---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 24 Februari 2011 14:40 UTC



** ASSET LIBIA DI AMERIKA DAN UNI EROPA 

** JULIAN ASSANGE BOLEH DIISERAHKAN PADA SWEDIA 

** LIBIA MINTA DEMINSTRAN LETAKAN SENJATA 

** PRESIDEN YAMAN : LINDUNGI DEMONSTRAN 

** GEMA WARTA TOPIK INTRNASIONAL : NEGARA KACAU, BISNIS JALAN TERUS

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : LENTERA PEMBIMBING ANAK ODHA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL : KARADZIC SESALI KARIR POLITIK 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL : TIDAK ADA LAGI SIMBOL KEMENANGAN 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : UN WOMEN - TUMPUAN PEREMPUAN INDONESIA ?



* ASSET LIBIA DI AMERIKA DAN UNI EROPA

LONDON (ANP) - Dana berjumlah 32 miliar dollar milik rejim yang berkuasa di 
Libia yang tidak jelas asal usulnya, disimpan di berbagai bank di Amerika 
Serikat dan di-investasikan dalam berbagai proyek raksasa di London. Demikian 
dokumen rahasia yang dibocorkan Wikileaks.

Pembocoran dokumen-dokumen tersebut bertepatan dengan upaya Amerika dan Uni 
Eropa untuk membekukan asset pemerintah Libia di luar negeri. Otoritas 
Investasi Libia (LIA) juga memiliki saham di Bank UniCredit Italia dan 
percetakan Pearson di London.

LIA juga memiliki hampir semua perusahaan minyak dan gas di Libia. LIA memiliki 
dana yang paling rahasia di seluruh dunia.

Dokumen yang dibocorkan Wikileaks mencakup pembicaraan pada tanggal 20 januari 
antara duta besar Amerika di Libia dengan dirut LIA.


* JULIAN ASSANGE BOLEH DIISERAHKAN PADA SWEDIA

LONDON (ANP) - Penggagas Wikileaks Julian Assange boleh diserahkan ke Swedia. 
Demikian keputusan pengadilan di London hari Kamis (24/02). Di Swedia ia 
didakwa melakukan pemerkosaan terhadap dua wanita. Assange langsung naik 
banding. 

Warga Australia berumur 39 tahun itu ditangkap bulan Desember. Seminggu 
kemudian ia dibebaskan dengan uang jaminan dan pengawasan elektronik.

Assange dan pengacaranya khawatir, Swedia akan menyerahkan dia pada Amerika 
Serikat, demikian pembelaan di pengadilan. Assange menimbulkan amarah 
Washington karena ia membocorkan ratusan ribu dokumen rahasia Amerika yang 
disebarkan oleh Wikileaks.


* WARGA BELANDA DITAHAN KARENA 144 KG KOKAIN

LIMA - Dua warga Belanda ditangkap di Peru karena memiliki 144 kg kokain. Kedua 
pria berumur 40 dan 46 tahun di tahan hari Sabtu (19/02) di sebuah rumah di ibu 
kota Lima.

Sering warga Belanda di tangkap di Peru karena berurusan dengan narkoba. Peru 
adalah negara penting penghasil kokain. Penangkapan biasanya terjadi di bandara 
internasional. Biasanya juga hanya menyangkut kepemilikan narkoba dalam jumlah 
kecil.

Sampai akhir tahun lalu sekitar 100 warga Belanda mendekap di penjara di Peru 
berkaitan dengan narkoba.


* KAPAL PERANG IRAN TIBA DI SURIAH

LATAKIA (ANP) - Dua kapal perang Iran hari Kamis (24/02) tiba di kota pelabuhan 
Latakia - Suriah setelah perjalanan kontroversial lewat terusan Suez, Mesir. 
Jalur pelayaran itu sempat menimbulkan ketegangan di Israel yang langsung 
meningkatkan aparat angkatan lautnya. 

Kapal 'Alvand' biasanya dilengkapi dengan torpedo dan rudal anti kapal. Kapal 
'Kharg' yang lebih besar bisa mengangkut tiga pesawat helikopter, demikian Fars 
kantor berita pemerintah Iran. 

Menurut perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu, kedatangan kedua kapal di 
Suriah itu merupakan 'pamer kekuatan' Iran. Menlu Israel menyebutnya sebagai 
'provokasi'.

Iran tidak peduli dengan sikap Israel. "Kedua kapal perang ke Suriah hanyalah 
untuk suatu kunjungan semata dengan membawa pesan perdamaian dan persahabatan", 
demikian laksamana Iran, Habibollah Sayari.


* PESAWAT BELANDA TIBA DI TRIPOLI

DEN HAAG (ANP) - Pesawat militer yang mengangkut warga Belanda dari Libia 
mendarat hari Kamis (24/02) jam 09.30 waktu setempat di bandara Tripoli. 
Demikian jurubicara kementrian pertahanan Belanda. 

Tidak jelas berapa jumlah warga Belanda yang berkumpul di bandara untuk 
diterbangkan pulang. Menurut kementrian luar negeri Belanda, pesawat tersebut 
bisa mengangkut 50 penumpang. Pesawat Hercules C-130 itu juga mengangkut 
sepuluh awak dan petugas bantuan sosial.

Herules C-130 Rabu (23/02) malam tiba di pulau Sicilia, Italia. Karena 
pertimbangan keamanan diputuskan untuk menerbangkan kembali pesawat tersebut 
Kamis pagi ke Libia.

77 warga Belanda yang tinggal di Libia sudah melapor ke kedutaan Belanda. 20 
warga mau secepatnya meninggalkan Libia.


* LIBIA MINTA DEMINSTRAN LETAKAN SENJATA

KAIRO (ANP) - Hari Kamis (24/02) pemerintah Libia mengimbau demonstran untuk 
meletakan senjata.  Mereka nantinya tidak akan ditindak.

Imbauan 'Komite Rakyat bagi Keamanan Umum' disiarkan lewat radio pemerintah. 
Komite juga menjanjikan imbalan kepada siapa yang memberikan informasi mengenai 
pemimpin aksi demo yang memprotes rejim Muammar Kadaffi yang sudah berkuasa 
lebih dari 40 tahun.

Warga diberi uang 'apabila memberikan informasi mengenai tokoh-tokoh yang 
membakar semangat para pemuda dan yang memberi uang, persenjataan dan obat-obat 
perangsang' demikian jurubicara tentara yang membacakan pernyataan tersebut. 

Selama beberapa hari terakhir pengaruh kekuasaan Kadaffi semakin berkurang, 
terutama di Libia timur.


* PRESIDEN YAMAN : LINDUNGI DEMONSTRAN

SANAA (ANP) - Presiden Yaman Ali Abdullah memerintahkan dinas rahasia untuk 
melindungi semua pengunjuk rasa.

Pendukung pemerintah dan pengunjuk rasa sudah berhari-hari bentrok di ibu kota 
Sanaa. Stasiun radio pemerintah hari Kamis (24/02) memberitakan, presiden Ali 
Abdullah memerintahkan dinas rahasia untuk mencegah kerusuhan baru antara kubu 
pro-pemerintah dan para demonstran.

Kerusuhan yang semakin meruncing di Yaman sejauh ini sudah menelan 15 korban 
jiwa. Para pengunjuk rasa di-ilhami oleh aksi-aksi demonstrasi di Tunisia dan 
Mesir yang menyebabkan kepala kedua negara hengkang.


* KORBAN GEMPA SELANDIA BARU TERUS MENINGKAT

CHRISTCHURCH (ANP) - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Selandia Baru 
menjadi 92. Menurut perdana menteri John Key jumlah tersebut masih bisa terus 
meningkat. Sebelumnya dilaporkan 75.
 
"Menurut perkiraan polisi, jumlah korban tewas akan lebih besar dari yang bisa 
kita bayangkan", demikian Key. "Ratusan keluarga yang menghubungi polisi 
mengatakan bahwa mereka kehilangan anggota keluarga. Polisi khawatir mereka 
semua meninggal dunia".

Hari Selasa (22/02) kota Christchurh digoncang gempa berkekuatan 6,3 skala 
Richter. Hari Kamis (24/02) polisi masih terus mencari korban hidup. Banyak 
mayat ditemukan dibawah puing-puing reruntuhan. Semakin kecil kemungkinan masih 
bisa dtemukan korban hidup.


* PEREKONOMIAN JERMAN NAIK 0,4%

WIESBADEN (ANP) - Perekonomian Jerman di kwartal ke-empat tahun 2010 naik 0,4% 
dibanding kwartal sebelumnya. Untuk periode satu tahun, diramalkan pertumbuhan 
akan bisa mencapai 4%. Demikian biro pusat statistik Jerman.

Pertumbuhan ekonomi Jerman mendekati semua ramalan. Selama tahun 2010 
perekonomian Jerman mengalami pertumbuhan dengan 3,6%


* BERITA BURSA

TOKIO (ANP) - Pasar saham dan bursa Tokio hari Kamis (24/02) anjlok. Kerusuhan 
di Afrika Utara dan naiknya harga minyak membuat pedagang saham dan bursa, 
berhati-hati. Faktor lain adalah naiknya nilai Yen terhadap dollar Amerika.

Hari ini harga minyak diatas 100 dollar per barrel. Nilai index Nikkei turun 
1,2% pada 10.452,71 poin. Harga terendah selama tiga minggu.

Kospi di Seoul turun 0,6%, All Ordinaries di Sydney turun 0,7% dan Hang Seng di 
Hongkong turun 1,3%.

Dow Jones di New York haru Rabu (23/02) turun 0,9% pada 12.105,78 poin. Nasdaq 
turun 1,2% pada 2722,99 poin.


AEX di Amsterdam juga turun 0,4% pada 363,84 poin.


Di Amsterdam nilai turkar C tercatat US$ 1,3730
Di Jakarta C = Rp. 12.196,-
dan US$ = Rp. 8.855,-

Cuaca di Hilversum berkabut,mendung, berawan suhu berkisar pada 6 derajat 
Celsius.


* NEGARA KACAU, BISNIS JALAN TERUS

Ketika para ekspat mencoba meninggalkan Libya secepat mungkin, para pengusaha 
Belanda justru melihat kesempatan baru. Di Den Haag, pertemuan khusus 
perusahaan-perusahaan Belanda yang beroperasi di Afrika Utara dan Timur Tengah, 
diwarnai berbagai pendapat. Salah satu peserta menyatakan kekhawatiran akan 
keselamatan karyawannya di Libya, sedangkan yang lain berapi-api mengungkapkan 
optimisme mengenai masa depan. "Kita mulai pertandingan baru, dengan 
aturan-aturan baru." Redaktur Johan Huizinga

Pertemuan ini digelar oleh Pusat Promosi Perdagangan Belanda (NCH). Dan ajang 
ini jelas bukan tempat mengeluhkan kekacauan di negara-negara di seberang laut 
Mediterania. Puluhan pengusaha dan ahli bertukar pengalaman dan visi di sebuah 
ruangan tertutup. Bukan apa-apa, berbisnis di daerah konflik adalah masalah 
peka. Namun selepas pertemuan, kekhawatiran akan krisis hampir tak terdengar. 
Setidaknya itu berlaku untuk Salim Rabbani, ketua Dewan Bisnis Belanda-Timur 
Tengah.

Salim Rabbani : Sekarang Belanda punya kesempatan besar. Dan kesempatan muncul 
karena Belanda cenderung netral di kawasan tersebut. Belanda tak pernah jadi 
penjajah di sana. Juga karena Belanda fleksibel dan bisa ikut berpikir mengenai 
hal-hal penting, seperti energi, perkembangan ekonomi, dan imigrasi. Itu bukan 
hanya kepentingan Belanda, melainkan juga kepentingan kawasan tersebut. Jadi 
dalam hal itu, Belanda bisa berperan positif.

Fakta bahwa Belanda berteman dengan Israel, menurut Rabbani, tidak akan jadi 
hambatan. Tentu saja, Rabbani mengakui, perusahaan-perusahaan Belanda sebentar 
lagi akan mengkhawatirkan ketegangan di Timur Tengah.  Namun ia langsung 
merujuk pada pendapat positif bank-bank yang hadir di pertemuan tersebut. 
Asuransi ekspor dan kredit untuk negara-negara seperti Mesir dan Tunisia memang 
bertambah mahal, namun tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Dan bagi 
pengusaha, itu bisa jadi bukti stabilitas. 

Gerard Vaandrager dari NCH juga terkejut akan optimisme para pengusaha. Ia juga 
melihat kesempatan baru pada pergantian kekuasaan, seperti di Tunisia dan 
Mesir. "Dengan perubahan situasi itu, kita bisa memulai pertandingan baru 
dengan aturan baru. Saya pikir, sebagai pengusaha Anda  harus aktif ada dari 
awal. Karena pada saat-saat seperti ini, Anda membutuhkan banyak jejaring."

Gustaaf van Bilsen, dengan perusahaannya Libitco, sudah bertahun-tahun 
memproduksi onderdil untuk pengeboran minyak dan gas di Libya. Sekarang ia 
sangat khawatir.

Gustaaf van Bilsen : "Di sana, masih ada dua dua staf saya. Bersama istri dan 
anak-anak, mereka semua masih di Tripoli. Kami harap, esok pagi mereka bisa 
meninggalkan Libya dengan pesawat. Beberapa hari terakhir, itu yang 
terus-menerus saya pikirkan. Kalau yang lain sibuk menyelesaikan pesanan 
terakhir, menghentikan operasi, mengembalikan kontainer, dan semacam itu. Saya 
sendiri cuma sibuk mengurus kepergian dua staf saya dan keluarga mereka dari 
Libya. "

Ia tak tahu apakah ia akan bisa mengklaim uangnya di Libya, karena semua kontak 
dengan bank-bank di negara itu terputus. Tidak takutkah ia, jika Kadhafi pergi, 
oleh pemerintahan baru ia akan dianggap berbisnis dengan diktator? "Kami selalu 
berbisnis langsung dengan perusahaan minyak, dan perusahaan itu pada praktiknya 
relatif jauh dari pemerintah," kata Bilsen. Namun ia mengakui, tak ada yang 
bisa meramalkan masa depan. 

Tak jauh darinya seorang pelobi menggembar-gemborkan Libya sebagai negara yang 
menawarkan kesempatan besar untuk pengusaha Belanda. Sementara itu, 
Hortikulturis Piet Zwinkels mengisahkan bisnisnya di Mesir. Dengan gaya khas 
Belanda yang tanpa basa-basi ia menerangkan bagaimana menghadapi situasi yang 
naik-turun.

Piet Zwinkels : "Ya, terus berusaha saja, maju terus. Hadapi semuanya. Jangan 
menyerah. Terus saja yakin bahwa kita bisa berkembang di sana, toh bisnis kita 
juga menguntungkan semua pihak. Kapal-kapal kontainer sekarang sudah mulai 
beroperasi, saya rasa, keadaan akan kembali stabil. Harus selalu optimis, itu 
resep saya."


* LENTERA PEMBIMBING ANAK ODHA

Penyakit tak pernah pandang korban, termasuk HIV/Aids. Anak-anak pun bisa 
mengidap virus ini. Di Indonesia, anak-anak dengan HIV belum banyak dapat 
perhatian. Inilah yang menyebabkan komunitas Lentera Anak Pelangi memberikan 
perhatian khusus pada anak-anak ODHA. Reporter KBR68H Ayu Poernamaningrum 
mengikuti perjalanan Lentera datang ke rumah anak-anak ini. 

Mereka adalah tim lapangan Lentera Anak Pelangi, dari kampus Universitas 
Atmajaya, Jakarta. Mereka akan mengunjungi rumah anak ODHA, orang dengan 
hiv/aids,  yang mereka dampingi.

Eka, 6 tahun, tampak kegirangan menerima camilan yang diberikan tim Lentera. 
Perempuan kecil ini tengah bermanja-manja dengan bibi yang merawatnya. Tubuh 
Eka pun lebih kecil dibandingkan anak-anak seusianya. Berat tubuhnya 11 
kilogram, sama dengan anak usia 2 tahun. Perutnya menonjol ke depan, penuh 
dengan guratan urat, karena kelebihan cairan. Sejumlah luka bernanah tampak di 
tangan dan kakinya. Mulut Eka terlihat putih, penuh dengan jamur.

Curiga Eka tak dirawat dengan baik, tim Lentera pun menanyakan cara perawatan 
Eka pada bibinya. Terutama, soal makan Eka sehari-hari. 

LENTERA: Agak dipaksa-paksa dikit dong. Diganti-ganti lauknya.

BIBI: Ya itu juga diganti-ganti. Sukanya dia juga ya begitu

Eka, salah satu anak pengidap HIV. Orangtuanya meninggal karena Aids saat Eka 
baru 1 tahun. Eka lantas dirawat oleh paman dan bibinya. Bibi Eka, Nurhayati, 
semula tak tahu apa pun soal HIV/Aids. Ia tak tahu seberapa berbahayanya 
penyakit ini sampai tim Lentera Anak Pelangi datang dan mengajari cara merawat 
anak istimewa seperti Eka.

NUR: Dari setahun setengah. Iya, nggak dititipin. Ya memang kita yang melihara 
nggak ada yang lain, ya kita openin aja deh. 

Nur mengaku pilu jika Eka sedang sakit. Tapi ia tak bisa berbuat banyak, karena 
ia tak bekerja. Sementara suaminya hanyalah kuli panggul di Pasar Induk Kramat 
Jati.  Penghasilannya hanya untuk dua kali makan dalam sehari. 

NUR: Dibilang kesulitan ya.Ya begitulah. Habis kalau dibilangin dari sana juga 
katanya nih Eka tuh harus diberi obat sehari-harinya. Cuma saya masih 
meragukan. Takutnya keseleo doang. Takut lupa gitu. 

Menilik kondisi Eka, tim Lentera menduga bibinya berbohong soal perawatan Eka. 
Eka diduga tak diberi makan cukup sehingga mengalami gizi buruk. Padahal ia 
baru saja keluar rumah sakit karena hal serupa. Natasya Sitorus, Koordinator 
Divisi Psikososial Lentera Anak Pelangi menilai perawatan Eka terkendala karena 
bibinya juga harus merawat 3 sepupu Eka yang lain. 

Tasya: Di rumah dia nggak makan, nggak apa segala macam. Begitu masuk RSCM 
kurang lebih satu bulan berat badannya naik dengan cukup drastis. Sesudah 
keluar dari rumah sakit, kondisinya bisa memburuk lagi karena ternyata di rumah 
tidak disediakan makanan yang cukup bergizi, sanitasi tidak diperhatikan. Kalau 
nggak mau makan ya udah gitu aja. Sedangkan kalau di rumah sakit makannya kan 
diperhatikan.

Dari rumah Eka, tim Lentera Anak Pelangi bergerak ke gang kecil lainnya. Kali 
ini di kawasan Saharjo, Jakarta Selatan. Persis di belakang sebuah hotel 
bintang empat. 

Erlangga didampingi ibunya, Wilda. Wilda adalah nama samaran, seperti 
permintaannya. Bocah 4 tahun itu sedang tidur dengan selang di hidungnya. 
Tangannya yang mungil terlihat kaku, seperti pasien stroke. Punggungnya 
terdapat bercak hitam seukuran satu kepalan dewasa karena demam tinggi yang 
dialaminya. Hanya tendangan kakinya yang jadi alat komunikasi.

Erlangga dan Yolanda mengidap HIV sejak lahir. Penyakit ini baru diketahui 
ibunya, ketika Yolanda masuk rumah sakit. Saat itu usianya 6 tahun.

Wilda: Kagetlah aku. Aku memang tidak sama bapaknya Yolanda, tetapi aku sudah 
punya anak dari suami yang baru. Sedangkan Erlangga ini kan umurnya setahun 
waktu itu. Dari situ aku bingung. Kalau misalnya Yolanda kena, aku kena. Pasti 
kenanya dari aku. Pasti Erlangga juga pasti kena. Kata dokter, bagaimana 
misalnya anak ini harus minum obat. Dia harus minum obat ini  selama seumur 
hidup, setiap hari. Tidak boleh putus, tidak boleh telat waktu.

Penyakit ini masih dirahasiakan Wilda dari keluarga dan kerabatnya. Status HIV 
dan Aids memang seringkali disembunyikan orangtua. Demi menghindarkan 
diskriminasi, itu alasan yang paling sering. Padahal menyimpan rahasia bukanlah 
hal yang terbaik, karena jadi tak tahu kebutuhan yang diperlukan. Sampai saat 
ini, Wilda mengaku masih suka kebingungan menghadapi anaknya yang sakit. Di 
sinilah tim Lentera Anak Pelangi datang membantu. Selain soal mengurus anak, 
Lentera juga membantu Wilda memperoleh rujukan kesehatan.

Lentera Anak Pelangi lahir dari penelitian lapangan soal anak-anak HIV/Aids di 
Universitas Atmajaya, Jakarta. Karena dianggap membantu, banyak LSM yang 
meminta program penelitian lapangan itu berlanjut. Lentera pun terbentuk pada 
2009. Di awal, ada 140-an anak positif dan negatif HIV/Aids ditangani oleh 
komunitas tersebut, kata Manajer Kasus Lentera, Rovina Tarigan. Anak-anak ini 
berasal dari keluarga miskin, yang biasanya tak punya informasi memadai soal 
penanganan HIV/Aids. Ada juga anak-anak yang tak mengidap HIV tapi tetap 
didampingi Lentera. Mereka kerap diabaikan oleh orangtuanya yang ODHA.

Rovina: Anak-anak ini kan dari orangtua yang positif. Biasanya, orangtua mereka 
ini ada juga yang menggunakan metadon ya. Walaupun mereka menggunakan metadon 
ada yang mencampur metadon dengan obat-obatan lain. Biasanya mereka lari ke 
obat-obatan lain tuh karena mereka ada permasalahan. Akhirnya mereka putus asa, 
pakai-pakai lagi bersama bahkan mereka ada yang jual. 

Tapi karena  kekurangan sumber daya manusia, Lentera harus mengutamakan 28 anak 
yang positif HIV sebagai bimbingannya.  Saat ini, pekerja Lentera hanya 6 
orang. Dengan segala keterbatasannya, Lentera tetap melayani anak-anak dan 
orangtua pengidap HIV AIDS. Kata Sisi, mereka kini menggandeng sejumlah 
instansi dan LSM untuk membantu keberlangsungan kunjungan rumah rutin mereka. 

SISI: Yang langsungnya misalnya pemberi layanan kesehatan. Jadi misalnya rumah 
sakit, Puskesmas, dan juga lembaga-lembaga LSM lain yang juga menangani HIV 
tapi nggak khusus ke anak. Yang jadi rekan kami juga ada Rachel House. Dia jadi 
lembaga paliatif care. Suster-suster dari Rachel House banyak membantu kita 
dalam home visit juga.

Kerjasama ini penting untuk terus memantau kondisi anak-anak dengan HIV. 
Menurut Koordinator Psikososial Lentera, Natasya Sitorus, kerjasama yang paling 
penting adalah antara Lentera dengan orangtua anak-anak ODHA. Orangtua punya 
peran utama untuk memantau kesehatan anak-anak mereka. Kalau butuh tambahan 
informasi, Lentera siap memberikan penyuluhan dan konseling. 

Tasya: Kita jelasin, ibu semestinya bikin masakan kayak gini, anak tuh 
sanitasinya harus diperhatikan segala macam. Tapi kalau kemauan orangtua atau 
care giver itu sendiri nggak ada, itu nggak akan berjalan. Mungkin salah satu 
yang sulit sebenarnya adalah ketika kita mengedukasi orangtua. Di situ tuh yang 
memang butuh kesabaran. Butuh waktu yang memang harus lebih intensif dan sering 
mungkin supaya mereka pun diingatkan untuk lebih peduli kesehatan dan 
kebersihan anak-anaknya.

Yang perlu juga dipupuk adalah rasa percaya diri anak ODHA. Kondisi fisik 
mereka yang berbeda akibat gerogotan virus, seringkali membuat mereka tak mau 
keluar rumah. 
HIV/Aids sejauh ini belum dapat disembuhkan. Tapi orang-orang dengan virus ini 
bisa terus hidup. WL, ibu dari dua anak ODHA, berharap bisa bersama 
anak-anaknya sampai waktu yang lama. 

Wilda: Aku cuma pingin dia hidup kaya orang normal. Bisa sekolah tinggi. Aku 
bisa lihat dia sampai married. Itu aja.


* KARADZIC SESALI KARIR POLITIK

Mantan pimpinan Bosnia-Serbia Radovan Karadzic menyesali pilihannya untuk 
berkarir di bidang politik. Demikian diungkapkan dalam korespondensi email 
dengan Radio Nederland Wereldomroep. 

"Politik mengorbankan 20 tahun paling produktif dalam hidup saya," tulis 
Karadzic. "Selama itu saya sudah bisa menulis sejumlah novel dan puisi. Di 
tahun 90-an saya sempat ragu, apakah memang mau berkarir di politik. Saya tidak 
akan membuat pilihan itu lagi." 

Minggu lalu, mantan pimpinan Bosnia-Serbia tersebut diberikan waktu tambahan 
untuk mempelajari 32 ribu halaman materi baru dalam sidang pengadilannya di 
Tribunal Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) Den Haag. 
Karadzic diadili atas tuduhan kejahatan perang. Sidang ditunda 7 minggu, sejak 
21 Maret.

Wartawan tidak diijinkan mengadakan kontak langsung dengan Karadzic yang 
ditahan di penjara PBB di Scheveningen. Berikut tanya jawab dalam bentuk 
korespondensi email antara Redaksi Hukum Internasional RNW dengan Karadzic.

RNW: Jika Anda dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan, apakah Anda akan 
kembali ke Republik Srpska atau Serbia?

RK: Ralat, bukan 'jika saya dibebaskan' melainkan 'ketika saya dibebaskan'. Ya, 
saya akan kembali ke Republik Srpska, tapi saya juga ingin menghabiskan waktu 
di Serbia dan Montenegro. Itu semua tanah air saya. Tapi kemungkinan besar ini 
ditentukan cucu saya dengan kebutuhan pendidikan mereka. 

RNW: Penyambutan seperti apa yang kira-kira akan Anda dapatkan jika kembali ke 
Republik Srpska atau Serbia?

RK: Mereka yang mencintai saya akan tetap mencintai saya dan mereka yang 
membenci, akan tetap benci.

RNW: Apa Anda mendapat banyak surat dukungan atau dukungan dalam bentuk lain? 
Jika ya, dari siapa biasanya?

RK: Ya, saya dapat banyak surat dan pesan dari seluruh penjuru dunia, baik 
orang Serbia atau non Serbia. Ada juga yang berbaik hati mengirim karya sastra, 
puisi dan musik.

RNW: Bagaimana dengan surat yang berisi kemarahan atau ancaman? Anda terima 
juga?

RK: Tidak. Unit Tahanan PBB melindungi saya dari hal-hal semacam itu.

RNW: Apa Anda merasa dikhianati 'negara dan rakyat' Anda, karena Anda ditangkap 
otoritas Serbia?

RK: Tidak. Serbia tidak pernah berjanji tidak akan menangkap saya. Harapan saya 
sebenarnya, ada kepentingan nasional yang diuntungkan oleh penangkapan saya, 
tapi sepertinya mereka tidak mendapat keuntungan apa-apa.

RNW: Apa Anda menyesal tidak menyerahkan diri lebih awal?

RK: Tidak. Yang saya sesali adalah tribunal menolak menghormati perjanjian saya 
dengan Richard Holbrooke bahwa saya tidak akan diadili.


Keterangan:
Radovan Karadzic, presiden masa perang Republik Srpska mewakili diri sendiri di 
depan sidang ICTY atas 11 tuduhan genosida, kejahatan perang dan kejahatan atas 
kemanusiaan selama perang Bosnia tahun 1992 hingga 19915. Perang diperkirakan 
menewaskan 100 ribu orang. Berikut adalah sejumlah tuduhan yang diajukan 
padanya:

- Ambil bagian dalam pembunuhan massa Srebrenica, dimana sekitar 8000 pria dan 
anak lelaki Muslim dibunuh dan sekitar 30 ribu perempuan, anak perempuan dan 
orang tua disingkirkan paksa.

- Ambil bagian dalam pengepungan 44 bulan Sarajevo, ibukota Bosnia-Herzegoniva, 
dimana penembak gelap dan pemboman menewaskan dan melukai ribuan warga sipil.

Menurut dakwaan, tujuan pemusnahan dan pembunuhan yang terjadi di bawah 
pimpinan Karadzic adalah untuk 'menghapus sepenuhnya keberadaan Muslim Bosnia 
dan Kroasia dari kawasan yang dikuasai Serbia-Bosnia'.

Karadzic ditangkap Juli 2008 di Belgrade, ibukota Serbia. Kala itu dia 
menggunakan nama samaran Dr Dragan Dabic, yang berprofesi sebagai penyembuh 
alternatif dan psikolog. Semasa buron, dia sempat menerbitkan sejumlah novel 
dan buku puisi.

Pemerintah Serbia menangkap Karadzic menyusul tekanan terus menerus dari Uni 
Eropa untuk menyerahkan semua tersangka penjahat perang yang diyakini 
bersembunyi di negara tersebut. Dua tersangka yang banyak disorot, Ratko Mladic 
dan Goran Hadzic, masih buron.

Pada sejumlah kesempatan selama masa sidang dengar, Karadzic berulangkali 
menekankan dia membuat perjanjian dengan almarhum diplomat Amerika Richard 
Holbrooke bahwa dirinya tidak akan diadili. ICTY menolak klaim imunitas yang 
diajukan Karadzic.


* TIDAK ADA LAGI SIMBOL KEMENANGAN

Reporter Radio Nederland Wereldomroep Hans Jaap Melissen adalah wartawan 
pertama dan untuk sementara satu-satunya wartawan Belanda yang bisa melaporkan 
pergolakan yang sedang terjadi di Libya. Dia bicara dengan para saksi di 
jalanan, mengunjungi tentara bayaran di penjara dan membezuk mereka yang cedera 
di rumah sakit kota Benghazi. Berikut kisahnya.

Sebuah mobil SUV trendi, ditumpangi 5 perempuan berkerudung, melintasi 
pangkalan militer di Benghazi sambil ribut membunyikan klakson. Ketika mereka 
melihat barak-barak yang terbakar, mereka mengeluarkan tangan dari jendela dan 
membentuk huruf V, simbol kemenangan.

Seorang ayah membiarkan putra-putranya berpose di depan sebuah tank yang 
terbengkalai. Di seluruh kota terlihat warga sipil bersenjata, tentara yang 
kalah dan polisi yang memblokade jalanan. Sementara itu para revolusionaris 
membuat pusat pengumpulan senjata dan amunisi di sebelah kantor polisi yang 
terbakar. Sebuah truk berhenti dan seorang pria mengangkat peluncur roket dari 
bagasi. Para saksi memandang dengan sikap menyetujui. "Kami bebas, kami 
berhasil membebaskan diri sendiri. Ini baru namanya revolusi. Apa yang Kadhafi 
bilang dia lakukan di tahun 1969 itu bukan apa-apa." 

Murka 
Penduduk Benghazi murka akibat banyaknya korban tewas dan cedera minggu lalu. 
Hampir semua orang yang Hans Jaap tanyai berpendapat bahwa pembunuhan itu 
dilakukan tentara bayaran Kadhafi, yaitu para pemuda dari negara-negara Afrika 
di bagian selatan. Tapi seringkali jawaban itu diberikan sambil berbisik-bisik. 
Sepertinya rakyat Libya susah menerima kenyataan bahwa selain tentara bayaran, 
ada kemungkinan rekan sebangsa sendiri yang menembaki mereka.

Tahanan
Di sebuah gedung di kota, tiga tentara bayaran ditahan. Setelah beberapa waktu 
mendesak, akhirnya Hans Jaap diijinkan melihat mereka dari jarak tertentu. 
"Kami mengikuti jalannya sidang dengar. Menurut hukum internasional, kami tidak 
bisa begitu saja memperlihatkan mereka kepada pers," kata salah seorang 
pengacara yang tidak ingin disebut namanya. Para revolusionaris terutama ingin 
memperjelas bahwa di bawah tekanan mereka, Libya masih mempedulikan HAM.

Kekuatan para revolusionaros saat ini terbatas hanya di Libya timur. "Tapi 
wilayah kekuasaan kami bertambah setiap hari. Para pencari jejak kami berhasil 
masuk semakin dalam ke barat dan semakin  banyak kota yang berhasil kami rebut. 
Pada akhirnya kami akan mengalahkan si bajingan itu," kata Salah.
 
Cedera
Di Unit Gawat Darurat rumah sakit Al Jala, bisa dilihat seberapa berkuasanya si 
'bajingan' itu. Para pria yang cedera parah bernafas dengan bantuan respirator. 
"Yang ini sebenarnya menderita kerusakan otak," kata Dr Mohammed Habib sambil 
menunjuk seorang pria muda. "Di tertembak di kepala." Sementara di tempat tidur 
sebelah terbaring Ahmed, 50 tahun. "Dia tertembak di leher dan sekarang lumpuh 
dari leher ke bawah," kata sang dokter. Ketika itu tangan Ahmed terangkat dan 
kemudian terkulai lagi. Ahmed sadar tapi tidak bisa bicara. Di matanya, Hans 
Jaap bisa melihat keputusasaan. Tangan yang seharusnya bisa membuat simbol 
kemenangan tersebut, akan terkulai selamanya di tempat tidur.


* UN WOMEN - TUMPUAN PEREMPUAN INDONESIA ?

Intro: UN Women, atau Badan PBB untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan 
perempuan resmi dioperasikan Januari 2011. Sebetulnya badan itu sudah berdiri 
sejak Oktober 2010. Isu pendidikan perempuan tetap menjadi prioritas utama 
Indonesia, kendati dana yang dialokasikan oleh Badan Perempuan PBB itu sangat 
terbatas. Ikuti wawancara Radio Nederland dengan Rena Herdiyani, direktur 
eksekutif Kalyanamitra.. 

Rena Herdiyani baru-baru ini menghadiri pertemuan antara masyarakat sipil 
Indonesia dengan UN Women. Dalam pertemuan tersebut dibahas apa saja prioritas 
yang seharusnya diutamakan oleh badan PBB UN Women tersebut. 

UN Women sudah menyusun isu prioritas untuk lima tahun ke depan. Ada lima isu 
yang diprioritaskan antara lain memperluas suara perempuan, memperluas 
partisipasi, serta mengakhiri kekerasan terhadap perempuan. 

Selain itu juga memperkuat impelementasi agenda perempuan dan keamanan. Di 
samping itu juga memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan, dan membuat 
prioritas kesetaraan gender dari pusat ke tingkat lokal 

"Jadi yang kita ingikan UN Women itu, dalam melihat isu perempuan juga harus 
melihat konteks situasi ekonomi dan politik yang dihadapi di Indonesia. Untuk 
itu, ketika mereka melakukan programnya di Indonesia maka, tidak saja membahas 
masalah kekerasan perempuan saja. Tapi juga masalah politik yang terkait dengan 
masalah perkembangan perempuan."

Pendidikan Gender
Indonesia menyoroti masalah pendidikan gender yang masih kurang dalam tema UN 
Women. Menurut Rena Herdiyani, pendidikan gender yang perlu diangkat.  Namun 
masalah ini tidak berdiri begitu saja. Masalah itu terkait dengan problem 
kemiskinan. "Banyak juga sebagian besar perempuan di Indonesia terutama di 
pedesaan tidak bisa mengenyam pendidikan formal sampai ke jenjang tinggi. 

Kemudian, tambahnya hal tersebut juga tergantung masalah budaya. Budaya itu 
adalah laki-laki lebih diprioritaskan untuk mengenyam pendidikan tinggi 
dibanding perempuan. Untuk merubanya diperlukan strategi. 

Strateginya adalah merubah pola pikir dalam budaya masyarakat Indonesia yang 
masih patriarki. Jadi harus ada kurikulum pendidikan gender di setiap tingkatan 
pendidikan formal di Indoensia.

"Mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi itu harus ada. 
Bahkan di institusi-institusi agama sebenarnya juga harus ada pendidikan 
gender. Kemudian yang terkait dengan kemiskinan harus ada kebijakan dari negara 
untuk memberikan kuota beasiswa untuk siswa perempuan. Jadi lebih diutamakan 
untuk perempuan."

Dana Terbatas
Dana sebesar 500  juta dolar yang dianggarkan UN Women ternyata menurut Rena 
Herdiyani, sangat terbatas. Untuk mengatasi persoalan perempuan di seluruh 
dunia itu kurang. Tapi ITU akan dicoba dimaksimalkan supaya hasilnya lebih 
efektif. 

"Sebenarnya memaksimalkan saja dulu, karena UN Women ini kan juga baru, 
Efektivitas mereka masih diuji. Dengan harapan di masa mendatang dana itu bisa 
ditambah lagi."


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke