--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Sabtu 19 Februari 2011 13:20 UTC ** MILITER BAHREIN TINGGALKAN LAPANGAN MERAH ** PASUKAN ALJAZAIR MENINDAK DEMONSTRAN ** JEJARING INTERNET LIBIA MACET ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: IMAM HOMO: 'HOMOSEKSUALITAS BUKAN DOSA' * MILITER BAHREIN TINGGALKAN LAPANGAN MERAH MANAMAH (ANP) - Kendaraan lapis baja dan pasukan meninggalkan Lapangan Mutiara di ibukota Bahrein, Manamah. Para saksi mata memberitakan tentara juga telah meninggalkan tempat-tempat di sekeliling lapangan. Lapangan di mana berdiri monumen nasional ini menjadi ajang aksi demo anti pemerintah pimpinan Raja Hamad bin Isa al-Khalifa pekan lalu. Khalifa yang suni telah memerintah negara itu sejak abad 18. Kamis pagi, para demonstran dibubarkan dengan kekerasan. Sebanyak empat orang tewas dan 230 luka-luka. Raja menawarkan dialog dengan oposisi yang didominasi kaum syiah, tapi ditolak. Oposisi pertama-tama menuntut agar tentara ditarik dari jalan dan pemerintah mundur. * PASUKAN ALJAZAIR MENINDAK DEMONSTRAN ALJIR (ANP) - Pasukan anti huru hara Aljazair berupaya membubarkan aksi demo di ibukota Aljir hari ini dengan menggunakan pentungan. Menurut saksi mata, sejumlah orang luka-luka. Tidak jelas berapa jumlah mereka yang cedera. Aksi demo ini diprakarsai oleh Koordinasi Nasional bagi Perubahan dan Demokrasi, sebuah gerakan yang baru berusia sebulan. Gerakan ini terdiri dari oposisi, serikat buruh, dan liga hak-hak azasi manusia Aljazair. Pemerintah pimpinan Presiden Abdelaziz Bouteflika melarang demo ini. Warga Aljazair menuntut reformasi ekonomi dan politik. Mereka mengeluhkan tingginya angka pengangguran dan mahalnya harga kebutuhan bahan pokok. * JEJARING INTERNET LIBIA MACET TRIPOLI (ANP) - Jejaring internet di Libia macet sejak Jumat tengah malam, kemungkinan guna menghalangi aksi demo anti pemerintah. Sabtu dini hari, jaringan internet Libia tiba-tiba offline. Demikian dilaporkan Arbor Networks, salah satu pemantau kegiatan internet yang berada di Amerika Serikat. Rezim Muamar Khadafi Jumat bersumpah untuk menumpas semua upaya yang hendak menumbangkan pemerintah. Aksi demo Kamis pada 'Hari Kemarahan' ditindas tanpa ampun. Puluhan orang tewas. Menurut Human Rights Watch, jumlahnya mencapai 84 jiwa. Terutama anak-anak muda yang turun ke jalan. Dengan ponsel dan jejaring media sosial seperti Twitter dan facebook, mereka saling berhubungan. Para pembangkang di luar negeri juga mendukung mereka. * AMERIKA KECAM KEKERASAN TERHADAP AKSI DEMO WASHINGTON (ANP) - Presiden Amerika Serikat Barrack Obama mengecam penggunaan kekerasan terhadap aksi-aksi demo damai di Bahrein, Libia, dan Yaman. "Kami ingin menyampaikan dukungan kami terhadap keluarga dan sahabat dari mereka yang menjadi korban', kata Obama. Menurut Obama, Amerika Serikat mendesak pemerintah Bahrein, Libia, dan Yaman untuk menahan diri dalam menghadapi aksi-aksi demo damai serta menghormati hak warga. Menyusul Mesir dan Tunesia, demo menentang para pemimpin juga berlangsung di tiga negara itu. * EKSEKUSI LAGI DI IRAN TEHERAN (ANP) - Sebanyak empat pria yang dijatuhi hukuman mati di Iran tengah karena narkoba telah digantung di kota Kerman. Keempatnya dinyatakan bersalah karena kepemilikan heroin, ganja, dan kokain. Tahun ini di Iran sudah 75 eksekusi dilakukan, demikian hitungan kantor berita Prancis AFP. Akhir bulan lalu, seorang warga Iran-Belanda Zahra Bahrami juga dihukum gantung dengan tuduhan perdagangan narkoba. Sejauh yang diketahui, Iran melakukan 179 eksekusi tahun lalu. Menurut pemerintah 80% eksekusi berkaitan dengan kejahatan narkoba. Negara tersebut terus menerus 'berperang melawan narkoba', tapi pasokan narkoba dari perbatasan Afganistan dan Pakistan tidak bisa dibendung. * AMERIKA SERIKAT VETO RESOLUSI PBB NEW YORK (ANP) - Amerika Serikat memveto resolusi PBB yang mengecam pembangunan pemukiman yahudi di wilayah pendudukan. Ke empat belas anggota PBB lainnya menyetujui. Sesudah resolusi itu ditolak, Israel mengimbau dilanjutkannya kembali perundingan damai dengan Palestina. Menurut Israel suatu resolusi PBB bukanlah cara tepat untuk menghidupkan perdamaian dengan Palestina. Palestina, dalam reaksinya menyatakan akan memncermati terlebih dahulu apa arti perundingan damai itu. * 'PEMBUNUH SUNGAI HIJAU' AKUI KORBAN KE-49 SEATTLE (ANP) -Gary Ridgway, lebih dikenal dengan julukan 'Pembunuh Sungai Hijau', resmi mengakui korbannya yang ke-49. Demikian lapor media Amerika. Ridgway mengaku pada tahun 1982 membunuh pekerja seks Rebecca Marrero yang waktu itu berusia 20 tahun. Sebelumnya, ia sudah pernah mengakui tapi karena tidak ditemukan jenazahnya maka tidak bisa diperkarakan dalam kasus ini. Desember lalu, sisa jenazah Marrero berhasil ditemukan sehingga Ridgway pada usianya yang ke 62 tahun akan diadili untuk pembunuhan ke-49 ini. Pembunuh beruntun ini ditangkap tahun 2002 dan mengakui 48 pembunuhan supaya tidak dijatuhi hukuman mati. Ia saat ini mendekam dipenjara seumur hidup. Para korbannya adalah pekerja seks karena menurutnya mereka adalah sampah masyarakat. Menurut pengakuannya sendiri, ia membunuh sekitar 70 orang, tapi 20 darinya tidak bisa dibuktikan. * IMAM HOMO: 'HOMOSEKSUALITAS BUKAN DOSA' Klaas den Tek Pria Afrika Selatan, Muhsin Hendricks (43) adalah seorang imam dan homoseksual. Yayasannya The Inner Circle membantu orang-orang muslim yang bergulat dengan seksualitas mereka. Pesannya: 'Muslim dan homo boleh!'. Tidak semua orang setuju dan oleh karena itu pula Hendrick resminya sudah bukan imam lagi. Imam Muhsin Hendricks tampai kecapaian. Ia berada di Belanda atas undangan organisasi homoseksual Belanda COC di Amsterdam. Agendanya padat. Keingintahuan orang terhadap 'imam merah muda', demikian julukannya, sangatlah besar. Keletihan hilang Namun ketika ia bicara tentang iman serta orientasi seksualnya, maka tanda-tanda keletihan itu sudah tidak tampak sama sekali. 'Menjadi muslim dan menjadi homo, keduanya identitas yang kuat. Keduanya menjadi bagian dari siapa saya. Saya berhasil mendamaikan keduanya'. Bagi Muhsin Hendricks, itu tidaklah mudah. Ia berasal dari keluarga muslim ortodoks di Afrika Selatan. Kakeknya adalah imam di mesjid agung di Capetown. Sejak kecil Muhsin menyadari dirinya berbeda. Pada usia muda, ia lebih suka bermain dengan boneka dan bukan mobil. Ia juga dipandang sebagai keperempuan-perempuanan sehingga sering diolok-olok. Ia baru tahu kalau homoseksualitas itu ada jauh sesudah itu. Hendricks mencari kedamaian pada imannya, yang menurut banyak orang muslim tidak memiliki ruang bagi perasaan homoseksual. Kasih sayang sesama jenis, baik antara laki-laki atau perempuan, dilarang. Itu merupakan salah satu dosa paling besar, yang hukumannya di sejumlah negara islam adalah: kematian. Seksualitas bukan pilihan Muhsin hendricks memutuskan untuk mencari tahu apa kata Al-Quran mengenai homoseksualitas. Ia mengambil studi islam di Pakistan. "Saya tidak bisa mempercayai apabila Allah yang maha kasih dan penyanyang mengutuk saya untuk sesuatu yang saya sendiri tidak memilihnya." Muhsin Hendricks mengambil kesimpulan dari studinya. Tidak disebut di manapun dalam Al-Quarn bahwa homoseksualitas itu dilarang. Tidak pula dalam cerita Sodom dan Gomora, kota-kota yang dihancurkan Allah karena laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki. Menurut Hendricks, penduduk kota itu dihukum karena perkosaan, bukan karena hubungan seks. Cerai Ada ayat-ayat dalam Al-Quran di mana Allah mengakui keberadaan homoseksual, kata Hendricks. Seperti dalam surat Sura 24 ayat 31. 'Disebutkan bahwa perempuan harus berpakaian ekstra ketika keluar rumah..... Tapi tidak di depan laki-laki yang tidak tertarik terhadap mereka. Mereka ini pasti homo,' kata Hendricks. Mengakui bahwa ia menyukai sesama jenis dan terbuka mengenai hal itu, masih terlampau jauh bagi Hendricks. Oleh karena itulah ia sempat menikah dan memiliki tiga anak. Istrinya tahu bahwa suaminya homo, tapi memutuskan untuk tetap bertahan. Imam Hendricks dihormati sebagai imam di mesjid-mesjid Capetown karena pengetahuannya. Namun perasaan menyukai sesama jenis tidak pernah benar-benar hilang. Sesudah enam tahun menikah, akhirnya ia bercerai. Itu bisa dibilang saat Hendricks resmi 'buka-bukaan'. Pingsan Ibunya pingsan ketika mendengar putranya Muhsin homo. Namun perlahan-lahan muncul pengertian. Sebagian dari keluarganya tidak mau lagi melihatnya. Imam Hendricks, sementara ini telah menemukan pasangan hidupnya. Pasangannya itu beragama berbeda, Hindu, dan masih belum terbuka. Karirnya sebagai imam berakhir begitu saja. Pemahamannya mengenai homoseksualitas dan Islam tidak dianggap sesuai dengan doktrin resmi. Ia dicap sebagai penganut syaitan. Hendricks tidak pernah menerima ancaman fisik, tapi banyak kritik di sekelilingnya. Bukan musuh "Para imam melihat saya sebagai ancaman terhadap pandangan merekea mengenai Islam. Tapi saya bukanlah musuh. Saya mengundang mereka untuk terbuka terhadap pandangan yang berbeda. Penafsiran saya memberi orang muslim peluang untuk terus menjadi muslim dan sekaligus menerima perasaan mereka." Muhsin Hendricks menganggap dirinya sendiri sebagai imam. Dengan yayasannya The Inner Circle, ia berupaya membantu sesama muslim yang hendak terbuka (coming out). Hendricks memberi seminar pemberdayaan bagi anak-anak muda mengenai kesadaran diri. Ia juga akan memberi seminar seperti ini di Belanda. Sudah enam puluh orang yang mendaftar. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
