--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 24 Mei 2002 14:40 UTC ** GEORGE BUSH DAN VLADIMIR PUTIN TANDATANGANI PERJANJIAN PENGURANGAN SENJATA NUKLIR ** PAKISTAN DIBERIKAN WAKTU DUA BULAN MENGAKHIRI TERORISME ** ISRAEL LAKUKAN KERUSAKAN BESAR DI JALUR GAZA ** TOPIK GEMA WARTA: PPRC KE AMBON: MEMPERKERUH ATAU MENUNTASKAN KONFLIK? * GEORGE BUSH DAN VLADIMIR PUTIN TANDATANGANI PERJANJIAN PENGURANGAN SENJATA NUKLIR Presiden Amerika Serikat, George W. Bush serta Presiden Rusia, Vladimir Putin hari ini menandatangani perjanjian pengurangan senjata nuklir di Moskow, ibukota Rusia. Mereka sepakat akan pengurangan dua pertiga arsenal senjata dalam sepuluh tahun mendatang. Bush baru datang dari Berlin di mana ia mengimbau masyarakat bersatu memerangi terorisme. Dalam sebuah pidato di muka parlemen Jerman di Berlin, Bush menyatakan juga negara-negara di Eropa terancam serangan teroris. Selain itu Bush menyatakan belum ada rencana-rencana konkret untuk mengambil langkah militer terhadap Irak. Kedatangan Presiden Amerika di Berlin diwarnai demonstrasi besar-besaran. Polisi menangkap 60 demonstran. Hari-hari mendatang, Bush juga akan mengunjungi Prancis dan Italia. * PAKISTAN DIBERIKAN WAKTU DUA BULAN MENGAKHIRI TERORISME Pakistan diberikan waktu dua bulan untuk mengakhiri terorisme yang dilakukan kaum ekstremis Muslim. Demikian tandas Perdana Menteri India, Atal Behari Vajpayee. Baru kalau Pakistan memenuhi tuntutan India ini, maka India memutuskan apakah mengambil langkah militer terhadap negara tetangga atau tidak. Ketegangan antara dua negara semakin meningkat setelah pekan lalu kaum ekstremis Muslim menyerang kawasan sengketa Kashmir yang dikuasai India. Serangan ini menewaskan 35 jiwa. Hubungan antara dua negara memburuk sejak serangan terhadap parlemen India, Desember lalu. India menyatakan kaum ekstremis Pakistan yang bertanggung jawab atas serangan itu. Sejak itu dua negara mengerahkan sekitar satu juta tentara di perbatasan. Pasukan India dan Pakistan seringkali saling menembaki di Kashmir. Puluhan orang tewas pekan belakangan. Sementara itu masyarakat internasional berupaya mencegah pecahnya perang. Komisaris Eropa Urusan Hubungan Luar Negeri, Chris Patten telah tiba di New Delhi, Ibukota India. Menteri Luar Negeri Inggris, Jack Straw akan berkunjung ke kawasan pekan mendatang. Beberapa hari kemudian ia disusul Deputi Menlu Amerika Serikat, Richard Armitage. * ISRAEL LAKUKAN KERUSAKAN BESAR DI JALUR GAZA Pasukan Israel melakukan kerusakan besar di Jalur Gaza, Kamis malam keamrin. Sumber-sumber Palestina menyatakan pasukan Israel menghancurkan tiga pabrik, di pemukiman Zeitoun, Kota Gaza. Tiga pabrik dihancurkan dengan bahan peledak. Juru bicara Israel menyatakan salah satu pabrik memproduksi granat mortir. Dikatakan tidak ada korban jatuh. * EMPAT ANGGOTA FARC TEWAS AKIBAT LEDAKAN BOM Empat anggota organisasi gerilyawan marksis, FARC tewas akibat ledakan sebuah bom mobil. Ledakan terjadi ketika empat pria memasukkan bahan peledak di dalam mobil. Mereka berencana meledakkan bom mobil di Ibukota Bogota. Ahad mendatang Kolombia menggelar pemilihan presiden. * SERANGAN BUNUH DIRI DI KLUB MALAM TEL AVIV Petugas keamanan berhasil mencegah serangan bunuh diri terhadap sebuah klub malam di Tel Aviv. Mereka mengetahui apa yang ingin dilakukan pelaku dan memulai menembak ke arahnya. Pelaku aksi bunuh diri bersembunyi di belakang sebuah mobil ketika bom meledak, dan tewas. Seseorang yang berada di dekat tempat kejadian itu mengalami luka ringan. Tiga pekan lalu, pelaku aksi bunuh diri Palestina berhasil memasuki sebuah klub malam di Tel Aviv. Serangan itu menewaskan 15 orang. Kamis kemarin serangan terhadap tempat penyimpanan bahan bakar di Tel Aviv gagal. Bahan peledak yang dipasang di bawah sebuah kendaraan tangki minyak diledakkan dari jarak jauh dan menghancurkan tangki tersebut. Namun api dapat dipadamkan sebelum mencapai tempat penyimpanan bahan bakar. * BOM MOBIL MELEDAK DI UNIVERSITAS SPANYOL Sebuah bom mobil meledak di kampus Universitas Pamplona, Spanyol Utara. Polisi melaporkan tiga orang terluka. Setengah jam sebelum serangan, maka polisi menerima telefon dari seseorang yang menyatakan berbicara atas nama gerakan seperatis ETA. Sementara polisi mengosongkan kampus, bom yang beratnya sekitar 20 kilogram meledak. Sejak tahun 1986 ETA memperjuangkan negara independen Baskia dengan menggunakan kekerasan. Sejauh ini aksi mereka menewaskan sekitar 800 jiwa. * PEDRO CARMONA LARIKAN DIRI KE KEDUBESA KOLOMBIA Pengusaha Venezuela, Pedro Carmona yang bulan lalu melakukan kudeta terhadap Presiden Hugo Chavez, melarikan diri ke Kedutaan Besar Kolombia dan meminta suaka politik. Menteri Luar Negeri Kolombia, Guillermo de Soto menyatakan akan mengambil keputusan sesuai dengan hukum internasional. Bulan April lalu, Carmona menjabat presiden interim selama dua hari, setalah bagian-bagian tentara melakukan kudeta terhadap Presiden. Kudeta menyusul ketegangan di ibukota Venezuela, Karakas, yang menewaskan 57 jiwa. Ratusan orang lainnya terluka. * VVD BERSEDIA BERKOALISI DENGAN CDA DAN LPF Akhirnya partai liberal Belanda, VVD bersedia duduk dalam kabinet bersama partai Kristen Demokrat CDA dan partai kanan, Lijst Pim Fortuyn, LPF. Informatur Piet-Hein Donner menyatakan kepada VVD, tidak ada kemungkinan lain daripada ikut berkoalisi, supaya bisa mengangkat kabinet mayoritas baru. VVD hanya bersedia berkoalisi dengan CDA dan LPF, apabila sebelumnya dicapai kesepakatan antara lain mengenai kebijakan ekonomi dan keuangan, tunjangan, pelayanan kesehatan, dan keamanan. * PPRC KE AMBON: MEMPERKERUH ATAU MENUNTASKAN KONFLIK? Desingan peluru dan ledakan mortir bakal makin sering terdengar di Ambon Maluku. Kondisi keamanan di wilayah itu yang belum juga stabil membuat tentara kembali turun tangan. Kali ini, Komando Cadangan Startegis Angkatan Darat Kostrad akan mengirim pasukan gabungannya ke Ambon. Mereka yang tergabung dalam Pasukan Pemukul Reaksi Cepat atau PPRC akan berlatih di Ambon dalam dua bulan ke depan. Panglima Kostrad Ryamizard Ryacudu menyebutkan, PPRC ini merupakan gabungan dari tiga unsur angkatan yaitu darat, laut dan udara. Latihan ini menurutnya, untuk mengantisipasi jika keadaan Ambon membutuhkan bantuan aparat keamanan tambahan segera. Langkah Ryamizard kontan mengundang pertanyaan. Mengapa latihan perang-perangan itu harus dilakukan di wilayah konflik seperti Ambon? Apakah latihan ini tidak akan memperluas konflik? Sejumlah kalangan bahkan menduga ini merupakan upaya pribadi Ryamizard untuk memuluskan jalan meraih kursi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat yang kini lowong setelah ditinggalkan Kiki Syahnakri. Namun salah satu tokoh perdamaian Maluku Thamrin Ely berpendapat, upaya Ryamizard ini merupakan salah satu upaya mencapai perdamaian Maluku. Menurut Thamrin rencana ini adalah tindak lanjut dari pertemuan antara pemerintah pusat dan daerah Maluku, usai perjanjian damai Malino II. Thamrin pun menolak dugaan upaya ini sebagai bentuk unjuk kekuatan Kostrad ataupun strategi politik Ryamizard mengincar jabatan tertentu di Angkatan Darat. Thamrin Ely : Thamrin juga mendukung pengiriman pasukan ini ke Ambon meski hanya untuk berlatih. Sebab menurutnya kini situasi Ambon bagaikan wilayah tanpa negara. Tak ada peraturan yang membatasi kehidupan masyarakatnya. Ia hanya berharap, upaya ini tetap sejalan dengan isi perjanjian damai Malino II. Sementara itu pengamat militer MT Arifin menilai, langkah Ryamizard ini bertujuan memberi pengaruh psikologis bagi masyarakat Ambon. Menurut Arifin TNI yang ingin menyelesaikan konflik Ambon tidak punya wewenang masuk wilayah Darurat Sipil. Karena itulah yang bisa dilakukan hanyalah mengirimkan tentara untuk berlatih perang-perangan. Arifin juga tidak melihat upaya ini sebagai ambisi pribadi Ryamizard. Sebab Arifin menjelaskan kebijakan menerjukan pasukan elit Kostrad mengandung risiko tinggi. MT Arifin : Sebelum ini Ryamizard juga pernah menerjunkah pasukan serupa di medan konflik Poso Sulawesi Tengah awal tahun ini. Kebijakan itu juga mengundang pro dan kontra. Arifin juga mengakui konflik Ambon sangat berbeda dengan Poso. Konflik Maluku menurutnya, lebih banyak bernuansa politik ketimbang Poso sehingga lebih rumit untuk diselesaikan. Reaksi keras muncul dari sejumlah pengamat masalah Ambon dan aktivis Hak Asasi Manusia. Ketua Dewan Penasihat Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Kontras Munir menentang keras langkah Ryamizard. Menurut Munir, tindakan Ryamizard menunjukkan tidak adanya pengawasan negara terhadap tentara. Seharusnya menurut Munir pengiriman pasukan, meski hanya untuk berlatih, harus atas perintah presiden dan disetujui DPR. Munir : Menurut Munir, pasukan tempur semacam itu tidak diizinkan berada di wilayah konflik sipil. Munir menuding militer menggunakan konflik sosial sipil demi kepentingan pelatihan. Ini justru semakin membenarkan dugaan lama bahwa militer Indonesia membutuhkan konflik sosial sipil sebagai tempat latihan. Munir juga mengkhawatirkan pengiriman PPRC ke Maluku akan makin meningkatkan benturan antaraparat. Ia mengingatkan sejak tahun lalu hingga kini sudah tujuh kali terjadi bentrok antara polisi dan tentara di Ambon. Bagaimanapun, penerjunan pasukan untuk berlatih tidak diharapkan menimbulkan konflik baru. Juga bukan untuk mengambil keuntungan bagi segelintir orang di tengah situasi tak menentu Ambon saat ini. Kita sudah teramat lelah dengan beragam konflik di negeri ini. Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum. * Normal;heading 1; TOPIK GEMA WARTA: KINI GILIRAN MASALAH BAHASA YANG DIHADAPI NEGARA BARU TIMOR LESTE KINI GILIRAN MASALAH BAHASA YANG DIHADAPI NEGARA BARU TIMOR LESTE Setelah Timor Timur merdeka menjadi Timor Lorosae, pertanyaannya yang masih masih sering diajukan banyak kalangan di Indonesia, terutama di Jakarta adalah apakah bahasa Indonesia masih digunakan di sana. Apalagi kalau melihat dalam undang-undang dasar Timor Leste tertera bahwa bahasa nasional Timor Lorosae adalah bahasa-bahasa Portugis dan bahasa Tetun. Laporan reporter kami Joss Wibisono dari Dili, ibukota Timor Lorosae. Xanana Gusmao Saudara-saudari rakyat di Indonesia. Kami menyambut dengan hangat kehadiran Presiden ke sini bersama kami. Tidak hanya selaku kepala negara dari negeri saudara dan tetangga, yang berbatasan bersama kami, namun juga sebagai suatu lambang aspirasi demokratik. Ada yang menarik dalam pidato Presiden Xanana Gusmao pada hari kemerdekaan Timor Lorosae 20 Mei tadi. Tepukan masyarakat yang paling meriah ketika Xanana berpidato dalam bahasa Tetun dan bahasa Indonesia. Tidak ada tepukan hangat ketika Xanana berpidato dalam bahasa Inggris dan tepukan sederhana menyambut pidato yang dalam bahasa Portugis. Tetapi sekali lagi eluan-eluan masa yang membahana hanya terdengar pada sambutan-sambutan bahasa Tetun dan bahasa Indonesia. Rakyat Timor Lorosae memang lebih paham kedua bahasa itu, apalagi kalau melihat selama 24 tahun terakhir bahasa Indonesia sudah menggeser bahasa Portugis di bumi Timor. Kalau begitu mengapa undang-undang dasar Timor Leste hanya mengakui bahasa Portugis dan Tetun? Sementara rakyat justru lebih pandai berbahasa Tetun dan bahasa Indonesia. Bukankah dengan menggunakan bahasa Indonesia, rakyat Timor Lorosae justru telah bertindak inkonstitusional? Di sini masalah bahasa telah bergeser, bukan lagi masalah komunikasi antar orang, tetapi menjadi masalah politik nasional. Bahkan internasional. Karena menyangkut bahasa negara tetangga. Masalah politik nasionalnya adalah ketika bahasa Portugis ditetapkan sebagai bahasa nasional, sementara sebagian masyarakat Timor Lorosae justru lebih berbahasa Tetun atau bahasa Indonesia. Bahasa Portugis hanya dikuasai oleh segelintir elit politik, seperti Presiden Xanana Gusmao, Menteri Luar Negeri Jose Ramos Horta, Perdana Menteri Mari Alcatiri dan Ketua Parlemen Francisco Lu Olo Guterres. Bahkan menurut penelitian Lembaga Penelitian Universitas Nasional Timor Lorosae, jumlah mereka yang berbahasa Portugis tidak sampai enam persen. Sedangkan yang berbahasa Indonesia lebih dari 40%. Orang memang tidak habis bertanya. Kalau bahasa Tetun sudah merupakan bahasa masyarakat Timor Timur, mengapa masih harus ada bahasa Indonesia dan bahasa Portugis? Isabel Cardoso yang bekerja pada Radio Untaet di Dilli datang dengan jawaban menarik. Isabel Cardoso Kalau kita menyiarkan dalam bahasa Tetun, Tetun sebenarnya kita masih kekurangan ya, kata-kata atau kosa-katanya. Dan kita lebih banyak menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Portugis, jadi termasuk saya sendiri. Kadang saya sudah membaca news dengan bahasa Tetun. Saya sendiri tidak mengerti, ini intinya itu apa? Mengerti tapi tidak secara keseluruhan. Jadi kalau saya membaca dalam bahasa Indonesia, lebih cepat mengerti. Oo, ini sebenarnya begini beritanya. Kalau kami sendiri sudah merasakan seperti itu, saya rasa masyarakat dulu juga merasakan hal seperti itu. Dengan demikian, bahasa Indonesia tetap kami pertahankan. Jadi terutama news. Kalau dengan bahasa Tetun mereka belum puas, mereka menunggu jam untuk siaran bahasa Indonesia sehingga membuat mereka lebih mengerti, ooh ini news sebenarnya itu seperti ini, maksudnya ini. Dari ungkapan Isabel Cardoso tadi bisa disimpulkan bahwa sebenarnya bahasa Tetun belum siap pakai sebagai bahasa nasional Timor Timur. Benyamin Cortoreal Direktur Lembaga Bahasa Nasional Timor Lorosae mengatakan walaupun sudah merupakan bahasa pengantar di seantero wilayah Timor Lorosae, bahasa Tetun tetap merupakan bahasa lisan, yang tidak memiliki ejaan yang tetap dan diakui oleh siapa saja. Benyamin Cortoreal Bahasa Tetun itu punya gramar sebagai bahasa hidup. Dan gramar itu telah diperkaya sebagai hasil daripada simbiosis tadi. Tapi, karena bukan bahasa yang tertulais, seringkali setiap penutur itu tergantung dari latar belakangnya dia. Suka-suka abuse. Dan saya pikir supaya kita melihat lagi kepada bahasa itu sendiri, melihat kemungkinan-kemungkinan mana yang bisa diterapkan, untuk memperkaya, untuk meluruskan bahasa itu. Bukan untuk merusak atau memaksakan konstruksi-konstruksi yang terasa aneh sekali dalam bahasa itu. Inilah masalahnya. Karena ini berarti di bawah bahasa Tetun belum benar-benar siap dipakai sebagai bahasa nasional. Itulah sebabnya menurut Benyamin Cortoreal bahasa Indonesia akan terus dipakai kurang sedikit selama 22 tahun mendatang. Sementara Lembaga Bahasa Nasional sibuk menstandarkan bahasa Tetun ini. Sebagai bahasa pengantar, Bahasa Indonesia dulu jelas lebih siap untuk tampil sebagai bahasa nasional ketimbang bahasa Tetun untuk Timor Lorosae sekarang. Itu karena bahasa Indonesia lebih merupakan bahasa nasionalis melawan bahasa Belanda. Belanda sendiri juga tidak terlalu berminat menyebarkan bahasanya sebagai bahasa pengantar di seantero nusantara. Bermula sebagai perusahaan, VOC jelas tidak ingin membuang uang untuk membuat orang-orang nusantara menguasai bahasa mereka. Bahasa Indonesia di Timor Leste jelas lebih merupakan bahasa pengantar. Sayang, di Timor Timur dahulu, orang Indonesia dalam hal ini TNI, lebih berperilaku sebagai Belanda di nusantara. Timor Lorosae tetap bertekad untuk merdeka, walaupun misalnya bahasa mereka belum siap. Joss Wibisono melaporkan untuk Gema Warta dari Dilli, Timor Loro Sae. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
