--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 24 September 2010 14:10 UTC ** WILDERS PUAS REAKSI HABIBIE ** MUSLIM SALAFIAH ANTI SHARIA-BELANDA ** Q! FILM FESTIVAL KE-9 JAKARTA ** HUKUMAN MATI DI AMERIKA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : JADI ISLAM KARENA DILECEHKAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL : KONDOM PEREMPUAN DOBRAK TABU ** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS : KISRUH DUBES RI & WILDERS * WILDERS PUAS REAKSI HABIBIE Geert Wilders menyambut baik sikap duta besar Indonesia Junus Effendi Habibie yang mencabut ucapannya tentang elektorat PVV. Ketua PVV itu saat ini menganggap masalahnya selesai, sekalipun dubes Habibie tidak mencabut semua kritiknya mengenai Partai untuk Kebebasan, PVV. Dalam sebuah wawancara dengan koran Financieel Dagblad hari Kamis, dubes Habibie antara lain mengatakan "elektorat PVV mungkin dilanda ketakutan psikose". Setelah menlu demisioner Belanda Maxime Verhagen lewat dirjen kementrian luar negeri meminta penjelasan, dubes RI untuk Kerajaan Belanda kemudian mengatakan bahwa ucapannya tersebut tidak pada tempatnya. "Saya puas atas reaksi dubes yang mencabut kembali ucapannya. Memang tidak semua, tapi yang penting yang menyangkut elektorat PVV. Saya menganggap masalahnya selesai", demikian ketua PVV Geert Wilders. * MUSLIM SALAFIAH ANTI SHARIA-BELANDA Muslim aliran Salafiah di Belanda menentang kekerasan. Mereka sangat ortodoks tetapi tidak mau agama digunakan untuk menebar kekerasan. Demikian hasil sebuah penelitian tentang aliran Salafiah di Belanda yang dilakukan oleh Lembaga Studi Migrasi dan Etnik Universitas Amsterdam. Kaku Para peneliti menyimpulkan bahwa penganut aliran Salafiah adalah sebuah 'gerakan ortodoks biasa'. Pandangan mereka 'kaku dan sepihak' tetapi tidak memerangi kehidupan bermasyarakat di Belanda. Mereka justru mencari 'tempat dan posisi' di dalam masyarakat Belanda. Hal ini dipersulit oleh kepercayaan mereka yang fanatik. Dalam prakteknya mereka juga banyak menemukan kesulitan dalam mencari pekerjaan dan menempuh studi. Remaja Organisasi dan masjid-masjid Salafiah sangat aktif menyebarkan agama mereka. Mereka aktif menggelar ceramah dan kursus, dalam bahasa Belanda. Itulah sebabnya mereka populer di kalangan remaja. Pengikut aliran Salafiah di Belanda tidak saja terdiri dari masyarakat pendatang asal Maroko tapi juga Somalia dan juga warga Belanda. Kelompok pemuda ekstrim yang tertarik untuk melakukan Jihad beroperasi di luar organisasi Salafiah. Peka Para peneliti tidak bisa memastikan berapa jumlah penganut aliran Salafiah di Belanda sekalipun dalam prakteknya mereka tidak segan-segan untuk ikut serta dalam angket dan jajak pendapat. Para peneliti berhasil menghitung jumlah total pengikut aliran ortodoks Islam di Belanda. Yaitu antara 40 sampai 65 ribu. Menurut para peneliti kelompok ini 'peka terhadap aliran Salafiah'. * Q! FILM FESTIVAL KE-9 JAKARTA Hari ini dibuka festival film gay di Jakarta. "Q! Film Festival" ke-9 menampilkan 150 film gay dan masalah-masalah seputar HIV/AIDS dari 20 negara seperti Perancis, Filipina dan Jepang. Festival film ini tidak dikampanyekan lewat media lokal untuk mencegah reaksi negatip dari kubu-kubu radikal. "Kami tidak mengiklankan festival ini lewat media lokal yang umumnya konservatif" tegas direktur festival film John Badalu. "Chatting marak di jaringan Twitter mencerminkan kenyataan bahwa komunitas homoseksual merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari di Indonesia", tambahnya. Bulan Maret sebuah pertemuan lokal komunitas homoseksual dan lesbian terpaksa dibatalkan karena mendapat ancaman dari kubu-kubu radikal Islam. Menkominfo Tifatul Sembiring yang juga ketua sebuah partai Islam Juni lalu mengkaitkan hubungan antara pornografi dengan HIV/AIDS. Ia mengimbau agar anggaran pemerintah untuk memberantas HIV/AIDS sebaiknya digunakan untuk maksud dan tujuan lain. Festival Film Gay dilakukan di pusat-pusat kebudayaan asing di Jakarta dan Jogja * PIDATO KONTROVERSIAL AHMADINEJAD Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad kembali memancing kontroversi di PBB. Dalm pidatonya di Sidang Umum di New York, ia mengemukakan berbagai teori konspirasi mengenai kemungkinan terlibatnya Amerika Serikat dalam serangan teroris 11 September 2001. Delegasi sejumlah negara barat langsung meninggalkan ruang sidang. Menurut Ahmadinejad hanya Amerika yang terutama menuduh jaringan al-Qaeda yang melakukan serangan 11 September. "Menurut teori lain berbagai instansi Amerika yang mengatur serangan tersebut dan bertujuan untuk merangsang perekonomian Amerika yang lesu serta memperluas pengaruh Amerika di Timur Tengah untuk menyelamatkan rejim zionis", demikian Ahmadinejad. Dan menurutnya "mayoritas rakyat Amerika, politisi dan negara-negara di dunia" mendukungnya. * HUKUMAN MATI DI AMERIKA Untuk pertama kali dalam lima tahun seorang wanita di Amerika menjalani hukuman mati. Teresa Lewis 41 tahun Jum'at dinihari diberi suntikan yang mematikan di penjara Greensville negara bagian Virginia. Jam 03.13 Lewis menghembuskan nafas terakhir, demikian jurubicara penjara Greensville. Beberapa hari lalu para pengacaranya masih meminta agar pelaksanaan hukuman mati ditangguhkan. Menurut para pengacara, Lewis memiliki IQ yang rendah. Tapi pengadilan tinggi Amerika menolak permintaan tersebut. Lewis dijatuhi hukuman mati karena di tahun 2002 menyewa dua pria untuk membunuh suami dan putera tirinya. Hal itu ia lakukan untuk menerima asuransi jiwa beberapa ratus ribu dollar. * PELAKU KUDETA SOVYET, MENINGGAL Salah seorang pelaku kudeta di Uni Sovyet Agustus 1991 untuk menggulingkan pemimpin Sovyet Gorbatsjov, meninggal dunia di Moskow. Gennadi Janajev ketika itu mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden ad-interim Uni Sovyet dan mengatakan bahwa Gorbatsjov sedang liburan karena merasa letih dan perlu beristirahat. Sebenarnya, Gorbatsjov dikenakan tahanan rumah di Krim. Perebutan kekuasaan akhirnya gagal. Gorbatsjov kembali tapi tidak mampu bersaing dengan Boris Jeltsin, presiden Rusia yang memainkan peranan penting dalam menggagalkan kudeta. Tidak lama kemudian Uni Sovyet jatuh. Berkaitan dengan keterlibatannya dalam perebutan kekuasaan, Janajev dikenakan hukuman penjara. Tahun 1994 ia mendapat amnesti dari Duma, parlemen Rusia. Gennadi meninggal dunia pada usia 72 tahun. * BELANJA ON-LINE TERUS NAIK Semakin banyak warga Belanda belanja lewat internet. Selama paro pertama tahun ini omset belanja on-line mencapai C 3,85 miliar. Naik 10% dibanding periode yang sama tahun 2009. Demikian menurut penelitian www.Thuiswinkel.org Jumlah pengunjung internet naik dengan 7% mencapai 7,6 juta. Saat ini 9 juta warga Belanda paling tidak pernah sekali belanja lewat internet, demikian Thuiswinkel.org Semakin sering konsumen belanja lewat inernet tapi uang yang mereka keluarkan berkurang. Belanja online selama paro pertama tahun ini rata-rata menghabiskan C 120,-. Periode yang sama tahun lalu masih C 145,- * BERITA BURSA Pasar saham dan bura di Tokio hari ini ditutup dengan penurunan. Nilai index Nikkei turun 1% pada 9471,67 poin. Di Seoul nilai index naik 0,8%, Sydney turun 0,6% dan Hang Seng di Hongkong ditutup dengan 0,3% lebih rendah. Hari ini di pasar saham dan bursa Amsterdam nilai index AEX dibuka dengan 0,5% lebih rendah pada 331,24 poin. Di Paris, Frankfurt dan London nilai index turun 0,3% Di Amsterdam nilai tukar Euro tercatat US$ 1,3340 Di Jakarta 1C = Rp. 11.956,- dan US$ = Rp. 8.960,- Cuaca di Hilversum mendung hujan berawan. Suhu berkisar pada 16 derajat Celsius * Normal;heading 1;heading 2; GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL : CHAVEZ TIDAK PERCAYA PEJABAT TERPILIH CHAVEZ TIDAK PERCAYA PEJABAT TERPILIH Pemilu parlemen Venezuela Ahad mendatang akan menentukan masa depan revolusi Hugo Chavez. Sang presiden saat ini sibuk dengan bentuk demokrasi berbeda, yang membuat mubazir para politisi yang dipilih lewat pemilu, yaitu pembentukan: komune. Laporan koresponden Edwin Koopman. Sekilas, Hugo Chavez tidak bisa dikatakan tidak percaya pemilu. Dalam 11 tahun pemerintahannya, dia sudah mengadakan 12 kali pemilu. Minggu-minggu belakangan ini Chavez sibuk berkeliling untuk bicara dan menggerakkan rakyat untuk memilih para calon yang mendukung revolusi. Pilihan utamanya tentu partai Persatuan Sosialis Venezuela, partai pimpinan Chavez. Kampanye berlangsung semarak. Hasil pemilu bisa menentukan masa depan revolusi. Kontrarevolusioner Tapi tetap saja Chavez tidak percaya dengan apa yang disebut 'demokrasi representatif'. Rencana masa depannya justru menggambarkan sebaliknya: demokrasi langsung, rakyat yang memerintah. Rakyat Venezuela dipersiapkan lewat pidato di televisi: "Satu parlemen nasional, terkucil di dalam ruangan dan mengambilalih kedaulatan rakyt, itu namanya kontrarevolusi!" demikian Chavez. "Biar rakyat yang membuat undang-undang: undang-undang kerakyatan, undang-undang sosial, undang-undang revolusi." Komisi daerah dan komune juga harus diijinkan memberi pendapat. Dengan kata lain: kekuasaan di tangan rakyat dengan Chavez sebagai pemimpin. Sosialisme Baru Pembentukan komune sudah berlangsung bertahun-tahun. Sejak tahun 2006, penduduk di pelbagai kawasan didorong membentuk dewan kampung beranggotakan sekitar 200 keluarga. Dewan ini bisa langsung menghadap Chavez untuk minta dana bantuan. Dengan uang ini mereka bisa memperbaiki sekolah, membangun lapangan olahraga atau memperbaiki jalanan sendiri. Jadi bukan pemda atau pemprov, tapi rakyat sendiri yang menentukan untuk apa uang akan digunakan. Saat ini ada sekitar 20 ribu dewan kampung yang aktif di Venezuela. Mereka ini adalah landasan sosialisme baru dari revolusi Bolivar, yang dinamai seperti nama pejuang kemerdekaan termasyur Simon Bolivar. Dewan Kampung Ismer Mota adalah salah satu kepala dewan kampung. Sosiolog berusia 50 tahun ini tinggal di Petare, sebuah wilayah pemukiman kelas pekerja di timur Caracas. Beberapa tahun lalu mereka mendapat uang dari pemerintah negara bagian. Dengan itu para penduduk membangun jalan dan memperbaiki tembok-tembok di kawasan. Selain itu, dibangun juga sebuah balai pertemuan, yang digunakan anggota dewan sebagai tempat pertemuan. Mota menjelaskan dengan antusias, "Chavez itu mengagumkan. Dia berhasil membuat rakyat memerintah. Dewan kampung dan presiden bekerja sama membentuk sosialisme." Instrumen Politik Tapi kritik tetap ada. Dewan kampung ini sepenuhnya dipolitisasi, siapa yang tidak memilih Chavez, tidak boleh bergabung. Jadi, demokrasi langsung ini lebih dari sekedar ideologi sosialis, ini juga sebuah instrumen politik. Apa yang dipresentasikan sebagai desentralisasi, sebenarnya adalah perluasan kekuasaan sang presiden, demikian ahli politik Natalia Brandler dari Universitas Simon Bolivar. Jika pemerintahan kota dan negara bagian jatuh ke tangan oposisi, Chavez tetap bisa mengontrol struktur paralel ini hingga ke lapisan paling bawah. "Bahkan Sidang Umum pun akan menyerahkan kekuasaan,jika Chavez kehilangan mayoritas parlemen Ahad mendatang. " demikian Brandler. Graffiti revolusioner Revolusi Presiden Hugo Chavez mengubah ibukota Caracas menjadi sebuah museum graffiti. Semuanya dikontrol ketat sebagai bagian propaganda Chavez dan gambar yang mendukung oposisi tidak akan ditemukan di manapun. * JADI ISLAM KARENA DILECEHKAN Skandal pedofil atau pelecehan seksual anak di bawah umur dalam tubuh gereja Katolik merusak kepercayaan panganut agama Katolik. Charles Evers, seorang korban pelecehan yang dilakukan oleh pater Katolik, telah menjadi penganut agama Islam dan mengganti namanya menjadi Yusuf. "Katolik adalah kepercayaan yang mengerikan" tuturnya. Laporan: Tijn Sadee en Robert Chesal Ada yang tidak beres. Bukankah agama Islam yang terkenal kejam? Dengan karikatur di surat kabar De Standard, Marec telah mencetak gambar yang tidak menyenangkan bagi masyarakat Katolik. Di televisi dikatakan: uskup sebagai penjelmaan dari semua skandal pelecehan seksual yang disembunyikan. Duduk di sebuah kursi, sepasang muslim menuding bahwa Kristen adalah agama yang kejam. Ke Mook Dengan rasa pahit yang sama, Yusuf Charles Evers, 59 tahun, mengikuti berita tentang skandal pelecehan seksual dalam tubuh gereja Katolik. "Apa yang telah terjadi sungguh mengerikan. Tapi saya sudah lama menyimpulkan agama Katolik itu gak beres." tuturnya. Saat dia berusia dua belas tahun, Evers dikirim orang tuanya ke Gabriel College di Mook, Limburg. Sekarang dia tinggal di Dubai dan punya perusahaan sendiri yang menjual pakaian tradisional Islam. Pada tahun 1992 dia beralih menjadi penganut Islam dan mengganti namanya menjadi Yusuf. Untuk pertama kalinya dia berbicara tentang masa mudanya di Mook. Korban "Pater yang mengajar bahasa Latin, satu hari bertanya apa saya bisa membantunya membawakan beberapa buku. Saya harus membawanya ke gudang. Saat saya masuk, pater itu menutup pintu. Aneh. Saya tidak tahu sama sekali mengenai seks. Lalu dia bilang:"Ayo, ayo" dan dia memegang tangan saya dan meletakkan tangan saya diatas alat kelaminnya. Saya merasa ada sesuatu yang basah kental di tangan saya dan saya merasa jijik. Saat saya keluar dari gudang, beberapa anak berdiri di luar dan menertawakan saya. Mereka berkata:"Sekarang kamu korbannya." Kesaksian Yusuf Evers dipandang unik dalam debat mengenai pemimpin agama yang pedofil, yang hingga saat ini tidak dicampuri kalangan muslim. Sementara orang seakan menanti suara dari kaum muslim, demikian bunyi pesan yang disamarkan karya kartunis Marec. Propaganda partai anti Islam mendukung masyarakat yang didasarkan pada nilai kekristenan, dan tidak memberikan tempat pada Islam. Tapi: apakah kepercayaan itu tidak dirusak setelah skandal seksual baru-baru ini? Pertanyaan Rasa Bersalah "Jangan membuat ilusi" kata profesor Sami Zemni, pakar politik Islam Universitas Gent. "Jika kelompok rohaniwan menyebabkan skandal, maka institut gereja akan jatuh, tapi kekristenan tetap aman. Sebaliknya: jika seorang muslim melakukan hal yang salah, dan para fobia islam berseru Islam itu salah secara keseluruhan dan Al-Quran harus dibakar." Zemni tidak sependapat bahwa skandal pedofilia akan mengubah gambaran bahwa agama islam itu kejam dan agama kristen itu beradab. "Saya pikir debat ini akan berakhir dengan pertanyaan. Gereja akan menangani masalah dan menutupi tuduhan, seperti yang selama ini selalu dilakukan." Setan "Memang apa yang terjadi di gereja katolik sangat memprihatinkan, tapi kita tidak mau dikait-kaitkan" demikian argumen seorang imam terkenal asal Belgia yang menolak memberi pendapat untuk penulisan artikel ini. Juga beberapa pemuda pemudi pemeluk agama Islam, yang dulunya dididik sebagai Katolik tapi menjadi Islam, menolak memberi komentar. Tapi ada perkecualian: "Apa sebutan orang seperti itu di agama kalian? tanya seorang pemuda Marokko di jalan Brussel ketika diperlihatkan kartun di atas." "Oh ya, uskup." Seorang teman disebelahnya berkata:"Paus kalian dikirim oleh setan. Dia bermuka iblis" Kekejaman Dimana-mana "Logis jika kalangan muslim menahan diri, karena orang muslim di sini tidak percaya pada media." Demikian Abdelkhalak Chrayah, dari persatuan emansipasi muslim Brussels. Chrayah kaget dengan seluruh kasus pedofil ini. "Saya sendiri seorang ayah. Memikirkan soal anak-anak yang dilecehkan itu saja sudah membuat kaki saya lemas. Saya tidak tahan. Tapi harus saya tekankan di sini: setiap agama pasti ada kekejamannya. Masing-masing ada kelemahannya." Membakar Sekolah Puluhan tahun setelah emigrasinya ke Dubai, Yusuf Evers mengunjungi keluarganya di Belanda, dan melewati gedung sekolah lamanya di Mook. "Saya sudah sering bermimpi membakar gedung ini. Tapi saat ini gedungnya sudah dirubuhkan. Hanya gedung depannya masih berdiri. Saya ingin sekali merusaknya dengan tangan saya sendiri." Dia tidak pernah bercerita pada orang tuanya mengenai pelecehan seksual yang dia alami. "Mereka pasti juga tidak ingin mendengarnya." Jadi dia sendirian menghadapi traumanya. "Saya masih dengan jelas bisa mengingat bahwa saya harus melaporkan kejadian itu pada pemimpin pater. Saya masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu dan terkejut dengan apa yang saya lihat: pemimpin pater itu sedang duduk di atas meja dengan kedua kaki terbuka lebar, dan seorang pater sedang memberikan oral seks kepadanya." Pengalaman Yusuf membuat dia menjadi seorang mualaf. "Ya, tentu saja. Jika saya mengingat kembali Gabriel College seluruh tubuh saya merinding. Itu adalah sebuah kepercayaan yang mengerikan." * KONDOM PEREMPUAN DOBRAK TABU Kondom perempuan bisa jadi solusi melindungi diri dari penularan penyakit kelamin. Indonesia tengah menggalakkan sosialisasi kondom perempuan, baik sebagai alat kontrasepsi atau pencegah penularan penyakit seksual. Reporter KBR68H Novia Chandra mengikuti proses sosialisasi kondom perempuan ini di kalangan pekerja seks komersil di Jakarta Timur. "Nih, ngga mungkin masuk sini melompong gini kan ngga mungkin. Masa menganga aja. Kan ngga mungkin. Perempuan kan begini. Ya pasti gepeng begini juga." Siang itu suasana riuh di sebuah ruang kecil berukuran 4x3 meter dan berdinding papan di Prumpung, Jakarta Timur. Endang Suryati dari LSM Bandungwangi tengah menjelaskan soal apa itu kondom perempuan. LSM Bandungwangi adalah LSM yang bergerak di bidang pencegahan HIV/Aids khususnya di kalangan Pekerja Seks Komersil, PSK. Sudah 4 tahun ini LSM Bandungwangi rajin sosialisasi kondom perempuan. Sambil duduk di lantai, Endang memperlihatkan cara pakai kondom perempuan. Di depannya ada Ani, Yuyun, Bolo-bolo, Mariana yang tekun memperhatikan kondom sepanjang 17 sentimeter. Bentuk kondom perempuan memang berbeda dengan kondom untuk laki-laki. Ukurannya lebih besar, dilengkapi dua buah ring elastis berdiameter 5 sentimeter. Daerah Prumpung, Jakarta Timur, memang dikenal sebagai daerah prostitusi. Di kawasan padat penduduk ini, sedari sore para PSK mulai berjajar di pinggir-pinggir jalan. Ini menjadikan Prumpung sebagai salah satu lokasi yang rawan penularan penyakit kelamin dan HIV/Aids di Jakarta. Data dari Komisi Penanggulangan Aids KPA Nasional, sekitar 20 ribu kasus baru infeksi HIV/Aids ditemukan tiap tahun di Indonesia. Sebagian besar ada di Jakarta dan Jawa Barat. Khususnya di Jakarta, ada di Jakarta Timur dan Barat. Dan Prumpung ada di Jakarta Timur. Kondom perempuan mungkin belum terlalu umum, tapi makin jadi keharusan. Sebab Komisi Penanggulangan Aids KPA Nasional menemukan ada pergeseran pola penyebaran HIV/Aids. Asisten Deputi Pembinaan Kewilayahan Bagus Rahmat Prabowo mengatakan, perempuan makin rawan jadi korban penularan penyakit seksual atau HIV. "Trend mulai tahun 2005 ke atas sampai sekarang ini ada namanya Feminisasi Epidemi. Jadi epidemi ini sudah shifting sekarang, shifting ke arah perempuan. Jadi sekarang ini seperti di Jakarta itu sudah fifty-fifty, lima puluh-lima puluh. Terus di Jawa Barat itu sudah banyak sekali ibu rumah tangga yang terkena HIV positif dan dalam kondisi hamil. Ada sekitar 70-an lah." Tidak hanya ibu rumah tangga yang rawan terkena penyakit menular seksual, tapi juga Pekerja Seks Komersil, kata Margaretha Sitanggang dari UNFPA. UNFPA adalah Badan PBB untuk Kependudukan, yang mendatangkan 1 juta kondom perempuan dari Denmark ke Indonesia. "Populasi yang paling beresiko itu ada 6 juta. Di mana di sini ada klien 3 juta dan pengguna jarum suntik 200 ribu. Tapi yang sering terlupakan adalah istri si klien. Karena kita lihatnya pekerja seks dan kliennya. Wanita seks kan ada 1,5 juta. Tapi terus istri kliennya dirumah gimana. Ada lagi trend lelaki suka lelaki dan sering menutupinya dengan berumah tangga. jadi istrinya juga beresiko tinggi. Jadi inilah populasinya." Tapi rupanya tak banyak juga perempuan yang nyaman memakai kondom perempuan, kata Margaretha Sitanggang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperbaiki program sosialisasi. Komisi Penanggulangan Aids dan UNFPA, Badan PBB untuk Kependudukan, tengah berembuk, pola pengemasan kondom perempuan seperti apa yang akan lebih diterima masyarakat. Sosialisasi pun tak hanya ditujukan bagi Pekerja Seks Komersil, tapi juga ibu rumah tangga. Pemerintah mengaku siap mendukung program kondom perempuan. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Tritarayati mengaku, program kondom perempuan sudah masuk dalam program pencegahan HIV/AIDS. Ikuti laporan reporter KBR68H, Novia Chandra untuk Radio Nederland Wereldomroep: * KISRUH DUBES RI & WILDERS Berbagai koran Belanda menyorot kisruh soal ucapan Dubes RI untuk Kerajaan Belanda Junus Effendi Habibie. Ketika diwancara Het Financieel Dagblad, adik kandung mantan presiden BJ Habibie mengkritik pedas Geert Wilders pemimpin Partai untuk Kebebasan Partij voor de Vrijheid atau PVV dan para elektoratnya. Dalam wawancara dengan Financieel Dagblad itu, Habibie mengatakan Geert Wilders "blaft" alias "mengonggong". "Andaikan Wilders menjadi bagian kabinet baru Belanda, maka sangat diragukan apakah kunjungan presiden RI Susilo Bambang Yudoyono bakal jadi. Saya tidak mau, presiden saya diperlakukan sebagai badut," katanya. Selain itu Habibie juga mengatakan, bahwa para pemilih PVV menderita sakit jiwa. Wawancara dengan Habibie itu dalam rangka kunjungan presiden SBY Oktober nanti ke Belanda. Serta merta PVV mengeluarkan reaksi atas ucapan dubes Habibie itu. Wilders menuntut menlu demisioner Maxime Verhagen memanggil Habibie. Sebagai reaksi, Verhagen mengatakan, semestinya dubes RI tidak berbicara seperti itu tentang elektorat PVV. Dubes Belanda juga tidak patut mengkritik elektorat di negara orang, tandasnya. Akhirnya Habibie mencabut sebagian dari ucapannnya tentang elektorat PVV. Ia menyadari, bahwa semestinya ia tidak mengucapkan kata-kata itu. Ini terjadi setelah menlu Verhagen meminta klarifikasi dari Habibie melalui para pejabatnya. Namun ucapan-ucapan negatif tentang PVVdan Wilders tidak dicabutnya. Demikian tulis koran-koran De Spits, Trouw dan NRC Handelsblad. Media cetak Belanda lain yaitu HP De Tijd, menulis bahwa Habibie seharusnya malu dengan ucapannya itu. Habibie sebaiknya membereskan dulu urusan pelanggaran HAM di negerinya. Sekitar sepuluh hari lalu, Yusuf Sapakoly, meninggal dunia akibat siksaan polisi Indonesia, lanjut HP De Tijd. Siksaan juga menimpa diri Johan Teterissa, yang gara-gara mengibarkan bendera RMS dipenjarakan dan disiksa. HP DeTijd merasa aneh, presiden Yudoyono kok bakal disambut oleh Ratu Beatrix, padahal pelanggaran HAM terjadi di negerinya. Het Financieel Dagblad sendiri tampil dengan tajuk sehubungan dengan kemelut ini. Koran ini menyinggung posisi PVV di Belanda. Partai ini memang kemungkinan besar akan ikut memerintah, meski tidak memasok menteri. Belanda harus membiasakan diri, tulis Het Financieel Dagblad. Maksudnya, di masa mendatang akan banyak negara Islam mengeluarkan pernyataan seperti apa yang dilakukan Habibie, selama Wilders dibiarkan berbicara seenaknya tentang Islam. Wilders sering mengatakan, Islam adalah agama terbelakang. Het Financieel Dagblad menulis, para diplomat Belanda harus siap-siap menjelaskan posisi PVV di Belanda kepada dunia Islam. Selama ini, saat PVV belum ikut memerintah, para diplomat Belanda bisa saja mengatakan bahwa pendapat Wilders itu tidak mewakilli pendapat pemerintah dan mayoritas warga Belanda. Tapi kalau PVV sudah ikut memerintah, maka para diplomat Belanda nanti juga akan memberi penjelasan kepada Malaysia, Pakistan dan Arab Saudi juga. Demikian Het Finacieel Dagblad dan sekian pula tinjuan pers kali ini. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
