---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Minggu 04 Juli 2010 12:20 UTC



** PENDUDUK CINA 1,39 MILYAR

** NASIB DISIDEN KUBA

** LEDAKAN BOM DI RAMADI



* PENDUDUK CINA 1,39 MILYAR

Beijing (Reuters) - Pada tahun 2015, untuk kali pertama, jumlah penduduk 
perkotaan Cina, akan lebih banyak dari penduduk pedesaan. Pada tahun itu, lebih 
dari 700 juta warga Cina akan tinggal di daerah perkotaan. Demikian laporan 
kantor berita Xinhua.
Li Bin, Direktur Komisi Nasional untuk urusan Kependudukan dan Keluarga 
Berencana, menyatakan, jumlah penduduk di negeri paling padat sedunia ini, akan 
meningkat, dari 1,32 milyar orang pada tahun 2008, menjadi 1,39 milyar pada 
tahun 2015.
Jumlah penduduk berusia di atas 60 tahun, akan mencapai angka lebih dari 200 
juta orang. Setelah itu, setiap tahun, jumlah orang berusia di atas 60 tahun, 
akan bertambah delapan juta orang.


* NASIB DISIDEN KUBA

Havana (ANP/AFP) - Sabtu kemarin Pemerintah Kuba mengumumkan bahwa tokoh 
pembangkang Guillermo Farinas, mungkin tidak lama lagi akan meninggal. 

Sikap keterbukaan ini cukup mengejutkan, karena biasanya media di Kuba tidak 
pernah memberitakan tentang nasib disiden. Media Kuba sepenuhnya dikendalikan 
oleh negara. Walaupun demikian, pemberitaan sama sekali tidak menyebut penyebab 
kemungkinan kematian disiden ini, yaitu aksi mogok makan menentang pemerintah.

Guillermo Farinas mogok makan sejak 24 Februari lalu. Menurut seorang dokter 
yang mendampinginya, keadaan yang bersangkutan sangat kritis. Ia menderita 
infeksi virus dan sumbatan darah pada urat leher. Guillermo Farinas melancarkan 
aksi mogok makan menyusul kematian seorang tokoh disiden lain, setelah 
melakukan aksi mogok makan selama 84 hari.


* LEDAKAN BOM DI RAMADI

Falluja (Reuters) - Hari Ahad ini, seorang wanita pelaku bom bunuhdiri 
meledakkan diri di kompleks kantor pemerintahan propinsi Anbar, di Irak Barat. 
Ledakan yang terjadi pada saat Wakil Presiden Amerika, Joe Biden, sedang 
berkunjung ke Baghdad ini, menewaskan dua jiwa dan melukai tujuh orang lainnya.
Menurut polisi, ledakan terjadi di ruang pendaftaran pengunjung, di kompleks 
perkantoran yang dijaga ketat, di kota Ramadi, sekitar 100 kilometer dari 
Baghdad. Korban luka-luka berada dalam keadaan kritis.
Sejak serbuan tentara Amerika pada tahun 2003, propinsi Anbar yang merupakan 
daerah gurun, menjadi pusat perlawanan kalangan muslim Sunni. Dua kota utama di 
propinsi ini, Ramadi dan Falluja sering menjadi arena pertempuran sengit.


* EROPA EKSPOR SAMPAH BERACUN

Brussel (ANP) - Eropa mengekspor sangat banyak bahan makanan dan kimia, yang di 
Eropa sendiri merupakan barang terlarang. Demikian penjelasan Herman Koeter, 
mantan pejabat pengawas keamanan bahan pangan Uni Eropa, EFSA, dan organisasi 
pengembangan dan kerjasama ekonomi, OECD.

"Contoh nyata adalah DDT. Bahan pembasmi serangga ini di Eropa merupakan barang 
terlarang. Namun ekspor DDT ke Afrika tetap berjalan terus. Juga dalam ekspor 
bahan pangan. Pengusaha Eropa mengganti kemasan makanan yang sudah kadaluwarsa 
dengan bungkus baru. Sementara ikan yang sudah dinyatakan mengandung terlalu 
banyak air raksa atau dioksin, tidak jarang dijual ke negara-negara yang sedang 
berkembang," kata Herman Koeter.

Warga Belanda berusia 62 tahun ini, sekarang mengelola organisasi nirlaba, 
Orange House Partnership. Kegiatan organisasi ini memberi pelatihan kepada 
lembaga pengawas bahan makanan dan kimia di Afrika, Cina dan negara-negara 
berkembang mengenai berbagai bahaya yang ada.


* LONGSOR DI CINA SELATAN

Beijing (ANP) - Regu penyelamat berhasil menemukan 42 mayat, korban bencana 
longsor yang terjadi Senin lalu di desa Dazhai, di Cina Selatan. Sementara itu, 
57 orang dinyatakan hilang. Dan tampaknya tipis harapan mereka akan ditemukan 
dalam keadaan hidup. Demikian pengumuman kantor berita Cina, Xinhua.

Dalam tempo beberapa menit, lebih dari 100.000 meter kubik lumpur dan batu 
melanda desa Dazhai. Jumlah itu, sama dengan isi empatpuluh kolam renang 
standar Olimpiade. Seluruh penduduk desa sepenuhnya kaget menghadapi bencana 
mendadak ini.

Longsor terjadi menyusul hujan deras selama beberapa hari, yang mengguyur 
daerah Cina Selatan. Kerugian akibat cuaca buruk ini luar biasa. Dalam jangka 
waktu satu bulan, jumlah korban tewas sudah lebih dari 235 jiwa. Ribuan rumah 
tempat tinggal roboh. Sementara kerugian di bidang ekonomi mencapai milyaran.


* POLISI TANGKAP PENCURI TELUR PENYU

San Salvador (ANP/EFE) - Polisi El Salvador menyita sekitar 5.000 telur penyu 
jenis langka. Seorang pria warga Nikaragua dan seorang pria warga Guatemala 
mencoba menyelundupkan telur tersebut melintasi perbatasan El Salvador, untuk 
dijual. 

Demikian pemberitaan koran Diario de Hoy, Sabtu lalu, berdasarkan informasi 
dari polisi. Warga Nikaragua dan warga Guatemala tersebut, kini berada dalam 
tahanan.

Polisi menangkap dua warga Amerika Tengah ini ketika mobil yang mengangkut 
telur tersebut melintasi perbatasan Honduras - El Salvador. Telur penyu itu 
berasal dari Nikaragua.
    
Dua pria ini menghadapi ancaman tiga hingga lima tahun hukuman penjara, atas 
tuduhan mencuri telur binatang langka. Menurut beberapa ilmuwan, penyu di 
pantai Nikaragua termasuk jenis yang nyaris punah.


* PENGHEMATAN ANGGARAN BELANJA INGGRIS

London (ANP/AFP/RTR) - Pemerintah Britania Raya memerintahkan semua departemen 
mempersiapkan pengurangan anggaran belanja sebanyak empatpuluh persen. Demikian 
pengumuman Departemen Keuangan di London.

Departemen Pertahanan dan Departemen Pendidikan mendapat keringanan. Departemen 
Pertahanan cukup dengan penghematan sebanyak sepuluh persen, sementara 
Departemen Pendidikan duapuluh persen. Departemen Kesehatan dan Departemen 
Kerjasama Pembangunan mendapat pengecualian, tidak perlu melakukan penghematan. 
Selanjutnya, jurubicara Departemen Keuangan menambahkan angka-angka ini masih 
bisa berubah.

Saat ini Britania Raya mempunyai defisit anggaran sebesar 163 milyar pound 
sterling, setara dengan 197 milyar euro. Defisit ini bernilai lebih dari 
sebelas persen produk bruto nasional.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke