---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 31 Januari 2011 15:00 UTC



** ROMBONGAN PERTAMA WISATAWAN BELANDA TIBA DARI MESIR

** RATU BEATRIX ULTAH KE 73

** KORSEL TIDAK MAU PERCEPAT PERTEMUAN DENGAN KORUT

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MODEM TELPON UNTUK BERHUBUNGAN DENGAN MESIR

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: ORDO SALESIAN MENGAKU PELECEHAN SEKSUAL

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: BUNTUT EKSEKUSI DI IRAN: BELANDA TAK PENTINGKAN HAM

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: WARGA INDONESIA BELUM DIEVAKUASI DARI MESIR

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ARIEL "KORBAN"UU PORNOGRAFI



* ROMBONGAN PERTAMA WISATAWAN BELANDA TIBA DARI MESIR

Rombongan pertama wisatawan Belanda yang dievakuasi dari Mesir tiba di bandara 
Schiphol Belanda Senin (31/01) pagi. Ahad kemarin biro-biro perjalanan Belanda 
memutuskan untuk memulangkan wisatawan dari negara Afrika Utara yang dilanda 
demonstrasi semakin marak. Mereka menuntut presiden Hosni Mubarak lengser. 
Sementara itu presiden Mubarak memerintahkan formatur Ahmad Shafik agar 
berbicara dengan pihak oposisi. Namun tidak dirinci dengan pihak oposisi mana 
saja. Mubarak juga memerintah Ahmad Syafik agar kabinet baru nanti berusia 
menciptakan lowongan kerja dan menurunkan harga. Senin ini adalah hari ketuju 
massa turun ke jalan di kota-kota besar Mesir. Mereka tampaknya tidak peduli 
dengan jam malam yang diberlakukan. Mulai Senin ini jam malam berawal dari jam 
3 sore sampai 8 esok paginya.


* RATU BEATRIX ULTAH KE 73

Ratu Beatrix mencapai usia 73 tahun Senin (31/01)ini. Dengan demikian ia 
merupakan salah satu kepala negara  Belanda tertua dalam sejarah negeri kincir 
angin ini. Hanya Raja Willem III yang menyainginya. Ia meninggal dalam usia 73 
tahun saat ia menjadi raja.

Beatrix juga termasuk perempuan Belanda yang masih bekerja dalam usia lanjut. 
Mayoritas adalah laki-laki. Ratu Juliana berusia 70 tahun ketika ia menyerahkan 
jabatan kepada puterinya Beatrix pada 1980. Juliana sempat berkuasa 32 tahun, 
sementara Beatrix tahun ini baru 31 tahun menjadi kepala negara. Dibandingkan 
dengan raja dan ratu lain di Eropa, Beatrix tidak termasuk tertua.


* KORSEL TIDAK MAU PERCEPAT PERTEMUAN DENGAN KORUT

Seoul menolak usulan Korea Utara untuk mempercepat tanggal pertemuan militer  
yang bertujuan untuk menenangkan suasana. Demikian tandas kementerian 
pertahanan Korea Selatan.

Kementerian mengatakan, pihaknya berpegang pada tanggal yang direncanakan 
semula yaitu tanggal 11 Februari. Sementara Pyongyang mengusulkan agar 
pembicaraan itu digelar tanggal 1 Februari. Pertemuan itu merupakan dialog 
pertama sejak Korut membombardir pulau perbatasan pada 23 November 2011 yang 
menewaskan empat orang termasuk warga sipil. Pertemuan itu bertujuan untuk 
menyiapkan tanggal dialog militer tingkat tinggi.


* MENLU BELANDA BERUSAHA MAKSIMAL DALAM KASUS BAHRAMI

Menlu Belanda Rosenthal mengatakan, ia telah berbuat semaksimal mungkin untuk 
mencegah eksekusi warga Belanda asal Iran Zahra Bahrami. Semua sarana 
diplomatik sudah dikerahkan dan semua peluang sudah dimanfaatkan, tandas menlu. 
Negara-negara Uni Eropa lainnya juga dilibatkan. Pemimpin partai liberal 
demokrat D66, Pechtold, menilai semestinya menlu bisa berbuat lebih banyak. 
Tidak lama sebelum eksekusi, Belanda mendapat berita bahwa proses peradilan 
Bahrami masih berjalan. Rosenthal telah membekukan hubungan diplomatik dengan 
Iran. Warga Belanda asal Iran dianjurkan untuk tidak bepergian ke Iran.


* RAPAT PARIPURNA PERTAMA PARLEMEN MYANMAR

Parlemen Myanmar yang didominasi oleh rezim militer mengadakan sidang 
pertamanya. Sidang ini dirahasiakan sehingga media asing tidak boleh 
menyaksikan. Parleman ini merupakan hasil pemilu yang digelar November yang 
tidak diikuti oleh Aung San Suu Kyi. Partai pemimpin oposisi ini menganggap 
pemilu itu penuh penipuan dan intimidasi. Dengan demikian junta dengan mudah 
memenangi pemilu parlemen pertama sejak dua dasawarsa itu.


* CINA SENSOR PEMBERITAAN MESIR

Cina tampaknya memblokir diskusi online dan mennyaring berita-berita tentang 
kerusuhan di Mesir. Ini menunjukkan bahwa pemerintah merasa tidak nyaman karena 
protes di Mesir itu bisa menyulut imbauan reformasi di dalam negeri.

Kata-kata kunci tentang protes di Mesir tidak bisa diakses. Ini berarti sensor 
merasuk di mana-mana. Pemberitaan tentang demonstrasi di Mesir yang ingin 
menggulingkan presiden Hosni Mubarak hanya terbatas pada akun-akun tertentu. 
Pemberitaan hanya menekankan masalah kekacauan di Cairo yang perlu dipulihkan. 
Mayoritas koran Cina tidak memuat foto-foto dari Mesir.


* PENGADILAN TOKOH KHMER MERAH DI KAMPUCHEA

Tiga tokoh Khmer Merah muncul dengan penampilan bersama yang aneh di pengadilan 
di Kampuchea. Para tersangka yang sudah usia lanjut itu tampil lesu di 
pengadilan yang didukung oleh PBB itu.

Ini menunjukkan bahwa tidak semua tersangka Khmer Merah bersedia dijebloskan di 
penjara. Mereka dituduh melakukan kejahatan kemanusiaan, karena dianggap 
terlibat pembunuhan massal yang merenggut nyawa dua juta warga antara tahun 
1975 sampai 1979. Pengacara mereka menuntut pembebasan para kliennya, karena 
penahanan mereka tidak sah.


* MODEM TELPON UNTUK BERHUBUNGAN DENGAN MESIR

Komunikasi ke sebagian besar Mesir terputus dari dunia luar sesudah internet 
dan sms diblokir selama berhari-hari. Ini sangat mempersulit orang untuk 
mendapat laporan saksi mata dari negara itu. Di seluruh dunia, amatir radio, 
hacker, dan blogger berupaya melakukan kontak dan menyebarkan informasi.

Sampai Sabtu malam, penduduk Mesir juga tidak bisa lagi menilpon dengan ponsel. 
Pemerintah mencoba semua cara untuk memutus jalur komunikasi dalam rangka 
mematahkan aksi protes. Melalui jaringan telepon biasa, berita mencapai ke luar 
berkat para blogger yang berada di luar Mesir, demikian kata blogger Mesir 
Manal Hassan dari Afrika Selatan.

"Kami berupaya kontak dengan sejumlah aktivis di lapangan yang tahu betul apa 
yang terjadi. Kemudian kami mempublikasikannya di internet, twitter, dan 
jejaring media sosial lainnya. Sabtu lalu, pemerintah membuka kembali 
komunikasi ponsel. Sms masih mati sampai saat ini. Tapi setidaknya kami bisa 
berhubungan dengan aktivis yang turut dalam aksi. Kami akan menilpon mereka, 
menanyakan apa yang terjadi, bagaimana reaksi warga. Kami bahkan bisa mendengar 
suara-suara protes. Kemudian kami akan mempublikasikan perkembangan terbaru 
ini."

Komunikasi tradisional
Lalu lintas internet tidak sama sekali mati. Organisasi online Swedia 
Telecomix, yang terdiri dari para aktivis internet, hacker, dan mereka yang 
menjunjung kebebasan berpendapat, berupaya membuka sambungan dengan bantuan 
modem telepon. Demikian Christopher Kullenberg dari Telecomix.

"Kami mencari koneksi tilpon yang masih aktif di sejumlah Penyedia jasa 
Internet Eropa. Kami menemukan beberapa dan berupaya mengirim nomor tilpon ini 
ke modem-modem di Swedia dan Prancis. Ada sejumlah kecil warga Mesir yang 
menggunakan modem untuk mendapat hubungan internet."

Modem dicari
Internet melalui telepon sudah ditinggalkan di Barat sepuluh tahun lalu, tapi 
saat ini itulah satu-satunya cara untuk berhubungan dengan Mesir. Selama blokir 
internet berlangsung, maka penyedia jasa internet di Barat bisa mengeluarkan 
lagi modem-modem tua, yang tentu saja masih berfungsi, untuk ditawarkan secara 
gratis, demikian Kullenberg.

Alternatif ini belum banyak digunakan. Diperkirakan setiap tiga menit, sejumlah 
warga di Mesir berupaya melakukan kontak. Menilpon, melalui jaringan tilpon 
biasa, dari Mesir ke Prancis atau Swedia mahal, dan juga lamban, tidak stabil, 
serta tidak aman. Resiko penyadapan besar.

Solidaritas
Provider internet Mesir Noor masih online(<http://www.noor.net/>) . Tapi 
jaringan ini hanya digunakan untuk pasar bursa, bank, dan dunia usaha serta 
tidak terbuka untuk warga Mesir biasa. Tapi sejumlah pelanggan mendukung para 
pemrotes, kata Manal Hassan.

"Pelanggan penyedia jasa tersebut membuka rumahnya untuk orang lain. Mereka 
bisa pergi ke jalan untuk mengikuti protes, melihat apa yang terjadi, pulang 
dan mengunggah foto-foto serta video dan memberi laporan pandangan mata."

Bahan sumber
Berita-berita dari para blogger Mesir serta twitter disebarluaskan ke seluruh 
dunia. Kebutuhan akan informasi terpercaya dari negara itu sangat besar, 
sehingga foto dan film diunggah secara gratis. Pemancar televisi internasional 
Al-Jazeera juga menyediakan gambar-gambar yang bisa digunakan secara gratis.

Amatir radio
Melalui para amatir radio, keluar pula berita walaupun sporadis. Mereka 
berkomunikasi dengan dunia luar menggunakan bahasa morse. Dengan bahaya yang 
mengancam keselamatan sendiri. Karena pemancar dan jati diri mereka bisa dengan 
mudah dilacak oleh penguasa.

Keamanan
Apabila lalu lintas internet di Mesir nanti dipulihkan, tidak berarti setiap 
orang bisa langsung online. Peluang besar bahwa pemerintah semakin meningkatkan 
kontrolnya, kata Kullenberg. Dalam hal ini, Telecomix menyediakan pengamanan 
gratis. Cepat atau lambat akan terjadi perubahan. Blokade internet tidak bisa 
berlangsung selamanya.

Modem Dialup hanya untuk Mesir:
+46850009990 (login 'telecomix' password 'telecomix') Swedia
+33172890150 (login 'toto' password 'toto')  (French ISP - FDN)


* ORDO SALESIAN MENGAKU PELECEHAN SEKSUAL

Untuk pertama kalinya di Belanda, sebuah ordo, organisasi rohaniwan Katolik, 
mengaku bersalah melakukan pelecehan seksual.

Dalam sebuah surat yang dikirim kepada korban pelecehan dan berhasil didapat 
oleh Radio Nederlanda serta koran petang NRC Handelsblad, Ordo Salesian 
menyatakan penyesalan mendalam terhadap peristiwa itu. Mereka juga akan memberi 
santunan yang murah hati.

"Bagaimana pun juga sekarang sudah jelas bahwa Ordo Salesian bersalah melakukan 
pelecehan seksual dan emosional dan kami sangat mengecamnya," demikian tertera 
dalam surat itu. Ordo Salesian cabang Belanda ini juga mengakui gagal mencegah 
dan bereaksi terhadap pelecehan itu. Kepercayaan anak-anak dan orang tua sudah 
sangat tercemar, demikian pihak Salesian.

Diam saja
"Sebagai kongregasi kami tidak selalu dengan baik memahami laporan yang masuk 
sehingga kepercayaan yang diberikan pada kami telah tercemar." Dalam surat itu 
diakui tidak cukup pengawasan pada pelbagai asrama dan lembaga lain serta 
campur tangan pimpinan juga terlalu sedikit dan terlambat.

Sekarang sudah hampir setahun afair ini terungkap, ketika dibuka pelecehan 
seksual di Asrama Don Rua yang ternyata sudah berlangsung selama 
bertahun-tahun. Melalui Radio Nederland dan harian perang NRC Handelsblad 
dilaporkan 43 kasus pelecehan yang dilakukan oleh rohaniwan Salesian. Setelah 
reaksi pertama yang meyatakan terkejut, kongregasi ini begitu lama diam saja. 
Diam itu sekarang diakhiri dengan surat kepada korban pelecehan itu.

Ditinggalkan
Dalam surat itu diuraikan langkah-langkah yang tampaknya pernah dilakukan untuk 
menghalangi pelaporan. "Dalam beberapa kasus, orang tua dan anak-anak 
diperhadapkan satu sama lain, sampai anak-anak itu merasa ditinggalkan. Ini 
sangat disesali." Juga anak-anak yang melawan pelecehan itu sempat diancam.

Ordo Salesian menyatakan sangat terkejut terhadap banyaknya dan gawatnya 
pelecehan itu. Pada pelbagai kasus pelecehan yang sudah diketahui, tidak 
diambil tindakan yang tepat dan memadai terhadap pelakunya. Langkah yang cukup, 
pasti akan bisa menghalangi terulangnya pelecehan itu, demikain diakui dalam 
surat itu.

Ganti rugi
Ordo Salesian bersedia menghubungi broeder yang disebut namanya oleh para 
korban, memperhadapkannya pada tuduhan pelecehan itu. Tetapi sanksi belum 
dijatuhkan, karena masih menunggu prosedur pengadilan. "Para broeder yang 
dituduh melakukan pelecehan tetap berhak menghadapi proses yang adil, jadi 
termasuk hak untuk membela diri."

Ordo Salesian menyatakan sedang memproses santunan ganti rugi. "Ganti rugi 
secara kolektif sedang dipersiapkan," demikian tertera dalam surat itu.


* BUNTUT EKSEKUSI DI IRAN: BELANDA TAK PENTINGKAN HAM

Bisakah pemerintah Belanda menghalangi eksekusi Zahra Bahrami, warga Belanda 
keturunan Iran? Menteri Luar Negeri Belanda Uri Rosenthal menyatakan telah 
berupaya sekuat tenaga. Tetapi pernyataan itu diragukan. 

Zahra Bahrami dieksekusi Sabtu pagi 29 Januari di Iran. Ia digantung setelah 
dinyatakan bersalah karena perdagangan narkoba, tetapi mungkin hukuman mati itu 
dijatuhkan karena Zahra ikut serta dalam protes terhadap rezim Iran. Beberapa 
jam sebelum eksekusi, Menteri Luar Negeri Belanda Uri Rosenthal menyatakan 
sudah menghubungi Teheran. Waktu itu kepadanya dinyatakan bahwa proses 
pengadilan terhadap Bahrami masih berlangsung. Sang menlu kaget mendengar Zahra 
Bahrami yang memegang paspor Belanda itu sudah dieksekusi. Segera ia 
menghentikan semua kontak diplomatik dengan Iran. 

Menimbulkan amarah
Alexander Pechtold, pemimpin Partai Demokrat D66 yang beroposisi secara terbuka 
meragukan apakah Menlu Rosenthal sudah mengambil tindakan yang memadai. Atau 
justru ia sudah menimbulkan amarah Iran ketika melarang pesawat Menteri Luar 
Negeri Iran mengisi bahan bakar di Belanda. Karena itu menlu Iran membatalkan 
kunjungannya ke Belanda. Akibatnya kedua pejabat tidak bisa membicarakan kasus 
Bahrami.

Dengan melarang pesawat Iran mengisi bahan bakar, maka Menlu Belanda Uri 
Rosenthal mengikuti Amerika yang melancarkan saksi ketat terhadap Teheran. 
Parahnya, Belanda mengambil sikap lain dari Uni Eropa yang justru ingin 
sebanyak mungkin berhubungan dengan Iran. 

Tukar nyawa
Menlu Rosenthal menyangkal bahwa keputusannya telah menyebabkan Belanda Iran 
putus hubungan. "Saya sama sekali tidak punya perasaan seperti itu, karena 
sesudah itu berlangsung banyak hubungan dengan Iran." Bahkan Uri Rosenthal 
menegaskan, tidak tahu lagi harus bersikap apa kalau nyawa manusia bisa ditukar 
dengan bahan bakar pesawat terbang. 

Sedangkan Alexander Pechtold, pemimpin Partai Demokrat yang beroposisi justru 
menyatakan Uri Rosenthal punya kebijakan yang berbeda sekali dari pendahulunya. 

Para menteri luar negeri sebelum ini, demikian Pechtold, selalu lebih 
menghargai nyawa manusia. Dalam wawancara di awal jabatannya, Uri Rosenthal 
memangn menyatakan tidak akan terlalu mementingkan masalah hak-hak asasi 
manusia. Tidak sepenting pendahulunya seperti Maxime Verhagen. Bahkan, atas 
permintaan keluarganya, Ben Bot, pendahulu Rosenthal yang lain, sudah ikut 
campur dalam masalah ini. 

Mengikuti Amerika
Sebaliknya Menlu Uri Rosenthal tetap bersitegang bahwa ia telah berbuat apa 
saja untuk tetap bisa berunding dengan Teheran. Ia juga menunjuk harus 
memperhatikan nasib pemegang paspor Belanda lain yang sekarang mendekam di 
penjara Iran. Ia dengan serius menangani masalah hak-hak asasi manusia. 
Demikain Rosenthal. 

Bahkan ia menegaskan beberapa waktu silam belum lama berselang ia sudah 
mengikuti Amerika yang melancarkan kebijakan tegas di bidang hak-hak asasi 
manusia. Ia menolak para pelanggar hak-hak asasi manusia Iran masuk Belanda. 

Terlalu sedikit
Dengan pernyataan ini Menlu Uri Rosenthal mengakui Belanda, paling sedikit 
dalam berhubungan dengan Iran, telah menempuh kebijakan yang lebih dekat 
Amerika dan jauh dari Eropa. Tetapi sang Menlu terus menyangkal tuduhan oposisi 
bahwa dirinya tidak berbuat banyak membantu Bahrami menghadapi penguasa Iran. 

Di lain pihak para pengacara Zahra Bahrami baru dua pekan silam bisa 
berhubungan dengan karyawan kedutaan besar Belanda di Teheran. Kementerian Luar 
Negeri Belanda sebelumnya sudah memberi tahu bahwa dalam keadaan seperti ini 
baru memberi bantuan keuangan dan bantuan yuridis kalau sudah keluar vonis 
hukuman mati. Bantuan-bantuan itu juga baru diberikan kalau terdakwa yang sudah 
divonis bersedia naik banding. Ini jelas terlalu sedikit bagi negara yang 
selalu menyatakan diri membela nyawa manusia seperti Negeri Belanda.


* WARGA INDONESIA BELUM DIEVAKUASI DARI MESIR

Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Abdurrahman Mohammad Fachir, menyatakan 
situasi warga Indonesia di Mesir baik-baik saja. Kedutaan mengambil berbagai 
langkah untuk mengamankan warga Indonesia. Evakuasi warga sampai saat ini belum 
dilakukan, namun demikian KBRI sudah melakukan persiapan apabila langkah itu 
memang diperlukan.

Di Mesir ada sekitar 6200 warga Indonesia, sebagian besar terdiri dari para 
mahasiswa. Dubes Abdurrahman menyatakan kedutaan terus melakukan pemantauan 
terhadap situasi warga Indonesia di Mesir. KBRI membuka posko pelayanan untuk 
warga Indonesia, baik di kedutaan maupun di tempat-tempat lain melalui 
organisasi-organisasi kemasyarakatan. "Posko-posko itu bertujuan membangun 
jejaring komunikasi untuk menyebarkan informasi dan himbauan kepada warga, 
termasuk menerima informasi dari warga," jelas Abdurrahman.

Situasi membaik
Situasi di Mesir, Senin (31/1), mulai membaik dibandingkan hari-hari 
berikutnya. Menurut Dubes Abdurrahman saat ini ketertiban publik sudah membaik. 
Beberapa hari sebelumnya polisi sempat ditarik sehingga terjadi kekacauan 
seperti penjarahan dan larinya ribuan tahanan. "Sejak kemarin dilakukan 
penangkapan terhadap penjarah dan napi yang melarikan diri. Pengamanan swakarsa 
juga dilakukan warga," jelas Abdurrahman.

Membaiknya situasi juga terlihat dengan mulai dibukanya toko-toko. Walau 
demikian menurut Dubes Indonesia situasi masih belum normal karena masih 
diberlakukan jam malam. Demonstrasi masih terus berlangsung. "Biasanya mereka 
turunnya pas sore hari," kata Abdurrahman.

Mahasiswa
Di Mesir ada ribuan mahasiswa Indonesia. Sebagian besar tinggal di 
asrama-asrama yang disediakan oleh universitas. Nurul Isma tinggal di asrama 
putri Universitas Al Azhar di Kairo. Ia adalah ketua Persatuan Pelajar 
Mahasiswi Indonesia di Mesir. Kepada Radio Nederland Nurul Isma menuturkan 
situasi mahasiswa Indonesia di Mesir baik-baik saja.

"Kita masih boleh keluar asrama. Untuk orang Indonesia daerah yang paling ramai 
itu di wilayah Hay Ashir di Kairo. Di sana cukup aman, lebih baik dari hari 
sebelumnya. Tapi, kemarin malam dari asrama kita masih mendengar suara 
tembakan," jelas Nurul. Ia menambahkan khusus untuk asrama putri mahasiswa 
hanya boleh keluar ke daerah sekitar asrama saja.

Para mahasiswa saling berkomunikasi untuk mengetahui situasi masing-masing. 
Komunikasi lewat HP sudah bisa dilakukan kembali walau pengiriman sms masih 
belum bisa dilakukan. Nurul menyatakan para mahasiswi yang tinggal di asramanya 
kemarin (Minggu malam 30/1-red) sempat panik karena pada malam hari ada pesawat 
jet yang terbang berputar-putar. "Jadi, kita lumayan panik. Bahkan teman-teman 
dari Thailand sudah disuruh pulang. Mahasiswa dari negara-negara lain juga 
sudah dianjurkan pulang," kata Nurul.

Evakuasi
Berbagai negara telah mulai memulangkan warganya dari Mesir. Dubes Abdurrahman 
menyatakan sudah ada rencana untuk mengevakuasi warga Indonesia. "Rencana itu 
ada, artinya semua kemungkinan-kemungkinan itu sudah disiapkan, termasuk 
evakuasi."

Ketika ditanya kapan dan bagaimana evakuasi tersebut akan dilakukan, Dubes 
Abdrurrahman menyatakan saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan 
Jakarta. Keputusan tidak berada di tangan KBRI. " Persiapannya ada," kata 
Abdurrahman tapi beliau menolak merinci apa saja isi persiapan tersebut.

Nurul Isma menyatakan belum tahu tentang rencana evakuasi terhadap warga 
Indonesia. "Kita dianjurkan untuk berwaspada saja, dan tidak keluar rumah jika 
tanpa keperluan dan kembali sebelum jam empat sore, itu untuk kemarin (Minggu 
30/1). Untuk sekarang kebijakannya sudah bertambah menjadi jam tiga sore."


* ARIEL "KORBAN"UU PORNOGRAFI

Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan hukuman 3,5 tahun penjara dan denda 250 
juta kepada Nazriel Irham alias Ariel Peterpan karena penyebaran video porno. 
Dalam vonis yang dibacakan ketua majelis hakim Ariel dinyatakan melanggar Pasal 
29 juncto Pasal 4 UU 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Radio Nederland 
Wereldomroep (RNW) meminta pendapat dari dua kubu yang berbeda, Front Pembela 
Islam (FPI) dan aktivis perempuan dan HAM. 

Al Habib Muhsin Ahmad Alatas, Ketua Divisi Dakwah dan Hubungan Lintas Agama 
dari FPI, menyatakan puas dengan putusan hakim tersebut. "Putusan tersebut 
sudah menunjukkan suatu sikap penegakan hukum yang bagus. Itu akan menjadi 
contoh bagi yang lain agar supaya ke depan moralitas itu juga sesuatu yang 
harus dijaga, karena itu berkaitan dengan bangsa."

Sedih dan kecewa
Dua aktivis perempuan dan HAM yang diwawancarai RNW punya pendapat berbeda. 
Menurut Firliana Purwanti, pengarang buku The Orgasm Project, keputusan ini 
sangat menyedihkan. "Yang jelas saya kecewa sekali dan sedih karena ini 
menunjukkan pelanggaran hak asasi, terutama hak asasi pribadi, oleh negara 
terhadap warga negaranya." 

Nong Darol Mahmada, aktivis perempuan yang bekerja untuk Freedom Institute 
setuju dengan pendapat Firli. Menurutnya Ariel adalah korban bukan pelaku 
tindak kejahatan. 
"Ariel adalah korban dalam arti milik pribadinya, yaitu video itu, itu dicuri  
kemudian disebarkan. Kok malah Arielnya yang dihukum tapi bukan penyebarnya. 
Buat saya Ariel ini mendapatkan hukuman yang berlipat-lipat." 

Firliana dan Nong Darol berpendapat apa yang dilakukan oleh Ariel adalah hak 
pribadi yang tidak bisa diatur oleh negara. "Apa yang dilakukan seseorang di 
kamarnya sendiri adalah sesuatu yang sangat pribadi dan harus dihormati oleh 
negara," jelas Firliana. 

Masalah Moral
Kasus Ariel sudah berbulan-bulan menjadi buah bibir di Indonesia. Publik 
terbelah menjadi pembela dan pembenci Ariel. Masalah moralitas menjadi topik 
perdebatan utama. Habib Muhsin dari FPI melihat keputusan hakim ini sebagai 
contoh bagus untuk menunjukkan batas-batas moralitas individu. 

Firliana Purwanti punya pendapat yang berbeda, ia justru melihat kasus Ariel 
ini punya dampak buruk terhadap pandangan kita tentang masalah moralitas. 
"Moralitas akhirnya didikte oleh sekelompok orang tertentu yang memaksakan 
tipe-tipe moral yang mereka mau," jelas Firliana. 

Menurut Firliana seksualitas seseorang tidak sepantasnya dimasukkan sebagai 
tolok ukur moralitas. "Moral itu kan masalah kita punya simpati terhadap 
keadilan atau tidak, masalah kita berani untuk berkata jujur, berani menolak 
kekerasan. Moralitas tidak diukur dengan berapa aktif seseorang secara seksual 
dalam ruang pribadi." 

Contoh
Penerapan UU Anti Pornografi pada 2008 menjadi tonggak polemik di Indonesia 
tentang bagaimana negara harus menghadapi masalah yang berkaitan dengan 
seksualitas warganya. Apa arti hukuman terhadap Ariel ini untuk debat tentang 
pornografi di Indonesia? 

FPI berpendapat dihukumnya Ariel ini bisa menjadi contoh bagus untuk memerangi 
pornografi. "Dalam era kebebasan ini ada orang-orang yang ingin bebas 
sebebas-bebasnya. Padalah Indonesia tidak bisa semacam itu. Vonis Ariel hari 
ini semoga bisa membikin efek jera."

Nong Darol Mahmada berseberangan dengan pendapat Habib Muhsin dari FPI. 
Menurutnya dihukumnya Ariel ini justru menunjukkan kebobrokan UU Anti 
Pornografi. "Sejak awal saya tidak setuju dengan UU Pornografi karena kita akan 
terjebak pada persoalan-persoalan pribadi,"  

Menurut Nong Darol UU Pornografi telah menyimpang dari tujuannya. "Katanya UU 
Pornografi dipakai untuk menghalangi distribusi pornografi dan melindungi 
anak-anak, tapi kenyataannya yang menjadi korban orang seperti Ariel, yang 
bukan pelaku penyebaran."


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke