--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 06 Januari 2011 14:00 UTC ** HUJAN LEBAT DI QUEENSLAND ** ARIEL DITUNTUT LIMA TAHUN PENJARA ** ANAK-ANAK CINA KERACUNAN TIMBAL ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DEN HAAG, HARAPAN TERAKHIR BAHRAMI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: WARISAN PIALA DUNIA 2010: STADION MAHAL, BOLA KONDOM DAN PERASAAN CAMPUR ADUK ** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: SUNAT PEREMPUAN DI IRAK DAN MAFIA PAJAK DI INDONESIA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PRIA SEJATI DARI BEKASI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PENGADILAN KORBAN PENYIKSAAN TKI DI ARAB SAUDI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PILIH ISLAM DAN INDONESIA * HUJAN LEBAT DI QUEENSLAND BRISBANE (ANP) - Provinsi Australia, Queensland, yang belakangan ini dilanda banjir, Kamis (06/01) kembali diguyur hujan lebat. Pakar meteorologi meramalkan hujan terutama melanda bagian selatan dan tengah Queensland. Di daerah itu ratusan rumah tergenang air. Hujan diperkirakan turun hingga akhir pekan ini. Di kota Rockhampton ketinggian air perlahan-lahan mulai turun. Sungai Fitzroy yang melewati kota, Rabu (05/01) mencapai tingkat tertinggi. Hari-hari belakangan tentara memasok berbagai kebutuhan darurat bagi penduduk Rockhampton karena semua pintu masuk tergenang air. Banjir di negara bagian Queensland melanda sebagian besar provinsi tersebut. Di daerah itu tinggal sekitar 200.000 orang. Empat puluh desa dan kota tergenang air atau terputus dari dunia luar. Panen hancur dan jalur kereta api penting tutup. * ARIEL DITUNTUT LIMA TAHUN PENJARA BANDUNG (ANP) -Nazriel 'Ariel' Irham, 29 tahun, vokalis band Peterpan dituntut lima tahun penjara akibat kasus video seks, yang muncul di internet. Menurut undang undang anti pornografi, yang berlaku sejak tahun 2008, Ariel bisa dikenai hukuman maksimal dua belas tahun. Vonis dalam perkara ini dijadwalkan akhir Januari. Ariel tidak hanya dituntut penjara namun juga harus membayar denda sebesar 250 juta rupiah. * ANAK-ANAK CINA KERACUNAN TIMBAL BEIJING (ANP) - Puluhan anak-anak di Cina timur dirawat di rumah sakit karena keracunan timbal. Demikian kantor berita Cina, Xinhua melaporkan. Keracunan kemungkinan disebabkan pabrik baterai ilegal di kota Gaohe. Hingga saat ini sebanyak 28 anak-anak dirawat di rumah sakit. Beberapa di antara mereka baru berusia sembilan bulan. 200 anak-anak memiliki kadar kandungan timbal yang tinggi dalam darah mereka. Pihak berwenang telah menutup pabrik yang diduga bertanggung jawab atas keracunan itu. * TAK AKAN ADA SUBMISSION II DAN III DEN HAAG (ANP) - Mantan politikus Belanda, Ayaan Hirsi Ali tidak berencana membuat dua versi baru Submission, film kritis tentang Islam dari tahun 2004. Skrip untuk bagian kedua dan ketiga sudah disusunnya beberapa tahun lalu. Ayaan merasa bertanggung jawab atas orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film dan karena itu memutuskan tidak membuat Submission II dan III. Demikian ujarnya Rabu (05/01) dalam acara televisi Belanda, Vijf jaar later. Menurut mantan anggota parlemen dari partai liberal konservatif VVD, sulit terlibat film secara anonim. Setelah pemutaran Submission, sineas Theo van Gogh, dibunuh. * BELANDA TAK LANGSUNG AKUI SUDAN SELATAN DEN HAAG (ANP) - Jika Sudan Selatan, setelah referendum Ahad (09/01), memisahkan diri dari Sudan Utara, Belanda tidak akan langsung mengakui 'negara baru' itu. Menurut menteri muda luar negeri Belanda, Ben Knapen masih banyak yang harus diurus setelah referendum; misalnya di bidang kesepakatan internasional. Jika semuanya sudah jelas, Knapen berharap negara-negara Uni Eropa bersama-sama menentukan waktu di mana akan mengakui negara baru. Demikian kata Knapen dalam wawancara dengan surat kabar De Volkskrant. Menteri muda pekan ini berada di Sudan, mengamati situasi menjelang referendum. Ia antara lain melakukan perundingan di ibukota Khartoum di Sudan Utara yang mayoritas penduduknya Islam serta di Juba, 'ibukota' di bagian selatan. * KORBAN BARU PELECEHAN SEKSUAL OLEH BIARAWATI KORTRIJK (ANP) - Selain tiga laporan resmi tentang pelecehan seksual di bekas panti asuhan Stella Maris, Belgia, surat kabar Het Laatste Nieuws mengutip korban ke-empat. Ia adalah perempuan berusia 57 tahun. Menurut si korban dia kehilangan keperawanannya dan pelakunya adalah biarawati panti asuhan. Sepanjang hidup ia tidak mengungkapkan kejadian ini. Namun ia merasa kini waktunya mengadu ke pengadilan. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, ujarnya. Kasus pelecehan ini lagi-lagi berasal dari tahun 1960an. Satu-satunya biarawati yang masih hidup, Bernadette, 97 tahun, dalam harian Belgia, Het Nieuwsblad dan De Standaard, berkata tidak tahu-menahu faktanya. ,,Saya tidak pernah mendengar atau melihatnya", jelasnya. * PENUMPANG CEGAH PEMBAJAKAN PESAWAT ISTANBUL (ANP) - Penumpang mencegah seorang laki-laki membajak pesawat maskapai penerbangan Turki. Dalam penerbangan dari Oslo ke Istanbul, Cuma Yasar, 40 tahun, tiba-tiba berdiri dan berteriak membawa bom. Ia menuntut pesawat kembali ke Norwegia dan berusaha masuk kokpit. Penumpang Norwegia dan Turki berhasil mencegah aksi si pembajak. Setelah pesawat mendarat, polisi masuk kabin dan menahan Yasar. Bom yang dibawanya ternyata palsu. Tidak seorang terluka dalam insiden. Setelah interogasi pertama, polisi memberitahu, Yasar mengalami masalah psikologis. * MOBIL LISTRIK TERLALU MAHAL FRANKFURT (ANP) - Industri mobil global memperkirakan dalam lima tahun mendatang, publik luas tak mampu membeli mobil listrik. Demikian hasil penelitian kantor penasehat dan akuntansi KPMG yang terbit Kamis (06/01). Menurut banyak responden hanya dengan subsidi pemerintah mobil listrik bisa dijual dengan harga lumayan. Banyak permintaan akan mobil ramah lingkungan. Namun demikian, konsumen masih mempertanyakan aksi radius, kepercayaan dan keamanan mobil listrik. Bernd Pichler dari perusahaan otomotif Volkswagen memperkirakan dalam waktu dekat akan ada permintaan besar akan mobil hibrida, yang menggunakan motor bakar dan listrik untuk menggerakkan roda. * MELATIH PEREMPUAN AFGHANISTAN DEN HAAG (RNW) - Kabinet ingin agar misi baru Belanda di Afghanistan juga melatih perempuan menjadi polisi dan hak-hak perempuan dilindungi lebih baik. Demikian kata beberapa sumber di Den Haag kepada Radio Nederland. Tujuan misi bukan hanya untuk merekrut lebih banyak perempuan untuk menjadi polisi, namun juga agar polisi menyadari posisi tertindas perempuan dalam keluarga Afghan. Pelatihan untuk sementara dilakukan di ibukota Afghan, Kabul. * MENANGANI BENCANA MINYAK WASHINGTON (ANP) - Bencana minyak di Teluk Meksiko disebabkan keputusan tiga perusahaan yang terlibat di dalamnya. Demikian pemerintah Amerika Serikat menyimpulkan dalam laporan yang terbit Kamis (06/01). Menurut Komisi Gedung Putih, banyak keputusan yang diambil BP, Halliburton dan Transocean untuk mengatasi bencana, bertujuan untuk memaksimalisasi laba. Kesimpulan dalam laporan akhir bertentangan dengan penyelidikan sementara November lalu. Ketika itu tidak ditemukan bukti malpraktek manajemen. Kendati komisi tidak punya kewenangan mengenakan sanksi, kesimpulan mereka bisa dipakai dalam proses pengadilan di masa mendatang. 20 April 2010 anjungan minyak di Teluk Meksiko meledak, menewaskan sebelas orang. Jutaan liter minyak mengalir ke laut. * TENTARA SEWAAN AUSTRALIA DIVONIS PENJARA KABUL (ANP) - Karyawan Australia di sebuah perusahaan militer swasta divonis penjara dua puluh tahun sehubungan pembunuhan terhadap seorang rekan kerjanya. Laki-laki telah divonis Oktober lalu, namun putusan hakim baru diumumkan Kamis (06/01) setelah penyelidikan harian The Australian. Bekas prajurit Australia Robert Langdon bekerja untuk perusahaan Amerika The Four Horsemen International. Ketika ditugaskan membimbing konvoi tahun 2009, ia menembak mati rekan kerja Afghan setelah perselisihan. Untuk menutupi perbuatannya itu, ia meminta rekan-rekan lain menembak ke udara dan ia sendiri melempar granat tangan ke dalam kendaraan, tempat jenazah temannya berada. Dengan demikian seolah-olah mereka menjadi sasaran serangan Taliban. Perusahaan keamanan swasta Afghanistan sudah lama dikritik. Presiden Afghan, Hamid Karzai, menyebut mereka korup dan suka memakai kekerasan. Ia ingin melarang perusahaan tersebut, namun berubah pikiran setelah tekanan dari Amerika Serikat. * PERUSAHAAN KIMIA BELANDA TERBAKAR DORDRECHT (ANP) - Setelah berjam-jam, dinas pemadam kebakaran Belanda, Rabu malam (05/01) berhasil mengendalikan api di perusahaan kimia Chemie-Pack di Moerdijk, dekat Rotterdam. Diperkirakan pemadaman kebakaran masih bisa berlangsung sampai akhir hari. Menurut dinas pemadam kebakaran, lapangan tersebut sulit dicapai. Akibat kebakaran Rabu, sebagian perusahaan kimia hancur. Demikian pula perusahaan yang terletak di dekatnya. Menurut juru bicara dinas pemadam kebakaran, di salah satu gedung Chemie-Pack masih tersimpan sekitar 100 ton zat berbahaya. Namun demikian pihak berwenang telah mengambil tindakan untuk melindungi zat-zat ini. Masih belum jelas apa yang menyebabkan kebakaran. * CUACA BURUK LANDA FILIPINA MANILA (ANP) - Cuaca buruk Filipina menewaskan sedikitnya 26 orang. Hujan lebat menyebabkan banjir dan tanah longsor, melanda lebih dari dua puluh provinsi di bagian timur dan selatan. Cuaca buruk mengganggu kehidupan sehari-hari sedikitnya setengah juta orang. Sekitar 18.000 orang diungsikan. Tentara dikerahkan untuk membagikan pangan dan obat-obatan kepada rakyat. Angkatan udara berusaha menyelamatkan sekitar empat puluh orang di dua desa terpencil yang sejak satu pekan terputus dari dunia luar akibat tanah longsor. Dua desa ini terletak di provinsi Southern Leyte di pulau Leyte. Tanah longsor tahun 2006 menghancurkan sebuah desa di Southern Leyte, menewaskan sekitar seribu jiwa. * DEMO MENENTANG REZIM ALJAZAIR ALGIERS (ANP) - Di sejumlah pemukiman di ibukota Aljazair, Algiers, pecah kerusuhan Rabu (05/01). Kelompok pemuda bentrok dengan polisi anti huru hara, terutama di pemukiman Bab al-Oued. Media Prancis dan stasiun berita al-Jazeera Kamis (06/01) melaporkan, sekelompok anak muda melempari gedung-gedung pemerintah dengan batu, mengkritik presiden Abdelaziz Bouteflika serta harga tinggi di Aljazair. Kerusuhan menyusul situasi tegang di negara tetangga Tunisia, di mana orang berdemonstrasi menentang rezim. Unjuk rasa berlangsung sejak pertengahan Desember. Rabu (05/01) lima ribu orang menghadiri upacara pemakaman seorang laki-laki muda yang Desember lalu membakar diri karena memprotes tingkat pengangguran. Ia meninggal Selasa (04/01) akibat luka bakarnya. * BERITA BURSA AMSTERDAM (ANP) - Bursa saham Eropa dibuka lebih tinggi. Indeks AEX di Amsterdam naik 0,6 persen pada 359,21 poin. Bursa saham di Paris dan Frankfurt naik hingga 0,3 persen. Bursa saham London tidak mengalami banyak perubahan. 1 Euro = 1,31348 USD 1 USD = 8.998,00 IDR 1 Euro = 11.818,68 IDR * DEN HAAG, HARAPAN TERAKHIR BAHRAMI "Agak terlambat." Begitu salah satu aktivis HAM menanggapi tawaran pemerintah Belanda untuk membantu warga negara Belanda kelahiran Iran, Zahra Bahrami. Bahrami divonis hukuman mati oleh pengadilan di Iran atas kepemilikan dan penjualan narkoba. Satu-satunya harapan Bahrami sekarang ada di tangan Kementrian Luar Negeri Belanda. Laporan John Tyler. Sadegh Nageshkar adalah warga Iran yang bermukim di Belanda. Ia bekerja untuk LSM HAM untuk Demokrasi di Iran. Menurutnya, tawaran asistensi hukum dari pemerintah Belanda agak terlambat. "Sudah agak terlambat karena dalam kasus ini Bahrami tak bisa lagi naik banding. Kasusnya sudah ditutup." Tak Bersalah Di pengadilan, Bahrami tetap berpendirian bahwa ia tidak bersalah dan menampik pengakuannya di TV nasional. Ia bilang, pengakuannya dibuat di bawah tekanan. Menurut hukum Iran, kepemilikan 30 gram kokain atau lebih bisa diganjar hukuman mati, tanpa kemungkinan naik banding. Otoritas Iran mengklaim, ketika ditangkap Bahrami memiliki 450 gram kokain, selain itu ia juga punya 400 gram opium. Tuduhan kepemilikan narkoba terhadap Bahrami mendahului tuduhan keanggotaan kelompok oposisi bersenjata. Untuk tuduhan tersebut, ia juga bisa dihukum mati - pengadilan untuk kasus itu masih harus digelar. Untuk vonis hukuman mati atas kepemilikan narkoba, Bahrami masih punya satu kesempatan untuk meringankan hukumannya lewat jalur hukum Iran, yaitu Komite Pengampunan. Jika bersedia mengakui kejahatannya, ia bisa naik banding ke Komite Pengampunan. Walaupun komite ini jarang sekali - jika tak bisa dibilang belum pernah - mengampuni kasus yang berhubungan dengan narkoba. Preseden Pemerintah Belanda menyatakan sudah berusaha memberikan asistensi kepada Bahrami, untuk memastikan ia mendapatkan pengadilan adil. Sayangnya usaha itu digagalkan pemerintah Iran yang tidak mengakui kewarganegaraan Belanda Bahrami. Preseden terbaru - dan mengecewakan - serupa dengan kasus Bahrami adalah kasus Abullah al Mansouri, juga warga negara Iran yang pindah ke kewarganegaraan Belanda. Al Mansouri melarikan diri dari Iran pada 1988 selepas dakwaan terorisme. Ia lalu bermukim di Belanda. Tahun 2006 ia ditangkap ketika sedang mengunjungi Suriah, dan kembali diadili di Iran. Ia diganjar 30 tahun penjara pada 2009. Pemerintah Belanda juga putus asa ketika mencoba membantu Al Mansouri, sekali lagi karena Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda. Kekecewaan Bahrami merasa tidak mendapatkan pengadilan adil. Putrinya, Banafshef Najebpour, menyatakan kepada Radio Nederland betapa ibunya sangat berharap Belanda membantu memastikan bahwa pengadilan berjalan adil. Emosi Najebpour pecah ketika mengisahkan kekecewaannya terhadap pemerintah Belanda. "Terakhir kali saya bertemu Ibu Selasa minggu lalu. Ia terlihat baik-baik saja, ia yakin akan mendapat bantuan dari pemerintah Belanda karena ia tahu ia tidak bersalah. Namun kami sama sekali tak mendapat bantuan apa pun." Menteri Luar Negeri Belanda Uri Rosenthal menanggapi berita vonis Bahrami. Ia menyatakan, pemerintah Belanda telah menempuh segala cara untuk membahas hal ini dengan Iran. Kasus Bahrami adalah tes awal untuk Rosenthal, yang baru saja diangkat jadi Menteri luar negeri beberapa bulan lalu. Sekarang saja, ia sudah dikritik tidak mementingkan hak azasi manusia dalam kebijakan luar negeri Belanda. Politisi Belanda masih punya kepercayaan terhadap kemampuan diplomatis Rosenthal. Coskun Coruz, anggota parlemen dari partai Kristen Demokrat CDA, mendesak Rosenthal untuk melakukan segalanya agar hukuman mati Bahrami bisa dibatalkan. "Saya akan meminta menteri melakukan segalanya untuk mencegah hukuman mati ini." Tekanan Aktivis Iran Sadegh Nageshkar setuju akan hal itu. Ia bilang, satu-satunya cara untuk meringankan hukuman Bahrami adalah lewat tekanan politik. Proses legal, kata Negeshkar, tak akan lagi berhasil. Sekarang - ketika Bahrami sudah divonis hukuman mati - pemerintah Belanda menawarkan asistensi legal terhadap Bahrami. Namun karena ia tak bisa lagi naik banding dalam tuduhan kepemilikan narkoba, tawaran ini benar-benar terlambat. * WARISAN PIALA DUNIA 2010: STADION MAHAL, BOLA KONDOM DAN PERASAAN CAMPUR ADUK Piala Dunia 2010 seharusnya bisa membawa kemajuan ekonomi dan sosial untuk Afrika. Enam bulan setelah kejuaraan berakhir, apa warisan sebenarnya dari 4 minggu kegilaan sepak bola tersebut? Laporan Mirjam van den Berg. Pekerja sosial Giosiame Masiki dari Soweto menceritakan apa yang ditinggalkan Piala Dunia: "Kami mengharapkan bertambahnya jumlah turis, lapangan pekerjaan dan masa depan yang lebih cerah. Tapi yang kami miliki saat ini adalah stadion-stadion megah, infrakstruktur yang lebih baik, rasa persatuan yang kuat dan dalam sejumlah kasus, teman-teman baru di seluruh dunia." Soweto, paling tidak citranya, berubah karena Piala Dunia, demikian Lebo Malepa. Dia pemilik satu-satunya hostel backpacker (turis beransel, red) di pinggiran kota. "Beberapa waktu lalu, agen perjalanan dan majalah wisata tidak akan menyarankan kunjungan ke Soweto, apalagi sampai menginap. Sejak Piala Dunia, sudah banyak liputan bagus tentang Soweto dan industri wisata di sini membaik." Wirausahawan Berhutang Banyak wirausahawan Afrika Selatan mengubah rumah mereka menjadi losmen, untuk mengantisipasi ledakan jumlah wisatawan. Grace Pilane dari pinggiran kota Alexandra, yang di setiap kesempatan masih mengenakan kaus tim Bafana Bafana mengatakan, "Beberapa teman saya mengambil pinjaman bank untuk menambah kamar di rumah mereka. Kami menanti-nanti kedatangan para turis, seperti yang sudah dikatakan orang-orang." Dengan kawasan elit Johannesburg dan Fan Park Fifa yang jaraknya hanya 15 menit berkendara, serta stadion Ellis Park dan Soccer City di sekitarnya, masyarakat Alexandra sangat berharap Piala Dunia bisa membawa kesempatan bisnis baru. Tapi ketika pertandingan final semakin dekat dan tempat tidur-tempat tidur ekstra masih banyak yang kosong, mereka sadar, turnamen sepak bola tersebut tidak akan mengubah hidup mereka secara drastis. Kenyataan Pahit "Yah stadion Soccer City memang terlihat indah," kata Pilane. "Tapi itu tidak bisa dimakan, toh? Tiga dari empat anak saya pengangguran. Uang pensiun saya cuma cukup untuk makan dan asuransi kesehatan. Jika saya memikirkan tentang 440 juta dolar yang dihabiskan untuk membangun stadion, saya bisa membuat daftar panjang tentang apa saja yang benar-benar bisa membuat perubahan. Bahkan masyarakat Alexandra yang bekerja suka rela sebagai penerima tamu di stadion selama Piala Dunia pun, sekarang sudah balik lagi kerja paruh waktu di supermarket. Bagaimana bisa membiayai keluarga dengan itu?" Tanggapan Joseph Rambau yang ditemui sedang berpatroli di stasiun Gautrain lebih positif. Beberapa waktu sebelum Piala Dunia dimulai, dia mendapat pekerjaan sebagai kepala keamanan di sebuah proyek infrastruktur besar. "Jika bukan karena Piala Dunia, pembangunan stasiun Gautrain ini tidak akan selesai. Kami menyediakan sistem transportasi cepat, aman dan trandal bagi ribuan orang. Saya ketemu banyak orang dari seluruh dunia yang ingin tahu lebih dalam soal Afrika Selatan. Saya sih senang sekali bekerja di sini." Gajah Putih Direktur utama stadion Green Point Cape Town semasa Piala Dunia, Purshoth Chetty memuji keberhasilan turnamen yang disebutnya membawa pembangunan urban dan sosial. Menurutnya, stadium senilai 600 juta dolar itu memang tidak dimaksudkan untuk menjadi seekor gajah putih (sesuatu yang mewah dan sukar pemeliharaannya, red). Namun kenyataannya, stadion cuma jadi tuan rumah kurang dari selusin kegiatan sejak Piala Dunia berakhir. "Stadion Green Point dan taman serta tempat bermain di sekitarnya bisa diakses semua orang. Pemandangan sekitar Table Mountain dan Robben Island sangat indah. Tapi yang lebih penting adalah: Piala Dunia kali ini sudah menanamkan harapan baru bagi jutaan rakyat Afrika Selatan. Kita harus menyimpan dan memupuk harapan tersebut dalam hati, supaya anak-anak kita punya masa depan yang lebih baik," tandas Chetty. Sepak Bola Kondom Tapi di Crossroads, daerah kumuh pinggiran kota di sisi lain Table Mountain, Sinoxolo Petele (13 tahun) harus memutar otak mencari jawaban apakah Piala Dunia sudah membuat hidupnya lebih baik. Ya, dia memang bersorak-sorak mendukung Bafana Bafana dan kemudian Belanda, dan ya, dia pernah mengunjungi stadion Green Point dalam perjalanan wisata sekolah, tapi cuma itu. Menurutnya, tidak ada lagi yang spesial. "Hari ini saya bisa main bagus, karena ada yang membawa bola sungguhan. Tapi di hari-hari lain, kita tidak punya bola sepak untuk dimainkan. Untungnya, sejumlah toko dekat sini jualan kondom. Kadang mereka memberi kita beberapa. Kondom itu kita tiup, lalu kita mainkan sebagai bola. Tapi ya, tidak bisa menendang keras-keras, kalau tidak, bisa meledak. " kata Sinoxolo yang ditemui saat istirahat bermain bola di lapangan Cruyff Court setempat. Catatan: Wisata Piala Dunia Dari 1,401,725 turis asing yang tiba di Afrika Selatan Juni dan Juli tahun lalu, 309,554-nya mengatakan mereka datang untuk Piala Dunia. Satu dari tiga turis mengatakan berencana kembali ke Afrika Selatan dalam waktu dekat untuk liburan. Stasiun Gautrain Gautrain menghubungkan bandara internasional Johannesburg ke Sandton. Stasiun ini berharap bisa menambah jalur 42 menit antara Johannesburg dan Pretoria tahun ini. Awalnya disediakan anggaran pembangunan senilai 600 juta dolar, namun hingga saat ini pembangunan stasiun sudah makan biaya hingga 4 milyar dolar. * SUNAT PEREMPUAN DI IRAK DAN MAFIA PAJAK DI INDONESIA Jumlah sunat perempuan di Irak ternyata lebih banyak dari yang selama ini diperkirakan. Penyelidikan yang dilakukan di Kirkuk menyimpulkan, 41% dari perempuan disunat. Kota di Irak Utara ini dianggap representatif mewakili Irak, karena penduduknya berasal dari berbagai suku dan masarakat. Demikian tulis harian Belanda Trouw. Kurdi Pemerintah Bagdad selama bertahun-tahun berpendapat, sunat perempuan hanya dilakukan oleh suku Kurdi. Di desa-desa Kurdi hampir 100% perempuan di sunat. Gadis-gadis muda disunat dengan cara memotong klitoris dan bibir vagina luar. Ini bisa menyebabkan banyak masalah medis dan seksual. Sunat perempuan tabu dibicarakan di Irak. Dua tahun terakhir, sebuah LSM perempuan yang didukung oleh Jerman, Belanda dan media Kurdi - yaitu Wadi - menjalankan kampanye untuk mendobrak tabu tersebut. Dari penyelidikan Wadi, saat ini 75% perempuan Kurdi disunat. Sementara untuk generasi tua, 95%. Untuk generasi muda Kurdi jumlahnya berkurang drastis menjadi 57%. Banyak orang tua Irak menyunat anak perempuannya dengan alasan diwajibkan oleh agama. Hal ini diragukan berbagai LSM dan organisasi perempuan di Irak. Menurut mereka ini adalah kebiasaan yang dibawa imam-imam Kurdi yang pernah belajar di Mesir. Demikian Trouw. Pajak Dari Irak kita ke Indonesia. Politik dan bisnis di Indonesia saat ini sedang terjebak lumpur korupsi, penyogokan, pencucian uang dan sebagainya. Demikian kolom di harian De Volkskrant. Saat ini Indonesia sedang dibanjiri kasus korupsi dari sejumlah pejabat pajak, seperti Gayus Tambunan yang dihubungkan dengan ketua Golkar Aburizal Bakrie. Menyeret Gayus ke pengadilan tidak susah. Tapi menyeret Bakrie - orang kuat Golkar yang dianggap "tak bisa disentuh" - jauh lebih sulit. Saat ini pebisnis yang mantan menteri itu dijuluki mafia pajak. Selain itu juga ada lingkaran korupsi di tatanan pejabat tinggi kepolisian. Banyak jendral polisi Indonesia punya uang jutaan dolar di bank. Padahal kalau dilihat dari gaji mereka, itu sesuatu yang tidak mungkin. Saat ini sudah dipilih satu kambing hitam, Susno Duadji. KPK Kedua kasus itu tidak pernah diajukan oleh KPK, yang punya pengadilan sendiri dan bisa dianggap lebih independen. Kasus-kasus yang sangat peka ini malah harus diselesaikan pengadilan negeri yang bisa diatur dari atas. Rakyat Indonesia merasa seakan kembali ke zaman pemerintahan diktator Soeharto dan kroninya, yang boleh merampok negara tanpa mendapat ganjaran. Menurut jajak pendapat, kepercayaan rakyat kepada pemerintah sudah mencapai batas minimal. Padahal pemberantasan korupsi adalah agenda terpenting Presiden SBY sewaktu kampanye dulu. Jika dulu 80% rakyat masih percaya akan SBY, saat ini kurang dari 40% yakin bahwa sang presiden dapat menyelesaikan masalah korupsi. Demikian De Volkskrant. * PRIA SEJATI DARI BEKASI Esti Setyani, bocah kelas tiga SMP baru saja mengganti kelamin. Dari perempuan, menjadi laki-laki. Ini kejadian pertama di Bekasi, yang sepanjang tahun 2010 ini punya banyak kasus intoleransi, utamanya soal penutupan gereja. Namun perubahan kelamin Esty Estyani bisa diterima masyarakat. Kini tetangga dan teman mengenalnya sebagai Priya Jati. Reporter KBR68H Muhammad Irham merekam kegembiraan Priya yang masih merayakan identitas barunya itu. Priya Jati menunjukkan sejumlah koleksi foto yang terpasang di dinding rumah bercat hijau muda. Ada foto Esty Setyani, gadis kecil berwajah gemuk yang dibalut dengan jilbab. Di situ, Esty Setyani tampak memakai kebaya, lengkap dengan pemulas wajah yang tebal. PRIYA: Ini lagi pernikahan sodara. KBR68H: Waktu itu perannya jadi apa? PRIYA: Nerima tamu. Didandanin, nggak betah. Risih. Sejak usia 13 tahun, Priya menyadari, ia tak seperti anak perempuan lainnya. PRIYA: Dari kelas 8 itu sudah memendam, pengen banget pakai baju dan celana laki-laki. Soalnya sudah risih banget pake kerudungan. Makanya pakai kerudungan dibuka terus. Gerah. Juli lalu, Priya berganti kelamin, dari perempuan menjadi laki-laki. Ia resmi ganti nama dari Esty Setyani menjadi Priya Jati. Ia beruntung karena keluarganya mendukung keputusan ini. Sutrisno, ayah Priya menunjukkan surat operasi dan keputusan pengadilan soal pergantian kelamin anaknya. SUTRISNO: Berdasarkan ketetapan Pengadilan Negeri Bekasi nomor 205/PDT.P/2010/PN Bekasi, tanggal 18 Agustus 2010 telah berganti nama dan jenis kelaminnya, menjadi Priya Jati. Melalui surat pengadilan, itu Sutrisno bisa mengurus perubahan identitas kelamin di akte kelahiran, ijasah SD, dan kartu keluarga untuk anaknya. SUTRISNO: Berkembang ini udah keliatan dari TK. Saya amatin itu sering main dengan laki-laki. Jadi main bola, kelereng, laying-layang. Jadi dekatnya sama laki-laki. Setelah itu usia SMP kelas 1 belum berkembang pesat. Setelah kelas 2 itu berkembang pesat. Si anak ini, bilang sama ibunya, ada yang dirasakan aneh di kelaminya. Lah terus ibunya bilang ke saya, lah kok bocah begini begini. Ada kelainan di kelaminnya. Penisnya tumbuh. Sejak lahir, 14 tahun silam, Priya Jati berkelamin perempuan. Namun ketika menginjak usia 12, tumbuh penis. Juli lalu, tim dokter bedah kelamin RS Cipto Mangunkusumo mengeluarkan penisnya dan menjahit kelamin perempuannya. Priya juga tak punya rahim dan berkromosom laki-laki. Kata Direktur Utama RSCM Akmal Taher, Priya mengalami gangguan jenis kelamin yang meragukan, atau ambiguous genitalia. AKMAL: Dia dibesarkan sebagai perempuan, bisa macam-macam, tapi intinya perkembangan seks sekundernya itu terganggu. Sehingga disangka kayak perempuan kan. Karena kan orang melihat fisiknya saja. Itu ambigous genitalia artinya jenis kelamin yang meragukan. Perubahan mulai terjadi juga di rumah. Ketika masih perempuan, anak ketiga dari pasangan Sutrisno dan Sumarsih ini tak pernah keluar malam. Namun, kini Priya Jati suka izin keluar rumah malam-malam, kata ibunya, Sumarsih. SUMARSIH : Sekarang suka ijin keluar, cuman, takutnya saya itu, nongkrong-nongkrong dimana gitu. Ya suka ijinin sih kalau ke mushola, ijin dzikir, boleh sama saya. Meski tak ada lagi Esty Setyani, foto-foto gadis kecil itu masih terpajang di dinding rumah. Untuk kenang-kenangan, kata Sutrisno. SUTRISNO: Ya, untuk kenang-kenangan. Itu aja. Kenang-kenangan masih kecil. KBR68H: Nanti kalau ada yang tanya, kan Pak Trisno nggak punya anak cewe. Kok ada foto cewe? SUTRISNO: Lah, emang ini tadinya cewe. Terus ganti anu. Bisa untuk ceritalah. Cerita tapi nyata. KBR68H: Jadi siap kalau ada tamu terus tanya-tanya? SUTRISNO: Nggak apa-apa. Fair aja, saya mah. Ini waktu dulu kecil begini. Sekarang udah gede, begini. 101111-68h-ham-saga-Suasana Bel masuk sekolah ATMOS: Suasana bel masuk sekolah Sejak lama, Esty, maksudnya, Priya, di sekolah dikenal sebagai jago panco. Ari selalu kalah adu panco. KBR68H: Esty itu bagaimana? ARI: Baik, terus kuat mas. Asal ngadu panco sama laki-laki menang terus mas. KBR68H: Udah pernah ngadu panco? Udah. Kalah. KBR68H: Siapa bisa ngalahin Esty waktu kelas satu? ARI: Di sini nggak ada. Kalah semua. Juga jadi ujung tombak setiap kali ada pertandingan futsal siswa perempuan di sekolah, cerita Annisa. ANNISA: Itu dia, emang mainnya udah kayak laki. Lawannya itu digebok-gebok terus. Main body. Saya mah, cuma ngegolin satu kali. Dia banyak. Eh, jadi menang kelas 7-4 waktu itu. Sejak berganti kelamin menjadi laki-laki, Priya Jati sontak jadi perbincangan di SMP Negeri 18 Bekasi. Perubahan ini disambut dengan suka cita. Pergantian identitas seksual Priya Jati dideklarasikan di hadapan guru dan siswa lainnya, kata Eka Kartawijaya, Kepala SMPN 18 Bekasi. EKA: Saya buka jilbabnya, lalu saya gunting rambutnya. Saya obral rambutnya, saya lelang ke guru. Satu kali gunting rambutnya bernilai 100 ribu. Kemudian yang kedua, saya gunting lagi, alhamdulillah satu kali gunting 50 ribu. Kemudian saya buka bajunya, alhamdulillah saya lelang 300 ribu. Satu lagi jilbab, 200 ribu.Nota bene kita dapat modal, untuk Priya menata masa depannya. Dari hasil lelang, terkumpul 1,6 juta rupiah. Untuk biaya pendidikan Priya kelak. Teman-teman di sekolah tak ambil pusing dengan perubahan kelamin Priya Jati. NUR: Kayaknya lebih cocok jadi cowo deh. Sukanya jadi cowo, karena kan sudah ditakdirin jadi cowo. Karena, kalo jadi cowo dia jadi sempurna. Puluhan bocah laki-laki, termasuk Priya Jati bersiap bermain bola di lapangan bulutangkis, di kawasan Perumahan Irigasi Lama, Bekasi Timur, Jawa Barat. Priya tidak segan berbaur dan bersenda gurau bersama bocah lainnya. Saat itu, ia berperan sebagai penjaga gawang. Ketika masih bernama Esty, ia harus curi-curi kalau mau bermain bola. Dulu, ia jadi perempuan satu-satunya dalam pertandingan bola antara tim pemuda Masjid Al Muttaqin. PRIYA: Kan nggak boleh sama bapak. Jadi diumpetin. Ngambil sepatu diam-diam. Ngumpetin sepatu di rumput, eh pas main, udah jalan ke sana. Ke lapangan. Kalau bapaknya masuk sore aja. Kalau ketauan kan diomelin. Kamu cewe main bola, nggak boleh, gitu. Hahahaha. Tak hanya tetangga, kelompok pengajian tempat Priya mengaji pun menerima positif atas perubahan dari Esty menjadi Priya, dari perempuan menjadi laki-laki. Sedari perempuan hingga laki-laki, ia rajin ikut pengajian di Masjid Al Muttaqin. Dengan sarung dan baju koko, Priya beribadah diantara belasan jemaah laki-laki lainnya. Guru agamanya, Abdul Karim, mengklaim, kasus yang dialami Priya bisa diterima dalam Islam. Apalagi penis tumbuh tiba-tiba, kemudian dioperasi. Namun jika perubahan yang terjadi adalah dari laki-laki dari perempuan, Abdul Karim menggeleng keras. ABDUL: Hah, itu di agama, yang model begitu itu. Andaikan diumpamakan oleh nabi, andaikan dia punya amal sebesar gunung, dia pergi haji berkali-kali, itu ditolak amalnya. Dan dia tak akan masuk surga. Bau surga aja nggak dapat. Ketika begitu, tempatnya di neraka selama-lamanya. Priya Jati bangga menjadi dirinya sendiri. Menjadi laki-laki normal dan diterima masyarakat. Ia ingin mencintai dan dicintai. Dia juga sudah berani menyatakan cinta pada adik kelasnya. KBR68H: Sekarang ini, kenapa memilih Syifa? PRIYA: Ah! Kan pandangan pertama. Kan saya kirim salam ke dia. Katanya, iya. Kirim salam balik. Eh, saya minta nomor handphone, SMS-an. Kan dia kan curhat, katanya udah putus sama pacarnya, terus kata saya, ya udah sabar aja. Abis gitu, perkenalan-perkenalan. Saya suka. Ya di itu deh, ditembak. * PENGADILAN KORBAN PENYIKSAAN TKI DI ARAB SAUDI Untuk pertama kali seorang tenaga kerja Indonesia yang menjadi korban penyiksaan di Arab Saudi muncul di pengadilan. Sumiati Binti Salan Mustapa 31 tahun memberikan kesaksian dan memperlihatkan luka-luka akibat penyiksaan oleh majikannya. Ia dibantu KBRI yang menyewa pengacara. Tenaga kerja Indonesia di luar negeri sayang sekali sering pasrah kalau menjadi korban penyiksaan atau perlakuan yang tidak adil. Selain kendala bahasa mereka juga tidak tahu bagaimana melapor dan mencari bantuan. Demikian Didi Wahyudi dari KBRI di Jeddah Arab Saudi yang menjadi salah seorang kuasa hukum Sumiati. Didi Wahyudi (DW) : Hakim menanyakan kepada majikan dan kepada Sumiati, bagaimana sampai bisa terjadi segala macam. Menurut Sumiati dia dipukuli sejak hari pertama dan pemukulan itu dilakukan dengan kayu, besi, sepatu dan gelas yang suka dipakai untuk sikat gigi di toilet. Radio Nederland (RN) : Jadi itu baru hari pertama pengadilan ? DW : Ya, pengadilan hari pertama. RN : Kapan proses peradilan akan dilanjutkan ? DW : Minggu depan, menurut hakim. Nanti akan diberitahukan lagi. RN : Bapak hadir di ruang pengadilan ? DW : Saya hadir sebagai perwakilan KBRI. Bagi Sumiati saya juga hadir sebagai salah satu pemegang kuasa untuk membantunya. RN : Sebagai perwakilan KBRI ? DW : Kita menyewa 'lawyer'/pengacara, karena hukumnya hukum Islam dan kita harus banyak belajar. Sunnah Nabi itu mengatakan "serahkan semua pada ahlinya" makanya kita menyewa 'lawyer' yang mengerti hukum Islam, mengerti praktek-praktek hukum Islam yang berlaku di Kerajaan Saudi Arabia. Jadi kita ngak salah dari segi prosedur maupun hukum-hukum yang akan diterapkan oleh pengadilan. RN : Apakah untuk pertama kali pihak KBRI membantu seorang warga negara Indonesia di pengadilan Arab Saudi ? DW : Ini bukan pertama kali. Dalam setahun itu kasus yang terjadi tidak terhitung, ratusan kali tapi tidak seberat yang dialami oleh Sumiati. Kasus-kasus lain tidak seberat itu. RN : Bantuan yang diberikan oleh KBRI kepada Sumiati yang mengalami kasus penyiksaan yang parah, apakah juga diberikan kepada korban-korban penganiayaan lain ? ikuti wawancara selengkapnya di www.ranesi.nl * PILIH ISLAM DAN INDONESIA Fleur Paumen baru saja kembali dari perjalanan haji di tanah suci. "Kami melakukannya untuk Allah, jadi tidak boleh mengeluh," katanya. Delapan belas tahun lalu, tanpa paksaan Fleur memutuskan memeluk islam dan bermukim di Indonesia. Pilihan yang tak dimengerti keluarga dan teman-temannya. Fleur menuangkan segelas air zam-zam untuk saya. Ini air suci. Mereka yang pergi haji menampungnya di botol plastik untuk dibawa pulang dari Arab Saudi. Air ini bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Kami bertemu di rumah baru Fleur di Cimanggis, di sebelah selatan Jakarta: reuni setelah lama tak berjumpa. Bandung Saya mengenal Fleur sejak akhir tahun 80-an, ketika kami - sekelompok pelajar Belanda - mengikuti kursus bahasa Indonesia di Bandung. Itu adalah perkenalan pertama kami dengan negara berpenduduk muslim terbanyak ini. Dulu saya harus membiasakan diri dengan suara adzan yang berkumandang ke penjuru kota. Gadis-gadis berjilbab juga saya anggap menghambat emansipasi perempuan. Namun Fleur langsung tertarik dengan islam. "Waktu kita di Bandung dulu, saya lihat orang-orang sholat pada hari raya Idul Adha. Saya pikir, saya juga ingin ikutan." Fleur masih ingat bagaimana kebersamaan terlihat pada Idul Adha. "Daging kurban dibagikan, dan sisi sosial Idul Adha mempesona saya." Saya sendiri masih punya foto kambing yang sedang disembelih. Di Jalan Imam Bonjol, tempat saya kos waktu itu. Katolik Ketika kembali ke Leiden, Fleur mendalami islam. Namun ia kadang masih mengikuti seminar dan okumeni gereja. "Orangtua saya dulunya katolik. Sejak kecil saya terobsesi dengan agama. Semua kisah injil sudah saya lahap." Tahun berikutnya, saya dan Fleur kembali ke Bandung. Ia untuk penelitian psikologis dan saya untuk PKL antropologi. Fleur mengunjungi berbagai pertemuan islam. Suatu saat ia bahkan muncul dengan busana muslim. Saya ingat debat panas kami soal islam. Fleur tak mempedulikan keberatan dan keraguan saya. Sebaliknya, kepercayaannya makin kuat. Waktu itu, ia berkenalan dengan suaminya sekarang, Syahganda - akrab dipanggil Igand. Ia orang Sumatra dan muslim taat. Mendesak Tentu saja, gambaran klise muncul: pria muslim akan memaksa calon istrinya masuk agama yang sama. Namun, Igand menampik hal itu. "Saya tak pernah memintanya pindah agama. Ia sendiri yang memutuskan masuk islam." Sementara Igand tetap tinggal di Indonesia, Fleur kembali mendalami islam di Belanda. Sebenarnya, Igand tak tahu Fleur mempelajari islam. Fleur tertawa dan berpikir-pikir, "Saya tahu, untuk menikah saya harus jadi muslim. Tapi saya ingin, pilihan itu keputusan saya sendiri." Walaupun lingkungan sekitarnya tak mengerti - "Orangtua saya khawatir kegandrungan saya terhadap islam cuma sementara. Mereka selalu bilang, saya bisa kembali ke katolik" - Fleur akhirnya mengucap dua kalimat syahadat pada Oktober 1992. Pada 1994 ia dan Igand menikah di Rotterdam. Haji Sekarang, 16 tahun kemudian, mereka telah dikaruniai tiga anak. Mereka baru saja kembali dari perjalanan haji di Mekkah. Keduanya jadi bagian sebuah kloter berjumlah 150 jemaah haji. Solidaritas yang tercipta di antara mereka amat kuat. "Saya kadang takut dan punya bayangan mengerikan," kisah Fleur. "Saya takut terjebak di tengah massa." Untungnya, itu tidak terjadi. Toh menunaikan ibadah haji bukan sesuatu yang mudah. "Kadang kita harus bangun jam dua dini hari untuk pergi ke tempat selanjutnya. Namun semua terasa ringan karena kami melakukannya untuk Allah." Karena ia sekarang sudah menunaikan ibadah haji, muslim Indonesia taat lainnya mungkin akan menaruh hormat padanya. Di sinilah mental Belanda yang rendah hati muncul. "Harus lihat dulu praktiknya, apa saya bisa jadi muslimah yang lebih baik." Belanda Usia Fleur sekarang 44 tahun. Sebagai psikolog anak ia telah mendirikan sekolah untuk anak yatim-piatu. Ia ingin liburan ke Belanda, namun tak punya rencana untuk benar-benar kembali bermukim di negeri kincir angin. "Dulu saya selalu bangga dengan toleransi di Belanda. Sekarang saya malah jadi malu karena di negeri saya ada sentimen anti-islam." Karena itulah, untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, ia menggunakan hak pilih pada pemilu parlemen. "Agar pendapat saya didengar." Ketika ditanya apa rencananya di masa depan, Fleur menjawab, "Mungkin saja anak-anak saya bakal kuliah di Belanda, atau di negara lain. Saya sendiri berpikir akan menghabiskan hari tua di sini." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
