---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 19 Juli 2010 14:20 UTC



** BP KELUARKAN SEKITAR 4 MILIAR DOLAR

** KECELAKAAN KERETA API DI INDIA

** PEMILIHAN PRESIDEN DI SURINAME

** GEMA WARTA, TINJAUAN PERS: OLAH RAGA SUMO DI JEPANG DAN PUSAT PENANGANAN 
PENCARI SUAKA DI KALIDERES 

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: GERAK JALAN TEREBSAR SEDUNIA DI NIJMEGEN

** GEMA WARTA, TOPIK INDONESIA: FATWA KOPI LUAK, PERLUKAH?

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: MENULIS UNTUK MENINABOBOKAN PEMBACA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SHERYL TOLAK FOTO TERBARU PUTRA-PUTRINYA

** GEMA WARTA; DANA UNTUK PENANGGULANGAN AIDS MENURUN

** GEMA WARTA, TOPIK BELANDA; PELAYANAN KEBIDANAN UNTUK KELUARGA BELANDA DI 
LUAR NEGRI



* BP KELUARKAN SEKITAR 4 MILIAR DOLAR

Kebocoran minyak di Teluk Meksiko, menyebabkan perusahaan minyak BP 
mengeluarkan dana sebesar 3,95 miliar dolar. Hal ini diumumkan Senin ini. Dua 
minggu lalu dana yang dikeluarkan BP masih berkisar sekitar 3,12 miliar dolar. 
Di samping ongkos memperbaiki kebocoran dan pembersihan minyak yang masuk laut 
dan berceceran di pantai, BP juga dihadapi tuntutan ganti rugi. Puluhan ribu 
orang yang merasa dirugikan menuntut ganti rugi. BP sudah menempatkan tutup 
baru  di atas sumur minyak yang bocor pada kedalaman 1500 meter. Sejak itu 
minyak tidak mengalir lagi  ke laut. Sejak Kamis lalu, BP mengadakan uji coba 
untuk memeriksa ketahanan sumur minyak dan dasar laut terhadap tekanan berat 
setelah kebocoran ini ditutup.


* KECELAKAAN KERETA API DI INDIA

Sekitar 57 orang tewas dalam tabrakan kereta api di Sainthia, yang terletak di 
negara bagian Benggali Barat. Kereta api penumpang menabrak dari belakang 
kereta api penumpang lain yang sedang berhenti. Tabrakan dahsyat ini 
menyebabkan beberapa gerbong terpental. Regu penyelamat menarik korban yang 
luka-luka dan tewas dari dalam berbagai gerbong. Setiap hari sekitar 18 juta 
orang India menggunakan jasa kereta api. Perusahaan kereta api India mengalami 
masalah perawatan yang tidak memadai dan kekurangan gerbong serta peralatan.


* PEMILIHAN PRESIDEN DI SURINAME

Mantan pemimpin militer Suriname, Desi Bouterse mendapat cukup dukungan untuk 
dipilih menjadi presiden. Setelah ia mendapat dukungan dari pemimpin partai 
pesaingnya, Ronnie Brunswijk, Bouterse kini juga didukung oleh partai Aliansi 
Rakyat pimpinan mantan ketua parlemen, Paul Somohardjo, yang adalah keturunan 
Jawa Suriname. Dengan demikian Desi Bouterse akan mendapat 36 suara, 2 lebih 
yang dibutuhkan untuk terpilih. Kalau ia toh gagal meraih jumlah ini Bouterse 
akan ikut putaran kedua. Lawannya adalah Chandrikaprasad Santhoki, menteri 
kehakiman yang berasal dari partai Front Baru


* KOREA UTARA BUKA BENDUNGAN

Pemerintah Pyongyang membuka bendungan yang terletak dekat perbatasan dengan 
Korea Selatan. Tujuannya menampung air sebuah waduk yang penuh dengan air 
hujan. Korea Utara menyatakan memberitahu sebelumnya kepada Korea Selatan. 
Semenanjung Korea sudah berhari-hari dilanda hujan deras. Seoul menyatakan 
sudah siap menampung air yang akan mengalir ke sungai Injin di pertabatasan 
kedua negara. Koran Korea  Selatan, Chosun Ilbo menulis, pemberitahuan Korea 
Utara ini bertujuan memperbaiki hubungan dengan Korea Selatan yang tegang. 
Seoul menuduh Korea Utara menenggelamkan salah satu kapal angkatan lautnya pada 
akhir Maret lalu. 46 militer Korea Selatan tewas. Seoul mengancam akan membalas 
dan Korea Utara menyatakan akan melakukan perang total. Akhirnya Korea Utara 
minta maaf untuk insiden ini, sesuatu yang jarang dilakukan pemerintah komunis 
di Pyongyang.


* PHILIPS CATAT LABA

Perusahaan elektronika Belanda Philips mencatat laba bersih 262 juta euro dalam 
kuartal kedua tahun ini. Hasil positif ini lebih besar dari pada ramalan para 
analis. Penyebabnya adalah hasil di berbagai pasar negara-negara yang 
berkembang pesat. Penghematan dan pertumbuhan penjualan menambah hasil 
keuntungan ini. Omset naik 20 persen, terutama penjualan televisi berkaitan 
dengan piala dunia sepak bola di Afrika Selatan. Di bidang penjualan lampu LED 
juga dicatat kenaikan omset  sebesar 20 persen. Perusahaan ini mengharapkan 
keuntungan bruto pada 2010 akan di atas margin 10 persen.


* UDARA PANAS ANGKA KEMATIAN NAIK

Belanda dilanda cuaca cerah dengan suhu udara  28 derajat  sejak 23 juni sampai 
12 juli. Ini adalah 6 derajat lebih tinggi dari suhu yang normal untuk periode 
ini. Menurut Biro Pusat Statistik Belanda, suhu tinggi ini menaikkan angka 
kematian dengan kira-kira 500. Menurut penelitian statistik ini, temperatur 
yang tinggi berdampak kenaikan angka kematian. Setiap kenaikan 1 derajat 
Celsius berarti tambahan kematian 30 orang dalam seminggu.


* BILL CLINTON KRITIK PENANGGULANGAN AIDS

Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton berpendapat bukan saja dunia 
politik yang harus berusaha lebih keras memperbaiki kinerja penanggulangan 
aids. Ia mengritik  juga berbagai lembaga bantuan aids yang kinerjanya sangat 
memboroskan dana, misalnya dana transpor untuk para pakar aids di negara-negara 
bersangkutan. Kinerja yang mengandalkan hemat adalah perlu dalam masa krisis 
ekonomi ini. Demikian Bill Clinton yang menghadiri konperensi international 
ihwal AIDS di Wina sebagai wakil yayasan yang ia dirikan, Clinton Foundation. 
Yayasan ini antara lain aktif mendukung penyaluran obat anti aids yang murah di 
negara-negara berkembang dan penurunan ongkos perawatan para pasien aids.


* DANIEL SAHULEKA TERIMA PENGHARGAAN

Penyanyi Belanda keturunan Indonesia, Daniel Sahuleka mendapat hadiah 
kebudayaan dari pemerintah daerah Winterswijk di Belanda Timur. Ia mendapat 
penghargaan ini karena berjasa mengembangkan musik pop. Adalah aneh demikian 
laporan penghargaan Belanda yang pertama ini, Daniel Sahuleka sudah menjadi 
warga kehormatan Jakarta, dan  menerima penghargaan PAPRI, organisasi musisi, 
komponis dan aransir Indonesia tapi belum pernah mendapat penghargaan Belanda..


* OLAH RAGA SUMO DI JEPANG DAN PUSAT PENANGANAN PENCARI SUAKA DI KALIDERES

Olahraga sumo pernah menjadi kebanggaan Jepang. Tapi kini banyak orang Jepang 
malu atas banyaknya skandal yang melibatkan pegulat sumo: judi ilegal, 
perkelahian, penggunaan narkoba serta hubungan dengan mafia. Demikian tulis 
harian Trouw.

Juni silam, pegulat sumo terkenal Asashoryu ramai disorot media Jepang. Ia 
mabuk dan terlibat perkelahian. Khalayak umum begitu terkejut dengan  berita 
ini, sampai-sampai Asashoryu terpaksa menghentikan kariernya. Juga rekannya, 
Kotomitsuki, serta pelatihnya diskors Organisasi Sumo Jepang. Pegulat dan 
pelatih bertaruhan puluhan ribu euro, sesuatu yang terlarang di negeri 
tersebut. Organisasi Sumo juga telah menskors sedikitnya sepuluh orang lain. 
Akibatnya turnamen sumo terbesar Jepang hanya diikuti tujuh bintang pegulat. 

Mafia
Skandal lain adalah hubungan pegulat sumo dengan dunia mafia. Pada pertandingan 
Mei lalu, sekelompok anggota mafia yakuza duduk di deretan depan. Sejak dulu, 
pegulat dan yakuza saling mengagumi. Sekolah kecil sumo tidak memiliki sponsor 
dan karena itu sangat menghargai setiap bantuan dana dari yakuza ini. 

Tahun lalu seorang murid berusia 17 tahun dipukul sedemikian kuat sampai 
meninggal dunia. Pelatihnya luar biasa keras. Memukuli murid dianggap bagian 
dari latihan. Tapi karena sekolah sumo sangat tertutup, para murid tidak bisa 
mengeluh dan meninggalkan sekolah ini. 

Kini ketua Organisasi Sumo telah diganti seorang mantan jaksa. Menteri 
Pendidikan Jepang, Kawabata, memperingatkan, ini adalah kesempatan terakhir 
untuk memulihkan kembali citra olahraga sumo. Demikian tulis Trouw. 


Suaka
Beralih ke topik kedua: Rumah Detensi Imigrasi di pemukiman Kalideres, Jakarta, 
dijaga sangat ketat. Tahun 2008 gedung direnovasi dengan biaya dari Departemen 
Imigrasi Australia. Tahun lalu Australia memberi dana sebesar 11 juta dolar 
Amerika kepada Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) untuk memperbaiki 
kebijakan pencari suaka Indonesia, memberi pengungsi perawatan media dan 
mendorong mereka secara sukarela pulang ke negara asal. Demikian tulis harian 
sore NRC Handelsblad.

Negeri ini mengeluarkan puluhan juta dolar per tahun agar pengungsi ditahan di 
Indonesia dan tidak menyeberang laut dan masuk Australia. Setiap kapal 
pengungsi baru bisa menjadi ancaman bagi pemerintah partai buruh dalam pemilu 
mendatang, yang kemungkinan digelar dua bulan lagi. Dikabarkan, bulan ini 
Australia memberi Angkatan Laut Indonesia dua kapal patroli untuk menahan 
pengungsi kapal, meminjamkan pesawat serta perlengkapan komputer untuk 
menyelidiki penyelundupan manusia.

Namun ini tidak cukup. Tahun ini, tindakan ini malah memancing rekor dengan 
6000 pengungsi, tulis NRC Handelsblad. PM Australia Jullia Gillard dari Partai 
Buruh terpaksa mengambil tindakan tegas. Pekan lalu ia mengumumkan rencana 
membangun tempat penampungan pengungsi di Timor Leste. Pengungsi kapal yang 
tiba di Australia akan dibawa ke negara kecil dan miskin itu. Organisasi PBB 
untuk Pengungsi, UNHCR, kemudian menetapkan siapa akan bisa ditempatkan di 
negara lain.

Memalukan bahwa negara kaya dan besar seperti Australia harus meminta Timor 
Leste melaksanakan tugas yang seharusnya dilakukan sendiri, tulis NRC 
Handelsblad. Tidak jelas apakah tempat penampungan penampungan di Timor Leste 
jadi dibangun. Parlemen Timor Leste secara unanim menolak rencana tersebut. 
Demikian NRC Handelsblad.


* GERAK JALAN TEREBSAR SEDUNIA DI NIJMEGEN
Klaas den Tek 
Norwegia, Afrika Selatan, Israel, Cina dan Amerika. Dari berbagai penjuru dunia 
datang banyak orang yang ingin berpartisipasi dalam gerak jalan Nijmeegse 
Vierdaagse. Ajang gerak jalan terbesar sedunia ini akan berlangsung di 
Nijmegen, Belanda Selatan, selama empat hari. Sampai Jumat (23/07) mendatang 
peserta akan berjalan sejauh 20, 30 atau 40 kilometer untuk meraih sebuah 
medali: salib Nijmegen.
Gerak jalan Nijmeegse Vierdaagse adalah acara unik. Tiap tahunnya puluhan ribu 
orang mendaftarkan diri dalam pawai gerak jalan di kota Nijmegen dan 
sekitarnya. Sudah bertahun-tahun acara ini menarik perhatian dunia 
internasional. Tahun ini 48.435 orang mendaftarkan diri, namun akhirnya hanya 
45.000 yang boleh ikut serta. 
Antusiasme 
David Ferron berasal dari Afrika Selatan. Ini adalah pertama kalinya ia ikut 
serta dalam gerak jalan Nijmeegse Vierdaagse. Ferron akan kuliah di Nijmegen 
selama beberapa bulan, ia khusus datang ke Belanda lebih awal untuk mengikuti 
gerak jalan Vierdaagse. Di Afrika Selatan, olahraga gerak jalan tidak lazim. 
Apalagi jika Anda punya mobil.
"Saya tahu, provinsi Gelderland, Belanda, sangat terkenal atas rute jalan kaki 
jarak jauh. Ini adalah acara gerak jalan terbesar di dunia. Lagipula, ini 
tempat fantastis untuk berjalan kaki. Semua orang ikutan. Semuanya antusias. 
Saya suka jalan kaki dan bersepeda. Belanda adalah tempat yang tepat untuk 
keduanya."
Pada September 1909 gerak jalan Vierdaagse pertama digelar dan ditujukan 
terutama untuk tentara. Minggu ini, sejumlah tentara dari sekitar 23 negara 
ikut serta. Selama ajang gerak jalan berlangsung, mereka tinggal di kamp 
militer Heumensoord, di pinggir Nijmegen. 
Virus 
Pada 1928 peserta asing pertama ikut serta. Tahun ini, sekitar 60 kebangsaan 
berbeda ambil bagian. Dick de Groot dari International Marching League - 
organisasi gerak jalan internasional - tahu alasannya:
"Nijmeegse Vierdaagse seperti virus. Sekali terjangkit, Anda akan kembali lagi 
ke sini. Ini adalah salah satu ajang gerak jalan tertua di dunia. Dalam 
pertandingan sepak bola, kekacauan sering terjadi. Namun gerak jalan beda lagi. 
Pada akhir ajang gerak jalan di Nijmegen, jutaan orang akan berkumpul. Dan tak 
akan ada kekacauan. Yang ada cuma pesta besar. Semua orang saling menyukai." 
Henny Vreden yang berkebangsaan Suriname juga terjangkit virus Nijmeegse 
Vierdaagse. Ia sudah tiga puluh kali ikutan ajang ini. Walau rute tiap tahunnya 
sama, Vreden sama sekali tidak bosan. 
"Yang menyenangkan adalah suasananya. Orang-orang yang ditemui. Dan panorama 
alam yang beragam. Ketika berjalan di kota Nijmegen, banyak bangunan indah. 
Lalu ketika sudah keluar kota, pemandangan alam tak kalah indah: suasana 
pedesaan terasa. Keragaman suasana ini penting, dan yang pasti juga 
menyenangkan."
Pegunungan
Tiap tahunnya, banyak delegasi luar negeri mengunjungi Nijmegen. Tahun ini 
delegasi Cina dari Beijing yang jadi tamu. Mereka mencari inspirasi di Nijmegen 
untuk acara Mentougou Beijing 2010, ajang gerak jalan dua hari melewati 
pegunungan, yang akan digelar September mendatang. Pieter Lambrechtse, yang 
mengawal delegasi Cina, pernah menggelar gerak jalan di negara tirai bambu itu 
untuk orang-orang Belanda.
"Orang-orang Cina menganggap ajang  Nijmeegse Vierdaagse luar biasa. Kami harus 
terus-menerus menekankan bahwa mereka tak boleh meniru acara ini. Mereka harus 
tetap menggelar acara yang sesuai dengan budaya dan program mereka. Tapi, kami 
bisa membantu Cina mengadakan gerak jalan internasional yang terorganisir 
dengan baik. Cina amat sensitif soal itu."
Nijmeegse Vierdaagse dimulai Selasa sampai Jumat ((20-23/07) mendatang. Pada 
hari terakhir para pejalan disambut di Nijmegen oleh keluarga dan teman-teman 
dengan bunga gladiol. Setelah itu, mereka akan menerima Vierdaagsekruis, salib 
Nijmegen: penghargaan resmi ajang gerak jalan ini.




* FATWA KOPI LUAK, PERLUKAH?

Ketua Majelis ulama Indonesia (MUI) Ma'aruf Amin berusaha mengeluarkan fatwa 
tentang kopi luwak. Untuk itu ia akan berbicara dengan dua organisasi besar, 
yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama atau NU.

Kopi ini adalah hasil produk yang mungkin membuat orang mual jika 
mengetahuinya. Biji kopi yang dijadikan kopi luwak adalah hasil pencernaan 
binatang yang bernama luwak. Dengan kata lain, biji kopi ini adalah hasil buang 
air besar luwak.

Kenapa kopi ini berkualitas tinggi? Karena luwak memilih biji kopi yang paling 
matang dan baik. Tapi karena biji kopi ini keluar lewat dubur luwak, maka wajar 
kalau banyak orang, terutama umat Islam, menganggap kopi ini najis.

Tidak Mendesak
Kamami Zada dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia 
(Lakpesdam) NU tidak sependapat untuk mengeluarkan fatwa tentang kopi yang 
dikenal sangat mahal ini. Namun ia menambahkan bahwa ini pendapat pribadinya: 
"Memang itu persoalan hukum Islam, di mana umat Islam perlu tahu posisi 
hukumnya seperti apa. Tapi bagi saya fatwa kopi luwak itu belum begitu 
mendesak."
Ia menambahkan, bahwa konsumen kopi ini sangat terbatas.

Menurut tokoh muda NU ini, hal-hal mendesak yang harus diselesaikan sekarang 
banyak sekali, misalnya soal mafia hukum dan pemberantasan korupsi.

Khamami Zada: "Misalnya kalau saja MUI ini membuat fatwa tentang mafia hukum 
dan aparat yang korupsi, baik yang kecil maupun yang besar, itu akan lebih 
bermanfaat bagi bangsa Indonesia untuk memperbaiki pemerintahan daripada 
mengurusi soal kopi luwak."

Fatwa
Namun apakah masalah korupsi, misalnya, harus difatwakan? Bukahkah tindakan ini 
jelas dilarang agama atau haram hukumnya? Memang status hukum korupsi jelas 
haram, tandas Khamami, tapi MUI hendaknya berperan memperingatkan masyarakat 
tentang hal ini.

Hal lain yang sebaiknya diperhatikan oleh MUI adalah masalah terorisme atau 
radikalisme Islam. Sebaiknya MUI mengeluarkan fatwa tentang masalah yang 
merongrong bangsa Indonesia ini. "Karena ini mempengaruhi publik, bukan hanya 
umat Islam saja, tapi juga orang lain yang kena dampak radikalisme atau 
terorisme."


* MENULIS UNTUK MENINABOBOKAN PEMBACA

Cerita bersambung Driss, seorang bekas buruh migran Maroko, begitu populer di 
Belanda. Belakangan terungkap bahwa cerber ini sebenarnya ditulis oleh dua 
penulis muda Maroko. Mereka berpendapat pengalaman hidup kedua ayah mereka 
harus diungkapkan. Laporan Michel Hoebink.

Tahun 1972, Driss Tafersiti tiba di Belanda sebagai buruh migran. Ia bekerja 
pada perusahaan pengolah ikan di IJmuiden. Bersama teman Maroko serta Turki 
yang bernama Mustapha dan Kemal, petualangan mereka cukup gila juga. Ia belajar 
bahasa Belanda dari seorang perempuan Yahudi ramah, jatuh cinta pada Jolanda, 
gadis Belanda, dan menikahinya. Ketika menginjak 50 tahun ia menulis buku 
kenangan.

Cenderung naif
Tahun lalu pengalaman hidup Driss bisa dibaca sebagai cerita bersambung pada 
halaman belakang koran petang Belanda NRC Handelsblad. Awal tahun ini, cerita 
itu dipilih sebagai cerita terbaik yang tahun lalu terbit pada koran bergengsi 
ini. Driss adalah seorang buruh migran yang membuka diri terhadap lingkungan 
baru dan mengamati semua tanpa prasangka bahkan cenderung naif. Pengalamannya 
ditulis dengan jenaka dan penuh pesona, unsur-unsur seperti ini belakangan 
makin hilang saja pada hubungan antara warga muslim dan non-muslim Belanda.

Juni lalu, cerita bersambung ini terbit sebagai novel dengan judul Saya, Driss 
- Sebuah Otobiografi. Pada peluncurannya baru diumumkan bahwa Driss Tafersiti 
adalah nama samaran bagi dua penulis muda Belanda keturunan Maroko, Asis Aynan 
dan Hassan Bahara. Ingatan para buruh pendatang itu mereka himpun dari ingatan 
kedua ayah dan paman-paman mereka. Demikian ungkap Asis Aynan kepada Radio 
Nederland. 

-Apa yang mendorong kalian menulis cerita Driss ini?

Memandangi tanah
Tentang generasi pertama para buruh migran, kita biasanya membayangkan pria tua 
yang sudah tidak punya gairah hidup, yang tidak bisa berjalan tegak dan hanya 
memandangi tanah. Tapi ketika dulu datang ke sini, mereka adalah pria muda 
petualang, penuh semangat, membawa impian dan keberanian. Bukankah seseorang 
harus punya banyak keberanian untuk pindah ke benua lain? Ke negara dengan adat 
istiadat dan bahasa lain, apalagi negara yang lebih rendah dari permukaan air 
laut. Kami heran juga karena tidak ada yang menuturkan pengalaman hidup mereka. 
Makanya kami mereka-reka tokoh fiktif yang harus menuturkan pengalaman itu. 
Driss Tafersiti sendiri sebenarnya adalah tokoh novel Het Strandcafe karya 
penulis butahuruf Maroko, Mohammed Mrabet.

Masak tidak ada yang tahu tokoh utama itu rekaan belaka?

Tidak, cerita bersambung itu ternyata dianggap begitu terpercaya sehingga tidak 
seorangpun melakukan penelitian. Tampaknya pembaca sendiri ingin sekali supaya 
tokoh itu benar-benar ada. Banyak pembaca tampaknya berpikir, pasti dulu 
beginilah kejadiannya, berapa buruh migran yang saya kenal? Kami sendiri juga 
bekerja sebaik mungkin supaya cerita ini benar-benar terpercaya. Semuanya 
seperti yang ada pada zamannya: musik zaman itu, pekerjaan orang-orangnya, 
sistem sekolah, kereta api yang lalu lalang di IJmuiden sampai nomer busnya 
juga. 

-Cerita bersambung ini dianggap hanya ingin memuaskan para pembaca. Driss 
terbuka bagi masyarakat Belanda, ia belajar bahasa Belanda, menempuh pendidikan 
Belanda, termasuk menikahi gadis Belanda. Padahal kenyataannya justru tidak 
seperti itu. Bahasa Belanda buruh migran tetap tidak lancar dan istri juga 
didatangkan dari negara asal. Kenapa kalian mengubah hal-hal yang penting ini?

Amburadul
Apa yang di Belanda disebut masyarakat multikultural sekarang ternyata menumbuk 
jalan buntu. Suasana sekarang makin bengis dan kacau. Kami sendiri tidak ingin 
terlibat dalam wacana seperti itu. Kami justru ingin melawan tanda-tanda zaman 
dengan menulis buku yang memuaskan pembaca. 

- Tanpa mengurangi penghormatan pada Driss, apakah dengan begitu kita tidak 
kena resiko meninabobokan masyarakat? Tidurlah nyenyak, tidak ada apa-apa kok?

Apa salahnya? Wacana masyarakat multikultural Belanda sudah ambur adul, 
sehingga generasi sekarang mungkin tidak akan bisa menyelesaikannya. Sebaiknya 
kita pusatkan perhatian pada hal-hal yang positif. Bagi kalangan tertentu, 
mungkin ada baiknya untuk tidur saja dulu.


* SHERYL TOLAK FOTO TERBARU PUTRA-PUTRINYA

Daisy Mohr

Sheryl Mae, asal Filipina, tahu arti rindu kampung halaman. Ia sudah hampir 
lima tahun bekerja sebagai pengasuh anak di Kuwait. Di sana ia mengasuh dua 
bocah laki-laki yang usianya tak jauh beda dari putri-putrinya. "Kalau bilang 
pada Joe dan Juliano: 'Ayo, siap-siap ke sekolah,' seolah saya katakan itu pada 
putri-putri saya sendiri." 

Adiknya sering bertanya: "Mau kukirimi foto-foto terbaru mereka?" Tapi Sheryl 
Mae menolak. "Terlalu berat untuk tiap kali melihat betapa mereka tumbuh makin 
besar." Ia cuma menyimpan dua foto bayi putri-putrinya yang sekarang berusia 12 
dan 15 tahun. 

Ia sempat ragu ketika seorang teman sedesa bertanya, maukah ia bekerja di 
Kuwait. "Saya tak ingin meninggalkan putri-putri saya." Sheryl menikah pada 
usia 18 tahun, setahun kemudian melahirkan putri pertamanya. "Dulu saya selalu 
bersama putri-putri saya. Saya ingin merawat mereka siang-malam. Dan sebelum ke 
Kuwait saya tidak pernah bekerja." Karena penghasilan suaminya tidak cukup, 
akhirnya ia memutuskan pergi ke Kuwait.

Kecelakaan
Tadinya, ia cuma berencana bekerja dua tahun di Kuwait. Tak diduga, belum 
sampai setahun kemudian, suaminya meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas. 
"Saya pulang selama dua bulan, lalu memutuskan kembali ke Kuwait. Setelah suami 
saya meninggal, kami perlu uang. Saya tinggalkan putri-putri bersama ibu saya."

Ia mencoba tidak memikirkan semua yang ditinggalkannya di Filipina. "Tentu 
saja, saya khawatir dan kesepian. Saya selalu memikirkan putri-putri saya. 
Mereka tak punya ayah, dan saya jauh dari mereka. Kadang saya merasa, ini jauh 
lebih berat untuk mereka ketimbang untuk saya."

Membuang frustrasi
Ia tinggal di bangunan moderen di Kuwait City, tempat banyak pengasuh anak-anak 
asal Filipina bekerja. Mereka bertemu hampir tiap hari di tempat anak-anak 
bermain atau di kolam renang dan bicara tentang situasi rumah sambil mengawasi 
anak-anak yang bermain. "Saya rindu tanah air, tapi karena ekonomi buruk kami 
terpaksa kerja di luar negeri," kata salah satunya berkaca-kaca.

Liburan sekolah dihabiskan bersama keluarga itu di Libanon. Kesempatannya pada 
hari Minggu. "Hanya sedikit yang bisa datang ke sini. Yang lainnya keluar rumah 
saja tidak boleh," kata seorang pastor Gereja St. Joseph di Achrafieh, bilangan 
kristen Beirut. Ahad pagi gereja ini dipenuhi gadis-gadis Filipina dan 
negara-negara Asia Afrika lain. Misa diramaikan pengunjung yang berwarna warni 
dan diperdengarkan musik. "Mereka datang untuk membuang frustrasi dengan 
menyanyi. Hidup mereka tidak mudah," demikian seorang pastor yang sudah 
bertahun-tahun bekerja dengan buruh migran ini. 

Di bawah bantal
Melalui jaringan internet Skype, Sheryl bisa menelpon ke rumah. "Kalau telpon 
anak, dia selalu langsung tanya, kapan pulang mammie? Kami kangen. Bulan-bulan 
pertama saya selalu menangis setelah telpon mereka. Joe mengulurkan sapu tangan 
dan menghibur saya."

Ia menunjukkan beberapa foto. "Albumnya sudah saya sembunyikan. Saya sedih 
melihati foto mereka. Tahun-tahun pertama saya tidur dengan album di bawah 
bantal. Sekarang tidak lagi. Saya hanya punya beberapa foto kecil," dia 
berhenti sejenak. "Kalau ketemu lagi putri bungsu saya, pasti dia sudah besar. 
Mungkin ukuran sepatunya sudah sebesar saya."

Majikannya menawarkan mengundang anak bungsunya berlibur ke Kuwait selama dua 
minggu. "Tapi bukankah saya akan kembali kesepian kalau dia balik? Saya takut 
tidak tahan lagi. Kalau sekarang ketemu, tak mau lagi saya tinggalkan dia."


* DANA UNTUK PENANGGULANGAN AIDS MENURUN

Konperensi Aids di Wina, Austria dibayangi kekurangan dana. Pengumpulan dana 
untuk upaya pencegahan HIV (virus penyebab Aids) dan Aids berjalan alot. Banyak 
negara menghemat dalam bantuan pembangunan. Dana bantuan pembangunan itu juga 
dipakai untuk membiayai banyak proyek hiv dan aids. 

Sekjen Komisi Nasional Aids, Dr. Nafsiah Mboi salah satu hadirin Indonesia pada 
konperensi di Wina. Menurutnya juga Indonesia menghadapi masalah sama. 
Indonesia negara sangat luas dengan penduduk banyak sekali sehingga membutuhkan 
biaya sangat besar untuk melakukan upaya pencegahan maupun pengobatan. 

Dalam upaya penanggulangan HIV/Aids, Indonesia memakai pendekatan konprehensif, 
yakni memberikan pengobatan kepada mereka yang membutuhkan. 

"Jadi karena kita sudah melihat bahwa misalnya beberapa keluarga yang 
terinfeksi HIV dan mengalami Aids, ada yang sudah menjadi lebih miskin. Kita 
sudah lihat ada anak-anak yatim piatu karena orangtuanya meninggal karena Aids. 
Kita melihat janda-janda karena suami meninggal karena Aids. Kita berusaha 
untuk mengurangi mitigasi, dampak sosial ekonomi dari epidemi ini."

Jadi selain kemiskinan, terjadinya masalah-masalah sosial seperti juga stigma, 
diskriminasi dan sebagainya, Indonesia juga berusaha mengatasi. Biaya yang 
dibutuhkan untuk pencegahan yang konprehensif itu tidak kecil, baik untuk 
pencegahan, pengobatan, mitigasi maupun penguatan sistem kesehatan serta upaya 
memperkuat peranan bermakna dari komunitas. 

Negara-negara donor yang tadinya mendukung penanggulangan Aids di banyak negara 
makin lama makin berkurang. Mereka lebih suka memberikan dukungan dana untuk 
lingkungan hidup misalnya, sehingga dana untuk penanggulangan Aids mulai 
menurun atau dikhawatirkan akan makin menurun terkait perubahan prioritas 
masyarakat internasional, ujar Dr. Nafsiah Mboi.

"Ini berdampak sangat serius kalau masing-masing negara tidak menyiapkan sumber 
daya cukup untuk menyelamatkan rakyatnya dengan dukungan dana dari luar yang 
makin turun atau bahkan dihentikan."

Dr. Nafsiah Mboi melanjutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah 
mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2010 bahwa salah satu prioritas 
pembangunan pemerintahan sekarang adalah tercapainya tujuan pembangunan 
milenium. 

"MDG (Millenium Development Goals, Red.) ini kan tidak bisa dipisah-pisahkan ya 
semua goals itu. Termasuk di dalamnya tentu adalah goal nomor 6 di mana kita 
sebagai bangsa sudah berjanji untuk pada tahun 2015 mengurangi infeksi baru 
atau dengan kata lain mengendalikan epidemi ini."

Oleh karena itu maka dengan adanya Inpres No. 3 tahun 2010, upaya pencegahan 
dan penanggulangan HIV/Aids di Indonesia juga menjadi salah satu prioritas 
pembangunan. Selanjutnya diharapkan ini menjadi prioritas pembangunan bersama 
dengan pemberantasan kelaparan, peningkatan pendidikan, kesehatan ibu dan anak, 
menurunkan angka kematian bayi serta lingkungan hidup. Juga diharapkan dana 
untuk pencegahan dan pengobatan HIV/Aids dari dalam negeri sendiri akan lebih 
banyak, ujar Dr. Nafsiah Mboi.

"Jadi kita harapkan dengan Inpres ini, dengan maksudnya adalah sebagai 
prioritas pembangunan maka dari SPBN maupun APBD propinsi dan kabupaten kota, 
anggaran untuk penanggulangan Aids ini juga akan meningkat dan dimanfaatkan 
secara efektif."


* PELAYANAN KEBIDANAN UNTUK KELUARGA BELANDA DI LUAR NEGRI

Di Belanda, seorang perempuan yang baru melahirkan berhak mendapat pelayanan 
kebidanan. Tapi di luar negeri jasa ini tidak ada. Sejak beberapa tahun kaum 
ekspat bisa mendatangkan seorang bidan dari Belanda. Laporan Arwen Grafhorst. 

Jam dua siang, Inge Kleemans boleh keluar rumah sakit. Dua hari sebelumnya ia 
melahirkan seorang putri dan kini ia boleh pulang ke rumahnya di Warsawa, 
tempat ia tinggal bersama suami. Siang itu juga seorang bidan terbang dari 
Belanda ke Polandia untuk membantu selama satu pekan. 

Siapa yang tinggal di luar negeri, tahu bahwa pelayanan kebidanan adalah khas 
Belanda. Di negara-negara lain di dunia, ibu baru melahirkan boleh tinggal 
beberapa hari di rumah sakit, di mana staf medis memberinya petunjuk untuk 
merawat bayi. Tapi untuk hari-hari berat sesudahnya, ia harus meminta bantuan 
ibu atau sanak keluarga lainnya. 

Inge Kleemans tidak mau melakukan itu. "Ini anak pertama saya. Saya tidak 
percaya diri, misalnya apakah pemberian ASI akan berlangsung baik. Karena itu 
saya lebih memilih bantuan profesional yang berpengalaman," ujar Inge. Ketika 
mendengar juga bisa mendatangkan seorang bidan dari Belanda, dia tidak perlu 
berpikir lebih lama lagi. 

Grietje Miedema, pemilik biro pelayanan kebidanan Cradle, yang berspesialisasi 
dalam pemberian pelayanan kebidanan untuk warga Belanda di luar negeri, bisa 
mengerti keluarga tidak selalu diminta bantuannya. Ibu sering tidak tahu 
nasehat terbaru tentang pemberian ASI atau posisi tidur si bayi. "Seorang bidan 
punya latar belakang medis dan langsung tahu jika ada sesuatu," kata Grietje.

Grietje memimpin Cradle sekitar sepuluh tahun. Ketika baru mulai, Cradle 
satu-satu biro yang menawarkan pelayanan kebidanan untuk keluarga Belanda di 
luar negeri. "Saya melihat mereka tidak bisa menikmati pelayanan kebidanan, 
sementara mereka berhak untuk itu," ujar Grietje. Grietje harus meyakinkan 
perusahaan asuransi dan lembaga-lembaga lain atas manfaat pelayanan kebidanan 
untuk ekspat dan emigran. 

Sementara itu makin banyak instansi yang menawarkan jasa tersebut, tapi 
pelayanan yang mereka tawarkan sering ditujukan untuk warga Belanda yang 
tinggal di perbatasan dengan Belgia atau Jerman. 

Saskia Platvoet mendatangkan seorang bidan ketika Januari silam melahirkan 
seorang putra. Ia memilih bidan Nel Visser yang sebagai bidan mandiri membantu 
warga Belanda di luar negeri. 

Nel bermalam di tempat keluarga bersangkutan. Saskia merasa tenang dengan itu. 
"Kami tidak hanya bisa menghemat biaya, namun kami juga senang ia ada di malam 
hari. Nel orangnya cergas, tapi jika hari sudah malam, dia beristirahat. Rumah 
kami cukup besar untuk menampung satu orang lagi," jelas Saskia. 

Sama seperti Inge Kleemans, Saskia Platvoet mengenang masa pasca persalinan 
yang indah. "Nel siap membantu kami dari jam 8 pagi hingga jam 10 malam. Ia 
menyeterika pakaian, menyedot debu, mencuci pakaian dan memasak. Kami bahkan 
sempat jalan-jalan ke Dubai," cerita Saskia.

Juga bidan Nel Visser menganggap penting hubungan baik antara dia dan keluarga. 
Pertama kedua belah pihak melakukan perkenalan dulu, melalui email dan telpon. 
Bisa juga melalui perantara. "Saya masuk saat sangat intim hidup seseorang. 
Jika semua tidak berjalan seperti diharapkan, maka pekan itu bisa berlangsung 
sangat alot," kata Nel. 

Nel ingin secepat mungkin menjalankan tugasnya, jika bayi sudah lahir. Karena 
nasehat di luar negeri tidak selalu sesuai dengan instruksi dari Belanda. 
"Misalnya pernah terjadi pemberian ASI gagal, karena si ibu tidak memperoleh 
nasehat tepat. Saya pernah mengalami di Paris bahwa si bayi sudah terbiasa 
minum dari botol dan menolak ASI. Padahal itu yang justru diinginkan si ibu. 
Karena itu saya selalu mengatakan, bidan harus mendorong supaya si ibu 
diperbolehkan pulang setelah dua sampai tiga hari dirawat di rumah sakit," kata 
Nel. 

Namun yang terpenting, kata Nel, adalah bahwa si ibu bisa beristirahat dan 
menikmati hari-hari pertama dengan bayi baru. "Saya tidak begitu suka perempuan 
yang langsung menemani tamu. Beberapa perempuan juga bisa menikmati bantuan 
seorang bidan. Di Dubai saya misalnya membuat gulai sambil 
berkeringat-keringat, karena keluarga kebetulan sangat merindukan masakan itu."


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke