---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Sabtu 14 Agustus 2010 12:30 UTC



** OBAMA DUKUNG PEMBANGUNAN MESJID

** PBB PASTIKAN KOLERA DI PAKISTAN

** UlLTRANASIONALIS KE MONUMEN YASUKUNI

** BIJI GANDUM MAKIN TERBATAS, HARGA ROTI MELAMBUNG



* OBAMA DUKUNG PEMBANGUNAN MESJID

WASHINGTON (ANP) - Presiden Amerika Barack Obama mendukung sepenuhnya 
pelaksanaan rencana pembangunan mesjid di dekat Ground Zero, lokasi yang pernah 
diserang oleh radikal muslim 11 September 2001.

Menurut Obama, Amerika tidak boleh menghalangi kebebasan beragama. "Sebagai 
warga dan presiden saya berpendapat bahwa muslim mempunyai hak yang sama untuk 
menjalankan agama mereka, seperti layaknya orang lain di negara ini" tutur 
Obama di Gedung Putih. Dia menjadi tamu undangan dalam makan bersama di bulan 
Ramadan ini.

Pihak yang menentang pembangunan mesjid memandangnya sebagai penghinaan 
terhadap hampir 3000 korban serangan teroris tersebut.
© ANP/AFP


* PBB PASTIKAN KOLERA DI PAKISTAN

ISLAMABAD (ANP) - PBB memastikan berita jatuhnya satu korban kolera di 
Pakistan. Korban meninggal tinggal di Mingora, kota penting sebelah barat laut 
Swat. 

Karena organisasi kesehatan cemas akan terjadinya penyebaran penyakit infeksi 
berbahaya tersebut, maka mereka tidak lagi menyelidiki apakah orang-orang 
benar-benar tertular. Tapi mereka langsung menangani setiap pasien yang diare 
sebagai penderita kolera. Demikian jubir PBB bagi organisasi pertolongan OCHA. 
Dipastikan 36 ribu orang menderita diare. "Tidak semua  penderita diare akut 
berarti juga kena kolera. Tapi memang ada kecemasan kolera, karena itu kami 
melakukan penanganan seperti kolera." tutur jubir.

Pakistan memperkirakan 20 juta orang terkena dampak akibat banjir yang 
disebabkan oleh hujan lebat. 
© ANP/AFP


* UlLTRANASIONALIS KE MONUMEN YASUKUNI

TOKIO (ANP) - Sejumlah delegasi partai ultranasionalis dari Eropa melakukan 
kunjungan ke monumen Yasukuni untuk menghormati korban perang Jepang. Termasuk 
juga pemimpin Front Nasional Prancis, Jean-Marie Le Pen. 

Minggu (15/8) akan diadakan peringatan 65 tahun penyerahan Jepang pada akhir 
perang dunia ke dua. Monumen yang terletak di pusat ibukota Tokyo dianggap 
kontroversial, karena di antara para korban yang dihormati terdapat juga 
beberapa pelaku kejahatan perang. 

Yasukuni bagi negara yang pernah dikuasai Jepang, seperti Cina dan Korea 
Selatan adalah simbol agresi perang. Kunjungan perdana mentri Jepang  ke 
monumen menimbulkan banyak protes di negara-negara tersebut.
© ANP/AFP


* BERKABUNG BAGI KORBAN TANAH LONGSOR

BEIJING (ANP) - Pemerintah Cina menetapkan Minggu (15/8) sebagai hari Berkabung 
Nasional bagi para korban bencana tanah longsor yang terjadi di Zhouqu di 
propinsi Gansu. Demikian media Xinhua.

Tanah longsor akibat hujan deras itu menewaskan 1156 jiwa. Diperkirakan 588 
orang terkubur di bawah lumpur. Bendera akan dikibarkan setengah tiang di semua 
kedutaan dan konsulat. Semua aktivitas yang berbau pesta akan dihentikan.

Cina mengalami hujan muson terparah dalam dua tahun. Lebih dari 3400 orang 
tewas atau hilang sejak musim buruk bulan Mei lalu. Kerusakan serupa pernah 
terjadi tahun 1998, saat sebagian besar Cina terkena luapan sungai Jangsekian. 
Saat itu lebih dari empat ribu orang juga tewas. Jutaan orang harus dievakuasi.
© ANP/AFP


* AMERIKA KIRIM BANTUAN KE RUSIA

MOSKOW (ANP) - Dua pesawat pengangkut C-130 milik Amerika tiba di Moskow untuk 
membantu memadamkan kebakaran hutan di Rusia. Demikian televisi Rusia. Dua 
pesawat itu mengangkut antara lain air dan pakaian tahan api. 

Dua pesawat C-130 lain akan diterbangkan dari Amerika ke Rusia, serta satu 
pesawat dari California. Mentri luar negeri Amerika memperkirakan nilai bantuan 
itu mencapai 3,5 juta euro.

Presiden Amerika Barack Obama menjanjikan pertolongan tersebut setelah 
berbicara melalui telepon dengan rekan sejawatnya Dmitri Medvedev.
© ANP/AFP


* TAK ADA KONTAK TUJUH KORBAN BELANDA

DEN HAAG (ANP) - Tujuh orang  berwarga negara Belanda masih dinyatakan hilang 
di Utara India. Organisasi perjalanan mereka dalam beberapa hari terakhir ini 
belum berhasil menghubungi kelompok yang berada di wilayah banjir. Demikian 
jubir kementrian luar negeri Belanda.

Banjir akibat hujan lebat di India telah menewaskan 185 orang, termasuk lima 
wisatawan Eropa. Banyak yang masih dinyatakan hilang. Tidak jelas apakah 
wisatawan dari Belanda saat ini masih menghadapi masalah sehingga belum bisa 
melakukan kontak, karena daerah bencana sangat luas. 

Mulanya Kemenlu Belanda sudah melakukan pencarian bagi dua belas warga Belanda 
di wilayah bencana. Dan kontak berhasil dilakukan dengan mereka. Tapi kelompok 
tujuh orang yang masih dalam pencarian, baru kemudian dilaporkan oleh 
organisasi perjalanan.


* PEMBERONTAK KURDI BUNUH TIGA ORANG

KAUKASUS (ANP) - Pemberontak Kurdi membunuh komandan Revolutionary Guards dan 
dua militan islam dalam pertempuran di dekat kota Orumieh, sebelah selatan 
propinsi Azerbaijan. 

Komandan Nasser Pasandideh dan dua milisi islam Basij terbunuh saat bentrok 
dengan anggota Partai Free Life of Kurdistan (PJAK).  PJAK menjalin kerjasama 
erat dengan PKK, yang beroperasi di Turki serta masuk dalam daftar teroris di 
Ankara dan sebagian besar dunia internasional.

PJAK masih memerangi tentara keamanan di bagian barat laut Iran, yang mayoritas 
berpenduduk Kurdi. 
© ANP/AFP


* KELOMPOK BERSENJATA BUNUH 10 PENUMPANG BIS

BALUCHISTAN (ANP) - Sekelompok orang bersenjata membunuh 10 orang di Pakistan. 
Penembakan itu terjadi Jumat malam sekitar 75 km Tenggara Quetta, ibukota 
propinsi Baluchistan yang kaya minyak dan gas.   

"Kelompok bersenjata itu menghentikan bis dan menembak mati sepuluh 
penumpangnya"tutur jubir pemerintah lokal kepada AFP. Sampai berita diturunkan, 
belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab. 

Kekerasan belakangan ini sering terjadi di Baluchistan, yang berbatasan dengan 
Afganistan dan Iran. Pemberontak Baluch tahun 2004 menuntut otonomi dan 
pembagian kekayaan alam di wilayah itu, termasuk gas dan minyak. Ratusan jiwa 
sudah menjadi korban sejak saat itu.
© ANP/AFP


* KUBA BEBASKAN TAWANAN POLITIK

HAVANNA (NOS) - Kuba kembali membebaskan beberapa tawanan politiknya.  Dalam 
beberapa hari, disiden akan diterbangkan menuju Spanyol. 

Bulan lalu, gereja Katolik di Kuba mencapai kesepakatan dengan pemerintah untuk 
melepaskan 52 orang. Dua puluh orang langsung disetujui untuk bebas. 

Para disiden tersebut adalah bagian dari 75 orang yang tahun 2003 ditangkap. 
Mereka mengkritik gerakan komunis Kuba, tapi menurut pemerintah Kuba mereka 
ditangkap atas tuduhan terlibat mata-mata Amerika.


* BANTUAN PAKISTAN TAK SAMPAI KE RAKYAT

ISLAMABAD/LONDEN (ANP) - Dana pembangunan bagi Pakistan sebesar  376 juta euro 
bagi korban gempa tahun 2005, dipakai untuk proyek pemerintah yang lain. Karena 
itu, donatur asing enggan untuk memberikan dana bagi para korban bencana banjir 
yang sekarang. Gempa Pakistan tahun 2005 menewaskan 80 ribu jiwa.

Koran Inggris The Daily Telegraph melaporkan bahwa lima tahun setelah gempa, 
para korban masih menunggu desa mereka dibangun kembali. Sekitar empat juta 
orang saat itu kehilangan tempat tinggal.

Masyarakat internasional memberikan dana lebih dari empat milyar euro kepada 
Pakistan. Perusahaan yang diberi tugas untuk melaksanakan pembangunan kembali, 
ERRA, diberitahu bahwa dana itu dialihkan untuk proyek lainnya. Di samping itu, 
juga diberitahukan bahwa anggaran tahun ini tiga perempat lebih sedikit dari 
yang dijanjikan sebelumnya.


* BIJI GANDUM MAKIN TERBATAS, HARGA ROTI MELAMBUNG

Roti, chapati, pizza, dan makan ternak, serta semua yang mengandung gandum akan 
menjadi lebih mahal. Harga biji-bijian gandum beberapa minggu terakhir ini 
seakan meledak akibat cuaca ekstrim, kebakaran hutan di Rusia dan spekulasi 
pasar bursa. Kita ternyata tidak mempelajari krisis pangan dua tahun lalu. 
Laporan: Marco Hochgemuth
Ladang gandum di belah bumi sebelah utara banyak dilanda bencana. Kanada, 
penguasa pasar gandum pun menurun hasil buminya akibat curah hujan tinggi. Di 
pelbagai negara penghasil gaundum penting seperti Rusia, Ukraina, dan 
Kazakhstan, panen mereka sebagian gagal akibat kekeringan. Di Rusia saja, 
seperempat hasil panen bijian musnah karena kebakaran hutan, sehingga negara 
itu memutuskan untuk menghentikan ekspor sampai akhir tahun. Ukraina dan 
Kazakhstan (yang menguasai 30% produksi gandum dunia- menurut Organisasi Pangan 
Sedunia) mempertimbangkan untuk melakukan pelarangan ekspor. 
Belum lagi situasi tersebut diperburuk dengan kegelisahan di pasar keuangan, 
tutur Niek Koning, pakar ekonomi bagi pertanian Belanda. "Jika pasar perumahan 
dan bursa memburuk, maka modal keuangan beralih pada pasar bijian. Gandum 
menjadi obyek untuk berspekulasi dan kenaikan harga bisa melonjak lebih tinggi."
Menantikan Selatan
Belum ada dua tahun lalu terjadi kerusuhan akibat pangan setelah harga biji 
gandum naik hampir dua kali lipat di puluhan negara. Apakah krisis serupa akan 
melanda? Niek Koning: "Yang kita tahu sekarang adalah harga biji-bijian sejak 
juni lalu naik sepertiga dari harga sebelumnya. Jika hal ini tidak berubah, 
maka belum ada masalah besar, karena persediaan masih sangat besar dari hasil 
panen yang baik selama dua tahun ini."
Masalah besar baru timbul jika panen di belah bumi selatan juga bermasalah, di 
negara-negara penghasil biji-bijian yang besar seperti misalnya Australia dan 
Argentina, kata Koning. Jika ketidak tenangan di bidang keuangan masih terus 
berlangsung dan nilai bursa turun, maka itu juga akan memberi dampak besar pada 
harga biji-bijian.
Mesir Jadi Korban
Pelbagai negara di Timur Tengah mengimpor banyak biji gandum, jadi mereka 
menghadapi masalah terbesar. Koning menyatakan:"Mesir punya banyak kontrak 
dengan Rusia, tapi karena larangan ekspor, Mesir tidak bisa lagi mengandalkan 
Rusia. Mereka kini harus membeli gandum dari negara lain, misalnya dari Uni 
Eropa, yang menetapkan harga jauh lebih tinggi."
Masalah yang sungguh besar baru timbul di negara-negara miskin di Asia, seperti 
Bangladesh dan India Utara. Sebagian besar penduduk di sana, setengah dari gaji 
mereka habis untuk kebutuhan pangan. Jika harga roti tiba-tiba naik, maka 
dampaknya akan sangat besar. Di negara-negara tersebut, dua tahun lalu terjadi 
kerusuhan akibat krisis pangan.
Amerika Latin mempunyai produsen gandum yang besar, terutama Argentina. Jadi 
naik turun harga di sana tidak begitu terasa. Indonesia sudah swasembada 
sebagian besar kebutuhan berasnya, sehingga ketergantungan pada luar negeri 
tidak begitu besar. 
Jika harga tinggi gandum berlangsung lama, maka akan berdampak juga pada produk 
lainnya, misalnya harga daging dan produk susu lainnya, tutur pakar bijian dari 
Organisasi Pangan Sedunia, Abdolreza Abbassian. "Kini kita membicarakan harga 
roti. Di pelbagai negara non-barat, harga roti tetap rendah karena mendapat 
subsidi untuk menenangkan kegelisahan masyarakat. Mesir menyediakan dana 700 
juta euro. Tapi pelbagai negara lain tidak mampu menyediakan dana tambahan."
Simpanan
Sistim persediaan pangan di seluruh dunia seharusnya bisa mengurangi gelombang 
turun naik di pasar biji-bijian, demikian pikiran orang sewaktu terjadi krisis 
biji-bijian yang terakhir. Tapi sesungguhnya hal ini sampai sekarang belum 
berhasil. 
Sebaliknya, Niek Koning berkata: "Gerakan ini malah menunjukkan hal yang 
sebaliknya beberapa tahun terakhir. Sampai dua puluh tahun lalu, Amerika dan 
Eropa masih mempunyai persediaan biji-bijian yang melimpah, berada di tangan 
pemerintah. Tapi para pembuat kebijakan masih terus mencari-cari solusi untuk 
mengubah sistem ini, dan berpendapat bahwa pasar bebas akan menjaga 
keseimbangan. Dalam kenyataan praktek tidaklah demikian, namun ide ini masih 
ada dalam pikiran para politisi"


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke