--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 27 September 2010 14:30 UTC ** DUA GEREJA MALUKU DI BELANDA TERBAKAR ** PENGADILAN MANTAN KOMANDO AUSTRALIA DI AFGANISTAN ** CHAVEZ TIDAK MENANG MUTLAK ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BELANDA TIDAK MELINDUNGI PENERJEMAH IRAK ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BERKELANA MENCARI YANG TERCANTIK ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: AUKE IDZENGA MASUK NOMINASI LOMBA INOVASI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: CHAVEZ KEHILANGAN KEKUASAAN MUTLAK ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: DESAIN BARU SITU SASAK TINGGI BAKAL DITERAPKAN * DUA GEREJA MALUKU DI BELANDA TERBAKAR Gereja Maranatha di Hogeveen dan gereja di Nijverdaal terbakar. Polisi tengah mengadakan penyelidikan kasus ini. Di Hogeveen kantor gereja terbakar dan belum diketahui sebabnya. Gedung gereja di Hogeveen yang dibangun pada tahun enam puluhan itu baru diperbaiki dengan bantuan dana dari pemkot. Di Nijverdal yang terbakar adalah pusat budaya milik Yayasan Bunga Tandjung. Pemadam kebakaran tidak menutup kemungkinan kebakaran ini disengaja. Februari lalu gereja Maluku di Houten, kota kecil di Belanda tengah, terbakar. Kebakaran ini juga diduga disengaja. * PENGADILAN MANTAN KOMANDO AUSTRALIA DI AFGANISTAN Kejaksaan militer Australia akan menuntut vonis mati bagi mantan komandan di Uruzgan atas tuduhan pembunuhan. Dua orang anggota komando lain akan didakwah atas tuduhan berprilaku tidak bertanggung jawab dan melanggar hukum. Tiga orang ini dalam sebuah operasi menyerbu sebuah ruman di Uruzgan dan membunuh lima orang anak kecil dan satu orang dewasa. Konon mereka menyerbu rumah yang salah. Komandan yang dituduh melakukan pembunuhan itu, diduga mengeluarkan perintah serangan. Namun para tentara bersikukuh bahwa mereka tidak menyalahi prosedur. Mereka menyalahkan Taliban, yang menembaki mereka dari rumah tempat persembuyian anak-anak dan beberapa perempuan. * CHAVEZ TIDAK MENANG MUTLAK Partainya presiden Venezuela Hugo Chavez seperti diduga semula memenangkan pemilu parlemen Ahad kemarin. Toh ia tidak berhasil meraih dua pertiga kursi parlemen yang diperlukan untuk mengubah UUD tanpa dukungan oposisi. Demikian diumumkan Komisi Pemilihan Venezuela Ahad malam. Menurut penghitungan sementara kubu Chavez meraih sembilan puluh kursi, sementara oposisi meraih 61 kursi. Empat belas kursi parlemen belum diketahui siapa yanga meraihnya. Supaya gampang mengubah UUD, Chavez setidanya harus memenangkan 110 dari 165 kursi parlemen. Namun pihak oposisi memperkuat barisan untuk mencegah hal tersebut. Pihak oposisi mengklaim telah memenangkan pemilu. "Kami meraih status mayoritas, memperoleh lebih dari separoh suara, " tandas jurubicara oposisi Ramon Guillermo Aveledo * MAHMOOD KARZAI DITUDUH KORUPSI Kejaksaan Amerika mengawali penyidikan terhadap kakak lelaki presiden Afghanistan Hamid Karzai. Mahmood Karzai antara lain dituduh terlibat kasus pengemplangan pajak dan pemerasan. Demikian dilaporkan koran The Wall Street Journal Senin. Mahmood Karzai, yang berkwarganegaraan Amerika itu, mempunyai usaha di bidang bangunan di Kandahar, Afghanistan Selatan. Untuk itu ia menerima pinjaman senilai jutaan dolar dari pemerintah Amerika. Pemkot Kandahar konon menjual tanah yang konon adalah milik tentara Afghanistan, dengan harga sangat murah. * WARGA BELANDA IKUT FARC MUNGKIN TERBUNUH Kolombia meminta otoritas Belanda sidik jari dan data gigi Tanja Nijmeijer. Demikian dikatakan kemlu Belanda. Pemerintah Kolombia mengontak Belanda, karena salah satu pejuang FARC yang terbunuh pada pemboman kamp gerilyawan belum diketahui identitasnya. Tanja Nijmeijer sudah bertahun-tahun ikut bergrilya bersama FACR. Ia diduga terbunuh akibat operasi militer Kolombia. Kemlu Belanda tidak menemukan bukti bahwa Tanja termasuk korban. Akibat serangan tentara Kolombia itu, lima pemimpin militer FARC, Mono Jojoy, dan sekitar dua puluh pemberontak terbunuh. * KAPAL DIBEBANI PAJAK DAMPAK RUMAH KACA Oxfam Novib ingin agar kapal membayar ganti rugi terhadap dampak rumah kaca. Organisasi ini mengusulkan pungutan yang bisa memasok 7 miliar euro per tahun di seluruh dunia. Dana ini bisa digunakan untuk mendanai program penanggulangan iklim di negara-negara berkembang. Berbeda dengan bensin, bahan bakar kapal tidak dipajak. Jumlah emisi kapal akan meningkat dua lipat dalam waktu 20 tahun. Menurut Oxfam gagasan memberlakukan pajak emisi terhadap kapal bakal didukung antara lain oleh Norwegia dan Nigeria. Negara-negara pengekspor besar seperti Brasil dan Cina mungkin akan menentang. Senin ini Oxfam menggelar demonstrasi pada sidang Organisasi Maritim PBB di London. * KOLONIS YAHUDI BANGUN RUMAH LAGI Larangan pembangunan rumah di kawasan pendudukan di Tepi Barat Sungai dicabut. Penghentian pembangunan yang sempat diberlakukan perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu atas desakan Amerika itu, berakhir tengah malam kemarin. Meskipun Netanyahu mengimbau agar warga menahan diri, namun banyak kolonis sudah siap membangun rumah di kawasan itu. Selain 300.000 warga Israel, sekitar 2,5 juta orang Palestina tinggal di Tepi Barat. Menlu AS Hilary Clinton dan presiden Palestina Mahmud Abbas sempat berusaha agar larangan membangun di kawasan itu diperpanjang, tapi usaha ini gagal. Abbas sempat mengancam akan menghentikan perundingan damai. Perundingan antara juru runding Israel dan Palestina berjalan alot. Baik di kalangan Israel maupun Palestina banyak yang tidak percaya atas keberhasilan perundingan. * JEPANG TUNTUT CINA GANTI RUGI Jepang ingin agar Cina membayar ganti rugi sehubungan dengan pengrusakan yang dilakukan oleh kapal nelayan Cina terhadap dua kapal penjaga pantai Jepang. Menurut Jepang sudah sewajarnya Cina membayar ganti rugi tabrakan itu. Kecelakaan yang terjadi di perairan sengketa itu, sempat menyebabkan kisruh antara dua negara. Jepang menangkap kru Cina dan sempat menahan kapten kapal Cina selama 2,5 minggu. Cina pun meminta agar Jepang minta maaf, tapi negeri Sakura ini menolak. Konflik juga membuat dunia internasional prihatin. Presiden Amerika Barack Obama dan para pemimpin Asia mengimbau agar mencari penyelesaian damai. * TERSANGKA GENOSIDA RWANDA DIADILI Yvonne N. (63), tersangka pembunuhan massal Rwanda, untuk pertama kali akan dihadapkan ke hakim di Den Haag Senin (27/09). Kejaksaan menuduh ia terlibat genosida di Rwanda pada 1994. Ia sendiri membantah "total". Para hakim terutama akan menyelidiki apakah masa penahanan perempuan ini bisa diperpanjang. Kejaksaan menduga perempuan ini salah seorang motivator sekelompok pria, yang menguber warga Tutsi dan Hutu yang moderat. Selain itu ia dituduh terlibat pembunuhan seorang pengungsi di rumah yang berseberangan dengan rumahnya. Pada 1994 selama seratus hari di Rwanda terjadi pembunuhan lebih dari 800.000 orang Tutsi dan orang Hutu penentang rezim. Genosida dipancing, disulut dan mungkin dibiarkan oleh para elit dari kalangan pengusaha, politisi dan militer saat itu. * BELANDA TIDAK MELINDUNGI PENERJEMAH IRAK "Pada mulanya, semua ancaman tersebut tidak saya anggap serius. Saya berubah sikap ketika rekan Ali Jabbar dibunuh oleh kelompok milisi. Beberapa waktu kemudian, penerjemah lain, yang juga bekerja pada pasukan Belanda, tewas dibunuh." Demikian kisah Haider, penerjemah di propinsi Al Muthanna, Irak, tempat yang dijaga oleh tentara Belanda selama dua tahun. Pasukan Belanda sudah lama pulang. Namun, Haider masih tinggal di sana. Dan ia menyesal. Oleh Chaalan Charif Haider hanya mau memperkenalkan nama depannya. Ia bekerja pada pasukan Belanda, sejak kedatangan mereka di Al Muthanna, Juli 2003, hingga saat pulang pada tahun 2005. Ia mengikuti operasi malam dan pemeriksaan jalan. Ia juga hadir dalam berbagai konfrontasi melawan bandit penyelundup dan milisi bersenjata. Ia juga bertindak sebagai penerjemah pada berbagai pertemuan dengan pejabat Irak, pada pelatihan agen polisi Irak. Ketika pasukan Belanda ditarik mundur, Haider pindah bekerja pada tentara Inggris. "Sikap militer Inggris sombong. Berbeda dengan tentara Belanda, yang memperlakukan kami dengan ramah dan bersahabat." [klip] Kolaborator Haider bekerja hampir selama satu tahun pada pasukan Inggris. Ia berkhayal, suatu ketika akan bisa menempuh kehidupan baru, di negeri asal militer tempat ia bekerja. Pemerintah Britania Raya memang memberi kesempatan pada warga Irak yang bekerja bersama militer mereka, untuk memperoleh perlindungan politik di Inggris. Kesempatan itu tidak berlaku bagi Haider. Haider mengenang: "Ketika saya tidak lagi bekerja pada pasukan asing, nama saya sudah dikenal oleh kelompok milisi. Mereka menganggap penerjemah sebagai kolaborator dan spion pasukan asing. Padahal, kini saya tidak lagi mendapat perlindungan dari pasukan asing." Tanggung-jawab Haider dan rekan-rekan lainnya sering menerima ancaman dari kalangan milisi. Dua rekannya sudah tewas dibunuh. Menurut Haider, secara tidak langsung Belanda ikut bertanggung-jawab atas tewasnya mereka. Ia berkilah: "Kami, para penerjemah, berjasa banyak bagi Belanda. Mereka tidak mungkin mampu melaksanakan tugas, tanpa bantuan kami. Mereka tahu, bahwa pekerjaan kami berbahaya. Mereka tahu, bahwa milisi bersenjata telah membunuh dua orang penerjemah." Pasukan Amerika dan Inggris memberi peluang bagi banyak warga Irak yang bekerja untuk mereka, untuk pindah ke negeri mereka. Tapi, sikap Belanda lain. Beberapa penerjemah pergi ke Belanda atas inisiatif sendiri. Dan baru di sana, mereka mendapat suaka. Beberapa lainnya, melalui negara tetangga Irak, berusaha pergi ke Belanda. Atau, melalui perantaraan Departemen Pertahanan Belanda. Permohonan Ditolak Pada tahun 2009, setelah dua orang rekannya tewas dibunuh, Haider menulis surat pada Departemen Pertahanan Belanda di Den Haag. Ia kini berpikir, itu sudah agak terlambat. "Sebelumnya saya masih berharap, lambat laun tidak akan ada bahaya lagi. Dan saya bisa hidup normal di Irak. Kelahiran anak pertama, bagi saya merupakan alasan langsung untuk mulai berpikir lain, mengenai bahaya tetap tinggal di Irak." Departemen Pertahanan Belanda meneruskan permintaah Haider ke Dinas Imigrasi, IND. Lembaga ini menolak permintaan Haider. Ia menerima berita e-mail singkat: "Departemen Kehakiman Belanda menetapkan, persyaratan yang berlaku bagi penerjemah Irak yang bekerja pada pasukan Belanda, bagi anda tidak berlaku." Kini, beberapa penerjemah Afghanistan juga mengalami nasib sama seperti Haider. Sejak 1 Agustus lalu, pasukan Belanda sudah ditarik mundur dari propinsi Uruzgan, di Afghanistan. Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda, pemerintah Belanda akan menawarkan perlindungan pada mereka. * BERKELANA MENCARI YANG TERCANTIK Fotografer Michel Szulc Kryzanowski mengelilingi lima benua. Ia berupaya mencari orang tercantik sedunia. Hasil karyanya sudah dibukukan. Yang mencolok, jepretannya itu ternyata menonjolkan keindahan dari dalam. Laporan Karen Meirik Lima tahun lamanya, fotografer Belanda asal Polandia Sculz Kryzanowski menggeluti proyek tersebut. Ia memulai di Sao Paolo. Ia tertarik setelah mendapat surat-surat dari orang yang tinggal di sana. "Banyak di antara mereka hidupnya sangat miskin. Namun mereka merasa sebagai orang tercantik di dunia"' Di India, Szulc Kryzanowski, juga menjelajah daerah kumuh. Seorang tunawisma asal Mumbai, merasa dirinya sebagai orang terindah sedunia. "Jika ada yang tidak punya makan, maka saya memberikan kepada mereka." Saya adalah Saya Di negara-negara lainnya yang dikunjungi Szulc Kryzanowski, sekitar 80 persen orang yang dipotretnya, merasa menjadi orang tercantik di dunia bukan karena fisiknya. Seorang gadis berusia 11 tahun di Meksiko mengatakan: "Banyak orang-orang yang jauh lebih cantik dari saya, namun mereka adalah mereka dan saya adalah saya. Makanya saya merasa sebagai orang tercantik sedunia." Di Cina, sang fotograf juga menemui orang-orang yang percaya diri. "Dibanding negara-negara lain maka kaum muda Cina memiliki banyak kepercayaan diri. Itu akibat kebijakan satu anak. Mereka mendapat perhatian yang cukup. Selain itu mereka juga memiliki karakter kuat terhadap diri sendiri, orang tua, dan masyarakat. Khawatir dengan Uang Szulc Kryzanowski juga mengunjungi Prancis, Spanyol, Iran, Polandia, Namibia dan Amerika Serikat. Belanda tidak masuk dalam daftar kunjungannya. Alasannya: "Di setiap negara saya membutuhkan orang yang membantu saya untuk menemukan kandidat. Di Belanda tidak berhasil. Orang yang saya dekati khawatir kalau itu akan menyita waktunya atau mereka cemas soal pembayaran. Padahal di negara-negara yang berhasil, selalu saja ada antusiasme dan keinginan untuk bekerja sama. Dengan demikian saya selalu dapat mencari jalan keluar." Proyek ini sebetulnya merupakan kelanjutan dari proyeknya terdahulu "Orang tercantik di Belanda" yang dibuat tahun delapan puluhan. Namun ternyata itu akhirnya hanya menyangkut kalangan eksentrik. Selain itu foto-foto tersebut tidak begitu 'berisi' atau tidak meninggalkan kesan mendalam, dibanding dengan yang dibuat sekarang. Setelah bertahun lamanya bergelut dengan proyek yang dibiayainya sendiri, pandangannya terhadap kehidupan berubah. "Saya melihat semakin banyak orang yang menentukan pilihan positif. Yang sadar memilih cinta kasih dalam kehidupan justru memancarkan kecantikan yang sesungguhnya. Bahkan jika mereka berada dalam situasi sulit. Seperti halnya orang-orang yang tinggal di lingkungan kumuh di Sao Paolo atau India. Mereka memilih untuk bahagia. Dan itu yang membuat hidup saya berubah. Szulc Kryzanowski ingin agar sebagian buku terbitan pertamanya dapat diperoleh gratis melalui internet. Sampai sejauh ini bukunya hanya bisa ditemukan di toko-toko buku Eropa dan Amerika. Dengan menyebarkan secara gratis melalui internet ia berharap pesannya dapat mencapai seluruh penjuru dunia. Szulc Krynawoski juga berharap ada solidaritas internasional. "Jika seseorang dapat membeli edisi luksnya maka itu dapat mendanai eksemplar gratis yang disebarkannya. Gratis eksemplar Buku "Orang-orang Tercantik di Dunia" diluncurkan September ini dan dapat gratis dipesan di situs www.themostbeautiful.org <http://www.themostbeautiful.org> * AUKE IDZENGA MASUK NOMINASI LOMBA INOVASI Dengan pompa air rancangannya, orang Belanda Auke Idzenga memperoleh nominasi hadiah World Challenge 2010. Auke menggagas sebuah pompa yang bisa mengalirkan air bersih sampai ke gunung-gunung di Filipina, tempat dia selama 20 tahun belakangan bermukim dan bekerja. Laporan Conny van den Bor. Pompa itu dibuat dari baja dan memiliki onderdil seperti engsel dan ban mobil. Suku cadang seperti ini bisa dibeli mana-mana, sehingga pompa air karya Auke Idzenga bisa dirawat dengan mudah. Sebuah sungai kecil dengan aliran air kencang sebenarnya sudah cukup. Sejumlah besar air yang lewat pompa itu bisa dialiran ke tempat yang lebih tinggi. Setiap meter kubik air bisa mendorong air yang sama 20 sampai 30 meter selama 24 jam sehari. Jadi jumlahnya akan sangat banyak, demikian Auke Idzenga. Al Gore World Challenge adalah pertandingan internasional untuk proyek dan perusahaan yang membantu pelbagai masyarakat lokal di seluruh dunia. Auke merasa terhormat memperoleh pencalonan ini. Pada tahun 2007 ia sudah memperoleh hadiah bergengsi bagi pompanya dari Al Gore, sekarang ia dicalonkan oleh BBC, lembaga penyiaran publik Britania. Dengan penemuannya ini, Auke Idzenga dan organisasinya, AIDFI, berhasil menyediakan air minum bersih bagi 150 ribu orang. Mereka kebanyakan tinggal jauh di puncak gunung, dan sebelumnya harus mendaki supaya bisa memperoleh air bersih. Lebih dari 20 tahun silam, Auke bertolak ke Filipina. Ia berasal dari keluarga yang aktif dalam gerakan sosial, dan ketika sebagai seorang awak kapal ia melihat kemiskinan yang begitu parah di Timur jauh, ia memutuskan untuk mengabdikan hidupnya membantu orang miskin. Paling berbahaya Di Filipina dia aktif dalam serikat buruh. Dari sini didirikan organisasinya AIDFI, dengan tujuan awal membantu pertanian biologis dengan teknik-teknik sederhana yang bisa diterapkan di mana-mana. Di sekolah menengah teknik ia pernah merancang pompa dan itu menimbulkan kesan mendalam padanya. Ketika mendirikan AIDFI itu Auka langsung berpikir tentang pompanya. Di Belanda pompa itu dibuat dari beton, tetapi ia berupaya mati-matian sehingga pompa ini bisa digunakan di mana-mana. Makin banyak negara yang sekarang menggunakan pompa air karya Auke Idzenga. Laos dan Cina sekarang memdapat giliran. Yang paling berbahaya, dan yang paling berhasil, tidak lain adalah Afganistan. Di sana Auke menempatkan tiga pompa dengan pengawasan 24 jam. Bagian tetap proyek pompa ini adalah mendidik warga setempat supaya bisa mewujudkan ali teknologi. Karena itu tiga orang Afganistan berangkat ke Filipina untuk memperoleh pelatihan intensif. Sering mandi Sesudah itu orang Afganistannya membuka toko yang menjual pompa ini yang mereka tempatkan di seantero Afganistan. Pompa ini berhasil memperbaiki kualitas kehidupan warganya. Orang juga bisa lebih sering mandi sehingga higiene meningkat. Sapi dan ternak lain di sekitar rumah warga juga makin sehat, karena bisa memperoleh air dan orang juga bisa membudidaya sayur. Bahkan sudah ada yang menjual hasilnya di pasar. Mereka berterima kasih sekali dengan pompa ini. Sampai tanggal 11 November mendatang, orang bisa memberikan suara pada proyek air bersih Auke Idzenga. Penyerahan hadiah kepada pemenang berlangsung 4 Desember mendatang. Bisa dilihat pada situs ini <http://www.theworldchallenge.co.uk/> * CHAVEZ KEHILANGAN KEKUASAAN MUTLAK Intro: Presiden Venezuela Hugo Chavez tidak lagi berkuasa mutlak. Menyusul pemilihan umum Ahad 26 September, sang presiden akan harus menghadapi parlemen yang kritis. Tampaknya Chavez akan harus segera menyelesaikan masalah paling mendesak orang Venezuela, seperti tingginya kriminalitas dan kurangnya aliran listrik. Dari ibukota Caracas berikut laporan Pablo Gamez. Bisa dimengerti kalau pihak oposisi sangat gembira dengan hasil pemilu ini. Chavez tidak lagi menguasai dua pertiga kursi parlemen. Menurut Ramon Guillermo Aveledo, salah satu pimpinan partai oposisi MUD, hasil pemilu ini menunjukkan bahwa kalangan yang skepsis telah menang. Ketika setahun silam mulai dengan gerakan mereka, MUD menduga semuanya tidak mungkin. Tetapi akhirnya dengan kemenangan itu, pihak oposisi terbukti bisa memberikan alternatif, sesuatu yang jelas tidak akan mereka sia-siakan. Mereka akan tetap bersatu dan tanggal 26 September merupakan tonggak sejarah yang merupakan keberhasilan oposisi. Kesalahan strategis Persatuan ini memang merupakan tantangan besar, karena MUD merupakan aliansi 22 organisasi dan partai politik yang beraneka ragam. Tujuan bersama mereka jelas: mengakhiri kekuasaan berlebihan Hugo Chavez. Pada tahun 2005 oposisi sempat menempuh kesalahan strategis besar yaitu memboikot pemilu. Chavez dan pendukungnya memanfaatkan kesempatan ini dengan selama lima tahun meloloskan UU penting. Tapi langkah ini menimbulkan kekecewaan, bahkan pada pendukung setia Chavez. Kekecewaan ini menyebabkan kalangan kelas menenagah ke atas memilih oposisi dalam pemilu Ahad silam. Lima tahun belakangan, parlemen Venezuela tidak membahas hal-hal yang penting bagi rakyat negeri itu, misalnya keamanan di jalan, inflasi, dan padamnya listrik yang tak henti-hentinya. Hal-hal yang tidak beres ini tidak juga berkurang, walaupun Chavez sudah berjam-jam tampil di televisi. Ia tidak mengusulkan jalan keluar kongkrit bagi masalah yang benar-benar dihadapi oleh orang-orang Venezuela. Chavez yang sekarang aktif mengeluarkan Twitter juga tidak membahas masalah-masalah mendesak itu. Gulung tikar Tetapi itu tidaklah berarti bahwa chavismo, sebutan gerakan Chavez, sudah gulung tikar. Presiden ini masih menikmati banyak dukungan rakyat luyas. Puluhan ribu orang Venezuela mengenakan kaos merah dengan foto caudillo, sang pemimpin dengan wibawa pribadi yang kuat. Mereka merupakan mayoritas diam yang tidak pernah diperhatikan oleh para pendahulu Chavez. Dan siapa yang tidak akan memilih Chavez, kalau para pendukungnya masuk wilayah kumuh untuk memberi bahan bangunan atau menebar janji akan membangun rumah baru? Atau kalau mereka menghadiahkan mobil kepada warga kampung kumuh itu. Seperti misalnya Jorge yang begitu setia mendukung Chavez. Katanya, Venezuela tidak mengenal jaminan sosial. Dan itulah yang dikerjakan Chavez untuk masyarakat Venezuela. Menurut hasil sementara penghitungan suara, partai sosialis Chavez memperoleh 90 dari 165 kursi parlemen. Partai oposisi MUD menyabet 59 kursi. Sisanya masih belum terhitung. Melalui twitternya Hugo Chavez mengumumkan bahwa hasil ini merupakan "kemenangan rakyat." * DESAIN BARU SITU SASAK TINGGI BAKAL DITERAPKAN Pekan lalu Situ Sasak Tinggi di Tangerang selatan, tidak dapat lagi menampung air hujan yang tak henti-hentinya mengguyur Jakarta. Alhasil, air Situ Sasak Tinggi meluap dan mengakibatkan banjir. Menurut pakar delta Jan Jaap Brinkman, kepala proyek Deltares di Jakarta, cuaca belakangan ini agak aneh karena hujan terus menerus, padahal musim hujan belum mulai. Jalan keluar air Situ Sasak Tinggi terlalu sempit, mengakibatkan ketinggian air di danau naik pesat dan menimbulkan kebocoran di dinding-dinding danau. Brinkman mengatakan, pemerintah berhasil mencegah terjadinya kebocoran yang lebih gawat. Sementara itu sejak akhir pekan lalu, tim pemantau ditempatkan di sana untuk mengawasi keadaan Situ Sasak Tinggi. Sejak Sabtu lalu tekanan terhadap dinding danau itu sudah sangat berkurang. Cuaca Aneh Namun cuaca di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya agak aneh. Hujan tak henti-hentinya mengguyur Jakarta, padahal musim hujan belum mulai. Brinkman menambahkan, banjir di Tangerang selatan pekan lalu memang luar biasa, karena terjadi di musim kemarau. Situ Sasak Tinggi yang dibangun 60-80 tahun lalu, masuk dalam daftar danau-danau di seluruh Indonesia yang kondisinya harus secepat mungkin diperbaiki untuk mencegah bencana banjir dahsyat. "Sejak tahun lalu pemerintah sibuk menyusun desain baru untuk danau Situ Sasak Tinggi dan rencana baru itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Jadi tahun depan kondisi Situ Sasak Tinggi bakal aman, "kata Brinkman. Desain baru itu memperbesar jalan keluar air danau. Namun itu bukan satu-satuntya penyelesaian masalah, dinding-dinding dan tanggul-tanggul di sekitar danau akan diperbaiki dan diperkuat. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
