---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 29 Juni 2010 14:10 UTC



** INDONESIA DAN TURKI PERERAT HUBUNGAN

** MATA-MATA RUSIA DITAHAN AMERIKA

** GEMA WARTA, TOPIK BELANDA: BELANDA PECAT TUKANG POS

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PGI BANTAH KRISTENISASI DI BEKASI YANG DITUDUH 
FPI 

** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL:DI PALESTINA BIOSKOP JENIN DIBUKA LAGI!



* INDONESIA DAN TURKI PERERAT HUBUNGAN

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Turki untuk mempererat hubungan 
ekonomi kedua negara. Presiden SBY adalah presiden Indonesia pertama yang 
mengunjungi Turki selama 25 tahun. Setelah bertemu dengan presiden Turki 
Abdullah Gul dan para petinggi Turki lainnya, presiden Indonesia akan 
menghadiri forum bisnis di Istanbul. Kedua negara adalah anggota organisasi 
konperensi Islam, dan akan mempererat hubungan bilateral. Hubungan dagang 
antara kedua negara kini sebesar 1,4 miliar euro.


* MATA-MATA RUSIA DITAHAN AMERIKA

Amerika Serikat menahan 10 orang yang dituduh aktif sebagai mata-mata untuk 
Rusia. Mereka dilatih oleh dinas rahasia Rusia dan bertugas menyusup ke dalam 
dunia politik. Mereka juga dituduh mencuci uang ilegal. Penahanan ini adalah 
hasil penyelidikan yang lama dan mendalam dari departemen kehakiman, dinas 
rahasia FBI dan negara bagian New York. Masih ada tersangka ke sebelas yang 
belum ditahan.


* WASHINGTON KIRIM DIPLOMAT SENIOR KE JAKARTA

WASHINGTON KIRIM DIPLOMAT SENIOR KE JAKARTA

Presiden Barack Obama mengangkat  Scot Marciel, diplomat yang berpengalaman 25 
tahun dengan kawasan Asia Tenggara sebagai duta besar untuk Indonesia. Selain 
wakil menteri luar negri urusan Asia Timur, ia juga pernah menjabat duta besar 
Amerika Serikat untuk ASEAN. Pengangkatan ini masih harus disetujui Senat. 
Obama yang pernah tinggal di Indonesia, bertujuan mempererat hubungan dengan 
negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini yang dianggap sebagai mitra 
ideal karena proses demokratisasi yang berjalan mulus.


* AKTIVIS RADIKAL DIVONIS

Mohammad Jibril Abdurahman, penerbit dan bloger radikal dijatuhi hukuman 5 
tahun  penjara atas tuduhan membantu aksi teror pemboman dua hotel mewah di 
Jakarta tahun lalu. Sidang pengadilan kemudian diselingi teriakan protes para 
wanita berbusana muslim yang menentang vonis. Vonis ini lebih rendah dari 7 
tahun yang dituntut jaksa. Mohammad Jibril menggunakan nama Amirul Mujahidin 
sebagai bloger. Ia adalah penerbit  tulisan radikal dan ditahan di kantor 
penerbitannya Ar-Rahman. Ia dituduh menyimpan informasi tentang kejahatan 
teroris dan pemalsuan dokumen dan bisa diganjar hukuman kurungan maksimal 15 
tahun. Sikapnya yang sopan menyebabkan hukuman yang lebih ringan, demikian 
hakim Haryanto di pengadilan Jakarta Selatan.


* AMSTERDAM SEMAKIN MURAH

Dalam daftar kota termahal di dunia, Amsterdam turun ke peringkat 35. Hal ini 
diumumkan konsultan Mercer yang setiap tahun menerbitkan daftar kota termahal 
untuk orang asing atau expat. Tahun lalu Amsterdam masih bercokol di peringkat 
29. Tahun ini Luanda, ibukota Angola adalah kota termahal pada peringkat 
pertama, diikuti oleh Tokio. Pada peringkat ketiga Ndjamena ibukota Tsad. Dalam 
penyusunan daftar ini diikut-sertakan harga sewa rumah, transportasi, makanan, 
pakaian dan barang-barang keperluan rumah tangga.


* KEJAHATAN PERANG TIMOR LESTE

Para pelaku kejahatan perang di Timor Leste selama periode pendudukan 
Indonesia, 1975-1999, kini masih bebas. Demikian Amnesty International, LSM 
hak-hak asasi manusia internasional. Presiden Ramos Horta menolak tekanan 
internasional, baik PBB maupun LSM internasional untuk menyeret  mereka yang 
terlibat kejahatan perang ke meja hijau. Amnesty International meminta 
pmerintah di Dili untuk tidak memberi amnesti lagi kepada mereka. Presiden 
Ramos Horta memberi amnesti kepada Joni  Marques, pemimpin milisia yang 
dijatuhi hukuman 33 tahun serta Maternus Bere yang dituduh melakukan pembunuhan 
masal terhadap warga sipil pada tahun 1999. Ia diekstradisi ke Indonesia 
sebelum divonis. Ramos Horta berpendapat, keadilan harus dipertimbangkan dengan 
mengikut-sertakan kepentingan ekonomi dan politik Timor Leste sebagai tetangga 
negara besar Indonesia.


* BANK SENTRAL BELANDA DIKRITIK
 
Ijin yang diberikan kepada bank Belanda DSB yang bangkrut adalah kesalahan Bank 
Sentral Belanda. Bank kecil ini bangkrut pada tahun 2009 ketika atas himbauan 
seorang pembawa acara konsumen para nasabah menarik uang mereka secara 
besar-besaran. Dengan memberi ijin perbankan, Bank Sentral  Belanda menaruh 
risiko, para nasabah DSB ternyata mendapat pinjaman hipotik yang terlalu mahal. 
Laporan kritis ihwal peran bank sentral Belanda tidak mengoyahkan kepercayaan 
menteri keuangan Belanda Jan Kees de Jager terhadap Bank Sentral Belanda.




* Buku Hitam Pemilu Belanda

Radio Nederland menyerahkan kepada parlemen Belanda,  buku hitam pengalaman 
para pemilih Belanda di luar negri. Dalam buku hitam ini dikumpulkan berbagai 
masalah yang dialami mereka yang mau ikut pemilu 9 juni lalu,, tapi karena 
masalah komunikasi atau prosedur tidak bisa mencontreng. Misalnya lambatnya 
pengiriman surat pemilihan lewat pos, salah alamat, dan masalah pendaftaran 
yang terlalu singkat. Sekitar setengah juta warga negara Belanda menetap di 
luar Belanda. Suara mereka mewakili 8 kursi dalam Majelis Rendah yang terdiri 
dari 150 kursi. Hanya 46 ribu warga Belanda yang mendaftarkan diri. Seorang 
warga Belanda di Indonesia mengeluh, pos ditempatnya meminta waktu 3 minggu 
sebelum sampai dan mengirim kembali memakan waktu 2 minggu. Kenapa pemerintah 
Belanda tidak mengirimnya dengan pos kilat? Demikian salah satu tanggapan yang 
diterima Radio Nederland.


* BELANDA PECAT TUKANG POS

Upah borongan dan gaji di bawah upah minimum. Sektor pos komersial Eropa 
bersaing ketat. Akibatnya, ribuan tukang pos Belanda kehilangan pekerjaan. 
Melihat persaingan berat serta berkurangnya jumlah surat dan paket, tak ada 
pilihan lain bagi TNT Post, perusahaan yang dulunya milik negara ini. Tapi 
menurut para kritikus, Belanda terlalu cepat meliberalisasi sektor posnya. 
Laporan Johan Huizinga. 

Walaupun reorganisasi ini sudah diumumkan sebelumnya, baru akhir pekan lalu 
rencana ini diwujudkan. Semua karyawan yang bekerja lebih dari 25 jam per 
minggu akan kehilangan pekerjaan. Pemecatan paksa pun dilakukan. 
  
Bagi Gerard van Os dan banyak rekannya, keputusan tersebut berarti akhir karier 
mereka dalam dunia kerja. Van Os sudah 37 tahun menjadi tukang pos. 
  
"Saya 57 tahun. Perusahaan ini makin menua. Rata-rata usia karyawannya 52 
tahun. Mereka tidak punya peluang lagi di pasar tenaga kerja dan tidak punya 
pilihan lain. Situasi pasar pun buruk. Tingkat pendidikan tukang pos rendah. 
Sedikit sekali peluang kerja untuk mereka yang berusia 50 tahun ke atas. 
Apalagi yang berusia 55 tahun ke atas, mereka tidak dianggap dalam masyarakat."
  
Tak adil
Van Os merasa jadi korban liberalisasi sektor pos Eropa. Menurut Komisi Eropa, 
persaingan yang makin ketat bisa mengakibatkan tarif lebih rendah serta 
efisiensi lebih banyak. Tapi dalam prakteknya, hal ini terutama mengakibatkan 
upah lebih rendah bagi tukang pos dan persaingan tidak adil. Para tukang pos 
sangat frustrasi. 
  
"Mereka frustrasi karena telah bekerja keras agar perusahaan ini tetap sehat 
secara finansial. Kantung masih penuh surat. Mereka juga merasa dikhianati 
politik. Mereka mengerti betul persaingan memang diperlukan. Mereka juga paham 
reorganisasi itu perlu kalau jumlah surat dan paket berkurang. Tapi mereka 
tidak bisa mengerti mengapa politik membiarkan persaingan tidak adil itu."
  
Upah minimum
Persaingan tidak adil dipicu perusahaan pos baru yang sebagian besar stafnya 
adalah karyawan paruh waktu atau freelancer. Mereka dibayar untuk tiap surat 
atau paket yang diantar. Serikat buruh telah membuat perjanjian sehingga 
freelancer ini diubah kontraknya menjadi kontrak tetap.  Tapi dalam prakteknya, 
perusahaan pos baru mengabaikan perjanjian tersebut, kata Sharon Gesthuizen, 
anggota parlemen dari partai sosialis SP.
  
"Serikat buruh sudah lama mengatakan, perjanjian dengan perusahaan pos baru 
sebenarnya terlalu lunak. Jadi mereka ingin mendapat dukungan politik. 
Politiklah yang harus berusaha sehingga bisa dibuat perjanjian tegas, sehingga 
juga perusahaan pos baru membayar upah yang layak. Tapi imbauan ini kurang 
didengarkan politik."
  
Belanda cukup dini meliberalisasi sektor pos serta mengizinkan masuknya 
perusahaan baru. Namun pada waktu yang sama tidak memberi cukup jaminan untuk 
upah yang layak bagi tukang pos. Kebijakan serupa di negara-negara seperti 
Jerman dan Belgia secara umum diatur dengan lebih baik. Karena itu, Belanda 
bisa dibilang agak beda di Eropa. 
  
Alasan bahwa juga persaingan internet dan e-mail menuntut pemecatan paksa, 
dibantah keras Gesthuizen. Penelitian Departemen Ekonomi menunjukkan, dalam 
sepuluh tahun belakangan, jumlah surat dan paket hanya mengalami penurunan 
kecil, yakni dari 5,4 menjadi 5,1 milyar.


* PGI BANTAH KRISTENISASI DI BEKASI YANG DITUDUH FPI

PGI Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia dukung imbauan para anggota DPR agar 
pemerintah menindak tegas Front Pembela Islam FPI yang mengumumkan 'perang' 
terhadap Kristen. Menurut FPI, umat dan pihak gereja di bekasi dan sekitarnya 
melakukan Ktistenisasi. Tapi apa yang dimaksud dengan Kristenisasi? Menurut 
Jerry Sumampauw, itu hanya interpetrasi FPI sendiri karena kegiatan umat 
Kristen di Bekasi selalu dilakukan hanya oleh umatnya sendiri dan di dalam 
lingkungan gereja mereka sendiri. Sekretaris eksekutip didang Diakonia PGI 
Jakarta itu juga menyayangkan bahwa selama ini pemerintah yang dimaksud adalah 
aparat keamanan nampak menutup mata atas tindak kekerasan FPI terhadap umat 
maupun pengrusakan gedung-gedung gereja. 

Jerry Sumampauw (JS) : Saya kira kalau daerah Bekasi saya yakin ngak ada lagi 
Kristenisasi. Yang ada disana praktek-praktek Kekristenan yang bergereja yang 
biasa. Bahkan di beberapa tempat disana selama bertahun-tahun terjadi 
intimidasi dan lain-lain oleh kelompok seperti ini. Jadi kalau tuduhannya 
Kristenisasi saya kira itu tuduhan yang tidak berdasar kalau dalam konteks 
Bekasi.  Itu yang pertama. Yang kedua saya kira kalaupun ada Kristenisasi 
sebetulnya pihak FPI tidak punya kewenangan untuk melakukan penindakan lewat 
proses intimidasi dan aksi-aksi main hakim sendiri yang selama ini mereka 
lakukan terhadap Kekristenan atau gereja-gereja khususnya di daerah Bekasi dan 
sekitarnya. 
Kita ini kan negara hukum. Mereka tidak punya kewenangan untuk melakukan 
langkah-langkah atau perilaku seperti itu. Jadi kalau ada upaya untuk menindak 
tegas perilaku-perilaku seperti ini saya kira itu kita dukung karena memang 
selama ini sudah banyak kasus dimana praktek-praktek yang mereka lakukan itu 
seolah-olah dibiarkan oleh negara. 

Radio Nederland (RN) : Menurut Eva Kusuma Sundari dari PDI-P satu-satunya jalan 
menindak FPI adalah melarang ormas tersebut. Kita semua tahu bahwa tidak ada 
tindakan dari aparat keamanan menindak pelaku kerusuhan dan aksi-aksi kekerasan 
tersebut. Imbauan PDI-P mungkin merupakan jalan terakhir lewat parlemen. 

JS : Kami gereja-gereja sebenarnya merasa seolah-olah memang aparat keamanan 
itu takut juga terhadap mereka karena banyak kasus yang mereka lakukan ternyata 
tidak ada penyelesaiannya samasekali. Atau bahkan dalam aksi-aksi mereka, ada 
aparat disitu tapi mereka leluasa melakukan pelecehan-pelecehan, diksriminasi 
lewat kata-kata atau tidakan-tindakan fisik. Itu dibiarkan oleh aparat. Saya 
kira perlu ada penyikapan yang lebih tegas terhadap kelompok-kelompok seperti 
ini karena tindakan atau praktek-praktek mereka sudah sangat merugikan dan 
meresahkan sampai membuat takut.

Sebetulnya kelompok masyarakat yang lain khususnya tentu kelompok masyarakat 
yang bergabung dalam gereja-gereja Kristen yang ada di Bekasi dan sekitarnya. 
Langkah ini sebenarnya langkah yang sudah ditunggu-tunggu oleh gereja-gereja 
sejak lama bahkan sudah sering kita dorong, baik di parlemen maupun lewat 
pemerintah begitu. 

Tinggal bagaimana follow-up dari ini. Jangan sampai ini hanya panas-panas 
sebentar kemudian setelah itu tidak ada responnya samasekali atau tidak ada 
follow-up dan kemudian diam begitu. Kita juga mungkin perlu klarifikasi bahwa 
sering kali definisi Kristenisasi itu hanya sesuai dengan definisi mereka 
sendiri. Jadi praktek-praktek dimana yang sebetulnya merupakan kegiatan rutin 
gereja di Bekasi dan sekitarnya oleh mereka juga dianggap sebagai praktek 
Kristenisasi. Disini kami kurang paham apakah memang ini karena mereka tidak 
paham atau seperti apa ? Tapi kami tidak merasa begitu karena selama ini 
kegiatan-kegiatan yang sama sudah terjadi 

wawancara selengkapnya dapat anda ikuti di : www.ranesi.nl


* DI PALESTINA BIOSKOP JENIN DIBUKA LAGI!
Marcus Vetter, pembuat film berkebangsaan Jerman, sibuk menyelesaikan proyek 
restorasi sebuah bioskop di Jenin, yang terletak di Tepi Barat, Palestina. 
Lebih dari dua dekade lalu, bioskop ini ditutup oleh militan Palestina. 
Irris Makler 
Pada 2007 Marcus Vetter membuat film dokumenter di Jenin - dan sekarang, ia 
berada di sana untuk membangun bioskop agar bisa mempertontonkan karyanya. Film 
dokumenternya, The Heart of Jenin, berkisah tentang Ahmed Khatib, seorang bocah 
Palestina yang dibunuh tentara Israel ketika sedang bermain dengan 
pistol-pistolan di kamp pengungsian di Jenin. Orangtua Ahmed kemudian 
memutuskan mendonorkan organ-organ putra mereka  untuk menyelamatkan nyawa 
anak-anak lain - baik anak-anak Arab maupun Israel. 
Proyek Besar
"Bioskop Jenin mewakili rasa keterikatan. Ibarat cinta, jika Anda tak merasa 
terikat, tak seorang pun akan mempercayai Anda," kata pembuat film Jerman 
Marcus Vetter. 
Film dokumenter yang dibuatnya memenangkan banyak penghargaan, namun film ini 
belum bisa diputar di Jenin, tempat kisah tersebut terjadi. Satu-satunya 
bioskop di kota itu ditutup oleh militan Palestina, lebih dari dua dekade lalu. 
Orangtua Ahmed meminta bantuan Vetter untuk merenovasi dan membuka kembali 
bioskop itu. Dengan bioskop tersebut, mereka ingin membuka kesempatan baru 
untuk anak-anak lokal. Vetter setuju, walau ia belum pernah terlibat proyek 
pembangunan gedung.
"Saya sadar, saya tak bisa cuma 'membantu' membuka bioskop. Tidak mungkin. Ini 
kerja berat. Saya bisa saja cuma membantu mengumpulkan dana, namun itu tak ada 
artinya. Dalam proyek ini, cuma mengumpulkan dana serupa dengan korupsi," kata 
Vetter. 
Vetter mengerjakan proyek ini dengan cara yang tidak biasa. Ia tidak mencari 
dana sebelum memulai proyek. Ia langsung membangun. Boro-boro dapat bayaran 
besar, para arsitek dan insinyur Jerman yang membantu sama sekali tidak 
dibayar. Mereka semua sukarelawan. 
"Langsung bertindak. Itu yang kami lakukan di sini. Langsung renovasi, tak usah 
banyak omong. Dan lakukan segalanya dengan semangat," kata Vetter, menuturkan 
filosofinya. 
Proyek ini ambisius. Mereka merenovasi bioskop indoor dan membangun bioskop 
outdoor. Mereka juga membangun kafe dan penginapan, serta memulai produksi film 
dan mendirikan perusahaan distribusi.

Roger Waters
Sampai sekarang proyek ini sudah memakan dana lebih dari setengah juta euro. 
Sebagian besar dana datang dari pemerintah Jerman, sisanya adalah donasi 
perusahaan swasta dan perorangan. 
Tapi mereka tak pernah punya banyak dana. Awal tahun ini saja, misalnya, Vetter 
kehabisan uang. Ia mengirim surat kepada 6 donatur, menyatakan ia butuh 90.000 
euro untuk menyelesaikan proyeknya. Salah satu donatur membalas suratnya. 
Donatur itu adalah musisi legendaris Inggris Roger Waters, anggota band Pink 
Floyd.
"Setelah bertemu dengan orang-orang yang terlibat dalam proyek ini, saya merasa 
berempati terhubung dengan mereka. Setidaknya, yang bisa saya lakukan cuma 
menyumbangkan uang untuk menyelesaikan proyek tersebut," kata Waters, ketika 
diwawancara lewat telepon. 
Oposisi
Namun, tak semua orang Palestina mendukung proyek ini. Awal tahun ini, kaum 
intelektual Palestina mengkritik bioskop Jenin. Mereka menyatakan, pembangunan 
ini adalah proyek kerja sama dengan Israel. Mereka menentang pembangunan 
bioskop jika tentara Israel tetap berada di Tepi Barat. 
Namun, seperti halnya tekad orangtua Ahmed Khatib, kepercayaan dari penduduk 
Jenin membangkitkan semangat dan komitmen Vetter terhadap proyek ini. Bagi 
mereka, bioskop Jenin adalah impian. 
Orangtua Ahmed ingin agar anak muda di kota itu bisa menikmati apa yang tak 
bisa didapat anak mereka - kesempatan, masa depan, dan keamanan. Ketika 
meninggal, Ahmed menyelamatkan nyawa lima anak yang mendapat organ-organnya. 
Dengan bioskop Jenin, yang dibangun untuk mengenang Ahmed, orangtuanya 
berharap, Ahmed bisa menyentuh hidup lebih banyak orang lagi. 
Hal yang sama juga dilontarkan manajer proyek Fakhri Hamad: 
"Kami memulai proyek ini dengan gagasan sederhana, yaitu untuk membangun tempat 
bagi anak-anak Jenin. Namun proyek ini berubah jadi besar. Sekarang, penduduk 
Jenin bisa membuktikan bahwa mereka siap menerima budaya lain, siap menerima 
kedamaian dan dialog."
Pembukaan
Bioskop Jenin hampir selesai. Rencananya, pembukaan bioskop outdoor  akan 
digelar tepat waktu untuk menyiarkan final Piala Dunia. Sedangkan pembukaan 
resmi bioskop indoor dijadwalkan pada Agustus 2010.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke