---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 26 Januari 2011 14:20 UTC



** PENYIKSA TKW DITAMBAH HUKUMANNYA

** PREMAN DILIBATKAN MENAGIH UTANG

** OBAMA IMBAU PERSATUAN

** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: CINA KAYA BELI IZIN TINGGAL BELANDA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BRUSSEL TERTARIK KERJASAMA PEMBANGUNAN ALA 
BELANDA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TUNISIA PUNCAK KEBEBASAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MUSLIM SINGAPURA TUNTUT PERSAMAAN HAK

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEMBALI DARI KUNDUZ UNTUK MENGHADAP PARLEMEN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: NAIK BANDING MALAH DIHUKUM LEBIH BERAT

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SBY TAK PERLU KHAWATIR LAGI BERKUNJUNG KE BELANDA



* PENYIKSA TKW DITAMBAH HUKUMANNYA

Perempuan Malaysia "kaget" ketika hukumannya ditambah tiga tahun oleh hakim 
pengadilan banding. Demikian ditandaskkan pengacaranya. Sebelumnya Hau Yuan 
Tyng (45 tahun) dijatuhi hukuman delapan tahun penjara karena menyiksa seorang 
TKI Siti Hajar.  Ia dilukai oleh Hau dengan palu, gunting dan air panas. Siti, 
35, melarikan diri dari apartemen majikan dan pergi ke KBRI. Berita tentang 
penyiksaan Siti menyebar di media dan menambah jumlah rangkaian kasus 
penindasan PRT asal Indonesia di Malaysia. PRT Indonesia, yang digaji 400 
ringgit per bulan tidak memperoleh perlindungan hukum. Kedua negara tengah 
merundingkan perjanjian buruh formal.


* PREMAN DILIBATKAN MENAGIH UTANG

Sindikat peminjam uang gelap di Singapura semakin banyak menyewa preman asing 
untuk menagih utang. Demikian tegas polisi Singapura. Para preman itu 
kebanyakan berasal dari Taiwan dan Vietnam. Mereka menyewa orang asing supaya 
tidak terdeteksi dan ditangkap pihak berwajib, karena orang asing itu memiliki 
visa singkat dan tidak punya alamat tetap. Pada 2010 lima puluh orang asing 
yang bekerja untuk para peminjam uang ilegal ditangkap.


* OBAMA IMBAU PERSATUAN

Dalam pidato kenegaraannya Presiden AS Barack Obama mengimbau  kaum Demokrat 
dan Republik untuk bekerjasama. Presiden Amerika menandaskan bahwa kerjasama 
perlu untuk menambah lowongan kerja dan menurunkan pajak usaha. Sejak pemilu 
November lalu, DPR Amerika dikuasai Partai Republik. Demokrat masih berstatus 
minoritas tipis di Senat. Obama juga ingin mengembangkan energi bersih. Di awal 
State of the Union itu, Obama juga mengajak hadirin mengheningkan cipta 
mengenang Gabrielle Giffords, anggota kongres dari Demokrat yang terluka tiga 
minggu lalu.


* DEBAT PARLEMEN BELANDA SOAL PENGIRIMAN MISI KE AFGHANISTAN

Parlemen Belanda berdebat sengit dengan pemerintah tentang rencana pengiriman 
pelatih polisi ke Afghanistan Utara. Para pemimpin fraksi ingin kejelasan dari 
kabinet tentang keamanan di Kunduz, tempat mayoritas misi akan dikirim.  
Perdebatan digelar dengan menlu Uri Rosenthal, menhan Hans Hillen, menteri 
keamanan dan kehakiman Ivo Opstelten dan menteri muda kerjasama pembangunan Ben 
Knapen. Kamis besok akan digelar sidang paripurna bersama perdana menteri Mark 
Rutte. 7 Januari lalu kabinet mengusulkan untuk mengirim 545 petugas ke 
Afghanistan. Untuk itu diperlukan persetujuan Parlemen.


* HUBUNGAN PERDANA MENTERI KOSOVO DENGAN KRIMINAL

Perdana menteri Kosovo Hashim Thaci tampaknya memiliki hubungan dengan kelompok 
kriminal di negerinya. Demikian tertulis dalam dokumen NATO yang dibocorkan 
Wikileak ke The Guardian. Kemarin Dewan Eropa sudah melaporkan kemungkinan 
keterlibatan Thaci dengan dunia kriminal. Akhir tahun lalu juga muncul berita 
bahwa Thaci terlibat dengan perdagangan organ tubuh. Amerika dan negara-negara 
Barat lain konon sudah bertahun-tahun mengetahui prilaku perdana menteri 
Kosovo. Thaci menang pemilu parlemen Desember lalu dan sekarang tengah menyusun 
kabinet baru.


* MOSKOW GELAR HARI BERKABUNG

Rabu (26/01) Moskow menggelar hari berkabung atas 35 korban jiwa bom bunuh diri 
di bandara terbesar Rusia beberapa saat silam. 116 orang masih dirawat di rumah 
sakit. Banyak warga Rusia menyalakan lilin dan membawa bunga ke bandara 
Domodedovo, tempat pemboman Senin lalu. Televisi diharapkan tidak menyiarkan 
acara hiburan dan iklan. Presiden Dmitry Medvedev mempersingkat kunjungannya di 
Forum Ekonomi Dunia di Davos, padahal di sana ia diharapkan bisa mengundang 
investor sebanyak mungkin ke Rusia.


* PEMERINTAH MESIR LARANG DEMO

Pemerintah Mesir melarang demonstrasi menentang pemerintah di negeri itu. 
Sebelumnya kelompok oposisi Mesir, Gerakan 6 April, mengimbau demonstrasi lagi 
Rabu ini. Malam kemarin ribuan pengunjuk rasa berkumpul di lapangan luas dekat 
parlemen mengimbau agar presiden Mubarak mundur.

Mereka membakar mobil polisi dan merusak kantor pusat partainya Mubarak. Polisi 
anti huruhara dikerahkan secara massal. Mereka menggunakan gas air mata dan 
pentungan untuk mengusir demonstran dari lapangan. Para pengunjuk rasa 
menggunakan Twitter untuk bertukar informasi, tapi sarana komunikasi kini sudah 
ditutup. Demonstrasi kemarin merupakan unjuk rasa terbesar menentang 30 tahun 
kekuasaan Mubarak.


* FORUM EKONOMI DUNIA DAVOS DIBUKA

Rabu (26/01) World Economic Forum atau Forum Ekonomi Dunia dibuka di Davos, 
Swis. Ini adalah ajang pertemuan para politisi, ekonom, bankir dan para dirut 
perusahaan dari berbagai negara. Mata uang euro bakal menjadi agenda penting. 
KTT itu dihadiri antara lain oleh kanselir Jerman Angela Merkel, presiden 
Prancis Nicolas Sarkozy, perdana menteri Inggris David Cameron dan presiden 
Bank Sentral Eropa Jean Claude Trichet. Cina dan Amerika mengirim delegasi 
lebih ringan. Amerika mengirim menteri keuangan Timothy Geithner dan Cina 
terutama mengutus para dirut dunia perusahaan.


* PNS TERLIBAT PEMBUNUHAN WARTAWAN FILIPINA

Polisi Filipina mengatakan, mereka meduga seorang mantan PNS dan empat orang 
lainya terlibat dalam pembunuhan wartawan investigatif Filipina. Tujuannya agar 
ia menghentikan kegiatan pembongkaran kriminalitas lingkungan. Gerardo Ortega, 
47, ditembak mati Senin lalu saat belanja seusai siaran radio. Dalam siaran itu 
ia membongkar kasus-kasus perusakan lingkungan di pulau Palawan.


* CINA KAYA BELI IZIN TINGGAL BELANDA

Ratusan Cina kaya diperkirakan mendapat ijin tinggal di Belanda karena mengaku 
bekerja untuk sebuah perusahaan Belanda dan karena itu dianggap sebagai migran 
berpengetahuan. Tapi lucunya, mereka tidak datang untuk memperkaya ekonomi 
Belanda, tapi menggunakan Belanda sebagai tempat tinggal cadangan apabila 
mereka mendapat kesulitan di negara asalnya. Demikian tulis harian Algemeen 
Dagblad.

Orang-orang Cina kaya ini membayar total 100.000 euro per orang kepada seorang 
pria asal Rotterdam, yang kemudian mengurus perusahaan tempat bekerja, alamat 
dan berkas-berkas penting lainnya di Belanda. Mereka sendiri hanya datang 
beberapa hari di Belanda untuk mengurus surat-surat ke polisi dan ke IND, dinas 
imigrasi Belanda. Setelah itu terbang lagi ke Cina.

Insperktur imigrasi Belanda tidak sengaja menemukan kasus penggelapan tersebut 
ketika mereka melakukan pengecekan tahunan. Ternyata alamat yang diberikan 
hanyalah kotak pos dan perusahaan tempat mereka kerja hanya ada di atas kertas. 
Menurut dinas imigrasi Belanda sejak 2006 telah bebebrapa ratus warga Cina yang 
berduit mendapatkan ijin tinggal di Belanda dengan cara ini.

Saat ini sang perantara di Rotterdam telah ditangkap. Menurut direktur dinas 
imigrasi Belanda kasus pemalsuan ini unik, dan sebelumnya hanya ditemukan di 
Amerika serta Australia. Demikian Algemeen Dagblad.

Halaman kolom The Wall Street Journal menulis, dugaan bahwa pejabat kelas 
menengah Gayus Tambunan mendapat perlakukan khusus untuk menjaga agar dia tidak 
menyebut nama-nama atasannya yang korup, dan klien-kliennya yang ogah membayar 
pajak. Tapi ada banyak contoh lain yang bisa disamakan dengan kasus Gayus di 
Indonesia. 

Tommy Soeharto, putra bungsu almarhum Presiden Soeharto yang dipenjara 15 tahun 
karena membunuh hakim agung. Tommy menikmati masa tahanan yang penuh 
kemewahandan bahkan menggunakan helikopter untuk membawanya dari rutan ke 
lapangan golf.

Yang membedakan dulu dan sekarang adalah penyatuan antara pemerintah dan 
bisnis. Di jaman Soeharto, para pebisnis perlu menyuap politisi untuk 
mendapatkan kemudahan, dan karena itu membayar mereka dalam berbagai bentuk. 
Sementara sekarang sejumlah pebisnis justru terlibat langsung dalam politik, 
baik dengan mencalonkan diri sendiri atau mendanai partai-partai politik.

Indonesia akan bisa disamakan dengan Filipina, di mana demokrasi dipimpin oleh 
sekelompok kecil keluarga yang memegang kekuasaan baik di politik maupun di 
ekonomi. Memang masih ada sejumlah tahapan sebelum Indonesia benar masuk ke 
jurang kleptokrasi ala Filipina ini. Tapi apabila Presiden SBY tetap membiarkan 
badan hukum dan polisi semakin rusak, maka pertahanan terakhir adalah amukan 
rakyat yang akhirnya bisa menjatuhkan pemerintah. 

Menurut Wll Street Journal kemarahan rakyat itu semakin berkembang di 
Indonesia. Sekian tinjauan pers.


* BRUSSEL TERTARIK KERJASAMA PEMBANGUNAN ALA BELANDA

Negara-negara berkembang yang saling membantu. Awalnya, mereka masih 
mendapatkan sedikit bantuan dari luar. Tapi selanjutnya, mereka harus berdiri 
atas kaki sendiri. Ide Belanda ini ternyata berjalan sangat bagus, sehingga 
kemungkinan dijadikan contoh untuk penanganan baru Eropa dalam pemberian 
bantuan pembangunan. Laporan Thijs Westerbeek. 

Apa yang disebut proyek South-South Cooperation dimulai sepuluh tahun silam. 
Belanda sebagai penggagas. Tiga negara di belahan selatan bumi bergabung di 
dalamnya: Costa Rica di Amerika Latin, Benin di Afrika dan Bhutan di Asia. 
Proyek menghasilkan 34 kegiatan di mana negara-negara bersangkutan saling 
membantu melalui pelbagai cara. Miriam van Reisen, direktur organisasi 
pembangunan Eropa EEPA:

"Contoh bagus adalah bahwa Benin mengajarkan petani Costa Rica bagaimana bisa 
memproduksi serangga yang dapat dimakan dan kemudian memperkenalkannya kepada 
masyarakat. Serangga ini sangat bergizi, mengandung banyak zat penting dan bisa 
diproduksi secara murah. Cara tersebut ternyata sukses. Ini menarik karena di 
sini juga berperan aspek budaya dari apa yang ingin dimakan orang."

Tapi justru karena serangga bagian dari makanan sehari-hari Benin, dan karena 
rakyat di sana sama-sama miskin, petani Costa Rica mau menerima nasehat 
rekannya dari Afrika. 

Beras merah
Seterusnya, Costa Rica mengajarkan petani Benin pembudidayaan nanas organik. 
Negara peserta ketiga, Buthan memperkenalkan 'beras merah' di Costa Rica. 
Penanaman padi beras merah sangat mudah dan menguntungkan. Penanganan seperti 
ini menghasilkan ratusan lowongan kerja dan meningkatkan penghasilan rakyat. 

Nilai tambah
Hari-hari mendatang pemerintahan di Brussel memutuskan bagaimana selanjutnya 
dengan investasi Uni Eropa dalam bentu-bentuk baru kerja sama pembangunan. 
Menurut Miriam van Riesen metoda 'South-South' menjadi butir agenda penting. 
'Metoda itu dianggap memiliki nilai tambah dan merupakan cara sangat efektif 
dalam pemakaian dana bantuan."

Menurut Direktur EEPA, semangat Brussel bukan hanya berkat murahnya bentuk 
kerja sama ini, melainkan lebih merupakan tanda 'perkembangan gaya baru', di 
mana dijalin kerja sama langsung dengan masyarakat negara-negara berkembang. 

Berhemat
Juga juru bicara kerja sama pembangunan partai buruh PvdA, Sjoera Dikkers, 
tidak melihat alasan untuk menuduh Uni Eropa bersikap terlalu berhemat, kini 
Brussel begitu terpukau dengan bantuan pembangunan yang 'murah'.

"Saya senang sekali Uni Eropa tertarik dengan proyek pembangunan yang sukses. 
Jika bisa secara murah, itu tentu bagus."

Mati perlahan-lahan
Dana yang disalurkan Belanda untuk proyek, tidak banyak, dibandingkan dengan 
bentuk-bentuk kerja sama pembangunan tradisional. Tapi bantuan Belanda kini 
akan berhenti total. Kendati demikian Van Reisen tidak khawatir proyek akan 
mati perlahan-lahan. Untuk itu, semangat di tiga negara bersangkutan terlalu 
besar, apalagi rasa bangga bahwa mereka melakukan semua sendiri. 

"Ini jelas lain daripada mendatangkan konsultan mahal dari barat untuk 
menceritakan kepada petani miskin apa yang mereka harus rubah. Inisiatif ada 
pada masyarakat sendiri. Inovasi dihasilkan dari pertukaran informasi antar 
negara, yang masing-masing memiliki pengalaman berbeda. Mereka kemudian bisa 
memperkenalkan teknik-teknik lain."

Titik temu
Menurut anggota parlemen Sjoera Dikkers, ini adalah contoh bagus bagaimana 
bantuan pembangunan seharusnya. "Sangat penting negara-negara yang mengajarkan 
sesuatu kepada yang lain, akhirnya bisa menemukan titik temu. Mereka kenal 
masalah yang dialami di negeri sendiri. Dengan demikian lebih mudah menerima 
usulan yang diajukan, karena lebih dipercaya.


* TUNISIA PUNCAK KEBEBASAN

Kolom Mohammed Abdulrahman

Penggulingan yang spektakuler dari rejim diktatorial pimpinan Presiden Zainal 
Abidin Ben Ali di Tunisia, menyebabkan gelombang kejutan di negara-negara Arab 
dan juga dunia. Tidak ada orang yang sebelumnya membayangkan bahwa pemerintahan 
Ben Ali, mantan pejabat intel politik dan telah memerintah selama 23 tahun di 
Tunisia bisa disingkirkan begitu cepat seperti yang terjadi minggu lalu.

Reaksi yang begitu cepat dari rejim-rejim otoriter Arab lainnya dan rakyat 
mereka yang sudah lama ditekan, sangatlah bertolak belakang. 

Bagi generasi muda Arab yang frustrasi karena tidak punya pekerjaan dan tidak 
punya penghasilan, Revolusi Yasmin membangkitkan gelombang harapan baru dan 
memberikan inspirasi akan perubahan yang sangat diinginkan.

puluhan ribu massa turun ke jalan di hampir semua ibukota negara Arab 
menyatakan dukungan mereka akan revolusi Tunisia, dan sekaligus mencoba untuk 
menjatuhkan diktator di negara masing-masing. Sebuah masyarakat sipil yang 
diberi energi dan kekuatan baru untuk menjatuhkan pemerintahan yang otoriter.

Untuk berbagai rejim Arab yang sudah berkuasa bertahun-tahun, revolusi di 
Tunisia adalah peringatan terakhirm bahwa perubahan bisa terjadi, cepat atau 
lambat.


Penyelesaian Jangka Pendek
Berbagai negara Arab akhirnya menawarkan jalan keluar jangka pendek. Para 
demonstran diperbolehkan untuk unjuk rasa menumpahkan kemarahan mereka, 
pemerintah mengumumkan berbagai konsesi ekonomi dan pengamanan diperketat untuk 
mengontrol situasi. Tapi keliahatannya pngawasan itu tidak akan berjalan lama.

Tapi kelihatannya tidak realistis menghadapkan suatu efek domino yang bisa 
menjatuhkan berbagai pemerintahan Arab yang otoriter dalam waktu beberapa 
minggu atau bahkan beberapa bulan mendatang. banyak sekali kendala besar baik 
di tingkay lokal, regional maupun internasional yang mencegah perubahan dalam 
waktu singkat di wilayah ini.


Tembok Berlin
Apa yang terjadi di Tunisia bisa dibandingkan dengan gerakan Solidaritas di 
Gdansk Polandia, yang dimulai dengan proses panjang selama satu dekade dan 
akhirnya bisa menggulingkan pemerintahan komunis, dibandingkan dengan jatuhnya 
Tembok Berlin yang berlangsung dalam waktu singkat. 

Aspek yang paling menarik dari Revolusi Tunisia adalah kaum fundamentalis 
muslim tidak berperan penting membangkitkan dan memimpin pemberontakan 
tersebut. Selain itu mereka juga tidak diharapkan akan punya pengaruh yang 
berarti dalam pemerintahan yang baru. Meskipun selama 20 tahun ini Presiden ben 
Ali menakut-nakuti dan mengancam pemerintah Barat bahwa satu-satunya alternatif 
dari rejimnya yang korup adalah pemerintah dipimpin Islam radikal di Tunisia.

Lancar
Warisan dari 55 tahun pemerintahan sekuler, tidak memberikan ruang yang cukup 
bagi pihak fundamentalis untuk mengambil-alih kekuasaan di Tunisia yang jelas 
sangat ke Barat. Ekonomi negara itu yang cukup sehat, walaupun korupsi keluarga 
Ben Ali yang luar biasa, serikat buruh yang cukup rapih dan angkatan bersenjata 
yang meskipun jumlahnya kevil tapi profesional dan a-politik. Itu semua 
memungkinkan tansisi pemerintah yang berjalan lancar.


* MUSLIM SINGAPURA TUNTUT PERSAMAAN HAK

Mantan perdana menteri Singapura menulis buku yang didalamnya mendesak warga 
muslim di negara itu untuk menjadi Islam yang moderat dan lebih berintegrasi di 
masyarakat Singapura. Farish Noor, pakar Islam dan politik di Universitas 
Singapura mengatakan, masyarakat muslim di Singapura adalah minoritas kecil 
yang sebenarnya menuntut persamaan hak. Jadi ini bukan masalah agama, tapi 
masalah sosial dan ekonomi. Ikuti penjelasannya kepada Radio Nederland

Menurut farish Noor masalah integrasi itu tidak hanya menyangkut masyarakat 
muslim. Dalam konteks Singapura, komunitas muslim itu adalah komunitas 
keturunan Melayu dan segelintir kecil India-muslim. Soal integrasi adalah suatu 
proses dua arah. Memang komunitas muslim perlu berintegrasi dengan ummat dari 
golongan lain tapi demikian pula sebaliknya, penting bagi komunitas lain untuk 
berintegrasi dengan orang muslim di Singapura. 

Kondisi sosial di Singapura, hubungan antara komunitas Cina, Melayu dan India 
dan juga antar agama, dilihat dari jarak jauh kelihatan stabil dan harmonis, 
tapi masih ada pendapat atau prasangka yang populer diantara mereka. Dari sisi 
pengertian antar agama atau realitas hidup antar komunitas boleh dibilang 
sempit.

Mengapa tiba-tiba Lee Kuan Yew mengangkat masalah ini? Ikuti penjelasan Farish 
Noor di bawah ini.


* KEMBALI DARI KUNDUZ UNTUK MENGHADAP PARLEMEN

Bette Dam

Akankah Belanda mengirim pelatih polisi ke Kunduz? Pekan ini, parlemen Belanda 
membahas misi baru ke Afghanistan itu. Hasilnya tak bisa diperkirakan. Para 
pakar bertemu dengan anggota parlemen Senin(24/01) untuk memberi informasi 
mengenai situasi di wilayah tersebut. Yang juga termasuk dalam daftar tersebut 
adalah koresponden Radio Nederland di Kabul, Bette Dam.

Di Afghanistan, belum sampai dua hari kembali dari provinsi Kunduz, saya 
mendapat telepon dari Kementerian Luar Negeri. Halo Ibu, terdengar suara santun 
di seberang, kami ingin mengundang Anda untuk menghadiri dengar pendapat dengan 
parlemen mengenai rencana mengirimkan misi baru ke Afghanistan.

Tiga hari kemudian, saya sampai di bandara Schiphol, sibuk bertelepon dengan 
ponsel untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan awal mengenai situasi di Kunduz. 
Setelah itu, panggilan telepon lainnya susul-menyusul, mereka haus berita dari 
lapangan: bagaimana pendapat penduduk di sana mengenai negara mereka, apa yang 
mereka inginkan dari Belanda, dan terutama: apa pendapat Anda sendiri tentang 
misi itu?

Garuk kepala
Saya langsung bersemangat memikirkan apa yang harus dilakukan. Di Afghanistan 
sendiri, suasananya tidak jauh beda. Di sana juga timbul kebingungan, banyak 
yang tidak tahu serta bimbang mengenai apa yang terbaik bagi Afghanistan. Ada 
saat-saat ketika orang sama sekali tidak tahu. Termasuk masyarakat 
internasional yang makin sering garuk-garuk kepala. Tidaklah mengherankan 
apabila parlemen Belanda jungkir balik mengenai hal ini. Sepuluh tahun sejak 
campur tangan Barat di Afghanistan, negara itu tidak jadi lebih aman dan banyak 
ambisi, seperti demokrasi serta hak-hak perempuan, yang tidak terwujud. 

Saya masih ingat dengar pendapat tahun 2006 mengenai Uruzgan. Apa yang 
diketahui anggota parlemen sangat terbatas. Tidak seorang wartawan pun, yang 
pernah berada di sana, bisa memberi laporan rinci. Ketika saya bergabung dengan 
para anggota parlemen Senin (24/01), nadanya sudah berbeda. Politisi mengajukan 
topik-topik yang sangat peka dan penting di Afghanistan, terkadang menyebabkan 
menteri dalam negeri Afghanistan gelagapan. Ia ditanya: kenapa Anda mengangkat 
komandan polisi Kunduz? Dia kabarnya memiliki milisi sendiri dan hanya 
memikirkan diri sendiri. Kenapa komandan itu tidak datang ke sini padahal ia 
diundang ke Den Haag?

Saya rasa sang menteri tidak pernah menghadapi situasi seperti ini di 
negara-negara anggota NATO lainnya. Di sana patriotisme yang berbicara, 
prajurit diasumsikan mendukung pemerintahan Karzai. Apalagi, di tempat lain 
orang tidaklah blak-blakan seperti di Belanda. 

Tidak hanya kirim militer
Pertanyaan kritis tidaklah datang dari Partai Kiri Hijau Groenlinks atau Partai 
Demokrat D66, tapi justru dari partai pemerintah kristen-demokrat CDA dan 
partai kanan populis PVV. Demikian menurut penentang misi baru di Afghanistan. 
Yang dominan adalah kesadaran bahwa masalah di Afghanistan tidak akan 
terselesaikan hanya dengan mengirim sejumlah besar tentara.

Sebaliknya, kata direktur Cordaid, LSM yang mendapat dana paling banyak dari 
kementerian luar negeri: kalau Anda kirim militer juga, mereka hanya akan sibuk 
melatih polisi, kami tidak akan datang. Misi di Uruzgan mendapat dukungan penuh 
Cordaid, tapi untuk Kunduz sama sekali tidak. "Pastikan bahwa pemerintahan 
berfungsi dan kirim diplomat  - bukannya militer," kata direktur Cordaid Rene 
Grotenhuis.

Sementara, saya makin gelisah. Di depan saya duduk sepuluh anggota parlemen 
yang semuanya boleh bertanya. Apakah saya akan mampu memberi gambaran yang 
jelas mengenai kekacauan yang mendominasi Afghanistan?

Pertanyaannya ternyata lebih politis dari yang saya duga: seberapa baikkah 
prestasi Belanda di Uruzgan? Apakah orang Afghan bisa dipercaya atau justru 
tidak bisa? Terus terang, saya lupa pertanyaan yang diajukan Partai Kiri Hijau. 
Pasti menegangkan.

Sekarang, sehari sesudahnya, menurut saya, dengar pendapat itu berlangsung 
kritis dan oleh karena itu memberi gambaran lebih realistis tentang apa yang 
masih bisa dicapai di Kunduz - ketimbang apa yang diharap para pendukung misi 
ke Kunduz. Saat ini tinggal menunggu hasil debat parlemen Kamis (27/01) 
mendatang.


* NAIK BANDING MALAH DIHUKUM LEBIH BERAT

Hau Yuan Tyng, perempuan Malaysia berusia 45 tahun, dijatuhi hukuman 11 tahun 
penjara dengan tuduhan menyiksa Siti Hajar, seorang tkw asal Indonesia.  
Sebelumnya, janda dua anak tersebut dijatuhi hukuman 8 tahun penjara. Namun 
setelah naik banding, hukumannya justru diperberat menjadi 11 tahun penjara. 
Pengacara Hau mengatakan dirinya cuma jadi  korban perseteruan Indonesia - 
Malaysia dan hukuman dijatuhkan untuk menyenangkan pemerintah Indonesia. Apa 
benar demikian? RNW berbincang dengan Nalini, aktivis kelompok HAM Shuaram 
Malaysia.

Nalini mengatakan, pengadilan memang memutuskan Hau Yuan Tyng bersalah menyiksa 
dan tidak menghormati Siti Hajar sebagai manusia dan pekerja dan justru 
memperlakukan pembantunya itu seperti manusia kelas kedua.  Menurut Nalini, hal 
ini memang diperlukan. Hukum berat memang sepantasnya dijatuhkan bagi mereka 
yang melakukan pencabulan HAM, terutama bagi para pekerja domestik, dalam hal 
ini TKW asal Indonesia. Di Malaysia memang tidak ada hukum yang melindungi 
hak-hak pekerja dari luar negeri, terutama para pembantu rumah tangga.

Ketika ditanya, apakah hukuman ini hanya untuk menyenangkan pemerintah 
Indonesia saja? Nalini menjawab, biarpun demikian, tetap saja hukuman ini 
dipandang perlu. Apalagi sistem peradilan Malaysia juga sering dikatakan gagal, 
justru biasanya para majikan ini sering lolos dari hukuman, atau mendapat 
hukuman terlalu ringan. 

Tapi sekali lagi Nalini menekankan, hukuman bagi para pelaku saja tidak akan 
menyelesaikan masalah. Menurutnya, permasalahan ada pada kurangnya 
Undang-undang yang melindungi hak para pekerja asing, terutama yang bekerja 
sebagai pembantu rumah tangga. Nalini, bersama kelompoknya Shuaram, senantiasa 
menuntut pemerintah Malaysia, untuk bersama-sama dengan pemerintah Indonesia 
menegakkan hukum dan mempererat kerja sama dalam hal ini, agar tidak ada lagi 
Siti Hajar-Siti Hajar lain di masa depan.


* SBY TAK PERLU KHAWATIR LAGI BERKUNJUNG KE BELANDA

Tamu-tamu asing datang ke Belanda tidak perlu takut akan diproses hukum.  Menlu 
Belanda Uri Rosenthal akan menyelidiki kemungkinan hukum untuk itu. Demikian 
tertera dalam memo rahasia yang dilaporan oleh reporter organisasi penyiaran 
KRO Rabu (26/01).

Tindakan menlu Belanda ini didorong oleh kasus batalnya kunjungan presiden RI 
Susilo Bambang Yudhoyono beberapa saat silam gara-gara RMS. RMS menuntut agar 
SBY diadili, kalau ia berkunjung ke Belanda. Akhirnya kunjungan itu dibatalkan. 
RMS juga melakukan hal yang sama terhadap mantan menlu RI Hassan Wirajuda. 
Namun mantan diplomat RI ini tetap berkunjung juga ke Belanda.

Kasus-kasus seperti itu mempersulit posisi pemerintah Belanda. Untuk memelihara 
hubungan baik antar kedua negara, sangat penting bahwa seorang pemimpin negara 
bisa diterima sebagai tamu dengan baik. Demikian ditulis Esther Rosenberg, 
redaktur NRC Handelsblad.

Dalam memo rahasia itu antara lain ada saran untuk membuat UU yang memungkinkan 
negara memberi imunitas. Selain itu negara bisa berusaha mempengaruhi proses 
peradilan dan vonis sehingga seminimal mungkin berpengaruh secara politik.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke