--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 31 Januari 2011 15:00 UTC ** ROMBONGAN PERTAMA WISATAWAN BELANDA TIBA DARI MESIR ** RATU BEATRIX ULTAH KE 73 ** KORSEL TIDAK MAU PERCEPAT PERTEMUAN DENGAN KORUT ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MODEM TELPON UNTUK BERHUBUNGAN DENGAN MESIR ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: ORDO SALESIAN MENGAKU PELECEHAN SEKSUAL ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: BUNTUT EKSEKUSI DI IRAN: BELANDA TAK PENTINGKAN HAM ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: WARGA INDONESIA BELUM DIEVAKUASI DARI MESIR ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ARIEL "KORBAN"UU PORNOGRAFI * ROMBONGAN PERTAMA WISATAWAN BELANDA TIBA DARI MESIR Rombongan pertama wisatawan Belanda yang dievakuasi dari Mesir tiba di bandara Schiphol Belanda Senin (31/01) pagi. Ahad kemarin biro-biro perjalanan Belanda memutuskan untuk memulangkan wisatawan dari negara Afrika Utara yang dilanda demonstrasi semakin marak. Mereka menuntut presiden Hosni Mubarak lengser. Sementara itu presiden Mubarak memerintahkan formatur Ahmad Shafik agar berbicara dengan pihak oposisi. Namun tidak dirinci dengan pihak oposisi mana saja. Mubarak juga memerintah Ahmad Syafik agar kabinet baru nanti berusia menciptakan lowongan kerja dan menurunkan harga. Senin ini adalah hari ketuju massa turun ke jalan di kota-kota besar Mesir. Mereka tampaknya tidak peduli dengan jam malam yang diberlakukan. Mulai Senin ini jam malam berawal dari jam 3 sore sampai 8 esok paginya. * RATU BEATRIX ULTAH KE 73 Ratu Beatrix mencapai usia 73 tahun Senin (31/01)ini. Dengan demikian ia merupakan salah satu kepala negara Belanda tertua dalam sejarah negeri kincir angin ini. Hanya Raja Willem III yang menyainginya. Ia meninggal dalam usia 73 tahun saat ia menjadi raja. Beatrix juga termasuk perempuan Belanda yang masih bekerja dalam usia lanjut. Mayoritas adalah laki-laki. Ratu Juliana berusia 70 tahun ketika ia menyerahkan jabatan kepada puterinya Beatrix pada 1980. Juliana sempat berkuasa 32 tahun, sementara Beatrix tahun ini baru 31 tahun menjadi kepala negara. Dibandingkan dengan raja dan ratu lain di Eropa, Beatrix tidak termasuk tertua. * KORSEL TIDAK MAU PERCEPAT PERTEMUAN DENGAN KORUT Seoul menolak usulan Korea Utara untuk mempercepat tanggal pertemuan militer yang bertujuan untuk menenangkan suasana. Demikian tandas kementerian pertahanan Korea Selatan. Kementerian mengatakan, pihaknya berpegang pada tanggal yang direncanakan semula yaitu tanggal 11 Februari. Sementara Pyongyang mengusulkan agar pembicaraan itu digelar tanggal 1 Februari. Pertemuan itu merupakan dialog pertama sejak Korut membombardir pulau perbatasan pada 23 November 2011 yang menewaskan empat orang termasuk warga sipil. Pertemuan itu bertujuan untuk menyiapkan tanggal dialog militer tingkat tinggi. * MENLU BELANDA BERUSAHA MAKSIMAL DALAM KASUS BAHRAMI Menlu Belanda Rosenthal mengatakan, ia telah berbuat semaksimal mungkin untuk mencegah eksekusi warga Belanda asal Iran Zahra Bahrami. Semua sarana diplomatik sudah dikerahkan dan semua peluang sudah dimanfaatkan, tandas menlu. Negara-negara Uni Eropa lainnya juga dilibatkan. Pemimpin partai liberal demokrat D66, Pechtold, menilai semestinya menlu bisa berbuat lebih banyak. Tidak lama sebelum eksekusi, Belanda mendapat berita bahwa proses peradilan Bahrami masih berjalan. Rosenthal telah membekukan hubungan diplomatik dengan Iran. Warga Belanda asal Iran dianjurkan untuk tidak bepergian ke Iran. * RAPAT PARIPURNA PERTAMA PARLEMEN MYANMAR Parlemen Myanmar yang didominasi oleh rezim militer mengadakan sidang pertamanya. Sidang ini dirahasiakan sehingga media asing tidak boleh menyaksikan. Parleman ini merupakan hasil pemilu yang digelar November yang tidak diikuti oleh Aung San Suu Kyi. Partai pemimpin oposisi ini menganggap pemilu itu penuh penipuan dan intimidasi. Dengan demikian junta dengan mudah memenangi pemilu parlemen pertama sejak dua dasawarsa itu. * CINA SENSOR PEMBERITAAN MESIR Cina tampaknya memblokir diskusi online dan mennyaring berita-berita tentang kerusuhan di Mesir. Ini menunjukkan bahwa pemerintah merasa tidak nyaman karena protes di Mesir itu bisa menyulut imbauan reformasi di dalam negeri. Kata-kata kunci tentang protes di Mesir tidak bisa diakses. Ini berarti sensor merasuk di mana-mana. Pemberitaan tentang demonstrasi di Mesir yang ingin menggulingkan presiden Hosni Mubarak hanya terbatas pada akun-akun tertentu. Pemberitaan hanya menekankan masalah kekacauan di Cairo yang perlu dipulihkan. Mayoritas koran Cina tidak memuat foto-foto dari Mesir. * PENGADILAN TOKOH KHMER MERAH DI KAMPUCHEA Tiga tokoh Khmer Merah muncul dengan penampilan bersama yang aneh di pengadilan di Kampuchea. Para tersangka yang sudah usia lanjut itu tampil lesu di pengadilan yang didukung oleh PBB itu. Ini menunjukkan bahwa tidak semua tersangka Khmer Merah bersedia dijebloskan di penjara. Mereka dituduh melakukan kejahatan kemanusiaan, karena dianggap terlibat pembunuhan massal yang merenggut nyawa dua juta warga antara tahun 1975 sampai 1979. Pengacara mereka menuntut pembebasan para kliennya, karena penahanan mereka tidak sah. * MODEM TELPON UNTUK BERHUBUNGAN DENGAN MESIR Komunikasi ke sebagian besar Mesir terputus dari dunia luar sesudah internet dan sms diblokir selama berhari-hari. Ini sangat mempersulit orang untuk mendapat laporan saksi mata dari negara itu. Di seluruh dunia, amatir radio, hacker, dan blogger berupaya melakukan kontak dan menyebarkan informasi. Sampai Sabtu malam, penduduk Mesir juga tidak bisa lagi menilpon dengan ponsel. Pemerintah mencoba semua cara untuk memutus jalur komunikasi dalam rangka mematahkan aksi protes. Melalui jaringan telepon biasa, berita mencapai ke luar berkat para blogger yang berada di luar Mesir, demikian kata blogger Mesir Manal Hassan dari Afrika Selatan. "Kami berupaya kontak dengan sejumlah aktivis di lapangan yang tahu betul apa yang terjadi. Kemudian kami mempublikasikannya di internet, twitter, dan jejaring media sosial lainnya. Sabtu lalu, pemerintah membuka kembali komunikasi ponsel. Sms masih mati sampai saat ini. Tapi setidaknya kami bisa berhubungan dengan aktivis yang turut dalam aksi. Kami akan menilpon mereka, menanyakan apa yang terjadi, bagaimana reaksi warga. Kami bahkan bisa mendengar suara-suara protes. Kemudian kami akan mempublikasikan perkembangan terbaru ini." Komunikasi tradisional Lalu lintas internet tidak sama sekali mati. Organisasi online Swedia Telecomix, yang terdiri dari para aktivis internet, hacker, dan mereka yang menjunjung kebebasan berpendapat, berupaya membuka sambungan dengan bantuan modem telepon. Demikian Christopher Kullenberg dari Telecomix. "Kami mencari koneksi tilpon yang masih aktif di sejumlah Penyedia jasa Internet Eropa. Kami menemukan beberapa dan berupaya mengirim nomor tilpon ini ke modem-modem di Swedia dan Prancis. Ada sejumlah kecil warga Mesir yang menggunakan modem untuk mendapat hubungan internet." Modem dicari Internet melalui telepon sudah ditinggalkan di Barat sepuluh tahun lalu, tapi saat ini itulah satu-satunya cara untuk berhubungan dengan Mesir. Selama blokir internet berlangsung, maka penyedia jasa internet di Barat bisa mengeluarkan lagi modem-modem tua, yang tentu saja masih berfungsi, untuk ditawarkan secara gratis, demikian Kullenberg. Alternatif ini belum banyak digunakan. Diperkirakan setiap tiga menit, sejumlah warga di Mesir berupaya melakukan kontak. Menilpon, melalui jaringan tilpon biasa, dari Mesir ke Prancis atau Swedia mahal, dan juga lamban, tidak stabil, serta tidak aman. Resiko penyadapan besar. Solidaritas Provider internet Mesir Noor masih online(<http://www.noor.net/>) . Tapi jaringan ini hanya digunakan untuk pasar bursa, bank, dan dunia usaha serta tidak terbuka untuk warga Mesir biasa. Tapi sejumlah pelanggan mendukung para pemrotes, kata Manal Hassan. "Pelanggan penyedia jasa tersebut membuka rumahnya untuk orang lain. Mereka bisa pergi ke jalan untuk mengikuti protes, melihat apa yang terjadi, pulang dan mengunggah foto-foto serta video dan memberi laporan pandangan mata." Bahan sumber Berita-berita dari para blogger Mesir serta twitter disebarluaskan ke seluruh dunia. Kebutuhan akan informasi terpercaya dari negara itu sangat besar, sehingga foto dan film diunggah secara gratis. Pemancar televisi internasional Al-Jazeera juga menyediakan gambar-gambar yang bisa digunakan secara gratis. Amatir radio Melalui para amatir radio, keluar pula berita walaupun sporadis. Mereka berkomunikasi dengan dunia luar menggunakan bahasa morse. Dengan bahaya yang mengancam keselamatan sendiri. Karena pemancar dan jati diri mereka bisa dengan mudah dilacak oleh penguasa. Keamanan Apabila lalu lintas internet di Mesir nanti dipulihkan, tidak berarti setiap orang bisa langsung online. Peluang besar bahwa pemerintah semakin meningkatkan kontrolnya, kata Kullenberg. Dalam hal ini, Telecomix menyediakan pengamanan gratis. Cepat atau lambat akan terjadi perubahan. Blokade internet tidak bisa berlangsung selamanya. Modem Dialup hanya untuk Mesir: +46850009990 (login 'telecomix' password 'telecomix') Swedia +33172890150 (login 'toto' password 'toto') (French ISP - FDN) * ORDO SALESIAN MENGAKU PELECEHAN SEKSUAL Untuk pertama kalinya di Belanda, sebuah ordo, organisasi rohaniwan Katolik, mengaku bersalah melakukan pelecehan seksual. Dalam sebuah surat yang dikirim kepada korban pelecehan dan berhasil didapat oleh Radio Nederlanda serta koran petang NRC Handelsblad, Ordo Salesian menyatakan penyesalan mendalam terhadap peristiwa itu. Mereka juga akan memberi santunan yang murah hati. "Bagaimana pun juga sekarang sudah jelas bahwa Ordo Salesian bersalah melakukan pelecehan seksual dan emosional dan kami sangat mengecamnya," demikian tertera dalam surat itu. Ordo Salesian cabang Belanda ini juga mengakui gagal mencegah dan bereaksi terhadap pelecehan itu. Kepercayaan anak-anak dan orang tua sudah sangat tercemar, demikian pihak Salesian. Diam saja "Sebagai kongregasi kami tidak selalu dengan baik memahami laporan yang masuk sehingga kepercayaan yang diberikan pada kami telah tercemar." Dalam surat itu diakui tidak cukup pengawasan pada pelbagai asrama dan lembaga lain serta campur tangan pimpinan juga terlalu sedikit dan terlambat. Sekarang sudah hampir setahun afair ini terungkap, ketika dibuka pelecehan seksual di Asrama Don Rua yang ternyata sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Melalui Radio Nederland dan harian perang NRC Handelsblad dilaporkan 43 kasus pelecehan yang dilakukan oleh rohaniwan Salesian. Setelah reaksi pertama yang meyatakan terkejut, kongregasi ini begitu lama diam saja. Diam itu sekarang diakhiri dengan surat kepada korban pelecehan itu. Ditinggalkan Dalam surat itu diuraikan langkah-langkah yang tampaknya pernah dilakukan untuk menghalangi pelaporan. "Dalam beberapa kasus, orang tua dan anak-anak diperhadapkan satu sama lain, sampai anak-anak itu merasa ditinggalkan. Ini sangat disesali." Juga anak-anak yang melawan pelecehan itu sempat diancam. Ordo Salesian menyatakan sangat terkejut terhadap banyaknya dan gawatnya pelecehan itu. Pada pelbagai kasus pelecehan yang sudah diketahui, tidak diambil tindakan yang tepat dan memadai terhadap pelakunya. Langkah yang cukup, pasti akan bisa menghalangi terulangnya pelecehan itu, demikain diakui dalam surat itu. Ganti rugi Ordo Salesian bersedia menghubungi broeder yang disebut namanya oleh para korban, memperhadapkannya pada tuduhan pelecehan itu. Tetapi sanksi belum dijatuhkan, karena masih menunggu prosedur pengadilan. "Para broeder yang dituduh melakukan pelecehan tetap berhak menghadapi proses yang adil, jadi termasuk hak untuk membela diri." Ordo Salesian menyatakan sedang memproses santunan ganti rugi. "Ganti rugi secara kolektif sedang dipersiapkan," demikian tertera dalam surat itu. * BUNTUT EKSEKUSI DI IRAN: BELANDA TAK PENTINGKAN HAM Bisakah pemerintah Belanda menghalangi eksekusi Zahra Bahrami, warga Belanda keturunan Iran? Menteri Luar Negeri Belanda Uri Rosenthal menyatakan telah berupaya sekuat tenaga. Tetapi pernyataan itu diragukan. Zahra Bahrami dieksekusi Sabtu pagi 29 Januari di Iran. Ia digantung setelah dinyatakan bersalah karena perdagangan narkoba, tetapi mungkin hukuman mati itu dijatuhkan karena Zahra ikut serta dalam protes terhadap rezim Iran. Beberapa jam sebelum eksekusi, Menteri Luar Negeri Belanda Uri Rosenthal menyatakan sudah menghubungi Teheran. Waktu itu kepadanya dinyatakan bahwa proses pengadilan terhadap Bahrami masih berlangsung. Sang menlu kaget mendengar Zahra Bahrami yang memegang paspor Belanda itu sudah dieksekusi. Segera ia menghentikan semua kontak diplomatik dengan Iran. Menimbulkan amarah Alexander Pechtold, pemimpin Partai Demokrat D66 yang beroposisi secara terbuka meragukan apakah Menlu Rosenthal sudah mengambil tindakan yang memadai. Atau justru ia sudah menimbulkan amarah Iran ketika melarang pesawat Menteri Luar Negeri Iran mengisi bahan bakar di Belanda. Karena itu menlu Iran membatalkan kunjungannya ke Belanda. Akibatnya kedua pejabat tidak bisa membicarakan kasus Bahrami. Dengan melarang pesawat Iran mengisi bahan bakar, maka Menlu Belanda Uri Rosenthal mengikuti Amerika yang melancarkan saksi ketat terhadap Teheran. Parahnya, Belanda mengambil sikap lain dari Uni Eropa yang justru ingin sebanyak mungkin berhubungan dengan Iran. Tukar nyawa Menlu Rosenthal menyangkal bahwa keputusannya telah menyebabkan Belanda Iran putus hubungan. "Saya sama sekali tidak punya perasaan seperti itu, karena sesudah itu berlangsung banyak hubungan dengan Iran." Bahkan Uri Rosenthal menegaskan, tidak tahu lagi harus bersikap apa kalau nyawa manusia bisa ditukar dengan bahan bakar pesawat terbang. Sedangkan Alexander Pechtold, pemimpin Partai Demokrat yang beroposisi justru menyatakan Uri Rosenthal punya kebijakan yang berbeda sekali dari pendahulunya. Para menteri luar negeri sebelum ini, demikian Pechtold, selalu lebih menghargai nyawa manusia. Dalam wawancara di awal jabatannya, Uri Rosenthal memangn menyatakan tidak akan terlalu mementingkan masalah hak-hak asasi manusia. Tidak sepenting pendahulunya seperti Maxime Verhagen. Bahkan, atas permintaan keluarganya, Ben Bot, pendahulu Rosenthal yang lain, sudah ikut campur dalam masalah ini. Mengikuti Amerika Sebaliknya Menlu Uri Rosenthal tetap bersitegang bahwa ia telah berbuat apa saja untuk tetap bisa berunding dengan Teheran. Ia juga menunjuk harus memperhatikan nasib pemegang paspor Belanda lain yang sekarang mendekam di penjara Iran. Ia dengan serius menangani masalah hak-hak asasi manusia. Demikain Rosenthal. Bahkan ia menegaskan beberapa waktu silam belum lama berselang ia sudah mengikuti Amerika yang melancarkan kebijakan tegas di bidang hak-hak asasi manusia. Ia menolak para pelanggar hak-hak asasi manusia Iran masuk Belanda. Terlalu sedikit Dengan pernyataan ini Menlu Uri Rosenthal mengakui Belanda, paling sedikit dalam berhubungan dengan Iran, telah menempuh kebijakan yang lebih dekat Amerika dan jauh dari Eropa. Tetapi sang Menlu terus menyangkal tuduhan oposisi bahwa dirinya tidak berbuat banyak membantu Bahrami menghadapi penguasa Iran. Di lain pihak para pengacara Zahra Bahrami baru dua pekan silam bisa berhubungan dengan karyawan kedutaan besar Belanda di Teheran. Kementerian Luar Negeri Belanda sebelumnya sudah memberi tahu bahwa dalam keadaan seperti ini baru memberi bantuan keuangan dan bantuan yuridis kalau sudah keluar vonis hukuman mati. Bantuan-bantuan itu juga baru diberikan kalau terdakwa yang sudah divonis bersedia naik banding. Ini jelas terlalu sedikit bagi negara yang selalu menyatakan diri membela nyawa manusia seperti Negeri Belanda. * WARGA INDONESIA BELUM DIEVAKUASI DARI MESIR Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Abdurrahman Mohammad Fachir, menyatakan situasi warga Indonesia di Mesir baik-baik saja. Kedutaan mengambil berbagai langkah untuk mengamankan warga Indonesia. Evakuasi warga sampai saat ini belum dilakukan, namun demikian KBRI sudah melakukan persiapan apabila langkah itu memang diperlukan. Di Mesir ada sekitar 6200 warga Indonesia, sebagian besar terdiri dari para mahasiswa. Dubes Abdurrahman menyatakan kedutaan terus melakukan pemantauan terhadap situasi warga Indonesia di Mesir. KBRI membuka posko pelayanan untuk warga Indonesia, baik di kedutaan maupun di tempat-tempat lain melalui organisasi-organisasi kemasyarakatan. "Posko-posko itu bertujuan membangun jejaring komunikasi untuk menyebarkan informasi dan himbauan kepada warga, termasuk menerima informasi dari warga," jelas Abdurrahman. Situasi membaik Situasi di Mesir, Senin (31/1), mulai membaik dibandingkan hari-hari berikutnya. Menurut Dubes Abdurrahman saat ini ketertiban publik sudah membaik. Beberapa hari sebelumnya polisi sempat ditarik sehingga terjadi kekacauan seperti penjarahan dan larinya ribuan tahanan. "Sejak kemarin dilakukan penangkapan terhadap penjarah dan napi yang melarikan diri. Pengamanan swakarsa juga dilakukan warga," jelas Abdurrahman. Membaiknya situasi juga terlihat dengan mulai dibukanya toko-toko. Walau demikian menurut Dubes Indonesia situasi masih belum normal karena masih diberlakukan jam malam. Demonstrasi masih terus berlangsung. "Biasanya mereka turunnya pas sore hari," kata Abdurrahman. Mahasiswa Di Mesir ada ribuan mahasiswa Indonesia. Sebagian besar tinggal di asrama-asrama yang disediakan oleh universitas. Nurul Isma tinggal di asrama putri Universitas Al Azhar di Kairo. Ia adalah ketua Persatuan Pelajar Mahasiswi Indonesia di Mesir. Kepada Radio Nederland Nurul Isma menuturkan situasi mahasiswa Indonesia di Mesir baik-baik saja. "Kita masih boleh keluar asrama. Untuk orang Indonesia daerah yang paling ramai itu di wilayah Hay Ashir di Kairo. Di sana cukup aman, lebih baik dari hari sebelumnya. Tapi, kemarin malam dari asrama kita masih mendengar suara tembakan," jelas Nurul. Ia menambahkan khusus untuk asrama putri mahasiswa hanya boleh keluar ke daerah sekitar asrama saja. Para mahasiswa saling berkomunikasi untuk mengetahui situasi masing-masing. Komunikasi lewat HP sudah bisa dilakukan kembali walau pengiriman sms masih belum bisa dilakukan. Nurul menyatakan para mahasiswi yang tinggal di asramanya kemarin (Minggu malam 30/1-red) sempat panik karena pada malam hari ada pesawat jet yang terbang berputar-putar. "Jadi, kita lumayan panik. Bahkan teman-teman dari Thailand sudah disuruh pulang. Mahasiswa dari negara-negara lain juga sudah dianjurkan pulang," kata Nurul. Evakuasi Berbagai negara telah mulai memulangkan warganya dari Mesir. Dubes Abdurrahman menyatakan sudah ada rencana untuk mengevakuasi warga Indonesia. "Rencana itu ada, artinya semua kemungkinan-kemungkinan itu sudah disiapkan, termasuk evakuasi." Ketika ditanya kapan dan bagaimana evakuasi tersebut akan dilakukan, Dubes Abdrurrahman menyatakan saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Jakarta. Keputusan tidak berada di tangan KBRI. " Persiapannya ada," kata Abdurrahman tapi beliau menolak merinci apa saja isi persiapan tersebut. Nurul Isma menyatakan belum tahu tentang rencana evakuasi terhadap warga Indonesia. "Kita dianjurkan untuk berwaspada saja, dan tidak keluar rumah jika tanpa keperluan dan kembali sebelum jam empat sore, itu untuk kemarin (Minggu 30/1). Untuk sekarang kebijakannya sudah bertambah menjadi jam tiga sore." * ARIEL "KORBAN"UU PORNOGRAFI Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan hukuman 3,5 tahun penjara dan denda 250 juta kepada Nazriel Irham alias Ariel Peterpan karena penyebaran video porno. Dalam vonis yang dibacakan ketua majelis hakim Ariel dinyatakan melanggar Pasal 29 juncto Pasal 4 UU 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Radio Nederland Wereldomroep (RNW) meminta pendapat dari dua kubu yang berbeda, Front Pembela Islam (FPI) dan aktivis perempuan dan HAM. Al Habib Muhsin Ahmad Alatas, Ketua Divisi Dakwah dan Hubungan Lintas Agama dari FPI, menyatakan puas dengan putusan hakim tersebut. "Putusan tersebut sudah menunjukkan suatu sikap penegakan hukum yang bagus. Itu akan menjadi contoh bagi yang lain agar supaya ke depan moralitas itu juga sesuatu yang harus dijaga, karena itu berkaitan dengan bangsa." Sedih dan kecewa Dua aktivis perempuan dan HAM yang diwawancarai RNW punya pendapat berbeda. Menurut Firliana Purwanti, pengarang buku The Orgasm Project, keputusan ini sangat menyedihkan. "Yang jelas saya kecewa sekali dan sedih karena ini menunjukkan pelanggaran hak asasi, terutama hak asasi pribadi, oleh negara terhadap warga negaranya." Nong Darol Mahmada, aktivis perempuan yang bekerja untuk Freedom Institute setuju dengan pendapat Firli. Menurutnya Ariel adalah korban bukan pelaku tindak kejahatan. "Ariel adalah korban dalam arti milik pribadinya, yaitu video itu, itu dicuri kemudian disebarkan. Kok malah Arielnya yang dihukum tapi bukan penyebarnya. Buat saya Ariel ini mendapatkan hukuman yang berlipat-lipat." Firliana dan Nong Darol berpendapat apa yang dilakukan oleh Ariel adalah hak pribadi yang tidak bisa diatur oleh negara. "Apa yang dilakukan seseorang di kamarnya sendiri adalah sesuatu yang sangat pribadi dan harus dihormati oleh negara," jelas Firliana. Masalah Moral Kasus Ariel sudah berbulan-bulan menjadi buah bibir di Indonesia. Publik terbelah menjadi pembela dan pembenci Ariel. Masalah moralitas menjadi topik perdebatan utama. Habib Muhsin dari FPI melihat keputusan hakim ini sebagai contoh bagus untuk menunjukkan batas-batas moralitas individu. Firliana Purwanti punya pendapat yang berbeda, ia justru melihat kasus Ariel ini punya dampak buruk terhadap pandangan kita tentang masalah moralitas. "Moralitas akhirnya didikte oleh sekelompok orang tertentu yang memaksakan tipe-tipe moral yang mereka mau," jelas Firliana. Menurut Firliana seksualitas seseorang tidak sepantasnya dimasukkan sebagai tolok ukur moralitas. "Moral itu kan masalah kita punya simpati terhadap keadilan atau tidak, masalah kita berani untuk berkata jujur, berani menolak kekerasan. Moralitas tidak diukur dengan berapa aktif seseorang secara seksual dalam ruang pribadi." Contoh Penerapan UU Anti Pornografi pada 2008 menjadi tonggak polemik di Indonesia tentang bagaimana negara harus menghadapi masalah yang berkaitan dengan seksualitas warganya. Apa arti hukuman terhadap Ariel ini untuk debat tentang pornografi di Indonesia? FPI berpendapat dihukumnya Ariel ini bisa menjadi contoh bagus untuk memerangi pornografi. "Dalam era kebebasan ini ada orang-orang yang ingin bebas sebebas-bebasnya. Padalah Indonesia tidak bisa semacam itu. Vonis Ariel hari ini semoga bisa membikin efek jera." Nong Darol Mahmada berseberangan dengan pendapat Habib Muhsin dari FPI. Menurutnya dihukumnya Ariel ini justru menunjukkan kebobrokan UU Anti Pornografi. "Sejak awal saya tidak setuju dengan UU Pornografi karena kita akan terjebak pada persoalan-persoalan pribadi," Menurut Nong Darol UU Pornografi telah menyimpang dari tujuannya. "Katanya UU Pornografi dipakai untuk menghalangi distribusi pornografi dan melindungi anak-anak, tapi kenyataannya yang menjadi korban orang seperti Ariel, yang bukan pelaku penyebaran." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
