--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 19 Juli 2010 14:20 UTC ** BP KELUARKAN SEKITAR 4 MILIAR DOLAR ** KECELAKAAN KERETA API DI INDIA ** PEMILIHAN PRESIDEN DI SURINAME ** GEMA WARTA, TINJAUAN PERS: OLAH RAGA SUMO DI JEPANG DAN PUSAT PENANGANAN PENCARI SUAKA DI KALIDERES ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: GERAK JALAN TEREBSAR SEDUNIA DI NIJMEGEN ** GEMA WARTA, TOPIK INDONESIA: FATWA KOPI LUAK, PERLUKAH? ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: MENULIS UNTUK MENINABOBOKAN PEMBACA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SHERYL TOLAK FOTO TERBARU PUTRA-PUTRINYA ** GEMA WARTA; DANA UNTUK PENANGGULANGAN AIDS MENURUN ** GEMA WARTA, TOPIK BELANDA; PELAYANAN KEBIDANAN UNTUK KELUARGA BELANDA DI LUAR NEGRI * BP KELUARKAN SEKITAR 4 MILIAR DOLAR Kebocoran minyak di Teluk Meksiko, menyebabkan perusahaan minyak BP mengeluarkan dana sebesar 3,95 miliar dolar. Hal ini diumumkan Senin ini. Dua minggu lalu dana yang dikeluarkan BP masih berkisar sekitar 3,12 miliar dolar. Di samping ongkos memperbaiki kebocoran dan pembersihan minyak yang masuk laut dan berceceran di pantai, BP juga dihadapi tuntutan ganti rugi. Puluhan ribu orang yang merasa dirugikan menuntut ganti rugi. BP sudah menempatkan tutup baru di atas sumur minyak yang bocor pada kedalaman 1500 meter. Sejak itu minyak tidak mengalir lagi ke laut. Sejak Kamis lalu, BP mengadakan uji coba untuk memeriksa ketahanan sumur minyak dan dasar laut terhadap tekanan berat setelah kebocoran ini ditutup. * KECELAKAAN KERETA API DI INDIA Sekitar 57 orang tewas dalam tabrakan kereta api di Sainthia, yang terletak di negara bagian Benggali Barat. Kereta api penumpang menabrak dari belakang kereta api penumpang lain yang sedang berhenti. Tabrakan dahsyat ini menyebabkan beberapa gerbong terpental. Regu penyelamat menarik korban yang luka-luka dan tewas dari dalam berbagai gerbong. Setiap hari sekitar 18 juta orang India menggunakan jasa kereta api. Perusahaan kereta api India mengalami masalah perawatan yang tidak memadai dan kekurangan gerbong serta peralatan. * PEMILIHAN PRESIDEN DI SURINAME Mantan pemimpin militer Suriname, Desi Bouterse mendapat cukup dukungan untuk dipilih menjadi presiden. Setelah ia mendapat dukungan dari pemimpin partai pesaingnya, Ronnie Brunswijk, Bouterse kini juga didukung oleh partai Aliansi Rakyat pimpinan mantan ketua parlemen, Paul Somohardjo, yang adalah keturunan Jawa Suriname. Dengan demikian Desi Bouterse akan mendapat 36 suara, 2 lebih yang dibutuhkan untuk terpilih. Kalau ia toh gagal meraih jumlah ini Bouterse akan ikut putaran kedua. Lawannya adalah Chandrikaprasad Santhoki, menteri kehakiman yang berasal dari partai Front Baru * KOREA UTARA BUKA BENDUNGAN Pemerintah Pyongyang membuka bendungan yang terletak dekat perbatasan dengan Korea Selatan. Tujuannya menampung air sebuah waduk yang penuh dengan air hujan. Korea Utara menyatakan memberitahu sebelumnya kepada Korea Selatan. Semenanjung Korea sudah berhari-hari dilanda hujan deras. Seoul menyatakan sudah siap menampung air yang akan mengalir ke sungai Injin di pertabatasan kedua negara. Koran Korea Selatan, Chosun Ilbo menulis, pemberitahuan Korea Utara ini bertujuan memperbaiki hubungan dengan Korea Selatan yang tegang. Seoul menuduh Korea Utara menenggelamkan salah satu kapal angkatan lautnya pada akhir Maret lalu. 46 militer Korea Selatan tewas. Seoul mengancam akan membalas dan Korea Utara menyatakan akan melakukan perang total. Akhirnya Korea Utara minta maaf untuk insiden ini, sesuatu yang jarang dilakukan pemerintah komunis di Pyongyang. * PHILIPS CATAT LABA Perusahaan elektronika Belanda Philips mencatat laba bersih 262 juta euro dalam kuartal kedua tahun ini. Hasil positif ini lebih besar dari pada ramalan para analis. Penyebabnya adalah hasil di berbagai pasar negara-negara yang berkembang pesat. Penghematan dan pertumbuhan penjualan menambah hasil keuntungan ini. Omset naik 20 persen, terutama penjualan televisi berkaitan dengan piala dunia sepak bola di Afrika Selatan. Di bidang penjualan lampu LED juga dicatat kenaikan omset sebesar 20 persen. Perusahaan ini mengharapkan keuntungan bruto pada 2010 akan di atas margin 10 persen. * UDARA PANAS ANGKA KEMATIAN NAIK Belanda dilanda cuaca cerah dengan suhu udara 28 derajat sejak 23 juni sampai 12 juli. Ini adalah 6 derajat lebih tinggi dari suhu yang normal untuk periode ini. Menurut Biro Pusat Statistik Belanda, suhu tinggi ini menaikkan angka kematian dengan kira-kira 500. Menurut penelitian statistik ini, temperatur yang tinggi berdampak kenaikan angka kematian. Setiap kenaikan 1 derajat Celsius berarti tambahan kematian 30 orang dalam seminggu. * BILL CLINTON KRITIK PENANGGULANGAN AIDS Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton berpendapat bukan saja dunia politik yang harus berusaha lebih keras memperbaiki kinerja penanggulangan aids. Ia mengritik juga berbagai lembaga bantuan aids yang kinerjanya sangat memboroskan dana, misalnya dana transpor untuk para pakar aids di negara-negara bersangkutan. Kinerja yang mengandalkan hemat adalah perlu dalam masa krisis ekonomi ini. Demikian Bill Clinton yang menghadiri konperensi international ihwal AIDS di Wina sebagai wakil yayasan yang ia dirikan, Clinton Foundation. Yayasan ini antara lain aktif mendukung penyaluran obat anti aids yang murah di negara-negara berkembang dan penurunan ongkos perawatan para pasien aids. * DANIEL SAHULEKA TERIMA PENGHARGAAN Penyanyi Belanda keturunan Indonesia, Daniel Sahuleka mendapat hadiah kebudayaan dari pemerintah daerah Winterswijk di Belanda Timur. Ia mendapat penghargaan ini karena berjasa mengembangkan musik pop. Adalah aneh demikian laporan penghargaan Belanda yang pertama ini, Daniel Sahuleka sudah menjadi warga kehormatan Jakarta, dan menerima penghargaan PAPRI, organisasi musisi, komponis dan aransir Indonesia tapi belum pernah mendapat penghargaan Belanda.. * OLAH RAGA SUMO DI JEPANG DAN PUSAT PENANGANAN PENCARI SUAKA DI KALIDERES Olahraga sumo pernah menjadi kebanggaan Jepang. Tapi kini banyak orang Jepang malu atas banyaknya skandal yang melibatkan pegulat sumo: judi ilegal, perkelahian, penggunaan narkoba serta hubungan dengan mafia. Demikian tulis harian Trouw. Juni silam, pegulat sumo terkenal Asashoryu ramai disorot media Jepang. Ia mabuk dan terlibat perkelahian. Khalayak umum begitu terkejut dengan berita ini, sampai-sampai Asashoryu terpaksa menghentikan kariernya. Juga rekannya, Kotomitsuki, serta pelatihnya diskors Organisasi Sumo Jepang. Pegulat dan pelatih bertaruhan puluhan ribu euro, sesuatu yang terlarang di negeri tersebut. Organisasi Sumo juga telah menskors sedikitnya sepuluh orang lain. Akibatnya turnamen sumo terbesar Jepang hanya diikuti tujuh bintang pegulat. Mafia Skandal lain adalah hubungan pegulat sumo dengan dunia mafia. Pada pertandingan Mei lalu, sekelompok anggota mafia yakuza duduk di deretan depan. Sejak dulu, pegulat dan yakuza saling mengagumi. Sekolah kecil sumo tidak memiliki sponsor dan karena itu sangat menghargai setiap bantuan dana dari yakuza ini. Tahun lalu seorang murid berusia 17 tahun dipukul sedemikian kuat sampai meninggal dunia. Pelatihnya luar biasa keras. Memukuli murid dianggap bagian dari latihan. Tapi karena sekolah sumo sangat tertutup, para murid tidak bisa mengeluh dan meninggalkan sekolah ini. Kini ketua Organisasi Sumo telah diganti seorang mantan jaksa. Menteri Pendidikan Jepang, Kawabata, memperingatkan, ini adalah kesempatan terakhir untuk memulihkan kembali citra olahraga sumo. Demikian tulis Trouw. Suaka Beralih ke topik kedua: Rumah Detensi Imigrasi di pemukiman Kalideres, Jakarta, dijaga sangat ketat. Tahun 2008 gedung direnovasi dengan biaya dari Departemen Imigrasi Australia. Tahun lalu Australia memberi dana sebesar 11 juta dolar Amerika kepada Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) untuk memperbaiki kebijakan pencari suaka Indonesia, memberi pengungsi perawatan media dan mendorong mereka secara sukarela pulang ke negara asal. Demikian tulis harian sore NRC Handelsblad. Negeri ini mengeluarkan puluhan juta dolar per tahun agar pengungsi ditahan di Indonesia dan tidak menyeberang laut dan masuk Australia. Setiap kapal pengungsi baru bisa menjadi ancaman bagi pemerintah partai buruh dalam pemilu mendatang, yang kemungkinan digelar dua bulan lagi. Dikabarkan, bulan ini Australia memberi Angkatan Laut Indonesia dua kapal patroli untuk menahan pengungsi kapal, meminjamkan pesawat serta perlengkapan komputer untuk menyelidiki penyelundupan manusia. Namun ini tidak cukup. Tahun ini, tindakan ini malah memancing rekor dengan 6000 pengungsi, tulis NRC Handelsblad. PM Australia Jullia Gillard dari Partai Buruh terpaksa mengambil tindakan tegas. Pekan lalu ia mengumumkan rencana membangun tempat penampungan pengungsi di Timor Leste. Pengungsi kapal yang tiba di Australia akan dibawa ke negara kecil dan miskin itu. Organisasi PBB untuk Pengungsi, UNHCR, kemudian menetapkan siapa akan bisa ditempatkan di negara lain. Memalukan bahwa negara kaya dan besar seperti Australia harus meminta Timor Leste melaksanakan tugas yang seharusnya dilakukan sendiri, tulis NRC Handelsblad. Tidak jelas apakah tempat penampungan penampungan di Timor Leste jadi dibangun. Parlemen Timor Leste secara unanim menolak rencana tersebut. Demikian NRC Handelsblad. * GERAK JALAN TEREBSAR SEDUNIA DI NIJMEGEN Klaas den Tek Norwegia, Afrika Selatan, Israel, Cina dan Amerika. Dari berbagai penjuru dunia datang banyak orang yang ingin berpartisipasi dalam gerak jalan Nijmeegse Vierdaagse. Ajang gerak jalan terbesar sedunia ini akan berlangsung di Nijmegen, Belanda Selatan, selama empat hari. Sampai Jumat (23/07) mendatang peserta akan berjalan sejauh 20, 30 atau 40 kilometer untuk meraih sebuah medali: salib Nijmegen. Gerak jalan Nijmeegse Vierdaagse adalah acara unik. Tiap tahunnya puluhan ribu orang mendaftarkan diri dalam pawai gerak jalan di kota Nijmegen dan sekitarnya. Sudah bertahun-tahun acara ini menarik perhatian dunia internasional. Tahun ini 48.435 orang mendaftarkan diri, namun akhirnya hanya 45.000 yang boleh ikut serta. Antusiasme David Ferron berasal dari Afrika Selatan. Ini adalah pertama kalinya ia ikut serta dalam gerak jalan Nijmeegse Vierdaagse. Ferron akan kuliah di Nijmegen selama beberapa bulan, ia khusus datang ke Belanda lebih awal untuk mengikuti gerak jalan Vierdaagse. Di Afrika Selatan, olahraga gerak jalan tidak lazim. Apalagi jika Anda punya mobil. "Saya tahu, provinsi Gelderland, Belanda, sangat terkenal atas rute jalan kaki jarak jauh. Ini adalah acara gerak jalan terbesar di dunia. Lagipula, ini tempat fantastis untuk berjalan kaki. Semua orang ikutan. Semuanya antusias. Saya suka jalan kaki dan bersepeda. Belanda adalah tempat yang tepat untuk keduanya." Pada September 1909 gerak jalan Vierdaagse pertama digelar dan ditujukan terutama untuk tentara. Minggu ini, sejumlah tentara dari sekitar 23 negara ikut serta. Selama ajang gerak jalan berlangsung, mereka tinggal di kamp militer Heumensoord, di pinggir Nijmegen. Virus Pada 1928 peserta asing pertama ikut serta. Tahun ini, sekitar 60 kebangsaan berbeda ambil bagian. Dick de Groot dari International Marching League - organisasi gerak jalan internasional - tahu alasannya: "Nijmeegse Vierdaagse seperti virus. Sekali terjangkit, Anda akan kembali lagi ke sini. Ini adalah salah satu ajang gerak jalan tertua di dunia. Dalam pertandingan sepak bola, kekacauan sering terjadi. Namun gerak jalan beda lagi. Pada akhir ajang gerak jalan di Nijmegen, jutaan orang akan berkumpul. Dan tak akan ada kekacauan. Yang ada cuma pesta besar. Semua orang saling menyukai." Henny Vreden yang berkebangsaan Suriname juga terjangkit virus Nijmeegse Vierdaagse. Ia sudah tiga puluh kali ikutan ajang ini. Walau rute tiap tahunnya sama, Vreden sama sekali tidak bosan. "Yang menyenangkan adalah suasananya. Orang-orang yang ditemui. Dan panorama alam yang beragam. Ketika berjalan di kota Nijmegen, banyak bangunan indah. Lalu ketika sudah keluar kota, pemandangan alam tak kalah indah: suasana pedesaan terasa. Keragaman suasana ini penting, dan yang pasti juga menyenangkan." Pegunungan Tiap tahunnya, banyak delegasi luar negeri mengunjungi Nijmegen. Tahun ini delegasi Cina dari Beijing yang jadi tamu. Mereka mencari inspirasi di Nijmegen untuk acara Mentougou Beijing 2010, ajang gerak jalan dua hari melewati pegunungan, yang akan digelar September mendatang. Pieter Lambrechtse, yang mengawal delegasi Cina, pernah menggelar gerak jalan di negara tirai bambu itu untuk orang-orang Belanda. "Orang-orang Cina menganggap ajang Nijmeegse Vierdaagse luar biasa. Kami harus terus-menerus menekankan bahwa mereka tak boleh meniru acara ini. Mereka harus tetap menggelar acara yang sesuai dengan budaya dan program mereka. Tapi, kami bisa membantu Cina mengadakan gerak jalan internasional yang terorganisir dengan baik. Cina amat sensitif soal itu." Nijmeegse Vierdaagse dimulai Selasa sampai Jumat ((20-23/07) mendatang. Pada hari terakhir para pejalan disambut di Nijmegen oleh keluarga dan teman-teman dengan bunga gladiol. Setelah itu, mereka akan menerima Vierdaagsekruis, salib Nijmegen: penghargaan resmi ajang gerak jalan ini. * FATWA KOPI LUAK, PERLUKAH? Ketua Majelis ulama Indonesia (MUI) Ma'aruf Amin berusaha mengeluarkan fatwa tentang kopi luwak. Untuk itu ia akan berbicara dengan dua organisasi besar, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama atau NU. Kopi ini adalah hasil produk yang mungkin membuat orang mual jika mengetahuinya. Biji kopi yang dijadikan kopi luwak adalah hasil pencernaan binatang yang bernama luwak. Dengan kata lain, biji kopi ini adalah hasil buang air besar luwak. Kenapa kopi ini berkualitas tinggi? Karena luwak memilih biji kopi yang paling matang dan baik. Tapi karena biji kopi ini keluar lewat dubur luwak, maka wajar kalau banyak orang, terutama umat Islam, menganggap kopi ini najis. Tidak Mendesak Kamami Zada dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU tidak sependapat untuk mengeluarkan fatwa tentang kopi yang dikenal sangat mahal ini. Namun ia menambahkan bahwa ini pendapat pribadinya: "Memang itu persoalan hukum Islam, di mana umat Islam perlu tahu posisi hukumnya seperti apa. Tapi bagi saya fatwa kopi luwak itu belum begitu mendesak." Ia menambahkan, bahwa konsumen kopi ini sangat terbatas. Menurut tokoh muda NU ini, hal-hal mendesak yang harus diselesaikan sekarang banyak sekali, misalnya soal mafia hukum dan pemberantasan korupsi. Khamami Zada: "Misalnya kalau saja MUI ini membuat fatwa tentang mafia hukum dan aparat yang korupsi, baik yang kecil maupun yang besar, itu akan lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia untuk memperbaiki pemerintahan daripada mengurusi soal kopi luwak." Fatwa Namun apakah masalah korupsi, misalnya, harus difatwakan? Bukahkah tindakan ini jelas dilarang agama atau haram hukumnya? Memang status hukum korupsi jelas haram, tandas Khamami, tapi MUI hendaknya berperan memperingatkan masyarakat tentang hal ini. Hal lain yang sebaiknya diperhatikan oleh MUI adalah masalah terorisme atau radikalisme Islam. Sebaiknya MUI mengeluarkan fatwa tentang masalah yang merongrong bangsa Indonesia ini. "Karena ini mempengaruhi publik, bukan hanya umat Islam saja, tapi juga orang lain yang kena dampak radikalisme atau terorisme." * MENULIS UNTUK MENINABOBOKAN PEMBACA Cerita bersambung Driss, seorang bekas buruh migran Maroko, begitu populer di Belanda. Belakangan terungkap bahwa cerber ini sebenarnya ditulis oleh dua penulis muda Maroko. Mereka berpendapat pengalaman hidup kedua ayah mereka harus diungkapkan. Laporan Michel Hoebink. Tahun 1972, Driss Tafersiti tiba di Belanda sebagai buruh migran. Ia bekerja pada perusahaan pengolah ikan di IJmuiden. Bersama teman Maroko serta Turki yang bernama Mustapha dan Kemal, petualangan mereka cukup gila juga. Ia belajar bahasa Belanda dari seorang perempuan Yahudi ramah, jatuh cinta pada Jolanda, gadis Belanda, dan menikahinya. Ketika menginjak 50 tahun ia menulis buku kenangan. Cenderung naif Tahun lalu pengalaman hidup Driss bisa dibaca sebagai cerita bersambung pada halaman belakang koran petang Belanda NRC Handelsblad. Awal tahun ini, cerita itu dipilih sebagai cerita terbaik yang tahun lalu terbit pada koran bergengsi ini. Driss adalah seorang buruh migran yang membuka diri terhadap lingkungan baru dan mengamati semua tanpa prasangka bahkan cenderung naif. Pengalamannya ditulis dengan jenaka dan penuh pesona, unsur-unsur seperti ini belakangan makin hilang saja pada hubungan antara warga muslim dan non-muslim Belanda. Juni lalu, cerita bersambung ini terbit sebagai novel dengan judul Saya, Driss - Sebuah Otobiografi. Pada peluncurannya baru diumumkan bahwa Driss Tafersiti adalah nama samaran bagi dua penulis muda Belanda keturunan Maroko, Asis Aynan dan Hassan Bahara. Ingatan para buruh pendatang itu mereka himpun dari ingatan kedua ayah dan paman-paman mereka. Demikian ungkap Asis Aynan kepada Radio Nederland. -Apa yang mendorong kalian menulis cerita Driss ini? Memandangi tanah Tentang generasi pertama para buruh migran, kita biasanya membayangkan pria tua yang sudah tidak punya gairah hidup, yang tidak bisa berjalan tegak dan hanya memandangi tanah. Tapi ketika dulu datang ke sini, mereka adalah pria muda petualang, penuh semangat, membawa impian dan keberanian. Bukankah seseorang harus punya banyak keberanian untuk pindah ke benua lain? Ke negara dengan adat istiadat dan bahasa lain, apalagi negara yang lebih rendah dari permukaan air laut. Kami heran juga karena tidak ada yang menuturkan pengalaman hidup mereka. Makanya kami mereka-reka tokoh fiktif yang harus menuturkan pengalaman itu. Driss Tafersiti sendiri sebenarnya adalah tokoh novel Het Strandcafe karya penulis butahuruf Maroko, Mohammed Mrabet. Masak tidak ada yang tahu tokoh utama itu rekaan belaka? Tidak, cerita bersambung itu ternyata dianggap begitu terpercaya sehingga tidak seorangpun melakukan penelitian. Tampaknya pembaca sendiri ingin sekali supaya tokoh itu benar-benar ada. Banyak pembaca tampaknya berpikir, pasti dulu beginilah kejadiannya, berapa buruh migran yang saya kenal? Kami sendiri juga bekerja sebaik mungkin supaya cerita ini benar-benar terpercaya. Semuanya seperti yang ada pada zamannya: musik zaman itu, pekerjaan orang-orangnya, sistem sekolah, kereta api yang lalu lalang di IJmuiden sampai nomer busnya juga. -Cerita bersambung ini dianggap hanya ingin memuaskan para pembaca. Driss terbuka bagi masyarakat Belanda, ia belajar bahasa Belanda, menempuh pendidikan Belanda, termasuk menikahi gadis Belanda. Padahal kenyataannya justru tidak seperti itu. Bahasa Belanda buruh migran tetap tidak lancar dan istri juga didatangkan dari negara asal. Kenapa kalian mengubah hal-hal yang penting ini? Amburadul Apa yang di Belanda disebut masyarakat multikultural sekarang ternyata menumbuk jalan buntu. Suasana sekarang makin bengis dan kacau. Kami sendiri tidak ingin terlibat dalam wacana seperti itu. Kami justru ingin melawan tanda-tanda zaman dengan menulis buku yang memuaskan pembaca. - Tanpa mengurangi penghormatan pada Driss, apakah dengan begitu kita tidak kena resiko meninabobokan masyarakat? Tidurlah nyenyak, tidak ada apa-apa kok? Apa salahnya? Wacana masyarakat multikultural Belanda sudah ambur adul, sehingga generasi sekarang mungkin tidak akan bisa menyelesaikannya. Sebaiknya kita pusatkan perhatian pada hal-hal yang positif. Bagi kalangan tertentu, mungkin ada baiknya untuk tidur saja dulu. * SHERYL TOLAK FOTO TERBARU PUTRA-PUTRINYA Daisy Mohr Sheryl Mae, asal Filipina, tahu arti rindu kampung halaman. Ia sudah hampir lima tahun bekerja sebagai pengasuh anak di Kuwait. Di sana ia mengasuh dua bocah laki-laki yang usianya tak jauh beda dari putri-putrinya. "Kalau bilang pada Joe dan Juliano: 'Ayo, siap-siap ke sekolah,' seolah saya katakan itu pada putri-putri saya sendiri." Adiknya sering bertanya: "Mau kukirimi foto-foto terbaru mereka?" Tapi Sheryl Mae menolak. "Terlalu berat untuk tiap kali melihat betapa mereka tumbuh makin besar." Ia cuma menyimpan dua foto bayi putri-putrinya yang sekarang berusia 12 dan 15 tahun. Ia sempat ragu ketika seorang teman sedesa bertanya, maukah ia bekerja di Kuwait. "Saya tak ingin meninggalkan putri-putri saya." Sheryl menikah pada usia 18 tahun, setahun kemudian melahirkan putri pertamanya. "Dulu saya selalu bersama putri-putri saya. Saya ingin merawat mereka siang-malam. Dan sebelum ke Kuwait saya tidak pernah bekerja." Karena penghasilan suaminya tidak cukup, akhirnya ia memutuskan pergi ke Kuwait. Kecelakaan Tadinya, ia cuma berencana bekerja dua tahun di Kuwait. Tak diduga, belum sampai setahun kemudian, suaminya meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas. "Saya pulang selama dua bulan, lalu memutuskan kembali ke Kuwait. Setelah suami saya meninggal, kami perlu uang. Saya tinggalkan putri-putri bersama ibu saya." Ia mencoba tidak memikirkan semua yang ditinggalkannya di Filipina. "Tentu saja, saya khawatir dan kesepian. Saya selalu memikirkan putri-putri saya. Mereka tak punya ayah, dan saya jauh dari mereka. Kadang saya merasa, ini jauh lebih berat untuk mereka ketimbang untuk saya." Membuang frustrasi Ia tinggal di bangunan moderen di Kuwait City, tempat banyak pengasuh anak-anak asal Filipina bekerja. Mereka bertemu hampir tiap hari di tempat anak-anak bermain atau di kolam renang dan bicara tentang situasi rumah sambil mengawasi anak-anak yang bermain. "Saya rindu tanah air, tapi karena ekonomi buruk kami terpaksa kerja di luar negeri," kata salah satunya berkaca-kaca. Liburan sekolah dihabiskan bersama keluarga itu di Libanon. Kesempatannya pada hari Minggu. "Hanya sedikit yang bisa datang ke sini. Yang lainnya keluar rumah saja tidak boleh," kata seorang pastor Gereja St. Joseph di Achrafieh, bilangan kristen Beirut. Ahad pagi gereja ini dipenuhi gadis-gadis Filipina dan negara-negara Asia Afrika lain. Misa diramaikan pengunjung yang berwarna warni dan diperdengarkan musik. "Mereka datang untuk membuang frustrasi dengan menyanyi. Hidup mereka tidak mudah," demikian seorang pastor yang sudah bertahun-tahun bekerja dengan buruh migran ini. Di bawah bantal Melalui jaringan internet Skype, Sheryl bisa menelpon ke rumah. "Kalau telpon anak, dia selalu langsung tanya, kapan pulang mammie? Kami kangen. Bulan-bulan pertama saya selalu menangis setelah telpon mereka. Joe mengulurkan sapu tangan dan menghibur saya." Ia menunjukkan beberapa foto. "Albumnya sudah saya sembunyikan. Saya sedih melihati foto mereka. Tahun-tahun pertama saya tidur dengan album di bawah bantal. Sekarang tidak lagi. Saya hanya punya beberapa foto kecil," dia berhenti sejenak. "Kalau ketemu lagi putri bungsu saya, pasti dia sudah besar. Mungkin ukuran sepatunya sudah sebesar saya." Majikannya menawarkan mengundang anak bungsunya berlibur ke Kuwait selama dua minggu. "Tapi bukankah saya akan kembali kesepian kalau dia balik? Saya takut tidak tahan lagi. Kalau sekarang ketemu, tak mau lagi saya tinggalkan dia." * DANA UNTUK PENANGGULANGAN AIDS MENURUN Konperensi Aids di Wina, Austria dibayangi kekurangan dana. Pengumpulan dana untuk upaya pencegahan HIV (virus penyebab Aids) dan Aids berjalan alot. Banyak negara menghemat dalam bantuan pembangunan. Dana bantuan pembangunan itu juga dipakai untuk membiayai banyak proyek hiv dan aids. Sekjen Komisi Nasional Aids, Dr. Nafsiah Mboi salah satu hadirin Indonesia pada konperensi di Wina. Menurutnya juga Indonesia menghadapi masalah sama. Indonesia negara sangat luas dengan penduduk banyak sekali sehingga membutuhkan biaya sangat besar untuk melakukan upaya pencegahan maupun pengobatan. Dalam upaya penanggulangan HIV/Aids, Indonesia memakai pendekatan konprehensif, yakni memberikan pengobatan kepada mereka yang membutuhkan. "Jadi karena kita sudah melihat bahwa misalnya beberapa keluarga yang terinfeksi HIV dan mengalami Aids, ada yang sudah menjadi lebih miskin. Kita sudah lihat ada anak-anak yatim piatu karena orangtuanya meninggal karena Aids. Kita melihat janda-janda karena suami meninggal karena Aids. Kita berusaha untuk mengurangi mitigasi, dampak sosial ekonomi dari epidemi ini." Jadi selain kemiskinan, terjadinya masalah-masalah sosial seperti juga stigma, diskriminasi dan sebagainya, Indonesia juga berusaha mengatasi. Biaya yang dibutuhkan untuk pencegahan yang konprehensif itu tidak kecil, baik untuk pencegahan, pengobatan, mitigasi maupun penguatan sistem kesehatan serta upaya memperkuat peranan bermakna dari komunitas. Negara-negara donor yang tadinya mendukung penanggulangan Aids di banyak negara makin lama makin berkurang. Mereka lebih suka memberikan dukungan dana untuk lingkungan hidup misalnya, sehingga dana untuk penanggulangan Aids mulai menurun atau dikhawatirkan akan makin menurun terkait perubahan prioritas masyarakat internasional, ujar Dr. Nafsiah Mboi. "Ini berdampak sangat serius kalau masing-masing negara tidak menyiapkan sumber daya cukup untuk menyelamatkan rakyatnya dengan dukungan dana dari luar yang makin turun atau bahkan dihentikan." Dr. Nafsiah Mboi melanjutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2010 bahwa salah satu prioritas pembangunan pemerintahan sekarang adalah tercapainya tujuan pembangunan milenium. "MDG (Millenium Development Goals, Red.) ini kan tidak bisa dipisah-pisahkan ya semua goals itu. Termasuk di dalamnya tentu adalah goal nomor 6 di mana kita sebagai bangsa sudah berjanji untuk pada tahun 2015 mengurangi infeksi baru atau dengan kata lain mengendalikan epidemi ini." Oleh karena itu maka dengan adanya Inpres No. 3 tahun 2010, upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids di Indonesia juga menjadi salah satu prioritas pembangunan. Selanjutnya diharapkan ini menjadi prioritas pembangunan bersama dengan pemberantasan kelaparan, peningkatan pendidikan, kesehatan ibu dan anak, menurunkan angka kematian bayi serta lingkungan hidup. Juga diharapkan dana untuk pencegahan dan pengobatan HIV/Aids dari dalam negeri sendiri akan lebih banyak, ujar Dr. Nafsiah Mboi. "Jadi kita harapkan dengan Inpres ini, dengan maksudnya adalah sebagai prioritas pembangunan maka dari SPBN maupun APBD propinsi dan kabupaten kota, anggaran untuk penanggulangan Aids ini juga akan meningkat dan dimanfaatkan secara efektif." * PELAYANAN KEBIDANAN UNTUK KELUARGA BELANDA DI LUAR NEGRI Di Belanda, seorang perempuan yang baru melahirkan berhak mendapat pelayanan kebidanan. Tapi di luar negeri jasa ini tidak ada. Sejak beberapa tahun kaum ekspat bisa mendatangkan seorang bidan dari Belanda. Laporan Arwen Grafhorst. Jam dua siang, Inge Kleemans boleh keluar rumah sakit. Dua hari sebelumnya ia melahirkan seorang putri dan kini ia boleh pulang ke rumahnya di Warsawa, tempat ia tinggal bersama suami. Siang itu juga seorang bidan terbang dari Belanda ke Polandia untuk membantu selama satu pekan. Siapa yang tinggal di luar negeri, tahu bahwa pelayanan kebidanan adalah khas Belanda. Di negara-negara lain di dunia, ibu baru melahirkan boleh tinggal beberapa hari di rumah sakit, di mana staf medis memberinya petunjuk untuk merawat bayi. Tapi untuk hari-hari berat sesudahnya, ia harus meminta bantuan ibu atau sanak keluarga lainnya. Inge Kleemans tidak mau melakukan itu. "Ini anak pertama saya. Saya tidak percaya diri, misalnya apakah pemberian ASI akan berlangsung baik. Karena itu saya lebih memilih bantuan profesional yang berpengalaman," ujar Inge. Ketika mendengar juga bisa mendatangkan seorang bidan dari Belanda, dia tidak perlu berpikir lebih lama lagi. Grietje Miedema, pemilik biro pelayanan kebidanan Cradle, yang berspesialisasi dalam pemberian pelayanan kebidanan untuk warga Belanda di luar negeri, bisa mengerti keluarga tidak selalu diminta bantuannya. Ibu sering tidak tahu nasehat terbaru tentang pemberian ASI atau posisi tidur si bayi. "Seorang bidan punya latar belakang medis dan langsung tahu jika ada sesuatu," kata Grietje. Grietje memimpin Cradle sekitar sepuluh tahun. Ketika baru mulai, Cradle satu-satu biro yang menawarkan pelayanan kebidanan untuk keluarga Belanda di luar negeri. "Saya melihat mereka tidak bisa menikmati pelayanan kebidanan, sementara mereka berhak untuk itu," ujar Grietje. Grietje harus meyakinkan perusahaan asuransi dan lembaga-lembaga lain atas manfaat pelayanan kebidanan untuk ekspat dan emigran. Sementara itu makin banyak instansi yang menawarkan jasa tersebut, tapi pelayanan yang mereka tawarkan sering ditujukan untuk warga Belanda yang tinggal di perbatasan dengan Belgia atau Jerman. Saskia Platvoet mendatangkan seorang bidan ketika Januari silam melahirkan seorang putra. Ia memilih bidan Nel Visser yang sebagai bidan mandiri membantu warga Belanda di luar negeri. Nel bermalam di tempat keluarga bersangkutan. Saskia merasa tenang dengan itu. "Kami tidak hanya bisa menghemat biaya, namun kami juga senang ia ada di malam hari. Nel orangnya cergas, tapi jika hari sudah malam, dia beristirahat. Rumah kami cukup besar untuk menampung satu orang lagi," jelas Saskia. Sama seperti Inge Kleemans, Saskia Platvoet mengenang masa pasca persalinan yang indah. "Nel siap membantu kami dari jam 8 pagi hingga jam 10 malam. Ia menyeterika pakaian, menyedot debu, mencuci pakaian dan memasak. Kami bahkan sempat jalan-jalan ke Dubai," cerita Saskia. Juga bidan Nel Visser menganggap penting hubungan baik antara dia dan keluarga. Pertama kedua belah pihak melakukan perkenalan dulu, melalui email dan telpon. Bisa juga melalui perantara. "Saya masuk saat sangat intim hidup seseorang. Jika semua tidak berjalan seperti diharapkan, maka pekan itu bisa berlangsung sangat alot," kata Nel. Nel ingin secepat mungkin menjalankan tugasnya, jika bayi sudah lahir. Karena nasehat di luar negeri tidak selalu sesuai dengan instruksi dari Belanda. "Misalnya pernah terjadi pemberian ASI gagal, karena si ibu tidak memperoleh nasehat tepat. Saya pernah mengalami di Paris bahwa si bayi sudah terbiasa minum dari botol dan menolak ASI. Padahal itu yang justru diinginkan si ibu. Karena itu saya selalu mengatakan, bidan harus mendorong supaya si ibu diperbolehkan pulang setelah dua sampai tiga hari dirawat di rumah sakit," kata Nel. Namun yang terpenting, kata Nel, adalah bahwa si ibu bisa beristirahat dan menikmati hari-hari pertama dengan bayi baru. "Saya tidak begitu suka perempuan yang langsung menemani tamu. Beberapa perempuan juga bisa menikmati bantuan seorang bidan. Di Dubai saya misalnya membuat gulai sambil berkeringat-keringat, karena keluarga kebetulan sangat merindukan masakan itu." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
