--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 13 April 2010 15:00 UTC ** PM BELANDA USULKAN MAHKAMAH NUKLIR ** KRISIS THAILAND BERLANJUT ** BENTROK TENTARA LAWAN TALIBAN DI PAKSITAN ** GEMA WARTA TINJAUAN PERS: KERUSUHAN DI THAILAND DAN AMERIKA SERIKAT TOLAK ROKOK KRETEK ** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: RWANDA; AUSCHWITZNYA AFRIKA? ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TRIBUNAL NUKLIR LAYU SEBELUM BERKEMBANG ** GEMA WARTA: BOLIVIA DAN JAM KARET ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: ROTTERDAM BERSIAP HADAPI BONEK AYAX ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL, BISA JADI PASOKAN DEVISA. * PM BELANDA USULKAN MAHKAMAH NUKLIR Perdana menteri Belanda Jan Peter Balkende mengusulkan pendirian mahkamah untuk mengadili negara-negara yang menyerahan bahan nukir pada para teroris. Mahkamah ini bisa ditempatkan di Den Haag. Pasalnya kota pemerintahan Belanda ini sudah menjadi tuan rumah berbagai mahkamah internasional. Usul perdana menteri Belanda ini diajukan pada konperensi puncak keamanan nuklir di Washington. Dikhawatirkan bahan nuklir bisa jatuh ketangan berbagai organisasi teror yang akan memanfaatkannya menjadi senjata nuklir. Pada pertemuan puncak yang dihadiri 47 kepala negara dan kepala pemerintahan ini, Ukraina mengumumkan dalam 2 tahun akan membuang semua persediaan uranium yang diperkaya. Cina bersama Amerika Serikat sepakat akan menekan Iran untuk menghentikan program nuklirnya. * KRISIS THAILAND BERLANJUT Perdana menteri Abhisit Vejjajiva semakin ditekan untuk mundur. Hal ini juga didukung panglima tentara Thailand, Aupong Paojinda yang selama ini berada di belakang perdana menteri Abhisit. Pemimpin militer Thailand itu menyerukan pemilu awal, untuk mengakhiri jalan buntu. Ia berpendapat konflik harus diselesaikan dengan cara politik. Sementara itu komisi pemilu membubarkan partai perdana menteri Abhisit karena pernah menerima sumbangan ilegal. Pendukung mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra yang digulingkan pada 2006 sudah berminggu-minggu mengadakan unjuk rasa. Sabtu lalu terjadi bentrokan dengan militer, 21 orang tewas. * BENTROK TENTARA LAWAN TALIBAN DI PAKSITAN Di barat laut Pakistan, lebih dari 200 ribu orang mengungsi gara-gara bentrokan antara tentara dan Taliban. Hal ini diumumkan PBB, yang menambahkan kekurangan dana untuk menampung semua pengungsi. Tentara Pakistan sudah sejak bulan lalu mengadakan aksi di kawasan Waziristan selatan. Beberapa hari belakangan 40 pejuang Taliban serta 4 tentara Pakistan tewas. Baku tembak terjadi ketika sekitar 200 pejuang Taliban menyerang pos penjagaan tentara Pakistan. * KIRGIZIA BERGOLAK Pemerintah sementara Kirghizia mengeluarkan ultimatum terhadap Presiden Kurmanbek Bakiyev yang melarikan diri. Kalau tidak menyerah maka ia akan ditahan. Kekebalan sang presiden dihapus, demikian pemerintah sementara negara Asia Tengah ini. Selanjutnya juga dilakukan penyelidikan hukum, pemimpin baru negara ini Roza Otunbajeva berpendapat presiden Bakijev harus bertanggung jawab untuk kematian 80 pendemo. Seementara itu presiden Bakijev yang digulingkan berada di Jalal-Abad, Kirghizia selatan. Ia mengulangi pendapatnya tidak akan turun secara suka rela sebagai presiden, ia menggambarkan para penguasa sementara sebagai penjahat. * PEMAKAMAN PRESIDEN POLANDIA Presiden Lech Kaczynski dan istrinya yang tewas dalam kecelakaan pesawat akan dimakamkan hari Minggu. Sabtu akan diadakan upacara peringatan, Selasa pagi jenazah Maria Kaczynski diterbangkan ke Poladia dari Rusia. Ia akan dimakamkan disamping suaminya, yang sudah disemayamkan di istana kepresidenan di Warsawa. Presiden Polandia beserta istrinya tewas dalam kecalakan pesawat bersama 95 pejabat Polandia di Smolenk, Rusia. Hari Rabu akan diumumkan tanggal pemilihan presiden. * PERANG GEMBONG NARKOBA MEKSIKO Tiga gembong narkoba Meksiko bersatu demi melawan satu gembong narkoba lain. Demikian otoritas narkoba Meksiko - Amerika. Mereka takut pertikaian ini akan memecahkan kekerasan di mana-mana. Gerombolan mafia narkoba yang bersatu adalah: La Familia, Golf dan Sinaloa. Mereka berseteru dengan Zetas. Tadinya Zetas bekerjasama dengan Golf namun lama kelamaan kelompok Zetas semakin kuat dan memisahkan diri. Pertikaian antar geng narkoba terjadi untuk menguasai penyelundupan narkoba di negara bagian Tamaulipad, dekat perbatasan dengan Amerika Serikat. Sudah bertahun-tahun lamanya Meksiko mengalami perang narkoba. Tiap tahunnya pertikaian ini menelan ribuan korban jiwa. * Kecelakaan Pesawat Merpati Nusantara Pesawat Boeing 737 milik Merpati Nusantara tergelincir di landasan bandara Manokwari dan masuk sungai. Sekitar 20 orang luka-luka, namun tidak ada korban tewas. Hal ini diumumkan pihak yang berwajib. Pesawat ini mengangkut 103 penumpang dan 6 awak dan sedang dalam perjalanan dari Sorong menuju Manokwari. Para penyelidik departemen perhubungan sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Papua Barat untuk menyelidiki sebab kecelakaan ini. Pada saat pendaratan, bandara Manokwari hujan deras dan diganggu kabut tebat. * KERUSAKAN GREAT BARRIER REEF Kerusakan yang disebabkan oleh kapal Sheng Neng ternyata lebih parah dari dugaan. Dua minggu lalu kapal tangki dari Cina itu terdampar di Great Barrier Reef, Australia. Pengelola terumbu karang yang dilindungi UNESCO itu khawatir sisa-sisa cat perut kapal tertinggal di koral. Cat kapal mengandung bahan beracun yang dapat mematikan koral-koral. Kerusakan terumbu karang dan polusi air dapat terlihat sepanjang satu kilometer. Kemarin Sheng Neng diderek dari Great Barrier Reef. Pemerintah Australia telah mengeluarkan tuntutan terhadap pemilik kapal. * KERUSUHAN DI THAILAND DAN AMERIKA SERIKAT TOLAK ROKOK KRETEK Dua topik tinjauan pers kali ini: raja Thailand membisu, sang jenderal bicara dan larangan impor kretek di Amerika Serikat. Bangkok dilanda lautan baju merah, dan bukan itu saja, darah merah juga berceceran setelah perkelahian antara para pendemo dan tentara. Demikian NRC Handelsblad, harian sore Belanda melaporkan dari ibukota Thailand. Koran ini menggambarkan campur tangan tentara di pusat kota kurang tegas. Pusat kota yang sudah menjadi ajang aksi oposisi selama sebulan menjadi ajang kekerasan yang meminta korban 21 tewas, di antaranya seorang wartawan Jepang, dan 900 orang lainnya luka-luka. Ini adalah kekerasan politik terparah sejak 1992 Jenderal Anupong Paochinda, panglima tentara Thailand menyatakan, pembubaran parlemen dan pemilu yang lebih awal bisa menjadi solusi krisis ini. Namun warga Thailand juga menantikan campurtangan raja Bhumibol, demikian NRC Handelsblad. Mereka masih ingat campur tangan raja pada kerusuhan 1992, ketika ia meminta para pemimimpin kerusuhan datang ke istana dan ia marahi dan suruh bersila didepan kamera televisi. Kerusuhan pun kala itu segera berhenti. Namun saat ini raja sedang berada di rumah sakit. Ia sudah berada di kamar rumah sakit selama setahun. Para pendemo merasa mereka ditinggal oleh raja, mereka yakin raja sudah memihak pihak pemerintah. Raja ingin semua baju merah mati, demikian seorang dokter Thailand yang dikutip NRC Handelsblad secara anonim. Orang takut bicara terus terang karena mengritik raja Thailand bisa diganjar hukuman 15 tahun penjara. Perasaan bahwa raja memihak kelompok kuning yang pro pemerintah dirasakan ketika ratu Sirikit menghadiri pemakaman seorang pendemo baju kuning yang tewas. Menurut harian Belanda ini, desas-desus menceritakan ratu Sirikit dan penasehat raja, Prem Tinsulanonda berada di belakang kudeta tahun 2006 terhadap perdana menteri Thaksin, Shinawatra, pempimin kelompok baju merah. Lalu bagaimana solusinya? Pemilu justru akan memperparah situasi karena jelas dari jajak pendapat partai mantan perdana menteri Thaksin akan menang lagi. Elite Thailand sudah menyerukan perundingan antara kelompok kuning dan merah yang bertikai. Sementara itu perdana menteri Abhisit menyatakan tentara dan pemerintah masih sependapat dalam menghadapi krisis ini. Demikian dilaporkan NRC Handelsblad dari Bangkok. Dari Bangkok kami menuju Jakarta. Harian The Jakarta Globe menyorot pertikaian Indonesia-Amerika Serikat ihwal ekspor rokok kretek. Amerika melarang impor kretek dengan alasan kesehatan. September lalu badan pangan dan obat-obatan Amerika FDA, melarang rokok yang diberi aroma buah, rasa manis atau rasa cengkeh, dengan alasan manarik anak-anak untuk mencobanya. Hal ini menurut pemerintah Indonesia tidak beralasan, karena rokok mentol diperbolehkan masuk pasar paman Sam. Aturan ini menurut Jakarta adalah diskriminasi terhadap produk-produk rokok luar negeri untuk melindungi industri rokok Amerika. Buktikanlah bahwa pembubuhan cengkeh dalam kretek berbahaya untuk kesehatan, karena menurut FDA pembubuhan mentol tidaklah menambah bahaya atau membuat orang kecanduan. Demikian argumentasi Indonesia dalam keluhan di WTO, Organisasi Perdagangan Internasional. Dalam waktu 60 hari kedua belah pihak harus berunding untuk mencari solusinya. The Jakarta Globe menyinggung pentingnya industri tembakau untuk Indonesia. Negara ini adalah pasar tembakau ke lima di dunia. Berbagai perusahaan rokok asing mengambi alih saham perusahaan rokok kretek Indonesia. Kalau tidak ada persetujuan maka, Indonesia berhak meminta WTO menyusun panel ahli untuk mengambil keputusan atas keluhan Indonesia. Demikian the Jakarta Globe, dan sekian tinjauan pers untuk kali ini. * RWANDA: AUSCHWITZNYA AFRIKA? Genosida sebagai tujuan kunjungan wisata: kamp tahanan Auschwitz banyak dikunjungi wisatawan dari seluruh dunia. Di Kamboja tempat 'the Killing Fields' menarik banyak wisatawan manca negara, terutama dari Barat. Lalu bagaimana dengan Rwanda? Apakah ada yang tertarik dengan genosida tahun 1994? Laporan Sophie van Leeuwen. Di sebuah bukit di pinggir ibukota Rwanda, Kigali, terdapat sebuah Memorial Centre, atau pusat peringatan. Seorang wanita muda dari Kanada berkunjung ke sana. "Saya bekerja di Rwanda," cerita Alice. "Saya membaca tentang museum ini di internet dan buku-buku panduan wisata. Saya harus ke sini. Sungguh bermakna mengunjungi tempat ini!" "Cerita-cerita yang ada sangat mengharukan. Sulit untuk mengerti apa yang telah terjadi di sini," tandas Alice. "Orang-orang di sini sangat baik dan ramah. Tapi mereka juga tidak banyak omong. Saya mencoba merasakan apa yang telah mereka alami." Tempat itu adalah sebuah oase ketenangan dan keheningan. Di bawah batu-batu nisan besar terdapat kira-kira 250 ribu mayat yang dikubur secara massal setelah pembantaian etnis terjadi. Namun ini hanya satu bagian dari, kemungkinan, satu juta penduduk Rwanda yang tewas dibantai dalam perang saudara tahun 1994 lalu. Kigali Genocide Memorial Centre adalah Auschwitznya Afrika. Tempat peringatan itu ada sejak tahun 2004. Lebih dari seratus ribu orang mengunjungi tempat itu. Tapi Rwanda ingin lebih banyak menarik wisatawan, karena wisatawan bisa mengisi kas negara. Rwanda menjadi Auschwitznya Afrika? Biro pariwisata Rwanda menginginkan hal itu, karena bekas kamp konsentrasi Nazi di Polandia itu menarik setidaknya 1, 3 juta pengunjung tiap tahunnya. Freddy Umutanguha, direktur muda Kigali Memorial Centre, bereaksi antusias: "Suatu hari jutaan dan jutaan orang akan datang ke sini, ke Kigali Memorial Centre. Ada kepentingan universal yang menarik mereka ke sini. Kejahatan yang terjadi di sini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan! Tidak hanya untuk orang Rwanda maupun suku Tutsi." Bagaimana Rwanda menangani masalah citra buruk yang sudah dipegang sekian lama? Jika ada wisatawan yang berkunjung ke Rwanda, mereka hanya ingin melihat gorilla di utara negeri itu. Bukan ke danau Kivu atau malah ke monumen yang dibangun untuk memperingati masa buruk. Demikian Martijn Visscher dari biro perjalanan Belanda, Pangea Travel. "Banyak orang masih beranggapan masih ada perang di Rwanda. Padahal ini tidak benar. Wisatawan tidak berani pergi ke sana. Mereka tampaknya berpikir Kigali seperti Nairobi: sebuah kota besar penuh kriminalitas." "Kami mencoba menaruh lebih banyak perhatian untuk Rwanda," ujar Visscher penuh harap. "Tidak hanya untuk gorilla tapi juga untuk atraksi wisata lainnya. Tapi sayangnya sebagian besar wisatawan memang hanya tertarik pada gorilla. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke Kenya atau Tanzania." Tiap tahunnya beberapa ratus ribu warga asing datang ke Rwanda. Mayoritas datang untuk urusan pekerjaan dan proyek-proyek pembangunan berbagai LSM. Hanya beberapa persen saja yang datang ke sana sebagai wisatawan. Dengan krisis ekonomi dunia, semakin sedikit saja yang berkunjung ke sana. Meski demikian Freddy Umutanguha, direktur Museum di Kigali, optimistis. "Saya tahu ada orang yang tidak tertarik sama sekali untuk datang ke sini, tapi saya pikir, nanti mereka akan tertarik juga. Ini adalah salah satu bagian dari sejarah kita! Masa mereka cuma mengunjungi gorilla tapi tidak ingin tahu tentang negeri di mana gorilla itu tinggal? Kalau demikian adanya maka mereka punya pandangan sempit." Catatan: [Tahun 1994 lalu terjadi pembantaian etnis yang berlangsung selama seratus hari di Rwanda, negara Afrika tengah. Menurut perkiraan satu juta suku Tutsi dan Hutu menjadi korban perang saudara berdarah yang disaksikan oleh seluruh dunia. Pelaku peristiwa berdarah ini diadili di Mahkamah PBB di Tanzania dan di Rwanda.] * TRIBUNAL NUKLIR LAYU SEBELUM BERKEMBANG Negara-negara yang memasok bahan nuklir kepada teroris, harus digugat oleh tribunal khusus. Demikian usulan Perdana Menteri demisioner Belanda Jan Peter Balkenende di KTT internasional tentang nuklir di ibukota Amerika Serikat, Washington. Laporan Thijs Bouwknegt. Lokasi ideal untuk 'Mahkamah Nuklir' itu adalah kota Den Haag, tambah Balkenende. Tapi di situ juga sudah ada Mahkamah Intenasional yang bisa menggugat negara, bukan? PM Balkenende menyampaikan usulannya pada konferensi dua hari mengenai keamanan nuklir yang digelar di Washington. Presiden Amerika Serikat Barack Obama ingin mencapai kesepakatan tentang pengamanan bahan nuklir. Dibicarakan juga pelacakan dan pemberantasan penyelundupan bahan nuklir. Heran Marcel Brus, gurubesar hukum publik internasional di Groningen, heran mendengar rencana Balkenende: "Setelah kegagalan total hukum internasional mengenai (dukungan Belanda terhadap invasi di -red) Irak, kami pikir seorang penasehat yuridis umum bakal ditempatkan di kantor perdana menteri. Tapi rencana ini -kalau dilihat dari segi hukum internasionalnya-bakal layu sebelum berkembang". Di Den Haag sudah terdapat sejumlah tribunal internasional yang bisa menuntut penjahat perang dan teroris. Apakah kami memang memerlukan tribunal nuklir untuk menuntut negara, seperti yang diusulkan Balkenende? Itu sudah bisa, kata Brus. "Itu bisa dilakukan di Mahkamah Internasional, tapi syaratnya adalah bahwa negara-negara harus terlebih dahulu menyetujui bahwa seorang hakim internasional bisa mengadilinya". Tidak sukarela Brus mengatakan bahwa negara-negara itu tidak akan pernah mengijinkan tribunal nuklir mengadilinya "dan negara-negara yang bersangkutan, yaitu yang menyimpan bahan nuklir, tidak akan melakukannya sukarela". Jadi usulan Balkenende itu tampak terlalu dini dan terutama berdasarkan alasan politik. Dalam praktiknya tidak ada juga dasar yuridis untuk mendirikan tribunal nuklir. Undang-undangnya nyaris tidak ada dalam bidang ini. Tidak ada kesepakatan internasional mengenai pelaksanaan hukum terhadap transaksi ilegal bahan nuklir. Dewan Keamanan Menurut Brus, tribunal serupa itu hanya bisa bertindak melalui resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB. Dewan Keamanan harus memegang peran utama dan menentukan caranya dunia mengatasi masalah proliferasi bahan nuklir ke organisasi-organisasi teroris atau organisasi kriminal lainnya. "Itu berarti suatu revolusi dalam bidang hukum internasional". * BOLIVIA DAN JAM KARET Warga Bolivia yang datang tepat waktu di tempat kerjanya, dalam waktu dekat bisa mendapat bonus. Dengan undang-undang perburuhan baru, Presiden Evo Morales ingin mengakhiri fenomena 'jam karet Bolivia', di mana datang terlambat sampai berjam-jam masih merupakan suatu kebiasaan. Laporan Mabel Azcui: Dalam rancangan undang-undang perburuhan yang baru diusulkan bonus finansial untuk memecahkan masalah tepat waktu. "Apabila seorang pekerja selama satu bulan lamanya tidak terlambat datang ke tempat kerja, dengan kelonggaran waktu hanya 10 menit per harinya, maka ia akan dihadiahkan dengan bonus tepat waktu," demikian RUU yang diajukan kepada pihak serikat buruh. Budaya Masalah jam karet ini dijumpai di banyak negara Amerika Latin. Berbagai pemerintah mencoba memecahkannya, kadang dengan sedikit sukses. Presiden Morales dari Bolivia bukanlah orang pertama di negeri itu yang mencoba memecahkan masalah ini. Banyak pendahulunya yang gagal mengubah kebiasaan yang sudah berakar kuat. Tapi ini lebih dari sebuah kebiasaan, rakyat Bolivia menganggap jam karet adalah budaya mereka, bagian dari tradisi. Pakar antropologi Carlos Ostermann di ibukota La Paz menguatkan pendapat bahwa keluwesan dengan waktu adalah cara hidup di bagian dunia ini. "Untuk warga Amerika Latin amatlah penting melakukan perbuatan yang berguna untuk kehidupan di akhirat, dan ganjarannya juga dirasakan di akhirat. Karena itu semua janji yang dibuat di bumi, tidaklah penting. Waktu itu tidak penting, yang paling penting adalah menikmati hidup." Menurut Ostermann di sejumlah wilayah Bolivia orang biasa datang terlambat dua atau tiga jam. Logika aneh Edgar Arze, sosiolog dan direktur jurusab Komunikasi dari universitas swasta Upal di kota Cochabamba, justru menekankan bahwa datang tepat waktu justru dianggap tidak pada tempatnya di kehidupan sosial Bolivia. "Kami mengembangkan sebuah logika yang justru sangat bertentangan dengan apa yang seharusnya. Mereka yang datang terlambat di sebuah pesta atau peristiwa akan diberi hadiah, mereka yang datang justru tepat waktu malah dihukum. Orang malah berpikir kamu tidak punya pekerjaan yang harus dilakukan di rumah." Pakar psikologi klinik Elba Tamez justru berpendapat bahwa budaya datang terlambat datang dari sikap warga Bolivia yang toleran. "Saya pikir orang Bolivia itu sangat emosional, peka dan toleran. Situasi separah ini tidak dijumpai di negara-negara Amerika Latin lainnya atau di negara- negara sedang berkembang, di mana orang justru harus menaati lebih banyak aturan. Di Bolivia orang lebih fleksibel, dalam arti bahwa mereka bisa mengerti dan bisa memahami orang-orang yang datang terlambat. Ada saja alasan mengapa orang datang terlambat: situasi darurat, bis yang tidak datang dll." Menunggu Bolivia mengenal satu pepatah: 'saya tidak suka menunggu, saya lebih suka orang menunggu saya.' jadi dengan kata lain, adalah tindakan benar apabila kamu membiarkan orang menunggu, tapi tidak mau jika kamu harus menunggu. Tetapi warga Bolivia tahu kalau ini bertentangan dengan norma-norma etika, misalnya menghormati orang lain. Selain itu tidak adanya ketepatan waktu menyebabkan kerugian ekonomi dan masalah disiplin terbesar di sekolah-sekolah. Bonus apabila datang tepat waktu, menurut berbagai pihak bisa menjadi jalan keluar. * ROTTERDAM BERSIAP HADAPI BONEK AYAX Final liga utama Belanda antara Ajax-Feyenoord tanggal 25 April mendatang, membikin pusing para pejabat kodya Rotterdam. Duel klasik antara dua musuh bebuyutan yang akan dilangsungkan di stadion De Kuip ini dicemaskan akan berubah menjadi ajang pertarungan antara bonek kedua kesebelasan. Ulasan Rob Kievit: Ketakutan akan pecahnya pertarungan besar-besaran antara bonek semakin diperbesar oleh kampanye yang dilancarkan bonek Ajax lewat situs mereka. mereka mengancam "akan meratakan kembali Rotterdam". Kota pelabuhan belanda ini hancur akibat hujanan bom Nazi-Jerman tahun 1940. Dan foto yang mengerikan dari kota yang hancur itu dipajang sebagai ilustrasi ancaman tersebut. Seruan untuk rusuh juga dilancarkan di berbagai situs fans Feyenoord. Daftar hitam Tapi tidak hanya fans Ajax yang membuat persoalan. Diantara para fans berat Feyenoord, juga ada bonek-bonek yang terlibat dalam baku hantam dengan polisi sewaktu pesta pantai dekat Rotterdam. Polisi melepaskan tembakan ke arah sejumlah pemuda yang merusuh sewaktu pesta pantai di Hoek van Holland Agustus tahun lalu, yang menewaskan satu orang pemuda. Para bonek Feyenoord yang terlibat dalam baku hantam itu telah menjalankan hukuman mereka, dan sekarang diperkirakan juga meramaikan duel 25 April mendatang. Sebagai bagian dari hukuman, hakim ketika itu menetapkan, para bonek dilarang tampil dalam acara-acara publik, yang boleh dibilang suatu tindakan preventif. Tetapi final liga utama Belanda tidak masuk dalam acara publik yang dilarang. Pemda Rotterdam telah meminta walikota Rotterdam, Ahmed Aboutaleb untuk memperluas daftar larangan itu, sehingga para bonek bisa dilarang ikut memeriahkan duel Ajax-Feyenoord. Aboutaleb menyatakan akan mengumumkan kebijakannya Kamis besok. Tiket masuk Pengurus Ajax secara sukarela mengembalikan sejumlah tiket yang akan dijual kepada supporter mereka, agar jumlah fans yang datang ke Rotterdam bisa ditangani kekuatan keamanan yang disediakan. Dari 10.000 tiket yang ditawarkan persatuan sepakbola Belanda KNVB, hanya 7700 fans Ajax yang ikut ke stadion De Kuip. 2300 tiket yang tersisa akan dikembalikan kepada KNVB. Tiket-tiket ini akan dijual untuk memenuhi zona netral di stadion. Para pembeli tiket hanya diperbolehkan masuk ke dalam stadion Feyenoord itu, apabila menunjukkan kartu identitas mereka terlebih dulu. Walaupun begitu pejabat pemda Rotterdam khawatir, tiket-tiket ini akhirnya akan sampai ke tangan orang-orang yang tidak dikehendaki, yaitu bonek-bonek Ajax. Kedua klub memang punya sejarah baku hantam yang cukup panjang. Tahun 1997 para bonek Rotterdam dan Amsterdam baku hantam di sebuah lahan pertanian dekat kota Beverwijk, di barat ibukota belanda Belanda ini. Seorang supporter Ajax berusia 35 tahun tewas dalam baku hantam itu. Pada akhirnya tidak ada bonek yang divonis untuk pembunuhan ini, tetapi insiden berdarah itu terus membayangi setiap pertandingan antara Ajax dan Feyenoord. * SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL, BISA JADI PASOKAN DEVISA. Sejak lima tahun lalu beberapa sekolah menengah negeri di Indonesia dijadikan sekolah berstandar internasional, atau SBI. Namun belakangan SBI mendapat julukan sekolah besar iuran, karena banyaknya pungutan dan iuran yang dibebankan pada orang tua murid. Sebenarnya sekolah negeri tidak boleh mengeluarkan pungutan, lalu mengapa SBI boleh? Digunakan untuk apa saja pungutan atau iuran itu? Bagaimana nasib murid berprestasi namun tidak punya biaya untuk sekolah di SBI? Ikuti wawancara Radio Nederland Wereldomroep dengan Sumantri, pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta. Sekolah berstandar internasional ini sebenarnya sudah mulai dicanangkan sejak lima tahun lalu. Awalnya pemerintah ingin melakukan uji coba saja. Sekolah Indonesia yang mengadakan pengajaran dalam bahasa Inggris dan standar internasional. Belakangan banyak sekolah menengah negeri yang saling berlomba memperbagus sekolahnya demi standar internasional. Ide awal pemerintah mencanangkan standar internasional ini menurut Sumantri adalah karena pemerintah ingin, daripada orang tua murid buang-buang biaya untuk sekolah anak di luar negeri lebih baik mengeluarkan biaya di negeri sendiri. Sekolah pun istilahnya menjadi salah satu pasokan devisa. Sumantri yakin pemerintah sampai saat ini belum mampu untuk membiayai sekolah-sekolah negeri menjadi sekolah bonafid berstandar internasional. Oleh karena itulah ada komite sekolah. Komite inilah yang menentukan otonomi sekolah. Misalnya seberapa banyak iuran yang diperlukan dan untuk apa. Namun lama-kelamaan pendidikan yang ada di sekolah pun kesannya menjadi pendidikan liberal, pendidikan yang berorientasi bisnis. Jika mengandalkan iuran orang tua murid demi merubah sekolah menjadi berstandar internasional maka murid-murid berprestasi yang tidak mampu tidak bisa bersaing dengan mereka yang mampu masuk SBI. Sumantri mengatakan pemerintah memang pernah mengatakan memberikan beasiswa untuk siswa berprestasi untuk masuk SBI. Namun seberapa banyak dan adil beasiswa yang diberikan untuk murid berprestasi, Sumantri tidak mengetahui jumlah kongkritnya. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
