---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 15 November 2010 14:30 UTC



** RMS MINTA HASSAN WIRAJUDA DITAHAN

** LAGI-LAGI PESAWAT QANTAS BERMASALAH

** BANJIR BELGIA MULAI BERKURANG

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MEMERANGI KOLERA DI HAITI

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: BERKABUNG PROSES EMOSIONAL RUMIT

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: HABIBIE: URUSAN BISA PANJANG KALAU HASSAN 
WIRAJUDA DITANGKAP

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA/BELANDA: RMS INGIN WIRAJUDA DITAHAN



* `
RMS MINTA HASSAN WIRAJUDA DITAHAN

Republik Maluku Selatan (RMS) di pengasingan meminta perdana menteri Belanda 
Mark Rutte agar menangkap mantan menlu RI Hassan Wirajuda, kalau ia nanti 
berada di Belanda. Wirajuda direncanakan akan menghadiri pertemuan di Bronbeek, 
Selasa mendatang.

Presiden RMS di pengasingan John Wattilete mengatakan kepada Radio 1 (Radio 
Domestik Belanda) bahwa Wirajuda ikut bertanggung jawab atas pelanggaran hak 
asasi manusia (HAM) di Maluku karena ia pernah menjadi menlu selama 8 tahun. 
Kalau pemerintah Belanda tidak memenuhi permintaan RMS untuk menangkap 
Wirajuda, RMS mungkin akan menggugat pemerintah Belanda seperti yang pernah 
dilakukan terhadap SBY awal Oktober lalu. SBY akhirnya membatalkan kunjungannya 
ke Negeri Kincir Angin sehubungan dengan sidang kilat atau kort geding yang 
diajukan RMS.


* LAGI-LAGI PESAWAT QANTAS BERMASALAH

Sebuah pesawat milik Qantas, penerbangan Australia, terpaksa terbang kembali ke 
bandara Sydney tidak lama setelah berangkat dari bandara itu. Akibat masalah 
listrik, ada asap di cockpit. Ini adalah kali keenam sejak belum sampai dua 
minggu terjadinya masalah ditemukan di pesawat Qantas. Demikian dilaporkan 
media Asutralia.

Pesawat Boeing 747-400, yang berpenumpang 199 orang dan 21 kru, berada di 
perjalanan dari Sydney menuju Buenos Aires, Argentina. Penyebab masalah masih 
akan diselidiki. Awal bulan ini pesawat A380 milik Qantas terpaksa mendarat 
darurat di Sydney karena malasah motor. Ketika pesawat yang bertujuan Sydney 
itu berangkat dari Singapura, salah satu dari empat motor Rollss Roycenya 
meledak.


* BANJIR BELGIA MULAI BERKURANG

Banjir di Belgia mulai berkurang, tapi di beberapa tempat masih menjadi 
masalah.  Karena hujan berhenti, ketinggian air berbagai sungai menjadi stabil. 
 Demikian tertera dalam laporan Pusat Informasi Hidrologi Vlandria HIC. 
Sementara itu keadaan darurat di Vlandria Timur telah dicabut.

Akibat lamanya hujan turun akhir pekan lalu, Belgia dilanda banjir. Ratusan 
warga terpaksa mengungsi. Ahad malam hujan lebat berpindah ke Jerman.


* OBAMA PUJI NETANYAHU

Presiden Amerika Barack Obama Ahad lalu memuji perdana menteri Israel Benjamin 
Netanyahu. Obama menilai kesediaan pemimpin pemerintahan Israel bersedia untuk 
mempertimbangkan penghentian kegiatan pembangunan di kawasan pemukiman Yahudi 
sebagai hal yang "sangat menjanjikan",   "langkah positif" dan "pertanda bahwa 
ia serius"

Obama mengucapkan hal tersebut di pesawat terbang pada perjalanan pulangnya 
dari kunjungan ke Asia. Sebelumnya Obama sempat berbicara lain. Di Indonesia ia 
menyebut niat Israel untuk membangun 1300 rumah untuk para kolonis Yahudi di 
Yerusalem Timur "tidak kondisif bagi proses perdamaian di Timur Tengah".


* SOSIALIS MEMANG PEMILU LOKAL YUNANI

Partai Sosialis di bawah pimpinan perdana menteri George Papandreou memenangkan 
putaran kedua pemilihan lokal Yunani.  Ini berarti, elektorat Yunani tidak 
menghukum pemerintah atas kebijakan penghematannya.

Partai Sosialis semakin harum namanya di ibukota Athena untuk pertama kali 
selama 24 tahun sehingga berhasil meraih kursi walikota. Seusai pengumuman 
hasil pemilu Papandreou mengatakan, bahwa elektorat jelas mendukung 
kebijakananya. Ia menyatakan, tiga tahun mendatang pemerintah akan melanjutkan 
reformasi "untuk menyelamatkan dan mengubah kondisi negara untuk 
selama-lamanya".


* EKONOMI JEPANG TUMBUH PESAT

Ekonomi Jepang pada triwulan ketiga tumbuh lebih pesat ketimbang dugaan semula. 
Ekonomi Negeri Sakura itu tumbuh 3,9 persen. Triwulan sebelumnya pertumbuhannya 
hanya 0,9 persen.

Perbelajaan dunia usaha dan konsumen ternyata meningkat. Karena suhu musim 
panas lalu sangat tinggi, maka penjualan pakaian musim panas dan minuman juga 
meningkat.  Selain itu jumlah penjualan rokok juga bertambah. Ekonomi Jepang, 
yang menduduki peringkat ketiga di dunia, tumbuh pesat selama empat triwulan 
berturut-turut.


* SUDAN SIAPKAN REFERENDUM

Penduduk Sudan Selatan mulai hari ini bisa mendaftar untuk referendum tentang 
kemerdekaan. Pendaftaran semestinya sudah lama diselenggarakan, tapi Sudan 
Utara dan Selatan baru sekarang mencapai kesepakatan tentang hal-hal sensitif.

Menurut Uni Afrika kesepakatan telah tercapai tentang perbatasan dan tentang 
kebebasan warga untuk memilih tinggal di Selatan atau di Utara. Pada 2005 
pemerintah Sudan menandatangani persetujuan perdamaian dengan Sudan Selatan 
setelah terjadi perang saudara satu dasawarsa. Referendum dijadwalkan tanggal 9 
Januari 2010.


* KEBAKARAN PENCAKAR LANGIT SHANGHAI

Senin pagi waktu setempat terjadi kebakaran di sebuah gedung pencakar langit di 
Shanghai, Cina. Setidaknya lima orang meninggal dunia. Dari tingkat tiga puluh 
terlihat asap keluar. Demikian dilaporkan kantor berita Xinhua.

Saksi mata melihat orang terjun dari gedung pencakar langit. Kebakaran terjadi 
ketika bahan bangunan yang digunakan untuk renovasi bangunan tiba-tiba 
terbakar. Setidaknya sepuluh mobil pemadam kebakaran dikerahkan.


* IRLANDIA MAU BICARA SOAL KRISMON

Pemerintah Irlandia menghubungi "para sejawat internasional" untuk membicarakan 
soal ekonomi negeri itu. Namun Irlandia membantah, pihaknya meminta bantuan 
keuangan Uni Eropa. Demikian tandas jurubicara kementerian keuangan Irlandia 
Senin. 

Pemerintah Irlandia dalam waktu singkat ini akan mengumumkan program empat 
tahun yang berisi penghematan senilai 15 miliar euro. Irlandia memikul beban 
hutang negara luar biasa, defisit anggaran besar dan angka penganggurang yang 
tinggi.


* MEMERANGI KOLERA DI HAITI

Regu bantuan di Haiti yang memerangi wabah kolera bekerja dalam kondisi buruk. 
Mereka kekurangan staf medis dan sarana sanitasi. Masalah besar lain adalah 
ketakutan warga Haiti akan penyakit yang kurang dikenal ini.

"Bayangkan seandainya wabah kolera merebak di Amsterdam. Orang mendadak jatuh 
sakit dan meninggal dalam beberapa jam. Ini pasti akan menakutkan penduduk," 
kata Karline Kleijer, koordinator bantuan darurat Dokter Nir Batas. Juga di 
negara-negara maju orang takut akan kolera, jelas Karline.

Kekuarangan cairan
Gejala kolera sangat parah. Pasien tiba-tiba diare dan muntah dengan kondisi 
cukup serius, dibarengi kramp perut. Jika tidak ditangani dalam beberapa jam, 
tiga puluh hingga empat puluh persen pasien meninggal akibat dehidrasi, kata 
Kleijer.

Ketakutan akan penyakit ini mengakibatkan banyak warga Haiti menentang 
pembangunan pusat perawatan pasien di pemukiman sendiri.

"Warga sangat takut. Mereka juga takut dengan pusat perawatan penderita kolera. 
Penderita penyakit ini tak bisa dirawat di rumah sakit biasa. Penyakit sangat 
menular sehingga harus dibangun pusat tersendiri. Masalah terbesar yang kami 
hadapi adalah mencari staf medis serta tempat cukup luas untuk membangun pusat 
perawatan pasien kolera."

Bantuan
Kendati sangat membantu kondisi mereka, banyak warga Haiti tidak ingin pusat 
perawatan pasien kolera dibangun di lingkungan mereka, cerita Kleijer.

"Orang berpikir: 'saya tidak mau pusat itu di lingkungan saya. Takutnya, 
keluarga saya nanti juga jatuh sakit.' Padahal pusat itu justru suatu 
keuntungan, karena bisa cepat memberikan bantuan."

Menurut Kleijer sangat sulit meyakinkan rakyat bahwa pusat itu bukan sumber 
penularan.

"Kemungkinan terjadi penularan justru sangat kecil. Semua orang misalnya harus 
melewati bak berisi air yang mengandung klorin, dan pusat itu disemprot zat 
anti infeksi."

Jika penduduk sebuah pemukiman akhirnya menyetujui pembangunan pusat perawatan, 
mereka biasanya menolak jika pusat perawatan itu juga membantu penduduk 
pemukiman lain, cerita Kleijer. Itu memang harus dibicarakan lagi.

Kelompok rentan
Koordinator bantuan Goossen Hoenders dari organisasi Save the Children 
membenarkan kecurigaan warga Haiti terhadap pusat perawatan penderita kolera.

"Mereka tentunya juga melihat gambar-gambar tentang situasi di Haiti utara, 
tempat wabah kolera merebak tiga minggu lalu. Mereka melihat gambar-gambar 
rumah sakit yang dibanjiri pasien. Orang yang meninggal di dan sekitar rumah 
sakit karena terlambat diberi bantuan. Itu memang gambaran mengerikan."

Terutama anak-anak rentan akan kolera, kata Hoenders. Kelompok-kelompok rentan 
lainnya adalah perempuan hamil, lansia dan orang yang sudah sakit. Perawatannya 
sederhana. Si pasien harus cepat diberi larutan garam dan gula serta air minum 
dalam jumlah banyak.

Pasien yang mengalami dehidrasi, harus diberi infus sehingga tubuh dengan mudah 
menyerap sepuluh liter cairan, ujar Kleijer dari Dokter Nir Batas.

Makin meluas
Sekitar 15.000 orang jatuh sakit akibat kolera di Haiti dan hampir 1000 pasien 
meninggal dunia. Penyakit terutama menyebar melalui kotoran manusia, cairan 
tubuh serta air minum tercemar. Akibat badai Tomas yang diiringi banjir awal 
bulan ini, wabah makin meluas dari utara ke ibukota Port-au-Prince.

Sejak gempa bumi Januari silam, sekitar satu juta orang hidup di tenda-tenda 
pengungsian. Kondisi sanitasi sangat buruk. Akibat badai Tomas, kakus tergenang 
air, menyebabkan kotoran manusia berisi kuman tersebar oleh air.

Hari libur
Selain banjir, ada satu penyebab lain yang menjelaskan mengapa penyakit bisa 
menyebar dengan cepat: dua hari libur di mana warga Haiti secara masal 
mengunjungi keluarga di kota lain, jelas Kleijer.

"Akibat dua hal itu, jumlah penyakit dan sayangnya juga jumlah korban meninggal 
meningkat cepat."


* BERKABUNG PROSES EMOSIONAL RUMIT

Jam satu siang musim dingin. Murat Demir masuk gedung sekolah menengah Terra 
College di Den Haag, tempat ia bersekolah dan menembak salah seorang guru di 
kepala. Hari itu juga guru Hans van Wieren meninggal di rumah sakit.

Peristiwa ini terjadi tahun 2004. Masyarakat Belanda syok. Pihak sekolah 
memikirkan bagaimana memproses rasa sedih atas meninggalnya Van Wieren.

"Rasanya seperti bukan kenyataan. Ini biasanya terjadi di negara-negara lain, 
jauh dari sini, seperti di Amerika. Bukan di Belanda, apalagi di sekolah 
sendiri."

Mine Orzada siswi kelas tiga. Seperti mayoritas siswa Terra College, Mine 
berlatar belakang imigran. Ayahnya beremigrasi dari Turki ke Belanda. Namun 
ibunya penduduk asli Belanda.

Sebagai anak hasil perkawinan campuran, Mine memiliki pandangan unik tentang 
cara-cara yang menurutnya salah maupun benar dari pihak sekolah dalam membantu 
siswa serta dosen menangani rasa sedih dan syok.

Budaya
Berkabung adalah suatu proses emosional rumit, terutama bagi anak muda. Apalagi 
di lingkungan multi-budaya di mana orang memiliki pengharapan serta ritual yang 
berbeda dalam berkabung. Ketidaktahuan tentang budaya lain bisa memperburuk 
keadaan.

Ineke Wienese seorang psikolog sekaligus pakar perkembangan anak. Ia bekerja di 
Jutters, lembaga yang memberikan pelayanan kesehatan mental bagi anak muda. 
Ineke membantu komunitas Terra College menangani kesedihan yang dirasakan.

Sudah betahun-tahun Ineke membantu anak muda dari pelbagai latar belakang 
budaya menangani penderitaan yang dialami.

Salah paham
Menurut Ineke kesedihan adalah hal sangat rumit. Sangat mudah menghina 
seseorang karena tidak tahu apa pengharapan dia.

Di lantai kantin Terra College misalnya terdapat gambar kumbang. Di Belanda, 
kumbang lambang non-kekerasan. Namun siswa dan guru keturunan Maroko sangat 
marah. Bagi mereka, memasang lambang itu di lantai, di mana bisa kena injakan 
orang, suatu penghinaan berat.

Emosi ritual
Menurut Ineke orang kembali berpegang pada akarnya dalam mengungkapkan emosi 
setelah meninggalnya seseorang.

"Orang kembali ke akar dan tradisi lama."

Di banyak tradisi non Barat, emosi seringkali diungkapkan secara terbuka, kata 
Ineke Wienese.

"Orang lebih sering bergerak, mencucurkan air mata. Juga dari pemuda Turki dan 
Maroko saya dengar cerita-cerita seperti ini. Orang banyak menangis dan juga 
berteriak. Semua rasa pedih dan sedih diungkapkan dalam masa berkabung."

Mengungkapkan emosi secara terbuka bisa sangat membantu menangani rasa 
kehilangan. Namun Ineke juga memperingatkan terjadinya paradoks. Ketika ritual 
sudah berakhir, orang diharapkan tidak lagi menunjukkan rasa sedih. Ineke 
khawatir proses berkabung berakhir terlalu cepat.

Tradisi Belanda
Dibanding banyak budaya lain, Belanda hanya mengenal sedikit ritual berkabung. 
Namun demikian, orang Belanda diperbolehkan berkabung lebih lama dan didorong 
untuk berbicara tentang kesedihan yang dirasakan. Juga Ineke Weinese mendorong 
anak muda melakukan hal sama.

Ursula mengerti apa yang dimaksud Ineke. Ursula berusia lima belas tahun ketika 
paman kesayangan bunuh diri. Orang tuanya beremigrasi dari Suriname ke Belanda. 
Namun mereka keturunan India.

Menurut tradisi Hindu, seorang brahmana datang ke rumah selama tujuh hari 
setelah kematian seseorang, untuk berdoa bersama keluarga. Hal sama kembali 
dilakukan satu bulan kemudian dan setahun kemudian. Orang Hindu tidak didorong 
untuk membahas kematian.

"Perbedaan besar adalah bahwa dalam upacara pemakaman Belanda, orang berkumpul 
untuk makan dan minum. Menurut tradisi kami itu sebenarnya tidak diperbolehkan."

Mine, siswi Terra College, mengakui betapa beratnya menangani orang dari latar 
belakang berbeda-beda. Dalam proses berkabung yang ia lewati, Mine berpegang 
pada tradisi Turki dan Belanda. Dan ia berhasil.

"Saya pribadi ingin mengakhiri semuanya secepat mungkin. Tapi di sisi lain saya 
juga merasa butuh waktu untuk sembuh. Kelas saya paling menderita. Tapi 
penderitaan itu membuat kami lebih kuat. Paling tidak itu yang terlihat pada 
diri saya sendiri. Saya juga mengenal banyak orang lain yang berubah. Mereka 
lebih cepat tumbuh dewasa."

Pelipur lara
Ineke Wienese secara tulus membantu orang menangani kesedihan. Dalam kurun 
waktu dua tahun ia kehilangan putranya berusia tiga tahun serta suaminya. Kisah 
beberapa anak muda yang pernah dia bantu dikumpulkan dalam buku terbarunya 
berjudul 'Troost voor Tranen' (Pelipur Lara), serta situs web dengan nama sama.
 
Ritual berkabung di negara-negara lain dunia:

1. Peru, Lloronas. Perempuan diharuskan menangis, kadang-kadang keras sekali. 
Perempuan disewa untuk menangis dan melempar bunga dalam prosesi pemakaman.

2. Indonesia. Perempuan suku Dani, Papua mengoles tubuhnya dengan lumpur dari 
sungai. Dalam beberapa kasus, mereka memotong jari sebagai tanda duka.

3. Cina. Warna putih melambangkan kematian. Ketika datang ke rumah orang 
menyampaikan belasungkawa, atau menghadiri upacara kremasi, orang harus 
berpakaian putih. Tuan rumah biasanya menyerahkan sabuk kepada tamu. Putih 
warna damai. Sementara warna merah melambangkan pernikahan.

4. Sudan. Umat Islam Sudan selama tiga hari menerima tamu setelah seseorang 
meninggal dunia. Ketika masuk tenda, tamu harus membacakan ayat pertama 
al-Quran, al-Fatiha. Ia juga meletakkan kedua tangan di depan tubuhnya, telapak 
tangan menghadap ke atas. Ini tanda berbelasungkawa.

5. Amerika Serikat. Banyak orang protestan tidak pernah melihat jenazah. Bahkan 
keluarga dan teman dekat tidak pernah melihat jenazah, hanya peti mati yang 
sudah ditutup.

 
http://www.troostvoortranen.nl/

video Mine Ozarda
http://www.youtube.com/watch?v=290gOzcpgks


* HABIBIE: URUSAN BISA PANJANG KALAU HASSAN WIRAJUDA DITANGKAP

Duta besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Junus Effendi Habibie 
mengatakan, adalah hak setiap orang di Belanda untuk mengajukan permohonan 
tersebut. Jakarta menunggu reaksi pemerintah Belanda. "Jangan sampai hubungan 
baik menjadi rusak," begitu ia peringatkan. Lain soal kalau pengadilan 
memutuskan untuk menangkan mantan menlu, "urusan akan menjadi panjang," lanjut 
dubes Habibie kepada Radio Nederland.

Habibie mengatakan tidak perlu menanggapi. Nyatanya dulu dua kali surat juga 
tidak ditanggapi oleh pemerintah Belanda. Apabila RMS hendak mengajukan kort 
geding lagi maka silahkan saja, karena Hassan Wirajuda datang ke Belanda atas 
undangan pemerintah, bukan untuk berakhir pekan. 

Selanjutnya Habibie mengatakan seyognya kita berhati-hati agar insiden atau 
kesalahpahaman yang lalu jangan sampai meruskan hubungan Belanda-Indonesia. 
Apabila hubungan ini 'dirusak' oleh siapaupun, maka bisa berarti kemunduran 
selama sepuluh tahun, demikian Habibie.

Habibie melanjutkan kembali, Hassan Wirajuda akan datang ke Belanda atas 
undangan Bot (Mantan Menlu Belanda, Red). 'Kalau dia sampai ditangkap, itu 
panjang urusannya, 'demikian Habibie.

Tanggapan lengkap Dubes Indonesia untuk Kerajaan Belanda Junus Effendi Habibie 
dapat anda dengarkan dengan mengklik tanda panah di bawah.


* RMS INGIN WIRAJUDA DITAHAN

Republik Maluku Selatan (RMS) mengirim surat kepada Perdana Menteri Belanda 
Mark Rutte agar menahan mantan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda apabila 
ia datang ke Belanda minggu depan.

Melalui pernyataan presidennya, John Wattilete, dalam acara Journal di Radio 1 
Belanda, RMS mengatakan Hassan Wirajuda turut bertanggung jawab atas 
pelanggaran HAM di Maluku.

"Ia selama kira-kira delapan tahun menjadi bagian dalam pemerintahan Yudhoyono. 
Sebagai menteri luar negeri ia turut bertanggung jawab atas kejahatan terhadap 
kemanusiaan yang terjadi di Maluku."

Hassan Wirajuda berencana datang ke Belanda tanggal 23 November atas undangan 
sebuah think-thank Belanda dan akan memberi pidato di Istana Perdamaian di Den 
Haag.

Ben Bot
Turut terlibat dalam rencana kedatangan mantan menlu ini adalah mantan menlu 
Belanda Bernhard Bot. Kepada Radio Nederland Bot menyayangkan hal ini karena 
bisa mengganggu hubungan Belanda-Indonesia.

"Saya sangat menyayangkannya. Apabila hal ini berlanjut, maka semua hubungan 
antara Indonesia dan Belanda menjadi mustahil. Tidak akan ada lagi menteri 
Indonesia yang akan muncul di Belanda karena ancaman penahanan. Ini sangat 
tidak diharapkan."

Mark Rutte
Ben Bot selanjutnya juga berharap agar Perdana Menteri Rutte segera memberi 
jawaban jelas, demikian pula dengan kementerian terkait.

"Saya harap, perdana menteri segera memberi jawaban karena kalau tidak ada 
kejelasan maka kami harus menasehati Hassan Wirajuda untuk tidak datang, dan 
ini tentunya sangat disayangkan. Saya juga berharap dari berbagai kementerian 
terkait untuk segera mendapat kejelasan."

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, mengatakan mereka 
telah mendengar berita tersebut, tapi tidak akan menanggapinya sementara ini.

Kort geding
"Sampai berita ini diturunkan, belum ada jawaban atas surat RMS tersebut. 
Apabila Perdana Menteri Rutte tidak menanggapi atau pun memberikan tanggapan 
yang tidak berkenan, maka RMS akan kembali mengajukan kort geding (permintaan 
sidang yang dipercepat, Red.) terhadap pemerintah Belanda agar menahan Hassan 
Wirajuda apabila ia datang ke Belanda," kata Ibu Kusuma.

"Kort geding seperti ini menyebabkan Presiden SBY membatalkan kunjungan ke 
Belanda awal Oktober lalu. Bedanya SBY sebagai kepala negara Indonesia punya 
hak imunitas atau kekebalan hukum. Hassan Wirajuda sebagai mantan menteri, 
tidak punya hak tersebut."

Sibuk
Dalam reaksinya Kementerian Luar Negeri Belanda menyatakan masih sibuk membahas 
hal ini karena sangat sulit dan peka sehubungan hukum di Belanda.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke