---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 19 April 2011 13:20 UTC



** SINGAPURA PERCEPAT PEMILU

** LAOS AKAN BANGUN BENDUNGAN DI MEKONG

** OBAT BARU MALARIA PALING AMPUH

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SETAHUN PASCA BENCANA MINYAK, AMERIKA TOLAK 
BELANDA

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: ANAK EKSPAT DI SEKOLAH INTERNASIONAL DI BELANDA

** TINJAUAN PERS 19-04-2011: INDONESIA MASIH PENTING UNTUK BELANDA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: APA TANGGAPAN ORANG INDONESIA TERHADAP PROSES 
WILDERS?



* SINGAPURA PERCEPAT PEMILU

SINGAPURA, 19 April (Reuters) - Presiden Singapura S R Nathan membubarkan 
parlemen Selasa ini guna melicinkan jalan bagi pemilu yang dipercepat. 
Diharapkan melalui pemilu ini PAP People's Ruling Party yang berkuasa saat ini 
bisa memperpanjang masa pemerintahannya lima tahun. 

Pemilu bisa diselenggarakan awal Mei, tapi tanggalnya belum ditentukan. Pemilu 
seharusnya dijadwal Februari tahun depan. 
Partai PAP pimpinan Perdana Menteri Lee Hsien Loong memerintah Singapura sejak 
kemerdekaannya tahun 1965. 

Partai ini tampak akan kembali berkuasa dengan mayoritas luas. Partai PAP 
meraih 82 dari ke 84 kursi parlemen dan mendapat duapertiga suara pada 
pemilihan umum tahun 2006.


* LAOS AKAN BANGUN BENDUNGAN DI MEKONG

BANGKOK, April 19 (Reuters) - Laos berencana membangun bendungan pertama di 
sungai Mekong. Negara tetangga Laos dan para pakar lingkungan cemas bendungan 
akan merusak flora dan fauna serta ladang pertanian, dan itu akan menimbulkan 
krisis pangan. 

Tapi Laos yang miskin dan komunis bersikeras menentang tekanan internasional 
dan melanjutkan pembangunan bendungan Xayaburi senilai 3.5 milyar dolar. 

Menurut para pakar, proyek ini bisa menyebabkan kerusakan lingkungan yang belum 
pernah terjadi sebelumnya. 
Keempat negera yang berbagi sungai Mekong adalah Laos, Thailand, Vietnam dan 
Kamboja, gagal mencapai kesepakatan soal pembangunan bendungan berkapasitas 
1.285-megawatt (MW) pada pertemuan Selasa ini. 

Ini adalah bendungan pertama dari kesebelas bendungan yang akan dibangun di 
sungai Mekong. Bendungan ini diharapkan menyuplai 8 persen keperluan listrik 
Asia Tenggara tahun 2025


* OBAT BARU MALARIA PALING AMPUH

LONDON, 19 April (Reuters) - Setiap tahun 200,000 orang bisa diselamatkan dari 
kematian akibat malaria berat, andaikata negara-negara yang belum bebas malaria 
menggunakan obat yang mahal tapi lebih ampuh. Demikian pendapat Organisasi 
Dokter Nirbatas, Medecins Sans Frontieres, MSF.

Dalam laporannya MSF mengatakan data dari ujicoba terakhir di Afrika 
menunjukkan, obat yang disebut artesunate, lebih efektif dan lebih mudah 
dipakai daripada kina. Kina adalah obat malaria murahan yang sering dipakai di 
negara-negara miskin. 

Menurut Organisasi Kesehatan Sedunia, WHO, sekitar 240 juta orang di dunia kena 
malaria setiap tahun dan penyakit ini merenggut lebih dari 850,000 nyawa setiap 
tahun, kebanyakan anak-anak. Kebanyakan pasien malaria terdapat di Afrika. 
Setiap 45 detik anak di Afrika mati karena malaria. 

MSF mengatakan, sekitar delapan juta penyakit malaria ringan setiap tahun 
berubah menjadi malaria berat. Malaria berat ini merusak organ pasien seperti 
otak, paru-paru, ginjal atau pembuluh darah. 

Obat baru artesunate, bisa menyelamatkan pasien malaria berat. Obat ini lebih 
aman, lebih mudah dipakai dan lebih efektif daripada kina. Demikian jurubicara 
Organisasi Dokter Nirbatas, MSF.


* PEMBERONTAK LIBIA BELA MISRATA

TUNIS/BERLIN, 19 April (Reuters) - Pemberontak di kota Misrata, Libia, berupaya 
bertahan menghadapi tank-tank dan penembak jitu di jalanan. Perang di kota 
selalu menguntungkan pembela kota. Dalam hal ini pemberontak dapat menggunakan 
pengetahuan lokal mereka untuk menyerang musuh. 

Pemberontak di Misrata memblokir jalanan dengan truk berisi pasir dan 
mengisolasi serta melumpuhkan penembak-penembak yang setia terhadap pemimpin 
Libia Muammar Gaddafi melalui tembakan yang dilepaskan dari atap rumah. 
Pemberontak di Misrata berupaya sekuat tenaga mempertahankan benteng yang 
terbesar dan terakhir di Libia barat. 

Tapi nasib Misrata tergantung keberhasilan pemberontak mencegah musuhnya masuk 
atau merebut pelabuhan Misrata. Pelabuhan adalah tali penolong bagi warga sipil 
yang terjebak dan jalan masuk bagi bantuan pangan, obat-obatan dan bila perlu 
juga untuk senjata dan amunisi. 
"Menguasai pelabuhan sangatlah penting, karena tanpa itu pemberontak tidak 
mungkin bertahan", kata seorang analis di Royal United Service Institute, 
Inggris.


* TAKTIK TALIBAN BERUBAH

DARBISHAN, Afghanistan, 19 April (Reuters) - Pemerintah Afghanistan dan pasukan 
asing harus bersiap-siap menghadapi Taliban yang akan meningkatkan serangannya 
melalui aksi bunuh diri dan pembunuhan di kota, karena mereka mengubah taktik 
menjadi terorisme 'yang sangat terfokus'. Hal ini diungkapkan duta besar 
Amerika Serikat. 

Karl Eikenberry dalam wawancara dengan kantor berita Reuters mengatakan tiga 
serangan dalam empat hari menunjukkan perubahan strategi menyusul kekalahan 
terhadap pasukan internasional dan keamanan Afghanistan. 
Serangan Taliban Senin kemarin menewaskan dua orang di Kementerian Pertahanan 
Afghanistan. Itu adalah serangan ketiga terhadap instalasi-instalasi yang 
mempunyai faktor keamanan tinggi dalam waktu empat hari. 

Jumat lalu, pelaku bom bunuh diri berpakaian seragam polisi membunuh Jenderal 
Khan Mohammed Mujahid, kepala polisi Kandahar. Sementara pelaku bom bunuh diri 
lainnya membunuh lima anggota NATO Sabtu lalu dalam suatu serangan terparah 
bulan-bulan belakangan. Pemimpin kuat sudah lama menjadi sasaran pemberontak. 
Mujahid adalah kepala polisi ketiga yang dibunuh sejak tahun 2005.


* PENJUALAN MINYAK DARI WILAYAH PEMBERONTAK LIBIA

ROMA, 19 April (Reuters) - Bulan depan negara-negara Barat dan Timur Tengah 
mengadakan pertemuan di Roma, Italia, guna mencari jalan menjual minyak dari 
wilayah pemberontak Libia di pasar dunia. Hal ini diungkapkan Menteri Luar 
Negeri Italia, Franco Frattini.

Setelah berbicara dengan Mustafa Abdel Jalil, kepala Dewan Transisi Nasional 
Sementara, Frattini mengatakan para pemimpin akan mencari jalan "untuk 
mengijinkan penjualan produk minyak, yang diproduksi di Cyrenaica oleh produsen 
dan pemasok. kepada pembeli internasional".


* MISRATA DIBOM LAGI

TUNIS, 19 April (Reuters) - Pasukan yang setia terhadap Muammar Gaddafi kembali 
membom Misrata Selasa ini. Korban pemboman dibawa ke rumahsakit. Hal ini 
disampaikan oleh Amnesty International di Misrata, Libia barat.


* DAMPAK KERUSUHAN NIGERIA MULAI KELIHATAN

KANO, Nigeria, 19 April (Reuters) - Tentara berpatroli di jalan-jalan Nigeria 
utara yang penduduknya mayoritas Muslim. Pihak regu pemberi bantuan mulai 
memeriksa dampak kerusuhan mematikan. Kerusuhan pecah menyusul kemenangan 
Presiden Goodluck Jonathan.

Organisasi Palang Merah Nigeria mengatakan banyak orang tewas, ratusan 
luka-luka dan ribuan mengungsi akibat protes di Nigeria utara yang digelar 
pendukung saingan Jonathan, yaitu Muhammadu Buhari, bekas pemimpin militer. 
Menurutnya hasil pemilu curang. Gereja, rumah dan toko-toko dihancurkan 
pendukung Buhari. 

Regu pemberi bantuan mengatakan tidak bisa menjangkau daerah yang paling berat 
diserang dan belum bisa menghitung jumlah korban tewas. 
"Sebagian besar pusat Kano sudah tenang, tapi kami belum menjangkau beberapa 
wilayah", kata Musa Abdullahi dari Organisasi Palang Merah.

Penduduk Kristen kota Kano dan Kaduna di Nigeria utara yang mencari 
perlindungan di barak-barak militer dan polisi, menyalahkan Buhari karena 
partainya tidak mau menerima hasil pemilihan yang menunjuk Jonathan sebagai 
pemenang. Jonathan meraih 59 persen suara.


* GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SETAHUN PASCA BENCANA MINYAK, AMERIKA TOLAK 
BELANDA
Johan van der Tol

Rabu (19/04), tepat setahun lalu terjadi bencana platform minyak Deepwater 
Horizon di Teluk Meksiko. Waktu itu, Belanda juga menawarkan bantuan untuk 
menangani bencana ini. Setahun kemudian bisa disimpulkan bahwa keahlian Belanda 
disia-siakan. 
Penyia-nyiaan ini dimulai ketika Amerika langsung menolak tawaran perusahaan 
Belanda Koseq untuk memasok mesin penyaring minyak. Waktu itu, penolakan ini 
menarik perhatian banyak media. Tom Achterberg, manajer proyek di Koseq:
 "Saat itu tangan kami langsung gatal ingin membantu. Kami telah menyiapkan 
mesinnya, dan dalam beberapa hari kami bisa mulai bekerja membersihkan minyak. 
Namun jika sekarang menengok ke belakang, saya mengerti sudut pandang mereka. 
Mereka meremehkan bencana ini. Dan saya juga mengerti kalau awalnya mereka 
ingin menggunakan alat dan teknik sendiri."
Tak ada pesanan ekstra
Toh akhirnya Koseq memasok 22 mesin penyaring minyak ke Amerika, dengan begitu 
11 kapal Amerika yang bekerja di Teluk Meksiko bisa diistirahatkan. Mesin-mesin 
penyaring minyak itu harus secepat kilat diproduksi oleh Koseq, yang dalam 
situasi normal hanya memproduksi empat mesin per tahun. Enam dari mesin-mesin 
penyaring itu ditarik kembali dari Rijkswaterstaat, salah satu klien Koseq.
Itu adalah promosi bagus bagi perusahaan Koseq, baik di Belanda, di Amerika, 
maupun di seluruh dunia. Anda akan berpikir bencana macam itu meningkatkan 
pesanan mesin penyaring minyak -  bahwa berbagai perusahaan minyak dan negara 
tersadar, untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana minyak mereka harus 
memiliki mesin semacam ini. Namun itu salah, kata Achterberg. 
 "Nyatanya, perusahaan tidak mau langsung menginvestasikan uang untuk hal-hal 
dari mana mereka tak akan mendapatkan keuntungan langsung. Benar-benar harus 
ada aturan dari pemerintah yang mewajibkan perusahaan memiliki alat macam ini. 
Selama tak ada aturan tegas, perusahaan tak akan membelinya."
Achterberg berharap, aturan macam ini akan diterapkan di Amerika dan di 
negara-negara lain.
Pengalaman Istimewa
Ketika Amerika setuju dengan pemasokan mesin penyaring minyak, prosesnya juga 
cepat, kata Achterberg. "Langsung ada pesawat Antonov untuk mengangkut mesin." 
Koseq memimpin operasi penyaringan minyak di Teluk Meksiko. Itu adalah 
pengalaman istimewa. Amerika punya Jones Act, aturan yang menentukan bahwa yang 
boleh bekerja di perairan Amerika hanya kapal dan awak Amerika. "Kami hanya 
boleh memberi petunjuk - namun tak boleh langsung bekerja sendiri."
Aturan Jones Act ini mengecewakan pihak lain, seperti lembaga penelitian 
Deltares dan perusahaan kapal pengeruk Van Oord. Mereka datang ke sana dan 
berencana membangun puluhan kilometer tanggul pasir dalam tiga minggu untuk 
melawan lumpur minyak. Tanggul ini juga bisa menawarkan perlindungan terhadap 
banjir pasca badai besar seperti Katrina.
Perlindungan pasar yang aneh
Toh akhirnya Amerika mengambil-alih sebagian besar rencana, kata Bert 
Groothuizen, juru bicara Van Oord. Amerika tidak tertarik menggunakan keahlian 
perusahaan Belanda. Menurut perusahaan pengeruk ini, Amerika menerapkan 
"perlindungan pasar yang aneh," padahal negara paman Sam ini selalu omong besar 
soal pasar bebas. Menurut Groothuizen, warga Amerika Serikat sekarang 
mempertanyakan secara kritis mengenai kualitas dan biaya tanggul yang mereka 
bangun sendiri.
Setahun kemudian, Van Oord masih terkejut dan sedikit kesal dengan penolakan 
Amerika. 
 "Kami bisa terus mendesak, namun jika Amerika terus menolak - seperti yang 
mereka lakukan selama puluhan tahun - mereka akan kehilangan teknik paling 
ekonomis, modern dan efisien dalam menangani proyek-proyek macam ini. So be it. 
Itu kan uang mereka. Jika mereka ingin membayar dua kali lipat lebih mahal, ya 
biarkan saja."


* GEMA WARTA TOPIK BELANDA: ANAK EKSPAT DI SEKOLAH INTERNASIONAL DI BELANDA

Maurice Laparliere

Mempersiapkan ujian ketika tank-tank berlalu lalang di jalanan. Bagi banyak 
anak-anak ekspat Belanda, dunia Arab saat ini bukanlah tempat ideal. 
Sekolah-sekolah internasional di Belanda menyisihkan tempat untuk anak-anak itu 
sehingga mereka bisa melanjutkan proses belajar.

Dengan suami dan tiga anak, Fokkelien Spaander harus cepat-cepat meninggalkan 
Libia. Sekembalinya di Belanda, ia harus segera mencari sekolah untuk 
anak-anaknya, hal yang tidak mudah. Namun ia berhasil dalam waktu 48 jam 
sesudah menelpon kanan kiri dan mengunjungi sekolahan-sekolahan.

Joshua dan Ruben, kedua anak tertua, sekarang sekolah di The British School. 
'Setiap hari mereka naik kereta api ke Voorschoten. Beda dengan sekolah mereka 
di Libia, di mana mereka diantar jemput. Pendek kata: mereka harus menjadi 
lebih dewasa dalam beberapa hari. Tapi mereka diterima dengan baik.'

Penuh kejutan
Tiba-tiba dalam beberapa pekan ini sudah ada 14 anak yang menanti di kantor 
kepala sekolah Paul Ellis. Mereka harus segera duduk di kelas, kalau bisa besok 
hari karena ujian sudah di ambang pintu. Ellis tetap tenang. 'Kita sudah 
berpengalaman selama 70 tahun. Kehidupuan ekspat memang tidak menentu.'

Bahan pelajaran sesuai dengan kurikulum sekolah inetrnasional lainnya. Namun 
dibutuhkan perhatian memadai bagi kesejahteraan 2000 siswa sekolah itu, 
demikian Ellis.
 
'Misalnya saja hewan piaraan. Mereka ini tidak bisa dibawa kembali ke Belanda 
dan ini bisa berarti sangat banyak dalam kehidupan seorang anak. Kita bisa saja 
tertawa mengenai ini, tapi bagi seorang anak, binatang piaraan juga dipandang 
sebagai anggota keluarga. Saya mengatakan kepada staf: sebagai sekolah kita 
harus terbuka mengenai hal ini.'

Perubahan tiba-tiba
Perubahan yang tiba-tiba ini juga perlu diperhatikan. 'Menegangkan, banyak 
adrenalin yang keluar. Semuanya berjalan begitu cepat. Seorang anak memainkan 
peranan pasif, tidak memiliki suara dalam keputusan yang diambil. Reaksi 
terhadap pelbagai perubahan yang terjadi baru muncul kemudian.'

Duncan Crawford, dosen bahasa Inggris dan mentor, awas terhadap sinyal-sinyal 
yang menunjukkan hal-hal yang sedang berkecamuk dalam pikiran anak. 'Seringkali 
hanya petunjuk kecil. Pekerjaan sekolah yang dikerjakan dengan cara yang tidak 
biasa. Sebuah topik pelajaran yang tiba-tiba menimbulkan diskusi. Seperti teka 
teki saja.'

Sekolah juga memberi perhatian pada murid-murid yang pernah trauma sebelumnya. 
Kisah para siswa pendatang baru ini kemungkinan bisa memicu kembali ingatan 
murid-murid itu. Paul Ellis: 'Tapi kami juga pernah lakukan sebelum kerusuhan 
di Timur Tengah. Itu harus karena di sini ada 90 nasionalitas.'

Perpisahan santun
Alexandra (17) butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Ketika kerusuhan terjadi di 
Mesir, ia tidak bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi ujian 
sekolah menengah. 'Saya nyaris tidak belajar. Orangtua berpendapat lebih baik 
pindah ke Belanda. Memang sesudah musim panas ini, ia ingin melanjutkan kuliah 
kedokteran di Belanda.

Namun pertama-tama ijazah dulu, demikian Alexandra. Ia menyadari sesudah itu ia 
masih harus menghadapi kehidupan lamanya. Tidak ada waktu untuk melakukan 
perpisahan dengan teman-temannya di Mesir. 'Saya tiba-tiba harus pergi. Saya 
ingin mengoreksinya.'


* TINJAUAN PERS 19-04-2011: INDONESIA MASIH PENTING UNTUK BELANDA

Koran Belanda Trouw, adalah koran kristen protestan yang sering menurunkan 
artikel ihwal negara-negara berkembang. Kali ini Trouw memberitakan analisa 
kritis para pakar pembangunan yang mengomentari kebijakan baru pemerintah 
Belanda dalam hal bantuan pembangunan. Belanda sedang menerapkan penghematan 
besar-besaran jadi perlu mencoret daftar negara-negara yang mendapat bantuan. 

Para pakar mengritik habis-habisan daftar ini, karena disusun tanpa analisis, 
tidak ada persyaratan dan kerangka yang logis masuk akal. Komisi kerjasama 
pembangunan parlemen Belanda mengundang mereka mengomentari kebijaan baru 
pemerintah Belanda.

Dalam suasana ekonomi kritis persyaratan utama pemberian bantuan ini adalah 
kepentingan Belanda, terutama dibidang ekonomi. Belanda dulu lain dari 
sekarang, negara ini berubah dari negara yang solider dengan dunia ketiga 
menjadi negara yang terfokus pada situasi dalam negeri sendiri. 

Masih banyak yang harus diperbaiki dalam kehidupan sosial di Belanda. Bagaimana 
dengan bilangan kota yang dikategorikan bermasalah karena dihuni oleh pendatang 
non barat. Selesaikan masalah ini dulu sebelum membantu luar negeri. Itulah 
yang bisa kita dengar dalam komentar media Belanda dan umum. 

Belanda kini menarik diri dari negara yang berwawasan luas ke manca negara, 
menjadi negara yang terfokus ke dalam.  Itulah yang juga didkukung oleh partai 
nya Geert Wilders PVV yang anti pendatang asing. Semboyan politik mereka batasi 
jumlah migran yang masuk, dan ingin kembali ke suasana dulu di mana tidak ada 
masalah multi etnik.

Sikap itu juga tercermin dalam kebiajakan baru bantuan ke negara-negara 
berkembang. Trouw mengutip tokoh forum World Conector, Herman Wijfels yang 
adalah mantan ketua serikat majikan Belanda. Ia memberikan kriteria jelas untuk 
pemilihan negara-negara penerima bantuan Belanda: air, keamanan dan keadilan 
hukum, pangan dan kesehatan di bidang seksualitas dan kelahiran. Posisi ibu 
penting dalam hal ini. 

Kepentingan Belanda yang difokuskan bermacam ragam, di Afghanistan dan Mali, 
keamanan internasional, ancaman terorisme. Di Ghana dan Mozambique kepentingan 
ekonomi, dan di Indonesia adalah hubungan tradisional antara kedua negara yang 
tercermin dari besarnya perhatian untuk Indonesia di Belanda. Hubungan yang di 
sisi lain sering krisis misalnya ada kaitannya dengan RMS yang sampai 
membatalkan kunjungan presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Belanda. 

Lalu mengapa Yaman yang adalah tempat bersarangnya al-Qaidah  termasuk negara 
yang menerima, padahal Mesir dicoret. Aneh padahal reformasi di negara ini 
meniup angin segar dan patut didukung, demikian Trouw. Rupanya emosi pertama di 
Belanda yang mendukung proses perubahan di Mesir menghilang, dilupakan saja. 
Posisi baru ini menggambarkan belum jelasnya kebijakan Belanda dalam bidang 
kerja sama pembangunan yang membawa Belanda dulu ke citra harum, sebagai negara 
yang paling besar sumbangannya kepada dunia berkembang dalam memerangi 
kemiskinan.


* GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: APA TANGGAPAN ORANG INDONESIA TERHADAP PROSES 
WILDERS?

Di Belanda sedang berlangsung proses pengadilan Geert Wilders, politikus kanan 
populis. Ia dituduh menghina orang Islam. Lalu apa tanggapan warga Muslim 
Indonesia di Belanda terhadap proses pengadilan yang sering menjurus ke adegan 
sinetron. Kita jumpai Sujadi yang meneliti warga muslim Indonesia di Belanda.

Masalahnya cukup menggelitik, karena menyangkut agama, dalam hal ini agama 
islam yang oleh Wilders dipisahkan dari penganutnya. Pengadilan mencoba 
menjerat Wilders dengan 3 tuduhan: menyebarkan kebecian terhadap umat islam, 
kemudian pelecehan terhadap agama, dan yang ketiga tentang diskriminasi. 
Demikian Sujadi. Yang penting tuduhan kebencian dan pelecehan agama Islam  
karena disinilah Islam dipisahkan dari penganutnya. WIlders bermain dari segi 
ideologi, mengatakan Islam buka agama saja tapi juga ideologi.

Sujadi beranggapan Geert Wilders coba mendikriminasikan orang islam. Orang 
islam diutak-utik kepercayaannya. Jadi ia menyinggung perasaan orang islam. dan 
Wilders membikin sebuah show dari proses ini, ulur waktu dengan berbagai cara. 
Hakim harus jujur bahkan ada yang diganti. Wilders sekedar bermain politik, ia 
tidak menggubris tuduhan pengadilan bahwa ia menyebar kebencian, walaupun masih 
dalam periode praduga tak bersalah.

Memang ada hal yang mencolok, Belanda memilki informasi yang cukup tentang 
Islam tapi praduga terhadap Islam besar juga. Sujadi membandingkan politik 
Islam jaman  kolonial yang dirumuskan Snouck Hugronje. Ia coba memilah-milah 
islam politik dan agama. Kalau di Belanda saat ini lebih parah, karena yang 
dihantam Islamnya sendiri, karena Islam dituduh tidak bisa mengikuti kehidupan 
di barat. Tapi yang mencolok juga islam di Belanda tidak dikaitkan dengan orang 
Indonesia, yang dianggap Islam di Belanda adalah para pendatang Marokodan 
Turki. Memang benar demikikan Sujadi, hal ini disebabkan Islam di Timur Tengah 
memperlihatkan sisi yang begitu keras. Secara historis orang islam di Indonesia 
diangap tidak menganut ajaran yang frontal dan keras.  Sebutannya Islam 
pinggiran atau "periferal". Beda dengan Islam Timur Tengah. Orang terkadang 
hanya melihat Islam Timur Tengah saja.

Inilah yang juga menjelaskan pujian barat terhadap Islam dan demokrasi di 
Indonesia. Demkorasi barat itu, sesuai dengan islam yang menekan pada spirit, 
bukan formalitas seperi di Timur Tengah, yang memerlukan kata-kata dari 
al-Qur'an. Tapi sering spiritnya tidak dipakai. Tidak hanya barat yang kagum 
tapi juga Mesir setelah revolusi ingin mencontoh Indonesia. Mereka memiliki 
histori yang panjang dan adalah pertemuan berbagai negara besar. Mengapa 
demokrasi tidak berhasil di sana. Di Indonesia jelas, negara tidak memilih 
agama sebagai dasar negaranya. Tapi dalam kehidupan bernegara Indonesia 
menggunakan agama, itulah sebabnya ada departemen agama. In bedanya dengan 
Turki misalnya yang tidak memiliki departemen agama.     


Sementara Teguh Sugihartono dari anggota Groen Links Belanda, tidak bisa 
meramalkan hasil persidangan. Menurut Teguh, pengacara Wilders Bram Mosckowitz 
berupaya dengan segala cara supaya tidak harus membela kliennya berdasarkan 
muatan kasus. Antara lain dengan mencoba membuktikan bahawa para hakim tidak 
independen atau berpihak. Mosckowitz sudah tiga kali mencoba, yang pertama kali 
disetujui, namun yang terakhir ditolak. Jadi prosesnya akan berjalan alot. 
Demikian Teguh.

Wilders Bukan Belanda
Namun tetap saja ini merupakan tanda bagus, karena dunia luar bisa melihat 
bahwa pendapat Wilders ya milik Wilders sendiri, dan bukan berarti pendapat 
Belanda. Yang orang sering lupa,dari perolehan kursi saja, jumlah kursi yang 
dimenangkan Wilders di parlemen hanya 26, sementara 124 sisanya bukan milik 
partainya, PVV.

Teguh melanjutkan, kekuatirannya adalah bahwa Wilders akan semakin besar. Jika 
kondisi ekonomi semakin kacau dan memburuk, bisa jadi pengaruhnya akan semakin 
kuat, karena akan semakin banyak orang Belanda yang semakin takut akan para 
pendatang. Itu yang ditakuti.

Secara pribadi Teguh sendiri tidak merasa tersinggung akan ungkapan-ungkapan 
atau komentar-komentar Wilders, namun prihatin. Teguh senang tinggal dan 
bekerja di Belanda, punya banyak teman Belanda yang baik. Awalnya memang tidak 
demikian, tapi setelah 9 tahun tinggal di Belanda, dia jadi lebih perhatian 
akan Belanda dan punya rasa 'sayang' tersendiri.

Indonesia Tidak Didiskriminasi
Teguh sendiri tidak pernah  merasa terdiskriminasi. Karena latar belakangnya 
sebagai orang Indonesia yang berpendidikan dan punya pekerjaan baik. Sayangnya 
tidak demikian dengan mereka yang berasal dari Maroko atau Afrika, tidak punya 
pekerjaan, dan mendapat tunjangan dari pemerintah. Belum lagi jika ditambah 
dengan mengenakan jilbab, sudah terbukti kalangan ini memang didiskriminasi. 

Walaupun tidak pernah didiskriminasi langsung, Teguh tidak akan berpangku 
tangan saja, karena menurutnya perubahan berlangsung secara bertahap. Saat ini 
hanya berupa pembatasan kebebasan beragama, berikutnya tentu lebih keras lagi. 
Menurut Teguh, citra Belanda sebagai negara yang toleran dan terbuka, sangat 
dirugikan oleh hal ini.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke