--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 27 Januari 2011 13:30 UTC ** HARIMAU LANGKA INDONESIA LAHIRKAN 3 ANAK ** SEJUMLAH PENERBANGAN KE BALI BATAL ** SBY: STABILITAS PANGAN PENTING ** BERITA MITRA: GARUDA MENENGOK KE KIRI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SEKS DAN PERANG: TENTARA BELANDA ASEKSUAL ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SHELL DI NIGERIA: NGGAK MAU ATAU NGGAK BISA? ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BELANDA COBA JAMIN IMUNITAS TAMUNYA SEMENTARA ** TINJAUAN PERS: MAMPUKAH BELANDA LINDUNGI TAMU ASING? * HARIMAU LANGKA INDONESIA LAHIRKAN 3 ANAK Seekor harimau Sumatra melahirkan 3 anak harimau di kebun binatang Taman Rimba, Jambi. Sebenarnya harimau melahirkan 4 anak, namun seekor mati tidak berapa lama setelah lahir. Harimau Sumtara ini termasuk spesies terancam punah dan sangat dilindungi. Saat ini tercatat 400 harimau Sumatra hidup di Indonesia. Kedua induk macan, Peter dan Uni, adalah pindahan dari kebun binatang Ragunan Jakarta. Menurut kepala dinas pariwisata provinsi Didi Wuryanto, merawat harimau bukan hal mudah dan berkat usaha para pegawai kebun binatang, ada harapan baru dalam meningkatkan jumlah populasi harimau. Salah satu masalah utama habitat kehidupan liar Indonesia adalah bentrok manusia dengan hewan, terutama diakibatkan manusia yang semakin dalam merambah ke kawasan hutan liar. * SEJUMLAH PENERBANGAN KE BALI BATAL Sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke Bali akibat abu vulkanik. Abu vulkanik ini adalah akumulasi dari sejumlah gunung berapi yang aktif sejak November tahun lalu di Jawa, antara lain Gunung Bromo. Yang menunda atau mengalihkan rute penerbangan antara lain Air France-KLM, Cathay Pacific, Jetstar, ValueAir, dan Virgin Blue. Yuli Sadoso, seorang pejabat bandara udara Bali, mengatakan sekitar 1300 penumpang terkena dampak pembatalan penerbangan ini. * SBY: STABILITAS PANGAN PENTING Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan kestabilan pangan harus jadi prioritas kunci G20. Menurutnya, harga makanan yang terus melonjak bisa menyebabkan kerusuhan. Demikian presiden SBY dalam pertemuan di World Economic Forum di Davos, Swiss. Harga sereal misalnya, mencapai rekor di tahun 2008 dan menyebabkan krisis pangan serta kerusuhan di sejumlah negara Afrika, Haiti dan FIlipina. Demonstrasi belum lama ini termasuk di Tunisia dan Aljazair, sebagian disebabkan oleh semakin meningkatnya harga pangan. SBY juga menambahkan, pertumbuhan ekonomi dan sosial Asia sedang berkembang pesat dan minta dunia internasional tidak hanya melihat Cina Jepang atau India ketika membicarakan Asia, tapi juga Indonesia dan ASEAN. * CARREFOUR CINA KETAHUAN MENIPU Perusahaan ritel Carrefour minta maaf akibat menipu konsumen di Cina. 11 cabang perusahaan di Cina ketahuan menagih konsumen lebih banyak dari seharusnya atas sejumlah barang. Perusahaan menawarkan mengembalikan sebanyak lima kali lipat perbedaan antara harga label dan harga yang diminta. Penyidikan juga menangkap basah 3 toko Wal Mart di Cina, raksasa eceran lainnya, menipu konsumen dengan menaikkan harga. Perusahaan mengelak melakukan hal tersebut. Banyak toko bertindak 'nakal' menjelang Tahun Baru Cina, dimana masyarakat berbondong-bondong berbelanja keperluan untuk hari raya tersebut. Pemda setempat memerintahkan Carrefour dan Wal Mart membayar denda dan mereka berencana menyita pendapapatan yang didapat dari hasil mencurangi harga tersebut. * DEMONSTRASI MESIR: SERIBU DITANGKAP Sekurangnya seribu orang ditangkap di Mesir sejak gelombang protes menentang Presiden Hosni Mubarak yang berawal Selasa lalu. Ini adalah protes paling serius selama pemerintahan Mubarak 30 tahun terakhir. Pasukan keamanan disiagakan di pusat kota Kairo. Enam orang tewas dan puluhan lainnya cedera dalam protes atas pemerintah yang belum pernah terjadi ini. Protes dimotori gerakan pro-demokrasi 6 April. Mereka minta rakyat Mesir tetap melakukan unjuk rasa. Demonstrasi Mesir ini terinspirasi protes sejenis di Tunisia yang akhirnya menggulingkan pemerintahan Presiden Zine El Abidine Ben Ali. Kairo mendapat tekanan dunia internasional untuk mendengarkan tuntutan para pengunjuk rasa dan semua pihak diminta menahan diri setelah polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk menghalau para demonstran. * THAILAND:TIDAK ADA ANCAMAN KUDETA Pemerintah Thailand mengingkari klaim oposisi yang mengatakan adanya kudeta militer di tengah-tengah protes jalanan yang semakin marak. Wakil perdana menteri Suthep Thaugsuban menolak tuduhan bahwa tentara bersiap untuk turun tangan dalam politik Thailand. Tapi dia mengaku memang ada pihak-pihak yang mendukung gerakan militer. Pihak pemerintah merespon pernyataan seorang anggota DPR yang mengaku punya informasi tentang pertemuan para pimpinan militer merencanakan kudeta belum lama ini. Hal ini pun diingkari juru bicara tentara. Menurut anggota DPR tersebut, gerakan berusaha menggulingkan Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva, menyusul protes yang baru terjadi oleh gerakan nasionalis Kaus Kuning, yang resminya adalah Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD). Anggota gerakan ini mendirikan tenda di luar kantor pusat pemerintah di Bangkok sejak Selasa (25/1) dan berunjuk rasa atas cara penanganan konflik perbatasan dengan Kamboja. Mereka mengatakan akan tetap tinggal di sana. * JATUH DARI PENCAKAR LANGIT, 10 TEWAS Sepuluh pekerja konstruksi Filipina tewas akibat jatuh dari lantai 28 sebuah gedung pencakar langit yang sedang dalam pembangunan di ibukota, Manila. Mereka ini sedang bekerja di sisi luar apartemen dan perkantoran mewah tersebut ketika kabel gantungan gondola mereka putus. Kejatuhan mereka tertahan sebuah pinggiran sempit di lantai 7. Seorang pekerja selamat walaupun kondisinya belum diketahui secara pasti. * BBC HAPUS GELOMBANG PENDEK Stasiun radio BBC mengumumkan menutup 5 layanan bahasa asingnya, menutup layanan radio untuk 7 bahasa lain dan menghapus 650 posisi, karena harus mengadakan penghematan drastis. Penghematan ini juga merupakan konsekuensi dari penghematan besar-besaran yang dilakukan pemerintah Inggris. Ketujuh layanan bahasa asing yang akan dihentikan adalah Mandarin, Vietnam, Ukraina, Turki, Azeri dan Spanyol untuk Kuba. Selain itu BBC juga menghentikan siaran gelombang pendek dalam bahasa Hindi, Indonesia, Kirgistan, Nepal, dan Swahili. Namun siaran lewat radio FM, internet dan telepon genggam akan tetap berlangsung. Ke-650 pekerjaan yang harus dihapus adalah seperempat dari seluruh karyawan BBC. Perusahaan akan membantu karyawan yang posisinya rentan, termasuk warga Iran, yang akan kehilangan ijin tinggal jika terkena PHK, sementara mereka terancam dibunuh jika kembali ke negara asal. * MISI PELATIHAN AFGHANISTAN BELANDA Kabinet Belanda bersedia membuat konsesi untuk membujuk pihak oposisi mendukung rencana pelatihan di Kunduz, Afghanistan. Usulan yang ada sekarang, yaitu pelatihan selama 6 minggu, akan diperpanjang menjadi 16 atau 18 minggu. Pemerintah Belanda minta garansi dari Kabul bahwa para petugas polisi yang baru selesai pelatihan tidak akan menjadi perpanjangan tangan tentara. Partisipasi Belanda dalam pelatihan akan ditunda jika garansi tidak diberikan, dan batal jika perjanjian dilanggar. Menlu Uri Rosenthal juga menjanjikan satu dari lima ahli hukum yang dikirim ke Kunduz akan berkonsentrasi pada posisi agama minoritas seperti Kristen. Den Haag juga akan menyelidiki apakah kepala polisi Kunduz bersalah dalam tuduhan korupsi. Partai Buruh dan Partai Sosialis, yang menentang keras usulan mengatakan Belanda tidak mungkin mendapat garansi semacam itu dan keputusan semuanya di tangah Afghanistan. * VAN DER SAAR AKAN PENSIUN Kiper Manchester United asal Belanda, Edwin van der Sar mengumumkan akan pensiun dari sepak bola akhir musim kompetisi mendatang. Kiper berusia 40 tahun tersebut mengatakan akan mencurahkan waktu dan perhatian untuk keluarganya. Tahun ini adalah tahun ke-21 Van der Saar berkarir di sepak bola profesional. Bersama Ajax (1995) dan Manchester United (2008) dia memenangkan antara lain gelar juara Liga Champion. Pada perpisahannya dengan timnas Belanda tahun lalu, dia dianugerahi gelar ksatria Orde Oranje-Nassau. * USIA PENSIUN SPANYOL 67 Pemerintah Spanyol mencapai persetujuan dengan serikat buruh tentang peningkatan batas usia pensiun di negara tersebut. Demikian diumumkan tanpa detil lebih lanjut. Pemerintah ingin meningkatkan batas usia pensiun dari 65 menjadi 67. Kabinet mendukung hal ini, namun serikat buruh sebagian besar menentang. Menurut media Spanyol, serikat buruh akhirnya setuju dengan syarat, mereka yang sudah bekerja selama 38,5 tahun, diijinkan pensiun pada usia 65 tahun dan mendapat uang pensiun penuh. * AKTIVIS GAY UGANDA DIBUNUH Seorang aktivis gay Uganda yang nama dan fotonya dimuat di sebuah tabloid anti homo tahun lalu, dibunuh di rumahnya di pinggiran Kampala. David Kato adalah aktivis gerakan Minoritas Seksual Uganda. Nama dan fotonya dimuat dalam tabloid Rolling Stone dalam artikel yang minta para pembaca menggantung para aktivis hak-hak kaum homo. Kelompok-kelompok HAM minta polisi Uganda segera menginvestigasi pembunuhan. Setelah nama dan fotonya dimuat di tabloid tersebut, Kato dan dua lainnya berhasil menuntut koran atas pelecehan nama baik dan koran dilarang melecehkan kaum gay. * BERITA BURSA Nilai tukar valas: 1.00 EUR = 1.36846 USD 1.00 EUR = 12,350.39 IDR 1.00 USD = 9,025.00 IDR * GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEMBALI DARI KUNDUZ UNTK MENGHADAP PARLEMEN KEMBALI DARI KUNDUZ UNTK MENGHADAP PARLEMEN Akankah Belanda mengirim pelatih polisi ke Kunduz? Pekan ini, parlemen Belanda membahas misi baru ke Afghanistan itu. Hasilnya tak bisa diperkirakan. Para pakar bertemu dengan anggota parlemen Senin(24/01)untuk memberi informasi mengenai situasi di wilayah tersebut. Yang juga termasuk dalam daftar tersebut adalah koresponden Radio Nederland di Kabul, Bette Dam. Di Afghanistan, belum sampai dua hari kembali dari provinsi Kunduz, saya mendapat telepon dari Kementerian Luar Negeri. Halo Ibu, terdengar suara santun di seberang, kami ingin mengundang Anda untuk menghadiri dengar pendapat dengan parlemen mengenai rencana pengiriman misi baru ke Afghanistan. Tiga hari kemudian, saya sampai di bandara Schiphol, sibuk bertelepon dengan ponsel untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan awal mengenai situasi di Kunduz. Setelah itu, panggilan telepon lainnya susul-menyusul, mereka haus berita dari lapangan: bagaimana pendapat penduduk di sana mengenai negara mereka, apa yang mereka inginkan dari Belanda, dan terutama: apa pendapat Anda sendiri tentang misi itu? Garuk kepala Saya langsung bersemangat memikirkan apa yang harus dilakukan. Di Afghanistan sendiri, suasananya tidak jauh beda. Di sana juga timbul kebingungan, banyak yang tidak tahu serta bimbang mengenai apa yang terbaik bagi Afghanistan. Ada saat-saat ketika orang sama sekali tidak tahu. Termasuk masyarakat internasional yang makin sering garuk-garuk kepala. Tidaklah mengherankan apabila parlemen Belanda jungkir balik mengenai hal ini. Sepuluh tahun sejak campur tangan Barat di Afghanistan, negara itu tidak jadi lebih aman dan banyak ambisi, seperti demokrasi serta hak-hak perempuan, yang tidak terwujud. Saya masih ingat dengar pendapat tahun 2006 mengenai Uruzgan. Apa yang diketahui anggota parlemen sangat terbatas. Tidak seorang wartawan pun, yang pernah berada di sana, bisa memberi laporan rinci. Ketika saya bergabung dengan para anggota parlemen Senin (24/01), nadanya sudah berbeda. Politisi mengajukan topik-topik yang sangat peka dan penting di Afghanistan, terkadang menyebabkan menteri dalam negeri Afghanistan gelagapan. Ia ditanya: kenapa Anda mengangkat komandan polisi Kunduz? Dia kabarnya memiliki milisi sendiri dan hanya memikirkan diri sendiri. Kenapa komandan itu tidak datang ke sini padahal ia diundang ke Den Haag? Saya rasa sang menteri tidak pernah menghadapi situasi seperti ini di negara-negara anggota NATO lainnya. Di sana patriotisme yang berbicara, prajurit diasumsikan mendukung pemerintahan Karzai. Apalagi, di tempat lain orang tidaklah blak-blakan seperti di Belanda. Tidak hanya kirim militer Pertanyaan kritis tidaklah datang dari Partai Kiri Hijau Groenlinks atau Partai Demokrat D66, tapi justru dari partai pemerintah kristen-demokrat CDA dan partai kanan populis PVV. Demikian menurut penentang misi baru di Afghanistan. Yang dominan adalah kesadaran bahwa masalah di Afghanistan tidak akan terselesaikan hanya dengan mengirim sejumlah besar tentara. Sebaliknya, kata direktur Cordaid, LSM yang mendapat dana paling banyak dari kementerian luar negeri: kalau Anda kirim militer juga, mereka hanya akan sibuk melatih polisi. Kami tidak akan datang. Misi di Uruzgan mendapat dukungan penuh Cordaid, tapi untuk Kunduz sama sekali tidak. "Pastikan bahwa pemerintahan berfungsi dan kirim diplomat - bukannya militer," kata direktur Cordaid Rene Grotenhuis. Sementara, saya makin gelisah. Di depan saya duduk sepuluh anggota parlemen yang semuanya boleh bertanya. Apakah saya akan mampu memberi gambaran yang jelas mengenai kekacauan yang mendominasi Afghanistan? Pertanyaannya ternyata lebih politis dari yang saya duga: seberapa baikkah prestasi Belanda di Uruzgan? Apakah orang Afghan bisa dipercaya atau justru tidak bisa? Terus terang, saya lupa pertanyaan yang diajukan Partai Kiri Hijau. Pasti menegangkan. Sekarang, sehari sesudahnya, menurut saya, dengar pendapat itu berlangsung kritis dan oleh karena itu memberi gambaran lebih realistis tentang apa yang masih bisa dicapai di Kunduz - ketimbang apa yang diharap para pendukung misi ke Kunduz. Saat ini tinggal menunggu hasil debat parlemen Kamis (27/01) mendatang. * GARUDA MENENGOK KE KIRI Kalender dengan lambang Garuda terbalik. "Seharusnya menengok ke kanan, tapi di kalender itu justru menengok ke kiri." Demikian Yulva Savitri dari Bonansa FM, stasiun mitra Radio Nederland di Kediri, Jawa Timur. Keluarga Bupati Kediri, Haryanti Sutrisno, tahun 2011 ini mengeluarkan kalender keluarga. Setelah ada yang mencermati lambang Garuda terbalik, kekeliruan itu langsung disampaikan kepada Humas Kabupaten Kediri. Tidak disengaja Kepala bagian Humas, Edi Purwanto mengatakan itu hanyalah unsur ketidaksengajaan dan ratusan ribu eksemplar yang sudah dibagikan kepada masyarakat tidak perlu ditarik. Menurutnya toh masyarakat akan memaklumi bahwa itu sesuatu yang tidak disengaja. Namun kemudian ada seorang pakar hukum lokal di Kediri yang menganggap itu sesuatu yang bukan sepele, karena menyangkut lambang negara. Hal itu bisa dipidanakan. Sebaiknya kalender ditarik dan Bupati meminta maaf tentang kekeliruan itu. Bola panas Juga dari Dewan Kabupaten muncul suara-suara yang mengatakan kejadian itu bisa saja merupakan sabotase dari lawan politik untuk menjatuhkan Bupati. Hingga saat ini masih menjadi bola panas yang terus bergulir. Sementara pihak Humas Kabupaten Kediri mengatakan akan membagikan stiker untuk ditempel di atas lambang Garuda di kalender yang sudah terlanjur dicetak itu. Tidak memperhatikan Kekeliruan lambang Garuda, pertama-tama ditemukan oleh para reporter Kediri. Namun, cerita Yulva Savitri dari Bonansa FM, masyarakat sendiri juga tidak begitu memperhatikan, bahwa lambang Indonesia seharusnya menengok ke kanan bukan ke kiri. Masyarakat tidak secermat itu melihatnya. Dengarkan wawancara di: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/garuda-menengok-ke-kiri * SEKS DAN PERANG: TENTARA BELANDA ASEKSUAL Sebastiaan Gottlieb Perang dan seks berhubungan erat. Semua orang tahu, tentara punya kebutuhan seks. Namun hal itu tidak dibicarakan. Toh, walau tabu, Museum Nasional Perang dan Perlawanan di Overloon menggelar pameran soal tentara dan seks: Mars en Eros. Dalam pameran tersebut, misalnya terlihat bahwa tentara Jerman bisa gratis ke pelacuran selama Perang Dunia II. Namun bagaimana dengan tentara Belanda di Afghanistan? Seks tak terlihat di sana. Dan tak pernah dibicarakan. Di etalase museum perang tersebut terdapat voucher tua bekas kunjungan ke pelacuran. Voucher itu milik tentara-tentara Jerman pada PD II. Direktur museum Erik van den Dungen bangga dengan akuisisi ini. "Mereka menerima voucher, dan di sana tertera: 'Anda ditunggu di pelacuran pada hari ini, jam segini. Di kamar ini, dengan nona ini.' Dan dalam waktu singkat mereka diharapkan bisa menyalurkan nafsu. Walaupun memakai kondom seperti yang diharuskan, para tentara tetap harus dikontrol, apakah mereka tertular penyakit kelamin." Pameran ini tidak mengangkat peran seks di kalangan tentara Belanda saat ini. Direktur Van Dungen sengaja tidak menyoal masalah peka itu. Ia tak ingin menempatkan tentara yang baru pulang perang dalam konteks tersubut. Mereka pasti tak suka, apalagi pasangan mereka. Ketua persatuan militer AFMP, Wim van den Burg, berkomentar jelas soal hal itu. "Kami punya tentara ultra modern, namun aseksual," katanya. "Dengan kata lain: saat ini tak ada fasilitas apa pun untuk seks, juga tidak selama misi. Dulu ada pelacuran yang diorganisir oleh tentara. Sekarang, tak ada hal macam itu di Kementrian Pertahanan." Menurut Wim, tak ada panduan untuk menyalurkan kebutuhan seksual di kalangan tentara. Prinsipnya, don't ask, don't tell. Satu-satunya pedoman adalah, berhubungan dengan bawahan tidak diperbolehkan. "Kami telah melihat di Bosnia bahwa ada tentara yang berhubungan dengan gadis-gadis setempat. Ada juga hubungan yang bertahan lama." Kebutuhan seksual di kalangan tentara lebih besar ketimbang profesi lain. Ini berhubungan dengan sifat pekerjaannya. Seringkali tentara adalah anak-anak muda yang jauh dari rumah dan bekerja di bawah tekanan tinggi. Karena itulah, mereka punya kebutuhan lebih besar untuk melampiaskan kebutuhan seksual. Mayor Niels Roelen mengalaminya sendiri selama misi di Afghanistan. "Tak lama selepas pertarungan hebat saya selalu punya dorongan seks besar." Menurut seorang psikolog yang kemudian ditemui Roelen, itu adalah reaksi alami tubuh ketika ketakutan. Dari tes psikologis terlihat bahwa tubuh memproduksi banyak testosteron karena punya kebutuhan bereproduksi ketika ketakutan. Jadi, rasa takut punya efek samping erotis yang jelas. Di seluruh dunia banyak perempuan diperkosa oleh tentara. Itu juga ada hubungannya dengan dorongan seks yang diakibatkan perang. Erik van den Dungen dari museum Overloon terang-terangan soal itu. "Orang yang menang akan merayakan kemenangannya dengan cara tertentu. Biasanya perempuan yang jadi korban. Itu terlihat jika kita menyimak berita soal perang di Sudan atau Kongo. Pemerkosaan sudah jadi hal biasa. Itu contoh bentuk penaklukan terhadap kelompok lemah." Militer Belanda tak memusingkan kebutuhan seksual para tentara. Seks dianggap sebagai urusan pribadi. Toh, pada 2006 mantan menteri Annemarie Jorritsma mengusulkan untuk mengirimkan pelacur ke Afghanistan. "Itu akan mengurangi ketegangan seksual para tentara. Selain itu, juga untuk mencegah agar tentara laki-laki tidak mengganggu kolega perempuan mereka," kata Jorritsma di TV. Usulnya disambut kritik. Parlemen di Den Haag, serikat pekerja, bahkan kelompok yang memperjuangkan kepentingan pelacur menentang usul Jorritsma. Niels Roelen mengerti maksud Jorritsma, namun khawatir citra yang salah akan muncul. Tidak hanya bagi publik Belanda, namun juga di kalangan penduduk Afghanistan. "Saya sendiri setuju dengan usulan itu. Menurut saya, lebih baik terang-terangan mengirim pelacur, ketimbang melakukan hubungan seks sembarangan dengan sembunyi-sembunyi. Jika pura-pura tak ada masalah, Anda mungkin akan menghadapi masalah di kemudian hari. Sama seperti yang dihadapi gereja katolik sekarang." * SHELL DI NIGERIA: NGGAK MAU ATAU NGGAK BISA? Philip Smet Shell harus bertanggung jawab, demikian menurut kritisi. Sedangkan perusahaan minyak tersebut berpendapat, Shell telah melakukan usaha terbaik, namun situasi di Nigeria ada hubungannya dengan pemerintah yang gagal dan aksi sabotase. Parlemen Belanda de Tweede Kamer mengadakan dengar pendapat mengenai tambang minyak di Nigeria dan dampaknya terhadap penduduk setempat. "Banyak penduduk Nigeria yang menunggu hasil dengar pendapat ini. Sebagai anggota parlemen, Anda akan punya banyak lawan dari perusahaan-perusahaan besar yang punya banyak uang dan kekuatan. Namun, yang harus diingat adalah, tiap kali mengisi bensin, Anda mengorbankan kesehatan seseorang," kata Sunny Ofehe, dari Hope for the Niger Delta Campaigns. Aktivis Nigeria ini berkata kepada anggota parlemen yang sebenarnya ingin mengajukan pertanyaan kepadanya. Ofehe adalah pendiri Hope for the Niger Delta Campaigns, HNDC. Parlemen Belanda telah memutuskan untuk mengadakan pembicaraan meja bundar mengenai peran Shell di Nigeria selepas pemutaran dokumenter di acara TV Zembla. Kesehatan Menurut Ofehe, perusahaan minyak ini telah mencoba memperbaiki hubungan dengan penduduk setempat. Namun itu tidak cukup. Selama penduduk masih menderita akibat tumpahan minyak dan pembakaran instalasi minyak, ketidakpercayaan terhadap Shell tak akan berkurang, kata Ofehe dan pembicara lainnya. Menurut Shell, seringkali tidak mungkin untuk memperbaiki pipa bocor dan membersihkan kebocoran minyak. Lagipula, sebagian besar kebocoran terjadi akibat sabotase. Menurut wakil direktur Shell Afrika Ian Craig, situasinya amat rumit. "Ini adalah daerah padat penduduk dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi. Daerah ini tak memiliki pengaruh politik dan korupsi ada di mana-mana. Pemerintah daerah juga kekurangan uang. Ini mengakibatkan frustrasi dan kriminalitas. Karena organisasi militan membuat pekerjaan jadi terlalu bahaya, kami terpaksa menutup setengah produksi," kata Craig di parlemen. Kritik Shell menolak pemberian ganti rugi untuk korban jika kebocoran minyak diakibatkan oleh sabotase. Menurut mereka, itu hanya akan memancing aksi sabotase baru. Namun kritisi menyatakan, Shell melebih-lebihkan jumlah sabotase. Berbagai LSM mengkritik sikap perusahaan minyak ini di Nigeria. Shell harusnya menuntut pemerintah untuk lebih keras menghadapi masalah. Shell sendiri juga harus lebih aktif menangani masalah pencemaran lingkungan. Perusahaan ini menolak bersikap terbuka soal hubungan mereka dengan pemerintah Nigeria. Antara rekan bisnis, kepercayaan sangat penting, kata Shell. Amnesty International menuduh bahwa perusahaan minyak ini menindas orang-orang Nigeria. "Dari informan kami di dalam pemerintahan, kami dengar orang-orang takut kepada Shell. Terutama pemerintah lokal tak ingin berbicara soal Shell, kecuali jika dijamin anonimitasnya," kata Audrey Gaughran dari Amnesty International. "Ini harus diselesaikan pada tingkat federal. Namun menurut saya, Shell juga harus bertanggung jawab atas beberapa hal dan tidak hanya menyalahkan pemerintah," kata Gaughran. Kepentingan besar Perusahaan minyak ini menyatakan, situasi di Nigeria sulit dikendalikan. Lalu mengapa Anda tidak meninggalkan negara itu? tanya seorang anggota parlemen. Peter de Wit, presiden-direktur Shell Belanda, menolak kemungkinan ini. "Kami berpendapat, Shell melakukan kerja bagus di Afrika, seringkali dalam keadaan yang sulit. Shell sangat penting di Nigeria: kami adalah sumber pemasukan utama bagi negara tersebut, kami membuka ribuan lapangan pekerjaan dengan upah layak, kami membawa keahlian know-how, pendidikan dan teknologi. Dan kami punya puluhan proyek untuk masyarakat. Beberapa di antaranya sukses besar. Tentu saja, kami juga tetap di Nigeria untuk kepentingan kami sendiri." Selepas pembicaraan meja bundar, anggota parlemen dari partai-partai oposisi - partai sosialis SP, partai sosial-demokrat PvdA dan partai kristen sosial-konservatif ChristenUnie - mengungkapkan kekecewaan mereka. Menurut ChristenUnie, Shell punya kewajiban moral untuk memperbaiki situasi di Nigeria. Partai pemerintah liberal-konservatif VVD menyarankan agar Uni Eropa menyusun aturan dan kebijakan mengenai hal ini. * BELANDA COBA JAMIN IMUNITAS TAMUNYA SEMENTARA Menlu Belanda Uri Rosenthal mencari lubang hukum yang memungkinkan kerja sama dengan kejaksaan dan pengadilan Belanda, agar kepala negara yang menjadi tamu di Belanda tidak diajukan ke pengadilan. Hal itu dilakukan setelah pembatalan kunjungan presiden SBY ke Belanda tahun lalu, menyusul "sidang kilat", diajukan Republik Maluku Selatan. Apakah perlu langkah tersebut dilakukan? Pakar hukum internasional Belanda, Sebastiaan Pompe mengatakan, langkah yang dilakukan menteri luar negeri mengirim catatan ke menteri kehakiman adalah sangat normal dalam tata cara Belanda. Konteks hukum Menurutnya solusi harus dicari dalam konteks hukum, karena Belanda adalah negara hukum. Dan hukum itu, kata Pompe, mengikat pemerintah. Itu adalah sebuah upaya apakah perlu ada perubahan hukum yang sesuai dengan perjanjian internasional. Ia menambahkan pemerintah (Belanda, Red.) tidak bisa menghalangi warganya untuk mengajukan perkara. Hal yang menurutnya tidak begitu dimengerti pemerintah Indonesia. "Saya rasa pertanyaan menteri Belanda masuk akal sekali, dan normal." Tidak besar Apa yang dilakukan RMS itu sebenarnya tidak besar. Hukum Belanda menjamin imunitas seorang kepala negara. Tapi RMS bisa membawa masalah itu ke pengadilan di Spanyol dan Belgia. Apabila hakim kedua negara menganggap tuntutan itu punya dasar, maka bisa dikeluarkan perintah penahanan internasional di mana pun terdakwa berada. Di Belanda, menurut hukum, perintah itu hanya bisa dikeluarkan jika partai yang dituntut, tinggal di Belanda. Ditambahkan, harus diingat Traktat Eropa yang menyatakan bahwa perintah penahanan internasional yang dikeluarkan oleh salah satu negara Eropa berlaku pula untuk negara-negara Eropa lainnya. Jika RMS mengajukan ke pengadilan di Belanda, maka SBY dapat ditangkap pula jika kemudian ia mengunjungi Prancis, Italia atau Jerman. Merasa terhina Sebastiaan Pompe menentang usulan untuk membuat UU baru yang memungkinkan pemerintah memberikan hak imunitas kepada tamunya. Menurutnya seorang tamu yang diundang dan diberikan hak imunitas malah akan merasa terhina. Dengan pemberian hak itu seakan dikatakan, "kamu memang melakukan sesuatu yang salah". Hal ini yang kurang dimengerti. Menurut Pompe pemerintah Belanda sangat kaku dan kurang memilki sense of feeling atau rasa kepatutan. Ini menyangkut tata cara pergaulan yang baik antar negara dan juga seperti yang ditekankan SBY, ada hubungannya dengan harga diri bangsa. Tidak perlu Sementara itu ahli hukum internasional Hikmahanto Juwana menghargai upaya Menlu Rosenthal untuk menjamin imunitas. Namun hal itu sebetulnya tidak perlu. Karena proses hukum yang dilakukan oleh RMS dulu merupakan proses hukum yang tidak punya dasar, atau sebagai "akrobat hukum". Alasannya, ketika Hasan Wirajuda datang ke Belanda, dan proses pengadilan kilat yang sama diajukan oleh RMS, ternyata tidak ada masalah sama sekali. Yang kedua, gugatan itu merupakan gugatan perdata. "Kalau bicara gugatan secara perdata tidak ada kaitannya dengan kejaksaan, kepolisian dan masalah penangkapan lainnya." Selain itu penangkapan yang dilakukan baik oleh kejaksaan atau kepolisian, harus ada dasarnya, kejahatan apa yang dilakukan. Tidak berdasar RMS mengajukan masalah itu ke pengadilan, dan menyangkut kebijakan yang diambil oleh presiden SBY yang seolah-olah melanggar HAM. Itu sebenarnya tidak berdasar. Pemerintah Belanda hanya cukup meyakinkan bahwa tidak ada proses hukum terhadap SBY ketika berkunjung ke Belanda. Selain itu pemerintah Belanda juga harus meyakinkan bahwa imunitas kepala negara akan terus melekat mulai dari kedatangan sampai kepulangan presiden dan itu terus dihormati oleh pemerintah Belanda. Dengarkan wawancara di:http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/belanda-coba-jamin-imunitas-tamunya-sementara * MAMPUKAH BELANDA LINDUNGI TAMU ASING? "Tali persaudaraan yang baik bertabrakan dengan hukum." Itu judul artikel yang dimuat harian NRC handelsblad. Departemen Luar Negeri Belanda sedang pusing memikirkan kombinasi yang baik antara membela hak-hak azasi manusia dan menerima tamu-tamu luar negeri yang dituduh melanggar HAM pada waktu yang sama. Sebuah catatan yang dikeluarkan Kemenlu Belanda jadi bahan penyelidikan acara televisi Reportage yang disiarkan Rabu (26/01) malam. Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya tahu, kasus pengadilan yang diajukan pihak Republik Maluku Selatan terhadapnya menjelang rencana kunjungan kenegaraan Oktober tahun lalu sebenarnya tidak punya sedikit pun kemungkinan menang. Sebagai kepala negara beliau punya kekebalan atau imunitas. Sebulan kemudian, RMS kembali mengajukan proses kilat ketika mantan menlu Hassan Wirajuda datang ke Belanda. Sulit Kedua kasus ini menyulitkan posisi pemerintah Belanda. Untuk menjaga hubungan baik antarnegara, sangatlah penting bagi kepala negara sahabat untuk bisa datang ke Belanda tanpa persoalan apa pun. Karena itu Menlu baru Uri Rosenthal memerintahkan bawahannya untuk menyelidiki kemungkinan di dalam hukum Belanda: "Pemerintah Belanda harus bisa menerima tamu-tamu luar negeri tanpa harus takut akan langkah-langkah hukum." Menlu Rosental juga diberitahu, setiap aksi yang dilakukannya pasti akan disorot media nasional dan juga internasional. Belanda terkenal sangat membela hak azasi manusia, dan selalu mengadili mereka yang melakukan kejahatan internasional. Karena itu kemungkinan mencegah kasus seperti yang diajukan RMS sangatlah terbatas. Tapi Kemenlu Belanda bisa bekerja sama dengan pihak kejaksaan untuk menyelidiki apakah tamu asing bisa diajukan ke pengadilan di Belanda dan bagaimana hak imunitasnya. Saran Karena itu advis para pejabat Kemenlu: cobalah untuk mempengaruhi waktu kapan sidang akan dilangsungkan dan juga keputusan hakim. Dengan kata lain, bisa diundur atau dimajukan, sesuai dengan tanggal atau waktu kedatangan sang tamu. Dalam kasus SBY, mantan duta besar Indonesia untuk Belanda J.E. Habibie pernah meminta Den Haag untuk menunda sidang hingga kunjungan kenegaraan selesai. Guru besar hukum internasional Belanda di Universitas Maastricht Menno Kaminga menyatakan, UU mengenai hal ini terus menyesuaikan diri dengan zaman. Secara tradisi memang hak imunitas seorang kepala negara sangat penting, tapi belakangan juga dipertimbangkan besarnya kepentingan untuk memberantas kejahatan internasional. Semakin banyak seruan untuk melindungi hak-hak indivisu dan bukannya melindungi kepentingan negara. Menurut Kaminga, saat ini masih ada ketidakjelasan mengenai posisi mantan kepala negara dan mantan menteri. Menurut tradisi hukum internasional, mereka tetap punya hak imunitas. "Tapi situasinya berubah. Hak imunitas memang penting bagi presiden dan menteri untuk menjalankan tugas mereka. Karena itu hanya bisa diberikan selama mereka resmi menjalankan fungsi tersebut." Usulan untuk membuat sebuah UU yang memungkinkan pemerintah Belanda memberikan hak imunitas kepada seseorang, menurut guru besar ini, "sangat mengherankan." Belanda, katanya, punya kewajiban untuk memberantas kejahatan internasional. Adalah sebuah mimpi untuk menyelidiki apakah pemerintah bisa mengesampingkan tugas ini. Demikian NRC Handelsblad. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
