--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 03 Mei 2011 14:50 UTC ** GEDUNG PUTIH RAGU PUBLIKASI FOTO OSAMA ** NATO SAPU BERSIH RANJAU LIBIA ** POLISI JEPANG KUMPUL DNA ** GEMA WARTA, TINJAUAN PERS: PENDAPAT BERBAGAI PAKAR PASCA TEWASNYA OSAMA BIN LADEN ** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: TANPA KEBEBASAN PERS TAK ADA HAM ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PERS INDONESIA MASIH JAUH DARI LAYAK ** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: BIN LADEN, KEPALA ULAR YANG TERPENGGAL ** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: REAKSI CAMPUR TIMUR TENGAH ATAS KEMATIAN BIN LADEN ** GEMA WARTAM TOPIK INTRENASIONAL: BALASAN GERAKAN RADIKAL ATASKEMATIAN BIN LADEN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TAPOL IRAN SIAMAK POURZAND MEMILIH MATI * GEDUNG PUTIH RAGU PUBLIKASI FOTO OSAMA Kepala penanggulangan teror Gedung Putih John Brenan, menyatakan dinasnya akan melakukan segala sesuatu yang perlu untuk membuktikan bahwa Osama bin Laden benar-benar tewas. Namun publikasi foto-foto ini membutuhkan pertimbangan lebih lama. Gedung Putih meragukan mempublikasikan foto-foto tewasnya Osama, namun berbagai anggota parlemen penting meminta foto-foto ini dipubikasikan sebagai bukti tewasnya pemimpin Al Qaedah ini. Mike Rogers, ketua komisi intel parlemen Amerika Serikat menyatakan, perlu dibuktikan Osama diperlakukan sebagai mana mestinya, sehingga tidak ada masalah dengan negara-negara lain. Di samping itu perlu dihindari keraguan bahwa Osama benar tewas. * NATO SAPU BERSIH RANJAU LIBIA Kapal-kapal penyapu ranjau Nato mulai membersihkan ranjau di pelabuhan kota Misrata di Libia. Belanda ikut serta dengan satu kapal penyapu ranjau: Hr.Ms. Haarlem. Jum'at pekan lalu fregat Prancis menemukan ranjau laut. Pelayaran kapal-kapal biasa dihentikan. Dua ranjau laut berhasil dibersihkan, namun yang ketiga masih dicari * POLISI JEPANG KUMPUL DNA Untuk mengidentifikasi korban gempa dan tsunami, polisi Jepang mendirikan database DNA untuk mayat-mayat para korban. Polisi mengumpulkan contoh DNA dari keluarga dan milik mereka yang setelah dua bulan masih dinyatakan hilang. DNA ini akan dicocokkan dengan mayat yang belum diidentifikasi. 11 ribu orang masih dinyatakan hilang, 15 ribu tercatat sebagai korban tewas. Identifikasi lewat DNA sampai sekarang hanya dilakukan dalam jumlah kecil. Namun keadaan mayat-mayat begitu buruk sehingga identifikasi lewat ciri-ciri fisik tidak mungkin. * IKHWANUL MUSLIMIN ANCAMAN BAGI ISRAEL Gerakan Islam ortodoks di Mesir ini mendirikan partai politik, Partai Kebebasan Dan Keadilan. Gerakan ini tadinya dilarang puluhan tahun. Mereka mengharapkan meraih sepertiga dari 508 kursi dalam parlemen Mesir. Mohamad Hussein, sekretaris jenderal partai baru menyatakan partainya bukan partai Islam. Undang-undang dasar Mesir melarang partai politik yang berlandasan agama. Israel menganggap perkembangan revolusi di Mesir sebagai ancaman. Demikian atase militer kedutaan besar Israel di Den Haag, Uri Halperin, yang menambahkan gerakan radikal muslim ini sangat anti Israel. Ia meramalkan partai baru ini akan meraih banyak kursi dalam pemilu mendatang. Pada tahun 1979, Israel dan Mesir menandatangani perjanjian perdamaian.. * KORBAN PEREMPUAN BUKAN ISTRI OSAMA Korban perempuan yang ditemukan tewas dalam rumah yang diserbu tentara Amerika ternyata bukan istri Osama Bin Laden sebagaimana dikatakan penasehat terorisme Gedung Putih John Brennan. Ia menyatakan selain istri Osama, perempuan ini juga dimanfaatkan sebagai tameng hidup ketika serangan terjadi. Salah satu sumber menyatakan perempuan ini bukan istri Osama namun istri Osama hanya luka-luka saja. Gedung Putih juga menyangkal istri Osama dipakai sebagai tameng hidup. Istrinya luka-luka dan berada di dekat Osama.. * SERUAN UNTUK MEMBALAS PUTERA GADAFFI Putera Gadaffi, Saif al-Arab bersama tiga cucu Gadaffi yang tewas dalam serangan udara NATO dimakamkan di Tripoli. Sekitar 2 ribu orang hadir di pemakaman ini, mereka menyerukan akan membalas kematian para kroban. Gadaffi sendiri tidak hadir. Saif al-Arab Gadaffi berusia 29 tahun dan jarang tampil di depan umum. Ia kuliah di Jerman beberapa waktu lalu. * KORBAN TORNADO DI SELANDIA BARU Dua orang tewas dan 20 luka-luka di bilangan kota satelit Auckland yang dilanda tornado. Angin lesus ini tiba-tiba berhembus dan menyebabkan kerusakan hebat. Gedung-gedung runtuh, pohon-pohon tumbang dan mobil-mobil dijungkir balik. Setiap tahun Selandia baru dilanda 20 tornado, namun sebagian besar berkekuatan kecil dan jarang meminta korban tewas.. * PENDAPAT BERBAGAI PAKAR PASCA TEWASNYA OSAMA BIN LADEN Peristiwa besar seperti terbunuhnya Osama bin Laden selalu disorot mendalam dan luas oleh media. Untuk itu pers biasanya memanfaatkan pendapat para pakar. Menarik untuk menengok berbagai pendapat dan analisis. Pakar hukum internasional Belanda Gert Jan Knoops berpendapat pembunuhan Bin Laden di Pakistan oleh tentara Amerika sebenarnya melanggar hukum internasional. Berdasarkan teori hukum internasional, memasuki negara asing untuk menyingkirkan seorang teroris pada prinsipnya tidak boleh. Knoops menyebut berbagai aturan main hukum internasional seperti penangkapan dan ekstradisi. Tapi, tambah Knoops, Amerika melihatnya berbeda. Amerika menganggap ini adalah situasi perang yaitu perang melawan Al Qaidah. Jadi perang boleh terjadi di mana-mana termasuk di negara lain. Tapi Knoops berpendapat, ini sebenarnya bukan perang. Menurut dia, semestinya Osama ditangkap dan diadili. Keadilan itu begitu, katanya. Tapi Knoops menyadari, sebenarnya tidak ada pengadilan internasional untuk mengadili Bin Laden. Tapi, lanjutnya, mestinya teroris kelas kakap itu bisa diadili di Amerika, oleh hakim federal. Demikian tandas Knoops kepada Radio 1, radio publik Belanda. Mengenai sikap Pakistan juga banyak dibahas. Banyak orang bertanya apakah negeri Islam itu selama ini tahu tempat persembunyiaan Bin Laden. Banyak orang menganggap aneh kalau pemerintah Pakistan, atau dalam hal ini dinas intelijennya, tidak tahu sama sekali Bin Laden bersembunyi di vila di tengah kota. Kecurigaan terhadap Pakistan terutama terhadap Dinas Intelijennya wajar. Masalahnya, di masa silam upaya penangkapan Bin Laden pernah gagal, karena dinas intelijen Pakistan memberi Bin Ladin sehingga ia bisa menghindar. Oleh karena itu wajar kalau kali ini Amerika tidak memberi tahu sama sekali pihak Pakistan tentang operasi penyergapan vila Bin Laden kemarin. Vogelenzang, seorang pakar Afghanistan dan Pakistan, memperingatkan agar jangan langsung mengatakan bahwa semua pemimpin Pakistan tahu tempat persembunyiaan Bin Laden. Ia menjelaskan, pemerintah Pakistan, dan apalagi orang Pakistan, berbeda-beda. Mungkin saja ada yang tahu keberadaan Bin Laden, tapi banyak juga yang tidak tahu. Tapi Presiden Pakistan Ali Zardari tidak tahu sama sekali tempat persembunyian Bin Ladin, tambahnya. Jadi jangan menyamaratakan pemerintah dan orang Pakistan, tandas Vogelenzang. Ditanya apa dampak pembunuhan Bin Ladin ini untuk masa depan, Vogelenzang mengatakan, perasaaan anti Amerika akan bertambah kuat. Kebenciaan terhadap Amerika yang selama ini tidak pernah berkurang di kalangan masyarakat Pakistan, akan meningkat. Dan ini bisa menyebabkan peningkatan serangan teroris di masa mendatang. Demikian tandas Vogelenzang di acara televisi Belanda Niewsuur. Masih banyak sekali analisis para pakar terutama mengenai dampak tewasnya Bin Ladin. Dapat disimpulkan, mayoritas mengatakan, meski simbol terorisme di abad ke 21 ini telah tewas, namun ini tidak berarti terorisme segera berakhir. Demikian tinjauan pers. * TANPA KEBEBASAN PERS TAK ADA HAM "Jika tak ada jurnalis, HAM pasti akan dilanggar." Demikian Afshin Ellian yang 22 tahun lalu melarikan diri dari Iran ke Belanda sebagai pencari suaka. Ia tahu sekali arti kebebasan pers. Menurutnya, "Hari Kebebasan Pers lebih penting ketimbang Hari Buruh." Laporan Johan van der Tol Publisis dan filsuf hukum Afshin Ellian boleh menyebut diri sebagai Duta Kebebasan Pers tahun ini. Secara khusus ia meminta perhatian untuk rekan senegaranya, Hengameh Shahidi. Jurnalis perempuan ini diganjar hukuman penjara bertahun-tahun pasca protes massal menentang hasil pemilu presiden pada musim semi 2009. Keadaannya di penjara Evin, Teheran, sangat memprihatinkan. Menurut Ellian, ia dan dunia Barat bisa mengubah nasib Shahidi. Afshin Ellian"Rezim di Teheran mengawasi dengan sangat ketat. Juga untuk tulisan-tulisan saya. Dari sumber-sumber terpercaya saya mendengar bahwa rezim secara rutin menerjemahkan artikel-artikel saya dari Belanda, lalu mengirimnya ke Teheran. itu terjadi karena saya bisa mempengaruhi pendapat publik, yang tentu saja negatif untuk rezim. Teheran tak punya terlalu banyak teman di dunia dan mereka butuh Eropa untuk berbagai aktivitas ekonomi. Tiap tahun, misalnya, Iran mengadakan perdagangan senilai hampir semiliar euro dengan Belanda." Ellian, yang akibat pernyataan terbukanya soal islam harus mendapatkan perlindungan khusus, sebelumnya pernah membuat para muslim marah, salah satunya karena menyebut islam "kerusakan struktural" yang "selama 1400 tahun menguasai semua aspek pendidikan, budaya, ekonomi, politik, dan pergaulan." Menghina Di matanya, agama, seperti islam dan kristen, menghalangi kebebasan pers. Afshin Ellian : "Islam dalam bentuk murninya dan kebebasan pers sulit dijajarkan. Itu juga berlaku untuk kristen. Agama mengklaim kebenaran sejati. Jadi, apa pun yang ditulis seorang jurnalis bisa dianggap penghinaan. Lama sekali sebelum Vatikan mengakui kebebasan pers. Itu juga berlaku untuk islam." Toh Ellian cenderung menghubungkan pembungkaman terhadap pers dengan totaliterisme sejumlah rezim, dan bukan dengan agama. Tapi, menurutnya, tentangan terhadap kebebasan pers muncul "Baik dari agama, komunisme, atau hal lain. Bahkan, pada 2009 berkontak dengan jurnalis asing dilarang hukum di Iran, sama seperti di Tibet dan Korea Utara." Mengungkap kebenaran Menurut Ellian, wartawan harus melakukan "dekonstruksi," untuk bisa mengungkap kebenaran serta memperingatkan ketika keadilan tidak ditegakkan. Provokasi juga terkadang dibutuhkan untuk menangani "kebenaran" yang ada, imbuh Ellian. Afshin Ellian : "Itu juga dilakukan orang Eropa selama perang salib dan zaman keemasan pada abad 17 dan 18. Sekarang, keadaan islam sama saja, tidak membaik. Memang tidak ada perang antara Islam dengan Barat, namun perang di negara-negara islam tetap berlangsung. Terkadang perang benar-benar dilakukan dengan senjata, terkadang hanya dengan pena". Ketakutan akan skype Menurut duta besar kebebasan pers, Ellian, jumlah ancaman terhadap jurnalis meningkat di seluruh dunia. Ini karena jurnalis semakin kuat dan bisa dengan cepat melaporkan berita. Afshin Ellian : "Sekarang Anda bisa langsung atau hanya dalam hitungan menit melaporkan sesuatu. Melalui skype atau teknologi canggih lainnya. Ini adalah fenoma mengerikan bagi para diktator." Dengan demikian bahaya bisa datang dari negara atau penguasa lainnya. "Misalnya saja kartel obat bius di Meksiko atau mafia Italia." Menurut Ellian, Hari Kebebasan Pers sangatlah penting. "Para sosial-demokrat pasti akan tersinggung mendengar pendapat saya, tapi menurut saya Hari Kebebasan Pers lebih penting daripada Hari Buruh. 1 Mei adalah hari nostalgia, dulu hal ini penting, tapi sekarang tidak lagi. Hak mogok kerja serta lingkungan kerja, semuanya sudah diatur dalam undang-undang. Namun hari paling penting bagi demokrasi dan hak azasi manusia adalah Hari Kebebasan Pers. Jika tidak ada jurnalis, hak azazi pasti akan dilanggar." Kader Afshin Ellian (45) lahir di Teheran. Sebagai seorang aktivis politik kematian mengancamnya di Iran. Ellian melarikan diri tahun 1993 ke Pakistan, dan melalui Afganistan sampai di Belanda pada 1989. Ellian adalah guru besar sosial kohesi, kemasyarakatan, dan multikulturalisme di Universitas Leiden. Ia adalah kolumis dan komentator yang banyak dicari, terutama mengenai Islam dan masyarakat multikultural. Akibat pernyataan-pernyataannya mengenai Islam, ia mendapat perlindungan khusus. * PERS INDONESIA MASIH JAUH DARI LAYAK Selasa 3 Mei adalah hari kebebasan pers internasional. Apakah setelah sekitar 14 tahun reformasi pers Indonesia sudah bebas. Namun, kalau dibandingkan dengan pers Belanda, masih banyak yang harus dibenahi di pers Indonesia. Demikian Jojo Raharjo, koordinator Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta kepada Radio Nederland. Dan belakangan ada semacam modus baru untuk mengganggu insan pers. Wartawan digoda untuk meliput tindakan teroris. Jojo menceritakan ada seorang anggota AJI yang diajak untuk meliput proses pembuatan bom dan ekseskusinya. "Dia mendapatkan tawaran dari pelaku yang sekarang ditangkap itu, Iman Firdaus, untuk mengabadikan secara ekslusif proses pembuatan bom dan hingga eksekusinya." Tapi, lanjut Jojo, kawan ini menolak untuk melakukan itu. "Lalu ia memilih untuk melaporkan rencana atau tawaran ini kepada atasannya," tandas Jojo. Kemudian supervisornya, sebuah televisi asing yang ada di Jakarta, melaporkan rencana teror tersebut kepada polisi. Menurut Jojo wartawan tersebut mengambil keputusan yang tepat. Ia juga berharap agar masalah tuduhan keterlibatan terorisme terhadap jurnalis ini cepat diselesaikan. Jojo juga memuji sikap si wartawan yang menolak tawaran liputan eksklusif. "Mudah-mudahan di masa mendatang wartawan bisa memilih apa ia harus memberitakan secara eksklusif atau harus melaporkan ke polisi, bahwa ini adalah kejahatan yang besar yang harus dicegah, " tutur Jojo. Jadi, tambah Jojo, kalau ada teroris atau koruptor yang meminta diwawancarai secara tersembunyi sebaiknya dilaporkan ke polisi" "Daripada mewawancarai maka sebaiknya dilaporkan ke polisi. Karena ini adalah orang yang dicari-cari," katanya. Mengenai kebebasan pers secara umum, Indonesia masih jauh dari layak. Menurut laporan lembaga Repoters Without Borders tingkat kebebasan pers di Indonesia terletak pada peringkat sekitar 150. "Namun angka ini jauh lebih baik dibandingkan dengan misalnya Malaysia dan Singapura atau Brunei yang berada di posisi sekitar 160 atau 170," katanya. Di negara-negara ini, tambah Jojo, pers masih dikendalikan oleh pemerintah. "Sama seperti Indonesia sebelum 1998." "Tapi kalau dibandingkan dengan Belanda, Indonesia masih harus banyak belajar dengan segala kekurangannya," simpulnya. * BIN LADEN, KEPALA ULAR YANG TERPENGGAL Reinout van Wagtendonk Akhir dunia. Demikian perasaan Yvonne Simons ketika menara kembar World Trade Center ambruk pada 11 September 2001. Ia harus lari menyelamatkan diri. Perempuan Belanda yang tinggal di New York ini emosional mendengar berita kematian Osama bin Laden. Yvonne Simons baru saja mendengar berita itu sejam lalu. Di tengah-tengah cucuran air mata, ia berupaya menggambarkan perasaannya, "Sebelumnya saya tak menyadari kalau hal ini masih bisa menyentuh saya. Ini sangat pribadi. Apa yang dilakukannya telah mengubah jalan hidup saya. Saya sebenarnya tak sudi mengakui bahwa Bin Laden telah berhasil mempengaruhi hidup saya." Jasad Simons yang lahir dan besar di Belanda selatan beremigrasi ke New York 30 tahun silam sebagai pelukis. Sepuluh tahun lalu, ia bekerja di South Street Seaport Museum, yaitu museum kapal maritim yang dekat dengan Menara Kembar yang dihancurkan teroris al-Qaeda pada 11 September dengan pesawat-pesawat yang mereka bajak. Di tengah-tengah kepulan debu yang membumbung tinggi akibat ambruknya gedung pencakar langit itu, Simons nyaris tidak bisa bernapas dan semua tampak gelap. Menurut perasaannya, abu yang menempel di tubuhnya tidak bisa bersih dalam seminggu. "Saya sadar sekali bahwa abu yang menutupi tubuh saya juga mengandung sisa-sisa jasad manusia," kata Simons dalam sebuah wawancara. "Saya mencuci rambut berkali-kali, terus-menerus." Sangat senang Ia sekarang tinggal di sebuah apartemen di State Island, dengan pemandangan pelabuhan New York dan pusat kota Manhattan. Simons sementara ini sudah menjadi direktur Yayasan Anne Frank cabang Amerika. "Ahad lalu saya tidur awal, jadi baru mendengar berita itu ketika menyalakan komputer pagi hari," katanya. "Awalnya saya pikir berita itu bohong. Tapi sekarang, saya bisa bayangkan keluarga korban 11/9, yang kehilangan orang-orang tercinta, akan sangat gembira mendengarnya." Suka cita di jalan Senin, Simons berupaya membandingkan pengalaman traumatisnya pada 11 September. "Apa yang saya alami terlalu kecil dibandingkan yang lainnya," katanya sesaat sebelum menangis. "Terlalu dini mengatakan bahwa saya lega. Sebenarnya saya merasa agak aneh juga untuk bersuka-ria di jalan karena seseorang baru saja ditembak mati. Tapi apa yang dilakukannya benar-benar jahat. Bagi saya ini seperti seorang Hitler yang dibunuh. Hal ini dapat dikatakan adil." Direktur Pusat Anne Frank Amerika ini menandaskan apa yang menimpanya pada 11 September dulu tidak bisa dibandingkan dengan apa yang dialami para korban Holocaust Perang Dunia Kedua. Tapi ia mengatakan, pengalamannya pada hari itu - serta hari-hari berikutnya - mempengaruhi sikap terhadap pekerjaannya. Proses "Saya kehilangan pandangan positif terhadap hidup. Saya belajar bahwa memang ada orang-orang jahat yang tidak peduli akan kehidupan orang-orang lain," kata Simons. "Jadi saya bisa lebih memahami pertanyaan orang-orang yang pernah mengalami kamp konsentrasi serta penganiayaan dalam Perang Dunia Kedua. Sebenarnya itu tidak bisa dijawab, tapi saya sendiri juga ingin tahu 'mengapa'? Saya juga ingin tahu bagaimana manusia dapat melakukan hal keji kepada manusia lainnya." Pusat Anne Frank Amerika akan pindah ke kantor baru di New York, dekat Ground Zero, di mana 3000 orang tewas akibat ulah teroris sepuluh tahun lalu. Selama ini Yvonne Simons berupaya menghindari bagian kota itu. Ia masih belum tahu, tapi kematian Osama bin Laden akan mempermudahnya berdamai dengan masa lalu. "Anda tidak tahu apa yang akan terjadi, bagaimana teroris akan bereaksi," katanya. "Tapi setidaknya, kepala ular itu sudah dipenggal." * REAKSI CAMPUR TIMUR TENGAH ATAS KEMATIAN BIN LADEN Mohammed Abdulrahman Berita matinya pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden ditanggapi dengan rasa campur aduk di Timur Tengah. Di banyak negara di mana al-Qaeda aktif, berita itu ditanggapi dengan napas lega walau tidak ada tanda-tanda sukacita. Sementara, para simpatisan al-Qaeda meratapi kehilangan besar bagi Jihad Islam. Tidak ada komentar resmi dari Arab Saudi, negara asal bin Ladena, tapi seorang syeik senior yang dekat dengan keluarga kerajaan muncul di televisi Al-Arabiya dan mengutuk bin Laden sebagai pembunuh keji yang merusak nama Islam. Ia mendorong orang muslim yang baik untuk menunjukkan rasa puas atas dibunuhnya bin Laden. Akhir terorisme Di Yaman, yang sudah memerangi al-Qaeda lebih dari satu dasa warsa, seorang juru bicara presiden yang tidak mau disebut namanya, menyambut baik serangan terhadap bin Laden serta menyatakan harapan bahwa kematiannya itu akan bisa mengakhiri terorisme. Tapi, al-Qaeda di Semenanjung Arab, yang berbasis di Yaman, meratapi kehilangan pemimpin spiritual para jihadis seluruh dunia. Organisasi ini mengatakan kepada kantor berita AP bahwa mereka tidak mempercayai Presiden Amerika Barrack Obama dan akan menunggu konfirmasi independen mengenai berita menyedihkan ini dari saudara-saudara Mojahidin di Pakistan. Juru bicara al-Qaeda di Yaman mengatakan akan membuat pernyataan lengkap mengenai rencana organisasi serta masa depan jihad. Serangan balasan Omar Baker, fundamentalis muslim pro-Jjihad asal Suriah yang diusir ke Libanon dari London lima tahun silam, mengharapkan agar pemuda muslim di Eropa melancarkan serangan balasan di Eropa. Ia mengatakan 'Kami kehilangan seorang pemimpin besar, saya sedih bahwa kami kehilangan bin Laden, tapi juga gembira ia bisa memenuhi harapan untuk mati sebagai seorang martir'. Ketakutan di Bagdad Kewaspadaan tinggi diberlakukan di ibukota Irak, Bagdad di mana para pemimpin keamanan dan polisi mengkhawatirkan serangan balasan serta pengeboman menyusul kematian bin Laden. Irak adalah negara ke tiga di mana al-Qaeda aktif dan bertanggung jawab atas ratusan serangan berdarah terhadap baik warga sipil maupun personil militer. Presiden Afganistan, Hamid Karzai menggunakan kesempatan ini dengan mengimbau para pemberontak Taliban untuk belajar dari peristiwa ini serta menghentikan kekerasan. Ia menyebut pembunuhan Osama sebagai peristiwa penting bagi negaranya. Israel juga menyatakan kepuasan atas kematin bin Laden. Baik Presiden Peres maupun Perdana Menteri Netanyahu menyebutnya sebagai kemenangan besar bagi demokrasi serta perang terhadap terorisme global. Sedangkan Hamas di Jalur Gaza mengutuk pembunuhan prajurit suci itu. Boneka buatan Amerika Di internet sudah sejak pagi hari berlangsung pertempuran sengit antara para pendukung dan penentang bin Laden melalui situs-situs web di mana al-Qaeda memiliki pengaruh dan pengikut. Namun banyak peserta yang juga menolak bin Laden, dengan menyatakan ia adalah seorang boneka buatan Amerika yang dibunuh oleh orang-orang sama yang membuatnya karena ia sudah tidak diperlukan lagi. * BALASAN GERAKAN RADIKAL ATASKEMATIAN BIN LADEN Koran Belanda de Telegraaf memberitakan bahwa imam radikal Abu Bakar Ba'ashir mengancam akan membalas kematian Osama bin Laden oleh operasi militer Amerika di Pakistan. Sementara itu Polda Bali mengerahkan dua pertiga kekuatan untuk menjaga keamanan Bali, pasca kematian bin Laden. Tidak mengherankan, gerakan-gerakan radikal akan membalas kematian figur personifikasi dari pejuang Islam radikal itu. Demikian Muh Najib Azca pakar teroris yang tengah mempersiapkan desertasi mengenai gerakan-gerakan radikal di universitas Amsterdam. Muh. Najib Azca (MNA) : Posisi Osama bin Laden cukup unik, cukup penting, cukup spesial dikalangan gerakan-gerakan radikal Islam di Indonesia. Ia salah satu simbol figur personifikasi dari pejuang Islam terutama dalam konteks melawan kekuatan-kekuatan barat dalam hal ini presentasinya adalah Amerika, kemudian dalam skala yang lebih besar katakan kekuatan Kristen dan Yahudi. Begitu dalam diskors yang mereka kembangkan. Mereka menampatkan bin Laden sebagai sosok yang sangat penting yang menjadi simbol perlawanan global Islam terhadap kekuatan-kekuatan barat yang mencoba untuk menundukkan, bahkan mungkin untuk menghancurkan Islam. Ini yang kemudian membuat menjadi penting dimana kelompok Islam kemudian merespon dengan cara seperti yang diartikulasikan oleh Abu Bakar Ba'ashir. Abu Bakar Ba'ashir sendiri juga cukup penting posisinya karena dia oleh sebagian orang dilihat sebagai salah satu sosok yang berani melawan kekuatan-kekuatan barat, dominasi barat yang dianggap mengancam keberadaan Islam. Possisi itu yang kemudian membuat ada semacam konsekwensi logis dari orang seperti Abu Bakar Ba'ashir untuk membuat 'statement' yang memberikan pembelaan terhadap bin Laden, bahkan menyatakan akan membuat pembalasan. Itu yang harus dipahami dalam melihat oposisi bin Laden maupun posisi Abu Bakar Ba'ashir dalam peta gerakan-gerakan Islam radikal di Indonesia. Radio Nederland (RN) : Seperti bapak ketahui, barat itu tidak memusuhi Islam. Yang dimusuhi oleh barat adalah gerakan-gerakan radikal Islam. MNA : Betul, betul. Tentu saja kita tidak bisa mengatakan barat dan timur sebagai entitas yang monolitik, yang tunggal. Cuma dalam persepsi dalam perspektif kalangan Islam garis keras, katakanlah begitu ya, mereka cenderung melihat barat sebagai entitas yang monolitik. Mereka tidak melihat sesuatu yang kita bilang pengertian barat, ada kekuatan yang sangat majemuk disana. Ada kekuatan-kekuatan yang katakanlah garis keras, kelompok yang memusuhi Islam tapi ada juga kelompok-kelompok yang bersimpati terhadap Islam. Orang-orang seperti Abu Bakar Ba'ashir tan teman-temannya kira-kira begitu, berpikir dengan cara bahwa barat adalah sebuah entitas tunggal yang berkeinginan untuk memusuhi atau bahkan mengalahkan atau bahkan memusnahkan Islam. Itu yang harus dipahami. Cara berpikir mereka seperti itu. Itu kemudian yang membawa implikasi banyak, termasuk dalam konteks wacana pasca kematian Osama bin Laden sekarang ini. RN : Apa arti, apa dampak ucapan Abu Bakar Ba'ashir bagi gerakan-gerakan radikal Islam di Indonesia ? Ikuti wawancara selengkapnya di : www.ranesi.nl * TAPOL IRAN SIAMAK POURZAND MEMILIH MATI Jolan Douwes Meloncat dari lantai keenam, begitu tahanan politik Iran Siamak Pourzand mengakhiri hidupnya Jumat (29/04). Lelaki ini melompat dari balkon rumahnya. Tempatnya melambaikan salam perpisahan tiap kali ia dikunjungi. Setelah mendekam bertahun-tahun di penjara, mantan jurnalis ini jadi tahanan rumah di Teheran. "Kita punya hak mencari kebebasan," tulis putrinya yang bermukim di Belanda dalam blognya. Siamak Pourzand terlihat rapuh ketika mengunjungi Belanda pada Mei 2000. Mungkin kesan itu muncul karena ia sudah tak punya kebebasan bergerak. Ia tak boleh lagi menjalani profesinya sebagai jurnalis, kritikus film, dan penulis esai. Menurut rezim Iran yang waktu itu berkuasa, ia adalah musuh negara. Ia juga dituduh menerima uang dari CIA. Mei 2000, di sofa duduk Siamak Pourzand, seorang lelaki ringkih namun mempesona - setidaknya bagi perempuan. Ia datang ke Belanda dengan istrinya Mehrangiz Kar, pengacara HAM Iran dan aktivis hak perempuan ternama. Dengan mediasi kedutaan Belanda, Mehrangiz boleh meninggalkan negaranya untuk perawatan medis berkaitan dengan kanker payudara yang dideritanya. Akibat kritiknya mengenai sistem hukum islam, Mehrangiz ditangkap. Sampai sekarang pengadilannya belum selesai. Ketika mereka di Belanda rubrik aktualita Belanda Netwerk mewawancarai Mehrangiz, sementara Siamak mendampinginya. Intelijen Iran Setahun kemudian Siamak menghilang. Ia diduga diculik dinas intelijen Iran. Beberapa bulan kemudian, ia muncul di TV nasional, memberitahu - di bawah tekanan pemerintah, tentu saja - bahwa ia tidak loyal terhadap negara. Pada 2006 ia jadi tahanan rumah karena kesehatannya memburuk. Waktu itu, istri dan putrinya sudah melarikan diri ke luar negeri. Tiap hari mereka mengobrol di telepon. Putrinya Azadeh sekarang meneruskan studi di Business University Nyenrode, Belanda. Minggu ini, di blog-nya ia menulis: "Apa yang terjadi, Siamak Pourzand? Aku tak akan menyalahkanmu. Kau punya hak mencari kebebasan dengan jalan ini. (..) Namun bayangan bahwa kau memegang erat pagar balkon sebelum memutuskan untuk mati, benar-benar tak bisa kutanggung." Washington Post The Washington Post mempersembahkan rubrik In Memoriam yang panjang untuk mantan jurnalis berusia 8o tahun tersebut. Pada tahun 60 dan 70-an ia pernah mewawancarai presiden Amerika Richard Nixon dan melaporkan pemakaman John F. Kennedy. Toh, selama kunjungannya ke Belanda, ia tak pernah membicarakan hal itu lagi. Baginya, semua hanya masa lalu. Links: <http://www.washingtontimes.com/news/2011/may/1/longtime-iranian-dissident-kills-self-to-prove-his/?utm_source=RSS_Feed&utm_medium=RSS> <http://azadehpourzand.blogspot.com/> --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
