--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 10 Desember 2010 14:20 UTC ** ABU THOLUT DIRINGKUS TANPA PERLAWANAN ** MILITER THAILAND TEMBAKI SIPIL ** PEMENANG NOBEL DIWAKILI KURSI KOSONG ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BANTUAN SEGERA UNTUK KORBAN PELECEHAN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BELUM BEBAS BERAGAMA DI TEMPAT KERJA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: HAK BEREKSPRESI KAUM LGBT INDONESIA MASIH TERBELENGGU ** TINJAUAN PERS: SERBA SERBI MUSLIMAH, DARI JILBAB SAMPAI SEPAK BOLA * ABU THOLUT DIRINGKUS TANPA PERLAWANAN Tim Densus 88 Antiteror Polri berhasil meringkus tersangka teroris yang paling dicari, Abu Tholut alias Musthofa alias Pranata Yuda, alias Imron, tanpa perlawanan, Jumat (10/12/2010). Pria berusia 49 tahun ini ditangkap di daerah Kudus, Jawa Tengah. Abu Tholut ditangkap di rumah salah satu keluarganya. Seperti diberitakan, Abu Tholut terlibat serangkaian aksi terorisme di sejumlah lokasi. Ia pernah dipenjara 7 tahun sehubungan aksi bom Atrium Senen tahun 2001. Setelah bebas, lantaran berkali-kali mendapat remisi, dia kembali melakukan aksi teror, salah satunya perampokan bersenjata di Bank CIMB Niaga di Medan, Sumatera Utara. Tholut juga dicurigai memainkan perang penting dalam pembentukan kamp pelatihan militan di Aceh, merekrut pemuda militan dan mengumpulkan dana ilegal untuk kegiatan terorisme. Abu Tholut pernah mengikuti pelatihan di Afghanistan pada waktu perang Mujahidin melawan Uni Soviet di akhir tahun 1980-an dan menjadi figur penting Jemaah Islamiyah Asia Tenggara. * MILITER THAILAND TEMBAKI SIPIL Militer Thailand berperan lebih besar dalam insiden tewasnya warga sipil pada kerusuhan politik di Bangkok tahun ini, ketimbang yang diakui pemerintah. Demikian laporan pemerintah yang bocor seperti diterbitkan Reuters. Usaha penyidikan pemerintah atas kekerasan bulan April dan Mei menyimpulkan pasukan khusus yang ditempatkan di sejumlah rel kereta api menembaki kawasan sebuah kuil Buddha, tempat beberapa ribu demonstran bernaung pada 19 Mei. Tiga dari enam orang yang tewas tertembak tampaknya ditembak tentara. Hal ini berlawanan dengan pernyataan pemerintah yang mengatakan tentara sama sekali tidak terlibat insiden pembunuhan. Selain itu dokumen juga menyebutkan data baru tentang fotografer Jepang yang tewas tertembak dengan peluru berkecepatan tinggi. Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva mengatakan dokumen tersebut asli, tapi menambahkan penyidikan masih berjalan. Penemuan ini tampaknya akan membesarkan semangat gerakan Kaus Merah yang memprotes pemerintah. Abhisit sebelumnya menuduh merekalah yang bertanggungjawab atas insiden. Secara keseluruhan, 89 orang tewas akibat kerusuhan namun pemerintah belum mempublikasi hasil penyidikan walaupun ada tekanan dari kelompok-kelompok HAM. * PEMENANG NOBEL DIWAKILI KURSI KOSONG Upacara penganugerahan hadiah Nobel Perdamaian 2010 dimulai di Oslo tanpa kehadiran sang pemenang, Liu Xiaobo. Disiden Cina ini sedang menjalani hukuman 11 tahun penjara. Kehadirannya dilambangkan dengan sebuah kursi kosong. Upacara dihadiri seratusan dissiden Cina yang bermukim di luar negeri, duta besar sejumlah negara, raja dan ratu Norwegia serta pejabat-pejabat lain. Di luar gedung balai kota tempat upacara berlangsung, terjadi demonstrasi pro Cina yang dihadiri 50 orang Ini adalah kali kedua upacara dilangsungkan tanpa kehadiran penerima penghargaan dalam 100 tahun sejarah Nobel. Kali yang pertama adalah di tahun 1936, ketika wartawan Jerman Carl von Ossietzky yang disekap di kamp konsentrasi Nazi tidak bisa menerima penghargaan. Selain Cina, negara yang tidak mengirimkan wakilnya adalah Afghanistan, Aljazair, Kuba, Mesir, Irak, Iran, Kazakhstan, Maroko, Pakistan, Rusia, Arab Saudi , Sudan, Tunisia, Venezuela, Vietnam dan Palestina. * PAKISTAN CABUT TUDUHAN ATAS INDIA Surat kabar terkenal Pakistan, The Express Tribune mencabut artikel yang disusun atas telegram diplomatik Amerika yang menghina jenderal India dan menuduh negara tersebut mendukung kelompok militan. Menurut artikel yang dibuat berdasarkan informasi WikiLeaks tersebut, mata-mata India mendukung militan islam di Pakistan di kawasan Waziristan dan Baluchistan. Artikel dimuat Kamis (9/12). Namun surat kabar mencabut artikel hari ini dan mengatakan, sumber cerita tidak jelas dan mungkin sengaja dibocorkan demikian. India dan Pakistan sudah terlibat dalam tiga perang sejak kemerdekaan dari Inggris tahun 1947. Hingga saat ini kesatuan militer Pakistan yang sangat kuat tetap melihat India sebagai ancaman utama, walaupun negara itu dirongrong Taliban di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan. * KORBAN TEWAS BANJIR AUSTRALIA Banjir yang melanda kawasan timur Australia menewaskan 4 orang dan menyebabkan kerugian jutaan dolar akibat gagal panen. Banjir diramalkan menjadi semakin parah minggu depan. Sekitar 30 kawasan dinyatakan sebagai kawasan bencana di New South Wales dan lebih 300 orang terisolasi akibat banjir. Situasi saat ini relatif tenang, tapi badai dan bajir berpotensi kembali dengan intensitas lebih tinggi. Pemerintah saat ini mengawasi ketat sungai Macquarie, Namoi dan Murrumbidgee. Jika tingkat ketinggian air meningkat, akan ada evakuasi. * TONDANO MELUAP, MANADO BANJIR Sejumlah kawasan di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (10/12) dini hari, dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Tondano. Air sungai meluap akibat hujan deras yang mengguyur kota sejak Kamis malam. Sebagian besar warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) Tondano mengungsi ke tempat yang lebih tinggi seperti jalan raya atau gedung gereja, karena rumahnya terendam. Menurut saksi mata, sejumlah daerah yang tenggelam antara lain Dendengan Dalam, Kampung Ternate, Wonasa, Komo Luar di Kecamatan Tikala. * JELANG UPACARA NOBEL, CINA PERKETAT PENJAGAAN Cina mengawasi ketat para pembangkang, internet dan media hari ini menyusul komisi Nobel yang bersiap-siap memberi penghormatan kepada Liu Xiaobo, pemenang penghargaan Nobel Perdamaian 2010. Upacara penyerahan penghargaan sedianya berlangsung hari ini di Oslo, namun baik Liu, yang divonis penjara 11 tahun, maupun istrinya yang dikenakan tahanan rumah, tidak bisa hadir. Tidak satupun dari keluarga Liu bisa hadir, karena ditekan pemerintah Cina. Apartemen istrinya dijaga ketat. Kawasan lain Beijing dijaga ketat. Sebagian aktivis dipaksa meninggalkan Beijing, sementara yang lain sengaja pergi untuk menghindari masalah dengan pemerintah. * IRAN SANGKAL BEBASKAN TERDAKWA MATI Iran menyangkal semua pemberitaan tentang pembebasan perempuan tervonis mati Sakineh Mohammadi Ashtiani. Menurut media pemerintah Press TV, Sakineh dibawa ke rumah untuk melakukan rekonstruksi pembunuhan suaminya. Seorang juru bicara dari kelompok HAM Jerman mengatakan Ashtiani akan dibebaskan. Iran menyebut pemberitaan ini sebagai kampanye publisitas media barat yang dibesar-besarkan. Ashtiani divonis mati tahun 2006 akibat keterlibatannya pada pembunuhan suaminya. Hukuman kemudian dibatalkan menjadi 10 tahun penjara. Dia juga dijatuhi vonis rajam sampai mati karena berzinah. Vonis ini masih berlaku, walaupun Iran membatalkan eksekusi di bulan September lalu pada saat-saat terakhir. * OPERA HOUSE = OPRAH HOUSE Ribuan penggemar yang histeris menyambut pembawa acara tenar Amerika Oprah Winfrey dalam kunjungan pertamanya ke Australia. Sebagian penggemar bahkan menginap di lapangan untuk mendapat tempat terbaik. Oprah mengatakan sangat senang dengan rakyat Australia yang sangat ramah dan terpukau dengan keindahan negeri itu. Ini dikatakan dalam penampilannya di Federation Square di Melbourne, bersama dengan Perdana Menteri Julia Gillard. Oprah berkunjung bersama 300 penonton acaranya dari Amerika. Para rekaman acaranya di Australia 14 Desember mendatang, Opera House Sydney diganti namanya menjadi Oprah House. * PESAN SUU KYI DI PBB Pemimpin oposisi Myanmar yang baru dibebaskan, Aung San Suu Kyi mengatakan, institusi demokrasi yang sesungguhnya tidak bisa berdiri tanpa respek atas HAM. Demikian Suu Kyi dalam pesan videonya yang diputar di kantor PBB di Jenewa dalam peringatan hari HAM Sedunia. Pernyataan ini menyusul pemilu pertama Myanmar dalam dua dekade yang dilangsungkan 2 bulan lalu. Pemilu tersebut dikritik para aktivis HAM dan pemerintahan barat, mereka menyebut pemilu jauh dari jurdil dengan hasil mayoritas hampir mutlak di tangan rejim militer yang berkuasa. Suu Kyi dibebaskan junta militer Myanmar setelah masa tahanan rumah 7 tahun. Partainya, yang memenangkan pemilu tahun 1990 tapi tidak pernah diijinkan berkuasa, memboikot pemilu lalu karena adanya peraturan yang melarang Suu Kyi berpartisipasi. Dalam pesan videonya Suu Kyi menambahkan diskriminasi atas para aktivis HAM juga salah satu bentuk halus diskriminasi. * BERITA BURSA Nilai tukar valas: 1.00 EUR = 1.32396 USD 1.00 EUR = 11,930.01 IDR 1.00 USD = 9,012.00 IDR * BANTUAN SEGERA UNTUK KORBAN PELECEHAN Korban pelecehan seksual di Gereja Katolik Roma di Belanda berhak mendapat ganti rugi. Gereja tidak bisa bersikukuh bahwa kasusnya sudah kadaluarsa. Demikian kesimpulan Wim Deetman yang berbulan-bulan lamanya melakukan penelitian mengenai pelecehan seksual oleh pastor. Kamis (9/12), komisi penyelidik mengumumkan hasil sementara. Laporan Philip Smet. Gereja tidak boleh terlibat dalam menangani laporan serta menentukan besarnya ganti rugi, demikian salah satu rekomendasi dari laporan itu. Bantuan untuk korban harus segera dilakukan. Bantuan segera Seluruhnya terdapat 1975 laporan pelecehan seksual dalam Gereja Katolik di seluruh Belanda. Lebih dari 1300 orang mendatangi langsung komisi penyelidik, sedangkan 600 laporan berasal dari rujukan lembaga bantuan gereja Hulp & Recht (Bantuan & Hak). Menurut Deetmen layanan bantuan harus segera dimulai. "Korban melapor dan bercerita. Kami senang karena dengan demikian bisa bertindak lebih jauh lagi. Mereka juga ingin tahu manfaat penyelidikan ini. Tapi ada juga kebutuhan mendesak masing-masing individu. Mereka butuh bantuan dan bimbingan. Terkadang mereka juga mengharapkan ganti rugi. Kami katakan kami harus memprioritaskan hal itu, dengan tuntas, teliti, dan memberi rekomendasi. Karena kalau tidak, maka penyelidikan ini tidak berbobot', kata ketua komisi Deetman. Komisi penyelidikbersikap kritis terhadap lembaga katolik Hulp&Recht dan menghendaki reorganisasi. Pengurus lembaga ini telah menawarkan diri untuk mundur. Tidak campur tangan Menurut Deetman, setiap tanda campur tangan gereja dalam prosedur harus dihindari. Untuk menjamin hal ini maka harus ada lembaga independen yang membantu korban. Lembaga ini harus menangani laporan, melakukan prosedur ganti rugi, berinisiatif mengambil langkah disipliner terhadap pastor bersangkutan serta mencarikan bantuan profesional. Kebutuhan akan bantuan sangat terasa, demikian Deetman. "Beberapa tidak menghendaki uang sama sekali. Beberapa butuh semacam kelompok penyintas. Pengalaman selama ini, bertukar pengalaman antar mereka sangat membantu mengatasi penderitaan mereka. Dalam hal ini perlu dibentuk sebuah pusat bagi layanan berkualitas. Ini bisa segera dilakukan. " Deetman juga memberi rekomendasi mengenai ganti rugi. " Harus ada prosedur jelas dan tidak terlalu lama. Juga bagi kasus-kasus baru. Tentu saja saya tidak mengharapkan hal itu tapi anda harus juga berpikir ke depan. " Deetman melanjutkan,"Kami tidak berembuk, kami tidak bertanya apa maunya gereja. Apabila kami bertanya, maka ini dikarenakan kami butuh informasi', tegas Deetman. " Tapi saya memahami para korban karena banyak dari mereka yang 39, 40, 50, tahun lamanya mengalami kekecewaan demi kekecewaan dan ibarat menghadapi tembok. Tiba-tiba muncul komisi Deetman, dan mereka tiba-tiba harus mempercayai bahwa segalanya akan berjalan baik. Menurut saya ini tidak riil." Deetman ' sangat puas' dengan kerjasama yang diperoleh komisi dari para uskup, ordo, dan kongregasi. Tapi ia masih memilki satu permintaan pada gereja: kemurahan hati dan simpati bagi para penyintas. * GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENGHARGAAN NOBEL: EFEKTIFKAH? PENGHARGAAN NOBEL: EFEKTIFKAH? "Reaksi Cina adalah bukti paling dramatis bahwa Nobel punya efek besar." Direktur Geir Lundestad dari Institut Nobel Norwegia yakin, ada gunanya memberikan penghargaan Nobel kepada disiden Cina. Aktivis HAM Liu Xiaobo tak akan hadir hari ini untuk menerima penghargaan tersebut di Oslo. Cina murka dan negara-negara lain yang juga memiliki disiden absen menghadiri upacara penyerahan ini. Laporan Myrtille van Bommel. Institut Nobel (yang membantu panitia Nobel menentukan pemenang) yakin akan kekuatan Nobel Perdamaian. "Bukan hanya pemenangnya yang mengkonfirmasi keyakinan itu, dari sejarah juga terlihat bahwa Nobel berpengaruh," kata Lundestad. Ia menyebut Lech Walesa, ketua serikat buruh Polandia, sebagai contoh. Nobel Perdamaian telah menolongnya untuk mewujudkan cita-cita perjuangannya. Namun, Lundestad mengakui, perlawanan pemerintah belum pernah sebesar kasus Cina sekarang. Kesal Ketidaksukaan pemerintah Cina juga diamini orang Cina sendiri. Menurut Huang Jing, ilmuwan di Universitas Singapura, "hadiah ini merintangi reformasi di bidang kebebasan rakyat." Sebelumnya, pada pertemuan partai Oktober mendatang, reformasi tercantum dalam agenda. "Namun sekarang, akibat Nobel, agenda ditentang para konservatif." Sebagian besar rakyat Cina tidak mengerti kenapa Liu Xiaobo bisa dapat hadiah Nobel. Mereka tak mengenalnya. Mereka juga kesal karena ide-ide Liu amat berbeda dengan kekhawatiran mereka dan kenyataan hidup sehari-hari. Sinyal yang salah Tom Zwart, Guru Besar Hukum Manusia di Universitas Utrecht, bisa memahami reaksi Cina. Menurutnya, panitia Nobel ingin memberi sinyal politik dengan memberikan hadiah Nobel kepada orang yang kontroversial di Cina: "Mereka ingin menekankan visi HAM Barat di Cina. Sebenarnya sih, sah-sah saja. Namun jangan harap mereka bisa memasyarakatkan konsep HAM di sana dengan cara ini." Jika Barat tidak memaksakan konsepnya mengenai hak azasi individual, tanggapan Cina akan lebih halus. Dan ini lebih efektif untuk memasyarakatkan visi HAM yang lebih luas (seperti hak mendapatkan pangan dan pendidikan) yang cocok dengan budaya Cina. Kita harus memancing dialog: "Jika Barat melakukan itu, akan terlihat bahwa ada banyak titik temu. Saya yakin, 80% dari HAM yang dianggap penting di Barat juga akan bisa ditemukan di Cina." Sebaliknya, penghargaan Nobel ini terlihat seperti "kami di Barat paling tahu." Seolah mereka ingin mengobrak-abrik kekuatan Cina. Membantu popularitas Jadi panitia Nobel salah? "Sebenarnya, lebih baik memilih orang yang memperjuangkan hal yang lebih luas," kata Zwart. Ahli Kuba Edwin Koopmans tidak setuju dengan pernyataannya. Menurutnya, justru penghargaan Nobel untuk aktivis Kuba membawa efek positif. Tahun ini disiden Guillermo Farinas menerima penghargaan Sacharov dari Parlemen Eropa. Blogger kritis Yoani Sanchez dianugerahi penghargaan Prins Claus untuk tulisan-tulisannya yang fantastis. Ini memang membuat pemerintah Kuba berang, namun bagi para pemenang ini adalah rangsangan besar untuk terus berkarya. "Memberi penghargaan dan mengumumkan nama orang-orang ini sering kali menimbulkan efek positif. Mereka jadi lebih cepat dibebaskan dan lebih jarang ditangkap. Represinya berkurang karena Kuba tahu, seluruh dunia memperhatikan jika sesuatu terjadi pada mereka." Terluka Seperti juga Cina, Kuba menunjukkan ketidaksukaan dengan menolak memberikan izin keluar negeri bagi Farinas dan Sanchez. "Kuba melihat penghargaan ini sebagai campur tangan dan penghinaan pihak luar. Penghargaan bagi para aktivis tidak mengubah keadaan HAM yang mengenaskan di sana. Tapi keadaan juga tidak jadi lebih parah, karena Kuba bukan Cina," kata Koopmans. Cina nampaknya punya lebih banyak cara untuk membalas campur tangan pihak luar. * BELUM BEBAS BERAGAMA DI TEMPAT KERJA Memakai jilbab adalah pilihan. Karena kain penutup kepala inilah, Ayudia Satta untuk pertama kali dalam hidupnya berurusan dengan Komnas HAM. Pakai jilbab atau tetap bekerja, adalah pilihan yang disodorkan kepada Ayudia. Mana yang dia pilih? Reporter KBR68H Rio Rizalino bertemu Ayudia Satta, mencari tahu alasan di balik pilihannya. Ayudia Satta kini bergelut di bisnis jual beli baju dan aksesoris perempuan lewat internet. Sejak Juli lalu, status pekerjaannya tak jelas setelah terlibat masalah karena dia memutuskan menggunakan jilbab.Sebelum memulai bisnis ini, Ayud bekerja di sebuah perusahaan layar lebar, Blitz Megaplex. Kata Ayud awalnya tanggapan dari teman dan atasan ketika ia pertama kali menggunakan penutup kepala itu, cukup baik. "Kalau atasan saya sih biasa aja tanggapannya. Paling kaget aja sih liat pake jilbab. Respon temen-temen sih malah bagus, kasih selamet, kayak-gitu-gitu," kata Ayud. PHK Ayud sudah bekerja selama 4 tahun di sana. Jabatan terakhirnya, Penyelia Operasional. Tugasnya mengawasi bagian kerja operasional, termasuk bagian tiket dan makanan. Ayud dirumahkan sehari setelah ia mulai pakai jilbab. Tanpa kejelasan, Ayud dirumahkan selama 2 bulan. Setelah itu dipanggil kantor dan diminta memilih: lepas jilbab atau berhenti bekerja. "Dari mereka bilang kita kasih waktu seminggu, hari Senin kamu harus kasih jawaban. Ya udah, akhirnya saya berpikir saya tidak mau memperpanjang." Hidup mendadak berubah bagi Ayud yang kini berusia 30 tahun. Blitz adalah pekerjaan keempat Ayud setelah lulus kuliah pada 2004 lalu. Tahun ini, untuk kali pertama dalam hidupnya, Ayud harus berurusan dengan hukum dan pengacara. "Saya tetap tidak mau melepas jilbab. Makanya saya mengadu ke LBH. Saya juga sudah pikir panjang, jadi ya sudah hajar saja. Akhrnya saya ketemu dengan pihak pengacara, akhirnya mereka yang langsung berhubungan dengan perusahaan," ungkap Ayud. Hak beragama Juru bicara Blitzmegaplex Heru Widodo menampik anggapan kalau perusahaannya tak menghargai kebebasan beragama. Ia merujuk pada sejumlah karyawati berjilbab di bioskop itu. Ki Agus Ahmad pengacara Ayudia dari LBH Jakarta mengatakan, ada 2 hak Ayud yang dilanggar oleh perusahaan Blitzmegaplex. "Yang terjadi Ayud itu saat ini sedang digantung hubungan kerjanya. Dia tetap dirumahkan tanpa batas waktu yang jelas. Dalam masalah ini sebenarnya ada dua hal yang dilanggar. Hak beragamanya sama hak perburuhannya," jelas Ki Agus Ahmad. Pertengahan September, LBH Jakarta bertemu perusahaan yang diwakili staf personalia. Blitzmegaplex menolak untuk mempekerjakan Ayud kembali. Alasannya, perusahaan sudah punya aturan soal cara berpakaian saat bekerja, kata Ki Agus Ahmad. Setelah pertemuan pertama itu, perusahaan malah mengeluarkan Surat Keputusan yang menyatakan Ayud dimutasi ke Blitzmegaplex di Bandung. Ayud menolak dipindahkan karena tidak ada alasan yang jelas. Awal November lalu, kasus ini pun melaju ke Komnas HAM. Komisioner Komnas HAM, Johnny Nelson Simanjuntak yang menerima pengaduan Ayudia. "Dalam Undang-undang No 39 tentang HAM, dalam undang-undang 1945 juga ada. Kebebasan beragama itu kalau dijabarkan, itu disamping kebebasan beribadah dan juga kebebasan menggunakan identitas religinya. Jadi ada kebebasan yang substansial ada juga kebebasan asesoris dan itu dijamin undang-undang." jelas Johnny Nelson. Dilindungi Kasus pelarangan berjilbab seperti yang dialami Ayud, bukan satu-satunya contoh belum terjaminnya kebebasan beragama di tempat kerja. Jenis kasus di lain tempat berbeda bentuknya, kata Johnny. Dari sisi ketenagakerjaan, Undang-undang Tenaga Kerja juga melindungi seorang pekerja menjalankan keyakinan agama saat bekerja. Pasal 6 misalnya, menyebutkan kalau setiap pekerja berhak mendapatkan perlakukan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha. Kepala Dinas Tenaga Kerja Jakarta, Deded Sukendar mengatakan, baru bisa turun tangan kalau ada pengaduan. "Dalam undang-undang no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan sangat menjamin kebebasan beragama, karena undang-undang itu kan mengacu pada undang-undang dasar yang juga menjamin kebebasan beragama," jelas Deded. Kasus Ayud terus berlanjut, menunggu pertemuan Ayud dan Blitzmegaplex yang dimediasi oleh Komnas HAM. Status Ayu masih terkatung-katung. "Saya mau kerja, tapi tetap dengan hak saya pakai jilbab. Tapi kalau perusahaan tidak berkenan, pecat saja saya, tapi penuhi juga hak-hak saya, seperti uang pesangon dan lain-lain." kata Ayud. * HAK BEREKSPRESI KAUM LGBT INDONESIA MASIH TERBELENGGU Hak kaum homoseksual atau LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender) di Indonesia masih sering dilanggar, terutama hak untuk berkumpul dan berekspresi. Berkaitan dengan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia yang jatuh tanggal 10 Desember ini, Radio Nederland mewawancarai Yuli Rustinawati dari Arus Pelangi, LSM yang memperjuangkan hak-hak kaum LGBT di Indonesia. Bagaimana situasi HAM kaum LGBT di Indonesia tahun 2010 ini? "Sampai 2010 ini masih ada beberapa kasus yang kita advokasi. Misalnya kasus kekerasan terhadap kawan-kawan transgender. Tapi khusus tahun ini kita memberikan perhatian pada kasus-kasus pengekangan kebebasan berkumpul dan berekspresi kaum LGBT," jelas Yuli Rustinawati, sekretaris umum Arus Pelangi. Kekerasan Menurut catatan Arus Pelangi selama tahun 2010 ini sudah terjadi beberapa kasus pembubaran kegiatan yang diorganisir oleh aktivis LGBT. Contohnya adalah serangan yang dilakukan oleh FPI terhadap para peserta Konferensi ILGA se-Asia di Surabaya. Dan yang paling hangat adalah ancaman terhadap penyelenggara Q Film Festival, ajang pemutaran film-film yang terkait dengan tema keberagaman seksualitas. Menurut Yuli, kasus-kasus ancaman terhadap kaum LGBT ini sudah sering terjadi di Indonesia. Ini bisa dilihat sebagai dampak dari semakin aktifnya aktivis LGBT menyuarakan hak mereka. Namun menurut Yuli Rustinawati yang paling disesalkan adalah pemerintah yang sangat lemah dalam menindak para pelaku kekerasan. "Pemerintah harusnya menjamin kebebasan kita untuk berkumpul dan berekspresi. Tapi, itu justru tidak kita dapatkan. Pemerintan sendiri tidak ada tindakan tegas terhadap para pelaku. Sepertinya ada pembiaran. Pemerintah tidak melakukan apa-apa walau mereka tahu terjadi tindakan kekerasan terhadap teman-teman LGBT," ungkap Juli. Heteronormativitas Munculnya berbagai tindak kekerasan terhadap kaum LGBT menurut Yuli Rustinawati berpangkal dari pendapat bahwa satu-satunya seksualitas yang bisa diterima adalah heteroseksualitas, atau hubungan antara mereka yang berbeda jenis kelaminnya. "Kita memperjuangkan hak-hak kami yang bukan heteroseksual. Kami juga punya hak yang sama kerena hukum tidak memandang orientasi seksual, ras dan etnis dan sebagainya. Setiap orang punya hak asasi manusia siapapun mereka," jelas Yuli. Pesan Dalam peringatan Hari Hak Asasi Manusia sedunia ini, Arus Pelangi berharap pengakuan terhadap hak-hak kaum homoseksual di Indonesia akan segera terwujud. "Kami sangat menginginkan hak-hak kami juga sama seperti kawan-kawan hetero. Kami juga berhak untuk berkumpul dan berekspresi. Dan itu dilindungi oleh negara. Bagi kawan-kawan yang non-LGBT kami sama saja seperti kalian hanya orientasi seksual kami saja yang berbeda," kata Yuli. Simak wawancara di: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/hak-lgbt-indonesia-terbelenggu * SERBA SERBI MUSLIMAH, DARI JILBAB SAMPAI SEPAK BOLA Harian Belanda NRC Handelsblad mengangkat artikel soal muslimah dan jilbab. Kali ini seorang perempuan Belanda melepas jilbabnya di panggung sebuah seminar, di depan ratusan orang. Ceylan Pektas-Weber, pemimpin redaksi nieuwmoskee.nl, jadi pembicara dalam sebuah seminar bertema "Pencitraan Rigid" di Utrecht, Belanda. Ia naik ke panggung, menyapa publik, dan dengan tiba-tiba melepas jilbab yang sudah dikenakannya sejak 1997. "Jilbab jadi simbol penindasan dan keterbelakangan perempuan," katanya membuka pidato. Ia lalu menyatakan, pencitraan jilbab sekarang sangat rigid. Jilbab menghapus potret keindividuan pemakainya. Orang tidak lagi melihat individu yang memakai jilbab, melainkan hanya melihat jilbabnya. Di sisi lain, sebenarnya jilbab adalah hak bagi para muslimah untuk berpakaian sesuai yang mereka inginkan. Ceylan sendiri memutuskan memakai kerudung karena dengan merasa nyaman berjilbab. Ia sama sekali tidak bertujuan menutup diri dari laki-laki. "Menurut saya, sangat menjijikkan jika perempuan dianggap bertanggung jawab atas kebejatan laki-laki," tegasnya berapi-api. Ia menutup pidatonya dengan imbauan agar orang melihat satu sama lain sebagai manusia. "Saya memakai jilbab, tapi saya bukan pencitraan islam. Jadi marilah kita melihat satu sama lain sebagai manusia, dengan atau tanpa jilbab," katanya seperti dikutip NRC Handelsblad. Beralih ke Afghanistan. Kesebelasan sepak bola perempuan Afghanistan sedang mempersiapkan diri untuk pertandingan melawan Bangladesh. Demikian ditulis harian de Volkskrant. Mereka tak punya tempat berlatih yang aman, satu-satunya tempat yang bisa dan boleh dipergunakan adalah landasan helikopter milik NATO. "Sebenarnya saya benci helikopter, tapi kami tak punya tempat lain. Kami bisa ditangkap kalau ketahuan berlatih di tempat umum," kata salah seorang anggota tim. Yang lain menambahkan, "Namun kami tak akan berhenti bermain. Sepak bola adalah cara kami berjuang," katanya. "Kami ingin memperlihatkan bahwa perempuan juga bisa main sepak bola, bisa sekolah dan berkarier." Di Afghanistan, hampir tak mungkin perempuan bermain sepak bola. Di bawah rezim Taliban, olahraga ini tabu untuk perempuan. "Para lelaki mengejek dan mengolok-olok kami, 'Ngapain main bola? Itu kan bukan olahraga perempuan,' begitu kata mereka." Mereka berlatih tanpa lelah. Walau udara panas, celana pendek dan kaus berlengan pendek bukan pilihan bagi mereka. Aurat harus tetap tertutup. Toh, mereka tak memakai jilbab. "Berbahaya," kata mereka. "Lawan bisa menarik jilbab dan membuat kami tercekik." Sementara ini, jilbab digantikan topi atau bandana. Negara ini sebenarnya punya 22 tim olahraga internasional untuk perempuan, namun tetap saja, olahraga tabu untuk perempuan. Pada Olimpiade 2008, hanya satu perempuan Afghanistan ikut serta pada cabang atletik. Demikian de Volkskrant dan sekian pula Tinjauan Pers kali ini. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
