---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 29 April 2010 13:00 UTC



** KEBEBASAN PERS MASIH BELUM TERWUJUD 

** UPACARA PEMAKAMAN BENCARA KAPAL KORSEL 

** PERINGATAN SERAGAN DI HARI RATU BELANDA 

** KEBAKARAN INSTALASI MINYAK LEPAS PANTAI 

** TINJAUAN PERS: TIMOR LESTE BELUM SIAP BANYAK ANAK DAN PESELANCAR BEROTO 
HARUS SEMBUNYI DARI KUTA  

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: UU IMIGRASI ARIZONA: SERUPA DENGAN EROPA 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MENGGUSUR DARI TANAH KELAHIRAN 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KEDATANGAN TIM KPK KE KANTOR MENKEU SRI MULYANI 
WAJAR SAJA 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: 30 TAHUN RATU BEATRIX TETAP POPULER



* KEBEBASAN PERS MASIH BELUM TERWUJUD

Demikian pernyataan lembaga independen, pengamat demokrasi, Freedom House. 
Hanya tujuhbelas persen warga dunia bisa menikmati berita tanpa sensor. 
Kekangan terhadap kebebasan pers, terutama terjadi di negara-negara Amerika 
Latin, Timur Tengah dan sebagian besar wilayah Afrika. Sementara di Asia, 
selama 2009, suasana kebebasan pers menjadi semakin longgar.

Menurut Freedom House, Rusia masih tetap merupakan salahsatu negeri paling 
represif dan berbahaya bagi media. Negara-negara lain dengan catatan kebebasan 
pers masih buruk di antaranya Belarus, Kuba, Iran, Libia, Myanmar dan Korea 
Utara. Lembaga ini menilai kebebasan pers di Indonesia membaik.

Di Eropa Barat, tidak ada pembatasan gerak bagi media. Hanya di Italia, 
kebebasan agak terganggu, karena adanya konsentrasi penguasaan media.


* UPACARA PEMAKAMAN BENCARA KAPAL KORSEL

Hari Kamis ini Korea Selatan menyelenggarakan upacara penghormatan untuk para 
korban kapal angkatan laut mereka. Kapal itu tenggelam setelah sebelumnya 
meledak, di dekat perairan Korea Utara. Empat puluh enam anggota marinir tewas. 
Sampai saat ini penyebab ledakan belum jelas. Menurut Departemen Pertahanan 
Korea Selatan kemungkinan penyebabnya adalah serangan rudal torpedo Korea 
Utara. 

Hari Kamis ini Korea Selatan mengibarkan bendera setengah tiang. Selain itu, di 
seluruh negeri berlangsung acara mengheningkan cipta selama satu menit. 
Pada upacara pemakaman, di pangkalan militer 70 kilometer dari ibukota Seoul, 
hadir 1.500 orang, terutama pejabat tinggi militer. Setelah upacara 
penghormatan, jenazah korban segera dimakamkan. Enam sisa tubuh marinir tidak 
ditemukan. Keluarga mereka akhirnya hanya membakar pakaian dan sisa 
barang-barang peninggalan korban.


* PERINGATAN SERAGAN DI HARI RATU BELANDA

Kota Apeldoorn di Belanda Tengah, hari Kamis memperingati satu tahun serangan 
Hari Ratu. Serangan itu dilakukan oleh pria bernama Karst T dan menelan tujuh 
korban jiwa. 
Pukul empat sore waktu Belanda, Ratu Beatrix dan walikota Apeldoorn, Fred de 
Graaf akan membuka monumen yang dibuat khusus untuk mengingat dan menghormati 
para korban. Monumen terletak di perempatan tempat Karst T meluncurkan 
mobilnya, melindas beberapa orang, lalu menabrakkan mobil di sebuah tugu. 

Monumen baru tempat peringatan itu dibuat oleh Menno Jonker. Monumen berbentuk 
dus berisi balon-balon kaca yang menyimbolkan kerentanan, pesta dan duka. Warna 
balon kaca tersebut adalah putih merujuk pada jiwa ketujuh korban yang ditabrak 
dan dilindas Karst T.


* KEBAKARAN INSTALASI MINYAK LEPAS PANTAI

Di bawah pengawasan Pengawas Pantai Amerika, minyak yang bocor di Teluk Meksiko 
dibakar. Ini dilakukan untuk mencegah bocoran minyak mencapai wilayah pesisir 
negara bagian Louisiana. Ujung terluar minyak bocor tersebut berada di 30 
kilometer dari pinggir pantai Louisiana. Aksi penyelamatan harus segera 
dilakukan karena daerah rawa di pinggir pantai adalah tempat berbagai macam 
jenis burung dan hewan air. 

Pekan lalu sebuah ladang pengeboran minyak lepas pantai tenggelam di Teluk 
Meksiko, setelah sebelumnya meledak. Pipa-pipa berisi minyak bocor sehingga 
tiap harinya 160.000 liter minyak bercampur dengan air laut. Perusahaan minyak 
BP, yang mengelola ladang tersebut, mencoba menutup saluran minyak dengan 
menggunakan robot bawah air. Sampai sekarang usaha itu belum berhasil. Sebagai 
alternatif rencananya sebuah kubah akan dibuat untuk menampung kebocoran.


* BALON LUAR ANGKASA JATUH DI AUSTRALIA

Sebuah balon luar angkasa, yang membawa peralatan ilmu pengetahuan bernilai 
jutaan euro, jatuh beberapa saat setelah diluncurkan. Balon itu menabrak sebuah 
pagar, lalu menghantam sebuah mobil kosong dan akhirnya hancur jatuh 
berkeping-keping. Tidak ada korban akibat kejadian ini, namun para saksi mata 
terkejut melihat kejadian itu. Sepasang suami istri melihat balon itu pecah dan 
segala macam peralatan berhamburan keluar. Pasangan ini berpikir mobil mereka 
pun akan jadi sasaran hantaman peralatan luar angkasa tersebut. Para ilmuwan 
NASA pun kaget mendengar insiden ini. Masih belum jelas kenapa kecelakaan ini 
terjadi, padahal cuaca saat itu bagus.


* POLING: AQUINO MENANG PEMILU

Menurut sebuah survey yang dilakukan di Filipina, putra mantan presiden Corazon 
Aquino akan memenangkan pemilihan presiden Filipina dengan mudah. Tiga puluh 
sembilan persen responden mengatakan mereka akan memilih Benigno Aquino dalam 
pemilu bulan depan. Hasil survey ini lebih tinggi dua persen dari hasil awal 
bulan April. Yang berada diurutan kedua dalam poling adalah jutawan pengembang 
properti Filipina Manuel Villar dan mantan presiden Joseph Estrada, 
masing-masing mendapatkan 20 persen dukungan. 

Lima puluh juta pemilih akan menyuarakan suara mereka pada tanggal 10 Mei. 
Pemiih Filipina akan memilih pengganti presiden Gloria Arroyo yang masa 
jabatannya habis tanggal 30 Juni.


* PRIA TUSUK MURID SD DI CINA

Seorang pria penggangguran menyerang sebuah sekolah di Cina Timur. Dia masuk ke 
dalam taman kanak-kanak, menusuk 28 murid TK dan tiga orang dewasa. Kondisi 
lima anak sekarang ini kritis. Penyerang berumur 47 tahun, bernama Xu Yuyuan, 
pernah menjadi tahanan setelah insiden di propinsi Jiangsu. Aksi serangan ini 
terjadi satu hari setelah berita seorang guru yang cuti sakit sejak tahun 2006 
karena penyakit kejiwaan, tiba-tiba melukai 15 murid dan satu guru lain dengan 
pisau. 

Belakangan ini penyakit kelainan jiwa meningkat di Cina. Menurut penelitian 
penyakit ini timbul akibat stress dan arus masyarakat yang semakin cepat 
berkembang.


* RAKYAT BELANDA DAPAT BINTANG KEHORMATAN

Tiap tahunnya, di Belanda, rakyat mendapatkan bintang kehormatan. Tahun ini 
lebih banyak perempuan yang mendapatkan bintang kehormatan dari pada tahun 
lalu. Totalnya adalah 1282 perempuan. Tahun lalu hanya terdapat 1181 perempuan. 
Total penerima bintang kehormatan tahun ini adalah 3746 orang. Dua pertiga 
penerima penghormatan adalah pria. Penerima bintang kehormatan termuda adalah 
seorang pria dari Opmeer, berusia 35 tahun. Dia adalah seorang pekerja sukarela 
yang bekerja untuk festival pop pada sebuah pusat pemuda. Yang paling tua 
berusia 92 tahun dari Amerika Serikat. Dia telah banyak menulis buku dan 
artikel tentang sejarah Geleen, Belanda Selatan, dan sekitarnya.


* BERITA BURSA

Indeks AEX Amsterdam merugi 0, 2 persen pada 344 poin. Bursa di Paris, London 
dan Frankfurt juga merugi 0, 2 persen. 

Kurs valuta asing
1 Euro = Rp. 11. 905
1 USD = Rp. 9. 012


* TIMOR LESTE BELUM SIAP BANYAK ANAK DAN PESELANCAR BEROTO HARUS SEMBUNYI DARI 
KUTA

Timor Leste 'kebanjiran bayi'. Demikian tulis koran NRC Handelsblad. Padahal 
negeri itu belum siap untuk menampung begitu banyak anak.Pihak gereja pun 
melarang penggunaan alat kontrasepsi. 

Negara yang baru merdeka tahun 2002 lalu itu belum begitu mapan. Kemiskinan ada 
di mana-mana. Walau pihak gereja Katolik tidak menolak mentah-mentah penggunaan 
alat kontrasepsi, mereka tetap menekankan menggunakan 'konstrasepsi alami', 
atau perhitungan kesuburan wanita dengan melihat periode menstruasinya. Namun 
cara ini tidak efektif, masih banyak orang Timor Leste yang tidak bisa membaca 
dan menulis, sehingga menghitung periode menstruasi pun sulit. 

Akibat dari tidak adanya penerangan mengenai keluarga berencana, banyak anak di 
Timor Leste kekurangan gizi. Hanya 3/4 jumlah anak-anak di sana yang bisa masuk 
sekolah dasar. Persediaan obat-obatan lengkap untuk persalinan juga terbatas. 
Oleh karena itu tingkat kematian ibu ketika melahirkan cukup tinggi. 
Pengangguran di kalangan pemuda pun nilainya cukup tinggi.

Sebenarnya bukan hanya pihak Gereja yang menentang penggunaan alat kontrasepsi, 
tapi juga budaya. Orang Timor Leste percaya: banyak anak banyak rejeki. Seorang 
ibu bernama Clara, punya 12 anak. Anak tertua berumur 27 tahun dan sudah punya 
anak juga, sedang anak bungsu Clara berumur 4 tahun. Budaya Timor juga 
menegaskan, perempuan harus bisa menghasilkan anak banyak karena mereka sudah 
'dibeli' dengan mas kawin yang mahal. Yang tidak bisa mendapatkan anak banyak, 
bisa mengambil anak pungut. Jika anak nantinya tidak bisa bersekolah, paling 
tidak mereka bisa membantu orang tua di rumah. Demikian NRC Handelsblad. 

Kita beralih ke Bali. Koran De Volkskrant membahas peredaran film dokumenter 
Cowboys in Paradise dan penahanan 28 pemuda yang dituduh sebagai gigolo. Film 
dokumenter ini dibuat oleh seorang India, Amit Virmani, yang tinggal di 
Singapura. Isu tentang gigolo seperti ini memang amat sensitif di Indonesia. 
Apalagi jika pada akhirnya terdapat nama terkenal dari negara lain, macam 
India. 

Indonesia langsung ngamuk. Halaman Youtube film tersebut langsung diumpat dan 
dikecam dan Virmani pun diancam habis-habisan. Orang Indonesia mengecam, film 
ini adalah anti Indonesia dan perusakan nama baik Indonesia yang dibuat oleh 
orang India. Virmani pun sangat kaget. Dia tiba-tiba menjadi musuh nomor satu 
di Bali. 

Sampai saat ini belum ada kabar bagaimana nasib para pemuda surfer berotot itu. 
Namun semua orang Indonesia tahu, razia semacam ini pasti akan surut, begitu 
beritanya tidak lagi dimunculkan. Untuk sementara waktu semua pemuda surfer 
berkulit sawo matang dan berbadan bagus harus sembunyi dulu dari pantai Kuta. 
Demikian NRC Handelsblad.


* UU IMIGRASI ARIZONA: SERUPA DENGAN EROPA

Negara bagian Arizona, kemungkinan membangkitkan kemarahan kubu liberal di 
Amerika Serikat, dengan meluncurkan undang-undang imigrasi baru yang ketat. 
Tetapi sejenis aturan yang sama telah diberlakukan di Eropa selama beberapa 
puluh tahun terakhir. Apakah sistem Eropa ini memang efektif? Ulasan redaktur 
Marijke Peters:

Undang-undang imigrasi di Arizona memperbolehkan polisi untuk mengintrogasi dan 
menahan siapa saja yang menurut perkiraan mereka adalah seorang imigran ilegal. 
Hal itu boleh dilakukan walaupun orang tersebut tidak diduga melakukan suatu 
tindak kriminal. UU ini juga mewajibkan orang untuk menunjukkan sebuah dokumen 
yang membuktikan mereka berstatus legal, misalnya kartu ijin tinggal permanen 
'green card' atau paspor.

Walaupun pelaksanaan undang-undang baru ini menyebabkan gelombang kejutan dan 
kemarahan di Amerika Serikat serta Amerika Latin, aturan itu hampir sama dengan 
sejumlah undang-undang Eropa yang sudah berlaku puluhan tahun. Demikian Jeroen 
Doormenik, pakar kebijakan migrasi dari Universitas Amsterdam:

Ini tidak begitu mengejutkan. Itu hampir sama dengan apa yang kita kembangkan 
di Eropa selama 20 tahun terakhir, tapi mungkin tidak bisa dikombinasikan 
dengan tradisi Amerika. Di Amerika orang punya kebiasaan: kamu tidak mau tahu 
apakah seseorag berstatus ilegal atau tidak. Selama mereka tidak melakukan 
tindak kriminal dan berpartisipasi di masyarakat Amerika. Pihak pemerintah 
selama ini tidak peduli.

Doormenik menambahkan aturan-aturan imigrasi yang diberlakukan di Eropa 
diperketat sejak tahun 1970-an, setelah Eropa kebanjiran para pekerja migran 
dan pencari suaka.

Ini memaksa pemerintah Eropa untuk mengambil langkah-langkah drastis dalam 
usaha mengurangi jumlah penduduk ilegal atau ketidakseimbangan. Secara bertahap 
berubah menjadi proses kriminalisasi, di mama pada dasarnya seseorang ditanya 
apakah ia memang berhak untuk tinggal di suatu negara atau tidak. Di Prancis 
dan Jerman sudah menjadi kenyataan sehari-hari bahwa warga ilegal berubah 
menjadi kriminal. maka kamu bisa dijebloskan penjara karena berstatsu ilegal.

Ia menekankan bahwa Jerman dan Prancis adalah contoh negara di mana seseorang 
bisa dideportasi karena tidak punya kartu identitas yang benar. Sejenis 
undang-undang yang sama juga dibicarakan di parlemen belanda, tapi sampai 
sekarang belum diresmikan.

'Inisiatif yang tidak bertanggung jawab'. 
Salah satu alasan terpenting di belakang keputusan Arizona untuk memberlakukan 
aturan tersebut, adalah karena Washington gagal menyelesaikan apa yang dianggap 
sebagai krisis imigrasi di Amerika. Arizona memang berpenduduk sedikit, tapi 
punya banyak sekali imigran. Hampir setengah juta imigran gelap tinggal di 
negara bagian itu. Demikian profesor Raymond Buve, dari Universitas Leiden:

Salah satu persoalan terbesar yang dihadapi Presiden Barack Obama adalah 
meyakinkan Kongres bahwa pemerintah federal harus emmainkan peranan penting 
untuk mengajukan UU imigrasi baru yang tegas, untuk mencegah apa yang dinamakan 
'inisiatif tidak bertanggung jawab di tingkat lokal'. Obama menganggap 
inisiatif pemerintah Arizona sebagai tidak bertanggung jawab.

Perkembangan terbaru ini memperburuk hubungan Washington dengan Meksiko dan 
menyerukan boikot ekonomi terhadap Arizona. Apakah ini dapat meyakinkan 
Presiden Obama, maka ia harus terlebih dulu bertindak tegas, sebelum 
negara-negara bagian main hakim sendiri.

Mungkin pengalaman Eropa dapat meyakinkan Obama untuk mengambil langkah 
darurat. Menurut Jeroen Doormenik, jawaban Arizona atas persoalan itu tidak 
dapat dipertahankan untuk waktu lama.

Pada akhirnya, pemaksaan UU seperti ini sangat tidak praktis dan sangatlah 
mudah mendiskriminasi seseorang. Jadi pertanyaannya: bagaimana bisa sampai 
sejauh itu? Dan mengapa mereka bisa keluar dari budaya yang selama ini hidup di 
Amerika, yaitu bersikap toleran terhadap penduduk ilegal.


* MENGGUSUR DARI TANAH KELAHIRAN

Kawasan Cina Benteng di kota Tangerang, Banten, mungkin segera jadi kenangan. 
Pertengahan April lalu, Satpol PP berseteru dengan warga yang hendak digusur 
dari bantaran Sungai Cisadane. Pekan ini mestinya batas waktu mereka digusur. 
Warga bakal digusur, tanpa ganti rugi, meski sudah menempati lokasi sejak 
sebelum Indonesia merdeka. Menggusur komunitas Cina Benteng, tak ubahnya 
menggusur kebudayaan yang sudah bergenerasi di sana. Komunitas ini juga 
istimewa karena melahirkan Tari Cokek, juga Gambang Kromong. Reporter KBR68H 
Quinawaty Pasaribu menemui warga Cina Benteng yang miskin, tak punya uang untuk 
tinggal di tempat lain. 

Ini bukanlah peringatan hari raya Imlek. Tapi ini aksi solidaritas menolak 
penggusuran warga Cina Benteng, di Tangerang, Banten. Malam itu, puluhan orang 
berhamburan di depan vihara Maha Bodhi. Ada sajian barongsai dari anak-anak 
komunitas Cina Benteng, juga sajian dari anak-anak Gereja Imanuel, dilanjutkan 
dengan pembacaan ayat Al Quran dari Taman Pendidikan Anak Mawadah. 

Kebersamaan merebak tanpa batas ras dan agama. Yang ada hanya kebersamaan. 

Sehari sebelumnya, terjadi bentrok antara warga di Kampung Lebakwangi, Tangga 
Asem dan Kokun, Tangerang, dengan Satpol PP. Ada 300-an keluarga di bantaran 
Sungai Cisadane, terancam kehilangan tempat tinggal. 

"Mana dimana, tempat tinggal saya, tempat tinggal saya ada di pinggir kali. Cha 
cha marica heheyyacha cha marica, ada di pinggir kalia" 


Mereka yang disebut 'Cina Benteng' berasal dari 3 kampung, Lebakwangi, Tangga 
Asem dan Kokun. Kata 'Benteng' berasal dari Benteng Makasar yang kini sudah 
rata dengan tanah. Benteng dulu dibangun pada zaman penjajahan Belanda, 
terletak di tepi Sungai Cisadane. 

Rencana pembangunan tanggul di Sungai Cisadane itu bakal menggusur rumah bagi 
1000 orang di sana. Juga musik gambang kromong dan tari cokek, yang lahir dari 
proses perpaduan masyarakat Cina Benteng dengan warga sekitar. 

Warga tak sudi digusur begitu saja, dicerabut dari tanah yang sudah didiami 
dari generasi ke generasi. Abu Bakar, berang. 

"Dan kita berada di bantaran Kali Cisadane ini bukan baru sehari atau dua hari. 
Atau sebulan dua bulan, tapi bahkan bukan setahun atau dua tahun. Akan tetapi 
sudah turun temurun kita sudah berada di bantaran kali Cisadane ini. untuk itu 
sewajarnya lah, kita mempertahankan keberadaan kita di atas bantaran kali 
Cisadane ini."

Edi Lim juga sudah turun temurun tinggal di sana. Ia berkeras, tempat 
tinggalnya sudah jadi sejarah keluarga. 

"Perjuangan yang kita lakukan selama ini untuk mempertahankan rumah kita bisa 
menghasilkan yang terbaik, untuk itu jagalah persatuan kita bergandengan tangan 
karena kita bukan lagi orang lain tetapi satu saudara. Kita adalah sama bangsa 
Indonesia, yang punya hak sama. Yang perlu kehidupan dan penghidupan yang lebih 
layak. Kepada saudaraku mari kita bersama, karena perjuangan kita belum usai."

Rencana penggusuran baru diketahui Juni 2009, lewat selembar surat dari Camat 
Neglasari, Habibullah. Warga Cina Benteng dianggap mengganggu kebersihan, 
keindahan dan ketertiban kota. Juga tak punya izin membangun rumah. 

Surat dikirim 3 kali. Tanpa sekalipun sosialiasi soal rencana penggusuran. 

"Pembicaraan sebetulnya belum ada, hanya camat menurunkan surat pertama, kedua, 
dan ketiga. Itu warga merasa resah. (kenapa?) Karena mereka banyak sekali yang 
tidak bisa pindah dari situ karena tidak punya dana untuk pindah. Kalaupun 
tergusur, tanpa ada sosialisasi dan kompensasi, ataupun relokasi tempat, mau 
kemana mereka? Jangan sampai, nanti warga akhirnya ada berpikir untuk bunuh 
diri massal." 

Warga sempat mengadu kepada DPRD Tangerang, begitu surat permohonan 
pembongkaran keluar pada Januari lalu. Tapi wakil rakyat itu tak bisa 
diharapkan. Tak ada jalan tengah. Warga Cina Benteng hanya minta ganti rugi. 
Betul, tanah yang mereka tempati adalah tanah negara, milik Dinas Pekerjaan 
Umum Banten. Tapi bangunan sudah dibuat dengan jerih payah hasil keringat 
bertahun-tahun. Pun di sana hidup kebudayaan khas Cina Benteng seperti Tari 
Cokek dan Gambang Kromong.

Penggusuran itu pun tiba di pertengahan April. 

Warga sudah siaga sedari pagi. Bertahan di depan jalan menuju kampung mereka. 
Jalan dibentengi dengan tubuh mereka. Laki-laki, perempuan, tua, muda; semua 
berjaga. Berupaya menghalau Satpol PP yang akan masuk dan menghancurkan rumah 
mereka. Delapan   orang terluka dalam aksi paksa penggusuran itu.

Pasca bentrokan, Camat Neglasari, Habibullah memutuskan untuk menunda 
pembongkaran selama 2 pekan. Ia menjanjikan bakal ada musyawarah. 

LBH Jakarta, pendamping warga Cina Benteng, tetap mengusahakan musyawarah 
dengan pemerintah. Penggusuran boleh saja. Tapi tanpa kekerasan, kata Direktur 
LBH Jakarta, Nur Kholis Hidayat. 

"Tapi juga yang seharusya proaktif adalah pemerintah, untuk mencapai titik 
temu, solusi untuk warga. Bagaimana pun memang mereka disitu enggak layak, 
makanya harusnya ditata ulang. Tapi penataan ulang ini kan harus membutuhkan 
koordinasi yang baik. Jadi intinya dialog, dialog yang lebih konstruktif. Kalau 
kemarin kan enggak ada dialog, yang ada maksa kamu harus pergi tanpa solusi." 

Kenapa rencana pembuatan tanggul tiba-tiba muncul, setelah warga Cina Benteng 
hidup di sana selama berpuluh tahun? Juru Bicara Pemerintah Kota Tangerang, 
Amal Herawan. 

"Pembangunan tanggul Kali Cisadane itu sudah dilakukan dari satu tahun yang 
lalu. Karena ini suatu rangkaian yang sangat panjang dan berkilo-kilo meter. 
Karena saat ini juga sudah dirasakan oleh masyarakat, ada areal-areal yang 
konturnya memang lebih rendah dan lebih tinggi. Yang tentunya itu aka nada 
hal-hal yang sifatnya rawan terhadap banjir. Yang tentunya akan mengakibatkan 
kerugian terhadap masyarakat."

Sosialisasi, kata Amal,  sudah dilakukan sejak setengah tahun silam lewat 
selembar surat. Di situ tertulis, warga diminta membongkar sendiri rumah 
mereka. Camat Neglasari, Habibullah. 

"Satu yang kita khawatirkan pertama, khawatir erosi apabila hujan deras. Kedua 
longsor, karena memang terlalu dekat. Dan yang  ketiganya, agar supaya terlihat 
lebih indah. Dalam rangka penertiban ini ya kita buatkan penghijauan. Yang 
paling utama keselamatan. Keselamatan warga."

Edi Lim menggeleng. Hidup keluarganya, dan ratusan keluarga Cina Benteng 
lainnya, justru bakal berantakan. 

"Tapi setidaknya, harus memikirkan nasib warganya sendiri. Karena ini adalah 
warga Cina Benteng dan warga dari pemerintah setempat juga. Karena kami ini 
bukan warga liar. Dalam arti kata, disini ada RT/RW, KTP, serta Kartu Keluarga 
pun sudah ada. Serta jalan setapak pun dibiayai oleh APBD. Tapi toh setidaknya, 
tolong dipertimbangkan kembali, untuk warga supaya tidak dirugikan."

Komunitas Cina Benteng menempati bantaran Kali Cisadane. Nenek moyang komunitas 
ini adalah Cina Hokkian, yang masuk dengan perahu lewat Sungai Cisadane sejak 
lebih 3 abad silam. Mereka membaur dan beradaptasi dengan kebudayaan lokal, 
sehingga kebanyakan tak bisa lagi berbahasa Cina. Logat bicara mereka malah 
lebih mirip Sunda campur Betawi. Gambang kromong dan tari cokek, merupakan 
wujud perpaduan budaya Cina dengan masyarakat lokal. 

Rata-rata warga jadi pedagang. Bukan pedagang besar, tapi pedagang kue 
keliling. Atau jadi buruh pabrik. Ada juga yang menjadi penjaga kandang babi. 
Penghasilan warga rata-rata 40 ribu rupiah per hari. 

Namun pemerintah berkeras. Penggusuran bakal terjadi, cepat atau lambat, kata 
Amal Herawan, Juru Bicara Pemerintah Kota Tangerang. 

"Berbicara kemiskinan yang selama ini dijadikan alasan untuk bisa bertahan 
tinggal di areal negara, seperti di bantaran sungai sekarang, ari dulu sudah 
kita tekankan bahwa tidak berarti dengan alasan kemiskinan tidak dapat 
seenaknya tinggal dimana saja. Berbicara soal kemiskinan, kan sejak dari dulu 
juga kan banyak masyarakat kita yang sudah miskin (sambil tertawa). Tapi dulu 
juga tidak coba untuk memanfaatkan lahan negara untuk kepentingan pribadi kan?"

Tak ada ganti rugi. Kata Amal, harusnya warga Cina Benteng berterima kasih 
kepada Pemerintah.

"Dan saya pikir mereka juga harus cukup berterima kasih kepada Pemkot Tangerang 
karena selama ini memberikan kesempatan untuk tinggal di areal tersebut hampir 
selama kurun waktu 30 tahun. Sekarang untuk kepentingan umum pula, Pemkot 
Tangerang akan memakai lagi lahan tersebut untuk kepentingan umum yang lain. 
Dengan cara ya kepada mereka yang tinggal di sepanjang sungai itu, ya segera 
membongkar bangunannya, dan silakan pindah ke tempat lain."


Loa Sun Yam atau Cik Melli nekat akan bertahan.

"Walaupun sampai beko datang, saya enggak akan pindah dari situ. Walaupun rumah 
saya nanti rata, tetap saya mendirikan tenda. Saya kan sudah lama di situ, 
bolekan dirikan rumah saya disitu. Karena kami kan di sana sudah lama. Kami 
bukan orang liar kali, bukan pendatang. Orang dari papa dari mama sudah disitu. 
Ya saya minta rumah lagi. (Kalo enggak dikasih?) Tetap saya enggak akan pindah, 
tetap saya akan disitu."


Selasa ini, mestinya jadi batas waktu yang diberikan pemkot Tangerang. Namun, 
nampaknya tragedi bentrok warga dengan satpol PP di Lagoa, Tanjung Priok pada 
pekan lalu yang menewaskan 3 orang, membuat pemkot urung menggusur paksa. Warga 
Cina Benteng dan Pemkot saling menghitung waktu, kapan mereka akan berhadapan 
kembali.


* KEDATANGAN TIM KPK KE KANTOR MENKEU SRI MULYANI WAJAR SAJA

Kedatangan tim KPK ke kantor menteri keuangan Sri Mulyani dan kantor wapres 
Boediono merupakan bagian dari proses untuk memperoleh informasi kasus Bank 
Century, krisis ekonomi global dan Jaring Pengaman Sistim Keuangan. Baik Sri 
Mulyani maupun Boediono tidak mendapat perlakuan khusus. KPK juga melakukan 
prosedur yang sama misalnya dalam soal Mahkamah Agung. Kritik bahwa KPK akan 
bisa kehilangan wibawanya, sangat berlebihan. Juga tidak jelas mengapa 
penyelidikan kasus Bank Century menimbulkan banyak emosi. Wibawa KPK ditentukan 
oleh keberhasilan memberantas korupsi, memperbaiki sistem pencegahan korupsi 
dan menangkap pelaku korupsi. Demikian Eri Riana Hardja Pamungkas mantan 
anggota KPK.   

Eri Riana Hardja Pamungkas (ERHD): Tidak ada aturan absolut (red. mutlak) yang 
mengatakan pemeriksaan harus dilakukan di kantor KPK atau kantor penegak hukum 
lain. Presedennya juga banyak. Ketika saya masih di KPK melakukan permintaan 
keterangan kepada ketua Mahkamah Agung di kantor ketua Mahkamah Agung. Beberapa 
pejabat tinggi juga dimintai keterangan dengan mendatangi kantornya. Begitu 
juga LPS begitu juga Bank Century. 
Jadi tidak ada keistimewaan sama sekali. Itu pendapat yang dilandasi oleh 
prasangka yang berlebihan saja. Menurut saya tidak ada dasarnya. Tidak ada yang 
istimewa. Bukan diskriminasi, bukan keistimewaan. Itu hal yang biasa saja. 

Radio Nederland (RN ): Dengan wapres Boediono, bagaimana? 
ERHD: Apa lagi, kalau menteri keuangan saja di kantornya, wakil presiden lebih 
sah lagi kalau diminta keterangannya di kantornya. 

RN: Bapak bisa memahami kritik terhadap permintaan informasi oleh KPK di kantor 
menkeu ? 
ERHD: Saya tidak bisa memahami. Menurut saya lebih condong untuk menilai bahwa 
itu politisisasi yang berlebihan, juga dilandasi prasangka yang berlebihan. 
Padahal yang namanya tahap penyelidikan adalah pengumpulan bahan dan keterangan 
untuk memperoleh dua bukti permulaan agar supaya satu kasus bisa dinaikan ke 
tahap penyidikan. 
Jadi menurut saya tidak ada perlu dirisaukan. Kecuali memang kalau orang punya 
agenda untuk menjelek-jelekan atau membuat label negatif terhadap seorang 
pejabat tinggi. Itu menurut saya sangat salah karena kemudian prinsip utama 
penegakan hukum yaitu praduga tak bersalah tidak berlaku. Kita harus menganggap 
semua orang tidak bersalah sampai terbukti dia memang bersalah. 

RN: Mengenai kritik bahwa kedatangan KPK di kantor menteri keuangan bisa sampai 
mendegradasi wibawa KPK dalam melaksanakan mandatnya. Bagaimana itu pak ? 
ERHD: Saya kira sama sekali salah asumsi itu karena ketidak mengertian ketidak 
pahaman atau emosi yang berlebihan karena prasangka yang juga berlebihan. Tidak 
ada keistimewaan. Wibawa KPK ditentukan bukan oleh soal teknis seperti itu. 
Kewibawaan KPK ditentukan oleh keberhasilan memberantas korupsi, menangkap 
banyak orang, memperbaiki sistim pencegahan korupsi dan sebagainya. 
Kalau emosi kebencian yang berbicara maka keluarnya seperti itu. Menurut hemat 
saya tidak pada tempatnya. 

wawancara selengkapnya dapat anda ikuti di www.ranesi.nl


* 30 TAHUN RATU BEATRIX TETAP POPULER

Beatrix Wilhelmina Armgrad van Oranje Nassau. Sejak 1980 adalah ratu dan simbol 
Belanda. Ratu Beatrix berdiri di atas semua partai dan menyatukan semua warga 
Belanda sebagai kepala negara. "Ketika dinobatkan saya bersumpah untuk 
menjunjung tinggi kehormatan bangsa". Ulasan Conny van den Bor.


Beatrix harus menghadapi banyak masalah di tahun-tahun pertama masa 
kekuasaannya. Kerusuhan pecah ketika ia menikah tahun 1966, 21 tahun setelah 
Perang Dunia II usai, dengan warga Jerman Claus Armgard. Kerusuhan juga pecah 
ketika ia diangkat sebagai Ratu - tepat 30 tahun silam. Berita kerusuhan itu 
terdengar sampai ke luar negeri.


Tak ada tempat tinggal, tak ada penobatan
Pada 30 April 1980 Beatrix dinobatkan jadi kepala negara. Ketika itu anak-anak 
muda yang tidak punya rumah, berdemo di luar dan meneriakkan 'tak ada tempat 
tinggal, tak ada penobatan'. Tapi kerusuhan itu tidak mengubah tekadnya untuk 
memenuhi jabatan kerajaan dengan cara berbeda yang berbeda dari para 
pendahulunya.

Dari awal sudah jelas bahwa sang Ratu baru ini bertolak belakang dari ibunya, 
Juliana, yang dikenal sangat keibuan dan suka tinggal di rumah. Keahlian, 
profesionalisme, menjaga jarak antara monarki dan rakyat, adalah ciri khas 
Beatrix. Itu suatu keharusan dan tetap berlaku hingga saat ini.

Beatrix menghendaki dipanggil dengan Yang Mulia dan tidak dengan Nyonya, 
seperti ibunya. Ia memilih penasehat-penasehat terbaiknya berdasarkan keahlian 
dan bukan berdasarkan hubungan kemitraan yang baik.

Perayaan Hari Ratu di Istana Soestdijk yang penuh parade, menurut Beatrix 
terlalu kerakyatan dan karena itu dihentikan. Ia menghidupkan kembali 
norma-norma tradisional kerajaan.

Kesempurnaan
Di samping itu, Ratu juga sangat sibuk dengan urusan intern kerajaan. Misalnya 
kunjungan kenegaraan harus dipersiapkan dengan sempurna. Ia juga ingin punya 
arti dan tugas yang lebih dan tidak hanya bersikap sopan dan formal. Di 
tahun-tahun selanjutnya, sikap ini justru membantu meningkatkan nama baik 
Belanda dan menjadikan Beatrix duta terbaik untuk negaranya.

Lebih dari para pendahulunya, Ratu Beatrix selalu menjaga agar citranya selalu 
berada dalam batas-batas konstitusional. Ia punya sifat tak memihak yang luar 
biasa. Tak ada orang yang penah memergoki sifat pasifismenya, sebagaimana orang 
mengenal Ratu Juliana. Dengan ciri khasnya sendiri, ia telah melakukan sejumlah 
pembaruan penting.

Peninggalan-peninggalan monarki telah dirubah secara mendasar, yang menetapkan 
kesamaan antara pria dan wanita dalam menentukan penerus mahkota.  Amalia - 
anak perempuan tertua putra mahkota Pangeran Willem Alexander - tetap menjadi 
penerus kerajaan, walaupun ia mungkin punya saudara lagi-laki.

Kerakyatan
Pembaruan terbesar Beatrix, yang terkenal akan gaya memerintah yang tegas, tapi 
justru sangat luwes dalam soal pilihan istri ketiga putranya. Tak seorang pun 
dari mereka menikah dengan anggota kerajaan Eropa lainnya.

Juga sangat mencolok bahwa keluarga kerajaan kian bersikap nasionalis. Dari 
ketiga anak Beatrix dan empat anak Putri Margriet, adiknya, hanya ada satu yang 
menikah dengan orang asing, yaitu Putra Mahkota Willem Alexander, yang menikah 
dengan Maxima Zorreguieta dari Argentina.

Kalau kelak Putra Mahkota Willem Alexander yang Protestan itu naik tahta, Ratu 
Maxima akan duduk disampingnya sebagai warga Katholik. Dan itu merupakan hal 
baru. Dari sini tampak Beatrix bukanlah dogmatis dan menyadari jaman di mana ia 
hidup.

Gaya Rambut Kerajaan
Karena kehebatannya menjaga jarak dengan rakyat, yang diciptakan secara 
hati-hati, Beatrix dicitrakan seperti ratu tanpa cela. Ini sangat membosankan. 
Mungkin karena itu rakyat seperti berpesta pora setiap kali ada gosip kerajaan 
yang bocor ke luar. Atau soal gaya rambut ratu yang khas, yang hanya pernah 
sekali berantakan. Ketika itu tahun 1999, ratu berada di Curacao dan berbicara 
dengan para korban angin topan Lenny.

Rakyat sangat menghargai momen-momen dimana Beatrix menunjukkan emosinya, 
seperti setelah drama pabrik kembang api di Enschede atau serangan di Hari Ratu 
2009. Karena walau dengan posisinya yang di atas semua partai, Beatrix yang 
hanya sekali-kali menunjukkan emosi itu tetap jadi faktor pemersatu nasional.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke