---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 02 Maret 2011 14:10 UTC



** TIDAK ADA TENTARA BAYARAN AFRIKA DI LIBIA

** WILDERS POPULER DI SEKOLAH MENENGAH

** BELANDA DEKATI TIMUR TENGAH DAN SINGAPURA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DUTA BESAR UNI EROPA BERTAHAN DI TUNISIA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEKERJA MIGRAN TERJEBAK DI LIBIA 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: OMA ARGENTINA BERJUANG DEMI CUCU 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ORANG MASIH TERTARIK BUDAYA JAWA 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: AYAT-AYAT PUN DIJUAL POLITISI INDONESIA 

** TINJAUAN PERS: CINA INGIN  HUKUM MATI PENJUAL ORGAN DAN WARGA INDONESIA TAK 
PUAS INBURGERINGCURSUS 



* TIDAK ADA TENTARA BAYARAN AFRIKA DI LIBIA

Kelompok HAM Human Rights Watch mengatakan tidak ada bukti adanya tentara 
bayaran diterjunkan di Libya Timur.

Hal ini berlawanan dengan laporan di pelbagai media internasional yang 
menyatakan tentara Afrika diterbangkan untuk menghalau para pemberontak 
sementara Muammar Gaddafi berusaha mempertahankan kekausaan.

Dalam wawancara dengan Radio Nederland di Libia, Peter Bouckaert dari Human 
Rights Watch mengatakan telah mengadakan penyidikan dan tidak menemukan bukti 
apapun. Bouckaert sudah ebrada di kawasan selama 2 minggu dan mengatakan telah 
berkunjung ke Al Bayda setelah menerim laporan ada 156 tentara bayaran yang 
ditahan di sana. Menurutnya, para tentara tersebut berasal dari Libya selatan 
dan bukan dari negara lain. Setelah bicara dengan para tentara bayaran 
tersebut, ternyata mereka adalah warga Libia hitam keturunan Afrika. Para 
tentara ini sudah dibebaskan para demonstran.

Menurut Bouckaert, dukungan warga Libia hitam atas rejim Gaddafi bisa dimengeri 
karena Gaddafi berjuang melawan diskriminasi atas kelompok tersebut dalam 
masyarakat Libia.


* WILDERS POPULER DI SEKOLAH MENENGAH

Partai anti Islam PVV pimpinan Geert Wilders sepertinya merupakan partai paling 
populer di antara murid sekolah menengah Belanda.

Institut Politik dan Publik (IPP) menyelenggarakan simulasi pemilu di sekolah 
dasar dan menengah dalam rangka menyambut pemilu provinsial Belanda. Sekitar 31 
ribu murid sekolah menengah dan 3 ribu sekolah dasar berpartisipasi dalam 
pemilu simulasi tersebut.

Hasilnya PVV memenangkan 20% suara anak sekolah menengah dan Partai Buruh PvdA 
menyusul dengan 17,3%. Sementara di sekolah dasar, Partai Buruh menang dengan 
23% dan PVV hanya mendapat 8,1%.

Usia minimal memberi suara dalam pemilu di Belanda adalah 18 tahun.


* BELANDA DEKATI TIMUR TENGAH DAN SINGAPURA

Belanda diarahkan untuk membina hubungan dagang lebih erat dengan negara-negara 
Teluk, Singapura dan Korea Selatan. Demikian menlu Uri Rosenthal dalam 
pidatonya di depan mahasiswa dan para pengusaha Universitas Tilburg.

Menurut Rosenthal, negara-negara tersebut adalah persimpangan regional, sama 
seperti Belanda. Luas dan kepentingan negaranya juga bisa dibandingkan dengan 
Belanda.

Rosenthal berpendapat, memperkuat posisi ekonomi Belanda adalah kunci kebijakan 
luar negeri Belanda. Dia yakin kedutaan besar Belanda di engara-negara tersebut 
bisa memainkan peran penting dengan memusatkan perhatian pada diplomasi ekonomi.

Perubahan pusat perhatian ke arah Timur Tengah dan Asia berarti perubahan besar 
dalam jaringan kedutaan besar Belanda yang bisa menyebabkan pemotongan atau 
penutupan sejumlah misi diplomasi.


* ENERGI DIPERBARUI BELANDA KETINGGALAN

Kedudukan Belanda dalam indeks produsen energi yang dapat diperbarui turun dua 
tingkat. Indeks tahunan ini dipublikasikan perusahaan konsultan Ernst & Young. 
Cina masih menduduki tempat teratas menyusul investasinya yang berkelanjutan di 
bidang energi angin dan matahari.

Amerika menduduki posisi kedua dengan kebijakan rangsangan ekonomi Presiden 
Obama, diikuti Jerman dan India.

Belanda menduduki posisi 18, terutama karena pemerintah memotong banyak subsidi 
dan tindakan yang membantu mengembangkan energi yang diperbarui.

Sebagian besar negara Eropa memotong anggaran mereka dalam hal ini, termasuk 
Prancis dan Spanyol, namun mereka tetap berada di posisi 7 dan 8.

Jerman dan Italia juga harus menghemat, namun skornya masih bagus karena 
investasi mereka di bidang energi matahari. Secara global ada pertumbuhan 
substansial dalam investasi ladang angin lepas pantai. Energi matahari juga 
menunjukkan pertumbuhan berarti.


* PROTES YAMAN BERLANGSUNG DAMAI

Kerumunan orang dalam jumlah besar tumpah ke jalanan di ibukota Yaman Sanaa 
dalam protes menentang pemerintahan Presiden Ali Abdullah Saleh. Oposisi 
menyebut ini demonstrasi terbesar sepanjang sejarah Yaman.

Presiden menyebut protes oposisi tiruan belaka dari protes di negara Arab lain 
dan menuduhnya didalangi Israel dan Amerika. Dia juga memecat 5 gubernur dari 
kawasan dimana protes diadakan, terutama di kawasan bekas Yaman Selatan.

Abdullah Saleh menduduki jabatan presiden sejak 1978, dan sudah berungkali 
menolak seruan lengser dan berkeras akan mempertahankan rejimnya hingga titik 
darah penghabisan. Tapi dia menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali di 
tahun 2013, namun menurut posisi hal tersebut tidak cukup.

PBB memperingatkan pemerintah Yaman atas tindakan kekerasan yang dilakukan 
terhadap para demonstran selama protes yang berjalan damai tersebut. Menurut 
PBB rakyat berhak menyatakan rasa tidak suka mereka atas pemerintah.

Sekurangnya 19 orang, sebagian besar di Aden, tewas selama demonstrasi yang 
berlangsung sejak 16 Februari lalu. Menurut Amnesty International korban tewas 
seluruhnya mencapai 27 orang.


* PROTES DI ARMENIA

Lebih dari 10 pendukung oposisi berkumpul di ibukota Armenia menuntut 
pengunduran diri pemerintah. Ini dilakukan bertepatan dengan 3 tahun peringatan 
insiden politik yang menewaskan sejumlah orang di negara tersebut.

Sepuluh orang termasuk 2 petugas polisi tewas pada bentrok antara pasukan huru 
hara dan pendukung oposisi di Yerevan pada bulan Maret 2008. Kerusuhan terjadi 
menyusul pemilu yang berprahara yang dimenangkan Presiden Serzh Sarkisian.

Pemerintah mendeklarasikan keadaan darurat dan mengirim tentara ke jalanan, 
serta menuduh oposisi berupaya melakukan kudeta.

Pernyataan resmi partai oposisi mengatakan rejim Armenia melakukan kejahatan 
besar atas rakyatnya sendiri pada bentrok 3 tahun lalu. Parlemen mengheningkan 
cipta selama semenit untuk mengenang para korban.


* KONFLIK BERSENJATA SEBABKAN ANAK PUTUS SEKOLAH

Konflik bersenjata menyebabkan 28 juta anak-anak di seluruh dunia putus 
sekolah. Mereka juga sering jadi target pelecehan seksual dan kekerasan. 
Demikian laporan terbaru UNESCO.

Sebagian besar anak-anak ini hidup di negara-negara miskin. Hal ini menyebabkan 
lingkaran setan dimana kemiskinan dan kurangnya pendidikan menghambat 
perkembangan sebagai manusia. Hal ini menyebabkan konflik berkelanjutan karena 
jutaan pemuda terpaksa menganggur.

35 negara dilanda bentrok bersenjata sejak 1999 hingga 2008, dengan 15 di 
antaranya berada di Afrika sub Sahara.

Menurut laporan, ketakutan yang diasosiasikan dengan kekerasan seksual sering 
membuat gadis-gadis muda tidak berani ke sekolah. Pemerkosaan dan kekerasan 
seksual digunakan secara luas sebagai taktik perang antara lain di Cad, Kongo, 
Liberia, Rwanda dan Sierra Leone.

UNESCO memperingatkan sistem bantuan kemanusiaan sering melupakan anak-anak dan 
bantuan seringkali ditujukan untuk negara-negara dengan prioritas keamanan 
nasional. Ini menyebabkan banyak negara termiskin dunia terlantar.


* PEMILU REGIONAL BELANDA

Tempat-tempat pemungutan suara di Belanda mulai dibuka pukul 7.30 pagi waktu 
setempat. Warga menyambut pemilu regional.

Di Leeuwarden Belanda utara, 200 pemilih memberikan suara mereka di sebuah TPS 
berjalan yang sudah mulai membuka pintu sejak tengah malam untuk menarik para 
elektorat muda memberi suara sepulang mencari hiburan malam hari.

TPS juga disiapkan di 50 stasiun kereta api. Laporan komisi pemilu mengatakan 
sejumlah besar komuter mengantri memberi suara di dua stasiun terbesar, 
Amsterdam dan Utrecht Centraal. Seluruh TPS akan ditutup pada pukul 21.00 malam 
ini.

Pemilu regional ini penting karena para anggota legislatif provinsi akan 
memilih anggota majelis tinggi 23 Mei mendatang. Pemerintahan sayap kanan 
minoritas berharap mengkonsolidasi posisi dengan memenangkan mayoritas di 
senat. Jika gagal, senat bisa menghambat seluruh RUU yang diajukan pemerintah.

Hasil suara di pemilu regional semakin berkurang. Di tahun 2007, hanya 46,3% 
yang memberi suara.


* DITOLAK MEMBERI SUARA

Tempat pemungutan suara (TPS) pemilu regional di bandara Schiphol mengusir 
sekitar 50 orang yang ingin memberi suara di lokasi. Menurut ketua panitia Rob 
Jensen, banyak dari elektorat tersebut datang dari provinsi di luar Noord 
Holland dan banyak yang lupa membawa kartu tanda pemilih.

Orang-orang yang tidak diijinkan memberikan suara tersebut marah, tapi menurut 
Jensen, itu merupakan aturan dari kementerian dalam negeri. Walaupun yang 
elektorat yang memberi suara pada pemilu regional semakin berkurang dari tahun 
ke tahun, peraturan tetap harus ditegakkan, demikian Jensen. Pada pemilu 
memilih anggota majelis rendah saja 350 orang ditolak memberi suara dengan 
alasan yang sama.


* PENGGAGAS KREDIT MIKRO DIPECAT

Muhammad Yunus, pemenang penghargaan Nobel untuk inisiatif kredit mikro yang 
membantu pengusaha-pengusaha miskin di negara berkembang, dipecat oleh bank 
yang dia dirikan sendiri untuk tujuan tersebut.

Bank sentral Bangladesh memecat Yunus dari fungsinya, demikian pernyataan Bank 
Grameen, yang memecat dirinya. Alasannya, pengangkatan Yunus di tahun 2000 
terjadi tanpa ijin bank sentral.

Belakangan ini Muhammad Yunus sering disorot karena ada tuduhan Bank Graheem 
mencurangi uang bantuan untuk kredit mikro. Menurut para pendukungnya, Yunus 
adalah korban kampanye politik setelah terlibat perselisihan dengan Perdana 
Menteri Sheikh Hasina.


* GADDAFI MUNCUL LAGI DI TV

Pimpinan Libia Muammar Gaddafi kembali muncul di televisi pemerintah. Dari 
sebuah gedung pertemuan di Tripoli dia merayakan awal pemerintahannya, persi 34 
tahun lalu. Allah, Muammar, Libia demikian seru Gaddafi dan para hadirin 
berkali-kali.

Pada 2 Maret 1977, Gaddafi menyebut Libia menjadi Jamahiriya. Kata ini sering 
diartikan secara bebas sebagia Republik Milik Massa. Hari-hari belakangan ini 
pemerintahan Gaddafi mendapat pukulan akibat pemberontakan rakyat. Rejimnya 
sama sekali tidak mau mentolerir hal tersebut.

Pembawa acara memperkenalkan Gaddafi sebagai pimpinan kemenangan tercinta.


* BERITA BURSA

Nilai tukar valas:
1.00 EUR = 1.37820 USD
1.00 EUR = 12,143.58 IDR
1.00 USD = 8,811.20 IDR


* DUTA BESAR UNI EROPA BERTAHAN DI TUNISIA

Karier Ad Koetsenruijter sedang berada di titik paling menegangkan. Ia adalah 
duta besar Uni Eropa untuk Libia dan Tunisia. "Saya sibuk mengawasi gelombang 
pengungsi dan istri saya membantu mengumpulkan bantuan darurat." Laporan 
koresponden Tijn Sadee.


Sekarang Koetsenruijter tinggal di kediamannya di Tunisia. "Untung saja. Saya 
dengar dari rekan-rekan diplomat di Libia bahwa ibukota Tripoli sekarang 
berubah jadi kota hantu. Itu bukan hal positif."

Mengepung
Baru saja ia berbicara dengan Catherine Ashton, perwakilan luar negeri Uni 
Eropa, lewat telepon. Tak lama kemudian komisaris Eropa untuk masalah 
kemanusiaan, Kristalina Georgieva, meneleponnya. "Ia akan datang ke Tunisia 
Rabu (02/03) malam, lalu kami akan terbang ke perbatasan Libia," kata Ad 
Koetsenruijter, diplomat Belanda yang menjabat duta besar Uni Eropa di Tunisisa 
dan Libia. 

Januari lalu ia mengalami saat-saat menyeramkan ketika kekacauan pecah di 
Tunisia: para pemberontak mengepung rumahnya. Koetsenruijter: "Staf-staf 
kedutaan langsung dievakuasi. Saya juga ketakutan, namun saya tetap di sana. 
Sebagai kapten, saya harus tetap berada di kapal."

Dan sejak huru-hara menyebar ke Libia, ia tak bisa berbuat banyak kecuali 
mengawasi perkembangan dari negara tetangga Tunisisa. Sebagai duta besar Uni 
Eropa, ia melaporkan situasi kepada kabinet Ashton di Brussel.

Bantuan darurat
Selain sanksi dan embargo senjata, Uni Eropa mengumumkan akan menyisihkan tiga 
juta euro sebagai bantuan darurat langsung untuk pengungsi Libia. "Mereka butuh 
makanan, tenda dan obat-obatan. Tiga juta euro bisa dimanfaatkan dengan baik, 
namun masih banyak yang dibutuhkan," kata Koetsenruijter.

Dalam bingkai program European Neighborhood Policy, Koetsenruijter sudah 
bertahun-tahun bekerja sama dengan warga Tunisia dalam bidang lingkungan, 
hukum, pendidikan, dan stimulasi pengusaha kecil. Dengan Libia hampir tidak ada 
kerja sama. "Di sana hampir tak ada lembaga yang benar-benar berfungsi."

Instabilitas politik di negara-negara ini sudah dilaporkannya bertahun-tahun 
lalu. Walau begitu, kekacauan yang meledak beberapa minggu terakhir tetap 
mengejutkannya. "Terjadinya cepat sekali. Waktu itu saya tak berani meramalkan 
bahwa pembakaran diri anak muda di Tunisia bisa memancing hal besar begini."

Ia mengerti kritik yang ditujukan kepada Uni Eropa bahwa organisasi ini 
bereaksi "terlambat dan terlalu lembek" menghadapi revolusi di regio Arab. 
Koetsenruijter: "Uni Eropa terdiri dari 27 suara. Dan kalau kami kadang harus 
berdebat di dalamnya, itu wajar. Kalau tak dicapai suara bulat, jelas saja 
kebijakan kami di luar organisasi lemah."

Berteman dengan diktator
Kesulitan menentukan kebijakan di regio ini ada hubungannya dengan agenda ganda 
Eropa: berteman dengan diktator demi minyak dan gas. Namun Koetsenruijter 
keberatan dengan tuduhan itu. "Tentu saja kami berhubungan baik dengan rezim 
untuk menjaga agar harga minyak dan gas tetap rendah. Namun itu juga sangat 
menguntungkan warga Eropa. Selain itu, kami juga membawa teknologi Eropa, 
terutama dalam bidang komunikasi, ke regio tersebut. Teknologi itulah yang 
akhirnya memfasilitasi revolusi Facebook."

Hari-hari mendatang adalah momen-momen paling menegangkan sepanjang kariernya. 
"Tak seorang pun tahu bagaimana keadaan di Libia akan berakhir."
Koetsenruijter terutama mengkonsentrasikan diri terhadap drama kemanusiaan. 
Istrinya membantunya. "Dengan teman-teman dan kenalan, ia mengumpulkan bantuan 
yang disalurkan ke perbatasan Libia. Ini aksi spontan."

Empati dan donasi
Imbauan partai kanan populis PVV pimpinan Geert Wilders, bahwa pengungsi dari 
Libia tidak diterima di Belanda, dianggap Koetsenruijter murni sebagai 
pernyataan politik. "Menurut saya, Wilders tak seperti kebanyakan warga Belanda 
yang selalu siap membantu, penuh empati dan siap menyalurkan donasi. Kita 
sekarang harus solider dengan orang-orang ini, mereka berjuang untuk kebebasan."
 -----------------

KETERANGAN

Uni Mediterania

Pada 2008 presiden Prancis Nicolas Sarkozy melansir Uni Mediterania, proyek 
kerja sama 43 negara Eropa dan Afrika di sekitar Laut Mediterania. Setahun 
sebelumnya ia menyatakan, "Kita harus mengesampingkan kebencian untuk meraih 
mimpi besar: kedamaian dan peradaban maju." Kerja sama ini adalah tindak lanjut 
dari apa yang disebut proses Barcelona, di mana Uni Eropa membantu keadaan 
finansial negara-negara tetangga. 

Tujuan Uni Mediterania adalah bekerja sama mengurangi senjata pemusnah massa, 
masalah lingkungan dan imigrasi ilegal. Sarkozy juga mencoba menjaga agar Turki 
tidak jadi anggota Uni Eropa dan mempercepat proses damai Israel-Palestina. 
Bersama-sama, Sarkozy dan Husni Mubarak (yang waktu itu masih jadi presiden 
Mesir) membicarakan siapa-siapa saja yang bisa jadi anggota.

Pertengahan 2010 Parlemen Eropa meminta Uni Mediterania kembali dijalankan. 
Kerja sama mereka mengalami stagnansi. Setahun kemudian Mubarak harus turun 
dari kursi kepresidenan. Uni Mediterania tak pernah benar-benar berdiri.


* PEKERJA MIGRAN TERJEBAK DI LIBIA

Banyak sekali pekerja migran dari Bangladesh dan Pakistan yang mencoba 
melarikan diri dari kota Benghazi, Libia timur. Mereka berkumpul di pelabuhan. 
Namun tak ada yang bisa mereka lakukan di sana, selain memandangi orang-orang 
yang meninggalkan Libia, menuju ke negara masing-masing. Laporan Hans Jaap 
Melissen dan Thijs Westerbeek.

Benghazi dikuasai oposisi dan keadaan relatif tenang di sana. Jurnalis Radio 
Nederland Hans Jaap Melissen - yang sedang berada di Libia - mewawancarai 
sekelompok lelaki yang sedang menunggu kapal. Ketika ditanya mengapa mereka 
tidak tinggal saja di Libia, para lelaki ini menjawab: situasi tidak aman di 
tempat mereka tinggal,  terutama pada tengah malam. Banyak perampokan, banyak 
pelaku kriminal yang memanfaatkan kekosongan kekuatan. Karena itulah, mereka 
ingin pergi dari Libia.
 
Para lelaki ini mulai putus asa. Beberapa di antara mereka sudah menunggu lima 
hari. Sekarang, mereka akan naik ke kapal mana pun yang meninggalkan Libia. 
"Tak peduli ke mana kapal itu menuju. Nanti saja saya lihat, bagaimana cara 
untuk sampai di Bangladesh, tanah kelahiran saya." 

Menyedihkan

Situasi orang-orang Bangladesh ini sangat menyedihkan. Mereka harus melihat 
rekan-rekan dari negara lain - seperti Turki, Italia, dan Cina - meninggalkan 
Libia, sementara mereka terjebak di pelabuhan. Upah kerja juga tak mereka 
terima. Mereka mulai kelaparan.

"Negara-negara lain mengangkut warganya. Sedangkan kami dari Bangladesh tak 
dipedulikan. Makan dan tempat menginap makin sulit. Beberapa orang bahkan tak 
punya paspor." 

Tanah Air

Banyak pekerja migran yang datang dari negara-negara yang keadaannya lebih 
gawat atau lebih berbahaya ketimbang Libia. Sekelompok pekerja bangunan Somalia 
dari kota Mogadishu juga ingin meninggalkan Libia, namun mereka tidak ingin 
kembali ke tanah air. 

"Semoga saja saya bisa ke Eropa. Dan tinggal di sana. Saya memang berasal dari 
Mogadishu yang lebih kacau dari Libia. Namun saya juga takut di Libia. Saya 
khawatir keadaannya akan seburuk di Mogadishu."

Berkulit hitam

Orang-orang Somalia punya alasan kuat untuk takut. Karena kabarnya, Gaddafi 
mengerahkan pasukan bayaran. Tentara-tentara Gaddafi berasal dari negara-negara 
Afrika dan berkulit hitam. Seorang warga sipil berkulit hitam bahkan pernah 
diancam pisau. "Please-please-please, transfer us to a European country."

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

 Keterangan

 Pengikut Gaddafi Tetap Setia 

Pemimpin Libia Muammar Gaddafi masih punya pendukung, juga di kota Benghazi. 
Mereka bertindak tenang dan sulit didekati. Hans Jaap Melissen mewawancara 
salah satunya. Atas alasan keamanan, mereka berbicara di atas mobil yang 
berjalan.

"Saya tak terlalu mengerti politik, namun sebelumnya negara kami stabil, 
kemajuan juga terus dicapai. Sekarang kami malah bermasalah. Saya sama sekali 
tak punya hubungan dengan rezim, saya tak bekerja untuk mereka. Namun saya cuma 
mau menyatakan, kami tak pernah punya presiden sebaik Gaddafi."

Bahwa di Benghazi para pengunjuk rasa yang tak bersenjata ditembakki, dan bahwa 
banyak orang tewas akibat Gaddafi, semua membuat lelaki ini prihatin. Namun ia 
berpendapat, keadaan pasti berbeda dengan apa yang dikatakan pengunjuk rasa. 
Menurutnya, tentara tetap berada di barak dan para demonstran - yang menurutnya 
pasti bersenjata - menuju ke barak-barak tersebut. Karena itulah bentrokan 
terjadi dan banyak korban jatuh.


* OMA ARGENTINA BERJUANG DEMI CUCU

Sepuluh tahun lalu, seorang nenek Argentina berusia 91 tahun menemukan kembali 
cucu laki-lakinya. Si cucu diculik ketika rezim diktator militer berkuasa. 
Minggu ini di Buenos Aires dimulai proses pengadilan mantan diktator Jorge 
Videla dan terdakwa-terdakwa lain yang menculik 34 anak dari para lawan politik 
mereka selama rezim. Laporan Beatriz Diez.

Ini adalah proses pengadilan pertama mengenai penculikan anak selama rezim 
diktator militer di Argentina (1976-1983). Selain mantan diktator Videla dan 
Reynaldo Bignone, di kursi terdakwa duduk enam mantan pejabat militer. Mereka 
dituduh bersalah atas penculikan dan pemalsuan identitas para bayi. Total, 
sekitar 500 anak-anak hilang dan menjadi korban penculikan rezim ini. 
Kebanyakan dari mereka lahir di penjara.
 

Salah seorang perempuan yang tak kenal lelah mencari cucunya adalah Rosa de 
Roisinblit, wakil ketua organisasi Nenek Plaza de Mayo. Empat belas tahun lalu, 
organisasi ini mangajukan gugatan yang mengawali proses ini. 
Rosa de Roisinblit: "Lebih dari sepuluh tahun lalu saya sudah menemukan cucu 
saya bersama para nenek  yang lain. Kami berhasil melacak lebih dari seratus 
bayi dengan usia beragam dan diculik pada waktu yang berbeda. Pertama anak-anak 
berusia sembilan dan sepuluh tahun. Lalu remaja. sekarang kami juga menemukan 
orang dewasa yang dulunya diculik. Beberapa bahkan ada yang sudah menikah dan 
punya anak."

Petunjuk Anonim
Roisinblit masih tahu persis bagaimana ia menemukan cucunya kembali:
"Seseorang menelepon saya, memberikan petunjuk anonim mengenai bocah laki-laki 
yang berusia kurang lebih sama dengan cucu saya. Informasi-informasi lain yang 
diberikan juga cocok. Kami lalu mencarinya. Pertama, cucu saya amat terkejut, 
karena ia sama sekali tak tahu apa-apa. Namun lama-lama ia percaya. Ia datang 
ke kantor kami dan menyerahkan darah untuk tes DNA. tak lama kemudian, hasil 
tes keluar. Positif. Ia memang cucu saya."
Putri
Rosa de Roisinblit masih mengajukan satu gugatan lagi: ia ingin tahu apa yang 
terjadi pada putrinya yang hilang 33 tahun lalu. Apakah proses pengadilan para 
penculik anak ini sedikit menghibur hatinya?
Roisinblit: "Saya pikir, kalau menghibur hati, sih, tidak. Namun setidaknya 
saya tenang karena pelakunya akhirnya diseret ke pengadilan. Walaupun nantinya 
para terdakwa mungkin akan dihukum atas kejahatan yang lebih berat semasa 
rezim."

Pengadilan ini diperkirakan akan memakan waktu setahun.



* ORANG MASIH TERTARIK BUDAYA JAWA

Universitas Sebelas Maret UNS Surakarta punya institut baru, yaitu Institut 
Javanologi. Pusat kajian Jawa ini didirikan 28 Desember 2010 dan akan 
diresmikan 6 Maret mendatang. Paradigma pusat kajian di Surakarta berbeda 
dengan pusat kajian yang ada di Yogyakarta maupun Surabaya. 

"Javanologi yang ada di Panunggalan, Yogyakarta dan Kediri, Surabaya memiliki 
fokus tentang bahasa, sastra, filologi dan filsafat Jawa saja", ujar Sahid 
Teguh Widodo, Kepala Institut dari Universitas Sebelas Maret Surakarta kepada 
Radio Nederland. 

Lingkupnya lebih besar lagi. Institut di Surakarta juga mengkaji arsitektur, 
masakan, klimatologi dan diversitas Jawa. 

Bertaraf internasional
Selama ini Universitas Sebelas Maret bercita-cita menjadi universitas bertaraf 
internasional. Mereka berembuk soal keunggulan UNS. "Kita memiliki kearifan 
lokal yang begitu banyak. Kita memiliki kebudayaan yang terbukti sudah bertahan 
selama berabad-abad," jelas Sahid.

Dengan demikian pilihan untuk kebudayaan Jawa menjadi pilihan sangat tepat. 
Dengan kesadaran itu dibentuk Institut Javanologi. 

Budaya Jawa 
Sahid Teguh Widodo takjub ketika pada hari berdirinya Institut 28 Desember 
2010,  begitu banyak pihak menghubungi UNS untuk bekerja sama memajukan 
kebudayaan Jawa. 

"Rupanya pada tingkat tertentu, orang mulai kembali kepada kesadaran akan siapa 
diri saya, merasa kering hidupnya dan kembali pada nilai-nilai dan kearifan 
yang dimiliki," ujarnya. 

Apresiasi tidak hanya datang dari dalam negeri, melainkan juga dari luar 
negeri. "Itu cukup menggembirakan bagi kami. Kami bersemangat untuk ke depan 
kita bisa membuat sesuatu yang lebih berguna bagi dunia ini."

Universitas Leiden
Institut Javanologi juga membuka kerja sama antara lain dengan Universitas 
Leiden di Belanda, Jepang dan Italia. Namun kerja sama itu masih dalam proses 
dan akan dituangkan dalam MoU. 

Pembicaraan awal antara lain membahas bentuk kerja sama serta bidang-bidang apa 
yang masih bisa dikembangkan.

Dengarkan wawancara di: 
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/budaya-jawa-belum-mati-kok


* AYAT-AYATPUN DIJUAL POLITISI INDONESIA

Selasa lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritik partai-partai 
koalisi yang tidak bekerjasama dengan pemerintah. Kritikan ini terutama 
ditujukan kepada Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemelut ini 
serius, karena bisa mengakibatkan bubarnya koalisi. Demikian tandas Arbi Sanit 
pengamat politik dan sosial dari  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoesia (LIPI) 
kepada Radio Nederland Wereldomroep.

Yang dipermasalahkan sekarang adalah  Hak Angket Pajak sehubungan dengan 
kasus-kasus korupsi di lembaga pemerintahan ini. Angket itu didukung antara 
lain oleh fraksi Golkar di DPR, padahal Partai Demokrat, partainya presiden, 
tidak setuju. 

Arbi Sanit menjelaskan, andaikan angket pajak dilaksanakan, belum tentu dana 
yang digelapkan sekitar 300 triliun itu akan dikembalikan. "Karena tidak 
mungkin keputusan DPR bisa menyelesaikan masalah korupsi di perpajakan," 
tandasnya.  Korupsi di lembaga pemerintah ini begitu parahnya sehingga polisi, 
hakim, jaksa serta KPK belum mampu menyelesaikannya. 

"Jadi omong kosong kalau DPR bisa menyelesaikan persoalan itu," tandas guru 
besar ini.

Namun Arbi menambahkan, masalah korupsi ini memang "seksi" untuk dibahas di 
mata masyarakat. "Karena perasaan anti korupsi cukup kuat di masyarakat. Kalau 
orang tidak mendukung angket dianggap mendukung korupsi. Itu dilemanya."

Seperti angket Century, dalam kasus angket pajak ini DPR ingin mencari 
popularitas, tambah Arbi Sanit. Tapi setelah angket Century setelah tidak 
terjadi perubahan sama sekali. "Semuanya berjalan seperti biasa," katanya. 

Arbi Sanit melihat suasananya sekarang genting. Karena, kalau dua partai itu 
keluar atau dikeluarkan dari koalisi, maka dukungan koalisi ini berkurang di 
DPR. Jalan keluarnya, tambah Arbi Sanit, adalah kalau Gerindra masuk koalisi. 
Alasan Gerindra untuk menolak hak angket pajak, kata Arbi, sama dengan alasan 
Partai Persatuan Pembangunan (PPP). "Menyetujui angket itu akan dieksploitasi 
oleh Golkar dan PKS."

Masalahnya, tambah Arbi, yang dibela Golkar sebenarnya adalah kepentingan para 
pengusahanya. Kalau angket pajak ini berhasil, yang beruntung adalah Golkar 
seperti kasus Century dulu. "Golkar dapat posisi ketua harian Sekab. Lalu Sri 
Mulyani yang lawan frontalnya dalam pemerintahan dikeluarkan."

Arbi Sanit setuju dengan pendapat yang mengatakan, bahwa kasus korupsi ini 
hanya dijadikan alat para politisi untuk menunjang kepentingan politik praktis 
belaka. Jangankan masalah korupsi, jelasnya,  Tuhan pun diperalat oleh para 
politisi Indonesia.  "Ayat-ayat dijual," kelakarnya.


* CINA INGIN  HUKUM MATI PENJUAL ORGAN DAN WARGA INDONESIA TAK PUAS 
INBURGERINGCURSUS

Koran de Telegraaf menampilkan berita bahwa Cina mau membuat UU untuk memvonis 
mati para perampok organ manusia. Maklum belakangan banyak terjadi kasus 
penjualan organ di dalam tubuh manusia. Dan organ-organ itu biasanya dirampok 
dari manusia hidup. Malah ada dokter dan rumah sakit terlibat tindakan keji 
ini. 

Saat ini RUU sedang disusun untuk menyamakan hukuman pencurian organ dengan 
pembunuhan terencana. Hukumannya minimal sepuluh tahun dan maksimal hukuman 
mati. Menurut hukum sekarang, para pelaku pencurian organ hanya bisa divonis 
karena melakukan "hal-hal ilegal". Makanya perlu UU baru untuk mengakhir 
pelanggaran ini. 

Di Cina penjualan organ meningkat baik di pasar-pasar gelap maupun penjualan ke 
luar negeri. Banyak orang miskin menjual organnya, karena perlu uang. Mungkin 
mereka melakukan itu secara sukarela, tapi mereka tidak menyadari risikonya. 
Tapi banyak pula orang, di antaranya para napi, yang dipaksa memberikan organ 
mereka. Karena tidak dilakukan profesional, maka operasi pengambilan organ bisa 
sangat berbahaya. Demikian de Telegraaf.

Dua orang warga Indonesia mengadukan pemkot Zwolle, Belanda Timur Laut, tentang 
inburgeringscursus. Kursus ini mengajari warga migran baru tentang antara lain 
bahasa, budaya dan masalah-masalah sosial/politik serta kemasyarakatan di 
Belanda. Tiap warga asing wajib mengikutinya. Pemkot Zwolle melibatkan sebuah 
lembaga bernama  Capabel Taal untuk menyelenggarakan kursus ini. 

Dua warga asal Indonesia yakni Adeline Pranata dan Aprianto Masjhur tidak puas 
dengan cara penyelenggaraan kursus. Mereka pun mengadu dan menceritakan keluhan 
mereka kepada koran de Stentor. Menurut mereka ada beberapa hal yang aneh 
terjadi.

Pertama, dosen yang sakit digantikan oleh tenaga pengajar yang tidak trampil. 
Kalau ditanya soal tatabahasa, mereka tidak bisa menjelaskan. Kedua, mereka 
disuruh menandatangani kontrak dalam bahasa Belanda, padahal mereka belum 
menguasai bahasa ini. 

Adeline dan Aprianto tidak bersedia langsung membubuhkan tandatangan mereka dan 
mau membawa pulang dokumen itu. Pasangan hidup mereka pun kaget.  Kok mereka 
disuruh menandatangi dokumen  berbahasa Belanda tanpa dijelaskan lebih dahul 
apa isinya. Aneh, kata mereka. Lebih aneh lagi, kedua peserta kursus ini tidak 
boleh ikut kursus lagi, gara-gara menolak menandatangi dokumen tadi. 

Akhirnya pemkot Zwolle menggelar pertemuan antara Capabel Taal,  Adeline dan 
Arianto serta pasangan hidup mereka. Kedua warga Indonesia ini dijanjikan akan 
dikirimi laporan tertulis tentang pertemuan itu. Tapi setelah empat minggu 
mereka belum juga menerima laporan itu. Akhirnya mereka menceritakan keluhan 
mereka kepada media. Sementara itu Van Tuinen, manager regional lembaga Capabel 
Taal mengakui adanya masalah tersebut. Tapi ini sudah diselesaikan, katanya.   

Demikian de Stentor dan sekian pula tinjauan pers.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke