---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 22 Maret 2011 13:50 UTC



** KOALISI KEMBALI SERANG LIBIA

** UNI EROPA JATUHKAN SANKSI HAM

** MARTELLY UNGGUL DI PILPRES HAITI

** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: SEJARAH KAMP MALUKU WESTKAPELLE DI BELANDA 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: JEPANG: CELANA BERSIH LEBIH PENTING DARI 
BAHAYA RADIASI

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ACEH AKAN BANGUN GALANGAN KAPAL SABANG

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BELANDA DISKRIMINASI ORANG MALUKU



* KOALISI KEMBALI SERANG LIBIA

Pasukan koalisi kembali menggempur bebargai sasaran di Libia. Akibatnya 
serangan itu memusnahkan instalasi radar di dua pangkalan militer Gaddafi. 

Pangkalan itu terletak di kota Benghazi, markas pemberontak di Libia timur. 
Militer Gaddafi diduga mundur dari Benghazi menuju selatan.

Amerika berniat mundur sebagai pemimpin operasi tersebut, namun belum jelas 
siapa yang akan menggantikan. Pilot-pilot Amerika banyak melakukan serangan 
udara di malam ketiga.

Amerika menyatakan tidak berniat untuk membunuh Gaddafi. Mereka hanya 
menginginkan Gaddafi lengser.

Sementara itu ledakan dan suara tembakan udara terdengar di kediaman Gaddafi. 
Para saksi mata mengatakan, serangan bom meledak di pangkalan marinir Bussetta 
di Tripoli timur. Jurubicara pemerintah juga melaporkan pesawat tempur membom 
kota Sebha, di Libia selatan, markas pendukung Gaddafi.


* UNI EROPA JATUHKAN SANKSI HAM

Para menteri luar negeri Uni Eropa bakal menjatuhkan sanksi terhadap pelanggar 
hak-hak asasi manusia Iran.

Mereka dilarang masuk negara-negara Eropa dan aset mereka yang tersebar di 
bank-bank negara Eropa dibekukan, demikian lapor ketua bidang luar negeri Uni 
Eropa, Catherine Ashton.

Ia menyatakan pelaksanaan eksekusi di Iran dalam beberapa bulan terakhir 
meningkat tajam. Uni Eropa khawatir karena kondisi hak-hak asasi manusia 
semakin yang memburuk di Iran. Uni Eropa akan segera menyusun daftar warga Iran 
yang bakal terkena sanksi itu. 

Belanda bersama Prancis, Inggris dan Jerman merupakan pelopor sanksi tersebut. 
"Dengan demikian Uni Eropa melancarkan protes keras terhadap pelanggaran 
hak-hak asasi manusia yang dilakukan oleh otoritas Iran." kata menlu Belanda, 
Uri Rosenthal.

Akhir Januari lalu, warga Belanda-Iran Zahra Bahrami dihukum gantung karena 
didakwa terlibat perdagangan obat bius.

Selain sanksi, para menteri Uni Eropa juga akan  memulai dialog soal hak-hak 
asasi manusia dengan pejabat Iran. Uni Eropa melancarkan dua kebijakan, di sisi 
lain membantu Iran memperbaiki kondisi hak-hak asasi manusia dan di sisi lain 
menjatuhkan sanksi dalam pelanggaran tersebut.


* MARTELLY UNGGUL DI PILPRES HAITI

Calon presiden sekaligus penyanyi berusia 50 tahun, Michel Martelly, memimpin 
pemilihan presiden putaran kedua di Haiti. 

Demikian menurut hasil perhitungan pilpres pertama yang berlangsung Ahad dan 
dibacakan di radio dan televisi se-antero Haiti.

Martelly unggul di wilayah padat ibukota Port-Au-Prince dari rivalnya, mantan 
ibu negara Mirlande Manigat. Pengamat Haiti asal Amerika, Robert Fatton, 
meramalkan, Martelly akan menang telak dalam pemilu kali ini.

Pemilihan presiden putaran pertama November lalu tak seperti yang diharapkan. 
Jumlah pemilih hanya mencapai 23 persen. Perhitungan akhir akan diumumkan 
secepatnya pada 16 April.


* SERANGAN UDARA DI JALUR GAZA

Sebanyak tujuh belas orang terluka akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza, 
Senin malam. Demikian dilaporkan para tenaga medis Palestina. 

Jurubicara militer Israel membenarkan serangan yang dikabarkan mengenai enam 
sasaran di antaranya beberapa terowongan dan pabrik senjata.

Menurut para saksi mata Palestina di antaranya yang terkena serangan adalah 
pabrik bahan bangunan.

Serangan itu merupakan balasan atas serangan lebih dari limapuluh rudal yang 
sebelumnya dilancarkan oleh Palestina terhadap Israel. Ezzedin al-Qassam, 
kelompok sempalan bersenjata Hamas, menyatakan bertanggungjawab atas 
serangan-serangan tersebut. Sebagian besar serangan mereka berakhir di gurun 
Negev, wilayah tanpa penduduk.


* VONIS PENJARA UNTUK MANTAN PRESIDEN ISRAEL

Mantan presiden Israel, Moshe Katsav, divonis tujuh tahun penjara. Ia didakwa 
memperkosa pegawainya. Selain itu pada 2003 dan 2005, Katsav melakukan 
pelecehan terhadap dua perempuan.

Kasus pertama terjadi sebelum tahun 1988, ketika ia menjabat menteri 
pariwisata. Sementara dua kasus lainnya terjadi ketika ia menjabat presiden. 
Katsav tetap menyangkal dakwaan itu.

Katsav (65), juga divonis karena menolak bekerja sama dengan pengadilan. Akibat 
skandal tersebut, Katsav lengser sebelum masa jabatannya berakhir. Mantan 
presiden itu beremigrasi dari Iran ke Israel tahun 1951. Parlemen sepakat 
memilih Katsav di tahun 2000..


* GELOMBANG TSUNAMI FUKUSHIMA

Dua pusat tenaga nuklir Fukushima dilanda gelombang tsunami setinggi 14 meter 
setelah ditempa gempa berkekuatan 9,0 skala richter.

Menurut rencana pembangunan, pusat tenaga nuklir itu hanya dapat bertahan 
dengan ketinggian gelombang dua kali lebih rendah. Selain itu pusat tenaga 
nuklir juga dibuat untuk gempa berkekuatan maksimal 8 hingga 8,3 skala richter.

Sistem pendingin reaktor nuklir tidak berfungsi ketika dilanda gempa dan 
menimbulkan masalah di reaktor Fukushima 1. Berhari hari lamanya regu bantuan 
mendinginkan reaktor dengan air laut dan berupaya memperbaiki sistem pendingin.

Kedua pusat tenaga nuklir itu berada pada jarak 10 hingga 13 meter dari 
permukaan laut. Fukushima I hanya dapat bertahan dengan gelombang tsunami 
setinggi 5,70 meter sedangkan Fukushima II dengan gelombang setinggi 5,20 meter.


* PERTUMBUHAN EKONOMI BELANDA

Biro Pusat Perencanaan CPB Belanda meramalkan pertumbuhan ekonomi tahun ini 
mencapai 1,75 persen dan pada 2012 mencapai 1,5 persen.

CPB menyatakan pertumbuhan itu relatif rendah menyusul resesi ekonomi yang 
sempat melanda Belanda.

Dengan tingkat inflasi yang tinggi dan penerapan kebijakan lainnya maka daya 
beli masyarakat menurun baik untuk tahun ini maupun tahun depan dengan 0,75 
persen. Sementara tingkat pengangguran turun empat persen tahun depan. CPB 
menamakan hal itu sebagai kejutan positif dan menyatakan ketidakpastian masih 
terus akan berlangsung.


* BELANDA SEMAKIN TIDAK BERAGAMA

Warga Belanda akan semakin tidak beragama. Demikian disimpulkan oleh para 
peneliti Amerika berdasarkan statistik.

Menurut mereka, sebanyak 40 persen penduduk Belanda tidak beragama, dan jumlah 
itu akan terus meningkat.

Kesimpulan itu diambil berdasarkan angka statistik untuk 100 tahun mendatang di 
Australia, Austria, Kanada, Ceko, Finlandia, Selandia Baru dan Belanda.

Dari penelitian tersebut, Ceko merupakan negara yang paling banyak memiliki 
penduduk yang tidak beragama (60 persen).

Menghilangnya agama itu berhubungan dengan alasan-alasan sosial. Karena semakin 
banyak orang yang tidak beragama, jadi makin sedikit orang yang tertarik untuk 
bergabung dengan kelompok keagamaan.


* BLATTER MUNDUR TAHUN 2015

Sepp Blatter akan mundur sebagai ketua Federasi Sepakbola Internasional FIFA 
pada 2015, jika ia terpilih kembali Juni mendatang.

Menurut Blatter dalam pidato di hadapan konggres Asoasiasi Sepakbola Eropa 
UEFA, jika ia terpilih kembali, maka masa jabatan itu merupakan yang terakhir 
kalinya.

Ke-203 anggota FIFA, akan memilih ketuanya pada 1 Juni mendatang. Mohamed bin 
Hammam dari Qatar, bos Dewan Sepakbola Asia AFC mencalonkan dirinya sebagai 
ketua FIFA. Ia akan menyaingi Blatter yang sudah sejak tahun 1998 menjabat 
ketua FIFA.


* BERITA BURSA

Indeks AEX di Amsterdam untung 30 persen sesaat setelah dibuka atau berada pada 
titik 357,80 poin.

Nilai tukar euro tercatat $ 1,4240
Satu euro sama dengan Rp 12.398
Satu dolar setara dengan Rp 8.714


* SEJARAH KAMP MALUKU WESTKAPELLE DI BELANDA

Setelah melewati perjalanan dengan bus dari pelabuhan Rotterdam ke kamp 
Amersfoort, para mantan KNIL keturunan Maluku dan keluarga mereka memperingati 
tepat 60 tahun kedatangan dari Indonesia ke Belanda. Di kamp Amersfoort, yang 
dulunya bernama Boskamp, 12.500 orang Maluku diperiksa kesehatannya. Di sana 
pula semua tentara KNIL dipecat. Tindakan ini menimbulkan kemarahan besar di 
kalangan orang Maluku, tulis koran Trouw.

Ditipu
Para tentara KNIL keturunan Maluku ini merasa dibohongi oleh pemerintah 
Belanda, yang menugaskan mereka untuk pergi ke Belanda. Tadinya dijanjikan 
"tugas" itu hanya untuk waktu enam bulan, nyatanya saat ini sudah tiga generasi 
orang Maluku lahir dan besar di Belanda. Saat ini ada sekitar 50.000 keturunan 
Maluku di Belanda. Peringatan 60 tahun diisi dengan bedah buku, seminar, 
pameran dan peringatan di berbagai kampung Maluku di Belanda. Demikian Trouw.

Sementara koran Belanda lainnya  de Volkskrant,  menulis sisi lain sejarah 
orang Maluku di Belanda. Peringatan 60 tahun orang Maluku juga ditandai 
peresmian monumen di kamp Westkapelle, di propinsi Zeeland, Belanda Barat. Di 
tempat itu terjadi "insiden" tembak-menembak tahun 1956 yang mencederai 
sembilan orang. Ketika itu pemerintah Belanda baru saja memutuskan, setelah 5 
tahun ditanggung Den Haag, orang Maluku harus mencari pekerjaan dan membiayai 
hidup mereka sendiri. 

Para penduduk kamp di Westkapelle memutuskan berbelanja di toko-toko di desa 
tersebut tanpa membayar, Mereka meninggalkan pesan untuk mengirimkan tagihan ke 
Ratu Belanda. Wakilota Veere, Rob van der Zwaag, memerintahkan polisi mengepung 
kamp tersebut. Aksi ini berujung pertikaian kecil. "Saya melihat seorang oom 
saya jatuh terkena tembakan. Pak Walikota juga ada di situ ketika 
tembak-menembak terjadi. Semua laki-laki yang ada di kamp ditahan dan harus 
mendekam di rumah tahanan selama sembilan bulan," kata seorang saksi hidup.

Akibatnya para ibu dan anak-anak terpaksa mengemis mencari makan. Periode 
kelaparan dan kemiskinan. Anak-anak diperintahkan ibunya untuk mengemis tengah 
malam, mencari makan di rumah-rumah penduduk. Polisi menutup kamp tersebut 
dengan kawat-kawat berduri, mereka berpatroli siang malam. Orang-orang maluku 
ini mengecam keras walikota Van der Zwaag dan pimpinan polisi, namun mereka 
sangat berterima kasih pada penduduk desa yang banyak membantu memberikan 
makanan.

Salah
De Volkskrant melanjutkan, walikota Van der Zwaag dan komisaris polisi di 
Zeeland, Harry van Waveren, mengakui bahwa pemerintah mengambil tindakan dan 
kebijakan yang salah. "Sebenarnya tidak boleh terjadi. Itu sangat memalukan." 
Kamp Westkapelle tidak lama kemudian ditutup, dan para penghuninya - sekitar 50 
keluarga - dipindahkan ke Kamp Pietersberg di Westerbork, di provinsi Drenthe.

"Sampai sekarang kami masih menunggu permintaan maaf dari pemerintah regional 
dan dari Den Haag. Mereka tidak mau mengakui bahwa mereka membuat kesalahan," 
kata salah seorang Maluku. Tentu saja, Den Haag tidak mau mengakui kesalahan 
ini, tambah sejumlah orang lainnya, karena akan membawa dampak besar, baik 
secara politik maupun finansial, misalnya dalam bentuk ganti rugi. Demikian de 
Volkskrant.


* GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: LUKISAN TERLARANG LOUIS VUITTON DIPAMERKAN

LUKISAN TERLARANG LOUIS VUITTON DIPAMERKAN 

Tiap harinya sang seniman pembuat lukisan didenda 5.000 euro, karena sebenarnya 
lukisannya tak boleh dipamerkan. Toh Darfurnica tetap dipamerkan sejak Selasa 
(22/03)di museum Heart [link: <http://www.heartmus.dk/>] di Herning, Denmark. 
Lukisan Nadia Plesner, mahasiswa akademi seni Amsterdam, ini dilarang hakim 
akibat tuntutan merk Louis Vuitton. Laporan Myrtelle van Bommel.


Di lukisan itu terlihat seorang bocah laki-laki berkulit hitam dengan anjing 
chihuahua di pundaknya, dan tas mahal di tangannya. Louis Vuitton berpendapat, 
tas di lukisan itu terlalu mirip dengan rancangan mereka, Audra Bag. "Kesamaan 
yang membingungkan" ini dianggap Vuitton sebagai pelanggaran hak milik 
intelektual. Karena itulah perusahaan ini menyeret Nadia ke pengadilan di Den 
Haag. Hakim memenangkan rumah mode Vuitton. 

Pasca vonis seniman Nadia Plesner tak boleh lagi memamerkan lukisan itu di 
situsnya, namun perempuan Denmark ini tidak mematuhi larangan. Ia menolak 
menurunkan Darfurnica dari situsnya [link: www.nadiaplesner.com]te 
<http://www.nadiaplesner.com]te> dan sampai saat ini ia sudah berhutang hampir 
tiga ratus ribu euro pada rumah mode Vuitton. Museum Denmark mendukungnya 
dengan memamerkan lukisan itu. 

Perhatian untuk Darfur
Dengan lukisan ini, Plesner ingin menarik perhatian mengenai konflik di Darfur, 
yang menurutnya kurang diberitakan. "Saya ingin membuka diskusi mengenai cara 
media bekerja dan kenyataan bahwa kisah-kisah selebritas bertebaran, sedangkan 
situasi seperti di Darfur sama sekali tak dihiraukan."

Pada 2008 ia membuat gambar bocah lelaki hitam yang, seperti seleb Hollywood 
Paris Hilton, punya anjing chihuahua dan tas Louis Vuitton. "Di lukisan saya, 
tas ini cuma simbol status. Bagi saya, tak ada urusannya dengan Louis Vuitton. 
Ini bukan soal Vuitton, yang tak ada hubungannya dengan lukisan saya. Ini cuma 
cara memotret bocah hitam itu seperti selebritas."

Jebakan
Nadia mencetak lukisan ini di poster dan t-shirt yang dijualnya di internet. 
Hasil penjualan disalurkan untuk Darfur. Waktu itu, Louis Vuitton sudah 
melarang penggunaan lukisan ini. Mereka menganggap tindakan ini sebagai kasus 
merchandising, di mana tas mereka dipakai sebagai teaser. Selain itu, lukisan 
ini akan membuat mereka diasosiasikan dengan situasi di Darfur, demikian 
keberatan Vuitton [link: 
<http://www.mediareport.nl/persrecht/11032011/english-translation-of-court-order-in-louis-vuitton-vs-nadia-plesner-case-2/nl/>]
 

Karena itulah, seniman Nadia membuat sebuah lukisan lain, masih dengan bocah 
lelaki hitam sebagai figur sentral. Kali ini ia ditemani simbol mode seperti 
tas Chanel dan Hermes. Lukisan ini terinspirasi oleh lukisan Picasso mengenai 
perang saudara di Spanyol. [link: 
<http://en.wikipedia.org/wiki/Guernica_(painting)>]. Menggunakan gambar tas 
Vuitton di sebuah lukisan, adalah kebebasan artistik seniman, begitu pendapat 
Nadia. 

Kebebasan artistik
Pengacara Plesner, Jens van den Brink berpendapat, keputusan hakim Belanda tak 
bisa dimengerti karena sama sekali tidak memperhitungkan kebebasan seniman. 
"Louis Vuitton tidak memberi contoh baik bagi para pemilik merk dan pemegang 
hak milik intelektual. Mereka menyalahgunakan (...) prosedur yang sebenarnya 
dimaksudkan untuk menjerat pengusaha sepatu tiruan di pasar."

Menurut Van den Brink, di lukisan ini sama sekali tak ada unsur komersial. 
Lukisan ini murni mengenai kritik kemasyarakatan. "Ini penggambaran zaman 
modern, saat ini, di mana para selebritas dan apa yang mereka pakai lebih 
penting ketimbang perang di Darfur. Nadia sebagai seniman harusnya bebas 
menggunakan tas yang mirip dengan Vuitton. Sama seperti kebebasan Andy Warhol 
menggambarkan sup Campbell dan Coca Cola ribuan kali dalam karya-karyanya 
sebagai penanda waktu."

Plesner dan pengacaranya menuntut banding atas pelarangan Darfurnica. Ia 
menuntut kebebasan mengeluarkan pendapat. Sidang akan digelar 30 Maret 
mendatang.


* JEPANG: CELANA BERSIH LEBIH PENTING DARI BAHAYA RADIASI

Sesaat setelah Jepang dilanda gempa bumi dan tsunami, koresponden Radio 
Nederland Kjeld Duits berangkat dari tempat tinggalnya di Kobe menuju ke daerah 
bencana. Ketika berita-berita pertama mengenai bahaya radiasi dari reaktor 
nuklir yang bermasalah muncul, dan sebagian besar wartawan meninggalkan tempat 
itu, Kjeld memutuskan untuk tinggal. Laporan Kjeld Duits.

Jumat siang 11 Maret saya merasa ada sesuatu yang aneh dengan keseimbangan 
saya. Awalnya saya kira sisa-sisa flu dari pekan sebelumnya. Tapi dengan cepat 
saya menyadari alasan sesungguhnya: sekitar 800 kilometer dari tempat saya 
tinggal telah terjadi gempa bumi terhebat dalam sejarah Jepang. 

Dua puluh empat jam kemudian, saya berkendaraan memasuki daerah bencana 
Fukushima. Berita radio mengatakan baru saja terjadi ledakan di pusat nuklir. 
Sesaat kemudian saya terjebak dalam kemacetan.

Dari radio di mobil, saya mendengar tidak ada pancaran radioaktif yang keluar. 
Namun berita itu tidak membuat saya tenang, saya justru ingin secepatnya 
meninggalkan tempat itu. Saya ingin segera tiba di pusat kota Sendai.

Berjanji dengan diri sendiri
Di belakang kemudi, saya memutuskan untuk ke Sendai, tidak lebih dari itu. 
Langkah ini saya ambil sebagai persiapan seandainya terjadi masalah dengan 
pusat nuklir. Ini perjanjian dengan diri sendiri yang memberi rasa tenang. Saya 
akan bersikap tabah dalam hari-hari mendatang.

Dengan cepat hampir semua wartawan Belanda meninggalkan daerah bencana karena 
ketakutan akan radiasi. Perjanjian dengan diri sendiri ini mempermudah 
keputusan untuk tetap bertahan. Saya akan melaporkan masalah yang dihadapi 
penduduk di sini. Jepang adalah tempat tinggal saya, dan saya merasa telah 
menjadi satu dengannya.

Walaupun keputusan untuk tetap tinggal ditanggapi dengan keprihatinan oleh 
keluarga dan kakak saya mengirim email supaya saya "secepatnya meninggalkan 
Jepang," tapi saya tetap tenang. Rekan-rekan saya tergantung pada 
laporan-laporan sensasional di media asing untuk mendapat informasi, tapi saya 
bisa mengikuti wawancara dengan pakar melalui media Jepang dan ini lebih 
seimbang serta akurat.

Salah informasi
Di pusat penampungan pengungsi di Yamagata, saya saksikan dengan mata kepala 
sendiri bagaimana orang-orang yang tinggal di dekat pusat nuklir diperiksa 
dengan cermat menggunakan pencacah Geiger untuk mengukur radiasi. Pencacah 
menunjukkan mereka tidak terkena radiasi. Ini membuat saya merasa tenang.

Sejumlah media Belanda sementara menyebut mengenai "awan radioaktif" di Jepang. 
Sewaktu wawancara radio, saya coba menegaskan, belum ada radiasi berbahaya yang 
terukur di daerah-daerah bencana. Namun informasi ini tampaknya tenggelam oleh 
lautan informasi yang salah dan sensasional.

Saya putuskan untuk melakukan perjalanan lebih jauh lagi, dari Sendai ke 
Yamagata. Di antara saya dan pusat nuklir terdapat pegunungan tinggi. Dari 
sini, saya masuk ke daerah bencana.

Beberapa tahun silam saya menyadari hanya ada satu cara untuk mematahkan klise 
mengenai Jepang dan warganya: saya harus menunjukkan Jepang dari kacamata orang 
Jepang sendiri dan bukan kacamata Belanda. Bagaimana cara orang-orang di sini 
menghadapi bencana, emosi yang mereka tunjukkan, serta masalah yang mereka 
hadapi.

Rumah sendiri
Ini bisa lebih mudah dilakukan karena Jepang telah menjadi rumah sendiri. Saya 
sudah tinggal di sini selama hampir 30 tahun, berbicara bahasa Jepang, dan 
memahami seluk-beluk di sini, bahkan saya juga mengalami gempa bumi di Kobe 
tahun 1995 dan tetap bertahan.

Oleh karena itu, secara emosi saya merasa dekat dengan para korban. Kekurangan 
saya adalah kesulitan saya menahan air mata apabila mendengar kisah-kisah sedih 
para korban. Untung, saya bisa bertumpu pada pengalaman sebelumnya. Sejak 1995, 
saya melaporkan semua gempa bumi besar yang melanda Asia.

Celana sobek
Masalah terbesar yang saya hadapi sebenarnya adalah persoalan sehari-hari. Saya 
tidak bisa makan sembarangan dan oleh karena itu butuh persiapan, terlebih lagi 
dalam situasi di mana makanan langka seperti ini. Masalah lain adalah 
mendapatkan bensin, hampir mustahil di daerah bencana ini. Saya butuh 25 jam 
untuk bisa mengisi separuh tanki bensin mobil saya.

Pakaian-pakaian kotor menjadi masalah terbesar. Saya berencana untuk tinggal 
selama lima hari. Pada hari kedua sesudah tsunami, saya lama berjalan-jalan di 
lumpur dan reruntuhan. Satu-satunya celana yang saya miliki tentu saja menjadi 
sangat kotor. Terlebih lagi, sobek, ketika saya harus memanjat atap rumah 
karena ada peringatan bahaya tsunami. 

Saya baru berhasil mendapatkan celana baru pada hari kesepuluh sesudah gempa. 
Akhirnya bisa mengenakan pakain bersih dan utuh lagi.


* GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SEKJEN LIGA ARAB: LIBIA CUMA BUAT KAMPANYE

SEKJEN LIGA ARAB: LIBIA CUMA BUAT KAMPANYE

Amr Moussa, Sekretaris Jenderal Liga Arab, merajai halaman depan media Timur 
Tengah selama dua hari berturut-turut akibat sejumlah pernyataan 
kontroversialnya mengenai posisi Liga Arab berkaitan dengan situasi Libia. 
Komentar Mohammed Abdulrahman dari redaksi Arab.

Ahad (20/03) lalu, Moussa mengejutkan pengamat dengan pernyataan bahwa 
pengeboman sekutu Barat Sabtu (19/03) adalah tindakan yang kelewat batas. 
"Apa yang sekarang terjadi di Libia bukan tujuan no-fly zone, dan yang kami 
inginkan adalah perlindungan terhadap warga, bukan pengeboman," katanya. Moussa 
berjanji akan mengatur pertemuan mendesak Liga Arab untuk mendiskusikan situasi 
ini. 
Pernyataannya membangkitkan kemarahan dua pihak: baik pemberontak Libia, maupun 
negara-negara Barat, anggota PBB, yang ikut serta memberlakukan no-fly-zone di 
Libia. Tidak hanya itu, komentar Moussa juga mengesalkan banyak pemimpin Arab.

Berubah
Keesokan harinya, Senin (21/03) Moussa mengubah pendapatnya dan tiba-tiba 
mendukung aksi militer berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB: 
Dalam konferensi pers gabungan di Kairo bersama Sekjen PBB Ban Ki-Moon, Moussa 
menyatakan, "Posisi Liga Arab di Libia sangat penting, dan sejak awal, kami 
sudah membekukan keanggotaan Libia... lalu kami meminta PBB menerapkan aksi 
no-fly zone. Kami menghormati resolusi PBB, jadi soal itu tak ada masalah."
Moussa lagi-lagi menekankan pentingnya melindungi rakyat, namun dengan cara 
yang jelas-jelas tidak menentang hukuman udara PBB terhadap tentara Gaddafi.
Ambisi
Menurut banyak pengamat, ada penjelasan sederhana di balik 
pernyataan-pernyataannya yang terburu-buru dan kondtradiktif: Amr Moussa 
menggunakan krisis ini untuk mencuri start kampanye dalam pemilihan presiden 
Mesir.
Rakyat Mesir menerima amandemen konstitusional dalam referendum Ahad (20/03) 
lalu. Jelaslah sudah, pemilu presiden akan digelar enam bulan lagi. Amr Moussa 
telah mengumumkan pencalonannya - namun sepertinya masa depan politiknya sama 
tidak jelasnya dengan masa depan Libia.
Politik Arab
Banyak sekali simpati dan dukungan untuk revolusi Libia dari negara-negara Arab 
dan Islam, namun pada waktu yang sama, pengeboman Amerika Serikat di Libia tak 
akan pernah disetujui di Timur Tengah. Apalagi ketika trauma Irak masih belum 
sembuh.
Jadi, situasinya rumit, dan bisa berbahaya bagi Moussa. Tidak mendukung Libia 
sama sekali, tidak akan bisa diterima di Mesir pasca-Mubarak. Liga Arab pun 
meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengintervensi.
Namun di sisi lain, tak ada cara lebih baik untuk meraup suara di dunia politik 
Timur Tengah selain dengan menentang "pengeboman Barat di sebuah negara Arab."
Plin-plan
Kadang kita harus memilih, namun kadang kita juga bisa serakah - seperti Amr 
Moussa. Pertanyaannya adalah: apakah sikap plin-plannya ini bisa mendongkrak 
suara untuk kampanyenya?
Karier diplomatik Moussa yang panjang dan ketrampilan media yang luar biasa, 
plus wacana nasionalisme Arab-nya, adalah aset berharga. Namun keragu-raguan, 
dalam ketidakmampuan membuat keputusan, dan bersembunyi di tengah konflik, 
bukanlah resep sukses kampanye pemilu.


* ACEH AKAN BANGUN GALANGAN KAPAL SABANG

Aceh akan memiliki Galangan Kapal dan Pusat Reparasi Kapal ketiga di Indonesia 
setelah Jakarta dan Surabaya, yaitu di Pelabuhan Sabang. Investasi  raksasa 
itu, akan dilaksanakan oleh perusahaan Belanda Damen yang berpusat di 
Rotterdam. Sabang yang sejak tahun 2000 menjadi pelabuhan perdagangan bebas, 
kini telah disinggahi kapal-kapal pesiar asing, dan di masa depan dapat memacu 
pembangunan ekonomi kawasan. Maka, Sabang akan mampu melayani kebutuhan 
perkapalan dan maritim di sekitar Selat Malaka. Peran itu juga dapat 
meningkatkan perdagangan internasional, investasi, perdagangan dan pembangunan 
infra struktur lokal. Berikut, keterangan Gubernur Irwandi Yusuf kepada 
Aboeprijadi Santoso di Rotterdam.

Demikian, paling tidak, harapan Gubernur Kepala Pemerintah Aceh Irwandi Yusuf. 
Untuk membangun industri maritim Sabang menjadi motor pembangunan, 
pengusaha-pengusaha Aceh juga akan dihimpun dalam sebuah konsorsium. Bahkan, 
perusahaan maritim Damen, yang juga membangun 5 kapal perang corvette untuk 
Indonesia itu, tidak perlu membayar pajak. 

Damen, perusahaan pembuat kapal Belanda, sedang mencari tempat untuk membuka 
galangan kapal, tempat membuat sekaligus untuk mereparasi kapal. Yang diincar 
Sabang. Setelah melakukan kunjungan singkat ke Sabang, Damen mengundang pemda 
Aceh untuk datang ke Rotterdam. 

Menurut Gubernur Irwandi, Sabang punya banyak kelebihan. Yang pertama lokasi 
yang strategis. yang kedua lautnya dalam, yang ketiga belum ada pesaing. Tetapi 
kekurangannya ada juga. Pertama masalah infrastruktur yang kurang, dibandingkan 
dengan Singapura, Jakarta atau Surabaya.

Bebas Pajak
Tapi apabila Damen beroperasi di Sabang, maka mereka tidak perlu membayar pajak 
impor dan ekspor. Ini membuat perhitungan cost atau biaya pembuatan kapal 
menjadi lebih murah. Menguntungkan bagi Damen.

Keuntungannya bagi Aceh, adalah terbukanya lapangan kerja. Investasi ini 
diharapkan juga diikuti oleh investor-investor lain. Belum bisa dikatakan 
berapa besar lapangan kerja baru, tapi paling tidak untuk beberapa ratus orang. 
Apalagi proyek ini berlaku untuk jangka panjang, sekitar 30 tahun.


* BELANDA DISKRIMINASI ORANG MALUKU

Pendidikan pemuda Maluku di Belanda, menurut pengamat Maluku Rens Nikijuluw, 
belum memenuhi harapan. Tingkat pendidikan bisa dikatakan rendah. Ini antara 
lain karena diskriminasi dalam pendidikan yang sudah terjadi sejak orang-orang 
Maluku pertama datang ke Belanda. 

Ketika orang-orang Maluku pertama tiba di Belanda 60 tahun lalu, Commissariaat 
Ambonezenzorg CAZ mengatur pendidikan untuk anak-anak Maluku. 

Ditetapkan bahwa setelah mengikuti sekolah dasar, anak-anak hanya boleh 
melanjutkan pendidikan di apa yang disebut Ambachtsschool, atau Huishoudschool 
yang adalah sekolah menengah kejuruan. Sekolah MULO dan HBS, sekolah menengah 
umum terbatas untuk segelintir orang. 

Kebijakan Belanda
Itu memang kebijakan pemerintah Belanda di zaman itu, kata Rens Nikijuluw 
kepada Radio Nederland. Kebijakan tersebut baru terungkap tahun 1990an lewat 
beberapa dokumen pemerintah yang kini disimpan di Museum Maluku. 

Tujuh tahun pertama sejak kedatangan di Belanda, orang Maluku tidak 
diperbolehkan bekerja. "Lalu anak-anak yang mau sekolah, kalau mau sekolah 
terus, cuma boleh ke Ambachtsschool, Huishoudschool atau Technische School." 
Demikian Rens Nikijuluw. 

Terlalu mahal
Alasan pemerintah untuk menerapkan kebijakan seperti ini adalah bahwa toh orang 
Maluku nanti akan pulang ke Maluku. Tidak perlu berinvestasi terlalu banyak 
untuk mereka, karena pendidikan mahal. "Jadi mereka belajar menjahit, kerja 
dengan kayu dan besi."

Dampak kebijakan itu hingga sekarang masih terasa. Tingkat pendidikan 
kebanyakan orang Maluku generasi kedua bisa dikatakan rendah. 

Namun, tambah Rens Nikijuluw, itu tidak boleh menjadi alasan untuk generasi 
ketiga untuk tidak berpartisipasi dalam masyarakat Belanda. Pengamat Maluku ini 
menaruh harapan cukup besar pada generasi keempat dan kelima. 

Mengejar ketinggalan
Ia juga mengakui memerlukan waktu lama sehingga bisa mengejar ketinggalan di 
bidang pendidikan. Di tahun 1990an didirikan beberapa program untuk mengatasi 
masalah ini. Di antaranya LSEM, Landelijk Steunpunt Educatie Molukkers atau 
Pusat Edukasi Maluku. 

Sekarang pemuda Maluku diharapkan mengejar ketinggalan itu sendiri.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke