--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 02 Februari 2011 15:10 UTC ** PRESIDEN MESIR HARUS CEPAT MUNDUR ** BOM MELEDAK DI PASAR PAKISTAN ** AUSTRALIA HADAPI TOPAN YASI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: OBAMA USIR MUBARAK SECEPATNYA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TUNISIA MAKIN KACAU ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SENIMAN KLASHORST MENGHIDUPKAN TAHANAN KAMBOJA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: JANJI MUBARAK SULIT DIPERCAYA RAKYAT MESIR ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PERJUANGAN EMANSIPASI PEREMPUAN EROPA MASIH RELEVAN * PRESIDEN MESIR HARUS CEPAT MUNDUR KAIRO (ANP/RNW) - Menurut Presiden Amerika Serikat Barack Obama, penyerahan kekuasaan di Mesir harus 'dimulai sekarang'. Tanggapan Amerika ini keluar setelah pengumuman Presiden Mesir Hosni Mubarak bahwa ia baru akan mundur September mendatang. Obama berbicara selama setengah jam dengan Mubarak setelah dia mengumumkan pengunduran dirinya. Menurut Obama, Mubarak juga mengakui tak bisa lagi mempertahankan status quo di Mesir. Obama tidak menyatakan kapan penyerahan kekuasaan itu. Di Eropa, Perdana Menteri Turki, satu-satunya yang jelas mendesak pengunduran cepat Mubarak. Sementara Menteri Luar Negeri Belanda, Uri Rosenthal menyebut keputusan Mubarak sebagai 'langkah pertama'. * BOM MELEDAK DI PASAR PAKISTAN PESHAWAR (ANP) - Serangan bom di pasar Peshawar, Pakistan, menewaskan sedikitnya sembilan orang. Dua puluh orang lainnya terluka. Saat bom meledak, pasar Peshawar ramai dikunjungi orang. Ini serangan ke-enam di Pakistan dalam satu pekan. Menurut polisi, bom dipasang di sebuah mobil dan meledak dekat kantor polisi. Peshawar terletak di kawasan, tempat al-Qaeda dan Taliban aktif. Di sana, pesawat terbang tak berawak Amerika seringkali menembaki pejuang dua gerakan tersebut, dan tentara Pakistan sering bentrok dengan kelompok militan. * AUSTRALIA HADAPI TOPAN YASI CAIRNS (ANP) - Queensland, Australia, bersiap-siap menghadapi topan Yasi, yang menurut perkiraan mencapai pantai negara bagian itu hari ini (02/02). Perdana Menteri Queensland, Anna Bligh, mengimbau penduduk yang tinggal di dataran rendah, mencari tempat aman. "Anda masih bisa mencari tempat aman. Anda harus memanfaatkan kesempatan itu," kata Bligh. Yasi topan kategori lima, kategori paling berbahaya. Yasi kemungkinan bisa menjadi salah satu badai terbesar yang pernah melanda Australia. Topan diperkirakan akan melewati kota Cairns, Townsville dan Mackay. * PRESIDEN YAMAN IKUTI CONTOH MUBARAK SANAA (ANP) - Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh tidak akan mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden 2013. Ia juga tidak berencana menyerahkan kekuasaan kepada putranya. Demikian kata presiden Yaman menjelang demonstrasi besar menentang rezimnya, yang rencananya digelar Kamis (03/02). Saleh mengikuti contoh Presiden Mesir, Hosni Mubarak. Setelah serangkaian protes massal selama satu pekan, Mubarak Selasa malam (01/02) mengumumkan tidak mencalonkan diri lagi dalam pilpres September mendatang. Dua pemimpin Arab ini berkuasa sekitar tiga puluh tahun. * HARI KESEMBILAN DEMONSTRASI KAIRO KAIRO (ANP) - Demonstran kembali berkumpul di lapangan Tahrir, Kairo, ibukota Mesir, memprotes rezim presiden Hosni Mubarak. Mereka tidak menerima keputusan presiden, 82 tahun, untuk tidak ikut pemilihan presiden September mendatang. Mereka berseru: "Kami tidak pergi, dia harus pergi". Banyak toko di pusat Kairo tutup hari ini. Sejumlah mesin ATM berfungsi lagi dan orang bisa kembali mengirim sms. * BADAI SALJU LANDA AS WASHINGTON (ANP) - Bagian tengah Amerika Serikat dilanda badai salju dahsyat. Media Amerika melaporkan beberapa negara bagian menyatakan keadaan darurat. Ini badai salju terbesar sejak puluhan tahun. Menurut gambar-gambar satelit Organisasi Ruang Angkasa Amerika, NASA, setidaknya separuh dari lima puluh negara bagian Amerika dilanda badai. Di banyak tempat salju yang turun mencapai puluhan sentimeter. Missouri, Illinois, Oklahoma, Kansas dan Arkansas menyatakan keadaan darurat. Arkansas mengerahkan garda nasional untuk membawa pasokan tambahan ke kawasan di barat laut negara bagian. Di beberapa negara bagian lain, garda nasional telah siap siaga. Di kawasan yang dilanda badai salju, puluhan ribu orang tanpa listrik, karena kabel listrik mengalami kerusakan. Di banyak tempat, sekolah, gedung pemerintah dan jalan raya ditutup. Presiden Barack Obama hari ini menghadiri pertemuan yang membahas tentang persiapan serta bantuan darurat. Badan Cuaca Nasional mengeluarkan peringatan badai salju serta ramalan cuaca untuk kurang lebih tiga puluh negara bagian. * KORBAN SERANGAN MOSKOW BERTAMBAH MOSKOW (ANP) - Salah seorang korban luka dalam serangan bunuh diri pekan lalu di bandara internasional Domodedovo, dekat Moskow, meninggal di rumah sakit. Dengan demikian jumlah korban tewas bertambah mencapai 36 orang. Sekitar seminggu setelah serangan, 114 orang masih dirawat di beberapa rumah sakit. Empat pasien dalam keadaan kritis. Pelaku serangan telah diidentifikasi, yakni laki-laki 20 tahun dari salah satu republik memberontak di Kaukasus. Dinas keamanan masih melacak otak di balik aksi teror, laki-laki Rusia, anggota gerakan Islam. * PERAWAT LECEHKAN PENYANDANG CACAT BERN (NOS) - Polisi Swiss menahan seorang laki-laki, yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 122 penyandang cacat mental. Pelecehan dimulai tahun 1980an dan berlangsung hingga tahun lalu. Pria 54 tahun ini bekerja sebagai perawat dan melakukan pelecehan seksual terhadap pasien penyandang cacat di Swiss dan Jerman serta anak-anak dari perawat lain. Menurut polisi korban termuda adalah anak berumur satu tahun. Di rumahnya, polisi menemukan sejumlah foto dan rekaman video. Pria tersebut mengakui bersalah atas 114 kasus pelecehan seksual. Kebanyakan kasus telah kedaluwarsa. Namun untuk 33 kasus ia masih bisa dihukum. * TIGA ORANG LAIN TERLIBAT SERANGAN 9/11 WASHINGTON (ANP) - Amerika Serikat memburu tiga laki-laki yang terlibat serangan teroris 11 September 2001. Hal ini tercantum dalam dokumen rahasia Amerika yang sekarang dimiliki situs pembocor rahasia WikiLeaks. Demikian surat kabar The Washington Post dan The Telegraph melaporkan di situs webnya. Tiga laki-laki asal Qatar masuk Amerika Serikat pada 15 Agustus 2001 dan meninggalkan negeri itu sehari sebelum serangan. Selama berada di Amerika, mereka kabarnya melakukan pengintaian di tempat-tempat yang dipilih sebagai sasaran. Tiga pria tersebut diawasi karena ulah mereka yang mencurigakan. Namun barang buktinya kurang sehingga pihak berwenang tak bisa menahan mereka. 10 September 2001 mereka terbang ke London dan tiga hari kemudian ke Qatar. Serangan 11 September 2001 menewaskan hampir tiga ribu orang. * TENTARA MESIR INGIN PROTES BERAKHIR KAIRO (ANP) - Tentara Mesir mengimbau demonstran, yang untuk hari kesembilan turun ke jalan menuntut lengsernya Presiden Hosni Mubarak, kembali melakukan kegiatan sehari-hari. Demikian televisi negara melaporkan. Sejauh ini angkatan bersenjata tidak menggunakan banyak kekerasan terhadap pengunjuk rasa. Dalam pernyataan sebelumnya, tentara bahkan menyebut tuntutan mereka legitim. Namun kini tentara menganggap sudah saatnya mengakhiri demonstrasi. * MESIR PERLUNAK JAM MALAM KAIRO (ANP) - Otoritas Mesir memperlunak jam malam. Larangan keluar rumah yang baru, berlaku dari jam lima sore hingga jam tujuh pagi. Keputusan itu menyusul pidato televisi presiden Hosni Mubarak, yang Selasa malam (01/02) mengumumkan tidak ikut pemilihan presiden September mendatang. Rezim berharap, dengan memperlunak jam malam, serangkaian protes jalan hari-hari belakangan akan bisa berakhir. Warga Mesir secara massal mengabaikan jam malam, menuntut lengsernya Mubarak. * PENDUKUNG MUBARAK TURUN KE JALAN KAIRO (ANP) - Hari ini ribuan pendukung presiden kontroversial Mesir turut meramaikan jalan-jalan Kairo. Mereka bergerak menuju lapangan Tahrir, tempat penentang rezim Mubarak berdemonstrasi selama beberapa hari. Seorang saksi mata melaporkan, warga Mesir diberikan 100 pond Mesir untuk bergabung dalam unjuk rasa mendukung Mubarak. * BURSA SAHAM EROPA POSITIF AMSTERDAM (ANP) - Bursa saham Eropa dibuka lebih tinggi. Indeks AEX di Amsterdam naik 0,1 persen pada 367,30 poin. Bursa saham di London, Frankfurt dan Paris naik hingga 0,4 persen. 1 Euro = 1,3835 USD 1 USD = 9.035,00 IDR 1 Euro = 12.497,44 IDR * OBAMA USIR MUBARAK SECEPATNYA Presiden Amerika Serikat Barack Obama berpendapat, penyerahan kekuasaan di Mesir harus "dimulai sekarang." Tanggapan Amerika tersebut keluar selepas pernyataan presiden Mubarak bahwa ia baru akan mundur September mendatang. Obama berbicara selama setengah jam dengan Mubarak setelah presiden Mesir itu mengumumkan pendiriannya dalam sebuah pidato. "Semuanya jelas, dan itu juga yang saya katakan kepada presiden Mubarak, bahwa penyerahan kekuasaan harus bermakna, harus terjadi dengan damai, dan dilakukan sekarang," terang presiden Obama pasca pertemuan. Namun Gedung Putih tidak menjelaskan kapan penyerahan kekuasaan persisnya akan berlangsung. Selasa (01/02) malam Mubarak mengumumkan dalam pidato di televisi bahwa ia tidak akan bisa dipilih lagi sebagai presiden pada pemilu September mendatang. Beberapa hari terakhir rakyat Mesir mengadakan unjuk rasa besar-besaran untuk melawan rezimnya. Mubarak sudah memimpin Mesir sejak 1981. Kacau Dalam pidatonya, Mubarak menyatakan, tidak pernah berencana kembali mencalonkan diri untuk termin selanjutnya. Pada pemilu mendatang, kekuasaan akan diserahkan secara tertib. Mubarak mengatakan, rakyat Mesir bisa memilih antara penyerahan kekuasaan secara damai atau dengan "kekacauan yang menghempas negara seperti beberapa hari terakhir ini." Presiden menyalahkan gerakan-gerakan politik yang menurutnya memanipulasi demonstrasi. Pidato ini disusul unjuk rasa massal. Hanya di ibukota Kairo saja diperkirakan ada sejuta orang yang berunjuk rasa. Selama pidato Mubarak, para demonstran di lapangan Tahrir di Kairo dan di kota pelabuhan Iskandarsyah berteriak-teriak bahwa Mubarak harus pergi. Mereka berpegang teguh bahwa tuntutan ini harus dipenuhi Jumat (04/02) mendatang. Pengaruh Para pengunjuk rasa masih bertahan, tapi tidak jelas apa tanggapan rakyat di seluruh Mesir terhadap pidato Mubarak. Pengamat menyimpulkan, blok kekuasaan di seputar presiden ingin mengulur waktu selama mungkin untuk tetap berkuasa. Semua mata sekarang terarah pada tentara. Tentara masih merupakan pendukung Mubarak, tapi selama demo terjadi, tentara tidak memihak. Tentara malah mengatakan tidak akan menggunakan kekerasan terhadap para demonstran. Para pengamat menilai, tentara tidak bisa menunggu terlalu lama, karena masa transisi yang terlalu lama bisa membawa ketegangan luar biasa. Ini bisa menghancurkan ekonomi yang sekarang sebenarnya sudah mandeg. Membanggakan prestasi Dalam pidatonya Mubarak dengan tegas mengatakan, ia tidak berencana melarikan diri atas desakan para pendemo. "Saya akan tetap menghembuskan napas terakhir di Mesir," kata presiden. Ia menyinggung presiden Tunisia Ben Ali, yang lari ke luar negeri bulan lalu setelah protes panjang. Mubarak mengatakan, ia banga terhadap prestasinya selama memerintah. Selasa (01/02)malam televisi negara untuk pertama kalinya memperlihatkan demonstrasi pendukung Mubarak yang jumlahnya relatif sedikit. * TUNISIA MAKIN KACAU Situasi belum juga tenang di Tunisia pasca revolusi Melati. Unjuk rasa yang berujung dengan kepergian presiden Ben Ali memang sudah selesai. Namun sampai sekarang, masih banyak unjuk rasa lain digelar. Gara-gara itu, perusahaan tekstil milik Lucienne Ruland dari Belanda menghadapi masalah. Karena sekarang di Mesir terdapat ribuan pengunjuk rasa, situasi terlihat lebih tenang di Tunisia. Protes rakyat membuat Ben Ali akhirnya meninggalkan Tunisia. Pemerintahan sementara telah dibentuk, dan akan menyelenggarakan pemilu baru. Namun semua cuma fatamorgana. Nyatanya, negara Afrika utara tersebut sama sekali belum aman. Polisi Tunisia mogok kerja menuntut kenaikan gaji. Dan para penjarah memanfaatkan situasi. Unjuk rasa melumpuhkan sebagian besar wilayah negara. Di bandara Tunisia, para staf mogok kerja. Di sebuah hotel, para karyawan menuntut pemecatan manajer. Para pengajar dan dosen juga berunjuk rasa beberapa hari terakhir ini. Sekarang, sekolah-sekolah sudah kembali dibuka, namun para siswa masih rutin turun ke jalan. Siap Pakai Lucienne Ruland, warga negara Belanda, tinggal bersama suami dan tiga anaknya di kota Mateur. Bersama suaminya yang berkebangsaan Tunisia, Lucienne mengelola perusahaan tekstil. Tunesie protest/q1 "Orang-orang di pelabuhan juga mogok kerja. Sejak Sabtu kemarin kami tak bisa mengirim barang. Di sini ada sepuluh ribu celana panjang siap pakai yang harusnya dikirim ke Belanda. Namun sampai sekarang tak terkirim. Kami tak tahu sampai kapan mogok kerja ini akan berlangsung." Rekening bank Unjuk rasa ini adalah akibat dari penindasan bertahun-tahun yang dialami rakyat Tunisia. Rezim presiden Zine al-Abidine Ben Ali menyebabkan tingkat pengangguran tinggi dan kesenjangan besar terjadi antara kaya dan miskin. Mantan diktator tersebut mengkorupsi uang rakyat untuk kepentingan pribadi. Uni Eropa sekarang akan membekukan rekening bank Ben Ali dan istrinya. Kepergian mereka dari Tunisia melegakan rakyat. Namun kepercayaan Tunisia terhadap dunia politik belum juga pulih. Tadinya, dalam pemerintahan sementara masih duduk pejabat-pejabat dari rezim Ben Ali. Selepas protes massal, mereka semua diganti. Juga partai-partai politik - seperti gerakan muslim Ennahda - kembali diizinkan. Jilbab Sekarang negara ini menanti pemilu selanjutnya. Menurut ahli Tunisia yang sekaligus mantan jurnalis, Charles Huijskens, masih belum jelas aliran politik apa yang akan berkuasa. Pihak oposisi sudah bertahun-tahun ditindas dan tak punya kesempatan untuk menunjukkan diri. Dunia internasional khawatir, islam akan masuk ke politik Tunisia, namun Huijskens tidak takut akan hal itu. Tunesie protest/q2 "Tunisia bukan negara islam fundamentalis. Pemakaian jilbab di gedung-gedung umum dilarang. Perempuan bisa jadi supir taksi dan polisi. Fundamentalisme tidak berperan di sini. Menurut saya, rakyat Tunisia tidak menanti-nantikan fundamentalisme dalam politik mereka." Kebebasan Lucienne Ruland juga tak percaya bahwa fundamentalisme islam akan mendapat tempat di Tunisia. Orang tunisia sangat mencintai kebebasan yang akhirnya bisa mereka rebut kembali. Mereka tak ingin kembali kehilangan kebebasan akibat fundamentalisme. Lucienne berharap, pemilu dimenangkan oleh gerakan yang bisa mengontrol situasi dengan baik. Tunesie protest/q3 "Setelah 23 tahun ditindas, orang-orang di sini tidak terbiasa dengan demokrasi terbuka. Pengaturan dan bimbingan dari atas diperlukan. Harus ada aturan yang dipatuhi. Rakyat harus dibantu untuk mengerti, apa demokrasi yang sebenarnya." * SENIMAN KLASHORST MENGHIDUPKAN TAHANAN KAMBOJA 25 tahanan Kamboja menatap lurus dari lukisan itu. Sekitar 30 tahun lalu, mereka ditangkap, disiksa dan dibunuh oleh Khmer Merah. Peter Klashorst melukis potret mereka. Di gedung tempat mereka dipenjara, potret-potret tersebut dipamerkan. Laporan Philip Smet. "Saya pernah ke sana sekali, dan sangat terpana dengan foto-foto di sana. Saya terkesan dengan situasinya, dengan sejarahnya," kata Klashorst lewat telepon dari Kamboja. "Malamnya saya langsung bersemangat melukis." Klashorst sedang berwisata di ibukota Phnom Penh ketika mengunjungi museum genosida Tuol Sleng. Pada tahun 1975-1979 gedung tersebut adalah penjara rahasia rezim Khmer Merah Pol Pot. Foto-foto dari sekitar 6000 mantan tahanan masih tersimpan rapi, jumlah ini diperkirakan 1/5 dari jumlah total tahanan yang pernah disiksa di sini. Di seluruh Kamboja, pada periode ini, rezim membunuh sekitar dua juta orang. Memandang lensa Setiap tahanan yang masuk ke penjara ini dipotret. Foto-foto tersebut sekarang diperbesar dan digantung di museum tersebut. Jika melihat foto-foto mereka, kita bisa lihat tatapan terkejut, wajah penuh amarah, beberapa malah menangis, bakan ada juga foto-foto anak-anak. "Mereka harus menatap kamera, tidak boleh menunduk. Sebagian besar tidak tahu kesalahan apa yang telah mereka perbuat. Baik tahanan maupun petugas penjara tak tahu kenapa mereka dikirim ke penjara ini. Para interogator harus mencari tahu sendiri alasannya. Pokoknya, mereka bersalah karena mereka ditangkap. Jika Anda melihat ribuan foto di sana, seolah teman, kenalan, atau mantan pacar Anda berada di antaranya. Dengan alasan itu saya melukis mereka. Saya seolah mengenali mereka entah di mana," kata Klashorst. S21 Pelukis ini membuat potret sampai setinggi dua meter. Organisasi PBB UNESCO meminta Klashorst untuk menggelar pameran di museum genosida tersebut. Pameran ini dibuka akhir Januari. "Dulu, di ruangan tempat lukisan tergantung, orang-orang itu ditahan. Ini pengalaman yang sangat aneh. Di dinding terlihat nomor-nomor tahanan. Di sanalah mereka diikat." Eksposisi ini dinamakan S21, merujuk ke kode yang diberikan untuk para tahanan pada waktu itu. Selain 25 lukisan potret, Klashorst juga membuat 25 lukisan lain. Mereka terinspirasi dari buku salah satu mantan tahanan Tuol Sleng, pelukis iklan Vann Nath. Ia dulu harus melukis potret untuk pemimpin komunis Pol Pot. Waktu itu, Vann sempat berdiskusi dengan komandan kamp, yang mengisahkannya seni Picasso. Masyarakat Klashorst (1957) memulai kariernya di Belanda. Di sana ia langsung jadi pusat perhatian karena menjadi beraliran Nieuwe Wilden, yaitu aliran seni pasca PD II yang lahir di Jerman pada sekitar tahun 1980. Ia tidak bisa beradaptasi dengan iklim Belanda dan akhirnya pergi ke Afrika dan Asia. Di Senegal, Afrika, ia dipenjara karena lukisan wanita-wanita telanjangnya tidak bisa diterima di sana. Kini ia tinggal di Kamboja, di negara ini seni yang menampilkan ketelanjangan juga tidak bisa diterima. "Saya belajar dari pengalaman," tandasnya. Meski demikian ia selalu melontarkan komentarnya tentang masyarakat melalui lukisan-lukisannya, sadar maupun tak sadar. "Saya melihat persamaan keadaan seperti di Belanda. Putri saya, lima tahun, juga bagai terpenjara dalam situasi, padahal ia tidak melakukan apa pun. Di Belanda, orang-orang tak bersalah pun masuk penjara." Ibu dari putrinya adalah seorang ilegal di Belanda, dan karena itulah ibu dan anak tersebut harus tinggal di pusat deportasi di Ter Apel. "Lukisan saya bercerita tentang itu: tentang penyalahgunaan kekuasaan dan kemerdekaan." Langka Klashorst sering dapat kritik tentang eksposisinya di Phnom Penh. "Kalau saya sedang bersepeda atau jalan kaki, ada saja orang yang ingin menangkap atau menantang saya. Tema yang saya sajikan memang amat menyentuh, juga bagi diri saya sendiri. Beberapa tahanan yang selamat menjadi 'semacam' teman saya. Mereka senang saya melakukan ini karena ini adalah penghargaan untuk mereka yang tewas di sana. Seorang pria yang pernah di penjara di sana, menangis ketika melihat karya saya." "Dengan melukis sebuah potret, saya mencoba menggambarkan sebuah kehidupan. Melukis adalah sebuah proses yang lebih lambat dan lebih intensif ketimbang fotografi. Dan mungkin memang benar: bahwa mereka melalui satu dan lain hal 'dibangkitkan kembali' dalam lukisan. Itu harapan saya. Mereka bisa kembali berada di antara kita. Pelipur lara yang langka." = = = = = <http://www.tuolsleng.com/>Website van het Museum of Genocide in Phnom Penh www.peter-klashorst.com <http://www.peter-klashorst.com> <http://www.peter-klashorst.com/exhibit%20home.html> Voor de expositie S21 * GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: PERSAUDARAAN MUSLIM DI MESIR DAN LUKISAN REMBRANDT DI QATAR PERSAUDARAAN MUSLIM DI MESIR DAN LUKISAN REMBRANDT DI QATAR Tinjauan Pers kali ini menyorot persaudaraan muslim atau Ikhwanul Muslimin di Mesir dan pameran lukisan Rembrandt di Qatar. De Volkskrant menampilkan opini Asher ben Avraham yang membahas gerakan Ikhwanul Muslimin (persaudaraan muslim) di Mesir. Walaupun tidak menonjol, kelompok islam ini merupakan bagian penting dari massa yang sudah seminggu lebih menuntut agar presiden Husni Mubarak lengser. Ikhwanul Muslimin termasuk kelompok yang paling keras menentang Mubarak, karena selalu ditindas olehnya. Demokrasi Protes di Mesir terjadi, menurut penulis opini ini, karena rakyat benar-benar menuntut demokratisasi di negeri Nil itu. Tapi penulis mengkhawatirkan Ikhwanul Muslimin memanfaatkan kesempatan ini untuk bangkit dan membuat Mesir menjadi negara islam seperti Hamas di Palestina. Kalau itu terjadi, menurut penulis, tidak akan ada demokrasi. Inti demokrasi, lanjut Avraham, adalah hak memilih dan dipilih, hak berkumpul dan berserikat, pemisahan negara dan agama, kesetaraan menurut UU dan perlindungan kelompok minoritas. Bertentangan Menurut penulis, sebagian besar prinsip-prinsip ini bertentangan dengan ideologi kelompok islam seperti Ikhwanul Muslimin. Perempuan boleh saja memilih, tapi kelompok islam membatasi kemungkinan kaum hawa menduduki jabatan tinggi. Kemudian kelompok islam tidak menghargai hak berserikat untuk mendirikan partai berdasarkan agama dan azas lain. Ikhwanul Muslimin, menurut penulis lagi, pasti tidak setuju hal ini. Buktinya Hamas, yang berideologi sama dengan Ikhwanul tidak memperbolehkan partai yang tidak cocok dengan aturan agama yang ketat. Tanya saja sama para anggota Al Fatah, tandas penulis. Ikhwanul Muslimin juga tidak setuju dengan kebebasan berpendapat. Memang orang bebas berpendapat selama masih dalam kerangka agama. Tapi tidak mungkin untuk menyampaikan pendapat melalui jalur yang dipilih sendiri. Buktinya hal itu, menurut penulis, tidak ada di Pakistan, Iran, Sudan dan Arab Saudi. Ikhwanul Muslimin menentang pemisahan agama dengan negara. Mereka malah ingin agar negara mengatur semuanya menurut ajaran agama. Dan terakhir kaum islam tidak akan melindungi kelompok minoritas, seperti non muslim dan kaum gay. Di negara-negara Islam, kaum gay dikejar-kejar. Islamisme banyak bertentangan dengan prinsip demokrasi. Oleh karena itu, jangan banyak berharap dari Ikhwanul Muslim untuk menegakkan demokrasi di Mesir. Semoga saja warga yang memberontak di Mesir mampu mengekang kekuatan kelompok radikal agama yang juga ikut berdemo di Kairo dan Iskandariyah. Kalau tidak, diktator Mubarak bakal diganti oleh diktator Ikhwanul Muslimin. Islamisme dan demokrasi tidak bersahabat. Mereka adalah tetangga yang berjauhan. Demikian opini Asher ben Avraham di de Volkskrant. Rembrandt Kita berpindah ke topik Belanda, tapi masih berkaitan dengan Timur Tengah. Kalau kini banyak warga beramai-ramai meningalkan Timur Tengah, terutama Mesir dan Tunisia gara-gara protes massal, lukisan Rembrandt malah sebaliknya. Lukisan ini akan dibawa ke Doha, ibukota Qatar. Pasalnya Museum Seni Islam di kota itu akan menggelar pameran karya para pelukis agung Belanda pada musim semi mendatang. Mulai tanggal 11 Maret, 44 lukisan karya Rembrandt, Vermeer, Frans Hals, Jan Steen dan Albert Cuyp akan dipajang di sana. Karya-karya agung itu dipinjamkan ke negara Arab tersebut oleh Rijksmuseum di Amsterdam. Ini untuk pertama kali dalam sejarah, bagian-bagian dari koleksi karya agung itu dipamerkan di Timur Tengah, tandas museum. Karya-karya itu juga merupakan seleksi lukisan-lukisan mahal Belanda dari Abad Keemasan yang dipinjamkan ke luar negeri. Kerja sama Pameran ini merupakan awal dari kerja sama berkesinambungan antara Rijksmuseum dan The Qatar Museum Authority, lembaga yang mengurus museum di negara minyak itu. Pameran ini menggarisbawahi "pentingnya dialog budaya antara kedua museum." Pameran hasil karya para pelukis agung Belanda itu berlangsung sampai 6 Juni. Menjelang pembukaan, Ratu Beatrix dan Putera Mahkota Willem-Alexander dan istrinya Maxima akan menggelar kunjungan kenegaraan ke Qatar pada tanggal 9 dan 10 Maret. Mereka di sana atas undangan Amir Hamad bin Khalifa Al-Thani. Demikian het Parool. * JANJI MUBARAK SULIT DIPERCAYA RAKYAT MESIR Gejolak politik yang terjadi di Mesir saat ini makin jadi perhatian dunia. Presiden Hosni Mubarak berjanji tidak akan mencalonkan diri lagi menjadi presiden dalam pemilu September mendatang, tapi rakyat Mesir tak percaya, mereka tetap ingin Mubarak lengser sekarang juga. Ibrahim Isa, orang Indonesia yang kini berdomisili di Belanda, pernah menjadi perwakilan Indonesia untuk Asia Afrika di tahun 60-an. Ketika itu dia bekerja untuk organisasi yang bernama OISRAA (Indonesian solidarities organization for Asia Africa). Isa pernah tinggal di Mesir selama lima tahun (1960 - 1965). Bagaimana pendapatnya mengenai gejolak yang terjadi di Mesir saat ini? Gejolak politik semacam ini menurut Ibrahim Isa adalah sebuah gejala yang secara historis wajar saja, karena, tambahnya, rakyat Mesir sudah begitu lama tertindas baik dibidang politik maupun ekonomi. Otoriter Jika diperhatikan situasi yang ada di Mesir saat ini mirip seperti apa yang terjadi di Indonesia 11 tahun lalu. Ibrahim Isa mengatakan memang keotoritasan Mubarak dan Suharto itu mirip hanya bedanya selama berkuasa, Suharto banyak membunuh rakyat yang tak bersalah. Sementara Mubarak, tandas Ibrahim Isa, menggantikan presiden Nasser dengan caranya sendiri tanpa pertumpahan darah. Namun selama berkuasa kepemimpinan Mubarak sangat keras dan menindas oposisi. Selain itu juga menurut Ibrahim Isa, kesekuleran Mubarak membawa Mesir menjadi sekutu negara-negara Barat. Dia tidak memberi kesempatan pada kelompok islam radikal untuk naik ke panggung politik. Dia tidak mau Mesir jadi negara Islam. Walau nanti terjadi perubahan dalam pemerintahan pasca lengsernya Mubarak, Ibrahim Isa beranggapan kelompok fundamentalis seperti Ikhwanul Muslimin tidak akan menjadi dominan dalam dunia politik Mesir. Meski demikian Ikhwanul Muslimin tetap akan mendapat tempat karena mereka selama ini juga tetap aktif dalam bidang sosial dan pendidikan. Janji Sebagai seorang yang pernah ditinggal di Mesir selama lima tahun dan selalu mengamati kondisi dan situasi negeri itu, Ibrahim Isa beranggapan rakyat Mesir tidak akan percaya janji yang Mubarak serukan kemarin. "Janji-janji Mubarak itu sulit untuk dipercaya, karena selama tiga puluh tahun, dia tidak pernah menepati janjinya yang menyangkut masalah demokrasi dan masalah peningkatan taraf kehidupan rakyat." * PERJUANGAN EMANSIPASI PEREMPUAN EROPA MASIH RELEVAN Masalah yang dihadapi perempuan di seluruh dunia sebenarnya sama. Mereka masih tetap dikelasduakan. Demikian tandas Zely Ariane dari KPRM (Komite Politik Rakyat Miskin) PRD dan anggota Komite Nasional Mahardhika, sebuah organisasi perempuan payung. Zely Ariane berada di Belanda dalam rangka menghadiri seminar yang digelar International Institute for Research and Education (IIRE) atau Lembaga Internasional untuk Penelitian dan Pendidikan yang berkantor di Amsterdam. Seminar itu membahas masalah perjuangan keadilan global, terutama mengenai nasib perempuan. Masalah lingkungan Zely Ariane mengatakan, dari satu segi pembahasan seminar tidak ada yang baru, karena yang dibahas bahwa dunia sekarang sedang dilanda krisis ekonomi yang disebabkan oleh sistem kapitalisme yang dinikmati oleh hanya segelintir orang. Di segi lain ada juga yang baru yaitu masalah krisis lingkungan yang merupakan masalah yang mendesak. Tapi masalah ekonomi juga penting. Makanya keduanya harus ditangani serentak. "Itu suatu hal yang dapat kita gabungkan perjuangannya, " tandas Zely. Hak kelompok minoritas Selain itu masalah penting yang dibahas juga dalam seminar itu terutama hak perempuan dan hak kelompok minoritas seperti kaum homoseksual. "Dan semua perjuangan rakyat tertindas ini di berbagai sektor bersama persoalan lingkungan dan persoalan ini sebetulnya menjadi satu kekuatan perlawanan bersama, " tegas Zely. Rezim yang menjadi penyebab ini semua terjadi, harus dilawan bersama, tambahnya. Meski perjuangan dan permasalahan perempuan di seluruh dunia sebenarnya sama tapi detilnya di tiap negara berbeda. Misalnya di Pakistan masalah lingkungan sangat besar sekali, karena negerinya ini baru dilanda banjir. Dan ada hal lain yang membedakan perempuan Paksitan dari perempuan lain. "Mereka di bawah pemerintahan negara Islam yang diktator, " tandas Zely. Kapitalisme Tapi secara umum menurut Zely Ariane semakin jelas bahwa semua orang di dunia berjuang melawan kapitalisme. Untuk itu, orang harus solider antara satu sama lain. Seminar itu tak pelak lagi juga dihadiri oleh perempuan dari Eropa misalnya dari Prancis. Status perempuan di Eropa termasuk di Belanda secara formal memang sudah lebih baik ketimbang di Indonesia misalnya. Itu ditinjau dari hukum dan ekonomi. Tapi kedudukan mereka di rumah tangga masih sama dengan perempuan di Indonesia. Selain itu gaji perempuan Eropa juga masih lebih rendah dibandingkan dengan gaji kaum lelaki. "Itu semua masih dialami perempuan-perempuan di Eropa dan negeri kapitalis maju juga, " tandas Zely. Masih relevan Oleh karena itu, perjuangan emansipasi perempuan di Eropa masih relevan. Dengan demikan ia menyangkal ucapan pemerintah Eropa, yang menurut dia beraliran kapitalis, bahwa perempuan Eropa sudah mencapai perjuangan emansipasinya. Zely: "Tidak. Beban ganda masih ada di mereka. Mereka masih penanggung jawab utama rumah tangga. Dan itu permasalahan." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
