---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 25 Agustus 2010 14:20 UTC



** PROYEK RIMBA RAYA DAPAT LAMPU HIJAU 

** INDONESIA TAK HARGAI HAK CIPTA 

** KAMP DETENSI MALAYSIA TAK AMAN 

** TOPIK TINJAUAN PERS: AJAX TERGANTUNG LIGA CHAMPION DAN NASIB GENERASI MUDA 
THAILAND 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: WISATA HALAL MAKIN POPULER 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PAKAR INTERNET INDIA DITAHAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEMAH DI PINGGIR JALAN 



* PROYEK RIMBA RAYA DAPAT LAMPU HIJAU

Sebuah proyek penyelamatan hutan hujan tropis akan dijalankan sebagai proyek 
kerja sama InfiniteEarth, dengan dana dari Shell, Gazprom Market and Trading 
dan Clinton Foundation. Proyek sudah mendapat persetujuan dalam metode 
akuntansi menghitung pengurangan emisi karbon.

Proyek konservasi Rimba Raya meliputi 100 ribu hektar hutan rawa kaya karbon di 
Kalimantan Tengah. Hutan-hutan ini menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar 
dan para ilmuwan mengatakan mengurangi penebangan hutan adalah cara utama 
mengatasi perubahan iklim.

Rimba Raya termasuk dalam proyek pengurangan emisi akibat penebangan hutan dan 
degradasi PBB yang dinamakan REDD, dan  bernilai milyaran dolar. Proyek ini 
juga diharap mendorong sektor swasta terlibat dalam perlindungan hutan. 
Sejumlah proyek REDD lain juga sedang berjalan di Indonesia.

Konservasi ini diharapkan mengurangi 18,5 juta ton karbon dioksida selama 10 
tahun pertama dan 75 juta ton selama 30 tahun periode proyek.


* INDONESIA TAK HARGAI HAK CIPTA

Indonesia mendapat nilai terburuk dalam survei tentang perlindungan hak cipta 
di Asia. Survei dilaksanakan oleh Badan Resiko Ekonomi dan Politik Hong Kong 
(PERC). Singapura berada di urutan pertama, disusul Jepang, Hong Kong, Taiwan, 
dan Korea Selatan.

Indonesia di posisi terbawah diikuti Vietnam di atasnya, dan Cina negara 
terburuk ketiga dalam hal perlindungan hak cipta di Asia. Mudahnya mendapatkan 
film dan software bajakan di negara-negara tersebut sangat mengkuatirkan, 
demikian PERC.

Selain itu, Indonesia, Vietnam dan Filipina juga mendapat nilai buruk dalam hal 
sarana dan prasarana, efisiensi birokrasi dan pengekangan tenaga kerja.  

Cina juga dikritik akibat ekonominya yang semakin menguat didukung 
perusahan-perusahan besar yang menggunakan teknologi bajakan untuk berkompetisi 
di pasar asing.


* KAMP DETENSI MALAYSIA TAK AMAN

Kementerian dalam negeri Malaysia mengakui rendahnya standar keamanan kamp 
detensi migran ilegal dan korban penjualan manusia (trafficking). Menurut 
harian The New Straits Times, sebagian besar dari 13 tempat kamp tidak aman. 

Kamp ini juga sering digunakan sebagai penampungan para pembunuh dan pemerkosa 
yang menunggu deportasi setelah menjalani masa hukuman. Dengan populasi yang 
mencapai 7000 orang, keamanan yang buruk, para kriminal ini bisa kabur dengan 
mudah.

Menteri dalam negeri Mahmood Adam mengatakan akan segera menangani situasi dan 
sebuah komisi sudah dibentuk untuk meninjau keadaan. Adam juga mengingatkan, 
mereka yang ditampung sebagian juga korban dan bukan tahanan, harus 
diperlakukan secara manusiawi dan tempat penampungan bukanlah penjara.

Masalah muncul ke permukaan awal bulan ini ketika 20 orang Afghanistan yang 
menjadi korban sindikat penjualan manusia kabur dari bandara Kuala Lumpur.


* TEBANG KAYU ILEGAL, INVESTASI DITARIK

Aktivis Malaysia menyambut gembira keputusan dana pensiun milik pemerintah 
Norwegia menarik investasi dari perusahaan penebangan kayu Samling Global. 
Salah satu dana pensiun terbesar di dunia ini menjual saham mereka di Samling 
yang bernilai 1, 3 juta dolar.

Perusahaan dituduh melakukan pengrusakan hutan besar-besaran di Sarawak dan 
Guyana. Para aktivis juga menuduh Samling menginjak-injak hak suku asli, 
terutama suku Penan di Kalimantan.

Para aktivis berharap tindakan ini menggugah pemerintah Malaysia untuk berbuat 
sesuatu. Badan Transparency International Malaysia mengatakan penebangan hutan 
secara ilegal dimungkinkan dengan adanya sumbangan besar-besaran perusahaan 
penebangan kayu untuk pelbagai parpol.

Samling Global menyatakan kecewa dengan langkah ini dan mengatakan tuduhan 
tidak benar.


* KUBURAN MASSAL DITEMUKAN DI MEKSIKO

Tentara Meksiko mengatakan menemukan 72 mayat, 14 di antaranya perempuan, di 
sebuah peternakan di San Fernando, Meksiko timur laut. Seorang pria yang 
terluka akibat bentrok dengan gang penyelundup obat bius melapor ke pos 
pemeriksaan militer setempat. 

Angkatan laut Meksiko menyita 21 senapan, sejumlah amunisi dan 4 truk termasuk 
1 truk yang berlogo departemen pertahanan.  Seorang tersangka bawah  umur 
tertangkap, namun anggota lain berhasil lolos.

Kuburan massal semakin sering ditemukan di Meksiko seiring meningkatnya bentrok 
akibat obat bius. Bentrokan ini sudah menewaskan 28 ribu orang sejak taun 2006, 
walaupun Presiden Felipe Calderon mengerahkan militer untuk menanggulanginya.

Pada bulan Juni ditemukan dua kuburan massal dengan 55 dan 51 mayat di Guerrero 
dan Monterrey.


* KORBAN PELECEHAN GEREJA KATOLIK MENGADU

Lebih 900 korban pelecehan seksual di lingkungan gereja katolik di Belanda 
sudah melaporkan kasus mereka ke komisi yang dikepalai mantan menteri Wim 
Deetman.

Sebagian pelaku sudah mengaku, walaupun Deetman belum berhubungan langsung 
dengna mereka. Namun sebagian besar kasus terjadi di masa lampau dan tidak bisa 
lagi diajukan ke pengadilan. 

Deetman yang ditunjuk gereja katolik di Belanda mengatakan tidak semua korban 
minta uang ganti rugi. Banyak yang hanya ingin bantuan dan bimbingan. Komisi 
juga bertujuan menyediakan lembaga bantuan independen  yang tidak tersangkut 
paut dengan gereja, karena banyak korban yang tidak percaya dengan badan yang 
sudah ada, yaitu Hulp & Recht.

Wim Deetman mengatakan sangat terkejut dengan jumlah kasus dan lamanya kasus 
dirahasiakan. Banyak korban melaporkan kejadian yang terjadi di tahun 60-an dan 
baru pertama kalinya berani bercerita kepada orang lain.


* CARTER DI KOREA UTARA

Mantan presiden Amerika Jimmy Carter tiba di Korea Utara, demikian kantor 
berita pemerintah Cina, Xinhua. Diduga Carter akan merundingkan pembebasan 
seorang warga Amerika yang sudah dipenjara selama 8 tahun. 

Carter disambut di bandara Pyongyang oleh utusan nuklir Kim Kye-Gwan dan tidak 
menolak bicara dengan wartawan.


* PENGUNJUK RASA IRAN DINYATAKAN MARTIR

Tiga demonstran anti pemerintah yang tewas di penjara dinyatakan sebagai martir 
oleh lembaga pemerintah Iran. Langkah ini dipastikan akan menguntungkan 
keluarga mereka.

Mohammad Kamrani, Amir Javadifar dan Mohsen Ruholamini dinyatakan sebagai 
martir oleh yayasan Urusan Martir dan Veteran Iran. 

Kematian ketiganya mempermalukan pemerintah, setelah berbulan-bulan 
penyangkalan. Ketiganya tewas di penjara Kahrizak akibat cedera yang diderita 
selama ditahan. Pimpinan spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei memerintahkan 
Kahrizak ditutup setelah adanya laporan soal penyiksaan.

Pada bulan Juni, pengadilan militer memvonis mati 2 orang sehubungan dengan 
kematian ketiga pengunjukrasa tersebut. Bekas jaksa penuntut yang ditakuti 
Saeed Mortazavi dinyatakan bertanggungjawab mengirim mereka ke Kahrizak.


* VERHAGEN DITUDUH MAIN RAHASIA

Sejumlah anggota parlemen dari partai kristen demokrat CDA menuduh pimpinan 
mereka Maxime Verhagen tidak melibatkan mereka dalam perundingan pembentukan 
kabinet Belanda.

Ini diungkapkan dalam rapat partai. Para anggota mengatakan Verhagen tidak 
memberi masukan cukup tentang perundingan dengan partai pro pasar bebas VVD dan 
partai anti islam PVV. 

Rapat berlangsung tegang dan emosional. Verhagen sendiri tadinya akan 
meninggalkan ruangan, tapi rekannya sesama juru runding, menteri kesehatan 
demisioner Ab Klink meyakinkan Verhagen untuk tetap tinggal. Pertemuan berakhir 
tanpa kesimpulan jelas atau pernyataan kepada media.


* FIFA: TIMNAS KORUT TAK DIHUKUM

Berdasarkan hasil penyidikan FIFA, ternyata timnas sepakbola Korea Utara tidak 
dihukum menyusul kegagalan mereka di Piala Dunia Afrika Selatan. FIFA juga 
menyatakan, timnas di bawah asuhan pelatih Kim Jong-hun sudah kembali berlatih.

Menurut asosiasi sepak bola Korea Utara, tuduhan tersebut tidak beralasan. 
Sementara sebelumnya kabar burung mengatakan pelatih dijebloskan ke kamp 
hukuman. 

Timnas Korea Utara dianggap memalukan seluruh bangsa ketika kalah 0-7 dari 
Portugal.


* SERANGAN ATAS BANKIR SWISS

Dua bankir cedera akibat cairan korosif yang dikirim dalam amplop kepada 
sejumlah bankir swasta di Jenewa, Swiss.

Serangan ini adalah contoh kekerasan di sektor keuangan, di kota yang menjadi 
pusat perbankan swasta sejak 200 tahun lalu. Pemerintah mengatakan 10% dari 
tabungan pribadi dari seluruh dunia disimpan di Jenewa.

Kasus sedang dalam penyidikan dan polisi menghubungi lembaga keuangan lain 
untuk mewaspadai serangan yang sama.


* YAMAN TAK PEDULI HAM

Dalam usahanya memberantas para pembangkang, pemerintah Yaman sama sekali tidak 
mempedulikan soal HAM. Demikian laporan Amnesty International. 

Di negara Teluk ini sering terjadi penangkapan secara acak, penyiksaan 
tersangka dan eksekusi tanpa pengadilan. Sering kali wartawan, para pemberontak 
dan aktivis HAM dihadang dengan tuduhan melakukan tindakan melanggar hukum. 

Menurut Amnesty, pemerintah Amerika harus menjelaskan peranannya dalam 
perjuangan di Yaman. Ada tuduhan pemerintah Amerika berpartisipasi dalam 
sejumlah serangan udara. Washington berkeras bahwa Yaman hanya mendapat 
informasi soal posisi para pemberontak.


* BERITA BURSA

Nilai tukar valas:

1.00 EUR = 1.27109 USD
1.00 EUR = 11,408.21 IDR
1.00 USD = 8,976.00 IDR


* AJAX TERGANTUNG LIGA CHAMPION DAN NASIB GENERASI MUDA THAILAND

Direktur Ajax Rik van de Boog boleh saja menamakan keikutsertaan klubnya dalam 
Liga Champion sebagai "penghasilan tambahan yang menarik." Tapi kalau melihat 
bagaimana reaksinya seusai pertandingan pertama melawan Dinamo-Kiev, yang 
berakhir dengan 1-1, maka ada kesimpulan baru. Demikian halaman olahraga harian 
belanda De Pers  dan de Telegraaf. Rugi 21 juta euro, itulah angka yang harus 
ditelan klub ini tahun lalu. Apabila Ajax Rabu (25/08) berhasil mengalahkan 
klub Ukraina di kandang sendiri, berarti pemasukan paling sedikit 13 hingga 15 
juta euro untuk kas Ajax.

Ajax
Bagaimana perhitungannya? Setiap klub yang masuk kualifikasi Liga Champion  
menerima dana awal 3,8 juta euro. Tiap pertandingan yang dimainkan, klub 
menerima 550 ribu euro dari UEFA. Setelah itu ada pemasukan dari market poll, 
antara lain pembayaran hak siar televisi. Itu bisa 3 juta euro. Apabila Ajax 
menang maka itu sama dengan 800 ribu, dan kalau bermain seri 400 ribu euro. 
Dengan dua kemenangan dan satu seri Ajax menerima 13 juta euro. Lanjut koran 
Spits.

"Ini mungkin pertama kalinya klub Amsterdam sangat membutuhkan penghasilan dari 
Liga Champion. Apabila Ajax maju terus, maka mereka bisa menutup angka merah di 
bank dan tetap dapat membayar penjaga gawang Maarten Stekelenburg dan penyerang 
Luis Suarez." Pelatih Ajax Martin Jol optimis. Rata-rata anak buahnya berusia 
22 dan 23 tahun. "Buat mereka Liga Champion adalah pelajaran yang sangat bagus, 
suatu pengalaman yang luar biasa." Ia optimis Ajax menang.

Pelan-pelan klub Amsterdam ini mulai bangkit kembali, baik mental maupun 
ekonomi. Dan itu semua bisa tercapai karena satu pertandingan saja: menang dari 
Dinamo Kiev. Apabila demikian maka Ajax maju ke babak berikutnya di Liga 
Champion, babak enam belas besar. Untuk diketahui, laba pertama yang diterima 
jika masuk 16 besar Liga Champion adalah tiga juta euro. Demikian De Pers.

Thailand
Dari Belanda kita ke Thailand. Orang mungkin mengingat rangkaian demonstrasi 
pendukung Thaksin Shinawatra yang berkaus merah di ibukota Bangkok. Beberapa 
bulan setelah demo berdarah, ekonomi Thailand maju pesat. 7,5% pertumbuhan 
ekonomi tahun ini. Tapi pada saat Thailand berhasil mengendalikan ekonominya, 
nasib generasi mudanya justru memburuk. Suatu ancaman untuk masa depan negara 
itu. Tulis harian The International Herald Tribnune.

Mundurnya kualitas pendidikan, laporan semakin berkembangnya aksi kekerasan dan 
penggunaan narkoba di kalangan remaja Thailand, menambah ketakutan bahwa negara 
itu makin sulit mencapai impian untuk menjadi salah satu negara berkembang di 
Asia. Berbagai organisasi anak dan HAM di Thailand melaporkan, Thailand punya 
pecandu methamphetamin tertinggi di dunia. Selain itu jumlah murid yang 
meninggalkan bangku sekolah juga bertambah banyak. Posisinya di nomor 33 dari 
36 negara dengan jumlah partisipasi studi terendah.

"Thailand tidak akan bisa bersaing dengan negara lain, karena kualitas 
penduduknya rendah. Suatu saat negara ini menempati tempat teratas dalam jumlah 
penduduk yang kecanduan narkoba, kehamilan muda dan kekerasan," kata seorang 
pakar pendidikan. Pendapatnya itu didukung banyak orang di Thailand, yang 
merujuk pada besarnya frustrasi dan pesimisme terhadap pemerintah yang 
berkuasa. Demikian The International Herald Tribune mengakhiri artikelnya.


* GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TAHANAN BELANDA DI IRAN LUPUT DARI PERHATIAN
TAHANAN BELANDA DI IRAN LUPUT DARI PERHATIAN  
Putri tahanan politik keturunan Belanda-Iran Zahra Bahrami menyangkal bahwa 
ibunya anggota salah satu partai politik. Sejak akhir tahun lalu, Zahra 
mendekam di Teheran atas tuduhan melakukan aktivitas berbahaya bagi negara dan 
memiliki narkoba. "Keluarga Zahra tidak serius membebaskannya," kata seorang 
putra dari tahanan politik keturunan Belanda-Iran lain. Total, lima orang 
Belanda mendekam di sel Iran.
Robert Chesal
Thomas Erdbrink, koresponden di Teheran, menyatakan kepada Radio Nederland, 
Zahra Bahrami mungkin terancam hukuman mati. Menteri Luar Negeri Belanda 
kabinet demisioner Maxime Verhagen, telah menyatakan kekhawatirannya terhadap 
duta besar Iran. Belanda meminta agar proses pengadilan berjalan adil. 
Bukan Anggota Partai
Dari Belanda, Zahra Bahrami (45) pergi ke Iran untuk mengunjungi putrinya, 
akhir 2009. Di sana ia ditangkap. Zahra adalah salah satu dari ribuan orang 
yang ditahan selepas pemilu Iran, musim panas 2009. Dalam wawancara dengan 
NOVA, program aktualita TV Belanda, putri Zahra, Banafsheh Erfani, menanggapi 
berita soal ibunya: 
"Sama seperti yang lain, Ibu ikut unjuk rasa di Teheran. Ia memang pernah 
berhubungan dengan media Iran di luar negeri, tapi sama sekali bukan anggota 
partai politik. Saya tahu benar itu."

Tidak Serius

Penangkapan Zahra Bahrami mengejutkan Adnan al-Mansouri. "Saya mendengar berita 
ini kemarin dari radio. Ini kabar yang sangat buruk," katanya dari kediamannya 
di Sittard. Al-Mansouri berempati terhadap keluarga Zahra. Ia juga mengalami 
hal yang sama: sejak tahun 2006 ia berkampanye untuk membebaskan ayahnya dari 
penjara Iran.
Berita mengenai Bahrami juga membuat Adnan al-Mansouri marah. Tidak hanya 
terhadap Iran, namun juga terhadap keluarga Zahra: 
"Mereka tidak serius. Mereka mengecewakan Zahra. Saya baru tahu bahwa Zahra 
sejak tahun lalu dipenjara. Sangat aneh bahwa berita ini baru diketahui publik 
sekarang. Organisasi HAM seperti Amnesty International dan pemerintah Belanda 
juga baru tahu sekarang."
Menurut Al-Mansouri, harusnya dari dulu keluarga Zahra menghubungi media. 
"Mereka harus menyadari, media adalah senjata ampuh. Mereka harus menggunakan 
segala cara untuk membebaskan Zahra Bahrami."
Pejuang Kemerdekaan
Menurut putrinya, Zahra Bahrami bukan aktivis politik. Sedangkan ayah Adnan 
al-Mansouri justru sebaliknya. Ayahnya, Abdullah al-Mansouri, menerima suaka 
politik dari Belanda pada akhir tahun 80-an. Dari Maastricht ia memimpin Ahwaz 
Liberation Organisation (ALO), organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan regio 
Ahwaz di Iran. Pada 2006 ia ditangkap di Suriah dan diserahkan ke Iran. Sejak 
saat itu, putranya Adnan berkampanye dari Belanda untuk membebaskannya.
Banyak Orang Belanda
Kasus Al-Mansouri dan Bahrami bukan satu-satunya. Dalam pernyataan menyusul 
kasus Zahra bahrami, Kementrian Luar Negeri Belanda menyatakan, total lima 
orang Belanda ditahan di penjara Iran. Empat di antaranya, termasuk Bahrami, 
dituduh terlibat gerakan oposisi.


Sementara itu, fraksi D66 di Parlemen Eropa juga sudah meminta Uni Eropa 
mengambil langkah. Marietje Schaake, Anggota Parlemen Eropa dari D66, telah 
mengimbau Catherine Ashton, komisaris luar negeri Uni Eropa, untuk memetakan 
kasus di Teheran. Saat ini sanksi Uni Eropa untuk Iran hanya ditujukan pada 
program nuklir negara tersebut. "Sayang sekali," kata Schaake. "Padahal 
keamanan berkaitan erat dengan HAM."


* WISATA HALAL MAKIN POPULER

Ketika masih menjabat eksekutif perusahaan telekomunikasi, Fazal Bahardeen 
harus sering keluar kota. Dalam perjalanan itu, ia tidak pernah lupa membawa 
makanan siap santap. Banyak hotel yang ditinggalinya tidak memiliki restoran 
bersertifikasi halal bagi wisatawan muslim, seperti dirinya sendiri. 

Fazal Bahardeen, warga Singapura kelahiran Sri Lanka berusia 47 tahun. Tahun 
2006 ia mendirikan perusahaan sendiri, terfokus pada pariwisata halal yang 
makin populer. Perusahaannya menerapkan sistem penilaian untuk hotel terkait 
keramahan karyawan hotel kepada wisatawan muslim. 

Nilai
Sistem pemberian nilai bervariasi dari satu hingga tujuh didasarkan pada 
kemampuan staf menjawab pertanyaan tentang arah kiblat, jadwal sholat atau 
restoran halal. Nilai makin tinggi jika hotel tidak menyediakan minuman 
beralkohol, diskotek atau klab malam misalnya.

Bagi wisatawan muslim, ada dua hal penting, yakni tersedianya makanan halal dan 
arah kiblat.

Jadwal waktu sholat tidak bermasalah. Di zaman modern ini, setiap orang membawa 
telpon genggam. Kebanyakan telpon seluler dilengkapi peranti lunak yang 
menunjukkan waktu sholat. 

Namun di Eropa, arah kiblat dan makanan halal bisa menjadi persoalan. Kendati 
demikian dunia pariwisata Eropa pun sudah mulai melirik turisme halal ini. 

Eropa
Sejak didirikan, perusahaan Fazal terutama menerapkan sistem pemberian nilai 
untuk hotel-hotel di Asia dan Timur Tengah. Namun dalam empat bulan ke depan 
menyebarkan sayap ke Eropa dan Amerika Serikat. 

Menurut Fazal, peluang membuka wisata halal di Eropa sangat bagus. 

Dunia pariwisata menyadari perjalanan halal bernilai sekitar 100 milyar dolar 
per tahun sehingga tidak bisa mengabaikan segmen baru di pasar dan harus 
menyesuaikan diri pada kondisi baru. 

Juga Stefanie van den Berg, pemilik biro perjalanan PT Berg Tour di Amsterdam, 
Belanda, melihat peluang besar membuka paket wisata halal di negeri kincir 
angin ini. 

"Kemungkinannya besar banget. Soalnya kan kebanyakan penduduk di Belanda, 
banyak yang muslim. Atau ada juga yang Kristen, tapi mereka harus menikmati 
makanan yang halal juga, seperti orang Yahudi atau orang dari Kristen Adventis. 
Mereka juga harus makan makanan yang halal." 

Potensi
Menurut Stefanie Belanda berpotensi baik membuka pariwisata halal dan prasarana 
pun memungkinkan hal itu. 

"Yang saya tahu, kalau di restoran-restoran Maroko, Turki, Afrika Utara,  
makanan yang disediakan semua halal. Kalau di Belanda, di hotel Van der Valk, 
saya tahu, itu ada arah kiblatnya."

Dan untuk itu kerja sama dengan biro perjalanan di Indonesia menjadi salah satu 
pilihan. 

"Kalau misalnya ada orang muslim yang benar-benar memperhatikan hal-hal yang 
demikian khususnya untuk Indonesia. Untuk negara-negara lain, seperti saya 
tahu, negara-negara Arab sama orang Yahudi, mereka sangat perhatikan apa mereka 
makan. Saya pikir itu peluangnya baik sekali."


* PAKAR INTERNET INDIA DITAHAN

Kalau anda menyebar kabar buruk, pasti merasakan dampaknya. Itulah yang terjadi 
dengan pakar komputer India, Hari Prasad. Akhir pekan silam ia ditahan karena 
melakukan penelitian tentang resiko keamanan pada mesin penghitung suara 
elektronik di India. Saat ini pun ia masih ditahan polisi di Mumbai. Laporan 
Louise Dunn.  

Awal tahun ini Hari Prasad bersama dua pakar internet lain, yakni pakar Belanda 
Rop Gonggrijp dan J. Alex Halderman dari Amerika, menulis tesis penelitian yang 
memperlihatkan beberapa kecacatan serius pada mesin penghitung suara elektronik 
India. Pihak berwenang tidak menyambut baik penemuan mereka.

Kepada Radio Nederland Wereldomroep, Gonggrijp berkata, Komisi Pemilu India 
mengklaim mesin penghitung suara mereka aman, terpercaya dan pada dasarnya 
sempurna. Kendati laporan ketidakberesan itu, Komisi selalu melarang peneliti 
keamanan membuat penilaian independen. 

Kecacatan keamanan
Awal 2010, seseorang mendatangi Prasad dan membawa mesin penghitung suara untuk 
diselidiki, pakar India itu mendapat bantuan dari Gonggrijp dan Profesor 
Halderman. Bertiga mereka melakukan serangkaian uji, memperlihatkan sejumlah 
kecacatan serius. Kendati ditekan pemerintah, Prasad menolak mengungkapkan 
siapa pemberi mesin. Kini ia ditahan atas tuduhan pencurian. 

Setelah penangkapannya, Prasad menghubungi Profesor Halderman lewat telpon 
genggamnya danmengatakan "Polisi ditekan dari atas. Jadi tampaknya tidak bisa 
berbuat apa-apa. Mereka tidak punya pilihan lain kecuali menahan saya."

Kritik
Rop Gonggrijp yakin penahanan Prasad tidak lebih dari upaya mendiskreditkan 
penemuan mereka tentang keamanan mesin penghitung suara elektronik India. 
Laporan yang disusun bersama Prasad dan Profesor Halderman, dituduh suatu 
penghinaan serius terhadap pemerintah dan telah menimbulkan kritik pelbagai 
macam pihak. "Sekarang dilakukan kampanye untuk menyingkirkan mesin-mesin itu", 
cerita Rop Gonggrijp. "Kampanye ini mendapat dukungan semua partai politik, 
kecuali satu, yakni partai yang berkuasa. Kampanye mendapat dukungan politisi 
terkemuka, ilmuwan, dari semua lapisan masyarakat. Kecuali partai pemerintah 
dan Komisi Pemilu, tidak ada yang menyangkal bahwa mesin ini tidak aman."

Penelitian Gonggrijp meyakinkan pemerintah Belanda untuk meninggalkan pemakaian 
mesin penghitung suara elektronik. Sewaktu pemilu beberapa bulan silam, Belanda 
kembali memakai surat suara. Kekhawatiran India soal isu keamanan juga dialami 
Belanda. 

Percaya
Inti permasalahannya, orang tak bisa menyaksikan proses penghitungan suara 
tanpa melanggar kerahasiaan pilihan si pemilih. Dengan memakai mesin penghitung 
elektronik, ujar Gonggrijp, orang harus percaya sepenuhnya pada peranti lunak 
yang bisa dimanipulasi dengan pelbagai cara oleh mereka yang bermaksud jahat. 

Ia membandingkannya dengan internet banking. "Anda tidak perlu tahu apa yang 
persis terjadi dalam proses internet banking, karena anda dapat melacak uang 
yang masuk dan keluar dari tabungan. Tapi akan menjadi persoalan jika anda 
tidak bisa melakukan itu karena harus menjaga kerahasiaan si pemilih. Setiap 
mesin penghitung suara yang tidak memiliki mekanisme independen, seperti 
misalnya selembar kertas untuk memverifikasi bahwa penghitungan suara berjalan 
tepat. Ini sesuatu yang mustahil."

Aman dan terpercaya
Pakar komputer, Rop Gonggrijp awalnya yakin bisa membuat mesin penghitung 
elektronik aman dan terpercaya. "Tapi", katanya, "lama-lama anda menyadari 
bahwa teknologi pensil dan kertas, tidak bisa rusak dengan cara apa pun, dan 
karena itu tidak perlu diperbaiki. Jadi, sementara India sibuk berperan sebagai 
adi kuasa modern baru, dirinya serta banyak orang lain berharap pemerintah bisa 
diyakinkan, paling tidak dalam kasus ini, lebih baik tetap menggunakan metoda 
'kuno'."


* KEMAH DI PINGGIR JALAN 
Kjeld Duits
Di pinggir jalan bebas hambatan terbesar di Peshawar, tenda-tenda berdiri 
sepanjang puluhan kilometer. Di daerah penampungan ini, anak-anak bermain di 
bahu jalan, di tengah lalu-lintas berbahaya. Disinilah penampungan puluhan 
korban banjir Pakistan.
"Tenda" bisa dibilang kata yang terlalu bagus untuk menggambarkan tempat 
tinggal mereka. Yang disebut "tenda" di sini cuma kain yang dijadikan atap dan 
tak sampai ke tanah. Sama sekali tak ada privasi. Anda bisa melihat semua isi 
tenda. Ini pasti sulit sekali bagi penghuninya. Privasi sangat penting di sini, 
karena di desa semua rumah biasanya dikelilingi tembok tinggi.
Hampir semua tenda lumayan kosong, jarang korban bisa menyelamatkan 
barang-barangnya. Kadang malah, yang tersisa cuma pakaian di badan.
Terutama anak-anak yang menderita. Mereka hidup di tengah CO2 dan bahaya 
lalu-lintas mobil dan truk. Mereka tak punya apa pun untuk mengalihkan 
perhatian dan harus bertahan hidup.
Ketika truk air dari organisasi bantuan Dokter Tanpa Batas datang untuk 
mengantarkan air minum, Maria (8) dan Shama (10) berlari di belakang truk. 
Jerigen dan botol-botol plastik kosong yang mereka bawa memantul-mantul ke 
tubuh kecil mereka.
Sudah jadi tugas mereka untuk mengambil air minum untuk anggota keluarga dan 
kembali ke tenda. Sekarang, di Pakistan utara air banjir mulai surut dan ayah 
mereka sibuk membersihkan lumpur dan pasir di tempat tinggal mereka dulu. Di 
tempat-tempat itu, rumah-rumah baru akan didirikan. Ibu-ibu menjaga anak yang 
jumlahnya banyak- keluarga-keluarga Pakistan biasanya memiliki banyak anak.
"Ini kerja berat," Shama, gadis kecil yang basah kuyup. Ia memanfaatkan 
kesempatan untuk mengguyur tubuhnya dengan air dari kran truk. Ia juga harus 
membantu ibunya menjaga empat adik perempuan dan dua adik laki-laki. Salah satu 
dari mereka digendongnya. "Saya tak punya waktu untuk bermain," katanya. Ia 
juga tidak suka tinggal di pinggir jalan ini. "Saya kangen rumah," katanya 
sedih.
Sebentar lagi lebaran, tapi Shama dan Maria tahu, tahun ini mereka tak dapat 
hadiah atau makanan enak. Itu bukan masalah terbesar anak-anak di penampungan. 
Mereka makin lemah, kebersihan di kamp sementara, benar-benar tak terjamin. 
Makin banyak anak-anak terjangkit penyakit kulit dan infeksi lainnya.
Di desa kecil Utmanzai, Khadija menggendong anaknya yang berusia 18 bulan. 
Wajahnya rusak karena infeksi gigitan nyamuk. "Kami tak punya kelambu dan kipas 
angin," jelasnya. Ia juga kurang makan untuk memproduksi air susu yang cukup 
untuk putrinya. Tapi ia beruntung: keluarganya bisa menumpang di rumah saudara 
dan ia menerima salep untuk bayinya dari rumah sakit darurat. 
"Infeksi mata dan penyakit-penyakit lain bertambah tiap harinya," kata dokter 
Fitrat, yang bekerja untuk sebuah organisasi bantuan Pakistan. "Kami khawatir, 
ini akan jadi epidemi."
Masalah terbesar adalah besarnya bencana. Di kota Charssada dekat Peshawar, 
seorang pekerja Al-Khidmat Foundation, salah sato organisasi bantuan terbesar 
di Pakistan, menggambarkan masalah. Di regionya, 60% dari 1,7 juta korban 
berkemah di sana. Lebih dari 20.000 rumah rata dengan tanah, hampir setengah 
juta rusak parah. 
Ia realistis, "Kami tak bisa menolong semua orang." Pesannya jelas: tanpa 
bantuan luar negeri, Pakistan tak akan mampu menangani masalah ini.
Aksi TV untuk Pakistan
Lembaga penyiaran publik dan komersial Belanda SBS dan RTL memusatkan perhatian 
untuk bencana banjir Pakistan Kamis (26/08). Tak ada acara TV dan radio 
bersama, masing-masing stasiun membuat acara sendiri untuk korban dan Giro 555. 
Sampai sekarang sekitar 5 juta euro berhasil dikumpulkan.




---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke