---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 13 April 2010 15:00 UTC



** PM BELANDA USULKAN MAHKAMAH NUKLIR

** KRISIS THAILAND BERLANJUT

** BENTROK TENTARA LAWAN TALIBAN DI PAKSITAN

** GEMA WARTA TINJAUAN PERS: KERUSUHAN DI THAILAND DAN AMERIKA SERIKAT TOLAK 
ROKOK KRETEK 

** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: RWANDA; AUSCHWITZNYA AFRIKA?

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TRIBUNAL NUKLIR LAYU SEBELUM BERKEMBANG

** GEMA WARTA: BOLIVIA DAN JAM KARET

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: ROTTERDAM BERSIAP HADAPI BONEK AYAX

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL, BISA JADI 
PASOKAN DEVISA.



* PM BELANDA USULKAN MAHKAMAH NUKLIR

Perdana menteri Belanda Jan Peter Balkende mengusulkan pendirian mahkamah untuk 
mengadili negara-negara yang menyerahan bahan nukir pada para teroris. 

Mahkamah ini bisa ditempatkan di Den Haag. Pasalnya kota pemerintahan Belanda 
ini sudah menjadi tuan rumah berbagai mahkamah internasional.  Usul perdana 
menteri Belanda ini diajukan pada konperensi puncak keamanan nuklir di 
Washington. Dikhawatirkan bahan nuklir bisa jatuh ketangan berbagai organisasi 
teror yang akan memanfaatkannya menjadi senjata nuklir. 

Pada pertemuan puncak yang dihadiri 47 kepala negara dan kepala pemerintahan 
ini, Ukraina mengumumkan dalam 2 tahun akan membuang semua persediaan uranium 
yang diperkaya. Cina bersama Amerika Serikat sepakat akan menekan Iran untuk 
menghentikan program nuklirnya.


* KRISIS THAILAND BERLANJUT

Perdana menteri Abhisit Vejjajiva semakin ditekan untuk mundur. Hal ini juga 
didukung panglima tentara Thailand, Aupong Paojinda yang selama ini berada di 
belakang perdana menteri Abhisit. Pemimpin militer Thailand itu menyerukan  
pemilu awal, untuk mengakhiri jalan buntu. Ia berpendapat konflik harus 
diselesaikan dengan cara politik. Sementara itu komisi pemilu membubarkan 
partai perdana menteri Abhisit karena  pernah menerima sumbangan ilegal. 
Pendukung mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra yang digulingkan pada 2006 
sudah berminggu-minggu mengadakan unjuk rasa. Sabtu lalu terjadi bentrokan 
dengan militer, 21 orang tewas.


* BENTROK TENTARA LAWAN TALIBAN DI PAKSITAN

Di barat laut Pakistan, lebih dari 200 ribu orang mengungsi gara-gara bentrokan 
antara tentara dan Taliban. Hal ini diumumkan PBB, yang menambahkan kekurangan 
dana untuk menampung semua pengungsi. Tentara Pakistan sudah sejak bulan lalu 
mengadakan aksi di kawasan Waziristan selatan. Beberapa hari belakangan  40 
pejuang Taliban serta 4 tentara Pakistan tewas. Baku tembak terjadi ketika 
sekitar 200 pejuang Taliban menyerang pos penjagaan tentara Pakistan.


* KIRGIZIA BERGOLAK

Pemerintah sementara Kirghizia mengeluarkan ultimatum terhadap Presiden 
Kurmanbek Bakiyev yang melarikan diri. Kalau tidak menyerah maka ia akan 
ditahan. Kekebalan sang presiden dihapus, demikian pemerintah sementara negara 
Asia Tengah ini. Selanjutnya juga dilakukan penyelidikan hukum, pemimpin baru 
negara ini Roza Otunbajeva berpendapat presiden Bakijev harus bertanggung jawab 
untuk kematian 80 pendemo. Seementara itu presiden Bakijev yang digulingkan 
berada di Jalal-Abad, Kirghizia selatan. Ia mengulangi pendapatnya tidak akan 
turun secara suka rela sebagai presiden, ia menggambarkan para penguasa 
sementara sebagai penjahat.


* PEMAKAMAN PRESIDEN POLANDIA

Presiden Lech Kaczynski dan istrinya yang tewas dalam kecelakaan pesawat akan 
dimakamkan  hari Minggu. Sabtu akan diadakan upacara peringatan, Selasa pagi 
jenazah Maria Kaczynski diterbangkan ke Poladia dari Rusia. Ia akan dimakamkan 
disamping suaminya, yang sudah disemayamkan di istana kepresidenan di Warsawa. 
Presiden Polandia beserta istrinya tewas dalam kecalakan pesawat bersama 95 
pejabat Polandia di Smolenk, Rusia. Hari Rabu akan diumumkan tanggal pemilihan 
presiden.


* PERANG GEMBONG NARKOBA MEKSIKO

Tiga gembong narkoba Meksiko bersatu demi melawan satu gembong narkoba lain. 
Demikian otoritas narkoba Meksiko - Amerika. Mereka takut pertikaian ini akan 
memecahkan kekerasan di mana-mana. Gerombolan mafia narkoba yang bersatu 
adalah: La Familia, Golf dan Sinaloa. Mereka berseteru dengan Zetas. Tadinya 
Zetas bekerjasama dengan Golf namun lama kelamaan kelompok Zetas semakin kuat 
dan memisahkan diri. Pertikaian antar geng narkoba terjadi untuk menguasai 
penyelundupan narkoba di negara bagian Tamaulipad, dekat perbatasan dengan 
Amerika Serikat. 

Sudah bertahun-tahun lamanya Meksiko mengalami perang narkoba. Tiap tahunnya 
pertikaian ini menelan ribuan korban jiwa.


* Kecelakaan Pesawat Merpati Nusantara

Pesawat Boeing 737 milik Merpati Nusantara  tergelincir di landasan bandara 
Manokwari dan masuk sungai. Sekitar 20 orang luka-luka, namun tidak ada korban 
tewas. Hal ini diumumkan pihak yang berwajib. Pesawat ini mengangkut 103 
penumpang dan 6 awak dan sedang dalam perjalanan dari Sorong menuju Manokwari. 
Para penyelidik departemen perhubungan sedang dalam perjalanan dari Jakarta 
menuju Papua Barat untuk menyelidiki sebab kecelakaan ini. Pada saat 
pendaratan, bandara Manokwari hujan deras dan diganggu kabut tebat.


* KERUSAKAN GREAT BARRIER REEF

Kerusakan yang disebabkan oleh kapal Sheng Neng ternyata lebih parah dari 
dugaan. Dua minggu lalu kapal tangki dari Cina itu terdampar di Great Barrier 
Reef, Australia. Pengelola terumbu karang yang dilindungi UNESCO itu khawatir 
sisa-sisa cat perut kapal tertinggal di koral. Cat kapal mengandung bahan 
beracun yang dapat mematikan koral-koral. 

Kerusakan terumbu karang dan polusi air dapat terlihat sepanjang satu 
kilometer. Kemarin Sheng Neng diderek dari Great Barrier Reef. Pemerintah 
Australia telah mengeluarkan tuntutan terhadap pemilik kapal.


* KERUSUHAN DI THAILAND DAN AMERIKA SERIKAT TOLAK ROKOK KRETEK

Dua topik tinjauan pers kali ini: raja Thailand membisu, sang jenderal bicara 
dan larangan impor kretek di Amerika Serikat.

Bangkok dilanda lautan baju merah, dan bukan itu saja, darah merah juga 
berceceran setelah perkelahian antara para pendemo dan tentara. Demikian NRC 
Handelsblad, harian sore Belanda melaporkan dari ibukota Thailand. Koran ini 
menggambarkan campur tangan tentara di pusat kota kurang tegas. Pusat kota yang 
sudah menjadi ajang aksi oposisi selama sebulan menjadi ajang kekerasan yang 
meminta korban  21 tewas, di antaranya seorang wartawan Jepang, dan 900 orang 
lainnya luka-luka. Ini adalah kekerasan politik terparah sejak 1992

Jenderal Anupong Paochinda, panglima tentara Thailand menyatakan, pembubaran 
parlemen dan pemilu yang lebih awal bisa menjadi solusi krisis ini. Namun warga 
Thailand juga menantikan campurtangan raja Bhumibol, demikian NRC Handelsblad. 
Mereka masih ingat campur tangan raja pada kerusuhan 1992, ketika ia meminta 
para pemimimpin kerusuhan datang ke istana dan ia marahi dan suruh bersila 
didepan kamera televisi. Kerusuhan pun kala itu segera berhenti. Namun saat ini 
raja sedang berada di rumah sakit. Ia sudah berada di kamar rumah sakit selama 
setahun. Para pendemo merasa mereka ditinggal oleh raja, mereka yakin raja 
sudah memihak pihak pemerintah. Raja ingin semua baju merah mati, demikian 
seorang dokter Thailand yang dikutip NRC Handelsblad secara anonim. Orang takut 
bicara terus terang karena mengritik raja Thailand bisa diganjar hukuman 15 
tahun penjara. 

Perasaan bahwa raja memihak kelompok kuning yang pro pemerintah dirasakan 
ketika ratu Sirikit menghadiri pemakaman seorang pendemo baju kuning yang 
tewas. Menurut harian Belanda ini, desas-desus menceritakan ratu Sirikit dan 
penasehat raja, Prem Tinsulanonda berada di belakang kudeta tahun 2006 terhadap 
perdana menteri Thaksin, Shinawatra, pempimin kelompok baju merah. Lalu 
bagaimana solusinya? Pemilu justru akan memperparah situasi karena jelas dari 
jajak pendapat partai mantan perdana menteri Thaksin akan menang lagi. Elite 
Thailand sudah menyerukan perundingan antara kelompok kuning dan merah yang 
bertikai. Sementara itu perdana menteri Abhisit menyatakan tentara dan 
pemerintah masih sependapat dalam menghadapi krisis ini. Demikian dilaporkan 
NRC Handelsblad dari Bangkok.

Dari Bangkok kami menuju Jakarta. Harian The Jakarta Globe menyorot pertikaian 
Indonesia-Amerika Serikat ihwal ekspor rokok kretek. Amerika melarang impor 
kretek dengan alasan kesehatan. September lalu badan pangan dan obat-obatan 
Amerika FDA, melarang rokok yang diberi aroma buah, rasa manis atau rasa 
cengkeh, dengan alasan manarik anak-anak untuk mencobanya.

Hal ini menurut pemerintah Indonesia tidak beralasan, karena rokok mentol 
diperbolehkan masuk pasar paman Sam. Aturan ini menurut Jakarta adalah 
diskriminasi terhadap produk-produk rokok luar negeri untuk melindungi industri 
rokok Amerika. Buktikanlah bahwa pembubuhan cengkeh dalam kretek berbahaya 
untuk kesehatan, karena menurut FDA pembubuhan mentol tidaklah menambah bahaya 
atau membuat orang kecanduan. Demikian argumentasi Indonesia dalam keluhan di 
WTO, Organisasi Perdagangan Internasional. Dalam waktu 60 hari kedua belah 
pihak harus berunding untuk mencari solusinya.

The Jakarta Globe menyinggung pentingnya industri tembakau untuk Indonesia. 
Negara ini adalah pasar tembakau ke lima di dunia. Berbagai perusahaan rokok 
asing mengambi alih saham perusahaan rokok kretek Indonesia. Kalau tidak ada 
persetujuan maka, Indonesia berhak meminta WTO menyusun panel ahli untuk 
mengambil keputusan atas keluhan Indonesia. Demikian the Jakarta Globe, dan 
sekian tinjauan pers untuk kali ini.


* RWANDA: AUSCHWITZNYA AFRIKA?
Genosida sebagai tujuan kunjungan wisata: kamp tahanan Auschwitz banyak 
dikunjungi wisatawan dari seluruh dunia. Di Kamboja tempat 'the Killing Fields' 
menarik banyak wisatawan manca negara, terutama dari Barat. Lalu bagaimana 
dengan Rwanda? Apakah ada yang tertarik dengan genosida tahun 1994? Laporan 
Sophie van Leeuwen.
Di sebuah bukit di pinggir ibukota Rwanda, Kigali, terdapat sebuah Memorial 
Centre, atau pusat peringatan. Seorang wanita muda dari Kanada berkunjung ke 
sana. "Saya bekerja di Rwanda," cerita Alice. "Saya membaca tentang museum ini 
di internet dan buku-buku panduan wisata. Saya harus ke sini. Sungguh bermakna 
mengunjungi tempat ini!"
"Cerita-cerita yang ada sangat mengharukan. Sulit untuk mengerti apa yang telah 
terjadi di sini," tandas Alice. "Orang-orang di sini sangat baik dan ramah. 
Tapi mereka juga tidak banyak omong. Saya mencoba merasakan apa yang telah 
mereka alami." 
Tempat itu adalah sebuah oase ketenangan dan keheningan. Di bawah batu-batu 
nisan besar terdapat kira-kira 250 ribu mayat yang dikubur secara massal 
setelah pembantaian etnis terjadi. Namun ini hanya satu bagian dari, 
kemungkinan, satu juta penduduk Rwanda yang tewas dibantai dalam perang saudara 
tahun 1994 lalu.  
Kigali Genocide Memorial Centre adalah Auschwitznya Afrika. Tempat peringatan 
itu ada sejak tahun 2004. Lebih dari seratus ribu orang mengunjungi tempat itu. 
Tapi Rwanda ingin lebih banyak menarik wisatawan, karena wisatawan bisa mengisi 
kas negara.  
Rwanda menjadi Auschwitznya Afrika? Biro pariwisata Rwanda menginginkan hal 
itu, karena bekas kamp konsentrasi Nazi di Polandia itu menarik setidaknya 1, 3 
juta pengunjung tiap tahunnya. 
Freddy Umutanguha, direktur muda Kigali Memorial Centre, bereaksi antusias: 
"Suatu hari jutaan dan jutaan orang akan datang ke sini, ke Kigali Memorial 
Centre. Ada kepentingan universal yang menarik mereka ke sini. Kejahatan yang 
terjadi di sini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan! Tidak hanya untuk orang 
Rwanda maupun suku Tutsi." 
Bagaimana Rwanda menangani masalah citra buruk yang sudah dipegang sekian lama? 
Jika ada wisatawan yang berkunjung ke Rwanda, mereka hanya ingin melihat 
gorilla di utara negeri itu. Bukan ke danau Kivu atau malah ke monumen yang 
dibangun untuk memperingati masa buruk. Demikian Martijn Visscher dari biro 
perjalanan Belanda, Pangea Travel. 
"Banyak orang masih beranggapan masih ada perang di Rwanda. Padahal ini tidak 
benar. Wisatawan tidak berani pergi ke sana. Mereka tampaknya berpikir Kigali 
seperti Nairobi: sebuah kota besar penuh kriminalitas."
"Kami mencoba menaruh lebih banyak perhatian untuk Rwanda," ujar Visscher penuh 
harap. "Tidak hanya untuk gorilla tapi juga untuk atraksi wisata lainnya. Tapi 
sayangnya sebagian besar wisatawan memang hanya tertarik pada gorilla. Setelah 
itu mereka melanjutkan perjalanan ke Kenya atau Tanzania."
Tiap tahunnya beberapa ratus ribu warga asing datang ke Rwanda. Mayoritas 
datang untuk urusan pekerjaan dan proyek-proyek pembangunan berbagai LSM. Hanya 
beberapa persen saja yang datang ke sana sebagai wisatawan. Dengan krisis 
ekonomi dunia, semakin sedikit saja yang berkunjung ke sana. 
Meski demikian Freddy Umutanguha, direktur Museum di Kigali, optimistis. "Saya 
tahu ada orang yang tidak tertarik sama sekali untuk datang ke sini, tapi saya 
pikir, nanti mereka akan tertarik juga. Ini adalah salah satu bagian dari 
sejarah kita! Masa mereka cuma mengunjungi gorilla tapi tidak ingin tahu 
tentang negeri di mana gorilla itu tinggal? Kalau demikian adanya maka mereka 
punya pandangan sempit."

Catatan:
[Tahun 1994 lalu terjadi pembantaian etnis yang berlangsung selama seratus hari 
di Rwanda, negara Afrika tengah. Menurut perkiraan satu juta suku Tutsi dan 
Hutu menjadi korban perang saudara berdarah yang disaksikan oleh seluruh dunia. 
Pelaku peristiwa berdarah ini diadili di Mahkamah PBB di Tanzania dan di 
Rwanda.]


* TRIBUNAL NUKLIR LAYU SEBELUM BERKEMBANG

Negara-negara yang memasok bahan nuklir kepada teroris, harus digugat oleh 
tribunal khusus. Demikian usulan Perdana Menteri demisioner Belanda Jan Peter 
Balkenende di KTT internasional tentang nuklir di ibukota Amerika Serikat, 
Washington. Laporan Thijs Bouwknegt. 

Lokasi ideal untuk 'Mahkamah Nuklir' itu adalah kota Den Haag, tambah 
Balkenende. Tapi di situ juga sudah ada Mahkamah Intenasional yang bisa 
menggugat negara, bukan?

PM Balkenende menyampaikan usulannya pada konferensi dua hari mengenai keamanan 
nuklir yang digelar di Washington. Presiden Amerika Serikat Barack Obama ingin 
mencapai kesepakatan tentang pengamanan bahan nuklir. Dibicarakan juga 
pelacakan dan pemberantasan penyelundupan bahan nuklir. 
 
Heran
Marcel Brus, gurubesar hukum publik internasional di Groningen, heran mendengar 
rencana Balkenende: "Setelah kegagalan total hukum internasional mengenai 
(dukungan Belanda terhadap invasi di -red) Irak, kami pikir seorang penasehat 
yuridis umum bakal ditempatkan di kantor perdana menteri. Tapi rencana ini 
-kalau dilihat dari segi hukum internasionalnya-bakal layu sebelum berkembang".
 
Di Den Haag sudah terdapat sejumlah tribunal internasional yang bisa menuntut 
penjahat perang dan teroris. Apakah kami memang memerlukan tribunal nuklir 
untuk menuntut negara, seperti yang diusulkan Balkenende? 
 
Itu sudah bisa, kata Brus. "Itu bisa dilakukan di Mahkamah Internasional, tapi 
syaratnya adalah bahwa negara-negara harus terlebih dahulu menyetujui bahwa 
seorang hakim internasional bisa mengadilinya". 
 
Tidak sukarela
Brus mengatakan bahwa negara-negara itu tidak akan pernah mengijinkan tribunal 
nuklir mengadilinya "dan negara-negara yang bersangkutan, yaitu yang menyimpan 
bahan nuklir, tidak akan melakukannya sukarela".
 
Jadi usulan Balkenende itu tampak terlalu dini dan terutama berdasarkan alasan 
politik. Dalam praktiknya tidak ada juga dasar yuridis untuk mendirikan 
tribunal nuklir. Undang-undangnya nyaris tidak ada dalam bidang ini. Tidak ada 
kesepakatan internasional mengenai pelaksanaan hukum terhadap transaksi ilegal 
bahan nuklir. 
 
Dewan Keamanan
Menurut Brus, tribunal serupa itu hanya bisa bertindak melalui 
resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB. Dewan Keamanan harus memegang peran utama 
dan menentukan caranya dunia mengatasi masalah proliferasi bahan nuklir ke 
organisasi-organisasi teroris atau organisasi kriminal lainnya. "Itu berarti 
suatu revolusi dalam bidang hukum internasional".


* BOLIVIA DAN JAM KARET

Warga Bolivia yang datang tepat waktu di tempat kerjanya, dalam waktu dekat 
bisa mendapat bonus. Dengan undang-undang perburuhan baru, Presiden Evo Morales 
ingin mengakhiri fenomena 'jam karet Bolivia', di mana datang terlambat sampai 
berjam-jam masih merupakan suatu kebiasaan. Laporan Mabel Azcui:

Dalam rancangan undang-undang perburuhan yang baru diusulkan bonus finansial 
untuk memecahkan masalah tepat waktu. "Apabila seorang pekerja selama satu 
bulan lamanya tidak terlambat datang ke tempat kerja, dengan kelonggaran waktu 
hanya 10 menit per harinya, maka ia akan dihadiahkan dengan bonus tepat waktu," 
demikian RUU yang diajukan kepada pihak serikat buruh.

Budaya
Masalah jam karet ini dijumpai di banyak negara Amerika Latin. Berbagai 
pemerintah mencoba memecahkannya, kadang dengan sedikit sukses. Presiden 
Morales dari Bolivia bukanlah orang pertama di negeri itu yang mencoba 
memecahkan masalah ini. Banyak pendahulunya yang gagal mengubah kebiasaan yang 
sudah berakar kuat. Tapi ini lebih dari sebuah kebiasaan, rakyat Bolivia 
menganggap jam karet adalah budaya mereka, bagian dari tradisi.

Pakar antropologi Carlos Ostermann di ibukota La Paz menguatkan pendapat bahwa 
keluwesan dengan waktu adalah cara hidup di bagian dunia ini. "Untuk warga 
Amerika Latin amatlah penting melakukan perbuatan yang berguna untuk kehidupan 
di akhirat, dan ganjarannya juga dirasakan di akhirat. Karena itu semua janji 
yang dibuat di bumi, tidaklah penting. Waktu itu tidak penting, yang paling 
penting adalah menikmati hidup." Menurut Ostermann di sejumlah wilayah Bolivia 
orang biasa datang terlambat dua atau tiga jam.

Logika aneh
Edgar Arze, sosiolog dan direktur jurusab Komunikasi dari universitas swasta 
Upal di kota Cochabamba, justru menekankan bahwa datang tepat waktu justru 
dianggap tidak pada tempatnya di kehidupan sosial Bolivia. "Kami mengembangkan 
sebuah logika yang justru sangat bertentangan dengan apa yang seharusnya. 
Mereka yang datang terlambat di sebuah pesta atau peristiwa akan diberi hadiah, 
mereka yang datang justru tepat waktu malah dihukum. Orang malah berpikir kamu 
tidak punya pekerjaan yang harus dilakukan di rumah."

Pakar psikologi klinik Elba Tamez justru berpendapat bahwa budaya datang 
terlambat datang dari sikap warga Bolivia yang toleran. "Saya pikir orang 
Bolivia itu sangat emosional, peka dan toleran. Situasi separah ini tidak 
dijumpai di negara-negara Amerika Latin lainnya atau di negara- negara sedang 
berkembang, di mana orang justru harus menaati lebih banyak aturan. Di Bolivia 
orang lebih fleksibel, dalam arti bahwa mereka bisa mengerti dan bisa memahami 
orang-orang yang datang terlambat. Ada saja alasan mengapa orang datang 
terlambat: situasi darurat, bis yang tidak datang dll."

Menunggu
Bolivia mengenal satu pepatah: 'saya tidak suka menunggu, saya lebih suka orang 
menunggu saya.' jadi dengan kata lain, adalah tindakan benar apabila kamu 
membiarkan orang menunggu, tapi tidak mau jika kamu harus menunggu. Tetapi 
warga Bolivia tahu kalau ini bertentangan dengan norma-norma etika, misalnya 
menghormati orang lain. Selain itu tidak adanya ketepatan waktu menyebabkan 
kerugian ekonomi dan masalah disiplin terbesar di sekolah-sekolah. Bonus 
apabila datang tepat waktu, menurut berbagai pihak bisa menjadi jalan keluar.


* ROTTERDAM BERSIAP HADAPI BONEK AYAX

Final liga utama Belanda antara Ajax-Feyenoord tanggal 25 April mendatang, 
membikin pusing para pejabat kodya Rotterdam. Duel klasik antara dua musuh 
bebuyutan yang akan dilangsungkan di stadion De Kuip ini dicemaskan akan 
berubah menjadi ajang pertarungan antara bonek kedua kesebelasan. Ulasan Rob 
Kievit:

Ketakutan akan pecahnya pertarungan besar-besaran antara bonek semakin 
diperbesar oleh kampanye yang dilancarkan bonek Ajax lewat situs mereka. mereka 
mengancam "akan meratakan kembali Rotterdam". Kota pelabuhan belanda ini hancur 
akibat hujanan bom Nazi-Jerman tahun 1940. Dan foto yang mengerikan dari kota 
yang hancur itu dipajang sebagai ilustrasi ancaman tersebut. Seruan untuk rusuh 
juga dilancarkan di berbagai situs fans Feyenoord.

Daftar hitam
Tapi tidak hanya fans Ajax yang membuat persoalan. Diantara para fans berat 
Feyenoord, juga ada bonek-bonek yang terlibat dalam baku hantam dengan polisi 
sewaktu pesta pantai dekat Rotterdam. Polisi melepaskan tembakan ke arah 
sejumlah pemuda yang merusuh sewaktu pesta pantai di Hoek van Holland Agustus 
tahun lalu, yang menewaskan satu orang pemuda. Para bonek Feyenoord yang 
terlibat dalam baku hantam itu telah menjalankan hukuman mereka, dan sekarang 
diperkirakan juga meramaikan duel 25 April mendatang.

Sebagai bagian dari hukuman, hakim ketika itu menetapkan, para bonek dilarang 
tampil dalam acara-acara publik, yang boleh dibilang suatu tindakan preventif. 
Tetapi final liga utama Belanda tidak masuk dalam acara publik yang dilarang.

Pemda Rotterdam telah meminta walikota Rotterdam, Ahmed Aboutaleb untuk 
memperluas daftar larangan itu, sehingga para bonek bisa dilarang ikut 
memeriahkan duel Ajax-Feyenoord. Aboutaleb menyatakan akan mengumumkan 
kebijakannya Kamis besok.

Tiket masuk
Pengurus Ajax secara sukarela mengembalikan sejumlah tiket yang akan dijual 
kepada supporter mereka, agar jumlah fans yang datang ke Rotterdam bisa 
ditangani kekuatan keamanan yang disediakan. Dari 10.000 tiket yang ditawarkan 
persatuan sepakbola Belanda KNVB, hanya 7700 fans Ajax yang ikut ke stadion De 
Kuip. 2300 tiket yang tersisa akan dikembalikan kepada KNVB. Tiket-tiket ini 
akan dijual untuk memenuhi zona netral di stadion. Para pembeli tiket hanya 
diperbolehkan masuk ke dalam stadion Feyenoord itu, apabila menunjukkan kartu 
identitas mereka terlebih dulu.

Walaupun begitu pejabat pemda Rotterdam khawatir, tiket-tiket ini akhirnya akan 
sampai ke tangan orang-orang yang tidak dikehendaki, yaitu bonek-bonek Ajax.

Kedua klub memang punya sejarah baku hantam yang cukup panjang. Tahun 1997 para 
bonek Rotterdam dan Amsterdam baku hantam di sebuah lahan pertanian dekat kota 
Beverwijk, di barat ibukota belanda Belanda ini. Seorang supporter Ajax berusia 
35 tahun tewas dalam baku hantam itu. Pada akhirnya tidak ada bonek yang 
divonis untuk pembunuhan ini, tetapi insiden berdarah itu terus membayangi 
setiap pertandingan antara Ajax dan Feyenoord.


* SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL, BISA JADI PASOKAN DEVISA.

Sejak lima tahun lalu beberapa sekolah menengah negeri di Indonesia dijadikan 
sekolah berstandar internasional, atau SBI. Namun belakangan SBI mendapat 
julukan sekolah besar iuran, karena banyaknya pungutan dan iuran yang 
dibebankan pada orang tua murid. Sebenarnya sekolah negeri tidak boleh 
mengeluarkan pungutan, lalu mengapa SBI boleh? Digunakan untuk apa saja 
pungutan atau iuran itu? Bagaimana nasib murid berprestasi namun tidak punya 
biaya untuk sekolah di SBI? Ikuti wawancara Radio Nederland Wereldomroep dengan 
Sumantri, pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta. 

Sekolah berstandar internasional ini sebenarnya sudah mulai dicanangkan sejak 
lima tahun lalu. Awalnya pemerintah ingin melakukan uji coba saja. Sekolah 
Indonesia yang mengadakan pengajaran dalam bahasa Inggris dan standar 
internasional. Belakangan banyak sekolah menengah negeri yang saling berlomba 
memperbagus sekolahnya demi standar internasional. 

Ide awal pemerintah mencanangkan standar internasional ini menurut Sumantri 
adalah karena pemerintah ingin, daripada orang tua murid buang-buang biaya 
untuk sekolah anak di luar negeri lebih baik mengeluarkan biaya di negeri 
sendiri. Sekolah pun istilahnya menjadi salah satu pasokan devisa. 

Sumantri yakin pemerintah sampai saat ini belum mampu untuk membiayai 
sekolah-sekolah negeri menjadi sekolah bonafid berstandar internasional. Oleh 
karena itulah ada komite sekolah. Komite inilah yang menentukan otonomi 
sekolah. Misalnya seberapa banyak iuran yang diperlukan dan untuk apa. Namun 
lama-kelamaan pendidikan yang ada di sekolah pun kesannya menjadi pendidikan 
liberal, pendidikan yang berorientasi bisnis. 

Jika mengandalkan iuran orang tua murid demi merubah sekolah menjadi berstandar 
internasional maka murid-murid berprestasi yang tidak mampu tidak bisa bersaing 
dengan mereka yang mampu masuk SBI. Sumantri mengatakan pemerintah memang 
pernah mengatakan memberikan beasiswa untuk siswa berprestasi untuk masuk SBI. 
Namun seberapa banyak dan adil beasiswa yang diberikan untuk murid berprestasi, 
Sumantri tidak mengetahui jumlah kongkritnya.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke