
baru saja usai. Warga Papua yang baru saja dipulangkan dari Papua Nugini ini 
asyik berbincang santai.  Di sinilah mereka ditampung sementara. Tempat seluas 
5 hektar ini terletak di Pasir Dua, 7 kilometer dari ibukota Jayapura. 
Sekretaris Daerah Papua Tedjo Soeprapto mengatakan, warga Papua ini akan 
ditampung sementara selama 3 hingga 5 hari.

Tedjo Soprapto: "Semua tertampung di situ untuk jumlah ini. Untuk fasilitas 
pak? Sudah, sudah kita siapkan bisa dilihat di sana, tempat tidurnya, kasurnya, 
apa semua, mesin apa diesel kalau lampu mati untuk kesehatannya kita sudah."

Di antara mereka tampak Carlos Yoku. Ia sudah meninggalkan Papua selama 40 
tahun. Selama di PNG, ia berdagang di ibukota PNG, Port Moresby.

Carlos Yoku: "Ya dagang-dagang, dagang keliling. Dagang apa ya?  Ya 
macam-macam, beli dari sini, bawa ke sana. Lumayan besar pak ya, untuk barang 
di sana katanya agak mahal? Kalau produk Indonesia kan laku di sana, belinya 
harga murah jualnya agak mahal, ya untungnya besar, ya bisa 30 persen, 40 
persen ada."

Kakek 7 cucu ini tak sabar kembali ke kampungnya di Kabupaten Jayapura.

Carlos Yoku: "Setelah di sini, merasa bagaimana? Macam sudah injak tanah 
sendiri. Macam baik sekali ya, apalagi lihat pertumbuhan Kota Jayapura 
sekarang, kami tertarik sekali. Semua tidak usah lihat ke belakang, lihatlah ke 
depan, apa yang kami sebut sisa hidup kami ya di sini."

Selama ditampung di Balai Latihan Kerja, warga didata. Supaya nantinya bisa 
dijemput oleh pemerintah kabupatennya masing-masing. Setelah itu, mereka akan 
ditempatkan di  sana bersama dengan keluarganya. 

Dirjen Pembinaan Umum Departemen Dalam Negeri, Sutrisno.

Sutrisno: "Sudah barang tentu setelah diverifikasi dan diketahui dari 
masing-masing kabupaten, misalnya dari Keerom ada berapa, dari kabupaten lain 
dan sebagainya, nanti untuk kurun waktu tertentu, sekitar 3 sampai 5 hari, 
nanti masing-masing bupati akan datang untuk menjemput mereka dan kemudian  
mereka ada yang diantar."

Ke-300 warga Papua ini kembali ke tanah Papua dengan harapan besar. Supaya 
kehidupan bisa menjadi lebih baik. Carlos Yoku mengatakan, harapan itu terpompa 
setelah pemerintah Indonesia, melalui Duta Besar Indonesia di PNG mengucap 
janji beberapa saat sebelum proses pemulangan dimulai.

Carlos Yoku: "Misalnya  ada jaminan untuk uang sakunya, ada uang untuk 
perumahan, terus pendidikan anak-anak ada dibiayai oleh negara ya, dan itu 
bikin kami tertarik, kalau tanpa itu kami tak akan di sini, kami tetap di PNG."

Namun Pemerintah Daerah menekankan, tak ada perlakuan khusus yang akan 
diberikan kepada warga yang baru dipulangkan. Sekretaris Daerah Papua Tedjo 
Soeprapto mengatakan, warga menjadi tanggungjawab kampung masing-masing. 
Pemerintah hanya akan menanggung biaya jatah hidup. 

Tedjo Soeprapto: "Tidak ada rumah-rumah seperti itu tidak, kita kembalikan ke 
kampung nanti dengan program di kampung itu apa, sama-sama dengan masyarakat di 
situ. Jadup (jaminan hidup) ya kita beri secukupnya, tapi tidak ada yang 
kekhususan, harus  rumah sendiri. Kalau rumah nanti ada pun, ya masuk dalam 
program di kampung itu."

Gubernur Papua Barnabas Suebu hanya bisa menjanjikan, pemerintah akan membantu 
penyaluran tenaga kerja.

Gubernur Papua: "Ini yang penting ini  pekerjaan ya, mudah-mudahan dari 
Departemen Pekerjaan eh, tenaga kerja ya, Dinas Tenaga Kerja ya, kita akan atur 
untuk menyalurkan ya untuk mereka yang sudah bekerja, ke lapangan pekerjaan 
yang ada."


Hein Fere menaruh harapan besar dari program ini. Kakek 4 cucu ini siap 
bekerja, apa saja.

Hein Fere: "Kegiatan selanjutnya pak setelah lepas dari sini? Ya pasti cari 
kerja, cari kerja apa saja yang bisa dikerjakan, tetap cari nafkah lah. Saya 
apa saja lah, kalau perlu potong rumput juga boleh, yang penting bisa dapat 
uang sedikit, ya beli beras."

Josephine Wellip: "To problem, when you come to discuss something, and I do, 
you all always Pray only God in heaven. Is everyting is possible to God. "

Josephine berdoa untuk kehidupan yang lebih baik bersama keluarganya di Papua.

Laporan ini disusun Reporter KBR68H Katharina Lita, untuk Radio Nederland 
Wereldomroep  di Hilversum.


* KETIDAKPUASAN MELANDA KTT KOPENHAGEN

Hari-hari terakhir KTT Iklim atau COP 15 di Kopenhagen diwarnai dengan 
ketidakpuasan para pengamat atas jalannya perundingan. Indonesia dinilai lemah 
dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang. Selain itu, para wakil 
lembaga non-profit Indonesia juga mengkritik keras Denmark sebagai panitia 
penyelenggara karena dianggap gagal menjadi tuan rumah yang baik. Laporan Bram 
Hendrawan dari Kopenhagen. 

Negosiasi
Peserta COP 15 tidak hanya terdiri dari utusan pemerintah yang melakukan 
negosiasi politik dan teknis untuk mencapai target pengurangan pemanasan bumi. 

Para pengamat yang terdiri dari berbagai utusan lembaga non-pemerintah, seperti 
LSM ataupun lembaga penelitian, juga menjadi bagian tak terpisahkan dari KTT. 
Mereka mengamati jalannya perundingan dan memainkan peran penting dalam 
pembahasan agenda KTT. Memasuki hari-hari terakhir KTT, para pengamat merasa 
tidak puas dengan jalannya konferensi. 

Indonesia lemah
Beberapa pengamat dari LSM menganggap Indonesia gagal mengambil peran dalam 
perundingan, terutama dalam pembahasan REDD, salah satu agenda utama KTT 
tentang mekanisme perdagangan karbon untuk mengurangi emisi CO2 akibat 
pembabatan hutan. 

Menurut Teguh Surya, Kepala Advokasi dan Jaringan Wahana Lingkungan Hidup 
Indonesia, Walhi, Indonesia terlalu 'jual murah'. 

Kacau
Para pengamat juga mengeritik Denmark sebagai panitia penyelenggara karena 
kurang bisa mengantisipasi membludaknya jumlah peserta. Kapasitas gedung hanya 
bisa menampung 15 ribu orang, padahal jumlah peserta yang hadir lebih dari 30 
ribu. 

Para peserta harus antri, bahkan ada yang sampai berjam-jam untuk bisa masuk 
gedung konferensi. Jana Supriyatna Direktur Eksekutif LSM Conservation 
International Indonesia, tidak puas dengan penyelenggaraan KTT.

Jana Supriyatna: "Karena kapasitas gedung yang tidak bisa menampung semua 
peserta maka panitia menetapkan pembatasan jumlah peserta yang bisa memasuki 
gedung pertemuan." 

Pembatasan
Menurut Stibniati Atmadja dari Lembaga Penelitian CIFOR, berbagai pembatasan 
ini mengakibatkan sulitnya para pengamat untuk bisa memantau jalannya 
perundingan. 

COP 15 Kopenhagen juga diwarnai dengan berbagai penangkapan para demonstran. 
Menurut Teguh Surya ini adalah bukti pengekangan hak berpendapat. 

Agenda utama dua hari terakhir KTT adalah pertemuan para pemimpin dunia. Lebih 
dari 100 kepala negara akan hadir. Presiden SBY akan berpidato Kamis (17/12) 
siang waktu setempat. Walau tidak puas dengan pencapaian perundingan sampai 
saat ini, para pengamat dari LSM tetap berharap akan dicapai kesepakatan yang 
akan membawa perubahan dalam kebijakan iklim dunia.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke