--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 13 Januari 2010 14:50 UTC ** PANSUS DPR PERIKSA WAPRES BOEDIONO ** INDONESIA KEBANJIRAN PRODUK CINA ** YAMAN GULUNG KELOMPOK MUSLIM RADIKAL ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BALKENENDE DAN IRAK, DAVIDS DAN GOLIATH ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MASALAH DALAM NEGERI, MUSUH LUAR NEGERI ** GEMA WARTA TINJAUAN PERS: MASALAH IMIGRAN DI ITALIA DAN PENERAPAN SYARIAH ISLAM DI ACEH ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BERSEKOLAH BERKAT UANG RECEH ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MUI JATIM TOLAK GELAR BAPAK PLURALISME BAGI GUS DUR * PANSUS DPR PERIKSA WAPRES BOEDIONO Di muka Pansus DPR Indonesia, Wakil Presiden, Boediono, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mempertahankan kebijakan mereka, dalam kasus pemberian dana talangan pada Bank Century, sebanyak 7,6 trilyun rupiah, pada tahun 2008. Pada waktu itu, Boediono menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. Nasib Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, akan menentukan kelanjutan kebijakan reformasi ekonomi, kabinet pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden SBY berhasil terpilih kembali untuk masa jabatan kedua, antara lain berkat janji-janjinya, akan melakukan reformasi kebijakan ekonomi dan memberantas korupsi. Janji-janji tersebut, sangat berkaitan dengan posisi Wakil Presiden Boediono, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Sejauh ini pemerintah Indonesia menyatakan, pemberian dana talangan pada Bank Century sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sementara banyak media Indonesia menuduh, orang-orang yang diuntungkan oleh dana talangan tersebut, adalah kalangan yang membantu dana kampanye pemilihan presiden SBY. * INDONESIA KEBANJIRAN PRODUK CINA Indonesia sedang berusaha untuk meninjau ulang Kesepakatan Perdagangan Bebas antara ASEAN dengan Cina. Sejak 1 Januari lalu, barang impor dengan harga murah asal Cina masuk membanjiri Indonesia. Pemerintah Indonesia mengkhawatirkan dampak arus barang ini bagi lapangan kerja. Indonesia akan berusaha mempertahankan ketentuan pungutan bea masuk, selama dua tahun mendatang, bagi 228 barang impor asal Cina. Seorang pejabat Departemen Perdagangan menyatakan, usul untuk peninjauan ulang ini, telah dikirimkan pada negara-negara anggota ASEAN, pada tanggal 31 Desember lalu. Sementara Menteri Perdagangan, Mari Pangestu, menolak mengomentari masalah ini. Pada waktu lalu, ia selalu menyatakan, Indonesia akan menghormati kesepakatan yang ada. Jurubicara Departemen Perindustrian Indonesia menyatakan, penangguhan selama dua tahun perlu bagi sektor-sektor usaha seperti elektronika, mesin, meubel, baja, tekstil dan kimia. Sementara itu, beberapa pejabat ASEAN merasa heran, mengapa negara dengan kekuatan ekonomi paling besar di Asia Tenggara, seperti Indonesia, setelah kesepakatan berlaku, langsung mulai berusaha mengubahnya kembali. * YAMAN GULUNG KELOMPOK MUSLIM RADIKAL Pemerintah Yaman mengumumkan telah berhasil menewaskan pemimpin cabang Al Qaida di Yaman. Sang pemimpin tewas dalam peristiwa baku tembak di propinsi Shabwa, di Yaman Selatan. Pekan lalu, pemerintah Yaman juga mengumumkan telah berhasil menangkap salah seorang pimpinan jaringan kelompok teror Al Qaida. Sejak beberapa waktu lalu, Yaman mendapat tekanan dari negara-negara Barat, untuk memberantas berbagai jaringan muslim radikal di Yaman. Tekanan semakin kuat, menyusul gagalnya percobaan peledakan pesawat di Detroit. Seorang pemuda warga Nigeria, yang akan melakukan peledakan, mengaku, mendapat latihan di Yaman. Berbagai baku tembak antara pasukan pemerintah dan beberapa kelompok pemberontak muslim di banyak tempat lain, juga menelan banyak korban tewas. * GOOGLE TARIK DIRI DARI CINA Google mengancam akan menarik diri dari Cina. Ancaman dikeluarkan menyusul terbongkarnya jaringan hacker Cina, yang mencoba menembus box e-mail kalangan aktivis hak azasi manusia Cina. Mereka menggunakan alamat e-mail G-mail, suatu bagian dari kelompok Google. Menurut Google, upaya penembusan terjadi sejak bulan lalu, dengan menggunakan cara kerja sangat canggih. Selain kalangan aktivis HAM, serangan juga ditujukan pada sekitar 20 sasaran lain. Google tidak secara terbuka menuduh pemerintah Cina. Namun, Google menyatakan, mereka tidak lagi bersedia melaksanakan permintaan sensor, yang diajukan pemerintah Cina. Pekan-pekan mendatang ini, Google akan berusaha mengadakan pembicaraan dengan pemerintah Cina. Jika pembicaraan tidak membuahkan hasil, situs Google.cn akan hilang dari dunia maya. * PVDA BENTROK DENGAN PM BELANDA Di Belanda, partai pendukung koalisi kabinet, PvdA, berhadap-hadapan dengan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende, menyusul terbitnya laporan penyidikan Komisi Davids. Selasa kemarin, Wilibrord Davids, mantan Ketua Mahkamah Agung Belanda, menyerahkan hasil penyidikan mengenai keterlibatan Belanda dalam Perang Irak, pada tahun 2003. Menurut Komisi Davids, serangan pasukan Amerika dan Inggris ke Irak pada tahun 2003, tidak berdasarkan hukum internasional, pemerintah Belanda tidak memberi informasi lengkap pada parlemen, dan Perdana Menteri nyaris tidak ikut mengatur kebijakan luar negeri. Perdana Menteri Jan Peter Balkenende menyatakan tidak setuju dengan beberapa kesimpulan komisi. Sementara PvdA justru menyatakan, kesimpulan komisi sangat mengejutkan, dan pernyataan sang perdana menteri tidak didukung oleh para menteri anggota PvdA. Ketua Fraksi PvdA di parlemen, Mariette Hamer menyatakan, Perdana Menteri harus menghormati kesimpulan Komisi Davids. Selanjutnya, Perdana Menteri, harus membedakan, antara posisinya sebagai Perdana Menteri pada tahun 2003, dan sebagai Perdana Menteri kabinet koalisi saat ini. * GEMPA BUMI GUNCANG HAITI Gempa bumi, berkekuatan 7,0 pada skala Richter, Selasa kemarin mengguncang Haiti. Episentrum gempa terletak di laut, sekitar 16 kilometer dari ibukota Port-au-Prince, pada kedalaman 10 kilometer. Sejauh ini sulit untuk mendapatkan gambaran terakhir situasi di Haiti. Aliran listrik dan semua sambungan telepon mati. Menurut banyak saksi mata sebagian besar wilayah ibukota Port-au-Prince hancur, dan penduduk dalam keadaan panik. Kerusakan berat antara lain mencakup istana kepresidenan, dan gedung markas besar pasukan perdamaian PBB. Sebagian besar pegawai kantor PBB dinyatakan hilang. Amerika Serikat sementara ini sudah mengirim regu penyelamat dan bantuan ke Haiti. Juga negara-negara tetangga di sekitar Haiti mengatur pemberian bantuan. Gempa bumi ini juga menyebabkan kepanikan di Republik Dominika, negara tetangga Haiti. Di berbagai tempat aliran listrik putus. Besarnya kerusakan masih belum jelas. Juga belum ada berita mengenai korban jiwa. Sebelumnya telah dikeluarkan peringatan tsunami untuk Haiti, Republik Dominika, Kuba dan Bahama. Tetapi peringatan itu telah dicabut kembali. Haiti adalah negara termiskin di belahan bumi Barat. Dua tahun lalu negara itu juga ditimpa bencana angin topan yang hebat, yang menewaskan lebih dari 800 orang. * BERITA BURSA Rabu siang ini, nilai indeks saham gabungan AEX di pasar bursa Amsterdam naik 0,3 persen pada 337,73 poin. Di pasar bursa London dan Paris nilai indeks saham gabungan turun 0,4 persen. Sementara di pasar bursa Frankfurt nilainya naik 0,1 persen. Kurs valuta: 1 euro= 13.339 rupiah, 1 USD= 9.170 rupiah. * BALKENENDE DAN IRAK, DAVIDS DAN GOLIATH Penelitian terhadap dukungan Belanda dalam perang menjatuhkan Sadam Hussein dilakukan tujuh tahun terlambat. Namun dibanding dengan mitra sejati Belanda, Britania Raya, penelitian ini memberikan sedikit kelegaan. Laporan Komisi Davids mengungkapkan kesimpulan tajam yang mengejutkan, sementara Goliath InggrIs, yang disebut ibu demokrasi, baru saja memulai penelitian kelimanya. Laporan redaktur Johan Huizinga. Belanda tidak bisa mengelak dari posisinya yang lemah. Sehubungan dengan penelitian terhadap dukungan Belanda kepada perang melawan Sadam Hussein, hal itu tampak nyata. Tujuh tahun setelah Komisi Luar Negeri dari Majelis Rendah Inggris mengumumkan laporan pertamanya, komisi independen Davids di Belanda melakukan penelitian. Komisi parlementer pertama di Britania Raya, Juli 2003, beberapa bulan setelah invasi terhadap Irak, hanyalah menyatakan keraguan mendasar atas motif-motif Perdana Menteri Tony Blair ikut dalam perang itu: ancaman serius dari Irak di bawah Sadam Hussein dan dugaan pemilikan senjata pemusnah massalnya. Namun baik Perdana Menteri Blair maupun petinggi Dinas Intelijen Inggris tidak mengindahkan laporan tersebut. Orang Inggris marah Ketika tentara Inggris marah di tahun 2003 dan menuntut pertanggung jawaban politik perdana menterinya terhadap perang yang tidak mereka kehendaki, Komisi Davids di 2010, berhasil melakukan penelitian yang mendasar dan mengungkapkan serangkaian kenyataan serta memberikan peniaian politik yang tegas kepada parlemen. Komisi menyimpulkan tugasnya meneliti fakta-fakta. Mereka tidak memberikan interpretasi, meskipun hal itu tidak bisa dihindari. Namun dalam hal ini mereka tidak memberikan penilaian politik. Sebagai contoh, pemerintah bisa saja tidak memberi informasi lengkap kepada parlemen. Dan Komisi Davids menguatkan fakta tersebut. Tetapi apakah hal ini cukup atau tidak, politiklah yang harus memberi penilaian. Komisi penelitian kedua Inggris, Komite Intelejen dan Keamanan, tidak dibentuk oleh parlemen, tetapi oleh pemerintah Inggris. Pada September 2003 komisi ini melaporkan langsung kepada perdana menteri, yang selanjutnya harus memberitahu hasilnya ke parlemen. Komisi ini mempertanyakan pernyataan pemerintah Blair bahwa sasaran-sasaran Inggris dan NATO di Siprus dan Turki dalam waktu 45 menit bisa dihujam rudal Irak yang mengandung senjata kimia dan biologis. Sopir Taxi Jangka waktu 45 menit itu disimpulkan berdasarkan satu sumber yang tampaknya memang tidak bisa dipercaya. Konon dari mulut seorang supir taksi. Selain itu ada dua hal yang dirancukan. Yakni adanya senjata biologi dan kimia, serta tentang senjata yang ternyata tidak bisa mencapai Turki dan Siprus. Namun kenyataan ini tidak menghalangi pemerintah Belanda untuk tetap mengandalkan 'dokumen September Inggris' tersebut, sebagai dasar kebijakan mereka. Di awal tahun 2003 Perdana Menteri Belanda Balkenende masih memperingatkan risiko diktator Irak Saddam Hussein mensuplai senjata pemusnah massal kepada teroris. Padahal, Dinas Intel Inggris dan Komisi Intel satu bulan sebelumnya sudah menyatakan tidak ada bukti mengenai hal tersebut. Semangat Perang Komisi Belanda pimpinan Wilibrord Davids menyimpulkan bahwa dinas intel Belanda terutama mendasarkan informasi mereka dari dinas-dinas intel Inggris dan Amerika. Bahkan penilaian kritis dan tanggapan yang diberikan dinas intel Belanda terhadap pemerintah, tidak disampaikan kepada parlemen. Mengenai hal ini, Perdana Menteri Balkenende yang biasanya sangat tanggap, sangat berhati-hati sekali memberikan jawabannya. Kami akan menjawab secara rinci masalah ini dalam reaksi kami. Menurut saya Menteri Pertahanan Henk Kamp, secara teratur juga membicarakan penilaian dari dinas intel ini. Apabila kita menyatakan informasi yang tersedia, maka tentu saja tidak hanya informasi dari dinas intel Amerika dan Inggris. Tapi juga informasi dari Badan Atom Internasional IAEA, PBB dan lain-lain. * MASALAH DALAM NEGERI, MUSUH LUAR NEGERI Presiden Venezuela Hugo Chavez menuduh Belanda terlibat dalam rencana serangan terhadap negerinya. Chavez menghadapi kesulitan dalam negeri, dan bisa menggunakan penangkal petir ini. Laporan Humberto Marquez. Senin lalu Hugo Chavez kembali menuduh pesawat Belanda melanggar wilayah udara negaranya. Pesawat itu diberitakan berangkat dari Curacao yang terletak dekat lepas pantai Venezuela, basis militer Amerika Serikat. Pesawat-pesawat tempur Amerika memang bisa leluasa melakukan tinggal landas untuk mengamati dan memprovokasi Venezuela dari landasan ini. Pesawat tempur F-16 Itu adalah tuduhan kelima yang dilontarkan Chavez kepada Belanda. Menurut Chavez kejadian terbaru terjadi Jumat lalu. Dua pesawat patroli pantai, dua kali memasuki wilayah udara Venezuela di siang hari. Dengan demikian Venezuela terpaksa harus menerbangkan dua pesawat tempur F-16-nya. "Kami menuduh pemerintah Amerika Serikat dan pemerintah Belanda melakukan aksi provokasi, untuk mencari alasan menyerang Venezuela. Pesawat patroli itu semula terbang selama 15 menit di wilayah udara kami, lalu menghilang. Kemudian kembali lagi dan terbang berkeliling selama 19 menit. Dan akhirnya terbang ke Curacao," demikian Presiden Chavez. Beberapa jam kemudian, Pentagon menyangkal bahwa pesawat berbendera Amerika Serikat telah melanggar wilayah udara Venezuela. Foto tua Venezuela tidak punya bukti-bukti nyata untuk menyiarkan pelanggaran yang dilaporkannya. Sebuah foto pesawat pengintai Amerika P-3 Orion yang ditayangkan stasiun televisi pemerintah VTV, tampaknya sudah selama bertahun-tahun beredar di internet. Menurut pakar pertahanan Radio Nederland Wereldomroep, Hans de Vreij, tidak ada alasan konkrit samasekali untuk terbang di atas udara Venezuela. Dinas intelejen Amerika menurutnya, punya cukup peralatan guna mengumpulkan informasi militer yang terbaru. Ia menyebutkan antara lain satelit-satelit dari National Reconaissance Office (NRO) dan peralatan penyadap dari National Security Agency (NSA). Pemerintah Hugo Chavez beberapa pekan lalu juga menuduh Belanda telah meminjamkan kepulauan Karibia kepada Amerika Serikat guna melakukan kegiatan permusuhan. Chavez mengungkapkan juga bahwa pulau-pulau Aruba, Bonaire dan Curacao adalah 'pulau-pulau kolonial' dan ia mengharap bahwa pada suatu hari pulau-pulau tersebut akan menjadi republik merdeka. Kesengsaraan Ekonomi Tuduhan-tuduhan baru itu muncul berbarengan dengan pengumuman tentang devaluasi mata uang lokal, Bolivar. Pemerintah mengurangi 20 persen biaya untuk barang-barang impor, seperti pangan dan obat-obatan, pengeluaran luar negeri, tunjangan untuk para pensiunan dan mahasiswa yang belajar di luar negeri, Namun untuk ongkos-ongkos yang lain, di mana valuta asing diperlukan, seperti mobil-mobil, suku cadang, produk-produk elektris dan elektronika, liburan dan pemasukan pakaian, dan minuman, nilai Bolivar tinggal separoh. Orang bisa membayangkan betapa parah dampak inflasi ini. Musuh Luar Di kalangan rakyat juga semakin gencar rasa ketidak puasan mengenai aliran listrik yang terus bermasalah. Apa yang disebut "penghematan-penghematan revolusioner" dilakukan sebagai akibat bencana kekeringan di dalam negeri, dan menyusutnya pendapatan dari produksi minyak. Maria Teresa Romero, guru besar Studi Internasional dari Universidad Central de Venezuela menentang tuduhan yang dilancarkan Chavez terus menerus kepada Belanda: "Saya pikir serangan-serangan dari Presiden Chavez terhadap Belanda terutama ditujukan kepada Amerika Serikat. Dalam strateginya untuk mengalihkan perhatian warga Venezuela dari keadaan sosial dan ekonomi di negerinya, seperti biasa Chavez mencari musuh luar, dan musuh luar yang paling besar adalah Washington. Dengan menyerang Belanda, ia melakukan konfrontasi dengan Amerika. Gugup Sementara itu ribuan warga Venezuela dalam hari-hari terakhir terlihat seperti menjarah berbagai peralatan elektronik dan produk-produk lain, karena orang menduga harga barang-barang itu akan melonjak akibat devaluasi. Senin lalu nilai dolar Amerika melonjak dan muncul ketidak pastian apa dampak untuk bulan-bulan mendatang. 2010 terutama adalah tahun pemilu. September mendatang akan digelar pemilu parlemen di Venezuela. * MASALAH IMIGRAN DI ITALIA DAN PENERAPAN SYARIAH ISLAM DI ACEH Beberapa waktu lalu, di kota kecil, Rosarno, Italia Selatan, terjadi rangkaian baku hantam antara kelompok imigran berkulit hitam dan penduduk setempat berkulit putih. Kerusuhan berlangsung sedemikian sengit, sehingga mendorong banyak kalangan politisi, pemimpin agama dan media mempertanyakan, mengapa hal seperti itu bisa terjadi. Semua seolah baru sadar, bahwa Italia menghadapi masalah integrasi kaum imigran. Demikian harian De Volkskrant yang terbit di Amsterdam. Jumlah penduduk asli kota Rosarno sekitar 16.000 jiwa. Dan di tengah masyarakat ini, tinggal sekitar 5.000 imigran asal Afrika. Kelompok pendatang ini tinggal di barak-barak, tanpa fasilitas listrik dan air. Menurut De Volkskrant, keadaan seperti itu, jelas akan memancing kesulitan. Sejauh ini pemerintah Italia tampak garang menghadapi masalah imigran, terutama pada pendatang ilegal. Namun, demikian De Volkskrant, itu semua hanya retorika. Undang-undang Imigrasi Italia sangat ketat, tapi, nyaris tidak ada kontrol mengenai pelaksanaan. Jumlah imigran di Italia, saat ini tercatat sekitar 4,5 juta orang. Dan jumlah imigran gelap diperkirakan sekitar setengah juta jiwa. Karena lemahnya kontrol, bagi banyak pendatang ilegal, ternyata lebih mudah mendapatkan pekerjaan di Italia, ketimbang di negeri lain, seperti Belanda atau Jerman. Menurut De Volkskrant, sudah waktunya pemerintah Italia menghadapi masalah ini lebih serius. Masyarakat Italia, dalam tempo singkat menghadapi banjir arus pendatang, dengan latar belakang budaya yang sangat berbeda. Menghadapi masalah seperti itu, retorika tidak akan membantu memecahkan persoalan, simpul De Volkskrant. Dari Rosarno kita beralih ke Aceh. Dalam waktu dekat, akan berlalu larangan mengenakan celana jean bagi kaum wanita Aceh. Berita seperti ini, diberitakan media seluruh dunia. Juga tentang berlakunya hukum cambuk rotan dan hukum rajam. Menurut harian Trouw, yang terbit di Amsterdam, kenyataan yang ada di Aceh, ternyata tidak sekeras bunyi berbagai Peraturan Daerah tersebut. Trouw mengingatkan, ketentuan kaum wanita harus menggenakan pakaian yang sesuai dengan norma Islam, bukan hanya ada di Aceh. Banyak propinsi dan kabupaten lain di Indonesia, juga mempunyai Perda seperti itu. Trouw mencatat, selama lima bulan terakhir, di Banda Aceh hanya terjadi dua kali razia pakaian. Sekitar 80 orang wanita dianggap melanggar ketentuan. Namun, mereka tidak mendapat hukuman apa pun. Polisi Syariah hanya memperingatkan dan mencatat identitas mereka. Selanjutnya Trouw mencatat, sejak Februari 2007, di Banda Aceh tidak pernah ada hukuman cambuk. Menurut Trouw, pelaksanaan hukum Syariah di Aceh masih angin-anginan. Dua penyebabnya adalah, pertama, aparat pelaksana hukum tidak konsisten. Dan kedua, sikap pejabat pemerintah terhadap hukum Syariah juga masih mendua. Sebagian mendukung, sebagian lagi menentang. Partai terbesar di Aceh saat ini, Partai Aceh, tidak mendukung pelaksanaan hukum Syariah. Gubernur Aceh, juga termasuk pejabat yang tidak setuju dengan Perda Syariah seperti itu. Mereka mempertanyakan legalitas hukum seperti itu di Indonesia. Khususnya Perda mengenai hukum rajam. Trouw juga berusaha menjajaki sikap rakyat pada umumnya. Dan menurut Trouw, ini sangat tergantung, dari bunyi pertanyaan yang diajukan. Jika orang ditanya, apakah mereka menyetujui penerapan Syariah Islam, semua orang akan menjawab setuju. Namun, menghadapi berbagai persoalan nyata sehari-hari, warga Aceh ternyata mampu menerapkan ketentuan agama dengan cukup luwes. Demikian harian Trouw, dan sekian pula Tinjauan Pers kali ini. * BERSEKOLAH BERKAT UANG RECEH Uang receh atau koin bagi sebagian besar orang memang tak berarti apa-apa. Namun di tangan komunitas Coin a Chance, koin bisa begitu bernilai. Jauh sebelum gegap gempita Koin Keadilan untuk Prita Mulyasari, korban pencemaran nama baik RS Omni Internasional, komunitas ini sudah lebih dulu melaju. Reporter KBR68H Bhekti Suryani menemui Gempur, yang bisa sekolah berkat uang receh yang dikumpulkan ratusan anggota komunitas Coin a Chance. Pukul 6 pagi Bintang Gempur Anarki, bersiap-siap berangkat sekolah. Murid kelas 1 SMP Negeri 9 Ciputat, Tangerang Selatan ini, memasukkan perlengkapan sekolah ke dalam tasnya. Rumah Gempur terletak di sebuah gang kecil di Kampung Maruga, Tangerang Selatan, Banten. Di dalam rumah berukuran 3x4 meter itu, dua saudara Gempur juga bersiap berangkat sekolah. Perabot yang ada di rumah itu hanya dua lemari butut tempat menyimpan pakaian, dua kasur, televisi, serta peralatan dapur. Di sinilah Gempur tinggal, bersama kedua orangtuanya dan tiga saudaranya. Warung kopi jadi satu-satunya penopang kehidupan keluarga mereka. Dengan penghasilan seadanya, anak pertama keluarga ini tak berhasil menamatkan SMA. Beban pengeluaran keluarga semakin berat saat Gempur segera menamatkan Sekolah Dasar. Rukiyanti, ibu Gempur. Kebetulan Gempur memang ada tunggakan sampai satu tahun bayaran a trus buat uang tour, uang ujian ada 700 lebih Cuma anak pintar yang bisa sekolah di SMP Negeri 9 Ciputat. Dan Gempur termasuk anak pintar itu, dengan nilai Ujian Nasional rata-rata 8. Sambil menunggu bel sekolah berbunyi, Gempur memperlihatkan isi tasnya. Ia hanya punya 4 buku, dari 12 mata pelajaran yang ada di sekolah. Meski begitu, Gempur bisa bertahan. Nilai rata-rata ujian semesternya rata-rata 7. Ibu guru Rojatun memuji Gempur. Dan kita memberikan motivasi juga kepada dia. Contohnya juga kepada teman-temannya yang lain, dia diberi bantuan bukan karena dia tidak mampu, pasti kita bilang. Kalau kamu mau juga bisa, yang lain supaya jangan merasa dia berbeda dengan temannya. Jangan sampai temanya menghina dia ... ah si ini begini karena dibantu ... bukan lewat jalur yang macam-macam. Gempur bisa sekolah di sana berkat bantuan dari komunitas bernama Coin a Chance yang mengumpulkan uang receh demi menyekolahkan Gempur. Salah satu penggagas Coin a Chance, Hanny Kusumawati, bercerita, begitu melihat Gempur, mereka tergerak membantu. Kebetulan kita liat juga profilnya cocok. Bahwa keluarganya juga memang tidak mampu kemudian dia juga sudah menunggak uang sekolah cukup lama tapi prestasinya bagus. Terus kita survei ke rumahnya, ke sekolahnya bicara dengan kepala sekolah dengan gurunya dan ternyata memang profilnya cocok dengan yang hendak kita bantu. Gempur adalah anak pertama yang berhasil disekolahkan oleh komunitas Coin a Chance, yang berdiri setahun lalu. Lewat media internet, Nia dan Hanny menjaring ribuan orang untuk mengumpulkan uang receh dan menggunakannya untuk sesuatu yang berguna. Komunitas ini pun sekarang berkembang sampai ke Yogyakarta, Bali dan Bandung, bahkan sampai ke Singapura dan Jerman. Mengacu ke situs jejaring sosial Facebook, jumlah anggota Coin a Chance telah mencapai lima ribu orang lebih. Di salah satu restoran, belasan anak muda tampak berkumpul. Ada yang membawa wadah kaleng, tempat plastik atau stoples kaca. Isinya sama: uang receh. Sementara di sudut ruangan tampak koper yang juga berisi uang receh. Semua uang receh itu akan mereka hitung sepanjang siang sampai sore. Setiap orang kebagian tugas menghitung koin. Uang receh dikelompokkan berdasarkan nominalnya, dari 25 rupiah sampai 1.000 rupiah. Inilah hari penghitungan koin, yang secara rutin dihelat oleh komunitas ini, kata Nia Sadjarwo, penggagas Coin a Chance. Coin Collecting Day itu hari di mana kita mengumpulkan koin-koin dari para coiners dan droppers kemudian kita hitung bersama. Jadi setelah beberapa bulan atau misalnya ... biasanya sih satu bulan. Setelah satu bulan atau lebih kita ngumpulin akhirnya itu hari di mana orang-orang bisa datang untuk ngedropin koin-koinnya. Terus ketemu juga sama kita dan teman-teman coiners dan droppers yang lain, dan kita ngitung bersama. Jadi kita tau dari hari ini jumlahnya berapa, setelah dikumpulkan seluruhnya. Septi tampak tekun menghitung uang receh yang ada di hadapannya. Hari itu, ia membawa uang receh sebanyak 400 ribu lebih. Uang ini bukan dari kantongnya sendiri, tapi hasil gerilya Septi mengumpulkan koin dari teman-teman se kantor. Kalau di kantor kita kan berdua sama anak yang tadi itu aku kan di lantai 4, Ana di lantai 2. Jadi kita ngitar aja kita bawa toplesnya trus yang mau nyumbang itu ditaroh di situ, koinnya di toples. Kalau ga ku taroh di meja kantor, siapa yang mau taroh tinggal taroh aja di situ, ngedrop di situ. Andi juga rajin mengumpulkan uang receh. Ia mengumpulkan koin di dua tempat, di rumah dan di tempatnya bekerja. Kebetulan di kantor saya juga sekarang ada toplesnya jadi sekarang bisa simpan di kantor. Nanti pas ada acara kumpul gini ya salah satu dari orang di kantor ikutan datang untuk drop koin Hanny Kusumawati, penggagas Coin a Chance, tak pernah menyangka hobi remeh mereka mengumpulkan uang receh bisa membuat Gempur tetap bersekolah. Kebetulan aku sama Nia dua-duanya sama-sama suka ngumpulin uang receh jadi punya stoples sendiri. Dan dari awal memang udah ngobrol kira-kira ini enaknya diapain ya kalau udah banyak, terus akhirnya kita mikir gimana kalau misalnya kita kumpulin dan kita gunakan untuk bantu anak-anak yang hampir putus sekolah untuk bayar uang sekolahnya. Dari situ sih cuma baru angan-angan aja belum terwujud dan akhirnya kita pikir ya udah deh beneran kita bikin secara serius. Itu baru 18 Desember tahun lalu. Hobi ini lantas digulirkan menjadi gagasan yang lebih besar. Mereka pun bersikukuh menggunakan uang receh, yang seringkali dianggap remeh.Padahal itu tetaplah uang, yang jika ditumpuk, bisa menjadi gunung. Fany, salah satu penyumbang koin, tak ingin uang recehnya teronggok begitu saja. Biasanya koin-koin itu ga kepake trus ntah ke mana, malah ga jelas. Nah trus begitu ada acara ini kan jadinya kita bisa nyalurin buat yang membutuhkan gitu. Walaupun sedikit-dikit mungkin seminggu cuma dapat beberapa puluh koin kan lumayan daripada ke buang-buang gitu kadang-kadang kalau nyimpennya ga hati-hatikan malah jadi hilang-hilang. Sejak komunitas Coin a Chance berdiri, mereka sudah mengumpulkan uang 18 juta rupiah. Uang itu sebagian digunakan untuk menyekolahkan Gempur yang saat itu akan masuk SMP. Rencananya Gempur akan terus dibiayai sekolahnya sampai lulus SMA, kata Nia, salah satu penggagas Coin a Chance. Kita alihkan 5 juta, kita tabungkan 5 juta untuk membantu biaya pendidikan Gempur sampai SMA. Karena prinsipnya saya dan Hany adalah, Coin a Chance ini kenapa kita sangat berhati-hati dalam jumlah anak yang kita bantu, pendidikannya itu harus selesai. Buat kita bantu sekolahin anak itu ga selesai dengan ngebayarin satu tahun a terus tahun berikutnya yang bayarin siapa dong ... kalo ga ada yang bantuin gimana? Kini Coin a Chance sedang menyeleksi 8 anak berikutnya sebagai kandidat penerima bantuan. Itu rekomendasi dari teman-teman semua karena memang kita juga ga mungkin kan kelilingin satu-satu gitu jadi pada sadarnya teman-teman di sini semua juga menyumbang ... kalau mereka lihat gitu atau tahu di daerah sekitar mereka ada yang perlu bantuan mereka kasi tahu kita. Anak-anak yang dibantu Coin a Chance di Jakarta adalah yang tinggal di kota ini. Komunitas serupa yang ada di daerah dan luar negeri bebas menentukan anak asuh mereka sendiri. Andi yang sudah sejak awal bergabung dengan Coin a Chance mengatakan, gerakan ini jadi cara halus menyindir negara. Saya sempat mengeluarkan joke, kalau di Undang-Undang kan, anak-anak terlantar itu dipelihara oleh negara, sekarang anak-anak terlantar itu dipelihara oleh blogger. Jadi mudah-mudahan akan makin banyak orang yang terbuka matanya untuk membantu sesamanya terutama masalah pendidikan. Tugas Gempur sekarang adalah mencapai cita-citanya. Laporan ini disusun Reporter KBR68H Bhekti Suryani, untuk Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum. * MUI JATIM TOLAK GELAR BAPAK PLURALISME BAGI GUS DUR Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menolak pemberian gelar Bapak Pluralisme bagi Kiai Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Penolakan itu diajukan dalam sidang pengkajian usulan pemberian gelar pahlawan kepada Gus Dur di Jawa Timur. Radio Nederland menemui Khamami Zada, analis keagamaan PP Lakpesda NU, yang mengungkapkan pendapatnya tentang penolakan MUI Jatim tersebut. Khamami Zada: Iya, begini pak, MUI Jawa Timur menolak Gus Dur menjadi Bapak Pluralisme, menurut saya, itu karena sesuai dengan, atau menggunakan fatwa MUI tahun 2005. Ketika itu MUI membuat fatwa bahwa plural itu haram. Jadi, ini ada kaitannya dengan MUI Pusat. Jadi, artinya sebenarnya, ini ada mis-understanding tentang definisi, atau pengertian pluralisme. Padahal, kalau kita lihat, ada kesalah-pahaman dari MUI tentang istilah pluralisme. MUI hanya memandang pluralisme dalam pengertian bahwa semua agama itu sama. Itu yang disorot MUI. Itu kan memang dalam ajaran Islam, semua agama ya tidak sama. Menurut, ajaran itu, semua agama punya kesamaan dan punya perbedaan. Terutama dalam hal theologi dan dalam hal syariat. Itu kan berbeda. Sehingga tidak bisa seluruh agama itu disamakan. Sehingga MUI itu membuat fatwa haram. Tapi, menurut saya, pandangan, atau fatwa MUI ini keliru. Karena, prularisme hanya dipahami satu soal saja. Padahal, pluralisme kan juga mengandung pengertian bahwa kita menghormati perbedaan antar agama, menghargai agama lain, kemudian, ya saling kerja-sama. Begitu inti dari prularisme. Penghargaan terhadap agama. Jadi menurut saya, MUI itu keliru dalam mendefinisikan pluralisme. Karena itulah, menyebabkan MUI Pusat menolak Gus Dur sebagai Pahlawan Pluralisme. Jadi artinya, sebenarnya, ada kesalah-pahaman saja tentang makna atau pengertian pluralisme. Radio Nederland Wereldomroep: Apakah tidak perlu disamakan, atau diseragamkan, pengertian terhadap pluralisme itu sendiri di dalam MUI? Ikuti penjelasan Khamami Zada selengkapnya, dalam situs web kami www.ranesi.nl. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
