---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 30 Juni 2010 14:40 UTC



** POLISI DAN TENTARA DI BALIK FPI

** NOS TIDAK TERIMA DELEGASI TELEVISI IRAN

** AS SAMBUT BAIK BANTUAN INTERNASIONAL

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: AGEN RAHASIA DI UNIVERSITAS BELANDA

** Agen Rahasia di Universitas Belanda

** GEMA WARTA: KONGO DAN KEMERDEKAAN KEDUA

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: PRESIDEN BANK BELANDA DIKRITIK

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: JANGAN PERSOALKAN SAMPUL UNTUK TUTUPI KEBOCORAN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SENGKETA TPI: MUNGKINKAH TUTUT SEBARKAN IDE-IDE 
ORBA? 



* POLISI DAN TENTARA DI BALIK FPI
Eva Kusuma Sundari, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrasi 
Indonesia Perjuangan (PDIP) menuduh tentara dan polisi berada di balik kelompok 
radikal Islam. Menurut Eva, para preman ekstremis yang suka menyerang bar-bar, 
kelompok minoritas dan para pembela HAM itu ada kaitannya dengan para jenderal 
tentara dan polisi. Mereka melakukan itu untuk menakut-nakuti rivalnya dan 
untuk membela kepentingan bisnis. Eva curiga masih banyak oknum tentara yang 
berhubungan dengan Fron Pembela Islam (FPI). Organisasi radikal ini belakangan 
kembali melakukan perbagai kekerasan antara lain di Banyuangi dan Bekasi. Eva 
Sundari termasuk sekelompok para anggota DPR yang menuntut pemerintah untuk 
menindak tegas para preman yang menganggu pertemuan di Banyuangi tersebut. 
Ketua FPI, Habib Rizieq, menuduh, para anggota DPR itu komunis dan anti syariat 
Islam.




* NOS TIDAK TERIMA DELEGASI TELEVISI IRAN

NOS dan NPO, dua organisasi penyiaran publik Belanda memutuskan untuk tidak 
menerima kunjungan delegasi televisi negara Iran. 

Beberapa saat silam kedutaan Iran di Belanda mengajukan permohonan untuk 
kunjungan tersebut. Demikian diberitahukan oleh jubir NOS Selasa (30/06). 
Keputusan untuk tidak memenuhi permohonan kedutaan Iran itu diambil bersama 
oleh kedua belah pihak. "Kami tidak mau terlibat diskusi politik, " tandas 
jubir.


* AS SAMBUT BAIK BANTUAN INTERNASIONAL

Amerika akan menyambut baik bantuan dari dua belas negara dan berbagai 
organisasi internasional untuk membersihkan minyak di Teluk Meksiko. Hal itu 
diumumkan Kementerian Luar Negeri Amerika Selasa (30/06). Belum jelas negara 
dan organisasi mana saja yang dimaksudkan. Di antara negara yang menawarkan 
bantuan pasca bencana minyak itu adalah Belanda. 30 April lalu Den Haag 
menawarkan bantuan personil dan kapal untuk menyimpan minyak. Tapi Amerika 
memberi tahu, pihaknya belum mengambil keputusan tentang tawaran Belanda itu. 
Sejak terjadi ledakan di anjungan minyak di Teluk Meksiko 20 April, puluhan 
juta liter minyak mentah mengalir ke laut. Ratusan kilometer pantai Amerika 
tercemar. Ini adalah bencana minyak terbesar dalam sejarah Amerika.


* LANSIA AUSTRALIA CABULI GADIS THAILAND

Seorang lansia Australia (90 tahun) ditangkap di kota Chiang Mai, Thailand 
Utara. Ia dituduh mencabuli empat gadis bersaudara. Ia membujuk para gadis itu  
ke rumahnya dengan menawarkan permen. Anak-anak perempuan itu kini 
masing-masing berusia 7, 11, 12 dan 14 tahun. Demikian dilaporkan polisi 
Thailand Rabu (30/06). Pencabulan itu konon dimulai tahun 2008. Di rumah pria 
itu ditemukan berbagai film porno dan foto-foto seks.  Pria lansia bisa dihukum 
maksimal dua puluh tahun penjara.


* BADAI ALEX DI ATAS TELUK MEKSIKO

Angin puting beliung Alex, yang kini berada di atas Teluk Meksiko makin dahsyat 
kekuatannya dan berubah menjadi badai. Demikian tandas Pusat Badai Amerika NHC 
Selasa malam waktu setempat. Pihak berwajib mengawasi badai ini dengan ketat 
sehubungan dengan kebocoran minyak di Teluk Meksiko. Namun badai tampaknya 
menghindari tumpahan minyak. Alex juga tidak mendekati anjungan-anjunga lain. 
Tapi kegiatan pembersihan minyak dikurangi. Rabu dan Kamis nanti Alex akan 
berada di perbatasan Meksiko dan Amerika. Sebelumnya badai ini telah merenggut 
nyawa dua belas orang di Nikaragua, El Salvador dan Guatemala. Alex adalah 
badai pertama tahun ini di kawasan Atlantik.


* TALIBAN KLAIM SERANGAN AFGHANISTAN

Sekelompok pria bersenjata meledakkan bom mobil dan melemparkan granat ke 
markas NATO di Afghanistan. Taliban Islamis mengklaim serangan ini. Banyak 
penyerbu terbunuh dan tidak ada korban di pihak NATO dalam serangan di 
Jalalabad, Afghanistan Timur itu. Jalalabad adalah salah satu markas besar NATO 
setelah Kandahar di selatan dan Bagram di dekat Kabul. Kekhawatiran muncul 
tentang masa depan misi di Afghanistan sejak Jenderal Stanly McChrystel dipecat 
sebagai komandan NATO karena ketidakpatuhannya dan meningkatnya jumlah korban 
tewas.


* JERMAN PILIH PRESIDEN BARU

Sebuah badan khusus di parlemen Jerman siang ini waktu setempat memilih 
presiden. Koalisi pemerintah mencalonkan Christian Wulff, sementara pihak 
oposisi mencalonkan Joachim Gauck. Semula Gauck diduga akan menang, karena ia 
sangat dihormati. Tapi Wulff (51) setelah satu atau dua putaran pemilihan 
diduga bakal memikul jabatan tertinggi di Jerman. Presiden Horst Kohler 
mengundurkan diri sebulan lalu, gara-gara wawancara kontroversial. Ia baru 
terpilih lagi sebagai presiden tahun lalu. Presiden tidak begitu berkuasa di 
Jerman. Namun demikian pemilihan ini cukup tegang bagi pemerintahan Kanselir 
Angela Merkel.


* MUSIM LIBURAN BELANDA TETAP MACET

Pemerintah Belanda mengaku musim panas ini jalan-jalan akan macet. Penyebabnya 
adalah karena banyak dilakukan perbaikan jalan, sehingga jumlah lajur jalan 
yang bisa digunakan berkurang. Karena banyak yang libur, di musim panas 
jalan-jalan di Belanda biasanya sepi. Pusat Informasi Lalulintas VID 
memperingatkan, antara Juni dan September tahun jumlah total macet 800,000 jam. 
Para pengemudi kendaraan bermotor dianjurkan agar bersiap-siap menghadapi macet 
supaya tidak mendapat kesulitan. Mereka dianjurkan misalnya agar membawa air 
minum.


* INSIDEN SPIONASE RUSIA-AMERIKA

Insiden spionase tidak akan merusak hubungan Rusia-Amerika. Demikian tandas 
Kemlu Rusia. Senin lalu Kepolisian Amerika menemukan  jaringan spionase Dinas 
Rahasia Rusia SVR, yang sudah lama diawasi. Sepuluh orang tersangka kasus ini 
tertangkap di Amerika dan Siprus. Rusia membantah berita tersebut. Rusia dan 
Amerika mencoba tenang. Gedung Putih tidak mau mengeluarkan kecaman setelah 
kasus penangkapan itu. Sementara presiden Rusia Vladimir Putin berharap, 
hubungan kedua negara tidak terganggu. Rabu (30/06) koran Rusia memberitakan, 
para pejabat Rusia diperintahkan untuk tidak berkomentar supaya tidak menambah 
ketegangan.


* DAMPAK ABU VULKANIK BAGI BELANDA

Abu vulkanik Islandia berdampak banyak bagi bandara Belanda. Jumlah lalu lintas 
udara lewat berbagai bandara Belanda drastis berkurang. Demikian laporan Biro 
Statistik Pusat CBS. Karena udara penerbangan Belanda ditutup, lalu lintas 
udara pun terhenti. Pertumbuhan lalu lintas kargo juga macet. Jumlah penumpang 
pesawat di bulan April merosot 17 persen. Pertumbuhan angkutan barang menurun 
13 persen.


* AGEN RAHASIA DI UNIVERSITAS BELANDA
Redaksi RNW
Universitas-universitas teknik Belanda tidak mengambil kebijakan khusus untuk 
menghalau praktek spionase, walaupun belum lama ini badan intelijen AIVD 
menganjurkan hal tersebut. Menurut pihak universitas, memerangi spionase adalah 
urusan pemerintah.

Dalam laporan terbarunya, AIVD memperingatkan bahwa penerimaan mahasiswa asing 
membuka kemungkinan masuknya agen-agen rahasia dari badan intelijen luar 
negeri. Terutama universitas Delft, Twente dan Eindhoven berada di posisi 
rentan, karena sebagian besar penelitian teknologi nuklir, nanoteknologi dan 
bioteknologi dilakukan di universitas-universitas tersebut. 

Kuno
Ben de Jong dari Universitas Amsterdam, ahli masalah intelijen, menyatakan 
bahwa kemungkinan pengiriman agen rahasia tidak mengada-ada. Pasti ada anak 
muda yang dikirim oleh dinas intelijennya ke negara lain untuk mengumpulkan 
informasi. Menurut De Jong, praktek tersebut "sudah kuno" alias sudah dilakukan 
selama berabad-abad. 

"Salah satu cara badan intelijen mendapatkan informasi - terutama di bidang 
teknologi - adalah dengan mengirim anak muda ke luar negeri. Mereka, yang 
kadang menyamar sebagai pengungsi, lalu mendaftarkan diri ke universitas, 
mengumpulkan informasi mengenai penelitian penting dan melaporkannya pada badan 
intelijen negara asalnya. Hal ini sudah dilakukan selama berabad-abad."

Mahasiswa Iran
Beberapa tahun lalu, universitas-universitas teknik Belanda menolak menerima 
mahasiswa asal Iran. Berdasarkan peraturan PBB, pemerintah Belanda menuntut 
universitas untuk menghalagi mahasiswanya mengakses informasi-informasi 
penting, khususnya di bidang teknologi nuklir. Karena universitas tak bisa 
menjamin hal itu, akhirnya mereka menolak pendaftaran mahasiswa Iran. Para 
mahasiswa Iran, yang membawa kasus ini ke pengadilan, memenangkan perkara dan 
harus diterima di universitas. Namun kisah belum selesai, pemerintah Belanda 
mengajukan banding. Pengacara Jelle Klaas, yang mewakili mahasiswa Iran, yakin 
akan menang dalam kasus ini dengan argumen yang merujuk kepada penemuan terbaru 
AIVD:

"Semua orang bisa saja sebenarnya spionase. Perhatikan saja, orang-orang yang 
diseret ke pengadilan atas kasus perdagangan senjata dengan dinas intelijen 
asing, semuanya orang Belanda asli. Bisnis spionase pasti menghasilkan banyak 
uang. Dan kalau kita sengaja mengawasi orang asing, itu akan membangkitkan 
stigma dan rasisme."

Internet 
Klaas berpendapat, pemerintah Belanda berbuat bodoh dengan mengajukan banding 
terhadap mahasiswa Iran. Ia memprediksi, pihaknya akan kembali memeanngkan 
kasus tersebut. Ia punya satu argumen lagi agar mahasiswa asing tidak dilarang 
kuliah di universitas-universitas Belanda.

"Dari penelitian kasus ini, saya tahu, tak ada informasi berbahaya di 
universitas-universitas Belanda. Semua informasi yang dimiliki universitas bisa 
diakses oleh umum dan bisa  ditemukan di internet. Anda bebas meminta data-data 
itu, jadi sama sekali tak ada gunanya mengawasi mahasiswa asing secara ketat."


* Redaksi RNW
Universitas-universitas teknik Belanda tidak mengambil kebijakan khusus untuk 
menghalau praktek spionase, walaupun belum lama ini badan intelijen AIVD 
menganjurkan hal tersebut. Menurut pihak universitas, memerangi spionase adalah 
urusan pemerintah.  
Dalam laporan terbarunya, AIVD memperingatkan bahwa penerimaan mahasiswa asing 
membuka kemungkinan masuknya agen-agen rahasia dari badan intelijen luar 
negeri. Terutama universitas Delft, Twente dan Eindhoven berada di posisi 
rentan, karena sebagian besar penelitian teknologi nuklir, nanoteknologi dan 
bioteknologi dilakukan di universitas-universitas tersebut. 
Kuno
Ben de Jong dari Universitas Amsterdam, ahli masalah intelijen, menyatakan 
bahwa kemungkinan pengiriman agen rahasia tidak mengada-ada. Pasti ada anak 
muda yang dikirim oleh dinas intelijennya ke negara lain untuk mengumpulkan 
informasi. Menurut De Jong, praktek tersebut "sudah kuno" alias sudah dilakukan 
selama berabad-abad. 
"Salah satu cara badan intelijen mendapatkan informasi - terutama di bidang 
teknologi - adalah dengan mengirim anak muda ke luar negeri. Mereka, yang 
kadang menyamar sebagai pengungsi, lalu mendaftarkan diri ke universitas, 
mengumpulkan informasi mengenai penelitian penting dan melaporkannya pada badan 
intelijen negara asalnya. Hal ini sudah dilakukan selama berabad-abad."
Mahasiswa Iran
Beberapa tahun lalu, universitas-universitas teknik Belanda menolak menerima 
mahasiswa asal Iran. Berdasarkan peraturan PBB, pemerintah Belanda menuntut 
universitas untuk menghalagi mahasiswanya mengakses informasi-informasi 
penting, khususnya di bidang teknologi nuklir. Karena universitas tak bisa 
menjamin hal itu, akhirnya mereka menolak pendaftaran mahasiswa Iran. Para 
mahasiswa Iran, yang membawa kasus ini ke pengadilan, memenangkan perkara dan 
harus diterima di universitas. Namun kisah belum selesai, pemerintah Belanda 
mengajukan banding. Pengacara Jelle Klaas, yang mewakili mahasiswa Iran, yakin 
akan menang dalam kasus ini dengan argumen yang merujuk kepada penemuan terbaru 
AIVD:
"Semua orang bisa saja sebenarnya spionase. Perhatikan saja, orang-orang yang 
diseret ke pengadilan atas kasus perdagangan senjata dengan dinas intelijen 
asing, semuanya orang Belanda asli. Bisnis spionase pasti menghasilkan banyak 
uang. Dan kalau kita sengaja mengawasi orang asing, itu akan membangkitkan 
stigma dan rasisme."
Internet 
Klaas berpendapat, pemerintah Belanda berbuat bodoh dengan mengajukan banding 
terhadap mahasiswa Iran. Ia memprediksi, pihaknya akan kembali memeanngkan 
kasus tersebut. Ia punya satu argumen lagi agar mahasiswa asing tidak dilarang 
kuliah di universitas-universitas Belanda.
"Dari penelitian kasus ini, saya tahu, tak ada informasi berbahaya di 
universitas-universitas Belanda. Semua informasi yang dimiliki universitas bisa 
diakses oleh umum dan bisa  ditemukan di internet. Anda bebas meminta data-data 
itu, jadi sama sekali tak ada gunanya mengawasi mahasiswa asing secara ketat."




* KONGO DAN KEMERDEKAAN KEDUA

Rabu ini Kongo merayakan 50 tahun kemerdekaannya. Utang negara itu sudah 
dibebaskan, tapi bagi mayoritas warga Kongo hampir tidak ada alasan untuk 
merayakan hari kemerdekaan ini. Laporan Koert Lindijer dari Kinshasha:

Kinshasha ibukota dari Republik Demokratik Kongo yang rusak sekarang sudah 
kelihatan segar. Dengan air mancur besar di alun-alun 30 Juni. Jalan di pusat 
kota yang hancur diubah menjadi jalan delapan jalur oleh sebuah perusahaan 
Cina. Dinding-dinding bangunan dicat dan timbunan sampah disingkirkan. Ini 
semua sehubungan perayaan 50 tahun kemerdekaan Kongo. Negara terbesar di Afrika 
di Selatan Sahara ini kemungkinan adalah yang paling parah tertimpa bencana di 
benua tersebut.

Tanpa Bir
"Yang kaya merayakannya di pusat kota, tetapi untuk kami yang tinggal di 
perkampungan kumuh, tidak ada yang harus dirayakan," kata Thierry Nandu pekerja 
bangunan dengan nada pahit.

Di perkampungan lain, Christophe Gbenye yang berusia 83 tahun duduk di 
kegelapan di depan rumahnya. Tidak ada sarana listrik di kampungnya. Istrinya 
mengangkat air dari parit ke dapur. "Tidak, cita-cita kami mengenai keadilan 
sosial, tidak tercapai. Di Kongo para pemimpin bisa seenaknya mencuri uang 
negara. Tapi saya mengerti hal itu. Karena saya tidak mencuri, maka saya 
sekarang hidup dalam kemiskinan." Gbenye tidak punya alasan untuk bergembira. 
"Mayoritas warga Kongo bahkan tidak punya uang untuk membeli bir merayakan hari 
ini."

Gbenye adalah salah satu dari empat menteri yang masih hidup dari kabinet 
pemerintah Kongo yang pertama pimpinan perdana menteri Patrice Lumumba. Mukanya 
terlihat tidak gembira, "saya tidak diundang untuk merayakannya. " Mungkin 
alasannya untuk tidak membuat malu Raja Belgia yang diundang. Karena setelah 
pembunuhan Lumumba tahun 1961, Gbenye memimpin pemberontakan tahun 1964 yang 
membunuh tujuh waga sipil Belgia yang disandera. "Saya tidak lagi menyimpan 
rasa dendam terhadap orang Belgia", katanya. "Hari ini saya ingin menjabat 
tanga Raja Belgia. Belgia telah membentuk Kongo dan berbuat banyak banyak untuk 
kami."

Kegagalan
"Ketika itu kami sangat nasionalis. Kami melawan tentara Belgia dan diktator 
Mobutu yang ingin menjajah kembali negara ini. Kami gagal mencapai cita-cita 
kami." Gbenye melanjutkan, "generasi tua Kongo akhirnya menerima kegagalan 
setelah kemerdekaan ini. Jutaan orang tewas akibat perang, kemiskinan, dan 
pemerintah korup. Kongo adalah negara yang paling banyak kasus pemerkosaannya 
di dunia, yang dilakukan para pemberontak dan tentara pemerintah. Negara 
tersulit untuk berbisnis."

Banyak politisi Kongo menyalahkan orang asing sebagai penyebab situasi yang 
menyedihkan di negara itu. memang sebagian tuduhan itu benar. kemungkinan 
pemerintah belgia membantu pembunuhan Lumumba dan Amerika membantu Mobutu untuk 
berkuasa. Selama 31 tahun masa pemerintahannya Mobutu dikenal sebagai koruptor 
nomor satu di Afrika. Sebagian besar bantuan Barat langsung dimasukkan ke dalam 
rekening banknya di luar negeri. Dan saat ini Kongo masih harus membayar utang 
sebesar 9 milyar dolar.

Kaya Raya
Tidak hanya Barat yang menikmati kekayaan alam Kongo saat ini. Keuntungan yang 
didapat dari pertambangan emas dan tembaga, membuat sejumlah kecil warga Kongo 
kaya raya. Kelompok kecil elite ini dididik di luar negeri dan sangat 
nasionalis. 'Politisi yang kaya hanya perlu menggunakan sebagian kecil 
keuntungan dari hasil tambang ini untuk membeli elektorat misalnya dengan 
hadiah mesin jahit. Dengan sistem ekonomi yang lebih menekankan pada sektor 
pertanian dan mengurangi ekspor kekayaan alam, maka warga Kongo akan punya 
lebih banyak pemasukan. Akibatnya kelompok elite tidak akan punya pengaruh yang 
begitu besar, sementara politik dabn ekonomi lebih maju dari sekarang."

Retorik
Setelah kemerdekaan Kongo PBB mengirim pasukan perdaiaman untuk mengurangi 
kerusuhan di negara tersebut. Juga setelah perang tahun 1998 - 2003, PBB 
kembali turun tangan. Perasaan nasionalis memang dibangkitkan sehubungan 50 
tahun kemerdekaan Kongo. "Pada saat perayaan, Presiden Joseph Kabila bisa 
meminta PBB untuk meninggalkan negeri tersebut. Dan IMF serta Bank Dunia bisa 
menghapus utang milyaran dolar selama rejim Mobutu. Jadi secara retoris Kabila 
bisa mengatakan, Kongo mulai memasuki kemerdekaan kedua. Jadi ada alasan bagi 
kami untuk merayakannya."


Kader:
Indonesia juga membantu misi perdamaian PBB di (Republik Demokratik) Kongo, 
dengan mengirim Kontingen Garuda (Konga) II di tahun 1960 dipimpinan Solichin 
GP) dan III tahun 1962, dipimpin Kemal Idris. 

Kontingen Garuda XX/A, B, C dan D dikirim ke Kongo mulai September 2003 hingga 
2008. Setiap kontingen bertugas selama 1 tahun.


* PRESIDEN BANK BELANDA DIKRITIK

Posisi presiden Bank Sentral Belanda tampak tak bisa tergoyahkan. Namun sejak 
terbitnya laporan tentang hancurnya sebuah bank kecil Belanda yang bangkrut, 
Bank DSB, Presiden yang sekarang, Nout Wellink, dikritik habis-habisan. Komisi 
Scheltema mengeluarkan putusan keras tentang peran Bank Sentral Belanda dalam 
kasus pailitnya perusahaan milik bankir Dirk Scheringa itu. Menurut mereka bank 
sentral Belanda seharusnya tidak memberikan ijin perbankan dan bertindak lebih 
tegas. Laporan Erik Klooster. 

"Struktur direksi DSB tidak cocok pada sebuah bank. Dengan latar belakang itu, 
Bank Belanda seharusnya menuntut jaminan untuk kebijakan seimbang dalam 
pembentukan organisasi - juga untuk mencegah terjadinya konflik kepentingan. 
Jadi, Bank Belanda harus tetap berpegang pada pendiriannya bahwa perbaikan 
perlu dilakukan sebelum mengeluarkan ijin perbankan." 

Demikian ketua komisi Michiel Scheltema.

Ijin perbankan
Menteri keuangan demisioner, Jan Kees de Jager mendukung kesimpulan komisi 
Scheltema, termasuk dalam hal pemberian ijin perbankan: 

"Rentannya struktur DSB telah diakui Bank Belanda. Tapi sedikit kesimpulan yang 
diambil darinya, serta terlambat. Itu harus lebih baik. Melihat semua ini, ijin 
yang diberikan pada tahun 2005 seharusnya tidak dikeluarkan."

De Jager ingin menyelidiki bagaimana bisa memperkuat pengawasan interen Bank 
Belanda. Menurutnya kebijakan pengawasan harus lebih sering dievaluasi dan 
dinilai tim pakar independen. 

Imbauan kepada nasabah
Baru pertengahan 2009 Bank Sentral Belanda mau turun tangan. Tapi rencana ini 
gagal akibat imbauan kepada semua nasabah DSB untuk mengambil uang mereka dari 
bank yang bangkrut itu. Nasabah secara massal mengakses tabungan mereka. Ini 
mempercepat hancurnya DSB. Menurut Scheltema, kebangkrutan bisa dicegah, tanpa 
imbauan tersebut. Imbauan semacam itu harus dihukum, kata Scheltema. De Jager 
pun sependapat. 

Mengenai posisi presiden Wellink, terutama partai-partai kiri parlemen 
mempertanyakan apakah ia bisa tetap memegang jabatannya. Kendatipun politik 
tidak punya kewenangan di bidang itu. Jolande Sap, anggota partai kiri hijau, 
GroenLinks meragukan apakah Wellink bisa menyelesaikan masa jabatannya di Bank 
Belanda. 

"Wellink juga perwujudan budaya yuridis dan hukum. Ia harus bertanggungjawab 
untuk itu. Tapi saya ragu apakah ia mampu melakukannya. Fraksi KiriHijau 
berpendapat Wellink sulit dipertahankan sebagai presiden bank sentral Belanda."

Sidang dengar pendapat
Ewout Irrgang dari partai sosialis SP tidak langsung mendukung pengunduran diri 
Wellink. Menurutnya Wellink tak bisa ditunjuk kembali sebagai presiden DNB. 
Rabu ini parlemen menyelenggarakan sidang dengar pendapat tentang laporan 
komisi Scheltema dan dalam kesempatan itu juga ingin mendengarkan pendapat 
Wellink sendiri. Partai liberal konservatif VVD, partai buruh PvdA dan partai 
Kristen demokrat CDA ingin mendengar dari Wellink, apakah ia mendukung semua 
perbaikan yang diusulkan.


* JANGAN PERSOALKAN SAMPUL UNTUK TUTUPI KEBOCORAN

Polisi Indonesia berencana menggugat Majalah Tempo secara Pidana dan Perdata, 
terkait laporan utama Rekening Gendut Perwira Polisi. Lembaga penegak hukum 
tersebut merasa sampul majalah telah melukai hati polisi. Radio Nederland 
berbincang dengan pemimpin redaksi Majalah Bambang Harimurti dan pengamat pers 
Lukas Luwarso.

Bambang Harimurti: Kalau merasa demikian, karena menyangkut soal pers, gunakan 
UU Pers, silahkan ke Dewan Pers. Tentu di Dewan Pers nanti, saya tidak akan 
terlibat. Karena saya punya benturan kepentingan di situ. 

Tapi kalau polisi ini melapor, siapa pelapornya? Karena kita tahu di 
negara-negara yang demokratis lembaga publik seperti kejaksaan, polisi itu, 
tidak punya hak untuk merasa tercemar nama baik institusinya. 

Kalau perdata, yang dirugikan siapa? ini terbalik. Seharusnya masyarakat yang 
ramai-ramai melakukan gugatan class action kepada polisi. Ini kan data-data 
rekening sudah lama ada. Kami di Tempo merasa publik harus tahu. Ini hak publik.

Lukas Luwarso: Saya kira polisi agak naiK kalau mempersoalkan sampul. Karena 
itu kan kemasan saja. Substansinya lebih utama. Mempersoalkan sampul untuk 
menutupi keboborokan institusi, itu kan sangat tidak kreatif. 

Untuk mendengarkan klik di bawah ini: 
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/jangan-persoalkan-sampul-untuk-tutupi-kebobrokan


* SENGKETA TPI: MUNGKINKAH TUTUT SEBARKAN IDE-IDE ORBA?

Sengketa kepemilikan saham Televisi Pendidikan Indonesia TPI masih terus 
berlanjut. Pagi ini Hary Tanoesoedibjo, CEO Media Nusantara Citra (MNC), 
perusahaan induk TPI telah melapor ke Polda Metro Jaya. Ia melaporkan dugaan 
pemalsuan surat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait pengambilalihan 
TPI oleh Siti Hardiyati Rukmana alias Mbak Tutut. 

Sengketa ini pertama berdampak terhadap pekerja media karena itu berimplikasi 
pada hilangnya pekerjaan, kata Margiono, koordinator advokasi Aliansi Jurnalis 
Independen AJI.

Hak masyarakat
Dampak kedua adalah terhadap hak masyarakat untuk mendapat hiburan dan 
informasi apabila sengketa ini berlanjut pada penutupan TPI sebagai sebuah 
media televisi. Jadi ini mengancam hak masyarakat yang selama ini menikmati 
hiburan, informasi maupun pendidikan yang ditayangkan oleh TPI. 

Margiono memang mengakui unsur pendidikan masih ada, namun dengan porsi yang 
jauh lebih kecil dibanding dahulu. 

Bukan soal konten
Koordinator advokasi AJI ini tidak yakin bahwa di bawah Tutut, TPI akan kembali 
mengedepankan pendidikan. Namun, tambahnya, bukan itu yang dipermasalahkan di 
sini. 

"Yang dipermasalahkan adalah kepemilikan saham. Jadi bukan soal konten siaran. 
Tidak ada jaminan, bahkan tidak ada janji untuk mengedepankan pendidikan. Ini 
sengketa kepemilikan saham."

Menurut Margiono, dalam hal konten, TPI di bawah kepemimpinan Hary Tanoe atau 
Tutut, dampaknya sama saja. Konten dibuat para produser. Yang menjadi masalah 
adalah ketika upaya-upaya itu dilakukan dengan menduduki, kekuatan kekerasan, 
karena itu mengganggu para wartawan dan pekerja media lain yang bekerja untuk 
melayani audiensnya mendapat informasi, pendidikan dan hiburan. 

"Itu kan cara-cara yang bukan hanya tidak etis, tapi ilegal."

Bisnis
Siti Hardiyati Rukmana putrinya Soeharto. Mungkinkah ia menyebarkan ide-ide 
Orde Baru? Menurut Margiono terlalu dini, karena sengketanya bukan soal 
ideologis. Itu prasangka yang agak terlalu jauh, karena masalahnya bukan 
ideologis, melainkan bisnis. 

Tapi, tambahnya, ada kemungkinan untuk itu. 

"Karena keluarga Soeharto selama ini mendominasi kepemilikan tv-tv swasta. Yang 
awal-awal berdiri dalam beberapa tahun terakhir ada tv-tv swasta baru, dan ada 
yang pindah kepemilikan. Mungkin aja ada agenda untuk kembali mendominasi 
industri televisi. Tapi apakah itu alasannya politik, saya belum yakin. Mungkin 
aja sekedar alasan bisnis semata."

Jalan keluar atas sengketa ini menurut Margiono adalah kembali ke masalah 
hukum. Jadi mana, apa yang benar, itu semua bisa dibawa ke pengadilan. Tidak 
boleh dengan cara-cara kekerasan, menduduki, memobilisasi preman. 

"Percayakan saja kepada proses hukum."

Untuk mendengarkan klik di bawah ini:

http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/sengketa-tpi-mungkinkah-tutut-sebarkan-ide-ide-orba


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke