--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 26 Januari 2011 14:20 UTC ** PENYIKSA TKW DITAMBAH HUKUMANNYA ** PREMAN DILIBATKAN MENAGIH UTANG ** OBAMA IMBAU PERSATUAN ** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: CINA KAYA BELI IZIN TINGGAL BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BRUSSEL TERTARIK KERJASAMA PEMBANGUNAN ALA BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TUNISIA PUNCAK KEBEBASAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MUSLIM SINGAPURA TUNTUT PERSAMAAN HAK ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEMBALI DARI KUNDUZ UNTUK MENGHADAP PARLEMEN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: NAIK BANDING MALAH DIHUKUM LEBIH BERAT ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SBY TAK PERLU KHAWATIR LAGI BERKUNJUNG KE BELANDA * PENYIKSA TKW DITAMBAH HUKUMANNYA Perempuan Malaysia "kaget" ketika hukumannya ditambah tiga tahun oleh hakim pengadilan banding. Demikian ditandaskkan pengacaranya. Sebelumnya Hau Yuan Tyng (45 tahun) dijatuhi hukuman delapan tahun penjara karena menyiksa seorang TKI Siti Hajar. Ia dilukai oleh Hau dengan palu, gunting dan air panas. Siti, 35, melarikan diri dari apartemen majikan dan pergi ke KBRI. Berita tentang penyiksaan Siti menyebar di media dan menambah jumlah rangkaian kasus penindasan PRT asal Indonesia di Malaysia. PRT Indonesia, yang digaji 400 ringgit per bulan tidak memperoleh perlindungan hukum. Kedua negara tengah merundingkan perjanjian buruh formal. * PREMAN DILIBATKAN MENAGIH UTANG Sindikat peminjam uang gelap di Singapura semakin banyak menyewa preman asing untuk menagih utang. Demikian tegas polisi Singapura. Para preman itu kebanyakan berasal dari Taiwan dan Vietnam. Mereka menyewa orang asing supaya tidak terdeteksi dan ditangkap pihak berwajib, karena orang asing itu memiliki visa singkat dan tidak punya alamat tetap. Pada 2010 lima puluh orang asing yang bekerja untuk para peminjam uang ilegal ditangkap. * OBAMA IMBAU PERSATUAN Dalam pidato kenegaraannya Presiden AS Barack Obama mengimbau kaum Demokrat dan Republik untuk bekerjasama. Presiden Amerika menandaskan bahwa kerjasama perlu untuk menambah lowongan kerja dan menurunkan pajak usaha. Sejak pemilu November lalu, DPR Amerika dikuasai Partai Republik. Demokrat masih berstatus minoritas tipis di Senat. Obama juga ingin mengembangkan energi bersih. Di awal State of the Union itu, Obama juga mengajak hadirin mengheningkan cipta mengenang Gabrielle Giffords, anggota kongres dari Demokrat yang terluka tiga minggu lalu. * DEBAT PARLEMEN BELANDA SOAL PENGIRIMAN MISI KE AFGHANISTAN Parlemen Belanda berdebat sengit dengan pemerintah tentang rencana pengiriman pelatih polisi ke Afghanistan Utara. Para pemimpin fraksi ingin kejelasan dari kabinet tentang keamanan di Kunduz, tempat mayoritas misi akan dikirim. Perdebatan digelar dengan menlu Uri Rosenthal, menhan Hans Hillen, menteri keamanan dan kehakiman Ivo Opstelten dan menteri muda kerjasama pembangunan Ben Knapen. Kamis besok akan digelar sidang paripurna bersama perdana menteri Mark Rutte. 7 Januari lalu kabinet mengusulkan untuk mengirim 545 petugas ke Afghanistan. Untuk itu diperlukan persetujuan Parlemen. * HUBUNGAN PERDANA MENTERI KOSOVO DENGAN KRIMINAL Perdana menteri Kosovo Hashim Thaci tampaknya memiliki hubungan dengan kelompok kriminal di negerinya. Demikian tertulis dalam dokumen NATO yang dibocorkan Wikileak ke The Guardian. Kemarin Dewan Eropa sudah melaporkan kemungkinan keterlibatan Thaci dengan dunia kriminal. Akhir tahun lalu juga muncul berita bahwa Thaci terlibat dengan perdagangan organ tubuh. Amerika dan negara-negara Barat lain konon sudah bertahun-tahun mengetahui prilaku perdana menteri Kosovo. Thaci menang pemilu parlemen Desember lalu dan sekarang tengah menyusun kabinet baru. * MOSKOW GELAR HARI BERKABUNG Rabu (26/01) Moskow menggelar hari berkabung atas 35 korban jiwa bom bunuh diri di bandara terbesar Rusia beberapa saat silam. 116 orang masih dirawat di rumah sakit. Banyak warga Rusia menyalakan lilin dan membawa bunga ke bandara Domodedovo, tempat pemboman Senin lalu. Televisi diharapkan tidak menyiarkan acara hiburan dan iklan. Presiden Dmitry Medvedev mempersingkat kunjungannya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, padahal di sana ia diharapkan bisa mengundang investor sebanyak mungkin ke Rusia. * PEMERINTAH MESIR LARANG DEMO Pemerintah Mesir melarang demonstrasi menentang pemerintah di negeri itu. Sebelumnya kelompok oposisi Mesir, Gerakan 6 April, mengimbau demonstrasi lagi Rabu ini. Malam kemarin ribuan pengunjuk rasa berkumpul di lapangan luas dekat parlemen mengimbau agar presiden Mubarak mundur. Mereka membakar mobil polisi dan merusak kantor pusat partainya Mubarak. Polisi anti huruhara dikerahkan secara massal. Mereka menggunakan gas air mata dan pentungan untuk mengusir demonstran dari lapangan. Para pengunjuk rasa menggunakan Twitter untuk bertukar informasi, tapi sarana komunikasi kini sudah ditutup. Demonstrasi kemarin merupakan unjuk rasa terbesar menentang 30 tahun kekuasaan Mubarak. * FORUM EKONOMI DUNIA DAVOS DIBUKA Rabu (26/01) World Economic Forum atau Forum Ekonomi Dunia dibuka di Davos, Swis. Ini adalah ajang pertemuan para politisi, ekonom, bankir dan para dirut perusahaan dari berbagai negara. Mata uang euro bakal menjadi agenda penting. KTT itu dihadiri antara lain oleh kanselir Jerman Angela Merkel, presiden Prancis Nicolas Sarkozy, perdana menteri Inggris David Cameron dan presiden Bank Sentral Eropa Jean Claude Trichet. Cina dan Amerika mengirim delegasi lebih ringan. Amerika mengirim menteri keuangan Timothy Geithner dan Cina terutama mengutus para dirut dunia perusahaan. * PNS TERLIBAT PEMBUNUHAN WARTAWAN FILIPINA Polisi Filipina mengatakan, mereka meduga seorang mantan PNS dan empat orang lainya terlibat dalam pembunuhan wartawan investigatif Filipina. Tujuannya agar ia menghentikan kegiatan pembongkaran kriminalitas lingkungan. Gerardo Ortega, 47, ditembak mati Senin lalu saat belanja seusai siaran radio. Dalam siaran itu ia membongkar kasus-kasus perusakan lingkungan di pulau Palawan. * CINA KAYA BELI IZIN TINGGAL BELANDA Ratusan Cina kaya diperkirakan mendapat ijin tinggal di Belanda karena mengaku bekerja untuk sebuah perusahaan Belanda dan karena itu dianggap sebagai migran berpengetahuan. Tapi lucunya, mereka tidak datang untuk memperkaya ekonomi Belanda, tapi menggunakan Belanda sebagai tempat tinggal cadangan apabila mereka mendapat kesulitan di negara asalnya. Demikian tulis harian Algemeen Dagblad. Orang-orang Cina kaya ini membayar total 100.000 euro per orang kepada seorang pria asal Rotterdam, yang kemudian mengurus perusahaan tempat bekerja, alamat dan berkas-berkas penting lainnya di Belanda. Mereka sendiri hanya datang beberapa hari di Belanda untuk mengurus surat-surat ke polisi dan ke IND, dinas imigrasi Belanda. Setelah itu terbang lagi ke Cina. Insperktur imigrasi Belanda tidak sengaja menemukan kasus penggelapan tersebut ketika mereka melakukan pengecekan tahunan. Ternyata alamat yang diberikan hanyalah kotak pos dan perusahaan tempat mereka kerja hanya ada di atas kertas. Menurut dinas imigrasi Belanda sejak 2006 telah bebebrapa ratus warga Cina yang berduit mendapatkan ijin tinggal di Belanda dengan cara ini. Saat ini sang perantara di Rotterdam telah ditangkap. Menurut direktur dinas imigrasi Belanda kasus pemalsuan ini unik, dan sebelumnya hanya ditemukan di Amerika serta Australia. Demikian Algemeen Dagblad. Halaman kolom The Wall Street Journal menulis, dugaan bahwa pejabat kelas menengah Gayus Tambunan mendapat perlakukan khusus untuk menjaga agar dia tidak menyebut nama-nama atasannya yang korup, dan klien-kliennya yang ogah membayar pajak. Tapi ada banyak contoh lain yang bisa disamakan dengan kasus Gayus di Indonesia. Tommy Soeharto, putra bungsu almarhum Presiden Soeharto yang dipenjara 15 tahun karena membunuh hakim agung. Tommy menikmati masa tahanan yang penuh kemewahandan bahkan menggunakan helikopter untuk membawanya dari rutan ke lapangan golf. Yang membedakan dulu dan sekarang adalah penyatuan antara pemerintah dan bisnis. Di jaman Soeharto, para pebisnis perlu menyuap politisi untuk mendapatkan kemudahan, dan karena itu membayar mereka dalam berbagai bentuk. Sementara sekarang sejumlah pebisnis justru terlibat langsung dalam politik, baik dengan mencalonkan diri sendiri atau mendanai partai-partai politik. Indonesia akan bisa disamakan dengan Filipina, di mana demokrasi dipimpin oleh sekelompok kecil keluarga yang memegang kekuasaan baik di politik maupun di ekonomi. Memang masih ada sejumlah tahapan sebelum Indonesia benar masuk ke jurang kleptokrasi ala Filipina ini. Tapi apabila Presiden SBY tetap membiarkan badan hukum dan polisi semakin rusak, maka pertahanan terakhir adalah amukan rakyat yang akhirnya bisa menjatuhkan pemerintah. Menurut Wll Street Journal kemarahan rakyat itu semakin berkembang di Indonesia. Sekian tinjauan pers. * BRUSSEL TERTARIK KERJASAMA PEMBANGUNAN ALA BELANDA Negara-negara berkembang yang saling membantu. Awalnya, mereka masih mendapatkan sedikit bantuan dari luar. Tapi selanjutnya, mereka harus berdiri atas kaki sendiri. Ide Belanda ini ternyata berjalan sangat bagus, sehingga kemungkinan dijadikan contoh untuk penanganan baru Eropa dalam pemberian bantuan pembangunan. Laporan Thijs Westerbeek. Apa yang disebut proyek South-South Cooperation dimulai sepuluh tahun silam. Belanda sebagai penggagas. Tiga negara di belahan selatan bumi bergabung di dalamnya: Costa Rica di Amerika Latin, Benin di Afrika dan Bhutan di Asia. Proyek menghasilkan 34 kegiatan di mana negara-negara bersangkutan saling membantu melalui pelbagai cara. Miriam van Reisen, direktur organisasi pembangunan Eropa EEPA: "Contoh bagus adalah bahwa Benin mengajarkan petani Costa Rica bagaimana bisa memproduksi serangga yang dapat dimakan dan kemudian memperkenalkannya kepada masyarakat. Serangga ini sangat bergizi, mengandung banyak zat penting dan bisa diproduksi secara murah. Cara tersebut ternyata sukses. Ini menarik karena di sini juga berperan aspek budaya dari apa yang ingin dimakan orang." Tapi justru karena serangga bagian dari makanan sehari-hari Benin, dan karena rakyat di sana sama-sama miskin, petani Costa Rica mau menerima nasehat rekannya dari Afrika. Beras merah Seterusnya, Costa Rica mengajarkan petani Benin pembudidayaan nanas organik. Negara peserta ketiga, Buthan memperkenalkan 'beras merah' di Costa Rica. Penanaman padi beras merah sangat mudah dan menguntungkan. Penanganan seperti ini menghasilkan ratusan lowongan kerja dan meningkatkan penghasilan rakyat. Nilai tambah Hari-hari mendatang pemerintahan di Brussel memutuskan bagaimana selanjutnya dengan investasi Uni Eropa dalam bentu-bentuk baru kerja sama pembangunan. Menurut Miriam van Riesen metoda 'South-South' menjadi butir agenda penting. 'Metoda itu dianggap memiliki nilai tambah dan merupakan cara sangat efektif dalam pemakaian dana bantuan." Menurut Direktur EEPA, semangat Brussel bukan hanya berkat murahnya bentuk kerja sama ini, melainkan lebih merupakan tanda 'perkembangan gaya baru', di mana dijalin kerja sama langsung dengan masyarakat negara-negara berkembang. Berhemat Juga juru bicara kerja sama pembangunan partai buruh PvdA, Sjoera Dikkers, tidak melihat alasan untuk menuduh Uni Eropa bersikap terlalu berhemat, kini Brussel begitu terpukau dengan bantuan pembangunan yang 'murah'. "Saya senang sekali Uni Eropa tertarik dengan proyek pembangunan yang sukses. Jika bisa secara murah, itu tentu bagus." Mati perlahan-lahan Dana yang disalurkan Belanda untuk proyek, tidak banyak, dibandingkan dengan bentuk-bentuk kerja sama pembangunan tradisional. Tapi bantuan Belanda kini akan berhenti total. Kendati demikian Van Reisen tidak khawatir proyek akan mati perlahan-lahan. Untuk itu, semangat di tiga negara bersangkutan terlalu besar, apalagi rasa bangga bahwa mereka melakukan semua sendiri. "Ini jelas lain daripada mendatangkan konsultan mahal dari barat untuk menceritakan kepada petani miskin apa yang mereka harus rubah. Inisiatif ada pada masyarakat sendiri. Inovasi dihasilkan dari pertukaran informasi antar negara, yang masing-masing memiliki pengalaman berbeda. Mereka kemudian bisa memperkenalkan teknik-teknik lain." Titik temu Menurut anggota parlemen Sjoera Dikkers, ini adalah contoh bagus bagaimana bantuan pembangunan seharusnya. "Sangat penting negara-negara yang mengajarkan sesuatu kepada yang lain, akhirnya bisa menemukan titik temu. Mereka kenal masalah yang dialami di negeri sendiri. Dengan demikian lebih mudah menerima usulan yang diajukan, karena lebih dipercaya. * TUNISIA PUNCAK KEBEBASAN Kolom Mohammed Abdulrahman Penggulingan yang spektakuler dari rejim diktatorial pimpinan Presiden Zainal Abidin Ben Ali di Tunisia, menyebabkan gelombang kejutan di negara-negara Arab dan juga dunia. Tidak ada orang yang sebelumnya membayangkan bahwa pemerintahan Ben Ali, mantan pejabat intel politik dan telah memerintah selama 23 tahun di Tunisia bisa disingkirkan begitu cepat seperti yang terjadi minggu lalu. Reaksi yang begitu cepat dari rejim-rejim otoriter Arab lainnya dan rakyat mereka yang sudah lama ditekan, sangatlah bertolak belakang. Bagi generasi muda Arab yang frustrasi karena tidak punya pekerjaan dan tidak punya penghasilan, Revolusi Yasmin membangkitkan gelombang harapan baru dan memberikan inspirasi akan perubahan yang sangat diinginkan. puluhan ribu massa turun ke jalan di hampir semua ibukota negara Arab menyatakan dukungan mereka akan revolusi Tunisia, dan sekaligus mencoba untuk menjatuhkan diktator di negara masing-masing. Sebuah masyarakat sipil yang diberi energi dan kekuatan baru untuk menjatuhkan pemerintahan yang otoriter. Untuk berbagai rejim Arab yang sudah berkuasa bertahun-tahun, revolusi di Tunisia adalah peringatan terakhirm bahwa perubahan bisa terjadi, cepat atau lambat. Penyelesaian Jangka Pendek Berbagai negara Arab akhirnya menawarkan jalan keluar jangka pendek. Para demonstran diperbolehkan untuk unjuk rasa menumpahkan kemarahan mereka, pemerintah mengumumkan berbagai konsesi ekonomi dan pengamanan diperketat untuk mengontrol situasi. Tapi keliahatannya pngawasan itu tidak akan berjalan lama. Tapi kelihatannya tidak realistis menghadapkan suatu efek domino yang bisa menjatuhkan berbagai pemerintahan Arab yang otoriter dalam waktu beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan mendatang. banyak sekali kendala besar baik di tingkay lokal, regional maupun internasional yang mencegah perubahan dalam waktu singkat di wilayah ini. Tembok Berlin Apa yang terjadi di Tunisia bisa dibandingkan dengan gerakan Solidaritas di Gdansk Polandia, yang dimulai dengan proses panjang selama satu dekade dan akhirnya bisa menggulingkan pemerintahan komunis, dibandingkan dengan jatuhnya Tembok Berlin yang berlangsung dalam waktu singkat. Aspek yang paling menarik dari Revolusi Tunisia adalah kaum fundamentalis muslim tidak berperan penting membangkitkan dan memimpin pemberontakan tersebut. Selain itu mereka juga tidak diharapkan akan punya pengaruh yang berarti dalam pemerintahan yang baru. Meskipun selama 20 tahun ini Presiden ben Ali menakut-nakuti dan mengancam pemerintah Barat bahwa satu-satunya alternatif dari rejimnya yang korup adalah pemerintah dipimpin Islam radikal di Tunisia. Lancar Warisan dari 55 tahun pemerintahan sekuler, tidak memberikan ruang yang cukup bagi pihak fundamentalis untuk mengambil-alih kekuasaan di Tunisia yang jelas sangat ke Barat. Ekonomi negara itu yang cukup sehat, walaupun korupsi keluarga Ben Ali yang luar biasa, serikat buruh yang cukup rapih dan angkatan bersenjata yang meskipun jumlahnya kevil tapi profesional dan a-politik. Itu semua memungkinkan tansisi pemerintah yang berjalan lancar. * MUSLIM SINGAPURA TUNTUT PERSAMAAN HAK Mantan perdana menteri Singapura menulis buku yang didalamnya mendesak warga muslim di negara itu untuk menjadi Islam yang moderat dan lebih berintegrasi di masyarakat Singapura. Farish Noor, pakar Islam dan politik di Universitas Singapura mengatakan, masyarakat muslim di Singapura adalah minoritas kecil yang sebenarnya menuntut persamaan hak. Jadi ini bukan masalah agama, tapi masalah sosial dan ekonomi. Ikuti penjelasannya kepada Radio Nederland Menurut farish Noor masalah integrasi itu tidak hanya menyangkut masyarakat muslim. Dalam konteks Singapura, komunitas muslim itu adalah komunitas keturunan Melayu dan segelintir kecil India-muslim. Soal integrasi adalah suatu proses dua arah. Memang komunitas muslim perlu berintegrasi dengan ummat dari golongan lain tapi demikian pula sebaliknya, penting bagi komunitas lain untuk berintegrasi dengan orang muslim di Singapura. Kondisi sosial di Singapura, hubungan antara komunitas Cina, Melayu dan India dan juga antar agama, dilihat dari jarak jauh kelihatan stabil dan harmonis, tapi masih ada pendapat atau prasangka yang populer diantara mereka. Dari sisi pengertian antar agama atau realitas hidup antar komunitas boleh dibilang sempit. Mengapa tiba-tiba Lee Kuan Yew mengangkat masalah ini? Ikuti penjelasan Farish Noor di bawah ini. * KEMBALI DARI KUNDUZ UNTUK MENGHADAP PARLEMEN Bette Dam Akankah Belanda mengirim pelatih polisi ke Kunduz? Pekan ini, parlemen Belanda membahas misi baru ke Afghanistan itu. Hasilnya tak bisa diperkirakan. Para pakar bertemu dengan anggota parlemen Senin(24/01) untuk memberi informasi mengenai situasi di wilayah tersebut. Yang juga termasuk dalam daftar tersebut adalah koresponden Radio Nederland di Kabul, Bette Dam. Di Afghanistan, belum sampai dua hari kembali dari provinsi Kunduz, saya mendapat telepon dari Kementerian Luar Negeri. Halo Ibu, terdengar suara santun di seberang, kami ingin mengundang Anda untuk menghadiri dengar pendapat dengan parlemen mengenai rencana mengirimkan misi baru ke Afghanistan. Tiga hari kemudian, saya sampai di bandara Schiphol, sibuk bertelepon dengan ponsel untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan awal mengenai situasi di Kunduz. Setelah itu, panggilan telepon lainnya susul-menyusul, mereka haus berita dari lapangan: bagaimana pendapat penduduk di sana mengenai negara mereka, apa yang mereka inginkan dari Belanda, dan terutama: apa pendapat Anda sendiri tentang misi itu? Garuk kepala Saya langsung bersemangat memikirkan apa yang harus dilakukan. Di Afghanistan sendiri, suasananya tidak jauh beda. Di sana juga timbul kebingungan, banyak yang tidak tahu serta bimbang mengenai apa yang terbaik bagi Afghanistan. Ada saat-saat ketika orang sama sekali tidak tahu. Termasuk masyarakat internasional yang makin sering garuk-garuk kepala. Tidaklah mengherankan apabila parlemen Belanda jungkir balik mengenai hal ini. Sepuluh tahun sejak campur tangan Barat di Afghanistan, negara itu tidak jadi lebih aman dan banyak ambisi, seperti demokrasi serta hak-hak perempuan, yang tidak terwujud. Saya masih ingat dengar pendapat tahun 2006 mengenai Uruzgan. Apa yang diketahui anggota parlemen sangat terbatas. Tidak seorang wartawan pun, yang pernah berada di sana, bisa memberi laporan rinci. Ketika saya bergabung dengan para anggota parlemen Senin (24/01), nadanya sudah berbeda. Politisi mengajukan topik-topik yang sangat peka dan penting di Afghanistan, terkadang menyebabkan menteri dalam negeri Afghanistan gelagapan. Ia ditanya: kenapa Anda mengangkat komandan polisi Kunduz? Dia kabarnya memiliki milisi sendiri dan hanya memikirkan diri sendiri. Kenapa komandan itu tidak datang ke sini padahal ia diundang ke Den Haag? Saya rasa sang menteri tidak pernah menghadapi situasi seperti ini di negara-negara anggota NATO lainnya. Di sana patriotisme yang berbicara, prajurit diasumsikan mendukung pemerintahan Karzai. Apalagi, di tempat lain orang tidaklah blak-blakan seperti di Belanda. Tidak hanya kirim militer Pertanyaan kritis tidaklah datang dari Partai Kiri Hijau Groenlinks atau Partai Demokrat D66, tapi justru dari partai pemerintah kristen-demokrat CDA dan partai kanan populis PVV. Demikian menurut penentang misi baru di Afghanistan. Yang dominan adalah kesadaran bahwa masalah di Afghanistan tidak akan terselesaikan hanya dengan mengirim sejumlah besar tentara. Sebaliknya, kata direktur Cordaid, LSM yang mendapat dana paling banyak dari kementerian luar negeri: kalau Anda kirim militer juga, mereka hanya akan sibuk melatih polisi, kami tidak akan datang. Misi di Uruzgan mendapat dukungan penuh Cordaid, tapi untuk Kunduz sama sekali tidak. "Pastikan bahwa pemerintahan berfungsi dan kirim diplomat - bukannya militer," kata direktur Cordaid Rene Grotenhuis. Sementara, saya makin gelisah. Di depan saya duduk sepuluh anggota parlemen yang semuanya boleh bertanya. Apakah saya akan mampu memberi gambaran yang jelas mengenai kekacauan yang mendominasi Afghanistan? Pertanyaannya ternyata lebih politis dari yang saya duga: seberapa baikkah prestasi Belanda di Uruzgan? Apakah orang Afghan bisa dipercaya atau justru tidak bisa? Terus terang, saya lupa pertanyaan yang diajukan Partai Kiri Hijau. Pasti menegangkan. Sekarang, sehari sesudahnya, menurut saya, dengar pendapat itu berlangsung kritis dan oleh karena itu memberi gambaran lebih realistis tentang apa yang masih bisa dicapai di Kunduz - ketimbang apa yang diharap para pendukung misi ke Kunduz. Saat ini tinggal menunggu hasil debat parlemen Kamis (27/01) mendatang. * NAIK BANDING MALAH DIHUKUM LEBIH BERAT Hau Yuan Tyng, perempuan Malaysia berusia 45 tahun, dijatuhi hukuman 11 tahun penjara dengan tuduhan menyiksa Siti Hajar, seorang tkw asal Indonesia. Sebelumnya, janda dua anak tersebut dijatuhi hukuman 8 tahun penjara. Namun setelah naik banding, hukumannya justru diperberat menjadi 11 tahun penjara. Pengacara Hau mengatakan dirinya cuma jadi korban perseteruan Indonesia - Malaysia dan hukuman dijatuhkan untuk menyenangkan pemerintah Indonesia. Apa benar demikian? RNW berbincang dengan Nalini, aktivis kelompok HAM Shuaram Malaysia. Nalini mengatakan, pengadilan memang memutuskan Hau Yuan Tyng bersalah menyiksa dan tidak menghormati Siti Hajar sebagai manusia dan pekerja dan justru memperlakukan pembantunya itu seperti manusia kelas kedua. Menurut Nalini, hal ini memang diperlukan. Hukum berat memang sepantasnya dijatuhkan bagi mereka yang melakukan pencabulan HAM, terutama bagi para pekerja domestik, dalam hal ini TKW asal Indonesia. Di Malaysia memang tidak ada hukum yang melindungi hak-hak pekerja dari luar negeri, terutama para pembantu rumah tangga. Ketika ditanya, apakah hukuman ini hanya untuk menyenangkan pemerintah Indonesia saja? Nalini menjawab, biarpun demikian, tetap saja hukuman ini dipandang perlu. Apalagi sistem peradilan Malaysia juga sering dikatakan gagal, justru biasanya para majikan ini sering lolos dari hukuman, atau mendapat hukuman terlalu ringan. Tapi sekali lagi Nalini menekankan, hukuman bagi para pelaku saja tidak akan menyelesaikan masalah. Menurutnya, permasalahan ada pada kurangnya Undang-undang yang melindungi hak para pekerja asing, terutama yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Nalini, bersama kelompoknya Shuaram, senantiasa menuntut pemerintah Malaysia, untuk bersama-sama dengan pemerintah Indonesia menegakkan hukum dan mempererat kerja sama dalam hal ini, agar tidak ada lagi Siti Hajar-Siti Hajar lain di masa depan. * SBY TAK PERLU KHAWATIR LAGI BERKUNJUNG KE BELANDA Tamu-tamu asing datang ke Belanda tidak perlu takut akan diproses hukum. Menlu Belanda Uri Rosenthal akan menyelidiki kemungkinan hukum untuk itu. Demikian tertera dalam memo rahasia yang dilaporan oleh reporter organisasi penyiaran KRO Rabu (26/01). Tindakan menlu Belanda ini didorong oleh kasus batalnya kunjungan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono beberapa saat silam gara-gara RMS. RMS menuntut agar SBY diadili, kalau ia berkunjung ke Belanda. Akhirnya kunjungan itu dibatalkan. RMS juga melakukan hal yang sama terhadap mantan menlu RI Hassan Wirajuda. Namun mantan diplomat RI ini tetap berkunjung juga ke Belanda. Kasus-kasus seperti itu mempersulit posisi pemerintah Belanda. Untuk memelihara hubungan baik antar kedua negara, sangat penting bahwa seorang pemimpin negara bisa diterima sebagai tamu dengan baik. Demikian ditulis Esther Rosenberg, redaktur NRC Handelsblad. Dalam memo rahasia itu antara lain ada saran untuk membuat UU yang memungkinkan negara memberi imunitas. Selain itu negara bisa berusaha mempengaruhi proses peradilan dan vonis sehingga seminimal mungkin berpengaruh secara politik. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
