--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 23 Mei 2011 14:30 UTC ** PROSES WILDERS DITERUSKAN ** UNI EROPA TINGKATKAN SANKSI TERHADAP SURIAH ** TALIBAN BANTAH TERBUNUHNYA MULLAH OMAR ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: PERUSAHAAN BELANDA TOLAK PENGIDAP AIDS ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KISAH BUNUH DIRI SALVADOR ALLENDE ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: BELANDA PILIH SENATOR MAJLIS TINGGI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: AIDS HALANGAN UNTUK BERKARIR? * PROSES WILDERS DITERUSKAN Proses peradilan kasus pemimpin Partai Untuk Kebebasan (PVV), Geert Wilders diteruskan. Pengadilan Amsterdam menolak keberatan yang diajukan Bram Moszkowicz pengacara politisi anti Islam tersebut. Menurut Moszkowicz proses pengadilan kliennya tidak bakal adil, karena ia belum apa-apa sudah divonia. Geert Wilders diadili atas tuduhan menghina, mendiskriminasi dan menyulut kebencian terhadap muslim. Wilders antara lain menyebut Islam sebagai "ideologi fasis" dan nabi Muhammad sebagai "pembunuh dan pedofil". Ia juga menyamakan Al Quran dengan Mein Kampf, bukunya Adolf Hitler. Oktober Kejaksaan menuntut pembebasan Wilders dari semua tuduhan. Tapi hakim menilai hal itu tidak melanggar hukum. Lalu Wilders dan pengacaranya berhasil menuntut penggantian tim hakim. Dan sekarang pengadilan dipimpin oleh para hakim baru. * UNI EROPA TINGKATKAN SANKSI TERHADAP SURIAH Para menlu Uni Eropa memutuskan untuk menambah sanksi terhadap Suriah Senin (23/05). Presiden Bashar al-Assad juga termasuk di daftar sanksi. Ia dikenai larangan bepergian ke Uni Eropa dan asetnya dibekukan. Demikian ditandaskan para diplomat. Menlu Belanda Uri Rosenthal saat tiba di Brussel Senin pagi mengatakan, ia akan berusaha keras untuk menggolkan sanksi lebih berat terhadap rezim Suriah. Ia menyebut ini sebagai sinyal agar kekerasan terhadap warga sipil dihentikan. * TALIBAN BANTAH TERBUNUHNYA MULLAH OMAR Taliban menganggap berita terbunuhnya Mullah Omar sebagai "propaganda". Sebelumnya sumber intelijen Pakistan mengatakan pemimpin Taliblan Afghanistan itu terbunuh di Pakistan. Jubir Taliban Zabibullah Mujahid mengatakan, Mullah Omar mustahil terbunuh di Pakistan, karena ia justru berada Afghanistan memimpin para mujahidin. Namun sumber intelijen Afghanistan lain mengatakan, Mullah Omar sudah 11 hari raib. Ada ketidakpercayaan antara intelijen Afghanistan dengan Intelijen Pakistan (ISI). * G8 AKAN BAHAS KRISIS EKONOMI EROPA Kamis dan Jumat mendatang para pemimpin negara-negara G8 bertemu di Deauville, Prancis, membicarakan masalah-masalah besar ekonomi dunia. Agenda terpenting adalah masalah pengganti Dominique Strauss Kahn sebagai pimpinan Dana Moneter Internasional IMF dan krisis utang di Eropa. Tahun-tahun belakangan G8 mulai banyak berkurang pengaruhnya. Sejak terjadi krisis keuangan, G8 terpaksa menyerahkan keunggulannya kepada G20. Selain negara-negara G8, G20 beranggotakan kekuatan-kekuatan ekonomi baru seperti Cina, India, Brazil, Indonesia, Korea Selatan dan Afrika Selatan. * AMERIKA KEMBALI DILANDA TORNADO Tornado melanda Amerika Tengah-Barat merenggut nyawa dan mencederai sejumlah warga. Menurut Palang Merah tornado memusnahkan tiga perempat kota Joplin, yang berpenduduk 50.000 jiwa, di negara bagian Missouri. Atap-atap rumah hancur dan kabel-kabel listrik putus. Berbagai wilayah kota berantakan dan rumah sakit rusak. Penduduk terkurung di bawah reruntuhan rumah dan mobil mereka. 22.000 rumah tanpa listrik. Jumlah korban tewas tidak jelas, tapi menurut media lokal puluhan orang. Ketika tornado melanda Amerika April lalu, 300 orang meninggal. * INDIA BUKA BANK DI AMSTERDAM, BELANDA Bank Negara India akan membuka cabang di Amserdam, Belanda. Demikian dikatakan para ofisial ibu kota. Bank terbesar di India mengatakan hal itu kepada walikota Amsterdam Eberhard van der Laan beberapa saat silam saat ia menggelar kunjungan resmi ke negeri itu. Ini untuk pertama kali India membuka bank di Belanda. Demikian tandas pihak kantor kotapraja Amsterdam. Diperlukan waktu setahun untuk menyiapkan pembukaan bank di Amsterdam. Ibu kota Belanda ini sudah bertahun-tahun aktif berusaha untuk menarik perusahaan-perusahaan negara Asia Selatan itu. * MILITAN SERANG PANGKALAN AL PAKISTAN Kelompok militan menyerbu pangkalan Angkatan Laut (AL) di Karachi, Pakistan. Sekitar 15 sampai 20 pria bersenjata memasuki pangkalan dan menembak bertubi-tubi. Mereka juga meluncurkan roket ke arah pesawat AL dan tanki bahan bakar. Menurut pimpinan tentara, setidaknya 5 militer tewas dan 11 terluka. Para penyerang dikabarkan bersembunyi di hangar, mungkin bersama sejumlah sandera. Taliban Pakistan menyatakan melalui telpon kepada Reuters, bahwa pihaknya bertanggung jawab atas serangan itu. Seorang jubir mengatakan, ini adalah aksi pembalasan atas terbunuhnya Usamah bin Ladin. * BUKU WARISAN WERTHHEIM UNTUK UGM Tiga puluh satu buku warisan almarhum profesor Werthheim akan dihadiahkan ke Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Demikian tertulis dalam milis Ibrahim Isa, sekretaris Wertheim Foundation (Yayasan Wertheim). Ibrahim Isa diberi tahu tentang 31 buku itu oleh putera dan puteri ilmuwan tersebut ketika berkunjung ke rumah mereka di Amsterdam. Wertheim adalah guru besar sosiologi dan sejarah moderen Asia Selatan dan Tenggara di Universiteit van Amsterdam. Di samping sebagai ilmuwan Wertheim sangat aktif memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia. Untuk itu ia mendirikan Komite Indonesie, yang banyak menkritik rezim Soeharto. Wertheim meninggal pada 1998. * PERUSAHAAN BELANDA TOLAK PENGIDAP AIDS Tidak mau mengerti, ikut campur urusan pribadi dan kadang hingga penerapan berbagai kebijakan yang penuh penghinaan. Di Belanda, ketidaktahuan mengenai hiv dan aids masih parah. Terutama di tempat kerja, dampak hal ini kerap sangat menyedihkan. Pekerja pengidap hiv yang memberitahukan hal tersebut pada majikan, kemungkinan besar hanya akan mendapat tanggapan negatif. Roy, seorang pekerja di sektor pelayanan kesehatan, dua tahun lalu baru tahu bahwa ia mengidap hiv. Ia melaporkan hal ini pada atasannya. Sang atasan menanggapi laporan tersebut nyaris tanpa perasaan. "Ia menilai saya masih tetap bisa melakukan semua jenis pekerjaan. Selanjutnya ia menganggap perlu untuk melaporkan hal ini pada direksi dan kepala urusan pegawai. Lalu ia menyatakan, setiap kali berhubungan dengan pasien, saya harus memakai kaos tangan." Pimpinan Roy menganggapnya sebagai sumber penularan. Riskan bagi rekan kerja dan para pasien. Padahal, penularan hiv tidak pernah terjadi dalam hubungan kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Curiga Kisah seperti yang dialami Roy ternyata sering terjadi. Banyak pasien hiv menyatakan bahwa majikan dan pimpinan di tempat kerja, sama sekali tidak menghendaki kehadiran mereka. Hasil penelitian Aids Fonds (Dana Aids) menunjukkan hampir separoh perusahaan Belanda menyatakan tidak akan mengangkat seorang pengidap hiv positif sebagai pegawai tetap. Selanjutnya, menurut delapan dari sepuluh orang pimpinan perusahaan, seorang pelamar kerja harus memberitahu jika ia mengidap hiv. Ini melanggar hukum. Seorang pelamar kerja tidak wajib memberi tahu tentang penyakit yang ia idap. Kecuali jika penyakit tersebut menganggu fungsi kerja. Kecurigaan ini sangat mendalam. Perusahaan tidakmau menerima pengidap hiv, karena mengira mereka akan sering sakit. Selanjutnya, majikan berusaha mencegah kemungkinan penularan pada pegawai lain. Dua alasan penolakan tersebut sama sekali keliru, kata Aids Fonds. Dan ini menunjukkan masih minimnya pengetahuan mengenai penyakit tersebut, kata Ton Coenen, Direktur Aids Fonds. "Menyangkut kekhawatiran pegawai akan sering sakit, hasil penelitian menunjukkan hal ini tidak benar. Hiv memang penyakit kronis, tapi tidak menambah resiko sakit. Alasan kedua lebih parah lagi. Khususnya ketidaktahuan mengenai penyakit ini. Karena, dengan demikian orang masih berpikir, jika ada seorang pegawai mengidap hiv, ia aka menularkannya pada rekan kerja. Saya tidak habis mengerti, bagaimana penularan seperti itu bisa terjadi. Tanpa hubungan seksual atau pencampuran darah. Dan dua hal ini, tampaknya jarang atau tidak akan pernah terjadi di tempat kerja." Salah paham Menurut Aids Fonds pengidap hiv mendapat stigma tertentu, baik dari kalangan berpendidikan tinggi atau rendah. Jadi, juga oleh majikan dan rekan kerja. Aids Fonds sejak tahun 2009 sudah mulai melancarkan kampanye, untuk meluruskan salah pengertian mengenai penyakit kronis ini. Kampanye ini mendapat dukungan dari organisasi majikan Belanda, VNO-NCW. Lembaga ini juga berpendapat, penerangan yang baik akan membantu menghilangkan stigma negatif terhadap pengidap hiv. Berkat kampanye seperti itu, bagi pengidap hiv mungkin akan lebih mudah untuk membangkitkan pengertian mengenai penyakit ini di tempat kerja. Dalam kasus Roy, di lembaga pelayanan kesehatan tempat ia bekerja, pengertian seperti itu ternyata tidak muncul. Ia mengundurkan diri, dan mencari lingkungan kerja baru. Menurut Roy, pengertian terhadap pasien hiv dan pengetahuan mengenai penyakit ini di setiap perusahaan berbeda-beda. "Saya sekarang punya majikan baru. Dan saya bisa katakan: ia luar biasa! Saya juga mendapat dukungan dan tanggapan hangat dari semua rekan kerja." * KISAH BUNUH DIRI SALVADOR ALLENDE Jose Zepeda Saya baru ditangkap dua pekan kemudian. Dengan demikian, melalui radio, saya bisa mengikuti semua kejadian di sekitar kudeta di Cile. Suatu satuan militer menutup stasiun radio tempat saya bekerja, Radio Atacama, di kota Copiapo, di Cile Utara. Kami mendapat perintah untuk pulang ke rumah, dan dilarang meninggalkan kota. Hari ini, 23 Mei 2011, pukul 07:30 pagi, di tempat pemakaman umum Santiago, sisa jenazah mendiang Presiden Cile, Salvador Allende, digali kembali. Atas permintaan keluarga. Saya sendiri yakin, ia bunuh diri. Walaupun demikian, ada baiknya juga mengakhiri berbagai spekulasi mengenai sebab kematian tokoh ini, pada saat kudeta militer tahun 1973. Menyerah Fakta: beberapa saat sebelum pukul 14:30 tanggal 11 September 1973, Salvador Allende memerintahkan semua anak buahnya untuk meninggalkan istana. Ia sendiri tetap tinggal di istana. Berbagai bagian istana sudah menjadi sasaran tembakan dan pembakaran pasukan militer pelaku kudeta. Salah seorang pemimpin tentara pemberontak, Jendral Javies Palacios, masuk ke dalam istana. Beberapa menit kemudian, dokter Patricio Guijon kembali masuk ke dalam istana untuk mengambil masker gas. Ia menyimpannya, sebagai kenang-kenangan, saat ia beberapa jam berada di dalam istana. Di dalam istana, di 'ruangan merah', ia menemukan jenazah sang presiden, dengan luka terbuka lebar di tengkorak kepala. Sejak tanggal 11 September itulah mulai beredar berbagai spekulasi. Semua staf dokter Presiden Salvador Allende menegaskan bahwa mendiang bunuh diri, menggunakan senapan AK 47. Senjatanya hadiah dari Fidel Castro. Namun, beberapa pendukung Salvador Allende menyebarkan kisah bahwa sang presiden tetap melawan dan pantang menyerah. Akhirnya ia tewas dibunuh oleh pasukan militer pimpinan Augusto Pinochet, yang kelak menjadi diktator Cile. Penulis, dan peraih anugrah Hadiah Nobel Kesusastraan, Gabriel Garcia Marques, bahkan bertindak lebih jauh lagi. Ia mengarang kisah kepahlawanan Salvador Allende. Walaupun semua orang lainnya sudah tewas, Salvador Allende tetap melawan seorang diri hingga ia tewas. Menghadapi serbuan tentara yang jumlahnya jauh lebih banyak. Kenyataan Pahit, Kami Selamat Rasa takut mencekam kami semua. Di dalam keheningan suasana rumah, saya menangisi kematian Salvador Allende, dan sekian banyak rekan lainnya. Saya kira, jutaan warga Cile lainnya juga punya perasaan sama: kami sukar menerima kenyataan ini, kami tidak percaya hal ini bisa terjadi di Cile. Kami semua selamat. Namun, sulit bagi kami untuk menerima kenyataan bahwa kami selamat. Salvador Allende dikuburkan secara diam-diam pada tanggal 12 September 1973, di tempat pemakaman Santa Ines di Vina del Mar. Tujuhbelas tahun kemudian, pada tanggal 17 Agustus 1990, jenazahnya digali kembali. Dokter Arturo Gijon menyatakan dengan suara terharu: "Tokoh ini bunuh diri." Selanjutnya, 'El Chico', demikian nama julukan Salvador Allende di kalangan pendukungnya, mendapat upacara pemakaman kenegaraan di Santiago. Upacara itu dihadiri puluhan ribu orang. Siap Mengorbankan Nyawa Dalam arsip yang saya kumpulkan, terdapat rekaman suara, pesan terakhir Salvador Allende, lima jam sebelum saat kematiannya, yang disiarkan oleh radio. Dalam pesan ini, tersirat jelas keputusan yang telah ia ambil. "Sehubungan dengan perkembangan terakhir ini, pada semua kelas pekerja saya hanya bisa mengatakan: saya tidak akan mengkhianati perjuangan. Pada saat yang bersejarah ini, saya akan membayar kesetiaan saya pada rakyat, dengan nyawa saya sendiri. Saya yakin, bibit yang telah kita tebarkan di dalam hati nurani ribuan dan ribuan warga Cile, tidak akan bisa dibasmi begitu saja." Sementara itu, koordinator kudeta, Patricio Carvajal, melalui saluran radio tentara melaporkan pada Augusto Pinochet: "Kami sudah berhubungan dan mendapat berita dari pasukan infanteri, yang telah berada di La Moneda. Karena siaran ini bisa disadap pihak lawan, saya laporkan dalam Bahasa Inggris: Mereka mengabarkan bahwa Salvador Allende bunuh diri dan telah meninggal dunia." Hormat dan Kagum Tapi, mengapa keluarga Salvador Allende mengajukan permintaan untuk melakukan penelitian lagi? Saya kira, demi kepentingan sejarah, perlu menyampaikan apa yang terjadi. Senator Isabel Allende, putri sang presiden, sebagai mana banyak orang lainnya, ingin mendapat kepastian hukum yang sebenarnya. Saya sendiri tidak pernah ragu, Salvador Allende memang melakukan bunuh diri. Alasan melakukan hal ini, yang membuat nama Salvador Allende makin besar: Ia pernah bersumpah tidak akan menyerah. Ia juga tidak akan membiarkan musuh-musuhnya menyiksanya secara fisik dan mental. Ia juga tidak bisa membayangkan dirinya tinggal di pengasingan. Ia menyatakan: pengorbanannya akan merupakan hukuman moral bagi para pengkhianat. Terlepas dari dampak tindakan tersebut pada perjalanan sejarah, kesediaannya mengorbankan nyawa demi memperjuangkan keyakinan, cukup membangkitkan rasa hormat dan kagum. * BELANDA PILIH SENATOR MAJLIS TINGGI Senin ini 526 anggota DPRD di 13 propinsi di Belanda memilih 75 senator yang akan duduk di eerste kamer atau majelis tinggi. Ini adalah pemilu tidak langsung. Sewaktu pemilu nasional tahun lalu, Partai PVV pimpinan Geert Wilders mendapat banyak suara, tapi tidak cukup untuk membentuk pemerintah. Partai liberal VVD dan kristen-demokrat CDA bersama-sama membentuk koalisi minoritas, dengan dukungan tidak resmi dari Wilders. Ini berarti untuk setiap usulan undang-undang baru, pemerintah harus mencari dukungan mayoritas di tweede kamer atau majelis rendah. Setelah itu RUU ini harus disetujui oleh para senator eerste kamer. Masih menjadi pertanyaan apakah pemerintah punya cukup dukungan di majelis tinggi. Berdasarkan hasil pemilu DPRD tingkat propinsi Maret lalu, partai-partai pemerintah akan mendapat 37 kursi di majelis tinggi. Dengan dukungan partai kristen-konservatif SGP mereka bisa memperoleh suara mayoritas. Radio nederland menjumpai ibu Ing Yoe Tan, senator majelis rendah dari partai buruh PvdA, yang menjelaskan jalannya pemilu Senin ini dan dampaknya bagi pemerintah serta oposisi. Ini adalah pemilu tidak langsung, demikian ibu Ing Yoe Tan. Bedanya dengan pemilu nasional, para elektorat bisa memilih langsung partai mana yang mereka pilih, dan juga nama calegnya. Tapi untuk majelis tinggi, para elektorat pertama-tama memilih anggota DPRD tingkat propinsi. Kemudian para anggota DPRD inilah yang akan memilih 75 senator yang duduk di majelis tinggi. Biasanya ini terjadi per partai. Jadi misalnya seorang anggota DPRD propinsi Noord-Holland dari partai PvdA, maka dia akan memilih calon sesuai daftar yang dikeluarkan partainya untuk majelis tinggi. Mereka bisa memilih calon mana yang terbaik untuk propinsi mereka. Tahun ini ada kemungkinan baru. Seorang anggota DPRD bisa memilih tidak sesuai dengan yang disepakati partai. Misalnya anggota DPRD dari partai kristen-demokrat CDA memilih calon senator dari partai kristen-konservatif SGP, sehingga SGP bisa mendapat 2 kursi di majelis tinggi. Hal itu dilakukan karena SGP berjanji akan mendukung kebijakan pemerintah CDA dan VVD. Dengan cara ini pemerintah sekarang terjamin akan suara mayoritas. clip1 Ya ini tentu saja agak aneh, memilih calon dari partai lain dan bukan dari partai sendiri. Dan menurut pendapat saya ini menunjukkan bahwa pemerintah sekarang sangatlah cemas, sehingga mereka mencari jalan aneh untuk mendapat suara. Tapi ini diperbolehkan oleh undang-undang. Ibu Tan menjelaskan lebih lanjut, dapat mengerti jalan yang ditempuh pemerintah koalisi Belanda kali ini. Para elektorat yang memilih partai VVD, partainya perdana menteri Mark Rutte, tentu ingin kebijakan dan politik pemerintah didukung dan dijalankan. Jadi bagi mereka, cara aneh yang ditempuh, sah-sah saja. Sementara di pihak oposisi, tentu cara ini tidak begitu menyenangkan. Mereka tentu saja mengharapkan pemerintah minoritas Belanda tidak memperoleh suara mayoritas di majelis tinggi. Menurut ibu Tan, masih ada kemungkinan pihak oposisi tetap memperoleh 38 kursi dan pemerintah hanya 37 kursi. Apa artinya bagi oposisi jika koalisi berhasil mendapat 38 kursi di majelis tinggi? clip2 Lihat saja apa yang terjadi minggu lalu. Masalahnya tetap ini adalah kabinet minoritas. Partainya Wilders mendukung kebijakan kabinet di tema-tema tertentu. Sewaktu debat mengenai dukungan finansial kepada Yunani, PVV mentah-mentah menolak kebijakan kabinet. Sehingga tiba-tiba kabinet belanda membutuhkan dukungan dari pihak oposisi. Kasus-kasus seperti ini tetap akan ada di masa depan. * AIDS HALANGAN UNTUK BERKARIR? Dalam rangka peringatan hari aids pada hari Minggu, terbit laporan tentang diskriminasi di Belanda terhadap para odha atau orang dengan hiv aids dalam bidang pekerjaan. Hampir 43 persen majikan Belanda menolak odha bekerja di bidang restoran. Padahal diskriminasi ini dilarang oleh undang-undang Belanda. Bagaimana dengan posisi odha di Indonesia? Pengamat masalah aids dokter Mamoto Gultom menjelaskan kepada Radio Nederland. Serba salah Kalau secara langsung memang tidak ada diskriminasi, demikian Mamato Gultom. Tapi para odha tetap merasakan diskriminasi, berupa penolakan secara tidak langsung. Memang dalam penerimaan karyawan tidak ditanya apakah Anda menderita penyakit tertentu, tapi kalau di kemudian hari ada kesulitan dalam hal kesehatan, kontrak bisa diputus. Secara hukum memang tidak ada diskriminasi, tapi pelaksanaan sehari-hari menujukkan sebaliknya. Lalu bagaimana solusinya? Jujur dalam lamaran pekerjaan? Inilah dilemanya, demikian Mamoto Gultom. Jujur salah, tidak jujur juga salah. Sarannya menyembunyikan status odha. Dan tetap hidup aman. Laporan dari Belanda mengungkapkan diskriminasi terutama terjadi disektor restoran, orang takut tertular aids lewat makan. Ini tidak benar, yang kami sarankan kalau sang odha sudah jadi kena aids, jangan bekerja di sektor yang melayani publik, karena ini lebih aman dan manusiawi. Lama kelamaan, dinamika penyakit berubah. Contohnya kusta dulu kan menakutkan sekali, tapi ini kan berubah. Demikian juga aids yang sekarang menjadi penyakit kronis yang tidak mematikan, jadi orangnya tidak perlu dikucilkan, yang perlu adalah pendekatan budaya. Sejak awal, kita lupa memasukkan budaya berbagai kearifan lokal. Kita bekerja di lapangan yang mengenal berbagai budaya lokal yang harus diikut sertakan. Hal ini berlaku juga untuk WHO, badan kesehatan dunia yang menyediakan dana untuk penanggulangan aids. Ikuti wawancara lengkap dibawah ini: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/aids-halangan-untuk-berkarir --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
