---------------------------------------------------------------------
WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.
---------------------------------------------------------------------
Edisi ini diterbitkan pada:
Senin 09 Agustus 2010 13:30 UTC
** ABU BAKAR BA'SYIR DITANGKAP
** KECELAKAAN KAPAL DI INDONESIA, 11 TEWAS
** PENDIDIKAN TINGGI BELANDA POPULER DI INDONESIA
** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: MANTAN DUBES VAN DAM: INDONESIA BISA MELIHAT KE
MASA DEPAN
** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: FIFA UJI BELANDA DAN BELGIA
** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PENANGKAPAN ABU BAKAR BA'ASYIR
** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MIA FARROW BILANG CAMPBELL TAHU
** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MENJADI SELIR PANGERAN BRUNEI
** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SECEPAT MUNGKIN TINGGALKAN MOSKOW
** GEMA WARTA INTERNASIONAL: 120 TAHUN IMIGRASI JAWA SURINAME ANGKAT KISAH
ORANG BIASA
* ABU BAKAR BA'SYIR DITANGKAP
Polisi Indonesia menangkap ustad radikal Abu Bakar Ba'asyir. Ia diduga
mendukung kaum Muslim ekstremis. Demikian pemberitaan pihak berwenang
Indonesia, Senin 9 Agustus.
Ba'asyir, 71 tahun, Senin pagi ditangkap di Ciamis, Jawa Barat. Ia diduga
terlibat kamp pelatihan militan di provinsi Aceh. Ba'asyir konon mendanai
pelatihan kaum militan yang tergolong kelompok teror Asia Jemaah Islamiyah.
Kelompok itu diduga berhubungan dengan jaringan teroris internasional al-Qaeda.
Pendukung fanatik Ba'asyir terutama adalah kaum pemuda radikal Muslim. Ia sudah
pernah dipenjara selama 26 bulan karena perannya dalam serangan bom di Bali
tahun 2002. Serangan teroris itu menewaskan 200 orang termasuk beberapa orang
Belanda.
* KECELAKAAN KAPAL DI INDONESIA, 11 TEWAS
Sedikitnya 11 orang tewas dan puluhan hilang akibat tenggelamnya sebuah kapal
penumpang di lepas pantai Nusa Tenggara Timur. Kapal dengan 60 penumpang itu
terbalik setelah dua jam bersauh dari pulau Flores. Sejauh ini 17 orang
ditemukan selamat. Kapal antar pulau diterjang ombak tinggi yang memicu
kepanikan para penumpang. Tak lama kemudian perahu motor terjungkir. Di
Indonesia, kecelakaan angkutan laut sangat sering terjadi. Korban per tahun
mencapai lima ratus orang.
* PENDIDIKAN TINGGI BELANDA POPULER DI INDONESIA
400 calon mahasiswa Indonesia dilepas untuk studi di Belanda. Hal itu diumumkan
Nuffic Neso Indonesia, wakil resmi pendidikan tinggi Belanda di Jakarta.
Organisasi non profit itu mencarikan tempat kuliah bagi mahasiswa asing di
Belanda.
Belanda dan Jerman merupakan negara Eropa penting bagi mahasiswa Indonesia.
Pendidikan tinggi Belanda dinilai bagus, kata Ariono Hadipuro, juru bicara
Nuffic Neso Indonesia. Mahasiswa asing dapat mengikuti kuliah dalam bahasa
Inggris, sehingga tidak perlu lagi menguasai bahasa Belanda. Hal itu juga
dianggap positif.
Bagi banyak mahasiswa, hubungan sejarah Indonesia-Belanda menjadi pertimbangan
untuk studi di Belanda. Tahun ini sekitar 1450 mahasiswa studi di Belanda;
setiap tahun 350 sampai 400 pelajar mulai studi di universitas atau pendidikan
tinggi Belanda.
Studi lingkungan hidup, ekonomi bisnis dan arsitektur menjadi pilihan banyak
mahasiswa Indonesia. Hal mencolok, kota universitas Groningen di Belanda utara,
sangat populer. Menurut juru bicara Nuffic Neso, hal ini disebabkan oleh
promosi Universitas Groningen di Indonesia dan kerjasamanya dengan universitas
di Indonesia.
Tapi kebanyakan warga Indonesia yang hendak studi di luar negeri memilih
Australia.
* BENCANA MINYAK BP MAKAN DANA 6,1 MILIAR
Bencana minyak di Teluk Mexico sejauh ini menghabiskan dana perusahaan minyak
BP sebanyak 6,1 miliar dollar Amerika. Hal itu diumumkan BB Senin ini.
Sementara ini BP menerima 145 ribu klaim. Sejauh ini sudah dilakukan 103.900
pembayaran yang secara keseluruhan berjumlah 309 juta dollar.
Kebocoran minyak di Teluk Mexico terjadi 20 April lalu, menyusul ledakan di
anjungan pemboran minyak. Akibatnya, terjadi bencana lingkungan terbesar dalam
sejarah Amerika. Pekan lalu BP akhirnya berhasil menutup kebocoran setelah 106
hari.
* PENGACARA IRAN MINTA SUAKA DI NORWEGIA
Mohammed Mostafaei Pengacara Iran yang berupaya mencegah hukum rajam perempuan
Iran, minta suaka di Norwegia.
Pengacara tersebut takut ditangkap pihak berwenang Iran. Bulan lalu ia
melarikan diri ke Turki dengan menggunakan mobil, kuda dan berjalan kaki . Di
sana ia mendapat visa untuk Norwegia dari kedutaan besar Norwegia.
Klien pengacara, seorang janda 43 tahun, divonis hukuman mati melalui hukum
rajam. Janda ini konon menjalin hubungan dengan pria-pria lain setelah suaminya
meningal, tapi dia selalu menyangkalnya. Kasusnya menimbulkan kritik
internaional sehingga pelaksanaan hukum rajam itu ditunda.
* GILIRAN MIA FARROW BERSAKSI DI BELANDA
Senin ini, di Leidschendam, Belanda, bintang film Amerika serikat Mia Farrow
memberikan kesaksian dalam proses pengadilan mantan presiden Liberia Charles
Taylor yang ditiduh melakukan kejahatan perang. Aktris Amerika ini tidak begitu
menarik perhatian dibanding supermodel Inggris Naomi Campbell yang pekan lalu
datang ke Belanda untuk proses yang sama.
Mia Farrow, 65 tahun, dulu juga bekerja sebagai model, tapi sekarang sudah jauh
lebih tua daripada Campbell. Pekan lalu ratusan wartawan ingin melihat Naomi
pada proses yang digelar Tribunal Khusus Sierra Leone (SCSL), tapi hanya
segelintir saja yang bisa masuk gedung bekas dinas intelijen Belanda, AIVD,
lokasi proses pengadilan terhadap Taylor. ,,Di sini tidak pernah terjadi
apa-apa'', kata penduduk Leidschendam yang ingin menonton kerumunan media.
Senin pagi ini suasana di daerah pemukian Leidschendam jauh lebih tenang
ketimbang pekan lalu. Terutama wartawan biro pers Inggris dan koran meliput
proses tersebut.
Mia Farrow dikabarkan menyangkal kesaksian Naomi Campbell
* HAMBURG TUTUP MESJID MUSLIM MILITAN
Pihak berwenang kota Hamburg, Jerman, Senin pagi menutup mesjid Taiba di
bilangan St. Georg. Mesjid tersebut konon tempat pertemuan kaum Muslim militan.
Hal itu diumumkan oleh otorita di Hamburg. Sebuah pusat budaya dekat mesjid
tersebut juga ditutup. Sebelumnya mesjid itu dikenal dengan nama Al-Quds.
Pelbagai pelaku serangan teroris 11 September 2001 saling bertemu di sana.
* OPERASI BEDAH PLASTIK SANGAT POPULER
Jumlah terbesar operasi bedah plastik dilakukan di Amerika Serikat, disusul
oleh Cina dan Brasil. Hal ini tercantum dalam sebuah inventarisasi perhimpunan
internasional bedah plastik secara estetis ISAPS yang dipublikasikan hari ini.
Liposuksi atau operasi sedot lemak dan pembesaran payudara merupakan operasi
terpopuler tahun 2009 dengan masing-masing 18,8 persen dan 17 persen. Data
ISAPS menunjukkan bahwa di seluruh dunia terhitung sekitar 30.817 ahli bedah
plastik yang aktif.
* MANTAN DUBES VAN DAM: INDONESIA BISA MELIHAT KE MASA DEPAN
Edisi akhir pekan koran NRC Handelsblad, memuat wawancara dengan mantan duta
besar Belanda untuk Indonesia Nikolaos van Dam, yang baru saja memasuki masa
pensiun 1 Agustus kemarin. Selama lima tahun menjabat duta besar, Van Dam boleh
dibilang populer di Indonesia. Latar belakangnya sebagai pakar Arab dan
kefasihannya berbahasa Arab serta Indonesia, sangat membantu dalam tugasnya.
"Saya bukan dubes cliche yang hanya bergaul dengan para diplomat lainnya. Tapi
sebanyak mungkin bergaul dengan orang Indonesia."
Menurutnya tugasnya dimulai sangat ideal, setelah menlu Belanda ketika itu
Bernard Bot menghadiri upacara peringatan 17 agustus di Jakarta dan mengakui
secara moral dan politik bahwa Indonesia merdeka tahun 1945. Semua elemen yang
menutup dan menghalangi kerjasama bilateral, hilang sudah. Mayoritas orang
Indonesia menganggap penting pengakuan tersebut. Menurut Van Dam situasi
politik internal di Belanda tidak memungkinkan, bahwa pengakuan itu dilakukan
lebih awal.
Nikolaos van Dam melanjutkan, bangsa Indonesia bisa melihat ke masa depan dan
menyampingkan luka di masa lalu. Tidak banyak bangsa yang bisa melakukan hal
itu. Lanjut NRC Handelsbald. Misalnya sewaktu peresmian perkebunan pala di
Banda, Van Dam disambut dengan perahu kora-kora berbendera Oranje. Sementara
Belanda misalnya, masih belum bisa mengundang kanselir Jerman untuk menghadiri
upacara hari pembebasan perang dunia II tanggal 4 Mei.
Belanda punya banyak pakar dan institut mengenai Indonesia, contohnya KITLV di
Leiden dan Institut Tropen di Amsterdam. Tapi diantara penduduk Belanda
sendiri, pengetahuan mengenai Indonesia tidak besar. Orang Belanda kebanyakan
mengenal orang Indo-Belanda yang hanya tertarik dengan bagian tertentu dari
sejarah saja. Kenangan akan Tempo Doeloe, ketika jaman kolonial, sebelum
Indonesia merdeka, itulah gambaran yang paling populer.
Menurut Van Dam, orang Belanda sulit menempatkan pada perspektif orang
Indonesia. Contohnya Periode 1942-1945 adalah jaman yang paling menyakitkan
buat orang Belanda yang ketika itu mendekam di kamp-kamp Jepang. tapi bagi
orang Indonesia ketika itu adalah jaman pendudukan Jepang, Belanda sudah kalah.
Ketika Jepnag pergi, bagi Indonesia itulah saat mereka merdeka. Sementara
orang Belanda berpikir mereka bisa kembali berkuasa, kembali ke rumah atau
perkebunan mereka yang dulu ditinggalkan dan melanjutkan pekerjaan. Jadi dua
perespsi yang bertolak belakang.
Rencana kunjungan Presiden SBY ke Belanda tahun ini, menurut Van Dam adalah
'puncak hubungan baik kedua negara'. Indonesia tdak butuh bekas penjajah yang
mendikte bagaimana mereka harus melakukan sesuatu, tapi tips dan trik agar bisa
bertambah baik. Membantu program pemberantasan korupsi, pemberantasan teroris,
memperbaiki klimat dagang, sistim hukum dan pendidikan. Indonesia butuh
pengetahuan mengenai air untuk mencegah banjir. Masa lalu kolonial tidak perlu
diungkit-ungkit lagi. "Orang Indonesia lebih suka mendiksusikan hal-hal
praktis." Demikian mantan dubesa Van Dam mengakhiri wawancaranya di NRC
Handelsblad.
* FIFA UJI BELANDA DAN BELGIA
FIFA, Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional, dengan matanya yang begitu
awas, pekan ini meneliti Belanda dan Belgia. Laporan Belinda van Steijn.
Delegasi khusus datang memeriksa stadion sepak bola, penginapan untuk latihan
dan pelbagai hotel. Tujuannya melihat apakah kedua negara benar-benar siap
menjadi tuan rumah kejuaraan Piala Dunia tahun 2018 atau tahun 2022.
Politisi Belanda dan Belgia belum lama berselang menyatakan tidak senang dengan
tingginya tuntutan FIFA. Federasi sepak bola dunia ini kabarnya tak hendak
membayar pajak dan memonopoli hak iklan di pelbagai stadion.
KNVB, perhimpunan sepak bola Belanda, membantah dan mengatakan FIFA sudah
membayar pajak di markas besarnya, di Swis. Yang disebut monopoli sponsor itu
juga tidak benar, demikian KNVB.
Di balik kritik itu, Belanda tetap mati-matian berupaya menjadi tuan rumah
kejuaraan piala dunia di masa depan. Upaya bersama Belanda Belgia, yang
menyebut diri The HollandBelgium Bid, tampil dengan slogan "Together for great
goals" (bersama untuk tujuan besar).
Sebelumnya kedua negara pernah bekerjasama menyelenggarakan kejuaraan sepak
bolah Eropa, pada tahun 2000. Menurut Rob de Leede, anggota HollandBelgium Bid,
pengalaman itu digunakan sebagai ujung tombak untuk meyakinkan delegasi FIFA
bahwa Belgia dan Belanda adalah calon yang paling baik.
Rob de Leede menunjuk pada kemudahan mencapai lokasi pelbagai stadion di Belgia
dan Belanda. Lebih dari itu Rob juga berpendapat FIFA akan sangat tertarik pada
antusiasme suporter Belgia dan Belanda, seperti yang terlihat pada
turnoi-turnoi sebelumnya.
Maklum, FIFA selalu ingin tahu pasti bahwa stadion-stadion Belanda dan Belgia
akan terisi penuh.
Rob dengan bangga menyebut orang Belanda dan Belgia gila sepak bola. Tayangan
bagaimana para suporter Belanda ramai-ramai datang ke Afrika Selatan dengan
karavan untuk berkemah, ternyata disiarkan oleh televisi seluruh dunia.
Demikian pula ketika berlangsung pesta rakyat di Amsterdam, walaupun Belanda
hanya juara kedua sepak bola Piala Dunia. "Itu tayangan-tayangan unik," kata
Rob de Leede.
Tetapi bukan hanya Belanda dan Belgia yang ingin menjadi tuan rumah Piala Dunia
2018 atau 2022. Delegasi FIFA juga berkunjung ke Jepang, Korea Selatan dan
Australia.
Kemudian mereka juga akan mampir ke Rusia, Inggris, Spanyol dan Portugal serta
Amerika Serikat dan Qatar. Semua negara itu juga berupaya sekuat tenaga menjadi
tuan rumah salah satu kejuaraan Piala Dunia tahun depan.
Karena saingan begitu keras, tidaklah mengherankan kalau FIFA mengenakan
persyaratan ketat. Seperti negara-negara lain, persatuan sepak bola Belanda dan
Belgia memenuhi tuntutan itu.
Mereka yang berminat memang harus berinvestasi banyak. FIFA tidak ingin
membayar pajak pendapatan di Belanda dan di stadion-stadion hanya akan memasang
iklan para sponsornya. Rob de Leede menyatakan tuntutan seperti ini biasa-biasa
saja bagi penyelenggaraan kejuaraan besar. Hanya media massa saja sering
membesar-besarkannya.
Menurut Rob omong kosong saja berita bahwa FIFA menuntut jalur khusus di jalan
bebas hambatan bagi mobil-mobilnya. Tuan rumah memang akan berupaya sekuat
tenaga orang-orang penting tiba pada waktunya di stadion. Tidak lebih dari itu,
tukas Rob de Leede.
Yang jelas, menurut Rob, tidak mungkin 50 ribu pengunjung stadion harus menanti
tim yang belum datang ke stadion karena jalan macet. Di balik pernyataan ini,
politisi Belanda dan Belgia tetap saja mengkritik desakan FIFA. Itu sayang,
kata Rob, karena suasana negatif bisa berdampak buruk pada keputusan FIFA.
Dari penelitian Kementerian Perekonomian Belanda, kalau pada tahun 2018,
Belanda bersama Belgia menjadi tuan rumah kejuaraan Piala Dunia, maka bagi
Belanda biayanya akan mencapai 476 juta euro.
Biaya terbesar akan dipakai untuk membangun atau merenovasi stadion sepak bola
dan menyesuaikan infrakstrukturnya. Bagi Belgia biayanya lebih besar lagi,
karena harus dibangun lebih banyak gedung baru lagi.
Pengalaman, infrastruktur yang tepat dan memadai, dan penanganan yang sinambung
harus bisa meyakinkan para inspektur FIFA. FIFA baru akan mendapat hasil dari
penelitian itu pada bulan November.
Tanggal 2 Desember 2010 akan diumumkan siapa tuan rumah kejuaraan Piala Dunia
tahun 2018 atau 2022.
* PENANGKAPAN ABU BAKAR BA'ASYIR
Penahanan tokoh radikal Abu Bakar Ba'asyir merupakan kejutan apalagi ia ditahan
sebelum bulan Ramadhan. Radio Nederland menanyakan latar belakang penangkapan
ini, benarkan ini kebetulan saja sebelum Ramadhan? Berikut komentar pakar
terorisme, Noorhuda Ismail.
Benang merah
Polisi mengadakan penangkapan berdasarkan bukti awal, demikian Noorhuda Ismail.
Polisi bisa mendakwa orang apa saja, tapi yang menentukan benar atau tidak itu
di pengadilan. Sampai hari ini polisi menyatakan yang ditemukan baru benang
merah, namun bukti secara juridis formal belum ada. Sebetulnya rumor tentang
penangkapan Ba'asyir sudah tersebar dua bulan lalu. Setelah beberapa orang di
Aceh "menyanyi" tentang keterlibatan Ba'asyir dalam persiapan terorisme.
Gerakan ini tidak akan hilang dalam waktu singkat, karena didukung oleh
ideologi. Harus ada penanganan sistimatis oleh negara.
Koresponden Aboeprijadi Santoso menghadiri konperensi pers di Mabes Polri, dan
pertanyaan pertama adalah sekitar waktu penangkapan Abu Bakar Ba'asyir,
menjelang Ramadhan ini.
Prancis
Spekulasi tentang waktu penangkapan menjelang Ramadhan dan tuduhan aksi ini
dilakukan untuk menutupi kasus korupsi di polisi ditolak oleh jurubicara Polri
Kombes Edward Aritonang menyangkal tentang hal itu. Penangkapan ini mendapat
perhatian besar dari media di Indonesia.
Ia terlibat pelatihan militer untuk membangun cabang al Qaeda di Aceh. Ada
perencanaan bom mobil. Mobil Mitsubisi beserta peledaknya sudah dipersiapkan
rapih oleh seorang warga Prancis beserta istrinya yang asal Maroko. Mereka
masih buron. Presiden SBY mengadakan kunjungan kerja di desa Jawa barat
pengamanannya luar biasa, presiden memeriksa sebuah pasukan yang senjatanya
semua harus dilucuti.
Penyelidikan ini ditunda saat kunjungan menhan Amerika Serikat Robert Gates ke
Indonesia. Bahan video ini didapat dari 5 tersangka yang kesaksiannya
divideokan. Kelompok Abu Bakar Ba'asyir sudah menetapkan beberapa target untuk
bomnya, bukan spesifk presiden SBY, tapi mabes Polri, kantor Kapolda Jawa
Barat, beberapa hotel di Jakarta serta sejumlah kedutaan besar asing.
Cemburu
Polisi memberi kesan amat yakin dalam menahan Abu Bakar Ba'asyir, padahal
pernah pada 2002 menyusul bom Bali, Ba'asyir ditahan lagi tapi dibebaskan
karena belum cukup buktinya. Almarhum Nurcholis Majid pernah menyatakan kepada
Radio Nederland, Ba'asyir sudah minta maaf setelah bom Bali. Sekarang ia
terlibat lagi, jadi ini perkembangan baru dalam terorisme di Indonesia.
Aksi sukses ini akan menjadi pujian untuk polisi, bisa jadi Kopassus akan
cemburu. karena mereka mau dilibatkan dalam penumpasan terorisme. Densus 88
yang memimpin dan membongkar kasus ini akan mendapat pujian.
* MIA FARROW BILANG CAMPBELL TAHU
Naomi Campbell sangat menyadari bahwa berlian mereka terima pada tahun 1997 di
Afrika Selatan adalah hadiah oleh mantan Presiden Liberia Charles Taylor.
Aktris Amerika Mia Farrow mengatakan Senin(09/08), saat memberi kesaksian pada
Pengadilan Khusus untuk Sierra Leone di Leidschendam, Belanda.
Menurut Farrow, Campbel waktu itu mengatakan, orang-orang yang dikirim Charles
Taylor membawa intan yang besar. Padahal supermodel Inggris telah bersaksi
pekan lalu, bahwa dia tidak tahu siapa orang-orang yang malam itu datang.
"Bahkan Naomi Campbell sudah cerita soal intan tersebut sebelum sarapan," kata
Farrow(65 tahun). Kedua bintang tersebut, pada tahun 1997, bertamu di kediaman
Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela. Mereka berada di sana sebelum
menghadiri acara malam amal untuk Dana Anak-anak Mandela. Charles Taylor yang
sedang diadili melakukan kejahatan perang juga turut hadir.
Farrow bahkan masih diingatkan oleh Graca Machel, istri Nelson Mandela. "Anda
jangan mau difoto dengan orang itu."
Jaksa penuntut asal Amerika untuk Pengadilan Khusus Sierra Leone, Brenda Hollis
ingin mendengar keterangan dari Naomi Campbell dan Mia Farrow yang menunjukkan
Taylor menerima "intan berdarah" dari pemberontak negara tetangga Sierra Leone,
yang kemudian diserahkan ke Campbell .
Intan berdarah berperan kunci dalam perang yang mengerikan di Afrika Barat pada
tahun sembilan puluhan. Taylor memperoleh intan tersebut sebagai ganti
pelatihan dan senjata untuk pemberontak di Sierra Leone. Mantan presiden
Liberia tersebut bersumpah dia tidak pernah ada hubungannya dengan intan
berdarah.
Naomi Campbell masih jauh dari selesai dengan skandal ini. Polisi di Afrika
Selatan sedang mempertimbangkan lebih lanjut untuk memperjelas pertanyaan
asal-usul berlian. Intan yang disumbangkan kepada Yayasan Dana Nelson Mandela
Anak-anak kini ada di tangan polisi Afrika Selatan.
Pers internasional Senin pagi(09/08) ini tidak sebanyak minggu lalu. Pekan lalu
ratusan jurnalis meliput kesaksian. Kesaksian Mia Farrow cuma menarik wartawan
beberapa saja untuk datang ke bekas gedung layanan rahasia Belanda AIVD, di
mana Charles Taylor diadili.
* MENJADI SELIR PANGERAN BRUNEI
Pekerjaan utama mereka: bercinta dengan keluarga kerajaan. Jillian Lauren, satu
dari sekian selir pangeran Jefri Bolkiah, adik dari Sulan Brunei Hassanal
Bolkiah, bercerita lewat bukunya "Some Girls: My Life in a Harem". Di antara
para candik juga terdapat perempuan Indonesia.
Situs koran Belgia De Standard mewawancarai Jillian Lauren.
Awalnya ia cuma tahu akan pergi ke Singapura untuk menghibur para pebisnis
kaya. Sebagai penari telanjang di klub striptis di Amerika,
permintaan-permintaan seperti ini biasa.
Namun saat masuk dalam pesawat ia diinformasikan pergi ke Brunei. "Kelihatannya
mereka tak terbuka karena ini terkait dengan keluarga kerajaan," ujar Jillian.
Brunei sepanjang Jillian tahu adalah sebuah kerajaan Islam di Kalimantan, yang
sangat kaya berkat minyak.
Setelah tiba, ia tak dibawa ke Sultan, melainkan ke adiknya, Jefri, yang saat
itu berusia 30an tahun. Walau, tentu saja, kadang ia juga dipinjamkan untuk
melayani sang sultan.
Tetapi yang mengagetkan ada sekitar 40 perempuan bekerja sebagai gundik.
"Saya merupakan gadis Amerika pertama. Sebelumnya sudah ada selir dari
Thailand, Indonesia, Malaysia dan Filipina. Saya tak banyak berkomunikasi
dengan mereka karena masalah hambatan bahasa. Lagipula kami tak mungkin
membicarakan bagaimana atau mengapa jadi candik di kesultanan Brunei."
Jillian Lauren sulit mengetahui apakah para perempuan muda itu secara sukarela
menjadi selir.
"Saya tidak tahu apakah mereka diculik atau dipingit. Kelihatannya mereka malah
bersyukur. Itu terlihat dari kehidupan mengenaskan yang mereka tinggalkan.
Namun tidak soal keputusan mereka jadi obyek sex sultan. Di sana ada beberapa
perempuan di bawah umur. Bukan asal Amerika tapi Asia. Anda dapat merenungkan
sejauh mana seorang berusia 15 tahun bisa mengerti persetujuan pekerjaan
seperti itu."
Saat masih bekerja sebagai candik pangeran Jefri Bolkiah, perempuan yang
sekarang tinggal di kota Los Angeles ini harus menyerahkan paspornya. Meski
begitu ia tetap bisa jalan-jalan, yah, dengan pengawasan pengawal. Ia bawa tas
penuh uang untuk Jillian belanja. Situasinya boleh dibilang mirip sangkar emas.
"Saya memang jarang lihat kota Brunei, karena tidak boleh keluar istana. Kami
hidup di dunia mewah yang dikelilingi tembok. Ada kolam renang, lapangan tenis,
pusat kebugaran, bioskop, arena bowling. Istana layaknya taman main pangeran
dan kami bagian dari itu."
Tidak hanya itu. Setiap malam di istana, seperti ada pesta besar-besaran, penuh
sampanye, kaviar dan semua makanan mewah lain. Musik memenuhi ruangan dan para
penari menari sampai pagi. Semua selir ikut berpesta sampai tangan kanan sang
pangeran mengambil satu atau lebih dari para candik..
Ia lalu membawa pilihan tersebut ke kamar di mana Jillian harus menunggu hingga
namanya dipanggil oleh pangeran.
"Setelah melakukan hubungan sex ia biasanya memukul halus pantat sang selir.
Itu artinya tugas dia sudah selesai. Pangeran sendiri masih punya setidaknya
tiga perempuan yang antri. Jadi saya duga, setelah saya keluar, sang pangeran
masih akan terus. Saya pernah mendengar bahwa pangeran Jefri pernah meminta
hubungan sex bertiga dengan perempuan lain. Dengan saya ia hanya melakukan
secara normal. Paling jauh ia pernah menendang pantat saya."
Jillian Lauran pernah bertemu dengan istri pangeran saat dilangsungkan
pertandingan polo. Nampaknya ia tidak keberatan dengan pola hidup sang suami.
Sekalipun perempuan asal AS tersebut jadi pasangan bermain terfavorit kedua di
antara para selir.
Ia pernah bercinta setiap hari dengan pangeran, dan pernah juga cuma satu kali
per pekan. Semua dilakukan tanpa kondom. Jillian juga mengakui sempat jatuh
cinta dengan sang pangeran. Ia sadar cintanya tak akan terbalas.
Selama enam bulan menjadi selir pangeran Jefri Bolkiah, Jillian mendapat
bayaran sampai 300 ribu Dollar AS. Ini murni, karena semua pengeluaran lain
sudah dibayar. Angka tersebut luar biasa pada tahun 1990an.
"Saya sangat boros. Yah gimana. Seorang berumur 18 tahun dengan uang ratusan
ribu dollar. Dengan uang itu saya kembali kuliah, membeli mobil, pindah ke
Kalifornia."
Ia sekarang tak lagi kontak dengan pangeran. Apalagi setelah menulis buku "Some
Girls: My Life in a Harem". Buku ini dilarang di Brunei Darussalam.
Jillian Lauren butuh waktu lama untuk bisa menulis kisah tersebut. Bekerja
sebagai pelayan sex di kesultanan bukan cerita sembarang. Perempuan yang dulu
berprofesi sebagai penari striptis menyatakan semua kisahnya otentik. Ia tak
pernah menyesal dengan apa yang pernah ia geluti.
"Saya sedih melihat diri saya dulu. Tidak punya harga diri dan sangat tak
menghormati diri sendiri. Sekalipun begitu saya sama sekali tak menyesal
mengalami ini semua."
* SECEPAT MUNGKIN TINGGALKAN MOSKOW
Moskow dilanda asap tebal. Itu akibat kebakaran hutan hebat di sekitar ibukota
Rusia ini. Berikut laporan redaktur Margreet Strijbosch dari kota itu.
Kekhawatiran sudah muncul Jum'at lalu, ketika pesawat belum juga mendarat di
Moskow. Bandara Sheremetevo di utara Moskow yang biasanya begitu tenang
ternyata begitu sibuk, sehingga pesawat harus terbang keliling selama 20 menit
sebelum bisa mendarat. Pilot melaporkan bandara Moskow lain tutup karena asap
tebal yang dibawa angin.
Banya beracun
Pengelihatan memang terbatas, jadi para penumpang begitu lega ketika bisa
mendarat dengan aman. Tapi itu tidak lama. Bau sesuatu yang terbakar segera
tercium begitu keluar dari pesawat, termasuk tamparan hawa panas. Seperti orang
masuk banya, bak mandi Rusia yang begitu panas, kata seorang penumpang. Tapi
banya yang ini beracun.
Asap yang muncul dari lalu lintas Moskow yang begitu sibuk di tengah suhu musim
panas yang mencapai 40 derajat kemudian bercampur dengan asap kebakaran hutan
di wilayah tenggara. Begitu di luar, bernafas rasanya seperti harus berupaya
keras. Bernapasnya juga jangan terlalu dalam, karena takut udara diracuni
pelbagai zat tidak sehat.
Sopir taksi yang meluncur ke pusat kota bertanya-tanya kenapa harus datang ke
Moskow. Semua orang justru ingin hengkang, katanya sambil menunjuk
iring-iringan mobil yang macet ke luar kota. Kalau masih punya anak, sebaiknya
memang keluar saja, sambil menunjuk anak kami yang berusia 12 tahun.
Tapi para sopir taksi sedang panen. Alat penyejuk udara di mobilnya juga
berjalan dengan baik, makanya si sopir masih akan tinggal. Kepadanya
disampaikan bahwa Selasa mendatang kami akan ke Sankt Petersburg dengan kereta
api.
Ketinggalan zaman
Hotel untungnya dilengkapi dengan pesawat penyejuk udara. Itu meringankan,
walaupun asap tebal tetap memenuhi jalan-jalan pusat kota Moskow yang makin
sepi. Diputuskan untuk secepat mungkin berangkat ke Sankt Petersburg. Sayangnya
tidak bisa diatur dari hotel, baru besoknya.
Bersama Igor, seorang kenalan, kami berjalan-jalan ke Lapangan Merah. "Malam
hari biasanya tidak panas lagi," kata Igor. Sudah berminggu-minggu udara Moskow
panas, sehingga orang tidak betah lagi.
"Tapi itu terutama karena angin," kata Igor. "Ketika kukirim berita datang
saja, udara masih cerah. Tapi angin berubah, sekarang asap ditiup ke arah
Moskow."
Igor yang biasanya taat kepada para pemimpin Rusia, sekarang bikin kejutan.
"Pemadam kebakaran tidak beres," katanya. Kebakaran didiamkan saja, alat-alat
mereka juga sudah ketinggalan zaman, jalur pemadam kebakaran di hutan-hutan
tidak dirawat semestinya.
Ia masih berlanjut. "Sekarang, dari tempat peristirahatan di Sotchi, Putin dan
Medvyedev memecat para pemimpin kebakaran, sekaligus mengeluarkan banyak dana
untuk beli pemadam kebakaran baru. Tapi, tanpa kontrol, dana-dana itu akan
diselewengkan juga. Tidak ada yang beres dan bantuan luar negeri juga
dihalangi." Berita surat kabar bernada serupa, dan pada siaran berita televisi
terlihat dokter-dokter mengajurkan warga Moskow supaya meninggalkan kota
mereka, atau, kalau tak bisa, tinggal di dalam rumah saja.
Kaya baru
Di Lapangan Merah masih terlihat banyak turis. Padahal beberapa negara sudah
memperingatkan warganya supaya tidak bertandang ke Moskow. Tapi, pekan silam
situs web Kementerian Luar Negeri Belanda tidak mencantumkan apa-apa tentang
ibukota Rusia. Sekarang memang sudah lain, pemerintah Belanda mengeluarkan
peringatan bahaya kesehatan akibat asap tebal.
Selain wisatawan ada pula beberapa kelompok orang Rusia yang hadir di dan di
sekitar Lapangan Merah. Itulah para juru kamera yang mencoba mengabadikan
suasana khusus ini. Tapi siapa yang mereka foto? Ternyata masih ada juga remaja
Rusia, anak kalangan kaya baru. Mengendarai mobil mewah limousine berwarna
putih keemasan mereka berhenti di jembatan Sungai Moskwa. Membawa segelas
syampanye mereka difoto dengan latar belakang asap.
Sabtu pagi ke biro wisata mengurus karcis kereta api ke Sankt Petersburg. Hanya
bisa diperoleh kereta Ahad malam, kereta sebelumnya sudah penuh. Pesawat udara
sudah tidak bisa digunakan lagi, asap tebal menghalangi penerbangan. Karcis
kereta api Selasa malam yang sudah ada bisa diuangkan di Stasiun Belarus.
Biaya adminstrasi
Ketika sampai di sana, ditanyakan apakah masih ada tempat bagi kereta api yang
lebih awal lagi, jawabannya silahkan bertanya pada Stasiun Leningrad. Untungnya
di sana berhasil didapatkan karcis lebih awal itu.
Untuk kedua kalinya karcis yang sudah dibeli dikembalikan, tentu saja dengan
membayar biaya adminstrasi. Terhirup nafas lega, walaupun udara metro juga
dipenuhi asap. Orang masih bisa melihat-lihat stasiun metro Belorusskaya yang
punya relief indah, tetapi stasiun lain tutup.
Waktu selebihnya dihabiskan di hotel. Tidak di luar, karena asap. Banyak museum
juga tutup, Akhirnya pilihan tinggal kamar hotel yang disejuki mesin. Tetapi
orang baru bisa bernafas lega ketika sampai di Sankt Petersburg, Ahad pagi.
Maklum, sudah bebas dari asap tebal Moskow.
* 120 TAHUN IMIGRASI JAWA SURINAME ANGKAT KISAH ORANG BIASA
9 Agustus ini tepat 120 tahun lalu orang Jawa pertama menginjakkan kaki di
Suriname. Bangsa Jawa Suriname di Belanda mengenang peristiwa bersejarah itu
dengan acara budaya. Peringatan tahun ini juga ditandai penerbitan buku
"Sejarah Dari Sisi Lain" berisikan penuturan orang-orang yang mengalami
langsung perjalanan dari Jawa ke Suriname. Seperti disampaikan Hariette
Mingoen, ketua penyelenggara peringatan.
"Bagi kami orang Jawa Suriname, acara ini penting sekali. Karena kami mengingat
sejarah kakek nenek kami. Waktu tanggal 9 Agustus 1890, grup pertama tiba di
Suriname."
Selain meluncurkan buku, sebuah situs yang membahas persitiwa tersebut juga
diterbitkan. Isinya tak melulu orang Jawa ke Suriname, tapi juga cerita
bagaimana orang Jawa, setelah berpuluh-puluh tahun akhirnya pulang ke Jawa,
yang kini bagian dari Indonesia. Dan juga cerita orang Jawa Suriname yang
kemudian pindah ke Belanda.
"Ini sejarah dari pengalaman. Dan menariknya orang-orang Jawa Suriname yang
kembali lagi ke Indonesia, mereka itu membawa pengalaman dari Suriname ke sana.
Masih makan sayur-sayur yang terkenal di Suriname."
Hal yang unik lainnya adalah kisah di mana orang Jawa Suriname keheranan dengan
sistem tawar menawar saat belanja di pasar di Indonesia.
---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia
Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]
Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]
Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------