---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 23 Mei 2002 14:00 UTC



** PERCEKCOKAN MENGENAI PENANGKAPAN IKAN PAUS

** SERANGAN DI SEKITAR TEL AVIV GAGAL

** API BESAR HANGUSKAN KEDUBES ISRAEL DI PARIS

** TOPIK GEMA WARTA: TIMOR LORO SAE DALAM DILEMA ANTARA KEADILAN DAN
KESEJAHTERAAN

** TOPIK GEMA WARTA: UNI EROPA INGIN INTERNASIONALKAN KASUS MALUKU



* PERCEKCOKAN MENGENAI PENANGKAPAN IKAN PAUS

Komisi Internasional Penangkapan Ikan Paus, IWC, untuk pertama
kalinya melarang bangsa-bangsa etnik seperti Eskimo, menangkap ikan
paus. Sejauh ini mereka diijinkan menangkap ikan paus dalam jumlah
kecil. Namun dengan menggunakan hak veto, maka Jepang melarang hal
ini, karena marah terhadap pendirian Amerika. Jepang menganggap
Washington sangat hipokrit karena menentang penangkapan komersial
ikan paus oleh Jepang, namun di lain pihak mengijinkan bangsa-bangsa
etnik di Amerika Utara menangkap ikan tersebut. Rapat tahunan IWC
berlangsung sangat kacau. Awal pekan ini, Islandia dengan marah
meninggalkan rapat karena ditolak diangkat kembali sebagai anggota
sepenuhnya IWC.


* SERANGAN DI SEKITAR TEL AVIV GAGAL

Serangan terhadap tempat penyimpanan bahan bakar di sekitar kota Tel
Aviv, Israel gagal. Bahan peledak yang dipasang di bawah kendaraan
tangki minyak diledakkan dari jarak jauh dan menghancurkan tangki
tersebut. Namun api dapat dipadamkan sebelum mencapai tempat
penyimpanan bahan bakar. Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung
jawab atas serangan itu. Sementara itu Rabu malam kemarin, tentara
Israel kembali menyerang kota Hebron dan Jenin di Tepi Barat Sungai
Yordan. Dengan beberapa tank, tentara Israel memasuki kota tersebut
dan menangkap 17 warga Palestina. Aksi militer Israel menyusul
serangan bunuh diri Palestina di Rishon Letzion, dekat Tel Aviv, yang
menewaskan dua warga Israel serta pelaku aksi bunuh diri.


* API BESAR HANGUSKAN KEDUBES ISRAEL DI PARIS

Api besar menghanguskan Kedutaan Besar Israel di Paris, Prancis. Pada
awalnya diperkirakan kebakaran berkaitan dengan serangan, namun kini
nampaknya penyebab kebakaran adalah korsleting. Kebakaran terjadi di
lantai pertama, dan kemudian merambat ke lantai berikutnya. 35 Mobil
pemadam kebakaran dan 135 aparat pemadam segera tiba di tempat
kejadian dan berupaya memadamkan api. Namun mereka tidak dapat
mencegah gedung berlantai enam hancur total. Bulan-bulan belakangan
berbagai lembaga Yahudi di Prancis menjadi sasaran serangan. Serangan
ini berkaitan dengan keadaan di Timor Tengah.


* JENZAH PEREMPUAN YANG MENGHILANG SATU TAHUN LALU, DITEMUKAN

Di Washington ditemukan jenazah Chandra Levy, seorang mahasiswi yang
sekitar satu tahun lalu menghilang. Kasus Levy yang berusia 24 tahun
menimbulkan kehebohan di Amerika Serikat, karena Levy menjalin
hubungan cinta dengan Gary Condit, mantan anggota Dewan Perwakilan
Amerika. Condit yang berusia 53 tahun ini awalnya menolak berhubungan
dengan Levy, namun akhirnya mengaku juga. Jenazah ditemukan seorang
pria di Rock Creek Park, tidak jauh dari rumah Levy.


* PRESIDEN GEORGE W. BUSH TIBA DI BERLIN

Presiden Amerika Serikat, George W. Bush hari ini berpidato di muka
parlemen Jerman. Bush tiba di Berlin, Rabu kemarin untuk mengawali
lawatan selama enam hari ke Eropa. Ia telah bertemu dengan kanselir
Jerman, Gerhard Schroder. Pagi tadi, Bush bertemu lagi dengan
Schroder. Butir agenda utama adalah pemberantasan terorisme
internasional. Amerika ingin memperoleh dukungan di Eropa. Selain itu
mereka juga berbicaera tentang Irak. Namun Bush menyatakan tidak ada
rencana-rencana konkret mengambil langkah militer terhadap rezim
Bagdad. Pusat kota Berlin dijaga ketat karena kekhawatiran terjadi
kericuhan atau serangan. Kurang lebih 10 ribu polisi dikerahkan di
kota Berlin. Sekitar 20 ribu demonstran berada di kota untuk
menentang politik Amerika Serikat yang dijalankan Presiden Bush.
Polisi menangkap 60 demonstran. Selain Berlin, Bush masih akan
mengunjungi Moskow, Paris dan Roma.


* SEPULUH PRAJURIT ALJAZAIR TERBUNUH

Sepuluh tentara Aljazair terbunuh dan tujuh prajurit lainnya terluka
di kota Bourgara, Aljazair Utara. Belum jelas siapa pelakunya. Sumber
Aljazair menyatakan pelaku adalah ekstremis Islam. Kelompok-kelompok
Islam bersenjata melakukan pembunuhan di Aljazair sejak pemilihan
parlemen tahun 1991 yang dinyatakan tidak sah, dan dimenangkan partai
Islam FIS. Perang saudara diperkirakan menewaskan 150 ribu jiwa.


* PAKISTAN TINGKATKAN PASUKAN DI PERBATASAN DENGAN INDIA

Pakistan meningkatkan pasukan di perbatasan dengan India serta
Kashmir. Juru bicara pemerintah menyatakan untuk bisa melakukan itu,
maka Pakistan harus mengambil satuan tentara dari perbatasan dengan
Afganistan. Perbatasan Afganistan sejauh ini dijaga ketat untuk
menghindari supaya teroris Afganistan tidak menyeberang ke Pakistan.
Selain itu Pakistan juga mengambil pasukannya dari pasukan PBB di
Sierra Leone. Setelah pertemuan dengan penasehat keamanan, di ibukota
Kashmir, Srinagar Perdana Menteri India, Atal Behari Vajpayee menuduh
Pakistan kurang menangani masalah kaum teroris di Kashmir. Dunia
internasional dengan cemas mengamati ketegangan antara dua negara
yang memiliki senjata nuklir. Menteri Luar Negeri Inggris, Jack Straw
memperingatkan kemungkinan pecahnya perang nuklir.


* TIMOR LORO SAE DALAM DILEMA ANTARA KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN

Timor Loro Sae berada di tengah dilema antara keadilan, ataukah
ketenangan dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Kalau mutlak memilih
keadilan di atas kesejahteraan, negara baru ini bisa terkucil di
dunia ini. Demi mengentaskan rakyat dari kemiskinan, Timor Loro Sae
terpaksa tak dapat berbuat banyak untuk mendorong tribunal
internasional mengadili jendral-jendral Indonesia dan eks-milisi
dalam kasus tahun 99. Tapi masih ada peluang bahwa mereka yang
bertanggungjawab dalam sejak invasi tahun 75 sampai 99, bisa diseret
ke tribunal di Den Haag. Laporan Aboeprijadi Santoso dari Dili.

Tampaknya tak ada negara yang begitu malang seperti Timor Leste.
Lahir dari tragedi yang panjang, negara baru ini masih harus bergulat
dengan kemiskinan yang meluas. Bahkan pemerintahan PBB UNTAET pergi
dengan memborong segalanya, termasuk meubel di kantor yang ditempati
Presiden Xanana Gusmao. Kemiskinan dengan pendapatan kurang dari
setengah dollar per kepala, langkanya investasi di sektor produksi
dan kehancuran pra sarana, mengakibatkan Timor Loro Sae harus
ditunjang donor internasional. Bahkan pengeluaran rutin seperti gaji
pegawai negeri dibayar dari bantuan tersebut.

Dalam keadaan demikian, pemerintahan Presiden Xanana Gusmao dan PM
Mari Alkatiri tampaknya akan mengutamakan kesejahteraan rakyat,
ketimbang aktif mendorong keadilan bagi para korban pelanggaran hak
hak asasi, terutama kasus kekerasan tahun 99. Sebaliknya kalangan
aktivis HAM menuntut pengungkapan lengkap keterlibatan masyarakat
internasional, termasuk PBB, dalam pendudukan-ilegal Indonesia selama
23 tahun, yang merupakan pengkiran hak asasi Timor. Demikian misalnya
suara Yayasan HAK, lewat jurubicaranya, Joachim Fonseca.

Pandangan ini di sini dinilai tidak realistis karena berarti menyeret
negara-negara adidaya, PBB dan Indonesia, dan ini dapat membahayakan
keamanan Timor Loro Sae dan mengucilkannya negara baru yang justru
mutlak membutuhkan bantuan dan investasi asing.

Yang menarik, oposisi kecil Partido Socialista de Timor, juga senada
dengan Yayasan Hak, namun punya alternatif lebih realtistis. Berikan
amnesti, tapi jamin perdagangan yang saling menguntungkan, ujar Ketua
partai kiri ini, Avelino Coelho.

Avelino Coelho:
Kalau kita mau justisa maka Bu Mega harus menyatakan penangkapan
semua Jenderal Soeharto, termasuk Soeharto yang terlibat dalam
pembantaian selama 24 tahun. Berarti melakukan keadilan hubungan
Timor Leste itu berjalan baik. Tapi itu kan idealistisnya, sulit
diwujudkan, karena kita perlu memahami konstelasi politik militer di
Jakarta bagaimana. Mega yang lebih kuat, atau militer Indonesia lebih
kuat. Realistisnya yang tadi saya bilang, amnesti untuk semua.
Hubungan kita dengan Indonesia itu harus saling menguntungkan,
misalnya hubungan di bidang perdagangan, dan di bidang pendidikan. Di
bidang pendidikan, bearti kan kita mayoritas Timor Leste rakyat yang
berpendidikan kan bisa bahasa Indonesia kan. Bagaimana hubungan kerja
sama di bidang pendidikan, di bidang perdagangan. Kita bisa ambil
contoh begini saja. Semua kejahatan di masa lalu kita lupakan.
Bagaimana rakyat kita ini dapat mengekspor produk-produknya ke pasar
Indonesia. Misalnya beras daripada petani Indonesia, impor beras ke
sini, tolonglah kalian terima beras kami ke luar. Supermie, rokok,
kalian masuk. Timor Loro Sae bisa mengekspor beras, bisa. Bisa kalau
ada kebijakan politik yang benar. Misalnya kedelai. Bahan-bahan yang
dibutuh oleh Indonesia, kita bisa suplai. Bahan-bahan yang diproduksi
Indonesia yang tidak kita produksi di sini, silakan impor, tidak
dikenakan pajak, supaya harganya sama dengan harga di Jawa. Plus
harga transportasi. Begitu pula ekspor barang-barang kita ke
Indonesia. Berarti, Indonesia menjadi pintu bahan ekspor produk Timor
Leste. Ini menguntungkan rakyat kita semua daripada menyimpan dendam
kan.

Pemerintahan PM Mari Alkatiri belum banyak bicara soal HAM, sebab ini
menyangkut diplomasi luar negeri dan ditangani Presiden Xanana Gusmao
dan Menlunya Jose Ramos-Horta. Mario Carrascalao dari partai PDS,
yang dekat dengan Xanana secara diplomatis berbicara secara umum
tentang tribunal internasional.

Mario Carrascalao:
Kami kira kalau ada satu tribunal internasional itu, justru baik
juga, untuk mengadili jenderal-jenderal yang salah. Kita tidak bisa
hidup di dalam bumi dengan ketenangan apabila kita ini belum tahu
orang yang tuduh kita, menuduh kita, macam-macam kita berbuat, kita
tidak berbuat, kita tahu kita tidak berbuat. Tapi kalau tidak ada
pengadilan yang mengatakan anda tidak bersalah, hal seperti ini terus
terjadi. Ini baik mereka diadili. Salah oke, harus ditindak.

Presiden Xanana Gusmao sendiri aktif mendorong rekonsiliasi dan
sekarang setuju rekonsiliasi lewat pengadilan. Tentang kasus tahun
99, dia mengakui itu tidak akan menjadi prioritas negaranya. Jadi
Timor Loro Sae jelas mengutamakan ketenangan, keamanan, dan
kesejahteraan rakyat.

Sumber sumber sekitar Presiden Xanana mengatakan, kasus tahun 99
sulit diadili oleh tribunal internasional karena negara negara
seperti Amerika, Cina dan Rusia dalam Dewan Keamanan PBB pasti
memvetonya. Lagi pula PBB tak punya dana buat menggelar tribunal.
Akan tetapi, ada kemungkinan kasus-kasus sejak invasi tahun 75 sampai
98, bisa diangkat di tribunal internasional. Nah inilah satu
pekerjaan rumah besar bagi para aktivis hak hak asasi manusia yang
mau berkeringat dan gigih. Tetapi Timor Loro Sae sendiri, untuk
sementara punya prioritas yang lain dari pada soal HAM itu, seperti
diungkap oleh Kepala Negaranya yang baru.

"Dulu Jepang datang (tahun 41), negeri kami hancur. Lalu Indonesia
invasi (tahun 75) hancur lagi. Kemudian Indonesia pergi (tahun 99),
hancur lagi. a Nah kapan rakyat kami akan tenang dan bebas dari
kemiskinan?"

Demikian Presiden Xanana Gusmao. Dan sekian pula laporan Aboeprijadi
Santoso dari Dili.


* UNI EROPA INGIN INTERNASIONALKAN KASUS MALUKU

Intro: Meski telah berulangkali melakukan penggantian baik Kapolda
Maluku tujuh kali dan Pangdam Pattimura tiga kali, namun masalah
Maluku belum selesai juga. Pemerintah rencananya akan mengganti
Pangdam dan Kapolda Maluku sementara pihak luar negeri baik Eropa
maupun Amerika Serikat mulai tidak sabar melihat penanganan Megawati
yang dinilai sangat lamban. Koresponden Syahrir melaporkan dari
Jakarta.

Kapolri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar menduga, sumber terbesar
kemelut di Maluku adalah mekanisme dan sistem yang berlaku di sana.
Bagi dia mengganti orang saja tidak akan menyelesaikan masalah di
Ambon Maluku. Ia tampaknya memberikan reaksi menanggapi rencana
pemerintah mengganti Kapolda dan Pangdam di Maluku. Utamanya Pangdam
Patimura Brigjen TNI Moestopa tidak bisa bekerjasama dengan Penguasa
Darurat Sipil Saleh Latuconsina. Saleh acapkali mengeluh mengenai
dukungan militer pada Laskar Jihad. Latuconsina pun di waktu lampau
sering mengeluh tentang kebijakan Menko Polkam Susilo Bambang
Yudhoyono dan Panglima TNI Laksamana Widodo yang mendukung kehadiran
Laskar Jihad di Maluku. Tetapi Menkopolkam selama ini mengatakan
bahwa penyelesaian Maluku tidak segera terselesaikan bukan karena
tidak ada konsep. Sebab, tidak mungkin menyelesaikan konflik di
daerah tersebut tanpa konsep yang jelas.

Kalangan lain melihat, jikalau pemerintah RI tidak hati-hati maka
besar kemungkinannya bahwa Eropa dan Amerika akan mendesak agar
masalah Maluku, Aceh dan Papua diinternasionalisasi. Kepada sejumlah
intelektual Islam Indonesia, Washington misalnya pernah menanyakan
tentang kemungkinan pengiriman pasukan internasional ke Ambon.
Sedangkan Parlemen Eropa sejak pekan lalu mulai mendesak agar segera
dibentuk tim investigasi kasus Maluku. Tetapi Menko Polkam, Susilo
Bambang Yudhoyono, kemarin meminta negara lain tidak mencampuri
masalah Aceh, Ambon, dan Papua. Yudhoyono, seusai Sidang Kabinet di
Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis kemarin, mengatakan
hal itu berkaitan dengan resolusi Uni Eropa agar Indonesia segera
merumuskan solusi konflik di tiga tempat tersebut. Dia mengatakan
kebijakan yang diambil sejauh ini sudah diarahkan agar adil dan
mengarah pada penghentian konflik dan kekerasan. Karena itu Indonesia
menolak jika ada pendiktean dari negara lain. "Kalau mereka
memberikan atensi itu baik. Begitu juga ingin berkontribusi dalam
kerjasama teknis, serta bantuan kemanusiaan dan lainnya." katanya.
"Tetapi tentunya kalau sudah mendikte langkah-langkah politik dan
kebijakan domestik mestinya menjadi kurang tepat.

Keterangan yang sama juga dikemukakan Menko Kesra Jusuf Kala dan
Wapres Hamzah Haz. Berbeda dengan mereka, maka sebagian
masyarakat Maluku di Jakarta justru menyetujui rencana Masyarakat
Eropa untuk  menginternasionalisasi kasus Ambon Maluku. Seorang tokoh
 Maluku, H. Patinama  mengatakan dari pada saudara-saudara kita
rakyat Maluku, baik yang Kristen maupun yang Muslim, dibunuh terus
menerus, sebaiknya dunia luar saja yang menyelesaikan permasalahan di
Ambon Maluku. Sebagian pers Indonesia, utamanya harian Republika,
kemarin memuat resolusi Parlemen Eropa tentang Hak Azasi Manusia di
Indonesia. Parlemen Eropa mendesak pemerintah RI untuk segera
menemukan solusi damai dalam menangani  gejolak di Maluku, Aceh dan
Papua.

Resolusi tentang Indonesia itu terdiri atas 15 butir pernyataan
tentang fakta-fakta dan 11 butir penyesalan serta desakan pada
pemerintah RI. Mereka juga menunjuk pada pembentukan tim investigasi
nasional independen yang belum juga dibentuk pemerintah RI meski
Wapres sudah menjanjikan hal itu. Parlemen Eropa pun mempersoalkan
seruan perang rakyat dari Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib
April lalu. Sehubungan dengan itu Menko Polkam Susilo Yudhoyono
berjanji bahwa pemerintah akan membentuk tim investigasi nasional
guna menyelasaikan kasus Maluku. Pemerintah bertekad untuk
menyelesaikan masalah daerah konflik seperti Maluku, Aceh, dan Irian
Jaya pada tahun ini juga. Maluku tidak bisa diselesaikan dalam satu
atau dua bulan, katanya. Tetapi yang menjadi pertanyaan ialah maukah
dunia barat menunggu sampai akhir tahun ini jika tiba-tiba ada aksi
teroris di Eropa dan Amerika sedangkan mereka percaya bahwa para ahli
strategi terorisme internasional kini bersembunyi di Indonesia?


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke