--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 27 Juli 2010 15:10 UTC ** TKW HARUS MUSLIMAH ** PAMERAN SEJARAH NUSANTARA ** UNI AFRIKA DAN SOMALIA ** GEMA WARTA TINJAUAN PERS: KELUARGA KORBAN DUCH TIDAK PUAS DENGAN VONIS 35 TAHUN PENJARA DAN SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS INSIDEN DUISBURG ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PRESIDEN SBY DIIMBAU AGAR MERAWAT KEBEBASAN BERIBADAH ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: TETANGGA BIKIN PUSING ** GEMA WARTA, TOPIK INDONESIA * TKW HARUS MUSLIMAH Syekh Yusef al Ahmad seorang tokoh muslim Arab Saudi menyatakan, para pembantu rumah asing harus wanita muslim. Selanjutnya ia berpendapat mereka wajib mengenakan busana muslim dan harus memiliki "mahram" atau saudara pria sebagai pengawasnya Arab Saudi. Selanjutnya mereka dilarang bergaul dengan para pria yang tinggal dalam rumah majikannya. Syekh Ahmad, mengajar di Imam Mohammad bin Saudi University, yang adalah lembaga pendidikan Islam penting di negara ini. Saat ini keluarga-keluarga di Saudi Arabia mempekerjakan jutaan tenaga kerja asing. Sebagian dari mereka berasal dari negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim, misalnya Indonesia dan negara-negara di Afrika * PAMERAN SEJARAH NUSANTARA Museum Bronbeek di Arnhem, Belanda tengah, yang memamerkan sejarah tentara kolonial KNIL dan Pusat Peringatan Indisch, yaitu orang Belanda yang berlatar belakang Indonesia akan membuka pameran sejarah Hindia Belanda, Nusantara pada jaman kolonial. Pameran ini adalah yang pertama mengangkat sejerah Hindia Belanda, dari jaman VOC sampai abad ke 20. Baik peran militer Belanda maupun kehidupan sehari-hari menjadi topik pameran. Dekolonisasi Indonesia dan dampaknya untuk keberadaan Belanda juga tidak dilupakan. Menteri Kesejahteraan AB Klink dan Inspektur Jenderal tentara nasional Belanda akan membuka pameran ini yang bisa dikunjungi mulai 17 Agustus mend atang. * UNI AFRIKA DAN SOMALIA Pasukan perdamaian Afrika di Somalia, Amisom, akan ditambah dengan dua ribu tentara. Inilah keputusan para kepala negara dan kepala pemerintah negara-negara Afrika di KTT di Kampala, ibu kota Uganda. Tiga tahun lalu Uni Afrika mengirim pasukan perdamaian ke Somalia yang dilanda perang saudara. Misi ini sejak awal hanya terdiri dari tentara Uganda dan Burundi. Negara-negara Afrika lainnya tidak memenuhi janjinya karena mereka menuntut jaminan keamanan untuk tentaranya. KTT Uni Afrika menyetujui penambahan persenjataan misi perdamaian Amisom. Jibuti dan Guinea kini setuju mengirim tentaranya. * TONY HAYWARD BERHENTI Pemimpin tertinggi perusahaan minyak BP berhenti Oktober mendatang, ia digantikan oleh Bob Dudley. Tony Hayward dikritik ihwal penanganan penyelesaian kebocoran minyak di teluk Meksiko. Pada awalnya ia menyatakan dampak bencana ini tidak begitu besar, namun ia harus menarik kembali pernyataan ini. Bencana ini adalah yang terbesar dalam sejarah Amerika Serikat dengan dampak negatif untuk lingkungan, para nelayan dan pariwisata. * KEBOCORAN MINYAK CINA DIKENDALIKAN Minyak yang bocor di Laut Kuning berhasil dibendung, demikian pihak yang berwajib di Cina. Minyak yang bocor ini berhasil ditahan dengan halangan sepanjang 40 ribu meter dan 65 ton keset penyerap minyak. Yang menjadi masalah sekarang adalah pembersihan sisa-sisa minyak ini, memang sebagian diserap namun sisanya susah dibuang. Demikian wakil walikota Dalian yang terletak di timur laut Cina, tempat kebocoran minyak ini. Minyak ini mengalir ke Laut Kuning setelah ledakan di pelabuhan Dalian, 16 juli lalu. Akibatnya terjadi genangan minyak sebesar 180 kilometer persegi. * CAMERON SETUJU TURKI MASUK UNI EROPA Perdana menteri Britania Raya David Cameron menyatakan akan berusaha sekuat tenaga agar Truki bisa menjadi anggota Uni Eropa. Hal ini akan ia ucapkan dalam pidato di Turki yang sudah dipublikasi sebelumnya. Dengan sikap ini ia bertentangan dengan presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang hanya menawarkan kemitraan khusus pada Turki. Tidak adil meminta Turki ikut mempertahankan barat tapi tidak boleh menjadi anggota. David Cameron membandingkan pengalaman Britania Raya di masa lampau yang juga dihalangi keanggotaannya oleh veto Prancis, namun akhirnya sikap ini berubah juga. Turki sejak 2004 menjadi calon anggota Uni Eropa. * BANTUAN BELANDA KEPADA AFGHANISTAN Sejak Taliban diusir pada 2002, Belanda membantu Afghanistan dengan 620 juta euro. Pengeluaran untuk militer Belanda di negara itu 1,4 miliar euro. Dana ini diperuntukkan bagi perumahan militer dan biaya operasi, jadi secara total pengeluaran Belanda untuk Afghanistan sebesar 2,1 miliar euro. Untuk 4 tahun ke depan bantuan Belanda akan mencapai 169 juta euro, 59 juta euro khusus untuk Uruzgan, propinsi yang sampai saat ini dipertahankan Belanda. Dana yang disediakan Belanda diperuntukkan bagi pembangunan negara ini: projek air, pembangunan jalan-jalan raya, sekolah, sektor swasta dan juga penampunagn para pengungsi. 4 tahun ke depan, bantuan Belanda akan diperuntukkan bagi pembangunan pedesaan, transportasi dan kerwiraswastaan. Belanda berperan serta dalam misi NATO di Afghanistan, ISAF, sejak 1 Agustus 2006 dan akan berakhir hari Minggu mendatang. * MOSKOW TOLAK SANKSI UNI EROPA Rusia menganggap sanksi baru Uni Eropa terhadap Iran akan menyusahkan mencari solusi untuk program nuklir Iran yang dipermasalahkan. Ke 27 negara Uni Eropa Senin kemarin memberlakukan sanksi berat terhadap Iran dengan tujuan memaksa negara ini berembuk ihwal program nuklirnya. Perusahaan-perusahaan Eropa dilarang menanam modal di sektor perminyakan dan gas bumi yang adalah tulang punggung ekonomi Iran. Peraturan sanksi ini akan berlaku September mendatang dan adalah sanksi paling berat yang pernah diberlakukan Eropa. Sanksi ini juga melarang perusahaan Eropa, misalnya Shell, maskapai minyak patungan Belanda-Britania. * DUCH NAIK BANDING Gembong Khmer Merah Duch yang divonis 30 tahun penjara menyatakan lewat pengacaranya Kar Savuth akan naik banding. Duch dinyatakan terbukti terlibat kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Tribunal Internasional yang mengadili kejahatan Khmer Merah di Kamboja. Duch minta maaf atas perannya sebagai pemimpin pembantaian 15 ribu pria, perempuan dan anak-anak di penjara Tuol Sleng, namun November bulan lalu ia minta dibebaskan dari hukuman. * KELUARGA KORBAN DUCH TIDAK PUAS DENGAN VONIS 35 TAHUN PENJARA DAN SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS INSIDEN DUISBURG Harian Trouw menulis keluarga korban kekejaman Khmer Merah kecewa dengan keputusan tribunal Kamboja. Hukuman penjara selama 35 tahun untuk Kaing Guek Eay. Hukuman itu tidak setimpal dengan perbuatannya. Di masa Khmer Merah ia membunuh sekitar 15 ribu warga Kamboja. "Itu tidak dapat diterima" kata pengacara hak-hak asasi manusia yang kehilangan kedua orang tuanya. Para korban dan keluarganya tentu memiliki luka yang sangat dalam dan memiliki trauma. Keluarga yang tewas tidak dapat dikembalikan. Jadi sebuah vonis hanya merupakan simbolis belaka, demikian Trouw. Sementara itu harian pagi de Volkskrant menulis, rejim Khmer Merah tidak saja membunuh ratusan ribu warga Kamboja. Kekejian rezim itu ternyata lebih dari itu. Mereka bahkan dengan sengaja membuat foto pembunuhan dan penyiksaan yang dilakukan mereka sendiri. Di antara saksi yang membuat foto soal penyiksaan penjara dan membuat foto sebelum kematian tahanan adalah Nhem En. Menurut harian de Volksrant, para pemimpin penjara membuat para tahanan menjadi penurut. Siapapun yang melarikan diri pasti akan dibunuh. Foto-foto itu sekarang dipampang di sebuah museum. Ruangan yang tadinya tempat penyiksaan tahanan disulap menjadi ruang pameran foto. Foto-foto para tahanan yang masih hidup melihat ke kamera dengan tatapan kosong. Penjara Tuol Seng merupakan sebuah alat. Semua harus mengikuti perintah sang direktur Duch. Termasuk sang fotografer Nhem En. Jika ia tidak mengikuti maka ia akan dibunuh dan banyak yang berminat menggantikan kedudukannya. Kita beralih ke masalah festival dansa Love Parade di Duisburg, Jerman. Akhir pekan lalu sebanyak 19 orang tewas akiba terinjak-injak di festival tersebut. Lebih dari 511 lainnya cedera. Mereka jadi korban saat panik meletus pada terowongan yang menuju wilayah festival. Menurut harian Algemeen Dagblad, pengadilan Jerman kini menyelidiki apakah jatuhnya korban itu akibat sebuah kesalahan. Walikota Adolf Sauerland sendiri menolak untuk mundur. Penuntut umum dari kejaksaan agung Jerman belum memliki petunjuk jelas siapa yang bernar-benar bertanggungjawab atas peristiwa tersebut. Namun penduduk kota Duisburg melancarkan kritikan terhadap walikota Sauerland, peneyelenggara festival tersebut dan polisi. Penyelidikan independen digelar oleh polisi dari wilayah lain yaitu dari Keulen. Menurut jaksa, banyak saksi mata yang melaporkan diri. Yang mencolok adalah ketua polisi di Bochum justru mengadukan walikota dan panitia penyelenggara ke polisi. Kepala polisi itu menurutnya, tahun lalu, membatalkan acara serupa yang sedianya akan digelar di Bochum. Ketua penyelenggara telah mengadakan evaluasi dan berbicara dengan para karyawannya serta menganalisa rekaman video tersebut. Ia berkesimpulan bahwa dalam festival itu ternyata ada 187 ribu orang yang hadir. Walikota menyatakan akan membantu menjelaskan kejadian itu selengkapnya. "Kami telah berbuat semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan even itu dengan aman.," katanya. Demikian Algemeen Dagblad dan sekian pula ulasan pers kali ini. * PRESIDEN SBY DIIMBAU AGAR MERAWAT KEBEBASAN BERIBADAH Kalangan pegiat HAM, aktivis dan pemerhati kehidupan beragama di Indonesia, mengimbau, agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjaga kebebasan beribadah. Trend gangguan, serangan dan penggusuran gereja meningkat sejak lima tahun terakhir ini, terutama di sekitar Jakarta dan Jawa Barat. Menurut survei terbaru Setara Institut, dalam setengah tahun ini, jumlah serangan di Bekasi melonjak, hampir dua kali lipat. Tapi, mengapa Presiden diam saja, seru mereka dengan nada hampir putus asa. Sementara itu, upaya penyegelan juga terjadi terhadap Masjid Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat. Laporan Aboeprijadi Santoso dari Jakarta. Menyegel tempat ibadah merupakan langkah terakhir negara. Upaya menutup Masjid Ahmadyah di Kuningan, salah satu pusat Ahmadiyah di Indonesia, itu gagal, karena perlawanan kuat dari dalam kalangan Ahmadiyah sendiri. Namun sebagian terbesar upaya penyegelan berhasil, terutama menyangkut tempat tempat ibadah para jemaah non-Islam. Survei terbaru Setara Institut menunjukkan serangan dan gangguan itu meningkat dari 18 kali pada tahun 2008 hingga 28 kali sepanjang Januari hingga Juli tahun ini. Para pelakunya bermacam-macam, demikian laporan Setara. "Pelaku pelanggaran terbanyak adalah jelas pemerintahan daerah, 12 kali. Kemudian massa. Massa ini anonim, sepuluh kali. Kemudian warga, ini warga ada lima kali. Kemudian FPI, empat kali. Dan ormas-ormas Islam lainnya seperti FUI, GARIS, PERSIS, GPI, MPS, Muhammadiyah, itu masing-masing satu kali. Terus terang kami merasa concern karena pemerintah pusat tidak memberikan reaksi apa pun terhadap peristiwa yang sebetulnya sudah terjadi secara sistematis dan berulang-ulang dan terjadi dalam lima tahun terakhir ini." Kasus-kasus hampir serupa. Celakanya, biasanya, penguasa setempat memilih diam atau membiarkan, demi ketenangan publik, ketimbang menjaga hak hak warga, demikian tutur Pendeta Luspida Simandjuntak, dari Gereja Pondok Timur, Bekasi. "Karena apa yang kami usahakan selalu bentrokan dengan massa. Sudah hampir lebih 15, 16 tahun kita beribadah di sini. Kita tidak mempunyai tempat beribadah yang permanen. Ibadah yang ada di Pondok Timur, itu pindah rumah ke rumah." Maka tak mengherankan kasus-kasus seperti ini diwarnai nada nyaris putus asa. "Terakhir usaha kami, kami siap membeli satu bangunan. Tinggal menandatangani hitam di atas putih. Tiba-tiba sekelompok massa sudah membuat spanduk 'Rumah ini bisa dijual, tetapi tidak untuk gereja'. Jadi semuanya mentok di tengah jalan. Kami beribadah di tempat yang sudah disetujui oleh pemerintah. Itu lahan kami ternyata kami diganggu lagi di tempat. Dan tanggal 18 Juli kami didatangi oleh massa kurang lebih 500 orang, dikawal oleh aparat keamanan kurang lebih 200. Aparat keamanan mendesak HKBP Pondok Timur untuk keluar dari tempat supaya situasi kondusif." Kesaksian serupa juga diberikan pegiat HAM, Ibu Ade Rostina Sitompul. "Polisi 200 orang, kami diserang, polisinya diam. Sama sekali tidak bergerak. Polisi nonton. Begitu juga dengan kasus-kasus lain. Ini ada apa sebenarnya." Meninjau dari segi hukum, pengacara Saur Siagian pun mengambil kesimpulan yang tak terelakkan lagi. "Ini kalau menurut saya kejahatan negara yang sangat luar biasa. Karena hak beribadah tidak bisa dikurangi dalam situasi apa pun." Kasus kasus diatas menunjukkan negara masih juga dibelit warisan tiga dasawarsa Orde Baru yang lebih mengutamakan ketenangan masyarakat, tanpa mengindahkan hak hak konstitusional warga lainnya. "Setara menuntut supaya negara bersikap. Anak-anak melihat sendiri. Mereka melihat apakah ini negara yang kami cintai. Sudah saatnya Presiden SBY harus menunjukkan commitment. Kalau tidak kami tidak tahu lagi apa yang akan dilihat dari republik ini." Demikian Bonar Tigor Naipospos dari Setara Institut, dan sekian pula laporan Aboeprijadi Santoso dari Jakarta. * TETANGGA BIKIN PUSING Thijs Westerbeek van Eerten Orang-orang Belanda tak tahan lagi menghadapi perilaku tetangga mereka: asap barbecue, binatang peliharaan, tangisan bayi. Di internet, keluhan macam ini makin deras mengalir. Menurut persatuan koorporasi perumahan Belanda Aedes, di kota-kota besar pengaduan soal perilaku tetangga meningkat. Dalam dunia politik dan di media massa makin banyak perhatian soal hal ini. Partai lokal Leefbaar Rotterdam, misalnya, membuat situs khusus untuk meregistrasi keluhan-keluhan soal tetangga. Lewat Internet Menurut ahli etiket Reinhildis van Ditshuyzen, walau makin banyak keluhan terdengar, orang Belanda tidak jadi lebih kasar atau brutal dari sebelumnya. Akibat internet, timbul citra bahwa perilaku orang Belanda lebih buruk: "Asap barbecue, tangisan anak, itu kan bukan hal baru. Namun sekarang, Anda bisa dengan mudahnya mengeluh - tinggal duduk di belakang komputer, menulis pengaduan di berbagai situs, bahkan ada situs-situs khusus untuk itu. Makanya perilaku buruk tetangga jadi lebih terekspos. Semua orang mengeluhkan tetangga di blog, twitter, dan bermacam media lainnya." Liburan Selain itu, Ditshuyzen juga menyadari, citra orang Belanda yang sedang berlibur di luar negeri sangat jelek: kasar, berisik, tidak sopan. Walau menyalahkan citra itu, ia tidak berpikir kelakuan orang Belanda makin buruk. Orang Belanda, yang tanpa ragu mengeluarkan pendapat mereka, tidak merasa dirinya kasar atau tidak sopan. Mereka cuma bilang apa yang mereka pikir. Ini adalah sikap yang sangat dihargai dalam kehidupan bermasyarakat di Belanda. Orang asing mungkin menganggap hal itu kasar, tapi menurut Van Ditshuyzen, ini cuma soal perbedaan budaya. Padat Soal mengeluhkan tetangga, menurut Van Ditshuyzen ada hubungannya dengan kepadatan penduduk. "Orang Belanda cenderung mengeluhkan banyak hal. Berbeda dengan di negara-negara lain, kami tinggal bertindih-tindihan di Belanda. Tapi apa gara-gara itu kami jadi kurang ajar? Rasanya tidak." Saran Sebagai ahli etiket, Van Ditshuyzen tentu punya saran mengenai apa yang harus dilakukan jika tetangga di apartemen lantai bawah memenuhi rumah Anda dengan asap barbecue mereka. Ia sendiri juga pernah mengalami hal serupa. Waktu itu, ia dan tetangga-tetangga lain datang ke rumah si pelaku. Mereka berdiskusi dengan tenang sampai masalah terpecahkan: "Itu yang harus dilakukan semua orang, juga untuk masalah-masalah seperti tangisan anak. Anak-anak boleh menangis, tapi kita harus ingat dasar etiket: 'pedulikan orang lain' - dan Anda tidak memperhitungkan orang lain jika Anda cuek ber-barbecue. Anda tidak mempedulikan tetangga lantai atas yang mungkin kena asapnya." Kartu Merah 'Miss Manners' Belanda ini juga mengakui, ada beberapa orang yang memang sudah kelewat batas. Ia juga setuju dengan sistem di Rotterdam: penyewa apartemen, yang menyebabkan gangguan serius, pertama diberi kartu kuning - seperti dalam sepak bola. Jika sudah keterlaluan: kartu merah - diusir dari rumah. "Ancaman itu efektif. Kalau pun tidak berhasil: siapa yang tak mempedulikan tetangga, harus terima akibatnya." * : LAUT TIMOR, NELAYAN PALING DIRUGIKAN Pemerintah Indonesia mengajukan tuntutan ganti rugi terhadap perusahaan yang bertanggung jawab atas bencana minyak tahun lalu di Laut Timor. Mengapa begitu lama masalah ini belum teratasi? Menurut Ferdi Tanoni, Ketua Yayasan Peduli Timor Barat, sampai sekarang hal itu masih belum jelas, antara lain karena pemerintah Australia tertutup soal kasus ini. Pemerintah Australia dan perusahaan minyak yang bertanggung jawab atas bencana minyak berusaha menutupi masalah tersebut. "Kedua, pemerintah Indonesia pun tidak pro-aktif. Ini ada masalah apa. Sampai sekarang kami juga bertanya-tanya. Baru satu minggu lalu Presiden mengeluarkan pernyataan ini (tuntutan ganti rugi, Red.)." Terlambat bersikap Memang pemerintah Indonesia telah membentuk Timnas Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut Timor yang ketuanya Menteri Perhubungan Freddy Numberi. Namun Ferdi Tanoni menyesalkan Departemen Luar Negeri terlalu lambat bersikap. "Saya menyayangkan sekali tidak ada satu sikap tegas daripada pemerintah Indonesia memperingatkan kepada Australia maupun perusahaan pencemar itu, sampai hari ini." Upaya mengatasi pencemaran di Laut Timor sampai sekarang ini sesungguhnya tidak ada, ujar Ferdi: "Pencegahan tidak ada. Yang dilakukan oleh perusahaan pencemar ini dari Thailand, yang dilakukan pencegahan itu pada waktu awal bocornya minyak itu di Laut Timor perairan Australia." Bubuk kimia Sementara Laut Timor perairan Indonesia tidak ada satu pun upaya yang dilakukan baik oleh pemerintah Indonesia, pemerintah Australia maupun perusahaan pencemar. Yang dibuat hanyalah penyemprotan bubuk kimia dispersan sangat berbahaya oleh Australia sebanyak 200-300 ton. Upaya ini untuk menenggelamkan minyak licin ke dasar laut. "Yang kami periksa ternyata bubuk kimia dispersan yang digunakan di Laut Timur dilarang di benua Eropa dan Inggris." Sejauh ini Yayasan Peduli Timor Barat satu-satunya lembaga dari Indonesia yang mengajukan pengaduan kepada komisi penyelidik Australia. "Pemerintah daerah tidak, pemerintah pusat pun tidak. Berdasarkan hasil sidang komisi penyelidik Australia pada bulan Mei dikatakan bahwa 90 ribu kilometer per segi Laut Timor itu tercemar." Nelayan Menurut kajian dari para ahli perikanan Australia antara 75 sampai 85 persen dari 90 ribu kilometer itu, yang dicemari adalah perairan Indonesia. Dan ini jelas juga berdampak serius terhadap kehidupan nelayan. Mereka mengeluh, bukan karena tidak ada ikan tapi sulit sekali mendapatkan ikan. "Kalau mendapatkan ikan harus mengeluarkan biaya operasional sangat tinggi sehingga tidak bisa mendapatkan keuntungan." Jadi dalam hal ini nelayan dan masyarakat pesisir paling dirugikan. Moratorium Menurut Ferdi untuk sementara pemerintah Indonesia maupun Australia harus membuat moratorium pengeboran minyak di laut. Kedua belah pihak harus mengkaji dari segi perundangan maupun teknis. "Ketika mereka melakukan pengeboran itu, tidak mengakibatkan hal-hal seperti." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
