---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 27 Juli 2010 15:10 UTC



** TKW HARUS MUSLIMAH

** PAMERAN SEJARAH NUSANTARA

** UNI AFRIKA DAN SOMALIA

** GEMA WARTA  TINJAUAN PERS: KELUARGA KORBAN DUCH TIDAK PUAS DENGAN VONIS 35 
TAHUN PENJARA DAN SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS INSIDEN DUISBURG

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PRESIDEN SBY DIIMBAU AGAR MERAWAT KEBEBASAN 
BERIBADAH

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: TETANGGA BIKIN PUSING

** GEMA WARTA, TOPIK INDONESIA



* TKW HARUS MUSLIMAH

Syekh Yusef al Ahmad seorang tokoh muslim Arab Saudi menyatakan, para pembantu 
rumah asing harus wanita muslim. Selanjutnya ia berpendapat mereka wajib 
mengenakan busana muslim dan harus memiliki "mahram" atau saudara pria sebagai 
pengawasnya Arab Saudi. Selanjutnya mereka dilarang bergaul dengan para pria 
yang tinggal dalam rumah majikannya. Syekh Ahmad, mengajar di Imam Mohammad bin 
Saudi University, yang adalah lembaga pendidikan Islam penting di negara ini. 
Saat ini keluarga-keluarga di Saudi Arabia mempekerjakan jutaan tenaga kerja 
asing. Sebagian dari mereka berasal dari negara-negara dengan mayoritas 
penduduk muslim, misalnya Indonesia dan negara-negara di Afrika


* PAMERAN SEJARAH NUSANTARA

Museum Bronbeek di Arnhem, Belanda tengah, yang memamerkan sejarah tentara 
kolonial KNIL dan Pusat Peringatan Indisch, yaitu orang Belanda yang berlatar 
belakang Indonesia akan membuka pameran sejarah Hindia Belanda, Nusantara pada 
jaman kolonial.  Pameran ini adalah yang pertama mengangkat sejerah Hindia 
Belanda, dari jaman VOC sampai abad ke 20. Baik peran militer Belanda maupun 
kehidupan sehari-hari  menjadi topik pameran. Dekolonisasi Indonesia dan 
dampaknya untuk keberadaan Belanda juga tidak dilupakan. Menteri Kesejahteraan 
AB Klink dan Inspektur Jenderal tentara nasional Belanda akan membuka pameran 
ini yang bisa dikunjungi mulai 17 Agustus mend  atang.


* UNI AFRIKA DAN SOMALIA

Pasukan perdamaian Afrika di Somalia, Amisom, akan ditambah dengan dua ribu 
tentara. Inilah keputusan para kepala negara dan kepala pemerintah 
negara-negara Afrika di KTT di Kampala, ibu kota Uganda. Tiga tahun lalu Uni 
Afrika mengirim pasukan perdamaian ke Somalia yang dilanda perang saudara. Misi 
ini sejak awal hanya terdiri dari tentara Uganda dan Burundi. Negara-negara 
Afrika lainnya tidak memenuhi janjinya karena mereka menuntut jaminan keamanan 
untuk tentaranya. KTT Uni Afrika menyetujui penambahan persenjataan misi 
perdamaian Amisom. Jibuti dan Guinea kini setuju mengirim tentaranya.


* TONY HAYWARD BERHENTI

Pemimpin tertinggi perusahaan minyak BP berhenti Oktober mendatang, ia 
digantikan oleh Bob Dudley. Tony Hayward dikritik ihwal penanganan penyelesaian 
kebocoran minyak di teluk Meksiko. Pada awalnya ia menyatakan dampak bencana 
ini tidak begitu besar, namun ia harus menarik kembali pernyataan ini. Bencana 
ini adalah yang terbesar dalam sejarah Amerika Serikat dengan dampak negatif 
untuk lingkungan, para nelayan dan pariwisata.


* KEBOCORAN MINYAK CINA DIKENDALIKAN

Minyak yang bocor di Laut Kuning berhasil dibendung, demikian pihak yang 
berwajib di Cina. Minyak yang bocor ini berhasil ditahan dengan halangan 
sepanjang 40 ribu meter dan 65 ton  keset penyerap minyak. Yang menjadi masalah 
sekarang adalah pembersihan sisa-sisa minyak ini, memang sebagian diserap namun 
sisanya susah dibuang. Demikian wakil walikota Dalian yang terletak di timur 
laut Cina, tempat kebocoran minyak ini. Minyak ini mengalir ke Laut Kuning 
setelah ledakan di pelabuhan Dalian, 16 juli lalu. Akibatnya terjadi genangan 
minyak sebesar 180 kilometer persegi.


* CAMERON SETUJU TURKI MASUK UNI EROPA

Perdana menteri Britania Raya David Cameron menyatakan akan berusaha sekuat 
tenaga agar Truki bisa menjadi anggota Uni Eropa. Hal ini akan ia ucapkan dalam 
pidato di Turki yang sudah dipublikasi sebelumnya. Dengan sikap ini ia 
bertentangan dengan presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang hanya menawarkan 
kemitraan khusus pada Turki. Tidak adil meminta Turki ikut mempertahankan barat 
tapi tidak boleh menjadi anggota. David Cameron membandingkan pengalaman 
Britania Raya di masa lampau yang juga dihalangi keanggotaannya oleh veto 
Prancis, namun akhirnya sikap ini berubah juga. Turki sejak 2004 menjadi calon 
anggota Uni Eropa.


* BANTUAN BELANDA KEPADA AFGHANISTAN

Sejak Taliban diusir pada 2002, Belanda membantu Afghanistan dengan 620 juta 
euro. Pengeluaran untuk militer Belanda di negara itu 1,4 miliar euro. Dana ini 
diperuntukkan bagi perumahan militer dan biaya operasi, jadi secara total 
pengeluaran Belanda untuk Afghanistan sebesar 2,1 miliar euro. Untuk 4 tahun ke 
depan bantuan Belanda akan mencapai 169 juta euro, 59 juta euro khusus untuk 
Uruzgan, propinsi yang sampai saat ini dipertahankan Belanda. Dana yang 
disediakan Belanda diperuntukkan bagi pembangunan negara ini: projek air, 
pembangunan jalan-jalan raya, sekolah, sektor swasta dan juga penampunagn para 
pengungsi. 4 tahun ke depan, bantuan Belanda akan diperuntukkan bagi 
pembangunan pedesaan, transportasi dan kerwiraswastaan. Belanda berperan serta 
dalam misi NATO di Afghanistan, ISAF, sejak 1 Agustus 2006 dan akan berakhir 
hari Minggu mendatang.


* MOSKOW TOLAK SANKSI UNI EROPA

Rusia menganggap sanksi baru Uni Eropa terhadap Iran akan menyusahkan mencari 
solusi untuk program nuklir Iran yang dipermasalahkan. Ke 27 negara Uni Eropa  
Senin kemarin memberlakukan sanksi berat terhadap Iran dengan tujuan memaksa 
negara ini berembuk ihwal program nuklirnya. Perusahaan-perusahaan Eropa 
dilarang menanam modal di sektor perminyakan dan gas bumi yang adalah tulang 
punggung ekonomi Iran. Peraturan sanksi ini akan berlaku September mendatang 
dan adalah sanksi paling berat yang pernah diberlakukan Eropa. Sanksi ini juga 
melarang perusahaan Eropa, misalnya Shell, maskapai minyak patungan 
Belanda-Britania.


* DUCH NAIK BANDING

Gembong Khmer Merah Duch yang divonis 30 tahun penjara menyatakan lewat 
pengacaranya Kar Savuth akan naik banding. Duch dinyatakan terbukti terlibat 
kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Tribunal Internasional 
 yang mengadili kejahatan Khmer Merah di Kamboja. Duch minta maaf atas perannya 
sebagai pemimpin pembantaian 15 ribu pria, perempuan dan anak-anak di penjara 
Tuol Sleng, namun November bulan lalu ia minta dibebaskan dari hukuman.


* KELUARGA KORBAN DUCH TIDAK PUAS DENGAN VONIS 35 TAHUN PENJARA DAN SIAPA YANG 
BERTANGGUNG JAWAB ATAS INSIDEN DUISBURG

Harian Trouw menulis keluarga korban kekejaman Khmer Merah kecewa dengan 
keputusan tribunal Kamboja. Hukuman penjara selama 35 tahun untuk Kaing Guek 
Eay. Hukuman itu tidak setimpal dengan perbuatannya. Di masa Khmer Merah ia 
membunuh sekitar 15 ribu warga Kamboja. "Itu tidak dapat diterima" kata 
pengacara hak-hak asasi manusia yang kehilangan kedua orang tuanya.

Para korban dan keluarganya tentu memiliki luka yang sangat dalam dan memiliki 
trauma. Keluarga yang tewas tidak dapat dikembalikan. Jadi sebuah vonis hanya 
merupakan simbolis belaka, demikian Trouw. Sementara itu harian pagi de 
Volkskrant menulis, rejim Khmer Merah tidak saja membunuh ratusan ribu warga 
Kamboja. Kekejian rezim itu ternyata lebih dari itu. Mereka bahkan dengan 
sengaja membuat foto pembunuhan dan penyiksaan yang dilakukan mereka sendiri. 

Di antara saksi yang membuat foto soal penyiksaan penjara dan membuat foto 
sebelum kematian tahanan adalah Nhem En. Menurut harian de Volksrant, para 
pemimpin penjara membuat para tahanan menjadi penurut. Siapapun yang melarikan 
diri pasti akan dibunuh. Foto-foto itu sekarang dipampang di sebuah museum. 
Ruangan yang tadinya tempat penyiksaan tahanan disulap menjadi ruang pameran 
foto. Foto-foto para tahanan yang masih hidup melihat ke kamera dengan tatapan 
kosong. Penjara Tuol Seng merupakan sebuah alat. Semua harus mengikuti perintah 
sang direktur Duch. Termasuk sang fotografer Nhem En. Jika ia tidak mengikuti 
maka ia akan dibunuh dan banyak yang berminat menggantikan kedudukannya. 


Kita beralih ke masalah festival dansa Love Parade di Duisburg, Jerman. Akhir 
pekan lalu sebanyak 19 orang tewas akiba terinjak-injak di festival tersebut.  
Lebih dari 511 lainnya cedera. Mereka jadi korban saat panik meletus pada 
terowongan yang menuju wilayah festival. Menurut harian Algemeen Dagblad, 
pengadilan Jerman kini menyelidiki apakah jatuhnya korban itu akibat sebuah 
kesalahan. Walikota Adolf Sauerland sendiri menolak untuk mundur. 
Penuntut umum dari kejaksaan agung Jerman belum memliki petunjuk jelas siapa 
yang bernar-benar bertanggungjawab atas peristiwa tersebut. Namun penduduk kota 
Duisburg melancarkan kritikan terhadap walikota Sauerland, peneyelenggara 
festival tersebut dan polisi. Penyelidikan independen digelar oleh polisi dari 
wilayah lain yaitu dari Keulen. Menurut jaksa, banyak saksi mata yang 
melaporkan diri. Yang mencolok adalah ketua polisi di Bochum justru mengadukan 
walikota dan panitia penyelenggara ke polisi.

Kepala polisi itu menurutnya, tahun lalu, membatalkan acara serupa yang 
sedianya akan digelar di Bochum. Ketua penyelenggara telah mengadakan evaluasi 
dan berbicara dengan para karyawannya serta menganalisa rekaman video tersebut. 
Ia berkesimpulan bahwa dalam festival itu ternyata ada 187 ribu orang yang 
hadir. Walikota menyatakan akan membantu menjelaskan kejadian itu selengkapnya. 
"Kami telah berbuat semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan even itu dengan 
aman.," katanya.

Demikian Algemeen Dagblad dan sekian pula ulasan pers kali ini.


* PRESIDEN SBY DIIMBAU AGAR MERAWAT KEBEBASAN BERIBADAH

Kalangan pegiat HAM, aktivis dan pemerhati kehidupan beragama di Indonesia, 
mengimbau, agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjaga kebebasan beribadah. 
Trend gangguan, serangan dan penggusuran gereja meningkat sejak lima tahun 
terakhir ini, terutama di sekitar Jakarta dan Jawa Barat. Menurut survei 
terbaru Setara Institut, dalam setengah tahun ini, jumlah serangan di Bekasi 
melonjak, hampir dua kali lipat. Tapi, mengapa Presiden diam saja, seru mereka 
dengan nada hampir putus asa. Sementara itu, upaya penyegelan juga terjadi 
terhadap Masjid Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat. Laporan Aboeprijadi Santoso 
dari Jakarta.

Menyegel tempat ibadah merupakan langkah terakhir negara. Upaya menutup Masjid 
Ahmadyah di Kuningan, salah satu pusat Ahmadiyah di Indonesia, itu gagal, 
karena perlawanan kuat dari dalam kalangan Ahmadiyah sendiri. 

Namun sebagian terbesar upaya penyegelan berhasil, terutama menyangkut tempat 
tempat ibadah para jemaah non-Islam. Survei terbaru Setara Institut menunjukkan 
serangan dan gangguan itu meningkat dari 18 kali pada tahun 2008 hingga 28 kali 
sepanjang Januari hingga Juli tahun ini. Para pelakunya bermacam-macam, 
demikian laporan Setara.

"Pelaku pelanggaran terbanyak adalah jelas pemerintahan daerah, 12 kali. 
Kemudian massa. Massa ini anonim, sepuluh kali. Kemudian warga, ini warga ada 
lima kali. Kemudian  FPI, empat kali. Dan ormas-ormas Islam lainnya seperti 
FUI, GARIS, PERSIS, GPI, MPS, Muhammadiyah, itu masing-masing satu kali. Terus 
terang kami merasa concern karena pemerintah pusat tidak memberikan reaksi apa 
pun terhadap peristiwa yang sebetulnya sudah terjadi secara sistematis dan 
berulang-ulang dan terjadi dalam lima tahun terakhir ini."

Kasus-kasus hampir serupa. Celakanya, biasanya, penguasa setempat memilih diam 
atau membiarkan, demi ketenangan publik, ketimbang menjaga hak hak warga, 
demikian tutur Pendeta Luspida Simandjuntak, dari Gereja Pondok Timur, Bekasi.

"Karena apa yang kami usahakan selalu bentrokan dengan massa. Sudah hampir 
lebih 15, 16 tahun kita beribadah di sini. Kita tidak mempunyai tempat 
beribadah yang permanen. Ibadah yang ada di Pondok Timur, itu pindah rumah ke 
rumah."

Maka tak mengherankan kasus-kasus seperti ini diwarnai nada nyaris putus asa. 

"Terakhir usaha kami, kami siap membeli satu bangunan. Tinggal menandatangani 
hitam di atas putih. Tiba-tiba sekelompok massa sudah membuat spanduk 'Rumah 
ini bisa dijual, tetapi tidak untuk gereja'. Jadi semuanya mentok di tengah 
jalan. Kami beribadah di tempat yang sudah disetujui oleh pemerintah. Itu lahan 
kami ternyata kami diganggu lagi di tempat. Dan tanggal 18 Juli kami didatangi 
oleh massa kurang lebih 500 orang, dikawal oleh aparat keamanan kurang lebih 
200. Aparat keamanan mendesak HKBP Pondok Timur untuk keluar dari tempat supaya 
situasi kondusif."

Kesaksian serupa juga diberikan pegiat HAM, Ibu Ade Rostina Sitompul. 

"Polisi 200 orang, kami diserang, polisinya diam. Sama sekali tidak bergerak. 
Polisi nonton. Begitu juga dengan kasus-kasus lain. Ini ada apa sebenarnya."

Meninjau dari segi hukum, pengacara Saur Siagian pun mengambil kesimpulan yang 
tak terelakkan lagi. 

"Ini kalau menurut saya kejahatan negara yang sangat luar biasa. Karena hak 
beribadah tidak bisa dikurangi dalam situasi apa pun."

Kasus kasus diatas menunjukkan negara masih juga dibelit warisan tiga dasawarsa 
Orde Baru yang lebih mengutamakan ketenangan masyarakat, tanpa mengindahkan hak 
hak konstitusional warga lainnya.

"Setara menuntut supaya negara bersikap. Anak-anak melihat sendiri. Mereka 
melihat apakah ini negara yang kami cintai. Sudah saatnya Presiden SBY harus 
menunjukkan commitment. Kalau tidak kami tidak tahu lagi apa yang akan dilihat 
dari republik ini." 

Demikian Bonar Tigor Naipospos dari Setara Institut, dan sekian pula laporan 
Aboeprijadi Santoso dari Jakarta.


* TETANGGA BIKIN PUSING
Thijs Westerbeek van Eerten 
Orang-orang Belanda tak tahan lagi menghadapi perilaku tetangga mereka: asap 
barbecue, binatang peliharaan, tangisan bayi. Di internet, keluhan macam ini 
makin deras mengalir.
Menurut persatuan koorporasi perumahan Belanda Aedes, di kota-kota besar 
pengaduan soal perilaku tetangga meningkat. Dalam dunia politik dan di media 
massa makin banyak perhatian soal hal ini. Partai lokal Leefbaar Rotterdam, 
misalnya, membuat situs khusus untuk meregistrasi keluhan-keluhan soal 
tetangga. 
Lewat Internet
Menurut ahli etiket Reinhildis van Ditshuyzen, walau makin banyak keluhan 
terdengar, orang Belanda tidak jadi lebih kasar atau brutal dari sebelumnya. 
Akibat internet, timbul citra bahwa perilaku orang Belanda lebih buruk: 
"Asap barbecue, tangisan anak, itu kan bukan hal baru. Namun sekarang, Anda 
bisa dengan mudahnya mengeluh - tinggal duduk di belakang komputer, menulis 
pengaduan di berbagai situs, bahkan ada situs-situs khusus untuk itu. Makanya 
perilaku buruk tetangga jadi lebih terekspos. Semua orang mengeluhkan tetangga 
di blog, twitter, dan bermacam media lainnya." 
Liburan
Selain itu, Ditshuyzen juga menyadari, citra orang Belanda yang sedang berlibur 
di luar negeri sangat jelek: kasar, berisik, tidak sopan. Walau menyalahkan 
citra itu, ia tidak berpikir kelakuan orang Belanda makin buruk. 
Orang Belanda, yang tanpa ragu mengeluarkan pendapat mereka, tidak merasa 
dirinya kasar atau tidak sopan. Mereka cuma bilang apa yang mereka pikir. Ini 
adalah sikap yang sangat dihargai dalam kehidupan bermasyarakat di Belanda. 
Orang asing mungkin menganggap hal itu kasar, tapi menurut Van Ditshuyzen, ini 
cuma soal perbedaan budaya. 
Padat
Soal mengeluhkan tetangga, menurut Van Ditshuyzen ada hubungannya dengan 
kepadatan penduduk. 
"Orang Belanda cenderung mengeluhkan banyak hal. Berbeda dengan di 
negara-negara lain, kami tinggal bertindih-tindihan di Belanda. Tapi apa 
gara-gara itu kami jadi kurang ajar? Rasanya tidak."
Saran
Sebagai ahli etiket, Van Ditshuyzen tentu punya saran mengenai apa yang harus 
dilakukan jika tetangga di apartemen lantai bawah memenuhi rumah Anda dengan 
asap barbecue mereka. Ia sendiri juga pernah mengalami hal serupa. Waktu itu, 
ia dan tetangga-tetangga lain datang ke rumah si pelaku. Mereka berdiskusi 
dengan tenang sampai masalah terpecahkan: 
"Itu yang harus dilakukan semua orang, juga untuk masalah-masalah seperti 
tangisan anak. Anak-anak boleh menangis, tapi kita harus ingat dasar etiket: 
'pedulikan orang lain' - dan Anda tidak memperhitungkan orang lain jika Anda 
cuek ber-barbecue. Anda tidak mempedulikan tetangga lantai atas yang mungkin 
kena asapnya."
Kartu Merah
'Miss Manners' Belanda ini juga mengakui, ada beberapa orang yang memang sudah 
kelewat batas. Ia juga setuju dengan sistem di Rotterdam: penyewa apartemen, 
yang menyebabkan gangguan serius, pertama diberi kartu kuning - seperti dalam 
sepak bola. Jika sudah keterlaluan: kartu merah - diusir dari rumah. "Ancaman 
itu efektif. Kalau pun tidak berhasil: siapa yang tak mempedulikan tetangga, 
harus terima akibatnya."




* :

LAUT TIMOR, NELAYAN PALING DIRUGIKAN 

Pemerintah Indonesia mengajukan tuntutan ganti rugi terhadap perusahaan yang 
bertanggung jawab atas bencana minyak tahun lalu di Laut Timor. Mengapa begitu 
lama masalah ini belum teratasi? 

Menurut Ferdi Tanoni, Ketua Yayasan Peduli Timor Barat, sampai sekarang hal itu 
masih belum jelas, antara lain karena pemerintah Australia tertutup soal kasus 
ini. Pemerintah Australia dan perusahaan minyak yang bertanggung jawab atas 
bencana minyak berusaha menutupi masalah tersebut. 

"Kedua, pemerintah Indonesia pun tidak pro-aktif. Ini ada masalah apa. Sampai 
sekarang kami juga bertanya-tanya. Baru satu minggu lalu Presiden mengeluarkan 
pernyataan ini (tuntutan ganti rugi, Red.)."

Terlambat bersikap
Memang pemerintah Indonesia telah membentuk Timnas Penanggulangan Keadaan 
Darurat Tumpahan Minyak di Laut  Timor yang ketuanya Menteri Perhubungan Freddy 
Numberi. Namun Ferdi Tanoni menyesalkan Departemen Luar Negeri terlalu lambat 
bersikap. 

"Saya menyayangkan sekali tidak ada satu sikap tegas daripada pemerintah 
Indonesia memperingatkan kepada Australia maupun perusahaan pencemar itu, 
sampai hari ini."

Upaya mengatasi pencemaran di Laut Timor sampai sekarang ini sesungguhnya tidak 
ada, ujar Ferdi: 

"Pencegahan tidak ada. Yang dilakukan oleh perusahaan pencemar ini dari 
Thailand, yang dilakukan pencegahan itu pada waktu awal bocornya minyak itu di 
Laut Timor perairan Australia."

Bubuk kimia
Sementara Laut Timor perairan Indonesia tidak ada satu pun upaya yang dilakukan 
baik oleh pemerintah Indonesia, pemerintah Australia maupun perusahaan 
pencemar. Yang dibuat hanyalah penyemprotan bubuk kimia dispersan sangat 
berbahaya oleh Australia sebanyak 200-300 ton. Upaya ini untuk menenggelamkan 
minyak licin ke dasar laut. 

"Yang kami periksa ternyata bubuk kimia dispersan yang digunakan di Laut Timur 
dilarang di benua Eropa dan Inggris."

Sejauh ini Yayasan Peduli Timor Barat satu-satunya lembaga dari Indonesia yang 
mengajukan pengaduan kepada komisi penyelidik Australia. 

"Pemerintah daerah tidak, pemerintah pusat pun tidak. Berdasarkan hasil sidang 
komisi penyelidik Australia pada bulan Mei dikatakan bahwa 90 ribu kilometer 
per segi Laut Timor itu tercemar."

Nelayan
Menurut kajian dari para ahli perikanan Australia antara 75 sampai 85 persen 
dari 90 ribu kilometer itu, yang dicemari adalah perairan Indonesia. 

Dan ini jelas juga berdampak serius terhadap kehidupan nelayan. Mereka 
mengeluh, bukan karena tidak ada ikan tapi sulit sekali mendapatkan ikan. 

"Kalau mendapatkan ikan harus mengeluarkan biaya operasional sangat tinggi 
sehingga tidak bisa mendapatkan keuntungan."

Jadi dalam hal ini nelayan dan masyarakat pesisir paling dirugikan. 

Moratorium
Menurut Ferdi untuk sementara pemerintah Indonesia maupun Australia harus 
membuat moratorium pengeboran minyak di laut. Kedua belah pihak harus mengkaji 
dari segi perundangan maupun teknis. 

"Ketika mereka melakukan pengeboran itu, tidak mengakibatkan hal-hal seperti."


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke