---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 03 Mei 2011 14:50 UTC



** GEDUNG PUTIH RAGU PUBLIKASI FOTO OSAMA

** NATO SAPU BERSIH RANJAU LIBIA

** POLISI JEPANG KUMPUL DNA

** GEMA WARTA, TINJAUAN PERS: PENDAPAT BERBAGAI PAKAR PASCA TEWASNYA OSAMA BIN 
LADEN

** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: TANPA KEBEBASAN PERS TAK ADA HAM

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PERS INDONESIA MASIH JAUH DARI LAYAK

** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: BIN LADEN, KEPALA ULAR YANG TERPENGGAL

** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: REAKSI CAMPUR TIMUR TENGAH ATAS KEMATIAN 
BIN LADEN

** GEMA WARTAM TOPIK INTRENASIONAL: BALASAN GERAKAN RADIKAL ATASKEMATIAN BIN 
LADEN 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TAPOL IRAN SIAMAK POURZAND MEMILIH MATI



* GEDUNG PUTIH RAGU PUBLIKASI FOTO OSAMA

Kepala penanggulangan teror Gedung Putih John Brenan, menyatakan dinasnya akan 
melakukan segala sesuatu yang perlu untuk membuktikan bahwa Osama bin Laden 
benar-benar tewas. Namun publikasi foto-foto ini membutuhkan pertimbangan lebih 
lama. Gedung Putih meragukan mempublikasikan foto-foto tewasnya Osama, namun 
berbagai anggota parlemen penting meminta foto-foto ini dipubikasikan sebagai 
bukti tewasnya pemimpin Al Qaedah ini. Mike Rogers, ketua komisi intel parlemen 
Amerika Serikat menyatakan, perlu dibuktikan Osama diperlakukan sebagai mana 
mestinya, sehingga tidak ada masalah dengan negara-negara lain. Di samping itu 
perlu dihindari keraguan bahwa Osama benar tewas.


* NATO SAPU BERSIH RANJAU LIBIA

Kapal-kapal penyapu ranjau Nato mulai membersihkan ranjau di pelabuhan kota 
Misrata di Libia. Belanda ikut serta dengan satu kapal penyapu ranjau: Hr.Ms. 
Haarlem. Jum'at pekan lalu fregat Prancis menemukan ranjau laut. Pelayaran 
kapal-kapal biasa dihentikan. Dua ranjau laut berhasil dibersihkan, namun yang 
ketiga masih dicari


* POLISI JEPANG KUMPUL DNA

Untuk mengidentifikasi korban gempa dan tsunami, polisi Jepang mendirikan 
database DNA untuk mayat-mayat para korban. Polisi mengumpulkan contoh DNA dari 
keluarga dan milik mereka yang setelah dua bulan masih dinyatakan hilang. DNA 
ini akan dicocokkan dengan mayat yang belum diidentifikasi. 11 ribu orang masih 
dinyatakan hilang, 15 ribu tercatat sebagai korban tewas. Identifikasi lewat 
DNA sampai sekarang hanya dilakukan dalam jumlah kecil. Namun keadaan 
mayat-mayat begitu buruk sehingga identifikasi lewat ciri-ciri fisik tidak 
mungkin.


* IKHWANUL MUSLIMIN ANCAMAN BAGI ISRAEL

Gerakan Islam ortodoks di Mesir ini mendirikan partai politik, Partai Kebebasan 
Dan Keadilan. Gerakan ini tadinya dilarang puluhan tahun. Mereka mengharapkan 
meraih sepertiga dari 508 kursi dalam parlemen Mesir. Mohamad Hussein, 
sekretaris jenderal partai baru menyatakan partainya bukan partai Islam. 
Undang-undang dasar Mesir melarang partai politik yang berlandasan agama. 
Israel menganggap perkembangan revolusi di Mesir sebagai ancaman. Demikian 
atase militer kedutaan besar Israel di Den Haag, Uri Halperin, yang menambahkan 
gerakan radikal muslim ini sangat anti Israel. Ia meramalkan partai baru ini 
akan meraih banyak kursi dalam pemilu mendatang. Pada tahun 1979, Israel dan 
Mesir menandatangani perjanjian perdamaian..


* KORBAN PEREMPUAN BUKAN ISTRI OSAMA

Korban perempuan yang ditemukan tewas dalam rumah yang diserbu tentara Amerika 
ternyata bukan istri Osama Bin Laden sebagaimana dikatakan  penasehat terorisme 
Gedung Putih John Brennan. Ia menyatakan selain istri Osama, perempuan ini juga 
dimanfaatkan sebagai tameng hidup ketika serangan terjadi. Salah satu sumber 
menyatakan perempuan ini bukan istri Osama namun istri Osama hanya luka-luka 
saja. Gedung Putih juga menyangkal istri Osama dipakai sebagai tameng hidup. 
Istrinya luka-luka dan berada di dekat Osama..


* SERUAN UNTUK MEMBALAS PUTERA GADAFFI

Putera Gadaffi, Saif al-Arab bersama tiga cucu Gadaffi yang tewas dalam 
serangan udara NATO dimakamkan di Tripoli. Sekitar 2 ribu orang hadir di 
pemakaman ini, mereka menyerukan akan membalas kematian para kroban. Gadaffi 
sendiri tidak hadir. Saif al-Arab Gadaffi berusia 29 tahun dan jarang tampil di 
depan umum. Ia kuliah di Jerman beberapa waktu lalu.


* KORBAN TORNADO DI SELANDIA BARU

Dua orang tewas dan 20 luka-luka di bilangan kota satelit Auckland yang dilanda 
tornado. Angin lesus ini tiba-tiba berhembus dan menyebabkan kerusakan hebat. 
Gedung-gedung runtuh, pohon-pohon tumbang dan mobil-mobil dijungkir balik. 
Setiap tahun Selandia baru dilanda 20 tornado, namun sebagian besar berkekuatan 
kecil dan jarang meminta korban tewas..


* PENDAPAT BERBAGAI PAKAR PASCA TEWASNYA OSAMA BIN LADEN

Peristiwa besar seperti  terbunuhnya Osama bin Laden selalu disorot mendalam 
dan luas oleh media.  Untuk itu pers biasanya memanfaatkan pendapat para pakar. 
Menarik untuk menengok berbagai pendapat dan analisis.

Pakar hukum internasional Belanda Gert Jan Knoops berpendapat pembunuhan Bin 
Laden di Pakistan oleh tentara Amerika sebenarnya melanggar hukum 
internasional. Berdasarkan teori  hukum internasional, memasuki negara asing 
untuk menyingkirkan seorang teroris pada prinsipnya tidak boleh. 
Knoops menyebut berbagai aturan main hukum internasional  seperti  penangkapan 
dan ekstradisi. 

Tapi, tambah Knoops, Amerika melihatnya berbeda. Amerika menganggap ini adalah 
situasi perang yaitu perang melawan Al Qaidah. Jadi perang  boleh terjadi di 
mana-mana termasuk di negara lain.

Tapi Knoops berpendapat, ini sebenarnya bukan perang. Menurut dia, semestinya 
Osama ditangkap dan diadili. Keadilan itu begitu, katanya. Tapi Knoops 
menyadari, sebenarnya tidak ada pengadilan internasional untuk mengadili Bin 
Laden. Tapi, lanjutnya, mestinya teroris kelas kakap itu bisa diadili di 
Amerika, oleh hakim federal. Demikian tandas Knoops kepada Radio 1, radio 
publik Belanda. 

Mengenai  sikap Pakistan juga banyak dibahas. Banyak orang bertanya apakah 
negeri Islam itu selama ini tahu tempat persembunyiaan Bin Laden. Banyak orang 
menganggap aneh kalau pemerintah Pakistan, atau dalam hal ini dinas 
intelijennya, tidak tahu sama sekali Bin Laden bersembunyi di vila di tengah 
kota.

Kecurigaan terhadap Pakistan terutama terhadap Dinas Intelijennya wajar. 
Masalahnya, di masa silam upaya  penangkapan Bin Laden pernah gagal, karena 
dinas intelijen Pakistan memberi Bin Ladin sehingga ia bisa menghindar. Oleh 
karena itu wajar kalau kali ini Amerika tidak memberi tahu sama sekali pihak 
Pakistan tentang operasi penyergapan vila Bin Laden kemarin.  

Vogelenzang, seorang pakar Afghanistan dan Pakistan, memperingatkan agar jangan 
langsung mengatakan bahwa semua pemimpin Pakistan tahu tempat persembunyiaan 
Bin Laden.  Ia menjelaskan, pemerintah Pakistan, dan apalagi orang Pakistan, 
berbeda-beda. Mungkin saja ada yang tahu keberadaan Bin Laden, tapi banyak juga 
yang tidak tahu. Tapi Presiden Pakistan Ali Zardari tidak tahu sama sekali 
tempat persembunyian Bin Ladin, tambahnya. Jadi jangan menyamaratakan 
pemerintah dan orang Pakistan, tandas Vogelenzang. 

Ditanya apa dampak pembunuhan Bin Ladin ini untuk masa depan, Vogelenzang 
mengatakan, perasaaan anti Amerika akan bertambah kuat. Kebenciaan terhadap 
Amerika yang selama ini tidak pernah berkurang di kalangan masyarakat Pakistan, 
akan meningkat. Dan ini bisa menyebabkan peningkatan serangan teroris di masa 
mendatang. Demikian tandas Vogelenzang di acara televisi Belanda Niewsuur. 

Masih banyak sekali analisis para pakar terutama mengenai dampak tewasnya Bin 
Ladin. Dapat disimpulkan, mayoritas mengatakan, meski  simbol terorisme  di 
abad ke 21 ini telah tewas, namun ini tidak berarti terorisme segera berakhir. 

Demikian tinjauan pers.


* TANPA KEBEBASAN PERS TAK ADA HAM
"Jika tak ada jurnalis, HAM pasti akan dilanggar." Demikian Afshin Ellian yang 
22 tahun lalu melarikan diri dari Iran ke Belanda sebagai pencari suaka. Ia 
tahu sekali arti kebebasan pers. Menurutnya, "Hari Kebebasan Pers lebih penting 
ketimbang Hari Buruh." Laporan Johan van der Tol 
Publisis dan filsuf hukum Afshin Ellian boleh menyebut diri sebagai Duta 
Kebebasan Pers tahun ini.  Secara khusus ia meminta perhatian untuk rekan 
senegaranya, Hengameh Shahidi. Jurnalis perempuan ini diganjar hukuman penjara 
bertahun-tahun pasca protes massal menentang hasil pemilu presiden pada musim 
semi 2009. Keadaannya di penjara Evin, Teheran, sangat memprihatinkan. Menurut 
Ellian, ia dan dunia Barat bisa mengubah nasib Shahidi.
Afshin Ellian"Rezim di Teheran mengawasi dengan sangat ketat. Juga untuk 
tulisan-tulisan saya. Dari sumber-sumber terpercaya saya mendengar bahwa rezim 
secara rutin menerjemahkan artikel-artikel saya dari Belanda, lalu mengirimnya 
ke Teheran. itu terjadi karena saya bisa mempengaruhi pendapat publik, yang 
tentu saja negatif untuk rezim. Teheran tak punya terlalu banyak teman di dunia 
dan mereka butuh Eropa untuk berbagai aktivitas ekonomi. Tiap tahun, misalnya, 
Iran mengadakan perdagangan senilai hampir semiliar euro dengan Belanda."
Ellian, yang akibat pernyataan terbukanya soal islam harus mendapatkan 
perlindungan khusus, sebelumnya pernah membuat para muslim marah, salah satunya 
karena menyebut islam "kerusakan struktural" yang "selama 1400 tahun menguasai 
semua aspek pendidikan, budaya, ekonomi, politik, dan pergaulan."
Menghina
Di matanya, agama, seperti islam dan kristen, menghalangi kebebasan pers.
 Afshin Ellian : "Islam dalam bentuk murninya dan kebebasan pers sulit 
dijajarkan. Itu juga berlaku untuk kristen. Agama mengklaim kebenaran sejati. 
Jadi, apa pun yang ditulis seorang jurnalis bisa dianggap penghinaan. Lama 
sekali sebelum Vatikan mengakui kebebasan pers. Itu juga berlaku untuk islam."
Toh Ellian cenderung menghubungkan pembungkaman terhadap pers dengan 
totaliterisme sejumlah rezim, dan bukan dengan agama. Tapi, menurutnya, 
tentangan terhadap kebebasan pers muncul "Baik dari agama, komunisme, atau hal 
lain. Bahkan, pada 2009 berkontak dengan jurnalis asing dilarang hukum di Iran, 
sama seperti di Tibet dan Korea Utara."

Mengungkap kebenaran
Menurut Ellian, wartawan harus melakukan "dekonstruksi," untuk bisa mengungkap 
kebenaran serta memperingatkan ketika keadilan tidak ditegakkan. Provokasi juga 
terkadang dibutuhkan untuk menangani "kebenaran" yang ada, imbuh Ellian.

Afshin Ellian : "Itu juga dilakukan orang Eropa selama perang salib dan zaman 
keemasan pada abad 17 dan 18. Sekarang, keadaan islam sama saja, tidak membaik. 
Memang tidak ada perang antara Islam dengan Barat, namun perang di 
negara-negara islam tetap berlangsung. Terkadang perang benar-benar dilakukan 
dengan senjata, terkadang hanya dengan pena".

Ketakutan akan skype
Menurut duta besar kebebasan pers, Ellian, jumlah ancaman terhadap jurnalis 
meningkat di seluruh dunia. Ini karena jurnalis semakin kuat dan bisa dengan 
cepat melaporkan berita. 

Afshin Ellian : "Sekarang Anda bisa langsung atau hanya dalam hitungan menit 
melaporkan sesuatu. Melalui skype atau teknologi canggih lainnya. Ini adalah 
fenoma mengerikan bagi para diktator." Dengan demikian bahaya bisa datang dari 
negara atau penguasa lainnya. "Misalnya saja kartel obat bius di Meksiko atau 
mafia Italia."

Menurut Ellian, Hari Kebebasan Pers sangatlah penting. "Para sosial-demokrat 
pasti akan tersinggung mendengar pendapat saya, tapi menurut saya Hari 
Kebebasan Pers lebih penting daripada Hari Buruh. 1 Mei adalah hari nostalgia, 
dulu hal ini penting, tapi sekarang tidak lagi. Hak mogok kerja serta 
lingkungan kerja, semuanya sudah diatur dalam undang-undang. Namun hari paling 
penting bagi demokrasi dan hak azasi manusia adalah Hari Kebebasan Pers. Jika 
tidak ada jurnalis, hak azazi pasti akan dilanggar."

Kader
Afshin Ellian (45) lahir di Teheran. Sebagai seorang aktivis politik kematian 
mengancamnya di Iran. Ellian melarikan diri tahun 1993 ke Pakistan, dan melalui 
Afganistan sampai di Belanda pada 1989. Ellian adalah guru besar sosial kohesi, 
kemasyarakatan, dan multikulturalisme di Universitas Leiden. Ia adalah kolumis 
dan komentator yang banyak dicari, terutama mengenai Islam dan masyarakat 
multikultural. Akibat pernyataan-pernyataannya mengenai Islam, ia mendapat 
perlindungan khusus.


* PERS INDONESIA MASIH JAUH DARI LAYAK

Selasa 3 Mei adalah hari kebebasan pers internasional. Apakah setelah sekitar 
14 tahun reformasi pers Indonesia sudah bebas. Namun, kalau dibandingkan dengan 
pers Belanda, masih banyak yang harus dibenahi di pers Indonesia. Demikian Jojo 
Raharjo, koordinator Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta 
kepada Radio Nederland. 

Dan belakangan ada semacam modus baru untuk mengganggu insan pers. Wartawan 
digoda untuk meliput tindakan teroris. Jojo menceritakan ada seorang anggota 
AJI yang diajak untuk meliput proses pembuatan bom dan ekseskusinya. 

"Dia mendapatkan tawaran dari pelaku yang sekarang ditangkap itu, Iman Firdaus, 
untuk mengabadikan secara ekslusif proses pembuatan bom dan hingga 
eksekusinya." Tapi, lanjut Jojo, kawan ini menolak untuk melakukan itu. 

"Lalu ia memilih untuk melaporkan rencana atau tawaran ini kepada atasannya," 
tandas Jojo. Kemudian supervisornya, sebuah televisi asing yang ada di Jakarta, 
 melaporkan rencana teror tersebut kepada polisi.

Menurut Jojo wartawan tersebut mengambil keputusan yang tepat. Ia juga berharap 
agar masalah tuduhan keterlibatan terorisme terhadap jurnalis ini cepat 
diselesaikan. Jojo juga memuji sikap si wartawan yang menolak tawaran liputan 
eksklusif. 

"Mudah-mudahan di masa mendatang wartawan bisa memilih apa ia harus 
memberitakan secara eksklusif atau harus melaporkan ke polisi, bahwa ini adalah 
kejahatan yang besar yang harus dicegah, " tutur Jojo. Jadi, tambah Jojo,  
kalau ada teroris atau koruptor yang meminta diwawancarai secara tersembunyi 
sebaiknya dilaporkan ke polisi"

"Daripada mewawancarai maka sebaiknya dilaporkan ke polisi. Karena ini adalah 
orang yang dicari-cari," katanya.

Mengenai kebebasan pers secara umum, Indonesia masih jauh dari layak. Menurut 
laporan lembaga Repoters Without Borders tingkat kebebasan pers di Indonesia 
terletak pada peringkat sekitar 150. 

"Namun angka ini  jauh lebih baik dibandingkan dengan misalnya Malaysia dan 
Singapura atau Brunei yang berada di posisi sekitar 160 atau 170," katanya. Di 
negara-negara ini, tambah Jojo, pers masih dikendalikan oleh pemerintah. "Sama 
seperti Indonesia sebelum 1998."

"Tapi kalau dibandingkan dengan Belanda, Indonesia masih harus banyak belajar 
dengan segala kekurangannya," simpulnya.


* BIN LADEN, KEPALA ULAR YANG TERPENGGAL

Reinout van Wagtendonk

Akhir dunia. Demikian perasaan Yvonne Simons ketika menara kembar World Trade 
Center ambruk pada 11 September 2001. Ia harus lari menyelamatkan diri. 
Perempuan Belanda yang tinggal di New York ini emosional mendengar berita 
kematian Osama bin Laden.

Yvonne Simons baru saja mendengar berita itu sejam lalu. Di tengah-tengah 
cucuran air mata, ia berupaya menggambarkan perasaannya, "Sebelumnya saya tak 
menyadari kalau hal ini masih bisa menyentuh saya. Ini sangat pribadi. Apa yang 
dilakukannya telah mengubah jalan hidup saya. Saya sebenarnya tak sudi mengakui 
bahwa Bin Laden telah berhasil mempengaruhi hidup saya."

Jasad
Simons yang lahir dan besar di Belanda selatan beremigrasi ke New York 30 tahun 
silam sebagai pelukis. Sepuluh tahun lalu, ia bekerja di South Street Seaport 
Museum, yaitu museum kapal maritim yang dekat dengan Menara Kembar yang 
dihancurkan teroris al-Qaeda pada 11 September dengan pesawat-pesawat yang 
mereka bajak. Di tengah-tengah kepulan debu yang membumbung tinggi akibat 
ambruknya gedung pencakar langit itu, Simons nyaris tidak bisa bernapas dan 
semua tampak gelap. Menurut perasaannya, abu yang menempel di tubuhnya tidak 
bisa bersih dalam seminggu. "Saya sadar sekali bahwa abu yang menutupi tubuh 
saya juga mengandung sisa-sisa jasad manusia," kata Simons dalam sebuah 
wawancara. "Saya mencuci rambut berkali-kali, terus-menerus."

Sangat senang
Ia sekarang tinggal di sebuah apartemen di State Island, dengan pemandangan 
pelabuhan New York dan pusat kota Manhattan. Simons sementara ini sudah menjadi 
direktur Yayasan Anne Frank cabang Amerika. 

"Ahad lalu saya tidur awal, jadi baru mendengar berita itu ketika menyalakan 
komputer pagi hari," katanya. "Awalnya saya pikir berita itu bohong. Tapi 
sekarang, saya bisa bayangkan keluarga korban 11/9, yang kehilangan orang-orang 
tercinta, akan sangat gembira mendengarnya." 

Suka cita di jalan
Senin, Simons berupaya membandingkan pengalaman traumatisnya pada 11 September. 
"Apa yang saya alami terlalu kecil dibandingkan yang lainnya," katanya sesaat 
sebelum menangis. "Terlalu dini mengatakan bahwa saya lega. Sebenarnya saya 
merasa agak aneh juga untuk bersuka-ria di jalan karena seseorang baru saja 
ditembak mati. Tapi apa yang dilakukannya benar-benar jahat. Bagi saya ini 
seperti seorang Hitler yang dibunuh. Hal ini dapat dikatakan adil."

Direktur Pusat Anne Frank Amerika ini menandaskan apa yang menimpanya pada 11 
September dulu tidak bisa dibandingkan dengan apa yang dialami para korban 
Holocaust Perang Dunia Kedua. Tapi ia mengatakan, pengalamannya pada hari itu - 
serta hari-hari berikutnya - mempengaruhi sikap terhadap pekerjaannya.

Proses
"Saya kehilangan pandangan positif terhadap hidup. Saya belajar bahwa memang 
ada orang-orang jahat yang tidak peduli akan kehidupan orang-orang lain," kata 
Simons. "Jadi saya bisa lebih memahami pertanyaan orang-orang yang pernah 
mengalami kamp konsentrasi serta penganiayaan dalam Perang Dunia Kedua. 
Sebenarnya itu tidak bisa dijawab, tapi saya sendiri juga ingin tahu 'mengapa'? 
Saya juga ingin tahu bagaimana manusia dapat melakukan hal keji kepada manusia 
lainnya."

Pusat Anne Frank Amerika akan pindah ke kantor baru di New York, dekat Ground 
Zero, di mana 3000 orang tewas akibat ulah teroris sepuluh tahun lalu. Selama 
ini Yvonne Simons berupaya menghindari bagian kota itu. Ia masih belum tahu, 
tapi kematian Osama bin Laden akan mempermudahnya berdamai dengan masa lalu. 
"Anda tidak tahu apa yang akan terjadi, bagaimana teroris akan bereaksi," 
katanya. "Tapi setidaknya, kepala ular itu sudah dipenggal."


* REAKSI CAMPUR TIMUR TENGAH ATAS KEMATIAN BIN LADEN

Mohammed Abdulrahman

Berita matinya pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden ditanggapi dengan rasa campur 
aduk di Timur Tengah. Di banyak negara di mana al-Qaeda aktif, berita itu 
ditanggapi dengan napas lega walau tidak ada tanda-tanda sukacita. Sementara, 
para simpatisan al-Qaeda meratapi kehilangan besar bagi Jihad Islam.

Tidak ada komentar resmi dari Arab Saudi, negara asal bin Ladena, tapi seorang 
syeik senior yang dekat dengan keluarga kerajaan muncul di televisi Al-Arabiya 
dan mengutuk bin Laden sebagai pembunuh keji yang merusak nama Islam. Ia 
mendorong orang muslim yang baik untuk menunjukkan rasa puas atas dibunuhnya 
bin Laden.

Akhir terorisme
Di Yaman, yang sudah memerangi al-Qaeda lebih dari satu dasa warsa, seorang 
juru bicara presiden yang tidak mau disebut namanya, menyambut baik serangan 
terhadap bin Laden serta menyatakan harapan bahwa kematiannya itu akan bisa 
mengakhiri terorisme.

Tapi, al-Qaeda di Semenanjung Arab, yang berbasis di Yaman, meratapi kehilangan 
pemimpin spiritual para jihadis seluruh dunia. Organisasi ini mengatakan kepada 
kantor berita AP bahwa mereka tidak mempercayai Presiden Amerika Barrack Obama 
dan akan menunggu konfirmasi independen mengenai berita menyedihkan ini dari 
saudara-saudara Mojahidin di Pakistan. Juru bicara al-Qaeda di Yaman mengatakan 
akan membuat pernyataan lengkap mengenai rencana organisasi serta masa depan 
jihad.

Serangan balasan
Omar Baker, fundamentalis muslim pro-Jjihad asal Suriah yang diusir ke Libanon 
dari London lima tahun silam, mengharapkan agar pemuda muslim di Eropa 
melancarkan serangan balasan di Eropa. Ia mengatakan 'Kami kehilangan seorang 
pemimpin besar, saya sedih bahwa kami kehilangan bin Laden, tapi juga gembira 
ia bisa memenuhi harapan untuk mati sebagai seorang martir'. 

Ketakutan di Bagdad
Kewaspadaan tinggi diberlakukan di ibukota Irak, Bagdad di mana para pemimpin 
keamanan dan polisi mengkhawatirkan serangan balasan serta pengeboman menyusul 
kematian bin Laden. Irak adalah negara ke tiga di mana al-Qaeda aktif dan 
bertanggung jawab atas ratusan serangan berdarah terhadap baik warga sipil 
maupun personil militer.

Presiden Afganistan, Hamid Karzai menggunakan kesempatan ini dengan mengimbau 
para pemberontak Taliban untuk belajar dari peristiwa ini serta menghentikan 
kekerasan. Ia menyebut pembunuhan Osama sebagai peristiwa penting bagi 
negaranya.

Israel juga menyatakan kepuasan atas kematin bin Laden. Baik Presiden Peres 
maupun Perdana Menteri Netanyahu menyebutnya sebagai kemenangan besar bagi 
demokrasi serta perang terhadap terorisme global. Sedangkan Hamas di Jalur Gaza 
mengutuk pembunuhan prajurit suci itu.

Boneka buatan Amerika
Di internet sudah sejak pagi hari berlangsung pertempuran sengit antara para 
pendukung dan penentang bin Laden melalui situs-situs web di mana al-Qaeda 
memiliki pengaruh dan pengikut. Namun banyak peserta yang juga menolak bin 
Laden, dengan menyatakan ia adalah seorang boneka buatan Amerika yang dibunuh 
oleh orang-orang sama yang membuatnya karena ia sudah tidak diperlukan lagi.


* BALASAN GERAKAN RADIKAL ATASKEMATIAN BIN LADEN

Koran Belanda de Telegraaf memberitakan bahwa imam radikal Abu Bakar Ba'ashir 
mengancam akan membalas kematian Osama bin Laden oleh operasi militer Amerika 
di Pakistan. Sementara itu Polda Bali mengerahkan dua pertiga kekuatan untuk 
menjaga keamanan Bali, pasca kematian bin Laden. Tidak mengherankan, 
gerakan-gerakan radikal akan membalas kematian figur personifikasi dari pejuang 
Islam radikal itu. Demikian Muh Najib Azca pakar teroris yang tengah 
mempersiapkan desertasi mengenai gerakan-gerakan radikal di universitas 
Amsterdam.  

Muh. Najib Azca (MNA) : Posisi Osama bin Laden cukup unik, cukup penting, cukup 
spesial dikalangan gerakan-gerakan radikal Islam di Indonesia. Ia salah satu 
simbol figur personifikasi dari pejuang Islam terutama dalam konteks melawan 
kekuatan-kekuatan barat dalam hal ini presentasinya adalah Amerika, kemudian 
dalam skala yang lebih besar katakan kekuatan Kristen dan Yahudi. Begitu dalam 
diskors yang mereka kembangkan. 

Mereka menampatkan bin Laden sebagai sosok yang sangat penting yang menjadi 
simbol perlawanan global Islam terhadap kekuatan-kekuatan barat yang mencoba 
untuk menundukkan, bahkan mungkin untuk menghancurkan Islam. Ini yang kemudian 
membuat menjadi penting dimana kelompok Islam kemudian merespon dengan cara 
seperti yang diartikulasikan oleh Abu Bakar Ba'ashir. 

Abu Bakar Ba'ashir sendiri juga cukup penting posisinya karena dia oleh 
sebagian orang dilihat sebagai salah satu sosok yang berani melawan 
kekuatan-kekuatan barat, dominasi barat yang dianggap mengancam keberadaan 
Islam. Possisi itu yang kemudian membuat ada semacam konsekwensi logis dari 
orang seperti Abu Bakar Ba'ashir untuk membuat 'statement' yang memberikan 
pembelaan terhadap bin Laden, bahkan menyatakan akan membuat pembalasan. 

Itu yang harus dipahami dalam melihat oposisi bin Laden maupun posisi Abu Bakar 
Ba'ashir dalam peta gerakan-gerakan Islam radikal di Indonesia. 

Radio Nederland (RN) : Seperti bapak ketahui, barat itu tidak memusuhi Islam. 
Yang dimusuhi oleh barat adalah gerakan-gerakan radikal Islam. 

MNA : Betul, betul. Tentu saja kita tidak bisa mengatakan barat dan timur 
sebagai entitas yang monolitik, yang tunggal. Cuma dalam persepsi dalam 
perspektif kalangan Islam garis keras, katakanlah begitu ya, mereka cenderung 
melihat barat sebagai entitas yang monolitik. Mereka tidak melihat sesuatu yang 
kita bilang pengertian barat, ada kekuatan yang sangat majemuk disana. Ada 
kekuatan-kekuatan yang katakanlah garis keras, kelompok yang memusuhi Islam 
tapi ada juga kelompok-kelompok yang bersimpati terhadap Islam. 

Orang-orang seperti Abu Bakar Ba'ashir tan teman-temannya kira-kira begitu, 
berpikir dengan cara bahwa barat adalah sebuah entitas tunggal yang 
berkeinginan untuk memusuhi atau bahkan mengalahkan atau bahkan memusnahkan 
Islam. Itu yang harus dipahami. Cara berpikir mereka seperti itu. 

Itu kemudian yang membawa implikasi banyak, termasuk dalam konteks wacana pasca 
kematian Osama bin Laden sekarang ini. 

RN : Apa arti, apa dampak ucapan Abu Bakar Ba'ashir bagi gerakan-gerakan 
radikal Islam di Indonesia ? 

Ikuti wawancara selengkapnya di : www.ranesi.nl


* TAPOL IRAN SIAMAK POURZAND MEMILIH MATI

Jolan Douwes

Meloncat dari lantai keenam, begitu tahanan politik Iran Siamak Pourzand 
mengakhiri hidupnya Jumat (29/04). Lelaki ini melompat dari balkon rumahnya. 
Tempatnya melambaikan salam perpisahan tiap kali ia dikunjungi.  Setelah 
mendekam bertahun-tahun di penjara, mantan jurnalis ini jadi tahanan rumah di 
Teheran. "Kita punya hak mencari kebebasan," tulis putrinya yang bermukim di 
Belanda dalam blognya. 

Siamak Pourzand terlihat rapuh ketika mengunjungi Belanda pada Mei 2000. 
Mungkin kesan itu muncul karena ia sudah tak punya kebebasan bergerak. Ia tak 
boleh lagi menjalani profesinya sebagai jurnalis, kritikus film, dan penulis 
esai. Menurut rezim Iran yang waktu itu berkuasa, ia adalah musuh negara. Ia 
juga dituduh menerima uang dari CIA. 

Mei 2000, di sofa duduk Siamak Pourzand, seorang lelaki ringkih namun mempesona 
- setidaknya bagi perempuan. Ia datang ke Belanda dengan istrinya Mehrangiz 
Kar, pengacara HAM Iran dan aktivis hak perempuan ternama. Dengan mediasi 
kedutaan Belanda, Mehrangiz boleh meninggalkan negaranya untuk perawatan medis 
berkaitan dengan kanker payudara yang dideritanya. Akibat kritiknya mengenai 
sistem hukum islam, Mehrangiz ditangkap. Sampai sekarang pengadilannya belum 
selesai. Ketika mereka di Belanda rubrik aktualita Belanda Netwerk mewawancarai 
Mehrangiz, sementara Siamak mendampinginya. 

Intelijen Iran
Setahun kemudian Siamak menghilang. Ia diduga diculik dinas intelijen Iran. 
Beberapa bulan kemudian, ia muncul di TV nasional, memberitahu - di bawah 
tekanan pemerintah, tentu saja - bahwa ia tidak loyal terhadap negara. Pada 
2006 ia jadi tahanan rumah karena kesehatannya memburuk. Waktu itu, istri dan 
putrinya sudah melarikan diri ke luar negeri. Tiap hari mereka mengobrol di 
telepon. 

Putrinya Azadeh sekarang meneruskan studi di Business University Nyenrode, 
Belanda. Minggu ini, di blog-nya ia menulis: "Apa yang terjadi, Siamak 
Pourzand? Aku tak akan menyalahkanmu. Kau punya hak mencari kebebasan dengan 
jalan ini. (..) Namun bayangan bahwa kau memegang erat pagar balkon sebelum 
memutuskan untuk mati, benar-benar tak bisa kutanggung."

Washington Post
The Washington Post mempersembahkan rubrik In Memoriam yang panjang untuk 
mantan jurnalis berusia 8o tahun tersebut. Pada tahun 60 dan 70-an ia pernah 
mewawancarai presiden Amerika Richard Nixon dan melaporkan pemakaman John F. 
Kennedy.  Toh, selama kunjungannya ke Belanda, ia tak pernah membicarakan hal 
itu lagi. Baginya, semua hanya masa lalu. 

Links:
<http://www.washingtontimes.com/news/2011/may/1/longtime-iranian-dissident-kills-self-to-prove-his/?utm_source=RSS_Feed&utm_medium=RSS>
 

<http://azadehpourzand.blogspot.com/>


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke