--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 24 Februari 2011 14:40 UTC ** ASSET LIBIA DI AMERIKA DAN UNI EROPA ** JULIAN ASSANGE BOLEH DIISERAHKAN PADA SWEDIA ** LIBIA MINTA DEMINSTRAN LETAKAN SENJATA ** PRESIDEN YAMAN : LINDUNGI DEMONSTRAN ** GEMA WARTA TOPIK INTRNASIONAL : NEGARA KACAU, BISNIS JALAN TERUS ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : LENTERA PEMBIMBING ANAK ODHA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL : KARADZIC SESALI KARIR POLITIK ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL : TIDAK ADA LAGI SIMBOL KEMENANGAN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : UN WOMEN - TUMPUAN PEREMPUAN INDONESIA ? * ASSET LIBIA DI AMERIKA DAN UNI EROPA LONDON (ANP) - Dana berjumlah 32 miliar dollar milik rejim yang berkuasa di Libia yang tidak jelas asal usulnya, disimpan di berbagai bank di Amerika Serikat dan di-investasikan dalam berbagai proyek raksasa di London. Demikian dokumen rahasia yang dibocorkan Wikileaks. Pembocoran dokumen-dokumen tersebut bertepatan dengan upaya Amerika dan Uni Eropa untuk membekukan asset pemerintah Libia di luar negeri. Otoritas Investasi Libia (LIA) juga memiliki saham di Bank UniCredit Italia dan percetakan Pearson di London. LIA juga memiliki hampir semua perusahaan minyak dan gas di Libia. LIA memiliki dana yang paling rahasia di seluruh dunia. Dokumen yang dibocorkan Wikileaks mencakup pembicaraan pada tanggal 20 januari antara duta besar Amerika di Libia dengan dirut LIA. * JULIAN ASSANGE BOLEH DIISERAHKAN PADA SWEDIA LONDON (ANP) - Penggagas Wikileaks Julian Assange boleh diserahkan ke Swedia. Demikian keputusan pengadilan di London hari Kamis (24/02). Di Swedia ia didakwa melakukan pemerkosaan terhadap dua wanita. Assange langsung naik banding. Warga Australia berumur 39 tahun itu ditangkap bulan Desember. Seminggu kemudian ia dibebaskan dengan uang jaminan dan pengawasan elektronik. Assange dan pengacaranya khawatir, Swedia akan menyerahkan dia pada Amerika Serikat, demikian pembelaan di pengadilan. Assange menimbulkan amarah Washington karena ia membocorkan ratusan ribu dokumen rahasia Amerika yang disebarkan oleh Wikileaks. * WARGA BELANDA DITAHAN KARENA 144 KG KOKAIN LIMA - Dua warga Belanda ditangkap di Peru karena memiliki 144 kg kokain. Kedua pria berumur 40 dan 46 tahun di tahan hari Sabtu (19/02) di sebuah rumah di ibu kota Lima. Sering warga Belanda di tangkap di Peru karena berurusan dengan narkoba. Peru adalah negara penting penghasil kokain. Penangkapan biasanya terjadi di bandara internasional. Biasanya juga hanya menyangkut kepemilikan narkoba dalam jumlah kecil. Sampai akhir tahun lalu sekitar 100 warga Belanda mendekap di penjara di Peru berkaitan dengan narkoba. * KAPAL PERANG IRAN TIBA DI SURIAH LATAKIA (ANP) - Dua kapal perang Iran hari Kamis (24/02) tiba di kota pelabuhan Latakia - Suriah setelah perjalanan kontroversial lewat terusan Suez, Mesir. Jalur pelayaran itu sempat menimbulkan ketegangan di Israel yang langsung meningkatkan aparat angkatan lautnya. Kapal 'Alvand' biasanya dilengkapi dengan torpedo dan rudal anti kapal. Kapal 'Kharg' yang lebih besar bisa mengangkut tiga pesawat helikopter, demikian Fars kantor berita pemerintah Iran. Menurut perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu, kedatangan kedua kapal di Suriah itu merupakan 'pamer kekuatan' Iran. Menlu Israel menyebutnya sebagai 'provokasi'. Iran tidak peduli dengan sikap Israel. "Kedua kapal perang ke Suriah hanyalah untuk suatu kunjungan semata dengan membawa pesan perdamaian dan persahabatan", demikian laksamana Iran, Habibollah Sayari. * PESAWAT BELANDA TIBA DI TRIPOLI DEN HAAG (ANP) - Pesawat militer yang mengangkut warga Belanda dari Libia mendarat hari Kamis (24/02) jam 09.30 waktu setempat di bandara Tripoli. Demikian jurubicara kementrian pertahanan Belanda. Tidak jelas berapa jumlah warga Belanda yang berkumpul di bandara untuk diterbangkan pulang. Menurut kementrian luar negeri Belanda, pesawat tersebut bisa mengangkut 50 penumpang. Pesawat Hercules C-130 itu juga mengangkut sepuluh awak dan petugas bantuan sosial. Herules C-130 Rabu (23/02) malam tiba di pulau Sicilia, Italia. Karena pertimbangan keamanan diputuskan untuk menerbangkan kembali pesawat tersebut Kamis pagi ke Libia. 77 warga Belanda yang tinggal di Libia sudah melapor ke kedutaan Belanda. 20 warga mau secepatnya meninggalkan Libia. * LIBIA MINTA DEMINSTRAN LETAKAN SENJATA KAIRO (ANP) - Hari Kamis (24/02) pemerintah Libia mengimbau demonstran untuk meletakan senjata. Mereka nantinya tidak akan ditindak. Imbauan 'Komite Rakyat bagi Keamanan Umum' disiarkan lewat radio pemerintah. Komite juga menjanjikan imbalan kepada siapa yang memberikan informasi mengenai pemimpin aksi demo yang memprotes rejim Muammar Kadaffi yang sudah berkuasa lebih dari 40 tahun. Warga diberi uang 'apabila memberikan informasi mengenai tokoh-tokoh yang membakar semangat para pemuda dan yang memberi uang, persenjataan dan obat-obat perangsang' demikian jurubicara tentara yang membacakan pernyataan tersebut. Selama beberapa hari terakhir pengaruh kekuasaan Kadaffi semakin berkurang, terutama di Libia timur. * PRESIDEN YAMAN : LINDUNGI DEMONSTRAN SANAA (ANP) - Presiden Yaman Ali Abdullah memerintahkan dinas rahasia untuk melindungi semua pengunjuk rasa. Pendukung pemerintah dan pengunjuk rasa sudah berhari-hari bentrok di ibu kota Sanaa. Stasiun radio pemerintah hari Kamis (24/02) memberitakan, presiden Ali Abdullah memerintahkan dinas rahasia untuk mencegah kerusuhan baru antara kubu pro-pemerintah dan para demonstran. Kerusuhan yang semakin meruncing di Yaman sejauh ini sudah menelan 15 korban jiwa. Para pengunjuk rasa di-ilhami oleh aksi-aksi demonstrasi di Tunisia dan Mesir yang menyebabkan kepala kedua negara hengkang. * KORBAN GEMPA SELANDIA BARU TERUS MENINGKAT CHRISTCHURCH (ANP) - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Selandia Baru menjadi 92. Menurut perdana menteri John Key jumlah tersebut masih bisa terus meningkat. Sebelumnya dilaporkan 75. "Menurut perkiraan polisi, jumlah korban tewas akan lebih besar dari yang bisa kita bayangkan", demikian Key. "Ratusan keluarga yang menghubungi polisi mengatakan bahwa mereka kehilangan anggota keluarga. Polisi khawatir mereka semua meninggal dunia". Hari Selasa (22/02) kota Christchurh digoncang gempa berkekuatan 6,3 skala Richter. Hari Kamis (24/02) polisi masih terus mencari korban hidup. Banyak mayat ditemukan dibawah puing-puing reruntuhan. Semakin kecil kemungkinan masih bisa dtemukan korban hidup. * PEREKONOMIAN JERMAN NAIK 0,4% WIESBADEN (ANP) - Perekonomian Jerman di kwartal ke-empat tahun 2010 naik 0,4% dibanding kwartal sebelumnya. Untuk periode satu tahun, diramalkan pertumbuhan akan bisa mencapai 4%. Demikian biro pusat statistik Jerman. Pertumbuhan ekonomi Jerman mendekati semua ramalan. Selama tahun 2010 perekonomian Jerman mengalami pertumbuhan dengan 3,6% * BERITA BURSA TOKIO (ANP) - Pasar saham dan bursa Tokio hari Kamis (24/02) anjlok. Kerusuhan di Afrika Utara dan naiknya harga minyak membuat pedagang saham dan bursa, berhati-hati. Faktor lain adalah naiknya nilai Yen terhadap dollar Amerika. Hari ini harga minyak diatas 100 dollar per barrel. Nilai index Nikkei turun 1,2% pada 10.452,71 poin. Harga terendah selama tiga minggu. Kospi di Seoul turun 0,6%, All Ordinaries di Sydney turun 0,7% dan Hang Seng di Hongkong turun 1,3%. Dow Jones di New York haru Rabu (23/02) turun 0,9% pada 12.105,78 poin. Nasdaq turun 1,2% pada 2722,99 poin. AEX di Amsterdam juga turun 0,4% pada 363,84 poin. Di Amsterdam nilai turkar C tercatat US$ 1,3730 Di Jakarta C = Rp. 12.196,- dan US$ = Rp. 8.855,- Cuaca di Hilversum berkabut,mendung, berawan suhu berkisar pada 6 derajat Celsius. * NEGARA KACAU, BISNIS JALAN TERUS Ketika para ekspat mencoba meninggalkan Libya secepat mungkin, para pengusaha Belanda justru melihat kesempatan baru. Di Den Haag, pertemuan khusus perusahaan-perusahaan Belanda yang beroperasi di Afrika Utara dan Timur Tengah, diwarnai berbagai pendapat. Salah satu peserta menyatakan kekhawatiran akan keselamatan karyawannya di Libya, sedangkan yang lain berapi-api mengungkapkan optimisme mengenai masa depan. "Kita mulai pertandingan baru, dengan aturan-aturan baru." Redaktur Johan Huizinga Pertemuan ini digelar oleh Pusat Promosi Perdagangan Belanda (NCH). Dan ajang ini jelas bukan tempat mengeluhkan kekacauan di negara-negara di seberang laut Mediterania. Puluhan pengusaha dan ahli bertukar pengalaman dan visi di sebuah ruangan tertutup. Bukan apa-apa, berbisnis di daerah konflik adalah masalah peka. Namun selepas pertemuan, kekhawatiran akan krisis hampir tak terdengar. Setidaknya itu berlaku untuk Salim Rabbani, ketua Dewan Bisnis Belanda-Timur Tengah. Salim Rabbani : Sekarang Belanda punya kesempatan besar. Dan kesempatan muncul karena Belanda cenderung netral di kawasan tersebut. Belanda tak pernah jadi penjajah di sana. Juga karena Belanda fleksibel dan bisa ikut berpikir mengenai hal-hal penting, seperti energi, perkembangan ekonomi, dan imigrasi. Itu bukan hanya kepentingan Belanda, melainkan juga kepentingan kawasan tersebut. Jadi dalam hal itu, Belanda bisa berperan positif. Fakta bahwa Belanda berteman dengan Israel, menurut Rabbani, tidak akan jadi hambatan. Tentu saja, Rabbani mengakui, perusahaan-perusahaan Belanda sebentar lagi akan mengkhawatirkan ketegangan di Timur Tengah. Namun ia langsung merujuk pada pendapat positif bank-bank yang hadir di pertemuan tersebut. Asuransi ekspor dan kredit untuk negara-negara seperti Mesir dan Tunisia memang bertambah mahal, namun tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Dan bagi pengusaha, itu bisa jadi bukti stabilitas. Gerard Vaandrager dari NCH juga terkejut akan optimisme para pengusaha. Ia juga melihat kesempatan baru pada pergantian kekuasaan, seperti di Tunisia dan Mesir. "Dengan perubahan situasi itu, kita bisa memulai pertandingan baru dengan aturan baru. Saya pikir, sebagai pengusaha Anda harus aktif ada dari awal. Karena pada saat-saat seperti ini, Anda membutuhkan banyak jejaring." Gustaaf van Bilsen, dengan perusahaannya Libitco, sudah bertahun-tahun memproduksi onderdil untuk pengeboran minyak dan gas di Libya. Sekarang ia sangat khawatir. Gustaaf van Bilsen : "Di sana, masih ada dua dua staf saya. Bersama istri dan anak-anak, mereka semua masih di Tripoli. Kami harap, esok pagi mereka bisa meninggalkan Libya dengan pesawat. Beberapa hari terakhir, itu yang terus-menerus saya pikirkan. Kalau yang lain sibuk menyelesaikan pesanan terakhir, menghentikan operasi, mengembalikan kontainer, dan semacam itu. Saya sendiri cuma sibuk mengurus kepergian dua staf saya dan keluarga mereka dari Libya. " Ia tak tahu apakah ia akan bisa mengklaim uangnya di Libya, karena semua kontak dengan bank-bank di negara itu terputus. Tidak takutkah ia, jika Kadhafi pergi, oleh pemerintahan baru ia akan dianggap berbisnis dengan diktator? "Kami selalu berbisnis langsung dengan perusahaan minyak, dan perusahaan itu pada praktiknya relatif jauh dari pemerintah," kata Bilsen. Namun ia mengakui, tak ada yang bisa meramalkan masa depan. Tak jauh darinya seorang pelobi menggembar-gemborkan Libya sebagai negara yang menawarkan kesempatan besar untuk pengusaha Belanda. Sementara itu, Hortikulturis Piet Zwinkels mengisahkan bisnisnya di Mesir. Dengan gaya khas Belanda yang tanpa basa-basi ia menerangkan bagaimana menghadapi situasi yang naik-turun. Piet Zwinkels : "Ya, terus berusaha saja, maju terus. Hadapi semuanya. Jangan menyerah. Terus saja yakin bahwa kita bisa berkembang di sana, toh bisnis kita juga menguntungkan semua pihak. Kapal-kapal kontainer sekarang sudah mulai beroperasi, saya rasa, keadaan akan kembali stabil. Harus selalu optimis, itu resep saya." * LENTERA PEMBIMBING ANAK ODHA Penyakit tak pernah pandang korban, termasuk HIV/Aids. Anak-anak pun bisa mengidap virus ini. Di Indonesia, anak-anak dengan HIV belum banyak dapat perhatian. Inilah yang menyebabkan komunitas Lentera Anak Pelangi memberikan perhatian khusus pada anak-anak ODHA. Reporter KBR68H Ayu Poernamaningrum mengikuti perjalanan Lentera datang ke rumah anak-anak ini. Mereka adalah tim lapangan Lentera Anak Pelangi, dari kampus Universitas Atmajaya, Jakarta. Mereka akan mengunjungi rumah anak ODHA, orang dengan hiv/aids, yang mereka dampingi. Eka, 6 tahun, tampak kegirangan menerima camilan yang diberikan tim Lentera. Perempuan kecil ini tengah bermanja-manja dengan bibi yang merawatnya. Tubuh Eka pun lebih kecil dibandingkan anak-anak seusianya. Berat tubuhnya 11 kilogram, sama dengan anak usia 2 tahun. Perutnya menonjol ke depan, penuh dengan guratan urat, karena kelebihan cairan. Sejumlah luka bernanah tampak di tangan dan kakinya. Mulut Eka terlihat putih, penuh dengan jamur. Curiga Eka tak dirawat dengan baik, tim Lentera pun menanyakan cara perawatan Eka pada bibinya. Terutama, soal makan Eka sehari-hari. LENTERA: Agak dipaksa-paksa dikit dong. Diganti-ganti lauknya. BIBI: Ya itu juga diganti-ganti. Sukanya dia juga ya begitu Eka, salah satu anak pengidap HIV. Orangtuanya meninggal karena Aids saat Eka baru 1 tahun. Eka lantas dirawat oleh paman dan bibinya. Bibi Eka, Nurhayati, semula tak tahu apa pun soal HIV/Aids. Ia tak tahu seberapa berbahayanya penyakit ini sampai tim Lentera Anak Pelangi datang dan mengajari cara merawat anak istimewa seperti Eka. NUR: Dari setahun setengah. Iya, nggak dititipin. Ya memang kita yang melihara nggak ada yang lain, ya kita openin aja deh. Nur mengaku pilu jika Eka sedang sakit. Tapi ia tak bisa berbuat banyak, karena ia tak bekerja. Sementara suaminya hanyalah kuli panggul di Pasar Induk Kramat Jati. Penghasilannya hanya untuk dua kali makan dalam sehari. NUR: Dibilang kesulitan ya.Ya begitulah. Habis kalau dibilangin dari sana juga katanya nih Eka tuh harus diberi obat sehari-harinya. Cuma saya masih meragukan. Takutnya keseleo doang. Takut lupa gitu. Menilik kondisi Eka, tim Lentera menduga bibinya berbohong soal perawatan Eka. Eka diduga tak diberi makan cukup sehingga mengalami gizi buruk. Padahal ia baru saja keluar rumah sakit karena hal serupa. Natasya Sitorus, Koordinator Divisi Psikososial Lentera Anak Pelangi menilai perawatan Eka terkendala karena bibinya juga harus merawat 3 sepupu Eka yang lain. Tasya: Di rumah dia nggak makan, nggak apa segala macam. Begitu masuk RSCM kurang lebih satu bulan berat badannya naik dengan cukup drastis. Sesudah keluar dari rumah sakit, kondisinya bisa memburuk lagi karena ternyata di rumah tidak disediakan makanan yang cukup bergizi, sanitasi tidak diperhatikan. Kalau nggak mau makan ya udah gitu aja. Sedangkan kalau di rumah sakit makannya kan diperhatikan. Dari rumah Eka, tim Lentera Anak Pelangi bergerak ke gang kecil lainnya. Kali ini di kawasan Saharjo, Jakarta Selatan. Persis di belakang sebuah hotel bintang empat. Erlangga didampingi ibunya, Wilda. Wilda adalah nama samaran, seperti permintaannya. Bocah 4 tahun itu sedang tidur dengan selang di hidungnya. Tangannya yang mungil terlihat kaku, seperti pasien stroke. Punggungnya terdapat bercak hitam seukuran satu kepalan dewasa karena demam tinggi yang dialaminya. Hanya tendangan kakinya yang jadi alat komunikasi. Erlangga dan Yolanda mengidap HIV sejak lahir. Penyakit ini baru diketahui ibunya, ketika Yolanda masuk rumah sakit. Saat itu usianya 6 tahun. Wilda: Kagetlah aku. Aku memang tidak sama bapaknya Yolanda, tetapi aku sudah punya anak dari suami yang baru. Sedangkan Erlangga ini kan umurnya setahun waktu itu. Dari situ aku bingung. Kalau misalnya Yolanda kena, aku kena. Pasti kenanya dari aku. Pasti Erlangga juga pasti kena. Kata dokter, bagaimana misalnya anak ini harus minum obat. Dia harus minum obat ini selama seumur hidup, setiap hari. Tidak boleh putus, tidak boleh telat waktu. Penyakit ini masih dirahasiakan Wilda dari keluarga dan kerabatnya. Status HIV dan Aids memang seringkali disembunyikan orangtua. Demi menghindarkan diskriminasi, itu alasan yang paling sering. Padahal menyimpan rahasia bukanlah hal yang terbaik, karena jadi tak tahu kebutuhan yang diperlukan. Sampai saat ini, Wilda mengaku masih suka kebingungan menghadapi anaknya yang sakit. Di sinilah tim Lentera Anak Pelangi datang membantu. Selain soal mengurus anak, Lentera juga membantu Wilda memperoleh rujukan kesehatan. Lentera Anak Pelangi lahir dari penelitian lapangan soal anak-anak HIV/Aids di Universitas Atmajaya, Jakarta. Karena dianggap membantu, banyak LSM yang meminta program penelitian lapangan itu berlanjut. Lentera pun terbentuk pada 2009. Di awal, ada 140-an anak positif dan negatif HIV/Aids ditangani oleh komunitas tersebut, kata Manajer Kasus Lentera, Rovina Tarigan. Anak-anak ini berasal dari keluarga miskin, yang biasanya tak punya informasi memadai soal penanganan HIV/Aids. Ada juga anak-anak yang tak mengidap HIV tapi tetap didampingi Lentera. Mereka kerap diabaikan oleh orangtuanya yang ODHA. Rovina: Anak-anak ini kan dari orangtua yang positif. Biasanya, orangtua mereka ini ada juga yang menggunakan metadon ya. Walaupun mereka menggunakan metadon ada yang mencampur metadon dengan obat-obatan lain. Biasanya mereka lari ke obat-obatan lain tuh karena mereka ada permasalahan. Akhirnya mereka putus asa, pakai-pakai lagi bersama bahkan mereka ada yang jual. Tapi karena kekurangan sumber daya manusia, Lentera harus mengutamakan 28 anak yang positif HIV sebagai bimbingannya. Saat ini, pekerja Lentera hanya 6 orang. Dengan segala keterbatasannya, Lentera tetap melayani anak-anak dan orangtua pengidap HIV AIDS. Kata Sisi, mereka kini menggandeng sejumlah instansi dan LSM untuk membantu keberlangsungan kunjungan rumah rutin mereka. SISI: Yang langsungnya misalnya pemberi layanan kesehatan. Jadi misalnya rumah sakit, Puskesmas, dan juga lembaga-lembaga LSM lain yang juga menangani HIV tapi nggak khusus ke anak. Yang jadi rekan kami juga ada Rachel House. Dia jadi lembaga paliatif care. Suster-suster dari Rachel House banyak membantu kita dalam home visit juga. Kerjasama ini penting untuk terus memantau kondisi anak-anak dengan HIV. Menurut Koordinator Psikososial Lentera, Natasya Sitorus, kerjasama yang paling penting adalah antara Lentera dengan orangtua anak-anak ODHA. Orangtua punya peran utama untuk memantau kesehatan anak-anak mereka. Kalau butuh tambahan informasi, Lentera siap memberikan penyuluhan dan konseling. Tasya: Kita jelasin, ibu semestinya bikin masakan kayak gini, anak tuh sanitasinya harus diperhatikan segala macam. Tapi kalau kemauan orangtua atau care giver itu sendiri nggak ada, itu nggak akan berjalan. Mungkin salah satu yang sulit sebenarnya adalah ketika kita mengedukasi orangtua. Di situ tuh yang memang butuh kesabaran. Butuh waktu yang memang harus lebih intensif dan sering mungkin supaya mereka pun diingatkan untuk lebih peduli kesehatan dan kebersihan anak-anaknya. Yang perlu juga dipupuk adalah rasa percaya diri anak ODHA. Kondisi fisik mereka yang berbeda akibat gerogotan virus, seringkali membuat mereka tak mau keluar rumah. HIV/Aids sejauh ini belum dapat disembuhkan. Tapi orang-orang dengan virus ini bisa terus hidup. WL, ibu dari dua anak ODHA, berharap bisa bersama anak-anaknya sampai waktu yang lama. Wilda: Aku cuma pingin dia hidup kaya orang normal. Bisa sekolah tinggi. Aku bisa lihat dia sampai married. Itu aja. * KARADZIC SESALI KARIR POLITIK Mantan pimpinan Bosnia-Serbia Radovan Karadzic menyesali pilihannya untuk berkarir di bidang politik. Demikian diungkapkan dalam korespondensi email dengan Radio Nederland Wereldomroep. "Politik mengorbankan 20 tahun paling produktif dalam hidup saya," tulis Karadzic. "Selama itu saya sudah bisa menulis sejumlah novel dan puisi. Di tahun 90-an saya sempat ragu, apakah memang mau berkarir di politik. Saya tidak akan membuat pilihan itu lagi." Minggu lalu, mantan pimpinan Bosnia-Serbia tersebut diberikan waktu tambahan untuk mempelajari 32 ribu halaman materi baru dalam sidang pengadilannya di Tribunal Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) Den Haag. Karadzic diadili atas tuduhan kejahatan perang. Sidang ditunda 7 minggu, sejak 21 Maret. Wartawan tidak diijinkan mengadakan kontak langsung dengan Karadzic yang ditahan di penjara PBB di Scheveningen. Berikut tanya jawab dalam bentuk korespondensi email antara Redaksi Hukum Internasional RNW dengan Karadzic. RNW: Jika Anda dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan, apakah Anda akan kembali ke Republik Srpska atau Serbia? RK: Ralat, bukan 'jika saya dibebaskan' melainkan 'ketika saya dibebaskan'. Ya, saya akan kembali ke Republik Srpska, tapi saya juga ingin menghabiskan waktu di Serbia dan Montenegro. Itu semua tanah air saya. Tapi kemungkinan besar ini ditentukan cucu saya dengan kebutuhan pendidikan mereka. RNW: Penyambutan seperti apa yang kira-kira akan Anda dapatkan jika kembali ke Republik Srpska atau Serbia? RK: Mereka yang mencintai saya akan tetap mencintai saya dan mereka yang membenci, akan tetap benci. RNW: Apa Anda mendapat banyak surat dukungan atau dukungan dalam bentuk lain? Jika ya, dari siapa biasanya? RK: Ya, saya dapat banyak surat dan pesan dari seluruh penjuru dunia, baik orang Serbia atau non Serbia. Ada juga yang berbaik hati mengirim karya sastra, puisi dan musik. RNW: Bagaimana dengan surat yang berisi kemarahan atau ancaman? Anda terima juga? RK: Tidak. Unit Tahanan PBB melindungi saya dari hal-hal semacam itu. RNW: Apa Anda merasa dikhianati 'negara dan rakyat' Anda, karena Anda ditangkap otoritas Serbia? RK: Tidak. Serbia tidak pernah berjanji tidak akan menangkap saya. Harapan saya sebenarnya, ada kepentingan nasional yang diuntungkan oleh penangkapan saya, tapi sepertinya mereka tidak mendapat keuntungan apa-apa. RNW: Apa Anda menyesal tidak menyerahkan diri lebih awal? RK: Tidak. Yang saya sesali adalah tribunal menolak menghormati perjanjian saya dengan Richard Holbrooke bahwa saya tidak akan diadili. Keterangan: Radovan Karadzic, presiden masa perang Republik Srpska mewakili diri sendiri di depan sidang ICTY atas 11 tuduhan genosida, kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan selama perang Bosnia tahun 1992 hingga 19915. Perang diperkirakan menewaskan 100 ribu orang. Berikut adalah sejumlah tuduhan yang diajukan padanya: - Ambil bagian dalam pembunuhan massa Srebrenica, dimana sekitar 8000 pria dan anak lelaki Muslim dibunuh dan sekitar 30 ribu perempuan, anak perempuan dan orang tua disingkirkan paksa. - Ambil bagian dalam pengepungan 44 bulan Sarajevo, ibukota Bosnia-Herzegoniva, dimana penembak gelap dan pemboman menewaskan dan melukai ribuan warga sipil. Menurut dakwaan, tujuan pemusnahan dan pembunuhan yang terjadi di bawah pimpinan Karadzic adalah untuk 'menghapus sepenuhnya keberadaan Muslim Bosnia dan Kroasia dari kawasan yang dikuasai Serbia-Bosnia'. Karadzic ditangkap Juli 2008 di Belgrade, ibukota Serbia. Kala itu dia menggunakan nama samaran Dr Dragan Dabic, yang berprofesi sebagai penyembuh alternatif dan psikolog. Semasa buron, dia sempat menerbitkan sejumlah novel dan buku puisi. Pemerintah Serbia menangkap Karadzic menyusul tekanan terus menerus dari Uni Eropa untuk menyerahkan semua tersangka penjahat perang yang diyakini bersembunyi di negara tersebut. Dua tersangka yang banyak disorot, Ratko Mladic dan Goran Hadzic, masih buron. Pada sejumlah kesempatan selama masa sidang dengar, Karadzic berulangkali menekankan dia membuat perjanjian dengan almarhum diplomat Amerika Richard Holbrooke bahwa dirinya tidak akan diadili. ICTY menolak klaim imunitas yang diajukan Karadzic. * TIDAK ADA LAGI SIMBOL KEMENANGAN Reporter Radio Nederland Wereldomroep Hans Jaap Melissen adalah wartawan pertama dan untuk sementara satu-satunya wartawan Belanda yang bisa melaporkan pergolakan yang sedang terjadi di Libya. Dia bicara dengan para saksi di jalanan, mengunjungi tentara bayaran di penjara dan membezuk mereka yang cedera di rumah sakit kota Benghazi. Berikut kisahnya. Sebuah mobil SUV trendi, ditumpangi 5 perempuan berkerudung, melintasi pangkalan militer di Benghazi sambil ribut membunyikan klakson. Ketika mereka melihat barak-barak yang terbakar, mereka mengeluarkan tangan dari jendela dan membentuk huruf V, simbol kemenangan. Seorang ayah membiarkan putra-putranya berpose di depan sebuah tank yang terbengkalai. Di seluruh kota terlihat warga sipil bersenjata, tentara yang kalah dan polisi yang memblokade jalanan. Sementara itu para revolusionaris membuat pusat pengumpulan senjata dan amunisi di sebelah kantor polisi yang terbakar. Sebuah truk berhenti dan seorang pria mengangkat peluncur roket dari bagasi. Para saksi memandang dengan sikap menyetujui. "Kami bebas, kami berhasil membebaskan diri sendiri. Ini baru namanya revolusi. Apa yang Kadhafi bilang dia lakukan di tahun 1969 itu bukan apa-apa." Murka Penduduk Benghazi murka akibat banyaknya korban tewas dan cedera minggu lalu. Hampir semua orang yang Hans Jaap tanyai berpendapat bahwa pembunuhan itu dilakukan tentara bayaran Kadhafi, yaitu para pemuda dari negara-negara Afrika di bagian selatan. Tapi seringkali jawaban itu diberikan sambil berbisik-bisik. Sepertinya rakyat Libya susah menerima kenyataan bahwa selain tentara bayaran, ada kemungkinan rekan sebangsa sendiri yang menembaki mereka. Tahanan Di sebuah gedung di kota, tiga tentara bayaran ditahan. Setelah beberapa waktu mendesak, akhirnya Hans Jaap diijinkan melihat mereka dari jarak tertentu. "Kami mengikuti jalannya sidang dengar. Menurut hukum internasional, kami tidak bisa begitu saja memperlihatkan mereka kepada pers," kata salah seorang pengacara yang tidak ingin disebut namanya. Para revolusionaris terutama ingin memperjelas bahwa di bawah tekanan mereka, Libya masih mempedulikan HAM. Kekuatan para revolusionaros saat ini terbatas hanya di Libya timur. "Tapi wilayah kekuasaan kami bertambah setiap hari. Para pencari jejak kami berhasil masuk semakin dalam ke barat dan semakin banyak kota yang berhasil kami rebut. Pada akhirnya kami akan mengalahkan si bajingan itu," kata Salah. Cedera Di Unit Gawat Darurat rumah sakit Al Jala, bisa dilihat seberapa berkuasanya si 'bajingan' itu. Para pria yang cedera parah bernafas dengan bantuan respirator. "Yang ini sebenarnya menderita kerusakan otak," kata Dr Mohammed Habib sambil menunjuk seorang pria muda. "Di tertembak di kepala." Sementara di tempat tidur sebelah terbaring Ahmed, 50 tahun. "Dia tertembak di leher dan sekarang lumpuh dari leher ke bawah," kata sang dokter. Ketika itu tangan Ahmed terangkat dan kemudian terkulai lagi. Ahmed sadar tapi tidak bisa bicara. Di matanya, Hans Jaap bisa melihat keputusasaan. Tangan yang seharusnya bisa membuat simbol kemenangan tersebut, akan terkulai selamanya di tempat tidur. * UN WOMEN - TUMPUAN PEREMPUAN INDONESIA ? Intro: UN Women, atau Badan PBB untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan resmi dioperasikan Januari 2011. Sebetulnya badan itu sudah berdiri sejak Oktober 2010. Isu pendidikan perempuan tetap menjadi prioritas utama Indonesia, kendati dana yang dialokasikan oleh Badan Perempuan PBB itu sangat terbatas. Ikuti wawancara Radio Nederland dengan Rena Herdiyani, direktur eksekutif Kalyanamitra.. Rena Herdiyani baru-baru ini menghadiri pertemuan antara masyarakat sipil Indonesia dengan UN Women. Dalam pertemuan tersebut dibahas apa saja prioritas yang seharusnya diutamakan oleh badan PBB UN Women tersebut. UN Women sudah menyusun isu prioritas untuk lima tahun ke depan. Ada lima isu yang diprioritaskan antara lain memperluas suara perempuan, memperluas partisipasi, serta mengakhiri kekerasan terhadap perempuan. Selain itu juga memperkuat impelementasi agenda perempuan dan keamanan. Di samping itu juga memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan, dan membuat prioritas kesetaraan gender dari pusat ke tingkat lokal "Jadi yang kita ingikan UN Women itu, dalam melihat isu perempuan juga harus melihat konteks situasi ekonomi dan politik yang dihadapi di Indonesia. Untuk itu, ketika mereka melakukan programnya di Indonesia maka, tidak saja membahas masalah kekerasan perempuan saja. Tapi juga masalah politik yang terkait dengan masalah perkembangan perempuan." Pendidikan Gender Indonesia menyoroti masalah pendidikan gender yang masih kurang dalam tema UN Women. Menurut Rena Herdiyani, pendidikan gender yang perlu diangkat. Namun masalah ini tidak berdiri begitu saja. Masalah itu terkait dengan problem kemiskinan. "Banyak juga sebagian besar perempuan di Indonesia terutama di pedesaan tidak bisa mengenyam pendidikan formal sampai ke jenjang tinggi. Kemudian, tambahnya hal tersebut juga tergantung masalah budaya. Budaya itu adalah laki-laki lebih diprioritaskan untuk mengenyam pendidikan tinggi dibanding perempuan. Untuk merubanya diperlukan strategi. Strateginya adalah merubah pola pikir dalam budaya masyarakat Indonesia yang masih patriarki. Jadi harus ada kurikulum pendidikan gender di setiap tingkatan pendidikan formal di Indoensia. "Mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi itu harus ada. Bahkan di institusi-institusi agama sebenarnya juga harus ada pendidikan gender. Kemudian yang terkait dengan kemiskinan harus ada kebijakan dari negara untuk memberikan kuota beasiswa untuk siswa perempuan. Jadi lebih diutamakan untuk perempuan." Dana Terbatas Dana sebesar 500 juta dolar yang dianggarkan UN Women ternyata menurut Rena Herdiyani, sangat terbatas. Untuk mengatasi persoalan perempuan di seluruh dunia itu kurang. Tapi ITU akan dicoba dimaksimalkan supaya hasilnya lebih efektif. "Sebenarnya memaksimalkan saja dulu, karena UN Women ini kan juga baru, Efektivitas mereka masih diuji. Dengan harapan di masa mendatang dana itu bisa ditambah lagi." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
