--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 17 Desember 2009 13:50 UTC ** VEENA KRISHNA PEMENANG SAYEMBARA RNW ** MUSIM DINGIN KACAUKAN JALAN RAYA ** KTT IKLIM KOPENHAGEN MACET ** TOPIK TINJAUAN PERS: BELANDA DISELIMUTI SALJU DAN KORUT TERUS EKSPOR SENJATA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: JERITAN PEREMPUAN INDIA MENANGI SAYEMBARA RNW ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MUSLIM DI MEKSIKO ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ANTI BERLUSCONI MEREBAK ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KTT IKLIM: DEMONSTRAN DUDUKI RUANG KONFERENSI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SEKITAR 300 WARGA PAPUA KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KETIDAKPUASAN MELANDA KTT KOPENHAGEN * VEENA KRISHNA PEMENANG SAYEMBARA RNW Veena Krishna, 39 tahun dari Mumbai, India menang sayembara on-line Radio Nederland Wereldomroep. Pertanyaan dalam sayembara itu adalah: Apa yang menurutmu perlu diubah di sekitarmu? Dengan sumbangannya, berupa sebuah foto dan teks menarik, Krishna menuntut lebih banyak hak bagi anak gadis di negerinya. India menganggap nilai anak laki-laki lebih tinggi dibandingkan anak perempuan. Menurut juri, dengan fotonya, Krishna berhasil memperlihatkan sebuah dunia yang belum diketahui keberadaannya. Hadiah yang didapatkan adalah magang di redaksi Radio Nederland Wereldomroep selama satu minggu dan ditanggung penuh oleh RNW. Hadiah kedua dan ketiga dimenangkan peserta dari Cina dan Peru. * MUSIM DINGIN KACAUKAN JALAN RAYA Pukul delapan pagi waktu Belanda, telah terbentuk deretan kemacetan sepanjang 620 kilometer. Dengan demikian kemacetan lalu-lintas hari ini langsung masuk deretan paling panjang peringkat sepuluh. Dan merupakan kemacetan paling parah tahun 2009 ini. Terjadi puluhan kecelakaan, di antaranya beberapa truk yang tergelincir. Dinas Lalulintas Belanda, de Rijkswaterstaat, mengerahkan ratusan mobil penyapu salju. Kekacauan paling parah terjadi di sekitar kota Utrecht. Di jalan bebas hambatan A12, A27 dan A28, jalan macet puluhan kilometer. Persatuan Pengemudi Belanda, ANWB mengeluarkan seruan pada para anggotanya agar tidak menggunakan jalan bebas hambatan. Mulai tengah malam dan pagi dini hari, Dinas Lalulintas Belanda telah mengerahkan ratusan mobil penyebar garam di jalan-jalan. * KTT IKLIM KOPENHAGEN MACET KTT Iklim di Kopenhagen macet. Negara-negara kaya dan miskin saling bertolak-belakang dan upaya rekonsiliasi kedua belah pihak gagal. Tuan rumah Denmark berusaha mengatasi jalan buntu dengan membentuk kelompok-kelompok kecil yang bisa diajak berunding, tapi upaya itu pun tidak membuahkan hasil. Kanselir Jerman, Angela Merkel memperingatkan akan kemungkinan gagalnya KTT. Menurut Merkel janji-janji negara-negara kaya tidak memadai dan rencana-rencana Amerika Serikat kurang ambisius. Amerika Serikat ingin mengurangi emisi gas rumah kaca hingga empat persen dibandingkan level pada tahun 1990. Menurut Merkel lingkungan hidup mengalami kerugian besar jika negara-negara bersangkutan tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Di belakang layar, pencemar terbesar, yakni Cina dan Amerika Serikat masih berunding. Jika mereka sependapat, maka kemungkinan besar juga akan dicapai kesepakatan. Selain itu kehadiran para pemimpin pemerintah masih bisa menghasilkan suatu terobosan. Diharapkan Jumat besok KTT akan menghasilkan kesepakatan iklim. * SEJUMLAH LSM DUDUKI BELLA CENTER Wakil dari antara lain Cagar Alam Sedunia, Greenpeace dan Oxfam Novib selama beberapa saat menduduki ruang konperensi di Bella Center, Kopenhagen, Denmark. Aksi dimaksud sebagai ungkapan ketidakpuasan tentang perundingan di KTT iklim. Organisasi-organisasi tersebut juga memprotes keputusan untuk melarang masuknya sejumlah besar pengamat dan penasehat di gedung kongres. Sementara itu semakin banyak pemimpin dunia tiba di Kopenhagen. Kepala biro iklim PBB, Yvo de Boer Rabu malam kemarin mengatakan 24 jam mendatang sangat menentukan. Hari-hari belakangan perundingan tidak mencapai banyak kemajuan. * AKSI MOGOK YUNANI Di Yunani, ribuan guru, dokter, buruh pelabuhan dan wartawan melakukan aksi mogok memprotes kebijakan penghematan pemerintah Giorgos Papandreou. Rumah sakit hanya menangani kasus darurat dan radio serta televisi tidak lagi menyiarkan berita. Serikat buruh komunislah yang menyerukan aksi mogok ini. Pemerintah ingin berhemat terkait besarnya beban hutang serta memulihkan citra Yunani di luar negeri. Rabu kemarin, Yunani untuk kedua kalinya dalam waktu singkat mendapatkan nilai rendah dari perusahaan penilai kredit Standard & Poor's. Perusahaan ini menyelidiki apakah sebuah negara atau lembaga bisa memenuhi kewajiban finansialnya. * PEMIMPIN KARTEL NARKOBA MEKSIKO TEWAS Salah satu pemimpin kartel narkoba Meksiko tewas dibunuh. Arturo Beltran Leyva tewas dalam baku tembak dengan militer di kota Cuernavaca, Meksiko selatan. Demikian pula enam orang pengawalnya. Arturo Beltran Leyva, yang juga dijuluki bos segala bos, bersama kakaknya, Alfredo, memimpin kartel obat bius yang beroperasi di Meksiko utara. Dua tahun silam Alfredo ditahan. Gerombolan kakak-adik ini bersama beberapa kartel narkoba lain terlibat perebutan soal penguasaan rute penyelundupan obat bius ke Amerika Serikat. Kematian Beltran Leyva dianggap kemenangan penting bagi Presiden Felipe Calderon dalam perangnya melawan kartel narkoba. Tapi para analis tidak seoptimis itu. Menurut mereka, ini hanya soal waktu saja sampai orang lain akan mengisi kekosongan kekuasaan tersebut. * AKTIVIS MAROKO DIRAWAT DI RS Aktivis Maroko, Aminatou Haidar dirawat di rumah sakit di pulau Kanaria, Lanzarote. Sebulan lalu Haidar mogok makan karena tidak diperbolehkan pulang ke tempat tinggalnya di Sahara Barat. Pemerintah Rabat mencabut paspornya dan mengirimnya ke Lanzarote. Kabarnya kondisi kesehatan Haidar makin memburuk. Aktivis yang berjuang bagi hak-hak warga Sahara, tidak berencana mengakhiri aksi mogok makan. * ASTRONOM TEMUKAN EXOPLANET BARU Tim astronom untuk pertama kali menemukan planet di luar tata surya yang mengandung banyak air. Planet ini jauh lebih kecil dan dingin daripada apa yang disebut exoplanet yang ditemukan sebelumnya dan jauh lebih mirip bumi ketimbang planet-planet lain. Planet bersangkutan berjarak 40 tahun cahaya dari bumi dan 2,7 kali lebih besar dari bumi. Diduga udara di exoplanet ini masih terlalu panas untuk bisa hidup seperti di bumi. Penemuan dilakukan dengan teleskop khusus Observatorium Selatan Eropa di Cile dan penting dalam pencarian tempat-tempat yang bisa dihuni manusia. Sejauh ini telah ditemukan sedikitnya 400 exoplanet. * PENGANGGURAN BELANDA NAIK Tingkat pengangguran di Belanda tetap naik. Demikian lapor Biro Statistik Belanda, CBS. September sampai dengan November, jumlah penganggur mencapai 412 ribu orang, 9000 lebih banyak ketimbang kuartal sebelumnya. Tingkat pengangguran kini tercatat 5,2 persen dan jumlah penganggurnya, 121 ribu orang lebih banyak ketimbang tahun lalu. CBS memperkirakan tingkat pengangguran juga naik bulan-bulan mendatang. * BOCAH BRASIL DITUSUK 40 JARUM Di Brasil, seorang bocah berusia dua tahun, yang badannya tertusuk sebanyak 40 jarum, dirawat di rumah sakit. Ayah tiri mengaku bersalah. Menurut polisi, anak laki-laki tersebut menjadi korban ilmu hitam. Konon dengan ritual ini, ayah tiri ingin membalas dendam terhadap isterinya yang adalah ibu bocah kecil naas. Anak laki-laki berusia dua tahun kini dirawat di unit gawat darurat rumah sakit Barreiras, negara bagian Bahia, Brasil timur. Foto rontgen memperlihatkan jarum-jarum sepanjang lima sentimeter di bagian leher, dada dan kakinya. Satu jarum juga menusuk paru-parunya. Tim dokter akan mencabut semua jarum, kecuali jarum di organnya. * BERITA BURSA Hari ini bursa saham di Eropa tidak mengalami banyak perubahan. Indeks AEX di Amsterdam dibuka lebih tinggi, naik 0,1 persen pada 508,99 poin. Bursa saham Frankfurt, Paris dan London merugi hingga 0,4 persen. Satu Euro tercatat 1,4410 Dolar Amerika. Satu Dolar Amerika bernilai 9.455 Rupiah. Satu Euro sama dengan 13.595,19 Rupiah. * BELANDA DISELIMUTI SALJU KORUT TERUS EKSPOR SENJATA Lalu lintas Belanda kacau pagi hari ini akibat salju dan jalan-jalan licin. Salju turun sejak Rabu malam kemarin. Pengemudi mobil dianjurkan terus menerus mengikut informasi lalu lintas dan tetap di rumah jika tidak perlu ke luar. Menurut Badan Meteorologi Belanda, KNMI salju akan turun selama beberapa hari dan terutama di bagian tengah Belanda. Demikian tulis harian Algemeen Dagblad. Namun bukan hanya lalu lintas mobil mengalami gangguan akibat salju tebal. Lalu lintas kereta api pun kacau. Terutama di propinsi Zuid-Holland, wesel kereta api tidak berfungsi akibat kombinasi salju dan angin. Sejauh ini cuaca musim dingin ini belum berdampak terhadap lalu lintas penerbangan di bandara Schiphol. Tadi semalaman landasan pacu terus disapu sehingga bebas salju dan upaya itu berhasil. Upaya pembersihan landasan terus dilanjutkan. Demikian ujar juru bicara bandara seperti dikutip kantor berita ANP. Namun salju juga punya sisi positifnya, merupakan sebuah anugerah bagi para fotografer dan pecinta jalan kaki. Di banyak tempat diselenggarakan acara jalan-jalan. Kita berlanjut ke topik berikut. Korea Utara terus saja mengekspor senjata. Ini terbukti dari penyitaan sebanyak 35 ton senjata Korea Utara Agustus silam di Bangkok. Senjata itu bernilai sekitar 18 juta dolar. Demikian tulis harian pagi Belanda De Volkskrant. Masih belum jelas seberapa besar keuntungan per tahun yang diambil adidaya nuklir ini dari ekspor rudal dan senjata konvensional lainnya. Kelompok pemikir Amerika, Institute for Foreign Policy Analysis memperkirakan hasil ekspor teknologi roket ke Iran, Pakistan dan Suriah saja bernilai sekitar 1,5 milyar dolar per tahun. Instansi-instansi lain menyebut angka beberapa ratus hingga satu milyar dolar per tahun. Juga Libia, Yaman dan Etiopia termasuk pembeli senjata relatif murah Korea Utara. Negeri komunis ini berperan penting dalam keberhasilan program roket Iran dan Pakistan. Akibat sanksi-sanksi PBB terhadap Pyongyang terkait program nuklirnya, rezim Kim Jong-Il harus berhati-hati. Penyitaan jumlah besar senjata belakangan ini menunjukkan seberapa besar resiko untuk berbisnis dengan Pyongyang. Agustus silam, Uni Emirat Arab menahan sebuah kapal berisi senjata Korea Utara untuk Iran. Menurut resolusi 1874 PBB, kapal dan pesawat terbang Korut boleh ditahan jika diduga mentransportasi teknologi nuklir dan roket. Tapi Amerika Serikat, yang mengawasi cermat pelabuhan dan bandara Korea Utara, menduga pasokan senjata ke Iran berlangsung melalui bandara di Cina. Masih belum jelas siapa pembeli senjata sebanyak 35 ton itu. Hari-hari belakangan Amerika Serikat maupun Rusia sependapat, penyitaan terbaru itu membuktikan bahwa sanksi-sanksi baru terhadap Korea Utara membuahkan hasil. Demikian tulis De Volkskrant dan sekian pula Tinjauan Pers untuk kali ini. * JERITAN PEREMPUAN INDIA MENANGI SAYEMBARA RNW Seorang perempuan India yang memohon seorang anak laki-laki kepada Tuhan supaya tidak lagi dipukuli dan dinista. 'Biarkan dia hidup' karya wartawan India Veena Krishna berhasil memenangkan sayembara Radio Nederland Wereldomroep mengenai perubahan. "Bagi duniamu dengan sesamamu....Apa yang ingin kamu ubah", adalah tema sayembara Radio Nederland. Protes terhadap kebijakan anak di India, karya Veena Krishna keluar sebagai pemenangnya. Sebuah foto sarat muatan menggambarkan secara tajam kisah seorang perempuan yang terus gagal melahirkan anak laki-laki di dunia. Terutama di kalangan miskin di India, perempuan dan anak perempuan masih saja dianggap lebih rendah, maka perempuan dipukuli, dinista, dan diabaikan. Ini merupakan kisah pembantu saya, demikian dijelaskan Veena Krishna dalam wawancaranya dengan Radio Nederland. "Ia adalah perempuan yang membersihkan rumah saya. Ini adalah pengalamannya. Yang penting bagi saya adalah menunjukkan kepada orang miskin bahwa anak peerempuan atau laki-laki tidak ada bedanya". Perempuan bersangkutan sudah memiliki empat putri, dan anak kelimanya lagi-lagi seorang putri. "Jangan lagi anak putri. Saya kasihan terhadapnya dan saya sendiri. Apakah mereka akan membiarkan kami hidup tenang?, " kata perempuan itu dengan menghela napas. Setiap melahirkan seorang anak perempuan, maka perempuan itu akan dipukuli oleh ibu mertuanya. Yang diperoleh si jabang bayi adalah pandangan penuh hinaan, dan tidak seorangpun yang berpikir bagaimana ibu tersebut akan bisa memberi makan dan membesar anak-anaknya, tulis Veena Krishna. "Untuk mendapat seorang anak laki-laki maka ia harus terus hamil. Dan kalau gagal maka ia dihadapkan dengan anak banyak yang tidak mampu dirawatnya. Ini penyebab banyak masalah di India. Jadi saya berharap situasi dapat berubah melalui informasi dan pendidikan, yang saat ini tidak ada, untuk orang-orang ini". 'Apa yang ingin kamu ubah', adalah salah satu pertanyaan inti dari sayembara. Veena Krishna mengakui kemungkinan besar dibutuhkan banyak waktu dan biaya untuk bisa melakukan perubahan. Tapi kebijakan kelahiran di masa lalu juga bisa berhasil, tambahnya. "Untuk mengubahnya, pemerintah harus berbuat lebih banyak. Juga sekolah-sekolah, harus mengambil tindakan serta menyebarkan informasi. Ini merupakan tugas pemerintah dan saya sebagai seorang wartawan hanya bisa mendokumentasikannya serta mengungkap masalah yang ada". Sebagai pemenang sayembara, Veena Krishna boleh magang di redaksi Radio Nederland Wereldomroep selama seminggu dan menyaksikan bagaimana media berfungsi di bagian dunia ini. Juga mengenai persoalan-persoalan seperti itu. * MUSLIM DI MEKSIKO Di Negara Bagian Chiapas, Meksiko, makin banyak saja warga Indian suku Mayan dan Tzotzil menjadi muslim. Limabelas tahun setelah pemberontakan Zapatista di Chiapas, daerah ini telah mengalami perubaham mendalam. Salahsatu di antaranya munculnya Islam sebagai agama baru di daerah ini. Kaum muslimin, yang terutama terdiri dari warga Indian suku Mayan dan Tzotzil, secara perlahan terus berkembang. Laporan Jan-Albert Hootsen. Daerah miskin Molino de los Arcos adalah salahsatu daerah pemukiman paling miskin di San Cristobal de las Casas, kota nomor dua terbesar di Chiapas. Berkat kekayaan sejarah kolonialnya, daerah ini merupakan tujuan wisata populer. Secara etnik, the barrio sepenuhnya tergolong kelompok pribumi, dengan Tzotzil Mayan sebagai bahasa utama. Setiap hari Jum'at, perlahan bisa kita dengar suara bacaan shalat dalam bahasa Arab. Sekitar duapuluh keluarga muslim Tzotzil, telah menjadikan sebuah bangunan sederhana terbuat dari kayu, berhiaskan tulisan ayat-ayat Al Qur'an, sebagai musholla mereka. "Ini tempat kami membersihkan jiwa, dan berdo'a pada Allah. Hari ini tidak semua orang datang, mereka harus bekerja," kata imam Salvador Lopez sambil tersenyum. "Kami dalam keadaan baik-baik saja. Jumlah ummat kami masih kecil. Mungkin hanya dua ratus orang saja. Tapi, sedikit demi sedikit, kami berkembang terus." Imam Lopez Salvador Lopez menjadi penganut agama Islam sejak tahun 1995. Ia kemudian mengambil nama Arab, Muhammad Amin. Ia adalah salah seorang warga Tzotzil pertama yang memeluk agama ini. Ia menceritakan, proses perpindahan agama tersebut sangat berat. Pencarian rohani ini memakan waktu dua tahun. "Di Chiapas orang sama sekali tidak mengetahui tentang Islam. Tak ada orang yang tahu apa itu. Pada mulanya, saya pun tidak yakin, apakah hal ini memang cocok buat saya. Pada mulanya, keluarga saya pun tidak setuju. berat sekali." Alternatif bagi kapitalisme Di Meksiko sudah lama ada warga muslim. Tapi, biasanya mereka adalah pendatang dari negeri-negeri muslim di Afrika dan Timur Tengah. Hingga tahun 1995, ketika warga muslim asal Spanyol, di bawah pimpinan Aureliano Perez datang ke Meksiko, untuk menyebarkan agama Allah ini. Sejak saat itu, mulai ada penduduk Meksiko asli yang menjadi pemeluk agama Islam. Kedatangan muslim Spanyol ini, berkaitan erat dengan pecahnya pemberontakan Zapatista di Chiapas, pada tahun 1994. Mereka melihat, kemiskinan di daerah ini akan menjadi lahan subur bagi ajaran Islam. Sejak kedatangan penjajah Spanyol pada abad ke XVI, kehidupan suku Mayan dan Tzotzil tersisihkan. Mereka hidup dalam kemiskinan, menjadi sasaran penindasan pejabat korup, dan mendapat perlakuan diskriminatif dari kelompok kulit putih dan mestizo, warga berdarah campuran keturunan Eropa dan penduduk setempat. Kecanduan alkohol di kalangan warga Indian, makin menjadi-jadi. Sunni Suku Mayan dan Tzotzil termasuk gerakan Murabitun, yang menganut aliran Sunni. Terhadap larangan minum alkohol dan riba pinjama, sikap mereka tegas menolak. Dan hal ini ternyata menarik bagi warga pribumi Chiapas, sebagai pilihan konkret dari kapitalisme. Walaupun demikian Muhammad Amin menekankan, Islam bukan hanya untuk cocok untuk warga pribumi Chiapas. "Allah tidak membeda-bedakan ras. Islam terbuka bagi semua orang." * ANTI BERLUSCONI MEREBAK Belum sejam Silvio Berlusconi diserang, fan page - kelompok penggemar - pertama sudah dibuka di jaringan sosial populer Facebook. Anggota page ini adalah penggemar Massimo Tartaglia, seorang pasien kejiwaan berusia 42 tahun yang menyerang Berlusconi. Mereka menganggap Tartaglia seorang pahlawan. "Massimo Tartaglia; kamu telah mewujudkan hal yang diimpikan banyak orang Italia," begitu salah satu komentar di fan page. Selain itu, muncul sejumlah permainan di mana Anda harus "melukai" wajah Berlusconi dengan miniatur Katedral di Milan, "senjata" yang digunajan Tartaglia ketika menyerang Perdana Menteri Italia tersebut. Suvenir Katedral juga laku keras di Milan. Diskusi panas antara pendukung dan penentang Berlusconi muncul seputar video penyerangan di YouTube. Seseorang dengan nama samaran bobbetto72 berkomentar: "Bagaimana pendapat kalian? Apakah ini cara sopan untuk menunjukkan ketidaksetujuan? Jadi sekarang kita boleh saling menyerang dengan patung suvenir?" Ia tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan jawaban. Chirabanna: ...ia (Berlusconi, red.) adalah pembohong tak tahu malu yang sebenarnya.... dan sekarang kita tidak memerlukan oposisi. Yang kita perlukan adalah revolusi. Aksi ini bisa saja dilakukan karena keputusasaan..... Yang sakit jiwa adalah pendukung Berlusconi. Italia adalah negara yang tak tahu malu!" Pembenci Berlusconi tampaknya menguasai suara di forum ini. No-Berlusconi Kelompok Anti-Berlusconi di Facebook dan artikel-artikel anti-perdana menteri di berbagai blog adalah ekspresi banyak orang, terutama anak muda. Aktivitas internet ini mencapai klimaks pada Hari No-Berlusconi tanggal 5 December lalu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Italia sebuah unjuk rasa digelar tanpa diorganisir organisasi atau partai politik tertentu. Unjuk rasa ini benar-benar aspirasi masyarakat. Sekitar 300 ribu orang datang ke Roma untuk memenuhi imbauan sejumlah blogger muda. Pada situs www.noberlusconiday.org <http://www.noberlusconiday.org> mereka menjelaskan latar belakang gerakan ini: SELAMATKAN ITALIA, SELAMATKAN DEMOKRASI: BERLUSCONI HARUS MUNDUR! Kami tidak peduli apa yang akan terjadi jika Berlusconi mengundurkan diri. Lagipula, kami melihat 'fairplay' dari sejumlah oposisi - jika 'fair play' berarti oposisi tidak menawarkan bantuan" menyelamatkan demokrasi. Mereka yang tidak membantu hal ini harus bertanggung jawab pada para pemilih... Berlusconi adalah anomali besar dalam demokrasi barat... Berlusconi harus mengundurkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan Tribunal Republik Italia..." Lewat Internet Toh, perlawanan ini tidak perlu dianggap besar. Sejak Silvio Berlusconi menjabat di pemerintahan pada 1994, banyak orang menganggapnya sebagai bahaya untuk Italia. Selalu ada kelompok masyarakat yang menentang Berlusconi. Selalu ada unjuk rasa memprotes Berlusconi. Tapi kali ini, internet memfasilitasi mereka dan membuat perlawanan jadi terlihat. Gerakan ini bisa disamakan dengan situs penggemar Berlusconi. Lirik lagu Meno male che Silvio c'e -- yang artinya "Untung ada Silvio" muncul di mana-mana. Jika Berlusconi hanya bisa melakukan satu hal, maka itu adalah menyatukan masyarakat: mendukung atau menentangnya. Selama lima belas tahun di pemerintahan Berlusconi telah memecah-belah Italia, sejumlah orang membencinya, sedangkan sisanya mati-matian mendukung. Karena, menyusul fan page Massimo-Tartaglia yang mengagungkan pelaku penyerangan itu sebagai pahlawan, Ahad malam lalu juga muncul banyak fan page Facebook yang memuji-muji Berlusconi dan mengutuk Tartaglia. Setelah serangan Ahad malam itu, media tradisional dan politisi - terutama penggemar Berlusconi - memusatkan perhatian pada 'bahaya' internet en Facebook. Bukankah sulutan acara televisi, wartawan dan internet membuat Perdana Menteri dipukul dengan miniatur Katedral? Tapi orang lupa, banyak juga situs-situs yang mendukung Berlusconi. Situs-situs ini, seperti halnya situs anti-Berlusconi, juga bisa menyulut seseorang yang sakit jiwa untuk melakukan kekerasan. Menindak Internet Ketua Fraksi FdL di parlemen Italia, Fabrizio Cicchitto, mengecam koran, wartawan dan internet. Tidak lama kemudian, Menteri Dalam Negeri Roberto Maroni mengumumkan akan menindak situs-situs yang mengimbau 'agresi dan kekerasan'. Kalangan politik, yang tidak tahu soal internet, mau bertindak. Tapi bagaimana caranya? Facebook tidak mungkin menutup situs-situsnya karena menuruti kehendak Roberto Maroni. Lalu bagaimana menyikapi blogger yang beroperasi dari luar negeri dan anonim? Benar-benar akut Apakah pemerintahan Berlusconi takut terhadap media yang tidak bisa dikontrolnya? Atau apakah mereka takut terhadap kekuatan demokrasi jaringan sosial? Mayoritas pendukung Berlusconi kebanyakan berpendidikan rendah, ibu rumah tangga, yang banyak menonton televisi dan tidak memiliki internet. Jadi mereka tidak mempunyai akses informasi yang tidak menyenangkan Perdana Menteri. Sementara para pengguna internet di Italia adalah orang berpendidikan tinggi, yang tidak suka dengan Perdana Menteri. Apakah ini yang dikhawatirkan Berlusconi? * KTT IKLIM: DEMONSTRAN DUDUKI RUANG KONFERENSI Kepala Urusan Iklim PBB Yvo de Boer, meragukan penyelenggaraan perundingan iklim pada masa mendatang. Jumlah besar akreditasi di KTT Kopenhagen ini ternyata merupakan risiko keamanan yang tidak diperhitungkan. Rabu malam waktu setempat, para demonstran menduduki ruang konferensi. Laporan Willemien Groot. Banyak terlihat bungkusan-bungkusan yang mencurigakan di gang-gang, ganguan terhadap rapat dan orang-orang yang naik di podium. Terlepas dari demo di luar yang kadang berlangsung sangat keras, di dalam ruang sidang pun, di Bella Center, banyak terjadi kericuhan. Salah sendiri Sebagian masalah disebabkan oleh PBB sendiri. Panel Iklim UNFCCC ingin agar sebanyak mungkin organisasi dan LSM diberi kesempatan untuk hadir. Selain itu beberapa bulan lalu tidak terduga bahwa hampir 120 pemimpin pemerintahan dan kepala negara akan datang ke Kopenhagen. Ini merupakan jumlah terbesar dalam sejarah konferensi iklim. Dan mereka tidak datang sendirian, tapi membawa rombongan. Terlepas dari hal-hal yang tak terduga, mengeluarkan 46.000 kartu masuk ke ruangan konferensi yang berkapasitas 15.000 orang, jelas tidak bijaksana. Meskipun tidak semua peserta, akan hadir terus selama dua minggu penuh. Tidak proporsional Tapi, andaikan tidak ada masalah logistik, gangguan yang terjadi Rabu lalu sudah melampaui batas. "Saya tidak pernah mengalami ini," kata Kepala Urusan Iklim PBB Yvo de Boer dengan nada agak kaget. Ia juga sempat dicemooh organisasi lingkungan Friends of the Earth yang ditolak masuk atas alasan keamanan. Padahal mereka memiliki kartu masuk. Ia membandingkan KTT ini dengan KTT G8. Seluruh pusat kota ditutup dan kapal perang dikerahkan di pantai. PBB tidak menghendaki ini, tapi Yvo de Boer ragu. "Insiden Rabu lalu menguji batin saja. Saya ragu apakah kita bisa terus dengan cara begini." Yvo de Boer: "Saya sebenarnya menghadapi dilema pelik. Bangga, karena saya kira, kami menyelenggarakan salahsatu proses paling terbuka di dunia, mengajak masyarakat sipil ikut berpartisipasi, berperan dan mengamati, sejauh yang bisa kami lakukan. Namun, bagaimanapun, saya bertanggung-jawab bagi keamanan anda sekalian dan semua peserta lainnya. Dan itu, suatu pertimbangan yang amat sulit." Memang ada organisasi yang terlalu banyak meminta akreditasi. Rabu lalu sudah 500 orang dari Friends of Earth Rabu berada di lobi sementara dari Federation of Liberal Youth delegasinya 100 orang. Tidak ada limit Menurut ketua International Federation of Liberal Youth Bart Woord, remaja liberal semestinya tidak perlu mengirim sedemikian banyak wakil. Tapi, tidak ada yang membatasi mereka. Bart Woord: "Ini semacam bencana biasa yang sering terjadi, karena PBB bodoh tidak menentukan batasan jumlah delegasi. Di sini ada organisasi yang mengirim 500 orang. Meskinya harus dibatasi sampai 50 orang. Kita bakal senang kalau diberitahu hanya bisa mengirim 50 orang. Tapi semua orang bisa masuk." Perunding alot Menurut Bart Woods, ribuan wakil NGO dan berbagai organisasi lainnya punya fungsi tersendiri. Kelompok pemuda liberal Kanada misalnya, menekan perunding alot dari negeri mereka, dan membanjiri media nasional dengan berbagai informasi. Dana Cagar Alam Dunia, WNF, menempatkan diri sebagai pengamat. Wakil-wakil mereka berusaha agar setiap peserta, memperoleh informasi yang sama. Terutama wakil-wakil dari negara-negara yang sedang berkembang. Pada umumnya anggota delegasi mereka tidak banyak, dan dengan demikian, tidak bisa selalu ikut hadir dalam setiap pembicaraan. Masalah keamanan Walaupun keterbukaan memang penting, tapi Yvo de Boer menghadapi masalah keamanan serius. Apalagi, pada saat tibanya Presiden Amerika, Barack Obama, Jum'at besok. Atas pertimbangan keamanan, jumlah kartu tanda masuk bagi pihak-pihak yang tidak terlibat langsung dalam perundingan, untuk Jum'at besok dibatasi hingga 90 saja. "Itu berarti, saya harus bergantian memakai kartu, dengan direktur kami," kata Donald Pols dari WNF. * SEKITAR 300 WARGA PAPUA KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN 300-an warga Papua ini akhirnya bisa kembali ke kampung halaman mereka. Selama hampir 30 tahun, mereka terpaksa bermukim di Papua Nugini, PNG. Mereka hijrah lantaran konflik politik di Papua memanas pada 1980-an. Sebagian ingin pulang karena mengaku mengalami kesusahan hidup di negeri orang. Kontributor KBR 68H di Jayapura, Katharina Lita menemui mereka yang baru kembali ke Papua ini. Pesawat Hercules C130 mendarat di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura. Di dalamnya ada Josephine Welip. Josephine usianya 20 tahun. Belum pernah sekali pun menginjak tanah Papua, meski ia keturunan asli Papua. Ia bahkan tak bisa bicara dalam bahasa Indonesia. Josephine Wellip: "Saya di PNG sejak lebih 20 tahun lalu. Orangtua membawa saya ke sana. Sekarang ayah dan ibu saya sudah meninggal. Ini kali pertama saya kembali ke Papua. Saya tidak tahu apa-apa soal Papua." Tahun 1980-an, kondisi keamanan di Papua memanas. Saat itu terjadi banyak ancaman dan intimidasi, oleh tentara maupun kelompok Organisasi Papua Merdeka, OPM, yang ingin lepas dari Indonesia. Situasi itu membuat banyak warga memilih untuk lari ke negara tetangga terdekat, Papua Nugini, PNG. Lewat program repatriasi atau pemulangan warga, Josephine bersama 300-an warga asli Papua dipulangkan dari PNG. Josephine membawa serta suami dan lima anaknya ke Papua. Mereka akan tinggal di Distrik Senggi atau Ubrub, di Kabupaten Keerom yang berbatasan langsung dengan PNG. Josephine Wellip: "Anak-anak sangat gembira berada di sini. Saya harap ada bantuan dari pemerintah, seperti rumah atau uang. Saya juga akan bekerja untuk membantu keluarga." Benyamin Adolf Prawar juga ada dalam rombongan yang sama dengan Josephine. Ia sudah tak bersua Tanah Papua selama 30 tahun. Benyamin Adolf Prawar: "Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena Dia berikan kesempatan untuk dua pemerintah, menjalankan tugas, mereka dalam kembalikan pengungsi-pengungsi. Kita lebih senang dan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sebab atas kuasa Tuhan kami dapat kembali dengan selamat." Selama tinggal di PNG, Benyamin menikah dengan perempuan lokal. 30 tahun di sana, Benyamin sudah lama ingin kembali ke Papua, tapi ia tak punya uang. Benyamin Adolf Prawar: "Tahun 2005. Tapi saya lamar ke pemerintah tapi tidak ada jawaban yang baik. Kesulitannya di mana waktu itu? Kesulitannya di masalah keuangan, jadi saya tingal saja begitu." Kloter pertama pemulangan warga Papua di PNG berlangsung pertengahan November lalu. Semula pemulangan akan dilangsungkan pada 2007, namun terpaksa mundur. Sekretaris Daerah Papua, Tedjo Soeprapto mengatakan, pemulangan terkendala karena sulitnya data dan dokumen peserta program pemulangan ini. Namun sekarang program sudah dimulai, dengan target memulangkan 700 warga Papua yang tersebar di Papua Nugini. Pemulangan akan dilakukan secara bertahap. Tedjo Soeprapto: "Ya itu nanti, itu berikutnya, 133 itu kan besok, tanggal 22 kan dating lagi 160 sekian, nah berikutnya tahun 2010. Jadi bertahap ya pak? Bertahap. Tapi yang dalam waktu dekat ini dua kali." Pemerintah pusat berharap ada lebih banyak lagi warga Papua yang pulang ke tanah air. Staf ahli bidang Politik dan Keamanan di Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Doddy Budiatman meyakinkan, mereka dibutuhkan untuk membangun Papua. Pemerintah pusat menjanjikan program pembangunan di kampung-kampung, menggunakan dana Otonomi Khusus dari pemerintah. Doddy Budiatman: "Kepada saudara-saudara kita yang berada di gunung-gunung, maupun berada di mana saja baik di dalam negeri maupun di luar negeri karena bersebrangan paham di masa yang lalu. Karya kita kembali berada di tengah-tengah keluarga, guna membangun tanah Papua yang lebih adil, makmur dan sejahtera." Tapi apa yang akan mereka lakukan setelah tiba di Papua? Aula Balai Latihan Kerja Jayapura siang itu terlihat ramai. Acara makan siang baru saja usai. Warga Papua yang baru saja dipulangkan dari Papua Nugini ini asyik berbincang santai. Di sinilah mereka ditampung sementara. Tempat seluas 5 hektar ini terletak di Pasir Dua, 7 kilometer dari ibukota Jayapura. Sekretaris Daerah Papua Tedjo Soeprapto mengatakan, warga Papua ini akan ditampung sementara selama 3 hingga 5 hari. Tedjo Soprapto: "Semua tertampung di situ untuk jumlah ini. Untuk fasilitas pak? Sudah, sudah kita siapkan bisa dilihat di sana, tempat tidurnya, kasurnya, apa semua, mesin apa diesel kalau lampu mati untuk kesehatannya kita sudah." Di antara mereka tampak Carlos Yoku. Ia sudah meninggalkan Papua selama 40 tahun. Selama di PNG, ia berdagang di ibukota PNG, Port Moresby. Carlos Yoku: "Ya dagang-dagang, dagang keliling. Dagang apa ya? Ya macam-macam, beli dari sini, bawa ke sana. Lumayan besar pak ya, untuk barang di sana katanya agak mahal? Kalau produk Indonesia kan laku di sana, belinya harga murah jualnya agak mahal, ya untungnya besar, ya bisa 30 persen, 40 persen ada." Kakek 7 cucu ini tak sabar kembali ke kampungnya di Kabupaten Jayapura. Carlos Yoku: "Setelah di sini, merasa bagaimana? Macam sudah injak tanah sendiri. Macam baik sekali ya, apalagi lihat pertumbuhan Kota Jayapura sekarang, kami tertarik sekali. Semua tidak usah lihat ke belakang, lihatlah ke depan, apa yang kami sebut sisa hidup kami ya di sini." Selama ditampung di Balai Latihan Kerja, warga didata. Supaya nantinya bisa dijemput oleh pemerintah kabupatennya masing-masing. Setelah itu, mereka akan ditempatkan di sana bersama dengan keluarganya. Dirjen Pembinaan Umum Departemen Dalam Negeri, Sutrisno. Sutrisno: "Sudah barang tentu setelah diverifikasi dan diketahui dari masing-masing kabupaten, misalnya dari Keerom ada berapa, dari kabupaten lain dan sebagainya, nanti untuk kurun waktu tertentu, sekitar 3 sampai 5 hari, nanti masing-masing bupati akan datang untuk menjemput mereka dan kemudian mereka ada yang diantar." Ke-300 warga Papua ini kembali ke tanah Papua dengan harapan besar. Supaya kehidupan bisa menjadi lebih baik. Carlos Yoku mengatakan, harapan itu terpompa setelah pemerintah Indonesia, melalui Duta Besar Indonesia di PNG mengucap janji beberapa saat sebelum proses pemulangan dimulai. Carlos Yoku: "Misalnya ada jaminan untuk uang sakunya, ada uang untuk perumahan, terus pendidikan anak-anak ada dibiayai oleh negara ya, dan itu bikin kami tertarik, kalau tanpa itu kami tak akan di sini, kami tetap di PNG." Namun Pemerintah Daerah menekankan, tak ada perlakuan khusus yang akan diberikan kepada warga yang baru dipulangkan. Sekretaris Daerah Papua Tedjo Soeprapto mengatakan, warga menjadi tanggungjawab kampung masing-masing. Pemerintah hanya akan menanggung biaya jatah hidup. Tedjo Soeprapto: "Tidak ada rumah-rumah seperti itu tidak, kita kembalikan ke kampung nanti dengan program di kampung itu apa, sama-sama dengan masyarakat di situ. Jadup (jaminan hidup) ya kita beri secukupnya, tapi tidak ada yang kekhususan, harus rumah sendiri. Kalau rumah nanti ada pun, ya masuk dalam program di kampung itu." Gubernur Papua Barnabas Suebu hanya bisa menjanjikan, pemerintah akan membantu penyaluran tenaga kerja. Gubernur Papua: "Ini yang penting ini pekerjaan ya, mudah-mudahan dari Departemen Pekerjaan eh, tenaga kerja ya, Dinas Tenaga Kerja ya, kita akan atur untuk menyalurkan ya untuk mereka yang sudah bekerja, ke lapangan pekerjaan yang ada." Hein Fere menaruh harapan besar dari program ini. Kakek 4 cucu ini siap bekerja, apa saja. Hein Fere: "Kegiatan selanjutnya pak setelah lepas dari sini? Ya pasti cari kerja, cari kerja apa saja yang bisa dikerjakan, tetap cari nafkah lah. Saya apa saja lah, kalau perlu potong rumput juga boleh, yang penting bisa dapat uang sedikit, ya beli beras." Josephine Wellip: "To problem, when you come to discuss something, and I do, you all always Pray only God in heaven. Is everyting is possible to God. " Josephine berdoa untuk kehidupan yang lebih baik bersama keluarganya di Papua. Laporan ini disusun Reporter KBR68H Katharina Lita, untuk Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum. * KETIDAKPUASAN MELANDA KTT KOPENHAGEN Hari-hari terakhir KTT Iklim atau COP 15 di Kopenhagen diwarnai dengan ketidakpuasan para pengamat atas jalannya perundingan. Indonesia dinilai lemah dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang. Selain itu, para wakil lembaga non-profit Indonesia juga mengkritik keras Denmark sebagai panitia penyelenggara karena dianggap gagal menjadi tuan rumah yang baik. Laporan Bram Hendrawan dari Kopenhagen. Negosiasi Peserta COP 15 tidak hanya terdiri dari utusan pemerintah yang melakukan negosiasi politik dan teknis untuk mencapai target pengurangan pemanasan bumi. Para pengamat yang terdiri dari berbagai utusan lembaga non-pemerintah, seperti LSM ataupun lembaga penelitian, juga menjadi bagian tak terpisahkan dari KTT. Mereka mengamati jalannya perundingan dan memainkan peran penting dalam pembahasan agenda KTT. Memasuki hari-hari terakhir KTT, para pengamat merasa tidak puas dengan jalannya konferensi. Indonesia lemah Beberapa pengamat dari LSM menganggap Indonesia gagal mengambil peran dalam perundingan, terutama dalam pembahasan REDD, salah satu agenda utama KTT tentang mekanisme perdagangan karbon untuk mengurangi emisi CO2 akibat pembabatan hutan. Menurut Teguh Surya, Kepala Advokasi dan Jaringan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Walhi, Indonesia terlalu 'jual murah'. Kacau Para pengamat juga mengeritik Denmark sebagai panitia penyelenggara karena kurang bisa mengantisipasi membludaknya jumlah peserta. Kapasitas gedung hanya bisa menampung 15 ribu orang, padahal jumlah peserta yang hadir lebih dari 30 ribu. Para peserta harus antri, bahkan ada yang sampai berjam-jam untuk bisa masuk gedung konferensi. Jana Supriyatna Direktur Eksekutif LSM Conservation International Indonesia, tidak puas dengan penyelenggaraan KTT. Jana Supriyatna: "Karena kapasitas gedung yang tidak bisa menampung semua peserta maka panitia menetapkan pembatasan jumlah peserta yang bisa memasuki gedung pertemuan." Pembatasan Menurut Stibniati Atmadja dari Lembaga Penelitian CIFOR, berbagai pembatasan ini mengakibatkan sulitnya para pengamat untuk bisa memantau jalannya perundingan. COP 15 Kopenhagen juga diwarnai dengan berbagai penangkapan para demonstran. Menurut Teguh Surya ini adalah bukti pengekangan hak berpendapat. Agenda utama dua hari terakhir KTT adalah pertemuan para pemimpin dunia. Lebih dari 100 kepala negara akan hadir. Presiden SBY akan berpidato Kamis (17/12) siang waktu setempat. Walau tidak puas dengan pencapaian perundingan sampai saat ini, para pengamat dari LSM tetap berharap akan dicapai kesepakatan yang akan membawa perubahan dalam kebijakan iklim dunia. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
