---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 09 Desember 2010 17:00 UTC



** CINA KEMBALI GERTAK KOMITE NOBEL

** DUNIA SEMAKIN KORUP

** SHELL DI PEMERINTAHAN NIGERIA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: YANG ADA CUMA VAKSINASI BUKAN INFORMASI

** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: JADIKAN NORWEGIA TELADAN DUNIA DAN INDIA 
SEBAGAI APOTIK MURAH DUNIA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MAJALAH TIME: WAKTUNYA MINTA MAAF

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: CHESAL DAN DOHMEN, JURNALIS TAHUN INI

** TOPIK GEMA: INDONESIA RUGI TANPA TKW 



* CINA KEMBALI GERTAK KOMITE NOBEL

Cina menyatakan bahwa sebagian besar penduduk dunia menentang penganugrahan 
hadiah nobel perdamaian kepada disidennya. 

Jurubicara kembali mengulang visi yang dikemukakan oleh pemerintah Beijing 
bahwa memberikan hadiah nobel kepada tahanan merupakan penghinaan. Cina telah 
menekan sekutunya untuk tidak menghadiri upacara penyerahan hadiah nobel 
tersebut. Ada delapan belas negara yang mengikuti saran Cina.

Beijing juga menyatakan bahwa Dewan Perwakilan Amerika sebagai dewan yang 
arogan dan keterlaluan. Dewan Perwakilan Amerika secara unanim mengeluarkan 
resoulusi menghormati Liu. Secara bersamaan mereka juga menyerukan agar 
pemerintah Cina membebaskan tahanan. 

Menurut kementrian Cina, seharusnya anggota parlemen Amerika menghormati rakyat 
dan kedaulatan Cina. Disiden Cina sekaligus aktivis hak-hak asasi manusia Liu 
Xiaobo menerima hadiah nobel namun tidak bisa menghadiri upacara penyerahan 
anugrah itu. Ia meringkuk dipenjara karena melakukan tindakan subversi. Liu 
merupakan penggagas Charta 08.

Upacara tetap berlangsung, kendati Liu absen. Hadiah tersebut untuk pertama 
kalinya tidak akan diserahkan karena komite nobel hanya akan menyerahkan kepada 
pemenang atau kerabat dekat. Cina tak memberikan izin kepada keluarga Liu untuk 
menerima hadiah tersebut.


* DUNIA SEMAKIN KORUP

Dalam tiga tahun terakhir dunia menjadi semakin korup. Demikian dinyatakan enam 
dari sepuluh responden dalam penelitian Transparansi Internasional seluruh 
dunia yang dipublikasikan Kamis. 

Satu di antara empat responden mengakui telah melakukan praktek penyuapan.

Dunia semakin korup dirasakan oleh responden dari Eropa (73 persen) dan Amerika 
Utara (67 persen). Mereka menyatakan tindak korupsi meningkat dalam beberapa 
tahun terakhir. 

Orang-orang Afrika yang tinggal di Sahara selatan, paling banyak terlibat 
korupsi. Tahun lalu saja lebih dari setengah penduduk di wilayah itu menyuap. 
Sementara itu hanya ada lima persen orang Eropa yang menyuap, 19 persen di 
Balkan dan Turki serta 23 persen di Amerika Latin.


* SHELL DI PEMERINTAHAN NIGERIA

Perusahaan minyak Inggris-Belanda, Shell menyusupkan orang-orangnya ke berbagai 
kementerian di Nigeria.

"Shell memiliki akses dan mengetahui segala rencana kegiatan di 
kementrian-kementrian tersebut. Hal itu dilontarkan oleh Ann Pickard, mantan 
kepala Shell di Nigeria, Oktober lalu kepada diplomat Amerika.  

Demikian bocoran yang dipublikasikan di situs WikiLeaks seperti yang 
diberitakan harian Inggris, The Guardian.

Menurut para akivis hak-hak asasi manusia informasi bocor itu menunjukan bahwa 
perusahaan minyak raksaksa itu dan para politisi saling menjalin kerjasama di 
Nigeria. Milyaran dolar dihasilkan di Nigeria atas pengeboran minyak per tahun, 
namun 70 persen rakyatnya hidup di bawah garis kemiskinan.

Pemerintah Nigeria menyangkal berita itu, "Shell tidak menguasai pemerintah 
Nigeria. Berita itu hanya merupakan interpretasi dari seseorang, " ujar 
jurubicara perusahaan minyak nasional.


* DK PBB DUKUNG OUTTARA

Dewan Keamanan PBB mengakui Alassane Ouattara sebagai presiden baru Pantai 
Gading. 

Dalam pernyataannya, ke-15 anggota Dewan Keamanan PBB mengecam segala upaya 
yang menentang keinginan rakyat. 

Pernyataan itu ditujukan buat mantan presiden Laurent Gbagbo yang secara resmi 
menolak hasil pemilihan presiden pada 28 November dan melantik dirinya sendiri.

Pernyataan bersama soal Pantai Gading mendapat tentangan dari Rusia, kendati 
Uni Afrika, Ecowas, persatuan negara-negara kerjasama ekonomi Afrika barat, 
Amerika Serikat, Uni Eropa serta  ketua PBB Ban Ki-moon, mendukung Outtara.


* DUBES BELANDA TINGGALKAN BANGKOK

Dutabesar Belanda di Thailand, Tjaco van den Hout meninggalkan posnya lebih 
awal. Demikian dinyatakan kementerian luar negeri Belanda setelah menggelar 
penyelidikan atas berita yang muncul di harian De Telegraaf.

Penyelidikan itu dilakukan setelah laporan praktek kecurangan seputar 
permintaan paspor dan naturalisasi. 

Penyelidikan juga menyimpulkan bahwa kemungkinan sebagian laporan itu tidak 
benar. Namun hal yang terjadi tidak dapat diterima dan kementerian luar negeri 
telah mengambil langkah, kata jurubicaranya. 

Menurut kementerian luar negeri, duta besar bertanggungjawab atas kejadian dan 
ia memutuskan sendiri untuk meninggalkan posnya.

Awal tahun ini, harian De Telegraaf membongkar praktek kecurangan akuntan 
Thailand yang menyelundupkan tiga juta uang pajak Belanda. Menurut laporan 
Kementerian luar negeri dubes Van Hout seharusnya segera mengambil tindakan, 
namuh ia membiarkan masalah tersebut. Selanjutnya seorang konsul memberikan 
data ke lingkaran kriminal. Van den Hout dituduh tidak menegur bawahannya.


* KANDIDAT MARTELLY SERUKAN KETENANGAN

Kandidat presiden Haiti Michel Martelly menyerukan agar pendukungnya tetap 
tenang. Menurut para demonstran, kecurangan terjadi saat berlangsungnya pilpres 
putaran pertama, satu setengah pekan lalu.

Setelah hasil perhitungan suara diumumkan, ribuan demonstran rusuh. Mereka 
membakar ban-ban mobil di ibukkota Port-au-Prince dan menggelar barikade. 
Selain itu sebuah gedung pemerintah juga dibakar.

Para demonstran itu adalah pendukung kandidat sekaligus penyanyi populer Michel 
Martelly. Ia kalah tipis dari Jude Celestin, calon yang diajukan oleh presiden 
Preval. Akibatnya Martelly tidak dapat turut serta dalam putaran kedua.

Pemenang putaran pertama Mirlande Manigat menolak hasil perhitungan suara. Ia 
mengatakan seharusnya dirinya mendapat suara lebih banyak dari 31 persen.

Kandidat Manigat menuntut perhitungan ulang independen. Ia juga menyerukan agar 
kandidat lainnya menuntut hal serupa. Sementara itu Amerika dan Uni Eropa juga 
meragukan hasil perhitungan suara. Putaran kedua akan berlangsung 16 Januari, 
dan bertarung dua kandidat yaitu Manigat dan Celestin.


* PEREMPUAN AFGHANISTAN MASIH TERTINDAS

Jutaan perempuan Afghanistan dan anak-anak masih menjadi korban penindasan, 
kendati sudah hampir sepuluh tahun regim Taliban terusir. Demikian kesimpulan 
PBB dalam laporan yang dipublikasikan Kamis.

Menurut PBB, pemerintah Afghanistan tak mematuhi UU yang melindungi perempuan 
dan anak-anak terhadap tindakan seperti penjualan perempuan, pernikahan 
anak-anak dan pembunuhan demi harga diri.

Misi PBB, Unama menyimpulkan, hak-hak perempuan dan anak-anak dilanggar di 
seluruh Afghanistan.

Pada tahun 2009 diberlakukan UU yang menghapus kekerasan terhadap perempuan. 
Namun menurut misi PBB, banyak pemimpin Afghanistan yang tidak mematuhi UU 
tersebut.


* TERLAMPAU PANAS, PD 2022 DIGESER SAJA

Mengikuti pendapat Franz Beckenbauer, maka Sekjen Federasi Sepakbola Asia Peter 
Velappen, juga menyarankan agar penyelenggaraan Piala Dunia 2022 digelar di 
musim hujan.

Menurut Velappen, penyelenggaraan Piala Dunia 2002 di Qatar pada musim kemarau 
sangat panas dan pendingin di stadion tidak mampu untuk melindungi pemain dan 
penonton dari panasnya udara, demikian dinyatakan Velappen.

Sebelumnya Beckenbauer menyatakan agar penyelenggaraan Piala Dunia dipindahkan 
ke bulan Januari. Di bulan itu suhu udara di Qatar berkisar 25 derajat celcius.

Di musim kemarau, suhu udara di Qatar bisa mencapai di atas 40 derajat. Sekjen 
FIFA, Jerome Valcke, menyatakan kendati suhu udara tinggi akan tetap 
berlangsung bulan Juni.


* CHESAL DAN DOHMEN, WARTAWAN TAHUN 2010

Jurnalis Radio Nederland, Robert Chesal dan jurnalis koran sore NRC 
Handelsblad, Joep Dohmen terpilih sebagai Wartawan Tahun 2010 di Belanda.

Kedua wartawan itu terpilih atas upaya mereka memberitakan penyalahgunaan 
seksual di lingkungan gereja katolik Roma.

Menurut juri, pemberitaan Dohmen dan Chesal merupakan contoh yang sangat baik 
dengan menampilkan kedalaman dan ketepatan. 

Chesal dan Dhomen tidak saja membuat berita soal penyalahgunaan itu, namun juga 
memberikan perhatian terhadap aspek pendukung lainnya. Sampai saat ini 
penyelidikan itu terus berlangsung. Selain itu menunjukkan pula bahwa kedua 
media, Radio Nederland dan koran NRC Handelsblad dapat bekerja sama dengan 
baik. 

Bulan lalu Chesal dan Dohmen juga dianugrahi penghargaan De Loep, hadiah 
penting untuk jurnalistik penyelidikan.

Jurnalis Tahun Ini, dipilih oleh Villamedia, majalah sdan situs dari dewan 
jurnalis NVJ. Hadiah tersebut akan diserahkan Januari mendatang.


* SITUS BERITA INTERNASIONAL DI CINA DITUTUP

Beberapa situs media internasional tak dapat lagi diakses di Cina sejak Kamis. 
Tampaknya situs tersebut sengaja dihilangkan oleh pemerintah, sehari sebelum 
upacara penyerahan hadiah nobel berlangsung di Norwegia.

Menurut kantor berita AFP, situs-situs yang tak dapat dilihat di Cina antara 
lain CNN, BBC, dan lembaga penyiaran Norwegia, NRK. Sebelumnya di Cina, hanya 
ada sedikit pemberitaan soal penyerahan anugrah nobel tersebut.

Disiden Cina Liu Xiabao, mendapat hadiah nobel perdamaian, namun ia tak dapat 
hadir dalam penyerahan itu karena masih meringkuk di penjara.

Pemerintah ingin agar rakyat Cina tidak mendapat informasi tertentu soal 
penyerahan hadiah nobel. Terkadang pemerintah juga memblokir situs pemberitaan 
yang mengacu soal nobel tersebut


* BERITA BURSA

Lantai bursa Amsterdam untung sesaat setelah pembukaan. Indeks AEX mencatat 
untung 0,7 persen atau berada pada titik 349,18 poin.

Para pialang masih menanti angka-angka pasar kerja di Amerika yang bakal 
dikeluarkan tengah malam nanti. 

Nilai tukar euro tercatat $ 1,3295
Satu euro sama dengan Rp 11.902
Satu dolar setara dengan Rp 9.006


* YANG ADA CUMA VAKSINASI BUKAN INFORMASI

Kampanye vaksinasi flu Meksiko pada 2009 meluncur begitu saja tanpa arah yang 
jelas. Dan organisasi kesehatan dunia WHO memimpin kampanye tanpa alasan jelas. 
Itulah pesan terpenting buku Dosir Flu Meksiko yang  ditulis jurnalis 
investigasi Belanda  Daan de Wit dan dipresentasikan Kamis (09/12).

Willemien Groot

Orang-orang Meksiko harus memakai masker, semua tempat umum di Meksiko ditutup. 
Itulah gambaran pertama yang didapat dunia ketika flu Meksiko, yang waktu itu 
masih disebut flu babi, muncul. Wabah ini kemudian menyebar ke seluruh dunia 
pada Februari 2009. Tiga bulan kemudian, organisasi kesehatan dunia WHO 
menyebutnya pandemi. Epidemi menular yang menyebar ke seluruh dunia dan 
berpotensi menewaskan ratusan ribu orang. WHO memutuskan melakukan kampanye 
vaksinasi massal melawan virus H1N1.

Industri
Jurnalis investigasi Daan de Wit menyelidiki mengapa WHO malah memberi 
vaksinasi dan bukan informasi. Dan kepentingan apa saja yang berperan. Dengan 
detail De Wit menerangkan bahwa sebelum virus ini menyebar, negara-negara 
selatan - Australia dan Selandia Baru - sudah bisa memprediksi akibat epidemi 
flu ini. Kementrian Kesehatan mereka melaporkan bahwa ada gejala virus ringan. 
Dan waktu itu sebenarnya penyebaran virus masih bisa dicegah, katanya. Namun 
pencegahan itu digagalkan oleh hubungan antara industri farmasi dan WHO. 

"Selanjutnya kita bisa lihat, pengaruh industri dalam komite darurat flu 
Meksiko sangat besar. Setahun setengah kemudian baru diketahui bahwa sepertiga 
dari anggota komite darurat itu punya hubungan dengan industri farmasi. Lebih 
dari setengah anggota Kelompok Penasihat Ahli (Sage)- sekelompok ilmuwan yang 
menasehati WHO soal vaksinasi dan pengaruh besar - juga punya hubungan dengan 
industri farmasi. Banyak sekali ilmuwan yang menangani flu Meksiko punya 
hubungan dengan industri ."

Transparansi
Virolog Ab Osterhaus dari Pusat Kesehatan Erasmus berperan penting selama 
epidemi flu Meksiko di Belanda dan termasuk anggota Sage. Ia menyebut kritik De 
Wit berbahaya, namun tak menampik adanya hubungan ilmuwan dengan industri. 
Hubungan itu tak bisa dihindari, katanya. 

"WHO harus punya penasihat-penasihat handal. Dan kami sebagai ilmuwan tentu 
harus terlibat jauh. Sekarang, pemerintah tidak lagi memproduksi obat atau 
vaksinasi. Industrilah yang mengambil alih. Jadi industri harus bekerja sama 
erat - secara publik atau privat - dengan para ilmuwan."

Apakah kerja sama tersebut cukup transparan? Osterhaus tak berani menjawab. 
Biarkan evaluasi yang membuktikan. Virolog Belanda ini mengatakan, ia sendiri 
berusaha bekerja sama seterbuka mungkin. 

Osterhaus menentang bahwa tadinya ada gejala virus ringan. Wabah langsung 
menyerang wilayah selatan Amerika Serikat dan Amerika Latin. "Dan saya 
mendukung tindakan WHO waktu itu."

Pengaruh besar 
Toh, konflik kepentingan amat menentukan, kata De Wit. Di bawah tekanan 
perusahaan-perusahaan penghasil vaksin, pengumuman pecahnya pandemi jadi mudah 
sekali dikeluarkan. Dengan cara itu, jalan menuju vaksinasi besar-besaran 
terbuka lebar. Sama sekali tak ada peninjauan kembali untuk melihat apakah 
vaksinasi benar-benar diperlukan, katanya. Apalagi dengan vaksin eksperimen.

"Ada banyak orang yang menginginkan lebih banyak informasi soal vaksin dan 
bahan-bahannya. Namun mereka ditentang secara struktural oleh pemerintah 
Belanda. Padahal tugas pemerintah sebenarnya memberi informasi kepada rakyat, 
agar rakyat bisa menentukan sendiri apakah mereka mau divaksinasi. Di sini yang 
terjadi malah vaksinasi besar-besaran, dan bukan pemberian informasi."

Pernyataan Daan de Wit - mengenai mudahnya pengumuman epidemi dikeluarkan - 
disebut absurd oleh Osterhaus. "Kita bicara soal penyakit menular yang menyebar 
ke seluruh dunia. Kita, kan, tak bisa menunggu untuk melihat apakah virus ini 
benar-benar berbahaya. Kita harus langsung mencegahnya dengan vaksinasi." 
Menurut virolog tersebut, lima cabang ilmu sudah membuktikan bahwa vaksinasi 
ini aman. 

Perjanjian lebih baik
Pelajaran yang diambil Osterhaus dari epidemi ini adalah bahwa pembagian vaksin 
harus diubah. 

"Kita harus memastikan bahwa bukan cuma enam atau tujuh negara di Eropa Barat 
yang punya persediaan cukup, namun di semua bagian Eropa. Dan saya belum bicara 
soal bagian dunia lain. Pembagian vaksin yang seimbang tidak terjadi, padahal 
pandemi pecah di seluruh dunia."

Jurnalis investigasi Daan de Wit melangkah lebih jauh lagi. Ia berharap bukunya 
memancing penyelidikan lebih lanjut di parlemen Belanda, agar rahasia terdalam 
seputar flu Meksiko bisa terbongkar.


* JADIKAN NORWEGIA TELADAN DUNIA DAN INDIA SEBAGAI APOTIK MURAH DUNIA

Dalam Tinjauan pers kali ini: 'Jadikan Norwegia Teladan Dunia!' dan India 
sebagai apotik murah dunia

Harian de Volkskrant menurunkan berita mengenai pembelot Wuer Kaxi. Dia 
mengecam habis Cina sehubungan dengan sikap Beijing terhadap Liu Xiaobo, yang 
dianugerahi Hadiah Nobel untuk perdamaian 2010. Liu sendiri tidak bisa hadir 
pada penyerahan hadiah bergengsi itu. Dia meringkuk di penjara.

Bukan saja dia dilarang meninggalkan tanah airnya, Beijing memboikot upacara 
penyerahan hadiah Nobel di Oslo dengan menyelenggarakan upacara tandingan: 
Penyerahan hadiah perdamaian Confusius pada mantan wakil presiden Taiwan Lien 
Chan. Lien Chan ini dalam beberapa tahun belakangan berkali-kali bertemu dengan 
presiden Cina Hu Jintao. 

'Apa Beijing ngga bisa lebih cerdik?', begitu Wuer Kaixi sambil tertawa geli, 
seperti ditulis oleh de Volkskrant. Hadiah Perdamaian tandingan yang diumumkan 
Beijing ini mengingatkan Wuer, 42 tahun, pada protes mahasiswa di lapangan 
Tiananmen pada 1989.

Sandiwara Menggelikan
Sebagai tandingan demo massal mahasiwa itu,  pemerintah mengorganisir demo 
tandingan yang mendukung pemerintah di pinggir kota Beijing. Petugas-petugas 
kepolisian berulah seperti aktivis yang sedang demo. Sandiwara yang 
menggelikan, sama menggelikannya dengan hadiah Perdamaian Confusius.

Wuer sendiri tinggal di Taiwan dan akan hadir pada upacara penyerahan hadiah 
Nobel untuk perdamaian di Oslo. Beijing menghalangi kerabat dan saudara Liu 
Xiaobo hadir di Oslo. 'Itu sekali lagi bukti Cina belum siap sebagai negara 
yang bertanggungjawab di kancah internasional', jelas Wuer.

Anugerah hadiah Nobel untuk perdamaian pada Liu Xiaobo, sangat menyentuh hati 
Wuer. 'Liu Xiobo adalah pembimbing saya. Dulu kami bersama-sama demo di 
Tiananmen. Hadiah Perdamaian ini adalah pengakuan perjuangan kami. Saya harap 
dunia mencontoh teladan Norwegia'. Demikian Wuer seperti diturunkan oleh de 
Volkskrant.

Apotik Negara Miskin
Kita beralih ke India, apotik murah untuk negara-negara miskin. Demikian tulis 
harian Trouw dalam edisi Kamis 9 Desember. Hingga saat ini, India adalah 
pemasok obat-obatan murah, termasuk obat pengerem Aids yang digunakan jutaan 
penderita di berbagai negara. Banyak negara donor dan organisasi pemberi 
bantuan membeli obat-obatan di India karena harganya yang murah. Lebih murah 
daripada harga resmi. Diantara negara-negara donor terdapat juga negara-negara 
anggota Uni Eropa.

India bisa memproduksi obat-obatan Aids dengan murah karena undang-undang di 
sana lebih mengutamakan kesehatan rakyat katimbang hak paten yang dimiliki oleh 
industri farmasi. Dengan demikian India bisa memproduksi obat-obatan murah 
tanpa merek.

Sudah sering perusahaan farmasi internasional ingin melarang produksi itu 
melalui jalur hukum. Namun gagal. Sekarang Uni Eropa mengambil alih keinginan 
dunia farmasi. Uni Eropa hendak membuat perjanjian dagang baru dan di dalam 
perjanjian itu akan ditentukan batasan-batasan yang mengikat India sehingga 
tidak bisa lagi memproduksi obat-obatan murah. 

Pembicaraan mengenai perjanjian perdagangan baru itu akan dimulai minggu ini. 
Kalau sampai perjanjian itu ditandatangani, dan India diikat berbaga batasan 
memproduksi obat-obatan murah, maka berakhirlah India sebagai apotik 
negara-negara miskin. Maka yang diuntungkan adalah industri farmasi Eropa. 
Demikian Trouw.


* MAJALAH TIME: WAKTUNYA MINTA MAAF

Aisha, gadis Afghanistan dari Uruzgan, jadi terkenal karena berada di sampul 
majalah Time. Wajahnya cacat. Di mana harusnya hidung berada, terdapat lubang. 
Hidung dan telinga Aisha dipotong. Ini pekerjaan Taliban, tulis Time. Dan hal 
macam itu akan makin sering terjadi, lanjut Time, jika tentara internasional 
meninggalkan Afghanistan. Bette Dam berbicara dengan dokter Aisha di rumah 
sakit. Dan membongkar bagaimana media Amerika, PR, dan pertengkaran keluarga 
diputarbalikan.  Oleh Bette Dam.
Suster Afghanistan itu jadi stress. Harusnya ia tak bilang apa-apa, mungkin 
begitu pikirnya. Perempuan itu, berusia sekitar 50-an, berkerudung erat, 
memandang salah tingkah ke ujung sandalnya. Bau disinfektan yang tercium 
membuat mata perih. 
Suster itu bercerita, sudah hampir seumur hidup ia bekerja rumah sakit, di 
Tarin Kowt, ibukota Uruzgan. Ia juga ada di sana ketika Aisha yang dimutilasi 
datang dengan ibunya dari lembah Chora pada tengah malam Agustus 2009. 
Hidungnya dipotong. Telinganya juga. Terlihat mengerikan sekali, namun bukan 
hal yang tak biasa, kata suster. Ia sering sekali menemui pasien perempuan 
dalam keadaan mengenaskan. Penyebabnya? Pertengkaran keluarga, pembalasan 
dendam. Sudah sejak dulu hal macam ini terjadi. Selama pemerintahan Taliban, 
juga pada masa invasi Amerika. 
Siapa yang berbuat? tanya saya.
Suster itu membisu. Direktur rumah sakit berpendapat, sang suster terlalu 
banyak omong. Ia memandang suster dengan tatapan tajam. Suster pun tak berani 
lagi mengatakan apa pun soal Aisha.
Aisha jadi terkenal di seluruh dunia. Tanpa penyelidikan apa pun jurnalis 
majalah TIME membuatnya jadi ikon yang melegitimasi kehadiran Amerika di 
Afghanistan. Mereka yakin: Aisha disiksa Taliban. "What happens if we leave 
Afghanistan - Inilah yang terjadi jika kita meninggalkan Afghanistan." Pesan 
ini dicetak di samping wajah Aisha yang tak lagi sempurna.  Dunia terkejut. 
Taliban kurang ajar! Hajar mereka! Kirim lebih banyak pasukan!
Suster tadi tahu, bukan Taliban yang memotong hidung dan telinga Aisha. Begitu 
pula  komandan Special Forces Amerika yang membawa gadis itu ke rumah sakit 
tentara untuk perawatan lebih lanjut. Namun setelah publikasi "simbol perang" - 
suster tak lagi berani buka mulut. Di Kabul saya berbicara dengan kolega 
mengenai bagaimana hal ini bisa terjadi. Banyak kritik mengenai hal ini. Namun 
tidak sampai ke publik luas. Sama seperti artikel yang saya tulis sekarang. 
Potret Aisha lebih berpengaruh.
Satu-satunya yang dibisikkan suster tadi adalah bahwa ia berharap media Amerika 
juga memuat gadis-gadis Afghanistan lainnya. "Masih banyak yang bernasib sama."

Tentu saja, kelompok oposisi di Afghanistan penuh kekerasan. Apalagi kalau 
tentara bersembunyi di lembah. Namun sulit untuk membedakan mana yang baik dan 
yang buruk di sana. Kita bisa saja memberantas Taliban, namun pertikaian di 
Afghanistan sangat kompleks, politiknya juga. Siapa sebenarnya mereka? Siapa 
mendukung siapa? Haruskah kita mengirim tentara ekstra untuk melerai 
perseteruan lokal? Dan apakah Taliban benar-benar besar, atau itu cuma karangan 
TIME saja? 

Minggu ini mitos TIME benar-benar dibongkar. Tersangka penyiksaan Aisha 
ditangkap. Dan ayahnya menyangkal terlibat dengan Taliban, pernyataannya 
didukung Komisi HAM Afghanistan. 

Sudah waktunya jurnalis TIME minta maaf atas artikel dan kesimpulan tak 
berdasarnya. Dan permintaan maaf itu juga harus dicetak di koran-koran 
Afghanistan. Disiarkan lewat radio-radio Afghanistan. Karena pemberitaan 
seimbang mengenai Afghanistan sangat diperlukan.  Jangan sampai orang-orang 
seperti suster di Tarin Kowt tak berani bicara. Dan mengacuhkan jurnalis 
setelah 'penipuan' TIME ini.


* CHESAL DAN DOHMEN, JURNALIS TAHUN INI

Ia mengaku bukan pemalu, namun banjir perhatian mau tak mau membuatnya 
kalang-kabut. Jurnalis Radio Nederland Robert Chesal jadi pusat perhatian 
ketika bulan lalu ia - bersama rekan jurnalis dari NRC Handelsblad Joep Dohmen 
- memenangkan De Loep, penghargaan untuk jurnalisme investigasi. Kamis (09/12) 
ia dianugerahi penghargaan Jurnalis Tahun Ini - lagi-lagi bersama Dohmen. 
Perhatian yang diterimanya makin besar. Oleh Erik Klooster. 

Robert (1965) menerima penghargaan Jurnalis Tahun Ini dengan perasaan yang agak 
aneh. Ia sama sekali tak menduga. Namun penghargaan ini sangat membanggakan, 
karena merupakan pengakuan dari rekan-rekan seprofesi. Itu tak ternilai, kata 
Robert. Penghargaan ini tidak jatuh dari langit begitu saja. Chesal menyebut 
dirinya ambisius dan sejak dulu, ia memang sudah begitu.

Sepak bola
Penghargaan ini merupakan mimpi bocah kecil yang jadi kenyataan. Sejak kecil, 
Robert - yang berasal dari Amerika Serikat - sudah bermimpi untuk menjadi 
reporter American Football. Di sekolah, ia berhasil membawahi rubrik Sport - 
olahraga - di koran sekolah. Makin dewasa, ia makin tertarik kepada isu-isu 
kemasyarakatan.

Pertengahan tahun 80-an, Chesal pindah ke Belanda untuk kuliah. Di negara 
inilah ia bertemu istrinya. Pada 1991 ia mulai bekerja di Radio Nederland 
sebagai jurnalis freelance. Waktu itu, ia juga bekerja untuk BBC, Voice of 
America (VOA) dan Deutsche Welle. Ia lalu memutuskan hanya bekerja di Radio 
Nederland. Pada periode ini ia juga sudah mendapat sejumlah penghargaan. Pada 
1993 ia memenangkan penghargaan dari New York Festival dengan dokumenter radio 
Yours Anne, Love Zlata dan pada 2000 ia kembali meraih predikat yang sama 
dengan dokumenter The War on Terror, the Struggle for Oil.

Gereja
Selama berbulan-bulan lalu, Robert Chesal, bersama jurnalis NRC Handelsblad 
Joep Dohmen, membongkar rahasia gereja Katolik-Roma di Belanda. Mereka 
menemukan bahwa gereja ini dipenuhi skandal pelecehan seksual. Banyak korban 
menghubungi Chesal dan Dohmen untuk mengisahkan trauma mereka. 

Korban yang mengakui pelecehan makin banyak. "Kami menjaga agar topik ini terus 
ada di media, jadi tidak terlupakan," kata Chesal. Dalam penyelidikannya, 
Chesal berbicara dengan banyak korban. Dan ia mengakui, amat berat untuk 
terus-menerus mendengarkan pengalaman traumatis orang lain. Penting untuk 
memisahkan pengalaman korban dengan diri sendiri, atau membicarakannya dengan 
orang ketiga. Robert mengatakan, ia terus-menerus mengingatkan diri bahwa 
pengalaman para korban lebih buruk lagi. 

Negatif
Banyak penghargaan diterima atas pembongkaran pelecehan ini, namun banyak juga 
yang bereaksi negatif. Chesal dan Dohmen dijuluki 'pembenci katolik' dan 
dituduh membuka perang dengan gereja. Artikel mereka disebut tidak seimbang, 
tendensius dan mencari sensasi. "Tapi," kata Robert. "Komentar itu datang dari 
orang-orang yang membaca cerita secara selektif dan tidak menyeluruh."

Chesal sekarang berada di Curacao, juga untuk menyelidiki pelecehan seksual 
dalam gereja. Di sana, kabarnya terjadi pelecehan dalam skala besar. Di Curacao 
Chesal berkontak dengan banyak korban. Diharapkan Januari mendatang, kisahnya 
bisa diterbitkan. 

Robert menyatakan, ia mendapat ruang yang dibutuhkan di Radio Nederland untuk 
menjalankan tugasnya sebagai jurnalis investigasi. "Tapi kita harus lebih 
ambisius lagi. Jangan menganggap remeh berita, dan tetaplah waspada, karena 
kadang kita punya emas di tangan tanpa menyadarinya."

Penyerahan penghargaan Jurnalis Tahun Ini akan digelar Januari mendatang.


* INDONESIA RUGI TANPA TKW

Imbauan PBNU agar TKW jangan bekerja ke luar negeri tanpa suami bisa berdampak 
penghentian pengiriman TKW. Menurut Yasmine Soraya itu bukan pemecahan yang 
baik.


Menurut pengamat Hukum Perburuhan Internasional, penghentian pengiriman TKW 
memberi imbas yang sangat besar. "Karena pendapatan negara bisa menurun karena 
hilangnya kiriman uang TKI ke Tanah Air."

Yasmine juga mencemaskan perekonomian memburuk di pedesaan tempat asal para 
TKI. "Secara ekonomi itu akan berdampak besar, dan peningkatan pengangguran."

Seleksi di Indonesia
Untuk menekan angka penganiyaan TKW di Arab Saudi, Yasmine lebih mendukung 
pelatihan dan persiapan lebih baik kepada pekerja yang akan berangkat ke luar 
negeri. Pembatasan bisa dilakukan pada tahap penyaringan. "Bisa menentukan 
batas usia dan kemampuan komunikasi, supaya pekerja bisa tahu hukum dan 
mengantisipasi kalau terjadi masalah." Ungkap Yasmine.

Pelatihan
Masalah utama yang dialami Sumiati menurut peneliti Hukum Perburuhan 
Internasional, karena masalah pelatihan yang kurang memadai. Selain itu menurut 
Soraya lagi penanganan kasus Sumiati ini berkaitan dengan hukum internasional.


Ratifikasi ILO
Ia menyayangkan Indonesia maupun Arab Saudi yang tidak meretifikasi, Konfensi 
perlindungan buruh migran (ILO, organisasi Buruh Internasional.) Akibatnya 
tidak ada perlindungan hukum bagi buruh migran Indonesia di Arab Saudi.

"Bagi TKI berlaku hukum di negara tempat ia bekerja. Sedangkan hukum Arab Saudi 
kurang melindungi buruh migran."

Pemacahan terbaik untuk saat ini adalah langkah diplomasi. "Pemerintah 
Indonesia atau perwakilan Indonesia meminta agar Arab Saudi memiliki hukum 
perlindungan. Tapi itu akan sangat susah sekali."


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke