---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 29 Juni 2011 14:10 UTC



** PELATIH BELANDA SASARAN TALIBAN 

** SUU KYI DILARANG BERPOLITIK

** BASHIR DISAMBUT HANGAT DI CINA 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BELANDA MAKIN TERTUTUP

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: AKTIVIS GAZA PERCAYA MEMBABI BUTA 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SETENGAH KANABIS HARUS DILARANG

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KRISTENISASI GAYA BERAS SEKARANG HARAM HUKUMNYA 

** TOPIK TINJAUAN PERS: MENEBAR HAM TANPA MENUDING 



* PELATIH BELANDA SASARAN TALIBAN

Para pelatih polisi Belanda yang dijadwalkan berangkat ke provinsi Kunduz 
Afghanistan minggu depan masuk dalam daftar kematian Taliban.

Harian de Volkskrant menerbitkan sebuah wawancara dengan juru bicara Taliban 
Zabiullah Mujahed yang menyebutkan hal tersebut. Dia mengatakan Taliban juga 
akan menggunakan pembom bunuh diri dan IED untuk menyerang para pelatih 
Belanda. De Volkskrant menulis bahwa komandan Taliban setempat di Kunduz 
menolak untuk diwawancarai.

Sementara Belanda akan menandatangani perjanjian dengan Jerman tentang 
kerjasama dalam memperkuat polisi sipil dan sektor peradilan di Kunduz. Deputi 
Menteri Kerjasama Pembangunan Ben Knapen dan rekannya dari Jerman Dirk Niebel 
akan menandatangani perjanjian di Berlin pada hari Kamis. Jerman telah bertugas 
menyediakan keamanan di Kunduz, termasuk misi pelatihan polisi Belanda.


* SUU KYI DILARANG BERPOLITIK

Pemerintah baru dukungan militer Myanmar memperingatkan pemimpin pro demokrasi 
Aung San Suu Kyi dan partainya untuk menghentikan semua kegiatan politik.

Departemen Dalam Negeri menyurati pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tersebut dan 
mengatakan partainya melanggar hukum dengan mempertahankan kantor partai, 
mengadakan pertemuan dan mengeluarkan pernyataan. Pemerintah menyebut kegiatan 
tersebut bisa mengganggu perdamaian dan stabilitas negara.

Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi dibubarkan penguasa 
militer Myanmar tahun lalu karena memboikot pemilu pertama negara itu dalam dua 
dekade.

Di Myanmar, partai bisa berubah menjadi sebuah organisasi sosial dengan seizin 
pemerintah.


* BASHIR DISAMBUT HANGAT DI CINA

Pemimpin Sudan Omar al-Bashir disambut Presiden China Hu Jintao Rabu (29/6), 
meskipun dikritik Washington dan pelbagai kelompok HAM.

Kedua presiden mengadakan pembicaraan di Aula Besar Rakyat di pusat kota 
Beijing setelah upacara penyambutan megah untuk Bashir, yang tidak diterima di 
banyak negara.

Keduanya kemudian menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama ekonomi dan 
teknologi, serta penawaran pinjaman, termasuk untuk proyek jembatan di bagian 
timur Sudan. 

Bashir dicari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan genosida, 
kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi di wilayah 
Darfur Sudan barat, yang telah menewaskan 300.000 orang sejak 2003.


* DEBAT KEPEMILIKAN ALKOHOL DI BAWAH 16 TAHUN

Parlemen Belanda mendukung usulan kabinet untuk meresmikan kepemilikan alkohol 
di antara remaja di bawah usia 16 tahun sebagai pelanggaran. Namun usulan awal 
ini berubah menjadi debat ekstensif tentang subyek dan lama hukuman.

Mayoritas setuju pemuda berusia di bawah 16 tahun yang tertangkap basah minum 
di depan publik akan dihukum. Jika mereka minum di bar, baik pemilik bar maupun 
si remaja sama-sama bisa dihukum, tapi jika si remaja mencoba membeli alkohol 
di supermarket, maka hanya pemilik supermarket yang bisa dijatuhi hukuman.


* MOGOK TIGA KOTA BESAR BELANDA

Para karyawan angkutan umum Amsterdam, Den Haag dan Rotterdam mengadakan mogok 
hari ini (29/6). Ini dijalankan setelah putusan pengadilan yang menyatakan aksi 
tidak akan menimbulkan efek disproporsional akan penumpang. Ketiga operator 
GVB, HTM dan RET sebelumnya sudah minta berusaha minta perintah pengadilan 
untuk melarang mogok.

Pemogokan akan berlangsung di luar jam sibuk yaitu pukul 09.00 s/d 15.00 untuk 
memungkinkan karyawan menghadiri protes dekat gedung parlemen Den Haag.

Ini adalah aksi terbaru dari serangkaian aksi pekerja angkutan umum yang berang 
akan penghematan pemerintah yang mempengaruhi layanan bis, tram dan metro.


* SKANDAL SEPAK BOLA KORSEL

Choi Sung-Kuk, mantan pesepakbola timnas Korea Selatan, mengaku terlibat 
pengaturan skor pertandingan ketika bermain untuk tim bola militer tahun lalu. 
Ini menambah jumlah pemain yang mengaku terlibat dalam skandal yang mengguncang 
K-League tersebut.

Kim Dong-Hyun, salah seorang pemain yang dituduh mengatur pertandingan, 
mengajak Choi ke pertemuan untuk merencanakan plot tersebut. Namun Choi menolak 
uang yang ditawarkan Kim.

Choi (28 tahun) saat ini bermain untuk Suwon Samsung Bluewings dan merupakan 
pemain paling terkenal yang menyerahkan diri berkaitan dengan skandal ini. 
Sebelumnya, seorang kiper yang tidak disebut namanya juga sudah mengaku atas 
desakan pejabat liga, dengan imbalan keringanan hukuman.

Saat ini kasus sedang diselidiki pengadilan pengadilan setempat.


* GAME PERANG CINA

Setelah menciptakan sebuah tim perang cyber, militer China kini telah 
mengembangkan game online perang pertama yang bertujuan meningkatkan 
keterampilan dan kesigapan tempur.
 
Senjata yang digunakan dalam permainan adalah bagian dari persediaan senjata 
sebenarnya milik tentara pemerintah. 

Permainan diluncurkan setelah militer mengumumkan pihaknya telah membentuk 
satgas keamanan elit internet untuk menangkis serangan cyber. Meskipun Cina 
mendapat tuduhan dari seluruh dunia sebagai sumber serangan cyber, media 
pemerintah membantah bahwa satgas elit tersebut didirikan sebagai "tentara 
hacker".

Cina memiliki populasi online terbesar di dunia di lebih dari 477 juta pengguna.


* PERTEMUAN MEDVEDEV - JONG IL BATAL

Korea Utara dan Rusia diberitakan membatalkan rencana untuk mengadakan 
pembicaraan antara para pemimpin mereka pekan ini di wilayah Rusia Timur 
Vladivostok. Sebelumnya diberitakan kedua negara merencakan pertemuan antara 
Kim Jong-Il dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev tanggal 30 Juni atau Juli 1, 
demikian kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Kantor berita mengutip seorang sumber intelijen di Moskow yang mengatakan kedua 
belah pihak membatalkan rencana karena gagal untuk menjembatani perbedaan atas 
agenda pembicaraan.

Seorang pejabat Kremlin yang berbicara dengan syarat anonim bersikeras tidak 
pernah ada rencana Medvedev bertemu Kim. 

Kim terakhir mengunjungi Rusia tahun 2002, menemui Vladimir Putin yang waktu 
itu menjabat presiden.


* RIJKAARD BAKAL LATIH TIMNAS SAUDI

Mantan bintang sepak bola internasional Belanda Frank Rijkaard menandatangani 
kontrak melatih timnas Arab Saudi.

Sumber federasi sepak bola Arab Saudi mengatakan kontrak tidak akan diumumkan 
resmi sampai seluruh detil jelas. Kontrak sebelumnya antara federasi dengan 
Ricardo Gomes gagal di saat terakhir dan federasi tidak ingin kembali mengalami 
hal tersebut.

Kontrak Rijkaard akan berlangsung selama 3 tahun. Kontraknya dengan tim 
Galatasaray Turki berakhir setelah pemecatannya menyusul serangkaian hasil 
buruk.


* TALIBAN SERANG HOTEL DI KABUL

Pembom bunuh diri Taliban dan sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah hotel 
Kabul dan memicu pertempuran lima jam dengan pasukan Afghanistan yang didukung 
helikopter NATO. Serangan menewaskan sekurangnya 21 orang.

Hotel merupakan tuan rumah delegasi yang menghadiri konferensi keamanan 
Afghanistan dan lokasi pesta pernikahan besar. Di antara mereka yang menginap 
di hotel tersebut pejabat pemerintah Afghanistan dari seluruh negara.

Kepala polisi Kabul Salangi Ayub mengatakan bahwa 10 orang, sebagian besar 
pekerja hotel, tewas dalam serangan. Juru bicara kementerian dalam negeri 
Siddiq Shiddiqi mengatakan operasi juga menewaskan 9 pembom bunuh diri dan 
berakhir setelah 5 jam. Namun wartawan AFP di tempat kejadian bisa mendengar 
tembakan sporadis berlanjut setelah pengumuman tersebut.


* BERITA BURSA

Nilai tukar valas:

1.00 EUR=1.43934 USD
1.00 EUR=12,409.56 IDR
1.00 USD=8,615.00 IDR


* BELANDA MAKIN TERTUTUP 
Belanda dikenal sebagai negara kecil yang berperan penting di dunia 
internasional. Namun beberapa waktu terakhir citra itu memudar. Makin sering 
terdengar pendapat bahwa Belanda makin introver. Dan sekarang, kepentingan 
dalam negeri lebih diprioritaskan ketimbang kepentingan "dunia luar". Laporan 
Johan van der Tol dan Heleen Sittig. 
Guru Besar Sejarah Hubungan Internasional Universitas Utrecht, Duco Hellema, 
menyatakan bahwa sikap Belanda berubah sejak kedatangan politisi populis. Dulu 
Belanda punya reputasi bagus sebagai masyarakat multikultural progresif, kata 
Hellema. Sekarang beda. *Achter de dijken 1:  "Sekarang Belanda mengeluh lebih 
banyak, dan lebih sinis, begitu yang tampak di mata orang luar negeri. Sejak 
kasus Fortuyn dan Wilders Belanda tidak lagi menjadi teladanl."
Parlemen
Juga ahli Eropa Adriaan Schout dari think-tank Clingendael berpendapat, Belanda 
makin jarang mengutarakan pendapat di pentas internasional. *Achter de dijken 
2:  "Kemarin saya berada di Komisi Eropa dan berdiskusi soal anggaran Uni 
Eropa. Itu tugas berat dua tahun ke depan. Dan dalam pertemuan kemarin, bisa 
diketahui negara-negara mana saja yang berperan penting dalam perundingan awal. 
Belanda sekarang tidak lagi terlalu penting, beda dengan dulu."
Schout berpendapat bahwa pemerintahan PM Mark Rutte ingin berperan penting di 
Eropa, namun parlemen Belanda de Tweede Kamer membatasi ruang gerak mereka. 
Parlemen bertujuan menjaga kedaulatan Belanda di Eropa. "Padahal sekarang 
negara-negara Uni Eropa justru harus mengorbankan sedikit kedaulatan mereka. 
Dengan begitu mereka bisa lebih mudah bersama-sama menyebarkan pengaruh di 
negara-negara Eropa yang bermasalah," kata Schout merujuk kepada negara-negara 
berhutang banyak, seperti Yunani. 
Menurut Schout, Belanda melewatkan kesempatan bagus. Dulu Belanda punya banyak 
pengaruh di Eropa, sayang sekarang tidak lagi begitu. Padahal sedang ada 
kebutuhan besar atas ide-ide mengenai penyelesaian krisis, seperti di Afrika 
Utara atau di Yunani.  "Banyak sekali masalah internasional yang juga menyentuh 
masyarakat Belanda."
Globalisasi
Sebelumnya Agnes van Ardenne sudah memperingatkan soal ini. Ia adalah mantan 
menteri Kerja Sama Pembangunan dan duta besar organisasi pangan PBB, FAO. 
Menurut politikus kristen-demokrat ini, Belanda akan kehilangan citra sebagai 
negara hukum, solider dan toleran. Semboyan terkenal Nederland-guide land 
(Belanda adalah pandu,red) sepertinya tinggal masa lalu. Yang aneh, menurut Van 
Ardenne, Belanda justru menarik diri di zaman globalisasi macam ini. 
Pendapat Van Ardenne didukung anggota PBB lain, seperti mantan Komisaris Tinggi 
untuk Masalah Pengungsian, Mary Robinson, dan Achim Steiner, kepala program 
lingkungan UNEP asal Brasil.  Mereka khawatir Belanda seolah ngumpet.
Bantuan
Hans van Baalen, anggota perlemen Eropa dari partai pemerintah Belanda VVD, 
tidak setuju dengan pendapat bahwa Belanda menarik diri. Memang benar, Belanda 
mengurangi bantuan pembangunan. "Namun besarnya bantuan masih 0,7% dari produk 
nasional bruto."
Walau begitu, Van Baalen khawatir mengenai penurunan peran Belanda di dunia 
internasional. "Ini akan merugikan Uni Eropa. Kemampuan berbahasa orang Belanda 
juga makin buruk. Karena itulah saya menuntut Bahasa Inggris, Prancis dan 
Jerman diwajibkan di sekolah."

Ilusi
Profesor Hellema, ahli hubungan internasional, tidak percaya bahwa Belanda akan 
meninggalkan dunia internasional. *Achter de dijken 3: "Bahwa Belanda 
bersembunyi di balik tanggul-tanggulnya, tentu saja ilusi. Walaupun kami ingin 
menarik diri, itu tentu saja tak bisa dilakukan." Menurutnya, Belanda 
berhubungan erat dengan masyarakat internasional, juga dalam bidang ekonomi. 
Belanda tak akan bisa meninggalkan dunia internasional.


* AKTIVIS GAZA PERCAYA MEMBABI BUTA

Hari Selasa ini, serombongan kecil aktivis Belanda, akan mulai berlayar, dari 
Yunani ke Jalur Gaza. Mereka menjadi bagian dari suatu armada kecil, yang 
mengangkut barang-barang bantuan kemanusiaan, bagi wilayah Palestina yang sudah 
lama sedang dalam keadaan serba kekurangan. Wilayah ini, sejak tahun 2006, 
diblokade oleh tentara Israel. Redaktur Radio Nederland Wereldomroep, Eric 
Beauchemin, selama pekan lalu, ikut mengamati persiapan pelaksanaan pelayaran 
ini.

Oleh Eric Beauchemin

Selama tiga bulan terakhir ini, saya sudah berniat, akan ikut berlayar bersama 
para aktivis tersebut. Untuk membuat laporan mengenai perjalanan mereka. Namun, 
pikiran saya berubah, setelah mengikuti kegiatan mereka di Yunani, selama 
sepekan lalu. Saya tidak percaya lagi pada the Dutch Gaza Foundation, yang 
bertanggung-jawab atas kapal dengan awak Belanda ini.

Segala sesuatunya, sejak awal, memang berlangsung serba salah. Pada saat 
pertemuan pertama di pulau Corfu, Yunani, kami mendapat brifing tentang 
berbagai perkembangan terakhir. Ketika itu, salah seorang organisator 
perjalanan, seorang wanita, menyatakan, ada seorang wartawan asal Belanda, 
membocorkan informasi penting tentang rencana perjalanan ini, pada sebuah koran 
paling populer di Belanda. Ia tampak sangat marah. Ia sendiri beranggapan, 
tidak ada organisasi yang sedemikian terbuka, seperti Free Gaza Movement. Saya 
sudah bekerja selama 25 tahun sebagai wartawan. Selama ini, saya belum pernah 
mengenal organisasi yang sedemikian tertutup, seperti the Dutch Gaza Foundation 
<http://www.nederland-gaza.nl/>.

Usai mengucapkan ucapan selamat datang tadi, ia menyampaikan beberapa ketentuan 
penting yang berlaku di sana. Dan banyak di antaranya, tidak bisa 
ditawar-tawar. "Jika anda tidak mau menerima ketentuan ini, anda tidak bisa 
ikut." Saya sebenarnya ingin membuat laporan video mengenai masa pelatihan 
wajib bagi peserta pelayaran ini, yang berlangsung selama dua hari. Untuk 
memberi gambaran, bagaimana para aktivis mempersiapkan perjalanan ini. Namun, 
ternyata organisator membuat sekian banyak batasan. Saya, dan beberapa jurnalis 
Belanda lainnya menyatakan keberatan. Dalam pelaksanaan tugas, kami perlu 
mendapat banyak kebebasan. Namun, ia menolak permintaan kami. "Saya pernah 
bekerja dengan wartawan dari CNN, Al Jazeera, BBC. Tidak pernah ada orang yang 
sedemikian banyak menuntut seperti kalian."

Akhirnya perlu diadakan pemungutan suara, dan para aktivis sepakat tidak akan 
mengajak kami. Kami, para wartawan sudah merasa, organisator sengaja membuat 
dinding pemisah. Sebenarnya, tidak ada alasan untuk membuat pemisahan seperti 
itu. Sekarang, kami mulai kehilangan kepercayaan pada organisasi ini. Sesuatu 
yang sangat penting, jika akan ikut dalam perjalanan penuh resiko seperti ini. 
Pada saat pelayaran armada kapal bantuan tahun lalu, tujuh warga Turki tewas, 
ketika tentara Israel menyerang kapal dan langsung melepaskan tembakan.

Motivasi
Saya menyatakan minat untuk ikut perjalanan, awal tahun ini. Saat mendengar, 
kali ini akan ada kapal Belanda, yang untuk kali pertama, akan ikut berlayar 
menuju Jalur Gaza. Kabarnya, perjalanan akan diikuti oleh sekitar 30 peserta, 
di antaranya beberapa orang tokoh masyarakat Belanda. Juga akan ikut, sekitar 
20 orang peserta asal Italia.

Selanjutnya, saya menghadiri rangkaian pertemuan, di berbagai kota, di Belanda. 
Lalu, saya harus menjalani proses skrining dan seleksi. Karena, peminat 
perjalanan ini sangat banyak, katanya. Beberapa waktu kemudian, pihak 
organisator memberi-tahu saya lolos skrining dan terpilih menjadi salah seorang 
peserta. Dengan demikian, saya seolah-olah harus bersyukur, karena sudah 
termasuk jadi orang pilihan.

Bohong
Sekarang, tiga bulan kemudian, dan saya kini kembali berada di Belanda, saya 
benar-benar merasa tertipu. Ternyata tidak ada proses pemilihan. Ternyata tidak 
ada tokoh masyarakat Belanda yang tertarik ikut berlayar dengan rombongan 
Freedom Flotilla 2. Dan jumlah peserta dari Belanda, yang jadi ikut, bukan 32 
orang. Tapi, hanya delapan orang aktivis, dan empat orang jurnalis. Dan Senin 
lalu, dua orang jurnalis lain, juga memutuskan untuk tidak mengikuti pelayaran, 
sebelum kapal bertolak meninggalkan Corfu.

Sejak hari pertama, para wartawan, termasuk saya, mengajukan pertanyaan tentang 
organisasi yang mengelola perjalanan ini, dan tentang seluk beluk kapal. Berapa 
harganya. Siapa pemiliknya. Juga pertanyaan sederhana, mengenai ketersediaan 
aliran listrik, untuk mengisi baterai tranmisi satelit yang saya gunakan. 
Jawabannya selalu: "Saya nanti akan menjawab hal itu". Atau, "kami tidak tahu." 
Sampai sekarang, saya belum mendapat jawaban.

Naif
Saya pernah dua kali berkunjung ke Jalur Gaza. Dan melihat sendiri, mengapa 
Jalur Gaza disebut sebagai penjara terbuka. Karena, benar-benar tidak ada orang 
yang bisa masuk, dan bisa ke luar. Pada suatu siang, saya pergi ke pantai 
bersama seorang pria Palestina, yang pernah punya kedai jahit di sana. Akibat 
blokade, kegiatannya sebagai penjahit gulung tikar. Pria ini berkata, ia setiap 
hari, selalu datang ke pantai ini. Saya tanya, mengapa? Apakah karena ada laut, 
yang merupakan lambang kebebasan. Ia tertawa. Lalu ia menunjuk pada beberapa 
kapal patroli Israel, yang berlayar di kejauhan.

Selama pekan lalu, saya kaget dan heran, melihat idealisme para aktivis 
Belanda. Sungguh luar biasa, pada masa seperti sekarang ini, masih ada orang, 
yang bersedia mempertaruhkan nyawa, untuk memperjuangkan sesuatu. Apakah 
pelayaran ini memang cara yang tepat untuk mencapainya, itu mungkin soal lain. 
Yang sangat mengherankan adalah sikap naif mereka.

Selamat Jalan
Senin lalu, saya bertemu untuk kali terakhir dengan para peserta pelayaran. 
Saya nyatakan pada mereka, melihat apa yang terjadi selama sepekan lalu, 
organisator perjalanan ini sama sekali tidak bisa dipercaya. Namun, mereka 
semua menekankan, hal ini masalah yang sangat penting. Tidak boleh dibatalkan. 
"Kami akan menembus blokade dan menolong rakyat Palestina di Jalur Gaza."

Jadi good luck dan bon voyage.


* SETENGAH KANABIS HARUS DILARANG

Sekitar setengah dari ganja yang dijual di Belanda mengandung kadar THC yang 
terlalu tinggi. Penjualannya harus dilarang karena risiko penggunaannya tidak 
bisa lagi dipertanggungjawabkan. Demikian disarankan komisi-Garretsen kepada 
pemerintah Belanda. Laporan Philip Smet.

Ganja jaman sekarang lebih keras dari 1976. "Pada 1976 ganja yang dijual 
terutama berasal dari luar negeri. Jumlah kandungan THC (bahan kimia yang bisa 
membuat high) antara 5 sampai 7 persen. Sekarang coffee shops (kedai ganja di 
Belanda) terutama menjual ganja yang berasal dari Belanda. Ganja jenis ini 
mengandung THC antara 15-18 persen. Kami berpendapat kandungan maksimal tidak 
boleh lebih dari 15 persen."

Demikian disampaikan Professor Hen Garretsen, ketua komisi yang memberi masukan 
kepada pemerintah tentang kebijakan narkoba. Sejak 1976 Belanda membagi 
kategori narkoba menjadi dua jenis: harddrugs dan softdrugs. Narkoba jenis 
harddrugs mengandung resiko yang sangat besar bagi pemakainya sehingga dilarang 
untuk dikonsumsi. Softdrugs tidak mengandung resiko tersebut. Kriteria paling 
penting adalah seberapa besar resiko pemakai bisa jadi kecanduan terhadap obat 
yang bersangkutan. 


Resiko lebih besar 

Karena jumlah kandungan THC dalam softdrugs naik, maka tingkat resiko narkoba 
jenis ini juga naik. Professor Garretsen menjelaskan, 

"Semakin besar kandungan THC , semakin besar resikonya. Sudah banyak penelitian 
dilakukan. Remaja yang memakai kanabis beresiko menderita gangguan mental, 
tidak bisa mandiri dan lain sebagainya."

Oleh karena itu menurut Garretsen, coffe shop sebaiknya tidak boleh menjual 
ganja dengan kandungan THC lebih besar dari 15 persen. Dengan ini ia berharap 
kandungan THC bisa diturunkan sampai kira-kira 11%. Namun hal ini sulit 
dipantau karena produksi ganja di Belanda dalam jumlah besar dilarang. Kontrol 
hanya bisa dilakukan di kedai ganja. Mereka harus memenuhi kriteria ketat yang 
diberlakukan.

Kontrol
Garretsen berpendapat banyak cara guna mengontrol kandungan THC dari segi 
produksi. Penanam ganja bisa dipaksa untuk menanam ganja yang lebih ringan. 
"Ini penting untuk kesehatan dan juga kepentingan masyarakat secara umum. Para 
penanam ganja dengan kandungan THC tinggi harus mengganti jenis ganja mereka. 
Ini tidak akan terjadi dalam waktu singkat."

Reaksi
Menteri Kesehatan Beladna Edith Schippers menanggapi laporan dengan positif. 
'Kami akan mempelajarinya. Hasil penelitian ini akan kami tanggapi dengan 
serius karena tingginya kandungan THC bisa membahayakan pemakai. Sudah jelas 
terjadi perkembangan yang memprihatinkan.'

Pemilik coffee shop menanggapi laporan dengan kritis. Myranda Bruin dari 
Perkumpulan Pengusaha Kedai Ganja Rotterdam (VRCO): 

"Penelitian ini justru menolong para kriminal. Para konsumen ditakut-takuti dan 
akan berpaling dari tempat-tempat penjualan resmi karena banyaknya kontrol. 
Para kriminal yang sebenarnya tidak bisa dikontrol. Mereka tidak perduli berapa 
banyak kandungan THC maksimal dan tidak menggubris batasan umur. Selain itu 
semakin banyak negara-negara lain yang melihat ke Belanda. Mereka menganggap 
kebijakan narkoba Belanda berhasil dan ingin menerapkan di negara mereka. 
Sementara kita malah mulai 'war on drugs" 

Garretsen ingin mempertahankan coffe shops karena penjual narkoba di sana lebih 
aman dibandingkan pasar ilegal. 




* KRISTENISASI GAYA BERAS SEKARANG HARAM HUKUMNYA

Dewan Gereja Sedunia, Vatikan dan Aliansi Injili Sedunia mengeluarkan buku lima 
halaman pedoman penginjilan. Yang paling menonjol adalah kesepakatan 
meninggalkan cara-cara penginjilan terselubung. 

Kode etik disusun melalui perundingan rumit sejak tahun 2005. Dengan pedoman 
itu, ketiga organisasi kristen terbesar di dunia, berharap dapat mengurangi 
rasa permusuhan dari Islam ataupun agama lain yang ditimbulkan dari kegiatan 
penginjilan.

"Metode tidak pantas dalam mengerjakan tugas-tugas misionari lewat cara-cara 
terselubung dan pemaksaan harus ditinggalkan," bunyi salah satu butir kode 
etik. "Pola-pola tersebut mengkhianati injil dan bisa menyebabkan pihak lain 
menderita."

Di beberapa negara seperti Pakistan, Indonesia dan India, kegiatan penginjilan 
dapat menyebabkan kekerasan fatal. Si penyebar iman kristen dan mereka yang 
kemudian beralih kepercayaan sering menjadi korban pembunuhan. 

Sebuah laporan terbaru menunjukkan sedikitnya sudah 300 gereja di Indonesia 
rusak atau dibakar akibat ketegangan antara umat beragama. 

World Council of Churches, Roman Catholic dan World Evangelical Alliance merasa 
konflik dapat dikurangi jika mereka yang ingin menyebarkan 'kabar baik' 
menempuh cara bersahabat. "Mengedepankan upaya membangun hubungan saling 
menghormati dan saling percaya dengan semua pihak beragama." 

Namun panduan bertitel 'Saksi Kristen Dalam Dunia Multi Agama: Rekomendasi Kode 
Etik'. yang diluncurkan di Jenewa, dirasa sulit untuk dilaksanakan di 
Indonesia. 

"Untuk wilayah tertentu di daerah-daerah miskin, kadang kala kita memberitakan 
kasih Kristus dengan cara kontekstual. Misalnya mereka kekurangan gizi, maka 
gereja atau pelayanan-pelayanan misi turun ke sana. Mereka ingin membagi 
nilai-nilai kemanusiaan, tapi ini sering dicap sebagai misi dari kristen itu 
sendiri," kata Andriyan Makawimbang, penginjil muda di Jakarta.

Ia sendiri telah meninggalkan cara-cara penginjilan lewat pembagian sembako, 
karena merasa pola tersebut membuat nilai-nilai kekristenan jadi murah.

"Tapi itu masih bisa diperdebatkan khususnya di Indonesia. Apalagi ada gereja 
yang senang sekali tour area-area kemiskinan, nanti dianggap misi. Setelah 
mereka turun ke situ kan, mereka tentunya juga dapat dana. Kita tak bisa tutup 
mata," ujar aktivis gereja ini.

Kode etik yang didukung berbagai gereja-gereja Protestan dan Ortodox, tidak 
saja mengatur cara penginjilan, tapi juga menegaskan kemerdekaan seseorang 
untuk memeluk agama lain, sesuatu yang oleh para aktivis kristen diragukan 
terjadi di negara-negara Islam.

"Hak untuk terbuka mengakui, menjalankan, mengembangkan dan berganti 
kepercayaan adalah hak-hak asasi manusia. Pemerintah harus memastikan kebebasan 
beragama dihormati," tegas koalisi organisasi gereja-gereja terbesar di dunia. 

Andriyan Makawimbang setuju dengan hal ini.

"Saya perhatikan di Amerika Serikat, teman-teman muslim di sana bebas sekali 
untuk mengekspresikan nilai-nilai keyakinan mereka. Teman-teman Ahmadiyah di 
New York bebas sekali membagi-bagikan pamflet. Bagaimana dengan di Jakarta, 
apakah saya bisa bebas membagikan pamflet dengan nilai-nilai kekristenan?" 
ujarnya dengan nada gusar.

Simak wawancara 
di:http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/kristenisasi-gaya-beras-sekarang-haram-hukumnya


* MENEBAR HAM TANPA MENUDING

Menlu Belanda Uri Rosenthal ingin memperluas penebaran hak asasi manusia (HAM) 
tanpa menggurui. Ini hanya bisa terlaksana kalau dilakukan dengan menghargai 
tradisi dan kebiasaan negara-negara terkait. Demikian Tom Zwart, guru besar Hak 
Asasi Manusia (HAM) di Universitas Utrecht, Belanda, dalam kolomnya di NRC 
Handelsblad. 

Dulu kebijakan pemerintah Belanda di bidang HAM berbentuk teguran terhadap 
negara-negara yang melanggar HAM. Pertanyaannya apakah penegakan HAM dengan 
cara ini membuahkan hasil sehingga kondisi HAM di negara terkait membaik. 
Demikian Tom Zwart bertanya-tanya. 

Pertanyaan ini muncul sehubungan dengan niat menlu Belanda Uri Rosenthal untuk 
mengefektifkan kebijakan HAM. Dalam nota yang berjudul Verantwoordelijkheid 
voor vrijheid (Tanggung jawab terhadap Kebebasan) menlu menyatakan "cara 
menuding" harus diganti dengan kerjasama. Gagasan menlu Belanda ini diajaukan 
ke parlemen Belanda Rabu (29/06).

Negara-negara yang ikut menandatangani perjanjian HAM, harus melaksanakan 
tugasnya. Dalam hal ini negara-negara itu boleh menentukan cara sendiri untuk 
menerapkan standar HAM internasional itu menjadi tindakan-tindakan nasional. 
Tujuannya adalah membuahkan hasil yang sesuai norma internasional. 

Selama ini negara-negara Barat suka menggurui negara-negara di Afrika dan Asia 
dalam penerapan HAM. Negara-negara Barat memaksa negara-negara non Barat itu 
menerapkan hukum internasional. Negara-negara Barat selama ini mengharapkan 
agar negara-negara Asia dan Afrika menerapkan HAM  dengan cara yang dilterapkan 
di negara-negara Barat. 

Contohnya, Barat memaksa negara-negara di Afrika Utara untuk membuat UU yang 
melarang sunat perempuan dan menindak para pelanggar hukum. Menurut Tom Zwart, 
dalam hal ini negara-negara Barat kurang menyadari bahwa penyelesaian hukum ala 
Barat tidak cocok di Afrika Utara. 

Makanya, cara penegakan HAM di negara-negara di Asia dan Arika itu, menurut 
guru besar ini, harus sesuai dengan tradisi lokal. Dan cara ini sudah berjalan 
di Sinegal, misalnya. Di sana masyarakat desa dilibatkan untuk membasmi sunat 
perempuan. Dan hasilnya jumlah kasus sunat perempuan di negeri itu berkurang. 

Tom Zwart menambahkan, bahwa negara-negara Asia dan Afrika berkeberatan kalau 
negara-negara Barat menilai mereka kurang giat menegakkan HAM. Tekanan Barat 
untuk menerapkan HAM dengan cara Barat itu dianggap mereka sebagai sikap 
imperialis. Akibatnya negara-negara Afrika dan Asia itu makin terperosok di 
bidang HAM.

Walhasil guru besar HAM di universitas Utrecht berharap agar parlemen Belanda 
menyetujui usul menlu Belanda tersebut. Gagasan Rosenthal ini memang memerlukan 
sudut pandang lain dalam kebijakan HAM. Suatu kebijakan yang tidak terlalu 
menekankan hukum, tapi kebijakan yang berdasarkan penelitian sosial budaya. 

Dengan demikian, simpul Tom Zwart, di masa mendatang para antropologlah yang 
akan menjadi pembela HAM. 

Demikian tinjauan pers.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke