---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 02 Februari 2011 15:10 UTC



** PRESIDEN MESIR HARUS CEPAT MUNDUR

** BOM MELEDAK DI PASAR PAKISTAN

** AUSTRALIA HADAPI TOPAN YASI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: OBAMA USIR MUBARAK SECEPATNYA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TUNISIA MAKIN KACAU

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SENIMAN KLASHORST MENGHIDUPKAN TAHANAN 
KAMBOJA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: JANJI MUBARAK SULIT DIPERCAYA RAKYAT MESIR

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PERJUANGAN EMANSIPASI PEREMPUAN EROPA MASIH 
RELEVAN



* PRESIDEN MESIR HARUS CEPAT MUNDUR

KAIRO (ANP/RNW) - Menurut Presiden Amerika Serikat Barack Obama, penyerahan 
kekuasaan di Mesir harus 'dimulai sekarang'.

Tanggapan Amerika ini keluar setelah pengumuman Presiden Mesir Hosni Mubarak 
bahwa ia baru akan mundur September mendatang. Obama berbicara selama setengah 
jam dengan Mubarak setelah dia mengumumkan pengunduran dirinya. Menurut Obama, 
Mubarak juga mengakui tak bisa lagi mempertahankan status quo di Mesir.

Obama tidak menyatakan kapan penyerahan kekuasaan itu. Di Eropa, Perdana 
Menteri Turki, satu-satunya yang jelas mendesak pengunduran cepat Mubarak. 
Sementara Menteri Luar Negeri Belanda, Uri Rosenthal menyebut keputusan Mubarak 
sebagai 'langkah pertama'.


* BOM MELEDAK DI PASAR PAKISTAN

PESHAWAR (ANP) - Serangan bom di pasar Peshawar, Pakistan, menewaskan 
sedikitnya sembilan orang. Dua puluh orang lainnya terluka. 

Saat bom meledak, pasar Peshawar ramai dikunjungi orang. Ini serangan ke-enam 
di Pakistan dalam satu pekan. Menurut polisi, bom dipasang di sebuah mobil dan 
meledak dekat kantor polisi. 

Peshawar terletak di kawasan, tempat al-Qaeda dan Taliban aktif. Di sana, 
pesawat terbang tak berawak Amerika seringkali menembaki pejuang dua gerakan 
tersebut, dan tentara Pakistan sering bentrok dengan kelompok militan.


* AUSTRALIA HADAPI TOPAN YASI

CAIRNS (ANP) - Queensland, Australia, bersiap-siap menghadapi topan Yasi, yang 
menurut perkiraan mencapai pantai negara bagian itu hari ini (02/02).

Perdana Menteri Queensland, Anna Bligh, mengimbau penduduk yang tinggal di 
dataran rendah, mencari tempat aman. "Anda masih bisa mencari tempat aman. Anda 
harus memanfaatkan kesempatan itu," kata Bligh.

Yasi topan kategori lima, kategori paling berbahaya. Yasi kemungkinan bisa 
menjadi salah satu badai terbesar yang pernah melanda Australia. Topan 
diperkirakan akan melewati kota Cairns, Townsville dan Mackay.


* PRESIDEN YAMAN IKUTI CONTOH MUBARAK

SANAA (ANP) - Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh tidak akan mencalonkan diri 
lagi dalam pemilihan presiden 2013.

Ia juga tidak berencana menyerahkan kekuasaan kepada putranya. Demikian kata 
presiden Yaman menjelang demonstrasi besar menentang rezimnya, yang rencananya 
digelar Kamis (03/02).

Saleh mengikuti contoh Presiden Mesir, Hosni Mubarak. Setelah serangkaian 
protes massal selama satu pekan, Mubarak Selasa malam (01/02) mengumumkan tidak 
mencalonkan diri lagi dalam pilpres September mendatang. Dua pemimpin Arab ini 
berkuasa sekitar tiga puluh tahun.


* HARI KESEMBILAN DEMONSTRASI KAIRO

KAIRO (ANP) - Demonstran kembali berkumpul di lapangan Tahrir, Kairo, ibukota 
Mesir, memprotes rezim presiden Hosni Mubarak.

Mereka tidak menerima keputusan presiden, 82 tahun, untuk tidak ikut pemilihan 
presiden September mendatang. Mereka berseru: "Kami tidak pergi, dia harus 
pergi". Banyak toko di pusat Kairo tutup hari ini. Sejumlah mesin ATM berfungsi 
lagi dan orang bisa kembali mengirim sms.


* BADAI SALJU LANDA AS

WASHINGTON (ANP) - Bagian tengah Amerika Serikat dilanda badai salju dahsyat. 
Media Amerika melaporkan beberapa negara bagian menyatakan keadaan darurat.

Ini badai salju terbesar sejak puluhan tahun. Menurut gambar-gambar satelit 
Organisasi Ruang Angkasa Amerika, NASA, setidaknya separuh dari lima puluh 
negara bagian Amerika dilanda badai. Di banyak tempat salju yang turun mencapai 
puluhan sentimeter.

Missouri, Illinois, Oklahoma, Kansas dan Arkansas menyatakan keadaan darurat. 
Arkansas mengerahkan garda nasional untuk membawa pasokan tambahan ke kawasan 
di barat laut negara bagian. Di beberapa negara bagian lain, garda nasional 
telah siap siaga.

Di kawasan yang dilanda badai salju, puluhan ribu orang tanpa listrik, karena 
kabel listrik mengalami kerusakan. Di banyak tempat, sekolah, gedung pemerintah 
dan jalan raya ditutup.

Presiden Barack Obama hari ini menghadiri pertemuan yang membahas tentang 
persiapan serta bantuan darurat. Badan Cuaca Nasional mengeluarkan peringatan 
badai salju serta ramalan cuaca untuk kurang lebih tiga puluh negara bagian.


* KORBAN SERANGAN MOSKOW BERTAMBAH

MOSKOW (ANP) - Salah seorang korban luka dalam serangan bunuh diri pekan lalu 
di bandara internasional Domodedovo, dekat Moskow, meninggal di rumah sakit.

Dengan demikian jumlah korban tewas bertambah mencapai 36 orang. Sekitar 
seminggu setelah serangan, 114 orang masih dirawat di beberapa rumah sakit. 
Empat pasien dalam keadaan kritis.

Pelaku serangan telah diidentifikasi, yakni laki-laki 20 tahun dari salah satu 
republik memberontak di Kaukasus. Dinas keamanan masih melacak otak di balik 
aksi teror, laki-laki Rusia, anggota gerakan Islam.


* PERAWAT LECEHKAN PENYANDANG CACAT

BERN (NOS) - Polisi Swiss menahan seorang laki-laki, yang diduga melakukan 
pelecehan seksual terhadap 122 penyandang cacat mental.

Pelecehan dimulai tahun 1980an dan berlangsung hingga tahun lalu. Pria 54 tahun 
ini bekerja sebagai perawat dan melakukan pelecehan seksual terhadap pasien 
penyandang cacat di Swiss dan Jerman serta anak-anak dari perawat lain.

Menurut polisi korban termuda adalah anak berumur satu tahun. Di rumahnya, 
polisi menemukan sejumlah foto dan rekaman video. Pria tersebut mengakui 
bersalah atas 114 kasus pelecehan seksual. Kebanyakan kasus telah kedaluwarsa. 
Namun untuk 33 kasus ia masih bisa dihukum.


* TIGA ORANG LAIN TERLIBAT SERANGAN 9/11

WASHINGTON (ANP) - Amerika Serikat memburu tiga laki-laki yang terlibat 
serangan teroris 11 September 2001.

Hal ini tercantum dalam dokumen rahasia Amerika yang sekarang dimiliki situs 
pembocor rahasia WikiLeaks. Demikian surat kabar The Washington Post dan The 
Telegraph melaporkan di situs webnya.

Tiga laki-laki asal Qatar masuk Amerika Serikat pada 15 Agustus 2001 dan 
meninggalkan negeri itu sehari sebelum serangan. Selama berada di Amerika, 
mereka kabarnya melakukan pengintaian di tempat-tempat yang dipilih sebagai 
sasaran.

Tiga pria tersebut diawasi karena ulah mereka yang mencurigakan. Namun barang 
buktinya kurang sehingga pihak berwenang tak bisa menahan mereka. 10 September 
2001 mereka terbang ke London dan tiga hari kemudian ke Qatar.
Serangan 11 September 2001 menewaskan hampir tiga ribu orang.


* TENTARA MESIR INGIN PROTES BERAKHIR

KAIRO (ANP) - Tentara Mesir mengimbau demonstran, yang untuk hari kesembilan 
turun ke jalan menuntut lengsernya Presiden Hosni Mubarak, kembali melakukan 
kegiatan sehari-hari. Demikian televisi negara melaporkan.

Sejauh ini angkatan bersenjata tidak menggunakan banyak kekerasan terhadap 
pengunjuk rasa. Dalam pernyataan sebelumnya, tentara bahkan menyebut tuntutan 
mereka legitim. Namun kini tentara menganggap sudah saatnya mengakhiri 
demonstrasi.


* MESIR PERLUNAK JAM MALAM

KAIRO (ANP) - Otoritas Mesir memperlunak jam malam. Larangan keluar rumah yang 
baru, berlaku dari jam lima sore hingga jam tujuh pagi.

Keputusan itu menyusul pidato televisi presiden Hosni Mubarak, yang Selasa 
malam (01/02) mengumumkan tidak ikut pemilihan presiden September mendatang. 
Rezim berharap, dengan memperlunak jam malam, serangkaian protes jalan 
hari-hari belakangan akan bisa berakhir.

Warga Mesir secara massal mengabaikan jam malam, menuntut lengsernya Mubarak.


* PENDUKUNG MUBARAK TURUN KE JALAN

KAIRO (ANP) - Hari ini ribuan pendukung presiden kontroversial Mesir turut 
meramaikan jalan-jalan Kairo.

Mereka bergerak menuju lapangan Tahrir, tempat penentang rezim Mubarak 
berdemonstrasi selama beberapa hari. Seorang saksi mata melaporkan, warga Mesir 
diberikan 100 pond Mesir untuk bergabung dalam unjuk rasa mendukung Mubarak.


* BURSA SAHAM EROPA POSITIF

AMSTERDAM (ANP) - Bursa saham Eropa dibuka lebih tinggi. Indeks AEX di 
Amsterdam naik 0,1 persen pada 367,30 poin. Bursa saham di London, Frankfurt 
dan Paris naik hingga 0,4 persen. 

1 Euro = 1,3835 USD
1 USD = 9.035,00 IDR
1 Euro = 12.497,44 IDR


* OBAMA USIR MUBARAK SECEPATNYA

Presiden Amerika Serikat Barack Obama berpendapat, penyerahan kekuasaan di 
Mesir harus "dimulai sekarang." Tanggapan Amerika tersebut keluar selepas 
pernyataan presiden Mubarak bahwa ia baru akan mundur September mendatang.

Obama berbicara selama setengah jam dengan Mubarak setelah presiden Mesir itu 
mengumumkan pendiriannya dalam sebuah pidato. "Semuanya jelas, dan itu juga 
yang saya katakan kepada presiden Mubarak, bahwa penyerahan kekuasaan harus 
bermakna, harus terjadi dengan damai, dan dilakukan sekarang," terang presiden 
Obama pasca pertemuan. Namun Gedung Putih tidak menjelaskan kapan penyerahan 
kekuasaan persisnya akan berlangsung.

Selasa (01/02) malam Mubarak mengumumkan dalam pidato di televisi bahwa ia 
tidak akan bisa dipilih lagi sebagai presiden pada pemilu September mendatang. 
Beberapa hari terakhir rakyat Mesir mengadakan unjuk rasa besar-besaran untuk 
melawan rezimnya. Mubarak sudah memimpin Mesir sejak 1981.

Kacau
Dalam pidatonya, Mubarak menyatakan, tidak pernah berencana kembali mencalonkan 
diri untuk termin selanjutnya. Pada pemilu mendatang, kekuasaan akan diserahkan 
secara tertib. Mubarak mengatakan, rakyat Mesir bisa memilih antara penyerahan 
kekuasaan secara damai atau dengan "kekacauan yang menghempas negara seperti 
beberapa hari terakhir ini." Presiden menyalahkan gerakan-gerakan politik yang 
menurutnya memanipulasi demonstrasi.

Pidato ini disusul unjuk rasa massal. Hanya di ibukota Kairo saja diperkirakan 
ada sejuta orang yang berunjuk rasa. Selama pidato Mubarak, para demonstran di 
lapangan Tahrir di Kairo dan di kota pelabuhan Iskandarsyah berteriak-teriak 
bahwa Mubarak harus pergi. Mereka berpegang teguh bahwa tuntutan ini harus 
dipenuhi Jumat (04/02) mendatang.

Pengaruh
Para pengunjuk rasa masih bertahan, tapi tidak jelas apa tanggapan rakyat di 
seluruh Mesir terhadap pidato Mubarak. Pengamat menyimpulkan, blok kekuasaan di 
seputar presiden ingin mengulur waktu selama mungkin untuk tetap berkuasa.

Semua mata sekarang terarah pada tentara. Tentara masih merupakan pendukung 
Mubarak, tapi selama demo terjadi, tentara tidak memihak. Tentara malah 
mengatakan tidak akan menggunakan kekerasan terhadap para demonstran. Para 
pengamat menilai, tentara tidak bisa menunggu terlalu lama, karena masa 
transisi yang terlalu lama bisa membawa ketegangan luar biasa. Ini bisa 
menghancurkan ekonomi yang sekarang sebenarnya sudah mandeg.

Membanggakan prestasi
Dalam pidatonya Mubarak dengan tegas mengatakan, ia tidak berencana melarikan 
diri atas desakan para pendemo. "Saya akan tetap menghembuskan napas terakhir 
di Mesir," kata presiden. Ia menyinggung presiden Tunisia Ben Ali, yang lari ke 
luar negeri bulan lalu setelah protes panjang. Mubarak mengatakan, ia banga 
terhadap prestasinya selama memerintah.

Selasa (01/02)malam televisi negara untuk pertama kalinya memperlihatkan 
demonstrasi pendukung Mubarak yang jumlahnya relatif sedikit.


* TUNISIA MAKIN KACAU

Situasi belum juga tenang di Tunisia pasca revolusi Melati. Unjuk rasa yang 
berujung dengan kepergian presiden Ben Ali memang sudah selesai. Namun sampai 
sekarang, masih banyak unjuk rasa lain digelar. Gara-gara itu, perusahaan 
tekstil milik Lucienne Ruland dari Belanda menghadapi masalah. 

Karena sekarang di Mesir terdapat ribuan pengunjuk rasa, situasi terlihat lebih 
tenang di Tunisia. Protes rakyat membuat Ben Ali akhirnya meninggalkan Tunisia. 
Pemerintahan sementara telah dibentuk, dan akan menyelenggarakan pemilu baru. 
Namun semua cuma fatamorgana. Nyatanya, negara Afrika utara tersebut sama 
sekali belum aman. Polisi Tunisia mogok kerja menuntut kenaikan gaji. Dan para 
penjarah memanfaatkan situasi.

Unjuk rasa melumpuhkan sebagian besar wilayah negara. Di bandara Tunisia, para 
staf mogok kerja. Di sebuah hotel, para karyawan menuntut pemecatan manajer. 
Para pengajar dan dosen juga berunjuk rasa beberapa hari terakhir ini. 
Sekarang, sekolah-sekolah sudah kembali dibuka, namun para siswa masih rutin 
turun ke jalan.

Siap Pakai
Lucienne Ruland, warga negara Belanda, tinggal bersama suami dan tiga anaknya 
di kota Mateur. Bersama suaminya yang berkebangsaan Tunisia, Lucienne mengelola 
perusahaan tekstil. 

Tunesie protest/q1
"Orang-orang di pelabuhan juga mogok kerja. Sejak Sabtu kemarin kami tak bisa 
mengirim barang. Di sini ada sepuluh ribu celana panjang siap pakai yang 
harusnya dikirim ke Belanda. Namun sampai sekarang tak terkirim. Kami tak tahu 
sampai kapan mogok kerja ini akan berlangsung."

Rekening bank
Unjuk rasa ini adalah akibat dari penindasan bertahun-tahun yang dialami rakyat 
Tunisia. Rezim presiden Zine al-Abidine Ben Ali menyebabkan tingkat 
pengangguran tinggi dan kesenjangan besar terjadi antara kaya dan miskin. 
Mantan diktator tersebut mengkorupsi uang rakyat untuk kepentingan pribadi. Uni 
Eropa sekarang akan membekukan rekening bank Ben Ali dan istrinya. 

Kepergian mereka dari Tunisia melegakan rakyat. Namun kepercayaan Tunisia 
terhadap dunia politik belum juga pulih. Tadinya, dalam pemerintahan sementara 
masih duduk pejabat-pejabat dari rezim Ben Ali. Selepas protes massal, mereka 
semua diganti. Juga partai-partai politik - seperti gerakan muslim Ennahda - 
kembali diizinkan.

Jilbab
Sekarang negara ini menanti pemilu selanjutnya. Menurut ahli Tunisia yang 
sekaligus mantan jurnalis, Charles Huijskens, masih belum jelas aliran politik 
apa yang akan berkuasa. Pihak oposisi sudah bertahun-tahun ditindas dan tak 
punya kesempatan untuk menunjukkan diri. Dunia internasional khawatir, islam 
akan masuk ke politik Tunisia, namun Huijskens tidak takut akan hal itu.

Tunesie protest/q2
"Tunisia bukan negara islam fundamentalis. Pemakaian jilbab di gedung-gedung 
umum dilarang. Perempuan bisa jadi supir taksi dan polisi. Fundamentalisme 
tidak berperan di sini. Menurut saya, rakyat Tunisia tidak menanti-nantikan 
fundamentalisme dalam politik mereka."

Kebebasan
Lucienne Ruland juga tak percaya bahwa fundamentalisme islam akan mendapat 
tempat di Tunisia. Orang tunisia sangat mencintai kebebasan yang akhirnya bisa 
mereka rebut kembali. Mereka tak ingin kembali kehilangan kebebasan akibat 
fundamentalisme. Lucienne berharap, pemilu dimenangkan oleh gerakan yang bisa 
mengontrol situasi dengan baik.

Tunesie protest/q3
"Setelah 23 tahun ditindas, orang-orang di sini tidak terbiasa dengan demokrasi 
terbuka. Pengaturan dan bimbingan dari atas diperlukan. Harus ada aturan yang 
dipatuhi. Rakyat harus dibantu untuk mengerti, apa demokrasi yang sebenarnya."


* SENIMAN KLASHORST MENGHIDUPKAN TAHANAN KAMBOJA

25 tahanan Kamboja menatap lurus dari lukisan itu. Sekitar 30 tahun lalu, 
mereka ditangkap, disiksa dan dibunuh oleh Khmer Merah. Peter Klashorst melukis 
potret mereka. Di gedung tempat mereka dipenjara, potret-potret tersebut 
dipamerkan. Laporan Philip Smet. 

"Saya pernah ke sana sekali, dan sangat terpana dengan foto-foto di sana. Saya 
terkesan dengan situasinya, dengan sejarahnya," kata Klashorst lewat telepon 
dari Kamboja. "Malamnya saya langsung bersemangat melukis."

Klashorst sedang berwisata di ibukota Phnom Penh ketika mengunjungi museum 
genosida Tuol Sleng. Pada tahun 1975-1979 gedung tersebut adalah penjara 
rahasia rezim Khmer Merah Pol Pot. Foto-foto dari sekitar 6000 mantan tahanan 
masih tersimpan rapi, jumlah ini diperkirakan 1/5 dari jumlah total tahanan 
yang pernah disiksa di sini. Di seluruh Kamboja, pada periode ini, rezim 
membunuh sekitar dua juta orang. 

Memandang lensa
Setiap tahanan yang masuk ke penjara ini dipotret. Foto-foto tersebut sekarang 
diperbesar dan digantung di museum tersebut. Jika melihat foto-foto mereka, 
kita bisa lihat tatapan terkejut, wajah penuh amarah, beberapa malah menangis, 
bakan ada juga foto-foto anak-anak. 

"Mereka harus menatap kamera, tidak boleh menunduk. Sebagian besar tidak tahu 
kesalahan apa yang telah mereka perbuat. Baik tahanan maupun petugas penjara 
tak tahu kenapa mereka dikirim ke penjara ini. Para interogator harus mencari 
tahu sendiri alasannya. Pokoknya, mereka bersalah karena mereka ditangkap. Jika 
Anda melihat ribuan foto di sana, seolah teman, kenalan, atau mantan pacar Anda 
berada di antaranya. Dengan alasan itu saya melukis mereka. Saya seolah 
mengenali mereka entah di mana," kata Klashorst.

S21
Pelukis ini membuat potret sampai setinggi dua meter. Organisasi PBB UNESCO 
meminta Klashorst untuk menggelar pameran di museum genosida tersebut. Pameran 
ini dibuka akhir Januari. 

"Dulu, di ruangan tempat lukisan tergantung, orang-orang itu ditahan. Ini 
pengalaman yang sangat aneh. Di dinding terlihat nomor-nomor tahanan. Di 
sanalah mereka diikat."

Eksposisi ini dinamakan S21, merujuk ke kode yang diberikan untuk para tahanan 
pada waktu itu. 

Selain 25 lukisan potret, Klashorst juga membuat 25 lukisan lain. Mereka 
terinspirasi dari buku salah satu mantan tahanan Tuol Sleng, pelukis iklan Vann 
Nath. Ia dulu harus melukis potret untuk pemimpin komunis Pol Pot. Waktu itu, 
Vann sempat berdiskusi dengan komandan kamp, yang mengisahkannya seni Picasso. 

Masyarakat
Klashorst (1957) memulai kariernya di Belanda. Di sana ia langsung jadi pusat 
perhatian karena menjadi beraliran Nieuwe Wilden, yaitu aliran seni pasca PD II 
yang lahir di Jerman pada sekitar tahun 1980. Ia tidak bisa beradaptasi dengan 
iklim Belanda dan akhirnya pergi ke Afrika dan Asia. Di Senegal, Afrika, ia 
dipenjara karena lukisan wanita-wanita telanjangnya tidak bisa diterima di 
sana. Kini ia tinggal di Kamboja, di negara ini seni yang menampilkan 
ketelanjangan juga tidak bisa diterima. 

"Saya belajar dari pengalaman," tandasnya. Meski demikian ia selalu melontarkan 
komentarnya tentang masyarakat melalui lukisan-lukisannya, sadar maupun tak 
sadar. "Saya melihat persamaan keadaan seperti di Belanda. Putri saya, lima 
tahun, juga bagai terpenjara dalam situasi, padahal ia tidak melakukan apa pun. 
Di Belanda, orang-orang tak bersalah pun masuk penjara." 

Ibu dari putrinya adalah seorang ilegal di Belanda, dan karena itulah ibu dan 
anak tersebut harus tinggal di pusat deportasi di Ter Apel. "Lukisan saya 
bercerita tentang itu: tentang penyalahgunaan kekuasaan dan kemerdekaan."

Langka
Klashorst sering dapat kritik tentang eksposisinya di Phnom Penh. "Kalau saya 
sedang bersepeda atau jalan kaki, ada saja orang yang ingin menangkap atau 
menantang saya. Tema yang saya sajikan memang amat menyentuh, juga bagi diri 
saya sendiri. Beberapa tahanan yang selamat menjadi 'semacam' teman saya. 
Mereka senang saya melakukan ini karena ini adalah penghargaan untuk mereka 
yang tewas di sana. Seorang pria yang pernah di penjara di sana, menangis 
ketika melihat karya saya." 

"Dengan melukis sebuah potret, saya mencoba menggambarkan sebuah kehidupan. 
Melukis adalah sebuah proses yang lebih lambat dan lebih intensif ketimbang 
fotografi. Dan mungkin memang benar: bahwa mereka melalui satu dan lain hal 
'dibangkitkan kembali' dalam lukisan. Itu harapan saya. Mereka bisa kembali 
berada di antara kita. Pelipur lara yang langka." 

= = = = =
<http://www.tuolsleng.com/>Website van het Museum of Genocide in Phnom Penh
www.peter-klashorst.com <http://www.peter-klashorst.com>
<http://www.peter-klashorst.com/exhibit%20home.html>  Voor de expositie S21


* GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: PERSAUDARAAN MUSLIM DI MESIR DAN LUKISAN 
REMBRANDT DI QATAR

PERSAUDARAAN MUSLIM DI MESIR DAN LUKISAN REMBRANDT DI QATAR

Tinjauan Pers kali ini menyorot persaudaraan muslim atau Ikhwanul Muslimin di 
Mesir dan pameran lukisan Rembrandt di Qatar.

De Volkskrant menampilkan opini Asher ben Avraham yang membahas gerakan 
Ikhwanul Muslimin (persaudaraan muslim) di Mesir. Walaupun tidak menonjol, 
kelompok islam ini merupakan bagian penting dari massa yang sudah seminggu 
lebih menuntut agar presiden Husni Mubarak lengser. Ikhwanul Muslimin termasuk 
kelompok yang paling keras menentang Mubarak, karena selalu ditindas olehnya. 

Demokrasi
Protes di Mesir terjadi, menurut penulis opini ini, karena rakyat benar-benar 
menuntut demokratisasi di negeri Nil itu. Tapi penulis mengkhawatirkan Ikhwanul 
Muslimin memanfaatkan kesempatan ini untuk bangkit dan membuat Mesir menjadi 
negara islam seperti Hamas di Palestina. 

Kalau itu terjadi, menurut penulis, tidak akan ada demokrasi. Inti demokrasi, 
lanjut Avraham, adalah hak memilih dan dipilih, hak berkumpul dan berserikat, 
pemisahan negara dan agama, kesetaraan menurut UU dan perlindungan kelompok 
minoritas. 

Bertentangan 

Menurut penulis, sebagian besar prinsip-prinsip ini bertentangan dengan 
ideologi kelompok islam seperti Ikhwanul Muslimin. Perempuan boleh saja 
memilih, tapi kelompok islam membatasi kemungkinan kaum hawa menduduki jabatan 
tinggi. Kemudian kelompok islam tidak menghargai hak berserikat untuk 
mendirikan partai berdasarkan agama dan azas lain. Ikhwanul Muslimin, menurut 
penulis lagi, pasti tidak setuju hal ini. Buktinya Hamas, yang berideologi sama 
dengan Ikhwanul tidak memperbolehkan partai yang tidak cocok dengan aturan 
agama yang ketat. Tanya saja sama para anggota Al Fatah, tandas penulis.

Ikhwanul Muslimin juga tidak setuju dengan kebebasan berpendapat. Memang orang 
bebas berpendapat selama masih dalam kerangka agama. Tapi tidak mungkin untuk 
menyampaikan pendapat melalui jalur yang dipilih sendiri. Buktinya hal itu, 
menurut penulis, tidak ada di Pakistan, Iran, Sudan dan Arab Saudi. Ikhwanul 
Muslimin menentang pemisahan agama dengan negara. Mereka malah ingin agar 
negara mengatur semuanya menurut ajaran agama. Dan terakhir kaum islam tidak 
akan melindungi kelompok minoritas, seperti non muslim dan kaum gay. Di 
negara-negara Islam, kaum gay dikejar-kejar.  Islamisme banyak bertentangan 
dengan prinsip demokrasi.

Oleh karena itu, jangan banyak berharap dari Ikhwanul Muslim untuk menegakkan 
demokrasi di Mesir. Semoga saja warga yang memberontak di Mesir mampu mengekang 
kekuatan kelompok radikal agama yang juga ikut berdemo di Kairo dan 
Iskandariyah. Kalau tidak, diktator Mubarak bakal diganti oleh diktator 
Ikhwanul Muslimin. Islamisme dan demokrasi tidak bersahabat. Mereka adalah 
tetangga yang berjauhan. Demikian opini Asher ben Avraham di de Volkskrant. 


Rembrandt
Kita berpindah ke topik Belanda, tapi masih berkaitan dengan Timur Tengah. 
Kalau kini banyak warga beramai-ramai meningalkan Timur Tengah, terutama Mesir 
dan Tunisia gara-gara protes massal, lukisan Rembrandt malah sebaliknya. 
Lukisan ini akan dibawa ke Doha, ibukota Qatar. Pasalnya Museum Seni Islam di 
kota itu akan menggelar pameran karya para pelukis agung Belanda pada musim 
semi mendatang. Mulai tanggal 11 Maret, 44 lukisan karya Rembrandt, Vermeer, 
Frans Hals, Jan Steen dan Albert Cuyp akan dipajang di sana.

Karya-karya agung itu dipinjamkan ke negara Arab tersebut oleh Rijksmuseum di 
Amsterdam. Ini untuk pertama kali dalam sejarah, bagian-bagian dari koleksi 
karya agung itu dipamerkan di Timur Tengah, tandas museum. Karya-karya itu juga 
merupakan seleksi lukisan-lukisan mahal Belanda dari Abad Keemasan yang 
dipinjamkan ke luar negeri. 

Kerja sama
Pameran ini merupakan awal dari kerja sama berkesinambungan antara Rijksmuseum 
dan The Qatar Museum Authority, lembaga yang mengurus museum di negara minyak 
itu. Pameran ini menggarisbawahi "pentingnya dialog budaya antara kedua 
museum." Pameran hasil karya para pelukis agung Belanda itu berlangsung sampai 
6 Juni. 

Menjelang pembukaan, Ratu Beatrix dan Putera Mahkota Willem-Alexander dan 
istrinya Maxima akan menggelar kunjungan kenegaraan ke Qatar pada tanggal 9 dan 
10 Maret. Mereka di sana atas undangan Amir Hamad bin Khalifa Al-Thani. 
Demikian het Parool.


* JANJI MUBARAK SULIT DIPERCAYA RAKYAT MESIR

Gejolak politik yang terjadi di Mesir saat ini makin jadi perhatian dunia. 
Presiden Hosni Mubarak berjanji tidak akan mencalonkan diri lagi menjadi 
presiden dalam pemilu September mendatang, tapi rakyat Mesir tak percaya, 
mereka tetap ingin Mubarak lengser sekarang juga. 

Ibrahim Isa, orang Indonesia yang kini berdomisili di Belanda, pernah menjadi 
perwakilan Indonesia untuk Asia Afrika di tahun 60-an. Ketika itu dia bekerja 
untuk organisasi yang bernama OISRAA (Indonesian solidarities organization for 
Asia Africa). Isa pernah tinggal di Mesir selama lima tahun (1960 - 1965). 
Bagaimana pendapatnya mengenai gejolak yang terjadi di Mesir saat ini? 

Gejolak politik semacam ini menurut Ibrahim Isa adalah sebuah gejala yang 
secara historis wajar saja, karena, tambahnya, rakyat Mesir sudah begitu lama 
tertindas baik dibidang politik maupun ekonomi. 

Otoriter
Jika diperhatikan situasi yang ada di Mesir saat ini mirip seperti apa yang 
terjadi di Indonesia 11 tahun lalu. Ibrahim Isa mengatakan memang keotoritasan 
Mubarak dan Suharto itu mirip hanya bedanya selama berkuasa, Suharto banyak 
membunuh  rakyat yang tak bersalah. Sementara Mubarak, tandas Ibrahim Isa, 
menggantikan presiden Nasser dengan caranya sendiri tanpa pertumpahan darah. 

Namun selama berkuasa kepemimpinan Mubarak sangat keras dan menindas oposisi. 
Selain itu juga menurut Ibrahim Isa, kesekuleran Mubarak membawa Mesir menjadi 
sekutu negara-negara Barat. Dia tidak memberi kesempatan pada kelompok islam 
radikal untuk naik ke panggung politik. Dia tidak mau Mesir jadi negara Islam. 

Walau nanti terjadi perubahan dalam pemerintahan pasca lengsernya Mubarak, 
Ibrahim Isa beranggapan kelompok fundamentalis seperti Ikhwanul Muslimin tidak 
akan menjadi dominan dalam dunia politik Mesir. Meski demikian Ikhwanul 
Muslimin tetap akan mendapat tempat karena mereka selama ini juga tetap aktif 
dalam bidang sosial dan pendidikan. 

Janji
Sebagai seorang yang pernah ditinggal di Mesir selama lima tahun dan selalu 
mengamati kondisi dan situasi negeri itu, Ibrahim Isa beranggapan rakyat Mesir 
tidak akan percaya janji yang Mubarak serukan kemarin. "Janji-janji Mubarak itu 
sulit untuk dipercaya, karena selama tiga puluh tahun, dia tidak pernah 
menepati janjinya yang menyangkut masalah demokrasi dan masalah peningkatan 
taraf kehidupan rakyat."


* PERJUANGAN EMANSIPASI PEREMPUAN EROPA MASIH RELEVAN

Masalah yang dihadapi perempuan di seluruh dunia sebenarnya sama. Mereka masih 
tetap dikelasduakan. Demikian tandas Zely Ariane dari KPRM (Komite Politik 
Rakyat Miskin) PRD dan anggota Komite Nasional Mahardhika, sebuah organisasi 
perempuan payung.

Zely Ariane berada di Belanda dalam rangka menghadiri seminar yang digelar 
International Institute for Research and Education (IIRE) atau Lembaga 
Internasional untuk Penelitian dan Pendidikan yang berkantor di Amsterdam. 
Seminar itu membahas masalah perjuangan keadilan global, terutama mengenai 
nasib perempuan.

Masalah lingkungan
Zely Ariane mengatakan, dari satu segi pembahasan seminar tidak ada yang baru, 
karena yang dibahas bahwa dunia sekarang sedang dilanda krisis ekonomi yang 
disebabkan oleh sistem kapitalisme yang dinikmati oleh hanya segelintir orang.

Di segi lain ada juga yang baru yaitu masalah krisis lingkungan yang merupakan 
masalah yang mendesak. Tapi masalah ekonomi juga penting. Makanya keduanya 
harus ditangani serentak. "Itu suatu hal yang dapat kita gabungkan 
perjuangannya, " tandas Zely.

Hak kelompok minoritas
Selain itu masalah penting yang dibahas juga dalam seminar itu terutama hak 
perempuan dan hak kelompok minoritas seperti kaum homoseksual. "Dan semua 
perjuangan rakyat tertindas ini di berbagai sektor bersama persoalan lingkungan 
dan persoalan ini sebetulnya menjadi satu kekuatan perlawanan bersama, " tegas 
Zely. Rezim yang menjadi penyebab ini semua terjadi, harus dilawan bersama, 
tambahnya.

Meski perjuangan dan permasalahan perempuan di seluruh dunia sebenarnya sama 
tapi detilnya di tiap negara berbeda. Misalnya di Pakistan masalah lingkungan 
sangat besar sekali, karena negerinya ini baru dilanda banjir. Dan ada hal lain 
yang membedakan perempuan Paksitan dari perempuan lain. "Mereka di bawah 
pemerintahan negara Islam yang diktator, " tandas Zely.

Kapitalisme
Tapi secara umum menurut Zely Ariane semakin jelas bahwa semua orang di dunia 
berjuang melawan kapitalisme. Untuk itu, orang harus solider antara satu sama 
lain.

Seminar itu tak pelak lagi juga dihadiri oleh perempuan dari Eropa misalnya 
dari Prancis. Status perempuan di Eropa termasuk di Belanda secara formal 
memang sudah lebih baik ketimbang di Indonesia misalnya. Itu ditinjau dari 
hukum dan ekonomi.

Tapi kedudukan mereka di rumah tangga masih sama dengan perempuan di Indonesia. 
Selain itu gaji perempuan Eropa juga masih lebih rendah dibandingkan dengan 
gaji kaum lelaki. "Itu semua masih dialami perempuan-perempuan di Eropa dan 
negeri kapitalis maju juga, " tandas Zely.

Masih relevan
Oleh karena itu, perjuangan emansipasi perempuan di Eropa masih relevan. Dengan 
demikan ia  menyangkal ucapan pemerintah Eropa, yang menurut dia beraliran 
kapitalis,  bahwa perempuan Eropa sudah mencapai perjuangan emansipasinya.

Zely: "Tidak. Beban ganda masih ada di mereka. Mereka masih penanggung jawab 
utama rumah tangga. Dan itu permasalahan."


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke