--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 19 April 2011 13:20 UTC ** SINGAPURA PERCEPAT PEMILU ** LAOS AKAN BANGUN BENDUNGAN DI MEKONG ** OBAT BARU MALARIA PALING AMPUH ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SETAHUN PASCA BENCANA MINYAK, AMERIKA TOLAK BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: ANAK EKSPAT DI SEKOLAH INTERNASIONAL DI BELANDA ** TINJAUAN PERS 19-04-2011: INDONESIA MASIH PENTING UNTUK BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: APA TANGGAPAN ORANG INDONESIA TERHADAP PROSES WILDERS? * SINGAPURA PERCEPAT PEMILU SINGAPURA, 19 April (Reuters) - Presiden Singapura S R Nathan membubarkan parlemen Selasa ini guna melicinkan jalan bagi pemilu yang dipercepat. Diharapkan melalui pemilu ini PAP People's Ruling Party yang berkuasa saat ini bisa memperpanjang masa pemerintahannya lima tahun. Pemilu bisa diselenggarakan awal Mei, tapi tanggalnya belum ditentukan. Pemilu seharusnya dijadwal Februari tahun depan. Partai PAP pimpinan Perdana Menteri Lee Hsien Loong memerintah Singapura sejak kemerdekaannya tahun 1965. Partai ini tampak akan kembali berkuasa dengan mayoritas luas. Partai PAP meraih 82 dari ke 84 kursi parlemen dan mendapat duapertiga suara pada pemilihan umum tahun 2006. * LAOS AKAN BANGUN BENDUNGAN DI MEKONG BANGKOK, April 19 (Reuters) - Laos berencana membangun bendungan pertama di sungai Mekong. Negara tetangga Laos dan para pakar lingkungan cemas bendungan akan merusak flora dan fauna serta ladang pertanian, dan itu akan menimbulkan krisis pangan. Tapi Laos yang miskin dan komunis bersikeras menentang tekanan internasional dan melanjutkan pembangunan bendungan Xayaburi senilai 3.5 milyar dolar. Menurut para pakar, proyek ini bisa menyebabkan kerusakan lingkungan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Keempat negera yang berbagi sungai Mekong adalah Laos, Thailand, Vietnam dan Kamboja, gagal mencapai kesepakatan soal pembangunan bendungan berkapasitas 1.285-megawatt (MW) pada pertemuan Selasa ini. Ini adalah bendungan pertama dari kesebelas bendungan yang akan dibangun di sungai Mekong. Bendungan ini diharapkan menyuplai 8 persen keperluan listrik Asia Tenggara tahun 2025 * OBAT BARU MALARIA PALING AMPUH LONDON, 19 April (Reuters) - Setiap tahun 200,000 orang bisa diselamatkan dari kematian akibat malaria berat, andaikata negara-negara yang belum bebas malaria menggunakan obat yang mahal tapi lebih ampuh. Demikian pendapat Organisasi Dokter Nirbatas, Medecins Sans Frontieres, MSF. Dalam laporannya MSF mengatakan data dari ujicoba terakhir di Afrika menunjukkan, obat yang disebut artesunate, lebih efektif dan lebih mudah dipakai daripada kina. Kina adalah obat malaria murahan yang sering dipakai di negara-negara miskin. Menurut Organisasi Kesehatan Sedunia, WHO, sekitar 240 juta orang di dunia kena malaria setiap tahun dan penyakit ini merenggut lebih dari 850,000 nyawa setiap tahun, kebanyakan anak-anak. Kebanyakan pasien malaria terdapat di Afrika. Setiap 45 detik anak di Afrika mati karena malaria. MSF mengatakan, sekitar delapan juta penyakit malaria ringan setiap tahun berubah menjadi malaria berat. Malaria berat ini merusak organ pasien seperti otak, paru-paru, ginjal atau pembuluh darah. Obat baru artesunate, bisa menyelamatkan pasien malaria berat. Obat ini lebih aman, lebih mudah dipakai dan lebih efektif daripada kina. Demikian jurubicara Organisasi Dokter Nirbatas, MSF. * PEMBERONTAK LIBIA BELA MISRATA TUNIS/BERLIN, 19 April (Reuters) - Pemberontak di kota Misrata, Libia, berupaya bertahan menghadapi tank-tank dan penembak jitu di jalanan. Perang di kota selalu menguntungkan pembela kota. Dalam hal ini pemberontak dapat menggunakan pengetahuan lokal mereka untuk menyerang musuh. Pemberontak di Misrata memblokir jalanan dengan truk berisi pasir dan mengisolasi serta melumpuhkan penembak-penembak yang setia terhadap pemimpin Libia Muammar Gaddafi melalui tembakan yang dilepaskan dari atap rumah. Pemberontak di Misrata berupaya sekuat tenaga mempertahankan benteng yang terbesar dan terakhir di Libia barat. Tapi nasib Misrata tergantung keberhasilan pemberontak mencegah musuhnya masuk atau merebut pelabuhan Misrata. Pelabuhan adalah tali penolong bagi warga sipil yang terjebak dan jalan masuk bagi bantuan pangan, obat-obatan dan bila perlu juga untuk senjata dan amunisi. "Menguasai pelabuhan sangatlah penting, karena tanpa itu pemberontak tidak mungkin bertahan", kata seorang analis di Royal United Service Institute, Inggris. * TAKTIK TALIBAN BERUBAH DARBISHAN, Afghanistan, 19 April (Reuters) - Pemerintah Afghanistan dan pasukan asing harus bersiap-siap menghadapi Taliban yang akan meningkatkan serangannya melalui aksi bunuh diri dan pembunuhan di kota, karena mereka mengubah taktik menjadi terorisme 'yang sangat terfokus'. Hal ini diungkapkan duta besar Amerika Serikat. Karl Eikenberry dalam wawancara dengan kantor berita Reuters mengatakan tiga serangan dalam empat hari menunjukkan perubahan strategi menyusul kekalahan terhadap pasukan internasional dan keamanan Afghanistan. Serangan Taliban Senin kemarin menewaskan dua orang di Kementerian Pertahanan Afghanistan. Itu adalah serangan ketiga terhadap instalasi-instalasi yang mempunyai faktor keamanan tinggi dalam waktu empat hari. Jumat lalu, pelaku bom bunuh diri berpakaian seragam polisi membunuh Jenderal Khan Mohammed Mujahid, kepala polisi Kandahar. Sementara pelaku bom bunuh diri lainnya membunuh lima anggota NATO Sabtu lalu dalam suatu serangan terparah bulan-bulan belakangan. Pemimpin kuat sudah lama menjadi sasaran pemberontak. Mujahid adalah kepala polisi ketiga yang dibunuh sejak tahun 2005. * PENJUALAN MINYAK DARI WILAYAH PEMBERONTAK LIBIA ROMA, 19 April (Reuters) - Bulan depan negara-negara Barat dan Timur Tengah mengadakan pertemuan di Roma, Italia, guna mencari jalan menjual minyak dari wilayah pemberontak Libia di pasar dunia. Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Italia, Franco Frattini. Setelah berbicara dengan Mustafa Abdel Jalil, kepala Dewan Transisi Nasional Sementara, Frattini mengatakan para pemimpin akan mencari jalan "untuk mengijinkan penjualan produk minyak, yang diproduksi di Cyrenaica oleh produsen dan pemasok. kepada pembeli internasional". * MISRATA DIBOM LAGI TUNIS, 19 April (Reuters) - Pasukan yang setia terhadap Muammar Gaddafi kembali membom Misrata Selasa ini. Korban pemboman dibawa ke rumahsakit. Hal ini disampaikan oleh Amnesty International di Misrata, Libia barat. * DAMPAK KERUSUHAN NIGERIA MULAI KELIHATAN KANO, Nigeria, 19 April (Reuters) - Tentara berpatroli di jalan-jalan Nigeria utara yang penduduknya mayoritas Muslim. Pihak regu pemberi bantuan mulai memeriksa dampak kerusuhan mematikan. Kerusuhan pecah menyusul kemenangan Presiden Goodluck Jonathan. Organisasi Palang Merah Nigeria mengatakan banyak orang tewas, ratusan luka-luka dan ribuan mengungsi akibat protes di Nigeria utara yang digelar pendukung saingan Jonathan, yaitu Muhammadu Buhari, bekas pemimpin militer. Menurutnya hasil pemilu curang. Gereja, rumah dan toko-toko dihancurkan pendukung Buhari. Regu pemberi bantuan mengatakan tidak bisa menjangkau daerah yang paling berat diserang dan belum bisa menghitung jumlah korban tewas. "Sebagian besar pusat Kano sudah tenang, tapi kami belum menjangkau beberapa wilayah", kata Musa Abdullahi dari Organisasi Palang Merah. Penduduk Kristen kota Kano dan Kaduna di Nigeria utara yang mencari perlindungan di barak-barak militer dan polisi, menyalahkan Buhari karena partainya tidak mau menerima hasil pemilihan yang menunjuk Jonathan sebagai pemenang. Jonathan meraih 59 persen suara. * GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SETAHUN PASCA BENCANA MINYAK, AMERIKA TOLAK BELANDA Johan van der Tol Rabu (19/04), tepat setahun lalu terjadi bencana platform minyak Deepwater Horizon di Teluk Meksiko. Waktu itu, Belanda juga menawarkan bantuan untuk menangani bencana ini. Setahun kemudian bisa disimpulkan bahwa keahlian Belanda disia-siakan. Penyia-nyiaan ini dimulai ketika Amerika langsung menolak tawaran perusahaan Belanda Koseq untuk memasok mesin penyaring minyak. Waktu itu, penolakan ini menarik perhatian banyak media. Tom Achterberg, manajer proyek di Koseq: "Saat itu tangan kami langsung gatal ingin membantu. Kami telah menyiapkan mesinnya, dan dalam beberapa hari kami bisa mulai bekerja membersihkan minyak. Namun jika sekarang menengok ke belakang, saya mengerti sudut pandang mereka. Mereka meremehkan bencana ini. Dan saya juga mengerti kalau awalnya mereka ingin menggunakan alat dan teknik sendiri." Tak ada pesanan ekstra Toh akhirnya Koseq memasok 22 mesin penyaring minyak ke Amerika, dengan begitu 11 kapal Amerika yang bekerja di Teluk Meksiko bisa diistirahatkan. Mesin-mesin penyaring minyak itu harus secepat kilat diproduksi oleh Koseq, yang dalam situasi normal hanya memproduksi empat mesin per tahun. Enam dari mesin-mesin penyaring itu ditarik kembali dari Rijkswaterstaat, salah satu klien Koseq. Itu adalah promosi bagus bagi perusahaan Koseq, baik di Belanda, di Amerika, maupun di seluruh dunia. Anda akan berpikir bencana macam itu meningkatkan pesanan mesin penyaring minyak - bahwa berbagai perusahaan minyak dan negara tersadar, untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana minyak mereka harus memiliki mesin semacam ini. Namun itu salah, kata Achterberg. "Nyatanya, perusahaan tidak mau langsung menginvestasikan uang untuk hal-hal dari mana mereka tak akan mendapatkan keuntungan langsung. Benar-benar harus ada aturan dari pemerintah yang mewajibkan perusahaan memiliki alat macam ini. Selama tak ada aturan tegas, perusahaan tak akan membelinya." Achterberg berharap, aturan macam ini akan diterapkan di Amerika dan di negara-negara lain. Pengalaman Istimewa Ketika Amerika setuju dengan pemasokan mesin penyaring minyak, prosesnya juga cepat, kata Achterberg. "Langsung ada pesawat Antonov untuk mengangkut mesin." Koseq memimpin operasi penyaringan minyak di Teluk Meksiko. Itu adalah pengalaman istimewa. Amerika punya Jones Act, aturan yang menentukan bahwa yang boleh bekerja di perairan Amerika hanya kapal dan awak Amerika. "Kami hanya boleh memberi petunjuk - namun tak boleh langsung bekerja sendiri." Aturan Jones Act ini mengecewakan pihak lain, seperti lembaga penelitian Deltares dan perusahaan kapal pengeruk Van Oord. Mereka datang ke sana dan berencana membangun puluhan kilometer tanggul pasir dalam tiga minggu untuk melawan lumpur minyak. Tanggul ini juga bisa menawarkan perlindungan terhadap banjir pasca badai besar seperti Katrina. Perlindungan pasar yang aneh Toh akhirnya Amerika mengambil-alih sebagian besar rencana, kata Bert Groothuizen, juru bicara Van Oord. Amerika tidak tertarik menggunakan keahlian perusahaan Belanda. Menurut perusahaan pengeruk ini, Amerika menerapkan "perlindungan pasar yang aneh," padahal negara paman Sam ini selalu omong besar soal pasar bebas. Menurut Groothuizen, warga Amerika Serikat sekarang mempertanyakan secara kritis mengenai kualitas dan biaya tanggul yang mereka bangun sendiri. Setahun kemudian, Van Oord masih terkejut dan sedikit kesal dengan penolakan Amerika. "Kami bisa terus mendesak, namun jika Amerika terus menolak - seperti yang mereka lakukan selama puluhan tahun - mereka akan kehilangan teknik paling ekonomis, modern dan efisien dalam menangani proyek-proyek macam ini. So be it. Itu kan uang mereka. Jika mereka ingin membayar dua kali lipat lebih mahal, ya biarkan saja." * GEMA WARTA TOPIK BELANDA: ANAK EKSPAT DI SEKOLAH INTERNASIONAL DI BELANDA Maurice Laparliere Mempersiapkan ujian ketika tank-tank berlalu lalang di jalanan. Bagi banyak anak-anak ekspat Belanda, dunia Arab saat ini bukanlah tempat ideal. Sekolah-sekolah internasional di Belanda menyisihkan tempat untuk anak-anak itu sehingga mereka bisa melanjutkan proses belajar. Dengan suami dan tiga anak, Fokkelien Spaander harus cepat-cepat meninggalkan Libia. Sekembalinya di Belanda, ia harus segera mencari sekolah untuk anak-anaknya, hal yang tidak mudah. Namun ia berhasil dalam waktu 48 jam sesudah menelpon kanan kiri dan mengunjungi sekolahan-sekolahan. Joshua dan Ruben, kedua anak tertua, sekarang sekolah di The British School. 'Setiap hari mereka naik kereta api ke Voorschoten. Beda dengan sekolah mereka di Libia, di mana mereka diantar jemput. Pendek kata: mereka harus menjadi lebih dewasa dalam beberapa hari. Tapi mereka diterima dengan baik.' Penuh kejutan Tiba-tiba dalam beberapa pekan ini sudah ada 14 anak yang menanti di kantor kepala sekolah Paul Ellis. Mereka harus segera duduk di kelas, kalau bisa besok hari karena ujian sudah di ambang pintu. Ellis tetap tenang. 'Kita sudah berpengalaman selama 70 tahun. Kehidupuan ekspat memang tidak menentu.' Bahan pelajaran sesuai dengan kurikulum sekolah inetrnasional lainnya. Namun dibutuhkan perhatian memadai bagi kesejahteraan 2000 siswa sekolah itu, demikian Ellis. 'Misalnya saja hewan piaraan. Mereka ini tidak bisa dibawa kembali ke Belanda dan ini bisa berarti sangat banyak dalam kehidupan seorang anak. Kita bisa saja tertawa mengenai ini, tapi bagi seorang anak, binatang piaraan juga dipandang sebagai anggota keluarga. Saya mengatakan kepada staf: sebagai sekolah kita harus terbuka mengenai hal ini.' Perubahan tiba-tiba Perubahan yang tiba-tiba ini juga perlu diperhatikan. 'Menegangkan, banyak adrenalin yang keluar. Semuanya berjalan begitu cepat. Seorang anak memainkan peranan pasif, tidak memiliki suara dalam keputusan yang diambil. Reaksi terhadap pelbagai perubahan yang terjadi baru muncul kemudian.' Duncan Crawford, dosen bahasa Inggris dan mentor, awas terhadap sinyal-sinyal yang menunjukkan hal-hal yang sedang berkecamuk dalam pikiran anak. 'Seringkali hanya petunjuk kecil. Pekerjaan sekolah yang dikerjakan dengan cara yang tidak biasa. Sebuah topik pelajaran yang tiba-tiba menimbulkan diskusi. Seperti teka teki saja.' Sekolah juga memberi perhatian pada murid-murid yang pernah trauma sebelumnya. Kisah para siswa pendatang baru ini kemungkinan bisa memicu kembali ingatan murid-murid itu. Paul Ellis: 'Tapi kami juga pernah lakukan sebelum kerusuhan di Timur Tengah. Itu harus karena di sini ada 90 nasionalitas.' Perpisahan santun Alexandra (17) butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Ketika kerusuhan terjadi di Mesir, ia tidak bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi ujian sekolah menengah. 'Saya nyaris tidak belajar. Orangtua berpendapat lebih baik pindah ke Belanda. Memang sesudah musim panas ini, ia ingin melanjutkan kuliah kedokteran di Belanda. Namun pertama-tama ijazah dulu, demikian Alexandra. Ia menyadari sesudah itu ia masih harus menghadapi kehidupan lamanya. Tidak ada waktu untuk melakukan perpisahan dengan teman-temannya di Mesir. 'Saya tiba-tiba harus pergi. Saya ingin mengoreksinya.' * TINJAUAN PERS 19-04-2011: INDONESIA MASIH PENTING UNTUK BELANDA Koran Belanda Trouw, adalah koran kristen protestan yang sering menurunkan artikel ihwal negara-negara berkembang. Kali ini Trouw memberitakan analisa kritis para pakar pembangunan yang mengomentari kebijakan baru pemerintah Belanda dalam hal bantuan pembangunan. Belanda sedang menerapkan penghematan besar-besaran jadi perlu mencoret daftar negara-negara yang mendapat bantuan. Para pakar mengritik habis-habisan daftar ini, karena disusun tanpa analisis, tidak ada persyaratan dan kerangka yang logis masuk akal. Komisi kerjasama pembangunan parlemen Belanda mengundang mereka mengomentari kebijaan baru pemerintah Belanda. Dalam suasana ekonomi kritis persyaratan utama pemberian bantuan ini adalah kepentingan Belanda, terutama dibidang ekonomi. Belanda dulu lain dari sekarang, negara ini berubah dari negara yang solider dengan dunia ketiga menjadi negara yang terfokus pada situasi dalam negeri sendiri. Masih banyak yang harus diperbaiki dalam kehidupan sosial di Belanda. Bagaimana dengan bilangan kota yang dikategorikan bermasalah karena dihuni oleh pendatang non barat. Selesaikan masalah ini dulu sebelum membantu luar negeri. Itulah yang bisa kita dengar dalam komentar media Belanda dan umum. Belanda kini menarik diri dari negara yang berwawasan luas ke manca negara, menjadi negara yang terfokus ke dalam. Itulah yang juga didkukung oleh partai nya Geert Wilders PVV yang anti pendatang asing. Semboyan politik mereka batasi jumlah migran yang masuk, dan ingin kembali ke suasana dulu di mana tidak ada masalah multi etnik. Sikap itu juga tercermin dalam kebiajakan baru bantuan ke negara-negara berkembang. Trouw mengutip tokoh forum World Conector, Herman Wijfels yang adalah mantan ketua serikat majikan Belanda. Ia memberikan kriteria jelas untuk pemilihan negara-negara penerima bantuan Belanda: air, keamanan dan keadilan hukum, pangan dan kesehatan di bidang seksualitas dan kelahiran. Posisi ibu penting dalam hal ini. Kepentingan Belanda yang difokuskan bermacam ragam, di Afghanistan dan Mali, keamanan internasional, ancaman terorisme. Di Ghana dan Mozambique kepentingan ekonomi, dan di Indonesia adalah hubungan tradisional antara kedua negara yang tercermin dari besarnya perhatian untuk Indonesia di Belanda. Hubungan yang di sisi lain sering krisis misalnya ada kaitannya dengan RMS yang sampai membatalkan kunjungan presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Belanda. Lalu mengapa Yaman yang adalah tempat bersarangnya al-Qaidah termasuk negara yang menerima, padahal Mesir dicoret. Aneh padahal reformasi di negara ini meniup angin segar dan patut didukung, demikian Trouw. Rupanya emosi pertama di Belanda yang mendukung proses perubahan di Mesir menghilang, dilupakan saja. Posisi baru ini menggambarkan belum jelasnya kebijakan Belanda dalam bidang kerja sama pembangunan yang membawa Belanda dulu ke citra harum, sebagai negara yang paling besar sumbangannya kepada dunia berkembang dalam memerangi kemiskinan. * GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: APA TANGGAPAN ORANG INDONESIA TERHADAP PROSES WILDERS? Di Belanda sedang berlangsung proses pengadilan Geert Wilders, politikus kanan populis. Ia dituduh menghina orang Islam. Lalu apa tanggapan warga Muslim Indonesia di Belanda terhadap proses pengadilan yang sering menjurus ke adegan sinetron. Kita jumpai Sujadi yang meneliti warga muslim Indonesia di Belanda. Masalahnya cukup menggelitik, karena menyangkut agama, dalam hal ini agama islam yang oleh Wilders dipisahkan dari penganutnya. Pengadilan mencoba menjerat Wilders dengan 3 tuduhan: menyebarkan kebecian terhadap umat islam, kemudian pelecehan terhadap agama, dan yang ketiga tentang diskriminasi. Demikian Sujadi. Yang penting tuduhan kebencian dan pelecehan agama Islam karena disinilah Islam dipisahkan dari penganutnya. WIlders bermain dari segi ideologi, mengatakan Islam buka agama saja tapi juga ideologi. Sujadi beranggapan Geert Wilders coba mendikriminasikan orang islam. Orang islam diutak-utik kepercayaannya. Jadi ia menyinggung perasaan orang islam. dan Wilders membikin sebuah show dari proses ini, ulur waktu dengan berbagai cara. Hakim harus jujur bahkan ada yang diganti. Wilders sekedar bermain politik, ia tidak menggubris tuduhan pengadilan bahwa ia menyebar kebencian, walaupun masih dalam periode praduga tak bersalah. Memang ada hal yang mencolok, Belanda memilki informasi yang cukup tentang Islam tapi praduga terhadap Islam besar juga. Sujadi membandingkan politik Islam jaman kolonial yang dirumuskan Snouck Hugronje. Ia coba memilah-milah islam politik dan agama. Kalau di Belanda saat ini lebih parah, karena yang dihantam Islamnya sendiri, karena Islam dituduh tidak bisa mengikuti kehidupan di barat. Tapi yang mencolok juga islam di Belanda tidak dikaitkan dengan orang Indonesia, yang dianggap Islam di Belanda adalah para pendatang Marokodan Turki. Memang benar demikikan Sujadi, hal ini disebabkan Islam di Timur Tengah memperlihatkan sisi yang begitu keras. Secara historis orang islam di Indonesia diangap tidak menganut ajaran yang frontal dan keras. Sebutannya Islam pinggiran atau "periferal". Beda dengan Islam Timur Tengah. Orang terkadang hanya melihat Islam Timur Tengah saja. Inilah yang juga menjelaskan pujian barat terhadap Islam dan demokrasi di Indonesia. Demkorasi barat itu, sesuai dengan islam yang menekan pada spirit, bukan formalitas seperi di Timur Tengah, yang memerlukan kata-kata dari al-Qur'an. Tapi sering spiritnya tidak dipakai. Tidak hanya barat yang kagum tapi juga Mesir setelah revolusi ingin mencontoh Indonesia. Mereka memiliki histori yang panjang dan adalah pertemuan berbagai negara besar. Mengapa demokrasi tidak berhasil di sana. Di Indonesia jelas, negara tidak memilih agama sebagai dasar negaranya. Tapi dalam kehidupan bernegara Indonesia menggunakan agama, itulah sebabnya ada departemen agama. In bedanya dengan Turki misalnya yang tidak memiliki departemen agama. Sementara Teguh Sugihartono dari anggota Groen Links Belanda, tidak bisa meramalkan hasil persidangan. Menurut Teguh, pengacara Wilders Bram Mosckowitz berupaya dengan segala cara supaya tidak harus membela kliennya berdasarkan muatan kasus. Antara lain dengan mencoba membuktikan bahawa para hakim tidak independen atau berpihak. Mosckowitz sudah tiga kali mencoba, yang pertama kali disetujui, namun yang terakhir ditolak. Jadi prosesnya akan berjalan alot. Demikian Teguh. Wilders Bukan Belanda Namun tetap saja ini merupakan tanda bagus, karena dunia luar bisa melihat bahwa pendapat Wilders ya milik Wilders sendiri, dan bukan berarti pendapat Belanda. Yang orang sering lupa,dari perolehan kursi saja, jumlah kursi yang dimenangkan Wilders di parlemen hanya 26, sementara 124 sisanya bukan milik partainya, PVV. Teguh melanjutkan, kekuatirannya adalah bahwa Wilders akan semakin besar. Jika kondisi ekonomi semakin kacau dan memburuk, bisa jadi pengaruhnya akan semakin kuat, karena akan semakin banyak orang Belanda yang semakin takut akan para pendatang. Itu yang ditakuti. Secara pribadi Teguh sendiri tidak merasa tersinggung akan ungkapan-ungkapan atau komentar-komentar Wilders, namun prihatin. Teguh senang tinggal dan bekerja di Belanda, punya banyak teman Belanda yang baik. Awalnya memang tidak demikian, tapi setelah 9 tahun tinggal di Belanda, dia jadi lebih perhatian akan Belanda dan punya rasa 'sayang' tersendiri. Indonesia Tidak Didiskriminasi Teguh sendiri tidak pernah merasa terdiskriminasi. Karena latar belakangnya sebagai orang Indonesia yang berpendidikan dan punya pekerjaan baik. Sayangnya tidak demikian dengan mereka yang berasal dari Maroko atau Afrika, tidak punya pekerjaan, dan mendapat tunjangan dari pemerintah. Belum lagi jika ditambah dengan mengenakan jilbab, sudah terbukti kalangan ini memang didiskriminasi. Walaupun tidak pernah didiskriminasi langsung, Teguh tidak akan berpangku tangan saja, karena menurutnya perubahan berlangsung secara bertahap. Saat ini hanya berupa pembatasan kebebasan beragama, berikutnya tentu lebih keras lagi. Menurut Teguh, citra Belanda sebagai negara yang toleran dan terbuka, sangat dirugikan oleh hal ini. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
