--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 29 Juni 2011 14:10 UTC ** PELATIH BELANDA SASARAN TALIBAN ** SUU KYI DILARANG BERPOLITIK ** BASHIR DISAMBUT HANGAT DI CINA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BELANDA MAKIN TERTUTUP ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: AKTIVIS GAZA PERCAYA MEMBABI BUTA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SETENGAH KANABIS HARUS DILARANG ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KRISTENISASI GAYA BERAS SEKARANG HARAM HUKUMNYA ** TOPIK TINJAUAN PERS: MENEBAR HAM TANPA MENUDING * PELATIH BELANDA SASARAN TALIBAN Para pelatih polisi Belanda yang dijadwalkan berangkat ke provinsi Kunduz Afghanistan minggu depan masuk dalam daftar kematian Taliban. Harian de Volkskrant menerbitkan sebuah wawancara dengan juru bicara Taliban Zabiullah Mujahed yang menyebutkan hal tersebut. Dia mengatakan Taliban juga akan menggunakan pembom bunuh diri dan IED untuk menyerang para pelatih Belanda. De Volkskrant menulis bahwa komandan Taliban setempat di Kunduz menolak untuk diwawancarai. Sementara Belanda akan menandatangani perjanjian dengan Jerman tentang kerjasama dalam memperkuat polisi sipil dan sektor peradilan di Kunduz. Deputi Menteri Kerjasama Pembangunan Ben Knapen dan rekannya dari Jerman Dirk Niebel akan menandatangani perjanjian di Berlin pada hari Kamis. Jerman telah bertugas menyediakan keamanan di Kunduz, termasuk misi pelatihan polisi Belanda. * SUU KYI DILARANG BERPOLITIK Pemerintah baru dukungan militer Myanmar memperingatkan pemimpin pro demokrasi Aung San Suu Kyi dan partainya untuk menghentikan semua kegiatan politik. Departemen Dalam Negeri menyurati pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tersebut dan mengatakan partainya melanggar hukum dengan mempertahankan kantor partai, mengadakan pertemuan dan mengeluarkan pernyataan. Pemerintah menyebut kegiatan tersebut bisa mengganggu perdamaian dan stabilitas negara. Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi dibubarkan penguasa militer Myanmar tahun lalu karena memboikot pemilu pertama negara itu dalam dua dekade. Di Myanmar, partai bisa berubah menjadi sebuah organisasi sosial dengan seizin pemerintah. * BASHIR DISAMBUT HANGAT DI CINA Pemimpin Sudan Omar al-Bashir disambut Presiden China Hu Jintao Rabu (29/6), meskipun dikritik Washington dan pelbagai kelompok HAM. Kedua presiden mengadakan pembicaraan di Aula Besar Rakyat di pusat kota Beijing setelah upacara penyambutan megah untuk Bashir, yang tidak diterima di banyak negara. Keduanya kemudian menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama ekonomi dan teknologi, serta penawaran pinjaman, termasuk untuk proyek jembatan di bagian timur Sudan. Bashir dicari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan genosida, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi di wilayah Darfur Sudan barat, yang telah menewaskan 300.000 orang sejak 2003. * DEBAT KEPEMILIKAN ALKOHOL DI BAWAH 16 TAHUN Parlemen Belanda mendukung usulan kabinet untuk meresmikan kepemilikan alkohol di antara remaja di bawah usia 16 tahun sebagai pelanggaran. Namun usulan awal ini berubah menjadi debat ekstensif tentang subyek dan lama hukuman. Mayoritas setuju pemuda berusia di bawah 16 tahun yang tertangkap basah minum di depan publik akan dihukum. Jika mereka minum di bar, baik pemilik bar maupun si remaja sama-sama bisa dihukum, tapi jika si remaja mencoba membeli alkohol di supermarket, maka hanya pemilik supermarket yang bisa dijatuhi hukuman. * MOGOK TIGA KOTA BESAR BELANDA Para karyawan angkutan umum Amsterdam, Den Haag dan Rotterdam mengadakan mogok hari ini (29/6). Ini dijalankan setelah putusan pengadilan yang menyatakan aksi tidak akan menimbulkan efek disproporsional akan penumpang. Ketiga operator GVB, HTM dan RET sebelumnya sudah minta berusaha minta perintah pengadilan untuk melarang mogok. Pemogokan akan berlangsung di luar jam sibuk yaitu pukul 09.00 s/d 15.00 untuk memungkinkan karyawan menghadiri protes dekat gedung parlemen Den Haag. Ini adalah aksi terbaru dari serangkaian aksi pekerja angkutan umum yang berang akan penghematan pemerintah yang mempengaruhi layanan bis, tram dan metro. * SKANDAL SEPAK BOLA KORSEL Choi Sung-Kuk, mantan pesepakbola timnas Korea Selatan, mengaku terlibat pengaturan skor pertandingan ketika bermain untuk tim bola militer tahun lalu. Ini menambah jumlah pemain yang mengaku terlibat dalam skandal yang mengguncang K-League tersebut. Kim Dong-Hyun, salah seorang pemain yang dituduh mengatur pertandingan, mengajak Choi ke pertemuan untuk merencanakan plot tersebut. Namun Choi menolak uang yang ditawarkan Kim. Choi (28 tahun) saat ini bermain untuk Suwon Samsung Bluewings dan merupakan pemain paling terkenal yang menyerahkan diri berkaitan dengan skandal ini. Sebelumnya, seorang kiper yang tidak disebut namanya juga sudah mengaku atas desakan pejabat liga, dengan imbalan keringanan hukuman. Saat ini kasus sedang diselidiki pengadilan pengadilan setempat. * GAME PERANG CINA Setelah menciptakan sebuah tim perang cyber, militer China kini telah mengembangkan game online perang pertama yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan kesigapan tempur. Senjata yang digunakan dalam permainan adalah bagian dari persediaan senjata sebenarnya milik tentara pemerintah. Permainan diluncurkan setelah militer mengumumkan pihaknya telah membentuk satgas keamanan elit internet untuk menangkis serangan cyber. Meskipun Cina mendapat tuduhan dari seluruh dunia sebagai sumber serangan cyber, media pemerintah membantah bahwa satgas elit tersebut didirikan sebagai "tentara hacker". Cina memiliki populasi online terbesar di dunia di lebih dari 477 juta pengguna. * PERTEMUAN MEDVEDEV - JONG IL BATAL Korea Utara dan Rusia diberitakan membatalkan rencana untuk mengadakan pembicaraan antara para pemimpin mereka pekan ini di wilayah Rusia Timur Vladivostok. Sebelumnya diberitakan kedua negara merencakan pertemuan antara Kim Jong-Il dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev tanggal 30 Juni atau Juli 1, demikian kantor berita Korea Selatan Yonhap. Kantor berita mengutip seorang sumber intelijen di Moskow yang mengatakan kedua belah pihak membatalkan rencana karena gagal untuk menjembatani perbedaan atas agenda pembicaraan. Seorang pejabat Kremlin yang berbicara dengan syarat anonim bersikeras tidak pernah ada rencana Medvedev bertemu Kim. Kim terakhir mengunjungi Rusia tahun 2002, menemui Vladimir Putin yang waktu itu menjabat presiden. * RIJKAARD BAKAL LATIH TIMNAS SAUDI Mantan bintang sepak bola internasional Belanda Frank Rijkaard menandatangani kontrak melatih timnas Arab Saudi. Sumber federasi sepak bola Arab Saudi mengatakan kontrak tidak akan diumumkan resmi sampai seluruh detil jelas. Kontrak sebelumnya antara federasi dengan Ricardo Gomes gagal di saat terakhir dan federasi tidak ingin kembali mengalami hal tersebut. Kontrak Rijkaard akan berlangsung selama 3 tahun. Kontraknya dengan tim Galatasaray Turki berakhir setelah pemecatannya menyusul serangkaian hasil buruk. * TALIBAN SERANG HOTEL DI KABUL Pembom bunuh diri Taliban dan sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah hotel Kabul dan memicu pertempuran lima jam dengan pasukan Afghanistan yang didukung helikopter NATO. Serangan menewaskan sekurangnya 21 orang. Hotel merupakan tuan rumah delegasi yang menghadiri konferensi keamanan Afghanistan dan lokasi pesta pernikahan besar. Di antara mereka yang menginap di hotel tersebut pejabat pemerintah Afghanistan dari seluruh negara. Kepala polisi Kabul Salangi Ayub mengatakan bahwa 10 orang, sebagian besar pekerja hotel, tewas dalam serangan. Juru bicara kementerian dalam negeri Siddiq Shiddiqi mengatakan operasi juga menewaskan 9 pembom bunuh diri dan berakhir setelah 5 jam. Namun wartawan AFP di tempat kejadian bisa mendengar tembakan sporadis berlanjut setelah pengumuman tersebut. * BERITA BURSA Nilai tukar valas: 1.00 EUR=1.43934 USD 1.00 EUR=12,409.56 IDR 1.00 USD=8,615.00 IDR * BELANDA MAKIN TERTUTUP Belanda dikenal sebagai negara kecil yang berperan penting di dunia internasional. Namun beberapa waktu terakhir citra itu memudar. Makin sering terdengar pendapat bahwa Belanda makin introver. Dan sekarang, kepentingan dalam negeri lebih diprioritaskan ketimbang kepentingan "dunia luar". Laporan Johan van der Tol dan Heleen Sittig. Guru Besar Sejarah Hubungan Internasional Universitas Utrecht, Duco Hellema, menyatakan bahwa sikap Belanda berubah sejak kedatangan politisi populis. Dulu Belanda punya reputasi bagus sebagai masyarakat multikultural progresif, kata Hellema. Sekarang beda. *Achter de dijken 1: "Sekarang Belanda mengeluh lebih banyak, dan lebih sinis, begitu yang tampak di mata orang luar negeri. Sejak kasus Fortuyn dan Wilders Belanda tidak lagi menjadi teladanl." Parlemen Juga ahli Eropa Adriaan Schout dari think-tank Clingendael berpendapat, Belanda makin jarang mengutarakan pendapat di pentas internasional. *Achter de dijken 2: "Kemarin saya berada di Komisi Eropa dan berdiskusi soal anggaran Uni Eropa. Itu tugas berat dua tahun ke depan. Dan dalam pertemuan kemarin, bisa diketahui negara-negara mana saja yang berperan penting dalam perundingan awal. Belanda sekarang tidak lagi terlalu penting, beda dengan dulu." Schout berpendapat bahwa pemerintahan PM Mark Rutte ingin berperan penting di Eropa, namun parlemen Belanda de Tweede Kamer membatasi ruang gerak mereka. Parlemen bertujuan menjaga kedaulatan Belanda di Eropa. "Padahal sekarang negara-negara Uni Eropa justru harus mengorbankan sedikit kedaulatan mereka. Dengan begitu mereka bisa lebih mudah bersama-sama menyebarkan pengaruh di negara-negara Eropa yang bermasalah," kata Schout merujuk kepada negara-negara berhutang banyak, seperti Yunani. Menurut Schout, Belanda melewatkan kesempatan bagus. Dulu Belanda punya banyak pengaruh di Eropa, sayang sekarang tidak lagi begitu. Padahal sedang ada kebutuhan besar atas ide-ide mengenai penyelesaian krisis, seperti di Afrika Utara atau di Yunani. "Banyak sekali masalah internasional yang juga menyentuh masyarakat Belanda." Globalisasi Sebelumnya Agnes van Ardenne sudah memperingatkan soal ini. Ia adalah mantan menteri Kerja Sama Pembangunan dan duta besar organisasi pangan PBB, FAO. Menurut politikus kristen-demokrat ini, Belanda akan kehilangan citra sebagai negara hukum, solider dan toleran. Semboyan terkenal Nederland-guide land (Belanda adalah pandu,red) sepertinya tinggal masa lalu. Yang aneh, menurut Van Ardenne, Belanda justru menarik diri di zaman globalisasi macam ini. Pendapat Van Ardenne didukung anggota PBB lain, seperti mantan Komisaris Tinggi untuk Masalah Pengungsian, Mary Robinson, dan Achim Steiner, kepala program lingkungan UNEP asal Brasil. Mereka khawatir Belanda seolah ngumpet. Bantuan Hans van Baalen, anggota perlemen Eropa dari partai pemerintah Belanda VVD, tidak setuju dengan pendapat bahwa Belanda menarik diri. Memang benar, Belanda mengurangi bantuan pembangunan. "Namun besarnya bantuan masih 0,7% dari produk nasional bruto." Walau begitu, Van Baalen khawatir mengenai penurunan peran Belanda di dunia internasional. "Ini akan merugikan Uni Eropa. Kemampuan berbahasa orang Belanda juga makin buruk. Karena itulah saya menuntut Bahasa Inggris, Prancis dan Jerman diwajibkan di sekolah." Ilusi Profesor Hellema, ahli hubungan internasional, tidak percaya bahwa Belanda akan meninggalkan dunia internasional. *Achter de dijken 3: "Bahwa Belanda bersembunyi di balik tanggul-tanggulnya, tentu saja ilusi. Walaupun kami ingin menarik diri, itu tentu saja tak bisa dilakukan." Menurutnya, Belanda berhubungan erat dengan masyarakat internasional, juga dalam bidang ekonomi. Belanda tak akan bisa meninggalkan dunia internasional. * AKTIVIS GAZA PERCAYA MEMBABI BUTA Hari Selasa ini, serombongan kecil aktivis Belanda, akan mulai berlayar, dari Yunani ke Jalur Gaza. Mereka menjadi bagian dari suatu armada kecil, yang mengangkut barang-barang bantuan kemanusiaan, bagi wilayah Palestina yang sudah lama sedang dalam keadaan serba kekurangan. Wilayah ini, sejak tahun 2006, diblokade oleh tentara Israel. Redaktur Radio Nederland Wereldomroep, Eric Beauchemin, selama pekan lalu, ikut mengamati persiapan pelaksanaan pelayaran ini. Oleh Eric Beauchemin Selama tiga bulan terakhir ini, saya sudah berniat, akan ikut berlayar bersama para aktivis tersebut. Untuk membuat laporan mengenai perjalanan mereka. Namun, pikiran saya berubah, setelah mengikuti kegiatan mereka di Yunani, selama sepekan lalu. Saya tidak percaya lagi pada the Dutch Gaza Foundation, yang bertanggung-jawab atas kapal dengan awak Belanda ini. Segala sesuatunya, sejak awal, memang berlangsung serba salah. Pada saat pertemuan pertama di pulau Corfu, Yunani, kami mendapat brifing tentang berbagai perkembangan terakhir. Ketika itu, salah seorang organisator perjalanan, seorang wanita, menyatakan, ada seorang wartawan asal Belanda, membocorkan informasi penting tentang rencana perjalanan ini, pada sebuah koran paling populer di Belanda. Ia tampak sangat marah. Ia sendiri beranggapan, tidak ada organisasi yang sedemikian terbuka, seperti Free Gaza Movement. Saya sudah bekerja selama 25 tahun sebagai wartawan. Selama ini, saya belum pernah mengenal organisasi yang sedemikian tertutup, seperti the Dutch Gaza Foundation <http://www.nederland-gaza.nl/>. Usai mengucapkan ucapan selamat datang tadi, ia menyampaikan beberapa ketentuan penting yang berlaku di sana. Dan banyak di antaranya, tidak bisa ditawar-tawar. "Jika anda tidak mau menerima ketentuan ini, anda tidak bisa ikut." Saya sebenarnya ingin membuat laporan video mengenai masa pelatihan wajib bagi peserta pelayaran ini, yang berlangsung selama dua hari. Untuk memberi gambaran, bagaimana para aktivis mempersiapkan perjalanan ini. Namun, ternyata organisator membuat sekian banyak batasan. Saya, dan beberapa jurnalis Belanda lainnya menyatakan keberatan. Dalam pelaksanaan tugas, kami perlu mendapat banyak kebebasan. Namun, ia menolak permintaan kami. "Saya pernah bekerja dengan wartawan dari CNN, Al Jazeera, BBC. Tidak pernah ada orang yang sedemikian banyak menuntut seperti kalian." Akhirnya perlu diadakan pemungutan suara, dan para aktivis sepakat tidak akan mengajak kami. Kami, para wartawan sudah merasa, organisator sengaja membuat dinding pemisah. Sebenarnya, tidak ada alasan untuk membuat pemisahan seperti itu. Sekarang, kami mulai kehilangan kepercayaan pada organisasi ini. Sesuatu yang sangat penting, jika akan ikut dalam perjalanan penuh resiko seperti ini. Pada saat pelayaran armada kapal bantuan tahun lalu, tujuh warga Turki tewas, ketika tentara Israel menyerang kapal dan langsung melepaskan tembakan. Motivasi Saya menyatakan minat untuk ikut perjalanan, awal tahun ini. Saat mendengar, kali ini akan ada kapal Belanda, yang untuk kali pertama, akan ikut berlayar menuju Jalur Gaza. Kabarnya, perjalanan akan diikuti oleh sekitar 30 peserta, di antaranya beberapa orang tokoh masyarakat Belanda. Juga akan ikut, sekitar 20 orang peserta asal Italia. Selanjutnya, saya menghadiri rangkaian pertemuan, di berbagai kota, di Belanda. Lalu, saya harus menjalani proses skrining dan seleksi. Karena, peminat perjalanan ini sangat banyak, katanya. Beberapa waktu kemudian, pihak organisator memberi-tahu saya lolos skrining dan terpilih menjadi salah seorang peserta. Dengan demikian, saya seolah-olah harus bersyukur, karena sudah termasuk jadi orang pilihan. Bohong Sekarang, tiga bulan kemudian, dan saya kini kembali berada di Belanda, saya benar-benar merasa tertipu. Ternyata tidak ada proses pemilihan. Ternyata tidak ada tokoh masyarakat Belanda yang tertarik ikut berlayar dengan rombongan Freedom Flotilla 2. Dan jumlah peserta dari Belanda, yang jadi ikut, bukan 32 orang. Tapi, hanya delapan orang aktivis, dan empat orang jurnalis. Dan Senin lalu, dua orang jurnalis lain, juga memutuskan untuk tidak mengikuti pelayaran, sebelum kapal bertolak meninggalkan Corfu. Sejak hari pertama, para wartawan, termasuk saya, mengajukan pertanyaan tentang organisasi yang mengelola perjalanan ini, dan tentang seluk beluk kapal. Berapa harganya. Siapa pemiliknya. Juga pertanyaan sederhana, mengenai ketersediaan aliran listrik, untuk mengisi baterai tranmisi satelit yang saya gunakan. Jawabannya selalu: "Saya nanti akan menjawab hal itu". Atau, "kami tidak tahu." Sampai sekarang, saya belum mendapat jawaban. Naif Saya pernah dua kali berkunjung ke Jalur Gaza. Dan melihat sendiri, mengapa Jalur Gaza disebut sebagai penjara terbuka. Karena, benar-benar tidak ada orang yang bisa masuk, dan bisa ke luar. Pada suatu siang, saya pergi ke pantai bersama seorang pria Palestina, yang pernah punya kedai jahit di sana. Akibat blokade, kegiatannya sebagai penjahit gulung tikar. Pria ini berkata, ia setiap hari, selalu datang ke pantai ini. Saya tanya, mengapa? Apakah karena ada laut, yang merupakan lambang kebebasan. Ia tertawa. Lalu ia menunjuk pada beberapa kapal patroli Israel, yang berlayar di kejauhan. Selama pekan lalu, saya kaget dan heran, melihat idealisme para aktivis Belanda. Sungguh luar biasa, pada masa seperti sekarang ini, masih ada orang, yang bersedia mempertaruhkan nyawa, untuk memperjuangkan sesuatu. Apakah pelayaran ini memang cara yang tepat untuk mencapainya, itu mungkin soal lain. Yang sangat mengherankan adalah sikap naif mereka. Selamat Jalan Senin lalu, saya bertemu untuk kali terakhir dengan para peserta pelayaran. Saya nyatakan pada mereka, melihat apa yang terjadi selama sepekan lalu, organisator perjalanan ini sama sekali tidak bisa dipercaya. Namun, mereka semua menekankan, hal ini masalah yang sangat penting. Tidak boleh dibatalkan. "Kami akan menembus blokade dan menolong rakyat Palestina di Jalur Gaza." Jadi good luck dan bon voyage. * SETENGAH KANABIS HARUS DILARANG Sekitar setengah dari ganja yang dijual di Belanda mengandung kadar THC yang terlalu tinggi. Penjualannya harus dilarang karena risiko penggunaannya tidak bisa lagi dipertanggungjawabkan. Demikian disarankan komisi-Garretsen kepada pemerintah Belanda. Laporan Philip Smet. Ganja jaman sekarang lebih keras dari 1976. "Pada 1976 ganja yang dijual terutama berasal dari luar negeri. Jumlah kandungan THC (bahan kimia yang bisa membuat high) antara 5 sampai 7 persen. Sekarang coffee shops (kedai ganja di Belanda) terutama menjual ganja yang berasal dari Belanda. Ganja jenis ini mengandung THC antara 15-18 persen. Kami berpendapat kandungan maksimal tidak boleh lebih dari 15 persen." Demikian disampaikan Professor Hen Garretsen, ketua komisi yang memberi masukan kepada pemerintah tentang kebijakan narkoba. Sejak 1976 Belanda membagi kategori narkoba menjadi dua jenis: harddrugs dan softdrugs. Narkoba jenis harddrugs mengandung resiko yang sangat besar bagi pemakainya sehingga dilarang untuk dikonsumsi. Softdrugs tidak mengandung resiko tersebut. Kriteria paling penting adalah seberapa besar resiko pemakai bisa jadi kecanduan terhadap obat yang bersangkutan. Resiko lebih besar Karena jumlah kandungan THC dalam softdrugs naik, maka tingkat resiko narkoba jenis ini juga naik. Professor Garretsen menjelaskan, "Semakin besar kandungan THC , semakin besar resikonya. Sudah banyak penelitian dilakukan. Remaja yang memakai kanabis beresiko menderita gangguan mental, tidak bisa mandiri dan lain sebagainya." Oleh karena itu menurut Garretsen, coffe shop sebaiknya tidak boleh menjual ganja dengan kandungan THC lebih besar dari 15 persen. Dengan ini ia berharap kandungan THC bisa diturunkan sampai kira-kira 11%. Namun hal ini sulit dipantau karena produksi ganja di Belanda dalam jumlah besar dilarang. Kontrol hanya bisa dilakukan di kedai ganja. Mereka harus memenuhi kriteria ketat yang diberlakukan. Kontrol Garretsen berpendapat banyak cara guna mengontrol kandungan THC dari segi produksi. Penanam ganja bisa dipaksa untuk menanam ganja yang lebih ringan. "Ini penting untuk kesehatan dan juga kepentingan masyarakat secara umum. Para penanam ganja dengan kandungan THC tinggi harus mengganti jenis ganja mereka. Ini tidak akan terjadi dalam waktu singkat." Reaksi Menteri Kesehatan Beladna Edith Schippers menanggapi laporan dengan positif. 'Kami akan mempelajarinya. Hasil penelitian ini akan kami tanggapi dengan serius karena tingginya kandungan THC bisa membahayakan pemakai. Sudah jelas terjadi perkembangan yang memprihatinkan.' Pemilik coffee shop menanggapi laporan dengan kritis. Myranda Bruin dari Perkumpulan Pengusaha Kedai Ganja Rotterdam (VRCO): "Penelitian ini justru menolong para kriminal. Para konsumen ditakut-takuti dan akan berpaling dari tempat-tempat penjualan resmi karena banyaknya kontrol. Para kriminal yang sebenarnya tidak bisa dikontrol. Mereka tidak perduli berapa banyak kandungan THC maksimal dan tidak menggubris batasan umur. Selain itu semakin banyak negara-negara lain yang melihat ke Belanda. Mereka menganggap kebijakan narkoba Belanda berhasil dan ingin menerapkan di negara mereka. Sementara kita malah mulai 'war on drugs" Garretsen ingin mempertahankan coffe shops karena penjual narkoba di sana lebih aman dibandingkan pasar ilegal. * KRISTENISASI GAYA BERAS SEKARANG HARAM HUKUMNYA Dewan Gereja Sedunia, Vatikan dan Aliansi Injili Sedunia mengeluarkan buku lima halaman pedoman penginjilan. Yang paling menonjol adalah kesepakatan meninggalkan cara-cara penginjilan terselubung. Kode etik disusun melalui perundingan rumit sejak tahun 2005. Dengan pedoman itu, ketiga organisasi kristen terbesar di dunia, berharap dapat mengurangi rasa permusuhan dari Islam ataupun agama lain yang ditimbulkan dari kegiatan penginjilan. "Metode tidak pantas dalam mengerjakan tugas-tugas misionari lewat cara-cara terselubung dan pemaksaan harus ditinggalkan," bunyi salah satu butir kode etik. "Pola-pola tersebut mengkhianati injil dan bisa menyebabkan pihak lain menderita." Di beberapa negara seperti Pakistan, Indonesia dan India, kegiatan penginjilan dapat menyebabkan kekerasan fatal. Si penyebar iman kristen dan mereka yang kemudian beralih kepercayaan sering menjadi korban pembunuhan. Sebuah laporan terbaru menunjukkan sedikitnya sudah 300 gereja di Indonesia rusak atau dibakar akibat ketegangan antara umat beragama. World Council of Churches, Roman Catholic dan World Evangelical Alliance merasa konflik dapat dikurangi jika mereka yang ingin menyebarkan 'kabar baik' menempuh cara bersahabat. "Mengedepankan upaya membangun hubungan saling menghormati dan saling percaya dengan semua pihak beragama." Namun panduan bertitel 'Saksi Kristen Dalam Dunia Multi Agama: Rekomendasi Kode Etik'. yang diluncurkan di Jenewa, dirasa sulit untuk dilaksanakan di Indonesia. "Untuk wilayah tertentu di daerah-daerah miskin, kadang kala kita memberitakan kasih Kristus dengan cara kontekstual. Misalnya mereka kekurangan gizi, maka gereja atau pelayanan-pelayanan misi turun ke sana. Mereka ingin membagi nilai-nilai kemanusiaan, tapi ini sering dicap sebagai misi dari kristen itu sendiri," kata Andriyan Makawimbang, penginjil muda di Jakarta. Ia sendiri telah meninggalkan cara-cara penginjilan lewat pembagian sembako, karena merasa pola tersebut membuat nilai-nilai kekristenan jadi murah. "Tapi itu masih bisa diperdebatkan khususnya di Indonesia. Apalagi ada gereja yang senang sekali tour area-area kemiskinan, nanti dianggap misi. Setelah mereka turun ke situ kan, mereka tentunya juga dapat dana. Kita tak bisa tutup mata," ujar aktivis gereja ini. Kode etik yang didukung berbagai gereja-gereja Protestan dan Ortodox, tidak saja mengatur cara penginjilan, tapi juga menegaskan kemerdekaan seseorang untuk memeluk agama lain, sesuatu yang oleh para aktivis kristen diragukan terjadi di negara-negara Islam. "Hak untuk terbuka mengakui, menjalankan, mengembangkan dan berganti kepercayaan adalah hak-hak asasi manusia. Pemerintah harus memastikan kebebasan beragama dihormati," tegas koalisi organisasi gereja-gereja terbesar di dunia. Andriyan Makawimbang setuju dengan hal ini. "Saya perhatikan di Amerika Serikat, teman-teman muslim di sana bebas sekali untuk mengekspresikan nilai-nilai keyakinan mereka. Teman-teman Ahmadiyah di New York bebas sekali membagi-bagikan pamflet. Bagaimana dengan di Jakarta, apakah saya bisa bebas membagikan pamflet dengan nilai-nilai kekristenan?" ujarnya dengan nada gusar. Simak wawancara di:http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/kristenisasi-gaya-beras-sekarang-haram-hukumnya * MENEBAR HAM TANPA MENUDING Menlu Belanda Uri Rosenthal ingin memperluas penebaran hak asasi manusia (HAM) tanpa menggurui. Ini hanya bisa terlaksana kalau dilakukan dengan menghargai tradisi dan kebiasaan negara-negara terkait. Demikian Tom Zwart, guru besar Hak Asasi Manusia (HAM) di Universitas Utrecht, Belanda, dalam kolomnya di NRC Handelsblad. Dulu kebijakan pemerintah Belanda di bidang HAM berbentuk teguran terhadap negara-negara yang melanggar HAM. Pertanyaannya apakah penegakan HAM dengan cara ini membuahkan hasil sehingga kondisi HAM di negara terkait membaik. Demikian Tom Zwart bertanya-tanya. Pertanyaan ini muncul sehubungan dengan niat menlu Belanda Uri Rosenthal untuk mengefektifkan kebijakan HAM. Dalam nota yang berjudul Verantwoordelijkheid voor vrijheid (Tanggung jawab terhadap Kebebasan) menlu menyatakan "cara menuding" harus diganti dengan kerjasama. Gagasan menlu Belanda ini diajaukan ke parlemen Belanda Rabu (29/06). Negara-negara yang ikut menandatangani perjanjian HAM, harus melaksanakan tugasnya. Dalam hal ini negara-negara itu boleh menentukan cara sendiri untuk menerapkan standar HAM internasional itu menjadi tindakan-tindakan nasional. Tujuannya adalah membuahkan hasil yang sesuai norma internasional. Selama ini negara-negara Barat suka menggurui negara-negara di Afrika dan Asia dalam penerapan HAM. Negara-negara Barat memaksa negara-negara non Barat itu menerapkan hukum internasional. Negara-negara Barat selama ini mengharapkan agar negara-negara Asia dan Afrika menerapkan HAM dengan cara yang dilterapkan di negara-negara Barat. Contohnya, Barat memaksa negara-negara di Afrika Utara untuk membuat UU yang melarang sunat perempuan dan menindak para pelanggar hukum. Menurut Tom Zwart, dalam hal ini negara-negara Barat kurang menyadari bahwa penyelesaian hukum ala Barat tidak cocok di Afrika Utara. Makanya, cara penegakan HAM di negara-negara di Asia dan Arika itu, menurut guru besar ini, harus sesuai dengan tradisi lokal. Dan cara ini sudah berjalan di Sinegal, misalnya. Di sana masyarakat desa dilibatkan untuk membasmi sunat perempuan. Dan hasilnya jumlah kasus sunat perempuan di negeri itu berkurang. Tom Zwart menambahkan, bahwa negara-negara Asia dan Afrika berkeberatan kalau negara-negara Barat menilai mereka kurang giat menegakkan HAM. Tekanan Barat untuk menerapkan HAM dengan cara Barat itu dianggap mereka sebagai sikap imperialis. Akibatnya negara-negara Afrika dan Asia itu makin terperosok di bidang HAM. Walhasil guru besar HAM di universitas Utrecht berharap agar parlemen Belanda menyetujui usul menlu Belanda tersebut. Gagasan Rosenthal ini memang memerlukan sudut pandang lain dalam kebijakan HAM. Suatu kebijakan yang tidak terlalu menekankan hukum, tapi kebijakan yang berdasarkan penelitian sosial budaya. Dengan demikian, simpul Tom Zwart, di masa mendatang para antropologlah yang akan menjadi pembela HAM. Demikian tinjauan pers. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
